STANDARDISASI SIMPLISIA

OLEH MOH MUSTAPA FARMASI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

PENDAHULUAN
SIMPLISIA

HEWANI

NABATI

MINERAL

HERBA

EKSUDAT

BAG.TUMBUH

ISI SEL SECARA SPONTAN KELUAR /ISI SEL CARA TERTENTU DIKELUARKAN DARISEL/SENY. NABATI LAIN DGN CARA TERTENTU DIPISAH DR TUMBUH DAN BELUM BERUPA SENYAWA KIMIA MURNI

NABATI

HERBA

EKSUDAT

BAG.TUMBUH

PRODUK PERTANIAN -Proses pascapanen -Preparasi sederhana PRODUK FARMASI

PRODUK FARMASI

CACAH DAN DIGODOK

JAMU GODOKAN (INFUS,DEKOK)

SERBUK HALUS

SEDUH, MINUM

SEDIAAN FARMASI LAIN

Ekstraksi, separasi, pemurnian (ekstrak, fraksi, isolat senyawa murni

ASPEK YANG MENPENGARUHI KANDUNGAN SENYAWA TANAMAN OBAT

1. GENETIK (BIBIT)

2. LINGKUNGAN (Tempat tumbuh, iklim)

3. REKAYASA AGRONOMI (Fertilizer Treatment)

4. PANEN (waktu dan pasca Panen)

PROSES PANEN 2. PREPARASI SIMPLISIA 3.MUTU SIMPLISIA DIPENGARUHI 1. KONTAMINASI 5. KOMPOSISI KANDUNGAN KIMIA 4. STABILISASI BAHAN .

TIGA KONSEP MENYUSUN PARAMETER STANDAR UMUM SIMPLISIA SEBAGAI BAHAN BAKU DAN PRODUK SIAP KONSUMSI 1. penyimpanan. 3 parameter umum bahan ☻kebenaran jenis (identifikasi) ☻kemurnian (bebas kontaminasi kimia. biologi) ☻kestabilan (wadah. SEBAGAI BAHAN FARMASI. transportasi) .

bukan bioenergi atau spiritual . harus mempunyai spesifikasi kimia komposisi (jenis dan kadar) Catatan : paradigma kedokteran modern: respon biologis bahan alam pada manusia disebabkan senyawa kimia. ☻keamanan(safety) ☻kemanjuran (efficacy) ☻mutu (quality) 3. yang bertanggungjawab atas respon biologi. SEBAGAI BAHAN MENGANDUNG BAHAN KIMIA. SEBAGAI BAHAN DAN OBAT.2.

kadar air. BAKU PEMBANDING 6. kadar zat terekstraksi air dan etanol.PARAMETER STANDAR BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 1. 2. bahan orga-nik asing. organoleptik. UJI KEMURNIAN. cemaran. JUDUL/NAMA SIMPLISIA URAIAN NAMA DAERAH PEMERIAN. IDENTIFIKASI 7. makroskopik dan mikroskopik 5. 3. pestisida dan logam berat . 4. mikroba. aflatoksin.

PENETAPAN KADAR 12. KANDUNGAN KIMIA 11. KADAR AIR 10. SUSUT PENGERINGAN 9. JUDUL / NAMA SIMPLISIA Nama simplisia ditulis dalam bahasa Latin + nama nasional (nama dagang) atau nama daerah yang populer Curcumae Rhizoma Rimpang Temulawak (Temulawak) .8. WADAH DAN PENYIMPANAN 1. PERINGATAN 13.

suku. sinonim. varitas. URAIAN Definisi atau paparan tentang tanaman. NAMA DAERAH Jumlah nama daerah mengindikasikan luas penggunaan atau pengenalan simplisia tersebut 4. sifat dan keadaan fisik . bagian tanaman yang digunakan. bau dan rasa Makroskopik. PEMERIAN Organoleptik.warna.2. nama tanaman. nama lain (kalau ada) 3. simplisia (rajangan).

IDENTIFIKASI KROMATOGRAFI Uji pendahuluan simplisia untuk penge-nalan pendahuluan senyawa aktif/zat identitas Mikroskopik. biji.Senyawa lain (zat identitas sampel) .Dapat berupa senyawa aktif . dasar dan sifat . rimpang dll) 5. serbuk kering. klika.anatomi organ tumbuhan (daun. BAKU PEMBANDING . flos. kayu.Beberapa isolat dari simplisia atau bentuk sintesisnya 6.

As) -Kadar larut dalam air -Kadar tidak larut asam b. Ba). menetapkan tingkat pe-ngotoran logam-logam dan silikat -Kadar abu total. Hg.Li) logam alkali tanah (Ca. Logam berat (Fe. Kadar zat terekstraksi. Kadar abu. Pb. mengetahui jumlah terendah bahan kimia kandungan simplisia yang dapat terekstraksi dengan pelarut tertentu (air dan etanol) .K.7.logam alkali (Na. UJI KEMURNIAN a.

Bahan organik asing. Salmonella. Vibrio cholera. Staphyl- lococcus. tetapi tidak boleh mengandung mikroba patogen seperti . Streptococ-cus. Cemaran mikroba. mengetahui ada tidaknya cemaran bahan organik asing yang biasa atau sering ditambahkan/ganti/pemalsu. Shigella dan Bacillus . Bahan organik asing merupakan bahan organik asing bersumber dari tumbuhan atau hewan yang sama/berla-inan jenis/senyawa aktif sintesis (diguna-kan metode AKK yang lazim).c. pencemaran bahan organik asing dalam tumbuhan hewan dinyatakan dalam % d. Pseudomonas. Prote-us. boleh ada kuman apatogen (terbatas).

herbisida. insektisida/fungisida turunan karbonat. asam fenoksialkanoat terklorinasi (herbisida). diperiksa berbagai metode analisis kimia atau SSA. persyaratan kandungan aflatoksin tidak tercantum dalam MMI. Pb. pestisida anorganik. fungisida Kimia. klasifikasi. Cemaran residu pestisida. As . hirdokarbon terklorinasi (pestisida). rodentisida. Hg. Cemaran aflatoksin. pestisida organofosfor. pestisida asal bahan alam dll g.e. WHO. Cemaran logam berat. pestisida. dilakukan dengan KLT f.

menjaga mutu simplisia (reaksi enzimatis. pertumbuhan m.o dan degradasi enzim terhadap zat aktif (kadar air < 10% tidak terjadi hal ini) . SUSUT PENGERINGAN .berkaitan pertumbuhan m.8.MMI. KADAR AIR . merekomendasikan secara destilasi azeotropik dilakukan terhadap simplisia yang mengandung minyak atsiri .dilakukan untuk simplisia yang tidak mengandung minyak atsiri 9.o) .

alkaloida dsb).10. ekstraksi/fraksinasi dengan pelarut dari nonpolar ke polar c. ekstrak diperoleh golongan senyawa. ekstraksi bertahap jaringan tumbuhan segar dengan pelarut keasaman/kebasaan berbeda.untuk simplisia belum diketahui zat aktif. ekstraksi dengan cara sesuai b. steroid. ZAT IDENTITAS . penapisan fitokimia simplisia terhadap golongan senyawa (flavonoid. hasil deteksi UV / semprot . profil KLT a.

karena dapat mempengaruhi simplisia . PERINGATAN. WADAH DAN PENYIMPANAN Harus memenuhi beberapa kriteria. jika perlu 13. PENETAPAN KADAR Simplisia yang diketahui zat aktif. ditetapkan kadar dengan metode sesuai 12.11.

KADAR AIR 4. SISA PELARUT 6. CEMARAN M. ORGANOLEPTIK 3.CEMARAN LOGAM BERAT 8. KADAR SENYAWA KIMIA TERTENTU . POLA KROMATOGRAM 2.BOBOT JENIS 3.SUSUT PENGERINGAN 2. KIMIA 1.KADAR ABU 5.PARAMETER EKSTRAK 1.NON SPESIFIK 1. SISA PESTISIDA 7. KADAR TOTAL GOLONGAN KANDUNGAN KIMIA 3. SENYAWA TERLARUT DALAM PELARUT TERTENTU 3.O 2. SPESIFIK 1.PARAMETER KANDG. IDENTITAS 2.

temperatur. faktor eksternal yaitu lingkungan (tanah. FAKTOR BIOLOGI  Mutu ekstrak dipengaruhi bahan asal (budidaya = kultivar atau tumbuhan liar = wild corp) a. Identitas jenis (sps). cahaya). atmosfir). keragaman hayati dapat dikonfirmasi dari faktor internal (genetik) b. Lokasi tempat tumbuh. interaksi energi (cuaca.FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA MUTU EKSTRAK 1. senyawa organik-anorganik) . materi (air.

Periode panen. biotransformasi. faktor eksternal (dapat diatur menjadi stabilitas dan kontaminasi. biodegradasi menjadi senyawa lain d.Jenis senyawa aktif dalam bahan . kapan kadar aktif optimal (biosintesis).Komposisi kualitatif senyawa aktif . berkaitan dimensi waktu (proses terbentuknya senyawa kimia).c. biotik dan abiotik) 2. FAKTOR KIMIA Idem faktor biologi kaitan kandungan kimia a. dikonversi. Faktor internal . Penyimpanan.

.Metode ekstraksi .Pelarut .Kandungan logam berat .Perbandingan ukuran dan alat ekstraksi .Ukuran. kekerasan.Kadar total rata-rata senyawa aktif b. kekeringan bahan .Kandungan pestisida .Komposisi kuantitatif senyawa aktif . Faktor eksternal .

Asli dari tumbuhan asal. sifat fisikokimia sulit stabil 3. Senyawa kontaminasi. ekstraksi 2. Hasil perubahan senyawa asli. residu proses 4. ada pada tumbuhan. Senyawa hasil interaksi antara senyawa asli.SENYAWA KIMIA DALAM EKSTRAK 1. tidak berubah oleh preparasi simplisia. baik sebagai polutan. aditif proses (merupakan senyawa eksogen). senyawa kontaminasi dan senyawa perubahan . polusi.

Jaminan bahwa ekstrak yang diperoleh mengandung susunan senyawa bioaktif alami seperti aslinya yang ter dapat dalam simplisa 3.Untuk senyawa bioaktif atau senyawa yang khas khas dan diketahui sifat fisik dan kimianya 2.TUJUAN EKSTRAK 1. Permintaan konsu men agar sediaan obat tradisional lebih praktis dan baku .

pastiles dls 5. sehingga praktis dibuat sediaan tertentu 3. Daya tahan pada penyimpanan optimal . Memiliki senyawa aktif yang lengkap seperti asli dengan kadar relatif > tinggi sehingga tercapai efek terapi 2. Pengawasan mutu dan pembakuan/standardisasi serta produk akhir relatif sederhana 4. sediaan cair. misal kapsul.KEUNTUNGAN EKSTRAK SEBAGAI BAHAN BAKU OT 1. Diversifikasi bentuk sediaan. dragee. tablet. Diperoleh volume atau berat > kecil.

1. BOBOT JENIS  Yaitu massa persatuan volume pada suhu kamar (250 C) dengan piknometer/alat lain  Untuk ekstrak cair/kental (dapat dituang)  Gambaran kandungan kimia terlarut . maka kandungan air  Batasan maksimum besar senyawa yang hilang pada proses pengeringan 2.SUSUT PENGERINGAN  Yaitu sisa zat setelah pengeringan 1050 C. 30’ (konstan. dinyatakan dalam %)  Jika tidak mengandung m.a. NON SPESIFIK 1.

.Titrasi : ● titrasi langsung ● titrasi tidak langsung ● cara Karl-Fischer .3.Destilasi . KADAR AIR  Yaitu batasan minimum kandungan air dalam bahan  Kemurnian dan kontaminasi  Ditentukan .Metode gravimetri .

SISA PELARUT  Yaitu kandungan sisa pelarut. abu tidak larut asam 5.4. senyawa organik terdekstruksi dan menguap. dengan KG  Jaminan tidak ada sisa pelarut dan untuk ekstrak cair kadar pelarutnya  Metode : destilasi dan KGC . sisa mineral dan senyawa anorganik  Gambaran kandungan mineral internal dan eksternal pada proses awal ekstraksi  Kemurnian dan kontaminasi  Meliputi : kadar abu total. KADAR ABU  Yaitu dipanaskan.

Pb. Cd. As dls) secara SSA atau cara lain yang lebih valid . CEMARAN LOGAM BERAT  Yaitu menentukan kandungan logam berat (Hg. SISA PESTISIDA  Yaitu menentukan kandungan sisa pestisida atau kontaminasi simplisia (bahan awal)  Jaminan ekstrak tidak mengandung pestisida > dari nilai batas toksis bagi kesehatan  Metode analisis multiresidu pestisida organoklor dan organofosfor sesuai Komisi Departemen Pertanian yang dimodifikasi 7.6.

CEMARAN MIKROBA  Yaitu mengidentifikasi mikroba patogen dengan analisis mikrobiologis  Jaminan ekstrak tidak mengandung mikroba patogen. apatogen berbahaya bagi kesehatan 9.KHAMIR. CEMARAN KAPANG.8. AFLATOKSIN  Yaitu menentukan adanya jamur secara mikrobiologis dan aflatoksin secara KLT  Jaminan ekstrak tidak mengandung jamur melebihi batas merusak stabilitas ekstrak dan aflatoksin yang berbahaya pada kesehatan .

dagang) ► nama latin tumbuhan ► bagian tumbuhan yang digunakan ► nama Indonesia tumbuhan b. petunjuk bagi ekstrak dengan metode tertentu (KLT = Rf. Senyawa identitas.SPESIFIK 1. IDENTITAS a. warna dengan penampak noda atau kromatogram) . paten. Deskripsi tatanama : ► nama ekstrak (generik.

SENYAWA TERLARUT DALAM PELARUT TERTENTU Yaitu melarutkan ekstrak dengan pelarut etanol/ air. cair. tidak berbau dls d. kental. Bentuk : padat. serbuk b. ORGANOLEPTIK Dengan pancaindera a. Bau : aromatik. Warna : kuning. gravimetri . menentukan solut (kandungan kimia). Rasa : manis. hijau tua.        2. panit. kelat dls 3. coklat dsb c.

KADAR KIMIA TERTENTU  senyawa identitas  senyawa kimia utama  kandungan kimia lainnya  Dengan densitometer.3. KADAR TOTAL GOLONGAN KANDUNGAN KIMIA 3. POLA KROMATOGRAM – KLT – KG – KCKT 2. KG. KANDUNGAN KIMIA 1. KCKT .

khamir Mikroba patogen Aflatoksin + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + . Parameter mutu Raja ngan Ser buk Kap sul Pil Tab let Pati les Elik Sir 1 2 3 4 5 6 7 8 Penyimpangan bobot Penyimpangan volume Kadar air Waktu hancur Kandungan mikroba Angka kapang.PARAMETER MUTU OT Bentuk sediaan No.

15 % ** = KADAR ETANOL .Bentuk sediaan No. 1 % SIKLAMAT < 2 % .pengisi + - + + - + + + + + + + + + + + + - 10 11 12 Bau tengik (organoleptik) Kadar etanol** Zat identitas + + + + + + + + 13 14 15 Cemaran logam Cemaran pestisida Stabilitas + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + KETERANGAN : + = YA . Parameter mutu Bahan penambah - Raja ngan + Ser buk + Kap sul + Pil Tab let + Pasti les + Elik Sir + pengawet + 9 .pewarna .pemanis* .= TIDAK * = SAKARIN < 0.

khamir 7 8 Mikroba patogen Aflatoksin + + + + + + + - + - + - .PARAMETER MUTU OT Bentuk sediaan No. Parameter mutu Dodol jenan g + + + Cair an OD + + + Cair an OL + + - Salep Krim + - Ko yok + - Parem Pilis Tapel + + 1 2 3 4 5 6 Penyimpangan bobot Penyimpangan volume Kadar air Waktu hancur Kandungan mikroba Angka kapang.

15 % ** = KADAR ETANOL .= TIDAK * = SAKARIN < 0.Bentuk sediaan No.pemanis* .pewarna . Parameter mutu Dodol jenang Cair an OD + + + + + Cair an OL + + + Salep Krim Ko yok Parem Pilis Tapel + + Bahan penambah - pengawet + + + + + + + + + 9 . 1 % SIKLAMAT < 2 % .pengisi 10 11 12 Bau tengik (organoleptik) Kadar etanol** Zat identitas 13 14 15 Cemaran logam Cemaran pestisida Stabilitas + + + + + + + + + + + + + + + + + + KETERANGAN : + = YA .

tetapkan purata. volume tdk > 2. baca volume tiap wadah. VOLUME TERPINDAHKAN. Memenuhi syarat parameter jiak volume terpindahkan antara 95 – 105% dari volume purata yang ditetapkan . diamkan 30 menit (menghilangkan gelembung). tuang ke dalam gelas ukur (dikalibrasi.PARAMETER MUTU SEDIAAN OT BENTUK CAIRAN OBAT DALAM 1.5 x volume sediaan uji). memberi jaminan khasiat dan keamanan karena kadar bahan aktif seragam Prosedur : isi 20 wadah sediaan yang diuji dari batch berlainan secara rawu.

menjamin reprodusibilitas khasiat dan keamanan. Dilakukan sekurang-kurangnya 10 x penetapan (temp=) dari batch berlainan secara rawu. berkaitan jumlah atau konsentrasi kandungan senyawa kimia. VISKOSITAS.2. karena viskositas tergantung pada konsentrasi zat terlarut dalam sediaan Ditetapkan dengan cara yang sesuai. ditetapkan isi 20 wadah secara rawu dari batch berlainan Sediaan memenuhi syarat jika viskositas antara 95 – 105% dari viskositas purata sediaan yang ditetapkan 3. Sediaan memenuhi syarat jika bobot jenis antara 90 – 110% dari bobot jenis purata sediaan yang ditetapkan . berhubungan erat reproduksibilitas dalam aktivitas farmakodinamik. BOBOT JENIS.

juga ditetapkan : Cemaran mikroba Jumlah total bakteri Jumlah total propagasi jamur Bakteri patogen Senyawa identitas Pengawet dan pemanis .       Selain parameter tersebut.

PARAMETER MUTU SEDIAAN OT BENTUK SERBUK 1. analisis dengan sensual penginderaan mata. tidak ada kerusakan (busuk dan bau menyimpang dan bau khas) sediaan Prosedur Analisis Warna. bau dan rasa). ANALISIS ORGANOLEPTIK. hidung dan lidah (warna. Mensyaratkan tidak terlihatnya cemaran jamur/kapang dengan mata telanjang. dengan mata telanjang selain sinar matahari jika dibutuhkan cahaya digunakan dari sumber cahaya dengan panjang gelombang = panjang gelombang matahari .

berbau lemah dan berbau kuat dan sensasi bau dinayatakan berbau aromatik. udara terbuka di atas dihirup perlahan. Derajat rasa manis dietapkan berdasarkan rasa sakarosa sebagai pembanding. Bila perlu. bau dicium. karakteristik bau diamati melalui uap yang keluar dari mulut gelas . bahan dalam gelas piala ditambah air mendidih. serbuk ditempak dalam gelas piala/permukaan tangan/tempat lain yang sesuai. totolkan pada lidah dan biarkan beberpa detik. serbuk sediaan digosokkan diantara ibu jari dan telunjuk. Bila diketahui mengandung bahan berbahaya. Dinyatakan tidak berbau. menyengat serta merangsang Rasa. rasa pahit ditetapkan dengan menggunakan larutan kinin klorida konsentrasi 1 : 2000 .Bau. serbuk sediaan digerus dan dilumatkan dengan sedikit air.

ANALISIS MIKROSKOPIK. karena ukuran partikel berpengaruh pada daya larut atau disolusi zat aktif Ukuran partikel serbuk ditetapkan sekurangkurangnya 10 X pengukuran dari batch produksi berlainan diambil secara rawu jelasan karakteristik internal serbuk sediaan dalam menetapkan kemurnian (terutama pemalsuan simplisia penyusun/pencampuran secara sengaja simplisia lain dengan bentuk dan karakteristik mikroskopiknya hampir sama/sulit dibedakan) Dilakukan dalam media air untuk butir amilum/kloral hidrat untuk karakteristik internal lain 3. untuk memperoleh ke- .2. menjamin reprodusibilitas khasiat dan keamanan. UKURAN PARTIKEL.

juga : susut pengeringan. PENYIMPANGAN BOBOT. bakteri patogen). kandungan air. kadar sari (larut air dan larut etanol). karena penyimpangan bobot akan berpengaruh pada dosis/takaran pemakaian (khasiat dan keamanan) Cara penetapan : Sekurang-kurangnya 30 bungkus dipilih secara rawu.4. Syarat : Penyimpangan bobot tidak melebihi 5 % dari bobot purata dibanding nilai tertera dikemasan Selain paremeter tersebut. menjamin reprodusibili- tas khasiat dan keamanan. senyawa identitas. ditimbang satu persatu. cemaran mikroba (jumlah total bakteri. jumlah total propagasi jamur. pengawet dan pemanis . analisis statistik dengan menentukan nilai purata disertai nilai simpangan baku.

timbang satu persatu. jaminan bagi pengguna akan khasiat dan keamanan. Bobot netto adalah pengurangan antara kapsul + isi dengan cangkang + tutup. karena kadar bahan aktif juga seragaman memungkinkan tercapainya reprodusibilitas khasiat dan kemanan Prosedur analisis Kapsul keras. KESERAGAMAN BOBOT. Syarat : bobot tiap isi kapsul berada antara 90 – 110% (rerata <300 mg) dan 95 – 105% (rerata >300 mg) .PARAMETER MUTU OT BENTUK KAPSUL 1. keluarkan isi kapsul dan cangkang+ tutup ditimbang satu persatu. dua puluh kapsul diambil secara rawu.

dua puluh kapsul diambil secara rawu. timbang satu persatu. Cuci kapsul dengan pelarut yang sesuai. jaminan bagi pengguna akan reprodusibilitas khasiat dan keamanan. cangkang ditimbang satu persatu. biarkan sisah pelarut menguap selama 30’. karena waktu hancur berpengaruh terhadap daya larut (disolusi) zat aktifnya . WAKTU HANCUR. Bobot netto adalah pengurangan antara kapsul + isi dengan cangkang + tutup.Prosedur analisis Kapsul keras. isi kapsul dikeluarkan dengan membuka kapsul dengan alat pemotong bersih. keringkan dalam eksikator. kering dan tajam. Syarat : bobot tiap isi kapsul berada antara 90 – 110% (rerata <300 mg) dan 95 – 105% (rerata >300 mg) 2.

kedalam keranjang alat uji waktu hancur masukkan 1 kapsul. senyawa patogen. amati.asetat trihidrat dan 1. masukkan cakram dan alat dijalankan dengan media 0. cemaran mikroba (jumlah total bakteri. pengawet dan pemanis . bakteri patogen).66 ml asam cuka biang + air hingga 1000 ml). Ambil kapsul. semua kapsul harus hancur sempurna Syarat : waktu hancur dipenuhi jika kapsul yang hancur sempurna berjumlah tidak kurang 90% dihitung terhadap jumlah kapsul yang diuji Parameter lain : kadar sari (larut air dan etanol). kandu- ngan air.Prosedur analisis Sekurang-kurangnya 20 X pengukuran dari batch produksi berbeda diambil secara rawu. suhu 36-38o C selama 45’.05 M dapar cuka (2.99 g Na. jumlah total propagasi jamur.

karena kadar bahan aktif juga seragaman memungkinkan tercapainya reprodusibilitas khasiat dan kemanan Prosedur analisis Dua puluh tablet diambil secara rawu. jaminan bagi pengguna akan khasiat dan keamanan. KESERAGAMAN BOBOT.PARAMETER MUTU OT BENTUK TABLET 1. Syarat : bobot tiap tablet tidak lebih dari 2 tablet menyimpang dari bobot purata 10% ( tablet purata 80 mg). timbang satu persatu. tetapkan bobot rerata.5% (tablet bobot 80 – 250 mg) dan tidak 5% (tablet bobot purata > 250 mg) . 7.

karena waktu hancur berpengaruh terhadap daya larut (disolusi) zat aktifnya Prosedur analisis Sekurang-kurangnya 20 X pengukuran dari batch produksi berbeda diambil secara rawu. semua tablet harus hancur sempurna Syarat : waktu hancur dipenuhi jika tablet yang hancur sempurna berjumlah tidak kurang 90% dihitung terhadap jumlah tablet yang diuji . masukkan cakram dan alat dijalankan dengan media air.2. Ambil tablet. suhu 36-38o C selama 45’. WAKTU HANCUR. amati. kedalam keranjang alat uji waktu hancur masukkan 1 tablet. jaminan bagi pengguna akan reprodusibilitas khasiat dan keamanan.

pengawet dan pemanis . senyawa identitas. bakteri patogen). Cemaran mikroba (jumlah total bakteri. jumlah total propagasi jamur.Persyaratan lain : kadar sari (air dan etanol). kandu- ngan air.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful