STANDARDISASI SIMPLISIA

OLEH MOH MUSTAPA FARMASI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

PENDAHULUAN
SIMPLISIA

HEWANI

NABATI

MINERAL

HERBA

EKSUDAT

BAG.TUMBUH

ISI SEL SECARA SPONTAN KELUAR /ISI SEL CARA TERTENTU DIKELUARKAN DARISEL/SENY. NABATI LAIN DGN CARA TERTENTU DIPISAH DR TUMBUH DAN BELUM BERUPA SENYAWA KIMIA MURNI

NABATI

HERBA

EKSUDAT

BAG.TUMBUH

PRODUK PERTANIAN -Proses pascapanen -Preparasi sederhana PRODUK FARMASI

PRODUK FARMASI

CACAH DAN DIGODOK

JAMU GODOKAN (INFUS,DEKOK)

SERBUK HALUS

SEDUH, MINUM

SEDIAAN FARMASI LAIN

Ekstraksi, separasi, pemurnian (ekstrak, fraksi, isolat senyawa murni

ASPEK YANG MENPENGARUHI KANDUNGAN SENYAWA TANAMAN OBAT

1. GENETIK (BIBIT)

2. LINGKUNGAN (Tempat tumbuh, iklim)

3. REKAYASA AGRONOMI (Fertilizer Treatment)

4. PANEN (waktu dan pasca Panen)

PREPARASI SIMPLISIA 3. STABILISASI BAHAN . PROSES PANEN 2.MUTU SIMPLISIA DIPENGARUHI 1. KONTAMINASI 5. KOMPOSISI KANDUNGAN KIMIA 4.

3 parameter umum bahan ☻kebenaran jenis (identifikasi) ☻kemurnian (bebas kontaminasi kimia. biologi) ☻kestabilan (wadah. SEBAGAI BAHAN FARMASI. penyimpanan.TIGA KONSEP MENYUSUN PARAMETER STANDAR UMUM SIMPLISIA SEBAGAI BAHAN BAKU DAN PRODUK SIAP KONSUMSI 1. transportasi) .

SEBAGAI BAHAN MENGANDUNG BAHAN KIMIA. SEBAGAI BAHAN DAN OBAT. bukan bioenergi atau spiritual . ☻keamanan(safety) ☻kemanjuran (efficacy) ☻mutu (quality) 3. yang bertanggungjawab atas respon biologi. harus mempunyai spesifikasi kimia komposisi (jenis dan kadar) Catatan : paradigma kedokteran modern: respon biologis bahan alam pada manusia disebabkan senyawa kimia.2.

makroskopik dan mikroskopik 5. kadar zat terekstraksi air dan etanol. 4. BAKU PEMBANDING 6. JUDUL/NAMA SIMPLISIA URAIAN NAMA DAERAH PEMERIAN.PARAMETER STANDAR BAHAN BAKU OBAT TRADISIONAL 1. bahan orga-nik asing. 2. IDENTIFIKASI 7. kadar air. UJI KEMURNIAN. cemaran. aflatoksin. mikroba. 3. organoleptik. pestisida dan logam berat .

PERINGATAN 13. JUDUL / NAMA SIMPLISIA Nama simplisia ditulis dalam bahasa Latin + nama nasional (nama dagang) atau nama daerah yang populer Curcumae Rhizoma Rimpang Temulawak (Temulawak) . WADAH DAN PENYIMPANAN 1. KADAR AIR 10.8. PENETAPAN KADAR 12. KANDUNGAN KIMIA 11. SUSUT PENGERINGAN 9.

suku.warna. nama lain (kalau ada) 3. sifat dan keadaan fisik . bau dan rasa Makroskopik. bagian tanaman yang digunakan.2. varitas. PEMERIAN Organoleptik. simplisia (rajangan). nama tanaman. URAIAN Definisi atau paparan tentang tanaman. NAMA DAERAH Jumlah nama daerah mengindikasikan luas penggunaan atau pengenalan simplisia tersebut 4. sinonim.

klika. BAKU PEMBANDING . dasar dan sifat .anatomi organ tumbuhan (daun. rimpang dll) 5. flos. serbuk kering.Dapat berupa senyawa aktif . biji.Beberapa isolat dari simplisia atau bentuk sintesisnya 6. IDENTIFIKASI KROMATOGRAFI Uji pendahuluan simplisia untuk penge-nalan pendahuluan senyawa aktif/zat identitas Mikroskopik. kayu.Senyawa lain (zat identitas sampel) .

UJI KEMURNIAN a.7.Li) logam alkali tanah (Ca. Kadar abu. Ba). Kadar zat terekstraksi. Pb. mengetahui jumlah terendah bahan kimia kandungan simplisia yang dapat terekstraksi dengan pelarut tertentu (air dan etanol) . As) -Kadar larut dalam air -Kadar tidak larut asam b. menetapkan tingkat pe-ngotoran logam-logam dan silikat -Kadar abu total. Hg.logam alkali (Na. Logam berat (Fe.K.

Salmonella. pencemaran bahan organik asing dalam tumbuhan hewan dinyatakan dalam % d. Pseudomonas. boleh ada kuman apatogen (terbatas). Bahan organik asing merupakan bahan organik asing bersumber dari tumbuhan atau hewan yang sama/berla-inan jenis/senyawa aktif sintesis (diguna-kan metode AKK yang lazim).c. Staphyl- lococcus. tetapi tidak boleh mengandung mikroba patogen seperti . Bahan organik asing. Cemaran mikroba. mengetahui ada tidaknya cemaran bahan organik asing yang biasa atau sering ditambahkan/ganti/pemalsu. Streptococ-cus. Prote-us. Shigella dan Bacillus . Vibrio cholera.

rodentisida. insektisida/fungisida turunan karbonat.e. fungisida Kimia. Hg. klasifikasi. persyaratan kandungan aflatoksin tidak tercantum dalam MMI. As . Cemaran logam berat. hirdokarbon terklorinasi (pestisida). Pb. asam fenoksialkanoat terklorinasi (herbisida). WHO. Cemaran residu pestisida. pestisida organofosfor. pestisida asal bahan alam dll g. pestisida anorganik. herbisida. Cemaran aflatoksin. diperiksa berbagai metode analisis kimia atau SSA. pestisida. dilakukan dengan KLT f.

8. KADAR AIR .menjaga mutu simplisia (reaksi enzimatis. merekomendasikan secara destilasi azeotropik dilakukan terhadap simplisia yang mengandung minyak atsiri .o dan degradasi enzim terhadap zat aktif (kadar air < 10% tidak terjadi hal ini) .MMI.o) . pertumbuhan m. SUSUT PENGERINGAN .berkaitan pertumbuhan m.dilakukan untuk simplisia yang tidak mengandung minyak atsiri 9.

ZAT IDENTITAS . ekstrak diperoleh golongan senyawa. ekstraksi bertahap jaringan tumbuhan segar dengan pelarut keasaman/kebasaan berbeda. profil KLT a.untuk simplisia belum diketahui zat aktif. alkaloida dsb).10. steroid. penapisan fitokimia simplisia terhadap golongan senyawa (flavonoid. ekstraksi dengan cara sesuai b. hasil deteksi UV / semprot . ekstraksi/fraksinasi dengan pelarut dari nonpolar ke polar c.

PENETAPAN KADAR Simplisia yang diketahui zat aktif. ditetapkan kadar dengan metode sesuai 12. PERINGATAN. karena dapat mempengaruhi simplisia .11. jika perlu 13. WADAH DAN PENYIMPANAN Harus memenuhi beberapa kriteria.

KADAR ABU 5. CEMARAN M.BOBOT JENIS 3. SISA PESTISIDA 7.O 2. IDENTITAS 2. KADAR SENYAWA KIMIA TERTENTU . ORGANOLEPTIK 3. POLA KROMATOGRAM 2. SPESIFIK 1.PARAMETER KANDG. SISA PELARUT 6.CEMARAN LOGAM BERAT 8. SENYAWA TERLARUT DALAM PELARUT TERTENTU 3.NON SPESIFIK 1.KADAR AIR 4. KIMIA 1.PARAMETER EKSTRAK 1. KADAR TOTAL GOLONGAN KANDUNGAN KIMIA 3.SUSUT PENGERINGAN 2.

interaksi energi (cuaca. cahaya). faktor eksternal yaitu lingkungan (tanah. FAKTOR BIOLOGI  Mutu ekstrak dipengaruhi bahan asal (budidaya = kultivar atau tumbuhan liar = wild corp) a. Lokasi tempat tumbuh.FAKTOR YANG BERPENGARUH PADA MUTU EKSTRAK 1. keragaman hayati dapat dikonfirmasi dari faktor internal (genetik) b. temperatur. materi (air. atmosfir). senyawa organik-anorganik) . Identitas jenis (sps).

Jenis senyawa aktif dalam bahan .c. biotik dan abiotik) 2. faktor eksternal (dapat diatur menjadi stabilitas dan kontaminasi. biodegradasi menjadi senyawa lain d. berkaitan dimensi waktu (proses terbentuknya senyawa kimia). FAKTOR KIMIA Idem faktor biologi kaitan kandungan kimia a. dikonversi. kapan kadar aktif optimal (biosintesis). Penyimpanan. biotransformasi. Periode panen.Komposisi kualitatif senyawa aktif . Faktor internal .

.Pelarut .Komposisi kuantitatif senyawa aktif . kekeringan bahan .Kadar total rata-rata senyawa aktif b. kekerasan.Ukuran.Kandungan pestisida .Perbandingan ukuran dan alat ekstraksi .Metode ekstraksi .Kandungan logam berat . Faktor eksternal .

Asli dari tumbuhan asal. Senyawa kontaminasi. senyawa kontaminasi dan senyawa perubahan . Senyawa hasil interaksi antara senyawa asli. polusi. ekstraksi 2. baik sebagai polutan. ada pada tumbuhan. sifat fisikokimia sulit stabil 3.SENYAWA KIMIA DALAM EKSTRAK 1. Hasil perubahan senyawa asli. tidak berubah oleh preparasi simplisia. aditif proses (merupakan senyawa eksogen). residu proses 4.

Jaminan bahwa ekstrak yang diperoleh mengandung susunan senyawa bioaktif alami seperti aslinya yang ter dapat dalam simplisa 3.TUJUAN EKSTRAK 1. Permintaan konsu men agar sediaan obat tradisional lebih praktis dan baku .Untuk senyawa bioaktif atau senyawa yang khas khas dan diketahui sifat fisik dan kimianya 2.

Diperoleh volume atau berat > kecil. sediaan cair. Pengawasan mutu dan pembakuan/standardisasi serta produk akhir relatif sederhana 4. Diversifikasi bentuk sediaan. sehingga praktis dibuat sediaan tertentu 3. misal kapsul. tablet.KEUNTUNGAN EKSTRAK SEBAGAI BAHAN BAKU OT 1. pastiles dls 5. Memiliki senyawa aktif yang lengkap seperti asli dengan kadar relatif > tinggi sehingga tercapai efek terapi 2. Daya tahan pada penyimpanan optimal . dragee.

dinyatakan dalam %)  Jika tidak mengandung m.SUSUT PENGERINGAN  Yaitu sisa zat setelah pengeringan 1050 C. BOBOT JENIS  Yaitu massa persatuan volume pada suhu kamar (250 C) dengan piknometer/alat lain  Untuk ekstrak cair/kental (dapat dituang)  Gambaran kandungan kimia terlarut .1.a. maka kandungan air  Batasan maksimum besar senyawa yang hilang pada proses pengeringan 2. 30’ (konstan. NON SPESIFIK 1.

3. .Titrasi : ● titrasi langsung ● titrasi tidak langsung ● cara Karl-Fischer . KADAR AIR  Yaitu batasan minimum kandungan air dalam bahan  Kemurnian dan kontaminasi  Ditentukan .Destilasi .Metode gravimetri .

4. dengan KG  Jaminan tidak ada sisa pelarut dan untuk ekstrak cair kadar pelarutnya  Metode : destilasi dan KGC . SISA PELARUT  Yaitu kandungan sisa pelarut. sisa mineral dan senyawa anorganik  Gambaran kandungan mineral internal dan eksternal pada proses awal ekstraksi  Kemurnian dan kontaminasi  Meliputi : kadar abu total. KADAR ABU  Yaitu dipanaskan. senyawa organik terdekstruksi dan menguap. abu tidak larut asam 5.

6. Pb. Cd. As dls) secara SSA atau cara lain yang lebih valid . SISA PESTISIDA  Yaitu menentukan kandungan sisa pestisida atau kontaminasi simplisia (bahan awal)  Jaminan ekstrak tidak mengandung pestisida > dari nilai batas toksis bagi kesehatan  Metode analisis multiresidu pestisida organoklor dan organofosfor sesuai Komisi Departemen Pertanian yang dimodifikasi 7. CEMARAN LOGAM BERAT  Yaitu menentukan kandungan logam berat (Hg.

8. AFLATOKSIN  Yaitu menentukan adanya jamur secara mikrobiologis dan aflatoksin secara KLT  Jaminan ekstrak tidak mengandung jamur melebihi batas merusak stabilitas ekstrak dan aflatoksin yang berbahaya pada kesehatan .KHAMIR. apatogen berbahaya bagi kesehatan 9. CEMARAN MIKROBA  Yaitu mengidentifikasi mikroba patogen dengan analisis mikrobiologis  Jaminan ekstrak tidak mengandung mikroba patogen. CEMARAN KAPANG.

IDENTITAS a. Deskripsi tatanama : ► nama ekstrak (generik. petunjuk bagi ekstrak dengan metode tertentu (KLT = Rf.SPESIFIK 1. warna dengan penampak noda atau kromatogram) . paten. dagang) ► nama latin tumbuhan ► bagian tumbuhan yang digunakan ► nama Indonesia tumbuhan b. Senyawa identitas.

panit. gravimetri . menentukan solut (kandungan kimia). Bau : aromatik. Rasa : manis. Warna : kuning. hijau tua. kelat dls 3. tidak berbau dls d.        2. serbuk b. SENYAWA TERLARUT DALAM PELARUT TERTENTU Yaitu melarutkan ekstrak dengan pelarut etanol/ air. ORGANOLEPTIK Dengan pancaindera a. cair. Bentuk : padat. kental. coklat dsb c.

KADAR TOTAL GOLONGAN KANDUNGAN KIMIA 3. KCKT . KADAR KIMIA TERTENTU  senyawa identitas  senyawa kimia utama  kandungan kimia lainnya  Dengan densitometer. POLA KROMATOGRAM – KLT – KG – KCKT 2. KG.3. KANDUNGAN KIMIA 1.

Parameter mutu Raja ngan Ser buk Kap sul Pil Tab let Pati les Elik Sir 1 2 3 4 5 6 7 8 Penyimpangan bobot Penyimpangan volume Kadar air Waktu hancur Kandungan mikroba Angka kapang.PARAMETER MUTU OT Bentuk sediaan No. khamir Mikroba patogen Aflatoksin + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + .

= TIDAK * = SAKARIN < 0.pengisi + - + + - + + + + + + + + + + + + - 10 11 12 Bau tengik (organoleptik) Kadar etanol** Zat identitas + + + + + + + + 13 14 15 Cemaran logam Cemaran pestisida Stabilitas + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + KETERANGAN : + = YA .pemanis* . 1 % SIKLAMAT < 2 % . Parameter mutu Bahan penambah - Raja ngan + Ser buk + Kap sul + Pil Tab let + Pasti les + Elik Sir + pengawet + 9 .15 % ** = KADAR ETANOL .Bentuk sediaan No.pewarna .

PARAMETER MUTU OT Bentuk sediaan No. Parameter mutu Dodol jenan g + + + Cair an OD + + + Cair an OL + + - Salep Krim + - Ko yok + - Parem Pilis Tapel + + 1 2 3 4 5 6 Penyimpangan bobot Penyimpangan volume Kadar air Waktu hancur Kandungan mikroba Angka kapang. khamir 7 8 Mikroba patogen Aflatoksin + + + + + + + - + - + - .

pewarna .= TIDAK * = SAKARIN < 0. Parameter mutu Dodol jenang Cair an OD + + + + + Cair an OL + + + Salep Krim Ko yok Parem Pilis Tapel + + Bahan penambah - pengawet + + + + + + + + + 9 .15 % ** = KADAR ETANOL .pemanis* .Bentuk sediaan No. 1 % SIKLAMAT < 2 % .pengisi 10 11 12 Bau tengik (organoleptik) Kadar etanol** Zat identitas 13 14 15 Cemaran logam Cemaran pestisida Stabilitas + + + + + + + + + + + + + + + + + + KETERANGAN : + = YA .

baca volume tiap wadah. tuang ke dalam gelas ukur (dikalibrasi. VOLUME TERPINDAHKAN. memberi jaminan khasiat dan keamanan karena kadar bahan aktif seragam Prosedur : isi 20 wadah sediaan yang diuji dari batch berlainan secara rawu. volume tdk > 2. diamkan 30 menit (menghilangkan gelembung).PARAMETER MUTU SEDIAAN OT BENTUK CAIRAN OBAT DALAM 1. tetapkan purata. Memenuhi syarat parameter jiak volume terpindahkan antara 95 – 105% dari volume purata yang ditetapkan .5 x volume sediaan uji).

karena viskositas tergantung pada konsentrasi zat terlarut dalam sediaan Ditetapkan dengan cara yang sesuai. menjamin reprodusibilitas khasiat dan keamanan.2. berkaitan jumlah atau konsentrasi kandungan senyawa kimia. berhubungan erat reproduksibilitas dalam aktivitas farmakodinamik. Dilakukan sekurang-kurangnya 10 x penetapan (temp=) dari batch berlainan secara rawu. Sediaan memenuhi syarat jika bobot jenis antara 90 – 110% dari bobot jenis purata sediaan yang ditetapkan . BOBOT JENIS. VISKOSITAS. ditetapkan isi 20 wadah secara rawu dari batch berlainan Sediaan memenuhi syarat jika viskositas antara 95 – 105% dari viskositas purata sediaan yang ditetapkan 3.

       Selain parameter tersebut. juga ditetapkan : Cemaran mikroba Jumlah total bakteri Jumlah total propagasi jamur Bakteri patogen Senyawa identitas Pengawet dan pemanis .

PARAMETER MUTU SEDIAAN OT BENTUK SERBUK 1. hidung dan lidah (warna. analisis dengan sensual penginderaan mata. tidak ada kerusakan (busuk dan bau menyimpang dan bau khas) sediaan Prosedur Analisis Warna. Mensyaratkan tidak terlihatnya cemaran jamur/kapang dengan mata telanjang. ANALISIS ORGANOLEPTIK. dengan mata telanjang selain sinar matahari jika dibutuhkan cahaya digunakan dari sumber cahaya dengan panjang gelombang = panjang gelombang matahari . bau dan rasa).

Bila diketahui mengandung bahan berbahaya. serbuk ditempak dalam gelas piala/permukaan tangan/tempat lain yang sesuai. udara terbuka di atas dihirup perlahan. rasa pahit ditetapkan dengan menggunakan larutan kinin klorida konsentrasi 1 : 2000 . Bila perlu. serbuk sediaan digerus dan dilumatkan dengan sedikit air. Derajat rasa manis dietapkan berdasarkan rasa sakarosa sebagai pembanding. karakteristik bau diamati melalui uap yang keluar dari mulut gelas .Bau. bau dicium. bahan dalam gelas piala ditambah air mendidih. serbuk sediaan digosokkan diantara ibu jari dan telunjuk. berbau lemah dan berbau kuat dan sensasi bau dinayatakan berbau aromatik. menyengat serta merangsang Rasa. Dinyatakan tidak berbau. totolkan pada lidah dan biarkan beberpa detik.

ANALISIS MIKROSKOPIK. karena ukuran partikel berpengaruh pada daya larut atau disolusi zat aktif Ukuran partikel serbuk ditetapkan sekurangkurangnya 10 X pengukuran dari batch produksi berlainan diambil secara rawu jelasan karakteristik internal serbuk sediaan dalam menetapkan kemurnian (terutama pemalsuan simplisia penyusun/pencampuran secara sengaja simplisia lain dengan bentuk dan karakteristik mikroskopiknya hampir sama/sulit dibedakan) Dilakukan dalam media air untuk butir amilum/kloral hidrat untuk karakteristik internal lain 3. untuk memperoleh ke- .2. UKURAN PARTIKEL. menjamin reprodusibilitas khasiat dan keamanan.

menjamin reprodusibili- tas khasiat dan keamanan. ditimbang satu persatu. karena penyimpangan bobot akan berpengaruh pada dosis/takaran pemakaian (khasiat dan keamanan) Cara penetapan : Sekurang-kurangnya 30 bungkus dipilih secara rawu. kandungan air. jumlah total propagasi jamur. pengawet dan pemanis . kadar sari (larut air dan larut etanol). PENYIMPANGAN BOBOT. cemaran mikroba (jumlah total bakteri. senyawa identitas. analisis statistik dengan menentukan nilai purata disertai nilai simpangan baku. Syarat : Penyimpangan bobot tidak melebihi 5 % dari bobot purata dibanding nilai tertera dikemasan Selain paremeter tersebut. bakteri patogen).4. juga : susut pengeringan.

timbang satu persatu. dua puluh kapsul diambil secara rawu. keluarkan isi kapsul dan cangkang+ tutup ditimbang satu persatu.PARAMETER MUTU OT BENTUK KAPSUL 1. karena kadar bahan aktif juga seragaman memungkinkan tercapainya reprodusibilitas khasiat dan kemanan Prosedur analisis Kapsul keras. Syarat : bobot tiap isi kapsul berada antara 90 – 110% (rerata <300 mg) dan 95 – 105% (rerata >300 mg) . jaminan bagi pengguna akan khasiat dan keamanan. Bobot netto adalah pengurangan antara kapsul + isi dengan cangkang + tutup. KESERAGAMAN BOBOT.

timbang satu persatu. cangkang ditimbang satu persatu. keringkan dalam eksikator. dua puluh kapsul diambil secara rawu. Cuci kapsul dengan pelarut yang sesuai. jaminan bagi pengguna akan reprodusibilitas khasiat dan keamanan. kering dan tajam. Bobot netto adalah pengurangan antara kapsul + isi dengan cangkang + tutup. WAKTU HANCUR.Prosedur analisis Kapsul keras. Syarat : bobot tiap isi kapsul berada antara 90 – 110% (rerata <300 mg) dan 95 – 105% (rerata >300 mg) 2. karena waktu hancur berpengaruh terhadap daya larut (disolusi) zat aktifnya . biarkan sisah pelarut menguap selama 30’. isi kapsul dikeluarkan dengan membuka kapsul dengan alat pemotong bersih.

asetat trihidrat dan 1. amati. semua kapsul harus hancur sempurna Syarat : waktu hancur dipenuhi jika kapsul yang hancur sempurna berjumlah tidak kurang 90% dihitung terhadap jumlah kapsul yang diuji Parameter lain : kadar sari (larut air dan etanol). jumlah total propagasi jamur.05 M dapar cuka (2. senyawa patogen.Prosedur analisis Sekurang-kurangnya 20 X pengukuran dari batch produksi berbeda diambil secara rawu. kandu- ngan air. kedalam keranjang alat uji waktu hancur masukkan 1 kapsul. suhu 36-38o C selama 45’.66 ml asam cuka biang + air hingga 1000 ml). masukkan cakram dan alat dijalankan dengan media 0. Ambil kapsul. pengawet dan pemanis . bakteri patogen).99 g Na. cemaran mikroba (jumlah total bakteri.

jaminan bagi pengguna akan khasiat dan keamanan. Syarat : bobot tiap tablet tidak lebih dari 2 tablet menyimpang dari bobot purata 10% ( tablet purata 80 mg). karena kadar bahan aktif juga seragaman memungkinkan tercapainya reprodusibilitas khasiat dan kemanan Prosedur analisis Dua puluh tablet diambil secara rawu.PARAMETER MUTU OT BENTUK TABLET 1. 7. tetapkan bobot rerata. timbang satu persatu.5% (tablet bobot 80 – 250 mg) dan tidak 5% (tablet bobot purata > 250 mg) . KESERAGAMAN BOBOT.

karena waktu hancur berpengaruh terhadap daya larut (disolusi) zat aktifnya Prosedur analisis Sekurang-kurangnya 20 X pengukuran dari batch produksi berbeda diambil secara rawu. masukkan cakram dan alat dijalankan dengan media air. jaminan bagi pengguna akan reprodusibilitas khasiat dan keamanan. suhu 36-38o C selama 45’. Ambil tablet. amati. WAKTU HANCUR. kedalam keranjang alat uji waktu hancur masukkan 1 tablet.2. semua tablet harus hancur sempurna Syarat : waktu hancur dipenuhi jika tablet yang hancur sempurna berjumlah tidak kurang 90% dihitung terhadap jumlah tablet yang diuji .

bakteri patogen). Cemaran mikroba (jumlah total bakteri. pengawet dan pemanis . kandu- ngan air. jumlah total propagasi jamur. senyawa identitas.Persyaratan lain : kadar sari (air dan etanol).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful