Anda di halaman 1dari 2

PENYELESAIAN TAMBALAN RESIN Peralatan : 1. Intan yang butiranyya halus bentuknya bervariasi dari silindris runcing sampai bulat.

2. Bur carbide berbilah 12-20 bentuknya bervariasi tapi mencakup bentuk nyala api meruncing dan bulat. 3. Batu putih runcing bulat. 4. Scalpel. 5. Strip pengakhir dan disk Sof-flex. 6. Kertas ampelas halus. 7. Mangkuk karet putih. Permukaan yang halus dan baik akan diperoleh bila matriks yang dipasang dengan tepat telah dilepas. Walaupun demikian, amatlah sukar memasang matriks dengan akurat yang membuat penyesuaian margin serta morfologinya tidak perlu lagi dilakukan (Phillips, 2004). Masalah utama yang sering dijumpai bila memakai komposit konvensional adalah permukaan yang kasar stelah pemolesan dilakukan. Pada saat penyelesaian, partikel pasi akan kurang terabrasi daripada permukaan tambalan. Permukaan yang demikian amat mudah berubah warna dan juga akan tidak enak terasa oleh lidah. Tidak ada tehnik pemolesan yang sempurna, tapi teknik berikut cukup memuaskan. PROSEDUR Penyelesaian atau permukaan kontur amat mudah dilakukan dengan bur intam yang halus atau bur karbid biasanya dengan kecepatan sedang. Bur karbid lebih diutamakan, karena memberikan permukaan yang lebih halus dibanding intan konvensional. Bur baja yang biasa akan mengubah warna permukaan. Permukaan yang terhalus didapatkan bila memakai nur yang mempunyai bilah 12 atau 20. Kalau digunakan dalam kecepatan tinggi akan berbahaya karena dapat merusak email, oleh karena itu kecepatan lambat lebih dianjurkan untuk penyelesaian akhir. Tahapan diatas bisa total atau sebagian tergantung pada besarnya tambalan. Kalau tambalan kecil dan terdapat di antara kedua gigi, bur intan tidak akan berguna. Kontur yang paling penting pada permukaan tambalan besar berkaitan dengan fasial atau lingual, keduanya dibuat dengan intan atau bur, diikuti pemakaian batu putih yang diiringi semprotan air untuk menambah kelicinannya. Flash (kelebihan) gingival atau tepi pada mulanya dibuang dengan memakai scalpel atau pisau emas yang tajam, asalkan kelebihan tersebut tidak terlalu besar.

Komposit tradisional dan hybrid tidak dapat dipoles seperti biasa, jadi tujuan yang paling utama adalah mendapatkan permukaan yang sehalus mungkin bila sudah selesai. Adanya perbedaan antara partikel pasi makro anorganik yang keras dan resin matriks yang lunak menyebabkan tidak mungkin diperoleh hasil polesan yang halus dan tahan lama. Batu tradisional, disk, dan bur intan tidak dapat menghasilkan permukaan yang halus. Untuk memoles bagian interproksimal digunakan strip plastic yang mempunyai celah kosong di bagian tengahnya. Strip ini dilapisidengan oksida alumunium seperti halnya disk. Untuk penyelesaian bagian interproksimal resin posterior, disarankan menggunakan separator mekanis agar kontak yang baik bisa dipertahankan. Cukup banyak tersedia instrument intan yang amat efektif untuk pembuatan kontur dan penyelesaian semua sistem resin. Instrument intan dipasarkan dalam bentuk instrument intan yang halus. Alat alat ini amat efektif bila digunakan pada kecepatan lambat atau sedang dengan gerakan menyapu yang konstan dan semprotan air yang cukup banyak. Kalau diikuti dengan pemakaian disk oksida alumunium.