Anda di halaman 1dari 7

Kuantifikasi Efek Terapi Metformin dan Dosisnya pada Kontrol Kadar Glukosa Darah

R.R BONO PAZIO


2011730160

PENDAHULUAN
Metformin merupakan suatu obat yang paling sering diresepkan di negara amerika serikat dan inggris untuk mengontrol gula darah
Metformin ini digunakan untuk mengontrol glikemik pada pasien dengan diabetes tipe 2 Selama ini, tidak ada data kuantitatif yang pasti mengenai efek pemberian Metformin terhadap penurunan kadar glukosa darah

Sebagai zat antihiperglikemik metformin berfungsi menurunkan kadar gula darah dan tidak meningkatkan sekresi insulin.

Metformin sendiri termasuk zat antihiperglikemik oral golongan biguanid

Metformin tidak mengalami metabolisme dihati,disekresikan dalam bentuk yang tidak berubah terutama didalam air kemih

Strategi dan metode penilitian


Kriteria uji coba untuk iklusi harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. 2. 3. desain terkontrol secara acak melaporkan data peserta dengan diabetes memiliki pasien tindak lanjut dari setidaknya 12 minggu memiliki kelompok pengobatan monoterapi metformin atau metformin sebagai terapi 5. memiliki plasebo atau latar belakang kelompok perlakuan pembanding. mengacak pasien dengan dosis tetap metformin.

6.

7. blind patients to oral medications. 8. menggunakan dosis metformin yang sama untuk setiap pasien 9. menggunakan dosis tetap dan sama setiap incombination dengan metformin oral lainnya obat penurun glukosa yang digunakan dalam kedua metformin dan lengan pembanding

4.

Ekstraksi data dan penilaian kuantitatif


Data diklasifikan berdasarkan karakteristik trial,intervensi,kualitas,karakter pasien,dan pengukuran hasil nya Hasil nya menunjukan perubahan pada kadar HbA1c (hemoglobin glikat)

Hasil
Hasil diambil 35 percobaan yang didientifikasi untuk analisis utama dan 7 untuk analisis dosecomparison 1. Metformin monoterapi menurunkan HbA1c sebesar 1,12% dibandingkan dengan plasebo 2. Metformin ditambah terapi oral menurunkan HbA1c sebesar 0,95 % dibandingkan dengan plasebo+terapi oral

3. Metformin ditambah dengan terapi insulin menurunkan HbA1c sebesar 0,60% dari insulin saja
4. Ada penurunan yang signifikan pada penurunan kadar HbA1c apabila dilakukanperbedaan dosis tinggi dan tidak ditemukan efek samping yang berarti 5. Pasien dengan DM tipe 1 tidak menunjukkan penurunan kadar glukosa darah

kesimpulan
Apabila penggunaan dosis tinggi metformin ada kemungkinan untuk memaksimalkan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2 tanpa meningkatkan efek gastroinstetinal Ada nya bukti bahwa efektifitas terapi metformin dalam menurunkan HbA1c bisa digunakan dalam monoterapi dan bisa dikombinasikan dengan agen terapeutik lain nya Dalam pemberian dosis rendah atau tingggi metformin tidak terlihat perbedaan efek samping yang signifikan