Anda di halaman 1dari 18

SKEMA DAN PENJELASAN COOLING TOWER YANG ADA DI PABRIK 1. APLIKASI COOLING TOWER PADA PT.

PETROKIMIA GRESIK 1.1.Sejarah Perusahaan PT Petrokimia Gresik merupakan pabrik pupuk terlengkap di Indonesia, yang pada awal berdirinya disebut Proyek Petrokimia Surabaya. Kontrak pembangunannya ditandatangani pada tanggal 10 Agustus 1964, dan mulai berlaku pada tanggal 8 Desember 1964. Proyek ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1972, yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi PT Petrokimia Gresik.PT Petrokimia Gresik menempati lahan seluas 450 hektar berlokasi di Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur. Negara Indonesia merupakan salah satu negara agraris sudah pasti banyak sekali memerlukan pupuk untuk pembangunan sektor pertanian sehingga pembangunan sector pupuk dirasa sangat diperlukan guna mendukung program pembangunan sector pertanian tersebut PT. Petrokimia Gresik merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menghasilkan produk utama pupuk Nitrogen (ZA dan Urea), pupuk Fosfat (SP36), pupuk majemuk (NPK) dan pupuk organik serta produk sampingan seperti karbondioksida cair dan padat (dry ice),Amonia, AsamSulfat, Asam Fosfat, Oksigen dan Nitrogen cair.PT.Petrokimia Gresik merupakan produsen pupuk terlengkap di Indonesia, melayani kebutuhan pupuk di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan jargon Petrokimia Sahabat Petani. Kontrak pembangunannya ditandatangani pada tanggal 10 Agustus 1964, dan mulai berlaku pada tanggal 8 Desember 1964. Proyek ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, pada saat itu Bapak HM. Soeharto, pada tanggal 10 Juli 1972 yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi PT. Petrokimia Gresik. Mulai tahun 1997, PT. Petrokimia Gresik berstatus sebagai Holding Company bersama PT. Pupuk Sriwijaya Palembang (PUSRI). Maksud dari Holding Company adalah PT. Petrokimia Gresik memegang kendali dari PT. Pupuk Sriwijaya Palembang (PUSRI).

1.2.Kapasitas Produksi

Tabel 1. Kapasitas Produksi PT Petrokimia Gresik per Tahun Pupuk Pupuk Urea Pupuk Fosfat Pupuk ZA Pupuk NPK : -Phonska I - Phonska II & III - Phonska IV - NPK I - NPK II - NPK III & IV - NPK Blending Pupuk ZK (K2SO4) Pupuk Petroganik JUMLAH 460.000 ton 1.280.000 ton 600.000 ton 100.000 ton 100.000 ton 200.000 ton 60.000 ton 10.000 ton 10.000 ton(*) 4.430.000 ton 2000 2005, 2009 2011 2005 2008 2009 2005 2005 2005 Kapasitas/Tahun 460.000 ton 1.000.000 ton 650.000 ton Tahun Beroperasi 1994 1979, 1983, 2009 1972, 1984, 1986

Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat (98% H2SO4) Asam Fosfat (100% P2O5) Cement Retarder Aluminium Fluorida JUMLAH Total pabrik/kapasitas

Kapasitas/Tahun 445.000 ton 550.000 ton 200.000 ton 440.000 ton 12.600 ton 1.647.600 ton 6.077.600 ton

Tahun Beroperasi 1994 1985 1985 1985 1985

Selain menghasilkan dan memasarkan produk pupuk dan non pupuk, PT Petrokimia Gresik juga menawarkan berbagai bentuk jasa & pelayanan, antara lain meliputi : jasa pelabuhan, keahlian, fabrikasi, penelitian laboratorium, konstruksi & rancang bangun, pendidikan & latihan, dan lain-lain. PT Petrokimia Gresik memiliki dermaga bongkar muat berbentuk hurut T dengan panjang 625 meter dan lebar 36 meter. Dermaga dilengkapi dengan continuous ship unloader (CSU) berkapasitas 8.000 ton/hari, 2 unit cangaroo crane dengan kapasitas 7.000 ton/hari, 2 unit ship loader dengan kapasitas masing-masing 1.500 ton/hari, belt conveyor sepanjang 22 km, serta fasilitas pemipaan untuk untuk bahan cair. Pada sisi laut dermaga dapat disandari dengan 3 buah kapal berbobot mati 40.000 ton, dan pada sisi darat dapat disandari kapal dengan bobot mati 10.000 ton.

Gambar 1. Dermaga PT Petrokimia Gresik

1.3.Pembangkit Tenaga Listrik Untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin keberlanjutan pasokan daya listrik demi kelancaran operasional pabrik, PT Petrokimia Gresik mengoperasikan gas turbine generator (GTG) dan steam turbine generator (STG) yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 53 MW. 1.4.Unit Penjernihan Air dan Unit Pengolahan Limbah PT Petrokimia Gresik memiliki 2 unit penjernihan air yang terletak di Gunungsari Surabaya, memanfaatkan air sungai Brantas, dan di Babat Lamongan memanfaatkan air sungai Bengawan Solo. Kapasitas total air yang dialirkan ke Gresik dari 2 unit penjernihan air tersebut sebesar 3.200 m3/jam. Unit penjernihan air merupakan salah satu hal yang mutlak diperlukan dalam sistim utilitas pabrik

Gambar 2. Unit Penjernih Air PT Petrokimia Gresik

Sebagai perusahaan yang punya berwawasan lingkungan PT Petrokimia Gresik terus berupaya meminimalisir adanya limbah sebagai akibat dari proses produksi, sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitarnya. PT Petrokimia Gresik melakukan pengelolaan limbahdengan menggunakan sistem reuse, recycle dan recovery (3R) dengan dukungan : unit pengolahan limbah cair berkapasitas 240 m3/jam, fasilitas pengendali emisi gas di setiap unit produksi, di antaranya bag filter, cyclonic separator, dust collector, electric precipitator (EP), dust scrubber, dll.

Gambar 3. Unit Pengolahan LimbahPT Petrokimia Gresik

1.5.Sarana Distribusi, Laboratorium dan Kebun Percobaan Untuk memperlancar distribusi pupuk ke petani, PT Petrokimia Gresik mempunyai gudang utama di Gresik, ratusan gudang penyangga dan distributor, serta ribuan kios resmi yang tersebar di semua provinsi di Indonesia. Dalam pendistribusiannya PT.Petrokimia Gresik banyak menggunakan transportasi air. Ini dikarenakan transportasi air merupakan alat transportasi yang paling efektif yang dapat digunakan karena bisa membawa barang dalam jumlah yang besar tanpa mengganggu lalulintas lainnya serta pertimbangan biaya.

Gambar 4. Gudang UtamaPT Petrokimia Gresik Laboratorium Produksi, Laboratorium Kalibrasi, Laboratorium Uji Kimia, Laboratorium Uji Mekanik, Laboratorium Uji Kelistrikan, Uji Valve, Uji Permeabilitas Udara, dll.Untuk menguji hasil riset dan formula yang diperoleh di laboratorium, PT Petrokimia memiliki kebun percobaan seluas 5 hektar yang dilengkapi dengan fasilitas laboratorium untuk tanah, tanaman dan kultur jaringan, rumah kaca, mini plant pupuk NPK, pabrik pupuk organik (Petroganik), pupuk hayati dan Petroseed (benih padi bersertifikat). Secara umum buncob berfungsi untuk:Tempat pengujian produk komersil, percontohan pemeliharaan tanaman & ternak, indikatorlingkungan, penelitian dan pengembangan produk inovatif, media belajar dan studi wisata bagi pelajar, mahasiswa, petani, dan masyarakat umum, serta sarana pendidikan dan latihan. Di kebun percobaan ini setiap tahun diadakan Petro Agrifood Expo dalam rangka HUT PT Petrokimia Gresik.

Gambar 5. Kebun Percobaan/BuncobPT Petrokimi Gresik

1.6.Unit Utilitas Memiliki kapasitas steam 2 x 150 ton/jam, serta tenaga listrik sebesar 32 MW. Unit ini dilengkapi dengan dermaga khusus batubara berkapasitas 10.000 DWT.Utilitas I PT. Petrokimia Gresik adalah unit pendukung produksi yang ada

di Departemen Produksi I secara langsung dan sebagai pendukung di pabrik II maupun pabrik III serta anak perusahaan secara tidak langsung.

Gambar 6. Unit Utilitas BatubaraPT Petrokimia Gresik

Bagian Utilitas I adalah bagian yang bertanggungjawab terhadap: 1) Unit penyediaan air dan pendistribusian air 2) Unit penyediaan steam 3) Unit penyediaan MFO dan solar 4) Unit penyediaan tenaga listrik 5) Unit penyediaan instrument air (udara instrument) 1.6.1.Penyediaan Air Air yang dibutuhkan PT. Petrokimia Gresik disuplai dari 2 sumber air, yaitu Sungai Brantas (Water Intake Gunungsari, Surabaya) dan dari Sungai Bengawan Solo (Water Intake Babat). 1. Water Intake Gunungsari Air yang berasal dari Sungai Brantas (Surabaya) yang berjarak 26 km dengan debit 850 m3/jam. Produk dari water intake Surabaya ini dapat berupa soft water maupun hard water, tergantung kebutuhan. Normalnya operasi produk water intake Gunungsari berupa hard water.Hasil yang diperoleh dari Water Intake Gunungsari mempunyai spesifikasi sebagai berikut : 1) Jenis 2) pH 3) Total Hardness 4) Turbidity 5) Kapasitas 2. Water Intake Babat : hard water : 7,5 - 8,5 : max 200 ppm sebagai CaCO3 : max 3 ppm : 850 m3/jam

Air yang berasal dari Sungai Bengawan Solo (Babat) yang berjarak 48 km dengan debit 2500 m3/jam. Produk dari Babat berupa hard water.Produk yang dihasilkan dari Water Intake Babat mempunyai spesifikasi sebagai berikut : 1) Jenis 2) pH 3) Total Hardness 4) Turbidity 5) Residual chlorine 6) Kapasitas : hard water : 7,5 8,5 : max 220 ppm sebagai CaCO3 : max 3 ppm : 0,4 1 ppm : 2500 m3/jam

Hard water ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan service water ke Pabrik I, air umpan softening unit dan fire water ke pabrik I/II/III, hard water ke Pabrik II/III serta seluruh anak perusahaan PT. Petrokimia Gresik. Adapula yang dinamakan dengan Lime Softening Unit, unit ini meliputi penerima hard water dari Water Intake Babat dan Water Intake Gunungsari dan ditampung di TK 951 berkapasitas 15000 m3, TK 1103 dengan kapasitas 17000 m3 dan TK 191 dengan kapasitas 14000 m3 . Tugas utama lime softening unit adalah mengolah hard water dari TK 951 menjadi soft water dengan penambahan larutan kapur dan polyelectrolyte. Soft water ini digunakan sebagai air umpan Demin Plant yang menghasilkan demin water untuk keperluan baik proses maupun sebagai air umpan boiler. 1.7.Deskripsi Proses Air dari TK 951 dipompa dengan pompa P 2201 ABC, kemudian masuk ke Circulator Clarifier yang bagian bawahnya dilengkapi nossle untuk menghisap lumpur-lumpur di sekitarnya dan mensirkulasi ke dalam diffuser, sehingga dapat membantu terbentuknya flok di dalam deflektor skirt. Dengan demikian proses ini membantu mengikat garam-garam Ca dan Mg yang terlarut dalam raw water. Dengan diinjeksikan lime akan menghasilkan reaksi sebagai berikut: Ca(OH)2 + Ca(HCO3)2 2Ca(OH)2 + Mg(HCO3)2 2CaCO3 + 2H2O 2CaCO3 + Mg(OH)2 + 2H2O

Penginjeksian polyelectrolit bertujuan untuk membentuk flok-flok yang besar dan mudah mengendap. Sludge yang terbentuk akan diblowdown bila mencapai 10 % padatan. Jumlah padatan dijaga 6 8 % dan dibuang secara otomatis setiap 30 menit selama 10 detik. Overflow dari circulator clarifier dilewatkan aquazur T filter. Filter ini berisi pasir silica, dilengkapi dengan syphoon bertekanan vakum dan berfungsi meningkatkan flow filtrat dan menjaga level air sand filter. Filter ini dibackwash dengan udara dari kompresor C 2202 AB yang dihembuskan dari bagian bawah filter, sehingga kotoran yang menutupi filter akan overflow ke saluran pembuangan. Air produk unit pengolahan ini sebagian ditampung di waterstorage TK 10 dan TK 1201 untuk dialirkan ke Demin Plant.Di dalam suatu sketsa cooling tower air akan memompa dari dalam bak ataau kolom menjadi air yang temperaturnya lebih rendah dan akan lebih lebih menyatu dengan suhu pada lingkungannya. 2. APLIKASI COOLING TOWER Aplikasi cooling tower pada PT. Petrokimia Gresik berguna dalam sistem utilitas dan penyediaan air. Unit ini bertugas menyediakan air pendingin dengan suhu 30 oC untuk unit utilitas dan proses. Kapasitas keseluruhan adalah 10000 m3 dan diolah dalam: 1) Cooling tower A T1201A terdiri dari 6 cell yang didesign untuk keperluan power station existing. Namun karena saat ini power station existingtidak beroperasi, makacooling tower A diinterkoneksi dengan cooling tower amoniak untuk membantu penurunan suhu cooling water yang menuju ke amoniak. 2) Cooling towerB T1201B terdiri dari 4 celldigunakan untukkeperluan pabrik I (ZA I, ZA III, CO2 plant dan Air Separation Plant). 3) Cooling tower C T1201MN yang terdiri dari 2 cell diinterkoneksi dengan cooling tower A. Dari cooling tower A, cooling water dipompa dengan P 1216 ABC ke power station dan sebagian ke filter 1203 AB. Dari cooling tower B, cooling

water dipompa dengan P 1212 ABC ke seluruh proses pabrik I yang meliputi unit operasi ZA I, ZA III, dan kebutuhan AC di kantor-kantor. Air dari sirkulasi proses dengan suhu sekitar 40 43 oC masuk menara pendingin di bagian atas, lalu jatuh ke dalam basin melalui distributor dan splashing cup (cawan pemercik) dalam bentuk butiran hujan. Udara luar masuk melalui sirip-sirip kayu yang terhisap oleh fan di puncak cooling tower dan kontak langsung dengan air yang turun ke basin,sehingga suhu air turun hingga 28 -30
o

C. Air pendingin dalam basin harus memenuhi syarat bebas korosi, bebas kerak,

bebas jamur, dan bebas bakteri. Untuk itu perlu diinjeksikan beberapa bahan kimia berikut ini: 1) 2) H2SO4 untuk menjaga pH 7,5 8,5. Cl2 sebanyak 0,2 0,5 ppm sebagai desinfektan untuk membunuh lumutlumut. 3) 4) N-7359 untuk mengendalikan kadar PO4 5 - 7 ppm. N-7330 dan N-73202 sebagai pembunuh mikroorganisme dan untuk menjaga agar bakteri dan jamur tetap melayang dan tidak melekat pada tube.Zat ini diinjeksikan selang 2 minggu sekali bergantian. 5) Untuk mengendalikan kadar chloride (423 ppm), CaH (600ppm), kadar silica (maksimum 150 ppm), dilakukan blowdown secara manual. Untuk pabrik ammonia dan urea terdapat unit cooling tower baru yaitu: 1) T 2211 A terdiri dari 5 cell digunakan untuk pendingin air pabrik ammonia dari suhu 42 oC sampai 32 oC (design). 2) T 2211 B terdiri dari 3 cell digunakan untuk pendingin air pabrik urea dari suhu 42 oC sampai 32 oC (design). Kontrol operasional dan bahan kimia yang dipakai di T 2211 AB sama dengan T 1201 ABCDEF yaitu dari Ondeo Nalco treatment. 2.1.Peran Cooling Tower PT. Petrokimia Gresik Tugas cooling tower adalah menyediakan air pendingin ynag memenuhi syarat - syarat sebagai air pendingin untuk keperluan operasional. 1) 2) T 2211 A terdiri dari 5 cell untuk ammonia plant T 2211 B terdiri dari 3 cell untuk urea plant

3) 4)

T 1201 A terdiri dari 6 cell untuk ammonia plant T 1201 B terdiri dari 4 cell untuk ZA I/ III dan ASP T 2211 A : 15000 m3 T 2211 B : 4600 m3 T 1201 A:1700 m3 T 1201 B :1400 m3

Design kapasitas : 1) 2)

Syarat kualitas cooling water: 1) 2) 3) Tidak menimbulkan kerak Tidak menimbulkan korosi Mengurangi / mengendalikan laju pertumbuhan bakteri.

Tipe cooling tower utilitas I 1) 2) Cross flow Counter flow : T 2211 AB, T1201C : T 1201 AB : 7,3 7,8 : 200 400 ppm : < 150 ppm : 5,0 7,0 ppm

Spesifikasi cooling water : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Ph

Conductivity :< 3000Mhos/cm Ca-H SiO2 PO4

Free chlorine : 0,2 - 0,5 ppm

Gambar 7. Skema Proses Pendinginan Air Menggunakan Cooling Tower

Alur proses raw water dimasukkan ke dalam sand filter (disaring padatan / turbidity). Keluar dari sand filter masuk karbon filter (dihilangkan warna dan bau). Kemudian diinjeksikan gas chlorine, selanjutnya masuk ke dalam tanki penampungan dengan spesifikasi sbb: 1) pH : 6,8 8,4

2) 3) 4) 5) 6) 7)

Cl2 NO2 Turb

: 0,1 - 0,5 ppm : <1,0 ppm : <5,0 NTU

Ca-H : 200 400 ppm SiO2 : < 150 ppm

Ca-Mn : < 100 ppm

2.2.Unit Pengolahan Air Sampai Ke Proses Cooling Tower Kebutuhan air di PT. Petrokimia Gresik beserta anak-anak perusahaan dan perumahan dipenuhi oleh dua unit air yang berasal dari dua sumber, yaitu dari Babat dan Gunung Sari. Namun sumber yang berasal dari Gunung Sari tidak termasuk dalam Utilitas I. Pada Water Intake Babat air berasal dari sungai Bengawan Solo (Babat) yang berjarak 40 km dengan debit 2500 m3/jam dan berupa hard water dan ditampung di tangki TK 191 dan TK 951 yang berkapasitas 1500 m3 serta memiliki karakteristik bahan baku air : 1) 2) 3) 4) 5) Jenis = hard water pH Turbiditas = 7 8,5 = 5000 NTU = > 170 ppm = 0,4 1 ppm

Kesadahan total Kesadahan Ca

Mutu air yang diharapkan setelah dilakukan pengolahan : 1) 2) 3) 4) 5) Jenis pH Turbiditas Kesadahan Residual = hard water = 7,5 8,5 = maks. 3 NTU = maks. 220 ppm = 0,4 1 ppm

Tahap-tahap proses pengolahan air di Babat secara umum, yaitu : 1) Penghisapan, dilengkapi dengan pompa vacuum. Pemakaian system ini disebabkan ketinggian permukaan air sungai tidak tetap. 2) Penyaringan, menggunakan Coarse dan Fine Screen untuk menyaring kotoran berukuran besar. 3) Pengendapan, dilakukan secara gravitasi menggunakan settling pit untuk

mengendapkan partikel yang tersuspensi dalam air. Faktor yang mempengaruhi adalah laju alir dan waktu tinggal. 4) Flokulasi dan koagulasi, untuk mengendapkan suspensi partikel koloid yang tak terendapkan karena ukurannya sangat kecil. Bahan kimia yang digunakan pada proses ini, yaitu : a. Polyelektrolite(FeCl3.6H2O 10%-w), sebagai koagulan untuk

mempercepat proses pengendapan dengan membentuk flok lebih cepat dan lebih besar. b. Alum, sebagai flokulan untuk mengikat partikel-partikel kecil yang menyebabkan keruhnya air menjadi flok-flok yang lebih besar. c. Kapur (CaCO3), sebagai pengatur pH. 5) Filtrasi, menggunakan saringan pasir silica (sand filter) untuk menyaring padatan tersuspensi. 6) Penampungan dan pemompaan, dilakukan dengan pompa sentrifugal.

Dalam penggunaan air yang dikirim dari dua unit pengolahan di atas dipakai sebagai : 1) Air Proses Merupakan air demineralisasi yang bebas dari mineral seperti ion positifdan ion negatif yang dapat merusak alat dan mengganggu proses. Prosesnya menggunakan resin penukar kation dengan larutan regenerasi asamsulfat 2 4 % dan resin penukar anion dengan larutan regenerasi NaOH4%. 2) Air Umpan Boiler Merupakan air demineralisasi dan bebas dari gas O2, CO2 yang bersifatkorosif. Penghilangannya dengan cara deaerasi.Air demin yang bebasdari gas O2 dan CO2 harus ditambahkan zat kimia seperti senyawa fosfatuntuk menghindari antara lain terbentuknya kerak dan hidrazin (N2H4)untuk menghilangkan gas O2 serta pengatur pH. 3) Air Pendingin Menambahkan bahan kimia seperti senyawa fosfat untuk

mencegahkorosi. Senyawa Cl2 sebagai antibiocide, asam sulfat sebagai

pencegah terjadinya kerak, pengatur pH, dan mencegah pengendapan lumpur. 4) Air Minum Syarat kualitas air minum yaitu tidak berbau, jernih, tidak mengandung bakteri, tidak berwarna, pH sekitar 7,5.Digunakan untuk keperluan anitasi pabrik, kantor, dan perumahan dinas PT. Petrokimia di Gresik. 5) Air Hidran dan Air Service Merupakan hard water yang langsung diambil dari TK 951.Air Hidrandigunakan sebagai pemadam kebakaran, sedangkan air service digunakan sebagai sarana kebersihan pabrik. 6) Proses Water Dipergunakan untuk keperluan proses pabrik. 7) Cooling Water Dipergunakan untuk sarana pendingin mesin pabrik, proses produksi pabrik, dan air conditioner. 8) Demin Water Dipergunakan untuk bahan baku pembuatan steam. Sistem pengolahan air dari raw water (hard water) menjadi air sesuai spesifikasinya ada beberapa tahap, yaitu : 1) Unit Pelunakan Air (Lime Softening Unit) Berfungsi untuk memproses hard water menjadi soft water dengan penambahan larutan kapur dan elektrolit.Prosesnya dilakukan dengan kapasitas 300 m3/jam.Spesifikasi produk yang diharapkan setelah pengolahan di LSU : a. pH b. Turbiditas c. Kesadahan = 9 10 = maks. 3 NTU = maks. 80 ppm CaCO3 CaCO3 H2O CaCO3 + H2CO3 + CO2 + H2O+CO2

Reaksi kimia sederhana yang terjadi : Ca(HCO3) + Ca(OH)2 H2CO3 Ca(HCO3) + Ca(OH)2

Dengan pelepasan Ca(HCO3) maka total hardness<80 ppm (soft water). 2) Demineralizing Plant Memproses soft water menjadi demineralizing water (demin water), yaitu air bebas mineral penyebab pengerakan dalam air boiler dan air proses.Demin Plant I mempunyai kapasitas 100 m3/jam, sedangkan Demin PlantII mempunyai kapasitas 200 m3/jam.Terdiri dari : a. Carbon Filter Air umpan dimasukkan ke dalam carbon filter, dimana carbon filter tersebut menurunkan turbidity soft water menjadi 2 NTU serta kotoran padatan (impurities) dari umpan diserap. b. Cation Exchanger 1. Air dari carbon filter dimasukkan ke dalam Cation Exchanger dari atas. Di dalam Cation Exchanger, garam-garam Na, Ca, Mg, dan Ba diabsorp oleh resin kation. 2. Reaksi pada normal operasi : RH2 + 2NaCl RH2 + CaCO3 RH2 + BaCl dengan: 1) kenaikkan anion 2) konduktivitas 3) FMA (Free Mineral Acid) 4) kenaikkan pH 5) Na serta total hardness lebih besar dari 0 4. Karena resin kation telah jenuh maka perlu diregenerasi selama 4 jam dengan larutan H2SO4 2% dan 4%. Reaksi yang terjadi : RNa2 + H2SO4 RCa RBa + H2SO4 + H2SO4 RH2 + Na2SO4 RH2 + CaSO4 RH2 + BaSO4 RNa2 + 2HCl RCa + H2CO3 RBa + 2HCl

3. Resin akan jenuh setelah bekerja 36 jam yang ditunjukkan

5. Spesifikasi air yang keluar dari Cation Exchanger :

1) pH

= 3

2) Total hardness = 0 3) FMA c. Degasifier Keluar dari Cation Exchanger, air kemudian di-spray dari atas dan dikontakkan dengan udara terkompresi oleh blower dari = konstan

bawah.Untuk meringankan beban kerja unit degasifier, maka diberi vent untuk gas-gas tersebut. d. Anion Exchanger Berfungsi untuk mengikat ion-ion negatif yang terkandung di dalam air.Dari bagian bawah degasifier, air dipompa masuk ke dalam Anion Exchanger. Pada proses ini, sisa asam diikat (diabsorp) oleh resin anion Castel A 500 P. Reaksi yang terjadi : R(OH)2 + H2SO4 R(OH)2 + HCl R(OH)2 + H2CO3 1) kadar silika lebih dari 0,1 ppm 2) pH air yang keluar turun, di bawah 7 3) konduktivitas turun drastis, maks. 5 S/cm 6. Karena resin anion telah jenuh maka perlu diregenerasi selama 4,5 jam dengan larutan Caustic Soda (NaOH) 4%. Reaksi yang terjadi : RSO4 + 2NaOH RCl2 + 2NaOH RCO3 + 2NaOH e. Mixed-Bed Exchanger Berfungsi menyerap ion positif dan ion negatif yang masih lolos dari Cation maupun anion Exchanger.Prinsip dari proses ini berdasarkan pada perbedaan berat jenis, dimana resin anion berada di lapisan atas dan resin kation berada di lapisan bawah.Resin pada Mixed-Bed R(OH)2 + Na2SO4 R(OH)2 + 2NaCl R(OH)2 + Na2CO3 RSO4 + 2H2O RCl2 + 2H2O RCO3 + 2H2O

Resin akan jenuh setelah beroperasi 40 jam dengan indikasi :

Exchanger dapat mengalami kejenuhan setelah beroperasi selama 3 bulan dengan indikasi : 1) konduktivitas semakin naik 2) kadar silika lebih besar dari 0,1 ppm 3) total hardness lebih besar dari 0,1 ppm 4) pH cenderung semakin naik atau semakin turun (pada batas kation dan anion) 7. Spesifikasi air yang keluar dari Mixed-Bed Exchanger : 1) pH 2) konduktivitas 3) kadar silika = 7,5 = > 2,0 S/cm = > 0,1 ppm

4) Total hardness = > 0 8. Resin yang digunakan PT. Petrokimia Gresik Utilitas Produksi I: 1) Cation Resin a. CastelC-300 b. DiaionSK 1 B c. DowexHCRS d. LewatitMonoplus S-100 2) Anion Resin a. CastelA 500 P b. DiaionPA -312 SA -12A c. Dowex SBRP d. LewatitMonoplus MP-500 9. Di servis unit pabrik amoniak terdapat unit demineralisasi air dengan air umpan yang berasal dari steam kondensat dari pabrik amoniak dan unit demineralisasi utilitas I, yang terdiri dari carbon filter, cation exchanger, dan mixed-bed exchanger (polisher). Berikut spesifikasi produk unit demineralisasi : 1) pH 2) total hardness = 7-8 = 0

3) kadar silika

= < 0,01 ppm

Air ini digunakan untuk air umpan pada Waste Heat Boiler (WHB) dan air proses di pabrik amoniak dan urea. 3. Unit Cooling Water Bertugas untuk menyediakan air pendingin yang memenuhi syarat untuk keperluan operasional.Syarat kualitas Cooling Water antara lain tidak menimbulkan kerak, tidak menimbulkan korosi, dan meminimalisasi atau mengendalikan laju pertumbuhan bakteri. Untuk itu perlu diinjeksikan beberapa bahan kimia berikut setiap seminggu sekali : 1) H2SO4, menjaga pH 7,5 -8,5 2) Cl2 sebanyak 0,2 0,5 ppm, sebagai desinfektan membunuh bakteri 3) Nalco 7342, mengendalikan kadar PO4 agar terjaga antara 5 7 ppm 4) Nalco 7392 dan Nalco 73203 untuk membunuh organisme dan menjaga agar mikroorganisme serta jamur yang mati tetap melayang dan melekat pada tube. Spesifikasi Cooling Water : 1) pH 2) Conductivity 3) Ca-H 4) SiO2 5) Free Clorine 6) PO4 = 7,3 7,8 = < 3000 Mhos/cm = 400 600 = < 150 ppm = 0,2 0,5 ppm = 5,0 7,0 ppm

Pembagian menara pendingin : 1) T 2211 D-H : untuk Ammonia Plant, terdiri dari 5 cell dengan kapasitas 6700 ton/jam dan bertipe cross flow serta sirkulasi terbuka. 2) T 2211 A-C : untuk Urea Plant, terdiri dari 3 cell dengan kapasitas 4600 ton/jam dan bertipe cross flow serta sirkulasi

terbuka. T 1201 A-F : untuk Ammonia Plant, terdiri dari 6 cell dengan kapasitas 1700 ton/jam dan bertipe counter flow serta sirkulasi terbuka.

DAFTAR PUSTAKA

Jumadi. 2011. Cooling Tower. http://jumadiengineering.blogspot.com/2011/03 /cooling-tower.html Diakses pada tanggal 13 Maret 2011 Anonim. 2011. Produk Cooling Tower. http://ropezmu.wordpress.com/2011/10 /12/37/ Diakses pada tanggal 12 Oktober 2011 Anonim. 2010. Desain Cooling Tower. http://blog-indonesia.com/blog-archive12908-132.html Diakses pada tanggal 17 May 2010 pukul 21:03

Anda mungkin juga menyukai