P. 1
Lp & Askep Hipertensi

Lp & Askep Hipertensi

|Views: 213|Likes:
Dipublikasikan oleh Ayu Rahmatullah

More info:

Published by: Ayu Rahmatullah on May 06, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2015

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN HIPERTENSI Ruang Airlangga RSUD Kepanjen-Malang

Disusun Oleh:

Lailatul Nur Khofifah
04010046

PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2006
LAPORAN PENDAHULUAN

HIPERTENSI KONSEP DASAR PENYAKIT I. DEFINISI Hipertensi adalah tekanan yang lebih tinggi 140/90 mmhg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya,mempunyai rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna(Menurut JNC). Hipertensi adalah batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama dengan atau diatas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi(WHO 1978). Klasifikasi hipertensi a. Menurut Etiologi 1. Hipertensi primer (HT idiopatik) Tidak ada sebab spesifik yang dikenal untuk peningkatan tekanan arteri pada kebanyakan pasien. 2. Hipertensi sekunder Dari sisa5-10% pasien Hipertensi anterior, bisa diidentifikasikan suatu penyakit yang dapat dikenali b. Menurut derajatnya 1. Ringan apabila tekanan diastolic antara 95/104 mmHg 2. Sedang antara 105-114 mmHg 3. Berat tekanan lebih tinggi dari 115 mmHg c. Menurut klasifikasi patologis 1. hipertensi baligna Tahanan pembuluh darah yang meningkat dan kerja jantung yang berlebihan pada hipertensi akan mengakibatkan hipertrofi ventrikel kiri. Hipertensi ini mengakibatkan: Perdarahan intra cerebral spontan Perdarahan subarachnoid akibat ruptur aneurisma

Hipertensi ini mengakibatkan: Gagal jantung disertai hipertrofi dan dilatasi ventrikel kiri Penglihatan kabur akibat oedem pupul dan perdarahan retina Hemotuna dan gagal ginjal akibat nekrosis fibrionoid pada glumelorus Nyeri kepala yang hebat dan perdarahan otak 3. bentuk yang khas ditandai dengan naiknya tekanan diastrolik secara nyata. biasanya diatas 130-140 mmHg dan penyakit ginjal yang progresif. hipertensi maligna Merupakan syndrome klinis dan patologi. Ciri perseorangan: Usia: paling tinggi usia 30-40 tahun Jenis kelamin: pada laki-laki sering terjadi hipertensi disbanding wanita Ras Konsumsi garam yang tinggi Pembatasan konsumsi garam dapat menurunkan tekanan darah dan mengeluarkan garam oleh obat diuretik akan menrunkan tekanan darah lebih lanjut Kegemukan/obesitas 3. hipertensi Pulmonaris hipertensi ini disebabkan oleh beberapa fakor antara lain: Gagal ventrikel kiri akut atau kronis yang disebabkan karena naiknya tekanan ventrikel kiri→naiknya tekanan vena Stenosis mitralis karena naiknya tekanan antrium kiri→naiknya tekanan vena pulmonalis Bronchitis kronis dan emphysema karena hipoksia→vosokontriksi pulmonalis→naiknya tekanan vena pulmonalis Hipertensi pulmonalis primer karena naiknya tekanan pulmonalis yang tidak diketahui II. faktor keturunan 2. ETIOLOGI 1.2. Kebiasaan hidup .

musclu kemor. epinefrin Kehamilan III. Biasanya tanpa gejala atau tanda-tanda peringatan untuk hipertensi sering disebut “Silent Killer” b. nausea. anxiety. epistaksis. Pada hipertensi berat gejala yang dialami: kelelahan. chestpain. Tanda fisik yang penting: • • • • Pengenalan tidak adanya pulpasi arteri femoralis Tekhnik pemeriksaan fisik yang periodic adalah pemeriksaan cermat perubahan vaskuler dan eksudatif progresif dalam fundus okuli Adanya progresivitas derajat konstriksi fokal dan generalisasi arferoiola retinalis Papiliderma merupakan tanda hipertensi maligna . Pengaruh lain: Merokok Minum alkohol Minum obat-obatan: ephedenn. keringat berlebihan. prednisone. TANDA DAN GEJALA a. confusion. tinnitus(telinga berdenging) c.- Stress atau ketegangan jiwa Dapat merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormone adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat sehingga tekanan darah meningkat 4. vomiting. pandangan kabur/ganda.

PATOFISIOLOGI Penyebab HT Esensial dan Primer Pe volume cairan extra selluler Pe volume darah Pe aliran darah ke jantung Me tekanan arteri Mata Perdarahan Akumulasi darah pada mata Papilema edema G2 fungsi visual Resiko trauma Venus vetrun me P reload Tekanan atirum Otak Aliran darah ke otak O2 di otak Ginjal Pe aliran darah ke ginjal Pe GFR Suplai O2 Hipoksia Aerob-anaemb Jantung Pe tekanan jantung Pompa jantung ATP me Iskemia SSP Pe tekanan arteri Arteri sklerosis Odema otak Kompotensasi aldosteron Retensi air dan Na Kelemahan fisik Oliguria Intoleransi aktifitas Beban kerja jantung me Energi Ө Menstimulasi syaraf simpatis Payah jantung O2 15 keniik IMA Oedema Resiko kelebihan cairan Hipoksia Terjadi perubahan metabolisme aerob ke anaemb Pe asam laktat Nyeri B6 rasa nyaman nyeri TIK Pusing Ansietas Mual muntah Resiko ke Ө cairan .

Penyakit jantung hipertensi. Berusaha dan membina hidup sehat yang positif V. Latihan relaksasi dan meditasi 8. Mengurangi konsumsi garam berlebihan 2. Penyakit koronaria 3. Membatasi konsumsi lemak 4. Makan banyak buah dan syur segar 6. Gagal ginjal 5. Tidak merokok dan tidak minum alkohol 7. dan aneunsma ventrikel tampak selama perjalanan penyakit hipertensi menahun 2. Angina pektoris 4. Olahraga teratur 5. CBC : Pemeriksaan hempoglobin/hemotokrit untuk menilai viskositas dan indicator factor resiko seperti hipercoangulabity anemia b. antara lain: Tidak jarang karena hubungan sangat tinggi antara arteros dan hipertensi maka komplikasi insufisiensi koronaria. Kimia darah : BUN/creatinin: menilai perfusi/faal renal Glukose serum: Hiperglikemia Kadar kolesterol/trigliserida : pertambahan kadar mengidentifikasi predisposisi pembentukan plaque attheromatus Kadar serum aldosteron . infark miokardium.IV. Hipertensi dipercepat dan maligna Pencegahan Hipertensi : 1. Kelainan atrium kiri Hiipertrofi ventrikel Payah ventrikel kiri KOMPLIKASI DAN HIPERTENSI 1. Menghindari kegemukan 3. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a.

PENATALAKSANAAN 1. Secara umum obat-obatan yang digunakan untuk hipertensi : Diuretika Alfa-bloker Beta-bloker Obat yang bekerja sentral Vasodilator Antagonis Penghambat ACE . namun pemikiran logis bahwa spesifik terapi. Hipertensi Primer Walaupun program terapi standart telah diperlihatkan berhasil. pola strain. ECCT : menilai adanya hypertrofi myocard. namun telah diakui bahwa pasien hipertensi primer bisa juga diterapi spesifik dengan zat lain sebagai monoterapi. Elektrolit : e. lebih bisa mengharapkan pengendalian tekanan terjadi.d. 2. Urine : - Uric Acid Serum potassium Urine VMA Steroid urine Analisa urine Urine VMA Steroid urine Intra vena pyelografi (IVP) Roentgen thorax c. VIII.g³ kondoksi. Radiologi : f. Hipertensi Sekunder Walaupun terapi obat yang menggunakan arteri bermanfaat dalam mengobati penyakit hipertensi.

Perubahan kenyamanan nyeri b/d peningkatan tekanan vaskuler otak. Perubahan nutrisi (lebih dari kebutuhan tubuh) b/d kelebihan intake makanan. II. . kebutuhan dan usia.Penatalaksanaan dengan obat antihipertensi bagi sebagian besar pasien dimulai dengan dosis rendah kemudian ditingkatkan secara titrasi sesuai umur. ASUHAN KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan I. VII.

Berikan cairan.pusing.  Diagnosa II b. muntah. elevasi kepala. 4. merangsang simpatis memperberat sakit kepala seperti batuk lama.Tujuan: Mengurangi nyeri dan menurunkan tekanan pembuluh darah otak. Melaporkan nyeri/ketidak nyamanan hilang. . Rasional: Dapat menurunkan tekanan vaskuler cerebral dan memperlambat 3. makanan lunak perawatan mulut yang teratur. Rasional: Untuk mendapatkan terapi obat yang sesuai. leher kaku. Diagnosa I . mengerutkan kening. 2. pengurangan. Mempertahankan bedrest selama fase akut. Kolaborasi denngan tim medis. c. Berikan tindakan kenyamanan untuk mengurangi sakit kepala seperti masasse punggung dan leher. Menunjukan perubahan pola makan.kompres hangat di dahi.Intervensi: 1. Rasional: Memindahkan stimulasi atau meningkatkan relaksasi. tehnik relaksasi distraksi. . Rasional: Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan sakit kepala pada adanya peningkatan tekanan vaskuler serebral. 5. Mengungkapkan metode yang memberikan . Kriteria Standart : a. Kurangi aktifitas atau yang memblok respon simpati. aktivitas efek dari yang menghilangkan sakit kepala komplikasinya.Kriteria standart : a.DO : Mual. Rasional: Untuk meningkatkan kenyamanan umum. . b. Mnempertahankan program olahrago yang tepat secara individual. Mengidentifikasihubungan antara hipertensi dan kegemukan. .DS : Klien mengatakan nyeri cekot-cekot/berdenyut-denyut pada saat bangun dan hilang secara spontansetelah beberapa waktu berdiri.

DO : BB : 10%-20% lebih dari ideal Tujuan : BB dalam batasnormal. Jakarta: EGC . Rasional: Individu harus berkeinginan untuk menurunkan BB bila maka program sama sekali tidak berhasil. Kaji ulang makanan kalori harian dan pilihan diet. Kolaborasi untuk merujuk klien keahli diet. Peningkatan curah jantung berkaitan dengan peningkatan rasa tubuh. ME. Lynda Juall 2000. Elizabeth. 2. Jakarta:EGC Doengoes. Rasional: Mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan dalam proses diet membantu dalam penentuan kebutuhan individu untuk penyesuaian. 2000. Tetapkan keinginan pasien menurunkan BB. dan obesitas Rasional: Kegemukan adalah resiko tambahan pada tekanan darah tinggi karena dispropersi antara kapasitas aorta. Edisi 8. Edisi 8. Rasional: Memberikan konseling dan bantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individu. Buku saku potofisiologi. Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3 Jakarta: EGC Corpenito. 2001. 2000. 4.- DS : Klien mengatakan tidak pernah mengatur pola makanan. 3. Bantu klien memahami hubungan antara hipertensi VIII DAFTAR PUSTAKA • • • • Arief Mansjoer. klien mampu merubah pola makan gaya hidup. Kapita selekta kedokteran edisi 2 Jakarta: EGC Corwin. Intervensi: 1. Buku saku Diagnosa Keperawatan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HIPERTENSI Ruang Airlangga RSUD Kepanjen Disusun Oleh: Lailatul Nur khofifah 04010046 PROGRAM DIPLOMA III KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG .

10. 5. Status 11. 3. 7. 8. Keluhan Utama(alasan MRS) Keluhan saat masuk : klien mengatakan badannya lemah. 6. BIODATA PENANGGUNG JAWAB 1. 9. 6. Nama Umur Hubungan dengan pasien Pendidikan Pekerjaan Alamat : Mi’an : 25 tahun : Anak : SD : Tani : Selorejo ampel gading III. Keluarga Terdekat 12. ANAMNESIS A. T : 70 tahun : Wanita : Islam : SD : Tani :: 1139884 : Selorejo ampel gading II. 2. 4. .2006 FORMAT PENGKAJIAN I. Diagnosa Medis Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pendidikan Pekerjaan Golongan Darah No Register Alamat : Janda : Anak : HT + Gastritis : Ny. 3. dadanya sesak dan nafsu amkan menurun. 2. BIODATA PASIEN 1. kepalanya pusing. Keluhan saat pengkajian : klien mengatakan dadanya sesak ketika bernafas. 4. 5.kepalanya pusing.

Riwayat kesehatan keluarga Klien mengatakan bahwa dalam keluarga klien tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit yang sama seperti klien. -Siang : Klien makan porsi sedang dengan .Pagi : klien makan Intensitas Nyeri Menurut numeric = 5 - nyeri sesuai dengan diet yang diberikan . POLA PEMELIHARAAN KESEHATAN a. D.Siang : Klien makan sesuai dengan diet Di Rumah Sakit .B. IV. lauk dan minum air putih. Pola pemenuhan kebutuhan nutrisi NO 1. Riwayat penyakit yang lalu Klien mengatakan mempunyai riwayat hipertensi ± 3 bulan dan hanya berobat di PUSKESMAS saja. sayur. Riwayat penyakit sekarang Paliatif Quality Regio Saverity Time NO : klien datang dengan riwayat HT dan gastritis : klien dengan keadaan pingsan : kepala pusing dan dada sesak : skala nyeri 5 : ± 1 minggu yang lalu Diskripsi Pasien mengatakan masih bisa ditahan atau sedang Pasien nampak gelisah Pasien nampak sedikit berpartisipasi dalam perawatan C. Pemenuhan Makan/Minum Jumlah/waktu Di rumah -Pagi : Klien makan porsi sedang dengan nasi.

lauk dan 2. .nasi. sayur. tempe. 3. air putih. Jenis minum air putih. Pemenuhan Eliminasi BAB/BAK Jumlah/Waktu Di Rumah Pagi : BAB 1x/hari. - yang diberikan. Nasi : bubur Lauk : Ayam Sayur : Sop Minum: air putih. tahu. daging bayam. sayur. Rendah garam Di Rumah Sakit Pagi : belum BAB. Pola eliminasi NO 1. -Malam : Klien makan porsi sedang dengan nasi. lauk dan minum air putih. Minum : Sayur : Lauk : Ikan. Nasi : putih. Warna kuningan. Mala m : BAK 2x/hari. sudah BAK 1x BAB : -BAB : -BAK : kuning jernih BAK . : jernih. BAK 2x/hari.Malam : Klien makan sesuaidengan diet yang diberikan. sudah BAK 1x Malam : Belum BAB dan 2. Pantangan b. Siang : BAK 2x/hari. belum BAK Siang : Belum BAB.

PEMERIKSAAN KEPALA. : ± 1 jam. d. Gangguan Tidur Mala m : ± 7 jam.3. Siang ± 2 jam. Siang : Di Rumah Sakit Pagi : ± V. Pola kebersihan diri/personal Hygiene NO 1. 2.BAB : khas . Pemeriksaan Kepala Inspeksi : Bentuk kepala Dolicephalus. Pemenuhan Personal Hygiene Frekuensi mencuci rambut Frekuensi mandi Ftekuensi gosok gigi Warna Rambut. 6. Malam : ± 4 jam. Tidak mengalami gangguan tidur. 2. 5. .WAJAH DAN LEHER 1. Bau . Klien tidak bisa tidur karena sesak nafas. muntah-muntah dan pusing.kesimetrisan +. Konsistensi BAB : lembek c. luka -. 3. Pemenuhan Istirahat Tidur Jumlah/waktu ± 1 jam. 4.BAK : khas -BAB : -BAK : - 4. Bau Konsistensi Di Rumah 2 x/minggu 2x/hari 2x/hari Putih beruban Kusam Di Rumah Sakit Belum pernah Diseka 2x/hari Belum pernah Putih beruban Kusam Dirumah Pagi : 2 jam. Plola istirahat tidur NO 1.

lesi -. 3. peradangan -. c. wajah. 8. kotoran -. b.gigi palsu +. Pemeriksaan Mata Inspeksi : a. perdarahan -. waarna lidah kotor.gingi vitis +. 6. pusing. 7. 2. Pemeriksaan Leher Inspeksi dan palpasi: a. 5. 4. kotoran +. perforasi -. lesi -. Palpasi : tidak ada nyeri tekan. Pembesaran vena jugularis +. Pemeriksaan Visus Tanpa Snelen Card : kurang jelas. leher: klien mengeluh kepalanya terasa pusing. polip -. Pemeriksaan Hidung Inspeksi dan palpasi : Pembengkokan -. perdarahan -. benjolan -. Pembesaran kelenjar tiroid -. kondisi klien lesu dan letih. masa -. perubahan warna -. peradangan -.Palpasi : Nyeri tekan +. kelumpuhan otot-otot facialis -. b. Pemeriksaan Telinga Inspeksi : Bentuk simetris. warna bibir merah muda. Warna iris merah. Konjungtiva dan sclera : konjungtiva anemis dn scera coklat. peradangan -. caries +. e. . abses -. Keluhan yang dirasakan klien terkait dengan pemeriksaan kepala. sekret -. Kelopak mata/palpebra : oedema -. Kelengkapan dan kesimetrisan +. Bentuk leher simetris. d. Pemeriksaan Wajah Inspeksi : ekspresi wajah klien tegang. perdarahan -. Pemeriksaan Mulut dan Faring Inspeksi dan palpasi : Kelainan konginetal labio -. c. penumpukan serumen -.

Perkusi Area paru sonor Auskultasi Suara nafas: Area vesikuler bersih. cianosis -. Clavikula.susunan ruas tulang belakang. Retraksi otot Bantu pernapasan : retraksi intercoste +. pernapasan cuping hidung +. b. e. pulsasi pada dinding thoraks lemah. PEMERIKSAAN JANTUNG a. VII. . area bronchial bersih. : ICS VMid Batas bawah : ICS V. getaran antara kanan dan kiri sama. Suara tambahan : Rales +. d.area bronchovasikuler bersih. c. 1. PEMERIKSAAN THORAKS DAN PARU a. Batas atas Batas kiri : ICS II. Inspeksi Ictus cordis -. Palpasi Palsasi pada dinding thoraks teraba: tidak teraba/tidak terkaji. 3. Suara ucapan : Eghophoni –. bentuk dada simetris. b. Inspeksi Bentuk thoraks: normal chest.VI. retraksi suprasternal-. Pola nafas : Takipneu. Palpasi Pemeriksaan taktil/vocal vermitus: -. c. Perkusi Tidak ada pembesaran. Kelainan lain yang dirasakan klien terkait dengan pemeriksaan thoraks dan paru yaitu klien merasa dadanya sesak ketika bernafas. 2.

d.Dextra. fraktur -. Auskultasi Frekuensi peristaltik usus 15x/menit. keras. PEMERIKSAAN MUSKULOSKELETAL (EKSTREMITAS) a. e. Kelainan yang dirasakan pada saat pemeriksaan abdomen : tidak ada kelainan. nyeri lepas -. Inspeksi Bentuk abdomen datar. Lien : tidak terdapat nyeri tekan dan tidak ada pembesaran. Keluhan lain terkait dengan pemeriksaan jantung : tidak ada kelainan. Appendik : Nyeri tekan -. nyeri menjalar kontralateral -. : Terdengar “LUB” tunggal (reguler). b. PEMERIKSAAN ABDOMEN a. d. Masa atau benjolan -. c. Auskultasi Batas kanan : ICS IV Mid Sternalis BJ I BJ II : Terdengar “LUB” tunggal (reguler). X. keras. . VIII. PEMERIKSAAN GENETALIA Tidak Dikaji. Inspeksi Otot antara sisi kanan dan kiri simetris. Palpasi Hepar : Perabaan lunak. Deformitas -. kesimetrisan +. terpasang gips -. bayangan pembuluh darah vena -. IX.

Pemeriksaan fungsi sensorik : Kepekaan benda tumpul +. XII. Nervus VIII : Ketajaman pendengaran +.89 mg/dl Gula darah : 95 mg/dl XIII.Kesimpulan compor mentris. Darah Lengkap : Leukosit : 6.4 b.-/Uji kekuatan otot 5/5 5/5 XI. kejang -. Memeriksa nervus cranialis : Nervus III : Ocumua latorius reaksi pupil terhadap cahaya +. PEMERIKSAAN LABORATORIUM a. XVI. respon verbal 5.b. mual muntah +.-/. - Palpasi Oedem . atropi -. kaku kuduk -. PEMERIKSAAN NEUROLOGIS Respon membuka mata spontan. PEMERIKSAAN RADIOLOGIS Tidak dilakukan pemeriksaan radiology. penurunan kesadaran -. respon motorik 6. Nervus XII : Gerakan lidah menjulur dan menonjolkan lidah +. Pemeriksaan fungsi motorik :Ukuran otot simetris. TERAPI YANG TELAH DIBERIKAN Acran 3 x 1 .250 / µℓ Hemoglobin : 15. Kimia darah Ureum SGDT SGPT : 50 mg/dl : 20 : 16 Creatinin : 0. nyeri kepala +. Memeriksa tanda-tanda rangsangan otak : peningkatan suhu -.

- Amino drip ½ ampul Cairan RL 20 tetes/menit .

T .ANALISA DATA Nama Umur No Reg NO 1 : Ny. : 70 tahun : 1139884 Data Penunjang DS: “Klien Mengatakan kepalanya pusing dan cekot-cekot” DO: .Intoleransi muntah aktivitas Etiologi Peningkatan tekanan vaskuler serebral Masalah Gangguan rasa nyaman nyeri(pusing/sakit kepala) .7ºC DS: “Klien mengatakan tidak mau makan karena sering muntahmuntah.Wajah Grimace Ku lemah Klien sering memegang kepala dan emngeluh pusing Akral hangat TTV : N: 120x/mnt TD : 160/90 mmHg RR : 18x/mnt 2 S : 36. hanya setengah saja yang Konjungtiva Anamis Klien lemah Klien muntah ± Mual muntah.Ku cukup 3x/hari anemis Porsi diet dari Rumah Sakit tidak dihabiskan.’’ DO: .

7ºC N : 120 x/menit Jaringan trauma kulit rusak Resiko tinggi infeksi . sesak ketika bernafas.dimakan. TTV: N: 120x/mnt TD: 160/90 mmHg RR: 18x/mnt 3 S : 36.” DO: KU lemah Grimice + Mata anemis Rales + Klien terpasang infus RL 20 tetes/menit Dispnea TTV: N: 120x/mnt TD: 120/90 mmHg RR: 18x/mnt S : 36.7ºC DS: “klien mengatakan badannya lemas dan sakit.

: Ny. : 70 tahun : 1139884 TGL MUNCUL 3-Mei-2006 DIAGNOSA KEPERAWATAN Gangguan rasa nyaman nyeri(pusing/sakit) b/d Peningkatan tekanan kepala vaskuler cerebral. 3.DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama Umur No.Reg NO 1. T. 15-Mei-2006 Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari tubuh b/d mualmuntah. TANGGAL TERATASI TANDA TANGAN IMPLEMENTASI . 2. 15-Mei-2006 Intoleran aktifitas b/d kelemahan fisik.

TGL NO DX 3-Mei. Mengobservasi respon pasien melakukan aktivitas 4. Memberikan bantuan yang diperhatikan pasien 5. Mengobservasi masukan klien tiap hari 2. Memberikan lingkungan yang nyaman saat makan III 1. Mengukur tanda-tanda vital. Memberi tahu klien bahwa tidak muntah lagi setelah makan 6. Membantu klien untuk memilih menu makan 4. TD : 120/80mmHg. 2. Mengukur tanda-tanda vital 8. Memberikan posisi yang nyaman 5. Membantu memberikan obat analgesic untuk mengurangi sakit kepala TTD II 1. Menganjurkan keluarga klien untuk memijit punggung klien agar menurunkan sakit kepala dan di kompres dingin pada dahi 4.I 2006 IMPLEMENTASI 1. Mengukur TTV 2. Memberikan diet/makanan yang lunak 6. Memberikan dorongan untuk melakukan aktivitas sesuai kemampuan 3. Mendorong pasien untuk menghabiskan makanan 3. Memberikan lingkungan yang nyaman dan tenang dengan cara membatasi pengunjung 3. Memberikan makanan/diit lunak dengan rendah garam 7. mengajarkan ROM aktivitas pada pasien . Menyarankan klien untuk menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak dan kolesterol 5.

EVALUASI TGL 3-Mei2006 NO. A : Masalah belum teratasi. RR : 16x/menit. RR : 16. S : 36. P : Lanjutkan intrverensi 3 S : Klien mengatakan badanya lemas dan kalau buat gerak sakit .6º C. DX EVALUASI 1 S : Klien mengatakan kepalanya masih pusing. P : Lanjutkan intervensi 2 S : Klien mengatakan tidak mau makan karena masih sering muntah O: KU cukup. cekot-cekot O : KU cukup. S : 36.6º C. Wajah grimace. TD : 110/90 mmHg. TD : 110/90 mmHg. Klien muntah ± 3x/hari berisi cairan dan makanan Klien lemas Anemis Porsi diet di RS tidak dihabiskan TTV : N : 100x/menit.6x/menit. Klien masih sering memegang kepala Akral hangat TTV: N : 100x/menit. A : Masalah teratasi sebagian.

P : Interverensi lanjutan no. S : 36. 1.O : KU lemah Anemis Berbaring ditempat tidur Wajah grimace TTV : N : 100x/menit. . A : Masalah belum teratasi. TD : 110/90 mmHg. 2.6º C. 4. RR : 16x/menit.

S : 36. cekot-cekot 2006 berkurang O : KU cukup Wajah grimace Klien masih sering memegang kepala Akral hangat TTV: N : 100x/menit. A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan intervensi 2 S O: KU cukup Klien muntah 1x/hari isi cairan dan makanan Klien lemas berkurang Porsi diet dari RS dimakan setengah Nafsu makan + TTV: N : 100x/menit.5º C. RR : 20x/menit.5º C. A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi 3 S : Keluarga klien mengatakan lemasnya berkurang. jika badan nya digerakkan sakitnya berkurang : Klien mengatakan dia sudah mau makan walaupun sedikit. TD : 120/100 mmHg. TD : 120/100 mmHg. RR : 20x/menit. mual muntah berkurang . S : 36.EVALUASI TGL NO. DX EVALUASI 10-Mei.1 S : Klien mengatakan kepalanya masih pusing.

TD : 120/100 mmHg.O : KU baik. Anemis – Berbaring dan duduk ditempat tidur Wajah grimace TTV: N : 100x/menit.5º C. S : 36. A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi . RR : 20x/menit.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->