Manajemen Data S2 Gizi UNDIP

MODUL: APLIKASI MICROSOFT EXCEL
Oleh: Ir. Suyatno, MKes
Microsoft Excel adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk memasukkan data, menghitung, mengolah data dan menampilkan dalam bentuk grafik. Aplikasi lembar kerja tersebut dilengkapi pula dengan fasilitas formula (rumus) dan makro yang dapat kita atur untuk menghitung secara otomatis dan kontinyu. Dengan kemampuan yang demikian, menjadikan Microsoft Excel banyak dipakai berkaitan dengan perhitungan, keuangan dan statistik. Meskipun aplikasi Excel hampir sama dengan Lotus 123 yang sudah populer, namun penggunaan Excel akan lebih mempermudah pemakainya apabila dia menggunakan multi tasking dengan aplikasi MS-Office yang lain. Data yang dimasukkan dan diolah menggunakan Excel dapat dicopy atau diekspor untuk aplikasi yang lain, misalnya: untuk ditampilkan dalam MS-Word, SPSS, Dbase atau yang lain. Terkait dengan kegiatan penelitian, Excel sering digunakan untuk kepentingan entry data dan pengolahan data, sebelum kemudian dianalisis lebih lanjut dengan Software SPSS atau yang lain. Membuka dan Menutup Program: Seperti program aplikasi yang lain, untuk memulai MS-Excel dilakukan dengan cara: - Pilih menu Start, pilih menu Programs - Dari menu Programs, pilih MS-Excel dan kemudian di Klik. Sedangkan untuk menutup MS-Excel dengan cara : Klik File dan pilih Exit, atau Klik icon close pada pojok kanan atas. Kotak Formula Sel kerja Scroll bar

Sheet aktif Lefttist dan Risgtist: Untuk menggunakan MS Excel secara optimal, bisa digunakan tombol kiri (left) mouse atau tombol kanan mouse (right). Tombol kanan mouse digunakan untuk melakukan jalan pintas terhadap perintah yang akan kita gunakan. Caranya:

Nama sheet bisa dirubah dengan cara melakukan klik 2 kali pada sheet yang dikehendaki dan tulis nama yang dipilih. Excel merupakan aplikasi berbasis Sel. workbook (buku kerja/sheet) akan kosong 3. Klik file – Open 2. Selanjutnya anda bisa bekerja pada sheet yang telah dibuka. pilih drive tempat dokumen berada 3.Menekan enter Seleruh sel secara otomatis akan rata kiri di dalam sel. pilih folder yang memuat dokumen yang dicari. Klik file –Save atau tekan CTRL – S 2. Membuka dokumen: 1. Lakukan boble klik pada sel yang memuat data yang akan diedit . dimanapun pointer berada selali dapat dilihat melalui nomor kolom dan baris Untuk memasukkan data kita tinggal mengisi angka atau karakter pada sel yang sedang aktif (ditunjuk garis sel yang tampak lebih tebal). Teruskan dengan mengetik subfolder sampai menemukan subfolder yang memuat dokumen yang dicari 4. Atau sheet bisa dihapus dengan cara memilih menu Edit – delate sheet. dst 4.2 letakkan pointer dalam sembarang obyek yang dikehendaki klik tombil kanan mouse dan pilih perintah yang dikehendaki. tetapi kita bisa mengaturnya dengan menggunakan Cells pada menu Format (atau menggunakan mouse kanan) Mengedit Sel: 1. Pilih Open Untuk membuka dokumen yang dibuat dengan aplikasi lain. Kita juga bisa menyimpan dokumen MS Exel dalm format File lain dengan merubah ekstention sesuai yang dikehendaki pada: Files of type Memasukkan Data: MS. Dalam kotak Look in. Bila kita ingin menggandakan dokumen aktif yang sedang dibuat maka pilih: File – Save As.Menekan tombol panah ke kiri/kanan/bawah . kemudian simpan file dengan nama atau letak folder berbeda 3. Pilih Sheet yang dikehendaki dengan cara melakukan klik pada bagian sheet1. maka klik format yang digunakan dalam dokumen tersebut pada pilihan: Files of type. klik nama dokumen dalam daftar folder dan file.Menekan tombol tabs . Dalam bingkai Look in akan munculo daftar folder dan file. Setelah menemukan foldernya. Menyimpan dokumen: 1. sheet2. Pada menu File klik New 2. Pindah dari satu sel ke sel lain dapat dilakukan dengan : . klik nama file folder tersebut 5. sheet3. Atau bisa juga dengan langsung menuliskan nama file dan ekstensinya pada kotak: File. Membuat dokumen baru: 1. Pada dokumen baru.

jika sudah selesai tekan ENTER 3.Format Tabel: Pilih perintah autoformat pada menu Format untuk mengatur tabel secara otomatis. Untuk menggagalkan perintah tersebut. perataan dan sebagainya. tetapi jangan lupa terlebih dahulu memilih sel yang diinginkan (mem-block) . Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan Entry Data Penelitian dengan program MS-Excel adalah: 1. Nama variabel harus diletakkan pada baris pertama agar bisa terbaca sebagai nama variabel apabila dibuka dengan program aplikasi lain. pilih macam pola format yang ingin mulai dari warna. Contoh sederhana: =C3+C4 (tanda + untuk penambahan) =C3/C4 (tanda / untuk pembagian) =C3-C4 (tanda – untuk pengurangan) =C3*C4 (tanda * untuk perkalian) Untuk melakukan kalkulasi bertingkat perlu digunakan tanda kurung. Nama variabel diletakkan dibagian paling atas pada tiap kolom. Melakukan pemformatan: . Membuat formula cukup memulai dengan tanda sama dengan (=) kemudian diikuti dengan perintah formulasi. Jika kita akan mengkopy/memindah data dalam sel maka Doble klik pada sel yang memuat data yang akan dipndahkan. Selain itu data yang telah dientry dengan menggunakan MS-Excel dapat dengan mudah disimpan atau dibuka dengan aplikasi program lainnya seperti dengan Dbase atau SPSS. sehingga kita bisa menghitung dengan menggunakan data dari sel atau kelopok sel Untuk perhitungan secara otomatis maka dapat dilakukan dengan: menggunakan perintah Autosum atau klik: fx = insert function dan pilih fungsi yang dikehendaki. Entry Data dengan Program Excel: Entry data dengan menggunakan Excel merupakan pilihan yang banyak dilakukan para peneliti.Format Sel: Pilih menu Format – Sel.3 2. Bisa juga Anda melakukan dengan Klik kanan mouse. satu kolom satu variabel . jenis huruf. bisa menggunakan menu Edit kemudian pilih copy atau cut dikombinasikan dengan paste. kemudian pilih data yang akan dipindahkan/dikopi dengan menggunakan perintah Cut atau Copy yang sama persis dengan MS-Word Membuat Formula: Formula (rumus) digunakan untuk membuat perhitungan atau kalkulasi data. 2. tekan Esc Mengkopi atau Memindah Karakter: 1. Lakukan editing pada sel tersebut. Fungsi editing MS Excel dama dengan MS-Word. sebab relatif mudah dan praktis. Atau bisa melalui icon yang ada.

only numbers in that array or reference are counted. are 1 to 30 arguments for which you want the total value or sum.. • • Example The example may be easier to understand if you copy it to a blank worksheet. press CTRL+` (grave accent). or error values in the array or reference are ignored. Remarks • Numbers. select cell A1. In the worksheet. or on the Tools menu. 2. logical values. 1. point to Formula Auditing. text. 3. Arguments that are error values or text that cannot be translated into numbers cause errors. To switch between viewing the results and viewing the formulas that return the results. Empty cells. See the first and second examples following. If an argument is an array or reference. . and text representations of numbers that you type directly into the list of arguments are counted. logical values.4 2.. Data -5 15 30 '5 . 5. number2. Select the example in the Help topic. .. Syntax SUM(number1. See the third example following. 4. Do not select the row or column headers. Press CTRL+C. and then click Formula Auditing Mode. and press CTRL+V.) Number1. SUM Adds all the numbers in a range of cells.number2. Data dimasukkan sesuai dengan nama variabel (kolom) kolom pada baris kedua dan seterusnya sampai dengan jumlah record (sampel) selesai dientry Insert Function: 1. Create a blank workbook or worksheet..

Select the example in the Help topic. Example The example may be easier to understand if you copy it to a blank worksheet. Remarks • • The arguments must either be numbers or be names. the values in the column above are ignored (2) 2. 15 and 1. . Empty cells are not counted. press CTRL+` (grave accent).. 3. or empty cells. 2) =SUM("5".. logical values. If an array or reference argument contains text. especially if you have cleared the Zero values check box on the View tab (Options command. and press CTRL+V. number2. keep in mind the difference between empty cells and those containing the value zero. those values are ignored. AVERAGE Returns the average (arithmetic mean) of the arguments. Tools menu). point to Formula Auditing. 1. but zero values are. 5. TRUE) =SUM(A2:A4) =SUM(A2:A4. are 1 to 30 numeric arguments for which you want the average.) Number1. 4. Press CTRL+C. To switch between viewing the results and viewing the formulas that return the results.A6.. Do not select the row or column headers. select cell A1. and the logical value TRUE is translated into the number 1 (21) Adds the first three numbers in the column above (40) Adds the first three numbers in the column above. and 15 (55) Adds the values in the last two rows above. In the worksheet.. 2) Description (Result) Adds 3 and 2 (5) Adds 5. cells with the value zero are included. . and 2. and then click Formula Auditing Mode. or on the Tools menu. arrays. however. or references that contain numbers.number2. Because nonnumeric values in references are not translated. because the text values are translated into numbers. Tip When averaging cells. Syntax AVERAGE(number1. 15.. 15) =SUM(A5.5 TRUE Formula =SUM(3. 2. Create a blank workbook or worksheet.

STDEV Estimates standard deviation based on a sample. If your data represents the entire population.. number2. If logical values and text must not be ignored. Do not select the row or column headers. and press CTRL+V. . 3. In the worksheet.) Number1.number2. Press CTRL+C.6 Data 10 7 9 27 2 Formula =AVERAGE(A2:A6) =AVERAGE(A2:A6.. select cell A1. 2. Select the example in the Help topic. 1. The example may be easier to understand if you copy it to a blank worksheet. Syntax STDEV(number1. 5) Description (Result) Average of the numbers above (11) Average of the numbers above and 5 (10) 3... Remarks • STDEV assumes that its arguments are a sample of the population. You can also use a single array or a reference to an array instead of arguments separated by commas. Create a blank workbook or worksheet.. are 1 to 30 number arguments corresponding to a sample of a population. use the STDEVA worksheet function. The standard deviation is a measure of how widely values are dispersed from the average value (the mean). . 4. The standard deviation is calculated using the "nonbiased" or "n-1" method. Logical values such as TRUE and FALSE and text are ignored. then compute the standard deviation using STDEVP. • • Example Suppose 10 tools stamped from the same machine during a production run are collected as a random sample and measured for breaking strength.

value_if_false) Logical_test is any value or expression that can be evaluated to TRUE or FALSE. For example. if this argument is the text string "Within budget" and the logical_test argument evaluates to TRUE. press CTRL+` (grave accent). For example. Otherwise. point to Formula Auditing. A10=100 is a logical expression. Value_if_true can be another formula. then the IF function displays the text "Within budget". To switch between viewing the results and viewing the formulas that return the results. or on the Tools menu. This argument can use any comparison calculation operator. if the value in cell A10 is equal to 100. then the IF function displays the text "Over . IF Returns one value if a condition you specify evaluates to TRUE and another value if it evaluates to FALSE. the expression evaluates to TRUE. For example.46391572) 4. Value_if_true is the value that is returned if logical_test is TRUE. the expression evaluates to FALSE. and then click Formula Auditing Mode.7 5. Use IF to conduct conditional tests on values and formulas.value_if_true. Strength 1345 1301 1368 1322 1310 1370 1318 1350 1303 1299 Formula =STDEV(A2:A11) Description (Result) Standard deviation of breaking strength (27. Syntax IF(logical_test. this argument returns 0 (zero). if this argument is the text string "Over budget" and the logical_test argument evaluates to FALSE. If logical_test is TRUE and value_if_true is blank. To display the word TRUE. Value_if_false is the value that is returned if logical_test is FALSE. use the logical value TRUE for this argument.

"Within budget". See the last of the following examples. and press CTRL+V. 1. and then click Formula Auditing Mode. empty text ("") is returned () =IF(A2=100. select cell A1. In the worksheet. (that is. Data 50 Formula =IF(A2<=100. 5. then the logical value FALSE is returned. 2. To switch between viewing the results and viewing the formulas that return the results. If logical_test is FALSE and value_if_false is blank (that is. 3.8 budget". If any of the arguments to IF are arrays. Press CTRL+C. then the formula displays "Within budget". then the range B5:B15 is calculated. there is a comma followed by the closing parenthesis). there is no comma). Otherwise. Learn about calculating a value based on a condition. Do not select the row or column headers. Select the example in the Help topic. If logical_test is FALSE and value_if_false is omitted. When the value_if_true and value_if_false arguments are evaluated. after value_if_true. use the COUNTIF worksheet function. press CTRL+` (grave accent). 4."") Example 2 . the function displays "Over budget" (Within budget) If the number above is 100. Remarks • Up to seven IF functions can be nested as value_if_true and value_if_false arguments to construct more elaborate tests. • • • Example 1 The example may be easier to understand if you copy it to a blank worksheet. Value_if_false can be another formula. point to Formula Auditing. after value_if_true. to count the number of occurrences of a string of text or a number within a range of cells. every element of the array is evaluated when the IF statement is carried out. For example."Over budget") Description (Result) If the number above is less than or equal to 100. use the SUMIF worksheet function. then the value 0 (zero) is returned. To calculate a sum based on a string of text or a number within a range. Create a blank workbook or worksheet. IF returns the value returned by those statements. Microsoft Excel provides additional functions that can be used to analyze your data based on a condition. or on the Tools menu. Otherwise.SUM(B5:B15).

4. and press CTRL+V."A". press CTRL+` (grave accent)."F")))) =IF(A4>89. or on the Tools menu. Create a blank workbook or worksheet. 2."B"."B".IF(A2>79.9 The example may be easier to understand if you copy it to a blank worksheet. 1."D". Do not select the row or column headers. 4. IF(A3>69. Do not select the row or column headers."D". point to Formula Auditing.IF(A3>59."F")))) =IF(A3>89. IF(A2>69.IF(A4>79. A Actual Expenses 1500 500 500 Formula =IF(A2>B2. To switch between viewing the results and viewing the formulas that return the results. In the worksheet. 3. Select the example in the Help topic. Score 45 90 78 Formula =IF(A2>89. Create a blank workbook or worksheet. 5. press CTRL+` (grave accent). Press CTRL+C. 2. point to Formula Auditing."B".IF(A3>79. Select the example in the Help topic. 1."C". 5. or on the Tools menu. and then click Formula Auditing Mode. 3."OK") =IF(A3>B3."A".IF(A2>59. select cell A1. and press CTRL+V. and then click Formula Auditing Mode."Over Budget"."OK") Example 3 The example may be easier to understand if you copy it to a blank worksheet. Press CTRL+C."C". To switch between viewing the results and viewing the formulas that return the results."A". select cell A1. In the worksheet."Over Budget". Description (Result) Assigns a letter grade to the first score (F) Assigns a letter grade to the second score (A) Assigns a letter grade to the B Predicted Expenses 900 900 925 Description (Result) Checks whether the first row is over budget (Over Budget) Checks whether the second row is over budget (OK) .

For example. to count the number of occurrences of a string of text or a number within a range of cells. If Score is Then return Greater than 89 From 80 to 89 From 70 to 79 From 60 to 69 Less than 60 A B C D F 5. For example. To have a formula return one of two values based on a condition.10 IF(A4>69. Do not select the row or column headers."C". use the COUNTIF function. Syntax SUMIF(range. Create a blank workbook or worksheet. SUMIF Adds the cells specified by a given criteria.IF(A4>59. The letter grades are assigned to numbers using the following key. "32". the third IF statement is the value_if_false argument to the second IF statement. "apples". ">32". Criteria is the criteria in the form of a number. the second IF statement is also the value_if_false argument to the first IF statement. the cells in range are summed. 2. criteria can be expressed as 32.sum_range) Range is the range of cells you want evaluated. use the IF function. expression.criteria."F")))) third score (C) In the preceding example. such as a sales bonus based on a specified sales amount. Sum_range are the actual cells to sum. or text that defines which cells will be added. "A" is returned. . the second IF statement is evaluated. Microsoft Excel provides additional functions that can be used to analyze your data based on a condition. Remarks • • • The cells in sum_range are summed only if their corresponding cells in range match the criteria. For example. If the first logical_test is FALSE. 1. If sum_range is omitted. Example The example may be easier to understand if you copy it to a blank worksheet. Select the example in the Help topic. Similarly. if the first logical_test (Average>89) is TRUE."D". and so on.

">160000".11 3. and then click Formula Auditing Mode. To switch between viewing the results and viewing the formulas that return the results.000 400. point to Formula Auditing.000 14.000 21. and press CTRL+V.000 300. In the worksheet. or on the Tools menu. 5.000 Formula B Commission 7. Press CTRL+C.B2:B5) Sum of the commissions for property values over 160000 (63. select cell A1.000 200. press CTRL+` (grave accent).000 Description (Result) =SUMIF(A2:A5.000) . 4. A Property Value 100.000 28.

5 < BMI< 25 : normal BMI > 25 : gemuk Latihan 2: Menghitung Konsumsi Gizi 1. Aktifkan program Microsoft Excel.12 Latihan 1: Menghitung BMI 1. Hitunglah status dengan menggunakan fungsi ”If” berdasarkan patokan berikut: BMI < 18. 2. Hitunglah nilai BMI dengan menggunakan formula. Aktifkan program Microsoft Excel. Masukkan data hasil pengukuran penelitian berikut: No Resp 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Berat (kg) 60 65 55 58 50 60 64 68 70 58 67 70 Tinggi (cm) 170 165 160 158 155 160 165 150 155 170 150 160 BMI status 3. Masukkan data hasil pengukuran penelitian berikut: No Resp 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 Nama Makanan Nasi Telur ayam ras Minyak goreng Gula Pisang goreng wortel Nasi Ayam goreng Pepaya Telu bebek asin Kacang panjang Berat (gram) 350 70 10 20 75 50 300 100 80 70 50 Kandungan Energi DKBM 366 154 909 364 132 36 366 302 46 193 30 Bdd 100 89 100 100 100 80 100 58 100 83 100 Intake Energi .5 : kurus 18. 4. 2.

5 86. Hitunglah intake energi yang berasal dari masing-masing bahan makanan (dengan menggunakan formulasi) 4. Masukkan data hasil pengukuran supervisor.0 Hasil Pengukuran Peserta 2 (a) (b) 83.0 82.4 86.6 85.5 82.5 82.0 85.4 85.0 82.0 85.6 85.3 86.2 83.2 86.0 85.5 Jumlah d (a-b) d2 .7 85.0 Lakukan perhitungan uji standarisasi dengan mengisi kolom sebagai berikut dengan menggunakan rumus: Supervisor : No Anak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Hasil Peserta 1 (a) (b) 82.0 81.4 82.8 82.5 87.7 85.6 82.6 86.2 85.8 82.0 87. dan 2 orang peserta pelatihan mengukur tinggi badan.2 83.6 80.6 87.6 85.4 87.2 83. Aktifkan program Microsoft Excel.1 80.5 86.2 86.1 80.6 80.0 85.5 82.0 81.0 82.3 86. Hitunglah total konsumsi energi dari tiap responden (dengan menggunakan formulasi) Latihan 3: Menghitung Standarisasi Pengukur Tinggi Badan (Menghitung nilai Presisi dan Akurasi Pengukuran) 1. 2.2 82.2 81.0 85.8 84.5 86.4 82.0 83.8 84.5 Hasil Pengukuran Peserta 1 (a) (b) 84.0 83. Hasil Pengukuran Supervisor (a) (b) 82.0 83.0 83.8 86.0 86.3 82.6 86.6 87.0 82.5 86. seperti tersaji pada tabel berikut: Nomor Anak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 3.5 88.7 86.4 86.4 87.6 87.8 87.0 88.6 85.13 3.1 85.6 86.0 85.6 86.0 82.7 86.4 88.3 82.

Simpulkan hasil perhitungan uji standarisasi dengan ketentuan sebagai berikut: (1) Presisi : .0 Jumlah d (a-b) d2 Tanda (+ / -) Jumlah pengukura n Peserta s=(a+b) Jumlah (S) D Pengukuran (s-S) Supervisor S=(a+b) D2 Tanda (s-S)2 (+ / -) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 -------------------------------------------------- ------- 4.∑ds2 dari supervisor biasanya merupakan yang terkecil dari semua pengukuran karena keahliannya dalam melakukan pengukurannya.5 87.7 86.2 82.4 86.7 85.0 Jumlah d (a-b) d2 Tanda (+ / -) Jumlah pengukura n Peserta s=(a+b) Jumlah (S) D Pengukuran (s-S) Supervisor S=(a+b) D2 Tanda 2 (s-S) (+ / -) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 -------------------------------------------------- ------- Peserta 2 : No Anak Hasil Peserta 2 (a) (b) 83.4 88.0 81.2 85.0 85.14 Peserta 1 : No Anak Hasil Peserta 1 (a) (b) 84.2 81.5 86.8 87.5 82.7 85.0 82.4 86.0 81.0 85.5 86.5 82.5 86.0 83.0 88.6 82.0 83.6 87.2 83.0 86.7 86.8 86.0 83.5 88.4 85. .5 86.1 85.5 82.0 87.0 83.

Berdasarkan tanda (+) pada D.Akurasi Baik jika: ∑Ds2 dari peserta < (2 x ∑ds2 dari supervisor) Akurasi kurang jika : ∑Ds2 dari peserta > (2 x ∑ds2 dari supervisor) . jika tidak berarti telah salah hitung .15 Presisi Baik jika: ∑ds2 dari peserta < (2 x ∑ds2 dari supervisor) Presisi Cukup jika : ∑ds2 dari peserta > (2 x ∑ds2 dari supervisor) dan < (3 x ∑ds2 dari supervisor) Presisi kurang jika : ∑ds2 dari peserta > (3x ∑ds2 dari supervisor) (2) Akurasi: .∑Ds2 dari peserta harus lebih besar dari ∑ds2 dari peserta. maka pengukur cendering melakukan kesalahan mengukur lebih besar sama dengan kesalahan mengkur lebih kecil. - . maka: o Bila tanda + lebih dari separuh maka pengukur cenderung mengukur selalu lebih besar o Bila tanda + lebih kecil dari separuh maka pengukur cenderung mengukur lebih kecil o Bila tanda (+) dan tanda (-) jumlahnya sama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful