Anda di halaman 1dari 12

46.

Mengidentifikasi dengan mikroskop cahaya struktur jaringan retikuler ! Jawab: Berbagai jenis jaringan ikat membentuk dan mempertahankan bentuk dalam tubuh. Fungsi mekaniknya adalah menyediakan matriks yang menghubungkan dan mengikat sel-sel, organ-organ, dan akhirnya menunjang seluruh tubuh. Secara struktural, jaringan ikat terdiri atas 3 golongan komponen : - Sel Serat dan Substansia dasar.

Jaringan ikat berkembang dari mesenkim, yaitu jaringan embrional yang terdiri atas sel-sel panjang, yaitu sel mesenkim. Sel-sel ini ditandai dengan inti yang lonjong dengan anak inti nyata dan kromatin halus. Sejumlah sel jaringan ikat dibentuk setempat dan menetap di dalam jaringan ikat ; yang lain, seperti leukosit, datang dari tempat lain dan merupakan penghuni sementara dari jaringan ikat (Gambar 1-1). Jenisjenis sel berikut terdapat di jaringan ikat : Fibroblas Makrofag Sel mast Sel plasma Sel adiposa Leukosit.

Gambar 1-1. Gambar yang disederhanakan dari garis keturunan sel jaringan ikat, yang berasal dari sel mesenkim embrional multipoten. Panah putus-putus menandakan bahwa terdapat jenis sel intermidiat di antara contoh yang tampak. Perhatikan bahwa sel-sel tidak di gambar sesuai proporsi sebenarnya. FIBROBLAS Merupakan sel yang paling banyak di jaringan ikat (Gambar 1-2) dan bertugas menyintesis komponen matriks ekstrasel. Di dalam sel-sel ini terdapat dua tahap aktivitas yakni aktif dan tenang. Beberapa ahli histologi memakai istilah fibroblas untuk menyebut sel yang aktif dan fibrosit untuk sel yang tenang. fibroblas aktif memiliki banyak sitoplasma yang bercabang-cabang. Intinya lonjong, besar, terpulas-pucat, dengan kromatin halus dan anak inti yang nyata. Sitoplasmanya banyak mengandung retikulum endoplasma kasar, dan kompleks golgi yang berkembang baik. Fibroblas tenang, lebih kecil dari fibroblas aktif dan cenderung berbentuk kumparan. Cabang-cabangnya lebih sedikit ; inti lebih kecil,gelap dan panjang; sitoplasma asidofilik; dan sedikit retikulum endoplasma kasar (Gambar 1-3). Fibroblas juga terlibat dalam produksi faktor pertumbuhan yang mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi sel.

(Gambar 1-2)

(Gambar 1-3) Fibroblas (kanan) dan Fibrosit (kiri).

MAKROFAG Berfungsi sebagai unsur pertahanan. Sel ini memfagositosis debris sel,unsur matriks ekstrasel yang abnormal,sel-sel neoplastik, bakteri, dan unsur inert yang memasuki organisme. Makrofag yang tersebar di seluruh tubuh terdapat di sebagian besar organ dan menyusun sistem fagosit mononuklear.

( Gambar 1-4).

(Gambar 1-5) Makrofag, L = lisosom sekunder, Nu= nukleulus

SEL MAST Berbentuk bulat sampai lonjong , berdiameter 20-30 m,yang sitoplasmanya dipenuhi granula sekretori basofilik. Inti bulatnya yang agak kecil terletak di tengah; inti sel mast sering ditutupi granul sitoplasmanya (Gambar 1-5). Sel mast berasal dari progenitor sumsum tulang. Permukaan sel mast mengandung reseptor spesifik untuk IgE, sejenis imunoglobin yang dihasilkan sel plasma.

(Gambar 1-6).

SEL PLASMA Sel plasma adalah sel lonjong dan besar, dengan sitoplasma basofilik karena banyaknya retikulum endoplasma kasar.

(Gambar 1-7).

SEL ADIPOSA Sel adiposa adalah sel jaringan ikat yang dikhususkan untuk menimbun lemak netral atau untuk menghasilkan panas. Sel ini sering disebut sel lemak.

(Gambar 1-8) sel-sel lemak pada jaringan adiposa.

LEUKOSIT Merupakan sel pengembara di jaringan ikat. Sel-sel ini bermigrasi melalui dinding kapiler dan venula pasca kapiler, dari darah ke jaringan ikat, melalui proses yang disebut diapedesis.

(Gambar 1-9) Beberapa jenis sel darah putih.

SERAT
Serat jaringan ikat dibentuk dari protein yang berpolimerisasi menjadi struktur panjang. Ketiga jenis utama serat jaringan ikat adalah kolagen, retikulin (retikulum), dan elastin.

( Gambar 1-7).

SUBSTANSIA DASAR
Substansia dasar antarsel merupakan campuran glikosaminoglikan , proteoglikan dan glikoprotein multiadhesif yang kompleks dan sangat terhidrasi.

47. Membedakan matriks eksternal dan substansia dasar! Matriks ekstrasel merupakan unsur pembentuk utama jaringan ikat sedangkan substansia dasar merupakan bagian dari matriks ekstrasel yang berfungsi sebagai komponen struktural dari matriks ekstrasel dan penambat sel pada matriks.

48.

Menjelaskan asal bahan-bahan penyusun substansia dasar, GaGs, proteoglikan, glikoprotein dan cairan jaringan ! Jawab : Campuran molekul kompleks dari substansia dasar tidak berwarna dan transparan. Substansia dasar terutama dibentuk oleh 3 golongan

komponen: glikosaminoglikan, proteoglikan, dan glikoprotein multiadhesif. Glikosaminoglikan (GaGs), (mula-mula disebut mukopoli sakarida asam) adalah polisakarida linear yang dibentuk oleh rentetan unit disakarida, yang biasanya terdiri atas sebuah asam uronat dan sebuah heksosamin. Heksosamin bisa berupa glukosamin atau galaktosamin, dan asam uronatnya dapat berupa asam glukuronat atau iduronat. Kecuali asam hialuronat, rantai-rantai linear ini terikat secara kovalen pada suatu inti protein dan membentuk molekul proteoglikan. Proteoglikan terdiri atas inti protein yang terkait dengan 4

glikosaminoglikan utama : dermatan sulfat, kondroitin sulfat, keratan sulfat, dan heparan sulfat. Sintesis proteoglikan dimulai di retikulum endoplasma kasar dengan menyintesis bagian protein dari molekul. Glikolisis dimulai di retikulum endoplasma kasar dan dituntaskan di kompleks Golgi, yang juga merupakan tempat berlangsungnya sulfasi. Glikoprotein multiadhesif merupakan senyawa yang mengandung bagian protein tempat karbohidrat melekat; bagian protein umumnya lebih banyak

dan molekul ini tidak mengandung polisakarida linear yang dibentuk dengan deretan disakarida yang mengandung heksosamin. Cairan jaringan yang menyerupai plasma darah dalam hal kandungan ionnya, dan zat-zat yang dapat berdifusi. Cairan jaringan mengandung sedikit protein plasma dengan berat molekul rendah yang menembus dinding kapiler akibat tekanan hidrostatik darah. Diperkirakan bahwa sebanyak sepertiga dari protein plasma tubuh ditimbun di dalam matriks jaringan ikat antar sel karena protein plasma ini tersebar luas. Darah membawa berbagai nutrien yang diperlukan sel ke jaringan ikat, dan membawa produk limbah metabolisme ke organ detoksifikasi dan ekskretori, seperti hati dan ginjal. Dua daya mempengaruhi air di dalam kapiler; tekanan hidrostatik darah, akibat pemompaan oleh jantung, yang mendorong air keluar melalui dinding kapiler; dan tekanan osmotik koloid dari plasma darah yang menarik air memasuki kapiler. Tekanan osmotik terutama dihasilkan oleh protein plasma.

49.

Menjelaskan sifat-sifat/komposisi substansia dasar! Bersifat kental , campuran ini bekerja sebagai pelumas dan sawar bagi masuknya benda-benda asing. Bila difiksasi dengan baik untuk analisis histologi, komponen-komponennya mengumpul dan mengendap di jaringan sebagai materi granular.

50.

Menjelaskan substansia dasar pada cairan sendi (sinovial), fungsinya serta hubungannya dengan peningkatan usia!
Perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin meningkatnya usia. Perubahan ini terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan jaringan lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya gangguan muskuloskeletal. Adanya gangguan pada sistem muskuloskeletal dapat mengakibatkan perubahan otot, hingga fungsinya dapat menurun bila otot pada bagian yang menderita tidak dilatih guna mengaktifkan fungsi otot. Di daerah

urban, dilaporkan bahwa keluhan nyeri otot sendi-tulang (gangguan sistem musculoskeletal) merupakan keluhan terbanyak pada usia lanjut. Salah satunya pada sendi sinovial; sendi sinovial adalah sendi-sendi tubuh yang dapat digerakkan. Sendi-sendi ini memiliki rongga sendi dan permukaan rongga sendi dilapisi tulang rawan hialin. Kapsul sendi terdiri dari suatu selaput penutup fibrosa padat, suatu lapisan dalam yang terbentuk dari jaringan penyambung berpembuluh darah banyak dan sinovium yang membentuk suatu kantung yang melapisi seluruh sendi, dan membungkus tendon-tendon yang melintasi sendi. Sinovium tidak meluas melampaui permukaan sendi, tetapi terlipat sehingga sehingga memungkinkan gerakan sendi secara penuh. Lapisan-lapisan bursa diseluruh persendian membentuk sinovium. Periosteum tidak melewati kapsul. Sinovium menghasilkan cairan yang sangat kental yang membasahi permukaan sendi. Cairan sinovial normalnya bening, tidak membeku dan tidak berwarna. Jumlah yang ditemukan pada tiap-tiap sendi relatif kecil (1 sampai 3 ml). Hitung sel darah putih pada cairan ini normalnya kurang dari 200 sel/ml dan terutama adalah sel-sel mononuklear. Asam hialuronidase adalah senyawa yang bertanggung jawab atas viskositas cairan sinovial dan disintesis oleh sel-sel pembungkus sinovial. Bagian cair dari cairan sinovial diperkirakan berasal dari transudat plasma. Cairan sinovial juga bertindak sebagai sumber nutrisi bagi tulang rawan sendi. Kartilago hialin menutupi bagian tulang yang menanggung beban tubuh pada sendi sinovial. Tulang rawan ini memegang peranan penting dalam membagi beban tubuh. Rawan sendi tersusun dari sedikit sel dan sebagian besar substansi dasar. Substansi dasar ini terdiri dari kolagen tipe II dan proteoglikan yang berasal dari sel-sel tulang rawan. Proteoglikan yang ditemukan pada tulang rawan sendi sangat hidrofilik sehingga memungkinkan tulang rawan tersebut menerima beban yang berat. Tulang rawan sendi pada orang dewasa tidak mendapat aliran darah, limfe, atau persarafan. Oksigen dan bahan-bahan metabolisme lain dibawa oleh cairan sendi yang membasahi tulang rawan tersebut. Perubahan susunan kolagen pembentukan proteoglikan dapat terjadi setelah cedera atau usia yang bertambah. Beberapa kolagen baru pada tahap ini mulai membentuk kolagen tipe I yang lebih fibrosa. Proteoglikan dapat kehilangan sebagian kemampuan hidrofiliknya. Perubahan-perubahan ini berarti tulang rawan akan kehilangan kemampuannya untuk menahan kerusakan bila diberi beban berat. Sendi dilumasi oleh cairan sinovial dan oleh perubahan-perubahan hidrostatik yang terjadi pada cairan interstitial tulang rawan. Tekanan yang terjadi pada tulang rawan akan mengakibatkan pergeseran cairan kebagian yang kurang mendapat tekanan. Sejalan dengan pergeseran sendi ke depan, cairan yang bergerak ini juga bergeser ke depan mendahului beban. Cairan kemudian akan bergerak kebelakang ke bagian tulang rawan ketika tekanan berkurang. Tulang rawan sendi dan tulangtulang yang membentuk sendi biasanya terpisah selama gerakan selaput cairan ini.

Selama terdapat cukup selaput atau cairan, tulang rawan tidak dapat aus meskipun dipakai terlalu banyak. Aliran darah ke sendi banyak yang menuju ke sinovium. Pembuluh darah mulai masuk melalui tulang subkondral pada tingkat tepi kapsul. Jaringan kapiler sangat tebal di bagian sinovium yang menempel langsung pada ruang sendi. Hal ini memungkinkan bahan-bahan di dalam plasma berdifusi dengan mudah ke dalam ruang sendi. Proses peradangan dapat sangat menonjol di sinovium karena di dalam daerah tersebut banyak mengandung aliran darah, dan disamping itu juga terdapat banyak sel mast dan sel lain dan zat kimia yang secara dinamis berinteraksi untuk merangsang dan memperkuat respons peradangan.Saraf-saraf otonom dan sensorik tersebar luas pada ligamen, kapsul sendi, dan sinovium. Sarafsaraf ini berfungsi untuk memberikan sensitivitas pada struktur-struktur ini terhadap posisi dan pergerakan. Ujung-ujung saraf pada kapsul, ligamen, dan adventisia pembuluh darah sangat sensitif terhadap peregangan dan perputaran. Nyeri yang timbul dari kapsul sendi atau sinovium cenderung difus dan tidak terlokalisasi. Sendi dipersarafi oleh saraf-saraf perifer yang menyeberangi sendi. Ini berarti nyeri yang berasal dari satu sendi mungkin dapat dirasakan pada sendi yang lainnya, misalnya nyeri pada sendi panggul dapat dirasakan sebagai nyeri lutut.

DAFTAR PUSTAKA
Junqueira LC, Carneiro J. Jaringan ikat. Dalam : Dany F, Ed. Histologi dasar, teks dan atlas. Edisi ke-10. Jakarta : EGC,2007. h. 90-122.