Anda di halaman 1dari 6

SEIZURE (serangan) Neuron seperti sistem telepon di dalam otak: mengirim cetusan listrik dari satu titik ke titik

lainnya. Kadang-kadang dapat terjadi cetusan listrik yang berlebihan dan tidak teratur pada sekelompok sel yang kemudian menghasilkan serangan atau seizure Sistem limbik bagian otak yang paling sensitif terhadap serangan (seizure) Epilepsi gangguan atau terhentinya fungsi otak secara mendadak dan berkala, yang disebabkan oleh terjadinya lepas muatan listrik secara berlebihan dan tidak teratur pada selsel otak secara tiba-tiba, sehingga penerimaan dan pengiriman rangsang antar bagian-bagian otak dan dari otak ke bagian-bagian tubuh terganggu Seizure Neuron mencetuskan listrik secara salah: cetusan listrik muncul pada saat tidak diperlukan, dan sebaliknya tidak mencetuskan listrik pada saat diperlukan Hasilnya: aktivitas listrik abnormal di otak yang bersifat mendadak dan tidak terkontrol Aura mendahului epilepsy (aura: penderita nyadar kalo dia mao epilepsy, misal: mual, nyium bau-bauan ttt, dll) Jenis serangan bergantung pada jumlah neuron yang terlibat dan area otak yang terkena: gangguan kesadaran, perilaku, motorik, sensorik, otonom, involuntary. Tabel Ekspresi serangan epilepsi Motorik - Kejang - Gerakan abnormal, aneh Sensorik - Nyeri - Parestesi Fungsi luhur - Gangguan kesadaran - Afasia Fungsi otonom - Ngompol - Vomitus - Berkeringat - Epistaksis

Penderita epilepsi memiliki ambang serangan yang lebih rendah daripada orang normal : hanya denga sedikit rangsangan (dibandingkan dengan orang normal) maka serangan dapat terjadi. o Sebagian besar ambang serangan diwariskan secara genetik (menentukan seberapa jauh tingkat kerentanan individu terhadap serangan ajah!!! Apakah individu mengalami serangan atau tidak: masalah laen) Fakta: sebagian besar kasus epilepsi tanpa latar belakang riwayat epilepsi o Umur muda (< 5 tahun) ambang serangan lebih rendah

o Demam menurunkan ambang serangan Instabilitas neuron diwariskan, terutama pada epilepsi umum (generalized epilepsy). Abnormalitas terletak pada struktur membran neuron bagian luar yang memudahkan terjadinya instabilitas arus listrik.

Epileptogenesis bagaimana epilepsy itu terjadi Neurotransmiter eksitatorik: asam glutamat, asam aspartat, asetilkolin Neurotransmiter inhibitorik: GABA, glisin, noradrenalin, dopamin, serotonin Peran neurotransmiter dalam epilepsi diduga meliputi: - pembentukan kondisi epileptik - permulaan serangan - lamanya serangan - penghentian serangan Epileptogenesis primer: (idiopatik) epilepsi general kejet-kejet seluruh badan atau bisa juga bengong (absence seizure) o Gelombang paku (spikes) berulang yang menetap di dalam neuron o Terjadi depolarisasi yang cukup lama, disebabkan oleh: penurunan inhibisisi (GABA) perubahan eksitatori (reseptor NMDA dan glutamat) perubahan potensial membrane waktu penutupan/pembukaan saluran Na+, Ca++, dan K+

Epileptogenesis sekunder epilepsy parsial (etiologi jelas, ada lesi fokal di otak) kejetkejet tangan aja atau kaki aja (gak sebadan-badan kejetnya). Bisa karena perdarahan fokal, atau ada sikatrik misalnya. o Terjadinya fokus cetusan listrik abnormal sebagai tanggapan atas adanya abnormalitas di area otak tertentu o Terjadi perubahan morfologi dalam hal inhibisi, eksitasi berulang, dan transmisi International Classification of Epileptic Seizures (1981) Partial seizures (seizures beginning locally) Generalized seizures (bilaterally symmetrical and without local onset): A. 1. Absence seizures misal lg nyetir tiba2 diem, pandangan kosong, tiba2 jatoh dari motor dan seolah2 tak terjadi apa2. 2. Atypical absence seizures B. Myoclonic seizures C. Clonic seizures (menyentaknyantak) D. Tonic seizures (kaku) E. Tonic-clonic seizures mendadak berteriak, lalu jatuh tak sadarkan diri (lelah) D. Atonic seizures Unclassified epileptic seizures (inadequate or incomplete data)

A. Simple partial seizures (consciousness not impaired): 1.With motor symptoms 2.With somatosensory or special sensory symptoms 3.With autonomic symptoms 4.With psychic symptoms B. Complex partial seizures (with impairment of consciousness) 1.Beginning as simple partial seizures and progressing to impairment of consciousness: a.With no other features b.With features as A.1-4 c.With automatisms C. Partial seizures secondarily generalized jadi, parsial dulu, baru ngelanjut jadi general

International Classification of Epilepsies and Epileptic syndromes (1989) Localizationrelated (focal, local, partial)
Idiopathic (primary): -Benign childhood epilepsy with centrotemporal spike -Childhood epilepsy with occipital paroxysms -Primary reading epilepsy Cryptogenic(secondary) -Temporal lobe epilepsy -Frontal lobe epilepsy -Parietal lobe epilepsy -Occipital lobe epilepsy -Chronic progressive epilepsia partialis continua of childhood -Syndrome characterized by seizures with specific modes of precipitation

Generalized

Undetermined epilepsies
-With both generalized and focal seizures -Neonatal seizures -Severe myoclonic epilepsy in infancy -Epilepsy with continuous spike-waves during slow wave sleep -Acquired epileptic aphasia (LandauKeffner syndrome) -Other undetermined epilepsies -Without unequivocal generalized or focal features

Situation-related seizures (Gelegenheitsanfalle)


-Febrile convulsions -Isolated seizure or isolated status epilepticus -Seizures occuring only when there is an acute or toxic event due to factors such as alcohol, drugs, eclampsia, nonketotic hyperglycemia

Idiopathic: -Benign neonatal familial convulsions -Benign neonatal convulsions -Benign myoclonic epilepsy in infancy -Childhood absence epilepsy (pyknolepsy) -Juvenile absence epilepsy -Juvenile myoclonic epilepsy -Epilepsies with grand mal seizures on awakening -Other idiopathic generalized epilepsies -Epilepsies with seizures precipitated by specific modes of activation Cryptogenic or symptomatic: -West syndrome -Lennox-Gastaut

syndrome -Epilepsy with myoclonic-astatic seizures -Epilepsy with myoclonic seizures Nonspecific etiology: -Early myoclonic encephalopathy -Early infantile epileptic encephalopathy with suppression bursts -Other symptomatic generalized epilepsies Specific syndromes: -Epileptic seizures may complicate many disease states

JENIS SERANGAN EPILEPSI


Serangan umum tonik-klonik o Mendadak berteriak, kemudian jatuh, tak sadar o Seluruh tubuh kaku (tonik), kemudian menyentak-nyentak (klonik) o Bola mata terputar ke atas, mulut berbuih o Kulit kebiruan, napas dangkal atau terhenti o Lidah dapat tergigit o Kadang-kadang ngompol o Serangan berlangsung beberapa menit o Ketika serangan reda: napas menjadi teratur kembali, kesadaran pulih secara bertahap, penderita tampak bingung Serangan umum absence o Penderita menghentikan aktivitasnya secara mendadak o Mata terbuka, seolah-olah melihat jauh atau melamun o Berlangsung selama beberapa detik o Penderita kemudian melanjutkan aktivitasnya kembali, seolah-olah tak terjadi apa-apa o Penderita tidak sampai terjatuh o Kadang-kadang disertai mata berkedipkedip secara cepat, mulut komat-kamit

Pemeriksaan Fisik N. Kranialis dapat menentukan letak fokus Pemeriksaan penunjang: o Elektroensefalografi (EEG) gold standard; EEG membantu penentuan jenis epilepsy. EEG macem2, ada yg serial (bs digunakan pd waktu serangan), adapula EEG pada waktu tenang (Indonesia punya hhe :D) o Laboratorium: bergantung umur, hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik o Neuroimaging: bergantung hasil pemeriksaan fisik dan EEG, misal: CT Scan untuk tau fokusnya dimana. Kecuali kalo epilepsinya general, itu artinya udah difus, jadi g perlu lg CT Scan!!!

Mekanisme aksi OAE (obat anti epilepsi): asam valproate (MAHAL!! 1 botol Rp 150.000/2 minggu), fenitoin o Meningkatkan inhibisi neuronal (GABAergic transmission): o -meningkatkan aksi GABA pada reseptor GABAA o -menghambat pemecahan GABA di sinapsis o -blokade ambilan GABA di terminal presinaptik o Menurunkan eksitasi neuronal (glutaminergic transmission): o -menurunkan pelepasan glutamat o -blokade aksi glutamat di NMDA/AMPA/reseptor kainat o Blokade terhadap voltage-gated Na channels Prognosis : Epilepsy general tergantung kepatuhan minum obat; semakin cepat diobati makin baik prognosisnya Epilepsy parsial obat untuk penyeimbang neurotransmitter aja, bukan untuk hilangkan sikatrik. Kecuali dg operasi!! Tapi..operasi juga harus liat2 lah..misal kalo sikatriknya di area broca, kalo dioperasi = penderita gangguan bicara malah..