Anda di halaman 1dari 3

DIFERENSIAL DIAGNOSIS Diagnosis banding untuk seorang pasien dengan gangguan panik adalah sejumlah besar gangguan medis

dan gangguan mental. Diagnosis banding psikiatrik untuk gangguan panik adalah pura-pura, gangguan buatan, hipokokndriasis, gangguan depersonalisasi, fobia sosial dan spesifik, gangguan stres pascatraumatik, gangguan depresid, dan skizofrenia. Serangan panik dan fokus kecemasan dapat digunakan sebagai pembanding. Serangan panik yang tidak diperkirakan adalah tanda utama dari gangguan panik, sedangkan serangan panik yang berkaitan dengan situasional bisanya menyatakan fobia sosial atau fobia spesifik, gangguan obsesif-kompulsif, atau gangguan depresif. Tidak terdapatnya fokus kecemasan merupakan tanda utama dari gangguan panik (Kaplan, 2010). Terkadang seorang individu normal juga dapat mengalami serangan panik spontan, namun untuk diagnosis gangguan panik, serangan panik harus terjadi cukup parah yang menyebabkan tekanan atau serangan yang sering, sebulan sekali atau lebih. Serangan panik juga dapat terjadi pada pasien yang menderita depresi episodik, baik bagian dari depresi berat maupun gangguan bipolar. Serangan panik dapat mendahului timbulnya gejala depresi atau bersamaan dengan gejala depresi. Beberapa kondisi juga mungkin dapat menghasilkan gejala yang mirip dengan serangan panik akibat gangguan medis. Gangguan medis yang dapat dijadikan diagnosis banding gangguan panik adalah sebagai berikut (Fleet, 200; Kaplan, 2010):

Gambar 1. Diagnosis Banding Organik untuk Gangguan Panik (Kaplan, 2010)

Fleet R.P., Martel J.P., Lavoie K.L. Non-fearful Panic Disorder: A Variant of Panic in Medical Patients?. Psychosomatics

Kaplan, Harold I., Benjamin J.S., dan Jack A.G. 2010. Kaplan-Sadock Sinopsis Psikiatri: Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis. Tangerang: Binapura Aksara