Anda di halaman 1dari 16

TUGAS PENDAHULUAN

1. Jelaskan pengertian :
a. Hidrologi
b. Evaporasi
c. Transpirasi
d. Evapotranspirasi

2. Gambarkan dan Jelaskan Daur hidrologi !


3. Tuliskan alat dan bahan praktikum !

JAWABAN :

1. a. Hidrologi adalah ilmu yang mempelajari air dalam segala bentuknya

(cairan, gas, padat) pada, dala, dan diatas permukaan tanah termasuk di

dalamnya adalah penyebaran daur dan perilakunya, sifat-sifat fisika dan

kimianya, serta hubungannya dengan unsure-unsur hidup dalam air itu

sendiri.

b. Evaporasi (penguapan) adalah proses pertukaran molekul air

(liquid) di permukaan menjadi molekul uap air (gas) di atmosfer

melalui kekuatan panas (heat energy).

c. Transpirasi adalah proses penguapan pada tumbuh-tumbuhan,

lewat sel-sel stomata.

d. Evapotranspirasi adalah jumlah air total yang dikembalikan lagi

ke atmosfer dari permukaan tanah, badan air, dan vegetasi oleh


adanya pengaruh faktor-faktor iklim dan fisiologis vegetasi.

2. Gambar Daur Hidrologi

air menguap dari permukaan samudera akibat energi panas matahari. Uap air

yang dihasilkan dibawa udara yang bergerak. Dalam kondisi yang memungkinkan,

uap tersebut mengalami kondensasi dan membentuk butir-butir air, yang pada

gilirannya akan jatuh kembali sebagai presipitasi berupa hujan atau salju. Presipitasi

ada yang jatuh di samudera, di darat dan sebagian menguap kembali sebelum

mencapai ke permukaan bumi.

3. alat yang digunakan dalam praktikum adalah cangkul/sekop, pot, ember, gelas

ukur, timbangan, meteran atau mistar, alat laboratorium, dan alat tulis-menulis.

Bahan yang digunakan adalah sampel tanah yang telah diayak ukuran 2 mm, air,
tanaman semusim.

TUGAS PENDAHULUAN
AGROHIDROLOGI

EVAPORASI

Oleh :

NAMA : IRMAWATI
STAMBUK : G 211 04 001
JURUSAN : ILMU TANAH
KELOMPOK : III (tiga)
ASISTEN : EVA AGUSTIASIS

JURUSAN ILMU TANAH


FAKULTAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN
UNIVERSITAS HASNUDDIN
MAKASSAR
2006
TUGAS PENDAHULUAN

1. Apa yang dimaksud dengan kadar air ?

2. Tuliskan faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air !

3. Diketahui :

Berat cawan petridish = 2,9 gram

Berat cawan petridish + tanah kering oven = 21,7 gram

Berat cawan petridish + tanah kering udara = 22,9 gram

Berat tanah kering udara = 20 gram

Berat tanah kering oven = 18,9 gram

Berat air tanah yang hilang = 1,2 gram

Hitunglah kandungan air tanahnya !

JAWABAN :

1. Kadar air adalah banyaknya air yang hilang bila massa tanah dikeringkan dalam

oven suhu 105˚ C sampai diperoleh berat kering tanah yang tetap.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air antara lain yaitu kadar garam,

porositas, struktur tanah, tekstur tanah, dan kedalaman tanah.

3. Diketahui :

Berat cawan petridish = a gram = 2,9 gram

Berat cawan petridish + tanah kering oven = b gram = 21,7 gram

Berat cawan petridish + tanah kering udara = c gram = 22,9 gram


Berat tanah kering udara (BTKU) = (b-a) gram = 20 gram

Berat tanah kering oven (BTKO) = (c-a) gram = 18,9 gram

Berat air tanah yang hilang = (b-c) gram = 1,2 gram

Penyelesaian :

Kandungan air tanah = (b – c) x 100 %


(c – a)

= 1,2 – 18,9 x 100 %


18,9

= -93,65 %

0100090000037400000002001c00000000000400000003010800050000000b020000
0000050000000c02ed076b0d040000002e0118001c000000fb029cff00000000000090
01000000000440001254696d6573204e657720526f6d616e000000000000000000000
0000000000000040000002d0100000400000002010100050000000902000000020d0
00000320a590000000100040000000000670de90720002d001c000000fb0210000700
00000000bc02000000000102022253797374656d00000000000000000000180000000
100000098af1d00e4040000040000002d010100030000000000

TUGAS PENDAHULUAN
1. Apa yang dimaksud dengan :
a. Air Intersepsi g. Throughfall
b. Infiltrasi h. Steamflow
c. Permeabilitas i. Evapotranspirasi
d. Air Perkolasi j. Evaporasi
e. Air Interfal k. Transpirasi
f. Baseflow l. Inkorporasi
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi :
a. Evapotranspirasi
b. Evaporasi
c. Transpirasi
d. Inkorporasi
3. Berikan penjelasan antara / perbandingan antara transpirasi hutan, transpirasi
tanaman pertanian dan transpirasi rerumputan !
4. Apakah betul bahwa jenis dan umur tanah dapat menentukan laju
evapotranspirasi ? Jelaskan
JAWABAN :

1. a. Air Intersepsi adalah proses ketika air hujan jatuh pada permukaan vegetasi di
atas permukaan tanah, tertahan beberapa saat, untuk kemudian di uapkan
kembali (“hilang”) ke atmosfer atau diserap oleh vegetasi yang bersangkutan.
b. Infiltrasi adalah proses aliran air (umumnya berasal dari curah
hujan) masuk ke dalam tanah sebagai akibat gaya kapiler (gerakan
air kea rah lateral) dan gravitasi (gerakan air kea rah vertikal).
c. Permeabiltas adalah kemampuan tanah untuk melewatkan atau air.
d. Air perkolasi adalah merupakan proses kelanjutan dari aliran air
menuju ke tanah yang lebih dalam.
e. Air interfal yaitu air yang langsung mengalir dari tempat tinggi
tanpa melewati lapisan tanah.
f. Baseflow adalah konstribusi air tanah pada aliran sungai.
g. Throughfall yaitu air yang dilewatkan dalam tanah kemudian
dialirkan ke sungai, danau dan tempat yang dapat digenangi air.
h. Steamflow merupakan pergerakan atau kontribusi air hujan
melalui proses aliran batang.
i. Evapotranspirasi adalah jumlah air total yang dikembalikan lagi ke
atmosfer dari permukaan tanah, badan air, dan vegetasi oleh
adanya pengaruh faktor-faktor iklim dan fisiologis vegetasi.
j. Evaporasi (penguapan) adalah proses pertukaran molekul air
(liquid) di permukaan menjadi molekul uap air (gas) di atmosfer
melalui kekuatan panas (heat energy).
k. Transpirasi adalah proses penguapan pada tumbuh-tumbuhan,
lewat sel-sel stomata.
l. Inkorporasi adalah pencampuran larutan atau emulsi bahan
pemantap tanah yang telah diencerkan dengan air (dengan
perbandingan tertentu).
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi :
a. Evapotranspirasi
Ø Evapotranspirasi potensial (PET) yang lebih dipengaruhi oleh faktor-
faktor meteorologi antara lain :
Radiasi matahari dan suhu
Kelembaban atmosfer dan angin.
Ø Evapotranspirasi Aktual (AET) yang lebih dipengaruhi oleh faktor
fisiologi tanaman dan unsur hara.
b. Evaprasi dipengaruhi oleh :
Ø Faktor-faktor meteorologis yang teridri atas suhu air, suhu udara/atmosfer,
kelembaban, kecepatan angin, tekanan udara dan sinar matahari (radiasi).
Ø Macam permukaan yang menguapkan. Misalkan
penguapan pada permukaan tanah yang jenuh
akan berbeda pada permukaan tanah yang tidak
jenuh (tergantung pada adanya air).

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi transpirasi adalah :


Ø Faktor-faktor meteorologis, terutama matahari, karena 95% transpirasi
berlangsung pada siang hari, sedangkan pada malam hari stomata
tertutup.
Ø Jenis tumbuh-tumbuhannya, karena transpirasi juga dibatasi oleh
persediaan lembab air yang diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan
(menentukan nilai titik layu) serta ukuran stomata.
Ø Jenis tanahnya, karena kodisi kadar kelembaban tanah membatasi
persediaan air yang diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan.
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi inkorporasi yaitu suhu dan
kelembaban.
3. Perbandingannya yaitu transpirasi hutan lebih baik atau lebih besar dari pada
transpirasi tanaman pertanian dan trnaspirasi rerumputan. Alasannya yakn:
Ø Kemampuan vegetasi hutan dalam menyimpan panas lebih besar.
Ø Permukaan tajuk vegetasi hutan yang lebih kasar pada umumnya akan
meningkatakan besarnya transpirasi karena dengan struktur permukaan
yang kasar dapat menciptakan kondisi yang kondusif terhadap aliran
udara yang tidak beraturan sehingga sehingga dapat mempercepat proses
penguapan.
Ø Sistem perakaran kerapatan system perakaran vegetasi hutan yakni system
perakaran dalam yang sssama dengan laju transpirasi potensial.
4. Betul, bahwa jenis dan umur tanah dapat menentukan laju evapotranspirasi,
karena sifat fisik setiap jenis tanah itu berbeda-beda. Ada yang mampu menyerap
air cepat dan ada juga yang lambat. Bilamana permeabilitas rendah maka
evaporasi tinggi begitu juga sebaliknya bila permeabilitas tinggi maka evaporasi
rendah.

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Hidrologi adalah ilmu yang berkaitan dengan air bumi, terjadinya

peredaran, sifat-sifat kimia dan fisiknya, reaksi dengan lingkungannya,

termasuk hubungan dengan mahluk-mahluk hidup (Internasional Glossary of

Hidrology, 1974). Karena perkembangan yang begitu cepat, hidrologi telah

menjadi dasar dari pengelolaan sumber daya-sumber daya air rumah tangga

yang merupakan pengembangan dan penggunaan sumber daya-sumber

daya air secara terencana. Banyak proyek di dunia (rekayasa air, irigasi,

pengendalian banjir, drainase, tenaga air dan lain-lain) dilakukan dengan

terlebih dahulu mengadakan survey kondisi-kondisi hidrologi yang cukup.

Survey-survey tersebut meliputi prosedur-prosedur pengumpulan data di

lapangan sampai pemrosesan daya dan karena itu menghasilkan data sesuai

dengan tujuan yang telah direncanakan.

Air cair yang diterima pada permukaan bumi akhirnya, jika

permukaannya tidak kedap air, dapat bergerak ke dalam tanah dengan gaya

gerak kapiler dan gaya gravitasi dalam suatu aliran yang disebut infiltrasi.

Konsep infiltrasi ini relatif baru, namun banyak kemajuan di dalam pengertian

dan penentuan telah dicapai pada tahun-tahun terakhir ini. Para ahli

agronomi menyebut jalur air maksimum yang dapat dikembalikan ke

permukaan baik oleh tanaman atau oleh kapilaritas, bagi tanah, ini

merupakan mintakat di mana presipitasi masuk. Pada mintakat ini (disebut

mintakat tanah atai mintakat air tanah) air bergerak secara vertikal baik
dengan cara evapotranspirasi ke permukaan maupun dengan cara perkolasi

yang menurun (pergerakan menurun lengas tanah dan mintakat air tanah tak

jenuh ke mintakat jenuh menuju muka air tanah). Kerana porous (memiliki

rongga-rongga yang dapat diisi dengan udara atau/dan cairan), maka tanah

mempunyai kapaistas untuk menyimpan air. Air ini disebut lengas tanah.

Kapasiatas permanent suatu tanah diukur dengan kandungan air tanahnya

pada titik layu permanent vegetasinya. Titik layu ini (kandungan air tanah

rendah di mana tanah dapat mengestrak dari ruang-ruang pori tanah

terhadap gaya gravitasi) ditentukan untuk suatu jika bagian berada pada

atmosfer basah dan tidak terlalu panas.

1.2 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kapasiatas lapang

dengan titik layu permanent, dan tingkat ketahanan dari tanaman jagung

(Zea mays L) dan Kacang hijau terhadap tingkat kletersediaan air di suatu

tempat.

Kegunaan dari percobaan ini adalah agar praktikan dapat mengetahui

tingkat air yang diperlukan pada berbagai jenis tanaman.

II. TINJAUAN PUSTAKA


II. 1. Hidrologi

II. 2. Evaporasi

Penguapan air dapat dibedakan ke dalam penguapan internal dan

penguapan eksternal. Penguapan eksternal terjadi pada permukaan tanah

(evaporasi) dan terjadi pada tanaman (transpirasi), sedangkan penguapan

internal terjadi dalam pori-pori tanah Hakim dkk, (1986).

Air yang masuk ke dalam tanah sebagian dimanfaatkan tanaman

untuk membentuk bahan organic dalam proses fotosintesis, sebagian

diuapkan melalui proses transpirasi. Air yang masuk dalam tanah dapat

tertahan dalam tanah sebelum diserap oleh tanaman, atau bergerak ke atas

melalui pipa kapiler kemudian menguap Pairunan A.K dkk, (1997)

Karena transpirasi adalah proses evaporasi air dari permukaan

tumbuhan, maka faktor-faktor iklim yang mempengaruhi evaporasi secara

umum juga berpengaruh terhadap transpirasi. Kenyataan di lapangan kedua

proses, evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari tumbuhan sulit

dipisahkan, sehingga keduanya disebut evaporatranspirasi Hakim dkk, (1986)

II. 3. Transpirasi

Transpirasi adalah penguapan air dari daun dan cabang tanaman

melalui pori-pori daun oleh proses fisiologi. Daun dan cabang umumnya di

balut lapisan mati yang disebut kulit air (cuticle) yang kedap uap air. Sel-sel

hidup daun dan cabang terletak di bawah permukaan tanaman, dibelakang

pori-pori daun dan cabang. Besar kecilnya laju transpirasi secara tidak
langsung ditentukan oleh radiasi matahari melalui membuka dan menutupnya

pori-pori tersebut (Asdak, 1995).

II. 4. Evapotranspirasi

Penguapan air dapat dibedakan ke dalam penguapan internal dan

penguapan eksternal. Penguapan eksternal terjadi pada permukaan tanah

(evaporasi) dan terjadi pada tanaman (transpirasi), sedangkan penguapan

internal terjadi dalam pori-pori tanah (Hakim dkk, 1986).

Air yang mempunyai permukaan secara lngsung berinfiltrasi kedalam

tanah atau melintas diayas pemukaan tanah. Sebagian darinya, secara

langsung atau setelah penyimpanan permukaan. Hilangnya dalam bentuk

evaporasi yaitu proses dimana air menjadi uap, dan transpirasi yaitu proses

dimana air menjadi uap melalui metabolisme tanaman (Asdak, 1995).

Perkiraan evaporasi dan transpirasi adalah sangat penting dalam

pengkajian-pengkajian hidrometeorologi. Pengaruh langsung evaporasi dan

evaportranspirasi dariair ataupun permukaan lahan yang benar adalah tidak

mungkin pada saat ini. Akan tetapi, jika keragaman waktu evaporasi

permukaan maka air bebas berbanding langsungdengan radiasi bersih, kita

dapat mengharapkan nilai-nilai maksimum pada siang hari (Seyhan, 1990).

Evaportranspirasi akan berlangsung hanya bila pasokan air tidak

terbatas bagi stomata tanaman dan permukaan tanah, lebih dekat pada fase

dengan radiasi matahari karena hanya sedikit panas disimpan oleh tanaman

dan juga karena stomata menutup pada malam hari. Evaportranspirasi ini
biasanya dipengaruhi oleh faktor meteorologi, geografi dan lainnya seperti

kandungan lengas tanah, karakteristik kapiler tanah, jeluk muka air tanah dan

sebagainya (Seyhan, 1990).

II. 5 Kadar Air

Air mempunyai fungsi penting dalam tanah, dimana air penting dalam

pelapukan mineral dan bahan organik, reaksi yang menyiapkan hara laut bagi

pertumbuhan tanaman. Air berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar

hara tanaman. Bila air terlalu banyak, hara-hara yang lewat atau ada yang

tercuci dan hilang dari perakaran atau bila tinggi evaporasinya, garam-garam

terlarut mungkin terangkut ke lapisan atas tanah dan kadang-kadang

tertimbun dalam jumlah yang banyak sehingga dapat merusak tanaman

(Hardjowigeno, 1987).

Kemapuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah.

Tanah-tanah bertekanan dan tekstur tanah mempunyai gaya menahan air

lebih kecil dari tanah tekstur halus. Oleh karena itu tanaman yang ditanam

pada tanah bertekstur lempung dan liat (Pairunan, dkk, 1997).

Air antara kejenuhan dan kapasitas lapangan (air gravitasi)

mempunyai tegangan rendah dan lebih mudah diserap oleh akar tumbuhan.

Akan tetapi, air gravitasi sedikit gunanya pada kebanyakan tanah sebab air

ini memeras air ke bawah dengan cepat. Selain itu, adanya air gravitasi

meniadakan udara yang diperlukan akar untuk pernafasan dan banyak


kegiatan biologi lainnya. Gerakan ait ke bawah oleh air gravitasi menarik

udara ke dalam tanah (Syarief, 1989).

Kehilangan air oleh transpirasi menimbulkan kekuatan utama yang

mendorong untuk penyerapan air oleh akar tanaman yang bertranspirasi.

Tegangan yang terjadi pada daun oleh hilangnya air transpirasi di

transmisikan ke xilem batang dan akhirnya ke akar. Apabila tegangan air

dalam akar lebih besar dari tegangan yang mengikat air dalam tanah, air

bergerak ke dalam akr (Foth, 1994).

III. BAHAN DAN METODE

III. 1 Tempat dan Waktu

Praktikum Kapasitas Lapang dan Titik Layu Permanen dilaksanakan di

Laboratorium Fisika Tanah Jurusan Tanah Fakultas Pertanian dan Kehutanan

Universitas Hasanuddin Makassar, pada bulan Maret hingga April 2006 pukul

16.00 WITA sampai selesai.


III.2 Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan adalah sampel tanah Alfisol lapisan I,

air, benih jagung (Zea mays) dan kacang hijau, label, talang dan kantong

plastik.

Alat-alat yang digunakan adalah label, talang, kantong plastik,

cangkul, sekop, pot, ember, gelas ukur, meteran atau mistar, alat

laboratorium, timbangan, dan alat tulis menulis.

III. 3 Prosedur Kerja

1. Menyiapkan satu buah ember (ukur beratnya) untuk pengukuran

evaporasi pada permukaan air bebas (diameter permukaannya

harus sama dengan diameter permukaan pot).

2. Menyiapkan 3 buah pot yang dilubangi bagian bawahnya untuk

pengukuran evaporasi pada permukaan tanah dan evapotranspirasi,

dan timbang berat masing-masing pot.

3. Mengambil sample tanah lapisan atas (horizon A) dari lokasi yang

dipilih, kemudian mengayak dengan ayakan 2 mm.

4. Memasukkan sample tanah sebanyak 5 kg untuk setiap pot.

5. Menjenuhkan masing-masing pot (1,2,3) dan mengamatai sampai

air tidak menetes dari lubang bagian bawah pot. Mengambil sample

sekitar 20 gram dan ukur kadar air dan kapasitas lapangnnya.

6. Menanami pot 2 dan 3 dengan tanaman yang berbeda.]


7. Melakukan penyiramnan