RAHASIA TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA

LAPORAN PANITIA PENYELIDIK PENYEBAB KECELAKAAN PESAWAT UDARA C-212-200 CASA /A-2106 DI GUNUNG SALAK PADA DAERAH WALANDA DESA CURUK 12 KABUPATEN BOGOR TANGGAL 26 JUNI 2008

RAHASIA

RAHASIA

2

TAHUN 2009

RAHASIA

RAHASIA TENTARA NASIONAL INDONESIA MARKAS BESAR ANGKATAN UDARA

LAPORAN PANITIA PENYELIDIKAN PENYEBAB KECELAKAAN PESAWAT UDARA NOMOR PPKPU / / V / 2009

Jenis Kecelakaan Type/Registrasi Kesatuan Tempat Kejadian Tanggal Kejadian Pukul

: Accident : C-212-200 Casa/A- 2106 : Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh : Gunung Salak, di daerah Walanda desa Curuk 12 Kab. Bogor, Jawa Barat : 26 Juni 2008 : 10:38 WIB

RAHASIA

4. d.41.340 – E 106. 3. 5. Kota terdekat Pangkalan TNI AU terdekat Koordinat TKP Ketinggian / Elevasi Lokasi kejadian a. b.270 (GPS) : 4700 ft : : : : : : + 9. Curug 12 Bogor 2. Waktu 8.28 jam dari start engine.38 WIB + 01.43. 9. c. Hari / Tanggal / Jam terjadinya kecelakaan : Kamis/26 Juni 2008/10. Nama tempat : Bogor : Lanud Atang Sendjaja : S 06. e.RAHASIA 2 BAB I UMUM Keterangan Tempat Kejadian 1. 6. 7.5 NM dari Lanud Ats Jurang dan Hutan Pegunungan : Daerah Walanda Desa Nomor / panjang / lebar landasan Fasilitas komunikasi dan navigasi R/W in use Jarak lokasi kecelakaan Permukaan landasan / lokasi kejadian : - Kejadian lain-lain / khusus Lama penerbangan sampai terjadinya kecelakaan : RAHASIA .

Penerbang I. Nama b. tanggal 21 Juni 11. Putra dari : B. Pangkat/Korps/NRP c. pelatihan DMC 17. 14. Jabatan d. Ardjijanto : Mayor Pnb/516322 : Kaopslat Wing 2 Lanud Abd Saleh : Lanud Abdulrachman Saleh : Magelang/23 Januari 1970 : Islam : . 15.Ayah : Radji (Alm) . 16.Ibu : Sutjati Surat Perintah Terbang 2008 Oleh Route penerbangan Sasaran Ketinggian terbang : Danlanud Abd : : Ats Area : 5000 ft AGL Hlm – Ats : SPT/ 800 / VI / 2008. Awak Pesawat 19. Kondisi penerbangan / saat kejadian : VMC Tugas / Misi Phase pada saat kecelakaan Kebakaran / Ledakan : Uji fungsi dan : Tidak diketahui : Tidak ada RAHASIA . Agama g. Saleh 12. Jawatan e. Tempat/Tanggal Lahir f.RAHASIA 3 Pelaksanaan Misi 10. area – Hlm/R 13. a. 18.

Putra dari h. Tempat/Tanggal Lahir f. 31-1-1997 2) Arif Fikri Ardyansyah Surabaya. Saleh : . Alamat j. Jam Terbang 20.Istri : Dra Daysi Prasetyani . Amarta Blok I-28 Abd Saleh RAHASIA . 26-1-2001 : Instruktur Penerbang Pesawat C-212 Casa Sertifikat Pangkoopsau II No : 30/VI/2005 Tanggal 30 Juni 2005 : Casa : 2225:00 Jam Total : 2495:30 Jam Jambang 90 hari tarakhir : 47:45 Jam Jambang seminggu terakhir : 03:55 Jam m.Ibu : Ninik Suhartini (Alm) : Komp.Anak : 1) Nadya Askya Zahra Malang. Agama g. Pendidikan : Komp.Militer : Seskoau k.Ayah : Nurawan . Kwalifikasi n. Jawatan e.RAHASIA 4 h. Nama b. Amarta Blok F-22 Abd. 1-7-1999 3) Aisyah Nida Asyifa Malang. a. Pangkat/Korps/NRP c.Umum : SMA . Penerbang I. Jabatan d. Alamat : Agung Priantoro : Kapten Pnb/523427 : Dan Flt Ops “B” Skd 4 Lanud Abd Saleh : Lanud Abdulrachman Saleh : Medan/24 april 1975 : Islam : . Tanda Jasa yang Dimiliki : 1) 2) 3) 4) 5) STL 8 Tahun STL Seroja STL GOM IX Raksaka Dharma STL Dharma Nusa STL Dwija Sista l. Keluarga : .

Tempat/Tanggal Lahir f. Agama g. B. Saleh : . Putra dari h.Istri : Sri Astri Ardiati. Jabatan d. . Pendidikan : Febi Fitrian.Ayah : Dodo Subardjo (Alm) . SE. Nama b. Kwalifikasi n.Ibu : Hj. Amd. Aslinda : Komp. 28-10-2004 : Instruktur Penerbang Pesawat C-212 Casa Sertifikat Pangkoopsau II No : 25/V/2008 Tanggal 29 Mei 2008 : Casa : 1389:00 Jam Total : 1509:15 Jam Jambang 90 hari terakhir : 102:55 Jam Jambang seminggu terakhir : 15:55 Jam l. Pangkat/Korps/NRP c.Militer : Sekbang RAHASIA . Tanda Jasa yang Dimiliki : 1) STL 8 Tahun 2) STL GOM IX Raksaka Dharma 3) STL Dharma Nusa : .Umum : S-1 . Alamat j. Eng : Lettu Pnb/532000 : Kasubsi Rekdisp Silat Skd 4 Wing 2 Lanud Abd Saleh : Lanud Abdulrachman Saleh : Cirebon/10 Agustus 1980 : Islam : .RAHASIA 5 j. Keluarga m.Militer : Sekkau k. Pendidikan : .Anak : Fayza Tahira Aurellia R. Jam Terbang 21. a. Amarta Blok G-11 Abd. Penerbang II.Umum : SMA . Malang. Jawatan e.

Kwalifikasi n.Istri : Anita Perdanawati. 23-4-2008 : Penerbang II Left Seat Pesawat C-212 Casa Ditetapkan di Malang. Nama b. Agama g.Militer : Setukpa : 1) STL 8 Tahun 2) STL 16 Tahun 3) STL 24 Tahun 4) STL Swa Bhuana Paksa Nararya 5) STL GOM VII 6) STL Seroja 7) STL GOM IX Raksaka Dharma 8) STL Dharma Nusa 9) STL Dwija Sista : . Amarta Abd. Jawatan e.RAHASIA 6 k. Alamat j. Jam Terbang 22. Jabatan d. MM. Tanda Jasa yang Dimiliki : Bambang Triyanto : Lettu Tek/510744 : Kasubsi Lamja Skd 4 Wing 2 Lanud Abd. 23 Mei 2008 : Casa : 191:00 Jam Total : 371:25 Jam Jambang 90 hari tarakhir : 42:55 Jam Jambang seminggu terakhir : 11:45 Jam m. Tanda Jasa yang Dimiliki l. 22-11-1988 RAHASIA l. Saleh : Lanud Abdulrachman Saleh : Biyolali/11 Januari 1961 : Islam : .Umum : STM . Putra dari h. Cirebon.Anak : 1) Galang Mauludcard Casae Malang. Pangkat/Korps/NRP c.Ayah : Suratman . a. Juru Montir Udara. . Saleh : .Anak : Aishel Casa Maurel Fitrian.Ibu : Istiqomah : Jl Harry Mulyono No : 15 Komp. Pendidikan k. Keluarga . Keluarga : : . Tempat/Tanggal Lahir f.Istri : Sunarti . ST.

Putra dari h. 7-8-1989 RAHASIA . Jawatan e. Jabatan d. Kwalifikasi : Juru Montir Udara Pesawat C-212 Casa Sket Pangkoopsau II No Sket/10/JMU Tanggal Agustus 1990 Sket Dirdikau No Sket /127/VIII/1991 Jakarta.RAHASIA 7 2) Hindam Basith Rafiqi Malang. Pendidikan k. Juru Montir Udara.Casa : 1516:35 Jam .Ibu : Crhistina Sri Supartiningsih : Perum Candirenggo Asri Q/01 Singosari Malang : . 25-5-1992 m. a. 19 Agustus 1991 : .Istri : Theresia Dwi Rumpokowati . Pangkat/Korps/NRP c. Tanda Jasa yang Dimiliki : Agus Susanto : Pelda/505983 : Anggota Skatek 022 : Lanud Abdulrachman Saleh : Yogyakarta/8 Agustus 1963 : Katholik : . Alamat j.Jambang 90 hari tarakhir : 03:55 Jam .Militer : Setukba/Susbamenjur : 1) 2) 3) 4) 5) STL 8 Tahun STL 16 Tahun STL GOM IX Raksaka Dharma STL Dharma Nusa STL Rencong l. Keluarga : .Ayah : Ignatius Sukardjono (Alm) . Nama b.Anak : 1) FL Mega Kristina S Banyuwangi.Umum : STM . Jam Terbang 23. Tempat/Tanggal Lahir f. Agama g.Jambang seminggu terakhir : 03:55 Jam n.

Jambang 90 hari tarakhir : 06:15 Jam . Ami (personel PT. Kolonel Pnb Albertus Sulaksono NRP 504684 (Sesdislambangjaau) Kolonel Sus Djafaara NRP 515525 (personel Dissurpotrudau) Letkol Lek Ir. f. c. k. m. e. d. i. Gatot (personel PT. 10-10-1991 m. Tan Hong King (personel asing/Singapura) RAHASIA . NRP 517542 (personel Dissurpotrudau) Kapten Sus Doni NRP 528386 (personel Dissurpotrudau) Lettu Sus Ronald P. Integraph) Mr. g.Jambang seminggu terakhir : 03:55 Jam n. Putra (personel PT. MT NRP 515553 (Kasidokproghar Subditkelaikan Udara Ditstanlaik Ditjen Ranahan Dephan) Letkol Sus Supriadi NRP 519306 (personel Dissurpotrudau) Mayor Sus Susika M. Penumpang yang ikut dalam pelaksanaan uji fungsi dan pelatihan DMC sebanyak 13 orang atas nama : a. l. Integraph) Bpk.RAHASIA 8 2) CH Novelia Gita Nurani Banyuwangi. b. Mahendra Kumar (personel asing/India) Mr. j. h. Kwong Ping Anthony (personel asing/Inggris) Mr. Jam Terbang Penumpang : 24. NRP 532010 (personel Dissurpotrudau) Bpk. Kwalifikasi : Juru Montir Udara Pesawat C-212 Casa Skep Kasau No Skep/44/V/2007 Tanggal 21 Mei 2007 : . Integraph) Bpk.Casa : 360:05 Jam . Wahyu Hidayat.

chek hasil baik. L/H RMI Delayed. 1 Jamming tindakan Wiring PTT Cable. R/H PTT Interphone Sometime Out tindakan penggantian PTT. tindakan Slaving Acc. 2) Trouble shooting. : 1985 Kecelakaan-kecelakaan yang pernah dialami. Sesuai log book pesawat pada tanggal 2 Juni 2008. hasil baik. 27. seluruh pekerjaan selesai tanggal 22 Mei 2008 dengan hasil baik. VHF Jamming tindakan VHF Set Changed Position. Power Lever Split 1” tindakan Rigging. Tidak ada Pemeliharaan/pemeriksaan terakhir sebelum kecelakaan . VHF No. Nose Streering Can’t Maintance Pressure tindakan penggantian Discharge Valve Steering. Nose Steering Accumulator Leak tindakan Streering Line Tightened. 4) Trouble shooting.RAHASIA 9 BAB II PESAWAT TERBANG DAN PERALATAN / MATERIIL 25. seluruh pekerjaan selesai tanggal 22 Mei 2008 dengan hasil baik. Sesuai log book pesawat pada tanggal 22 Mei 2008. d. 1 Weak tindakan penggantian ICS. DME Control Can’t Receive tindakan penggantian DME. R/H Fire Wall Electric Fuel Shut Off Valve Leak tindakan penggantian Shut Off Valve dari A-2108. c. Umum. : 26 Juni 2008/6935:25 jam. Conector Cleaned. a. b. Pemeliharaan Tak Terjadwal : 1) Trouble shooting. L/H Torque Dellay tindakan Rigging dan VHF No. 3) Trouble shooting. Sesuai log book pesawat pada tanggal 20 Mei 2008. Type/Nomor pesawat Satuan/Pangkalan TNI AU Tanggal/Jam terbang Mulai dipakai oleh TNI AU : C-212-200 Casa/A-2106 : Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abd. R/H Engine EGT 650 °C at 80% Torque tindakan R/H TTL dan SRL Connector Cleaned. RAHASIA . a. 26. Sesuai log book pesawat pada tanggal 27 Mei 2008.

c. Pabrik Model dan serial number : PT. Keadaan pesawat sesudah kecelakaan Rusak Ringan ( Dapat terbang/ diperbaiki dalam waktu 3 x 24 jam) Rusak Sedang ( Dapat terbang / diperbaiki dalam waktu lebih dari 3 x 24 jam) Rusak Berat (Beyond Economical Repair) Total Lost 29. Kondisi Air frame baik dan laik untuk digunakan / diterbangkan dengan nomor sertifikat : SLAIK / 1174-AP/ X / 2007 / Dislambangjaau tanggal 22 Oktober 2007. masa berlaku sampai dengan tanggal 22 Oktober 2009. S/N 68/228 Jumlah jam terbang hingga saat kecelakaan 1) Sejak baru dari pabrik : 6935:25 jam RAHASIA . b. Pemeliharaan Terjadwal : 1) Macam : a) Pemeliharaan PI-3300/II (1) (2) b) Tanggal Mulai/Selesai : 24-4-2008/29-4-2008 Hasil Ground Run (5 kali .RAHASIA 10 b. 5:25 jam) : Baik Pemeliharaan TCI L/H Engine (1) (2) (3) Tanggal Mulai/Selesai : 29-4-2008/7-5-2008 Hasil Ground Test : Baik Hasil Test Flight (2 x) : Baik 28.DIRGANTARA INDONESIA BANDUNG : C-212-200 Casa. d. Air frame a.

Propeller / Rotor a. Part Number dan Serial Number : TPE-331-10R-511/512C PN : 3102170-7 SN : P-37365 3) Jumlah jam operasi a) b) c) d) 31. Motor a. Sejak baru (dari pabrik) Sejak dipasang di pesawat Sejak pemeliharaan terakhir Sisa usia (Menuju HSI ) : : 4766:35 jam : : 275:55 jam 75:55 jam : 1224:05 jam Propeller Kiri : 1) Pabrik RAHASIA : Dowty Rotor . Motor Kiri ( STKM nomor SLAIK/1559-MP/V/2008/Dislambangjaau ) 1) 2) Pabrik pembuatan : Garret Airresearch Model. Part Number dan Serial Number : TPE-331-10R-511/512C PN : 3102170-7 SN : P-37421 Jumlah jam operasi a) b) c) d) Sejak baru (dari pabrik) Sejak dipasang di pesawat Sejak pemeliharaan terakhir Sisa usia (Menuju HSI ) : 3000:00 jam : : 75:55 jam 75:55 jam 3) : 1424:05 jam b. Motor Kanan ( STKM nomor SLAIK/1096-MP/V/2004/Dislambangjaau ) 1) 2) Pabrik pembuatan : Garret Airresearch Model.RAHASIA 11 2) Sejak PI terakhir ( PI-3300/II) : 75:55 jam 30.

Propeller Kanan 1) Pabrik 2) Model dan seri nomor 3) Jumlah jam operasi a) b) c) d) 32.55 jam (Pengadaan OHC PT.RAHASIA 12 2) Model dan seri nomor : R 334/4-82-F/13 SN: DAP 0028 3) Jumlah jam operasi a) b) c) d) Sejak baru (dari pabrik) Sejak dipasang di pesawat Sejak pemeliharaan terakhir Sisa usia (Menuju O/H ) : : Dowty Rotor : R 334/4-82-F/13 SN: DAP 0029 : 3991:15 jam : : 75:55 jam 75:55 jam : 1008:15 jam b. Swadarma Guna) Unknown 3000 jam ( Sisa jam menuju TCI =2924:05 jam ) RAHASIA TSO : TSN : TBO : . Fuel Control Unit : 1) Left Hand PN SN : : 897375-16 1704270 75. Sejak baru (dari pabrik) Sejak dipasang di pesawat : 1926:30 jam : : 375:55 jam 75:55 jam Sejak pemeliharaan terakhir Sisa usia (Menuju O/H ) : 3073:30 jam Components / Accesories / Systems : a.

Fuel Pump 1) Left Hand PN SN : : 897390-7 P-736C 75:55 jam Unknown (Overhaul PT. Bina Cipta Angkasa) 2000 jam ( Sisa jam menuju TCI =1924:05 jam ) TSO : TSN : TBO : 2) Right Hand PN SN : : 897390-8 P-7970 276:55 jam Unknown 2000 jam ( Sisa jam menuju TCI =1723:05 jam ) TSO : TSN : TBO : RAHASIA .RAHASIA 13 2) Right Hand PN SN : : 897375-16 1705494 275:55 jam 3181:25 jam (Overhaul PT. Sigar Dirgajaya Utama) 3000 jam ( Sisa jam menuju TCI =2724:05 jam ) TSO : TSN : TBO : b.

Firex 1) Left Hand PN SN Tanggal Pasang Tanggal Lepas 2) Right Hand PN SN Tanggal Pasang Tanggal Lepas : : : : GRAV 1167A-1 CK 5511 ( Ex : A-2103 ) 22 Oktober 2007 22 Juni 2009 : : : : GRAV 1167A-1 CM 4515 ( Ex : A-2103 ) 22 Oktober 2007 22 Juni 2009 d.RAHASIA 14 c. Firex Cartridge 1) Left Hand PN SN Tanggal Pasang Tanggal Lepas 2) Right Hand PN SN Tanggal Pasang : : : GRAV A718-3 225C009 ( Ex : A-2103 ) 22 Oktober 2007 : : : : GRAV A718-3 225C007 ( Ex : A-2103 ) 22 Oktober 2007 22 Juni 2009 RAHASIA .

RAHASIA 15 Tanggal Lepas : 22 Juni 2009 e. Firex Cartridge 1) Left Hand PN SN Tanggal Pasang Tanggal Lepas 2) Right Hand PN SN Tanggal Pasang Tanggal Lepas : : : : GRAV A719-3 120D068 ( Ex : A-2103 ) 22 Oktober 2007 22 Juni 2009 : : : : GRAV A719-3 120D067 ( Ex : A-2103 ) 22 Oktober 2007 22 Juni 2009 RAHASIA .

: Magelang / 23 Januari 1970. Pengalaman Terbang Hingga Waktu Kecelakaan. : Wing 2 Lanud Abd S. Ijazah dan Sertifikat.RAHASIA 16 B A B III AWAK PESAWAT 33. Parman Magelang SMPN 7 Magelang SMAN TIDK Magelang Akademi Angkatan Udara Sekolah Penerbang TNI AU angkatan 47 Sekkau angkatan 69 KIBI Abd Saleh angkatan 33 SIP SESKOAU angkatan 44 Lulus Th 1982 Lulus Th 1985 Lulus Th 1988 Lulus tahun 1992 Lulus tahun 1995 Lulus tahun 2001 Lulus tahun 2002 Lulus tahun 2005 Lulus Tahun 2007 c. 1) Jumlah jam terbang seluruhnya : 2495:30 jam RAHASIA . 1) 2) 3) 4) 5) b. Nama Lengkap Pangkat/NRP Tempat/Tanggal Lahir Jabatan Kesatuan : Bandot Ardjijanto. Penerbang I. : Kaopslat Wing 2. a. : Mayor Pnb / 518322. Umum. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) SDN I S.

2) 3) 4) Batas masa berlaku Kesemaptaan : 7 Januari 2009. kemudian dilakukan operasi Laparascopi untuk mengambil kandung empedu. Tanggal 20 Pebruari 2008 Mayor Pnb Bandot Ardjijanto NRP 518322 masuk ke RS Ramelan Surabaya. temporary grounded dan disaran konsultasi dokter Spesialis Penyakit Dalam dengan overweight (10. post operasi adalah Cholecystitis Chronis Non Spesifik. dan hasil analisa batu empedunya adalah calsium hydrogen fosfat 9%. Tanggal 11 Maret 2008 Kadiskesau membuat Telegram kepada Pangkoopsau II dan tembusan Danlanud ABD tentang pelaksananan BPKP di Lakespra Saryanto an Bandot Ardjijanto Mayor Pnb NRP 518322. Tanggal 1 Februari 2008 kontrol ke dokter spesialis bedah dan dinyatakan sembuh. Jam terbang dalam 90 hari terakhir : Jam terbang 1 Minggu terakhir : 47:45 03:55 jam jam Jam terbang dalam 24 jam terakhir : 01. Tanggal 25 Januari 2008 Pangkoopsau II membuat telegram kepada Danlanud ABD dengan tembusan Kadiskesau tentang grounded an Mayor Pnb Bandot Ardjijanto NRP 518322 . Cholesterol 70%. laboratorium SGPT 53 dan konsultasi ke dokter Gigi untuk pro kons 48. 1) Hasil uji kesehatan terakhir : ILA/MEDEX tanggal 7 Januari 2008.15 jam Kondisi Kesehatan. Cholelithiasis 2 buah dan tidak tampak Cholesistitis . : cukup Hasil preflight medical check Kamis. Hasil pemeriksaan Patologi Gall bladder. Tanggal 23 Januari 2008 Kadiskesau membuat telegram kepada Pangkoopsau II dan tembusan Danlanud ABD tentang grounded an Mayor Pnb Bandot Ardjijanto NRP 518322. Tanggal 13 Maret 2008 dilaksanakan rapat BPKP AU Pusat di Lakespra Saryanto dengan hasil Memenuhi syarat untuk terbang kembali. dengan hasil stakes IIIp. RAHASIA . scaling RB.5 Kg). Fatty liver. Tanggal 26 Februari 2008 Pangkoopsau II membuat telegram kepada Kadiskesau tentang permohonan pemeriksaan BPKP an Mayor Pnb Bandot Ardjijanto NRP 518322. dan disahkan dengan Keputusan Kadiskesau Tanggal 27 Maret 2008 dengan kondisi kesehatan “Memenuhi Syarat Untuk Terbang”. dengan diagnosa adalah Batu kandung Empedu. 26 Juni 2008 tidak dilakukan. Disarankan diet kurangi makanan yang berlemak.8%. Billirubin 3.RAHASIA 17 2) Jumlah jam terbang dengan type ini : 2225:00 jam 3) 4) 5) d. Tanggal 21 Pebruari 2008 Danlanud ABD membuat surat kepada Pangkoopsau II dan tembusan Kadiskesau tentang ppermintaan BPKP an Mayor Pnb Bandot Ardjijanto NRP 518322.

RAHASIA . Kondisi Kesehatan. meninggal dunia. Penerbang I. Ijazah dan Sertifikat. Tempat/Tanggal Lahir : Medan / 24 April 1975. Jabatan Kesatuan : Dan Flight Ops B. Umum. Nama Lengkap : Agung Priantoro. Pangkat/NRP : Kapten Pnb / 523427.RAHASIA 18 5) Sesudah mengalami kecelakaan ini. Pengalaman Terbang Hingga Waktu Kecelakaan. 1) 2) 3) 4) 5) b. 34. a. : Skadud 4 Wing 2 Lanud Abd S. 1) 2) 3) 4) 5) Jumlah jam terbang seluruhnya : 1509:15 1389:00 102:55 15:55 01:15 jam jam jam jam jam Jumlah jam terbang dengan type ini : Jam terbang dalam 90 hari terakhir : Jam terbang 1 Minggu terakhir : Jam terbang dalam 24 jam terakhir : d. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) SD Lubang Buaya Jakarta SMPN 81 Jakarta SMAN 67 Akademi Angkatan Udara tahun Sekbang 58 Sekkau SIP 57 Lulus Th 1987 Lulus Th 1990 Lulus Th 1993 Lulus Th 1997 Lulus Th 1999 Lulus Th 2007 Lulus Th 2007 c.

a. : Cirebon/10 Agustus 1980. Hasil preflight medical check Kamis. Sesudah mengalami kecelakaan ini. 26 Juni 2008 tidak dilakukan. : Kasubsi Rekdisp Silat Skadud 4. Pengalaman Terbang Hingga Waktu Kecelakaan. 2) 3) 4) 35. Batas masa berlaku : 24 Juni 2009. 1) Jumlah jam terbang seluruhnya : 371:25 jam RAHASIA . : Wing 2 Lanud Abd S. memenuhi syarat untuk terbang. Umum. meninggal dunia. Nama Lengkap Pangkat/NRP Tempat/Tanggal Lahir Jabatan Kesatuan : Febi Fitrian. Penerbang II. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) SDN Kramat Cirebon SMPN I Cirebon SMA Taruna Nusantara Magelang National Defense Academy Japan Sepa PK Susarjemen Susarcab ADM Sekbang 72 Lulus Th 1992 Lulus Th 1995 Lulus Th 1998 Lulus Th 2003 Lulus Th 2004 Lulus Th 2004 Lulus Th 2005 Lulus Th 2006 c. 1) 2) 3) 4) 5) b.RAHASIA 19 1) Hasil uji kesehatan terakhir : Medex tanggal 24 Juni 2008 dengan hasil Stakes IIp. : Lettu Pnb/532000. Ijazah dan Sertifikat.

memenuhi syarat untuk terbang. Hasil preflight medical check Kamis. 1) 2) 3) 4) 5) SD Boyolali SMP Boyolali STM Solo SETAMILWA 11 Kejuruan T-1 Lulus Th 1973 Lulus Th 1976 Lulus Th 1980 Lulus Th 1981 Lulus Th 1981 RAHASIA . Sesudah mengalami kecelakaan ini. : Skadud 4 Wing 2 Lanud Abd S. 36. Stakes II p. JMU I. Jam terbang dalam 90 hari terakhir : Jam terbang 1 Minggu terakhir : 42:55 11:45 01:15 jam jam jam Jam terbang dalam 24 jam terakhir : Kondisi Kesehatan : 1) Hasil uji kesehatan terakhir : Medex tanggal 18 September 2008. meninggal dunia. Nama Lengkap Pangkat/NRP : Bambang Triyanto. : Lettu Tek / 510744.RAHASIA 20 2) Jumlah jam terbang dengan type ini : 191:00 jam 3) 4) 5) d. Umum. Jabatan Kesatuan : Kasubsi Lamja. Tempat/Tanggal Lahir : Boyolali / 11 Januari 1961. 1) 2) 3) 4) 5) b. 26 Juni 2008 tidak dilakukan. 2) 3) 4) Batas masa berlaku : 18 September 2009. Ijazah dan Sertifikat. a.

1) Hasil uji kesehatan terakhir : ILA.RAHASIA 21 6) Kejuruan T-2 Lulus Th 1983 7) 8) 9) 10) 11) 12) c. 2) 3) 4) 5) Batas masa berlaku Kesamaptaan : 28 Januari 2011 : cukup Hasil preflight medical check Kamis. a. Sesudah mengalami kecelakaan ini. RAHASIA . Kondisi Kesehatan. 1) Nama Lengkap : Agus Susanto. dengan saran turunkan berat badan dan konsultasi gigi. Umum. tanggal 28 Januari 2008. Kejuruan D-1 Secaba Reg 20 Susbamenjur 8 Dik JMU 1 Setukpa 4 Suspa Lambangja Lulus Th 1983 Lulus Th 1985 Lulus Th 1988 Lulus Th 1988 Lulus Th 2001 Lulus Th 2008 Pengalaman Terbang Hingga Waktu Kecelakaan. Stakes II p. 26 Juni 2008 tidak dilakukan. JMU II. meninggal dunia 37. 1) 2) 3) 4) 5) Jumlah jam terbang seluruhnya : 1516:35 1516:35 03:55 03:55 01:15 jam jam jam jam jam Jumlah jam terbang dengan type ini : Jam terbang dalam 90 hari terakhir : Jam terbang 1 Minggu terakhir : Jam terbang dalam 24 jam terakhir : d.

Pengalaman Terbang Hingga Waktu Kecelakaan. 1) 2) 3) Jumlah jam terbang seluruhnya : 360:05 360:05 06:15 jam jam jam Jumlah jam terbang dengan type ini : Jam terbang dalam 90 hari terakhir : RAHASIA . 3) 4) 5) b.RAHASIA 22 2) Pangkat/NRP : Pelda / 505983. 1) 2) 3) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) SD Angkasa Husein S Bandung SMP Angkasa Adi S Yogyakarta STMN 1 Yogyakarta SETAMILSUK 16 KIBI Hlm AFB 24 BOEING 737 551. Ijazah dan Sertifikat. : Skatek 022 Lanud Abd S. Tempat/Tanggal Lahir : Yogya / 8 Agustus 1963. Jabatan Kesatuan : Anggota Skatek 022. 11 Airframe Rep Tech Parking Master Susjurlata (D-1) Secaba 33 Jet Eng Mech USA Susbamenjur (D-2) Inspektor Dikkualsus JMU C-212 A-6 Lulus Th 1975 Lulus Th 1979 Lulus Th 1982 Lulus Th 1983 Lulus Th 1984 Lulus Th 1985 Lulus Th 1985 Lulus Th 1986 Lulus Th 1986 Lulus Th 1989 Lulus Th 1990 Lulus Th 2002 Lulus Th 2004 Lulus Th 2006 c.

e.RAHASIA 23 4) 5) d. 26 Juni 2008 tidak dilakukan. b. Hasil preflight medical check Kamis. Letkol Tek Ir. 1) 2) 3) 4) Hasil uji kesehatan terakhir Batas masa berlaku : Medex. Wahyu Hidayat (Meninggal Dunia) d. Kolonel Sus Djafara (Meninggal Dunia) c. Sesudah mengalami kecelakaan ini. 39. tanggal 31 Januari 2008. : 31 Januari 2009. Awak Pesawat a. meninggal dunia. Jam terbang 1 Minggu terakhir : 03:55 01:15 jam jam Jam terbang dalam 24 jam terakhir : Kondisi Kesehatan. Kolonel Pnb Albertus Sulaksono (Meninggal dunia) b. d. : 5 orang Mayor Pnb Bandot Ardjijanto (Meninggal dunia) Kapten Pnb Agung Priantoro (Meninggal dunia) Lettu Pnb Febi Fitrian (Meninggal dunia) Lettu Tek Bambang Triyanto (Meninggal dunia) Pelda Agus Susanto (Meninggal dunia) : 7 orang Penumpang Militer a. Letkol Sus Supriyadi (Meninggal Dunia) e. c. B A B IV KORBAN 38. Mayor Sus Susika M (Meninggal Dunia) RAHASIA .

rekanan (Meninggal dunia) Phadillah Putera Sinaga. : 6 orang Mahendra Kumar. warganegara India (Meninggal dunia) Kwong Ping Anthony Kwok. b. 41. rekanan (Meninggal dunia) : Nihil Lain-lain BAB V KERUSAKAN 42. d. c. warganegara Singapura (Meninggal dunia) Gatot Purnomo. Penumpang Sipil a. Kapten Sus Ronald P (Meninggal Dunia) 40. e. f. Keadaan pesawat C-212-200 Casa/A-2106 : Total Lost. Kapten Sus Doni (Meninggal Dunia) g. RAHASIA . rekanan (Meninggal dunia) Amy Muharam.RAHASIA 24 f. warganegara Inggris (Meninggal dunia) Tan Hong King.

Meteorological report for take off and landing Weather forecast/Prognotic weather chart Foto satelit cuaca Upper wind : Periksa lampiran : Periksa lampiran : Periksa lampiran : Periksa lampiran RAHASIA .RAHASIA 25 BAB VI CUACA 43.89 ins Nihil b. d. Lingkungan tempat terjadinya accident pesawat merupakan daerah hutan pegunungan dan jurang dengan kemiringan bervariasi antara 50°-80°. Umum. Lingkungan tempat kejadian kecelakaan. 44. Meteorological report for take-off and landing (QAM) s tasiun meteorologi Lanud Atang Senjaya Bogor sebagai berikut : a. Laporan/keterangan : a. b. 6 Km Haze Few 1800 feet 28° C/22°C 1012 mbs/29. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Surface wind Horizontal visibility Present weather Cloud Temperature Alt setting Remarks : : : : : : : 050°/04 Knot. c. Cuaca saat kejadian.

Ardjijanto lahir di Magelang pada tanggal 23 Januari 1970. Sejak awal Mayor Pnb B.RAHASIA 26 BAB VII FAKTA-FAKTA YANG DITEMUKAN 45. dan telah dikaruniai tiga orang anak. sedangkan ibunya bernama Sutjati sebagai ibu rumah tangga. Sesuai pernyataan rekan-rekan awak pesawat Mayor Pnb B. Blok F-22 Lanud Abdurrahman Saleh. Isteri bekerja di salah satu Bank Swasta di kota Malang. Telah memiliki 2225:00 jam terbang. Jam terbang yang telah dicapai adalah 2495:30 jam terbang dimana untuk pesawat Cassa ybs. b. Ardjijanto bercita-cita menjadi penerbang. Ayah Mayor Pnb Bandot Ardjijanto bernama Radji adalah seorang anggota TNI AD yang telah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 1977. 1) Mayor Pnb B. Ayah dari Kapten Pnb Agung Priantoro bernama Nurawan adalah seorang purnawirawan TNI AU. Kapten Pnb Agung Priantoro telah menikah dengan Sri Astrid Ardiati pada tanggal 7 September 2002. Sedangkan Ibunya bernama Ninik Suhartini sebagai ibu rumah tangga dan telah meninggal dunia akibat sakit pada tanggal 21 November 2001. Mayor Pnb Bandot Ardjijanto telah menikah dengan Dra Daysi Prasetyani pada tanggal 7 Mei 1996. 2) Kapten Pnb Agung Priantoro lulus dari AAU tahun 1997 dan kemudian melanjutkan ke Sekbang Angkatan 58 yang diselesaikannya tahun 1999. kemudian mengikuti pendidikan Sekbang angkatan 47 dan lulus tahun 1995. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dengan tiga orang saudara wanita. Kapten Pnb Agung Priantoro 1) Kapten Pnb Agung Priantoro lahir di Medan pada tanggal 24 April 1975. dan telah dikaruniai satu orang anak. 2) Mayor Pnb B. Saat ini kualifikasi Kapten Pnb Agung Priantoro adalah Captain Pilot dengan RAHASIA . Faktor Kondisional : a. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang terdiri dari satu orang saudara laki-laki dan satu orang saudara perempuan. Malang. Ardjijanto. Alamat rumah di komplek Amarta. Alamat rumah di Kompleks Amarta. Ardijanto Lulus dari AAU tahun 1992. blok I-28 Lanud Abdurrahman Saleh. Saat ini kualifikasi yang bersangkutan adalah instruktur penerbang Cassa 212 dengan jabatan sebagai Kaopslat Wing 2. Malang.

2) Lettu Tek Bambang Triyanto lulus dari SETAMILWA angkatan 11 pada tahun 1981. Jl. Lettu Tek Bambang Triyanto telah menikah dengan Sunarti pada tanggal 1 November 1985. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara terdiri dari satu saudara laki-laki dan dua orang saudara perempuan. sedang berada di Cirebon. Eng 1) Lettu Pnb Febi Fitrian lahir di Cirebon pada tanggal 10 Agustus 1980. Lanud Abdurrahman Saleh. Pelda Agus Susanto telah menikah dengan Theresia Dwi Rumpokowati pada RAHASIA . dan telah dikaruniai satu orang anak. Pada saat kejadian. telah memiliki 1389:00 jam terbang. Ia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara dengan dua orang saudara perempuan. 15. Lettu Tek Bambang Triyanto 1) Lettu Tek Bambang Triyanto lahir di Boyolali pada tanggal 11 Januari 1961. isteri ybs. Dan mengikuti pendidikan SECABA REG angkatan 20 yang diselesaikannya pada tahun 1985. Ia mengikuti pendidikan Sekbang angkatan 72 yang diselesaikannya tahun 2006. Saat ini kualifikasi Lettu Pnb Febi Fitrian adalah penerbang pesawat Cassa 212 dengan jabatan kasubsi rekdisp Silat Skd 4 wing 2 Lanud Abd S dan mempunyai total jam terbang 371:25 Jam terbang dan dengan pesawat cassa 191:00 jam terbang. c. e. blok G11 Lanud Abdurrahman Saleh. Pelda Agus Susanto 1) Pelda Agus Susanto lahir di Yogyakarta pada tanggal 8 Agustus 1963.RAHASIA 27 jabatan sebagai Dan Flt Ops “B” Skadud 4 Lanud Abd S. Alamat rumah di komplek TNI AU. Lettu Pnb Febi Fitrian telah menikah dengan Anita Perdanawati pada tanggal 7 September 2002 dan mempunyai seorang anak berumur 2 bulan. Ayah dari Pelda Agus Susanto Adalah seorang purnawirawan TNI AU dan telah meninggal dunia akibat sakit pada tanggal 5 Februari 2000. 2) Lettu Pnb Febi Fitrian lulus dari National Defence Academy of Japan tahun 2003 dan kemudian melanjutkan DIKMAPA PK TNI tahun 2003 dan lulus tahun 2004. Pekerjaan ibu sebagai ibu rumah tangga. Alamat rumah di Kompleks Amarta. Malang. Ayah dari Lettu Tek Bambang Triyanto adalah seorang guru SD dan ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Malang. B. Ia merupakan anak ke tiga dari delapan bersaudara yang terdiri dari tiga orang saudara laki-laki dan empat orang saudara perempuan. Jam terbang yang telah dicapai adalah 1509:15 jam terbang dimana untuk pesawat Cassa 212 ybs. Lettu Pnb Febi Fitrian. Harymulyono No. d. Ayah dari Lettu Pnb Febi Fitrian bernama Dodo Subardjo bekerja sebagai Asisten Apoteker dan sekarang sudah meninggal dunia sedangkan ibunya bernama Hj Aslinda sebagai ibu rumah tangga.

Taraf kecerdasan Lettu Pnb Febi tergolong jauh di atas rata-rata dengan kemampuan daya analisis yang tajam. Dalam hubungan sosial. Sebelum kejadian. Sikap kerjanya positif mendukung motivasi berprestasi dan kemauan yang kuat untuk bekerja keras. seleksi masuk pendidikan sekolah penerbang serta hasil pemeriksaan psikologi berkala yang terakhir. Dari aspek emosi. ia mengikuti pendidikan SECABA angkatan 33 yang diselesaikannya pada tahun 1989. mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan. B.01. dan telah dikaruniai dua orang anak. Kehidupan emosi cukup terkendali. Taraf kecerdasan Lettu Tek Bambang Triyanto tergolong rata-rata bawah namun ia masih mampu menangani permasalahan tugas di bidang teknik yang tidak terlalu kompleks. 2) Pelda Agus Susanto lulus dari SECATA angkatan 16 pada tahun 1983. Kehidupan emosi cukup terkendali dan termasuk orang yang tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan situasi sesaat. 46. Hanya saja dari aspek kepemimpinan. Alamat rumah di Perum Candirenggo Asri Blok Q. Kondisi Psikologis a. Malang. Kondisi psikologis awak pesawat diperoleh dari hasil pemeriksaan psikologi yang dilakukan sebelumnya (data awal) khususnya pada saat yang bersangkutan melaksanakan seleksi masuk anggota TNI AU. 2) Kapten Pnb Agung Priantoro. Eng. tidak terlihat kesulitan dalam menyesuaikan diri maupun dalam menjalin relasi dengan lingkungan sosial. Taraf kecerdasan Mayor Pnb B. Ia mampu menyesuaikan diri dengan tugas-tugas baru dan cepat dalam menguasai keterampilan baru di bidang tugasnya. Sikap kerjanya positif. Ia seorang yang keras memegang pendirian dan tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan. Ardjijanto. Singosari.RAHASIA 28 tanggal 12 Mei 1988. memiliki potensi untuk berkembang. Dalam bekerja menunjukkan perhatian untuk bekerja sesuai prosedur. RAHASIA . ia tergolong tipe pekerja yang cepat dan enerjik. Taraf kecerdasan Kapten Pnb Agung Priantoro tergolong rata-rata atas. dan memiliki motivasi berprestasi yang cukup besar yang didukung kemauan kuat untuk bekerja keras. Ardjijanto tergolong rata-rata atas dengan kemampuan analisis yang cukup baik. Dalam menjalin hubungan sosial. terlihat potensinya masih dalam taraf berkembang. terkadang masih dipengaruhi perubahan situasi sesaat tetapi reaksi yang ditampilkan cukup terkendali. Dalam hubungan sosial. mampu bekerja secara produktif. Ia memiliki perhatian yang besar untuk bekerja sesuai prosedur. Sedangkan dari aspek kepemimpinan. ia tampak tertutup dan tidak mudah mengekspresikan diri. Sikapnya terhadap lingkungan cenderung menjaga jarak dan formal. 3) Lettu Pnb Febi Fitrian. Secara umum diperoleh gambaran psikologis sebagai berikut : 1) Mayor Pnb B. 4) Lettu Tek Bambang Triyanto. Dalam situasi kerja yang menekan. Dalam menjalankan tugas. Semangat kerjanya yang kuat didukung oleh motivasi berprestasi yang tinggi.

adalah Captain Pilot pada misi hari pertama pemotretan. Taraf kecerdasan Pelda Agus Susanto tergolong di atas rata-rata dengan kemampuan dasar-dasar teknik praktis yang memadai. ia memiliki daya tahan untuk tetap bekerja secara produktif. dan saat kejadian posisi ybs. b. Secara umum tidak ada keluhan psikologis. Ia memiliki kapasitas energi kerja yang besar dan tempo kerja cepat. Selain itu. Secara umum tidak ada keluhan psikologis. Satu hari sebelum kejadian. Menjelang dan saat kejadian . Kapasitas energi kerjanya cukup besar dan dapat diandalkan untuk bekerja dengan target produktivitas yang tinggi. Ybs. Segi emosi cukup terkendali dan tidak mudah terpengaruh oleh perubahan situasi sesaat. Ia tergolong tipe pekerja yang enerjik dan mempunyai kepercayaan diri dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepadanya. Dalam situasi kerja di bawah tekanan. informasi juga diperoleh melalui hasil wawancara dan observasi terhadap rekan-rekan awak pesawat di Lanud Abd dan dari psikolog Lanud setempat. adalah Captain Pilot. dan kondisi psikologis Kapten Pnb Agung Priantoro satu hari sebelumnya terlihat tidak menunjukan perilaku yang luar biasa. namun ia tak mengalami hambatan dalam menjalin relasi sosial. Penugasan misi pemotretan ini merupakan penugasan ketiga Kapten Pnb Agung Priantoro di luar pangkalan dalam satu bulan ini. 2) Kapten Pnb Agung Priantoro . baru pulang dari tugas di Irian Jaya tgl 29 Mei 2008. adalah Co Pilot pada misi hari pertama pemotretan. Meskipun kurang luwes.RAHASIA 29 Sebagai pekerja. Ardjijanto satu hari sebelumnya terlihat tidak menunjukan perilaku yang luar biasa dan ybs. Secara umum diperoleh gambaran sebagai berikut : 1) Mayor Pnb B. Dalam lingkungan sosial. tampak tak terlalu luwes dalam bergaul namun mampu menempatkan diri sesuai tuntutan lingkungan. RAHASIA . Meskipun dalam perencanaan kurang sistematis. dan mengikuti latgab TNI dari tgl. Informasi diperoleh melalui hasil wawancara dengan anggota Dissurpotrudau yang bekerja bersama awak pesawat dalam tugas pemotretan tersebut. Penyesuaian dirinya terhadap tugas-tugas baru dapat diandalkan. Penugasan misi pemotretan ini merupakan penugasan kedua Mayor Pnb B. selesai mengikuti latgab TNI dari tgl. 2 Juni s. Ardjijanto . 21 Juni 2008. dan kondisi psikologis Mayor Penerbang B.d. 5) Pelda Agus Susanto. 21 Juni 2008. ybs. Kehidupan emosi cukup terkendali dan tidak mudah dipengaruhi oleh perubahan situasi sesaat. ia tergolong cepat dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.d. 2 Juni s. namun ia tipe orang yang ketat dalam menerapkan aturan/prosedur kerja. Ardjijanto di luar pangkalan dalam satu bulan ini sesudah ybs.

R/H PTT Interphone Sometime Out tindakan penggantian PTT. c. Sesuai dengan log book. DME Control Can’t Receive tindakan penggantian DME. Setelah kejadian. d. B. 1 Jamming tindakan Wiring PTT Cable. adalah Co Pilot. c. VHF No. Tanggal 2 Juni 2008. Kondisi psikologis Lettu Teknik Bambang Triyanto Secara umum tidak ada keluhan psikologis maupun kondisi psikologis yang luar biasa. VHF Jamming tindakan VHF Set Changed Position. Tanggal 27 Mei 2008. R/H Engine EGT 650 °C at 80% Torque tindakan R/H TTL dan SRL Connector Cleaned. Power Lever Split 1” tindakan Rigging. seluruh pekerjaan selesai tanggal 22 Mei 2008 dengan hasil baik. R/H Fire Wall Electric Fuel Shut Off Valve Leak tindakan penggantian Shut Off Valve dari A-2108. posisi ybs. RAHASIA . 4) Lettu Tek Bambang Triyanto. Eng . Kondisi pesawat sebelum kejadian.RAHASIA 30 3) Lettu Pnb Febi Fitrian. perkelahan/ remarks yang pernah dialami pesawat A-2106 pada satu bulan terakhir sebelum kejadian antara lain : a. Setelah kejadian kondisi psikologis semua awak pesawat tidak dapat dinilai dikarenakan semua awak pesawat meninggal dunia. hasil baik. tindakan Slaving Acc Conector Cleaned. L/H RMI Delayed. adalah penumpang. L/H Torque Dellay tindakan Rigging dan VHF No. dan kondisi psikologis Lettu Pnb Febi Fitrian satu hari sebelumnya terlihat tidak menunjukan perilaku yang luar biasa. Kondisi psikologis Pelda Agus Susanto Secara umum tidak ada keluhan psikologis maupun kondisi psikologis yang luar biasa. Satu hari sebelum kejadian. Tanggal 20 Mei 2008. 5) Pelda Agus Susanto. dan saat kejadian posisi ybs. Tanggal 22 Mei 2008. Nose Streering Can’t Maintance Pressure tindakan penggantian Discharge Valve Steering. b. Bidang Materiil 47. Nose Steering Accumulator Leak tindakan Streering Line Tightened. seluruh pekerjaan selesai tanggal 22 Mei 2008 dengan hasil baik. Secara umum tidak ada keluhan psikologis. 1 Weak tindakan penggantian ICS. Ground check dengan hasil baik. Penugasan misi pemotretan ini merupakan penugasan pertama Lettu Pnb Febi Fitrian di luar pangkalan dalam satu bulan ini.

Hasil Pemeriksaan dan temuan di lapangan. Kondisi Pesawat Terbang Setelah Kejadian .RAHASIA 31 48. Air Frame 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) Nose Landing Gear L/H Main Landing Gear R/H Main Landing Gear Wing L/H Wing R/H Flap L/H Flap R/H Aileron L/H Aileron R/H Cockpit Elevator Rudder Fuselage Atas : : : : : : : : : : : : : total lost total lost total lost total lost total lost total lost total lost total lost total lost total lost total lost total lost total lost RAHASIA . L/H Engine R/H Engine : : total lost total lost Propeller 1) 2) L/H Propeller R/H Propeller : : total lost total lost c. Kondisi Pesawat pada saat kejadian (lihat lampiran denah TKP dan Barang bukti) 49. kondisi kerusakan pesawat adalah sebagai berikut : a. Engine 1) 2) b.

2) Propeller kiri SN. 3) 4) Outer Wing kiri berada 5 m diatas propeller kiri dan 10 m ke utara. RAHASIA . DAP 0028 berada kurang lebih 10 m sebelah utara badan pesawat. terdiri dari dua bagian ditemukan 5 m di depan sebelah utara engine kiri. e. 9) Kamera. kondisi hancur arah ke timur selatan. Fuselage yang tersisa hanya bagian kiri mengarah ke utara dan Tail section mengarah ke utara. 7) Sayap kanan terlempar sejauh 30 m dari badan pesawat. Kursi JMU terlempar sejauh 25 m sebelah selatan badan pesawat. 50. 5) Engine kiri SN. a. Instrument Lain-lain : : total lost total lost Temuan Materiil di TKP.RAHASIA 32 d. 8) Propeller kanan SN. Posisi Barang Bukti ( bagian-bagian besar pesawat ) 1) Bagian induk pesawat ditemukan di ketinggian 4700 feet (penunjukan GPS) dengan posisi cockpit terbelah menjadi dua. P-37365 berada 10 m sebelah selatan engine kiri. 6) Engine kanan SN. DAP 0029 berada 5 m disebelah barat dari engine kanan atau 25 m di bawah badan pesawat. P-37421 berada 20 m di bawah badan pesawat (pusat impact ). sekitar 15 m sebelah selatan engine kanan.

sedangkan safety wire pada 8 bolt yang menempel ke engine masih utuh. Fakta Sebagai Data. P-37421 ). b) USG pada FCU menunjuk angka 5 ( minimum ). Rod dan lever pengatur umumnya masih bagus. f) Ditemukan kayu hutan yang masuk melalui air intake sampai mengenai blade compressor sehingga keriting dan bengkok.RAHASIA 33 Selanjutnya dapat dipetakan dengan denah lokasi TKP seperti gambar di bawah. e) Propeller shaft engine kiri ditemukan belitan belukar alot dan kuat. berarti rigging sesuai ). c) PPC menunjuk angka 22 ( mendekati penunjukan pada MFV. Dari pengamatan posisi dan kondisi terakhir beberapa bagian besar pesawat ditemukan data sebagai berikut : 1) Engine Kiri ( SN. setelah dilakukan pengamatan secara detail oleh dua Tim yang berbeda ditemukan beberapa fakta sebagai berikut: a) MFV pada FCU masih menunjuk angka 25 ( sesuai posisi power lever pada control pedestal pada Ground Idle). d) Kondisi FCU. U OUTER WING KIRI S 4 POHON BESAR KURSI JMU 3 2 PROP KIRI BAGIAN INDUK PSWT ALT 4700 1 7 KAMERA 5 ENG KIRI 6 SAYAP KANAN 9 ENG KANAN 8 PROP KANAN b. belakangan posisi sudah berubah karena tergeser oleh perubahan rod saat kegiatan melepas FCU. RAHASIA .

k) Electric fuel shut off valve posisi close namun tidak sempurna ( sekitar 90 % ). 3) Propeller Kiri ( SN DAP 0028 ). terlihat jelas ketika fuel nozzle dilepas. d) Blade 1 dan 4 kondisi keduanya melengkung akibat bekas benturan. Dari 4 blade. 2) Engine Kanan ( SN. Starter Generator kondisi normal ( tidak terjadi terbakar ) Fire Extinguisher kondisi utuh ( tidak teroperate ). Feather valve posisi normal ( tidak tertarik kebelakang). Starter Generator kondisi normal ( tidak terjadi terbakar ). RAHASIA . PPC menunjuk angka 32. dengan melakukan pengamatan dan pemeriksaan teliti. Fire Extinguisher kondisi utuh ( tidak teroperate ). c) Blade 1 dan 3 posisi sama-sama reverse namun arah leading edge berlawanan.RAHASIA 34 g) Pada bagian ujung kayu yang masuk ke intake engine kondisi terparut dan bekas parutan berbentuk serbuk ditemukan juga pada bagian combustion chamber. h) i) j) Feather valve posisi normal ( tidak tertarik ke belakang ). l) Oil cooler sudah tidak ada namun ataching lacth ke engine masih ada dan utuh. b) c) d) e) f) g) USG menunjuk angka 6 ( minimum ). P-37365 ). Rod dan lever pengatur umumnya masih bagus. Kondisi FCU. setelah dilakukan pengamatan dan pemeriksaan pada bagian blade. ditemukan fakta sebagai berikut : a) MFV masih menunjuk angka 55 ( sesuai dengan posisi power lever pada Flight Idle). ditemukan fakta sebagai berikut : a) b) Dome cover masih utuh. 2 blade posisi feather dan 2 blade posisi reverse.

e) Semua blade dapat digerakan. 2 blade posisi feather dan 2 blade posisi reverse. antara lain : a) b) RPM indicator 1 ea menunjuk high namun jarum besar rusak. 5) Control Lever pada pedestal. power lever kanan di posisi flight idle. RAHASIA . setelah dilakukan pengamatan dan pemeriksaan dengan menggerakan bagian blade. Dari 4 blade. namun penunjukan masih bisa diamati dengan jelas. Altitude Indicator menunjukkan angka 5400 feet Vario indicator menunjuk angka 1600 ft per menit UP. Fuel Quantity indicator 1 ea menunjuk 700 lbs. 6) Instrumen Panel. ada penunjukan sebagai berikut : a) b) c) d) Dome cover rusak berat ( penyok ). b) Power lever kiri di posisi Ground Idle menuju Reverse. seharusnya tidak bisa. dapat dipastikan bagian “OPERATING PIN” sudah patah. kondisi pada umumnya sudah hancur namun ada beberapa indicator engine dan flight instrumen yang dapat diamati dengan jelas. kondisi kerusakan lebih parah dibanding propeller kiri. sesuai dengan arah terbang pesawat. c) Horizontal Situation Ind. d) e) f) g) Emergency Shutdown Lever berada pada posisi “ normal “. c) Speed lever keduanya pada posisi high. Trim Aileron menunjuk 8 kanan. Blade no. 3 pada bagian counterweigh patah dan hilang. Course Heading menunjuk “S“ atau South. kondisi sebagai berikut : a) Kondisi rumah pedestal pada bagian atas tertekuk kekanan.RAHASIA 35 4) Propeller Kanan ( SN DAP 0029 ).

6 Km Haze Few 1800 feet . 51. Cuaca pada tanggal 26 Juni 2008 : 1) Tempat pemberangkatan (Lanud Halim PK. Dukungan operasi penerbangan. jam 02:30 UTC) : a) b) c) d) e) f) g) 2) Surface wind Horizontal visibility Present weather Cloud Temperature Alt setting Remarks : : : : : : : 100°/07 Knot. a. Generator kiri off. 5 Km Haze No Low Cloud ( NLC) 29° C / 23°C 1013 mbs / 29. antara lain fuel switch kiri close. Bidang Media / Lingkungan.91 ins Nil Lanud Atang Senjaya (jam 03:00 UTC) : a) b) c) d) Surface wind Horizontal visibility Present weather Cloud RAHASIA : : : : 050°/04 Knot. all fuel booster pump kiri off. Cuaca.RAHASIA 36 h) Posisi beberapa Switch berbeda dari kondisi normal. bateray 2 dan 3 off serta Hydraulic pump On. all Inverter off.

antara lain : a) Runway : (1) (2) (3) (4) b) Runway Runway dimension Runway surface Elevasi : 06 . 1) Fasilitas penerbangan pemberangkatan (Lanud Halim PK. Temperature Alt setting Remarks : 28° C / 22°C : 1012 mbs : Nihil Fasilitas penerbangan.RAHASIA 37 e) f) g) b. : Asphalt : 84 feet. Taxiway : (1) Taxiway “A” : (a) (b) (c) (2) Dimension Surface Position : 151 X 35 Meter : Concrete : Main apron Bandara Taxiway “B” : (a) (b) (c) Dimension Surface Position : 151 X 35 Meter : Concrete : Main apron Bandara (3) Taxiway “C” : (a) (b) (c) Dimension Surface Position : 151 X 30 Meter : Concrete : Main apron Bandara (4) Taxiway “D” : (a) (b) (c) Dimension Surface Position : 50 X 30 Meter : Asphalt : Apron base ops RAHASIA .24 : 3000 x 45 m.

kondisi “S” : Ada. Alat bantu navigasi : a) b) c) VOR /DME NDB VASI : Nil : “AS” 398 Khz. : Grass / Asphalt : 538 feet.90 Mhz Ada f) Peralatan Radar : (1) (2) Halim Tower Jakarta approach : Ada : Ada : baik. g) 2) Crash team.RAHASIA 38 c) Parking area (Apron) : (1) (2) (3) Main apron South apron IAF apron : 710.6 Mhz 128.3 Mhz : “IHAL” 111.7 Mhz : “AL” 215 Khz e) Komunikasi penerbangan : (1) (2) (3) (4) Halim Tower ATIS Jakarta approach Recorder : : : : 118.5 X 135 Meter : 55.8 X 99 Meter d) Alat bantu Navigasi : (1) (2) (3) VOR /DME ILS Run way 24 NDB : “HLM” 113.3 X 125 Meter : 469.8 Mhz 127. PK dan Ambulance Fasilitas penerbangan Lanud Atang Senjaya. antara lain : a) Runway : (1) (2) (3) (4) b) Runway Runway dimension Runway surface Elevasi : 02 . kondisi “S” RAHASIA .20 : 1500 x 30 Meter.

06 38 00 S.10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft QDR : 271˚ .179˚ Radius : 1 NM – 10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft QDR : 181˚ .089˚ Radius : 1 NM – 10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft QDR : 091˚ .3 Mhz : Ada kondisi “S” 3) Training area helicopter Lanud Atang Senjaya: a) Atang Senjaya training (WR4) meliputi wilayah udara dengan batas koordinat 06 31 00 S.RAHASIA 39 c) Komunikasi penerbangan : a) b) Atang Tower Recorder : 122.132˚ Radius : 1 NM – 10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft QDR : 134˚ . 106 30 E.224˚ Radius : 1 NM – 10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft QDR : 226˚ . 06 31 00 S.043˚ Radius : 1 NM – 10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft QDR : 051˚ . 106 50 00 E. 106 30 00 E.314˚ Radius : 1 NM – 10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft (2) Training Area 06 (3) Training Area 12 (4) Training Area 15 (5) Training Area 21 (6) Training Area 24 (7) Training Area 30: RAHASIA . b) Division of Helicopter Traning Area : (1) Training Area 03 QDR : 001˚ . GND – 6000 feet.269˚ Radius : 1 NM – . 106 50 00 E dan 06 38 00 S.

1) Crash team.RAHASIA 40 (8) Training Area 33: QDR : 316˚ .359˚ Radius : 1 NM – 10 NM Vertical limit : Gnd up to 5000 ft c) c) Lingkungan. PK dan Ambulance : baik. 2) Gap yang terletak di Gunung Salak. Lingkungan tempat terjadinya accident sebagai berikut : Daerah tempat terjadinya accident. RAHASIA .

4) Hal-hal yang menonjol pada media.RAHASIA 41 3) Gambar pepohonan yang dilintasi pesawat. hal-hal yang menonjol sebagai berikut : Pada lingkungan ditemukan a) ditemukan sebuah blade pesawat C-212-200 Casa/A-2106 pada ketinggian dengan posisi sebagai berikut : RAHASIA .

RAHASIA . 52. c. Adapun beberapa dokumen yang menjadi dasar kegiatan dan yang menyertai misi pesawat A-2106 tersebut meliputi: a. Surat Perintah Terbang Dan Lanud ABD Nomor SPT/800/VI/2008 tanggal 21 Juni 2008. Misi yang sedang dilaksanakan adalah foto flight untuk menguji Digital Mapping Camera (DMC) yang akan dioperasikan oleh Dissurpotrudau.RAHASIA 42 b) Ditemukan sebuah blade pesawat C-212-200 Casa/A-2106 pada dasar jurang dengan posisi sebagai berikut : Bidang Misi. d. AUVIA GAYA PERKASA Nomor 075/A/G/P-PUF/VI/2008 tanggal 24 Juni 2008 perihal Pelaksanaan Uji Fungsi Digital Mapping Camera. Surat Direktur PT. Hongkong Nomor 011/KE/XI/2005/AU tanggal 30 November 2005 tentang Pengadaan Peralatan Digital Mapping Camera. Telegram Pangkoopsau II Nomor T/1347/2008 tgl 20 Juni 2008. Kontrak Jual Beli antara Dephan dengan CREDENT PACIFIC LTD. Surat Perintah Dirjen Ranahan Dephan Nomor Sprin/475/II/2008 tanggal 25 Februari 2008 tentang Tim Pelaksana Teknis Sertifikasi dan Kelaikan Udara Militer Dephan. b. e.

19 Juni 2008 telah datang ke Lanud ATS Letkol Sus Wilson Tambun untuk berkoordinasi dengan pihak Lanud ATS untuk melaksanakan uji coba kamera DMC dengan menggunakan pesawat C-212-200 Casa TNI AU di atas Lanud ATS. d.1165 x= 692473.5765 y= 9276072.5765 x= 695751.0588 y= 9277546. Dalam koordinasi dengan Kadisops Lanud ATS telah ditentukan sejumlah 13 titik pengikat di darat (GCP-Ground Check Point) dengan koordinat topografi sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) x= 694814. Persiapan misi : a. Pada tanggal 25 Juni 2008 telah diadakan test uji fungsi pada pesawat dengan terbang di atas Atang Senjaya.0743 y= 9274808.5765 x= 694112. dimana saat itu Sesdis Potrud (Kadispotrud) on board.3838 y= 9274808. dimana body pesawat ikut terfoto. dengan route penerbangan HLM-ATS/Local-HLM.3838 y= 9276809.0743 y= 9274808. Pada tanggal 23 Juni 2008 telah dilakukan Ground test untuk DMC di Dissurpotrudau dengan hasil baik. dimana dalam pengambilan posisi untuk masuk pada jalur terbang yang dilaksanakan.0588 y= 9277546.6765 x= 694814.1165 x= 695751.3838 y= 9276809. Ground test hasil baik. Pelaksanaan Misi: a.7088 y= 9276072.0165 x= 694112. Pada tanggal 16 s.3465 x= 692473.7088 y= 9278810.6765 x= 693410.3465 x= 692473.6933 y= 9276809. berikut: Data Flight plan pada tanggal 26 Juni 2008 adalah sebagai RAHASIA . 54.1165 x= 694112.0743 b.3465 x= 695751. Flight Plan.0165 x= 693410.6933 y= 9278810. Diupayakan dalam penerbangan lebih halus.6933 y= 9278810.RAHASIA 43 53. c. Pada tanggal 24 Juni 2008 dilaksanakan instalasi peralatan DMC pada pesawat A-2106. b. Hasil pemotretan saat itu adalah tidak maksimal. sehingga kemudian posisi kamera diubah.d. Pada tanggal 22 Juni 2008 pesawat datang dari Lanud ABD via Lanud ADI dengan dasar Surat Perintah Terbang Dan Lanud ABD Nomor SPT/800/VI/2008 tanggal 21 Juni 2008.

-Penekanan: profile terbang max 15 derajat bank angle sesuai karakteristik DMC. Catatan : Dalam Flight Plan tanggal 26 Juni 2008 tertulis endurance pesawat 03. Mission Briefing. 2) Tanggal 26 Juni 2008 pagi hari pukul 06. -Dipimpin Mayor Pnb B. / Gol II C/ NIP 030238768. Crew Penerima : Pelda Agus S. Pesawat A-2106 akan menerbangi Rute HLM-ATS Area-HLM. Petugas pengisi : PNS Luki P. Refueling Activities. / NRP 505983.30 jam. berikut : Data kegiatan refuelling pesawat adalah sebagai 1) Tanggal 22 Juni 2008 siang hari pukul 12. 2) Crew Brief RAHASIA .00 WIB. / NRP 505983 Catatan : Tanggal 25 Juni 2008 telah melaksanakan penerbangan selama 01.30 UTC -Cruising Speed : V-150 kts -Level : A – 050 -Route: ATS Area -EET : 01.RAHASIA 44 -Flight Rules : Visual -ETD : 02.07 jam untuk mengecek DMC yang telah terpasang.00-08. : -Dilakukan (di Dissurpotrudau) mulai 09. -Tiga instruktur asing ikut memberikan briefing.00 hr -Endurance : 03 hrs 30 min -Emergency Radio : VHF only -Survival equipment : Maritime / Jungle kit / Light / Floures -Dinghies : 01 EA / Capacity : 08 / Yellow -Remarks : Nil -PIC : Mayor Ardjie -Filed by : Ltt Feby Dalam perencanaan rute penerbangan uji kamera tersebut. / Gol IIB / NIP 030248875. d. Petugas pengisi : PNS Naryo P.50 WIB telah mengisi Avtur 400 liter dari tanker nomor registrasi TC-1293-01 milik BMP Lanud Halim.30 WIB mengisi 1.00 jam.50 WIB -Dihadiri oleh seluruh Crew dgn penumpang tertua adalah Letkol Sus Supriadi. Crew Penerima : Pelda Agus S.157 ltr Avtur dari tanker nomor registrasi TC-1229-01 milik BMP Lanud Halim. Di dalam lembar Flight Plan tertulis Endurance pesawat 04. Crew telah melakukan briefing tentang misi yang diemban sebelum penerbangan yang meliputi: 1) Mass Brief : -Dilakukan di Dissurpotrudau pkl 07. c. Ardjiyanto.

00 flying hour) Dari data tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Pesawat A2106 telah terbang dengan kondisi masih dalam batas weight and balance sesuai dengan prosedur.25.” APP : “Proceed to Bogor Area.03 UTC: Pukul 02. APP : ”Confirm Bogor Area?” A-2106: “Confirm Sir . bahwa A-2106 ON CLIMBING passing 2000 ft to 5000 ft. Taxi out RWY 24 Halim PK.RAHASIA 45 e. Contact JKT APP.” RAHASIA Pukul 02.08 UTC: . Weight and Balance: Basic Weight : 4393 kg Maximum Take-off Weight : 7450 kg Maximum Landing Weight : 7350 kg _________________________________________________________ Total Load : 1040 + 400 + 225 = 1665 kg (Persons on board + Camera) Basic weight : 4393 kg Fuel on board : 1360 kg Approximate Take off weight : 7418 kg Trip Fuel used : 300 kg Approximate Landing Weight : 7118 kg (after 01. Take Off RWY heading climb to 5000ft squawk A3670.25.02 UTC: Contact JKT APP bahwa A-2106 reaching Bogor Area ketinggian 5000 feet. APP : “A-2106 maintain 5000 ft report when leaving Bogor. Kronologis kegiatan penerbangan pada hari kejadian tanggal 26 Juni 2008 adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Pukul 02. Contact lagi ke JKT APP bahwa A-2106 pada ketinggian 2300 feet Climbing to 5000 feet.30. f.” A-2106: “A-2106 maintain 5000 feet report when leaving Bogor.” 6) Pukul 02.15 UTC Pukul 02.09 UTC Pukul 02. Pelaksanaan Penerbangan tanggal 26 Juni 2008.23 UTC : : : Start Engine.

” 7) 8) 9) Pukul 03. Skadron Udara 4 merupakan satuan jajaran dibawah Lanud Abdulrahman Saleh yang mengoperasikan Pesawat C-212-200 Casa produksi dari IPTN tahun 1985. Lanud Abdulrahman Saleh. Berdasarkan telegram Pangkoopsau II Nomor T/1347/2008 tanggal 20 Juni 2008 tentang kegiatan uji fungsi dan pelatihan DMC Dissurpotrudau. 12) Pukul 12. Catatan : Pukul 10. 55.38 UTC Pukul 03.30 WIB / 03.30 UTC berdasar waktu penunjukan pada jam tangan yang dipakai Serma Bambang Purnanto ( Anggota Dissurpotrudau yang bertugas di darat ) yang bersangkutan melihat pesawat A-2106 melintas dari arah Utara ke Selatan.59. dan pesawat melintas di atas depan pada sudut pandang sekitar 45 derajat dari posisi bedirinya saat itu.10 UTC : : : Hilang dari pantauan radar.54.44’. Lanud Abdulrachman Saleh telah menyiapkan personel dan pesawat dalam kegiatan tersebut yang akan dilaksanakan oleh Dissurpotrudau menggunakan pesawat Casa dari Skadron Udara 4 dengan Surat Perintah Terbang (SPT) Nomor SPT/800/VI/2008.00 WIB Kadisops Lanud ATS mengadakan kontak telepon dengan Perwira Staf Lanud Halim yang diterima oleh Kadispers. JKT APP kehilangan kontak dengan A-2106. Posisi Serma Bambang Purnanto saat itu di sebelah Barat Landasan ATS pada koordinat S 06.RAHASIA 46 APP : “Roger A-2106. adapun route penerbangan adalah sebagai berikut : RAHASIA .028” dengan posisi menghadap ke Barat. 11) Pukul 11.39 WIB diasumsikan fuel habis berdasar endurance pesawat 03. untuk menanyakan apakah pesawat yang melaksanakan foto telah sampai di HLM.51 UTC Pukul 04. Adapun dalam pelaksanaan tugasnya mengacu pada ketentuan sebagai berikut : a. Bidang Manajemen. diperoleh informasi bahwa pesawat C-212-200 Casa dengan registrasi A2106 tidak mengadakan kontak radio dengan ATS. pesawat dinyatakan hilang.31’. JKT APP mencoba 2x memanggil A-2106 namun tidak ada jawaban (NO REPLY). Kadispers Lanud HLM menjawab akan diadakan cross check kembali ke PLLU. dikarenakan Danwing 1 dan Kadisops tidak ada ditempat.30 jam yang tercantum dalam pengisian lembar Flight Plan.32621” E 106. 10) Berdasarkan informasi dari Disops Lanud ATS (dalam hal ini PLLU).

b. 1) Telah melaksanakan kegiatan latihan sesuai dengan program latihan yang direncanakan pada TA 2008. 2008 Skadron Udara 4 telah menyusun rencana kegiatan latihan dan operasi. Pada halaman 2 point 8 dicantumkan bahwa dalam perencanaan harus memuat area yang akan difoto. Pelaksanaan. 2) Petunjuk Pelaksanaan Pemotretan Skadron Udara 4 Nomor Juklak/106/I/2004 tanggal 31 Januari 2004 tentang pelaksanaan kegiatan pemotretan udara. Melaksanakan pembinaan teknis awak pesawat dalam rangka mendukung tugas-tugas operasi dan latihan. arah jalur dan banyaknya film yang dibutuhkan. skala yang akan dibuat. Manajemen dalam pelaksanaan kegiatan operasi penerbangan di tingkat skadron terbagi dalam beberapa pentahapan. 4) Pemilihan personel pada setiap penugasan telah mengacu pada prosedur dan ketentuan crew rest. antara lain : a. Perencanaan. 1) Skadron Udara 4 telah memiliki Prosedur Pengoperasian Pesawat C212-200 Casa dan Silabi Latihan Awak Pesawat C-212-200 Casa yang telah dikeluarkan pada tanggal 18 Januari 2008 dengan Nomor Protap/02/I/2008 yang ditandatangani oleh Komandan Skadron udara 4 dan diketahui oleh Komandan Lanud Abdulrachman Saleh. 56. Skadron Udara 4. ketinggian terbang. Tanggal 26 Juni 2008 Hlm-Ats/Rumpin area-Hlm/R. Tanggal 27 Juni 2008 Hlm-Ats/Rumpin area-Hlm/R. 3) Berdasarkan Progja TA. banyak jalur yang dibutuhkan. Tanggal 24 Juni 2008 Hlm-Ats area-Hlm/R. Tanggal 23 Juni 2008 Hlm/Stby. Tanggal 28 Juni 2008 Hlm-Hsn-Hsn/Seskoau area-Hlm/R. Wing 2 Lanud Abdulrahman Saleh.RAHASIA 47 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Tanggal 22 Juni 2008 Abd-Adi-Hlm/R. jarak antar jalur. Tanggal 29 Juni 2008 Hlm-Adi-Abd. guna mendukung kegiatan pemotretan udara direncanakan sebanyak 100:00 jam. RAHASIA . Tanggal 25 Juni 2008 Hlm-Ats/Hlm area-Hlm/R. b.

Husein Sastranegara. Lanud Atang Sendjaja. 3) Penyiapan Dokumen berupa Aeronautika/Topografi/Rupa Bumi. Lanud Halim Perdanakusuma telah menyiapkan dukungan operasi penerbangan dalam kegiatan pemotretan udara yang akan dilaksanakan oleh Dissurpotrudau dengan menggunakan pesawat Casa dari Skadron Udara 4. Lanud Halim Perdanakusuma. 2) Tanggal 16 s. 1) Kegiatan foto udara yang dilaksanakan oleh Dissurpotrudau mengacu pada Bujuknis TNI AU tentang Pemotretan Udara Vertikal yang disahkan oleh Kepala Staf TNI AU dengan Nomor Skep/29/IV/2001 tanggal 4 April 2001. 2) Melaksanakan koordinasi untuk kegiatan uji fungsi dan pelatihan Digital Mapping Camera dengan mengirimkan surat telegram Nomor T/10/2008 kepada Asops Kasau meminta dukungan pesawat. Lanud Atang Sendjaja. pesawat C-212/A-2106 tiba di Lanud Halim P untuk melaksanakan dukungan pelatihan Digital Mapping Camera (DMC). Surat Perintah dan Peta–Peta 4) Dissurpotrudau telah mengeluarkan surat perintah dengan Nomor Sprin/213/VI/2008 dalam rangka pemotretan udara di daerah Lanud Halim Perdanakusuma. Erick dan Bpk. Dinas Survei dan Pemotretan Udara. Perencanaan. Lanud Atang Sendjaja telah menyiapkan dukungan operasi penerbangan dalam kegiatan pemotretan udara yang akan dilaksanakan oleh Dissurpotrudau dengan menggunakan pesawat Casa dari Skadron Udara 4.RAHASIA 48 2) Telah melaksanakan latihan profisiensi foto udara yang dilaksanakan dari tanggal 05 Februari s/d 22 Februari 2008. melaksanakan pelatihan Photogrametri dan Pemetaan oleh Mr. 13 Juni 2008.d. Kegiatan yang dilaksanakan dalam uji fungsi dan pelatihan Digital Mapping Camera (DMC) adalah sebagai berikut : a. 59. Rumpin. 58. Seskoau Bandung dan sekitarnya mulai tanggal 23 Juni sampai dengan 28 Juni 2008 dengan total 16 personel termasuk 4 instruktur orang asing. 3) Penugasan awak pesawat telah mengacu pada prosedure crew rest. 3) Tanggal 22 Juni 2008. melaksanakan pelatihan GIS (Geografi Information System) dan Image Sofware DMC oleh Bpk. Shrikan dari Credent Singapore. b. RAHASIA . 57.d 20 Juni 2008. Persiapan Pemotretan Udara. Putera dari Credent Integraph Indonesia. 1) Tanggal 9 s.

c. melaksanakan Tesf Photo Flight dan pelatihan personel observer pemotretan udara yang diikuti oleh empat personel pemotretan udara. Pada pelaksanaannya pesawat mengalami accident yang berakibat meninggal seluruh personel dan pesawat total lost RAHASIA . Hongkong serta tiga personel dari Credent Integraph Indonesia dengan kegiatan sebagai berikut : a) Pukul 07. 2) Tanggal 26 Juni 2008. melaksanakan Ground Test Digital Mapping Camera (DMC) di Dissurpotrudau dengan hasil baik.00 WIB Mass Briefing di Dissurpotrudau tentang rencana kegiatan penerbangan dengan rute Hlm-Ats/Rumpin-Hlm.Ats Area Hlm dengan hasil baik. melaksanakan briefing pada jam 7. tiga personel kelaikan dari Dephan dan enam Instruktur yang terdiri dari tiga personel asing dari Credent Integraph Singapore.RAHASIA 49 4) Tanggal 23 Juni 2008.23 WIB A-2106 Take off menuju Ats Area dengan ketinggian 5000 Feef untuk melaksanakan Test Photo Flight dan pelatihan observer. Pelaksanaan. 5) Tanggal 24 Juni 2008. b) Pukul 08. 1) Tanggal 25 Juni 2008.50 WIB Crew Briefing. melaksanakan instalasi Digital Mapping Camera (DMC) di pesawat A-2106 dilanjutkan Ground Test dengan hasil baik serta melaksanakan koordinasi dengan Lanud Halim P tentang pelaksanaan uji fungsi dan pelatihan Digital Mapping Camera (DMC). c) Pukul 09.00 WIB tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dihadiri oleh awak pesawat dan personel Dissurpotrudau dilajutkan test flight dengan rute Hlm .

RAHASIA . 1.RAHASIA 50 BAB VIII REKONSTRUKSI 60. 2. sesuai rekaman radar). Rekonstruksi kejadian U 6 4 5 3 0 1 2 9 S 8 7 10 11 Keterangan Gambar : 0. Terjadinya impact kedua pesawat swing ke kiri. Arah penerbangan pesawat sesaat sebelum terjadinya imfact adalah dari utara ke selatan (ke heading 196º S. demikian juga propeller shaft kiri terlilit belukar. Terjadinya impact pertama pada ketinggian + 5000 ft (penunjukkan GPS). kayu masuk ke air intake left hand engine dan terparut. left hand outer wing menabrak pohon bersamaan dengan lepasnya propeller sebelah kiri.

7. Posisi tail section setelah terlepas dari badan pesawat. dengan posisi cockpit terbelah menjadi 2. 9. kondisi hancur. dan mengarah ke Tenggara 4.RAHASIA 51 3. Left hand Engine SN P-37421 berada + 20 meter dibawah badan pesawat (pusat impact) setelah menggelinding dari atas. Posisi left Hand Outer wing berada disebelah kiri lintasan pesawat. Posisi right hand wing terlempar sejauh + 30 meter dari badan pesawat. 10. Posisi right hand propeller SN DAP 0029 berada + 5 meter disebelah barat dari right hand engine atau + 25 meter dibawah badan pesawat. 5. sekitar 15 meter sebelah selatan right hand engine. RAHASIA . Posisi proppeler kiri SN DAP 0028 berada disebelah kiri lintasan pesawat + 10 meter dari left hand outer wing. Right hand engine SN P-37365 berada + 10 meter sebelah selatan left hand engine. 11. 8. Terjadinya impact terakhir pada ketinggian + 4700 ft (penunjukkan GPS) yang mengakibatkan hancurnya pesawat.

RAHASIA

52

BAB IX ANALISA Bidang Manusia 61. Aspek Fisiologis. kondisi sebagai berikut : Dari data dan fakta secara umum para awak pesawat dalam

a. Kondisi Fisik. Dari hasil pemeriksaan ILA, Medex yang masih berlaku masanya, hasil konsultasi ke dokter spesialis dan tindakan pengobatan/operasi yang telah dilakukan serta rekomendasi hasil BPKP, maka dapat dianalisa bahwa kondisi para awak pesawat dalam kondisi fisik yang fit untuk melakukan tugas penerbangan. b. Performance. Dilihat dari hasil kondisi fisik yang memenuhi syarat untuk terbang maka dapat dianalisa bahwa Performance Awak pesawat pada saat melakukan misi penerbangan semuanya dalam keadaan baik, sehingga “ judgement” pada kondisi emergency diharapkan baik pula. c. Penglihatan. Dari data dan fakta hasil ILA maupun Medex para awak pesawat, semua memenuhi syarat untuk terbang maka dapat dianalisa bahwa gangguan atau keterbatasan penglihatan tidak ditemukan pada para awak pesawat, sehingga dapat dikatakan fit untuk pelaksanaan tugas penerbangan. d. Pendengaran. Dari data dan fakta hasil ILA maupun Medex para awak pesawat, semua memenuhi syarat untuk terbang maka dapat dianalisa bahwa tidak ditemukan gangguan pendengaran pada awak pesawat, semua dalam kondisi sehat (fit), sehingga mendukung untuk pelaksanaan tugas penerbangan. e. Makanan. Dari data dan fakta dilapangan bahwa menu makanan awak pesawat masih memenuhi standar gizi yang ada ( para awak pesawat menginap di mess BKKBN Jaktim), sehingga dapat dianalisa bahwa faktor makanan tidak ada pengaruh dalam pelaksanaan tugas penerbangan. f. Stress. Dari data dan fakta para awak pesawat memiliki daya tahan stres yang cukup memadai (berdasarkan hasil-hasil pemeriksaan psikologi) maka dapat dianalisa bahwa para awak pesawat secara umum dapat mendukung untuk pelaksanaan tugas penerbangan.

RAHASIA

RAHASIA

53 g. Kelelahan. Dari data dan fakta para awak pesawat terlihat tidak menunjukkan gejala-gejala fatique. Ini ditunjukkan bahwa jam tidur, gizi makanan, aktivitas harian serta jam terbang yang dilaksanakan oleh awak pesawat dalam batas normal, sehingga dapat dianalisa bahwa kelelahan bukan merupakan faktor yang berpengaruh pada tugas penerbangan selanjutnya. h. Minuman Keras, Merokok dan Obat-Obatan . Dari data dan fakta Awak pesawat tidak menunjukkan adanya gejala minum-minuman keras, merokok maupun penggunaan obat-obatan terlarang, sehingga dapat dianalisa bahwa para awak pesawat dalam kondisi fit untuk terbang. i. Aeromedis. Dari data dan fakta pada pelaksanaan penerbangan yang mengalami accident ini adalah test kamera untuk pemotretan udara, dengan ketinggian terbang 5000 feet, dibandingkan/dihadapkan dengan hasil test indoktrinasi dan aerofisilogi khususnya chamber flight serta kesemaptaan jasmani, yang rata-rata hasil yang didapatkan oleh para awak pesawat semuanya baik, maka dapat dianalisa bahwa gejala gangguan aspek aeromedis atau inkapasitas seperti hipoksia, G-Lock, sinus block, illusi dan lain-lain dapat diketahui/dikenali dan diantisipasi dengan mudah dan baik oleh para awak pesawat. Sehingga dengan demikian aspek aeromedis bukan merupakan faktor yang mengganggu bagi awak pesawat dalam melakukan tugas penerbangan ini. 62. Faktor Psikologis a. Sebelum kejadian. psikologis sebagai berikut : Kondisi psikologis awak pesawat diperoleh gambaran

1) Mayor Pnb B. Ardjijanto. Secara umum kondisi psikologis Mayor Pnb B. Ardjijanto cukup baik untuk bertugas sebagai penerbang dan tidak ditemukan indikasi psikologis yang dapat menjadi kontribusi yang dapat menyebabkan kecelakaan. 2) Kapten Pnb Agung Priantoro. Secara umum kondisi psikologis Kapten Pnb Agung Priantoro cukup baik untuk bertugas sebagai penerbang dan tidak ditemukan indikasi psikologis yang dapat menjadi kontribusi yang dapat menyebabkan kecelakaan. 3) Lettu Pnb Febi Fitrian, B. Eng. Secara umum kondisi psikologis Lettu Pnb Febi cukup baik untuk bertugas sebagai penerbang dan tidak ditemukan indikasi psikologis yang dapat menjadi kontribusi yang dapat menyebabkan kecelakaan. 4) Lettu Tek Bambang Triyanto. Secara umum kondisi psikologis Lettu Tek Bambang Triyanto cukup untuk bertugas sebagai teknisi dan tidak ditemukan indikasi psikologis yang dapat menjadi kontribusi yang dapat menyebabkan kecelakaan. 5) Pelda Agus Susanto. Secara umum kondisi psikologis Pelda Agus Susanto cukup baik untuk bertugas sebagai teknisi dan tidak ditemukan
RAHASIA

RAHASIA

54 indikasi psikologis yang dapat menjadi kontribusi yang dapat menyebabkan kecelakaan.

b. Menjelang dan saat kejadian . Kondisi psikologis awak pesawat menjelang kejadian secara umum cukup baik dan tidak ditemukan indikasi psikologis yang dapat menjadi kontribusi untuk menyebabkan kecelakaan. 63. Faktor Psikososial a. Kondisi yang berkaitan dengan hubungan sosial awak pesawat dengan sistem sosial yang ada, cukup kondusif. b. Kondisi lingkungan sosial sekitar tempat kerja awak pesawat terlihat baik, baik yang berhubungan dengan situasi kerja antar awak pesawat maupun dengan Dissurpotrudau. 64. Kesimpulan Manusia. Dari hasil analisa pada aspek kesehatan fisiologi dan aerofisilogi serta psikologi tidak ditemukan adanya faktor yang berpengaruh atau berkontribusi secara langsung terhadap terjadinya kecelakaan ini. Bidang Materiil. 65. Apabila kita mencermati data dan fakta yang ada di TKP dikaitkan dengan flight manual, maintanance manual dan hasil pengujian komponen FCU dan fuel pump kiri di Honeywell Canada, maka dapat dilakukan analisis kejadian sebagai berikut : a. Hasil pengujian dan pemeriksaan FCU PN. 897375-16 SN. 1704270 di Work Shop Honeywell Prince Edward Island, Canada, ditemukan data kerusakan pada beberapa bagian di dalam FCU, dengan rangkuman penjelasan sebagai berikut: 1) Beberapa item komponen di dalam FCU tidak mengikuti perkembangan kondisi yang dipersyaratkan Service Bulletin (SB) yang telah dikeluarkan oleh pihak pembuat engine C-212 Casa yaitu TPE 331 Garreth Air Research USA. Ditemukan beberapa washer, bolt, screw, seat, dan plug tidak terpasang, tidak sesuai spesifikasi serta mengalami modifikasi di tempat pemeliharaan yang bertentangan dengan yang ditentukan dalam SB. 2) Beberapa item komponen di dalam FCU mengalami kerusakan akibat tindakan adjusment yang berlebihan untuk memaksakan parameter FCU memenuhi limitasi yang ditentukan dalam operation manual. 3) Akibat dari tindakan pemeliharaan di dalam FCU yang bertentangan dengan kondisi yang dipersyaratkan sesuai SB maupun operation manual, maka kerja FCU dalam mengontrol supply fuel ke engine yang awalnya
RAHASIA

Dengan demikian sangat besar kemungkinannya premature failure FCU kiri ini telah menyebabkan fungsi engine kiri menjadi abnormal sehingga pesawat tidak dapat dikontrol dengan baik oleh crew sampai akhirnya menabrak pepohonan di Gunung Salak. mengingat ketinggian terbang pesawat saat misi hampir sama dengan ketinggian impact terakhir (data ketinggian sesuai Flight plan adalah 5000 ft. serta dipengaruhi gerak maju pesawat. ketinggian impact terakhir adalah 4700 ft sesuai penunjukan GPS ). dimungkinkan sesuai dengan arah putaran engine yang counter clock wise (CCW) ditambah gaya centrifugal masih bekerja pada propeller tersebut. Hal ini didukung kondisi yang rusak bukan pada leading edge melainkan satu blade melengkung di bagian tengah ruas rentang blade yang menandakan bagian ini telah menabrak benda yang keras. RAHASIA . d. dapat dipastikan bahwa Crew memang menggerakkan fuel switch kiri ke posisi close untuk shut down engine kiri in flight. satu blade lainnya melengkung dibagian ujung blade (tip) yang berarti bagian ini melengkung akibat menjadi tumpuan benturan saat jatuh ke daratan. dalam kondisi masih berputar maka prop kiri akan terkena beban gaya centrifugal yang sesaat kemudian terlepas. 4) Secara detail substansi hasil pengujian dan pemeriksaan FCU di work shop Honeywell Ltd PEI. Mencermati kondisi kerusakan pada propeller kiri ada dua bentuk bengkokan pada dua blade. propeller tidak langsung terlepas namun terjadi broken sebagian. Berdasarkan bukti fuel switch kiri pada posisi close dan fuel shut off solenoid menutup 90 %. sangat mungkin posisi prop kiri saat menabrak pohon tidak pada kondisi mengiris dengan leading edge namun lebih tepatnya menabrak dari arah depan. c. Perlu diketahui bahwa prinsip kerja FSOV electric adalah valve membuka dan menutup digerakan secara electric.RAHASIA 55 normal menjadi semakin berat sehingga pada waktu tertentu (75. sangat mungkin bagian ini terlepas pertama kali sebelum terjadi impact terakhir. Memperhatikan perkiraan sudut datangnya pesawat serta sudut pantul terhadap kondisi tebing dengan kemiringan sekitar 50º. diyakini setelah menabrak pohon. Canada dapat diperiksa pada lampiran tersendiri. Lepasnya kedua bagian ini kemungkinan besar disebabkan oleh tabrakan dengan pepohonan. sehingga valve akan berhenti pada posisi dimana listrik berhenti bekerja. Sedangkan posisi jatuhnya berada di sebelah kiri lintasan sebelum reruntuhan bagian utama pesawat.55 JT) komponen tersebut mencapai titik puncak kelelahan yang disebut Yield Point. dan pada akhirnya mengalami kondisi prematuer failure. Melihat bentuk patahan pada shim adapter pada propeller shaft kiri. Lokasi outer wing kiri pesawat ditemukan paling utara berdekatan dengan propeller kiri dan keduanya berada di kiri lintasan pesawat. maka dapat dipastikan crew melakukan shutdown engine kiri kurang dari tiga detik sebelum terjadi impact utama.80º. Bogor. b. Dikaitkan waktu yang dibutuhkan valve untuk menutup sempurna tidak lebih dari tiga detik (sesuai hasil pengujian prinsip kerja FSOV electric di Sathar 33 Depohar 30).

USG pada FCU menunjuk minimum ( 5 dan 6 ). Dengan posisi demikian ditambah masih ada thrust dan lift yang bekerja pada pesawat maka akan terjadi yaw ke kiri sehingga bagian cocpit dan body kanan pesawat mengalami dampak impact paling kuat sampai hancur. Memperhatikan posisi dan kondisi reruntuhan pesawat di TKP. engine kanan pada flight idle. artinya setiap penggerakan speed lever ke depan maka rod menekan spring pada USG untuk menunjuk ke arah maximum. sedangkan speed lever pada pedestal berada pada posisi high. Prinsip kerja dari USG adalah spring loaded. Apabila speed lever ditarik ke belakang atau cable penghubung putus maka secara otomatis USG kembali menunjuk ke minimum karena terdorong oleh spring yang melepas gaya tekan. body sebelah kiri relatif lebih ringan. Propeller shaft pada engine kiri terlilit belukar dengan kuat dapat terjadi akibat semak belukar yang menyentuh dan menyelimuti bagian depan engine yang masih dalam keadaan berputar dalam proses shut down.RAHASIA 56 e. f. Kondisi ini relevan dengan sistim rigging engine Casa RAHASIA . Pada kasus ini dapat dipastikan USG menunjuk ke minimum disebabkan cable penghubung putus akibat benturan yang keras. MFV pada FCU masing-masing menunjukan MFV kiri pada angka 25 dan MFV kanan pada angka 55. Skala pada PPC menunjuk masing-masing posisi engine kiri adalah 22 dan engine kanan adalah 32. mengindikasikan saat terjadi impact kedua engine masih terpasang di pesawat namun setelah impact terlepas dan menggelinding ke dasar jurang. Hal ini sangat logis karena engine tidak memiliki karakteristik seperti propeller baik kontur maupun fungsinya. Hal ini sangat mungkin terjadi akibat cable penggeraknya putus karena benturan yang keras. Seharusnya apabila posisi speed lever pada high maka penunjukan pada USG adalah 42. Posisi kedua engine di TKP saling berdekatan sekitar 20 meter di bawah pusat impact. Tindakan ini dapat dibuktikan dengan posisi lever tetap pada posisi normal dan feather valve juga sama sekali tidak tertarik ke belakang atau tetap pada posisi normal. g. baik engine kiri maupun engine kanan sesuai. yaitu engine kiri pada ground idle menuju reverse. berarti lever memang tidak ditarik ke posisi feather. h. k. j. dikaitkan dengan fakta posisi power lever pada pedestal. diperkirakan arah kedatangan pesawat terhadap pusat impact berkisar antara 10 sampai dengan 45 derajat ( serong ). Crew melakukan shutdown engine saat emergency inflight melalui fuel swicth close dan bukan dengan menarik Emergency Shutdown lever ke posisi feather. i. sedangkan bagian tail section berposisi berlawanan dengan arah datang pesawat akibat pengaruh swing yang menempatkan bagian tail seperti layaknya ujung pendulum yang diputar atau terkena pengaruh gaya sentrifugal.

Dalam hal keadaan blade dapat digerakan dan posisi berbeda-beda. Overhaul Manual propeller Dowty Rotol chapter 61-10-27 page 3 feb 7/90 ). sangat mungkin disebabkan patahnya Operating Pin sebagai pengunci pada blade propeller. Semua ini menunjukan secara umum instrumen pesawat bekerja secara normal. 897375-16 SN. DC Ammeter Check serta engine intake switch off. 1704270 tidak bekerja dengan baik sehingga ketinggian pesawat tidak dapat dipertahankan sampai pesawat mengalami total lost. ( ref. batery 2 dan 3 off serta hydraulic pump on. generator off. Sedangkan Vario menunjuk 1600 ft per menit UP dapat disebabkan sesaat sebelum impact pilot berusaha mengurangi laju pesawat dengan menarik control coloum ke belakang ataupun bisa jadi juga karena impact. Sebagai contoh sesuai prosedur. m. apabila terjadi engine failure in flight maka hal pertama yang seharusnya dilakukan adalah menarik emergency shut down lever ke arah feather. 66.RAHASIA 57 dimana penunjukan pada MFV semestinya sama atau mendekati penunjukan pada PPC. Kesimpulan. Power lever off engine Take off. Sebagai contoh. seperti trim kanan menunjuk angka 8 dapat disebabkan tertariknya cable pulley akibat outer wing kiri sebagai tempat dari terpasangnya trim aileron sudah terlepas. heating lever close. Generator kiri off. Namun demikian ada beberapa intrumen yang menunjuk secara ekstrim. Keadaan propeller assy baik kiri maupun kanan tidak beraturan. namun faktanya ditemukan beberapa blade pada posisi feather. l. Altidute indicator menunjuk 5400 feet mirip dengan ketinggian lokasi accident yaitu 4700 feet. Demikian juga dengan posisi speed lever pada high. Berdasarkan fakta posisi Emergency Shutdown Lever yang tetap di posisi normal. arah HSI menunjuk “S” sesuai dengan arah terbang pesawat sebelum terjadi accident. n. Dari semua analisis data di atas. Penunjukan beberapa instrumen indicator dan control pedestal terutama yang masih utuh sejalan dengan kondisi dan profile terbang pesawat saat itu maupun penunjukan beberapa komponen pada engine sistem. Trims set. berarti propeller tidak digerakkan ke arah feather. Dari hasil pemeriksaan pada kedua Starter Generator dapat dipastikan tidak ada tanda-tanda kebakaran. RAHASIA . kemudian dilanjutkan dengan menggerakan fuel switch ke arah close. Beberapa kesalahan handling ini terjadi diperkirakan disebabkan oleh situasi yang sangat mendadak dan tiba-tiba akibat pesawat berada pada ketinggian yang tidak aman saat mendekati daerah pegunungan. bidang materiil dapat memastikan bahwa engine kiri memang dilakukan shutdown oleh crew dengan menggerakkan fuel switch ke posisi close akibat FCU kiri PN. Sebagian blade propeller berada pada posisi reverse. all fuel booster pump kiri off. Secara teori sudut propeller hanya dapat diubah oleh pengaturan tekanan oli melalui prop governor maupun PPC. Namun demikian langkah emergency yang dilakukan oleh crew tidak sesuai dengan prosedur shut down engine inflight yang tertulis pada operation manual pesawat C212 – 200 Casa. Terjadinya sedikit selisih penunjukan antara MFV dan PPC pada engine kanan dapat disebabkan oleh desakan Rod yang mengalami benturan. fuel booster pump off. sebagian lagi pada posisi feather. Dengan demikian kecurigaan bahwa engine kiri dilakukan shutdown akibat starter generator overload adalah tidak benar. Sedangkan fakta yang dilakukan crew sesuai temuan di TKP adalah : fuel switch kiri close. all Inverter off.

70. Pada data diperoleh saat accident cuaca (perawanan.RAHASIA 58 Bidang Media 67.2106. 68. c. visibility. Pada data. Pada fakta di tempat kejadian accident didapat. baik tim dari Dissurpotrudau maupun dari crew pesawat A2106 telah melakukan persiapan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku yaitu mass briefing. Berdasarkan fakta-fakta yang ada dapat di analisa: a. dari hal tersebut dapat dianalisa bahwa faktor cuaca dan fenomena alam tidak memberikan kontribusi krusial sebagai penyebab utama accident namun hutan dengan pepohonan yang lebat serta jurang yang terjal memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemungkinan terjadinya fatal injury (luka berat hingga kematian) dalam accident pesawat Casa 212/A. Dalam faktor persiapan. namun pada tahap pelaksanaan misi diketemukan penyimpangan pada RAHASIA . Landing site sebagai alternate landing apabila terjadi emergency flight di daerah gunung Salak. b. Pesawat A-2106 tidak melakukan prosedur komunikasi / kontak radio dengan Atang Tower yang seharusnya dilakukan untuk penerbangan dengan ketinggian 5000 feet yang menjadi wewenang kendali Atang Tower. crew briefing. Pangkalan terdekat adalah Lanud Atang Senjaya. b. Kesimpulan. Berdasarkan data dan fakta yang ada bahwa : a. sedangkan daerah gunung Salak merupakan hutan lebat dengan pepohonan yang rapat serta tebing yang terjal sehingga kondisi ini memberikan kontribusi yang besar bagi terjadinya fatal injury (korban jiwa meninggal). serta melaksanakan pengisian flight plan di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma. Kesimpulan. Bahwa crew pesawat A2106 sedang menjalankan misi sesuai perintah pimpinan berdasarkan Surat Perintah Terbang Danlanud ABD Nomor SPT/800/VI/2008 tanggal 21 Juni 2008. sedangkan pada fakta lingkungan gunung Salak merupakan hutan dengan pepohonan yang lebat serta jurang yang terjal. cuaca saat terjadi accident di daerah gunung Salak tidak terjadi fenomena cuaca signifikan yang dapat mengganggu operasi penerbangan. Dengan hasil analisa di atas dapat disimpulkan bahwa pada tahap perencanaan dan persiapan tidak diketemukan adanya faktor pendukung terjadinya kecelakaan. Bidang Misi 69. kecepatan dan arah angin) baik dan tidak terjadi suatu fenomena alam signifikan yang dapat mempengaruhi operasi penerbangan.

Berdasarkan data. sedangkan kemampuan dan kewenangan untuk membuka bagian tersebut hanya dimiliki oleh otorized work shop. Didaerah Bogor Area pada radius 10 NM 190º dari Lanud Ats terdapat ketinggian 7125 ft yang dapat memberikan kontribusi terjadinya kecelakaan. Dari data dan fakta-fakta dapat dianalisa. b. dalam hal ini tidak melakukan komunikasi dengan tower Ats sementara lokasi pemotretan diwilayah/area Ats. fakta serta hasil analisa. Kesimpulan. awak pesawat tidak melaksanakan pre flight medical check up sehingga dapat memberikan kondtribusi pra kondisi tidak aman.RAHASIA 59 prosedur komunikasi. Mengingat kerusakan dimaksud terjadi di dalam FCU. 72. BAB X KESIMPULAN 73. Faktor pendukung terjadinya kecelakaan yaitu : 1) Bidang media. 2) Bidang Manusia. melainkan sudah dilakukan sebelum FCU diterima oleh TNI AU. 3) Bidang Misi. 4) Bidang Manajemen. Faktor Utama terjadinya kecelakaan adalah akibat kerusakan engine kiri terutama pada komponen FCU kiri yang kondisinya tidak mengikuti perkembangan langkah-langkah pemeliharaan SB secara up to date serta mengalami tindakan adjusment yang berlebihan sehingga beberapa bagian komponen di dalam FCU mengalami aus (worn). maka dapat disimpulkan semua tindakan adjusment tersebut tidak dilakukan saat pemasangan ke engine maupun saat pemasangan ke pesawat. Keputusan penerbang yang keliru dan gangguan persepsi sehingga mengakibatkan kegagalan dalam mengendalikan pesawat pada situasi yang tidak aman (unsafe condition). Kesimpulan. Pre flight medical check tidak dilaksanakan sehingga dapat memberikan kondtribusi pra kondisi tidak aman. maka dapat disimpulkan bahwa pada bidang manajemen terjadi penyimpangan karena Pre flight medical check tidak dilaksanakan sehingga dapat memberikan kondtribusi pra kondisi tidak aman. Bidang Manajemen 71. Dari data dan fakta yang ditemukan serta hasil analisis dari masingmasing bidang dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : a. RAHASIA .

Untuk akurasi dalam pengumpulan data dan informasi apabila terjadi accident maka pesawat TNI AU perlu dilengkapi dengan Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder terutama pada pesawat angkut/Helikopter. 1704270 untuk mengenakan black list kepada principle luar negeri selaku pihak yang telah menjual barang tidak mengikuti standar kelaikan serta melanggar prosedur pemeliharaan yang ditentukan oleh pabrik pembuat. 897375-16 SN. 2) Pada misi foto udara di atas terrain berbeda jika harus terbang diatas bukit atau melintasi pegunungan. Untuk memperkuat data sesuai kesimpulan dalam naskah ini. disarankan beberapa hal sebagai berikut : a.RAHASIA 60 B XI SARAN 75. Menelusuri latar belakang pengadaan FCU PN. 3) Mengenali spesifik alam terutama wilayah pegunungan atau perbukitan dengan memperhatikan ketinggian aman untuk melakukan pendaratan darurat bila terjadi emergency condition. Saran. seperti : 1) Sebelum dan sesudah melaksanakan penerbangan agar tetap melaksanakan briefing penerbangan dan evaluasi penerbangan serta melakukan pre/post flight medical check up. 5) Selama penerbangan selalu monitor perkembangan weather condition dan waspada serta mengantisipasi terhadap perubahan cuaca. c. RAHASIA . agar memperhatikan ketinggian yang aman dan tetap waspada bila terjadi fenomena alam secara tiba-tiba. memperhatikan kecepatan angin diwilayah perbukitan untuk menghindari apabila terjadi gelombang angin pegunungan yang sangat membahayakan penerbangan. b. Perlunya penekanan kembali kepada seluruh awak pesawat TNI AU agar melaksanakan mekanisme operasi penerbangan mulai dari proses perencanaan. 4) Membuat rencana rute terbang foto dengan menghindari turning point di wilayah pegunungan atau bukit apabila ketinggian yang diperlukan dekat dengan pegunungan atau perbukitan dan tetap memperhatikan Minimum Obstacle Clearance Altitude (MOCA). persiapan dan pelaksanaannya sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada.

Juni 2009 Panitia Penyelidik Penyebab Kecelakaan Pesawat Udara Yang dibentuk : Berdasarkan Surat Perintah Nomor Tanggal Supervisi Ketua Tim Wk Ketua Tim Katua Bid Manusia : : : Kasau Sprin / 770 / VI / 2008 30 Juni 2008 : Marsma TNI I Wayan Suwitra. : Kolonel Pnb Hadi Tjahjanto NRP 509043 : Kolonel Pnb Ismet Ismaya NRP 510484 : Kolonel Pnb T.. Demikian hasil laporan Tim PPKPU pada accident pesawat Casa 212/A-2106 yang dilaksanakan sejak tanggal 2 Juli 2008 dan berakhir pada tanggal 2 Juni 2009.. : . Krismono Irwanto NRP 524531 : ………. Sembiring M..... : ………...RAHASIA 61 BAB XII PENUTUP 76.. Widura IM.. NRP 511274 : Letkol Kes dr...IP : ……….... : ………… : ………… : ………… Kapok Bid Materiil : Kolonel Tek Hasan Londang NRP 504937 : Letkol Tek Nyoman Sudarsana RAHASIA ... Jakarta. NRP 510447 : Kolonel Kes Drs... S.

....... : ..... : .... MIR NRP 520327 Sekretaris : Mayor Tek BRP Sianturi........ : ........................... : .............. : ....RAHASIA 62 NRP 513117 : Letkol Tek Ervin NRP 514537 Kapok Bid Media : Kolonel Pnb Chairil Anwar NRP 509079 : Mayor Sus Kumpul Hasibuan NRP 520904 : Kapten Lek Mukiran NRP 506761 Bidang Manajemen : Kolonel Pnb Irawan Nurhadi NRP 509076 : Letkol Pnb Tribowo B Santoso NRP 513139 : Mayor Nav Insan Nanjaya NRP 518862 Bidang Misi : Kolonel Pnb Hari Budianto NRP 509044 : Letkol Pnb Elianto Susetyo NRP 513131 : Mayor Pnb Imam Subekti.. ST.... RAHASIA ....... Azhari NRP 523749 : ………… : ………… : ………… : …………: : ………… : .... : ………… : ………… : ...................MBA Avi Mgt NRP 520232 Serma Mussolini NRP 519045 Serka M.....

RAHASIA 63 DAFTAR LAMPIRAN LAMPIRAN “A” LAMPIRAN “B” : : SURAT PERINTAH KASAU BIDANG MANUSIA LAMPIRAN “C” : PEMERIKSAAN PSIKOLOGIS KESAMAPTAAN JASMANI RESUME DATA MEDIS LOG BOOK PENERBANG SURAT KETERANGAN KUALIFIKASI BUKU BREVET KUALIFIKASI KHUSUS IJASAH DAN KUALIFIKASI HASIL PENDIDIKAN DAN LATIHAN TERBANG GRADE CHART NILAI KEPRIBADIAN BIDANG MATERIIL SERTIFIKAT KELAIKAN UDARA SERTIFIKAT TANDA KEMAMPUAN MOTOR KARTU KERJA SURAT PENYERAHAN PESAWAT LOG BOOK PESAWAT PRODUKSI PEMELIHARAAN BUKTI SERAH TERIMA PESAWAT TERBANG KETERANGAN KELULUSAN PESAWAT TERBANG KETERANGAN LULUS UJI TERBANG KETERANGAN LULUSAN MOTOR PESAWAT TERBANG LAMPIRAN “D” : BIDANG MEDIA METEOROLOGICAL REPORT (QAM) UPPER WIND FOTO SATELIT CUACA TAFOR FLIGHT PLAN/RENCANA TERBANG PESAWAT A-2106 FLIGHT STRIP RECORD LAMPIRAN “E” : BIDANG MISI SURAT PERINTAH TERBANG RAHASIA .

KEGIATAN PENERBANGAN CREW A-2106 RAHASIA . TELEGRAM KADISSURPOTRUDAU TTG PERMOHONAN DUK PSWT CASSA UNTUK UJI FUNGSI DMC.RAHASIA 64 LAMPIRAN “F” : PETA LAPORAN KEJADIAN HASIL PENGUMPULAN BAHAN KETERANGAN ACCIDENT A-2106 REKAMAN TOWER TERTULIS BIDANG MANAJEMEN SYLLABUS LATIHAN TELEGRAM PANGKOOPSAU II TTG DUK UJI FUNGSI DAN PELATIHAN DMC DISSURPOTRUDAU.

5. 31. 27. 15. 25. 2. 9. KEPADA Kasau Wakasau Irjenau Korsahli Kasau Asrena Kasau Aspam Kasau Asops Kasau Aspers Kasau Aslog Kasau Pangkohanudnas Pangkoopsau I Pangkoopsau II Dankodikau Dankoharmatau Gubernur AAU Danseskoau Dankorpaskhas Kadispamsanau Kadissurpotrudau Kadispenau Kadisbangopsau Kadislambangjaau Kadiskumau Kadisminpersau Kadiswatpersau Kadiskesau Kadispsiau Kadismatau Kadisaeroau Kadiskomlekau Danlanud Abd Saleh Danskadud 4 Lanud Abd Saleh Arsip LEMBAR NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33-37 RAHASIA . 18. 7. 11. 23. 28. 30.RAHASIA 65 LEMBAR DISTRIBUSI NO 1. 32. 24. 22. 14. 12. 16. 19. 33. 8. 4. 26. 3. 21. 10. 20. 29. 13. 6. 17.

RAHASIA 66 RAHASIA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful