MOCHTAR LUBIS HARIMAU! HARIMAU! Yayasan Obor Indonesia Jakarta, 1993 Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam I orbitan (KDT) LUBIS, Mochtar Harimau-Harimaii/Mochtar Purnama Sidhi. - Eil. 1. -Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992 vi + 214 hlm.: 17 cm. ISBN 979-461 -109-3. Judul. 813 Judul: Mochtar Lubis, Harimau! Harimau! Copyright © Mochtar Lubis Hak Cipta dilindungi Undang-Undang • Ali rights reserved Celakan pertama sampai dengan keempat oleh P.T. Dunia Pustaka Jaya Diterbitkan ulang pertama kali Lubis; ilusirasi, Ipong

oleh Yayasan Obor Indonesia, anggota IKAPI DKI Jakarta Edisi pertama : Mei 1992 Edisi kedua: September 1993 YOI: 149.10.8.92 Desain Sampul: lpong Purnama Sidhi Alamat Penerbit: Jl. Plaju no.lOJakaita 10230 Telp. 32448$; 32697$ Fax. (021)324188

Sebagian terbesar bagian hutan raya tak pernah ……..melintas ketakutan lewat sudut jalan-jalan dan tanah lapang meratap kengerian angin lalu ada yang tidur yang lain bangun hati berdebar cemas turunlah hujan semuanya teror dan sunyi sepi…… dijejak manusia dan di dalam hutan raya hidup bernapas dengan kuatnya. Berbagai margasatwa hidup dan di serangga dalamnya. penghuninya mempertahankan

Demikian pula tanaman dan bunga-bunga anggrek, yang banyak merupakan mahkota di puncak-puncak pohon tinggi. Di bahagian atas hutan raya hidup siamang, beruk

1
Hutan Raya terhampar di seluruh pulau, dari tepi pantai tempat ombak-ombak samudera yang terentang hingga ke Kutub Selatan menghempaskan diri setelah perjalanan yang amat jauhnya hingga ke puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi dan setiap hari diselimuti awan tebal. Hutan raya berubah-ubah wajahnya. Yang dekat pantai merupakan hutan-hutan kayu bakau, dan semakin jauh ke darat dan semakin tinggi letaknya, berubah pula kayu-kayu dan tanaman di dalamnya, hingga tiba pada pohon-pohon besar dan tinggi, sepanjang masa ditutup lumut, yang merupakan rendarenda terurai dari cabang dan dahan.

dansebangsanya dan burung-burung; dan di bawah, di atas tanah, hidup harimau kumbang, gajah dan beruang; di sepanjang sungai tapir, badak, ular, buaya, rusa, kancil dan ratusan makhluk lain. Dan di dalam tanah serangga berkembang biak. Banyak bagian hutan raya yang menakutkan, yang penuh dengan paya yang mengandung bahaya maut dan hutan-hutan gelap yang basah senantiasa dari abad ke abad. Akantetapi pula ada bahagian yang indah dan amat menarik hati,tak ubahnya seakan hutan dalam cerita tentang dunia peri dan bidadari, hutan-hutan kecil yang dialasi oleh rumput hijau yang rata, yang seakan selalu dipelihara dan dibersihkan, dikelilingi oleh pohon-

pohon cemara yang tinggi dan langsing semampai dan yang menyebarkan wangi minyak cemara ke seluruh hutan. Di tengah hutan yang demikian sebuah anak sungai kecil, dengan airnya yang sejuk dan bersih mengalir, menccraeah, menyanyi-nyanyi dan berbisikbisik, dan akan inginlah orang tinggal di sana selamalamanya. Di dalam hutan terdapat pula sumber-sumber nafkah hidup manusia, rotan dan damar dan berbagai bahan kayu. Manusia yang dahulu hidup di dalam hutan seperti binatang, dan kemudian meninggalkan hutan untuk membangun kota dan desa, kini pun selalu kembali ke dalam hutan untuk berburu atau mencari nafkah. Mereka bertujuh telah seminggu lamanya tinggal di dalam hutan mengumpulkan damar. Pak Haji Rakhmad, yang tertuadi antara mereka. Pak Haji demikian panggilannya sehari-hari, telah berumur enam puluh tahun. Meskipun umurnya telah selanjut itu, akan tetapi badannya masih tetap sehat dan kuat, mata dan pendengarannya masih terang. Mendaki dan menuruni gunung membawa beban damar atau rotan yang berat,

menghirup udara segar di alam terbuka yang luas, menyebabkan orang tinggal sehat dan kuat. Pak Haji selalu membanggakan diri, bahwa dia tak pernah sakit seumur hidupnya. Dia bangga benar tak pernah merasa sakit pinggang atau sakit kepala. Di waktu mudanya ketika dia berumur sembilan belas tahun, dia pernah meninggalkan kampungnya, dan pergi mengembara ke negeri-negeri lain. Ada lima tahun lamanya dia bekerja di kapal. Dia pernah tinggal dua tahun di India, belajar mengaji di sana. Pak Haji juga pernah mengembara ke negeri Jepang, ke negeri Cina, ke benua Afrika dan ke bandarbandar orang kulit putih dengan kota-kotanya yang ramai. Akan tetapi kampung halaman memanggilnya juga kembali. Dan setelah dua puluh tahun mengembara, akhirnya Pak Haji menunaikan ibadah haji, dan kemudian kembali ke kampung. Dia kembali bekerja mencari damar, seperti yang dilakukan oleh ayahnya dahulu, dan yang telah dilakukannya pula sejak dia berumur tiga belas tahun mengikuti ayahnya. Pak Haji selalu berkata, setelah merasakan semua

kumisnya panjang dan lebat. Mereka tak pernah meragukan kebenaran kata-kata dan perbuatannya.pengalamannya di dunia. dia lebih senang juga jadi orang pendamar. dan Buyung. Talib berumur dua puluh tujuh tahun dan telah beristri dan beranak tiga. matanya bersinar tajam. Dia terkenal juga sebagai pemburu yang mahir. Secara tak pemimpin rombongan pendamar itu. Anggota rombongan yang ketujuh ialah Pak Balam yang sebaya dengan Wak Katok. yang dianggap seorang pemimpin dan disegani orang banyak. yang termuda di antara mereka. Tampangnya masih serupa orang yang baru berumur empat puluhan saja. Sutan. Mereka juga belajar ilmu sihir dan gaib padanya. berumur dua puluh dua tahun dan telah berkeluarga. Orangnya resmi Wak Katoklah yang merupakan . Anak-anak muda itu semuanya murid pencak Wak Katok. Dia juga ahli pencak dan dianggap dukun besar di kampung. Yang muda-muda di antara mereka bertujuh. juga telah beristri dan punya empat anak. rambutnya masih hitam. Sanip berumur dua puluh lima tahun. otot-otot tangan dan kakinya bergumpalan. Bibirnya penuh dan tebal. baru berumur sembilan belas tahun. Perawakannya kukuh dan keras. Mereka melihat wak Katok merupakan salah seorang yang dituakan di kampung. Wak Katok berumur lima puluh tahun.

Khadijah. Dan tentang ilmu sihirnya. sewaktu dia masih muda.. Isterinya terusmenerus sakit. yang telah berani ikut mengangkat senjata melawan Belanda. dan mahir sebagai dukun.di kampung. ketika beruang menghadangnya di hutan. Akan tetapi dengan berombongan tujuh orang bersamasama. Banyak cerita lain tentang kejagoan Wak Katok.pendiam. Wak Katok dihormati. karena termashurahli pencak. yang menganggapnya sebagai seorang pahlawan. Dia tak punya anak. akan tetapi kuat bekerja. meninggalkan suami dan anakanaknya. Orang kampung . minta pada Wak Katok dibuatkan gunaguna untuk merebut hati perempuan itu. dan masing-masing menerima hasil penjualan damar yang dikumpulkannya sendiri. Pak Balam juga dihormati orang. dan uangnya selalu habis untuk membeli segala rupa obat. dan sejak itu tak pernah lagi dapat beranak. meskipun mereka sebenarnya tak berkongsi. Diceritakan orang juga. disegani. kandungannya keguguran. Kata orang dia dapat bertemu dengan hantu dan jin. si perempuan sampai minta cerai dari suaminya. Isterinya. pernah seseorang yang tergila-gila padaseorang perempuan. Mereka termasuk orang baik di mata orang sekampung. dan malahan agak ditakuti. dia pernah berpencak melawan seekor beruang.. Menurut cerita. orang hanya berani berbisikbisik saja tentang ini. badannya kurus.. bahwa dulu. yang mengikutinya dahulu ke pembuangan. mereka merasa lebih aman dan lebih dapat bantumembantu melakukan pekerjaan. Dan beruanglah yang kalah dan lari masuk hutan. menderita penyakit malaria ketika hamil di Tanah Merah. Mereka bertujuh selalu bersama-sama pergi mengumpulkan damar. dan dibuang oleh Belanda selama empat tahun ke Tanah Merah. Dia pernah ditangkap pemerintah Belanda di waktu apa yang dinamakan pemberontakan komunis di tahun 1926. Benar juga.

mereka ikut bekerja besama-sama ketika ada orang . Mula-mula orang kampung mengatakan dia jadi angkuh karena telah lama di luar negeri. bahwa Pak Balam bukan seorang komunis. memaksa rakyat membayar macam-macam pajak baru. Dia seorang yang saleh beragama dan pasti bukan orang komunis. Mereka orang-orang wajar seperti sebagian terbesar orang di kampung. pergi sembahyang ke mesjid. dan tidak percaya pada agama. Talib dan Sanip juga termasuk anak muda yang dianggap sopan dan baik di kampung. duduk mengobrol di kedai kopi seperti orang lain. Dia tak hendak jadi pemimpin di kampung. Buyung. dia seakan mengasingkan diri. Sejak dia pulang dari pengembaraannya ke dunia luar. Pak Haji kelihatannya senang dikesampingkan begitu.tahu. Sutan. baik pemimpin agama maupun masyarakat. Dia tak hendak menikah. akan tetapi lama-lama orang biasa juga dengan tingkahnya yang aneh. Pak Haji dihormati orang di kampung. Mereka baik dalam pergaulan. Karena orang komunis tidak mengakui adanya Tuhan. dan rakyat tidak lagi merasa hidup bebas dan merdeka. Pak Balam dan kawankawannya dahulu bangkit menekan rakyat. dan orang kampung pun tidak lagi mengacuhkannya. memencilkan diri di kampung. karena Belanda terlalu keluarganya. meskipun dipaksa-paksa oleh melawan Belanda. Akan tetapi orang kampung kurang mengerti dia. karena umurnya dan hajinya.

Mereka adalah manusia biasa. Mereka tertawa. Tetapi sekali ini dia mengatakan. Pisau belati. Dan kini mereka bekerja di dalam hutan raya. Dan . mereka marah. Dia senang menyandangnya. atau keris. tempat mereka bermalam di tengah hutan. Senjata adalah perhiasan letaki. Laras besinya penuh dengan ukiran halus. Biasanya jarang dia membawa senapan jika men-damar. akan tetapi bagus sekali. mereka mimpi. hendak mengajak mereka memburu rusa. Mencari nafkah untuk keluarga. Senapan hanya dipakainya jika berburu rusa atau babi.membangun rumah. 0oo0 2 Wak Katok membawa senapan lantaknya. memperbaiki jalan-jalan. Mereka adalah ayah. atau parang di pinggang adalah pelengkap pakaian letaki. suami. sedih seperti juga orang lain di kampung. bandar atau pun menyelenggarakan perhelatan. mereka menangis. saudara dan kawan yang baik. berganti-ganti dengan Wak Katok. Buyung amat senang dengan senapan itu. yang dua bulan lalu acap datang memasuki huma Wak Hitam. mereka berharap. kesal. Senapan lantaknya sudah amat tua. Mereka tak berbeda dari orang lain.

supaya padat. hingga laras besi bersinar biru tua berkilauan ditimpa cahaya. Kemudian peluru dimasukkan. maka senapan selalu dikembalikan jauh lebih bersih dan diminyaki pula. dan gagangsenapan dari kayu mahoni cokelat kehitaman akan kelihatan halus dan berkilau seperti beludru. karena dia tahu Buyung senang pada senapan.senapan di bahu lebih lagi memberi rasa gagah dan perwira pada seorang letaki. Buyung akan menggosok laras senapan berulang-ulang. rusa atau babi telah lama lari dan menghilang. Wak Katok suka juga meminjamkan senapannya kepada Buyung. beratus kali. didorong lagi ke dalam. Barulah senapan dapat ditembakkan. Sekikis debu pun atau bekas mesiu tak ada yang tertinggal. Telah dua tahun lamanya dia menyimpan uang untuk membeli sebuah senapan. dan selalu menjaga dan membersihkannya baik-baik. Senapan lantak terlalu lamban untuk dibawa berburu. Tiap kali setelah Buyung meminjamnya. Buyung telah lama ingin mempunyai senapan sendiri. Dan sedang kita berbuat demikian. Mula-mula harus dimasukkan tepung mesiu melalui laras depan. senapan lantak memaksa orang harus mahir dan tepat membidik dan . Akan tetapi. Tapi dia tak bermaksud membeli senapan lantak yang kuno. Lalu mesiu dilantak dengan tongkatnya.

Dia pernah membidik seekor babi yang sedang lari. bahwa dia sendiri pun tak dapat memperbaiki tembakan Buyung. Sejak kecilnya Buyung telah mendengar cerita-cerita tentang kejagoan dana kebesaran Wak Katok. Sekali bidik dan sekali tembak.menembak. Hampir selalu kena sasarannya. tak seorang juga yang dapat menandingi Wak Katok perkara menembak dan berburu. Sungguh sebuah pujian besar sang babi. Jarang benar dia meleset. yang dibidiknya tepat di belakang kupingnya. . Wak Katok pandai membaca segala macam jejak di hutan. Pujian dari Wak Katok sebagai pemburu yang termahir dan penembak merupakan semacam pengangkatan resmi juga untuk Buyung. Wak Katok dalam kemarahan hatinya ketika itu mengatakan. Wak Katok sendiri pernah datang dari Wak Katok. ketika dalam berburu babi ramai-ramai dengan orang kampung. Buyung merasa amat bangga dan namanya sebagai penembak yang mahir mulai termashur di kampung. harus kena dengan tepat. Buyung bangga benar dengan kepandaiannya menembakkan senapan lantak. dia mahir mencium kebiasaan dan ketakuan berbagai rupa mahkluk hutan. Karena itu dia yang terpandai di seluruh kampung. Jika tidak maka akan hilanglah kesempatan menembak untuk kedua kalinya. pelurunya menembus mata kiri seekor babi yang datang menyerang. Karena menurut cerita orang di kampung. dan di sanalah peluru mengenai memujinya.

Dia terutama sekali ingin dapat belajar mantera pemikat hati gadis. Buyung dan kawan-kawannya selalu bermimpi akan diberi pelajaran oleh Wak Katok ilmu sihir yang dahsyat. jika bersilat. dia punya mantera dan jimat supaya orang selamat dalam perjalanan. Dia telah jatuh cinta benar pada si Zaitun. Dia pandai mengobati penyakit biasa. Cukup dengan gerak tangan atau kaki saja yang ditujukan ke arah kepala.sungguh merasa beruntung dapat ikut mendamar dalam rombongan Wak Katok. hingga tak dapat terlihat oleh orang lain. tanpa tangan. jimat supaya kebal terhadap senjata. Sebagai dukun dia terkenal ke kampung lain. atau jimat supaya kebal terhadap racun ular. mati terhampar di tanah. akan tetapi juga dapat mengobati perempuan atau letaki yang kena guna-guna. Menurut cerita orang. dia punya ilmu pemanis untuk orang muda. dan lawannya pasti akan jatuh. kaki atau pisau mengenai lawannya. membuat orang menerima permintaan seseorang. letaki atau perempuan. membuat orang jatuh sayang atau takut atau segan. anak Wak . perut atau ulu hati lawan. dia pandai membuat jimat yang ampuh. dia dapat membuat orang muntah darah sampai mati. dan malahan diterima pula menjadi murid pencak dan ilmu sihirnya. dia punya ilmu yang dapat membuat seseorang sakit perut sampai mati. dan dia punya mantera untuk menghilang. yang dapat mengelakkan bahaya ular. atau binatang buas yang lain. Wak Katok dapat membunuh lawannya.

darahnya berdebar teringat pada kemungkinan ini. Tetapi Wak Katok belum hendak memberikan ilmu ini kepadanya.. Ayah Buyung bersahabat dengan ayah Zaitun. jika mereka bertemu di jalan yang menuju pancuran. kalau kita dihina . Dia telah bermimpi tentang hal-hal yang dapat dilakukannya... dan seakan tak tahu bahwa Buyung lewat dekatnya. akan tetapi sang gadis seakan acuh tak acuh saja. darah masih panas. kata Wak Katok.Hamdani. pura-pura asyik bercakap-cakap dengan kawan-kawannya. dan Buyung pun sejak kecil berkawan dengan Zaitun. jika dapat ilmu demikian. atau lagi mandi . Ilmu ini hanya untuk membela perempuan. maka dari jauh-jauh dia telah membuang mukanya. Akan tetapi tak boleh engkau pakai untuk menggoda isteri orang. alangkah mudahnya dia mengintip Zaitun lagi tidur. jika melihat Buyung dari jauh datang hendak berpapasan dengan dia... dan alangkah mudahnya dia menjadi kaya jika dia punya ilmu serupa itu . dan memancarkan cahaya yang penuh arti. Kadang-kadang Zaitun tersenyum amat manis sekali kepadanya. Dan mata Zaitun akan mencari matanya. Pak Lebai di kampung. Ketika mereka masih kehormatan letaki. Buyung dan kawan-kawannya juga amat ingin mendapat ilmu menghilang. nanti engkau buat tergila-gila padamu semua perempuan di kampung ini. Engkau masih terlalu muda. Akan tetapi kadang-kadang. atau jika engkau sungguh cinta dan hendak memperistri seorang perempuan.

sehingga Zaitun nienangis. jika Zaitun datang ke rumahnya. ketika dia berumur dua belas tahun. Bagaimana hendak memikat hati gadis yang demikian. Tetapi. Tetapi kadang-kadang. Dan dia ingat sering menggangu Zaitun terlalu sekali. maka Buyung merasa hatinya seakan terlonjak. maka terkadang dia baik dan manis sekali pada Buyung dan akan tersenyum manis pula dan dia kelihatan amat cantiknya. mereka sering main bersama-sama. Jika dia disuruh ibunya ke rumah Buyung membawa kiriman masakan. Jika Zaitun demikian. dan hampirhampir mereka tak pernah bertemu lagi. Buyung hanya setahun saja lebih tua. dia menegur Buyung. penuh bunyi suling dan orang menyanyi. ketika Zaitun berbicara dengan ibunya. dan sekelilingnya terasa olehnya terang benderang. dan mereka tak lagi dapat bergaul sebebas dahulu. terlambaung ke langit yang ketujuh. Buyung tak tahu apa perasaan Zaitun yang sebenarnya terhadap dirinya. Tiba-tiba saja Zaitun telah jadi seorang gadis. . dan menyapa Buyung dengan "kakak" padahal. Kadang-kadang Zaitun baik sekali.kanak-kanak. maka Zaitun berbuat tak acuh sama sekali. dan jika Buyung mendekat. Zaitun seakan menjauhkan diri. tiba-tiba saja. dan kebetulan Buyung ada di rumah. maka jangankan melihat Buyung saja pun dia tak mau. dan kini dia telah jadi seorang muda. dan kakinya serasa tak berpijak lagi di lantai.

"dia rajin bekerja di rumah. Di mata ibunya. dia telah tamat Qur'an sampai dua kali. dan rajin sembahyang dan mengaji. Dia pandai pula menjahit. Buyung tahu bahwa orang tuanya. Ini terjadi pada suatu petang." terdengar olehnya suara ibunya berkata dengan bangga. dan dia pun sudah pandai mencari nafkah sendiri. bahwa dia tak ada di rumah. Dan dia pun sudah pandai bekerja." sahut ibu Buyung. Sedang Buyung menganggap dirinya telah dewasa. "Kiranya Zaitun senang padanya?" "Semua gadis kampung akan suka bersuamikan Buyung." kata ayahnya. ayahnya berkata : "Si Tun sudah gadis benar. "Entahlah si Buyung itu. Sudah sembilan belas tahun umurnya. Tetapi ayah dan ibunya berhenti membicarakan Zaitun. berkenan menerima Zaitun sebagai menantu. dan berkata : "Di matamu tak ada anak yang lebih gagah lagi dari anakmu sendiri.kalau tidak dengan mantera Wak Katok? Buyung bersedia melakukan apa saja. dia telah tamat sekolah rakyat. ketika ayah dan ibunya menyangka. Kelihatannya baik takunya. Buyung pernah mendengar mereka membicarakan hal ini. Buyung mendengar dari kamar di sebelah." kata ibu Buyung." terdengar suara ayahnya. Dia telah berumur sembilan belas tahun. asal Wak Katok mengajarkan mantera yang diperlukan." "Si Buyung pun sudah besar. "Sebenarnya sudah boleh kita kawinkan dia." Hati Buyung berdebar-debar. ayah dan ibunya. Dan tak juga terjawab ." "Ya. dia masih tetap saja seorang anak kecil yang belum dewasa. Dia pun sudah sekolah. ketika Zaitun datang membawa makanan untuk ibu Buyung dan setelah Zaitun pergi. Ayahnya tertawa.

Buyung merasa amat bangga dalam hatinya. Dan malahan Pak Lebai pernah meminta pikiran Buyung tentang bagaimana melatih anjing untuk berburu. Akan tetapi hatinya terobat juga mengingat. apakah Zaitun suka padanya. sebagainya. Pak Lebai punya empat ekor anjing berburu. Jika anjing lain hanya menyatak-nyatak saja bila mengerubungi babi. Susah juga hati Buyung sebentar ketika itu. seperti dia cinta pada Zaitun. tiap kali mereka berjumpa. Yang . bahwa untuk menikah dengan Zaitun. dan isterinya memilih dia pula. bahwa ayah Zaitun. Buyung hanya punya seekor. Buyung dalam hati sebenarnya tak melihat sesuatu halangan meragukan hanyalah bagaimana sebenarnya hati Zaitun sendiri terhadap dirinya. keadaan bagaimana Buyung. Buyung tahu. Kadang-kadang serasa hilang akal Buyung memikirkan perkawinan itu. tetapi anjingnya terkenal amat berani. Cintakah Zaitun padanya. dan dia selalu mencari menanyakan damar.pertanyaan. Buyung merasa. maka anjing Buyung biasanya yang pertama menyerang. meskipun kedua orang tua mereka menyetujui biasanya orang kawin menurut pilihan yang dilakukan orang tua saja. maka rasanya tak puas hatinya akan kawin dengan Zaitun. bahwa ayah dan ibunya ternyata senang dan suka pada Zaitun. karena Pak Lebai amat suka berburu. Pak Lebai selalu bersikap baik padanya. bagaimana dan pekerjaannya pengajiannya. Buyung tahu. bahwa jika Zaitun tak merasa seperti yang dirasakannya. akan tetapi dia sendiri ingin memilih isteri. Pak Lebai senang padanya.

dan kakinya cantik sekali. Kulitnya kuning langsat. Dan kalau dia berkelahi dengan paman. rindu padanya. di atas meja. Alangkah cantiknya Zaitun. Buyung pernah mengintip Zaitun sedang mandi dengan kawan-kawannya di pancuran. maka Zaitun tidak akan diizinkannya makan sirih dan kapur yang menghitamkan gigi. Bibirnya merah. hampir sekepal tinju menurut cerita pamannya.. Apalagi bersugi tembakau. dan giginya putih dan teratur. berombak-ombak. dan supaya dirinya selalu terbayang di depan matanya. mengapa bibi tak dapat membuang sugi dengan teratur ke tempat ludah. dan amat hitam warnanya. di ruangan tamu. Pergelangan kakinya ramping. di bawah bantal. seperti kini dia selalu membayangkan Zaitun. maka dia suka lupa dan melempar paman dengan suginya yang besar.bagaimana padanya. dapat. Dan pamannya tak berhenti-hentinya mengeluh tentang sugi bibinya ini. di dapur. terurai sampai ke bawah pinggang. Jangan seperti bibi Buyung. supaya Zaitun setiap saat ingat padanya. membuat Zaitun jatuh cinta jika nanti dia kawin dengan Zaitun.. Pamannya selalu bertanya. Buyung telah memutuskan dalam hatinya. Rambut Zaitun panjang. Dan sugi bibinya besar-besar. Pinggangnya amat ramping. meskipun dia tak makan sirih.. bahwa . di tangga. sugi tembakau bibinya bergerak di mana-mana.

Zaitun sekelas lebih rendah dari Buyung. Telah lama Buyung tak mendengar Zaitun menyanyi. Di waktu mereka sama-sama sekolah. jika dia ketahuan mengintip gadis-gadis yang sedang mandi? Aduh. Waktu mengaji pun suaranyalah yang paling lembut dan merayu.. Akan letapi dia menahan dirinya kuatkuat..seperti perempuan lain yang makan sirih dan bersugi? Tetapi pamannya menyimpan sugi demikian. lagu seseorang yang rindu pada kekasihnya yang pergi jauh yang merantau. jika Zaitun yang membacanya terdengar seratus kali lebih menarik dari jika dibacakan oleh Pak Lebai. alangkah malunya . Ayat-ayat Kitab Suci. dan dia akan ditertawakan dan diolokolokkan oleh seluruh kampung. Tetapi itu dahulu. Entahlah kini. Pernah juga Buyung mendengar tak pernah berhasil melatih bibinya Zaitun menyanyi di pancuran bersama dengan kawankawannya. Suara Zaitun amat merdu. dan Zaitun selalu jadi bintang penyanyi kelasnya.. Hampir saja Buyung ke luar dari tempat persembunyiannya. mendengarkan lagu Zaitun dari dekat. Suaranya amat halus dan merdu. Dalam hatinya Buyung amat ingin lekas menjadi lebih begitu inginnya dia hendak apabitakah kekasihnya .dan bertanya-lanya dirindukannya akan pulang ke kampung. karena teringat apa kata orang sekampung. Mereka menyanyikan lagu sedih. Buyung tak hendak mengalami serupa ini dengan Zaitun.

dan mereka bertiga akan meratap ber sama-sama. dipasangnya ke mulutnya. berjual beli kambing atau lembu. tua atau muda. dan dia pun memainkan segala macam lagu. dan merataplah dangung-dangung. .dewasa dan letaki yang matang. mengambil rotan dan damar. Umpamanya Sutan. dan kadang-kadang dia berdagang pula. maka keluarlah dangung-dangung. Dia bersawah. dan yang pandai pula bekerja mencari uang. Buyung pun akan mengeluarkan sulingnya.. bunyi suling yang menangis. Yang paling senang kiranya orang seperti Sanip. yang lebih pandai bersilat dari dia. dan Sanip menyanyikan lagu-lagu sedihnya dengan dangung-dangung. berpantun yang sedihsedih. dan amat pandainya bergaul dengan perempuan. Bunyi dangungdangung yang hilang-hilang timbul. pikirnya. sedusedan kawannya yang lain. yang kehilangan. Jika mereka sedang duduk di sekeliling api unggun di tengah rimba. dan ikutlah dia menyanyi. sekali lagu gembira. yang kerinduan. berladang. meskipun mereka sama-sama murid Wak Katok. Sanip selalu membawa sebuah dangung-dangung dalam saku bajunya. yang telah menikah. dan suara Talib menyampaikan ratap tangis orang yang kesepian. seperti kawan- Pandai benar dia memainkan dangung-dangung. sekali lagu sedih. maka Talib biasanya tak dapat menahan dirinya. Sanip penggembira sekali. Dapat saja disuruhnya dangung-dangung menyanyi. Dan setiap ada kesempatan..

Dan mereka bertujuh duduk di sekeliling api. Buyung juga suka merasa cemburu pada Sanip. Dia ingin dapat semudah Sanip menyanyi dan menari dan bercerita. menutup matanya. ikut berdiri. Banyak benar leluconnya tentang ketakuan lebai. Jika timbul hatinya hendak bergembira. dan kelihatan seakan wajahnya jadi kosong. dan rokok daun enau yang terjepit antara jari telunjuk dan ibu jarinya akan mati sendiri. sehingga anak-anak. Kalau umpamanya mereka sedang . juga kelihatan terkesan oleh lagu-lagu demikian. Cocok juga perangainya yang periang ini dengan badannya yang pendek dan gemuk. dan di sekeliling mereka tegak hutan rimba yang hitam dan besar.ratap hati manusia yang haus pada kebahagiaan. Dia suka melucu dan menceritakan kisah-kisah yang lucu. Buyung juga cemburu melihat Sanip yang dengan mudah menganggap segala apa yang terjadi seperti soal yang ringan. masing-masing dengan kenang-kenangan sendiri. terlupa. dan ia pun akan ikut menyanyi dengan suaranya yang agak serak. Cemburu pada keriangannya. muda yang lain tak dapat menahan diri. dan dia akan berdiri dan menari. Wak Katok. orang yang bermuka dan berbadan keras. dan kemahirannya memainkan dangungdangung. Pak Haji akan duduk termenung. pikirannya melayang entah ke mana. yang menimbulkan tertawa mereka terkekeh-kekeh. menari dan menyanyi. Sanip juga seorang pelawak. maka dangung-dangung disuruh menyanyi gembira. hasrat-hasrat sendiri.

dan dia membalas: "Bagaimana engkau tahu dia akan beranak? Bagaimana kalau dia diterkam harimau?" Cepat saja datang balasan Sanip: "Oh rusa seekor dimakan harimau tidak akan menghabiskan semua rusa di hutan. rusa itu akan beranak lagi.. tertawalah. ingatlah uang yang akan engkau dapat setelah damar terjual di pasar." Ingin Buyung dapat bersikap demikian. tak lagi dapat mereka temukan." Sungguh kesal hati Buyung mendengarnya. Rusa lari. maka Sanip dengan gembira akan berseru ". Buyung menyesali dirinya tak putus-putusnya. Pernah sekali mereka pergi berburu. "engkau harus lebih pandai membidik!" Dan tiba-tiba Buyung merasa. hingga jalan menjadi licin dan badan mereka basah kuyup. betapa Sanip dan kawankawannya . habis hujan datanglah terang!" Jika Sutan mengeluh karena beban yang didukungnya amat berat. Dan meskipun mereka buru sepanjang hari. dan Buyung membidik dan menembak rusa dengan senapan Wak Katok. maka Sanip akan berkata ". dan artinya akan lebih banyak rusa yang dapat engkau tembak di hutan.. Yang penting." katanya sambil mengerdipkan matanya mengganggu Buyung. jangan susah hati. Akan tetapi tembakannya tak kena.menempuh hutan. akan tetapi Sanip enak saja berkata: "Apa yang engkau susahkan Buyung. ah. dan turun hujan yang lebat...

dan karena kesalahannya maka semua susah payah mereka jadi percuma. isteri Talib. Tetapi Talib dan Sanip bersahabat erat. ini karena hari dibawanya mengejar rusa. Menurut cerita si Rancak. hujan begini akan berhari-hari lamanya!" Dan Sanip dengan suara gembira akan mengatakan: "Untung hujan. yang menyebabkan marah isterinya tambah lama tambah hebat. Jika hujan turun sedang mereka bekerja di hulu hutan." Dan mereka semua akan tertawa. Istrinya hanya baru berhenti karena kehabisan nafas dan keletihan. Dunia dan hidup ini gelap saja terasa olehnya. Talib seorang pendiam kurus dan jangkung. Anaknya sudah empat. Ke mana-mana mereka berduadua. kita sempat beristirahat. dan berlainan sama sekali dengan Sanip. adik Zaitun. karena isterinya tak putus-putusnya mengomeli dan memarahinya. Buyung merasa dia harus minta maaf pada kawan-kawannya. yang telah beristri dan punya anak itu dapat berperangai seperti seorang muda yang masih bujangan saja. dan dia tak berhak merasa kesal. tak putus-putusnya. Mereka telah sepanjang percaya akan kemahirannya menembak. Menurut cerita orang kampung. Buyung tak mengerti bagaimana Sanip. mereka pergi berteduh di dalam pondok yang dibuat dari daun-daun pisang hutan dan keladi. memarahi Talib dari pagi hingga petang. dan Talib diam saja. tak menjawab dan tak membalas. dan Talib akan berkata: "Aduh. Pada suatu kali mereka mengumpulkan damar amat . Biasanya orang yang demikian telah bersikap seperti orang tua.sebenarnya baik hati terhadap dirinya. dia pernah mendengar SitiHasanah.

Untung besar kita!" Sedang Talib berkata dengan suara sayu: "Aduh. tak tinggi dan tak pendek. Dia melemparkan tombaknya. . maka lama dia tertahan tak dapat meneruskan perjalanan di Singapura. tetapi masih lebat. Sebentar kemudian babi pun hancur dikoyak-koyak oleh anjing. dan selalu memandang dunia dengan mala yang gelap.yang berani juga. akan tetapi suka mendengar percakapan orang lain. Meskipun rambutnya sudah putih. bahwa ketika dia baru berangkat meninggalkan kampung. maka seorang pemburu datang mendekati babi hendak menombaknya. dan Sanip berseru gembira: "Aduh. dan menyelamatkan pemburu itu. Talib tanpa ragu-ragu menyerang babi dengan tombaknya. Beban damar yang harus mereka pikul pulang amat berat. ini dua kali lebih banyak dari yang biasa kita bawa pulang. Ketika duduk dekat api unggun di malam hari. Dia pernah bercerita. Pernah kelika orang sekampung berburu babi. jika dipaksa maka dia maju juga menceritakan pengalamannya selama merantau ke dunia luar. Dia masih kuat mendukung beban damar menandingi siapa pun juga di antara mereka. dan anjing-anjing lelah mengepung babi.banyaknya. asal jangan hanyut saja kita nanti di sungai. Dia sendiri tak banyak berbicara. akan tetapi babi dapat mengetak. Buyung pun merasa hormat pada Pak Haji yang tua. dan ikut pula tertawa. Badannya sedang. akan tetapi dia seorang. menyeberang dengan beban seberat ini!" Biarpun Talib pendiam. lalu balas menyerang. tanpa memperdulikan anjing-anjing yang berkerumun mengelilinginya.

Dan di Bangkok katanya dengan terburu-buru dia terpaksa meninggalkan sirkus. "maka saya pun melarikan diri. "Karena merasa bersalah. dan tak kembali ke kapal. Seorang kami di jalan. Dia mengembara dengan sirkus kecil kepunyaan seorang Cina. Penang. Tokyo. . Sungguh mengasyikkan ceritanya tentang kota-kota besar seperti Kalkula. jadi tukang masak. pernah ikut jadi anggota sebuah rombongan sirkus. Di sana katanya dia belajar agama Islam pada seorang guru besar. cemburu padanya dan hendak membunuhnya dengan pisau." kata Pak Haji dengan Jenakanya. karena suami seorang penyanyi perempuan Cina. Ketika kapalnya singgah di Kalkuta dia turun ke darat." Kemudian dia bekerja sebagai tukang masak disebuah kapal yang berlayar antara negeri India dengan Jepang. Dari India lewat jalan darat bersama dengan beberapa puluh orang lain dia berjalan menuju negeri Arab. Dia pernah pula bercerita. Aku pernah ikut jadi pembantu seorang tukang sunglap dan tukang sihir.karena kehabisan uang. Sampai dia harus bekerja jadi kuli. dan malahan katanya pernah dia selama dua bulan bekerja jadi tukang kuda di istana Sultan Johor. Rangoon." cerita Pak Haji. bandar Manila. Dia bekerja menjadi tukang dansa yang mengendarai sepeda. sampai ke negeri Siam. Shanghai. "Berbulan-bulan "Banyaklah pelajaran yang aku dapat di perjalanan. Dia meneruskan perjalanan hingga Lahore.

"Kemudian setelah uang aku kumpulkan. Dan mengatakan dia pun sanggup. Sedang aku menyiapkan barang. Waktu diundi dia yang harus memotong lidah anak itu lebih dahulu dan kemudian menyambungnya kembali.Afghanistan yang tinggi dan besar. Pada suatu kali dia ditantang oleh seorang ahli sihir lain di sebuah tempat yang kami lalui untuk mengadu kepandaian. dan aku pun membawa barang dan mengejar larinya yang cepat dengan langkah-langkah besar. "Sebelum aku mulai. menyuruh aku kembali ke tempat penginapan kami. Kemudian aku tanyakan padanya apa yang terjadi. dan kemudian menyambung lidah itu kembali. tetapi aku tahu bahwa ada bahaya. dengan cepat mengambil bungkusanbungkusan. Aku tak mengerti apa yang terjadi. aku dengar teriakan orang banyak penuh amarah. Sekali ini memotong lidah seorang anak kecil. aku minta supaya orang banyak membayar terlebih dahulu. . dia berbisik padaku. Dia tertawa besar dan mengeluarkan uncang uangnya." katanya. Sampai malam orang kampung mencari kami. Jauh di belakang kami. tiba-tiba dia datang berlari masuk kamar. Akan tetapi kami segera tiba di luar kota. dan berlari ke bukit-bukit batu dan bersembunyi di bukit. dan memerintahkan aku supaya berlari mengikutinya. Dia dapat memotong lidah burung. Sebelum dia mulai. Tukang sulapku tak hendak kalah. dan menyiapkan semua barang kami.

dia terus kembali bekerja ke hutan mencari damar dan rotan. Hidup jadi pendamar dan perotan juga yang dapat memuaskan jiwanya. Katanya dia telah mencoba segala hidup di negeri orang lain. "Ah." "Tetapi mengapa engkau lari?" tanyaku. Biarlah Mereka tak dapat memastikan kebenaran cerita Pak Haji ini. karena aku katakan aku hendak pergi mengambil obat." dan dia tertawa terbahak-bahak.. "bukankah ada tukang sihir lawanku. Kemudian aku suruh mereka menunggu. maka anak itu mendapat sambungan lidahnya kembali. Jadi anak kapal hampir serupa dengan orang yang bekerja di hutan. Setelah naik haji. "Ha.maka aku potong lidah anak itu. ceritanya. tetapi hatinya selalu menariknya kembali pulang ke kampung. hingga kurasa anak itu tak merasa sakit. akan tetapi siapa tahu. siapa yang akan menyambungnya?" tanyaku. Demikian cerita Pak Haji. maka orang kampung akan memukulinya." katanya. Ketika dia tiba di kampung. maka selalu orang akan terikat padanya. katanya. Di atas kita langit luas. karena di jaman dahulu banyak sekali terjadi hal-hal yang gaib dan tak masuk akal kita. "karena aku tidak pandai menyambung lidahnya kembali. dan di malam hari penuh . cepat sekali dan sedikit ujungnya saja. Sekali terlawan oleh hutan. Tetapi aku terus berlari menuju tempat kita menginap. Kalau dia pandai. dia pandai menyambungnya. jika dia tak pandai.. yang mengatakan dicobanya. Pak Haji bekerja di kapal yang berkunjung ke pelabuhan-pelabuhan di benua Afrika dan Eropah." "Tetapi bagaimana dengan lidah anak itu." katanya.

ada yangsedih dan ada yang gembira. maka mudahlah menangkap ikan. yang kelihaian dan tak kelihatan. Mereka selalu membuat tempat . Macam-macam saja pengalamanya. karena selalu ditangkap orang. Tetapi di sana tak ada pohon dan tanaman. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu. dan tak ada makhluk hutan.bertaburan bintang. karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung. oleh margasatwa dan serangga. air sungai membuat lubuk-lubuk yang besar dan dalam. ada yang lucu. Tak ada bunyi-bunyi hutan. Mereka menuju hutan dengan menyusur pinggir sungai. Rasanya kita satu dengan hidup di bumi. memudikinya. Sungguh banyaklah cerita Pak Haji. Asyik sungguh hati mpndengarnya. dipancing atau dijala. gelap malam lautan bercahaya di sekeliling. akan tetapi jauh ke dalam hutan. Rasanya seperti kosong di lengah laut. Air Jernih. Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. UNTUK pergi bersama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar. yang terdengar dan yang tidak terdengar. Tetapi di hutan. Ada yang dahsyat. Air Jernih terletak pula di tepi Sungai Air Putih yang bermuara ke danau. mereka harus meninggalkan kampung. dan di dalam lubuk-lubuk serupa ini banyaklah ikan besar. biar kita di tengah hulan belantara sekalipun. kita dikelilingi oleh pohon dan tanaman. yang terletak di tepi Danau Bantau. memasuki hutan dan mendaki gununggunung. Tetapi di banyak tempat yang datar. Di lubuklubuk yang dekat ke kampung ikannya tak banyak dan tak besar-besar lagi.

atau setelah berjalan sepanjang hari turun dan naik gunung. mereka memasang jerat untuk menangkap burung balam yang datang mencari makan di tepi sungai. dan mereka mencoba menembak rusa. setelah bekerja sehari penuh mengumpulkan damar. dan panci tempat menanak nasi dan memasak air. Mereka membawa beras. baru mereka panggang dendeng atau ikan kering yang dibawa. Jika mereka tak mendapat ikan atau burung yang jarang terjadi. Bunyi air yang menderas di antara batubatu. . Mereka memasang lukah di sungai jika tak membawa jala atau bunyi orang bergendang. Mereka beruntung. Sungguh sedap rasanya. sedikit asam dan garam. hembusan angin di daun. Dan kalau mereka rajin dan ada waktu. seakan perasaan. kopi dan gula. Dari Air Jernih ke hutan damar. duduk di atas batu dan mencoba mengail ikan.bermalam dekat lubuk-lubuk demikian. cabai yang ditumbuk di dalam bambu. Biasanya setelah selesai mengumpulkan damar mereka berburu rusa. yang mereka buat dari bambu dan diletakkan di antara batu-batu di sungai. Sekali-kali Wak Katok membawa senapan lantaknya. Di sebuah pondok di ladang Wak Hitamlah mereka selalu bermalam selama berada di hutan damar. dan mereka tak pernah kekurangan ikan selama dalam hutan. dan jauh di dalam hutan bunyi siamang yang mengimbau-imbau tak berhenti-hentinya. amat sangat menyenangkan pancing. dan akan dapat membawa dendeng rusa pulang. ada seminggu jauhnya berjalan kaki. ada sebuah huma kepunyaan Wak Hitam. karena tak berapa jauh dari hutan damar.

dan berkata: "Engkau siapa? Engkau berbual seperti rumah ini rumah ayahmu saja!" Dan orang itu menjawab: "Benar. Aku anak Ibu Khadijah. Dia selalu memakai celana hitam. hingga Wak Hitam memarahi anak itu.Wak Hitam adalah seorang tua yang umurnya hampir tujuh puluh tahun. seperti orang Keling. Mengapa dia suka tinggal berbulan-bulan di humanya yang amat jauh. Bininya empat. kulitnya amat hitam. karena semuanya yang serba hitam pada dirinya. Orangnya kurus. dua hari perjalanan dari Batu Putih. Anaknya berserak-serak di tiap kampung. dia melihat seorang muda yang enak saja tinggal di rumahnya seperti rumah sendiri. baju hitam dan destar hitam." Rupanya memang anaknya dari istrinya yang bernama Khadijah. tetapi rambutnya masih hitam. ini rumah bapakku. kampungnya. Malahan menurut cerita orang lebih lagi. . Ada yang berani bersumpah dan mengatakan. dan setiap kawin selalu dengan anak perawan. bahwa umur Wak Hitam lebih dari seratus tahun. Pernah diceritakan ketika dia pulang ke rumahnya di Batu Putih. macam-macam pula cerita orang. Dan kala orang selama hidupnya dia telah kawin lebih dari seratus kali. Padahal rumahnya di Batu Putih besar. Melihatnya saja sudah menimbulkan rasa ngeri. dan di kampungnya ada pula anak bininya. dan menurut cerita orang dia sendiri pun tak ingat lagi pada semua anaknya.

dan dia hendak ditembak mati. begitu hebatnya dia dahulu. Pernah ketika pemberontakan dahulu melawan Belanda di tahun 1926 Wak Hitam tertangkap oleh Belanda. yang baru dikawininya selama dua tahun terakhir. Orang-orang telah kenal baik dengan istri-istrinya yang dibawanya ke huma. bahwa Wak Hitam bersekutu dengan iblis. akan tetapi . maka dia selalu mengendarai harimaunya. Karena ada cerita yang mengatakan. Ilmunya banyak benar. Siti Rubiyah. dan Siti Rubiyah belum lagi mendapat anak dari dia. setan dan jin. Dan kenyataan ini membuat orang kampung bercerita.Karena hal-hal serupa ini barangkali. Malahan menurut Sanip. meskipun tak pernah mereka perlihatkan. Cerita orang macam-macam tentang ilmu Wak Hitam. di tengah hutan. bahwa tenaga Wak Hitam sudah habis. Kalau dia hendak ke mana-mana. Wak Katok mengakui dia sebagai gurunya dalam ilmu silat dan ilmu gaib. Tetapi yang tercantik adalah istrinya yang paling muda. Kata orang dia berkali-kali pergi naik haji ke Mekkah terbang mengendarai harimau silumannya. perempuan kalau bersalaman saja pun dengan Wak Hitam tentu akan bunting. Sanip dan Buyung dalam hati takut padanya. Menurut cerita dia kebal. Selalu dia ke sana membawa salah seorang bininya bergantiganti. Talib. Anak-anak muda. maka Wak Hitam lebih suka memencilkan dirinya jauh dari kampung. dan lebih suka tinggal di ladangnya di Bukit Harimau. dan dia memelihara seekor harimau siluman. seperti Sutan. karena biasanya semua istrinya telah beranak dalam tahun pertama kawin dengan dia.

dan Wak Hitam menghilang. Lalu serdaduserdadu melihat Wak Hitam berdiri bersandar pada sebuah pohon pisang. Akan tetapi yang putus bukannya leher Wak Hitam. Kata orang. seekor tupaipun tak akan dapat ke luar lari. Mengapa Belanda kemudian tak menangkapnya. Cerita lain mengatakan. Dengan ilmunya selalu dia dapat meloloskan diri dari kepungan tentara Belanda. cerita lain mengatakan itulah perangai orang yang bersekutu dengan setan dan jin. dan dia pulang membawa harta. tak boleh tinggal lama-lama dengan sesama manusia di kampung. Ada yang mengatakan dia ke sana karena harus bertapa. Ketika pemberontakan dikalahkan. berkat ilmunya juga. maka dikabarkan Wak Hitam lama menghilang dari kampung. akan tetapi harus menjauhi sesama manusia. Berjam-jam mereka mencari di kebun pisang. Kebun dijaga rapat sekali. Mengapa dia suka tinggal di huma yang jauh di dalam hutan. dan dia berhasil melarikan diri. dan Wak Hitam terkepung di dalam sebuah kebun pisang. dan menebas kepala Wak Hitam. pada suatu hari serdadu Belanda mengejarnya. Dan kini dia termasuk orang terkaya di kampung. akan tetapi pohon pisang. yang bersembunyi di hutan . mengayunkan kelewangnya. Diceritakan pula. akan tetapi tibatiba dia muncul kembali.peluru tak dapat menembus badannya. Serdadu melompat. tak lagi mereka dapat menjumpai Wak Hitam. tak seorang juga yang tahu. bahwa Wak Hitam masih punya anak buah dari jaman pemberontakan dahulu. banyak pula ceritanya.

dan hasilnya tak menentu. Akan tetapi pekerjaan Tergantung dari untung dan nasib juga. Rumah Wak Hitam di humanya itu didirikan di atas tiangtiang yang tinggi. Di . Entah mana yang benar. dan jika tak banyak pekerjaan di sawah atau di ladang ada juga yang suka pergi ke mudik sungai. maka mereka bermalam saja di hutan. Berbagai orang lain kadangkadang ikut menginap di sana. supaya jangan ada orang lain yang tahu.sampai kini. Bermalam di rumah Wak Hitam di huma kadang-kadang menyenangkan hati pula. Cerita lain lagi berkata. Konon ada orang kampung yang pernah mendapat sebutir emas sebesar kelingking. hingga terlambat untuk pulang ke ladang Wak Hitam. Mereka bertujuh selalu berusaha untuk pulang ke ladang Wak Hitam sebelum hari gelap. bahwa Wak Hitam punya tambang emas rahasia di hutan. akan tetapi ini berat. dalam musim kemarau. Memang di Sungai Air Putih yang juga mengalir dekat huma Wak Hitam terdapat emas dalam pasirnya. Bahagian depannya merupakan sebuah beranda yang besar dan panjang. Di sebuah sudut dekat jendela terletak dapur. tak seorang juga pernah melihatnya. Di atas lantai oleh Wak Hitam ditimbun pasir yang dibatasi dengan papan kayu. dan dia sendiri saja yang mengerjakan tambang. Akan tetapi jika damar banyak dan mereka bekerja mengumpulkannya berjauh-jauhan. dan di atas pasir dipasang dua buah tungku. Orang kampung. dan mencoba mendulang emas. dan yang kini menjadi penyamun dan perampok. Di sinilah istrinya memasak.

dan entah apa lagi. Buyung pernah masuk ke sana. senapan berburunya. atau ikan sale. Bukankah amat mudah merampoknya.atas tungku tergantung dendeng rusa. Dilihatnya di dalam kamar ada pula dua buah kopor besar-besar terbuai dari kayu hitam. dan istri Wak Hitam menanaknya. maka isteri Wak Hitam yang ikut dengan dia selalu memasak nasi dan lauk pauk untuk mereka. yang terdiri dari dua buah kamar. dan sebuah kamar lagi tempat simpanan Wak Hitam. ketika disuruhnya mengambilkan senapan berburunya. Sungguh ingin Buyung mengetahui apa isi kopor itu. Akan tetapi kedua kopor berkunci besar dari besi. Beranda ini dipisahkan oleh dinding bambu yang dianyam dari bahagian belakang rumah. jika ada orang yang berniat jahat? Tetapi siapa yang berani berbuat demikian? Mereka selalu tidur di beranda di atas lantai. karena orang kampung? Akan tetapi alangkah . Di sana dia menyimpan damar. Jika mereka bermalam di sana. dan pinggirannya berlapis lembaga yang sudah tua dan hijau warnanya. apakah mungkin di dalamnya emas yang diceritakan bodohnya Wak Hitam menyimpan emas di dalam peti di humanya. Mereka senang makan di sana. Sebuah kamar tidur Wak Hitam dengan istrinya. bawang. Mereka berikan beras dan lauk pauk yang mereka bawa. cabai dan berbagai rupa daun-daunan. Timbul juga syak dalam hati Buyung.

Orangnya pun cantik. Atau malam-malam. Hilanglah segala penat dan letih satu hari bekerja di hutan. sambil membakar jagung atau ubi. ketika mereka belum tidur. Jika Buyung tak tergila-gila pada Zaitun. maka mereka senang duduk dekat tungku. Sanip akan mengeluarkan dangung-dangungnya dan menyanyikan lagu-lagunya.lain juga rasanya dari makanan yang mereka masak sendiri. Sekali. Meskipun Buyung harus mengakui. maka dia akan mudah jatuh cinta padanya. Karena itu selintas pun tak masuk dalam ingatan Buyung sesuatu pikiran tak baik terhadap perempuan itu. dan bukan orang sembarangan pula takinya. Mereka semua suka pada Siti Rubiyah. Akan tetapi kini dia telah jadi bini orang. dan selalu mereka mendapat tambahan masakan dari sayuran di ladang. dan ubi singkong yang dibakar di atas bara yang panas. tetapi Wak Hitam. ketika dia melagukan ratap tangis seorang perempuan muda yang ditinggalkan suaminya. Dia masih muda benar. Biasanya pagi-pagi sekali Buyung atau Sanip telah duduk di depan dapur membakar jagung atau ubi. bahwa badannya langsing dan bagus . Semua istri Wak Hitam pandai memasak. Dimakan panas-panas dengan kopi hitam panas amat enak rasanya. Yang paling mereka senangi ialah rebus jagung muda atau ubi jalar. yang ditakuti dan disegani. dan salah seorang bercerita. Lagi pula di ladangnya banyak ditanamn sayuran. Dalam malam serupa itu. maka Buyung melihat Siti Rubiyah menghapus air matanya diam-diam.

. "Engkau lihat bahagian alas buah dadanya. "Tetapi mata Pak Haji masih kalah dengan mata Wak Katok. "Aduh coba engkau . maka sinar matahari yang terik memerahkan pipinya. "Engkau lihatkah mata Pak Haji memandang padanya pada suatu kali?" tanya Sulan. coba kalau takinya bukan Wak Hitam. Sering Buyung melihat rambul nya terurai jatuh ke bawah." tambah Buyung. dan panjang hingga sampai ke ujung pantatnya. sedang dia bekerja di kebun dan jika dia sedang bekerja di kebun di siang hari.?" Lalu mereka tertawa terbahak-bahak." kata Talib. Sanip tertawa. ditambah lagi dengan rambutnya yang hitam. "Masa Pak Haji punya pikiran yang begitu?" "Ya. coba kalau dia belum kawin." kala Buyung. buah dadanya.." kata Sutan menambahkan. "Aduh.bentuknya. kan dia sudah tua?" kata Buyung." katanya. "Aduh. dan matanya yang bundar dan terang bercahaya. dan semakin cantik saja dia kelihaian. dan orangorang tua tak ada dekat-dekat. "Pak Haji?" tanya Talib takjub. meskipun kecil tetapi kuat dan cantik. maka Talib atau Buyung alau Sanip mulai berbicara tentang kecantikan Siti Rubiyah. dan parasnya dengan hidungnya yang mancung dan mulutnya yang terdiri dari dua buah bibir yang penuh dan merah dan selalu basah. sambil tertawa penuh arti. Ketika mereka yang muda-muda bersama-sama di hutan. "Kemarin aku mimpikan dia. "Lupakah engkau pepatah tua-tua kelapa . "Dengarkan si Buyung berbicara. Talib dan Sanip sekali waktu tak dapat menahan diri. jika dia membungkuk meniup kayu di tungku? Tadi pagi aku tolong dia memasang api." tambah Sanip.. tebal dan hitam.

"engkau kan masih bujang masih belum tahu. Aduh." "Ho-ho. Seakan hendak ditelanjanginya saja Siti Rubiyah. kalau sudah melihat perempuan cantik. Aku takut pada Wak Hitam." kata Buyung membantah. "Ah. "Engkau juga. Kau belum tahu apa artinya itu. Aku pun jadi cemburu dibuatnya. Kemudian mereka beralih kembali membicarakan kemungkinan-kemungkinan Siti Rubiyah di tempat tidur. menertawakan Buyung yang tak berpengalaman." kata Talib. lebih baik kau belajar dulu dengan Siti Rubiyah. orang tua atau orang muda. "sama saja. yang menimbulkan tertawa mereka yang hebat . "Coba kalau nanti kau sudah dipeluk si Zaitun. Dan mereka tertawa kembali. "memang dia cantik. Atau tak usah di tempat tidur pun boleh tidur. karena itu dapat berkata demikian." Sutan mengangguk lagi. merah padam muka Buyung malu. Melihat muka Buyung merah padam karena malu." Mereka berpandangan. dan hendak ditelannya Siti Rubiyah hidup-hidup." kata Sanip. Mereka pun tahu sudah tentang cintanya yang tak berbalas terhadap Zaitun. seperti dikatakan oleh Sutan.perhatikan kalau dia melihat pada Siti Rubiyah dan Wak Hitam lagi tak ada. baru kau tahu. belum punya pengalaman apa-apa. maka mereka tertawa lebih hebat lagi. lupa daratan. "Tapi sebelum dengan Zaitun." Dan mereka saling berpandangan dan tertawa. tetapi aku tak berani merasa seperti kalian. aku tidak." Sutan dan Sanip dan Talib menertawakan Buyung.

kalau orang tua seperti Wak Hitam kawin dengan istri muda seperti Siti Rubiyah. Dan memperhatikan kawan-kawannya jika berdekatan dengan Siti Rubiyah. Mereka habis-habisan menghantam Wak Hitam yang sudah tua. Dan lebih banyak tinggal di kamarnya saja. bukannya dia menahan umurnya." kata Sanip." kata Sutan tertawa. Akan tetapi dalam beberapa bulan terakhir Wak Hitam sering sakit-sakit." "Aduh. Buyung sering pula. perubahan dalam sikap mereka. sebentar-sebentar sakit. Yang muda-muda hanya datang sebentar. Untuk menahan umurnya sendiri. akan tetapi hanya akan mempercepat dia masuk lobang kubur saja." kata Sutan. hingga sebenarnya malahan menunjukkan adanya perasaan lain dalam dirinya. Usaha mereka untuk bersikap dan berbuat biasa terlalu kelihatan. Karena mereka tak merasa sesuatu kegembiraan bercakap-cakap dengan Wak merasa khawatir apakah Wak Hitam tak melihatnya Memang dia dapat merasakan sesuatu . Sejak percakapan mereka demikian. "dia sudah tua.kembali. Pak Haji dan Wak Katok dan Pak Bakmi yang datang mengunjunginya ke kamar tidur. mengapa dia harus berbini muda lagi seperti Siti Rubiyah?" "Itu kan adat manusia. Buyung lebih dia ingin punya bini muda. dan kemudian segera pergi. "Entah apa gunanya baginya istri sampai empat. "semakin tua seorang letaki. semakin perempuan tua ingin punya suami muda.

maka sekali-sekali mereka Ada sesuatu dalam dirinya yang berjumpa pula di sana dengan berbagai orangyang anehaneh. Orang-orang itu pun tak banyak bercerita.com/ Dewi KZ 33 Selain dari Siti Rubiyah yang menarik hati mereka untuk bermalam di ladang Wak Hitam. Akan tetapi rambutnya masih lebat. dan dia masih selalu memakai pakaian hitam. Buyung lihat dua orang di antaranya membawa dua buah bungkusan. Matanya cekung mendalam. yang kelihatannya berat isinya. Tak lama kemudian menembus mereka mendengar suara berbisik-bisik . menimbulkan rasa segan orang terhadap dirinya. akan dapat melompat dan menerkam dengan cepat dan mematikan. akan tetapi yang jika dilanggar perasaannya. kumis dan janggutnya telah banyak putihnya. Akan tetapi mereka tak kenal pada mereka. Mereka sapa-menyapa. Belakangan ini badannya bertambah kurus. Meskipun dia sakit demikian. dan duduk berkumpul di antara mereka. mereka jumpai telah ada enam orang lain yang terlebih dahulu tiba. Tak obahnya dia seakan seekor harimau yang sakit. Mereka semua berpakaian hitam dan membawa parang panjang. Tak pernah mereka melihat orang-orang itu selama ini singgah di ladang Wak Hitam. mereka dipanggil masuk ke kamar Wak Hitam. Sekali ketika mereka pulang dari hutan. Tak lama kemudian.Hitamyang menyeramkan itu. akan tetapi seluruh perawakannya masih tetap garang dan menakutkan. Tiraikasih Website http://kangzusi.

dinding bambu yang tipis. Rasanya seakan mereka tak pernah ada." mengikuti mereka dengan pandangannya. dan pura-pura tak tahu bahwa orang yang enam itu telah datang dan pergi. dan mereka menghilang ke dalam hutan melalui ladang dalam gelap malam. seakan kehadiran rahasia itu menekan perasaannya. memasak kotak ubi jalar. . Sesuatu bayangan rahasia yang dilontarkan oleh gelap malam ke dalam rumah. Dia hanya mengangguk saja ketika mereka berenam minta diri dan turun ke dalam gelap malam. Siapa mereka? Ke mana mereka? Macam-macam timbul pertanyaan dalam hati tetapi tak seorang pun juga yang berani menanyakan. Perasaan mereka bertambah tertekan. bahwa esok paginya dia bertanya kepada Siti Rubiyah siapakah keenam orang itu. dan terus minla diri. dan kemudian dihelanya kembali ke luar dan hilang kembali ke dalam hutan. Buyung betapa mereka berjalan dalam gelap samar malam di ladang. akan tetapi Siti Rubiyah menjawab dengan singkat: "Baiklah jangan ditanya. orang-orang berbaju hitam yang penuh telinganya tak dapat dia mengikuti melihat sikap Siti Rubiyah yang seakan-akan tak acuh. Sutan sendiri pun terdiam. Esok harinya Sutan bercerita. Siti Rubiyah pun tidak berada di kamar lidur. Akan tetapi betapa juga Buyung memasang pembicaraan mereka di dalam. dan kemudian hilang dalam pelukan gelap hutan. akan tetapi tinggal duduk di dekat tungku. Tak lama kemudian mereka ke luar.

dan mulai bercerita. dan selanjutnya kita jadi orang kaya?" Akan tetapi sekali-sekali mereka bertemu pula dengan orang-orang lain yang menarik hati dan menyenangkan perasaan." kata Talib. karena jagungnya yang muda dicuri tupai. "coba kalau kita tahu di mana letak gua itu.Semuanya ini menakutkan hati Buyung. Memang menjadi ingin tahu sekali. Sutan berkata: "Jika mereka datang lagi. karena tanpa terlalu susah payah mengajaknya. kebetulan ikut pula menginap seorang tukang bercerita keliling. dan kita masih di sini. ketika mereka menginap di sana. Aduh alangkah pandainya dia bercerita. mari kita ikuti mereka dari jauh. maka dia pun berdiri di tengahtengah beranda. barangkali mereka penjaga gua emas Wak Hitam. Dan kemudian tiba-tiba saja lalu dia menjadi . Jika dia bertaku sebagai si datuk tua yang marah amat sangat. Cerita kanakkanak yang diceritakannya. Umpamanya beberapa bulan yang lalu. kan kita tak usah lagi letih-letih mengumpulkan damar. akan tetapi cukup kita mengambil emas banyak-banyak. maka sungguh-sungguhlah dia berubah menjadi pemilik kebun yang marah demikian. Macam- rupanya kesenangannya bercerita. akan tetapi membuatnya macamlah timbul pikiran mereka untuk memecahkan rahasia ini. Dia seorang tua dan membawa sebuah gendang dan sebuah suling. Mereka semua terpesona melihat betapa pandainya dia bercerita. Ke mana mereka pergi?" "Ya. tentang permusuhan antara seorang datuk yang memiliki kebun jagung dengan seekor tupai amat menarik.

lalu orang tua itu memegang tangan Buyung sambil berkata : "Anak kelihatannya yang termuda di sini. ketika mereka bercakapcakap. Setelah habis makan malam. sambil memakan jagung muda dengan enaknya. "tetapi akhirnya anak akan mendapat juga apa yang anak inginkan sekali” Tiraikasih Website http://kangzusi. mengejek yang empunya kebun. Dan yang kelihatan di depan kita bukan seorang tukang cerita." katanya. seekor tupai nakal yang kesenangan mengganggu si pemilik kebun. Hingga kemudian setelah dia selesai bercerita. Pada suatu malam lain. dan menambahkan. "Anak akan banyak mengalami pengalaman yang hebat. Mula-mulanya tak hendak dia menerimanya. mereka berjumpa di sana dengan seorang tua dan seorang anak letakinya yang sudah besar." Lalu dia memperhatikan garis-garis tangan Buyung.tupai. Mari aku baca tanganmu. dan malam itu bermalam di ladang Wak Hitam. Asyiklah mereka dibuatnya dengan macam-macam ceritanya.com/ . maka mereka memberinya hadiah sedikit uang. di seberang hutan. Anak harus sabar dan tabah menghadapi percobaanpercobaan hidup. tetapi sungguhsungguh seekor tupai. akan tetapi mereka paksa juga. Mereka hendak pergi ke kampung Aur Kuning. dan dari atas dahan pohon yang tinggi dan aman. dan mengambil jalan singkat dengan memintas hutan dan gunung.

" Setelah dia membaca garis tangan Buyung.. maka yang lain pun minta tangannya dibaca." katanya melanjutkan. "Hanya satu harus anak hati-hati dalam hidup ini. tiga. sembilan. Dan Sutan bukannya malu mendengar itu. "jangan terlalu percaya pada orang. Selanjutnya dikatakannya pula bahwa Sutan akan kawin sampai enam kali." katanya pula. Sutan mudah berteman dengan orang. Dan anak jangan lupa. disusul oleh yang lain-lain. tak boleh memakai pakaian yang terbalik. Muka Buyung tambah merah padam. Sutan terdiam dan mukanyn agak pucat. karena dia mudah tergoda oleh perempuan. Dia tidak boleh menurut kala hatinya..Dewi KZ 36 Di sini Sutan tertawa. Tetapi dalam hati. enam. tujuh. Buyung teringat pada Zaitun. melainkan mukanya ucapannya kemudian. Pada Sutan dia berkata. dan anak akan senang nanti di hari tua. empat. karena orang tua itu berkata: penuh bangga. meski kawan sendiri pun." Sutan mulai lagi tertawa mengangggu Buyung. "Anak panjang umur. lima. Rezeki anak baik. Muka Buyung merah padam malu-malu. delapan. Nasib anak dalam hidup selalu akan dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengan anak. Akan tetapi mendengar . "dan anakmu banyak. akan tetapi mudah pula lepas. akan tetapi selalu harus berpikir dahulu baik-baik sebelum dia berbuat sesuatu apa. Katanya. supaya Sutan hati-hati terhadap hatinya sendiri. Buyung senang juga.

Bahaya besar menanti orang muda di waktu dekat yang datang. Kepada Wak Katok dia berkata aneh sekali."Orang muda mesti hati-hati sekali. Kepada Talib dan Sanip dia berkata. Seakan ada sesuatu yang menekan di beranda rumah di ladang itu. sesuatu yang sejuk yang datang melayang dari angkasa hitam di atas hutan. dan saya lihat banyak warna merah." Wak Katok tertawa keras. Malam itu mereka tidak berbicara dan mengobrol segembira seperti biasa. Janganlah turut nafsu hati. bahwa dia tak dapat membaca sesuatu di garis tangan mereka. akan tetapi suara tertawanya agak tegang. seakan dia menekan perasaannya yang terganggu.com/ Dewi KZ 37 "Maaf ya pak. "Tak dapat saya membaca sesuatu." "Takutkah bapak mengatakan apa yang bapak baca? Saya tak takut. dan mengatakan. karena bahaya selalu mengancamnya. sesuatu rahasia yang gelap dan hitam yang memijit hati dengan jarijarinya yang sejuk. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kemudian orang tua itu berkata : "Gelap saja yang saya lihat. setelah memperhatikan telapak tangan kiri dan kanan Wak Katok. supaya mereka amat berhati-hati dalam hidup." Buyung merasa seakan ini sindiran terhadap Sutan supaya jangan mengganggu Siti Rubiyah. Juga dia tak hendak membaca tangan Pak Haji dan Pak Balam." katanya." Mereka berpandangan mata sebentar. Mereka juga berjumpa di sana dengan orang-orang yang . Entah apa artinya saya tak tahu.

Katanya di sana banyak orang Indonesia yang bekerja dan pandai berbahasa Perancis. Asyiklah mendengar Tiraikasih Website http://kangzusi. ada dua puluh tahun lebih dia mengembara dari satu negeri ke negeri yang lain. berjalan menuju ke sungai. sampai ke negeri Amerika. dan bercerita tentang orang dan penghidupan di pulau-pulau lain. Wak Hitam. Belanda. Spanyol. suami Siti Rubiyah tidur di pondok. Sekali mereka bertemu dengan seorang yang pernah bekerja di New Caledonia. menderita demam panas. Telah lama juga dia menunggu di sana. pulau jajahan Perancis. Di seluruh huma itu sunyi sepi. Inggris. Hanya terdengar bunyi burung berkicau-kicau mencari makan di kebun jagung. dan kemudian setelah Siti Rubiyah menghilang di belakang jalan di . Wak Katok menahan napasnya ketika Siti Rubiyah lewat di depannya. Dia tahu Siti Rubiyah akan lewat jalan kecil itu untuk pergi ke sungai mencuci. Kawan-kawannya yang lain di hutan mengumpulkan rotan. Dia sudah berkeliling dunia.pernah jauh merantau.com/ Dewi KZ 38 ceritanya. Jerman. Sampai jauh malam mereka mendengar ceritanya gantiberganti dengan Pak Haji. tentang negeri Cina. 0oo0 WAK Katok duduk mencangkung di dalam semak-semak di pinggir huma. Tiba-tiba Wak Katok memasang telinganya. Jepang. Dia mendengar bunyi telapak di tanah. dan Portugis dan Benua Afrika. Dan tak lama kelihatan datang dari kebun Siti Rubiyah membawa sebungkus cucian.

Selama ini dia hanya dapat membayangkan dan menerka tubuh Siti Rubiyah yang ditutupi baju dan kain tua. Buah dadanya tak besar. Dia tak memakai celana dalam. Dadanya terasa sesak. dan mengikuti jauh dari belakang. seluruh tubuhnya dicium oleh sinar matahari. Kemudian Siti Rubiyah membuka kainnya. Wak Katok menahan napasnya melihat badan Siti Ruhiyah yang terbuka dengan tiba-tiba. meletakkan di atas batu besar. Matanya panas dan seakan hendak meloncat ke luar dari kepalanya. akan tetapi bagus Tiraikasih Website http://kangzusi. Merangkak-rangkak mendekati pinggir sungai. Perempuan muda itu yang menyangka dirinya seorang diri di pinggir sungai dengan tenang membuka pakaiannya. dan bersembunyi di dalam belukar tebal yang tumbuh di pinggir sungai. Wak Katok mengendap masuk ke dalam semak-semak. dan darahnya mengalir di pompa kuat-kuat oleh jantungnya yang bekerja berdegup-degup amat . Dia tidak memakai kutang.balik semak-semak dengan perlahan-lahan dia berdiri. menyala kuning langsat ditimpa matahari. Sebentar dia berdiri telanjang bulat di pinggir sungai di atas batu. Nafsunya datang menyerang bergelombang-gelombang. Akan tetapi kini dia dapat melihatnya sendiri. Matanya tak putus-putusnya mengikuti gerak-gerik Siti Rubiyah. Wak Katok menahan napasnya.com/ Dewi KZ 39 Dia membuka kebaya tuanya dan bentuknya. Seluruh tubuhnya kencang dan kaku. Dan menyusun kainnya di atas kebayanya di atas batu.

Lalu dia duduk Kemudian Siti Rubiyah mandi." "Siti." "Aduh. dan mencuci kain. Wak Katok tertawa menentramkannya. Wak. menjerit kecil. ke dalam air. pikir Wak Katok. Dia membenamkan bahagian badannya di bawah pinggangnya dalam air. Kini dia agak tenang. dan setelah mengeringkan badannya dengan sehelai kain. dan yang kelihatan oleh Wak Katok hanya badannya bagian atas saja. Kemudian dia mengambil onggokan kain kolor dan merendamnya mencangkung di dalam air dan mulai menggosok kain dengan sabun. dan kembali mengambilnya. kusangka beruang atau apa. Siti Rubiyah cepat membungkuk dan memakai sebuah kain tua yang hendak dicucinya.com/ Dewi KZ 40 "Aku kelupaan rokok di rumah. Coba aku air sungai yang mengalir itu. Tiraikasih Website http://kangzusi." dan Wak Katok memegang tangan Siti dan menariknya masuk ke dalam belukar. 0oo0 MEREKA telah dua minggu bekerja mengumpulkan damar . Setengah jam kemudian Siti Rubiyah membuka kain yang dipakainya. dan melangkah kembali ke jalan kecil menuju ladangnya.. Tetapi dia menahan dirinya.cepatnya. ada?" "Marilah.. lalu memakai kebaya dan kainnya. "Aduh. dan yang tinggal ialah api birahi yang membakar kuat. tetapi yang dapat dikuasainya.. Serangan nafsu berahi telah lewat. terkejut aku. Dia mengumpulkan cuciannya. aku bawakan Siti manik yang Siti minta dulu." serunya. Bagaimana Wak Hitam?" "Masih panas sekali badannya.

Siti Rubiyah menertawakannya. Tiap sebentar dia minta minum pada Siti Rubiyah. Terobat juga lidahnya yang kepahitan mendengar tertawa Siti Rubiyah yang halus. jauh dan manusia yang lain. Siti Rubiyah jarang tertawa. Banyak juga hasil mereka sekali ini. pasti terlalu berat bagi seorang perempuan muda seperti Siti Rubiyah yang memerlukan pergaulan dengan perempuanperempuan yang sebaya dengan dia. akan mereka tinggalkan di rumah Wak Hitam. kulit kayu dan akarakar. Pernah Buyung mencoba rasanya dari periuk di tungku Huuuuhh. Badannya panas. Terikat kawin pada orang tua seperti Wak Hitam dan tinggal Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 41 berminggu-minggu di tengah hutan. pahitnya! Hingga ketika Buyung meludahkannya kembali keluar melalui jendela. Sekali ini sakitnya kelihatan tambah berat. dan matanya kemerah-merahan hingga wajahnya lebih menakutkan lagi.berpangkalan di huma Wak Hitam. hingga tak terangkat oleh mereka semuanya sekali jalan. Buyung mengerti. Dan Wak Hitam yang sakit telah berjanji akan mengirimkannya ke Air Jernih dengan orang yang lewat." kata Wak Hitam. Lusa pagi mereka akan kembali ke kampung. "Bayar saja nanti mereka jika telah tiba di kampung. Yang tak dapal mereka angkut. Sungguh kejam Wak . Dia menyuruh Siti Rubiyah merebus obatnya sendiri. terbuat dari ramuan daun-daunan. dan melihat cahaya yang hinggap di mukanya dan memancar dari matanya.

Buyung melihat bekas jejak kancil di sana. Buyung telah memasang sebuah perangkap kancil di pinggir ladang dekat ke hutan. dan jika dia ingat cerita tupai dengan Pak Datuk yang kikir. Meskipun sebenarnya tupai banyak merusak kebun. jika pulang dari hutan selalu dia memeriksa perangkapnya. Jika dia dapat kancil atau anaknya. Setiap hari sebelum berangkat ke hutan mengumpulkan damar selalu dia pergi ke tempat perangkap. maka perasaannya selalu berada di pihak sang tupai. Selalu tupai dilepaskannya karena dia tak suka membunuh binatang dengan tak berguna. Perangkap dibuatnya dari dahan-dahan kayu dan di dalam perangkap dipasangnya buah jagung muda. memeriksa. hendak diberikannya nanti pada Zaitun. Demikianlah maksudnya. akan tetapi di dalamnya hanya ada tupai. Tiap petang pun. yang . 0oo0 DARI ladang Wak Hitam terbujur berbagai jalan kecil yang memintas ke hutan dan gunung. Sebuah di antaranya menuju ke Sungai Air Putih yang mengalir di antara batu-batu besar dan kerikil dan pasir kira-kira setengah kilometer dari ladang. Sebuah jalan yang menuju ke Utara adalah jalan yang membawa mereka pulang ke kampung Air Jernih. dan mengganti umpan. Akan tetapi entah mengapa dia tak sampai hati membunuh tupai. Binatangnya kecil dan kelihatannya lucu. Karena beberapa kali pintu perangkap telah tertutup.Hitam! Sejak hari pertama mereka tiba di ladang Wak Hitam.

kampung Batu Putih. Sekali-sekali jika pagi hari Buyung bertemu dengan dia hendak mengambil air. dia lebih suka mengambil air sungai yang airnya jernih dan sejuk. dan tiap sebentar orang yang melaluinya harus membukanya kembali dengan parang. Mereka selalu mandi ke Sungai Air Putih. kecuali di beberapa tempat. Buyung mencoba-coba hendak menarik hati Siti Rubiyah. ada tiga hari berjalan kaki jauhnya. Dan kemudian di hutan Sutan pasti akan mengganggu Buyung. maka Buyung menolongnya membawakan tabung bambu airnya. Jalannya kecil sekali. akan tetapi. Kata Sanip. Siti Rubiyah pun selalu mandi dan mencuci pakaian di sana. menuju kampung Wak Hitam.menyusuri Sungai Air Putih sebanyak mungkin. Kalau bukan orang perimba pasti akan sesat jika mengikutinya. Jika pulang dari hutan di petang hari. Dia mengambil air membawa tabung-tabung bambu.com/ Dewi KZ 42 Ke Selatan sebuah jalan kecil memintasi hutan menuruni gunung. dan meskipun di ladang ada sumur. dan hampir-hampir tak kelihatan. ketika jalan meninggalkan sungai dan memilih sendiri tempat-tempat yang mudah dilaluinya. Dua . Sekali bawa sampai empat tabung. Tetapi Sutan sendiri suka mandi lebih lama dari kawankawannya yang lain. menunggu-nunggu Siti Rubiyah tiba. karena selalu saja tertutup kembali oleh semak dan pohon-pohon. Tiraikasih Website http://kangzusi. maka mereka singgah dahulu di sungai dan mandi di sana.

hari sebelum mereka akan pulang, ketika Buyung pulang dari hutan menjelang tengah hari, untuk menjemput keranjang besar tempat damar, buyung memintas jalan di sungai, dan melihat Siti Rubiyah sedang bermain-main di dalam air. Dia amat asyik dalam air, hingga tak terdengar olehnya Buyung datang. Buyung pun berjalan lebih hati-hati dari biasa. Siti Rubiyah sedang mencoba menangkap ikan-ikan kecil di sungai dengan tangannya. Dia mendekapkan kedua belah tangannya, membuat tangannya menjadi semacam cabung yang bulat, dan memasang tangannya diam-diam di dalam air. Ditunggunya hingga anak-anak ikan masuk berenang ke

dalam

tangannya,

dan

kemudian

dengan

tiba-tiba

tangannya diangkatnya ke atas. Akan tetapi ikan-ikan kecil yang jinakTiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 43 jinak merpati amat cepat dapat melarikan diri, dan lepas dari tangkapan. Siti Rubiyah pura-pura marah, dan menampar air beberapa kali, akan tetapi kemudian dia akan memasang tangannya kembali dan menunggu ikan-ikan kecil masuk. Sinar matahari menyiram mukanya dan kemudian menari nari di permukaan air, membuat mukanya yang kuning langsat seakan penuh dengan siraman cahaya yang berkilauan; terang matahari bersarang ke rambutnya yang tebal dan yang kelihatan bertambah hitam dan kini seakan memancarkan

percikan cahaya kecil-kecil, cahaya matahari yang datang dari langit dan dari permukaan air sungai membasuh seluruh mukanya, bahunya dan buah dadanya dengan terang dan bayangan, sungguh terpesona Buyung memandanginya. Jika dia bosan bermain demikian, maka dia menyanyi. Suaranya halus dan lagunya sedih, lagu orang kesepian. Rupanya Buyung terlalu keras menatapinya, karena seakan terkejut dia mengangkat kepalanya, dan kemudian ketika dia melihat Buyung yang berdiri di bawah pohon di tepi sungai, sinar terkejut meninggalkan matanya, dan senyum kecil yang amat manis menghiasi pula bibirnya, dan dia berseru: "Engkau itu Buyung! Mengapa telah pulang kini?" Muka Buyung merah padam, merasa malu, akan tetapi Siti

Rubiyah tak memperlihatkan seakan dia melihat sesuatu yang ganjil dalam sikap Buyung. Sedang Buyung merasa darahnya tersirap, dan mengalir cepat sekali dalam badannya dan jantungnya berdebar-debar keras. Sungguh aneh sekali perasannya. Dia merasa amat sangat tertarik pada Siti Rubiyah, ingin dia mendekatinya dan memegangnya dan memeluknya, akan tetapi pada waktu yang bersamaan hatinya merasa takut pula. Berbagai macam ketakutan yang timbul dalam hatinya. Takut pada perasaan hebat yang timbul dalam dirinya sendiri, takut karena ingat pada Wak Hitam, dan takut pada Siti Rubiyah sendiri, takut jika dia tahu apa yang dirasanya terhadap dirinya, maka Sili Rubiyah akan marah, dan mungkin tak mau lagi tertawa semanis itu padanya, dan

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 44 dia pun merasa takut berdosa, karena dia sadar, bahwa perasaannya yang demikian dilarang oleh ajaran agama. Tetapi meskipun demikian, Buyung tak dapat menahan dirinya dari merasa demikian. Tak obahnya seakan sesuatu tenaga yang lebih besar menguasai seluruh badan dan jiwanya dan menghapuskan dari pikirannya, dari hatinya, cintanya kepada Zaitun, takutnya pada Wak Hitam, takutnya kepada Tuhan, takutnya kepada sikap Siti Rubiyah sendiri, dan takutnya pada perasaan ganjil yang dahsyat yang menguasai dirinya. Buyung melangkah ke dalam sungai, mendekati Siti Rubiyah yang duduk di dalam air. Siti Rubiyah memandang

seraya mengangkat kepalanya kepada Buyung, dan tertawa, dan berkata: "Aku coba menangkap ikan kecil. Tetapi mereka cepat lari. Seakan terasa saja padanya tangan kita akan bergerak untuk mengangkatnya ke luar dari air." Dari ketinggian tempat Buyung berdiri, jelas sekali dilihatnya buah dada Siti Rubiyah yang separuh terbuka, yang kecil dan bundar akan tetapi membuat belahan pula di antara keduanya, kulit dadanya halus, dan di rambutnya mutiaramutiara air berkilauan, bibirnya merah. Suara Buyung terasa garau ketika berkata: "Aku pulang hendak mengambil keranjang. Kami dapat banyak damar." Tetapi kakinya tak hendak bergerak dari tempat itu, dan dia

berkata, melupakan semuanya: "Marilah aku tolong engkau menangkap ikan." Buyung membungkuk dan kepala mereka amal berdekatan, badan mereka amat berdekatan, dan dengan suka cita Buyung lihat, bahwa Siti Rubiyah sama sekali tak berusaha menjauhkan dirinya. Ketika itu Buyung merasa amat dekat sekali pada Siti Rubiyah, dan lupalah dia sama sekali pada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 45 Zaitun. Mereka sebaya, dan mudah benar Buyung merasa berkawan dengan dia. Buyung tak tahu berapa lama keduanya mencari-cari ikan. Siti Rubiyah banyak bercerita. Dia bercerita, bahwa dia

dipaksa kawin oleh orang tuanya dengan Wak Hitam, sedang sebenarnya dia tak hendak kawin dengan Wak Hitam. Hampir dia membunuh dirinya, kalanya, ketika dipaksa kawin dengan Wak Hitam. Akan tetapi karena menghormati dan takut pada ayah dan ibunya, maka diturutinya juga kemauan ayah dan ibunya. Dia tak pernah merasa senang selama kawin dengan Wak Hitam, cerita Siti Rubiyah. Dia selalu ingin tinggal di Kampung, dan ingin bergaul dengan kawan-kawan yang sebaya dengan dia. Akan tetapi Wak Hitam dalam bulanbulan terakhir selalu saja membawa dia ke huma, dan istriistrinya yang lain ditinggalkannya di kampung. Dia merasa amat kesepian di ladang, dan merasa tak enak

"mengambil mengambil keranjang. Dia dengan Wak Hitam di tengah hutan Rubiyah." "Marilah sebentar ke mari. dikawini dengan paksa oleh seorang tua. keranjang. Jatuh juga hati Buyung melihatnya tak berdaya demikian. "Siapa itu?" "Buyung." sahutnya enggan. akan tetapi kemudian dia teringat tujuannya yang sebenarnya dirinya meninggalkan suasana yang amat menggembirakan bercakapcakap dengan Siti Rubiyah. Sungguh kasihan dia. Dan Siti Rubiyah menarik air muka. Wak. dan dipaksa pula tinggal bersama di tengah hutan. Segan benar Buyung sebenarnya meninggalkan Sili umurnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. hanya dengan maksud untuk memperpanjang kemudaannya untuk mempermuda dirinya sendiri. Pasti dia kesepian dan ingin berkawan dengan orang-orang muda yang sebaya dengan dia. didengarnya Wak Hitam memanggil. Tahukah Wak Hitam. Dapat banyak damar kami. dan dipaksanya sebenarnya takut pada Wak Hitam. katanya mengaku.com/ Dewi KZ 46 Ketika dia tiba di atas beranda. seakan dia merasa jijik dan tak senang dengan Wak Hitam. seorang perempuan muda demikian. Di mana Siti Rubiyah?" Tersirap darah Buyung sedikit. Dia hendak memakai . Wak Hitam mengawininya. dan dia bergegas ke rumah mengambil keranjang.berdua-dua demikian. bahwa dia tadi singgah dan lama berbicara dengan Siti Rubiyah? Buyung ingat akan cerita-cerita tentang ilmunya yang hebat.

Cerek tempat air terletak jauh dari kasurnya. Wak Hitam terbaring di atas kasur di lantai. tetapi tak kuat. Buyung menguatkan dirinya. keringat dengan sebuah lap kain merah yang terletak dekat bantalnya. Buyung mendorong punggungnya dengan sebelah tangannya. Wak Hitam mencoba duduk. dan tangan kanannya membawakan cangkir ke bibir Wak Hitam. Buyung menyeka keningnya yang penuh . hitam dan putih." katanya dengan suara yang lemah dan gemetar. dan cangkir bergoyang karena getar kedua tangannya. Seluruh badannya gemetar. Mendengar suaranya dan melihat keadaannya yang demikian. tolong berikan aku air secangkir. Dia minum dengan lahap. dan kemudian merebahkan dirinya kembali. Kepalanya memakai kupiah wol yang tebal yang belangbelang merah.dan bukan tak mungkin ilmu firasatnya begitu hebat. hingga dia dapat mengetahui apa yang terjadi jauh dari dirinya. Buyung mengisi semangkuk air teh dan membawa padanya. hilang pula rasa takut dan was-was dalam hatinya. dan air teh akan tumpah jika cangkir tak dipegang kuat-kuat oleh Buyung. "Aduh Buyung. Ketika Buyung masuk dia mengerang. dan membaca mantera penjaga diri yang diajarkan Wak Katok padanya dan dia melangkah dengan tenang ke dalam kamar tidur Wak Hitam. Wak Hitam memegang cangkir dengan kedua belah tangannya. Rupanya demamnya sedang naik. berselimut hitam tebaltebal.

sama saja." Kemudian diam diam sebentar. lalu memandang pada Buyung. biar mereka dapat membagi-bagi harta yang kita tinggalkan.com/ Dewi KZ 47 "Di sungai." katanya kembali. dan dia seakan merasa tak dapat bernapas di dalamnya. Barangkali dia terlalu bergegas berangkat. dan berkata: "Bini yang tua dan bini yang katanya." Hati Buyung lega disuruhnya pergi. Mereka malahan menunggu dan mendoakan supaya kita lekas saja mati. "kalau sudah tua dan sakit-sakit." kemudian timbul kembali kekesalannya dan iba hatinya pada dirinya sendiri. tak hendak mengurus kita dengan benar. akan tetapi dia tak lahan rasanya tinggal di dalam kamar yang panas dan gelap dengan Wak Hitam yang demam panas. "di mana Siti Rubiyah?" Tiraikasih Website http://kangzusi. dan muda. tak ada lagi yang mengurus awak." Kemudian dia diam. dan kembali memandang pada Buyung. Tiba di luar rumah." sahut Buyung "Ohhhh."Aduh. Di tengah jalan Buyung bertemu dengan Sili Rubiyah yang hendak pulang. beginilah kalau sudah tua dan sakit-sakit." keluhnya. udara dalam kamar berat dan panas dengan bau badan Wak Hitam yang sakit. apalagi anak-anak atau keluarga yang lain. dan berkata: bekerja. Kamar terasa seakan sesak. Buyung. Beginilah Buyung. mencuci. Dari jauh Siti Rubiyah telah "Pergilah. Bini sendiri pun tidak lagi memperdulikan kita. kehilangan perhatiannya. "Di sungai saja kerjanya. engkau masih harus . udara panas dihirupnya dan terasa amal segar sekali.

tersenyum.. "Aduh. Siti Rubiyah terus pulang. di sungai tadi. Di tengah hutan ingatannya yang penuh gembira dapat berjumpa tadi dengan Siti Rubiyah tak terganggu oleh ketokan Tiraikasih Website http://kangzusi. Seakan dari pertemuan mereka. dan dia tak sadar telah tiba di tempat mereka bekerja. Akan tetapi Talib terus berbalik meneruskan pekerjaannya. dan Buyung bergegas kembali ke hutan." tiba-tiba dia berhenti berkata. dan kini Talib memajukan sebuah pertanyaan yang sukar pula untuk menjawabnya: "Mengapa engkau lama?" Akan tetapi otaknya dengan cepat bekerja dan dia menjawab: "Oh. Buyung mengatakan padanya agar dia bergegas." Dan dia takut Talib akan melihat betapa pipinya memerah. Kali ini seakan senyumnya mengandung arti yang lebih dalam. karena harus berdusta demikian. karena Wak Hitam memanggil-manggilnya. telah tumbuh sesuatu yang mendekatkan mereka. Dia terkejut ketika mendengar suara Talib mereka berdua bekerja bersama mengumpulkan damar." Dengan tak disadarinya Buyung telah menyanyi rupanya. "Sudah terlalu lama. sampai menyanyi segala. "Aduh senang juga hatiku. senang benar hatimu.com/ Dewi KZ 48 burung pelatuk yang mengisi hutan.. dan menengok ke atas. Enam ekor burung gagak kelihatan terbang melintas di atas hutan tempat mereka . Dan Buyung bukannya tak senang dengan perasaan ini.. dan panas demamnya kelihatannya lelah menjadi lebih tinggi. aku memperbaiki perangkap kancilku sebentar." kala Talib. esok kita akan pulang ke kampung.

" kala Buyung. tahyul saja itu. Kemarin malam panasnya naik lagi. alamat tak baik itu. berbunyi-bunyi: gaak-gaak-gaak! Talib agak berubah air mukanya Dia mengucap Astagafirullah." kata Talib. hingga dia mengerang-ngerang sepanjang malam. Siti Rubiyah ikut bangun pagi. maka artinya si sakit akan mati." kata Buyung. dan di rumah itu ada orang sakit. dan sepanjang malam terdengar dia tak tertidur. Moga-moga Tuhan melindungi kita dan menyelamatkan perjalanan kita pulang.." "Kalau di kampung ada burung gagak terbang melintasi rumah.com/ Dewi KZ 50 3 Sebelum Subuh mereka telah bangun. . bukan di kampung.bekerja." "Ah. akan tetapi berbalik-balik dengan gelisah di alas tempat tidurnya. dan memasakkan kopi dan makanan pagi untuk mereka. Dia teringat Siti Rubiyah akan mereka tinggalkan sendiri dengan Wak Hitam yang masih sakit.dan kemudian berkata: "Aduh. 0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 49 "Itulah yang kumaksudkan. karena hutan tempat burung gagak tinggal.. bukan?" "Kuharap benarlah katamu itu. "jadi di hutan tak ada artinya. Hari itu mereka lebih cepat pulang ke huma Wak Hitam. Buyung merasa agak berat dalam hatinya berangkat. "apalagi kita ini kan di hutan. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan untuk menyiapkan perbekalan pulang." kala Talib. karena mereka hendak menyiapkan hasil damar yang telah mereka kumpulkan selama seminggu bekerja di hutan.

atau di wajah Wak Katok yang keras dan kukuh. bila akan pulang ke kampung setelah berminggu-minggu di hutan. Kemungkinan dia akan bertemu dengan Zaitun pun tidak dapat menimbulkan kegembiraan dalam hatinya. Sutan dan Sanip dia dapat membaca kegembiraan mereka akan berangkat pulang. seandainya Wak Hitam mati. Malahan di wajah Talib. Tetapi Buyung merasa kehilangan perasaan gembira demikian. Tetapi dia tak dapat membaca sesuatu di air muka Pak Haji yang tenang seperti biasa di air muka Pak Balam. di muka Talib atau Sutan dan Sanip. maka siapa tahu Tiraikasih Website http://kangzusi. Dalam hatinya timbul pertanyaan. apakah mereka juga merasa seperti dia. yang biasanya selalu menyertai pagi demikian. Tetapi dia tahu juga tak banyak yang dapat dilakukannya . Mereka seperti biasa saja. apakah yang akan dilakukan oleh Siti Rubiyah? Kepada siapa dia akan dapat minta tolong? Alangkah ngerinya baginya tinggal berdua di ladang sepi di tengah hutan itu dengan mayat Wak Hitam. Dia melihat kepada kawankawannya. Kini malahan hatinya seakan berat hendak meninggalkan Siti Rubiyah berdua saja dengan Wak Hitam. dan tak lama lagi akan berkumpul kembali dengan keluarganya. Dan sebagai kata orang. Wak Hitam orang yang punya ilmu-ilmu. perasaan gembira dan hasrat mendesak.com/ Dewi KZ 51 setan-setan akan datang mengganggu. Timbul rasa kasihan yang besar dalam hati Buyung terhadap perempuan muda itu.dan tiap sebentar terdengar gerak Siti Siti Rubiyah di dalam kamar mengambilkan air minum untuknya. selelah mereka berangkat.

ketika kawan-kawannya yang lagi pergi mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Wak Hitam. Dia tak dapat tinggal di sana. Sinar menghilang dari mata Siti Rubiyah. akan tetapi tak jadi diucapkannya kawannya ke luar dari kamar Wak Hitam. Rubiyah. akan tetapi juga tabah menerima. dan sinar matanya seakan meminta dengan amat sangat kepadanya untuk melakukan sesuatu. Seakan kata-kata menunggu dan bersiap di belakang bibirnya. baik-baiklah jaga dirimu. dan air mukanya memperlihatkan seakan dia kecewa. dia dapat berkata kepada Siti Rubiyah: "Kami berangkat kini. dan dia sengaja menunggu hingga terakhir. tangan nasib atau tangan Tuhan Yang Maha Kuasa telah menghentikan karena terdengar langkah kawanhendak terlompat dari mulutnya. Moga-moga Wak Hitam lekas sembuh. telah . Ingin dia dapat bercakap-cakap lagi dengan Siti Rubiyah sebelum berangkat.untuk menolong Siti Rubiyah. Dia juga harus ikut pulang memikul hasil damar yang mereka kumpulkan. bahwa dia tak jadi mengucapkan apa yang harus diucapkannya. Hanya sebentar. Sebentar tertegun perasaan Buyung." Siti Rubiyah hanya memandang padanya dengan air muka yang penuh arti. Sesaat terasa pula olehnya seakan Siti Rubiyah hendak mengatakan sesuatu kepadanya. akan tetapi tak ada kesempatan timbul.

pilihan yang mungkin membawanya ke puncak kebahagiaan. Menjadi kenangan dan pertanyaan. dan Buyung melangkah menuju ke kamar Wak Hitam untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal. . purapura memperbaiki kayu api di tungku. Atau yang membawa kesyukuran ataupun sesalan seumur hidup. dan siapa tahu. jika jadi diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. atau juga ke dasar ngarai gelap kenistaan. Siti Rubiyah membuang muka dan pergi ke tungku. dan hal itu juga menjauhkan mereka akan tetapi mendekatkan mereka pula. Dan keduanya seakan menyadarinya dalam bawah sadarnya. Mereka seakan merasa lega dan kecewa sekaligus karenanya.lompatan kata-kata. maka terjadi apa yang terjadi kemudian? Tiraikasih Website http://kangzusi. Sekan merupakan sebuah tali halus yang tak kelihatan yang mengikat meskipun lewat dalam sekilas mata. jiwa mereka. saat-saat yang penuh arti dan pengaruh gaib.com/ Dewi KZ 52 Saat-saat gaib demikian selalu ada dalam hidup setiap manusia. Saat-saat yang demikian. akan tetapi mungkin dapat meninggalkan bekas bertahun-tahun. Saat serupa itulah yang tiba akan tetapi berlalu kembali antara Buyung dan Siti Rubiyah. apa yang hendak diucapkannya ketika itu. saatsaat yang menyuruh orang melakukan pilihan atau mengambil putusan. apa yang hendak diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. jika tak akan menjadi kenangan untuk seumur hidup.

dan kemudian dengan perasaan tak enak. Semua kekayaan dirinya ini dibandingkan dengan kelemahan orang tua itu. Dia merasa malu. dan mengucapkan bermalam di sini. karena dia orang muda. maka dia melangkah mendekati tempat Wak Hitam berbaring. Dia berjongkok dan mengulurkan tangannya memegang tangan Wak Hitam. malu melihat kelemahan letaki yang begitu banyak terima kasih telah diterima Tiraikasih Website http://kangzusi. menjadi susunan daging dan tulang dan olotototyang tidak berdaya sama sekali. Wak Hitam. dan dia merasa malu. penuh kekuatan hidup. dan berkata: "Saya minta diri." Wak Hitam hanya mengerang saja. Seakan dia memamerkannya dan menyombongkan dirinya pada si lemah. Buyung melepaskan tangan Wak Hitam. akan tetapi kini direbahkan oleh sakit demamnya. dan berdiri serta bergegas melangkah ke luar.Dia berpapasan dengan kawan-kawannya di pintu kamar. Ketika dia tiba di luar kamar. yang hanya diterangi sinar kecil sebuah pelita lampu minyak kelapa. Siti Rubiyah masih .com/ Dewi KZ 53 gagah perkasa dahulu. Karena itu dia merasa terdorong harus cepat ke luar dari kamar orang sakit. kawan-kawannya semua telah turun membawa keranjang-keranjang punggung besar yang berisi damar dan bekal mereka di hutan. pijitan tangannya membalas salam Buyung amat lemah sekali. dan setelah matanya terbiasa dalam gelap kamar. segar bugar.

Buyung menurutkan bisikan hatinya. Mata mereka berpandangan. penuh darah merah mengalir. memberi salam selamat tinggal kepada Siti Rubiyah. dia melihat dalam mata Siti Rubiyah cerminan apa yang dikatakan matanya sendiri. Buyung melepaskan tangan Siti Rubiyah dan pergi ke ujung beranda tempat keranjang punggungnya telah menanti. yaitu bahwa seluruh hatinya dapat merasakan penderitaan Siti Rubiyah. dan melangkah cepat menuju ke tungku. Sesaat Buyung merasa ragu. panas penuh kehidupan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Darah yang memanggil-manggil. dan dengan seluruh hatinya dia ingin dapat menolong Siti Rubiyah pada setiap waktu. menyentuh pisau belati di perutnya dengan tangan kirinya. antara hendak mendatanginya . Dia melihat bahwa senapan tak ada lagi tergantung di dinding. Pegangan Siti Rubiyah terasa keras sekali. Telah dibawa rupanya oleh Wak Katok. dia memperbaiki letak parang panjang di pinggangnya.com/ Dewi KZ 54 Kemudian dia memandang kembali kepada Siti Rubiyah yang masih duduk di depan tungku. dan Buyung merasa tak perlu berkata sesuatu apa. dan mengulurkan tangannya. Dengan cepat keranjang disandangkannya ke atas bahunya. amat jauh berbeda dari tangan sakit Wak Hitam.tinggal duduk berjongkok di depan tungku.. melihat ke dinding apakah senapan lantak Wak Katok telah dibawa atau belum. Tangan Siti Rubiyah kuat dan lembut.Siti Rubiyah hanya perlu memanggilnya saja.

Karena itu dia cepat turun tangga tanpa berkata sesuatu apa lagi.com/ Dewi KZ 55 Dia melepaskan keranjang punggungnya yang berat dan meletakkannya ke dalam belukar di bawah sebuah pohon besar di sisi jalan kecil di hutan. "Baiklah." kata Buyung.. Kita telah jauh." kata Talib. bahwa dia telah memberi salam selamat tinggal. Ucapan Talib menyebabkan dia mengambil kcpulusan untuk kembali." . "Tetapi kalau ada isinya. "Aduh. . dan mulai masuk ke pinggir hutan.kembali." "Mengapa engkau tak kembali memeriksanya?" kata Sutan." "Tetapi aku malas kembali." "Mana jauh. masih ragu-ragu." kata Sutan. "Siapa tahu barangkali ada isinya pagi ini. "Sayang bukan. aku kembali memeriksa perangkap. biarlah. Susul kami nanti di tempat kita bermalam. kau memang pemalas." "Ah. Nanti aku susul. Demikian engkau akan dapat berjalan lebih cepat. kancilnya bisa mati kelaparan. Setelah berjalan kurang lebih setengah jam. "baru jalan setengah jam. aku lupa memeriksa perangkap kancil.Buyung tambah ragu. "kalian terus saja. Buyung bergegas menyusul mereka. Tinggalkan saja keranjangmu di pinggir jalan. tiba-tiba Buyung ingat pada perangkap kancilnya." katanya. Ketika dia tiba di bawah tangga." katanya kepada Sutan yang berjalan di depannya." Tiraikasih Website http://kangzusi. atau terus pergi. dia melihat kawankawannya telah menyeberangi ladang. Akan tetapi dia teringat. tak akan ada orang yang mencurinya. "Berdosa engkau.

sebuah kain pelekat yang berwarna merah tua. dia akan membeli. adik Zaitun.Kemudian dia berbalik... Kemudian apa lagi? Oh. Dia juga akan menyimpan uang untuk membeli pakaian baru untuk hari Lebaran yang akan datang. dia akan membelikan sebuah kain sembahyang yang baru untuk ibunya. Akan diberikannya kepada Zaitun. bahwa dia tak perlu memberikan uang. bahwa suka hati ibunyalah akan diapakan uang yang diberikannya. meskipun ibunya mengatakan. Oh. Dia hendak membuat baju teluk belanga dari sutera kuning muda. Dalam hatinya dia berharap benar akan mendapat seekor kancil. kala ibunya kepadanya. Akan tetapi dia berkata. Ibunya akan senang benar dengan kain sembahyang baru nanti. tentu akan tambah sayang pula padanya. Zaitun sudah lama ingin memelihara seekor kancil. karena dia tak punya hutang kepada siapa pun juga. selalu dia memberi uang pada ibunya. Dan si Rancak. Dia senang. dia akan memberi ibunya uang untuk membantu belanja di rumah. seperti orang membayar makan saja di rumah orang lain. apakah yang akan dibelinya . sebuah . Dari uang hasil damarnya. Sejak dia pandai mencari uang. kembali menuju ladang Wak Hitam. Ayahmu masih cukup memberi ibu uang. Itulah warna yang disenangi ibunya. jika dia memberi Zaitun kancil.? Dia akan menyimpan seringgit untuk membeli sebuah senapan berburu yang baru.

Buyung kembali ke dalam hutan. Tiraikasih Website http://kangzusi. tanpa melihat Buyung yang berdiri dengan diam-diam dan siap untuk melompat ke pinggir jika babi hendak menyerangnya. Belukar bergerak-gerak. Dia ingin sekali membeli sandal kulit yang berpakupaku putih sebagai perhiasannya. Dia melihat rama-rama yang beterbangan di sinar matahari yang menembus ke dalam hutan. menimbulkan pola-pola cahaya dan bayangan yang bertukar-tukar amat menarik hati. Tombak-tombak sinar matahari yang berhasil menembus payungan tebal daun-daun hijau memiring dari langit menimpa tanah hitam di bawah. Dia berhenti. pikirnya. Babi telah melintas jalan.com/ Dewi KZ 56 Dia terkejut dan terbangun dari mimpi-mimpinya. Dia mendengar kembali bunyi-bunyi ratusan ragam serangga di dalam hutan. dan kemudian seekor babi hutan yang besar muncul. Akan aku berikan uangnya pada ibu supaya disimpan. ketika mendengar bunyi berkeresek-keresek di dalam belukar di pinggir jalan.peci beludru hitam yang baru. Dia mendengar ketukan tajam burungbelatuk mencari ulat dibalik kulit pohon kayu. tangannya memegang hulu parang panjangnya. melintas jalan dengan cepat. dan sepasang sandal kulit yang baru. Dia mendengar kokok ayam hutan berderaiderai merdu. Kini dia menyadari kembali pohon-pohon di sekelilingnya. dan melihat . Dia mendengar kembali bunyi teriak orang hutan yang bergendang-gendang berat dari jauh.

serangga dan margasatwa yang dirasanya kehadirannya. dan tanpa diketahuinya. kakinya ramping telinganya runcing dan halus. Kesadaran pada hidupnya. semuanya menapaskan kehidupan. Hidungnya hitam dan basah berkilauan. Semuanya di sekelilingnya. langit yang dirasanya berada di atas lapisan payung hijau rimba. Dengan cepat dia membuat sebuah keranjang dari cabangcabang . Dia merasa kembali kesegaran udara pagi di dalam hutan. Menggembirakan hati. pada alam hidup di sekelilingnya. angin yang datang berhembus. Tiap tarikan napas yang memenuhi jantung seakan obat segar yang mempercepat jalan darah.com/ Dewi KZ 57 Kegembiraannya bertambah sempurna ketika dia tiba di tepi ladang tempat dia memasang perangkapnya. ketika Buyung tiba dekat perangkap. Dia merasa amat sangat gembira. dan melihat di dalam perangkap seekor kancil yang kecil. dan matanya lembab bercahaya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan mempertajam kesadaran dirinya. matahari di langit. hutan dengan pohon dan daun. dan dia teringat pada kisah kancil yang diceritakan ibunya kepadanya di waktu kanak-kanak. menguatkan otot dan tulang. mulutnya lalu bersiul-siul. Kancil itu berlarilari berkeliling di dalam perangkap yang sempit. kuning dan merah yang beterbangan tinggi di antara cabang-cabang pohon. Alangkah manisnya binatang ini. akar.kembali burung burung berwarna hijau. pikir Buyung.

dan sedang duduk di batu menyisir rambutnya. Kemudian dia teringat. dan hal ini menyebabkan dia kembali memutar badannya. dan melangkah kembali ke hutan. Buyung mengumpulkan rumput kering dan dengan rumput itu dialasnya keranjang. lalu dia membalikkan sungai. bahwa mungkin sang kancil akan haus. Di pinggir hutan dekat sungai.kecil pohon yang liat yang tumbuh di pinggir hutan. dia berhenti. dia memutar badannya. Tetapi sesuatu Tiraikasih Website http://kangzusi. Lalu keranjang ditutupnya dan dia menjinjing keranjang. Kancil amat ketakutan ketika dipegangnya. Kemudian dia mengumpulkan daun-daun muda dan rumput muda dan dimasukkannya ke dalam keranjang. akan tetapi dia teringat pada Wak Hitam. memandang ke pondok tinggi di tengah ladang sebentar terlintas dalam hatinya hendak pergi menengok Siti Rubiyah kembali. Akan tetapi Buyung berbicara padanya dengan suara yang halus dan tenang. Langkahnya tertegun. dan kemudian sang kancil ditidurkannya. . tertegun karena tiba-tiba dia melihat Siti Rubiyah duduk di atas batu rupanya dia baru selesai mandi. memintas hutan menuju . dan dia menggeliat-geliat badannya hendak melepaskan dirinya dari pegangan si manusia yang ditakutinya.com/ Dewi KZ 58 dalam gerak perempuan muda berkata kepada Buyung bahwa langkahnya. Dadanya dan perutnya turun naik karena bernapas kencang. Karena dia telah berpakaian. melangkah cepat ke dalam hutan.

dan kedua tangannya dilipatkan menekan dadanya. "Aduh. dan dia seakan termenung. Siti Rubiyah berdiri. dan menegur: "Rubiyah. duduk menatapi air yang mengalir. matanya terbuka.perempuan itu sedang gundah gulana pikirannya. Pada saat yang demikian Buyung pun dapat ikut merasakan dalam dirinya kesepian yang dahsyat yang menawan diri si perempuan muda yang duduk sendirian di atas batu. di pinggir sungai di tengah hutan belantara. dari naungan atap daun rimba. dan memecahkan kesepian manusia yang sedang diderita Siti Rubiyah. menuju Buyung. dan separuh terkejut mengangkat badannya dari batu. akan tetapi seakan tak melihat sesuatu apa. Dengan tak berpikir lagi Buyung melangkah ke luar . dan senyum menyambut terang di bibirnya. kepalanya tegang kaku." katanya dengan suara yang terkejut. tersirap darahku. berpaling cepat ke arah suara Buyung. gerak dan suara yang mendentingkan tali hati Buyung. Air mukanya seperti orang yang terkejut sekali. Ketika dia melihat Buyung seluruh air mukanya berubah. dan melangkah di dalam air. mengapa engkau bermenung-menung Sebentarsebentar tangannya yang menyisir rambut yang hitam dan panjang terhenti. Seluruh hatinya dan dirinya berseru menyuruhnya mendekati si perempuan muda. cahaya matahari kembali bersinar di dalam matanya. sendiri?" Perempuan itu tersentak bangun dari arus pikirannya.

kecintaannya di kampung Air Jernih. kakak kembali.. dan hasrat yang timbul pula dalam hatinya untuk dengan gagah berkata: "Jika engkau suka. dan benar saja ada kancil di dalamnya ." kata Buyung kemudian. dan mereka berdua mencangkung dekat keranjang yang berisi kancil. "Jangan terlalu banyak pikiran. Siti Rubiyah berteriak kecil girang melihat kancil. di tengah jalan aku teringat. Buyung melangkah ke dalam hutan.?" Kemudian dia melihat kancil dalam keranjang. "Aku perhatikan engkau tadi duduk di batu sungai. dan cepat mengerti. ketika Buyung berkata: "Ya. aku kembali . Aku kembali. "Aduh bagusnya dan halusnya dia. sambil berkata: "Aduh." .." "Belum tahu." kata Siti Rubiyah... dan mengulurkan jarinya melalui lubang anyaman keranjang. dan meletakkan keranjang di bawah sebuah pohon kayu besar. "cantik sungguh rupanya. akan tetapi kemudian dia membiarkannya. Mula-mula kancil mencoba mengelakkan kepalanya dari Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa kancil itu adalah untuk Zaitun.com/ Dewi KZ 59 sentuhan jari perempuan. lupa memeriksa perangkap kancil. dia sendiri pun tak tahu apa yang menyuruh berkata demikian. Rubiyah. dan memandangi Siti Rubiyah dengan matanya yang bundar. keraguan timbul dalam hatinya. Untuk siapakah dia?" Buyung memandang padanya. bolehlah untukmu. Tak baik menurutkan susah hati." kata Buyung kemudian memberanikan hati. antara hendak mengatakan." dan dia memperlihatkan kancil kepada Siti Rubiyah..memegang tangan Buyung.. entah mengapa dia berkata demikian.

Penyakitnya tak hendak sembuh-sembuhnya. jika bukan kepada kakak yang begitu baik hati padaku?" katanya kemudian. dan memandang kepada Buyung dengan matanya penuh rasa percaya dan minta bantuan. Dia membungkukkan kepalanya. sejak dia sakit. dan hasrat hendak menolong. lalu berubah.Mendengar kata Buyung. penuh rasa ingin tahu. "akan aku tolong engkau." desak Buyung. yang lemah dan yang sedang dalam kesusahan ini. yang membuat Buyung melupakan umurnya yang muda. akan tetapi kepada siapa kini tempat aku mengadu. dan dia kembali teringat pada kesusahan hatinya. Aku hanya tinggal berdua dengan Wak Hitam. dan mengais-ngais tanah di bawah pohon dengan jari-jarinya. berhenti berbicara. Dan aku. Tiraikasih Website http://kangzusi. Panas badannya bertambah hebat saja. kakak. "bagaimana aku tak bersusah hati. lupa kepada kancil yang menarik hatinya mulamula tadi.. apa?" tanya Buyung. "Katakanlah.. dan dia merasa dirinya seorang letaki yang dewasa dan gagah perkasa. setiap aku ada di rumah. aku . air muka Siti Rubiyah yang telah girang karena melihat kancil. kembali dirinya dipeluk oleh hal-hal yang menyusahkan pikirannya. dan yang sanggup membela dan melindungi perempuan muda yang tak berdosa. "Aduh. "Malu aku sebenarnya mengatakannya." dia tertegun." katanya.com/ Dewi KZ 60 "Apa. kak. dan memandang kepada Buyung." "Aduh.

seperti setan saja — aduh. aku lebih disiksanya lagi. dan dengan terkejut membalikkan punggungnya.disuruhnya. aku tak boleh berbaju. atau juga goresan kuku yang mengenai daging..katanya supaya kesehatan diriku masuk ke badannya yang sakit — dan menyembuhkan dia — aku tak tahan lagi." dan tiba-tiba Rubiyah melupakan rasa malu dan segannya kepada Buyung. lalu membuka kebayanya. hendak pulang ke kampung. dan tiba-tiba mukanya merah. malu..com/ Dewi KZ 61 memperlihatkan dadanya kepada Buyung. kakak tak tahu apa yang dilakukannya pada diriku. Bawalah aku pulang ke kampung." dia terhenti lagi.. Dia bukan manusia lagi kak. dan kemudian dia membalikkan dadanya.. sedikit pun tak boleh . kak — atau ke mana saja sungguh aku tak tahan lagi..". aku hendak lari saja.Hatiku tambah segan dan takut — tolonglah aku kak. dan kudengar dia juga pada bini-bininya yang lain . karena dibawa arus kemarahan dan kasihan dirinya. aku disuruhnya tidur memeluknya. tiap kali terasa tambah berat di hatiku. -. atau pula gigitan. aku tersiksa — itu kalau dia lagi sakit — kalau dia tak sakit. dan . memperlihatkan kepada Buyung punggungnya yang penuh dengan bekasbekas seperti cambukan atau cubitan yang mengeluarkan darah. dia sudah seperti binatang.... tiap kali aku harus berbuat demikian. Tiraikasih Website http://kangzusi.

Inilah Siti Rubiyah. Siti Rubiyah kemudian dengan cepat menutup kembali dadanya. Perasaannya amat tergoncang sekali. Semua cerita yang menakutkan dan mengerikan tentang Wak Hitam kini terbukti kebenarannya. kakak jangan ceritakan pada siapa pun juga apa yang aku katakan ini. Apa yang dilihatnya baru sekali itu dilihatnya. Dia kini juga mengerti mengapa Wak Hitam suka membawa istriistrinya ke huma yang sepi itu. Aku akan diracunnya. hingga sebentar Buyung bingung tak tahu apa yang harus dilakukannya. Aku takut padanya. dan air mata mengalir dari matanya. akan tetapi hatinya merasakan sungguh nasib malang perempuan muda itu. istrinya yang muda. Dia menangis terisak-isak. Meskipun dia belum dapat memahami semua yang terjadi antara Wak Hitam dan Siti Rubiyah. Apa dayanya melawan orang . Wak Hitam mengancam aku. tentu orang kampung akan ribut. Jika dia berbuat demikian di kampung. dan terasa padanya amat sangat dahsyatnya. atau ditenungnya. hingga aku mati atau jadi gila. yang merupakan sebuah saksi dan bukti yang terang sekali. kak. bahwa jika aku membuka rahasianya kepada siapa pun juga.Buyung melihat dadanya penuh bekas-bekas gigitan yang telah sembuh. "Tetapi kak. maka aku mati." Tiba-tiba Buyung merasakan dirinya tak cukup gagah perkasa untuk dapat melindungi Siti Rubiyah dari kesetanan dan kebinatangan Wak Hitam. menundukkan kepalanya. Dia berilmu gaib yang hebat sekali.

Tak ada orang yang mau menolong aku. dan tak berbual apaapa. dan kemudian memeluk pinggangnya dan menyembunyikan kepalanya ke perut Buyung. Bagaimana dia. dan Siti Rubiyah merebahkan kepalanya ke pangkuan Buyung. Dijangkaukannya tangannya memegang bahu Siti Rubiyah. dan berkata: "Diamlah. Rubiyah. selain kakak. diamlah Rubiyah.com/ Dewi KZ 62 Akan tetapi melihat Siti Rubiyah duduk mencangkung demikian di depannya. murid Wak Katok akan dapat menghadapi dan menantang Wak Hitam? Tiraikasih Website http://kangzusi." katanya kemudian." Kembali rasa letakinya timbul mengalir kuat bersama darahnya. sambil berkata: "Lindungi aku. tak sampai hatinya untuk mengaku kalah. Kepada siapa aku akan minta tolong kini?" "Aku tolong engkau. jangan engkau menangis. dan Buyung menghapus-hapus kening Siti Rubiyah. ketika Siti Rubiyah memegang tangannya.berilmu gaib yang hehat seperti Wak Hitam? Dia baru belajarsedikit-sedikil dari Wak Katok. Akan dibawanya kini dengan mereka pulang ke kampung Air Jernih? Akan mereka tinggalkan Wak Hitam sendirian sakit di huma? Apa kata ibu dan ayahnya nanti di kampung? Apa kata orang kampung? Dan apa kata Zaitun sendiri? Tidakkah dia nanti akan didakwa melarikan istri diputarnya dengan keras mencari jalan . Tenanglah. Sedangkan Wak Katok sendiri mengaku guru pada Wak Hitam. kak. Pikirannya bagaimana menolong Siti Rubiyah. dan menundukkan kepala ke tanah.

dan di sana meminta nasihat Pak Haji. dan dengan tak disadarinya dipeluknya badan perempuan muda itu erat-erat. Dia merasa Siti Rubiyah membalas pelukannya. Wak Katok dan Pak Balam? Akan tetapi jika dia datang begitu saja apa pula kata mereka? Mungkin mereka akan marah padanya. .com/ Dewi KZ 63 Dan mengapa harus diperlukan keberanian luar biasa untuk melakukan sesuatu kejujuran biasa? Apakah tidak baik dibawanya Siti Rubiyah dahulu ke tempat kawan-kawannya bermalam. Dan meninggalkan Wak Hitam sendiri sakit di huma tidakkah juga salah dan dosa? Kacau pikirannya. Atau akan Bagaimana kebenaran? mungkin begitu sukar menjelaskan dibawanya Siti Rubiyah kembali ke kampung Wak Hitam saja? Tetapi juga ini akan menimbulkan pertanyaan di kampung Wak Hitam. Keluarganya mungkin akan mendakwanya melarikan istri Wak Hitam. Semua jalan yang mungkin ditempuh seakan serba salah. Sedang sebenarnya halnya sudah jelas. dan mengangkat badannya. Karena merasa pikirannya buntu dan tidak dapat juga mencari jalan ke luar. Dia hendak menyelamatkan Siti Rubiyah yang tak tahan lagi tinggal dengan Wak Hitam. karena berbuat lancang demikian. Akan tetapi mengapa demikian susahnya membela kezaliman? yang benar dan yang menjadi korban Tiraikasih Website http://kangzusi. Yang terang salah dan kejam ialah Wak Hitam.orang? Besar juga perkaranya nanti. iba hatinya terhadap Siti Rubiyah bertambah besar.

dan membawa mulutnya mencari-cari buah dada yang muda yang telah berpengalaman itu muda. Napas Buyung terasa sesak. Dia belum hendak berpisah dari kenikmatan baru yang belum pernah dirasakannya selama ini.. Dan perempuan menolong tangan Buyung menemukan yang dicari-carinya dengan kekakuan kebujangan letakinya. Buyung tak hendak pergi. bunyi-bunyi hutan di waktu pagi.. yang mengeras di antara kedua bibirnya.. Bunyi air sungai. Belum pernah dia merasa apa yang dirasanya ketika badannya menempel pada badan Siti Rubiyah.. lepas dari daya tarik bumi. lalu Buyung pun lupa segala masalah yang harus dipecahkannya dengan segera. 0oo0 Hari telah hampir magrib ketika Buyung tiba di tempat mereka bermalam yang pertama dalam perjalanan pulang dari . semuanya menghilang dari kesadarannya. dan Buyung mengerang dan kemudian mereka dihempaskan tinggi ke atas oleh ledakan yang besar yang memenuhi seluruh tubuh mereka . dan kemudian mata mereka berpandangan. seluruh tubuhnya dipanasi oleh darahnya yang mengalir kencang dan kuat. Dan tak lama kemudian mereka kembali menaiki arus Tiraikasih Website http://kangzusi. dan mendorong kepalanya ke bawah.com/ Dewi KZ 64 panas yang membawa mereka ke puncak-puncak yang tinggi.mendekapkan dadanya.. pohonpohon di sekelilingnya. dan mengencang. Dia belum hendak melepaskan perempuan muda dari pelukannya. Dia hanya tahu dia memeluk seorang perempuan muda.

dan tentu mereka akan bertanya mana kancilnya? Coba dikatakannya tak dapat. Dari jauh dia telah berteriak memanggil. bedil tak meletus. "Barangkali besok pagi kita coba lagi. "Ya. tapi tak dapat. jika demikian mereka tidak akan terlalu bertanya mengapa dia begitu lambat baru tiba. dan tiga bulan kemudian kami bermalam .ladang Wak Hitam menuju ke kampung Air Jernih. jika aku katakan tak dapat. mereka tidak akan bertanya lagi. "Ya. Rupanya mereka pun belum lama tiba. "Sedang jejaknya masih segar sekali. Tiraikasih Website http://kangzusi." kata Buyung. Di depan pondok telah menyala api unggun. "Aduh. Mereka sedang mendirikan sebuah pondok yang hanya diberi atap daun-daun pisang hutan dan tak berdinding. "Rusanya lari mendengar denting pelatuk. masuk ke rimba. Tetapi. Lega juga hati Buyung. katanya dalam hati cepat." kata Pak Haji. Celaka." kata Wak Katok. dan dia mendengar suara Sutan menyahut." kata Wak Katok. karena kancil tak dibawanya." "Tak diulang?" tanya Buyung." kala Talib.com/ Dewi KZ 65 Dan tiba-tiba dia merasa menyesal mengatakan dapat. enak juga dapat membawa dendeng rusa pulang." kata Sutan. "Dapat. "Tetapi bagaimana dengan kancilmu?" tanya Sutan. parang panjang yang dipakainya "tetapi ketika kami melihatnya dan kutembak. kalian juga baru tiba?" tanya Buyung. kami dibawa Wak Katok berburu rusa. dan melihat Sutan melambaikan memotong daun pisang hutan.

dan tertawa kecil. akan tetapi dalam samar-samar senja tak ada mereka yang melihat perubahan air mukanya. dan kembali mukanya merah.com/ Dewi KZ 66 Muka Buyung tambah merah. Muka Buyung jadi merah malu dan terkejut. Dan segera dia menyadari kealpaannya berkata demikian. sedikitnya Buyung dapat kancil. bahwa dia mendapat kancil. Tak tahu dia ada lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana. dan sekali ini Sutan melihat .lagi di huma Wak Hilam dan mereka mendengar dari Siti Rubiyah bahwa aku berikan kancil padanya. "terlalu berat untuk membawanya sekali ini bersama dengan damar yang kita dapat begitu banyak. Tak engkau lihat rusa muda di sana?" Tak ada jalan lain Buyung selain pura-pura tak mengerti apa yang dimaksud oleh Sutan." katanya. dengar dia itu. "Apa pula lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana?" katanya. aku bawa pulang. karena Sutan dengan cepat berkata: "Ho-hoho. serta takutnya kembali." kata Sanip. Buyung memperbaiki perasaannya. "Tetapi aku tinggalkan pada Siti Rubiyah. Talib." "Nah. Karena itu hatinya senang kembali. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan orang-orang lain tertawa. supaya dia mengerti hidup sedikit. "Asal sungguh dia hanya dapat kancil. pasti mereka akan syak ada hubungan apa-apa antara aku dengan Siti Rubiyah." Sutan menyindir mengganggu. Lain kali saja. dia telah menjawab dengan terus terang. "Memang Buyung mesti lekas kawin." kata Pak Haji.

Dia masih dapat merasakan panas badan Siti Rubiyah. Terang dalam pelajaran agamanya mengatakan. dan keragu-raguan dalam dirinya. Berdosakan dia? Ya. dia telah berdosa. tanpa menggangu perasannya tentang Zaitun. satu kegembiraan hidup yang tak pernah dirasakannya selama ini. Mengingat apa yang terjadi tadi pagi menimbulkan rasa bahagia dan rasa takut. Malahan. Dia segera memperbaiki duduk keranjangnya yang penuh berisi damar." katanya. Dia merasa bahwa apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah adalah sesuatu yang wajar. dalam dirinya dia tak merasa terlalu berdosa. dia merasakan satu kesenangan. dan pergi cepat ke sungai. Dan lebih aneh lagi bagi dirinya. yang harus terjadi. Sutan tertawa lebih besar lagi dan menunjuk kepada Buyung sambil berkata: "Lihat si Buyung. Merah mukanya. dan rasa senang. menggangu. bahwa apa yang telah Engkau masih perawan ya?" katanya dilakukannya adalah dosa. Dia telah berzinah. ialah dia dapat berbuat demikian. Dosa besar. Akan tetapi anehnya. Buyung tak tahan rasanya mendengar gangguan mereka. Ketika mandi. yang hukumannya adalah neraka. dan telah ditakdirkan harus terjadi demikian. "Aku hendak mandi dulu dan mengambil air sembahyang. Perasaan tidak berdosanya diperkuat pula oleh cerita Siti . Dan napasnya yang hangat. Dia berjalan menuju ke sungai dituruti oleh tawa kawan-kawannya dan teriakan Sutan dan Talib dan Sanip mengganggunya.air mukanya. Seluruh badannya terasa panas kembali mengingat perempuan muda itu. pikiran dan hati Buyung kacau.

mereka sama sekali bukan pedagang. malahan lebih banyak merupakan penyamun. Ingatkah kakak. dari rambut perempuan yang hendak diguna-guna. tanyanya. tentang kejahatan-kejahatan Wak Hitam. Buyung ingat sekali. Orang-orang itu telah beberapa kali datang ke sesudahnya. dan ada pula yang dia tidak mengerti. ada yang dibuat dari kotoran kuku atau kotoran orang sana. disuruhnya mencampurkan ke dalam kopi atau makanan orang yang akan diracun. dan tiap kali datang membawa uang atau barang-barang emas untuk Wak Hitam. orang-orang yang berangkat waktu kakak datang bermalam? Orang-orang yang berbaju hitam dan tidak banyak bercakap-cakap? Ya. bahwa Wak Hitam suka membuatkan racun yang dijualnya kepada orang-orang yang datang memintanya untuk membunuh musuh-musuh mereka. dibuatnya dari kotoran manusia yang dicampur dengan bulu bambu. mereka bukan pedagang sama sekali. kata Siti Rubiyah. Kata Wak Hitam dia berdagang bersama-sama mereka. Buyung pun merasa demikian. Siti Rubiyah berbantalkan dadanya.Rubiyah Kemudian. ada tiga kali dalam waktu tiga bulan. dan menceritakan kepadanya semua kejahatan Wak Hitam. ketika mereka berbaring di bawah pohon di balik tabir belukar. yang hendak memakai guna-guna itu. Kini pun dia masih ngeri mendengarnya.com/ Dewi KZ 67 Siti Rubiyah bercerita. Dia juga membuat gunaguna. . Tiraikasih Website http://kangzusi. Tetapi kelihatan padaku.

seperti Siti Rubiyah telah memberikan kebahagiaan padanya. Apa yang telah dilakukannya. Tiba-tiba dia teringat pada Zaitun. Dan sementara itu mereka akan mencari jalan ke luar. Ah. siapa tahu dalam waktu dua atau tiga minggu yang akan datang. Apa dayaku terhadapnya. Sudah takdir. Tak seorang manusia juga dapat melawan nasib yang diturunkan Tuhan terhadap dirinya. seakan ada dorongan tenaga gaib yang amal kuat dan yang tidak kuasa dia lawan. Dia lelah dapat memberikan kebahagiaan pula pada Siti Rubiyah. Engkau telah mengikuti bisikan setan bahwa nafsumu. katanya pada dirinya membenarkan perbuatannya. Jika dia telah menjual damar. Wak Hitam akan mati karena penyakitnya. Malahan dia merasa gembira. tak dapat Tiraikasih Website http://kangzusi. Maka dengan sendirinya Siti Rubiyah akan terlepas dari siksaan Wak Hitam. dia tak merasa terlalu berdosa. Hatinya senang sedikit dengan bujukan sendiri ini. dan dia sendiri tak perlu berbuat sesuatu apa lagi. supaya Siti Rubiyah menunggu di ladang dahulu. Akan tetapi apa dayanya? Dia telah melakukannya seakan di luar kehendak sadarnya sendiri. suara kecil berkata dalam hatinya. pura-pura hendak berburu. bagaimana Siti Rubiyah dapat diselamatkan dari Wak Hitam. tetapi kemudian timbul pula keraguan hatinya. Bagaimana jika nanti ternyata Wak Hitam tidak mati dan masih hidup? Dia tidak . maka dia akan datang kembali ke huma. berat juga perasaannya.Tidak. Dia mengatakan kepada Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 68 dibantahnya adalah mengkhianati cintanya terhadap diri Zaitun. Dalam hatinya Buyung berharap.

dan memikirkan kebahagiaan dan penghidupan mereka berdua? hatinya jadi susah. dan apakah dia hendak kawin dengan Siti Rubiyah? Bagaimana dengan Zaitun? Dan bagaimana dengan janjinya dengan Siti Rubiyah hendak melepaskannya dari cengkeraman Wak Hitam? Dengan tiba-tiba Buyung merasa. sebuah persoalan yang dia mungkin tak sanggup akan menyelesaikan atau mengerti. bahwa dia telah melakukan sesuatu. dan dia kembali merasakan kezaliman yang . Dia ingat kembali perasaannya mendengar pengaduan Siti Rubiyah. bahwa Tiraikasih Website http://kangzusi. yang melontarkannya ke dalam sebuah persoalan yang jauh lebih besar dari yang diduganya semula. mengapa dia berbuat demikian? Bukankah Siti Rubiyah istri orang lain? Mengapa dia harus mencampuri soal-soal orang lain? Tidakkah mengatasinya.com/ Dewi KZ 69 dia tak dapat bersikap tak acuh terhadap penderitaan orang lain. Baru dia mulai lebih baik jika dia menjauhi campur tangan dan jangan memikirkan soal-soal orang lain? Apa perdulinya dengan nasib orang lain? Bukankah lebih mudah jika dia hanya membatasi dirinya pada cintanya pada Zaitun saja.dapat membawa Siti Rubiyah begitu saja. Dan perlahan-lahan mulai timbul pula sedikit rasa menyesal dalam dirinya. dan teringat akan segala cerita penderitaan Siti Rubiyah. Karena dia pun merasa. Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan ini pun tak dapat dijawabnya dengan mudah. bahwa hidup dan hubungan manusia tak semudah seperti yang disangka hati mudanya.

ragu dan takut. mengapa dia sampai berpikir demikian? Sungguh Buyung merasa bingung. dan dia kembali merasa. Tetapi mengapa hatimu masih ragu dan seakan tak senang? Buyung mencoba memeriksa hatinya. senang dan tak senang. Hanya pikirannya sendiri yang membawa masuk persoalan ini. Apakah yang diharapkan Siti Rubiyah dari padanya? Agar dia melepaskannya saja dari cengkeraman Wak Hitam? Atau'juga agar kemudian dia mengawininya? Akan tetapi mereka tak pernah berbicara tentang hendak kawin. Jadi ini bukan persoalan. Meskipun kezaliman itu tidak ditimpakan atas dirinya sendiri. Bagaimana rasa kasihannya terhadap perempuan muda . Siti Rubiyah pun tak pernah menyentuh soal ini. tentang apa yang telah terjadi. bahwa wajib bagi setiap orang untuk melawan kezaliman seseorang terhadap orang lain. dia tak berniat hendak kawin dengan Siti Rubiyah. perasaannya bercampur-campur antara harap dan cemas. dan dia amat ingin dirinya bukan seorang muda yang kebingungan yang untuk pertama kalinya melakukan sesuatu yang didorongkan oleh birahi badan dan hatinya. Yang terang. biar dia sampai digantung. akan tetapi seorang tua yang berpengalaman yang mungkin dapat menilai semua ini dengan lebih tenang dan bijaksana.dilakukan Wak Hitam terhadap Siti Rubiyah. Dia tetap cinta dan ingin berumah tangga dengan Zaitun. Dan kepada siapa dia akan meminta nasihat? Dia tak berani menceritakan kepada siapa pun juga.

Disangkanya orang yang berbuat perbuatan ksatria akan berbahagia lerus. magrib sudah tiba! menggodanya.yang kesepian dan malang itu dapat membawanya pada keadaan pelik serupa ini? Mengapa hasratnya hendak menolong seorang yang ditimpa kezaliman dapat membawanya ke dalam kesusahan? Dia tidak mengerti Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 70 mengapa terjadi seperti ini. Salahkah mereka telah mengikuti hukum alam? Buyung terkejut terbangun dari pikiran-pikiran yang datang bergelombang-gelombang mendengar Sutan memanggil namanya. ketika . sopan santun. Memang bersalah benarkah dia telah menurutkan nafsu birahinya? Akan tetapi apakah dia salah berbuat demikian? Bukankah dia tak memaksa Siti Rubiyah dan tak pernah mencoba untuk menggoda Siti Rubiyah? Selintas pun tak ada masuk ke dalam kepalanya untuk berbuat demikian dengan Siti Rubiyah. bahwa orang yang baik-baik tak boleh mempunyai pikiran dan perasaan demikian terhadap istri orang lain. akan tetapi adat istiadat. Dia pun tahu. Tak ada perasaan yang bukan-bukan dalam hatinya. Akan tetapi apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah nampaknya tak ubahnya seperti air yang mengalir turun. "Buyung. Buyuuuuung! Mari cepat. mencari tanah rendah mengalir seperti hukum alam yang telah menentukannya. Bukan saja dilarang oleh agama. akal sehat. semuanya melarang yang demikian. budi baik. dan baik Siti Rubiyah maupun dia tak berkuasa menahannya.

dan selamatkanlah kami semua seterusnya! dia mengucapkan dengan . jika aku berdosa. karena mereka terus sembahyang magrib bersama-sama. Buyung merasa hati dan perasaannya jadi tenang kembali. dan Buyung mengucapkan Bismillahirohmanirrohiim. dan dalam hatinya dia menyerahkan diri sepenuhnya kepada haribaan Tuhan. dan selamatkanlah dia dari kezaliman suaminya. kesadaran dan keyakinan yang lain dari biasa.Mengapa engkau selama itu di air?" Dengan cepat-cepat dia mengeringkan badannya. Pak Haji dengan suaranya yang berat dan bagus memanggilkan Allahu Akbar! Allahu Akbar!Allahu Akbar! Dan Ashadu ala ilaha illallah. Dia girang. ampunilah dosa kami berdua. dan dalam mengingatkan bahwa Tuhan adalah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. karena tak ada waktu bagi Sutan atau kawankawannya yang lain untuk memperhatikan keragu-raguan yang mungkin tercermin di mukanya. ya Tuhanku. mengalir melingkupi seluruh Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi hatiku tergerak hendak menghibur hati perempuan muda yang gundah gulana itu. tiada maksudku dengan sadar hendak berdosa. mengambil air sembahyang dan bergegas ke pondok mereka. bisiknya dalam hatinya. wa ashaduanna Muhammadarrasulullah! memenuhi langit yang mulai gelap samar di tengah hutan belantara. ampunilah aku.com/ Dewi KZ 71 kalbu Buyung. dan ketika mereka mulai sembahyang.

dan tak jarang di waktu-waktu serupa itu. setelah sehari bekerja keras atau berjalan jauh. ada saja di antara mereka yang membuka hatinya. dan wangi dendeng atau ikan asin yang dibakar oleh Talib atau Sanip di bara api. masih pudar akan tetapi cepat akan bersinar berkilauan. mereka duduk berkeliling api unggun.Setelah sembahyang. atau Wak Katok tentang waktu dia belajar silat di tanah Aceh. membuat mereka semuanya merasa berbahagia sekali dan melupakan jerih mereka sepanjang hari. Di saat serupa inilah antara mereka merasa dekat sekali.com/ Dewi KZ 72 pun juga. dikelilingi hutan yang mulai diselimuti gelap malam. dan minum kopi hitam hangat-hangat. Dan biasanya setelah Sanip memainkan beberapa lagu yang merdu dengan dangung-dangungnya. diikuti oleh . Agak mudahlah meminta Pak Haji bercerita tentang pengalaman-pengalaman. sedang di langit bintangbintang mulai menampakkan diri. melupakan rasa segan dan maju yang biasanya mengikat mereka dalam pergaulan biasa. Waktu-waktu serupa inilah yang merupakan hadiah bagai keletihan orang-orang yang bekerja di hutan mencari nafkahnya. Duduk di sekeliling api unggun. makan nasi dengan sambal cabai. Pak Balam yang pendiam pun akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya kepada siapa Tiraikasih Website http://kangzusi. dan makan. dengan wangi kayu basah mengisi udara.

di telinganya masih mengiang seruan Zaitun memanggilnya pulang: "Yuuuuuungngng!" Beberapa saat kemudian. dan mereka tidur diiringi oleh bunyi-bunyian malam yang bermacam-macam dalam hutan. kemudian mengecil kembali ketika kayu hendak habis. hingga ketika dia terbangun dan duduk terkejut. Di luar pondok api unggun menyala kecil. dan Wak Katok berkata kepadanya: "Baiklah esok . Mimpinya demikian nyata terasa olehnya. akan tetapi dia hendak menyeberangi danau juga. maka mereka akan mencari tempat tidur di dalam pondok. dia melihat Zaitun datang berlari memanggilmanggilnya. dan api akan menyala besar kembali selama beberapa waktu. Buyung melihat. akan melemparkan beberapa buah potong kayu ke dalam api. bahwa Wak Katok juga terbangun oleh suara rusa. dan ketika dia telah agak jauh dari pantai. dan sekali-sekali juga sepanjang malam siapa di antara mereka yang terbangun. dan dengan enaknya mereka pun akan tidur mendekur. baru dia menyadari bahwa yang terdengar di telinganya adalah lengkingan suara rusa. Buyung bermimpi dia rasanya naik perahu hendak menyeberang danau. Hutan menjadi tambah gelap. dan kesadarannya ini ditimbulkan ketika rusa melengking sekali lagi. hingga ada lagi yang terbangun dan melemparkan kayu lagi ke dalam api. dan di langit berkumpul awan gelap menandakan badai hendak turun.Sutan atau Buyung dengan suling.

apabila yang lain masih lidur." kata Wak Katok. Ketika mereka tiba di tempat yang dimaksud Buyung. dan dia pun tahu. "Tapi itu juga tempat nenek. bahwa mungkin mereka akan dapat menjumpai rusa di sana. Buyung telah membangunkan Wak Katok dan Sutan. mata buyung yang muda lebih tajam dari matanya. "dimana ada rusa ada nenek. karena daerah itu adalah tempat rusa. hutan berganti dengan belukar-belukar jarang dan di tempattempat yang terbuka tumbuh rumput dan lalang. Sutan membawa parang panjang dan pisau belatinya. Ayam hutan mulai . Buyung menyandang senapan lantak Wak Katok. melangkah memudik sungai dengan hati-hati agar tidak berbunyi. dinihari lelah mulai datang dari Timur. Wak Katok tahu. Mungkin pagipagi sekali mereka berhasil menjumpai rusa di sana. Mereka melangkah cepat dalam samar gelap menjelang dini hari. Tempat mereka bermalam di pinggir sungai ditumbuhi pohonpohon yang jarang. Buyung berjalan di depan sekali. bahwa Buyung lebih pandai menembak dari dia." Mereka cepat berpakaian. Mereka bertiga akan pergi berburu rusa." Maksudnya harimau. bahwa dalam terang remang-remang dinihari. dan kurang lebih satu kilometer ke mudik sungai. Buyung berkata. Jangan disebut-sebut namanya. Wak Katok hanya membawa pisau belati saja. meskipun belum mengakuinya di depan umum. "Huss.kita coba memburunya." kala Sutan. lama sebelum subuh tiba.com/ Dewi KZ 73 4 Esok paginya." Tiraikasih Website http://kangzusi.

keluar seekor rusa betina. Tiraikasih Website http://kangzusi. Rusa itu seekor rusa jantan yang masih muda. Embun membasahi tanah. Karena itu mereka menunggu. yang dibalas oleh seekor rusa lagi dari bagian hutan yang lain. diam tak bergerak-gerak. dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. daun. dan kira-kira dua ratus meter ke mudik dari tempat mereka berdiri mereka melihat seekor rusa melangkah ke luar dari sebuah kumpulan semak-semak. Kakinya kukuh dan ramping. belukar bergerak. Tak lama kemudian mereka mendengar bunyi-bunyi.com/ Dewi KZ 74 Mereka bertiga berdiri tegang. pohon dan batubatu. dan mencari-cari dengan matanya. Tak lama kemudian di seberang sungai. Tampan benar badannya. dan kabut yang tipis menyamarkan semuanya. dan memasang popor senapan ke bahunya ketika dia melihat . berdiri di pinggir belukar. Kini kedua ekor rusa berada di seberang sungai dari tempat mereka berdiri. menuju rusa jantan. dan tanduknya sedang besarnya. Mereka berjalan lebih perlahan-lahan dan lebih berhati-hati. Mereka bertemu di tanah terbuka di pinggir sungai.berkokok. Akan tetapi segera Buyung berdiri diamdiam. Tibatiba mereka mendengar suara seekor rusa melengking. Buyung bergerak perlahan-lahan mendekati mereka. rusa itu melengking memanggil kembali. Dua ratus meter terlalu jauh untuk senapan lantak tua Wak Katok. Apalagi udara masih terlalu gelap untuk dapat menembaksejauh itu. yang melangkah berlari kecil menyeberangi sungai.

Sutan dengan parang panjang terhunus di tangannya. Ledakan mesiu dan lidah api yang menyembur ke luar dari laras senapan seakan sama-sama terjadi. dan kemudian dengan perlahan-lahan dia menarik pelatuk senapan. Di tanah darah rusa menghitam ke atas rumput yang penuh karena bahaya atau kemungkinan . Selelah senapan diisinya kembali. dan Buyung melihat rusa jantan terlompat ke atas. Buyung mengikuti rusa jantan dengan ujung laras bedilnya. Buyung berteriak kegirangan. Di dalam rimba senjata harus selalu sedia untuk dipergunakan. dan kemudian terbaring diam. Tiraikasih Website http://kangzusi.kedua ekor rusa itu melangkah perlahan menghiliri sungai mendekati tempat mereka berdiri. Kedua ekor rusa datang bertambah dekat. dengan cepat mengisi senapan lantak kembali. dan dia menahan napasnya. masuk ke dalam jarak tembakan. Buyung menahan dirinya. Ketika dia tiba. Rusa jantan setelah terlompat ke alas lalu jatuh terbaring. disambut oleh Sutan dan Wak Katok. ketika rusa datang bertambah dekat. dan senjata yang tak siap sama juga dengan ditinggalkan di rumah. bergegar memenuhi rimba. barulah dia bergegas menyeberangi sungai. Wak Katok telah menyembelih leher rusa.com/ Dewi KZ 75 sedang rusa betina melompat lari amat cepatnya. tak syak sedikit juga pun bahwa maut menunggu mereka. Sutan dan Wak Katok berlari menyeberangi sungai. mendapat perburuan setiap saat. kakinya menghentamhentam tanah. dan menghilang ke dalam belukar.

dan penuh kabut. Sutan berdiri.. "biar kita dukung rusa ini ke tempat kita bermalam. kebetulan saja. "Lebih baik panggil kawan-kawan yang lain. Zaitun akan mendengar cerita-cerita ini — ah. Sutan memuji tembakannya. dan dia terus berlari kecil pergi memanggil kawankawannya yang lain. "Sungguh pandai engkau menembak Buyung. ketenangannya menembak. Sutan dan Wak Katok akan bercerita.com/ Dewi KZ 76 kampung-kampung lain. betapa dia menembak dari jarak jauh." Wak Katok memujinya. dan berlari kembali menyeberangi sungai. Kemashurannya sebagai pemburu nanti akan bertambah tersiar di kampungnya dan ke Tiraikasih Website http://kangzusi. yang dianggap termasuk salah seorang pemburu yang tercakap di kampungnya. "Tepat di belakang telinganya.dengan embun. "Ah. Orang akan memuji ketangkasannya membidik. adalah sebuah pujian yang amat besar di kampungnya." kata Wak Katok. apalagi bagi seorang muda seperti dia. Di sana saja kita kuliti. Dan pujian yang dalang dari Wak Katok. di mana setiap orang menganggap dirinya seorang pemburu yang cakap. lihat ." kata Buyung. pura-pura merendah diri sedang dalam hatinya dia merasa senang dan bangga benar.. adalah satu pujian yang sungguh-sungguh tidak dapat ditolak." kata Sutan menunjuk. . senang sungguh hati Buyung. dalam udara yang gelap samar. Dianggap seorang pemburu ahli.

Serangga pun berhenti menyanyi. keras. Auman harimau itu datangnya seakan dari tempat mereka menembak rusa. mereka membayangkan rasa terkejut yang . Pak Haji menyela: "Barangkali dia lagi berburu. Sutan yang mula-mula memecahkan kesunyian. Wajah mereka rasakan. mereka serentak terhenti bekerja. dan hebat. dan Wak Katok baru saja selesai mengulitinya.com/ Dewi KZ 77 Ucapan Sutan seakan melepaskan mereka dari kekuatan gaib yang memukau mereka. auman harimau tak berulang kembali. ada nenek dekat di sini. dengan berkata: "Aduh.Mereka mendengar auman harimau untuk pertama kalinya. harimau mengaum sekali saja. Seluruh rimba ikut terdiam. akan tetapi singkat. atau berdiri kaku. ketika mereka telah tiba membawa rusa di tempat bermalam dan rusa telah digantungkan kepada sebuah cabang pohon yang kuat. ketika kalian menembaknya dan merebutnya dari dia." Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok menghentikan pisaunya yang hendak sekaligus melepaskan kulit rusa dari badannya." kata Pak Balam yang selalu cepat melihat segi yang tergelap dari setiap keadaan. akan tetapi setelah beberapa waktu. mereka saling berpandangan." "Jangan-jangan dia lagi memburu rusa ini. Mereka memasang telinga. mereka menunggu auman kedua. Ketika mendengar bunyi harimau mengaum. dan yang lain duduk.

"Nanti saja. di tempat kita bermalam nanti. dan kita cepat berangkat meninggalkan tempat ini. lalu daging dibungkus di dalam daun pisang hutan." kata Sanip. Mereka pun dengan cepat memotong-motong daging rusa. sedang Sanip dan Talib bergegas masak makanan pagi." kata Buyung membela diri." kata Sanip. Tanpa disuruh oleh siapa pun ." kata Pak Haji. dan sebentar kemudian wangi hati bakar memenuhi udara. seorang demi seorang. "Sayang tak sempat kita asapi. "rusa jantan ini malahan menunggu-nunggu betinanya." Mereka lalu menyeberangi sungai. tadi tak ada di sana. "Paling baik. dan membuat mereka lupa pada harimau yang mengaum. Ketika mereka akan berangkat. Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika kami tiba. dengan Wak Katok yang membawa senapan berjalan paling belakang. Daging rusa mereka bagi-bagi. dan setelah mereka garami dan beri bumbu yang lelah mereka sediakan dari kampung. Kalau dia diburu oleh si nenek tak akan dia memanggilmanggil betinanya di sana. Sanip membakar hati rusa untuk mereka makan pagi itu."Ah.com/ Dewi KZ 78 Mereka berjalan beriringan." "Ah." kala Talib. benar juga. rusa ini cepat kita kemasi. merasa lega. untuk tiba kembali nanti petang di pinggir sungai tempat mereka akan bermalam. karena dari sini mereka mengambil jalan singkat mendaki dan menuruni gunung. Pak Haji berjalan paling depan. dan mereka simpan ke keranjang mereka masing-masing. Wak Katok berkata kepada Buyung: "Biar aku yang membawa senapan.

mereka kini berjalan lebih hati-hati. selelah sepanjang hari tidak melihat tanda-tanda harimau mengikuti mereka. Jalan pun agak licin karena rupanya kemarin hujan. Dalam rimba belantara sebuah kealpaan kecil dapat menjadi malahan kehilangan nyawa sendiri.juga. akan tetapi masing-masing amat menyadari beban daging rusa segar yang disimpan di dalam daun pisang hutan di dalam keranjang punggung. mereka mulai merasa agak lega dalam hati. Sepanjang pagi mereka berjalan secepal mungkin. tanpa banyak berkata-kata. Baru lewat lengah hari. Setiap gerak dan bunyi kini mereka perhatikan dan artikan lebih cermat dari biasa. Mereka tidak menyebut-nyebut harimau. . Dan ketika mereka berhenti untuk makan lengah hari di pinggir sebuah anak sungai kecil yang turun cepat dari gunung. Mereka pun tahu bahwa darah daging rusa ada yang menetes turun dari keranjang ke tanah yang mereka lewati. dan lebih sering memasang telinga mereka. dan mala mereka lebih waspada dan lebih tajam memperhatikan hutan di sekeliling mereka. Daging yang masih amat segar dan berdarah ilu meninggalkan jejak yang amat jelas bagi sebab terjadinya kecelakaan besar. meskipun mereka masih tetap awas dan terus juga memperhatikan rimba di sekelilingnya. atau harimau atau binatang buas lain. hampirhampir mereka dapat melupakan ancaman harimau.

Sanip. Merasa aman di dalam panas dan terang api unggun semakin lama udara di atas mereka semakin kabur. dan kemudian tibatiba seluruh langit menjadi gelap dan malam pun turun. Langit di sebelah Barai kuning kemerah-merahan dan di bahagian langit yang lebih tinggi tersebar warna ungu tua. mungkin sampai pagi. menerangi lingkaran di depan . Talib dan Sutan mengumpulkan bermaksud hendak memasang api unggun. Mereka tiba di sana jam selengah lima petang. Mereka busuk. Mereka sembahyang magrib bersama-sama dekat api unggun. akan tetapi sekali ini mereka Tiraikasih Website http://kangzusi.Mereka tak lama berhenti di sana. kecuali di sisi depan yang menghadap ke api unggun. Dengan cepat mereka membuat pondok bermalam. Mereka juga hendak mengasap daging rusa supaya jangan kayu api banyak-banyak. Tinggallah hanya api unggun yang kuning dan merah membakar tinggi dan besar. Jika biasanya pondok tak mereka beri dinding. Talib telah menanak nasi. Anak-anak muda. Bunyibunyi hutan yang biasa terdengar di waktu senja kini memenuhi udara senja seperti biasa. Wak Katok tetap memegang senapannya. lama sebelum senja akan tiba. Mereka lalu mengambil air sembahyang.com/ Dewi KZ 79 pasang dinding dengan dahan-dahan dan daun-daun di ketiga sisinya. akan tetapi segera setelah makan lalu meneruskan perjalanan. Mereka ingin tiba di tempat bermalam yang baru. seperti Buyung. Hari telah hampir jam enam ketika mereka siap.

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Setelah sembahyang mereka makan. Selelah makan Pak Balam merasa perutnya mules. Mereka mulai merasa biasa kembali. Mereka membakar daging rusa. Mereka bertujuh pelukan sinar api dan seruan Allahu Akbar Pak Haji terdengar lantang mengisi malam. pencipta seluruh jagat dan alam luas. Pak Haji berkata bahwa dia terlalu banyak makan daging rusa. dan pencipta diri mereka pula. dan dunia terang api unggun kecil mereka di tengah lautan gelap rimba belantara. Sinar api unggun masih mencapai pinggir sungai. rimba belantara. Perlahan-lahan kekencangan urat syaraf mereka mulai kendur. merupakan sebuah pulau berisi manusia di tengah rimba belantara yang gelap dan penuh rahasia. Tempat dia melakukan hajatnya tak jauh dari tempat mereka bermalam. Kini mereka makan dengan lezat sekali. dan Pak Balam duduk di daerah perbatasan yang samar-samar antara pinggiran lingkaran cahaya api unggun dan pinggiran tempat mulainya .com/ Dewi KZ 80 mulai berangkat tadi pagi.pondok tempat mereka tidur. keletihan berjalan cepat dan kekhawatiran yang memburu mereka sembahyang di dalam keamanan sepanjang hari kini diganti dengan keenakan makan dan melepaskan lelah. menyampaikan segala pujian. kini Sanip mulai berketakar dan tertawa. Pak Balam berdiri dan pergi kesungai. kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

seekor jantan dan betina muda. Pada waktu muda dengan mudahnya dia dapat menerkam dan melarikan seekor rusa yang besar. dan lama sekali menjadi raja di hutan besar. menghadap api unggun. dan larinya tak cukup cepat pula untuk mengejar buruannya yang biasa seperti babi atau rusa. dan membelakang ke kegelapan hutan. sedang rusa jantan jatuh. Badannya besar dan tinggi.com/ Dewi KZ 81 Tadi pagi ketika dia merasa telah dekat sekali pada rusa betina. Rusa betina yang dilihatnya telah mendekati rusa jantan. Dia dahulu sungguh seekor harimau jantan yang gagah perkasa. Sepanjang kelaparan seperti sekarang. Kini dia mulai merasa letih. Akan tetapi kedua ekor rusa itu amat awas sekali. 0oo0 SANG harimau telah dua hari menderita lapar. Pak Balam duduk mencakung di atas batu. Dan itulah kesalahan besar yang dilakukannya . dan selalu dapat melarikan diri sebelum dia sempat menerkamnya. Dan pernah dia beberapa kali ingatannya tak pernah dia menderita menerkam dan membunuh dan menyeret ke dalam hutan beberapa ekor sapi yang dijumpai di luar desa.:. pemburuannya terganggu oleh bunyi yang amat hebat sekali.kegelapan hutan di sungai. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia telah tua. yang memecahkan dan merobek udara dalam hutan. lari terbang amat cepatnya. Sejak dua hari dia telah mengejar-ngejar sepasang rusa. Dia pun . Tenaganya tak cukup kuat lagi.

Mudah sekali baginya mengikuti jejak mereka. kesempatan . sama sekali tidak menenangkan rasa laparnya. Sebaliknya dia merasa bertambah lapar. usus rusa. Dan di sana dia menemui tulang-tulang. maka dengan hati-hati dia kembali ke tempat rusa jantan terjatuh. Darah yang dijilatinya hanya tambah mengobarkan rasa laparnya.melarikan diri segera setelah bunyi keras yang mengejutkannya beberapa jam kemudian. Wangi daging yang dibakar menyebabkan rasa laparnya bertambah hebat. Akan tetapi apa yang tertinggal memenuhi udara. Dia menjumpai tempat mereka menguliti dan memotong daging rusa. Sang harimau bertambah yakin bahwa sekali ini perburuannya akan berhasil. Dia menunggu-nunggu melakukan serangannya. didorong oleh rasa laparnya. dan dengan susah payah dia menahan diri tidak menggeram. Sepanjang hari dengan hati-hati dia mengikuti manusia dan daging rusa dari jauh. yang mungkin akan mengejutkan yang mereka baik yang untuk diburunya. yang dengan lahapnya dimakannya. Dan kemudian. Dia bersembunyi dan menunggu dengan sabar di pinggir sungai. Yang tinggal hanya bekas-bekas darah yang telah membeku di tanah. dan memperhatikan manusiamanusia membuat pondok dan memasang api. Dengan lidahnya dijilatinya darah rusa yang telah membeku. dan rasa laparnya mendorongnya untuk mengikuti jejak manusia yang kini bercampur dengan bau rusa.

secepat kilat dalam kepalanya timbul kesadaran. Kebekuan yang menyerkap mereka karena amal sangat terkejut mendengar auman harimau yang menerkam.com/ Dewi KZ 82 lindungan cahaya api. dan harimau lalu menyeretnya ke dalam hutan. Bunyibunyi serangga dan margasatwa terdiam beberapa saat sehabis auman harimau. akan tetapi kakinya tergelincir dan dia terjatuh sepanjang badannya ke dalam air.Tiba-tiba harimau tua bergerak. ketika melihat seorang di antara mereka melepaskan diri dari Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok segera mengambil senapan. sang harimau telah tiba. dan segera .dengan auman yang dahsyat dia melancarkan dirinya dari tempat persembunyiannya — pada saat Pak Balam mendengar bunyi auman harimau. yang mudamuda melompat menghunus parang panjang. bersikap siap. siap untuk melompat. Reaksi kawan-kawannya di sekeliling api unggun cukup cepat. dan kemudian -. Harimau menegangkan seluruh badan dan otot-ototnya. maka sang harimau akan tepat menerkam kepalanya atau lehernya. Seandainya Pak Balam tak terjatuh. Dia melompat berdiri hendak lari. akan tetapi kini mulut harimau dengan gigi-giginya yang tajam dan kuat menerkam betis kaki kirinya. dan belum sempat dia hendak bangun dan lari kembali. dan melangkah sendiri menuju kegelapan sungai. dengan cepat cair ketika mereka mendengar jerit Pak Balam minta tolong. Orang itu duduk mencangkung di air. bahwa dialah yang menjadi sasaran terkaman harimau. dan menerkam kakinya.

batu dan kayu ketika dilarikan harimau. dan darah mengalir amat banyak. dan mereka terus berlari ke tempat Pak Balam. Mereka berteriak keraskeras. Mukanya . Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. dan dapat cepat menyeret Pak Balam. daging dan otot betis koyak. Wak Katok berlari di depan dengan senapannya. dan Wak Katok mengangkat senapannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. disusul segera oleh Buyung dan yang lain. ketakutan dan minta tolong. mereka lalu berlari mengejar ke seberang sungai. hingga kelihatan tulangnya yang putih. dan seluruh badannya penuh dengan luka-luka kecil dan gores-gores merah.berlari ke api mengambil sepotong kayu yang menyala. kena duri. menghilang ke dalam hutan yang lebih gelap. Pakaian Pak Balam koyak-koyak. dan membidik lalu menembak.com/ Dewi KZ 83 dan dalam gelap malam mereka dapat melihat harimau berlari kayunya yang menyala-nyala sekuat-kuat bekas dilalui harimau. Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balam. karena mereka dapat melihat semak-semakyang bergerak-gerak mendengar jeritan Pak Balam yang kesakitan. Sutan melemparkan potongan tenaganya ke arah harimau yang melarikan Pak Balam. dan terus berlari. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya kena gigitan harimau. dan tak lama kemudian mereka tiba di sebuah tempat yang agak terbuka. Melihat Pak Balam telah tak ada.

Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya. Darah ke luar dari hidungnya. yang kemudian mereka bungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam. dia mulai tenang. Pak Balam kelihatannya pingsan. dan setelah air mendidih.berdarah. akan tetapi belum dapat berbicara dengan terang. Sanip. Dia mengerang terus. Baru sejam kemudian. . Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Wak Katok menyuruh Talib memasak air panas. dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daundaunan. dan seluruh badan lukaluka. Wak Katok telah mengisi senapannya kembali.com/ Dewi KZ 84 Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera. tak sadar diri. dari mulutnya. Talib. Kemudian Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Haji dan Sutan cepat mengangkatnya. dan sebentarsebentar menjerit minta tolong. lebih nyata lagi betapa dahsyatnya luka-luka yang diderita oleh Pak Balam. Pak Balam sudah agak sadar. Ketika tiba di tempat terang. Setelah air agak dingin Wak Katok meminumkannya pada Pak Balam sedikit demi sedikit. maka air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. memandangi mereka seorang demi seorang. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas. dan dengan Wak Katok berjalan di belakang. dia hanya terbaring di sana mengerang-ngerang. dan melihat berkeliling. mereka cepat-cepat membawa Pak Balam ke tempat api unggun. Buyung. Selain gigitan harimau yang membelah betisnya. punggungnya pun luka dalam kena cakaran harimau.

dia memandangi kawankawannya kembali. Kemudian ketika dia lebih tenang. "aku telah dapat firasat dan dapat mimpi. dan melindungi kita semua.. mendengar ucapan Pak Balam ini. yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar.diseling oleh erang kesakitannya. diamlah. dua malam sebelumnya. "Hus." Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya. Tenanglah. Telah pula diobati oleh Wak Katok. Cobalah tidur. Akan tetapi semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan." "Tidak.com/ Dewi KZ 85 sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi tidakkah dia telah minta ampun kepada Tuhan? Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawankawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun. Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh. Sebelum kita berangkat dari kampung." kata Pak Balam menguatkan hatinya.. Muka ." Pak Haji berkata. Tetapi ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku. dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam. apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosadosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia Tiraikasih Website http://kangzusi. Awak sudah selamat kini. Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain.Tiap sebentar Pak Balam mengucap — La ilaha illlallah La ilaha illalah . Rupanya aku mesti juga menebus dosaku. ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam. Tidak aku seorang saja. jangan ingat mati. dengarkan kataku. lalu berkata: "Sudah sampai ajalku kini.

Pak Haji.' Akan tetapi Wak Katok berkata 'jangan kita berhenti dahulu. dan di muka kawankawannya yang lain lebih muda seperti Talib. hingga sungguh-sungguh perahu jadi terlalu penuh dan . Darr ada dua orang lagi kawan di atas perahu. mungkin terbalik. kepalang benar. nanti perahu terlalu berat. Sanip dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga. Mengapa tak awak ceritakan dahulu di kampung? Aku 'kan dapat membacakan mantera atau membuat jimat untuk kita semua?" "Aduh. Demikianlah kami terus juga menangkap ikan.Pak Haji sabar dan tenang. yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. akan tetapi tak jelas padaku mukanya." kata Pak Balam. Penuh perahu. tak jelas begitu kemudian. kini sudah terlambat. Aku bermimpi rasanya pergi naik perahu ke danau dengan Wak Katok. setelah aku terbangun. lagi ikan banyak. "dua hari sebelum kita berangkat ke hutan damar aku bermimpi. Pak Haji berkata 'sudah mari kita pulang. apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa. Aduh banyaknya ikan yang kita dapat. Dan ikan yang kami dapat semakin banyak. Kita pergi menangkap ikan ke tengah danau. "Dengarlah. marilah kita menangkap ikan terus. Bukan Buyung dan bukan Talib. barangkali masih dapat kita elakkan bala yang hendak menimpa kita. Entah siapa mereka. Sutan dan Sanip. Akan tetapi dia tak dapat membaca di wajah mereka.' Dan Sutan dan Sanip dan aku pun menyokong usul Wak Katok. Pak Balam? Coba ceritakan. Wak Katok berkata: "Apa mimpi awak. salahku juga." tambahnya. jika datang angin dan ombak besar.

. hendak mengambil anak burung beo di sarangnya. Aku lagi bermimpi memanjat pohon. Benar juga kekhawatiranku. akan tetapi ikan besar itu amat kuat. aku tahu. dan tiba-tiba perahu pun terbalik — habis semua ikan yang kami tangkap sepanjang hari tertumpah kembali ke dalam danau.... ketakutan dan bunyi deru badai dan angin . bahwa sebenarnya kami telah lama harus berhenti. basah keringat. Dalam mimpiku Wak Katok terus juga menyuruh kami memancing. Tak sampai sejari lagi. dan malahan menarik tali pancing dan perahu beserta isinya ke tengah danau. Kalian. meskipun dalam hatiku. angin berhembus kencang. sedang aku tak menyangkalnya. semua jatuh ke dalam air — aku terbangun.” “Dan mimpiku yang kedua lebih seram lagi di rumah Wak Hitam. Pohonnya besar dan tinggi. dan anehnya — semakin tinggi . dan tiba-tiba udara pun jadi gelap. ombak menjadi besar.. dan terus juga ditarik oleh ikan besar. dan meskipun yang lain menolong untuk mengangkatnya ke dalam perahu.com/ Dewi KZ 86 perahu terbenam dalam. air pun akan masuk ke dalam perahu. dan semakin lama semakin cepat. dan harus segera pulang.Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kami. karena tak lama kemudian aku mendapat seekor ikan yang sangat besar. topan tiba. di telingaku masih terdengar pekikan kami semua. antaranya juga Pak Haji berdiri di bawah pohon melihat aku memanjat. perahu oleng.

" Pak Balam terdiam. sedang kita tak dapat bergerak melarikan banyaknya penuh di sekeliling kita. Aku membaca ayat Qur'an banyak-banyak setelah diri. hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Our'an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua. Aku terbangun dengan napas ketakutan Semuanya ini mimpi alamat-alamat yang tak baik Tiraikasih Website http://kangzusi. dan sarang burung bertambah jauh di atas. tetapi aku paksakan juga memanjat. sebuah . dan dia berkata dengan suara garau: "Karena engkaulah Wak Katok. datanglah ular besar-besar amat bangun. akan tetapi pohon tumbuh bertambah tinggi lebih cepat. dan ganjil sekali. dan memandangi mereka dengan mata yang kini bersinar sayu. Tetapi rupanya memang sudah ditakdirkan. hanya sampai di sini umurku. dan alangkah ngerinya. Mereka tak dapat berkata sesuatu apa. maka aku harus menebus dosaku dulu seperti ini” Wak Katok memandang padanya. untuk mengusir setan-setan jahat yang datang menggangu. dan tiba-tiba pohon tumbang.com/ Dewi KZ 87 saja. dan aku turut jatuh bersama pohon. Aku memanjat juga cepat-cepat. Aku merasa letih sekali. Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya. dan kalian pun berteriak-teriak hendak melarikan diri. tetapi kita semua terhimpit di bawah pohon. dan sinar matanya berubah jadi kencang dan kuat dan keras. dan memandang pada Wak Katok.aku memanjat pohonnya terasa bertambah tinggi saja.

"di waktu pemberontakan di tahun 1926 melawan Belanda. Akan tetapi setelah setengah hari dikejar-kejar. diselingi oleh sesuatu bayangan lain yang lebih gelap dan lebih menyeramkan hati. dan bersembunyi di sebuah ladang yang telah ditinggalkan yang punya. Setiap mereka merasa. Kami Tiraikasih Website http://kangzusi... "Terjadi dahulu ." cerita Pak Balam. bahwa sesuatu unsur baru yang mengandung rahasia dan asing seakan telah memasuki dunia kecil mereka di sekeliling api unggun. ubahnya seakan bayangan gelap dan terang dari api unggun yang selama ini bermain di atas muka dan tubuh mereka dan gelap hutan di sekeliling. dan hanya tinggal kami bertiga yang pasukan kami. Dalam hati mereka seakan ingin hendak memerintahkan kepada Pak Balam untuk tidak membawa unsur baru yang tak dikenal dan menakutkan itu ke tengah yang kemudian menghilang cepat. suaranya kini lebih kuat. Pasukan kami telah bercerai berai.com/ Dewi KZ 88 melarikan diri. Akan tetapi tak seorang juga mencoba menghalangi Pak Balam berbicara terus. Aku satu pasukan dengan Wak Katok.perasaan takut seakan kelihatan melayang menutupi mukanya sebentar. Wak Katok pemimpin melakukan pertempuran dengan sepasukan serdadu musuh. Tak mereka. Wak Katok berdiam diri. Wak Katok pun tidak. dan mereka semua berdiam diri. dan dikejar-kejar oleh pasukan musuh. Kami baru saja habis . kami berhasil meninggalkan pasukan Belanda.

Wak Katok bertanya apa yang mesti dilakukannya. Kami pun merasa khawatir karena setiap saat pasukan patroli Belanda akan tiba dan menyergap kami di ladang kosong. Apa yang mesti dilakukan. kira-kira lima jam berjalan lagi dari ladang itu. Naik ke pondok yang kosong pun terpaksa dia kami tarik. dan kami tak mungkin tiba di sana sebelum hari gelap. dia sudah lemah sekali. Sarip dan aku. luka di pahanya. Kami tak punya makanan sama sekali. karena darah Sarip yang menetes sepanjang jalan. Tak mungkin pula membawa si Sarip ke sana. Ketika kami tiba di ladang kosong. dan darah di pahanya masih mengalir terus menetes-netes. Di dalam pondok kami batut lukanya sebaik mungkin akan tetapi kami tak mempunyai obat-obat yang diperlukan. hampir-hampir tak lagi dapat berjalan. Sarip.masih bersama-sama Wak Katok. Di sana ada bekal makanan. kawan kami. Perjalanan ke tempat persembunyian amat sukar dan berat. Meninggalkan Sarip di ladang tak mungkin pula. Wak Katok mengajak aku pura-pura pergi ke sumur untuk membicarakannya. kami khawatir dia akan dipaksa oleh pasukan Belanda menunjukkan tempat persembunyian kami. Kami takut pasukan Belanda dengan mudah dapat mengikuti jejak kami hingga ke ladang. karena perjalanan akan lambat sekali. tetapi . Jika Sarip ditinggalkan. Tempat persembunyian pasukan kami masih jauh.

Bagaimana Sarip. dan ketika Wak Katok berkata. pasti Wak Katok akan menuruti kehendakku.com/ Dewi KZ 89 terus berangkat. Ini aku ketahui kemudian. Tetapi hatiku begitu cinta pada hidup diriku. Aku berdosa. Biarlah Sarip yang mati. Wak Katok kembali ke pondok dan membunuh mati Sarip dan melemparkan Sarip ke dalam sumur. aku tak mau mati. Barangkali aku yang lebih bersalah lagi dari Wak Katok. Tak lama kemudian Wak Katok menyusul aku dan kami berangkat ke tempat persembunyian. Aku tahu apa yang terjadi. Kemudian Wak Katok berkata. aku segera menyusul maka aku pun Tiraikasih Website http://kangzusi. Aku tak pernah menanyakan kepada Wak Katok apa yang terjadi dengan Sarip. . bahwa kami harus berangkat cepat. ketika dia membawa aku pergi ke sumur. aku takut mati. dan Wak Katok menjawab 'serahkan padaku. Aku ikut bersalah. setelah pemberontakan dikalahkan oleh Belanda. Aku amat pengecut sekali.aku tak dapat menjawab dengan pasti. 'pergilah engkau dahulu. Tetapi aku tak pernah membicarakannya dengan Wak Katok. barulah kini aku menceritakan hal ini. tanpa kembali lagi melihat Sarip di dalam pondok. Jika aku melarang Wak Katok. hingga aku rela untuk membayar apa saja agar aku dapat hidup terus. dan berkeras supaya Sarip kami bawa. tanyaku. asal aku dapat hidup. Karena dalam hatiku aku telah tahu apa yang hendak dilakukan oleh Wak Katok.' Aku tak berpikir panjang lagi. Sejak hari itu hingga saat ini.

Tiraikasih Website http://kangzusi." Pak Balam berhenti berbicara. dan aku tak berusaha untuk melarang Wak Katok berbuat dosa demikian. dan aku pun harus ikut memikul dosa-dosanya. istri dan tiga orang anaknya. kini mulai jadi terang dan seakan segala ketegangan dan tekanan yang selama ini . tetapi berubah jadi lembut.. matanya masih juga memandangi muka Wak Katok. Apalagi jika dia tahu.com/ Dewi KZ 90 Kami berperang melawan Belanda dan tidak memerangi perempuan dan anak-anak yang tak berdosa . Itulah perbuatan Wak Katok. dan air muka Pak Balam bertambah berubah. tetapi kini sinar matanya tak lagi keras. sama besar dosanya dengan orang yang melakukan dosa itu. dan merampas emas dan perak istri Demang. Seperti ketika Wak Katok memperkosa Demang. akan tetapi rupanya dia merasa tak berdaya. Orang yang membiarkan orang lain melakukan kejahatan dan dosa. dan aku pun tak kurang ikut memikul dosanya. dia sendiri mendapat keuntungan. karena tangannya yang telah mulai bergerak. yang pertama. bahwa karena perbuatan dosa itu. dan dia seakan hendak mengulurkan tangannya kepada Wak Katok. sedang dia mampu menghalanginya.. kemudian membunuh di rumah Demang.Tetapi aku biarkan saja. yang aku biarkan. Aku ada bersama Wak Katok. Selama pemberontakan banyaklah halhal lain yang aku biarkan Wak Katok melakukannya. kawanku yang amat karib. rebah ke sisinya. turun kembali.

com/ Dewi KZ 91 Pak Balam menutup matanya kembali. AllahuAkbar. terjauh dari bahaya yang dibawa harimau . Air mukanya kaku dan keras. letih telah berbicara begitu banyak. Pak Haji bertakbir. dan dengan suara yang halus sekali dia berkata: "Aku merasa ringan kini aku sudah menceritakan pada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepataku. dan ketika pandangan mereka bertaut. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat . juga kalian yang lain. dan juga mengampuni dosa-dosa Wak Katok Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tangannya seperti orang mendoa. dan seakan sebuah senyuman halus hinggap di bibirnya. dan mulutnya komatkamit. Pak Balam berkata kepada Wak Katok: "Akuilah dosadosamu. dan sujudlah ke hadirat Tuhan. dan agak menakutkan. sinar matanya menjadi jernih. biarlah aku seorang yang jadi korban” Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok. supaya kalian dapat selamat ke luar dari rimba ini.mengungkung jiwa dan pikirannya mulai menghilang. perlahan-lahan: "AllahuAkbar. Kemudian memandang Pak Balam membuka matanya. dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni segala dosaku. wajahnya jadi tenang. akuilah dosa-dosa kalian. dan dia terbaring demikian. mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun.. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masingmasing. Aku sudah mengakui dosadosaku.. Allahu Akbar!" Wak Katok duduk mencangkung juga diam-diam. dan mencari mata Wak Katok.

com/ Dewi KZ 92 yang ganas yang bersembunyi menunggu saat hendak menerkam. kata Talib dalam hatinya. Biarlah orang lain dahulu mengakui dosa-dosanya. jangan mengingatkannya pada dosa-dosanya. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung. harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa — awaslah harimau — dikirim Allah — awaslah harimau -akuilah dosa-dosa kalian akuilah dosa-dosa kalian. tak ada dosa yang harus aku akui.sekali dalam hati mereka. kata Sutan pada dirinya. dia yakin sekali. dan dia tak akan hendak menceritakannya kepada siapa pun juga. rasa takut mulai timbul dalam hati mereka. meninggalkan hutan dengan harimau maut jauhjauh di belakang. Aku tak punya dosa." Mereka diam saja mendengarkannya. Pak Haji juga demikian. dosadosanya telah diceritakan sebagian terbesar oleh Pak Balam. Buyung menyuruh hatinya dan pikirannya diam. seluruh gelap rimba raya di sekeliling terasa penuh dengan ancaman dan raksasa hitam Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok duduk diam dengan air muka yang keras. Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau: "Awaslah. tak seorang juga yang tahu. Akan tetapi mengakui dosa-dosa di depan kawan-kawan semua? Aku tak berdosa. Aku tak punya dosa yang mesti aku akui. pikir Sanip. dan mereka merasa seakan harimau dengan gelisah berjalan mundar-mandir di seberang batas gelap . Dan tentang dosanya yang terakhir.

takut yang lain akan dapat membaca apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Mata mereka silau melihat kejahatan dan dosa-dosa mereka sendiri. sejak dia diterkam harimau dan berkat ketangkasan mereka bersama berhasil mereka rebut kembali dari rahang .' memutuskan siapakah lagi yang harus dihukum karena dosa-dosanya. masing-masing enggan dan tak hendak mengakuinya. melihatnya. yang mereka kasihani selama ini. banyaklah dosa dan kesalahan yang mereka lihat.antara pinggiran lingkaran api dan gelap hutan. rasa tak senang terhadap diri Pak Balam. karena ucapan-ucapan Pak Balam yang masih terus juga dari waktu ke waktu ke luar dari mulutnya — "akuilah dosa-dosa kalian -. Dan aduh. Mulai pula timbul. memeriksa dosa-dosa mereka.. dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya. Tak mengingatnya dan tak membukanya. Karena orang yang mencoba membuka kebenaran dibenci dan dimusuhi oleh mereka yang bersalah dan berdosa. kepada diri sendiri pun. Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran. Mereka tak berani lagi saling berpandangan muka. Mereka lebih suka menyembunyikannya dan tak mengawasi mereka.bawalah harimau — dikirim Allah akuilah dosa-dosa kalian" memaksa mereka untuk memandang dengan jujur ke dalam lubuk hati. di samping rasa takut mereka. memaksa mereka meninjau kembali perbuatan-perbuatan selama hidup.. Jangankan membukanya kepada orang lain.

Dan rahasia hidupnya sendiri. Tiraikasih Website http://kangzusi. Apa yang mesti dilakukannya supaya mereka berjanji untuk tidak meneruskan cerita Pak Balam kepada siapa pun juga? Mengapa Pak Balam tak membiarkan apa yang telah terjadi tinggal di dalam kubur masa yang telah mati dan telah jauh ditinggalkan di belakang? Apa gunanya menariknya kembali. Dalam hatinya Wak Katok seakan merasa menyesal. dan hanya diketahui Pak Balam saja. Dan kini.harimau. Apa gunanya kepada membongkarnya dan mempertontonkannya . maka sama sekali tak ada timbul persoalan harus mengakui dosadosa ini untuk menyelamatkan diri. apa yang telah mereka dengardari Pak Balam? Sungguh terkutuklah Pak Balam. terkutuklah kawan-kawannya sendiri. kini telah diketahui pula oleh lima orang lain. apakah mereka akan menutup mulutnya? Tidakkah mereka nanti jika tiba di kampung akan menceritakan kepada istrinya. atau kawankawan mereka. terkutuklah harimau itu. yang hadir dan mendengar Pak Balam bercerita. mengapa mereka telah menyelamatkan Pak Balam. yang selama puluhan tahun telah tertutup rapat. dan menghidupkannya kembali? Mengapa orang tak membiarkan tulang-tulang yang telah terkubur tetap tinggal dalam pelukan tanah.com/ Dewi KZ 93 Seandainya Pak Balam dibiarkan dimakan harimau. orang-orang sekampungnya. Pak Balam yang telah mereka selamatkan itulah pula yang menyuruh mereka membongkar koporkopor rahasia dalam hati dan jiwa mereka.

Entah dosa-dosa gelap apa yang telah dilakukannya dan disembunyikannya di . supaya mereka semua selamat dari bahaya harimau. dia mungkin telah mencuri dan merampok.semua orang? Dan tiba-tiba rasa tak senang juga meliputi kawankawannya yang lain .Pak Haji. seperti seorang keramat dan seorang saleh. Mereka ini telah mendengar cerita tentang kejahatan dan dosa-dosa dari mulut Pak Balam. tetapi karena tak ada orang lain yang tahu. Sanip. siapa tahu itu juga hanya topeng yang dipakainya saja di depan orang lain. apa yang tidak dilakukannya selama hidupnya. tak mengetahui dosa-dosa mereka masingmasing. apalagi selama petualangnya bertahun-tahun di luar negeri? Mungkin dia juga telah membunuh orang. Pak Haji. akan tetapi dia. Wak Katok. Dan si Sanip orang muda yang periang. yang purapura saleh dan bijaksana itu. sambil membaca-baca ayat Qur'an. dan minta ampun kepada Tuhan. telah menipu orang. Sutan dan Buyung. seakan Tiraikasih Website http://kangzusi. Talib.com/ Dewi KZ 94 dirinya bersih dan suci. yang suka menyanyi. Pasti setiap mereka juga mempunyai dosa-dosa yang mereka rahasiakan dan tutup rapat-rapat. maka dia dapat duduk di sana dekat Pak Balam. dan hanya Wak Katok yang penuh dosa dan kotor dan harus mengakui dosa-dosanya.

Dia sejak lama telah . Kata orang dia suka bertemu dengan Siti Rafiah.belakang ketakuannya yang periang dan adatnya yang santun pada orang-orang tua di kampung.ah. Bukan tak mungkin dia pun telah pernah mencuri. Pernah dia digunjingkan orang kampung.meskipun dia masih muda. Menurut cerita orang meskipun dia sudah berbini. akan tetapi dia suka juga tidur di surau bersama dengan anak-anak lelaki yang muda-muda. Pamannya yang sudah mati dulu pernah dibuang ke Pulau Nusakambangan. sedang ayahnya tak ada di rumah. sedikit pun dia tak dapat dipercaya dengan perempuan. Darah keluarganya darah gelap juga. Dan Sutan . karena ada cerita yang melihat dia bercubitcubitan dengan bini muda ayahnya. akan tetapi dia juga tak dapat dipercaya. hanya orang lain saja tak ada yang tahu. Dan si Talib. Dan si Buyung. janda muda. dan empat orang sampai mati. karena mengamuk di pasar dan menikam sampai enam orang. ataupun berzinah dengan seseorang umpamanya di kampung. anak-anak muda sekarang tak lagi memperdulikan ajaran agama dan adat. Dia pun mungkin telah melakukan kejahatan dan dosa-dosa besar. Pasti mereka telah berzinah berkali-kali. . Mereka hanya menurut kernauan dan nafsu saja. itu pun orang pendiam seperti air di lubuk yang dalam. tak perduli tua atau muda. Jangan-jangan dengan bini muda ayahnya sendiri. Dia tukang mengejar perempuan.

Dia pun tukang berzinah juga. dan harimau biasa akan berani menyerangnya. Jika pernah dilakukannya begitu. tempat biasanya orang untuk menggoda perempuan saja. kemudian dia kelihatan mengambil putusan.meminta tujuannya supaya diajar ilmu guna-guna. air mukanya menunjukkan seakan dia berpikir. Yang lain datang mengingsut mendekati Pak Balam. di pinggangnya." Wak Katok lalu berdiri. ********** Halaman 106-107 hilang ********** Karena itu mereka dengan penuh harap memandang kepada Wak Katok. dan .com/ Dewi KZ 95 Dan sebenarnya pula. dan mendekati Pak Balam. barangkali terlupa dibawanya ke belakang ketika dia berhajat. karenanya lalu membuka mulut. Wak Katok memutuskan dalam hatinya. ular dan binatang buas yang lain? Jika Pak Balam memakainya. Mereka semuanya berdosa. Bukankah itu perbuatan per-…. Apakah kalian semua memakai jimat pengusir harimau. Mereka melihat kain putih yang melilit pinggangnya. Tak lain berkata: "Tak mudah untuk memastikan apakah harimau itu harimau biasa atau harimau jadi-jadian. yang pinggangnya. memeriksa memakai jimat. Akan tetapi mengapa hanya dosa-dosaku saja yang harus dibongkar oleh Pak Balam? Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dengan penuh perhatian mereka memandangi tangan Wak Katok memeriksa di balik celana Pak Balam. Wak Katok lama berdiam diri. maka jimatnya tak mempan lagi. apakah sungguh dosa yang telah dilakukannya itu.

Aku harus menanyakan kepada orang halus. apakah jimat ini masih Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika membawanya pulang tadi. membelakangi api dan melihat ke dalam gelap hutan. dan berkata: "Ada jimat pelawan binatang buas dipakainya. jimat ini dipakainya. ketika dia hendak melakukan hajatnya ke sungai. Kerja ini berbahaya juga. Ingatkah kalian. hingga tak seorang juga yang memperhatikan hal yang demikian. menimbulkan pikiran-pikiran dan ingatan-ingatan . atau dilepaskannya. dan kemudian dia berpaling pada mereka. dan tibatiba mereka mencium bau menyan mengisi udara. siapakah yang mengikatkannya kembali ke pinggangnya?" Tak seorang juga dapat memastikan apakah mereka melihat tali jimat telah terpasang atau belum. Bau menyan yang keras dan tajam yang datang menyerang hidung. maka Wak Katok berkata: "Jika begitu terpaksa dicoba jalan lain. Mereka hanya mendengar bunyibunyi yang dibuat Wak Katok melakukan pemeriksaannya. Ketika tak seorang juga yang berani memastikan." Mereka mengubah duduk.com/ Dewi KZ 96 terikat di pinggangnya? Jika tidak. Soalnya kini apakah tadi. Mereka telah mengganti celana dan pakaian Pak Balam.berisi berbagai rupa jimat. Baiklah kalian membelakangi aku. dan tak seorang pun ingat apakah tali jimatnya selama itu terikat pada pinggangnya. Dan jagalah jangan Pak Balam sampai dapat melihat kepadaku. Mereka demikian sibuk dengan kedahsyatan serangan harimau dan mengejar harimau untuk merebut Pak Balam kembali. Wak Katok memeriksanya satu persatu.

Menurut darah di pisau. dan karena itu darah harimau adalah juga darah biasa. dan dia adalah harimau biasa. darahnya jadi hitam. Harimau biasa.com/ Dewi KZ 97 Akan tetapi kemudian suara Wak Katok membangunkan mereka. harimau bukan harimau siluman. Kemudian semua suara berhenti." Terdengar mereka semua menarik napas lega setelah mendengar kata Wak Katok." kata Wak Katok menerangkan. ketika mereka mendengar. dan mereka melihat Wak Katok mencicip ujung jari kirinya. dan mereka selamalamanya tidak lagi akan dapat ke luar dari perut gelap dan hitam yang besar. Mengingatkan mereka pada cerita hantu-hantu dan mayat-mayat yang hidup kembali. "Jika harimau itu harimau siluman. "Syukur alhamdulillah. dan menunjukkan pada mereka belatinya. yang telah menelannya. meskipun . yang bekas ditusuknya dengan pisau belati. maka darah di pisau akan tetap tinggal merah setelah dibakar di api. kepada iblis. Mereka merasakan sekali kesepian dunia kecil mereka di dalam lingkaran cahaya dan panas api. Mereka mendengar bunyi menggeram yang menakutkan beberapa kali. Mereka mendengar suara Wak Katok berbisik-bisik membacakan mantera-rnanteranya. "Akan tetapi lihatlah. Di ujung belati kelihatan bekas darah yang kini berwarna hitam. jadi darah biasa." kata Wak Katok. Tiraikasih Website http://kangzusi. setan dan jin. Tak ubahnya seakan mereka sedang berada di dalam perut sebuah makhluk raksasa yang maha besar. yang rupanya ke luar dari tenggorokan Wak Katok sendiri.kepada dunia dan makhluk gaib.

meskipun pada dirinya sendiri. Menunggu terus-menerus dalam ketakutan. kini persoalan harus mengakui dosa-dosanya telah dikesampingkan. Apalagi jika harimau siluman menjadi pesuruh Yang Maha Kuasa untuk menghukum dosadosa mereka. segan dan pimpinan mereka ke seperti harimau siluman.com/ Dewi KZ 98 senang menelanjangi dirinya sendiri. kesadaran dan hati nuraninya. Sedang harimau siluman tak seorang manusia juga yang kuasa melawannya. Wak Katok pun merasa senang dengan putusannya. hingga saat setiap orang tiba untuk dipanggil kembali ke alam baka. Dan Buyung sendiri merasa mempunyai cukup kecakapan menembak untuk memburu harimau biasa.menakutkan. yang dapat dilawan. Tetapi harimau biasa dapat dilawan. Harimau biasa adalah binatang buas biasa. seakan anak-anak muda yang lain hendak memindahkan hormat. . dan melihat dan berhadapan dengan dosa-dosanya. Kini pimpinan direbutnya lebih tegas di tangannya. Orang merasa tak berdaya dan tak bertenaga sama sekali jika harus menghadapi harimau jadi-jadian. ketika orang seorang hanya sendiri dengan dirinya. Menghadapi harimau demikian orang hanya tinggal menunggu nasib saja. menakutkan akan tetapi tidak begitu dahsyat Dan yang lebih menyenangkan hati mereka lagi adalah. Kini tak perlu lagi mereka memeriksa dirinya. Ada saat ketika Pak Balam bercerita. Tak seorangpun juga merasa Tiraikasih Website http://kangzusi. yang selama ini mereka simpan jauh-jauh di dasar ingatan. Jangankan di depan orang lain. tak ada yang suka bertentangan mata dengan hati nuraninya.

Dengan demikian kita . Untunglah cukup banyak kayu tersedia. Wak Katok dapat melihat pada air muka mereka. Esok baiklah kita buatkan usungan untuknya. juga dalam cahaya mata Pak Haji. karena itu harus kita pikul berganti-ganti. atau kita tinggalkan dua keranjang saja. Kita bawa saja perbekalan makanan.tangan Pak Haji. malahan akan berusaha untuk melupakannya. bahwa mereka pun tak akan menyinggung-nyinggung cerita Pak Balam. Karena itu harus kita jaga supaya api tetap besar sepanjang malam. Rasanya untuk malam ini kita akan aman." kata Wak Katok. "harimau biasa dapat kita hadapi bersama. dan sejak saat itu. seperti mereka juga selalu berusaha untuk melupakan dosadosanya sendiri. mereka akan menerima pimpinannya tanpa bertanya-tanya. kemudian berkata: "Aku kira sebaiknya kita tinggalkan saja damar di sini. Akan tetapi kini. Harimau biasa takut pada api. Pak Balam rasanya tak akan kuat berjalan kaki. Bagaimana yang baik Pak Haji. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam. bahwa mereka semua berterimakasih padanya atas ucapannya. Dia pun tahu pula. "Nah. akan kita tinggalkan keranjang yang berisi damar kita semua di sini. Esok pagi kita berangkat lebih siang sedikit. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam dan membawa keranjang damar?" Pak Haji berpikir sebentar sebelum menjawab. Membawa damar sambil mengusung Pak Balam rasanya tak mungkin.

dapat berjalan lebih cepat, dan tidak merasa terlalu letih Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 99 berganti-ganti mengusung Pak Balam. Kita harus cepat pulang ke kampung." Pikiran Pak Haji mereka terima. Kemudian Wak Katok berkata, bahwa lebih baik mereka mencoba tidur, supaya jangan terlalu letih esok hari. Akan tetapi tak seorang juga dapat tidur nyenyak dan lama malam itu. Bukan saja kejadian yang dahsyat masih menegangkan urat syaraf dan perasaan mereka, dan erang Pak Balam yang menderita sakit menusuk perasaan, akan tetapi hati nurani pun secara tak mereka sadari tinggal resah dan gelisah. Dan tak mudah dan tak cepat dapat menidurkannya kembali,

meskipun mereka coba sekuat-kuatnya. Masing-masing penuh dengan perasaan dan pikiran tentang diri sendiri dan tentang kawan-kawannya. Talib teringat pada Siti Nurbaiti, anak gadis berumur tiga belas tahun yang terdapat mati di ladang di luar kampung dan membuat heboh seluruh daerah berbulan lamanya, kurang lebih dua tahun yang lalu. Pakaian gadis itu koyak-koyak, dan menurut cerita, dia diperkosa. Sampai kini tak diketahui siapa yang memperkosa dan membunuhnya. Adakah dia di antara mereka ini? Dia merasa ikut berdosa juga, karena bukan sekali saja timbul rasa berahinya melihat gadis umur tiga belas yang badannya lekas menjadi dewasa itu, dengan buah dada yang Siapakah yang berbuat demikian?

besar dan kencang mendorong baju kurungnya, raut mukanya yang manis, dan cahaya matanya yang berani dan penuh tantangan. Kemudian dia menutup pikiran dan menahan hati nuraninya, ketika pikiran-pikiran serupa itu membawanya terlalu dekat pada dosa-dosanya sendiri. Pak Haji, Sanip, Sutan, Buyung dan Wak Katok pun tidur gelisah. Meskipun mereka memicingkan mata, akan tetapi pikirannya tak berhenti. Ketukan Pak Balam terhadap hati Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 100 nurani mereka masih berkumandang juga di dalam relung hati dan pikiran, bergema ke bawah sadar. Pak Balam sendiri pun, entah karena lukanya, entah karena hatinya, tidur lebih gelisah lagi... Api unggun menyala besar, melontarkan lingkaran cahaya

kecil di tengah gelap rimba raya menahan gelap yang hendak menelan mereka. Bunyi hutan di malam hari yang penuh dengan bunyi-bunyi rahasia dan gaib melingkari mereka. Hati nurani manusia memburu-buru minta pengakuan. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 101 5 Tak seorang juga yang dapat sungguh-sungguh tidur sepanjang malam, dan ketika bunyi kokok ayam hutan yang berderai-derai menandakan dini hari telah dekat, mereka pun segera bangun. Kini mereka memandangi rimba sekelilingnya dengan lebih awas dan cermat. Mereka memasak air dan makan, mengambil air sembahyang dan sembahyang, dengan selalu sebagian utama panca indra mereka memeriksa dan mengamati rimba di sekelilingnya. Rimba yang kini mengandung ancaman dan bahaya maut.

Mereka lebih khusuk lagi mendengarkan seruan Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! yang diserukan oleh Pak Haji, dan mereka lebih merasa dengan kesadaran yang amat dalam, penyerahan dirinya ke bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tak pernah rasanya mereka merasakan nikmat sembahyang seperti pada pagi itu. Rasanya seakan mereka amat dekat sekali pada Tuhan, seakan ketika kening mereka tunduk menyentuh tanah, dan membacakan Subhana rabbial a'laa Maha Suci Tuhan Kami Yang Agung -merebahkan kepala mereka ke atas haribaan Tuhan, dan mendapat pengampunan dan perlindungan dari Tuhan untuk selamalamanya. Setelah selesai sembahyang hati mereka terasa lebih

tenang, dan kini mereka dapat menghadapi hari yang baru dengan kepercayaan yang lebih besar. Pak Balam kelihatan kini menderita demam ringan. Ketika Wak Katok membuka betisnya untuk mengganti obatnya dengan ramuan yang baru, kelihatan lukanya seakan kena infeksi, daging luka yartg terbuka tidak berwarna merah yang sehat akan tetapi kehitaman, dan nanah kelihatan mulai menjadi. ramuan yang menutupi luka dibuka, dia menjerit kecil kesakitan. Luka di punggungnya bekas cakaran harimau lebih buruk lagi. Daging di sekeliling luka kelihatan menggembung dan warnanya tak sehat. Wak Katok kelihatan menggelengkan kepalanya, dan Pak Haji pun kelihatan air mukanya seakan berat. Buyung, Talib, Ketika perbannya dibuka dan daun-daun

Sanip dan Sutan pun mengerti apa arti luka itu. Pak Balam harus segera dibawa ke kampung, dan dari kampung dibawa ke kota, ke dokter. Biasanya jika luka telah menjadi demikian, maka obat-obat kampung tak mempan lagi. Yang menderita harus dibawa ke rumah sakit untuk ditolong oleh dokter. Keningnya panas terasa ke tangan. Dia pun tak hendak makan, akan tetapi hanya mau minum kopi saja sedikit. Talib dan Buyung segera membuat, usungan setelah mereka makan. Pak Haji, Wak Katok dan Sutan mengemasi perbekalan makanan dan daging rusa ke dalam dua buah keranjang, yang akan mereka pikul bergantiganti, sambil berganti-ganti pula mengusung Pak Balam.

Keranjang-keranjang mereka

lain

berisi

damar

yang

harus

tinggalkan disimpan baik-baik di dalam pondok. Mereka baru berangkat setelah hari terang. Wak Katok berjalan di depan membawa senapannya, di belakangnya Buyung yang menyandang keranjang dan di tangannya parang panjangnya yang terhunus, lalu Sanip juga membawa keranjang dan parang terhunus, disusul oleh Talib dan Sutan yang mengusung Pak Balam, dan di belakang sekali berjalan Pak Haji, juga dengan parang terhunus. Menurut kepercayaan mereka, harimau selalu menyerang dari belakang. Karena itu tempat Pak Haji adalah yang paling berbahaya. Wak Katok dengan senapannya sengaja tak berjalan di belakang, karena

Jika dia berjalan di belakang.com/ Dewi KZ 103 menyerang dari depan. Beberapa kali yang lain terpaksa harus membantu Talib dan Sutan. Wak Katok akan mendapat waktu membidik dan menembak. jika bagian belakang diserang. bagaimanakah? Pertanyaan ini tak mereka tanyakan. mereka telah harus digantikan oleh dua orang lain. Dengan cara susunan mereka berjalan seperti kini. dan menghadapi apa yang akan dalang dengan tabah dan berani. dan dia diserang. dan mereka semua akan jadi korban harimau. Yang penting ialah bersiap-siap seperlunya dan kemudian menghadapi segala kemungkinan. Selama itu Wak Katok tak pernah ikut mengusung. ketika Wak Katok memberi isyarat supaya mereka berhenti. Akan tetapi jika harimau Tiraikasih Website http://kangzusi. Apalagi jalan yang mereka tempuh masih licin. Dia terus berjalan .dia harus menembak. karena mereka berdua tak sanggup mengangkat usungan sambil mendaki tebing. maka jika Pak Haji diserang. Berjalan mengusung Pak Balam tidak dapat mereka lakukan dengan cepat. Baru setengah jam berjalan. dan mereka harus mendaki sejak meninggalkan sungai. Dalam hidup tak selamanya orang dapat bersedia mengambil risiko selalu perlu. maka mungkin dia tak sempat menembak. Demikianlah mereka berjalan dengan susah payah hingga tengah hari. mengaso dan makan.

dan hanya minta minum saja. karena kini dialah yang menjadi pemimpin rombongan. dan yang telah membunuh tiga ekor harimau? Harimau ini pun jika masih mengganggu mereka. dan usungan terhempas ke tanah. Demam Pak Balam kelihatan tak kurang-kurang. akan dibunuhnya juga. Yang lainpun menerima kenyataan. karena Sutan tergelincir jatuh. Karena itu tak terlintas sedikit juga dalam kepala mereka untuk membantah suruhan Wak Katok.com/ Dewi KZ 104 Wak Katoklahyang tahubagaimana menyelamatkan mereka semuanya dari ancaman harimau. Wak Katok pun dengan sendirinya menganggap dirinya yang memberikan pimpinan dan perintah. Tiraikasih Website http://kangzusi. dia pun tak hendak makan. bahwa harimau itu adalah harimau biasa? Bukankah dia maha pemburuyang disegani orang kampungnya. Tidakkah dia yang memutuskan. . Di tangan Wak Katoklah satu-satunya senjata yang dapat menyelamatkan mereka. Pemimpin usaha mereka menyelamatkan Pak Balam dan diri mereka semuanya. Wak Katoklah yang memegang kunci keselamatan hidup mereka.di depan dengan membawa senapannya. Ketika mereka makan. Dan sekali dia menjerit kesakitan. Dia dengan sendirinya pula mengharapkan mereka akan mengikuti segala pimpinannya. Tak terpikirkan dalam kepalanya mereka akan mempunyai pikiran atau pandangan yang lain. Juga kelihatan dia amat menderita sekali diusung demikian. Karena itu dialah yang berjalan paling depan. Dialah yang punya dan yang memegangsenjata yang paling ampuh untuk menghadapi harimau. bahwa Wak Katok tak usah ikut mengusung. tergoncang-goncang dan terantuk-antuk.

harimau tua yang kelaparan tiba di sana. Tetapi hal ini tak memuaskannya. mengerang sambil menutup matanya. Bau darah dan daging rusa yang melekat di keranjangkeranjang berisi damar akhirnya menariknya ke dalam pondok. Semua keranjang dirobohkan dan di bongkarnya. dan menghembus-hembus berkeliling di tanah di sekeliling api . Dia mencari keranjang lain yangjuga berbau rusa yang menimbulkan seleranya.Pak Haji mencoba menyuruhnya makan dengan mengatakan. maka laparnya mendorongnya merebahkan sebuah keranjang dengan tarikan kuku kaki Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia hanya mau minum kopi pahit sedikit. dan setelah dia tak merasa syak dan takut lagi pada bendabenda yang asing baginya. bahwa lebih baik dia mencoba makan sedikit. Demamnya bertambah panas. tak ada daging enak yang dapat dimakannya. Pak Balam merebahkan kepalanya kembali. Akan tetapi setelah dicobanya.com/ Dewi KZ 105 depan kanannya. 0oo0 DUA jam lewat setelah mereka meninggalkan tempat bermalam di pinggir sungai. Berbagai bau yang tinggal amat mengganggu perasaannya. supaya badannya jangan terlalu lemah. kecewa dan marah. dan dengan suara lemah mengatakan bahwa dia tak ingin makan. akan tetapi kecuali bekas darah yang kering. Dia mendatangi tempat mereka bermalam dengan hati-hati sekali. Dia menggeram-geram. dan dia segera menjilat-jilat sisi keranjang tempat darah rusa yang kering melekat.

com/ Dewi KZ 106 .. 0oo0 "DARI sini ke tempat kita bermalam nanti. ketika mereka selesai makan siang. supaya kita tiba di waktu petang. dan kemudian mencium-cium tanah kembali. Di antara bau rusa. bau manusia juga keras sekali tinggal. sudah menurun.unggun yang telah padam. Tiraikasih Website http://kangzusi. Bunyi-bunyi margasatwa yang biasa masih memenuhi hutan dan di atas pohonpohon yang tinggi mereka melihat beruk-beruk merah yang besar melintas sambil memanggil-manggil." kata Wak Katok. dan dia bergerak menyeberangi sungai. "cobalah berjalan lebih cepat. Karena itu mereka merasa agak bersenang hati. Mereka kemudian berangkat meneruskan perjalanan dengan hati yang lebih tak terganggu. lebih-lebih lagi menentramkan perasaan mereka.. yang datang dari jauh bergemagema. Dia mencium-cium tanah mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan kaki manusia yang tinggal di tanah. Bunyi pukulan burung pelatuk. jalan tak begitu sukar lagi." Ucapannya segera mengingatkan mereka kembali pada harimau. dan bau manusia itu kini menimbulkan selera dan laparnya yang amat sangat pula. lama sebelum magrib. belakang? Apakah harimau mengikuti mereka dari Sebagai seorang pemburu yang mengikuti rusa? Akan tetapi suasana rimba di siang hari itu tidak menunjukkan tandatanda adanya harimau di dekatnya..

Buyung yang mendukung keranjang . Mungkin perasaan demikian yang membuat mereka agak lengah. Yang lain berjalan terus sedang Talib membuka celananya hendak kencing. Disela pula oleh rasa hendak menyelamatkan diri masingmasing. Mereka merasa takut yang amat dahsyat sekali. Auman harimau kemudian disusul oleh jerit Talib ketakutan dan kesakitan. Mereka merasa tiba-tiba betapa suara dan bunyi-bunyi margasatwa terhenti. Sutan dan Sanip yang sedang mengusung Pak Balam menurunkan usungan ke tanah. Dan baru otot-otot mereka yang telah kaku. dan mengakukan otot-otot mereka. ketika mendengar bunyi auman harimau yang amat dahsyat. Baru panca indera mereka yang beku kembali bekerja. yang segera pula dilawan oleh rasa setia kawan. Baru darah mereka yang membeku dapat cair kembali. kembali jadi liat dan dapat bergerak. Semua ini terjadi hanya dalam beberapa saat. dan baru beberapa saat kemudian mereka dapat bergerak. Mereka kembali teringat pada bahaya harimau. hingga beberapa saat mereka tak dapat bergerak. lapi waktu mengalir amat lambat sekali. Kemudian ketika reaksireaksi wajar mereka dapat bekerja kembali dengan cepat.Wak Katok tetap berjalan di depan sekali. dan membiarkan Talib tinggal di belakang. yang membekukan darah mereka. kencing di pinggir jalan. Dan mereka dapat mendengar pukulan napas dan denyut jantung mereka amat kerasnya ke telinga.

parang . mereka berhenti di depan pohon-pohon yang tumbuh rapat. Wak Katok menembak pun tak sempat. Akan tetapi tanpa berpikir panjang mereka berlari ke dalam hutan mengikuti jejak dan Tiraikasih Website http://kangzusi. menuju tempat Talib hendak kencing. karena begitu dia berpaling korbannya.menurunkannya melompat cepat ke tanah. akan tetapi rasanya berabadabad bagi mereka. Pak Balam tinggal terlupa sendirian di atas usungannya. Mereka melupakan bahaya terhadap diri mereka kini.com/ Dewi KZ 107 darah. dan merupakan pagar yang lebat. dan dengan parang terhunus mereka menyerbu ke dalam pohon-pohon yang tumbuh rapat. dan bunyi berat lari harimau yang menarik mangsanya ke dalam hutan. dan Wak Katok Mereka berteriak-teriak. harimau telah menghilang melarikan oleh Talib terguling di tanah. Mereka melihat besarnya jejak itu. berseru-seru sekuatnya dengan harapan agar harimau melepaskan korbannya. Yang kelihatan oleh mereka kini hanyalah keranjang yang didukung panjangnya yang terhunus terletak di tanah. Hanya beberapa menit kemudian. Rupanya harimau terkejut juga oleh serangan mereka yang berlari ke belakang. Ingat pada nasib kawan mereka yang berada di dalam kekuasaan harimau. dan mereka jelas dapat mendengar harimau menggeram-geram. penuh dengan semangat dan naluri berburu yang terdapat dalam diri setiap manusia.

Hati dan perasaan mereka penuh dilanda oleh pikiran dan perasaannya sendiri. karena ketika mereka telah menembus pohon-pohon dan tiba di tempat kecil yang terbuka. Pak Balam yang masih diserang demam. Tiraikasih Website http://kangzusi. tak sadarkan diri. Mereka cepat-cepat kembali ke tempat Pak Balam yang mereka tinggalkan. hingga mereka menyangka dia telah mati.tak ubahnya seperti sepasukan setan yang datang mengamuk. dan memandang mereka datang membawa Talib yang berlumuran darah. menyerang Pak jangan-jangan harimau kembali Balam sedang mereka tak ada. Badannya penuh berlumuran darah dari kepala hingga ke kaki.com/ Dewi KZ 108 Ketika tiba di tempat mereka meninggalkan Pak Balam. mendudukkan dirinya di alas usungan. Darah merah membasahi tanah di sekelilingnya. Sejak serangan harimau terhadap Talib tak seorang juga di antara mereka yang berbicara. Pemandangannya sungguh mengerikan hati. Dengan cepat tiga orang mengangkat Talib. sedang Wak Katok dan yang lain berjagajaga. . mereka melihat Talib terbaring di tanah. Dalam hati mereka timbul pula rasa kekhawatiran. Tetapi saat itu bukan saat untuk merasa takut lagi. Perasaan dan pikiran yang belum mereka sadari telah datang menyerang. dengan hati yang lega mereka melihat. bahwa Pak Balam masih selamat. karena seluruh panca indera mereka tertuju kepada kedahsyatan serangan harimau. Akan tetapi tak seorang juga yang mengeluarkan perasaan ini.

untuk mengusung Pak Balam dan Talib dahulu . Kini mereka hanya tinggal berlima yang masih dapat berjalan. bahwa hukuman terhadap dirinya dan diri kawan-kawannya belum selesai dan belum habis. dia telah mati entah berapa ribu kali. Dan kembali jiwanya tersiksa oleh kesadarannya. Dan mendengar jerit Talib ketakutan dan minta tolong. Wak Katok menyuruh Buyung dan Sutan cepat membuat usungan untuk Talib. Teringat pula olehnya bahwa kawan-kawannya mungkin belum hendak mengakui dosa-dosanya dan bertaubat kepada Allah.Seluruh muka Pak Balam yang telah pucat bertambah pucat. Dan ketika mereka kemudian meninggalkannya sendiri di hutan. dan tak seorang juga yang memberikan penjelasan kepadanya apa yang terjadi. Wak Katok mengatakan. bahwa harimau itu datang kembali untuk memburu dan menghukum dia dan kawan-kawannya. Akan tetapi karena mereka tak dapat mendukung keranjang sambil mengusung. Dia mendengar bunyi auman harimau yang dahsyat ketika mula-mula menerkam Talib. Sebenarnya tempat bermalam mereka yang biasa masih dua jam perjalanan lagi. Dia pun ikut menjerit ketakutan ketika mendengarnya. maka Wak Katok memutuskan. Mereka melihat. Terbukti. bahwa Pak Balam pun tahu apa yang telah terjadi. segala kedahsyatan yang dirasakannya kemarin malam dirasakannya kembali. bahwa nanti akan bermalam di bawah bukit. di pinggir anak sungai kecil. setengah jam perjalanan dari tempat mereka kini. Mati ketakutan.

bagaimana jika harimau menyerang mereka di tengah jalan? Mereka tak akan berdaya melawan harimau dengan parang panjang saja. Jalan menuruni bukit licin dan sukar dan dengan susah payah mereka menurun. Tak berani kedua keranjang. Kelihatannya mereka memeriksa luka-lukanya. yang mereka biarkan luka-lukanya amat berat. dan tiba di pinggir anak sungai. mereka meletakkan Talib ke atas usungan.ke tempat bermalam mereka yang lebih dekat. kecuali yang menghadap ke tempat api unggun. Sebentar timbul pertukaran pikiran antara mereka tentang apakah Wak Katok akan ikut mengawal mereka yang mengambil keranjang dengan senapannya? Jika bertiga pergi mengambil keranjang termasuk Wak Katok dengan senapannya. Talib masih pingsan.com/ Dewi KZ 109 Segera setelah usungan untuk Talib selesai. dan memasang dahandahan pohon melintang di tiga sisinya. dan kemudian terbuka. Di sana mereka cepat-cepat membuat pondok yang lebih kuat dari biasa. Bagaimana kalau harimau datang menyerang ke tempat pondok mereka? Akan tetapi jika yang pergi mengambil keranjang tidak dikawal dengan senapan. dan meninggalkan menjemput kedua keranjang berisi perbekalan makanan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Nanti saja di tempat bermalam. Wak Katok akan mengobatinya. Dan jika Wak Katok yang pergi . maka hanya tinggal dua orang yang sehat dan kuat untuk menjaga dua korban yang tak berdaya.

dan kita harus mengakui dosa-dosa kita dan kita minta ampun kepada Tuhan?" bagaimana dengan Talib. engkau ingin dia datang menyerang kita?" kata Sutan cepat.com/ Dewi KZ 110 setajam mungkin." jawab Buyung. yang sejak tadi berkata. Mereka akan memasang api unggun yang besar untuk menakuti harimau. yang harus ditolong dan diobati dengan segera? Siapa yang menolongnya? Akhirnya. Mereka bertiga melangkah cepat. bahwa biarlah Buyung. Dia berjalan paling depan. Diperiksanya dengan cermat isi senapan. dan mereka akan segera memasak air untuk membersihkan luka-luka Talib dan membuat obat baginya. aku lupa tak boleh menyebut nama nenek di hutan. dan berkata. yang mengambil keranjang dengan Tiraikasih Website http://kangzusi. masing-masing dengan pikirannya sendiri yang kini datang mengetuk hati lebih keras. jangan sebut-sebut namanya. hingga akhirnya Buyung tak dapat menahan dirinya dan berkata: "Apakah barangkali benar juga Pak Balam. Sutan dan Sanip yang pergi mengambil keranjang dan dia dan Pak Haji tinggal di pondok. "Maaf. "tetapi apa tak mungkin Pak Balam benar.mengawal senapannya. dengan perasaan enggan yang jelas kelihatan pada air mukanya. Wak Katok menyerahkan senapannya kepada Buyung. dan memasang panca inderanya . Buyung membawa senapan Wak Katok. bahwa harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa?" "Huusss.

Wak Katok menggelengkan kepalanya. Dari jauh mereka telah melihat nyala api unggun di depan pondok. Harimau itu dikirim Tuhan untuk menghukum kita. dan bergegas. basah dengan darah merah. Di sampingnya terbaring Pak Balam." kata Sanip. masih . kedua kakinya. Matanya terbuka memandang ke alas. Talib terlentang di atas tanah di dalam pondok. pahanya hancur digigit."Entah. Dengan hati yang amat lega Sanip dan Sutan menurunkan keranjang ke tanah. 0oo0 APABILA mereka kemudian telah tiba kembali di tempat mereka bermalam di pinggir anak sungai. akuilah dosa kalian. tangannya." Ketika mereka bertanya kepada Wak Katok bagaimana dengan luka-luka Talib. bahwa ia tak banyak harapan Talib akan dapat selamat. Talib masih belum sadar. dan Buyung mengembalikan senapan kepada Wak Katok. Mukanya pucat sekali. sampai terbuka ke tulang. "Dadanya hancur dicakar. dan sebentarsebentar Tiraikasih Website http://kangzusi. sekeliling dadanya. dan napasnya berat dan perlahan. akan tetapi luka-lukanya telah diobati dan dibatut oleh Wak Katok dengan kain sarung yang disobek-sobek.com/ Dewi KZ 111 dengan suaranya yang lemah dia berkata: "Akuilah dosa kalian. Biar nanti Pak Haji dan Wak Katok yang memikirkannya. Kain sarung yang membatut luka-lukanya. dan berkata. Mereka bertiga diam kembali. senja telah dekat. lebih baik jangan kita bicarakan kini. Kalau dia masih dapat sadar. Pak Balam kelihatan juga bertambah panas demamnya.

. bahwa mereka harus mati diterkam harimau di tengah hutan karena dosa-dosanya.untung.." tiba-tiba napasnya terhenti..com/ Dewi KZ 112 . maka haruslah mereka menerima takdir yang demikian. Mereka mendekatkan diri. Mereka hendak hidup terus.. menyala lebih besar dan lebih kuat lagi. Mungkinkah Pak Balam benar? Dan harimau itu bukanlah harimau biasa? Akan tetapi harimau yang dikirim oleh Tuhan Yang Maha Kuasa." kata Wak Katok. dan bibirnya bergerak seakan hendak berkata. di tengah ancaman yang dahsyat. Dia telah mati.. yang datang untuk menghukum mereka? Apa daya mereka terhadapnya. Mereka hendak kembali Tiraikasih Website http://kangzusi. ".. aku berdosa . mencuri . karena ketika itu dia membuka matanya.. Mereka berpandangan... yang menurut Pak Balam dikirim Tuhan untuk menghukum mereka yang berdosa. la ilaha illl . mereka hendak meninggalkan rimba dengan selamat.. Tak ubahnya seakan Talib dapat mendengar kata-kata Wak Katok. mereka hendak ke luar dari hutan. matanya seakan terbalik. curiiiii. Mereka hendak pulang ke kampungnya. Akan tetapi dalam bawah sadar mereka nafsu hidup tetap menyala dengan kuat. harimau gaib.. selain menyerahkan diri kepada Tuhan? Jika memang telah tersurat. membungkuk di atas kepalanya hendak mendengarkan apa katanya. ampun Tuhan. Malahan kini.. dan Talib lalu berhenti hidup. Seorang dari mereka kini telah mati akibat serangan. dosa .. harimau. badannya mengejang.

Tobatlah!" Kemudian dia terdiam. Syukurlah Talib masih sempat mengakui dosanya. dan ketika Sutan dan Sanip berpandangan. Aku tahu. Mereka tak hendak mati diserang harimau yang ganas dan zalim. dan rupanya mendengarkan kata-kata mereka. Talib telah mati. entah apa yang dilihatnya. memandang kepada Sanip. melewati puncak-puncak pohon di pinggir anak sungai terus sampai ke cakrawala. bertarung untuk mepertahankan hak hidupnya. Aku akan menyusulnya tak lama lagi. Karenanya Pak Balam berkata: "Belum juga kalian sadar dan insaf. dan Buyung cepat menjawab: "Aku tak tahu apa maksudnya. seakan mata Sutan hendak menyampaikan peringatan kepada Sanip. Mereka hendak mencinta kembali. berkelahi. Buyung dan Sutan bergantiganti. "Apa Talib mencuri? Apa yang dicurinya?" kata Pak Haji. Mereka hendak hidup kembali di tengah manusia." Akan tetapi di wajah Sanip dan Sutan seakan timbul keraguan.kepada istri dan anaknya. Bawah sadar mereka berteriak menyuruh mereka berjuang. dan matanya yang terbuka memandang kaku jauh melewati pondok. supaya kalian diselamatkan Tuhan. Tiba-tiba Sanip berdiri seakan tak kuat lagi menahan . Akuilah dosa-dosa kalian. supaya berhati-hati. dan jangan mengatakan sesuatu apa. demamnya kembali menguasai otaknya. Mereka bertiga berpandangan. badanku tak kuat lagi menahan demam ini. Akan tetapi pada saat itu pikiran Pak Balam berada di saatsaat yang cerah.

kami. ingat sumpahmu. dan Pak dan berpaling kepada yang lain. Setelah mereka dilerai.!" Tetapi Sanip tak lagi dapat menahan dirinya. Talib. dan dia melangkah mendekati Sanip.. aku mesti berbicara .com/ Dewi KZ 113 "Tidak.: ketika dia baru sampai berbicara di sana. aku dan . Sutan memperkuat pegangannya di bahu Sanip.. seakan sesuatu menyelinap ke dalam dirinya dan memaksanya untuk berkata.. Sutan . dan Pak Haji memegang Sanip.. dan berseru: "Memang kami berdosa. dan berkata dengan suara yang tegang: "Tidak Sutan. Selama itu terjadi Wak Katok duduk saja diam-diam memegang senapannya. bertekad untuk menghentikan Sanip. dan kemudian dengan gerakan tangan dan kaki yang cepat dia menjatuhkan Sanip ke atas tanah. Buyung memegang Sutan... sesuatu cahaya ganjil timbul dalam matanya. tutup mulutmu.. dan menghela Sutan jatuh ke tanah. apa gunanya. "Jangan." Tetapi Sutan melompat mendekatinya dan memegang bahunya: "Jangan. Sanip membela diri." Tiraikasih Website http://kangzusi." seru Sanip. Di tanah mereka berdua bergumul. dan dengan suara yang keras berkata: "Sanip!" Akan tetapi Sanip melepaskan pegangan tangan Sutan dari bahunya. dan ini diinsafi oleh Sutan yang berkata kepadanya dengan suara tegang penuh desakan.dirinya.. Dengan susah payah yang lain menceraikan mereka.

Haji berkata: "Sabar, sabarlah, mengapa kita dengan kita berkelahi, sedang kita semua dalam bahaya besar? Mengapa kalian berkelahi sebenarnya?" "Aku hendak mengakui dosa-dosaku," kata Sanip dengan napas terengah-engah, "biarlah Sutan marah karena aku melanggar janji atau sumpah. Tetapi aku tak tahan lagi. Karena aku juga, maka Talib telah jadi korban harimau. Kami bertiga, Talib, Sutan dan aku, enam bulan yang lalu, yang mencuri empat ekor kerbau Haji Serdang di kampung Kerambi..." dan dia melihat kepada Sutan, siap untuk mempertahankan dirinya, jika Sutan menyerangnya kembali. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 114 Akan tetapi Sutan seakan kini tak perduli lagi terhadap apa yang hendak dikatakan oleh Sanip. Dia duduk di tanah,

dadanya turun naik, karena napasnya masih kencang, dan dia hanya melihat saja ke tanah. "Kami bertiga mencurinya malam-malam, dan ketika penjaga kerbau mengetahui pekerjaan kami, maka Talib yang menikamnya, hingga dia rubuh. Dia tak mengenal kami, dan kami berhasil melarikan kerbau dan menyembelih kerbau dan menjual dagingnya ke kota. Penjaga kerbau tak mati. Itulah dosa kami bertiga, tapi Sutan tak suka aku ceritakan." "Apa lagi dosa-dosaku ..." Sanip tertegun, dalam hatinya teringat pada rahasianya, ketika dia berumur sembilan belas tahun, pergi ke kota, dan berkunjung ke rumah perempuan lacur. Akan diceritakankah ini? Ini terang dosa juga yang amat dilarang oleh Tuhan. Akan diceritikankah? Atau ketika dia

masih kecil, sering benar dia mencuri durian, mangga, duku. Dan waktu dia kecil, disuruh mengaji, sedang dia ingin pergi main bola, hingga dia menendang Qur'an di tengah jalan ke mesjid tempatnya mengaji. Dia melawan pada ibunya. Hawa nafsu yang timbul dalam dirinya tiap kali dia melihat perempuan yang cantik. Hawa nafsu yang membakar perutnya selama mereka tinggal di ladang Wak Hitam dan dia setiap hari melihat Siti Rubiyah. Akan diceritakan semua ini dan banyak lagi yang lain? Dia ingat, bahwa dia telah melakukan segala dosa, besar dan kecil. Dia telah merasakan dalam dirinya hawa nafsu setan, rasa dengki, syirik, cemburu, kesombongan hati, kekejaman,

kekikiran. Dia pernah menghina orang miskin. Dia pernah menertawakan orang yang cacad, dia pernah ... oh, semuanya yang tak baik pernah dilakukannya. Dia pernah tak patuh pada orang tuanya. Dia pernah kurang ajar kepada orangyang lebih tua dari dirinya. Akan diceritakan semua ini? Akan tetapi jika diceritakannya, apa lagi yang tinggal dari dirinya. Dia akan tinggal telanjang! Dirinya akan kehilangan lapisan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 115 pelindungnya selama ini, yang membuat diri serupa dengan orang lain. Kulit rahasia yang melapisi pribadi setiap orangyang melindungi seseorang dari orang lain. Jika diceritakannya pelindungnya semua, jika dilepaskannya lapis

ini, maka dia akan tak berdaya menghadapi orang lain. Dia tahu, bahwa sebagian terbesar orang bersikap kejam terhadap orang yang tak berdaya. Jarang sekali orang yang timbul belas kasihan terhadap orang yang tak berdaya. Kebanyakan orang bersikap kejam dan hendak menindas orang yang tak berdaya. Mungkin karena kebanyakan orang melihat dalam diri orang yang tak berdaya itu kemungkinan bahwa dia pun dapat berganti tempat dengan orang yang tak berdaya itu, dan karena itu timbul rasa benci dan kejamnya, dan hendak dihapuskannya orang-orang yang tak berdaya dari permukaan bumi ini, supaya mereka jangan teringat pada kemungkinan dirinya akan dapat jadi demikian pula.

Akan tetapi jika dia berdiam diri, tidaklah pula mungkin dia akan harus menebus dosanya dengan mati diterkam harimau? Dan dia tak hendak mati. Dia merasa dirinya masih terlalu muda untuk mati. Dia masih hendak hidup terus. Dia terkejut mendengar kata Wak Katok, yang berkata dengan suara keras dan tajam: "Sanip, berbicaralah! Aku sebagai pemimpin rombongan berkewajiban untuk menyelamatkan diri kita semuanya. Menurut tenunganku harimau itu harimau biasa, akan tetapi mungkin pula harimau siluman seperti yang dikatakan Pak Balam. Kita tak boleh lebih memarahkannya. Baiklah engkau mengaku terus terang dosadosamu, dan minta ampun kepada Tuhan." "Akan tetapi," kata Sanip, yang masih mencoba untuk mengelakkan diri dari keharusan menelanjangi dirinya,

"apakah aku sendiri yang berdosa? Mengapa aku sendiri yang harus mengakui dosa-dosaku? Bukankah aku telah mengakui dosaku mencuri kerbau?" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 116 "Semuanya, terdengar suara Pak Balam yang lemah, yang mendengarkan percakapan mereka. Sanip terdiam, enggan benar hatinya hendak mulai. Sedangkan mengakui dosa-dosanya dalam hati sendiri sudah amat susah, bagaimana akan mengakuinya di hadapan orang lain, meskipun kawannya sendiri?. "Yang lain pun akan mengakui dosa-dosanya," kata Wak Katok, suaranya keras dan tajam, "jika perlu aku paksa dengan ini," dan dia menggerakkan senapannya. semua dosamu harus engkau akui,"

Buyung terkejut. "Setelah Sanip lalu Sutan, kemudian Buyung, dan kemudian Pak Haji. Dosa-dosaku, telah kalian dengar diceritakan oleh Pak Balam," katanya dengan suara pahit, "semuanya kita membersihkan diri, dan minta ampun kepada Tuhan. Mogamoga si nenek akan pergi meninggalkan kita. Ayoh, mulailah, Sanip. Tak banyak waktu tinggal. Sebentar lagi malam tiba, dan dalam gelap entah apa yang akan terjadi." Dalam hatinya Buyung mengambil tekad tidak akan menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah, biarlah dia mati, ditembak oleh Wak Katok atau diterkam harimau sama saja. Orang mati hanya sekali, pikirnya, tetapi noda yang tergores di kening dibawa seumur hidup! Daya Sanip menguasai dirinya patah di bawah ancaman Wak Katok. Dia lalu bercerita. Semuanya diceritakannya. Tak

Sutan. kepalanya menunduk ke tanah. timbul dalam hatinya. masih ketakutan dan risau pikiran dan hati. Mungkinkah Sanip bercerita sekarang adalah Sanip kawannya selama ini? Sanip yang periang. seorang pencuri. cukuplah Sanip saja malam" ini. setelah mereka sembahyang magrib. Buyung mendengarkan dengan penuh takjub. . sedang Buyung berjaga-jaga memegang senapan. seorang pendusta? "Sekarang engkau. dan dia tak bergerak. Berbagai perasaan kecewa. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dipercayainya selama ini? Ternyata dia seorang tukang berzinah. Dan dalam bercerita mulai pula terasa kelegaan dalam hatinya. Perasaan marah. tak bergerak-gerak. kalian masih terkejut." kata Wak Katok kemudian. seakan tak mendengar kata Wak Katok. jijik. Akhirnya dia pun terlepas pula dari tekanan dosa-dosa yang selama ini melekat di jiwanya. Sutan diam juga.com/ Dewi KZ 117 kesal.ada satu pun yang ditahan-lahannya." Tak seorang juga hendak makan kemudian. dan kemudian Wak Katok yang sembahyang. "Sutan!" kata Wak Katok dengan suara yang lebih keras. Sembahyang pun mereka dikawal mulamula oleh Wak Katok." kata Wak Katok. Tetapi Sutan duduk saja di tanah. yang dihormati dan disayanginya. "Baiklah. "akan tetapi esok pagi baiklah kalian mengakui dosa-dosa kalian semuanya. Sanip yang termasuk orang baik-baik di kampung.

Demikianlah mereka." Dan sepanjang malam mereka duduk mengelilingi Talib. yang demamnya semakin panas. Di . Mereka selalu ingat pada perkataan Wak Katok: "Esok pagi kita kuburkan Talib. dan mereka berlima duduk dekat yang mati. seorang yang telah jadi mayat. Dan di luar lingkaran cahaya di dalam gelap rimba belantara. silih berganti ke luar dari mulutnya. Pak Haji tiap sebentar menggosok kening Pak Balam yang basah. mereka seakan merasakan kehadiran harimau yang ganas. yang terbujur di tanah. teringat pada isteri dan anak-anak Talib di kampung. Mereka yang hidup dan yang mati di lengah hutan belantara. Buyung keruan. dan takutnya timbul.com/ Dewi KZ 118 dan membaca ayat-ayat Qur'an. Dapatkah mereka yang masih hidup pulang selamat ke kampung? Bacaan doa-doa mereka tak henti-hentinya diiringi oleh erang Pak Balam. menunggu kesempatan dengan tak sabar. mendoa. yang mundar-mandir. seorang yang menanti mautnya. dan tiap sebentar berbicara tak Tiraikasih Website http://kangzusi. ampun Allah. dan yang akan mati. Di sini pikirannya terhenti. Lukanya kelihaian membusuk sekali. bersalah. Kakinya gembung di bawah bungkusan kain. terbujur di sebelah mayat.Malam itu tak seorang juga yang dapat tidur. Kata-kata dosa. di dalam lingkaran api unggun. Akan heboh besar di kampung. Bagaimana mereka nanti menerima kabar kematian-nya. jika mereka pulang.

mendekati. dan pekik Talib. Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu menyembahyangkan mayat Talib. hingga jika anak sungai banjir. nanti akan membuatkan batu kepala kuburan di kampung untuk dipasang nanti jika kembali ke hutan. . Kini hati mereka bertambah susah lagi dari kemarin malam.. di belakang setiap dahan dan di belakang setiap bunyi mereka seakan mendengar bunyi tapak harimau yang melangkah dengan halus dan hati-hati mendekati.telinga mereka seakan masih terdengar bunyi aumannya yang dahsyat.com/ Dewi KZ 119 6 Esok paginya setelah mereka sembahyang subuh. maka kuburan Talib tidak akan terendam air. Kini ancaman terasa lebih dekat dan lebih dahsyat. di belakang setiap pohon. Seakan pegangan tangan dengan jari-jari es yang sejuk memeras-meras hati mereka. dan pahanya belah dan rusak. Dan rasa tak berdaya tambah terasa. mendekati. Tubuhnya bekas gigitan dan cakaran harimau amat menyedihkan dan mengerikan. Mereka tak banyak berbicara ketika Pak Haji memandikan mayat Talib. Mereka menyusun batu-batu sungai di sekeliling kuburan.. di belakang setiap daun. dan Pak Haji mengatakan. mendekati. dan pagi itu juga mereka menggali kuburan untuk Talib di tempat yang tinggi. di musim hujan. Di dalam setiap kegelapan.. Dadanya kelihatan seakan hancur sama sekali.

Usul Buyung mula-mula mereka terima dengan terkejut. Wak Katok berkata. menyebutnyebut dosa dan minta ampun kepada Allah. Lebih baik mereka . Setelah lobang kuburan ditutup kembali dengan tanah. maka batu-batu mereka susun di atas kuburan.com/ Dewi KZ 120 dahulu sehari lagi.Belum lagi ratusan luka lain yang lebih kecil di seluruh badannya." Setelah Buyung. bahwa tak mungkin membawa Pak Balam sedang menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi. dan menyuruh mereka meminta ampun dan mengakui dosa-dosanya. Buyung berkata: "Lebih baik kita memburunya daripada kita membiarkan dia memburu kita seperti selama dua hari ini. dan dia mengigau terus-menerus. Seluruh badannya amat sangat panas. kelihatan Pak Balam menghadapi krisis demamnya. Wak Katok berkata. Dan Pak Haji kembali membacakan doa-doa. Mukanya pun penuh luka akibat diseret harimau ke dalam hutan. dan kemudian membungkus mayat dengan kain sarung yang bersih. Pak Haji memandikan dan membersihkan badan Talib. masing-masing dengan pikiran sendiri. Mereka menyembahyangkan mayat." Akan tetapi ketika mereka tiba di pondok. Buyung mengusulkan agar mencoba memburu harimau. sehingga akhirnya Wak Katok berkata: "Marilah kita berangkat lagi. Beberapa waktu mereka duduk mengelilingi kuburan. Lalu mereka usung mayat ke kuburannya. Sutan menyokong usul sakil demikian. bahwa dia hendak membawa Sanip dan habis terkejutnya.

Mereka yang tinggal memandangi mereka sampai hilang di antara pohonpohon. "Kami akan pulang sebelum magrib." Kemudian Wak Katok berangkat dengan Buyung dan Sanip menuju ke tempat harimau menyerang Talib. Berburu mereka tahu. mereka yang memburu. Buyung dan Sanip. yang mengambil putusan. Adanya Pak Balam yang sakit. Menghadapi harimau yang akan mereka buru. Paksakan supaya diminumnya. dan tinggallah Pak Haji dan Sutan berdua menjaga Pak Balam. yang telah diserang harimau. Keduanya merasa lebih tak berdaya lagi ditinggalkan Tiraikasih Website http://kangzusi. dan merasa tak berdaya. Rasa manusia mereka kembali jadi kukuh dan menyala." katanya. insya Allah harimau tidak akan berani mendekat. Merekalah yang memberi putusan. "Nyatakan terus api unggun. kerusuhan hati mereka yang akan pergi memburu harimau mulai didorong ke belakang oleh gairah berburu yang timbul dalam dirinya. Mereka masak makanan pagi cepat-cepat. Mengingat bahwa akhirnya kini akan berkelahi dan akan menghadapi musuh. biarlah Sutan dan Pak Haji tinggal menjaga pondok. lebih lebih mengecilkan hati dan . "rebuslah ramuan obat waktu tengah hari untuk Pak Balam." kata Wak Katok kepada Pak Haji.Buyung saja. adalah berlainan dengan menjadi korban yang diburu-buru. dan membungkus makanan untuk dibawa oleh Wak Katok. Kini seakan mereka kembali memegang tali nasib di tangan sendiri. yang berbuat.com/ Dewi KZ 121 tiga orang kawannya.

Dalam hatinya Sutan sekali-sekali ingin melihat Pak Balam cepat saja mati. Dan igauan Pak Balam yang demamnya bertambah tinggi tidak membantu menenangkan hati mereka. Juga timbul rasa iri hati terhadap Buyung dan Sanip yang beruntung dipilih oleh Wak Katok mengiringinya. kecuali parang yang tak banyak gunanya dipakai melawan harimau. senjata terampuh yang mereka miliki terhadap harimau.mematahkan semangat. khawatir bahwa harimau lelah tiba dekat mereka. Dalam hati masing-masing timbul rasa penyesalan membawa Buyung dan Sanip. dan mereka berdua ditinggalkan begitu saja menjaga Pak Balam tanpa senjata. supaya jangan lagi telinganya mendengar hanya menginginkan ketegangan dan menarik napas lega. Dan jika beruk-beruk berbunyi-bunyi kembali. dan kesal terhadap Wak Katok yang Dan jika tiba-tiba beruk-beruk berhenti berteriak-teriak. Sutan dan Pak Haji dikejutkan oleh setiap bunyi dan gerak yang mereka dengar dan lihat dalam hutan di sekelilingnya. maka keduanya menegang kembali. Apa daya? Senapan dibawa oleh Wak Katok. Sebaliknya ketakutan hati saja. Setiap saat mereka merasa takut harimau akan datang menyerang. Bagaimanapun juga mereka bertiga mempunyai senapan. maka mereka akan berpandangan. untuk kemudian . mendengar suara berdetak di balik pohon dan daundaun di sekelilingnya.

atau kepada istrinya sendiri. maka Sutan tak tahu apa yang akan dibuatnya. bahwa dia tak boleh membuka pintu dalam hatinya untuk yang merenggut-renggut dan merontaronta itu. telah melarangnya merokok. tak hendak mengakui dosanya. Dia juga dapat ingat pada pencurian kerbau yang mereka lakukan. Dan teringat pada ini. apalagi untuk mengakuinya kepada orang lain. Mengingatnya saja pun dia tak mau. Pak Balam agar mereka mengakui dan dia memaksa agar supaya mereka mengakui dosadosanya. atau ketika dia merokok bersembunyi di dalam kakus. Dia Jika igauan Pak Balam sedang menjadi-jadi. Dia dapat mengingat dosanya seperti di waktu bulan puasa dia makan sembunyi-sembunyi. akan tetapi waktu berbuka. Atau dusla- . maka Sutan menutup telinganya. jika tidak. terus juga mengaku dia telah berpuasa sehari penuh.seruan-seruan dosadosanya. Mengapa Pak Balam tak berhenti mengigau? Mengapa dia harus saja menyebutnyebut tentang dosa? Tidakkah cukup Talib dan Sanip yang telah mengakui dosa-dosanya. Untuk Wak Katok cepat pergi memburu harimau. Dia merasa seakan dalam dirinya sesuatu meronta-ronta merenggut-renggut minta dibukakan pintu.com/ Dewi KZ 122 Sutan tahu. Selama-lamanya tidak. membutakan hati dan pikirannya. Pintu harus ditutupnya sekeras-kerasnya. sedang ayahnya duslanya kepada ibu dan kawan-kawannya. hatinya tak terganggu sama sekali. Tiraikasih Website http://kangzusi.

Dan ini pun tak terlalu menggangu hatinuraninya. Hampir oleh setiap orang di kampung ada saja yang telah dicurinya, pikirnya, kalau bukan kerbau, maka kambing, bukan kambing, ayam, bukan ayam, ikan, bukan ikan, buah kelapa, atau yang lain. Dia tahu sebagai penyamun, dan mereka hidup selamat sampai hari tuanya. Malahan ada seorang yang lelah berumur delapan puluh tahun, dan jika lagi senang bercerita, maka dengan bangga akan menceritakan bagaimana dia di waktu mudanya menyamun pedali-pedati yang membawa barangbarang dagangan ke hari pekan dari desa ke desa yang lain. Perbuatan penyamunan demikian, malahan dianggap sebagai

perbuatan berani dan gagah, dan bukan dosa dan kejahatan. Dan tentang perempuan. Ya, dia pun tak luput dari berdosa demikian, merupakan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 123 dosa besar yang tak dapat diampuni, dan harus dihukum dengan mengirimkan harimau untuk membunuh mereka? Berapa banyak orang lain yang lebih terhormat dan lebih mulai kedudukannya yang berbuat demikian pula. Dan bagaimana dengan datuk-datuk yang kawin di manamana, tiap tahun menceraikan istrinya, dan kawin lagi, dan dengan cermat menjaga supaya jumlah istrinya tidak melebihi empat orang batas seperti ditetapkan di dalam Qur'an. Apakah mereka dengan tak berdosa juga sebenarnya? Bagaimana akan tetapi ini pun apakah sungguh

ulama Syekh Haji Bakaruddin, yang sejak dia berumur dua puluh lima tahun hingga tujuh puluh tahun telah kawin tak kurang dari empat puluh lima kali, jadi tepat tiap tahun dia mengganti seorang istri, dan tiap kalinya seorang anak perawan? Akan tetapi ada kata yang meronta-ronta jauh di bawah lubuk hatinya, "apa yang engkau lakukan adalah kebiadaban gelap dan hitam, dan adalah dosa dahsyat” “Diaammmmm! Diam engkau!" Sutan tiba-tiba berteriak, menyuruh hatinya diam, dan menyuruh Pak Balam yang masih terus mengigau supaya diam. Kini arus kenangannya. Dia teringat suatu hari, ketika dia kembali dari memasang jerat untuk menangkap burung balam, dan jerat dipasangnya di ladang yang ditinggalkan orang di luar kampung. Dan dia

sedang duduk bersembunyi di bawah pohon dadap, dia melihat Siti Nurbaiti, gadis berumur tiga belas tahun masuk ke ladang. Dia membawa sebuah keranjang kecil, dan datang ke ladang untuk memetik buah rimbang, karena banyak pohonnya tumbuh di ladang kosong. Siti Nurbaiti anak yatim piatu di kampung, dan dia tinggal dengan neneknya yang sudah tua. Dialah yang bekerja mencari sayuran atau kayu bakar. Bagaimana terjadi apa yang terjadi kemudian, kini pun tak jelas dapat diingat oleh Sutan. Mungkin hawa nafsu iblisnya terbangun melihat buah dada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 124 anak gadis itu yang kelihatan, karena pakaian yang dipakainya sudah koyak bagian depannya. Dia mendatangai anak itu, dan mengatakan dia akan

menolongnya memetik buah rimbang. Dan kemudian dia memeluk anak itu, dan melemparkannya ke tanah, dan kemudian ... ketika anak itu melawan.... dan dia ... dan dia ... Sutan berteriak berseru "diam! diam!" dan melompat hendak mencekik Pak Balam, hendak mendiamkan mulutnya yang terus mengigau --dosa—dosa-dosa akui-akui dosa kalian, dosa kalian. Pak Haji terkejut, dan dengan susah payah menarik Sutan dari Pak Balam. Pak Balam kini terdiam, hanya napasnya saja yang terdengar amat berat tertahan-lahan. Pak Haji tetap memegang Sutan yang bernapas kencang, matanya memandang liar. "Mengapa engkau, Sutan?" kata Pak Haji tajam. Sutan melepaskan dirinya dari pegangan Pak Haji, memijit

kepalanya dengan kedua tangannya: "Mengapa dia tak mau diam? Tak tahan aku mendengarnya lagi, siang dan malam hanya dosa, dosa, dosa saja yang disebutnya. Mengapa dia tak mati?" Sutan berdiri, dan tiba-tiba seakan dia mengambil putusan, dia mengambil parangnya, dan berlari-lari kecil meninggalkan tempat mereka bermalam, masuk hutan, menyusul arah Wak Katok, Sanip dan Buyung pergi. Pak Haji ternganga saja, dan baru setelah Sutan menghilang di antara pohon-pohon, dia dapat bersuara dan berseru: "Sutan, Sutan! Ke mana engkau? Mari kembali!" Akan tetapi hanya suara beruk yang menghimbauhimbau saja yang menyahut seruan Pak Haji.

0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 125 Wak Katok, Buyung dan Sanip telah dua jam mengikuti jejak harimau dari tempat harimau menyerang Talib. Jejaknya mudah diikuti, karena tanah di hutan lembab sekali. Mata mereka yang pandai membaca jejak dapat melihat, bahwa harimau itu amat besar sekali. Jarak dari jejak kaki belakangnya ke kaki depannya lebih dari enam langkah, menandakan bahwa harimau itu panjang dan tinggi, dan menunjukkan pula, bahwa umurnya lelah lanjut dan tua. Selelah mereka berhasil melepaskan Talib dari terkaman harimau, kelihatan harimau lalu lari lebih jauh ke dalam hutan, akan tetapi kemudian jejak harimau kembali ke tempat Talib diterkamnya, dan kembali ke tempat Pak Balam ketika ditinggalkan, dan kemudian memintas kembali ke dalam

hutan. Harimau itu meninggalkan jalan yang mereka tempuh, karena rupanya perhatiannya teralih oleh seekor babi yang tercium olehnya di dalam hutan tak jauh dari jalan yang mereka tempuh. Mereka dapat lihat jejak harimau mengikuti jejak babi. Babi itu belum merasa bahwa dia diikuti oleh seekor harimau, karena langkahnya teratur kelihatan di tanah. Babi menuju sebuah tempat minum di tengah hutan. Dandi sini kelihatan, bahwa harimau mencoba menerkam babi, akan tetapi gagal, karena di pinggir tempat minum kelihatan jejakjejak harimau dan babi yang kacau, dan jejak babi lari menyeberangi tempat minum terus ke dalam hutan, dan jejak harimau mengejarnya. Akan tetapi setengah jam berjalan

kemudian kelihatan jejak babi lari terus. Tetapi rasa takut mereka pada yang gaib telah berkurang. Kita mesti pulang ke tempat bermalam sebelum maghrib. dan di sana harimau berhenti sebentar minum air. Jalan yang ditempuh harimau manusia. Mereka merasa letih mengikuti jejak harimau dari pagi.com/ Dewi KZ 126 terlindung di balik daun-daun kayu. Buyung dan Sanip diam saja." kata Wak Katok." Mereka makan siang di pinggir sungai kecil. "Akan perlu waktu untuk mencari jejaknya kembali. Setelah makan. Tak banyak waktu tinggal. dan dia melihat ke langit mencari matahari yang Tiraikasih Website http://kangzusi. seperti rusa. bukanlah jalan yang mudah diikuti oleh . "Paling banyak hanya tinggal waktu dua jam lagi untuk mengikuti jejaknya. Wak Katok menaksir bahwa dari tempat mereka makan ke tempat mereka bermalam ada tiga jam perjakinan jauhnya." kata Wak Katok. Mereka mengikuti jejak itu hingga ke pinggir sebuah sungai kecil. sedang jejak harimau berhenti mengejar babi dan berpaling kembali ke arah jalan yang telah mereka tempuh. Telah tengah hari. kemudian masuk ke sungai. mereka tak melihat jejak harimau timbul di seberang sungai. Hati mereka berdebar melihat perubahan arah jejak harimau. Akan tetapi ketika mereka tiba di seberang. yang dapat diburu dan ditembak mati. "Lebih baik kita makan dahulu. Melihat jejak harimau di tanah mengingatkan mereka bahwa harimau adalah makhluk dari daging dan tulang juga.

mereka dapat melihat tempat mereka makan di pinggir sungai. Mereka sadar. Kini mereka harus mengadu kepandaian berburu dengan kepandaian berburu sang harimau. Siapakah yang akan menjadi pemburu. Tiraikasih Website http://kangzusi. tergantung dari kewaspadaan dan kesiapan masingmasing. ketika Buyung yang mencari-cari di kedua pinggir sungai dengan matanya dari lengah sungai menunjuk ke pinggir sungai dari arah mereka datang. Bekas jejak harimau di sini kelihatan lebih segar lagi dari yang di tepi sungai. dan beberapa kali menyeberang mencari jejak harimau. dan benar. Mereka berlari kesana. Dari tempat harimau berhenti.com/ Dewi KZ 127 Rasa terkejut mereka cepat dikalahkan oleh hasrat hidup mereka. Sebuah batu sebesar kepala orang kelihatan baru jatuh dari tebing sungai. di pasir tepi sungai yang basah kelihatan jejak harimau. bahwa mereka menghadapi seekor harimau yang pandai pula berburu. sejak beberapa waktu telah diburu oleh harimau.mereka lalu mencoba mengikuti air sungai mengalir. Dan tiba-tiba hati mereka seakan diperas oleh sebuah tangan dingin. dan siapakah yang akan menjadi korban. bahwa mereka yang memburu harimau. Dengan cermat mereka memperhatikan arah jejak harimau menghilang ke dalam hutan di antara pohon dan . Beberapa kali mereka tak berhasil. Mereka mengikuti jejak dan melihat betapa harimau beberapa lama berhenti di sualu tempat. Wak Katok baru hendak memutuskan agar mereka memudiki sungai kembali dan mencari ke sebelah mudik. Mereka tiba-tiba menginsyafi.

Bagi mereka ada dua kemungkinan. dan buyung dan Sanip siap dengan parang panjang mereka. Mereka mencari tempat bersembunyi untuk menghadang harimau. hingga dapat menyusulnya dari belakang. atau lebih baik lagi memasang perangkap bagi sang harimau. Dengan cepat mengikuti jejak harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. entah telah dekat sekali. dan mereka mengerti apa maksud Wak Katok. Kelihatan arah itu menuju jalan yang telah mereka tempuh ketika mereka mengikuti jejak harimau. dan panca indera harimau amat sangat tajamnya. Mereka bergerak dengan perlahan-lahan sekali. Rupanya harimau itu sengaja berpaling di sungai dan kembali berputar mengikuti jejak mereka. Dengan penuh khawatir mereka melihat pada terang matahari di luar atap daundaun kayu di atas kepala. Soalnya kini ialah menunggu. dan mereka bersembunyi di balik sebuah pohon besar. siap dengan senapannya. naik ke atas jalan bekas jejak harimau lewat yang mereka ikuti. dan demikian dapat menyerang mereka dari belakang.com/ Dewi KZ 128 . menunggunya muncul mengikuti jejak mereka dari sungai Wak Katok memberi isyarat. Wak Katok duduk. Yang mereka perlukan ialah waktu. Tak dapat diketahui di mana harimau berada.belukar. Menunggu dengan sabar. tak membual bunyi dan tak bersuara. Wak Katok membawa mereka mendaki tebing.

Lalu dia teringat pada Pak Balam. Di sekeliling mereka hutan masih penuh dengan bunyibunyi unggas dan beruk. Apa kerja Siti Rubiyah sekarang? Bagaimana dengan Wak Hitam? Sudah matikah dia? Atau telah sembuh dia? kemudian membawanya kembali ke . maka harimau mendapat kelebihan. Apa kerja Zaitun kini? Teringat pada Zaitun menyebabkan dia teringat pula pada Siti Rubiyah. Dan berat sekali terasa olehnya melawan keinginannya hendak merokok ini. Dan jika mereka masih berada di hutan. Sanip menggores beberapa ekor pacet yang melekat di kaki dengan parangnya. Beberapa ekor burung melintas melalui pohon. Pak Haji dan Sutan. Malahan beberapa puluh meter dari pohon tempat mereka bersembunyi sekumpulan beruk yang berbulu kelabu panggil-memanggil dan berayun-ayun dari sebuah cabang ke cabang yang lain.Matahari telah lebih berat turun ke arah barat. Tiba-tiba Buyung merasa hasrat yang amal besar untuk merokok. Harimau lebih dapat melihat dalam gelap dari mereka. Hati mereka berdebar-debar menunggu. Jika mereka menunggu terlalu lama. Apa yang mereka lakukan kini? Pikirannya kampungnya. Senapan mereka tak banyak artinya di malam hari. Serangga kecil-kecil berterbangan di udara dekat pohon mereka. sedang malam telah turun. maka malam akan turun. Mereka tak dapat menunggu lama-lama.

Dan tiba-tiba timbul hasratnya yang besar untuk tidur dengan istrinya. dan dengan demikian dialah yang menyelamatkan jiwa mereka semua. barulah dengan ikatan harimau. Seandainya dia tak diterkam harimau. Hanya jika dia yang membunuh harimau.Sanip teringat pada istrinya. Dia marah kepada Pak Balam.com/ Dewi KZ 129 Wak Katok menunggu dengan hati yang penuh amarah. maka mereka tidak akan sampai begini. Hanya dengan suatu perbuatan yang hebat. Teringat dia malammalam dia memeluk badan istrinya terasa ke dadanya buah dada istrinya — sentuhan paha istrinya ke pahanya wangi rambut istrinya yang selalu diminyakinya dengan minyak kelapa yang dimasak dengan bunga melati dan bunga mawar dan irisan daun pandan wangi — wangi bedak beras yang dipakai istrinya di pipinya dan di badannya — dengan jelas benar dia dapat membayangkan istrinya di depan matanya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Balamlah yang memulai semua kesusahan ini. maka mereka mungkin akan . seperti jika dia berhasil membunuh kembali hormat dan segan padanya seperti dahulu. Dalam hatinya tak ada kepercayaan kawan-kawannya akan menyimpan rahasianya seperti selama ini. Pak Balam tidak akan membuka rahasia kejahatankejahatannya yang selama ini telah tertutup rapat dan dianggapnya tidak akan terbongkar lagi selama-lamany. Dia marah kepada harimau.

selamanya dia merasa takut. terhadap Buyung. Sedang dalam hatinya dia merasa takut. mengapa dia tidak mengatakan. bahwa harimau itu adalah harimau siluman.serupa ini mereka akan menutup mulutnya. Karena dia kini mesti Tiraikasih Website http://kangzusi. maka kini dia harus menghadapi bahaya harimau. Dia marah pada mereka. yang selama ini dipuja-puja orang. bahwa tak ada yang lebih hina dan celaka dari seorang pemimpin yang gagal. Timbul sedikit rasa menyesal dalam dirinya. terhadap Talib dan terhadap Sanip yang telah ikut mengetahui dosadosanya. Karena siapa yang dapat melawan kehendak Allah Yang Maha Kuasa? telah terbongkar dan tak Akan tetapi mulanya dia tak hendak mengaku bahwa harimau itu harimau siluman adalah untuk menotak ucapan Pak Balam. terhadap Sutan. Dia juga marah . harus memburu dan membunuh mati harimau. Wak Katok pun tahu. dosa-dosa mereka. Dia telah mengatakan. Jadi sesuatu yang gaib yang mungkin tak terlawan oleh daya manusia biasa. Ya.com/ Dewi KZ 130 melakukan pekerjaan yang amat berbahaya. yang kelemahan-kelemahannya berhasil pula membuktikan kekeramatan dirinya sendiri. dari seorang raja yang gagal. betapa pun tinggi ilmunya seperti Wak Katok. bahwa harimau dikirim oleh Tuhan untuk menghukum terhadap Pak Haji. dan karena mereka telah mengetahuinya. bahwa harimau itu adalah harimau biasa.

Dia dengan dua orang anak muda yang tak bersenjata. sejak dahulu. dukun yang tinggi ilmunya. Dialah yang belajar menuntut ilmu dukun bertahuntahun. Dan jika keadaan telah mereka atau kuasai. maka dialah yang dianggap paling berani. merampok berbuat demikian. Dia tak dapat damai dengan orang di kampungnya segan dan hormat takutnya. supaya padanya. Dia tak dapat meninggalkan rasa takutnya. sejak waklu mudanya. akan tetapi dalam hatinya dia selalu merasa takut. Waktu dahulu pecah pemberontakan melawan Belanda dialah yang berbuat paling ganas dan kejam dalam pasukannya. sejak waktu mudanya. Dan waktu berburu pun dia selalu beruntung. Apa yang dilakukannya adalah untuk menyembunyikan ketakulannya.Orang mengatakan dia tukang silat yang ulung. Tetapi tak pernah dia mengambil risiko sebesar sekarang. Karena itu dia selalu berusaha unluk menjadi pemburu yang mahir. Dahulu ketika berontak dia selalu berlindung di belakang kawan-kawannya. Karena itu selalu dia lerpaksa untuk melakukan halhal berlebihan untuk menutupinya. Dan sejak tadi pagi pun yang sebenarnya bekerja mengikuti jejak memperkosa. Belum pernah dia memburu harimau seperti yang dilakukannya kini. Karena itu waktu dahulu. Dan dia selalu pandai mengatur semua perbuatan beraninya sedemikian rupa. hingga dia selalu selamat. Akan tetapi dia selalu takut. maka dialah Akan yang tetapi mulai karena membunuh. . pemburu yang mahir.

sebagai seorang dukun yang mahir dan sebagainya pemburu yang utama. maka peran yang harus dimainkannya bertambah mudah terasa olehnya. dan karena itu tak berhasil dimanterainya dan diobatinya. Dan sejak tahuntahun Tiraikasih Website http://kangzusi. maka dia dapat berkata. keunggulan kecakapannya. Dia telah belajar berbuat demikian sejak lama. keunggulan pimpinannya. Dia kini dapat memberikan obat. Akan tetapi Wak Katok amat pandainya membuat usaha orang lain kelihatan seakan dilakukan di bawah pimpinannya. maka namanya . melawan jin dan membaca bertambah harum. disesuaikan dengan waktu dan keadaan.harimau adalah Buyung. dan mendapat nama pula dari sesuatu pekerjaan yang sebenarnya orang lain yang berpikir dan bekerja. ketika semua orang di kampungnya telah percaya pada keunggulan ilmunya. hingga semakin lama dan semakin panjang waktu agar lupa dan pada ketakutannya kelemahan-kelemahan dirinya.com/ Dewi KZ 131 terakhir. Dia telah belajar untuk selalu selamat dalam keadaan apa pun juga. Dia telah biasa menerima sanjungan dan dimuliakan orang banyak. percaya sungguh. ketika namanya telah terkenal sebagai guru silat yang ulung. bahwa dia adalah apa yang dibayangkan orang. Jika berhasil. Jarang-jaranglah dia selama ini mantera. bahwa si sakit goyang imannya. Sejak mudanya dia telah belajar untuk memakai topeng. dan memakai warna-warna yang berlainanlainan. akan tetapi jika si sakit mati. dan apa yang disangka orang banyak.

Dia bukan saja takut menghadapi harimau yang kini datang semakin dekat ke tempatnya bersembunyi. membuat tempat menunggu di atas pohon. Dan serangan harimau yang kedua terhadap Talib telah lebih memperbesar tekanan ini. naik ke atas pohon. Dan kini sambil menunggu-nunggu harimau.menyadari kelemahan-kelemahannya.com/ Dewi KZ 132 Kini soalnya mengadu kemahiran berburu dan kekuatan hati dengan harimau. di depan mata Sanip dan Buyung. Karena keadaan kini tidak mengizinkan mereka berburu cara demikian. jika gagal menembak. nanti akan terbukti. akan tetapi dia pun tak kurang takutnya. Bagaimana jika ketika melihat dan mendengar auman harimau. Bagaimana jika dia menembak tak tepat? Jika harimau lolos kembali? Atau jika dia menembaknya mengamuk menyerang mereka? Mereka kini tidak berada di alas pohon hanya luka. datang tekanan lebih besar lagi. bahwa usulnya akan didengar dengan perasaan aneh dan ganjil oleh Buyung. badannya jadi beku dan . Dan inilah yang dirasakan sekarang amat kurang cukup dimilikinya. Wak Katok telah berada di bawah tekanan jiwa yang semakin hari semakin besar. dan sejak Pak Balam membongkar rahasia kejahatan-kejahatannya di waktu dulu. Sejak serangan harimau yang pertama. Akan tetapi dia lahu. dan harimau dalang yang aman. Ingin dia sebenarnya mengusulkan supaya mereka pindah tempat. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia merasa kelemahankelemahannya yang dirahasiakannya selama ini telah terbongkar. dan membuat dia lemah kembali.

com/ mereka semakin besar. mereka akan kemalaman di jalan. Sejak bahaya mengancam.? Akan tetapi hatinya amat enggan melepaskan senapan dari tangannya. sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya. maka Buyunglah yang salah. jika masih ingin tiba di tempat bermalam sebelum saat magrib. Mereka memandang ke atas mengikuti jalan matahari. tak pernah dia melepaskan senapan dari tangannya lagi. Jika meleset. atau kaku. Lama mereka menunggu.kaku? Alangkah senangnya jika dia dapat mencari alasan untuk memberikan senapan kepada Buyung. dan kecemasan bertambah dekat. Tangan beku dan jari-jari beku. kacau perasaannya. ragu-ragu pikirannya. penuh dilanda kebimbangan.. kekukuhan dan kekerasan dan ketegangan. dan jika harimau tak muncul dalam waktu setengah jam lagi. Akan dikatakankah.. keraguan dan kekhawatiran. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok. jika tak amat perlu sekali. adalah seorangyang rusuh hatinya. ketakutan pun meremas-remas hatinya tak berhenti-henlinya. Jika mereka menunggu terlalu lama. semutan. Senapannya itulah yang memberikan padanya kedudukan pimpinan dan kekuasaan antara mereka kini. Dia mendapatkan sesuatu perasaan aman dari besi laras senapannya. Biarlah Buyung yang menembak. mereka akan harus berangkai. Petang telah . Tanpa senapannya dia tak punya arti. meskipun seluruh tampangnya dan mukanya menunjukkan bahwa tangannya sakit.

Lain halnya dengan menunggu yang dilakukan orang ketika mengail ikan. Akan tetapi Buyung pun menginsyafi. dan menunggu. dan berjam-jam dapat mengalir lewat dan hati merasa tenang dan enak. Kadang-kadang Buyung merasa seakan hendak melompat dan memekik. Tak ada kesenangan hal terasa dalam menunggu demikian. keadaan mereka tetap berbahaya. karena mungkin kini sang harimau bersembunyi menghadang di suatu tempat dijalan yang harus mereka tempuh untuk kembali. Mereka tak tahu lagi sebenarnya siapa kini yang menjadi pemburu. Matahari bergerak juga terus perlahan-lahan di langit. dan menunggu. Udara di bawah daun-daun hutan terasa panas. kaki dan tengkuknya dengan keras. Mereka tak berani mengusir atau memukul nyamuk yang dalang menyerang dan harus menahan gigitan nyamuk dengan sabar dan tahan sekali. bahwa kini keselamatan mereka tergantung dari kekuatan hati mereka menunggu. dan memukul nyamuk di tangan. Akan tetapi seandainya pun mereka berangkat sekarang.Dewi KZ 133 keadaan mereka akan amat berbahaya sekali. sedang pemburu . Atau menunggu burung belibis lewat di atas kepala. Tanah hutanyanglembabperlahan-lahan menguapkanairyang membuat udara jadi panas dan basah. dan siapa yang diburu. demikian rasanya tekanan di dalam dirinya mendesak-desak menyuruhnya berbuat sesuatu. menunggu tarikan mulut ikan yang perlama pada umpan pancing di dalam air.

Akan tetapi karena sadar. Atau menunggu rusa dalang minum ke tempat air di tengah hutan.com/ Dewi KZ 134 pun diam dan menunggu. apalagi untuk orang lain. harta dan kekayaan. Di dalam menunggu serupa ini ada terasa bahagia yang terdiri dari campuran harap-harap dan tak sabar. Karena sebanyak mungkin. Atau menunggu kekasih yang dalang terlambat. Mereka menunggu terus. sedang Wak Katok dan Sanip ikut pula memasang telinganya. bahwa untuk dapat hidup terus mereka harus dapat menahan siksaan ini. Untuk dapat hidup terus manusia bersedia berbuat banyak sekali. Akan tetapi menunggu seperti yang mereka lakukan ini adalah satu siksaan. Beberapa saat dia demikian. juga sedapat mungkin memperpanjang itu orang ingin memperpanjang hidupnya . maka mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Hidup penuh kemanisan. akan tetapi menjual kehormatannya sendiri pun banyak orang yang bersedia melakukannya.bersembunyi di dalam belukar rawa. baik bagi dirinya sendiri. Peminta-minta yang paling sengsara sekalipun akan mencoba hidupnya. Tidak saja mengorbankan kesenangan diri. sedang hidupnya telah begitu getir dan pahit. sedang janjijanji surga bagi orang yang beramal saleh belum ada seorang manusia pun yang dapat membuktikannya. 0oo0 BUYUNG yang mula-mula menegakkan kepalanya dan memasang telinganya baik-baik.

ataukah 'toooolooooong!!!!!' yang lalu segera menghilang pula kembali. kembali mereka mengendurkan panca inderanya. Lima menit kemudian Buyung mengangkat kepalanya kembali. Adakah orang minta lolong jauh di sana? Adakah orang lain di hutan besar ini.com/ Dewi KZ 135 yang dipanggil suara itu tak jelas pada pendengarannya. Hanya bunyi angin di antara daun-dauan dan bunyi-bunyi hutan yang biasa. Mereka merasa amat tegang sekali.Mereka tak mendengar sesuatu apa. jauh sekali. Benar. mereka mendengar suara. Kini ketegangan memuncak dan berkumpul ketat serta padat dalam diri mereka.sebuah suara seperti seorang berteriak 'oooo-oooo!!!!!' . Menunggu kembali. akan tetapi tetap awas menunggu kedatangan harimau. Akan tetapi mereka tak mendengar seuatu apa pun juga. Kini suara . tak lama kemudian. bahwa ada mereka mendengarnya. yang kini diserang harimau? Mereka berpandangan. sayupsayup sampai. Mereka menunggu. Suara itu menghilang begitu terdengar ke telinga. Suara itu terdengar kembali . Buyung berbisik amat halus sekali: "Saya seakan mendengar suara orang memanggilmanggil!" Mereka bertiga tegang menajamkan pendengarannya. Hingga mereka belum begitu yakin benar. Akan tetapi apa Tiraikasih Website http://kangzusi. dan berbisik perlahan sekali: "Aku dengar kembali seperti suara orang memanggil!" Sanip dan Wak Katok memasang telinganya. Setelah menunggu beberapa saat lagi dan tidak juga mendengar sesuatu apa.

Jeritan yang tajam menembus ke langit. dari tempat mereka makan di pinggir sungai. kini suara teriak orang bertambah jelas — datangnya seakan dari arah hutan yang telah mereka tempuh tadi. Kini mata mereka menuju ke arah hutan yang telah mereka tinggalkan. mengikuti mereka ke jejak harimau yang akhirnya membawa tepi sungai. jeritan suara manusia yang merobek hati dan jantung. mereka mendengar suara auman harimau.toooooookkkkk!!!!' Orang memanggil Wak Katokkah? Sanip teringat pada cerita-cerita tentang orang halus di dalam hutan yang didengarnya waktu kecil.. supaya meninggalkan tempat persembunyian mereka? Nah. tempat mereka berhenti dan makan sebentar. Apakah suara itu kini suara orang halus rimba yang hendak menyesalkan mereka? Apakah itu suara harimau siluman yang hendak mengumpan mereka. Mereka menunggu. di jalan yang mereka lalui. menembus ke dalam bumi yang menggetarkan seluruh daun-daun di seluruh rimba raya. dan kini dapat mereka mendengar jelas '. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan jerit orang yang kesakitan dan penuh ketakutan. . yang kadang-kadang menyaru sebagai seorang yang dikenal lalu membawanya sesat jauh ke dalam hutan.com/ Dewi KZ 136 Yang merobek-robek seluruh rasa manusia.datang lebih jelas. Tiba-tiba seluruh urat syaraf mereka mengencang amat sangat.. merobek dada dan hati dan perut. Mereka menunggu. Mereka menunggu.

Jeritan yang membekukan darah mereka bertiga. karena harimau telah menyerang sasaran lain. Dan ketika panca indera mereka mulai bekerja kembali Sanip menutup mukanya dengan kedua tangannya.. menolong sang korban. Dia dapat membayangkan dirinya sebagai sang korban. Kita mesti cepat pulang. dan nalurinya yang pertama ialah hendak melompat memburu ke tempat harimau menerkam mangsanya. Paling cepat dua puluh menit baru kita dapat tiba di sana. Wak Katok berdiri. akan tetapi dalam hatinya dia pun merasa senang Wak Katok memutuskan yang demikian. Kita tak dapat menolongnya kini. Petang telah larut.. dan bersuara seakan orang yang hendak menangis. Buyung kaku seluruh mukanya. Tetapi ia merasa agak lega. dia telah hancur dimakan harimau.jeritan maut yang mengheningkan seluruh bunyi dan suara di dalam hutan. dan mengambil jalan pintas mengambil arah kembali ke tempat mereka bermalam. harimau telah menyerang korbannya yang ketiga. Dia tak terlalu memegang lengan bajunya dan berbisik: . Dalam hatinya Wak Katok merasakan ketakutan yang amat sangat. Buyung hendak memprotes. Jika kita tiba di sana. Buyung "Tidakkah kita ke sana menolong orang itu?" Wak Katok berbisik kembali dengan suara marah: "Dungunya engkau." Wak Katok meneruskan langkahnya cepat-cepat. Kali ini kebekuan darah dan panca indera mereka lebih lama bertaku.

yang menimbulkan Dan tiba-tiba mereka terhenti dekat pondok mendengar teriak Pak Haji.com/ Dewi KZ 137 ingin cepat dapat merangkul kehidupan. Telah matikah Pak Balam? Pak Haji telah terdengar berseru-seru dari jauh.gembira untuk berlari menuju tempat harimau menerkam mangsanya. Pak Haji pun berhenti berlari menyongsong mereka. Pak Haji datang menyongsong pertanyaan dalam diri mereka. "Pak Balam bertambah parah kini. Sutanlah yang diterkam harimau! Akan tetapi mengapa dia meninggalkan tempat bermalam? Bukankah dia dan Pak Haji harus menjaga Pak Balam? Apa yang telah terjadi? Mengapa Sutan meninggalkan Pak Haji dan Pak Balam? Ke mana dia? Wak Katok menyumpah-nyumpah dengan hebat." Mereka tergesa menuju pondok hendak melihat Pak Balam. Mereka berlari sejarak beberapa ratus meter terakhir ketika akan tiba di tempat bermalam. yang bertanya: "Bertemukah kalian dengan Sutan?" mereka berlari. mereka mendengar seruan Pak Haji. Asap menunjukkan tanda hidup. Pak Haji menceritakan apa yang telah terjadi. dan mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Dari jauh mereka telah melihat asap api unggun. tetapi suaranya tak jelas terdengar." katanya. Baru setelah dekat. Seluruh kedahsyatan kejadian kini menguasai diri mereka. . "aku khawatir dia tak sampai pagi dapat hidup. Buyung menceritakan kepada Pak Haji apa yang mereka dengar.

dana kelihatan bahwa demam karena infeksi luka-lukanya kini telah menyerang seluruh tubuhnya Dia telah bertambah jauh meninggalkan cahaya hidup. Dan Buyung pun insyaf bahwa tak ada gunanya kini bagi mereka untuk kembali. Mengapa Sutan melakukan apa yang telah dilakukannya? Mengapa dia hendak mencekik Pak Balam . Pikirannya bingung. mengerang perlahanlahan. dan telah lebih dekat pada pinggir jurang kegelapan kematian. meskipun matanya terus terbuka.Pak balam terbaring di tanah. Belum mereka tiba di tempat itu. Akan tetapi mungkinkah bukan Sutan itu? Barangkali orang lain? Dan Sutan ke mana dia? Tibatiba Buyung menyesal mengapa dia tadi tidak lebih kuat mengajak Wak Katok dan Sanip untuk segera mengejar ke tempat auman harimau menerkam orang. Mereka memandang berkeliling pada hutan yang mulai diselimuti oleh selendangselendang senja tipis dan amat halus. telah lama mati dan habis dikoyak-koyak harimau. Tetapi Buyung tak dapat lama-lama memperhatikan Pak Balam. dan dia mendesak: "Bagaimana? Apa yang mesti kita lakukan? Tidakkah kita harus kembali ke sana? Akan kita biarkan Sutan dimakan harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi. napasnya berat. jika seandainya dialah yang menjadi korban harimau. Buyung teringat pada Sutan. yang kini tetap tak sadar dan tak mengenalnya. yang pertama turun dari langit di sebelah Barat. Sutan. yang mulai mengurangi kecemerlangan cahaya petang hari.com/ Dewi KZ 138 Mereka memandang padanya.

Orangorang yang selama ini dikenalnya disayanginya. meskipun masing-masing berdosa. Dosa besar apakah yang disimpan Sutan. dan mereka memperlihatkan wajah-wajah yang lain. dan pikirannya bertambah kacau.yang sakit? Mengapa dia tak tahan mendengar kata-kata dosa yang diucapkan Pak Balam yang mengigau? Kini pun sekalikali Pak Balam masih mengucapkan kata itu. Wak Katok yang disegani dan dihormatinya.com/ Dewi KZ 139 lalu dia tak dapat lagi damai dengan dosa-dosanya. gurunya. Mengapa selama ini. dan menguasai semua pikiran dan perbuatannya? Apakah semua orang demikian. Dan bagaimana dengan Pak Haji? Dia tentu juga punya dosa-dosa yang disembunyikannya dari orang lain. dan api yang selama ini membakar jauh di lubuk hatinya. berubah dari yang biasa jika berada di bawah tekanan bahaya. kini seakan terbuka topeng mereka seharihari. hingga dia bertaku demikian? Susah benar hati Buyung. mereka dapat hidup biasa? Mengapa baru kini dosa-dosa ini menonjol begitu tajamnya. Pak Balam yang begitu pendiam. Dia merasa seakan dunia yang dikenalnya selama ini telah runtuh di sekelilingnya. dihormati. Talib yang dianggapnya orang baikbaik di kampung. lalu mencari jalan ke luar dengan berbagai cara? Buyung sendiri merasakan . Tiba-tiba Buyung teringat pada dosa-dosanya sendiri. atau tekanan lain yang terlalu berat? Maka Tiraikasih Website http://kangzusi. dan diseganinya.

menyimpulkan apa yang telah diputuskan sejak semula dalam hati masingmasing. bukan saja diri Wak Katok sendiri. akan tetapi satu hal tetap jelas baginya. Kini mereka tinggal berempat. akan tetapi diri mereka semua. Sejak mereka mulai menunggu datangnya harimau di tempat persembunyian mereka. "Pasti Sutan itu. Seakan Wak Katok meragukan kekerasan dirinya sendiri. Dia pun bingung dan rusuh. Pak Balam hanya menunggu saatnya yang terakhir saja. Sesuatu yang goyah yang dapat membahayakan. Dan di antara mereka yang berempat siapakah lagi yang akan mejadi korban sebelum mereka dapat tiba selamat di kampungnya? Masing-masing berkeyakinan dan berharap dialah yang akan selamat. jika perlu. Buyung dapat merasakan sesuatu perubahan di dalam diri Wak Katok. Lebih baik dia mati. mereka amat merasa sekali betapa telah tiga orang di antara mereka bertuj uh yang telah jadi korban harimau. daripada harus mengakui. Setelah Pak Haji memastikannya." kata Pak Haji kemudian.ketegangan yang amat sangat. dia tidak akan menceritakan apa yang telah terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah kepada kepada siapa pun juga. Tak seorang juga di antara mereka yang kini berpikir Pak Balam akan dapat sembuh. dan biarkan yang lain menjadi korban harimau. Air mukanya yang keras kini seakan goyah. Mereka terlalu letih mengikuti jejak harimau sepanjang . akan tetapi tak ada yang mau mulai mengeluarkannya.

Semakin lama ketegangan yang menekan itu semakin besar. Beberapa kali hatinya berdebar-debar amat kerasnya mendengar bunyi berkeresekan di antara belukar gelap di luar cahaya api unggun. Biasanya Wak Katok membangunkan Buyung dan Sanip. dan ada beberapa kali seakan Wak Katok pun tak dapat menahan rasa takut yang memeras hati dengan amat kuatnya. atau . meskipun Pak Balam terus mengigau. hingga setelah makan malam.hari. atau Buyung. dan dia merasa ingin melompat dan menjerit. Buyung dan Sanip tertidur juga. dan hati mereka diberati dengan kematian Sutan yang diterkam harimau dan bahaya yang masih Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 140 mengancamnya. melakukan sesuatu kekerasan untuk menghapuskan rasa takut demikian dari hatinya. Wak Katok dan Pak Haji berdua yang metaksanakan sembahyang magrib dan sembahyang Isa. menurut giliran mereka untuk berjaga-jaga. selelah mereka mulai diserang harimau. Tiap sebentar matanya mengawasi hutan gelap di luar lingkaran cahaya api. Dia duduk sendiri dekat api. Tetapi mereka tidur dengan gelisah. Akan tetapi malam itu Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari pegangannya. dan timbul hasratnya untuk membangunkan membangunkan Pak Haji. dan semakin besar pula dan semakin besar.

menundukkan api. Karena bukankah dia adalah Wak Katok. menonjolkan kepala ke alas permukaan air yang ditimpa sinar matahari.. Akan tetapi ditahannya dirinya. ingatannya kembali pada semua yang dilakukannya di masa dahulu. Takut dia akan merasa malu. dan mata-mata ikan terasa silau dan terbakar melihat terang yang nyalang. seorang pemburu yang merajai semua rimba. Dan semakin lama ketakutannya semakin menguasai dirinya . yang dapat memanggil angin dan hujan.com/ Dewi KZ 141 gangguan yang menggoyang lumpur. mereka akan tahu. Dia pun tahu bahwa memang dia telah berdosa. guru silat yang tak ada tandingannya? Demikianlah dia duduk sendiri. di dalam perut kegelapan malam dan hutan raya. seorang manusia yang menganggap dirinya besar. jin atau iblis. naik ke atas.mereka semua. dan ketika datang Tiraikasih Website http://kangzusi. menundukkan racun dan gunaguna. seorang dukun yang amat tinggi ilmunya. di dalam dunia kecil lingkaran api unggun. yang tidak takut pada setan.. yang dapat mengobati segala penyakit. kenang-kenangan timbul dari lubuk hatinya. bahwa dia merasa takut. itu semakin menguasai dirinya. seperti ikan-ikan yang lama bersembunyi di dalam lumpur dasar lubuk. Wak Katok ingat. maka ikan-ikan berenang naik ke atas. dan . orang yang paling berani di kampungnya. dekat api unggun.

ketika tiba-tiba . Mayat mereka akan segera habis dimakan oleh harimau. Dia akan dapat mengatakan kepada orang kampung. bahwa harimau itu adalah harimau siluman yang datang mengejar orang-orang bcdosa di antara mereka.kini saatnya. Laporkan ke kampung bahwa dari mereka bertujuh hanya dia sendiri yang tinggal selamat. ya apa daya kita. Dia menoleh kepada mereka yang sedang tidur. bahwa sungguhsungguh tuahnya besar.akan tetapi dengan segera pula rasa takutnya mengakui berdosa menguasai dirinya kembali. bunuh saja mereka yang tinggal — Pak Haji. akan tetapi kawan-kawannya yang menjadi korban rupanya terlalu besar dosanya. Nyaris dia sendiri pun hampir jadi korban. Dia akan menghapuskannya dari ingatannya dan dari ingatan kawan-kawannya. Dan dia pulang sendiri ke kampung. maka tak ada suatu kekuasaan di dunia yang fana ini yang akan dapat menahannya. Dia hendak bergerak melakukan niatnya. Sanip dan Buyung. dan dia menolak dosadosa itu sebagai dosa. Pak Balam tak lama lagi akan mati. keramatnya hebat sekali. Dan dia akan dapat menambahkan dengan suara yang saleh. Alangkah mudahnya pikirnya . Dan meskipun dia telah mencoba menotaknya. jika sudah kehendak Tuhan untuk menjatuhkan hukuman kepada hambaNya. hingga sia-sia usahanya. hingga dari mereka bertujuh hanya dia sendiri saja yang dapat selamat. Orang kampung malahan akan lebih segan dan hormat lagi dan akan lebih percaya lagi. jika tidak ilmunya kuat sekali.

Ketakutan kembali datang melanda.. Dan segera pula mereka merasakan sesuatu yang baru di tempat mereka bermalam. Kesempatan untuk melakukan niatnya masih banyak. Mereka pun tahu. Dia harus mencari akal agar dia masih mempunyai kawan hingga malam terakhir. menimbulkan takut lebih besar lagi dalam dirinya. bahwa Pak Balam telah berhenti hidup. Dia dan kawan-kawannya yang lain terbangun oleh bunyi kokok ayam-ayam hutan yang berderai-derai ketika fajar tiba. dan melihat Pak Balam terbaring kaku dan diam. Mereka bersembahyang . Siang hari terakhir dapatlah dia sendiri menuju kampung dengan membawa senapannya. sebelum tiba di kampung. Setelah mengambil keputusan serupa ini hati Wak Katok merasa lebih senang. Dengan cepat mereka memeriksa Pak Balam yang terbaring di tanah . Membayangkan dirinya tinggal sendiri di malam gelap itu. dan hati mereka jadi rusuh dan pikiran mereka jadi kacau kembali. dengan harimau menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia masih menghadapi empat hari empat malam perjalanan lagi. Dengan terkejut mereka menyadari tak mendengar lagi igauan Pak Balam. Dengan tak disadarinya dia tertidur pula.. Kembali ketegangan menguasai diri mereka. Jika dibunuhnya mereka bertiga maka dia akan tinggal sendiri.sesuatu dalam hatinya menahannya.com/ Dewi KZ 142 di dalam gelap di luar batas cahaya api unggun. Lebih baik dia menunggu lebih dahulu.

Pak Balam. dan Sanip.subuh. Setelah kuburan mereka tutup kembali tiba-tiba Buyung tak dapat menahan dirinya. "Diam engkau dulu. Bekas luka-luka di badan dan kaki Pak Balam telah membusuk sama sekali. Tunggu orang-orang tua berunding dulu." katanya.com/ Dewi KZ 143 "Wak Katok. Setiap orang di antara mereka menambah doa dalam hatinya. akan tetapi menahan dirinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Hatiku panas sekali. Mayatnya berbau busuk. Talib dan Sutan harus dituntut bela. Buyung. Kemudian mereka memandikan mayat Pak Balam dan membungkusnya dengan kain sarung." kata Wak Katok mendiamkan Buyung. Tetapi ini. Tak ada terniat sebenarnya dalam hatinya untuk memburu harimau. . Mereka kemudian menggali kuburan. dan seruanAllahu Akbar!Allahu Akbar! Allahu Akbar! Pak Haji terdengar bertambah khusuk. Satu-satunya rencana ialah secepat mungkin meneruskan perjalanan untuk kembali ke kampung dan untuk menyelamatkan dirinya. dan dalam hati mereka pun lebih-lebih lagi menyerahkan diri mereka ke bawah perlindungan Allah Yang Maha Kuasa. "mari sekarang kita buru harimau itu sampai dapat. supaya dialah yang diselamatkan Tuhan. anak muda yang menjadi muridnya pula." Wak Katok memandang kepadanya kemudian kepada Pak Haji. berani mengusulkan agar mereka pergi memburu harimau. Buyung hendak membantah.

lebih suka membiarkan orang lain saja mengambil putusan. seakan hendak meminta bantuan dari mereka. dan Sanip yang penggembira dulu seakan tak ada lagi. Tidakkah dalam keadaan demikian kewajiban mereka untuk menolongnya? Dan bagaimana jika mereka kembali ke kampung dan kemudian ternyata Sutan masih hidup. Akan tetapi Pak Haji diam saja.com/ Dewi KZ 144 Ucapan Pak Haji yang terakhir inilah yang menyebabkan Wak Katok memutuskan untuk kembali ke tempat mereka mendengar Sutan diserang harimau. Sinar matanya pun pudar. dan kemarin Sutan. Pak Haji mengatakan bahwa putusan terserah pada Wak Katok. Ia kelihatannya lesu sekali. Memang kemungkinan besar Sutan telah lama habis dimakan harimau.Dia melihat kepada Pak Haji dan Sanip. seakan sesuatu patah di dalam dirinya. Pak Haji berunding dengan Wak Katok. Seakan cahaya hidup telah padam dalam dirinya. dan mungkin kini bersembunyi di atas pohon. jika orang kampung akan . dan Sanip menundukkan mukanya. tak berkilauan. Akan tetapi selalu pula ada kemungkinan dia berhasil melepaskan diri. Kecemerlangan hatinya yang penggembira telah hilang. dan berhasil pula kembali ke kampung? Apa kata orang kampung nanti tentang diri mereka? Tiraikasih Website http://kangzusi. Mungkin dia luka. Sejak Talib diterkam harimau. karena Wak Katok yang membawa senapan dan Wak Katoklah yang ahli berburu. Dia lebih takut lagi jika namanya akan rusak di kampung.

pikirnya dengan marah. baru kita akan berhasil.tahu. apalagi setelah Buyung yang mengusulkan supaya mereka kembali. Dia akan lebih menegaskan lagi pimpinannya dan dia akan memulai berkata: sekarang. Dia takut dan ingin cepat lari ke kampung. batu yang kemudian telah dijampinya beberapa Kemudian dibungkusnya diberikannya kepada mereka seorang satu. Mulut anak muda itu tak akan berhenti-henti nanti bercerita." yang dibungkusnya dalam potongan- . Hanya jika kalian menurut semua petunjukku dengan cermat. "yang kita buru bukan sembarang lawan. dan "Memang aku telah memutuskan untuk memburunya sampai dapat. aku buat dahulu jimat yang lebih kuat lagi untuk melindungi diri kalian terhadap serangannya. jika terjadi yang demikian. Sebelum kita berangkat. tetapi Wak Katok tak mau. bahwa dia takut. bahwa dia telah mengusulkan agar kembali. potongan kain lama. Dia merasa tak dapat hidup. Dia menguatkan hatinya." kata Wak Katok. putih yang dibawanya. jika dia tidak lagi dihormati. disegani. Serasa terdengar olehnya maki-makian orang kampung terhadap dirinya. Tidak." Wak Katok pergi menyendiri ke dalam pondok. "Turutlah segala perintahku baik-baik. Dia harus tetap memelihara keseganan dan hormat orang kampung terhadap dirinya. dan mengeluarkan beberapa batu dari dalam kantong ikat pinggangnya. hal yang demikian tak dapat dibiarkannya terjadi. dan dipuji-puji orang di kampung.

mereka tiba di sebuah bahagian hutan yang lebat sekali. Katanya. menyiapkan perbekalan. bahwa dia akan memimpin mereka memburu harimau. Daun-daun basah. Alasannya benar. Meskipun Wak Katok telah mengatakan. Sinar matahari hampir tak dapat masuk. Buyung sendiri pun sepaham dengan Wak Katok. dan sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan tentang maksud-maksudnya yang sebenarnya. Di sini hanya beterbangan nyamuk. akan tetapi dalam hatinya dia masih mencari jalan ke luar dari tugas ini. Tiraikasih Website http://kangzusi. Putusannya tepat dan benar. supaya mereka lebih lekas sampai dan untuk mengelakkan diri dari buruan harimau. Tiap sebentar mereka harus menggosok tangan dan kaki dan tengkuk dengan air tembakau. bahwa mereka memburunya. jika mereka mengikuti jejak harimau yang lama. Putusannya untuk memintas jalan merupakan juga sebuah usahanya untuk menghindarkan selama mungkin kembali ke tempat jejak harimau mulai. Di tengah hutan udara separuh gelap. seperti terbukti kemarin. Karena harimau telah tahu. dan serangan pacet amat hebat. Tanah basah dan di banyak tempat becek sekali. Tak seorang pun di antara mereka yang telah pernah . Setelah mereka berjalan ada-sejam lamanya melintasi tebing dan ngarai. Tak seekor burung pun terbang di bahagian hutan yang gelap ini.Mereka masak.com/ Dewi KZ 145 7 Wak Katok membawa mereka memintas jalan menuju tempat mereka mendengar Sutan diserang oleh harimau. makan pagi. dan air menetes-netes terus dari daun yang paling atas hingga ke daun yang paling bawah.

dan ditakdirkan akan berputar-putar berkeliling tersesat di dalam hutan sampai akhir jaman. maka inilah hutan itu. Hutan seakan sunyi sepi. dan jalan yang mereka lalui berat . karena mereka harus membuka jalan antara pandanpandan dan rotan-rotan berduri.com/ Dewi KZ 146 himbauan beruk atau siamang. tak ada penghuninya. kecuali barangkali babi atau badak. Pohon dan cabang-cabang tebal ditutupi lumut yang panjangpanjang. Semakin dalam mereka memasuki hutan. dan tanah yang mereka lalui tiap sebentar dilintasi oleh anakanak sungai kecil yang mengalir dengan lamban. Udara di dalamnya panas.memasuki terhampar hutan ini. yang lain dari yang lain. Jika orang dalam mimpi pernah memasuki hutan-hutan jahat yang keramat dan bertuah. lembab dan basah. Margasatwa hutan yang biasa pun tak senang tinggal di hutan serupa ini. Seakan-akan mereka melalui bahagian hutan yang dikosongkan. semakin gelap udara di dalam hutan. Tak ada bunyi paluan burung pelatuk. tempat orang disesatkan oleh tukang-tukang sihir yang gaib. Ketika mereka melalui hutan gelap itu mereka tak mendengar sesuatu apa. tak ada bunyi burung-burung. Mungkin sejak dunia mulai sekali. dan tanaman yang menjalar memasang sulursulurnya belum pernah manusia memasukinya. kecuali serangga-serangga kecil. Tak ada bunyi Tiraikasih Website http://kangzusi. Rupa pohon-pohon dalam hutan pun menakutkan.

kehabisan makanan. Dalam khayalannya Buyung membayangkan mereka tersesat. Mereka tak dapat berjalan cepat. Mereka akn lebih terlambat tiba di tempat harimau menyerang Sutan.com/ Dewi KZ 147 Bagaimana dapat memotong daun dan dahan tak bersuara? Mereka menyesal mengikuti Wak Katok yang membawa mereka melalui hutan ini. Dan jika memotongnya menimbulkan bunyi yang terlalu keras." Tiraikasih Website http://kangzusi. Seluruh suasana hutan menekan perasaan dan mereka berjalan dengan diam-diam. Buyung merasa setengah menyesal karena telah mengambil jalan memintas yang tak pernah ditempuh orang ini. Wak Katok akan menggeram: "Jangan terlalu ribut kalian. yang tambah lama terasa tambah berat. entah di mana Barat. Masing-masing melangkah daun-daun pandan yang berduri. Orang tak dapat lagi memeriksa ke arah mana dia menuju. Tak seorang juga berselera hendak dengan pikiran-pikirannya. Entah berapa lama lagi mereka harus meng-harungi rimba jahat ini. hilang tak tentu rimbanya di dalam hutan yang dahsyat. Selatan atau Utara. . hingga tak ubahnya seakan ada seekor laba-laba raksasa yang memasang jaringjaringnya di seluruh hutan. Entah di mana Timur. dan kerapkali harus berhenti untuk memotong dahan-dahan dan membawa perasaan-perasaan-nya bercakap-cakap. Dalam hutan ini orang tak lagi dapat mengikuti kedudukan matahari. Mereka mungkin tersesat jika keadaan hutan begini terus.dari pohon ke pohon. Akan tetapi dia menahan hatinya.

tetapi tak serupa dengan apa yang pikiranpikiran yang demikian. baru terisi kekosongan yang ada di samping dirinya.tak hendak membiarkan dirinya dihanyutkan oleh Rubiyah. Dia masih tak mengerti benar apa perasaanya sebenarnya terhadap Siti Dia mengalihkannya dengan mencoba dalam kepalanya. Hanya jika dia kawin dengan Zaitun baru dia merasa dirinya lengkap. mengingat Zaitun. Karena itu Buyung menahan arus pikirannya yang demikian. dan menebas daun dan dahan dengan gerak tangan seakan tak disadarinya. yang mengatakan kepadanya. Dia merasa hanya dapat hidup dengan Zaitun. Sanip berjalan dengan diam. akan tetapi yang bekerja sendiri secara otomatis. Hatinya penuh gundah Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan terjadilah hal-hal yang tak dikehendaki atau ditakuti. bahwa orang tak boleh memikirkan merugikan tumbuh demikian dapat mempengaruhi diri orang. Kemudian dia menahan pikirannya kembali. dia tak hendak memikirkan apa yang harus dilakukannya jika mereka telah kembali ke kampung. dengan janjinya kepada Siti Rubiyah. Karena pikiran-pikiran atau membiarkan pikiran-pikiran yang dirasakannya terhadap Zaitun. Apa kiranya kerja Zaitun kini? Sedang memasakkah dia di rumahnya? Atau dia menjahit? Teringat pada Zaitun membawa pula ingatannya kepada Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 148 gulana. Dia ingin benar cepat-cepat meneruskan perjalanan . Dia teringat nasihat pamannyayangtua. baru hidupnya sempurna.

Hatinya pun segan untuk mengikuti jalan pikirannya. dari berbagai pengalamannya yang pahitpahit.. Baginya bersamasama mencari damar dengan kawan-kawannya yang lain adalah kerjasama yang sama-sama menguntungkan pada diri masing-masing. itulah semboyannya. Apa yang dapat mereka lakukan berempat dengan sebuah senapan tua Wak Katok? Meskipun hatinya agak terobat. dia sejak lama telah mengambil kesimpulan untuk tidak hendak mencampuri urusan orang lain. akan tetapi keraguannya belum hilang. karena ini lebih membesarkan kerusuhan hatinya saja. Selama umurnya yang telah enam puluh tahun.. Pak Haji yang berada paling belakang berjalan penuh dengan pikirannya sendiri pula.pulang ke kampung. Masing-masing orang wajib mengurus dunianya sendiri. Dia tidak percaya adanya manusia yang berjuang dan memikirkan dan malahan sampai memberikan jiwanya untuk kepentingan umum yang . karena diberi jimat baru oleh Wak Katok. Tidakkah Pak Balam memakai jimat. Lebih baik pulang ke kampung dan minta bantuan di sana untuk mencari Sutan. juga Talib dan Sutan? Dan bukankah mereka juga diserang sampai mati? Tetapi dia mendiamkan bisikan hatinya yang tak percaya. Dalam hatinya dia tak setuju mereka kembali memburu harimau. Ia tak hendak mencampuri soal-soal pribadi mereka. Lebih baik dia mengingat istrinya . dan dia tidak mengundang orang lain mencampuri persoalan dirinya.

Dia memang telah naik haji. dan tiba di kampungnya dia selalu pemimpin. sebaliknya telah menimbulkan celaka padanya. Selalu dia dapat memberi alasan mengapa dia tak hendak menotak untuk dituakan dan dijadikan . waktu mudanya. ketika ia mengembara ke seluruh dunia. Telah amat sering dia tertipu dahulu. Karena itu. Dia melakukannya karena hal ini perlu dilakukannya untuk dapat hidup damai dengan orang lain di kampung. betapa orang-orang yang datang kepadanya dan mengatakan hendak menolongnya.lebih besar. akan tetapi semua ini dilakukannya supaya dia jangan kelihatan berbeda dengan orang lain. Berkali-kali dia mengalami yang serupa itu sejak waktu mudanya. ketika dia pulang dari bertualang ke dunia luar. Dia telah terlalu banyak mengikuti orang-orang yang berkata demikian. akan tetapi kepercayaannya terhadap Tuhan pun sebenarnya telah hilang dari hatinya. Tak pernah dia menjumpai manusia yang benar dan yang adil yang terlebih dahulu melepaskan kepentingan dirinya untuk kepentingan orang banyak. Bukan saja dia telah kehilangan kepercayaannya Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 149 terhadap sesama manusia. yang terlebih dahulu lari menyelamatkan dirinya. Dia memang berpuasa dan bersembahyang. untuk kebahagiaan manusia-manusia lain yang lebih banyak. telah menunaikan rukun Islam yang kelima. Pengalamannya dalam hal-hal serupa ini telah terlalu banyak dan terlalu pahit.

Pernah dia ketika menetap di India. jatuh cinta kepada seorang perempuan di sana dan mereka menikah. dan gajinya jauh dari cukup.memimpin sembahyang. Inilah cintanya yang pertama. dan menghormati umurnya yang tua. Ketika itu Pak Haji (dia belum jadi haji di kala itu) memutuskan untuk pulang ke kampung. akan tetapi dia dan istrinya berbahagia dalam kemiskinan mereka Kemudian istrinya melahirkan anak. Pak Haji merasa puas dengan kedudukan serupa ini. atau dikemukakan dalam berbagai pekerjaan yang dilakukan orang kampung bersama-sama. atau melakukan khotbah. dan dia merasa bahagia sekali. Lama-lama orang di kampung biasa dengan sikapnya yang tak hendak mencampuri sesuatu. Ketika itu dia berumur tiga puluh tahun. terutama sekali disebabkan yang oleh pengalaman-pengalamannya sendiri sebagai salah seorang pemimpin di pahit. Seorang anak laki-laki yang amat disayanginya. Orang tetap memanggilnya Pak Haji.com/ Dewi KZ 150 sebuah toko. membawa istri dan anaknya. Dia tak perlu mengikuti seseorang pemimpin. dan dia pun tak perlu memberikan pimpinan. dan membiarkan dia sendiri. Dia bekerja sebagai pesuruh Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia berusaha sekuat mungkin menyimpan dan . Dia tak mencampuri soalsoal orang lain di kampung dan persoalan dirinya tak pula dicampuri orang lain Tentang kepercayaan pada Tuhan. akan tetapi dia tak terpandang kampung.

Dalam putus asanya dia mendoa kepada Tuhan supaya Tuhan menolong anaknya — hanya Engkau saja lagi yang tinggal. Ketika uangnya telah habis. Sejak itu kepercayaannya kepada Tuhan tergoncang sekali. Dia sampai memberanikan hatinya memasuki tempat bekerja seorang dokter kulit putih. Akan tetapi esok harinya anaknya mati. dan penyakit anaknya belum juga sembuh. Dia mengembara hingga tiba di negeri Arab. akan tetapi bertemu saja pun dia tak dapat dengan dokter itu. Selama petualangannya tak ada yang baik yang dilihatnya di antara sifat manusia.mendapat penghasilan yang lebih banyak untuk ongkos mereka pulang. karena tuannya yang diikutinya pergi melakukan ibadah haji. dia pernah menawarkan dirinya akan bekerja tanpa digaji selama setahun pada seorang tabib. yang dapat menolong anak hamba. Dia hanya melihat manusia menindas manusia. Ketika mencari tabib dan dokter itu sepanjang hari. . dia terus juga menggendong anaknya. Akan tetapi ketika bayinya berumur enam bulan. Dan ketika enam bulan kemudian istrinya meninggal pula akibat sakit disentri. anak itu jatuh sakit. dan uang simpanannya yang sedikit dengan cepat habis untuk membeli obat dan membayar tabib. dan di sana dia ikut naik haji. maka dia pun meneruskan pengembaraannya. Akan tetapi tak ada seorang tabib yang bersedia menolongnya dengan syarat demikian. asal tabib mau mengobati anaknya sampai sembuh. serunya dalam hatinya.

dan hasilnya hanyalah dia jadi alat orang yang berkuasa memukuli mereka. Di sana dia dapat berlagak sebagai guru silat yang besar. yang kuat. lihatlah Wak Katok. dukun yang berilmu tinggi. dia pernah ikut demonstrasi.com/ Dewi KZ 151 ditipu. Jika dia berbicara pantang disangkal. Malahan banyak yang takut pada ilmu-ilmu gaibnya. manusia merampas dan memperkosa manusia. Alangkah angkuhnya dan sombongnya dia. pemburu yang perkasa. menangkapi mereka. dan yang dilihatnya hanyalah orang kecil yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia bergerak melalui lapisan-lapisan kelas rakyat yang terendah di semua negeri itu. Pak Haji telah patah hati ketika dia pulang ke kampungnya. Dan apa yang dilihatnya terjadi di kampungnya tak banyak berbeda dari apa yang dialaminya di dunia luar. manusia merusak manusia. dizalimi oleh orang-orang yang berkuasa. Semua kata-katanya hendaknya diaminkan saja. Rakyat yang diperkosa itu masihlah merupakan jumlah yang terbesar dari manusia yang terinjak di atas dunia kita. diinjak. yang kaya. Dia telah pernah ikut mogok. dan membunuhi mereka. Sebuah contoh yang dekat saja. Semua orang segan dan hormat padanya. dan diperas dan diperkosa. dipergunakan. dia pernah ikut berontak. ketika dia berada dalam lingkungan kampungnya yang aman. Pak Haji sejak lama telah dapat melihat kelemahan-kelemahan dalam pribadi Wak Katok dan juga kelemahan dalam ilmu yang .manusia menipu manusia.

Dan dia telah bosan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Apa untungnya baginya membuka mata orang banyak? Dialah yang akan celaka. Dia tahu bahwa Wak Katok menghadapi krisis dalam dirinya. supaya jangan ada perasaan dan hati yang terganggu. maka itu persoalan mereka. Dia akan dibenci orang jika dia berbuat demikian. dirinya langsung diceburkan ke dalam sebuah keadaan yang penuh bahaya. manteramantera dan jimat-jimat Wak Katok. Akan tetapi kini. Di hari tuanya dia ingin hidup tak terganggu dan tak mengganggu orang lain. akan tetapi jika diberikan padanya. Dia tak percaya pada ilmu-ilmu. Itulah yang dikehendaki Pak Haji kini dalam hidupnya. mengangkatnya jadi pemimpin dan gurunya. Apa perlunya? Mengapa dia harus membongkar kedok Wak Katok pada orang-orang sekampungnya? Jika mereka senang dan berbahagia mengikuti Wak Katok. dan hidupnya adalah hidupnya sendiri. bahwa tekanan yang lebih besar akan diterimanya juga.com/ Dewi KZ 152 Hidup mereka adalah hidup mereka. Akan tetapi dia berdiam diri. Tiraikasih Website http://kangzusi. Sejak dia kembali ke kampung sikap ini dapat dipertahankannya. demi untuk menjaga . keadaan. Pak Haji dapat menyimpulkan. Dari ucapan-ucapan dan tingkah laku Wak Katok. Dia hanya akan mendapat musuh saja.dimashur-mashurkan orang tentang Wak Katok. Suka hati orang lainlah apa yang hendak mereka lakukan. Supaya dia dibiarkan sendiri.

karena Pak Haji bertekad dalam hatinya. bahwa hanya dia sendiri yang benar? Sikap Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari tangannya. dan terus hendak menutup kelemahan-kelemahannya. sikapnya caranya berbicara dan berbuat mulai mengalami perubahan. kecuali oleh orang yang mengamatinya dengan seksama. Demikianlah dalam berbagai hal yang hampir-hampir tak kelihatan. dan kebodohan-kebodohannya sendiri. Pak Haji mengamatinya dengan seksama sejak semula. yang pengakuan kelemahan terkandung dalam dirinya sendiri. sedikit demi sedikit. bahwa Buyung akan mudah dibicarakannyakah perasaan-perasaannya ini . ketakutan-ketakutannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan tak seorang juga yang dapat mengatakan apa yang akan dilakukan Wak Katok.com/ Dewi KZ 153 Akan dengan Buyung dan Sanip? Dia merasa. lambang kekuatan dan kekuasaannya. sebenarnya tak lain dari sejak sebuah harimau datang menyerang.mungkin meledakkan krisis ini. Perbuatannya mungkin akan menimbulkan bencana bagi mereka semua. manteramatera baru dan jimat-jimat baru? Dan memaksa dan mengancam orang supaya mengikuti semua kata dan kehendaknya? Yang berkeras mengatakan. Apakah dia akan berdiam diri. tak hendak menjadi korban pemimpin palsu. hampir-hampir tak kelihatan. dan membiarkan dirinya ditarik ke dalam kehancuran oleh seorang pemimpin yang tak hendak mengakui ketidakmampuannya. dengan memberikan perintah-perintah baru.

sependapat dengan dia. Dia akan membawa mereka sesat. dan betapa ketika dia hendak naik ke rakit yang telah banyak berisi orang. Rasanya kita tak jauh lagi. dan mereka tidak lagi dapat memburu. akan tetapi Sanip akan raguragu. Kini dia tahu akal bagaimana mengelakkan memburu harimau. akibat mereka tak dapat menembus topeng kepalsuan Wak Katok. Sanip. Buyung dan Sanip masih muda. Pak Haji. Tiba-tiba Wak Katok mengambil putusan dalam dirinya. dia didorong kembali ke dalam air. Akan dibiarkannyakah mereka tak mengetahui kelemahan dan kepalsuan Wak Katok? Tetapi seandainya mereka jadi korban. dan masa bodoh dengan orang lain? Ia ingat ketika sebuah biduk yang ditumpanginya karam di sungai Kuning di negeri Cina. bagaimana dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Berhentilah kini memotong daun dan dahan. bukankah itu tanggung jawab mereka sendiri dan bukan persoalannya? Bukankah persoalannya yang utama kini. nanti . Dia cukup merasa puas dibiarkan sendiri dalam hidup ini. hingga dekat malam. mungkin mereka akan jadi korban. Dengan suara yang tegas dia berkata: "Buyung. dan dia kini tidak akan mulai membawa orang lain ke dalam hidupnya. Akan tetapi haruskah dia berbuat demikian? Tidakkah ini berarti dia membawa campur orang lain ke dalam hidup dirinya? Akan tetapi jika yang lain tak diberitahunya. Untunglah dia dapat berpegang kemudian pada sebuah tiang kayu yang terapung.

Mereka tak dapat lagi mengira-ngirakan telah berapa lama mereka rasanya berjalan demikian. Mereka juga tidak dapat mengetahui telah jam berapa kini. belukar lebat dan rapat sekali.com/ Dewi KZ 154 tempat mereka terpaksa berjalan membungkuk. "Badak. Mereka Meskipun kini perjalanan mereka jadi bertambah sukar. Seluruh badan mereka dapat menerima kebenaran perintah ini. sakit dan letih.terdengar padanya. karena air masih mengisinya perlahan-lahan. dan baju dan kulit mereka acap tergores oleh duri daun-daun pandan. bukan saja karena keletihan. Kelihatannya jejak baru sekali. bahwa bukan jejak . akan tetapi juga karena hawa panas dan lembab yang memberat di dalam hutan. karena mereka tak dapat memotong jalan. Sanip merasa lega ketika dia melihat. Dan hutan itu terasa seakan tak ada akhirnya. Hutan gelap yang basah itu seakan telah menelan mereka. mereka menguatkan hati untuk cepat dapat ke luar dari hutan gelap. karena matahari tetap tak terlihat dari bawah. Ketika mereka tiba di pinggir sebuah anak sungai kecil yang mengalir lambat. Buyung membungkuk dan menunjuk pada jejak-jejak di pinggirnya. di dalam lumpur. Napas mereka terengah-engah. Di banyak Tiraikasih Website http://kangzusi." bisik Buyung.

Buyung memandang kepada Pak Haji dan Sanip. karena dia berjalan dan melangkah seakan tak ragu-ragu. Wak Katoklah yang berjalan di depan. Wak Katok juga. Mereka terlalu letih.com/ Dewi KZ 155 lagi. ketika mereka diajak Wak Katok meneruskan perjalanan." kata Wak Katok. dan yang tahu jalan dan arah. Mata angin tak dapat ditentukan karena matahari tak tampak menembus belukar. Karena itu pun dia puas menyerahkan pada Wak Katok untuk menentukan arah yang harus mereka ambil. "Berapa lama lagi kita ke luar dari hutan ini?" "Tak lama lagi!" kata Wak Katok. Dan Pak Haji. Selama makan mereka pun tak bercakap-cakap. Dan Wak Katok terus melangkah dilarangnya menebas pohon dan dahan. . dan mereka masih juga mengharungi hutan yang gelap. mencoba untuk mengajuk perasaannya. Akan tetapi ketika menurut perkiraannya telah tiba waktu sembahyang asyar. yang basah dan panas lembab itu. Hanya Buyung yang bertanya. Kelihatannya seakan dia tahu.harimau. Karena dialah yang jadi pemimpin. Buyung sendiri pun merasa seakan kehilangan arah. dan kelihatannya hutan masih tetap luas dan tebal di sekelilingnya. "Mari kita makan di sini. Dia tak lagi dapat mengatakan dengan tegas arah mana yang akan membawa mereka ke tempat Sutan diserang harimau. apakah Wak Katok juga tahu ke arah mana dia membawanya. Sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Apakah mereka tak merasakan keraguan yang kini dirasakannya Tetapi tak dapat dia membaca sesuatu apa di muka Sanip. mulai timbul keraguan dalam pikiran Buyung.

Pak Haji beberapa saat tak dapat berkata-kata. muka Pak Haji pucat ketika melihat badan dan kepala ular hijau yang kini bergerakgerak jatuh di tanah yang lembab. Dia hampir saja dipatuk oleh ular yang berbisa itu yang turun dari pohon ketika ia lewat. Mereka semua terhenti. Ular selalu merupakan alamat buruk.. Buyung. Dan dengan diam memandangi ular yang telah bercerai kepala dari badannya di atas tanah. Dia masih amat terkejut. Kemudian Wak Katok berpaling dan meneruskan perjalanan.. Untunglah Buyung memalingkan mukanya hendak melihat wajah Pak Haji.. Buyung melompat amat cepat mendekati Pak Haji .. Karena jika tebasan parang Buyung tidak tepat. nah." kata Pak Haji. Sanip pun terdiam.. Dan Tiraikasih Website http://kangzusi. Ada orang yang telah menolongnya. kena dia!! Buyung berseru gembira .. Wajahnya pucat. "Terima kasih.Dan ketika dia melihat ke wajah Pak Haji . Untuk pertama kalinya Pak Haji merasakan sesuatu yang ganjil di dalam hidupnya. Ular yang amat berbisa. Malahan telah menyelamatkan jiwanya. parang panjangnya dihayunkannya.. Mereka semua terkejut.com/ Dewi KZ 156 orang itu tidak meminta sesuatu dari dia. Wak Katok kembali beberapa langkah. Engkau telah menyelamatkan jiwaku. Pertolongan diberikan padanya tanpa diminta dan dengan cepat sekali. maka dialah .. tanpa memperhitungkan bahaya terhadap dirinya sendiri. Pak Haji terdorong ke pinggir terkejut .

Pak Haji mempercepat langkahnya. Merubah nilai-nilai yang dipegang teguh selama hidup di hari tuanya. "Tentu aku bersedia menolong Pak Haji. dan mendekati Buyung dan berkata kembali: "Terima kasih Buyung. memang sukar bagi setiap orang. bahwa Buyung telah cepat dan tanpa berpikir panjangpanjang datang menolongnya." tambahnya kemudian. atau karena kebodohannya. Dan tak pula dia mengharapkan balas jasa. aneh pikirnya. tak dapat dihilangkan dengan berbagai dalil-dalil yang dibuat. Pak Haji pun tak begitu mudah hendak melepaskan ukuran-ukuran yang telah dipasangnya selama ini. mungkin karena Buyung masih terlalu muda. Apakah Buyung kurang makan garam pahit penghidupan karena dia masih muda. dari bahaya maut yang tak dilihatnya. tanpa memikirkan bahaya untuk dirinya sendiri. ada juga orang yang serupa itu. Aneh. Kenyataan itu tetap ada. Ah. Dia kembali mempercepat langkahnya mendekati Buyung yang berjalan di depannya. "Dan tak ada bahayanya bagiku. Pak Haji membiarkan Buyung berjalan dahulu dan dia berpikir. semua ini tidak dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. katanya kemudian. belum banyak makan pahit garam penghidupan. mengelakkan dia." katanya dengan sederhana. karena itu dia berbuat demikian. Akan tetapi pikiran Pak Haji tidak pula dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi.yang akan diserang ular berbisa. siapa saja yang dalam bahaya. Engkau bersedia membahayakan jiwamu untuk menolong aku?" Buyung memandang kepadanya agak heran. yang bersedia menolong orang lain. .

kawan kita yang bertiga tidak akan hidup lagi. atau merusak orang lain. Akan habis lembu dan kambing." katanya." jawab Buyung kemudian." kata Buyung. Masa harus kita tunggu dulu diri kita yang kena bala maka baru kita . "mengapa kita saja yang memikul tugas membunuhnya?" "Tak sampai ke sana pikiranku. menyerang ternak. dan aku tak tahu bagaimana harus memburu binatang buas yang berbahaya serupa itu. Pak Haji meneruskan: "Kalau sekedar hanya untuk menuntut bela saja. "dan jika tak kita buru kini. biarpun harimau itu kita bunuh. dan siapa tahu orang kampung pun akan jadi korbannya.” "Tetapi tidakkah itu menjadi urusan orang sekampung nanti?" kata Pak Haji. maka kita yang paling dekat wajib melawannya. maka harimau akan datang ke kampung." kata Buyung." Pak Haji memberikan penjelasan. "Untuk apa? Apakah hanya untuk membalas dan menuntut bela kematian ketiga kawan kita saja?" tanya pak Haji. di mana kita bertemu dengan yang jahat.' "Aku bukan pemburu. "menurut rasa hatiku.“Buyung. Belum sempat Buyung menjawab.com/ Dewi KZ 157 Buyung memalingkan kepalanya melihat kepada Pak Haji. karena harimau telah bersalah membunuh kawan-kawan kita. merusak orang banyak. bukan?" "Untuk menuntut bela. dan hendak merusak kita. "Perlu. "sungguh perlukah engkau rasa kita memburu dan membunuh harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi.

Wak Katok berpaling menghadapi mereka. Tak ada maksudnya untuk membawa mereka kembali ke bekas-bekas yang telah mereka lalui. Disengajanya berbuat demikian. Mukanya keras. mengapa Pak Haji berpikir demikian. agar mereka terlambat tiba di tempat Sutan diterkam. Adaada saja Pak Haji. Akan tetapi dalam hati Buyung timbul ingatan. Tak disangkanya Pak Haji akan berkata serupa itu. memalingkan kepalanya ke depan. kita tersesat sudah. dia telah sengaja membuat mereka tersesat dalam hutan gelap. Dan dia akan selamat semalam lagi. Memang sejak mereka habis makan. Dan siapa tahu dalam semalam harimau akan . Pak Haji tersentak bangun dari arus pikiran-pikirannya ketika mendengar Buyung berseru: "Wak Katok. Rupanya mereka telah berputar-putar saja sepanjang hari di dalam hutan gelap. dan beberapa jam lagi malam akan tiba. Kita kembali lagi ke tempat yang sudah kita lalui!" Dan Buyung menunjuk pada menimbang-nimbang apa yang dikatakan daun-daun pandan berduri dan dahan kayu bekas kena tebas parang. bisiknya pada dirinya sendiri.com/ Dewi KZ 158 Buyung tersenyum. mungkin Pak Haji hendak mencoba-coba hatinya. Tetapi dia tahu bahwa waktu asyar telah lewat. dan ke bekas jejak-jejak kaki di tanah. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan Pak Haji kembali Buyung.bangkit melawannya? Masa kita berdiam diri selama diri kita yang tak kena?" Dalam hatinya Buyung merasa heran. dan mereka akan terpaksa menghentikan pemburuan. dan memasang pondok dan menyatakan api.

Dengan cepat mereka kemudian memasang pondok. Dengan enggan Buyung menahan dirinya. menuruni sebuah lereng bukit yang ditumbuhi semak-semak. dan tiba di tempat yang lebih terbuka. menuju sebuah anak sungai kecil yang mengalir di antara batu-batu besar. Sedang jika mereka memintas siapa tahu. Akan tetapi mata Buyung yang tajam telah melihat bekasbekas tebasan daun dan dahan. karena dia sendiri pun tak terlalu yakin kini arah mana sebenarnya tempat Sutan diterkam harimau. Akan tetapi dia menutup Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan perasaan amat lega. Wak Katok mempercepat langkah. dan minum air dengan lahapnya. Mereka berlari menuju sungai. Mereka cepat-cepat mandi. mereka melihat pohon-pohon tumbuh bertambah jarang. mereka akan dapat keluar hutan lebih cepat." jawabnya dengan singkat. Kembali mengikuti jalan yang telah mereka tempuh dari pagi akan mengambil waktu yang begitu lama. dan tak lama kemudian mereka keluar dari kegelapan hutan. mengumpulkan kayu bakar dan memasang api unggun.pindah. . "Mengapa tersesat? Sengaja memang aku bawa kalian ke mari karena jalan terus lebih berat lagi. hingga mereka akan beruntung jika dapat ke luar dari hutan gelap sebelum magrib tiba. Ini soal biasa jika kita mencoba memintas hutan.com/ Dewi KZ 159 mulutnya. Air sungai terasa segar dan sejuk sekali. mencuci muka dan tangan mereka. mencari mangsanya ke tempat lain.

Kampung mereka. dan membentak: "Engkau hendak mengambil senapanku?" Buyung agak terkejut melihat kerasnya reaksi Wak Katok.com/ Dewi KZ 160 Sejak Buyung mengatakan mereka tersesat di hutan gelap. Waktu makan mereka tak banyak bercakapcakap. Dan dia tahu. setelah lewat hutan yang basah tadi?" Wak Katok melihat padanya penuh curiga. Buyung berdiri dan meraihkan tangannya. dan seakan-akan ia hendak mengambil senapan. dan berkata: duduk dekat api dengan pikiran- "Maksudku hanya hendak mengingatkan Wak Katok untuk memeriksa apakah mesiu di dalam masih kering. Pak Haji pun tidak Mereka semuanya merasa terlalu letih untuk dapat bangkit lagi selelah makan. Pada waktu magrib itu tak seorang juga yang sembahyang. Masing-masing pikirannya sendiri. rasanya amat jauh sekali. tapi Wak Katok menyentakkan senapan jauh dari jangkauan tangan Buyung.segera memasak. Tiba-tiba Buyung melihat kepada Wak Katok yang duduk memangku senapannya. Apa yang mereka gunjingkan? Tahukah mereka. hatinya bertambah tak enak. dan kemudian memandangi Pak Haji dan Sanip dengan air muka yang sama. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan tidaklah lebih baik senapan dibersihkan dan dikeringkan lagi. di mana keselamatan menunggu. bahwa Pak Haji dan Buyung berbisik-bisik sepanjang jalan di hutan gelap di belakangnya. bahwa dia takut? Bahwa dia enggan mengejar harimau? .

akan tetapi diam saja." kata Wak Katok. Dia akan kehilangan kekuatannya menghadapi mereka. "Kalian sangka aku bodoh? Ha-ha-ha!!!" Dia memeluk senapannya lebih kuat. suaranya ganjil. Jika dia berbuat demikian. tak tahu sesuatu apa. Yang mesti diawasi oleh Wak Katok adalah Buyung dan Pak Haji. Sungguh sikap mereka kelihatannya telah berubah kini. berbuat pura-pura bodoh. Pak Haji. maka turutlah . dengan kepala terkulai. "Jika hendak selamat. ha-ha-ha-! kalian hendak selamat pulang ke kampung?" tanyanya kemudian. Wak Katok tertawa sendiri. "Ha-ha-ha. "tidak sia-sia aku menuntut pelajaran jadi dukun puluhan tahun. Dari mereka bahaya mungkin tiba Apa maksud Buyung hendak meraih senapan. "Ya. Sungguh licin juga akal mreka untuk membuat dirinya tak berdaya. Tidak. pada kesaktiannya. akan tetapi aku tahu apa yang ada dalam kepala kalian. Apakah Pak Haji dan Buyung telah berkomplot untuk merebut senapan dari tangannya? Guna menyelamatkan dirinya sendiri? Tidak. dia tidak begitu bodoh akan mengeluarkan peluru dan mesiu dari senapannya. dia lebih pintar lagi dari mereka. pada kejagoannya? Mengapa mereka tak bercakap-cakap. Sanip sendiri pun hanya duduk terpekur saja. berpandanganlah kalian. maka senjatanya yang ampuh akan tak berdaya.Tidak percaya lagikah mereka pada pimpinannya." kata Wak Katok. Mereka memandang padanya keheranan. dan mengamat-amati mereka. keras dan kaku. Sanip dan Buyung berpandangan heran.

"Dan aku mesti melindungi dan menyelamatkan kalian. sama juga dengan orang lain? Tetapi engkau ingin purapura suci. Buyung!!! "tiba tiba dia berpaling galak kepada Buyung. engkau pencuri. engkau telah berzinah?" Dia tertawa lebih keras melihat sikap Buyung yang terkejut. "Apakah kalian menyangka. ya." kata Sanip. engkau telah khianat. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mintalah ampun! Mulailah engkau Sanip!" perintahnya. engkau telah mengambil hak orang lain. "Dan kalian berdua. pendusta. dan dia tertawa. yang tak hendak campur . buruk dan jahat sekali. Akuilah dosa-dosa kalian padaku. pembohong!" kata Wak Katok. Pak Haji yang angkuh hati. engkau juga telah melakukan semuanya. "Ha-haaaa. Pak Haji. Apa kejahatan yang telah engkau lakukan? Engkau telah mencuri. sedang kalian sudah mengetahui dosa-dosa orang lain?" "Nah. ya???" Wak Katok berdiri menghadapi mereka. "Dan Pak Haji. "Ya. Apakah kalian berdua orang suci. dan Buyung. aku belum mendengar kalian mengakui dosadosa kalian. anak muda yang alim. yang tak berdosa sama sekali? Ha-ha-haa-haaaa!"dia tertawa terkekehkekeh. kalian tidak usah mengakui dosadosa kalian. anak muda yang bersih. "Berceritalah engkau tentang dosa-dosamu.kataku. anak muda yang santun eh??? Ha-aaaaa!!! Kalian merasa diri kalian lebih baik dan lebih suci dari aku.com/ Dewi KZ 161 "Tetapi aku sudah mengakui dosa-dosaku. baiklah pula Pak Haji mengakui dosadosanya. orang-orang yang berdosa ini? ejeknya.

aku tembak engkau.com/ Dewi KZ 162 Buyung tinggal duduk dan memandangi Wak Katok dengan sinar mata yang keras. "Sungguh hendak Wak Katok tembakkah aku? tanyanya dengan suara yang agak tergoncang. Adillah jika kini engkau menceritakan pula dosa-dosamu! Hayo. Mulailah engkau. Engkau telah mendengar dari mulut Pak Balam tentang diriku. "Apakah hak Wak Katok memaksaku?" tanya Buyung. "Pak Haji apakah orang suci. Apa benar yang istimewa pada Pak Haji? Karena Pak Haji sudah lama dan banyak merantau? Mana ilmu yang Pak Haji kumpulkan? Mengapa tak disiarkan kepada orang banyak?" Wak Katok tertawa keras. ceritalah. "Aku tidak main-main. apakah orang tak berdosa? Ayuh.dengan orang kampung. karena menahan rasa marahnya. lekas!" bentak Wak Katok. "Aku bunuh engkau. hayo. Dia mengacungkan senapannya kepada Buyung. engkau hendak melawan akuuuu?" teriak Wak Katok dengan marah. Buyung berdiri perlahan-lahan. jika engkau tidak hendak mengakui dosadosamu. lekas!" dan Wak Katok mengacungkan laras senapannya ke dada Buyung. Mengapa aku harus dipaksa mengakuinya?" . Buyung". akuilah dosadosa kalian. Dia telah memutuskan untuk tidak bercerita kepada siapa pun juga tentang apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Engkau tak hendak bicara. tak hendak ikut dengan orang banyak. "dosa-dosaku adalah soalku sendiri.

jika itu yang Wak Katok inginkan!" Keraguan terlintas di belakang mata Wak Katok menghadapi kepala batu Buyung. maka aku menyuruh kalian mengakui dosa-dosa kalian. baiklah." kata Pak Haji. karena akulah yang berkuasa. "tembaklah aku.com/ Dewi KZ 163 Tetapi Wak Katok cepat berpaling kepadanya." kata Buyung dengan singkat. Sudah lupakah kalian pada kata-kata Pak Balam?" balas Wak Katok. Giliran Pak Haji mereka. dan membentak: "Jangan Pak Haji campuri perkara ini. Pak Haji yang sejak tadi memperhatikan menyela: "Sabarlah kalian berdua. senapan lantak ini dapat aku memaksa engkau?" "Aku tak hendak bercerita. Ada orang yang tak hendak mengakui dosanya. maka dengan terus terang akan aku akui. aku menghendakinya." katanya dengan suara yang tenang dan sabar. Mengertikah .. Kalau Wak Katok merasa perlu mendengar dosadosaku." Tiraikasih Website http://kangzusi." Tetapi Pak Haji menguatkan hatinya: "Dengarlah kataku dahulu. "Mengapa kita jadi begini? Tidakkah kita masih menghadapi bahaya bersama?" "Untuk menyelamatkan kalianlah. Engkau lihat ini. "tetapi kita tak boleh melakukan paksaan.. malahan pada Tuhan sekalipun dia tak hendak mengakui dosanya. Aku telah karena aku adalah pemimpinmu. dengan tak disadarinya. karena aku adalah segera juga akan datang. Tak ada gunanya dipaksa orang yang demikian. siapa pun juga mengikuti keinginanku."Karena gurumu.. Tunggulah hingga giliran Pak Haji tiba. "Baiklah.

aku sudah berzinah. tidak saja dengan Pak Haji. orang banyak." Pak Haji duduk membelakangi Wak Katok. belumlah akan habis ceritanya.com/ Dewi KZ 164 hidup sendiri saja. Kalau akan aku sebutkan satu persatu segala dosa yang aku lakukan. itulah kepercayaanku selama ini. aku sudah merampok. atau yang dilakukan orang terhadap diriku. yang aku lihat dilakukan orang. aku sudah berdusta. jangan diganggu karena aku sudah kehilangan kepercayaanku pada manusia. aku sudah mendengki. aku sudah membunuh. akan tetapi juga dengan Buyung. Orang hanya dapat hidup untuk dirinya sendiri saja. orang sekampung. maka sampai pagi aku bercerita. aku sudah khianat.melakukan segala dosa yang dilakukan orang di dunia ini. sudah didustai. Aku pun telah mengalami hampir segala dosa yang dapat dilakukan orang terhadap diriku sebagai manusia. sudah dirampok. Karena itu aku menyendiri. Wak Katok merasa marah sekali. dari semenjak Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan Tuhan ke dunia. karena itu aku tak hendak mencampuri soal orang lain. karena itu aku ingin dibiarkan Tiraikasih Website http://kangzusi. dan jangan aku diganggu lagi. Nah itulah supaya Wak Katok tahu. Di dunia ini dosa-dosa yang telah aku lakukan dan yang dilakukan orang terhadap diriku telah bayar-membayar. Tetapi dia merasa sikap tak perduli Pak Haji sebagai . Aku sudah menipu. dan aku pun sudah ditipu. sudah dikhianati orang. dengan Sanip dan dengan semua manusia. sudah didengki.

..!!!" Tetapi Buyung tetap tinggal diam.com/ Dewi KZ 165 hatinya diremas dan terhimpit oleh batu besar ketakutan. ketika itulah mereka mendengar auman harimau yang dahsyat." Buyung tak membuka mulutnya. diikuti oleh Sanip dan Pak Haji. "Ti." katanya. keras dan penuh mengandung ancaman dan kengerian. Dengan hati berdebar-debar dan perasaan tergoncang. "satu. "Aku hitung sampai tiga. Akan tetapi kemana hendak lari? Harimau itu mengaum kembali... Mata mereka berpandangan." Buyung memandang terus padanya dengan keras. engkau masih belum bercerita. "Dua. Air mukanya pun keras dan tegang. Dan dia belum siap untuk menembus tembok tak perduli itu dengan peluru atau dengan kekerasan lain.sebuah tembok yang sukar dipecahkannya. Wak Katok mengangkat laras senapannya. dengan penuh takut mata mereka mencari-cari berkeliling. dan cepat. Buyung segera menghunus parang panjangnya. dan hanya memandangi muka Wak Katok. Dan masih juga belum .. Pak Haji dan Buyung terlompat berdiri. yang datang tak jauh dari hutan yang gelap di sekelilingnya. Wak Katok terkejut. membidik dada Buyung. "Engkau Buyung. Wak Katok merasa Tiraikasih Website http://kangzusi.. Sanip. berpaling memandang ke hutan yang gelap di luar lingkaran cahaya api.. Ingin dia hendak lari. Ayolah sekarang.. Karena itu dia mengalihkan perhatian kembali kepada Buyung.

Suaranya meminta dan mendesak dengan kerasnya. dan kemudian Wak Katok menarik pelatuk senapan . seakan tak bergerak. Dan kini mereka melihat sang harimau — dua buah mata yang bersinar hijau. dan lidah-lidah api unggun melonjak ke atas. entah karena membaca mantera-manteranya. sepasang mata itu diam saja.. menerangi lingkaran yang lebih besar lagi. entah karena ketakutan. berbunyi tik! Senapan tak meletus! Dia telah mengabaikan nasihat Buyung untuk mengganti mesiu. dan kini mesiu yang telah basah tak hendak meletus. sambil berseru: "Lemparkan kayu menyala!" dan cepat Buyung melompat melontarkan sebuah kayu besar yang terbakar menyala ke arah kedua mata yang . seperti sinar belerang di dalam gelap. membidik. Wak! Tembak di antara dua mata hijau itu!" bisik Buyung dengan amat sangat.. Ketika mendengar bunyi — tik! Buyung terus mengerti. Wak Katok seperti orang yang terpukau. dia melompat ke api unggun. "Tembak. Buyung membesarkan api unggun dengan menambah kayu-kayu ke dalam api. Wak Katok kelihatan mulutnya komat-kamit. mengangkat senapan ke bahunya.dapat mereka menentukan kira-kira dari mana datangnya arah aumannya. Tiba-tiba mereka mendengar bunyi dahan kering dipijak — kretek! Dan mereka berpaling ke arah itu. Cahaya api meluas. lamalama. di antara semaksemak.

" . supaya melemparkan kayu lebih banyak lagi ke atas api. Dalam sekejap mata. dan baru Buyung berpaling melihat pada Wak Katok telah selesai mengisi senapan dengan mesiu baru. guru silat yang paling pandai.com/ Dewi KZ 166 menyala di tangannya. Lihat ini . Alangkah terlempar terperanjatnya mereka melihat senapan ke tanah dan Wak Katok menggulungkan badannya di dalam pondok. dukun paling besar. dan mereka melihat kedua mata itu berbalik.bersinar hijau. jauh dari segala ancaman dan bahaya di atas dunia. dan dia berlari kembali ke api unggun. dan menyerangnya. pemimpin yang paling besar. Mereka menunggu apakah harimau akan kembali. Suara Sanip penuh amarah.. seakan seorang yang ingin menyembunyikan dirinya ke dalam perut bumi.. Akan tetapi setelah beberapa lama mereka menunggu penuh ketegangan. "Cepat Wak Katok. "Inikah Wak Katok yang gagah perkasa itu. menyiapkan sebuah kayu yang Tiraikasih Website http://kangzusi. dan suara menggeram-geram. dan menghilang. Mengapa Wak Katok kini hendak bersembunyi ke dalam tanah? Engkau guru palsu. benci. disusul oleh lemparan Pak Haji dan Sanip. bahwa Wak Katok amat ketakutan. tukar mesiu baru!" kata Buyung. guru paling besar. Sanip tiba-tiba melompat dan menarik Wak Katok berdiri. Buyung. Sanip dan Pak Haji insyaf. mereka tak lagi mendengar suaranya mengeram atau mengaum. sambil berseru pada Sanip.

manteramanteramu palsu. Karena Wak Katok telah memaksa istri Wak Hitam.." "Berhenti engkau berbicara. di pinggir sungai." Buyung memandangnya dengan terkejut. "aku lihat engkau dengan Siti Rubiyah . Aku tak paksa dia. engkau lihat. "oh. telah binasa.. ya? Tapi matamu tak cukup tajam. Akan aku ceritakankah padamu dosamu. tetapi aku lihat dengan mata kepataku sendiri.. dan memasang mesiu dan peluru baru. Engkau memaksa orang mengakui dosa-dosa. lihatlah. Dan dia pun akan mau tidur dengan siapa saja yang mau memberinya uang atau membelikannya baju. "Ya. Inilah jimat-jimat yang dipakai juga oleh Pak Balam. Kalian juga bernafsu hendak tidur peluru dan mesiu. dan dengan tangan gemetar dan tergopohgopoh mengeluarkan senapannya. Pangkal celaka kita tak lain adalah Wak Katok sendiri.. oleh Talib.. mereka telah mati. Wak Katok mengambil senapannya kembali. Harimau yang datang menyerang kita adalah harimau Wak Hitam. aku bayar dia. di mana mereka kini.Dia membuka ikatan jimat-jimat di pinggangnya." Sanip terus juga berbicara.. "Ya. Engkau tahu. tetapi bagaimana dengan dosa-dosamu sendiri. membersihkan . "Jimat-jimatmu palsu. bangsat!" serunya. dan bukan saja dosa-dosamu yang diberitahukan oleh Pak Balam.?" Wak Katok diam saja. Tiraikasih Website http://kangzusi. oleh Sutan.. kalian mungkin tak percaya.. karena mempercayai engkau.com/ Dewi KZ 167 Sedang Sanip berkata. aku lihat. dan dilemparkannya ke tanah.

com/ Dewi KZ 168 akan memilih maut yang lebih jauh dari maut yang lebih dekat. akan tetapi salah seorang dari mereka pasti akan jadi korban. Rasa kecewa. bukan? Kalau tidak mengapa engkau di sana. akan tetapi entah bagaimana. kalau tidak mengintipnya sedang mandi. Biarpun sekali bertiga mereka melompat hendak merebut senapannya. mengambil bungkusan mereka dari pondok. Sanip. di mana harimau berjalan mondar-mandir.. menerkam berarti maut juga. bukan? Tapi kalian bukan jantan. sesuatu yang bersih . Buyung tak tahu apa yang dirasakannya..dengan dia. memegang parang mereka. Tiba-tiba Wak Katok berseru: "Pergi kalian sekarang juga dari sini! Siapa yang tak pergi aku tembak!" Kelihatan benar pada mereka. Mereka akan ditembaknya. bahwa Wak Katok tak dapat diajak berbicara lagi. bukan?" Dia memandangi mereka dengan air muka penuh kemenangan. melintasi dunia kecil yang terang dan panas yang diciptakan oleh api unggun. kalian takut pada Wak Hitam.. Mereka bertiga berdiri. Manusia Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan langkah yang berat dan hati enggan. dan perlahan-lahan melangkah. Akan tetapi maut ini lebih dekat. bercampur dengan rasa lega. dan ketika mereka menghilang ke dalam menunggu kesempatan untuk .. dia merasa seakan kehilangan sesuatu. Masuk ke dalam hutan yang gelap. Bukan dia sendiri .

" Mereka bertiga berbisik-bisik mengatur siasat. bagaimana hendak menyerbu dan merampas senapan dari Wak Katok. ada akal! Dia akan memasang api unggun berkeliling. bahwa dia tinggal sendiri. dan merebut senapan dari Wak Katok. dan hutan besar yang gelap gulita. Tiba-tiba Wak Katok merasa sekali. Hingga ke perut dan selangkangnya terasa basah. Ha-ha-ha-haaa!" 0oo0 KETIKA tiba di kegelapan diluar batas terang api unggun Buyung berhenti. memasang telinganya tajamtajam. Dia Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dia akan aman di tengah lingkaran api. membantingbanting hatinya. harimau akan menyerang mereka bertiga. Dan lalu hatinya jadi sejuk diremas ketakutan. hingga peluh dingin meleleh di keningnya. Kita harus kembali. dan seluruh dahulu kepadanya? Dan bagaimana kalau . Akan datangkah harimau kembali? Tidak. Akan tetapi jika harimau datang terlebih mesiunya yang baru tak pula meledak? Apa yang mesti dilakukannya? Dia hanya tinggal sendiri. Hanya dia dengan api unggun.com/ Dewi KZ 169 memandang berkeliling. membasahi badannya. Aduh.gelap. seperti ombak yang setinggi pohon kelapa. Wak Katok berseru: "Matilh kalian dimakan harimau di sana. mukanya. tengkuknya. Rasa takut datang melandalanda. dan berteriak kepada Pak Haji dan Sanip: "Tak mungkin kita meneruskan perjalanan dalam gelap. karena dia ingat harimau yang berada di dalam gelap hutan.

dan lebih hebat lagi. Akan tetapi ketegangan dan ketakutannya kembali dengan cepat.memukul-mukul. napas yang merasa agak lega. Maka dia masih punya kawan-kawan yang mendampinginya menghadapi harimau. dan mereka bertiga yang selamat pulang ke kampung. Karena tahu kini. tetapi tiba-tiba dia sadar. Bagaimana kalau harimau datang menyerangnya. karena tiba-tiba dia berpikir. dia napasnya perlahan-lahan. melihat ke belakang. Tibatiba dia terkejut amat sangat. Telinganya dipaksakannya untuk mendengar dan menafsirkan pada semua bunyi yang terdengar olehnya. Bunyi-bunyi serangga malam yang biasanya memenuhi rimba pun seakan berhenti. ketegangan yang menekan dirinya agak kendur. Telinganya seakan mendengar langkah yang halus. alangkah baiknya jika dia tak mengusir kawankawannya tadi. bahwa suara yang mengejutkannya tadi adalah pukulan jantungnya sendiri. karena dia telah meniduri Siti Rubiyah? Tiba-tiba dia memutar badannya dengan cepat. Akan tetapi seluruh hutan rasanya sunyi dan sepi. kaki-kaki berjingkatjingkat . Dia seakan mendengar bunyi yang berat dan keras dung-dung-dung . dia memandang berkeliling penuh ketakutan. bahwa yang didengarnya adalah bunyi pukulan jantungnya sendiri. Bagaimana jika harimau itu sungguh harimau yang dikirim oleh Wak Hitam untuk membalas dendamnya. Dia melepaskan ditahannya entah berapa lama. yang berdebar-debar amat hebatnya.dan memegang senapannya kuat-kuat. yang datang perlahan.

Kemudian dia mengambil potongan-potongan dari onggokannya. Seakan kini dia mendengar telapak datang dari arah yang lain.supaya jangan terdengar. dan disusunnya menjadi api unggun yang kedua. dan membesarkan api unggunnya yang kedua. dia berlari kembali mengambil lagi beberapa potong kayu yang menyala. Buyung . Karena kegugupannya beberapa potong kayu yang menyala. Kemudian dia melompat berbalik lagi. dan menyusun kayu di tempat lain. dan mencoba menembus gelap. Ketika dia memasang api unggun yang keempat. dan ketegangan yang dirasakannya serasa tak tertahan lagi olehnya. Lalu dia mengambil keputusan dengan cepat. Lalu dia melompat memasang api unggun yang ketiga. Dia hendak Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 170 membuat api unggun yang melingkarinya dan dengan demikian nyala api berhenti dan hanya ujung kayu yang merah membara saja yang tinggal. Dengan terburu-buru dia membungkuk. menghembus-hembus bara merah. Dia berlari mengambil tangannya gemetar. Rasanya dia seakan tak sabar hendak menyalakan api unggun sekaligus. dan setelah api menyala. menyelamatkannya. Matanya mencoba menembus hitam daun-daun rapat dan gelap gulita di antara daun-daun. akan tetapi kakinya hanya dua dan tangannya hanya dua. Seluruh gerakgeriknya cepat dan penuh kegugupan. Jika dia tak berhasil menyatakan api pada percobaan yang pertama atau yang kedua. maka rasa tak sabarnya bertambah tinggi.

Mereka membalikkan Pak Haji. si tua ini. "Kuat sekali dia.com/ Dewi KZ 171 payah. Dia hanya melihat Pak Haji muncul dari semak-semak di depannya. Wak Katok mengangkat kepalanya. dan Buyung tiba di punggung Wak Katok. Wak Katok terjatuh. menggosok-gosok seluruh badannya yang kesakitan. Ketika dan itulah kecepatan Sanip pergumulan mendapat mereka mulai dan berkurang. dan . dan melompat menyerbu hendak menyergap Wak Katok.memberi isyarat. bunyi burung hantu. yang tiap sebentar terjatuh ke atas api. Pak Haji jatuh tersungkur. Sanip dan Pak Haji datang menyerang dari jurusan yang lain. Wak Katok berpindah tempat. tak sadarkan dirinya. kesempatan menghayunkan sepotong kayu ke kepala Wak Katok. Wak Katok yang memegang senapan dengan tangan kirinya memindahkannya ke tangan kanannya. tak mengetahui Buyung datang menyerang dari belakangnya." kata Buyung kepada Sanip. Dengan cepat Buyung dan Sanip mendekati Pak Haji yang masih tersungkur di tanah. sukar Sanip untuk dapat memberikan bantuan kepada Buyung. didorong oleh ketakutannya dan kemarahan hatinya yang amat sangat. Dia lebih kuat dari Buyung dan memang lebih mahir ilmu silatnya. bahkan sampai-sampai berkelahi dengan hebat. Mereka terjatuh bergumul. Buyung mulai Tiraikasih Website http://kangzusi. untuk berputar ke tanah kembali. akan tetapi dalam kehebatan pergumulan. Buyung berdiri. dan tanpa membidik menembak ke arah Pak Haji. Sanip datang.

Senyum kecil timbul di mulut Pak Haji. Pak Haji membuka matanya. Buyung Tiraikasih Website http://kangzusi. dukun kita. Mereka mengangkat Pak Haji ke dekat api. dirinya masih dikuasai ketegangan yang amat sangat yang baru saja mereka alami. dan membaringkannya baik-baik di dalam pondok. "nanti juga dia sadar sendiri." kata Buyung.com/ Dewi KZ 172 mengangkatkan senapan memperlihatkannya kepada Pak Haji." kata Buyung. Buyung dan Sanip bergegas mendekati Pak Haji." "Tak kusangka dia akan begitu. Kemudian mereka membatut luka Pak Haji dan menutup pakaiannya kembali. "dan dia guru silat kita. dan menggosok kening dan muka Pak Haji. . Buyung pergi memeriksanya. Aku isi dulu senapan dengan peluru. Mengapa selama ini kita tidak tahu?" Mereka mendengar Pak Haji mengerang. suaranya masih gemetar. Kemudian dia mendatangi Sanip yang sedang membersihkan luka di dada kanan Pak Haji. dan mengisi senapan dengan cepat. memandang pada mereka.melihat darah memenuhi dadanya. "Tak pecah kepalanya. Wak Katok masih terlentang pingsan di tanah. Buyung membasahi sepotong kain dengan air. Matanya berisi pertanyaan. "Coba periksa lukanya. Dia bergegas mengambil mesiu dan peluru dari kantong mesiu dan peluru yang disandang Wak Katok." kata Sanip. "Sudah gila dia." kata Buyung.

.. aku pun kini sadar .. Di sinilah kunci kemanusiaannya manusia yang diturunkan Tuhan kepada manusia. Manusia yang mau hidup sendiri tak mungkin mengembangkan manusia lain."Syukurlah. Maafkan dia. dan tak mungkin hidup sebagai manusia. tak mungkin lengkap manusianya.. mencari Buyung dan Sanip. Sungguh kini aku sadari. kita tak hidup sendiri di dunia . manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain. percayalah... Aku salah selama ini." terbuka katanya perlahan. dan dia berkata: "Kalian masih muda. seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu kemanusiaannya. Kemudian matanya pada orang lain. Wak Katok jangan dibenci. manusia sendiri-sendiri tak dapat hidup sempurna. Juga kita harus selalu memaafkan dan mengampuni orang-orang yang berdosa terhadap diri kita sendiri .. ambillah pelajaran dari apa yang terjadi.. kembali. kehilangan kepercayaan pada manusia dan pada Tuhan. Ampuni dia. Tuhan ada. Manusia perlu Tuhan adalah yang Maha Pemurah dan Pengampun. Ingatlah ucapan Bismillahhirrokhmanirrokhiim. Sedang Tuhan dapat mengampuni segala dosa jika yang berdosa datang padanya dengan kejujuran dan .. anak-anak. Manusia perlu manusia lain . Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain.... Kita harus selalu bersedia mengampuni dan memaafkan kesalahan dan dosa-dosa orang lain.

Aku terlalu sombong dan angkuh ..... dan bukan sempurna.... sedang manusia hanya dapat seluruh manusia.. wa asyhadu amia Muhammadarrosulullah Tuhanku . kini aku sadar... dan sesuatu seakan bergerak dalam dadanya. akan tetapi hatiku dan pikiranku buta. manusia perlu bertuhan. jika dihinggapi ketakutan. dan menjatuhkan hukuman tanpa ampun kepada sesama manusia? Aku tersesat selama ini. sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu. Engkau tak dapat hidup sendiri. percayalah pada Tuhan ." dan tiba-tiba ... ampuni dosa-dosaku.. bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri . aku telah menghukum menghukum diriku sendiri ... ingatlah hidup orang lain adalah hidup kalian juga ... mengertikah kalian. Orang yang membenci tidak saja hendak merusak manusia lain. selalu berbuat zalim.. cintailah manusia. Orang yang berkuasa..... Ya .Ashaduala ilaha Mallah. Apalagi kita... di mana kekuasaan kita untuk menjadi hakim yang mutlak.. Tuhan ada.. akulah yang paling berdosa.. Aku lah yang paling tua.. bunuhlah kepalanya terkulai. dan dengan itu dengan membenci.. Tiraikasih Website http://kangzusi..penyesalan yang sungguh... aku tahu kini. tetapi pertama sekali merusak manusia dirinya sendiri. kasihani Wak Katok .com/ Dewi KZ 173 kemanusiaan hanya dapat dibina dengan mencinta. darah harimau dalam hatimu.. manusia yang biasa dan daif ini.. aku menghendaki manusia berikhtiar dan berusaha menjadi sempurna.

jika api unggun begitu banyak dipasang semuanya. jika bukan karena dia. dan mereka duduk di depan pondok dekat api. "Ya. akan tetapi dia tak dapat menggerakkan tangan dan kakinya. "Tak cukup kayu hingga pagi. Kini dia sadar. Buyung kini yang mengambil pimpinan antara mereka berdua." kata Buyung. dan kemudian dia tahu."* Mereka melipatkan tangan Pak Haji ke atas dadanya. selelah mereka berhasil merebut senapan. Dengan sendirinya. bahwa dia diikat. Pak Haji masih hidup.. dan berkata dengan sederhana: "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un . dan berseru-seru: "Pak Haji! Pak Haji!" Akan tetapi Buyung menahannya. Buyung dan Sanip amat sangat terkejut. Sedang Sanip mengikat Wak Katok.com/ Dewi KZ 174 "Ikat dia baik-baik!" kata Buyung. bahwa Wak Katok adalah pembunuh Pak Haji. bahwa mereka harus mengambil sikap terhadap Wak Katok." "Kita apakan dia?" tanya Sanip. Sanip sampai menggoncang-goncang bahunya. Buyung memadamkan api-api unggun lain yang telah dipasang Wak Katok. akan tetapi akan berjaga-jaga terus.mengalir ke luar dari mulutnya. Tak terlintas dalam kepalanya untuk melakukan sesuatu terhadap diri Wak Katok.. dia mencoba duduk. Kemudian mereka pindahkan Wak Katok yang masih pingsan ke dalam pondok. Kemudian . Ketika Wak Katok sadar dari pingsannya. menutupkan kelopak matanya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan malahan dia telah bersedia untuk membunuh mereka bertiga. "Tinggal berdua kita. Baru Buyung berpikir.. Pak Haji pun telah meninggalkan mereka. dengan mengusir mereka ke dalam hutan yang gelap. bertekad untuk tak tidur sepanjang malam. dan dia itu!" kata Sanip..

"Lepaskan aku. mati dengan perut gembung. dan melihat Buyung dan Sanip yang duduk membelakangi pondok dekat api. Tiraikasih Website http://kangzusi. meloncat dari batu ke batu. Hati Wak katok jadi senang sedikit." kata Buyung. memanggil Buyung. melihat Buyung Buyung mengambil jalan memintas." kata Buyung. Mereka berjalan berhati-hati sekali. Buyung dan Sanip diam saja. Kadangkadang hingga ke pinggang mereka tinggi air. sebanyak mungkin tidak membuat bunyi dan ribut. Dia membalikkan kepalanya dan melihat mayat Pak Haji di sampingnya. aku kirim setan dan jin menyerang kalian." kata Wak Katok.com/ Dewi KZ 175 "Lepaskan aku. Kemudian diangkatnya kepalanya sedikit. dan turun sungai. Dekat sembahyang lohor. kalau tidak aku malerai kalian. Mengapa aku kalian serang?" "Wak Katok mengirim kami mati." dia berhenti. Pak Haji yang jatuh tersungkur ditembaknya. Akan mati kalian. Buyung membawa mereka ke dalam sungai. "Lepaskan aku.. dan sinar matanya mengandung kemarahan dan kebencian. "Bukan salahku.. Mereka masih muda dan belum berpengalaman. Buyung dan Sanip akan dapat dikalahkannya. Dia akan dapat menakuti mereka. berjalan memudiki sungai di dalam air. Dia mengangkat suaranya. dan kemudian pergumulannya dengan Buyung. mereka tiba di sungai kecil tempat mereka makan di pinggirnya. Ketika mereka tiba di tempat .dia teringat apa yang telah terjadi. tetapi mengelakkan hutan gelap. Buyung dan Sanip berdiri dan masuk ke pondok. mengapa kalian ikat aku?" "Wak Katok sudah membunuh Pak Haji. Dia terkejut. aku sumpahi kalian tujuh turunan .

yang telah beberapa hari umurnya samarsamar di tanah. Buyung memberi isyarat kepada Sanip.com/ Dewi KZ 176 . Dia melihat jejak harimau yang sudah tua.. Dan setelah sepuluh menit berjalan. Mereka berjalan perlahan-lahan. tiba-tiba Buyung menunduk memeriksa tanah di depannya. Buyung merasa hatinya seakan berhenti berdetak. dia terus rebah ke tanah.. Mereka melihat apa yang tinggal dari Sutan tulang belulang. Tetapi Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung mengikuti jalan yang pernah mereka tempuh.. terletak di tanah. Dia melihat sepotong kain yang sobek. dan kemudian mereka melihat parangnya terlempar di bawah semak tak jauh dari sana.. pakaian yang robek.. Sanip dan Wak Katok menahan napas. dan mereka naik ke darat. dan mereka melihat bekas-bekas darah tersebar di manamana. Sanip dan Wak Katok datang mendekat. mereka terkejut . Buyung hanya dapat mengenalnya karena melihat bekasbekas daun yang dipatahkan mereka dulu. dan dari tempat itu mereka mudah mengikuti apa yang telah terjadi. yang tak kelihatan oleh mata biasa. Buyung lama berdiri di tengah sungai. sampai ke daun-daun di belukar .. Di sana Sutan diserang harimau. dan tiba-tiba Buyung berhenti kembali.. Kemudian dia memberi tanda. dan memasang telinganya dan memperhatikan rimba di sekelilingnya dengan cermat..mereka makan. sarung parangnya. sobek dirobek oleh kuku harimau.

memasukkannya ke dalam buntelan yang dibuatnya dari kain sarungnya. dan Buyung berseru." katanya berbisik. dan . Dalam kepalanya dia menyusun rencana untuk menunggu harimau. dan dengan hatihati dia mencari jejak harimau. "Ikut sajalah perintah. Sejam kemudian dia melihat. "jangan merokok.dengan sekuat tenaganya dia menguasai dirinya dan cepat bekerja mengumpulkan bekas-bekas Sutan yang sudah busuk." Mereka makan dalam keadaan siap sedia. Buyung berbisik pada Sanip. Akan tetapi Wak Katok hendak lari." katanya. harimau menunggu. Buyung tahu bahwa harimau masih terus memburu setelah dia menyerang dan memakan Sutan. "Kaki Wak Katok kami ikat lagi. Buyung memberi isyarat supaya mereka berhenti. bahwa harimau itu akan terus memburu. Dia membiarkan kainnya diikat. ketakutannya pada harimau lebih besar lagi. diam-diamlah kita semua." kata Buyung. tertegun. jangan batuk. "Mengapa?" tanya Wak Katok. Dia tahu juga. bahwa jejak harimau mengikuti jejak-jejak mereka kembali ke tempat bermalam. "Mulai kini. dan kemudian memberi isyarat pada Wak Katok. dan jangan ribut sedikit pun juga. Mari kita makan dulu. Setelah selesai makan. Ketika tiba di bawah sebuah pohon." Dan Wak Katok berhenti. Dia membawa mereka ke sebuah tempat yang agak terbuka tak jauh dari sana. Kemudian dia memberi isyarat kembali. "Larilah.

tak boleh engkau buat begitu. "dengarlah.com/ Dewi KZ 177 Tiba-tiba Wak Katok sadar apa yang dilakukan mereka. tapi Wak Katok telah memberi pelajaran palsu. akan tetapi ketakutannya semakin membesar. Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok katanya guru dan pemimpin. dan lidahnya hampir kelu. kami maafkan." kata Buyung. jimat palsu. kami lindungi jiwa Wak Katok. dan Tuhan nanti di akhirat untuk dosa-dosa itu semuanya. Kami hanya hendak mengumpan harimau dengan harimau Lalu Buyung memberi isyarat pada Sanip. "Tidak." seru Wak Katok "Apa dosaku." "Tapi bagaimana kalau tembakanmu meleset?" tanya Wak Katok dengan suara gemetar. tidak.kemudian Buyung dan Sanip menyandarkannya ke pohon. tetapi harimau yang buas. Tetapi Wak Katok telah menipu orang banyak. Dan dengan suara yang gemetar penuh takut dan ngeri. dan biarlah hakim yang mengadili Wak Katok di dunia ini. dan mereka berdua menjauhkan diri. Daun-daun seakan tak . maka aku disiksa serupa ini?" "Dosa Wak Katok?" kata Buyung. kira-kira lima belas meter dari tempat Wak Katok terikat di pohon. "Pakailah segala ilmu Wak Katok untuk membuat tembakanku tepat sekali. pimpinan palsu." jawab Buyung. "Ya. Dalam hati Wak Katok selama ini bukan manusia yang bersarang. dan sebelum Wak Katok menyadari apa yang mereka lakukan terhadap dirinya. dosa-dosa Wak Katok dahulu kami lupakan. Hutan terasa hening dan sepi. dia berkata: "Kalian buat aku jadi umpan harimau?" Matanya terbelatak. mantera palsu. maka Buyung dan Sanip telah mengikatkan badannya ke pohon. dosa Wak Katok hendak membunuh kami. dan telah membunuh Pak Haji. Mula-mula Wak Katok diam. "tetapi jangan takut.

dadanya seakan hendak mencari Sanip dan Buyung. "Buyuuuuuuuuung dimana engkauuuuuuuuu???? Aduuuuuuuuuh. akan tetapi tak dilihatnya mereka. itu suara napas menghembus-hembus di dalam belukar. Wak Katok tak lagi dapat menahan dirinya.com/ Dewi KZ 178 akan lebih cepat tiba. dan lalu menjanjikan uang. teriak manusia yang dicekik kengerian dan ketakutan hati. dan berteriak sekeras-kerasnya. tolooooooong!!!! Tolooooooooooong!!! Kalian tinggalkan aku sendiriiiiiiiii! Bohong kalian. jika dia berteriak. Akan tetapi jika dia tak berteriak. teriak . dan ketika ini juga tak berhasil.. Dia menoleh-nolehkan manusia primitip ketika melihat maut hendak datang hinggap di bahunya. dan setelah dia letih berteriak. maka harimau pun akan datang . Ah.. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. hingga suaranya serak. Kemudian dia menangis kembali. sawah dan rumah kepada Buyung dan Sanip. kretekkretek dahan dan daun kering . lalu dia mencoba mengadu Sanip melawan Buyung. asal Sanip mau melepaskannya..bergerak kepalanya sedikit pun juga. maka dia menangis terisak-isak. ilmu. akan tetapi tiba-tiba timbul pula takutnya lebih besar lagi.. Dia tak lagi dapat menahan diri... harimau akan lebih mudah mendengarnya. menjanjikan Sanip uang. kalian lari meninggalkan akuuuuuuuu! Buyuuuuuuuung!!! Toloooooooooong!!" Lama dia berteriak dan menjerit demikian. telah tibakah harimau. harta. dia hendak berteriak.

Kemudian tibatiba Buyung mengangkat kepalanya. dan berbisik pada Buyung. yang telah menimbulkan korban begitu banyak diantara mereka. mereka muka harimau yang telah memburu-buru Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia melihat kepada Wak Katok yang terikat bersandar ke pohon di hadapannya.pecah. Perlahan dan halus sekali. Mereka Kemudian mereka mendengar seakan ada sesuatu bergerak dalam belukar di depannya. Wak Katok telah beberapa waktu diam. Sebuah tali nalurinya seakan dipetik berdenting . dan melihat muka harimau.. hanya sepuluh meter di depannya. karena keletihaan. Perlahan-lahan belukar di depan mereka tersibak. dia tempat . dia mengangkat senapan perlahan-lahan. muncul. dan mereka melihat muka harimau dapat membedakan gerakan itu dengan menunggu dengan hati berdebar-debar. Akan tetapi dia mengangkat kepalanya ketika mendengar harimau mengeram kecil. Kini mereka yang berhadap-hadapan. dengan kepala terkulai.com/ Dewi KZ 179 berhari-hari. Hanya mata yang amat tajam sekali dan yang memperhatikannya dengan seksama gerakan daun dan dahan yang dibuai angin. Sanip sampai tak tahan.. agak terbuka di Harimau itu memperhatikan hadapannya dan kemudian dia menegangkan tubuhnya dan sebuah geram kecil timbul di dalam rongga dadanya. Belum ada sesuatu yang terdengar. "Tak kasihan engkau?" Tetapi Buyung menggelengkan kepalanya.

dan yang ke luar dari mulutnya hanyalah bunyi napas yang dikejutkan ke luar. mati di tanah satu meter dari tempatnya . dia menginsyafi bahaya besar yang mereka hadapi. dia dapat juga membiarkan hariamau menerkam Wak Katok dahulu. Harimau itu merendahkan badannya. dan mereka melihat seakan harimau ditahan oleh sebuah tangan raksasa yang maha kuat di udara...com/ Dewi KZ 180 terhempas melompat. bercampur dengan pekik erang sang harimau. dan harimau Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan gembira dia melihat tangannya tak gemetar... dan dia merasa khawatir. meronta-ronta sebentar di tanah. dan kemudian diam... siap hendak melompat . Buyung membidik hati-hati . Akan tetapi kini dia merasa seluruh badan dan pikirannya tenang. dan kemudian baru dia menembak . dia yakin pada dirinya sendiri. apakah dia tidak akan ketakutan dan tak kuasa membidik. menunggu . Kemudian melintas dalam kepalanya.. dan bunyi erang ketakutan yang menyayat hati. biarlah Wak Katok dibunuh harimau.. membidikkan senapan tepat ke tengah antara kedua mata harimau.. Dia tahu apa yang dilakukannya...membuka mulutnya hendak menjerit. tangannya dan seluruh badannya akan gemetar jika melihat harimau.. dan ketika harimau membuka mulutnya mengaum yang dahsyat berkumandang bergelombang di dalam hutan. akan tetapi tibatiba kepalanya jatuh terkulai. Sepanjang hari hatinya selalu bertanya-tanya. memberatkan jari telunjuknya pada pelatuk senapan. Hatinya tertarik pada pikiran ini .bunuhlah dahulu harimau dalam hatimu sendiri . tetapi dia seakan mendengar bisikan Pak Haji . Buyung membidik hatihati.

Habislah mengalir lalu segala ketegangan dan ancaman ketakutan yang dahsyat dan ngeri yang mereka derita sejak berhari-hari." kata Buyung. Kemudian dengan hati-hati Buyung dan Sanip mendekati harimau. Dia hanya jatuh pingsan ketakutan. Sanip melompatlompat dan melonjak-lonjak kegirangan. "Mari kita kuliti dia cepat.terbujur. Buyung dengan cepat mengisi senapan kembali. Dan Buyung melihat bahwa celana Wak Katok basah. Wak Katok masih hidup. dan Wak Katok duduk terikat kaki dan tangannya dekat api. Buyung melepaskan tali ikatan Wak Katok. Peluru tepat mengenai tempat di tengah-tengah kedua matanya. dan kita memasang pondok di tepi sungai. Tinggallah hanya kini kenangan sayu pada kawan-kawan yang telah jadi korban. Buyung dan Sanip duduk . dan keduanya lalu berteriak kegirangan melihat harimau telah mati." Petang itu mereka masih sempat menguburkan sisa-sisa Sutan. Dalam malam ketika mereka duduk dekat api unggun yang mereka pasang lebih besar dari biasa. dan Wak Katok tergelincir jatuh ke tanah. "kita bermalam saja di sini malam ini. Dengan cemas Buyung memeriksa pukulan jantungnya. Dia menarik napas lega. dan beberapa saat mereka menunggu. Harimau itu sungguh besar. melihat apakah harimau benar-benar telah mati.

ingat pada kata-kata Pak Haji. Dia akan memasang jerat lain untuk menangkap kancil untuk Zaitun. dan dia melawannya dengan kuat. Wak Katok tak pernah lagi membuka mulutnya sejak dia sadar dari pingsannya.akan tetapi dia sadar. Dia teringat pada apa yang telah terjadi selama beberapa hari yang lalu. agar harimau menerkam Wak Katok lebih dahulu . Mereka tak bernafsu untuk berbicara banyak kini.. . ketika dia membidik harimau.. Buyung duduk memandangi lidah-lidah api yang menari-nari.. Buyung tersenyum pada dirinya sendiri . Seakan di celah lidah-lidah api dia dapat melihat Siti Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dia tak merasa benci pada Siti Rubiyah. di saat itu sungguh dia amat terpedaya oleh suara iblis yaip membisikkan ke telinganya untuk menahan pelatuk. Kegembiraan yang terasa olehnya duduk demikian dekat api unggun seperti dulu masih belum kembali. akan tetapi juga harimau di dalam dirinya sendiri. bahwa harimau dalam hatinyalah yang berbisik demikian.com/ Dewi KZ 181 Rubiyah. ketika dia menarik pelatuk. Akan tetapi dia tak menyesal.. bahwa bukan saja dengan tarikan pelatuk senapan dia telah menembak mati harimau rimba yang buas. kemudian dia teringat pada saat penuh ketegangan. Dan dia merasakan. Sebuah kesadaran baru timbul dalma dirinya.diam-diam. dan jari menekan pelatuk senapan. Jika demikian dirinyalah yang dipikat oleh Siti Rubiyah.

ya. atau ada dan tak adanya kezaliman tidak boleh diukur dengan jauhnya terjadi dari diri seseorang. Wak Katok. Apa yang terjadi antara Siti Rubiyah dengan dia adalah sebagai air sungai yang telah mengalir jauh di belakang -telah tertutup.. Sanip.bunuhlah dahulu harimau dalam dirimu . dia akan belajar dan berusaha jadi manusia yang hidup dengan manusia lain .. Untuk membina kemanusiaan perlulah mencinta.? Setiap orang wajib melawan kezaliman di mana pun juga kezaliman itu berada. Dia tahu benar kini. Pak Haji. besar kecil kezaliman. Siapakah yang menyangka hal-hal yang demikian dalam diri Pak Balam. Talib dan Sutan ... dia tak akan kembali memenuhi janjinya pada Siti Rubiyah. mereka esok akan pulang ke kampung dan tahu.com/ Dewi KZ 182 Haji dengan kata-katanya ... Dia kini mengerti benar apa yang dimaksud oleh Pak Tiraikasih Website http://kangzusi. Salahlah bagi orang memencilkan diri.. dan untuk menjadi manusia haruslah orang terlebih dahulu membunuh harimau di dalam dirinya..... Manusia di mana juga di dunia harus mencintai manusia. dia akan mencintai manusia. orang sendiri tak dapat hidup sebagai manusia.... dia akan mulai mencintai Zaitun . telah habis dia kini tahu bahwa hidup manusia tak semudah yang disangkanya.Sebuah kesadaran baru tentang hidup dan manusia terasa tumbuh dalam dirinya. Buyung merasa sesuatu yang segar . dan pura-pura menutup mata terhadap kezaliman yang menimpa diri orang lain .

. Pinggangnya terasa bebas lepas dari ikatan jimat-jimat palsu yang diberikan Wak Katok . diikat dengan suasa.com/ Dewi KZ 183 majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. Ia mendirikan Tiraikasih Website http://kangzusi." TAMAT BIO DATA PENULIS MOCHTAR LUBIS .memasuki dirinya. ada sebuah batu yang sebenarnya baik dibuat cincin. dan berkata : "Sanip. Buyung tersenyum. ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966.. warnanya merah hati ayam. bagus sekali kalau digosok. Cerita-cerita pendeknya dikumpulkan dalam buku SiJamal . Pada waktu pemerintahan rezim Sukarno. Sejak zaman Jepang ia telah aklif dalam lapangan penerangan. Alangkah enaknya merasa jadi manusia kembali. esok kita cari di sungai.. Ia turut mendirikan Kantor Berita 'Antara'.. ikatan mantera dan ikatan jimat yang palsu.pengarang ternama ini dilahirkan tanggal 7 Maret 1922 di Padang. dan berpaling pada Sanip. seakan sebuah beban berat yang selama ini menimpa kepala dan seluruh dirinya telah terangkat. kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang lelah dilarang terbit.. ada yang aku sayangkan kita membuang jimat-jimat Wak Katok ke dalam api. Selain sebagai wartawan ia dikenal sebagai sastrawan." Sanip tertawa: "Jika engkau ingin batu cincin." "Mengapa?" tanya Sanip heran. "Karena di antara batu-batu jimat itu. lepas dari ikatan takhyul.

Sedangkan Maut dan Cinta (Pustaka Jaya 1971) mendapat hadiah Yayasan Jaya Raya. Senja di Jakarta yang mula-mula terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Twilight in Jakarta (1963) dan terbit dalam bahasa Melayu tahun 1964. Kisah-kisah dari Eropa (1952). Pada tahun 1950 ia mendapat hadiah alas laporannya tentang Perang Korea dan tahun 1966 mendapat hadiah Magsaysay untuk karya-karya jurnalistiknya. .(1950) dan Perempuan (1956). Jalan Tak Ada Ujung (1952) yang mendapat hadiah sastra dari BMKN. Kadang-kadang ia pun menulis esai dengan nama samaran Savitri dan juga menterjemahkan beberapa karya sastra asing seperti Tiga Cerita dari Negeri Dollar (1950). Sedangkan romannya yang telah terbit: Tidak Ada Esok (1950). romannya yang mendapat sambutan luas dengan judul Harimau! Harimau! (Pustaka Jaya 1975) telah mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama sebagai buku terbaik tahun 1975. Selain itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful