MOCHTAR LUBIS HARIMAU! HARIMAU! Yayasan Obor Indonesia Jakarta, 1993 Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam I orbitan (KDT) LUBIS, Mochtar Harimau-Harimaii/Mochtar Purnama Sidhi. - Eil. 1. -Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992 vi + 214 hlm.: 17 cm. ISBN 979-461 -109-3. Judul. 813 Judul: Mochtar Lubis, Harimau! Harimau! Copyright © Mochtar Lubis Hak Cipta dilindungi Undang-Undang • Ali rights reserved Celakan pertama sampai dengan keempat oleh P.T. Dunia Pustaka Jaya Diterbitkan ulang pertama kali Lubis; ilusirasi, Ipong

oleh Yayasan Obor Indonesia, anggota IKAPI DKI Jakarta Edisi pertama : Mei 1992 Edisi kedua: September 1993 YOI: 149.10.8.92 Desain Sampul: lpong Purnama Sidhi Alamat Penerbit: Jl. Plaju no.lOJakaita 10230 Telp. 32448$; 32697$ Fax. (021)324188

Sebagian terbesar bagian hutan raya tak pernah ……..melintas ketakutan lewat sudut jalan-jalan dan tanah lapang meratap kengerian angin lalu ada yang tidur yang lain bangun hati berdebar cemas turunlah hujan semuanya teror dan sunyi sepi…… dijejak manusia dan di dalam hutan raya hidup bernapas dengan kuatnya. Berbagai margasatwa hidup dan di serangga dalamnya. penghuninya mempertahankan

Demikian pula tanaman dan bunga-bunga anggrek, yang banyak merupakan mahkota di puncak-puncak pohon tinggi. Di bahagian atas hutan raya hidup siamang, beruk

1
Hutan Raya terhampar di seluruh pulau, dari tepi pantai tempat ombak-ombak samudera yang terentang hingga ke Kutub Selatan menghempaskan diri setelah perjalanan yang amat jauhnya hingga ke puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi dan setiap hari diselimuti awan tebal. Hutan raya berubah-ubah wajahnya. Yang dekat pantai merupakan hutan-hutan kayu bakau, dan semakin jauh ke darat dan semakin tinggi letaknya, berubah pula kayu-kayu dan tanaman di dalamnya, hingga tiba pada pohon-pohon besar dan tinggi, sepanjang masa ditutup lumut, yang merupakan rendarenda terurai dari cabang dan dahan.

dansebangsanya dan burung-burung; dan di bawah, di atas tanah, hidup harimau kumbang, gajah dan beruang; di sepanjang sungai tapir, badak, ular, buaya, rusa, kancil dan ratusan makhluk lain. Dan di dalam tanah serangga berkembang biak. Banyak bagian hutan raya yang menakutkan, yang penuh dengan paya yang mengandung bahaya maut dan hutan-hutan gelap yang basah senantiasa dari abad ke abad. Akantetapi pula ada bahagian yang indah dan amat menarik hati,tak ubahnya seakan hutan dalam cerita tentang dunia peri dan bidadari, hutan-hutan kecil yang dialasi oleh rumput hijau yang rata, yang seakan selalu dipelihara dan dibersihkan, dikelilingi oleh pohon-

pohon cemara yang tinggi dan langsing semampai dan yang menyebarkan wangi minyak cemara ke seluruh hutan. Di tengah hutan yang demikian sebuah anak sungai kecil, dengan airnya yang sejuk dan bersih mengalir, menccraeah, menyanyi-nyanyi dan berbisikbisik, dan akan inginlah orang tinggal di sana selamalamanya. Di dalam hutan terdapat pula sumber-sumber nafkah hidup manusia, rotan dan damar dan berbagai bahan kayu. Manusia yang dahulu hidup di dalam hutan seperti binatang, dan kemudian meninggalkan hutan untuk membangun kota dan desa, kini pun selalu kembali ke dalam hutan untuk berburu atau mencari nafkah. Mereka bertujuh telah seminggu lamanya tinggal di dalam hutan mengumpulkan damar. Pak Haji Rakhmad, yang tertuadi antara mereka. Pak Haji demikian panggilannya sehari-hari, telah berumur enam puluh tahun. Meskipun umurnya telah selanjut itu, akan tetapi badannya masih tetap sehat dan kuat, mata dan pendengarannya masih terang. Mendaki dan menuruni gunung membawa beban damar atau rotan yang berat,

menghirup udara segar di alam terbuka yang luas, menyebabkan orang tinggal sehat dan kuat. Pak Haji selalu membanggakan diri, bahwa dia tak pernah sakit seumur hidupnya. Dia bangga benar tak pernah merasa sakit pinggang atau sakit kepala. Di waktu mudanya ketika dia berumur sembilan belas tahun, dia pernah meninggalkan kampungnya, dan pergi mengembara ke negeri-negeri lain. Ada lima tahun lamanya dia bekerja di kapal. Dia pernah tinggal dua tahun di India, belajar mengaji di sana. Pak Haji juga pernah mengembara ke negeri Jepang, ke negeri Cina, ke benua Afrika dan ke bandarbandar orang kulit putih dengan kota-kotanya yang ramai. Akan tetapi kampung halaman memanggilnya juga kembali. Dan setelah dua puluh tahun mengembara, akhirnya Pak Haji menunaikan ibadah haji, dan kemudian kembali ke kampung. Dia kembali bekerja mencari damar, seperti yang dilakukan oleh ayahnya dahulu, dan yang telah dilakukannya pula sejak dia berumur tiga belas tahun mengikuti ayahnya. Pak Haji selalu berkata, setelah merasakan semua

Anggota rombongan yang ketujuh ialah Pak Balam yang sebaya dengan Wak Katok. Mereka juga belajar ilmu sihir dan gaib padanya. dia lebih senang juga jadi orang pendamar. matanya bersinar tajam. Talib berumur dua puluh tujuh tahun dan telah beristri dan beranak tiga. Secara tak pemimpin rombongan pendamar itu. juga telah beristri dan punya empat anak. baru berumur sembilan belas tahun. Mereka tak pernah meragukan kebenaran kata-kata dan perbuatannya. Sanip berumur dua puluh lima tahun. Dia juga ahli pencak dan dianggap dukun besar di kampung. dan Buyung. Anak-anak muda itu semuanya murid pencak Wak Katok. Mereka melihat wak Katok merupakan salah seorang yang dituakan di kampung. Yang muda-muda di antara mereka bertujuh. yang termuda di antara mereka. Bibirnya penuh dan tebal. Wak Katok berumur lima puluh tahun. rambutnya masih hitam. Sutan. Perawakannya kukuh dan keras. Dia terkenal juga sebagai pemburu yang mahir. Tampangnya masih serupa orang yang baru berumur empat puluhan saja. otot-otot tangan dan kakinya bergumpalan. berumur dua puluh dua tahun dan telah berkeluarga. kumisnya panjang dan lebat. Orangnya resmi Wak Katoklah yang merupakan . yang dianggap seorang pemimpin dan disegani orang banyak.pengalamannya di dunia.

Mereka bertujuh selalu bersama-sama pergi mengumpulkan damar. Isterinya terusmenerus sakit.. meskipun mereka sebenarnya tak berkongsi. yang menganggapnya sebagai seorang pahlawan. dan dibuang oleh Belanda selama empat tahun ke Tanah Merah. Benar juga. pernah seseorang yang tergila-gila padaseorang perempuan. bahwa dulu.. Pak Balam juga dihormati orang. karena termashurahli pencak. Akan tetapi dengan berombongan tujuh orang bersamasama. orang hanya berani berbisikbisik saja tentang ini. Orang kampung . Banyak cerita lain tentang kejagoan Wak Katok. dan sejak itu tak pernah lagi dapat beranak. dan uangnya selalu habis untuk membeli segala rupa obat. dan mahir sebagai dukun. ketika beruang menghadangnya di hutan. Mereka termasuk orang baik di mata orang sekampung. Diceritakan orang juga. mereka merasa lebih aman dan lebih dapat bantumembantu melakukan pekerjaan. yang telah berani ikut mengangkat senjata melawan Belanda.. badannya kurus. Isterinya. Khadijah. Kata orang dia dapat bertemu dengan hantu dan jin. minta pada Wak Katok dibuatkan gunaguna untuk merebut hati perempuan itu. si perempuan sampai minta cerai dari suaminya. meninggalkan suami dan anakanaknya. sewaktu dia masih muda. dan masing-masing menerima hasil penjualan damar yang dikumpulkannya sendiri. Dia pernah ditangkap pemerintah Belanda di waktu apa yang dinamakan pemberontakan komunis di tahun 1926.pendiam. menderita penyakit malaria ketika hamil di Tanah Merah. dan malahan agak ditakuti. dia pernah berpencak melawan seekor beruang. disegani. Dan tentang ilmu sihirnya.di kampung. kandungannya keguguran. yang mengikutinya dahulu ke pembuangan. Dia tak punya anak. Wak Katok dihormati. Menurut cerita. Dan beruanglah yang kalah dan lari masuk hutan. akan tetapi kuat bekerja.

meskipun dipaksa-paksa oleh melawan Belanda. Karena orang komunis tidak mengakui adanya Tuhan. Akan tetapi orang kampung kurang mengerti dia. Sejak dia pulang dari pengembaraannya ke dunia luar. dan rakyat tidak lagi merasa hidup bebas dan merdeka. Talib dan Sanip juga termasuk anak muda yang dianggap sopan dan baik di kampung. Pak Haji dihormati orang di kampung. akan tetapi lama-lama orang biasa juga dengan tingkahnya yang aneh. Pak Haji kelihatannya senang dikesampingkan begitu. Mereka orang-orang wajar seperti sebagian terbesar orang di kampung. Pak Balam dan kawankawannya dahulu bangkit menekan rakyat. Buyung. Dia seorang yang saleh beragama dan pasti bukan orang komunis. bahwa Pak Balam bukan seorang komunis. memencilkan diri di kampung. duduk mengobrol di kedai kopi seperti orang lain. Dia tak hendak jadi pemimpin di kampung. pergi sembahyang ke mesjid. mereka ikut bekerja besama-sama ketika ada orang .tahu. memaksa rakyat membayar macam-macam pajak baru. dan orang kampung pun tidak lagi mengacuhkannya. dan tidak percaya pada agama. Dia tak hendak menikah. baik pemimpin agama maupun masyarakat. Mereka baik dalam pergaulan. dia seakan mengasingkan diri. Sutan. karena Belanda terlalu keluarganya. karena umurnya dan hajinya. Mula-mula orang kampung mengatakan dia jadi angkuh karena telah lama di luar negeri.

suami. 0oo0 2 Wak Katok membawa senapan lantaknya. Mencari nafkah untuk keluarga. atau keris. Senapan hanya dipakainya jika berburu rusa atau babi. Buyung amat senang dengan senapan itu. bandar atau pun menyelenggarakan perhelatan. saudara dan kawan yang baik. tempat mereka bermalam di tengah hutan. Pisau belati. Senjata adalah perhiasan letaki. Laras besinya penuh dengan ukiran halus. Tetapi sekali ini dia mengatakan. mereka menangis. mereka berharap. Mereka adalah manusia biasa. Biasanya jarang dia membawa senapan jika men-damar. berganti-ganti dengan Wak Katok. Mereka tertawa. akan tetapi bagus sekali. memperbaiki jalan-jalan. Mereka adalah ayah. Mereka tak berbeda dari orang lain. kesal. Dan . Dia senang menyandangnya. sedih seperti juga orang lain di kampung. hendak mengajak mereka memburu rusa. Dan kini mereka bekerja di dalam hutan raya. atau parang di pinggang adalah pelengkap pakaian letaki. Senapan lantaknya sudah amat tua.membangun rumah. mereka mimpi. yang dua bulan lalu acap datang memasuki huma Wak Hitam. mereka marah.

Akan tetapi. beratus kali. maka senapan selalu dikembalikan jauh lebih bersih dan diminyaki pula. rusa atau babi telah lama lari dan menghilang. Barulah senapan dapat ditembakkan. supaya padat. Telah dua tahun lamanya dia menyimpan uang untuk membeli sebuah senapan. Sekikis debu pun atau bekas mesiu tak ada yang tertinggal. Kemudian peluru dimasukkan. Dan sedang kita berbuat demikian. dan selalu menjaga dan membersihkannya baik-baik. didorong lagi ke dalam. Lalu mesiu dilantak dengan tongkatnya. Buyung telah lama ingin mempunyai senapan sendiri. Tapi dia tak bermaksud membeli senapan lantak yang kuno. hingga laras besi bersinar biru tua berkilauan ditimpa cahaya. Senapan lantak terlalu lamban untuk dibawa berburu. karena dia tahu Buyung senang pada senapan. Buyung akan menggosok laras senapan berulang-ulang.senapan di bahu lebih lagi memberi rasa gagah dan perwira pada seorang letaki. Mula-mula harus dimasukkan tepung mesiu melalui laras depan. Tiap kali setelah Buyung meminjamnya. senapan lantak memaksa orang harus mahir dan tepat membidik dan . dan gagangsenapan dari kayu mahoni cokelat kehitaman akan kelihatan halus dan berkilau seperti beludru. Wak Katok suka juga meminjamkan senapannya kepada Buyung.

dia mahir mencium kebiasaan dan ketakuan berbagai rupa mahkluk hutan. Dia pernah membidik seekor babi yang sedang lari. Sungguh sebuah pujian besar sang babi. dan di sanalah peluru mengenai memujinya. Jarang benar dia meleset. Karena itu dia yang terpandai di seluruh kampung. Sekali bidik dan sekali tembak. ketika dalam berburu babi ramai-ramai dengan orang kampung. tak seorang juga yang dapat menandingi Wak Katok perkara menembak dan berburu.menembak. Buyung merasa amat bangga dan namanya sebagai penembak yang mahir mulai termashur di kampung. Sejak kecilnya Buyung telah mendengar cerita-cerita tentang kejagoan dana kebesaran Wak Katok. bahwa dia sendiri pun tak dapat memperbaiki tembakan Buyung. Hampir selalu kena sasarannya. Jika tidak maka akan hilanglah kesempatan menembak untuk kedua kalinya. harus kena dengan tepat. pelurunya menembus mata kiri seekor babi yang datang menyerang. yang dibidiknya tepat di belakang kupingnya. Pujian dari Wak Katok sebagai pemburu yang termahir dan penembak merupakan semacam pengangkatan resmi juga untuk Buyung. Wak Katok dalam kemarahan hatinya ketika itu mengatakan. . Karena menurut cerita orang di kampung. Wak Katok pandai membaca segala macam jejak di hutan. Wak Katok sendiri pernah datang dari Wak Katok. Buyung bangga benar dengan kepandaiannya menembakkan senapan lantak.

Dia telah jatuh cinta benar pada si Zaitun. Sebagai dukun dia terkenal ke kampung lain. dia punya ilmu yang dapat membuat seseorang sakit perut sampai mati. letaki atau perempuan. Menurut cerita orang. Buyung dan kawan-kawannya selalu bermimpi akan diberi pelajaran oleh Wak Katok ilmu sihir yang dahsyat. membuat orang jatuh sayang atau takut atau segan. akan tetapi juga dapat mengobati perempuan atau letaki yang kena guna-guna. dia punya mantera dan jimat supaya orang selamat dalam perjalanan. yang dapat mengelakkan bahaya ular. Wak Katok dapat membunuh lawannya. anak Wak . jika bersilat. Dia terutama sekali ingin dapat belajar mantera pemikat hati gadis. hingga tak dapat terlihat oleh orang lain. Dia pandai mengobati penyakit biasa. dia dapat membuat orang muntah darah sampai mati. atau binatang buas yang lain. tanpa tangan. mati terhampar di tanah. dan dia punya mantera untuk menghilang. perut atau ulu hati lawan. jimat supaya kebal terhadap senjata. dia punya ilmu pemanis untuk orang muda. dia pandai membuat jimat yang ampuh. dan malahan diterima pula menjadi murid pencak dan ilmu sihirnya.sungguh merasa beruntung dapat ikut mendamar dalam rombongan Wak Katok. membuat orang menerima permintaan seseorang. atau jimat supaya kebal terhadap racun ular. Cukup dengan gerak tangan atau kaki saja yang ditujukan ke arah kepala. kaki atau pisau mengenai lawannya. dan lawannya pasti akan jatuh.

Pak Lebai di kampung. Engkau masih terlalu muda. jika dapat ilmu demikian. dan seakan tak tahu bahwa Buyung lewat dekatnya. Dia telah bermimpi tentang hal-hal yang dapat dilakukannya.. jika melihat Buyung dari jauh datang hendak berpapasan dengan dia. atau lagi mandi . Ketika mereka masih kehormatan letaki.. Ayah Buyung bersahabat dengan ayah Zaitun. Buyung dan kawan-kawannya juga amat ingin mendapat ilmu menghilang.. kalau kita dihina . Akan tetapi tak boleh engkau pakai untuk menggoda isteri orang.Hamdani. maka dari jauh-jauh dia telah membuang mukanya. Kadang-kadang Zaitun tersenyum amat manis sekali kepadanya. kata Wak Katok. dan Buyung pun sejak kecil berkawan dengan Zaitun. Tetapi Wak Katok belum hendak memberikan ilmu ini kepadanya. darah masih panas. alangkah mudahnya dia mengintip Zaitun lagi tidur. nanti engkau buat tergila-gila padamu semua perempuan di kampung ini. jika mereka bertemu di jalan yang menuju pancuran. akan tetapi sang gadis seakan acuh tak acuh saja. pura-pura asyik bercakap-cakap dengan kawan-kawannya.. Ilmu ini hanya untuk membela perempuan. Dan mata Zaitun akan mencari matanya. atau jika engkau sungguh cinta dan hendak memperistri seorang perempuan. Akan tetapi kadang-kadang. dan memancarkan cahaya yang penuh arti.. darahnya berdebar teringat pada kemungkinan ini. dan alangkah mudahnya dia menjadi kaya jika dia punya ilmu serupa itu .

dan kebetulan Buyung ada di rumah. ketika dia berumur dua belas tahun. Zaitun seakan menjauhkan diri. Kadang-kadang Zaitun baik sekali. dan sekelilingnya terasa olehnya terang benderang. dan menyapa Buyung dengan "kakak" padahal.kanak-kanak. Dan dia ingat sering menggangu Zaitun terlalu sekali. dan kakinya serasa tak berpijak lagi di lantai. maka Zaitun berbuat tak acuh sama sekali. Buyung hanya setahun saja lebih tua. dia menegur Buyung. maka jangankan melihat Buyung saja pun dia tak mau. maka Buyung merasa hatinya seakan terlonjak. Buyung tak tahu apa perasaan Zaitun yang sebenarnya terhadap dirinya. Jika Zaitun demikian. dan mereka tak lagi dapat bergaul sebebas dahulu. sehingga Zaitun nienangis. Tiba-tiba saja Zaitun telah jadi seorang gadis. mereka sering main bersama-sama. Tetapi kadang-kadang. Bagaimana hendak memikat hati gadis yang demikian. dan hampirhampir mereka tak pernah bertemu lagi. dan jika Buyung mendekat. tiba-tiba saja. Jika dia disuruh ibunya ke rumah Buyung membawa kiriman masakan. terlambaung ke langit yang ketujuh. Tetapi. dan kini dia telah jadi seorang muda. penuh bunyi suling dan orang menyanyi. . ketika Zaitun berbicara dengan ibunya. jika Zaitun datang ke rumahnya. maka terkadang dia baik dan manis sekali pada Buyung dan akan tersenyum manis pula dan dia kelihatan amat cantiknya.

ketika Zaitun datang membawa makanan untuk ibu Buyung dan setelah Zaitun pergi. Kelihatannya baik takunya." sahut ibu Buyung." terdengar olehnya suara ibunya berkata dengan bangga. ayahnya berkata : "Si Tun sudah gadis benar. dan berkata : "Di matamu tak ada anak yang lebih gagah lagi dari anakmu sendiri. asal Wak Katok mengajarkan mantera yang diperlukan. Ayahnya tertawa." kata ayahnya. Dia pun sudah sekolah. "Kiranya Zaitun senang padanya?" "Semua gadis kampung akan suka bersuamikan Buyung. dia telah tamat sekolah rakyat. Di mata ibunya. bahwa dia tak ada di rumah. "dia rajin bekerja di rumah. ketika ayah dan ibunya menyangka. "Entahlah si Buyung itu.kalau tidak dengan mantera Wak Katok? Buyung bersedia melakukan apa saja. Sudah sembilan belas tahun umurnya. Buyung tahu bahwa orang tuanya." terdengar suara ayahnya." "Ya. Dan tak juga terjawab . Buyung mendengar dari kamar di sebelah. dia masih tetap saja seorang anak kecil yang belum dewasa. dia telah tamat Qur'an sampai dua kali. Sedang Buyung menganggap dirinya telah dewasa. "Sebenarnya sudah boleh kita kawinkan dia. Buyung pernah mendengar mereka membicarakan hal ini. Ini terjadi pada suatu petang. Dan dia pun sudah pandai bekerja. dan rajin sembahyang dan mengaji. Dia telah berumur sembilan belas tahun. dan dia pun sudah pandai mencari nafkah sendiri." "Si Buyung pun sudah besar." kata ibu Buyung. berkenan menerima Zaitun sebagai menantu." Hati Buyung berdebar-debar. Dia pandai pula menjahit. Tetapi ayah dan ibunya berhenti membicarakan Zaitun. ayah dan ibunya.

Buyung merasa amat bangga dalam hatinya. Cintakah Zaitun padanya. akan tetapi dia sendiri ingin memilih isteri. Buyung tahu. karena Pak Lebai amat suka berburu. tiap kali mereka berjumpa. Yang . Kadang-kadang serasa hilang akal Buyung memikirkan perkawinan itu.pertanyaan. bahwa ayah dan ibunya ternyata senang dan suka pada Zaitun. dan isterinya memilih dia pula. bahwa untuk menikah dengan Zaitun. Akan tetapi hatinya terobat juga mengingat. bahwa jika Zaitun tak merasa seperti yang dirasakannya. Buyung hanya punya seekor. Dan malahan Pak Lebai pernah meminta pikiran Buyung tentang bagaimana melatih anjing untuk berburu. maka rasanya tak puas hatinya akan kawin dengan Zaitun. apakah Zaitun suka padanya. Pak Lebai selalu bersikap baik padanya. sebagainya. Pak Lebai senang padanya. Jika anjing lain hanya menyatak-nyatak saja bila mengerubungi babi. maka anjing Buyung biasanya yang pertama menyerang. Pak Lebai punya empat ekor anjing berburu. tetapi anjingnya terkenal amat berani. Buyung tahu. Buyung merasa. meskipun kedua orang tua mereka menyetujui biasanya orang kawin menurut pilihan yang dilakukan orang tua saja. Buyung dalam hati sebenarnya tak melihat sesuatu halangan meragukan hanyalah bagaimana sebenarnya hati Zaitun sendiri terhadap dirinya. bagaimana dan pekerjaannya pengajiannya. bahwa ayah Zaitun. dan dia selalu mencari menanyakan damar. seperti dia cinta pada Zaitun. Susah juga hati Buyung sebentar ketika itu. keadaan bagaimana Buyung.

Pergelangan kakinya ramping. Pamannya selalu bertanya. Jangan seperti bibi Buyung.bagaimana padanya. maka Zaitun tidak akan diizinkannya makan sirih dan kapur yang menghitamkan gigi.. seperti kini dia selalu membayangkan Zaitun. di tangga. meskipun dia tak makan sirih. dan supaya dirinya selalu terbayang di depan matanya. Dan pamannya tak berhenti-hentinya mengeluh tentang sugi bibinya ini. supaya Zaitun setiap saat ingat padanya. sugi tembakau bibinya bergerak di mana-mana. di atas meja. Alangkah cantiknya Zaitun. hampir sekepal tinju menurut cerita pamannya. mengapa bibi tak dapat membuang sugi dengan teratur ke tempat ludah. di ruangan tamu. membuat Zaitun jatuh cinta jika nanti dia kawin dengan Zaitun. Rambut Zaitun panjang. terurai sampai ke bawah pinggang. dapat. dan amat hitam warnanya. rindu padanya. dan giginya putih dan teratur. bahwa . Dan sugi bibinya besar-besar.. Bibirnya merah. Dan kalau dia berkelahi dengan paman. di bawah bantal. di dapur. berombak-ombak. Pinggangnya amat ramping.. Kulitnya kuning langsat. maka dia suka lupa dan melempar paman dengan suginya yang besar. dan kakinya cantik sekali. Apalagi bersugi tembakau. Buyung pernah mengintip Zaitun sedang mandi dengan kawan-kawannya di pancuran. Buyung telah memutuskan dalam hatinya.

Telah lama Buyung tak mendengar Zaitun menyanyi. lagu seseorang yang rindu pada kekasihnya yang pergi jauh yang merantau. Zaitun sekelas lebih rendah dari Buyung. Tetapi itu dahulu. Hampir saja Buyung ke luar dari tempat persembunyiannya. Dalam hatinya Buyung amat ingin lekas menjadi lebih begitu inginnya dia hendak apabitakah kekasihnya . Mereka menyanyikan lagu sedih. Akan letapi dia menahan dirinya kuatkuat. Pernah juga Buyung mendengar tak pernah berhasil melatih bibinya Zaitun menyanyi di pancuran bersama dengan kawankawannya. alangkah malunya . mendengarkan lagu Zaitun dari dekat. jika dia ketahuan mengintip gadis-gadis yang sedang mandi? Aduh. Buyung tak hendak mengalami serupa ini dengan Zaitun. Suaranya amat halus dan merdu. dan dia akan ditertawakan dan diolokolokkan oleh seluruh kampung. Ayat-ayat Kitab Suci.. Entahlah kini.. dan Zaitun selalu jadi bintang penyanyi kelasnya. Suara Zaitun amat merdu. jika Zaitun yang membacanya terdengar seratus kali lebih menarik dari jika dibacakan oleh Pak Lebai. Di waktu mereka sama-sama sekolah. Waktu mengaji pun suaranyalah yang paling lembut dan merayu.seperti perempuan lain yang makan sirih dan bersugi? Tetapi pamannya menyimpan sugi demikian.dan bertanya-lanya dirindukannya akan pulang ke kampung. karena teringat apa kata orang sekampung..

Sanip selalu membawa sebuah dangung-dangung dalam saku bajunya. tua atau muda. yang telah menikah. maka Talib biasanya tak dapat menahan dirinya. dan mereka bertiga akan meratap ber sama-sama. dan yang pandai pula bekerja mencari uang. Umpamanya Sutan. Dan setiap ada kesempatan. Dia bersawah.. bunyi suling yang menangis. Dapat saja disuruhnya dangung-dangung menyanyi. yang kerinduan. . berladang. Buyung pun akan mengeluarkan sulingnya. dan Sanip menyanyikan lagu-lagu sedihnya dengan dangung-dangung. seperti kawan- Pandai benar dia memainkan dangung-dangung. yang lebih pandai bersilat dari dia. maka keluarlah dangung-dangung. sedusedan kawannya yang lain. dan merataplah dangung-dangung. dan suara Talib menyampaikan ratap tangis orang yang kesepian. berpantun yang sedihsedih. pikirnya. meskipun mereka sama-sama murid Wak Katok. mengambil rotan dan damar. dan dia pun memainkan segala macam lagu. berjual beli kambing atau lembu. Bunyi dangungdangung yang hilang-hilang timbul. Yang paling senang kiranya orang seperti Sanip. sekali lagu gembira. Jika mereka sedang duduk di sekeliling api unggun di tengah rimba. Sanip penggembira sekali. dan amat pandainya bergaul dengan perempuan. dan ikutlah dia menyanyi.. dipasangnya ke mulutnya. yang kehilangan.dewasa dan letaki yang matang. sekali lagu sedih. dan kadang-kadang dia berdagang pula.

Sanip juga seorang pelawak. orang yang bermuka dan berbadan keras. maka dangung-dangung disuruh menyanyi gembira. Banyak benar leluconnya tentang ketakuan lebai. menari dan menyanyi. Dia suka melucu dan menceritakan kisah-kisah yang lucu.ratap hati manusia yang haus pada kebahagiaan. Pak Haji akan duduk termenung. dan di sekeliling mereka tegak hutan rimba yang hitam dan besar. sehingga anak-anak. Buyung juga suka merasa cemburu pada Sanip. Buyung juga cemburu melihat Sanip yang dengan mudah menganggap segala apa yang terjadi seperti soal yang ringan. dan rokok daun enau yang terjepit antara jari telunjuk dan ibu jarinya akan mati sendiri. Dia ingin dapat semudah Sanip menyanyi dan menari dan bercerita. hasrat-hasrat sendiri. terlupa. Kalau umpamanya mereka sedang . juga kelihatan terkesan oleh lagu-lagu demikian. dan kemahirannya memainkan dangungdangung. pikirannya melayang entah ke mana. masing-masing dengan kenang-kenangan sendiri. dan ia pun akan ikut menyanyi dengan suaranya yang agak serak. Cemburu pada keriangannya. dan kelihatan seakan wajahnya jadi kosong. yang menimbulkan tertawa mereka terkekeh-kekeh. Wak Katok. Dan mereka bertujuh duduk di sekeliling api. Cocok juga perangainya yang periang ini dengan badannya yang pendek dan gemuk. Jika timbul hatinya hendak bergembira. muda yang lain tak dapat menahan diri. menutup matanya. dan dia akan berdiri dan menari. ikut berdiri.

betapa Sanip dan kawankawannya ." Ingin Buyung dapat bersikap demikian. hingga jalan menjadi licin dan badan mereka basah kuyup. akan tetapi Sanip enak saja berkata: "Apa yang engkau susahkan Buyung. Pernah sekali mereka pergi berburu. Yang penting." Sungguh kesal hati Buyung mendengarnya. Dan meskipun mereka buru sepanjang hari. Buyung menyesali dirinya tak putus-putusnya.menempuh hutan. habis hujan datanglah terang!" Jika Sutan mengeluh karena beban yang didukungnya amat berat. jangan susah hati. rusa itu akan beranak lagi. ingatlah uang yang akan engkau dapat setelah damar terjual di pasar. dan dia membalas: "Bagaimana engkau tahu dia akan beranak? Bagaimana kalau dia diterkam harimau?" Cepat saja datang balasan Sanip: "Oh rusa seekor dimakan harimau tidak akan menghabiskan semua rusa di hutan. dan Buyung membidik dan menembak rusa dengan senapan Wak Katok. dan turun hujan yang lebat. tak lagi dapat mereka temukan.. tertawalah. dan artinya akan lebih banyak rusa yang dapat engkau tembak di hutan... "engkau harus lebih pandai membidik!" Dan tiba-tiba Buyung merasa.. maka Sanip akan berkata ". maka Sanip dengan gembira akan berseru "." katanya sambil mengerdipkan matanya mengganggu Buyung. ah. Rusa lari. Akan tetapi tembakannya tak kena.

dia pernah mendengar SitiHasanah. Istrinya hanya baru berhenti karena kehabisan nafas dan keletihan." Dan mereka semua akan tertawa. Ke mana-mana mereka berduadua.sebenarnya baik hati terhadap dirinya. Buyung merasa dia harus minta maaf pada kawan-kawannya. dan karena kesalahannya maka semua susah payah mereka jadi percuma. tak menjawab dan tak membalas. Anaknya sudah empat. dan Talib akan berkata: "Aduh. ini karena hari dibawanya mengejar rusa. yang telah beristri dan punya anak itu dapat berperangai seperti seorang muda yang masih bujangan saja. Pada suatu kali mereka mengumpulkan damar amat . Mereka telah sepanjang percaya akan kemahirannya menembak. Tetapi Talib dan Sanip bersahabat erat. Menurut cerita orang kampung. dan dia tak berhak merasa kesal. Talib seorang pendiam kurus dan jangkung. Jika hujan turun sedang mereka bekerja di hulu hutan. Buyung tak mengerti bagaimana Sanip. dan berlainan sama sekali dengan Sanip. dan Talib diam saja. Menurut cerita si Rancak. Dunia dan hidup ini gelap saja terasa olehnya. adik Zaitun. hujan begini akan berhari-hari lamanya!" Dan Sanip dengan suara gembira akan mengatakan: "Untung hujan. memarahi Talib dari pagi hingga petang. isteri Talib. tak putus-putusnya. karena isterinya tak putus-putusnya mengomeli dan memarahinya. kita sempat beristirahat. Biasanya orang yang demikian telah bersikap seperti orang tua. mereka pergi berteduh di dalam pondok yang dibuat dari daun-daun pisang hutan dan keladi. yang menyebabkan marah isterinya tambah lama tambah hebat.

Meskipun rambutnya sudah putih. Pernah kelika orang sekampung berburu babi. dan ikut pula tertawa. Dia melemparkan tombaknya. Talib tanpa ragu-ragu menyerang babi dengan tombaknya. ini dua kali lebih banyak dari yang biasa kita bawa pulang. dan Sanip berseru gembira: "Aduh.yang berani juga. dan selalu memandang dunia dengan mala yang gelap. Ketika duduk dekat api unggun di malam hari. dan menyelamatkan pemburu itu. akan tetapi dia seorang. Buyung pun merasa hormat pada Pak Haji yang tua. tanpa memperdulikan anjing-anjing yang berkerumun mengelilinginya. dan anjing-anjing lelah mengepung babi. tetapi masih lebat. Beban damar yang harus mereka pikul pulang amat berat. Dia pernah bercerita. tak tinggi dan tak pendek. asal jangan hanyut saja kita nanti di sungai. Untung besar kita!" Sedang Talib berkata dengan suara sayu: "Aduh. akan tetapi suka mendengar percakapan orang lain. Dia masih kuat mendukung beban damar menandingi siapa pun juga di antara mereka. Dia sendiri tak banyak berbicara. jika dipaksa maka dia maju juga menceritakan pengalamannya selama merantau ke dunia luar. . Sebentar kemudian babi pun hancur dikoyak-koyak oleh anjing. lalu balas menyerang. menyeberang dengan beban seberat ini!" Biarpun Talib pendiam. maka lama dia tertahan tak dapat meneruskan perjalanan di Singapura. Badannya sedang. maka seorang pemburu datang mendekati babi hendak menombaknya.banyaknya. bahwa ketika dia baru berangkat meninggalkan kampung. akan tetapi babi dapat mengetak.

Dia meneruskan perjalanan hingga Lahore. Dia pernah pula bercerita. Aku pernah ikut jadi pembantu seorang tukang sunglap dan tukang sihir.karena kehabisan uang. Di sana katanya dia belajar agama Islam pada seorang guru besar. . jadi tukang masak. "maka saya pun melarikan diri. sampai ke negeri Siam. Sungguh mengasyikkan ceritanya tentang kota-kota besar seperti Kalkula. Ketika kapalnya singgah di Kalkuta dia turun ke darat." kata Pak Haji dengan Jenakanya. Dari India lewat jalan darat bersama dengan beberapa puluh orang lain dia berjalan menuju negeri Arab. "Berbulan-bulan "Banyaklah pelajaran yang aku dapat di perjalanan." cerita Pak Haji. bandar Manila. dan tak kembali ke kapal. Sampai dia harus bekerja jadi kuli. Seorang kami di jalan. Tokyo. Dan di Bangkok katanya dengan terburu-buru dia terpaksa meninggalkan sirkus. karena suami seorang penyanyi perempuan Cina. pernah ikut jadi anggota sebuah rombongan sirkus. Rangoon. cemburu padanya dan hendak membunuhnya dengan pisau. Dia bekerja menjadi tukang dansa yang mengendarai sepeda. dan malahan katanya pernah dia selama dua bulan bekerja jadi tukang kuda di istana Sultan Johor. Shanghai. Penang. "Karena merasa bersalah. Dia mengembara dengan sirkus kecil kepunyaan seorang Cina." Kemudian dia bekerja sebagai tukang masak disebuah kapal yang berlayar antara negeri India dengan Jepang.

. dan menyiapkan semua barang kami. Dan mengatakan dia pun sanggup. dan aku pun membawa barang dan mengejar larinya yang cepat dengan langkah-langkah besar. Dia tertawa besar dan mengeluarkan uncang uangnya. dengan cepat mengambil bungkusanbungkusan. Kemudian aku tanyakan padanya apa yang terjadi. Aku tak mengerti apa yang terjadi. dan kemudian menyambung lidah itu kembali. Sedang aku menyiapkan barang.Afghanistan yang tinggi dan besar. Pada suatu kali dia ditantang oleh seorang ahli sihir lain di sebuah tempat yang kami lalui untuk mengadu kepandaian. menyuruh aku kembali ke tempat penginapan kami. aku dengar teriakan orang banyak penuh amarah. "Sebelum aku mulai. tiba-tiba dia datang berlari masuk kamar. Sebelum dia mulai. tetapi aku tahu bahwa ada bahaya. Sampai malam orang kampung mencari kami. Sekali ini memotong lidah seorang anak kecil. Tukang sulapku tak hendak kalah. Waktu diundi dia yang harus memotong lidah anak itu lebih dahulu dan kemudian menyambungnya kembali." katanya. dia berbisik padaku. dan berlari ke bukit-bukit batu dan bersembunyi di bukit. Akan tetapi kami segera tiba di luar kota. dan memerintahkan aku supaya berlari mengikutinya. aku minta supaya orang banyak membayar terlebih dahulu. "Kemudian setelah uang aku kumpulkan. Jauh di belakang kami. Dia dapat memotong lidah burung.

. akan tetapi siapa tahu." katanya. maka orang kampung akan memukulinya. katanya. Setelah naik haji. jika dia tak pandai. Pak Haji bekerja di kapal yang berkunjung ke pelabuhan-pelabuhan di benua Afrika dan Eropah. maka selalu orang akan terikat padanya." "Tetapi mengapa engkau lari?" tanyaku. siapa yang akan menyambungnya?" tanyaku. dia pandai menyambungnya." "Tetapi bagaimana dengan lidah anak itu.maka aku potong lidah anak itu. Biarlah Mereka tak dapat memastikan kebenaran cerita Pak Haji ini. maka anak itu mendapat sambungan lidahnya kembali. "Ah. Kalau dia pandai. Ketika dia tiba di kampung. Di atas kita langit luas. "bukankah ada tukang sihir lawanku." katanya. Hidup jadi pendamar dan perotan juga yang dapat memuaskan jiwanya. tetapi hatinya selalu menariknya kembali pulang ke kampung. Demikian cerita Pak Haji. hingga kurasa anak itu tak merasa sakit. yang mengatakan dicobanya. karena di jaman dahulu banyak sekali terjadi hal-hal yang gaib dan tak masuk akal kita. Katanya dia telah mencoba segala hidup di negeri orang lain. cepat sekali dan sedikit ujungnya saja. ceritanya.. dia terus kembali bekerja ke hutan mencari damar dan rotan. karena aku katakan aku hendak pergi mengambil obat. "Ha. Jadi anak kapal hampir serupa dengan orang yang bekerja di hutan. "karena aku tidak pandai menyambung lidahnya kembali. dan di malam hari penuh . Tetapi aku terus berlari menuju tempat kita menginap. Kemudian aku suruh mereka menunggu." dan dia tertawa terbahak-bahak. Sekali terlawan oleh hutan.

Macam-macam saja pengalamanya. yang terletak di tepi Danau Bantau. Mereka selalu membuat tempat . yang kelihaian dan tak kelihatan. Rasanya seperti kosong di lengah laut. Mereka menuju hutan dengan menyusur pinggir sungai. karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung. mereka harus meninggalkan kampung. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu. maka mudahlah menangkap ikan. Sungguh banyaklah cerita Pak Haji. Tetapi di banyak tempat yang datar. memudikinya. Tetapi di hutan. akan tetapi jauh ke dalam hutan. oleh margasatwa dan serangga. Tak ada bunyi-bunyi hutan. kita dikelilingi oleh pohon dan tanaman. yang terdengar dan yang tidak terdengar. dan di dalam lubuk-lubuk serupa ini banyaklah ikan besar. Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. ada yang lucu. Air Jernih. karena selalu ditangkap orang. Tetapi di sana tak ada pohon dan tanaman. air sungai membuat lubuk-lubuk yang besar dan dalam. Asyik sungguh hati mpndengarnya. memasuki hutan dan mendaki gununggunung. Ada yang dahsyat. Air Jernih terletak pula di tepi Sungai Air Putih yang bermuara ke danau. biar kita di tengah hulan belantara sekalipun. Di lubuklubuk yang dekat ke kampung ikannya tak banyak dan tak besar-besar lagi. dipancing atau dijala.bertaburan bintang. ada yangsedih dan ada yang gembira. Rasanya kita satu dengan hidup di bumi. dan tak ada makhluk hutan. gelap malam lautan bercahaya di sekeliling. UNTUK pergi bersama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar.

kopi dan gula. dan mereka mencoba menembak rusa. . amat sangat menyenangkan pancing. baru mereka panggang dendeng atau ikan kering yang dibawa. dan mereka tak pernah kekurangan ikan selama dalam hutan. karena tak berapa jauh dari hutan damar. Jika mereka tak mendapat ikan atau burung yang jarang terjadi. ada sebuah huma kepunyaan Wak Hitam. Sekali-kali Wak Katok membawa senapan lantaknya. Dan kalau mereka rajin dan ada waktu. Biasanya setelah selesai mengumpulkan damar mereka berburu rusa. Di sebuah pondok di ladang Wak Hitamlah mereka selalu bermalam selama berada di hutan damar. duduk di atas batu dan mencoba mengail ikan. Mereka beruntung. cabai yang ditumbuk di dalam bambu. sedikit asam dan garam. yang mereka buat dari bambu dan diletakkan di antara batu-batu di sungai. seakan perasaan. ada seminggu jauhnya berjalan kaki. mereka memasang jerat untuk menangkap burung balam yang datang mencari makan di tepi sungai. Dari Air Jernih ke hutan damar. dan panci tempat menanak nasi dan memasak air. Mereka memasang lukah di sungai jika tak membawa jala atau bunyi orang bergendang. dan jauh di dalam hutan bunyi siamang yang mengimbau-imbau tak berhenti-hentinya. Bunyi air yang menderas di antara batubatu. atau setelah berjalan sepanjang hari turun dan naik gunung. Sungguh sedap rasanya. hembusan angin di daun. Mereka membawa beras.bermalam dekat lubuk-lubuk demikian. setelah bekerja sehari penuh mengumpulkan damar. dan akan dapat membawa dendeng rusa pulang.

kampungnya. Mengapa dia suka tinggal berbulan-bulan di humanya yang amat jauh. Pernah diceritakan ketika dia pulang ke rumahnya di Batu Putih. Aku anak Ibu Khadijah. Melihatnya saja sudah menimbulkan rasa ngeri." Rupanya memang anaknya dari istrinya yang bernama Khadijah. Dia selalu memakai celana hitam. Padahal rumahnya di Batu Putih besar. dan menurut cerita orang dia sendiri pun tak ingat lagi pada semua anaknya. macam-macam pula cerita orang. Dan kala orang selama hidupnya dia telah kawin lebih dari seratus kali. Anaknya berserak-serak di tiap kampung. kulitnya amat hitam. dan setiap kawin selalu dengan anak perawan. dua hari perjalanan dari Batu Putih. dan di kampungnya ada pula anak bininya. . tetapi rambutnya masih hitam. baju hitam dan destar hitam. Malahan menurut cerita orang lebih lagi.Wak Hitam adalah seorang tua yang umurnya hampir tujuh puluh tahun. Orangnya kurus. Bininya empat. dan berkata: "Engkau siapa? Engkau berbual seperti rumah ini rumah ayahmu saja!" Dan orang itu menjawab: "Benar. karena semuanya yang serba hitam pada dirinya. Ada yang berani bersumpah dan mengatakan. dia melihat seorang muda yang enak saja tinggal di rumahnya seperti rumah sendiri. ini rumah bapakku. bahwa umur Wak Hitam lebih dari seratus tahun. seperti orang Keling. hingga Wak Hitam memarahi anak itu.

Kalau dia hendak ke mana-mana. Karena ada cerita yang mengatakan. yang baru dikawininya selama dua tahun terakhir. Tetapi yang tercantik adalah istrinya yang paling muda. Malahan menurut Sanip. perempuan kalau bersalaman saja pun dengan Wak Hitam tentu akan bunting. bahwa Wak Hitam bersekutu dengan iblis. Selalu dia ke sana membawa salah seorang bininya bergantiganti. di tengah hutan. Ilmunya banyak benar. Menurut cerita dia kebal. Orang-orang telah kenal baik dengan istri-istrinya yang dibawanya ke huma. Siti Rubiyah. maka Wak Hitam lebih suka memencilkan dirinya jauh dari kampung. seperti Sutan. Talib.Karena hal-hal serupa ini barangkali. setan dan jin. akan tetapi . Sanip dan Buyung dalam hati takut padanya. Anak-anak muda. maka dia selalu mengendarai harimaunya. karena biasanya semua istrinya telah beranak dalam tahun pertama kawin dengan dia. Wak Katok mengakui dia sebagai gurunya dalam ilmu silat dan ilmu gaib. dan lebih suka tinggal di ladangnya di Bukit Harimau. Kata orang dia berkali-kali pergi naik haji ke Mekkah terbang mengendarai harimau silumannya. dan Siti Rubiyah belum lagi mendapat anak dari dia. dan dia hendak ditembak mati. Pernah ketika pemberontakan dahulu melawan Belanda di tahun 1926 Wak Hitam tertangkap oleh Belanda. meskipun tak pernah mereka perlihatkan. begitu hebatnya dia dahulu. dan dia memelihara seekor harimau siluman. Cerita orang macam-macam tentang ilmu Wak Hitam. bahwa tenaga Wak Hitam sudah habis. Dan kenyataan ini membuat orang kampung bercerita.

dan menebas kepala Wak Hitam. cerita lain mengatakan itulah perangai orang yang bersekutu dengan setan dan jin. akan tetapi pohon pisang. berkat ilmunya juga. Ada yang mengatakan dia ke sana karena harus bertapa. tak lagi mereka dapat menjumpai Wak Hitam. Berjam-jam mereka mencari di kebun pisang. Akan tetapi yang putus bukannya leher Wak Hitam. dan Wak Hitam terkepung di dalam sebuah kebun pisang. seekor tupaipun tak akan dapat ke luar lari. Mengapa Belanda kemudian tak menangkapnya. Lalu serdaduserdadu melihat Wak Hitam berdiri bersandar pada sebuah pohon pisang. Mengapa dia suka tinggal di huma yang jauh di dalam hutan. banyak pula ceritanya. mengayunkan kelewangnya. tak boleh tinggal lama-lama dengan sesama manusia di kampung. Kebun dijaga rapat sekali. Dan kini dia termasuk orang terkaya di kampung. pada suatu hari serdadu Belanda mengejarnya. akan tetapi tibatiba dia muncul kembali. akan tetapi harus menjauhi sesama manusia. dan dia berhasil melarikan diri. bahwa Wak Hitam masih punya anak buah dari jaman pemberontakan dahulu. tak seorang juga yang tahu. yang bersembunyi di hutan .peluru tak dapat menembus badannya. dan dia pulang membawa harta. Diceritakan pula. Dengan ilmunya selalu dia dapat meloloskan diri dari kepungan tentara Belanda. maka dikabarkan Wak Hitam lama menghilang dari kampung. Serdadu melompat. Ketika pemberontakan dikalahkan. Cerita lain mengatakan. dan Wak Hitam menghilang. Kata orang.

dan dia sendiri saja yang mengerjakan tambang. Rumah Wak Hitam di humanya itu didirikan di atas tiangtiang yang tinggi. dalam musim kemarau. Orang kampung. Di sebuah sudut dekat jendela terletak dapur. Memang di Sungai Air Putih yang juga mengalir dekat huma Wak Hitam terdapat emas dalam pasirnya. Bahagian depannya merupakan sebuah beranda yang besar dan panjang. Cerita lain lagi berkata. dan jika tak banyak pekerjaan di sawah atau di ladang ada juga yang suka pergi ke mudik sungai. dan yang kini menjadi penyamun dan perampok. maka mereka bermalam saja di hutan.sampai kini. Di sinilah istrinya memasak. akan tetapi ini berat. Di . Konon ada orang kampung yang pernah mendapat sebutir emas sebesar kelingking. supaya jangan ada orang lain yang tahu. bahwa Wak Hitam punya tambang emas rahasia di hutan. dan hasilnya tak menentu. Akan tetapi jika damar banyak dan mereka bekerja mengumpulkannya berjauh-jauhan. dan mencoba mendulang emas. tak seorang juga pernah melihatnya. Di atas lantai oleh Wak Hitam ditimbun pasir yang dibatasi dengan papan kayu. dan di atas pasir dipasang dua buah tungku. Berbagai orang lain kadangkadang ikut menginap di sana. Bermalam di rumah Wak Hitam di huma kadang-kadang menyenangkan hati pula. Entah mana yang benar. hingga terlambat untuk pulang ke ladang Wak Hitam. Akan tetapi pekerjaan Tergantung dari untung dan nasib juga. Mereka bertujuh selalu berusaha untuk pulang ke ladang Wak Hitam sebelum hari gelap.

Akan tetapi kedua kopor berkunci besar dari besi.atas tungku tergantung dendeng rusa. cabai dan berbagai rupa daun-daunan. dan pinggirannya berlapis lembaga yang sudah tua dan hijau warnanya. Bukankah amat mudah merampoknya. apakah mungkin di dalamnya emas yang diceritakan bodohnya Wak Hitam menyimpan emas di dalam peti di humanya. Jika mereka bermalam di sana. Mereka berikan beras dan lauk pauk yang mereka bawa. Buyung pernah masuk ke sana. yang terdiri dari dua buah kamar. karena orang kampung? Akan tetapi alangkah . Timbul juga syak dalam hati Buyung. atau ikan sale. jika ada orang yang berniat jahat? Tetapi siapa yang berani berbuat demikian? Mereka selalu tidur di beranda di atas lantai. senapan berburunya. Mereka senang makan di sana. Beranda ini dipisahkan oleh dinding bambu yang dianyam dari bahagian belakang rumah. Di sana dia menyimpan damar. dan entah apa lagi. Dilihatnya di dalam kamar ada pula dua buah kopor besar-besar terbuai dari kayu hitam. ketika disuruhnya mengambilkan senapan berburunya. Sungguh ingin Buyung mengetahui apa isi kopor itu. dan sebuah kamar lagi tempat simpanan Wak Hitam. bawang. maka isteri Wak Hitam yang ikut dengan dia selalu memasak nasi dan lauk pauk untuk mereka. dan istri Wak Hitam menanaknya. Sebuah kamar tidur Wak Hitam dengan istrinya.

sambil membakar jagung atau ubi. Meskipun Buyung harus mengakui. dan ubi singkong yang dibakar di atas bara yang panas. Karena itu selintas pun tak masuk dalam ingatan Buyung sesuatu pikiran tak baik terhadap perempuan itu. Jika Buyung tak tergila-gila pada Zaitun. bahwa badannya langsing dan bagus . maka dia akan mudah jatuh cinta padanya.lain juga rasanya dari makanan yang mereka masak sendiri. Dalam malam serupa itu. Dia masih muda benar. Biasanya pagi-pagi sekali Buyung atau Sanip telah duduk di depan dapur membakar jagung atau ubi. Sekali. Dimakan panas-panas dengan kopi hitam panas amat enak rasanya. Mereka semua suka pada Siti Rubiyah. tetapi Wak Hitam. Orangnya pun cantik. Sanip akan mengeluarkan dangung-dangungnya dan menyanyikan lagu-lagunya. dan salah seorang bercerita. dan bukan orang sembarangan pula takinya. maka mereka senang duduk dekat tungku. Hilanglah segala penat dan letih satu hari bekerja di hutan. yang ditakuti dan disegani. Yang paling mereka senangi ialah rebus jagung muda atau ubi jalar. maka Buyung melihat Siti Rubiyah menghapus air matanya diam-diam. Atau malam-malam. ketika dia melagukan ratap tangis seorang perempuan muda yang ditinggalkan suaminya. Akan tetapi kini dia telah jadi bini orang. Lagi pula di ladangnya banyak ditanamn sayuran. Semua istri Wak Hitam pandai memasak. ketika mereka belum tidur. dan selalu mereka mendapat tambahan masakan dari sayuran di ladang.

dan orangorang tua tak ada dekat-dekat.. Sering Buyung melihat rambul nya terurai jatuh ke bawah." tambah Sanip. kan dia sudah tua?" kata Buyung. ditambah lagi dengan rambutnya yang hitam. jika dia membungkuk meniup kayu di tungku? Tadi pagi aku tolong dia memasang api. dan matanya yang bundar dan terang bercahaya. dan parasnya dengan hidungnya yang mancung dan mulutnya yang terdiri dari dua buah bibir yang penuh dan merah dan selalu basah. tebal dan hitam." kata Talib. "Aduh coba engkau . sambil tertawa penuh arti. "Lupakah engkau pepatah tua-tua kelapa ." tambah Buyung. maka sinar matahari yang terik memerahkan pipinya.?" Lalu mereka tertawa terbahak-bahak." kala Buyung. coba kalau takinya bukan Wak Hitam. "Masa Pak Haji punya pikiran yang begitu?" "Ya. Sanip tertawa." katanya. buah dadanya. dan panjang hingga sampai ke ujung pantatnya. "Dengarkan si Buyung berbicara. "Engkau lihat bahagian alas buah dadanya. "Tetapi mata Pak Haji masih kalah dengan mata Wak Katok. Talib dan Sanip sekali waktu tak dapat menahan diri. "Aduh.. dan semakin cantik saja dia kelihaian. maka Talib atau Buyung alau Sanip mulai berbicara tentang kecantikan Siti Rubiyah. "Engkau lihatkah mata Pak Haji memandang padanya pada suatu kali?" tanya Sulan." kata Sutan menambahkan. "Kemarin aku mimpikan dia. meskipun kecil tetapi kuat dan cantik.. "Pak Haji?" tanya Talib takjub.bentuknya. coba kalau dia belum kawin. "Aduh. Ketika mereka yang muda-muda bersama-sama di hutan. sedang dia bekerja di kebun dan jika dia sedang bekerja di kebun di siang hari.

"memang dia cantik. Seakan hendak ditelanjanginya saja Siti Rubiyah." kata Buyung membantah. "sama saja. Kemudian mereka beralih kembali membicarakan kemungkinan-kemungkinan Siti Rubiyah di tempat tidur.perhatikan kalau dia melihat pada Siti Rubiyah dan Wak Hitam lagi tak ada. yang menimbulkan tertawa mereka yang hebat . Dan mereka tertawa kembali. Mereka pun tahu sudah tentang cintanya yang tak berbalas terhadap Zaitun. merah padam muka Buyung malu. Atau tak usah di tempat tidur pun boleh tidur. orang tua atau orang muda." Mereka berpandangan." kata Talib. lupa daratan." Dan mereka saling berpandangan dan tertawa. lebih baik kau belajar dulu dengan Siti Rubiyah." Sutan dan Sanip dan Talib menertawakan Buyung. karena itu dapat berkata demikian. belum punya pengalaman apa-apa. menertawakan Buyung yang tak berpengalaman. tetapi aku tak berani merasa seperti kalian. seperti dikatakan oleh Sutan. Kau belum tahu apa artinya itu. "Tapi sebelum dengan Zaitun. Melihat muka Buyung merah padam karena malu. "engkau kan masih bujang masih belum tahu. kalau sudah melihat perempuan cantik. "Engkau juga. dan hendak ditelannya Siti Rubiyah hidup-hidup. aku tidak." kata Sanip. baru kau tahu." Sutan mengangguk lagi. maka mereka tertawa lebih hebat lagi. Aku takut pada Wak Hitam." "Ho-ho. "Coba kalau nanti kau sudah dipeluk si Zaitun. Aduh. "Ah. Aku pun jadi cemburu dibuatnya.

" kata Sanip. "semakin tua seorang letaki.kembali. perubahan dalam sikap mereka. Sejak percakapan mereka demikian. semakin perempuan tua ingin punya suami muda. Buyung sering pula. bukannya dia menahan umurnya." "Aduh. sebentar-sebentar sakit. Buyung lebih dia ingin punya bini muda. "dia sudah tua. Untuk menahan umurnya sendiri. Dan memperhatikan kawan-kawannya jika berdekatan dengan Siti Rubiyah. Karena mereka tak merasa sesuatu kegembiraan bercakap-cakap dengan Wak merasa khawatir apakah Wak Hitam tak melihatnya Memang dia dapat merasakan sesuatu ." kata Sutan. Mereka habis-habisan menghantam Wak Hitam yang sudah tua. mengapa dia harus berbini muda lagi seperti Siti Rubiyah?" "Itu kan adat manusia. "Entah apa gunanya baginya istri sampai empat. Pak Haji dan Wak Katok dan Pak Bakmi yang datang mengunjunginya ke kamar tidur. kalau orang tua seperti Wak Hitam kawin dengan istri muda seperti Siti Rubiyah. Usaha mereka untuk bersikap dan berbuat biasa terlalu kelihatan. Akan tetapi dalam beberapa bulan terakhir Wak Hitam sering sakit-sakit. akan tetapi hanya akan mempercepat dia masuk lobang kubur saja." kata Sutan tertawa. Yang muda-muda hanya datang sebentar. hingga sebenarnya malahan menunjukkan adanya perasaan lain dalam dirinya. dan kemudian segera pergi. Dan lebih banyak tinggal di kamarnya saja.

dan dia masih selalu memakai pakaian hitam. Mereka sapa-menyapa. Belakangan ini badannya bertambah kurus. kumis dan janggutnya telah banyak putihnya. maka sekali-sekali mereka Ada sesuatu dalam dirinya yang berjumpa pula di sana dengan berbagai orangyang anehaneh. Orang-orang itu pun tak banyak bercerita. menimbulkan rasa segan orang terhadap dirinya. Sekali ketika mereka pulang dari hutan. Tiraikasih Website http://kangzusi. yang kelihatannya berat isinya. Tak lama kemudian menembus mereka mendengar suara berbisik-bisik . Matanya cekung mendalam. mereka jumpai telah ada enam orang lain yang terlebih dahulu tiba. Tak pernah mereka melihat orang-orang itu selama ini singgah di ladang Wak Hitam.com/ Dewi KZ 33 Selain dari Siti Rubiyah yang menarik hati mereka untuk bermalam di ladang Wak Hitam. dan duduk berkumpul di antara mereka.Hitamyang menyeramkan itu. Meskipun dia sakit demikian. Akan tetapi mereka tak kenal pada mereka. Tak obahnya dia seakan seekor harimau yang sakit. mereka dipanggil masuk ke kamar Wak Hitam. Mereka semua berpakaian hitam dan membawa parang panjang. Buyung lihat dua orang di antaranya membawa dua buah bungkusan. Tak lama kemudian. akan tetapi yang jika dilanggar perasaannya. akan dapat melompat dan menerkam dengan cepat dan mematikan. akan tetapi seluruh perawakannya masih tetap garang dan menakutkan. Akan tetapi rambutnya masih lebat.

Dia hanya mengangguk saja ketika mereka berenam minta diri dan turun ke dalam gelap malam. Siti Rubiyah pun tidak berada di kamar lidur. akan tetapi Siti Rubiyah menjawab dengan singkat: "Baiklah jangan ditanya. Siapa mereka? Ke mana mereka? Macam-macam timbul pertanyaan dalam hati tetapi tak seorang pun juga yang berani menanyakan. dan pura-pura tak tahu bahwa orang yang enam itu telah datang dan pergi. memasak kotak ubi jalar. Buyung betapa mereka berjalan dalam gelap samar malam di ladang. dan kemudian hilang dalam pelukan gelap hutan. Sesuatu bayangan rahasia yang dilontarkan oleh gelap malam ke dalam rumah. dan kemudian dihelanya kembali ke luar dan hilang kembali ke dalam hutan. bahwa esok paginya dia bertanya kepada Siti Rubiyah siapakah keenam orang itu." mengikuti mereka dengan pandangannya. Perasaan mereka bertambah tertekan. dan mereka menghilang ke dalam hutan melalui ladang dalam gelap malam. orang-orang berbaju hitam yang penuh telinganya tak dapat dia mengikuti melihat sikap Siti Rubiyah yang seakan-akan tak acuh. akan tetapi tinggal duduk di dekat tungku.dinding bambu yang tipis. . seakan kehadiran rahasia itu menekan perasaannya. Rasanya seakan mereka tak pernah ada. Esok harinya Sutan bercerita. Sutan sendiri pun terdiam. dan terus minla diri. Akan tetapi betapa juga Buyung memasang pembicaraan mereka di dalam. Tak lama kemudian mereka ke luar.

maka dia pun berdiri di tengahtengah beranda. akan tetapi membuatnya macamlah timbul pikiran mereka untuk memecahkan rahasia ini." kata Talib. kebetulan ikut pula menginap seorang tukang bercerita keliling. karena jagungnya yang muda dicuri tupai. mari kita ikuti mereka dari jauh. Aduh alangkah pandainya dia bercerita. ketika mereka menginap di sana. Mereka semua terpesona melihat betapa pandainya dia bercerita. akan tetapi cukup kita mengambil emas banyak-banyak. tentang permusuhan antara seorang datuk yang memiliki kebun jagung dengan seekor tupai amat menarik. "coba kalau kita tahu di mana letak gua itu. karena tanpa terlalu susah payah mengajaknya.Semuanya ini menakutkan hati Buyung. Ke mana mereka pergi?" "Ya. barangkali mereka penjaga gua emas Wak Hitam. dan mulai bercerita. Dia seorang tua dan membawa sebuah gendang dan sebuah suling. Sutan berkata: "Jika mereka datang lagi. kan kita tak usah lagi letih-letih mengumpulkan damar. maka sungguh-sungguhlah dia berubah menjadi pemilik kebun yang marah demikian. Cerita kanakkanak yang diceritakannya. Jika dia bertaku sebagai si datuk tua yang marah amat sangat. Macam- rupanya kesenangannya bercerita. dan selanjutnya kita jadi orang kaya?" Akan tetapi sekali-sekali mereka bertemu pula dengan orang-orang lain yang menarik hati dan menyenangkan perasaan. Dan kemudian tiba-tiba saja lalu dia menjadi . Memang menjadi ingin tahu sekali. dan kita masih di sini. Umpamanya beberapa bulan yang lalu.

mereka berjumpa di sana dengan seorang tua dan seorang anak letakinya yang sudah besar." Lalu dia memperhatikan garis-garis tangan Buyung.com/ . sambil memakan jagung muda dengan enaknya. akan tetapi mereka paksa juga. mengejek yang empunya kebun. Asyiklah mereka dibuatnya dengan macam-macam ceritanya. Anak harus sabar dan tabah menghadapi percobaanpercobaan hidup. tetapi sungguhsungguh seekor tupai.tupai. "tetapi akhirnya anak akan mendapat juga apa yang anak inginkan sekali” Tiraikasih Website http://kangzusi. Setelah habis makan malam. dan mengambil jalan singkat dengan memintas hutan dan gunung. dan dari atas dahan pohon yang tinggi dan aman. "Anak akan banyak mengalami pengalaman yang hebat. seekor tupai nakal yang kesenangan mengganggu si pemilik kebun. Hingga kemudian setelah dia selesai bercerita. ketika mereka bercakapcakap. Mereka hendak pergi ke kampung Aur Kuning. dan menambahkan. di seberang hutan. Pada suatu malam lain. dan malam itu bermalam di ladang Wak Hitam. Mari aku baca tanganmu." katanya. Mula-mulanya tak hendak dia menerimanya. lalu orang tua itu memegang tangan Buyung sambil berkata : "Anak kelihatannya yang termuda di sini. maka mereka memberinya hadiah sedikit uang. Dan yang kelihatan di depan kita bukan seorang tukang cerita.

" katanya pula. "Anak panjang umur. disusul oleh yang lain-lain. enam. Buyung senang juga. Katanya. Muka Buyung merah padam malu-malu. empat. karena orang tua itu berkata: penuh bangga. melainkan mukanya ucapannya kemudian. lima. Buyung teringat pada Zaitun. tiga. Sutan terdiam dan mukanyn agak pucat.. akan tetapi selalu harus berpikir dahulu baik-baik sebelum dia berbuat sesuatu apa. Nasib anak dalam hidup selalu akan dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengan anak. "Hanya satu harus anak hati-hati dalam hidup ini. delapan." Setelah dia membaca garis tangan Buyung. Tetapi dalam hati. Dia tidak boleh menurut kala hatinya." katanya melanjutkan. Muka Buyung tambah merah padam. Akan tetapi mendengar . Dan anak jangan lupa.Dewi KZ 36 Di sini Sutan tertawa. Rezeki anak baik. akan tetapi mudah pula lepas. meski kawan sendiri pun." Sutan mulai lagi tertawa mengangggu Buyung. karena dia mudah tergoda oleh perempuan. dan anak akan senang nanti di hari tua. Selanjutnya dikatakannya pula bahwa Sutan akan kawin sampai enam kali.. sembilan. Dan Sutan bukannya malu mendengar itu. tak boleh memakai pakaian yang terbalik. "jangan terlalu percaya pada orang. Sutan mudah berteman dengan orang. Pada Sutan dia berkata. tujuh. "dan anakmu banyak. maka yang lain pun minta tangannya dibaca. supaya Sutan hati-hati terhadap hatinya sendiri.

akan tetapi suara tertawanya agak tegang. "Tak dapat saya membaca sesuatu. dan kemudian orang tua itu berkata : "Gelap saja yang saya lihat." katanya. Malam itu mereka tidak berbicara dan mengobrol segembira seperti biasa. sesuatu rahasia yang gelap dan hitam yang memijit hati dengan jarijarinya yang sejuk. Seakan ada sesuatu yang menekan di beranda rumah di ladang itu."Orang muda mesti hati-hati sekali. dan saya lihat banyak warna merah. Entah apa artinya saya tak tahu." Wak Katok tertawa keras. Janganlah turut nafsu hati. Bahaya besar menanti orang muda di waktu dekat yang datang. Tiraikasih Website http://kangzusi. Juga dia tak hendak membaca tangan Pak Haji dan Pak Balam. sesuatu yang sejuk yang datang melayang dari angkasa hitam di atas hutan." Buyung merasa seakan ini sindiran terhadap Sutan supaya jangan mengganggu Siti Rubiyah." Mereka berpandangan mata sebentar. bahwa dia tak dapat membaca sesuatu di garis tangan mereka. Kepada Talib dan Sanip dia berkata. Kepada Wak Katok dia berkata aneh sekali. Mereka juga berjumpa di sana dengan orang-orang yang . setelah memperhatikan telapak tangan kiri dan kanan Wak Katok.com/ Dewi KZ 37 "Maaf ya pak. supaya mereka amat berhati-hati dalam hidup. karena bahaya selalu mengancamnya." "Takutkah bapak mengatakan apa yang bapak baca? Saya tak takut. seakan dia menekan perasaannya yang terganggu. dan mengatakan.

Asyiklah mendengar Tiraikasih Website http://kangzusi. dan Portugis dan Benua Afrika. tentang negeri Cina.pernah jauh merantau. Dia mendengar bunyi telapak di tanah. 0oo0 WAK Katok duduk mencangkung di dalam semak-semak di pinggir huma. Tiba-tiba Wak Katok memasang telinganya. Spanyol. suami Siti Rubiyah tidur di pondok. Telah lama juga dia menunggu di sana. menderita demam panas. Wak Hitam. dan kemudian setelah Siti Rubiyah menghilang di belakang jalan di . Belanda. Kawan-kawannya yang lain di hutan mengumpulkan rotan. pulau jajahan Perancis. Jerman. Dan tak lama kelihatan datang dari kebun Siti Rubiyah membawa sebungkus cucian. Dia tahu Siti Rubiyah akan lewat jalan kecil itu untuk pergi ke sungai mencuci. berjalan menuju ke sungai.com/ Dewi KZ 38 ceritanya. Sampai jauh malam mereka mendengar ceritanya gantiberganti dengan Pak Haji. Hanya terdengar bunyi burung berkicau-kicau mencari makan di kebun jagung. Inggris. Di seluruh huma itu sunyi sepi. sampai ke negeri Amerika. Katanya di sana banyak orang Indonesia yang bekerja dan pandai berbahasa Perancis. dan bercerita tentang orang dan penghidupan di pulau-pulau lain. Dia sudah berkeliling dunia. Wak Katok menahan napasnya ketika Siti Rubiyah lewat di depannya. Sekali mereka bertemu dengan seorang yang pernah bekerja di New Caledonia. ada dua puluh tahun lebih dia mengembara dari satu negeri ke negeri yang lain. Jepang.

dan mengikuti jauh dari belakang. Wak Katok menahan napasnya melihat badan Siti Ruhiyah yang terbuka dengan tiba-tiba. Wak Katok menahan napasnya. Dia tak memakai celana dalam. dan darahnya mengalir di pompa kuat-kuat oleh jantungnya yang bekerja berdegup-degup amat . Perempuan muda itu yang menyangka dirinya seorang diri di pinggir sungai dengan tenang membuka pakaiannya. Matanya panas dan seakan hendak meloncat ke luar dari kepalanya. dan bersembunyi di dalam belukar tebal yang tumbuh di pinggir sungai. meletakkan di atas batu besar. Dan menyusun kainnya di atas kebayanya di atas batu. Sebentar dia berdiri telanjang bulat di pinggir sungai di atas batu. Selama ini dia hanya dapat membayangkan dan menerka tubuh Siti Rubiyah yang ditutupi baju dan kain tua. Matanya tak putus-putusnya mengikuti gerak-gerik Siti Rubiyah. Wak Katok mengendap masuk ke dalam semak-semak. Buah dadanya tak besar. seluruh tubuhnya dicium oleh sinar matahari. Akan tetapi kini dia dapat melihatnya sendiri. Dia tidak memakai kutang. menyala kuning langsat ditimpa matahari. Seluruh tubuhnya kencang dan kaku.balik semak-semak dengan perlahan-lahan dia berdiri. Nafsunya datang menyerang bergelombang-gelombang.com/ Dewi KZ 39 Dia membuka kebaya tuanya dan bentuknya. Dadanya terasa sesak. Kemudian Siti Rubiyah membuka kainnya. Merangkak-rangkak mendekati pinggir sungai. akan tetapi bagus Tiraikasih Website http://kangzusi.

ke dalam air. Wak Katok tertawa menentramkannya. kusangka beruang atau apa. Kemudian dia mengambil onggokan kain kolor dan merendamnya mencangkung di dalam air dan mulai menggosok kain dengan sabun.." "Aduh. Wak. Tiraikasih Website http://kangzusi.cepatnya." dan Wak Katok memegang tangan Siti dan menariknya masuk ke dalam belukar. Tetapi dia menahan dirinya." serunya. dan yang tinggal ialah api birahi yang membakar kuat. "Aduh.. Bagaimana Wak Hitam?" "Masih panas sekali badannya. Serangan nafsu berahi telah lewat. pikir Wak Katok." "Siti.com/ Dewi KZ 40 "Aku kelupaan rokok di rumah. Kini dia agak tenang. dan yang kelihatan oleh Wak Katok hanya badannya bagian atas saja.. dan kembali mengambilnya. Coba aku air sungai yang mengalir itu. Dia membenamkan bahagian badannya di bawah pinggangnya dalam air. terkejut aku. ada?" "Marilah. dan melangkah kembali ke jalan kecil menuju ladangnya. Dia mengumpulkan cuciannya. Siti Rubiyah cepat membungkuk dan memakai sebuah kain tua yang hendak dicucinya. 0oo0 MEREKA telah dua minggu bekerja mengumpulkan damar . Lalu dia duduk Kemudian Siti Rubiyah mandi. Setengah jam kemudian Siti Rubiyah membuka kain yang dipakainya. tetapi yang dapat dikuasainya. dan mencuci kain. aku bawakan Siti manik yang Siti minta dulu. menjerit kecil. lalu memakai kebaya dan kainnya. dan setelah mengeringkan badannya dengan sehelai kain.

com/ Dewi KZ 41 berminggu-minggu di tengah hutan. Dia menyuruh Siti Rubiyah merebus obatnya sendiri. "Bayar saja nanti mereka jika telah tiba di kampung. Yang tak dapal mereka angkut. Tiap sebentar dia minta minum pada Siti Rubiyah. Banyak juga hasil mereka sekali ini. Pernah Buyung mencoba rasanya dari periuk di tungku Huuuuhh. Terikat kawin pada orang tua seperti Wak Hitam dan tinggal Tiraikasih Website http://kangzusi. Siti Rubiyah jarang tertawa. jauh dan manusia yang lain. akan mereka tinggalkan di rumah Wak Hitam. Dan Wak Hitam yang sakit telah berjanji akan mengirimkannya ke Air Jernih dengan orang yang lewat. terbuat dari ramuan daun-daunan. pahitnya! Hingga ketika Buyung meludahkannya kembali keluar melalui jendela. hingga tak terangkat oleh mereka semuanya sekali jalan. dan melihat cahaya yang hinggap di mukanya dan memancar dari matanya. Badannya panas.berpangkalan di huma Wak Hitam." kata Wak Hitam. Lusa pagi mereka akan kembali ke kampung. Terobat juga lidahnya yang kepahitan mendengar tertawa Siti Rubiyah yang halus. kulit kayu dan akarakar. Buyung mengerti. pasti terlalu berat bagi seorang perempuan muda seperti Siti Rubiyah yang memerlukan pergaulan dengan perempuanperempuan yang sebaya dengan dia. Sungguh kejam Wak . Sekali ini sakitnya kelihatan tambah berat. dan matanya kemerah-merahan hingga wajahnya lebih menakutkan lagi. Siti Rubiyah menertawakannya.

Buyung telah memasang sebuah perangkap kancil di pinggir ladang dekat ke hutan. dan mengganti umpan. Tiap petang pun. Jika dia dapat kancil atau anaknya. hendak diberikannya nanti pada Zaitun. Selalu tupai dilepaskannya karena dia tak suka membunuh binatang dengan tak berguna. Demikianlah maksudnya. Setiap hari sebelum berangkat ke hutan mengumpulkan damar selalu dia pergi ke tempat perangkap. 0oo0 DARI ladang Wak Hitam terbujur berbagai jalan kecil yang memintas ke hutan dan gunung. Karena beberapa kali pintu perangkap telah tertutup. dan jika dia ingat cerita tupai dengan Pak Datuk yang kikir. jika pulang dari hutan selalu dia memeriksa perangkapnya. Sebuah jalan yang menuju ke Utara adalah jalan yang membawa mereka pulang ke kampung Air Jernih. Akan tetapi entah mengapa dia tak sampai hati membunuh tupai. memeriksa. maka perasaannya selalu berada di pihak sang tupai. akan tetapi di dalamnya hanya ada tupai. Binatangnya kecil dan kelihatannya lucu. Buyung melihat bekas jejak kancil di sana.Hitam! Sejak hari pertama mereka tiba di ladang Wak Hitam. Perangkap dibuatnya dari dahan-dahan kayu dan di dalam perangkap dipasangnya buah jagung muda. Meskipun sebenarnya tupai banyak merusak kebun. yang . Sebuah di antaranya menuju ke Sungai Air Putih yang mengalir di antara batu-batu besar dan kerikil dan pasir kira-kira setengah kilometer dari ladang.

karena selalu saja tertutup kembali oleh semak dan pohon-pohon. menuju kampung Wak Hitam. Tetapi Sutan sendiri suka mandi lebih lama dari kawankawannya yang lain. dia lebih suka mengambil air sungai yang airnya jernih dan sejuk. ketika jalan meninggalkan sungai dan memilih sendiri tempat-tempat yang mudah dilaluinya. Sekali bawa sampai empat tabung. Dan kemudian di hutan Sutan pasti akan mengganggu Buyung. akan tetapi. Siti Rubiyah pun selalu mandi dan mencuci pakaian di sana. Dua . kampung Batu Putih. Tiraikasih Website http://kangzusi. Jalannya kecil sekali. maka mereka singgah dahulu di sungai dan mandi di sana. maka Buyung menolongnya membawakan tabung bambu airnya. dan tiap sebentar orang yang melaluinya harus membukanya kembali dengan parang. dan meskipun di ladang ada sumur. Kata Sanip. dan hampir-hampir tak kelihatan. Sekali-sekali jika pagi hari Buyung bertemu dengan dia hendak mengambil air. Dia mengambil air membawa tabung-tabung bambu. Buyung mencoba-coba hendak menarik hati Siti Rubiyah.menyusuri Sungai Air Putih sebanyak mungkin. Jika pulang dari hutan di petang hari. Kalau bukan orang perimba pasti akan sesat jika mengikutinya. kecuali di beberapa tempat.com/ Dewi KZ 42 Ke Selatan sebuah jalan kecil memintasi hutan menuruni gunung. Mereka selalu mandi ke Sungai Air Putih. menunggu-nunggu Siti Rubiyah tiba. ada tiga hari berjalan kaki jauhnya.

hari sebelum mereka akan pulang, ketika Buyung pulang dari hutan menjelang tengah hari, untuk menjemput keranjang besar tempat damar, buyung memintas jalan di sungai, dan melihat Siti Rubiyah sedang bermain-main di dalam air. Dia amat asyik dalam air, hingga tak terdengar olehnya Buyung datang. Buyung pun berjalan lebih hati-hati dari biasa. Siti Rubiyah sedang mencoba menangkap ikan-ikan kecil di sungai dengan tangannya. Dia mendekapkan kedua belah tangannya, membuat tangannya menjadi semacam cabung yang bulat, dan memasang tangannya diam-diam di dalam air. Ditunggunya hingga anak-anak ikan masuk berenang ke

dalam

tangannya,

dan

kemudian

dengan

tiba-tiba

tangannya diangkatnya ke atas. Akan tetapi ikan-ikan kecil yang jinakTiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 43 jinak merpati amat cepat dapat melarikan diri, dan lepas dari tangkapan. Siti Rubiyah pura-pura marah, dan menampar air beberapa kali, akan tetapi kemudian dia akan memasang tangannya kembali dan menunggu ikan-ikan kecil masuk. Sinar matahari menyiram mukanya dan kemudian menari nari di permukaan air, membuat mukanya yang kuning langsat seakan penuh dengan siraman cahaya yang berkilauan; terang matahari bersarang ke rambutnya yang tebal dan yang kelihatan bertambah hitam dan kini seakan memancarkan

percikan cahaya kecil-kecil, cahaya matahari yang datang dari langit dan dari permukaan air sungai membasuh seluruh mukanya, bahunya dan buah dadanya dengan terang dan bayangan, sungguh terpesona Buyung memandanginya. Jika dia bosan bermain demikian, maka dia menyanyi. Suaranya halus dan lagunya sedih, lagu orang kesepian. Rupanya Buyung terlalu keras menatapinya, karena seakan terkejut dia mengangkat kepalanya, dan kemudian ketika dia melihat Buyung yang berdiri di bawah pohon di tepi sungai, sinar terkejut meninggalkan matanya, dan senyum kecil yang amat manis menghiasi pula bibirnya, dan dia berseru: "Engkau itu Buyung! Mengapa telah pulang kini?" Muka Buyung merah padam, merasa malu, akan tetapi Siti

Rubiyah tak memperlihatkan seakan dia melihat sesuatu yang ganjil dalam sikap Buyung. Sedang Buyung merasa darahnya tersirap, dan mengalir cepat sekali dalam badannya dan jantungnya berdebar-debar keras. Sungguh aneh sekali perasannya. Dia merasa amat sangat tertarik pada Siti Rubiyah, ingin dia mendekatinya dan memegangnya dan memeluknya, akan tetapi pada waktu yang bersamaan hatinya merasa takut pula. Berbagai macam ketakutan yang timbul dalam hatinya. Takut pada perasaan hebat yang timbul dalam dirinya sendiri, takut karena ingat pada Wak Hitam, dan takut pada Siti Rubiyah sendiri, takut jika dia tahu apa yang dirasanya terhadap dirinya, maka Sili Rubiyah akan marah, dan mungkin tak mau lagi tertawa semanis itu padanya, dan

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 44 dia pun merasa takut berdosa, karena dia sadar, bahwa perasaannya yang demikian dilarang oleh ajaran agama. Tetapi meskipun demikian, Buyung tak dapat menahan dirinya dari merasa demikian. Tak obahnya seakan sesuatu tenaga yang lebih besar menguasai seluruh badan dan jiwanya dan menghapuskan dari pikirannya, dari hatinya, cintanya kepada Zaitun, takutnya pada Wak Hitam, takutnya kepada Tuhan, takutnya kepada sikap Siti Rubiyah sendiri, dan takutnya pada perasaan ganjil yang dahsyat yang menguasai dirinya. Buyung melangkah ke dalam sungai, mendekati Siti Rubiyah yang duduk di dalam air. Siti Rubiyah memandang

seraya mengangkat kepalanya kepada Buyung, dan tertawa, dan berkata: "Aku coba menangkap ikan kecil. Tetapi mereka cepat lari. Seakan terasa saja padanya tangan kita akan bergerak untuk mengangkatnya ke luar dari air." Dari ketinggian tempat Buyung berdiri, jelas sekali dilihatnya buah dada Siti Rubiyah yang separuh terbuka, yang kecil dan bundar akan tetapi membuat belahan pula di antara keduanya, kulit dadanya halus, dan di rambutnya mutiaramutiara air berkilauan, bibirnya merah. Suara Buyung terasa garau ketika berkata: "Aku pulang hendak mengambil keranjang. Kami dapat banyak damar." Tetapi kakinya tak hendak bergerak dari tempat itu, dan dia

berkata, melupakan semuanya: "Marilah aku tolong engkau menangkap ikan." Buyung membungkuk dan kepala mereka amal berdekatan, badan mereka amat berdekatan, dan dengan suka cita Buyung lihat, bahwa Siti Rubiyah sama sekali tak berusaha menjauhkan dirinya. Ketika itu Buyung merasa amat dekat sekali pada Siti Rubiyah, dan lupalah dia sama sekali pada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 45 Zaitun. Mereka sebaya, dan mudah benar Buyung merasa berkawan dengan dia. Buyung tak tahu berapa lama keduanya mencari-cari ikan. Siti Rubiyah banyak bercerita. Dia bercerita, bahwa dia

dipaksa kawin oleh orang tuanya dengan Wak Hitam, sedang sebenarnya dia tak hendak kawin dengan Wak Hitam. Hampir dia membunuh dirinya, kalanya, ketika dipaksa kawin dengan Wak Hitam. Akan tetapi karena menghormati dan takut pada ayah dan ibunya, maka diturutinya juga kemauan ayah dan ibunya. Dia tak pernah merasa senang selama kawin dengan Wak Hitam, cerita Siti Rubiyah. Dia selalu ingin tinggal di Kampung, dan ingin bergaul dengan kawan-kawan yang sebaya dengan dia. Akan tetapi Wak Hitam dalam bulanbulan terakhir selalu saja membawa dia ke huma, dan istriistrinya yang lain ditinggalkannya di kampung. Dia merasa amat kesepian di ladang, dan merasa tak enak

Tahukah Wak Hitam. dan dipaksanya sebenarnya takut pada Wak Hitam.com/ Dewi KZ 46 Ketika dia tiba di atas beranda." "Marilah sebentar ke mari. Jatuh juga hati Buyung melihatnya tak berdaya demikian. Dapat banyak damar kami. seakan dia merasa jijik dan tak senang dengan Wak Hitam. hanya dengan maksud untuk memperpanjang kemudaannya untuk mempermuda dirinya sendiri. Di mana Siti Rubiyah?" Tersirap darah Buyung sedikit. Pasti dia kesepian dan ingin berkawan dengan orang-orang muda yang sebaya dengan dia. katanya mengaku." sahutnya enggan. dan dia bergegas ke rumah mengambil keranjang. Sungguh kasihan dia. bahwa dia tadi singgah dan lama berbicara dengan Siti Rubiyah? Buyung ingat akan cerita-cerita tentang ilmunya yang hebat. "Siapa itu?" "Buyung. Dan Siti Rubiyah menarik air muka. Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi kemudian dia teringat tujuannya yang sebenarnya dirinya meninggalkan suasana yang amat menggembirakan bercakapcakap dengan Siti Rubiyah. Dia dengan Wak Hitam di tengah hutan Rubiyah. keranjang. "mengambil mengambil keranjang. didengarnya Wak Hitam memanggil. Dia hendak memakai . seorang perempuan muda demikian. Segan benar Buyung sebenarnya meninggalkan Sili umurnya.berdua-dua demikian. Wak. dan dipaksa pula tinggal bersama di tengah hutan. Wak Hitam mengawininya. dikawini dengan paksa oleh seorang tua.

dan tangan kanannya membawakan cangkir ke bibir Wak Hitam. Rupanya demamnya sedang naik. Wak Hitam terbaring di atas kasur di lantai. Buyung mengisi semangkuk air teh dan membawa padanya. Wak Hitam memegang cangkir dengan kedua belah tangannya. dan membaca mantera penjaga diri yang diajarkan Wak Katok padanya dan dia melangkah dengan tenang ke dalam kamar tidur Wak Hitam. "Aduh Buyung. Buyung menguatkan dirinya." katanya dengan suara yang lemah dan gemetar. Buyung mendorong punggungnya dengan sebelah tangannya. keringat dengan sebuah lap kain merah yang terletak dekat bantalnya. tolong berikan aku air secangkir. dan cangkir bergoyang karena getar kedua tangannya. Mendengar suaranya dan melihat keadaannya yang demikian. tetapi tak kuat. Cerek tempat air terletak jauh dari kasurnya. hingga dia dapat mengetahui apa yang terjadi jauh dari dirinya. Seluruh badannya gemetar.dan bukan tak mungkin ilmu firasatnya begitu hebat. Wak Hitam mencoba duduk. Dia minum dengan lahap. berselimut hitam tebaltebal. dan air teh akan tumpah jika cangkir tak dipegang kuat-kuat oleh Buyung. dan kemudian merebahkan dirinya kembali. Kepalanya memakai kupiah wol yang tebal yang belangbelang merah. Ketika Buyung masuk dia mengerang. Buyung menyeka keningnya yang penuh . hilang pula rasa takut dan was-was dalam hatinya. hitam dan putih.

lalu memandang pada Buyung." sahut Buyung "Ohhhh. Di tengah jalan Buyung bertemu dengan Sili Rubiyah yang hendak pulang. beginilah kalau sudah tua dan sakit-sakit. Beginilah Buyung. "di mana Siti Rubiyah?" Tiraikasih Website http://kangzusi. Tiba di luar rumah." Kemudian dia diam. "kalau sudah tua dan sakit-sakit. dan dia seakan merasa tak dapat bernapas di dalamnya. sama saja." katanya kembali. Barangkali dia terlalu bergegas berangkat. kehilangan perhatiannya. dan kembali memandang pada Buyung. "Di sungai saja kerjanya. udara panas dihirupnya dan terasa amal segar sekali. dan berkata: bekerja. udara dalam kamar berat dan panas dengan bau badan Wak Hitam yang sakit. biar mereka dapat membagi-bagi harta yang kita tinggalkan. Kamar terasa seakan sesak. tak hendak mengurus kita dengan benar. dan berkata: "Bini yang tua dan bini yang katanya. dan muda. mencuci. Dari jauh Siti Rubiyah telah "Pergilah." Kemudian diam diam sebentar. Bini sendiri pun tidak lagi memperdulikan kita." keluhnya."Aduh. akan tetapi dia tak lahan rasanya tinggal di dalam kamar yang panas dan gelap dengan Wak Hitam yang demam panas. Buyung. apalagi anak-anak atau keluarga yang lain." Hati Buyung lega disuruhnya pergi.com/ Dewi KZ 47 "Di sungai. Mereka malahan menunggu dan mendoakan supaya kita lekas saja mati. engkau masih harus . tak ada lagi yang mengurus awak." kemudian timbul kembali kekesalannya dan iba hatinya pada dirinya sendiri.

karena Wak Hitam memanggil-manggilnya. dan panas demamnya kelihatannya lelah menjadi lebih tinggi. aku memperbaiki perangkap kancilku sebentar.tersenyum. di sungai tadi. telah tumbuh sesuatu yang mendekatkan mereka." Dengan tak disadarinya Buyung telah menyanyi rupanya. Akan tetapi Talib terus berbalik meneruskan pekerjaannya." kala Talib. esok kita akan pulang ke kampung. Buyung mengatakan padanya agar dia bergegas.. dan Buyung bergegas kembali ke hutan. Siti Rubiyah terus pulang. Di tengah hutan ingatannya yang penuh gembira dapat berjumpa tadi dengan Siti Rubiyah tak terganggu oleh ketokan Tiraikasih Website http://kangzusi. dan menengok ke atas. sampai menyanyi segala. Dia terkejut ketika mendengar suara Talib mereka berdua bekerja bersama mengumpulkan damar.. karena harus berdusta demikian. dan dia tak sadar telah tiba di tempat mereka bekerja.com/ Dewi KZ 48 burung pelatuk yang mengisi hutan. senang benar hatimu. Enam ekor burung gagak kelihatan terbang melintas di atas hutan tempat mereka . Seakan dari pertemuan mereka.. "Sudah terlalu lama. "Aduh. dan kini Talib memajukan sebuah pertanyaan yang sukar pula untuk menjawabnya: "Mengapa engkau lama?" Akan tetapi otaknya dengan cepat bekerja dan dia menjawab: "Oh. Kali ini seakan senyumnya mengandung arti yang lebih dalam. "Aduh senang juga hatiku." Dan dia takut Talib akan melihat betapa pipinya memerah. Dan Buyung bukannya tak senang dengan perasaan ini." tiba-tiba dia berhenti berkata.

" "Ah. hingga dia mengerang-ngerang sepanjang malam." "Kalau di kampung ada burung gagak terbang melintasi rumah. alamat tak baik itu. Siti Rubiyah ikut bangun pagi. Buyung merasa agak berat dalam hatinya berangkat. Hari itu mereka lebih cepat pulang ke huma Wak Hitam. akan tetapi berbalik-balik dengan gelisah di alas tempat tidurnya. . Tiraikasih Website http://kangzusi.bekerja." kata Buyung. dan di rumah itu ada orang sakit. dan sepanjang malam terdengar dia tak tertidur.dan kemudian berkata: "Aduh.com/ Dewi KZ 50 3 Sebelum Subuh mereka telah bangun. dan untuk menyiapkan perbekalan pulang. tahyul saja itu." kala Buyung.com/ Dewi KZ 49 "Itulah yang kumaksudkan.. karena mereka hendak menyiapkan hasil damar yang telah mereka kumpulkan selama seminggu bekerja di hutan." kala Talib.. berbunyi-bunyi: gaak-gaak-gaak! Talib agak berubah air mukanya Dia mengucap Astagafirullah." kata Talib. bukan?" "Kuharap benarlah katamu itu. dan memasakkan kopi dan makanan pagi untuk mereka. Dia teringat Siti Rubiyah akan mereka tinggalkan sendiri dengan Wak Hitam yang masih sakit. Kemarin malam panasnya naik lagi. karena hutan tempat burung gagak tinggal. bukan di kampung. maka artinya si sakit akan mati. Moga-moga Tuhan melindungi kita dan menyelamatkan perjalanan kita pulang. "jadi di hutan tak ada artinya. 0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi. "apalagi kita ini kan di hutan.

apakah mereka juga merasa seperti dia. Tetapi dia tak dapat membaca sesuatu di air muka Pak Haji yang tenang seperti biasa di air muka Pak Balam. Dan sebagai kata orang. Tetapi dia tahu juga tak banyak yang dapat dilakukannya . maka siapa tahu Tiraikasih Website http://kangzusi. Malahan di wajah Talib. selelah mereka berangkat.dan tiap sebentar terdengar gerak Siti Siti Rubiyah di dalam kamar mengambilkan air minum untuknya.com/ Dewi KZ 51 setan-setan akan datang mengganggu. Kemungkinan dia akan bertemu dengan Zaitun pun tidak dapat menimbulkan kegembiraan dalam hatinya. Tetapi Buyung merasa kehilangan perasaan gembira demikian. apakah yang akan dilakukan oleh Siti Rubiyah? Kepada siapa dia akan dapat minta tolong? Alangkah ngerinya baginya tinggal berdua di ladang sepi di tengah hutan itu dengan mayat Wak Hitam. atau di wajah Wak Katok yang keras dan kukuh. Dalam hatinya timbul pertanyaan. Sutan dan Sanip dia dapat membaca kegembiraan mereka akan berangkat pulang. di muka Talib atau Sutan dan Sanip. Wak Hitam orang yang punya ilmu-ilmu. Dia melihat kepada kawankawannya. Mereka seperti biasa saja. Kini malahan hatinya seakan berat hendak meninggalkan Siti Rubiyah berdua saja dengan Wak Hitam. perasaan gembira dan hasrat mendesak. dan tak lama lagi akan berkumpul kembali dengan keluarganya. bila akan pulang ke kampung setelah berminggu-minggu di hutan. yang biasanya selalu menyertai pagi demikian. seandainya Wak Hitam mati. Timbul rasa kasihan yang besar dalam hati Buyung terhadap perempuan muda itu.

Dia juga harus ikut pulang memikul hasil damar yang mereka kumpulkan." Siti Rubiyah hanya memandang padanya dengan air muka yang penuh arti. tangan nasib atau tangan Tuhan Yang Maha Kuasa telah menghentikan karena terdengar langkah kawanhendak terlompat dari mulutnya. dan air mukanya memperlihatkan seakan dia kecewa. dan sinar matanya seakan meminta dengan amat sangat kepadanya untuk melakukan sesuatu. Seakan kata-kata menunggu dan bersiap di belakang bibirnya. bahwa dia tak jadi mengucapkan apa yang harus diucapkannya. akan tetapi tak jadi diucapkannya kawannya ke luar dari kamar Wak Hitam. ketika kawan-kawannya yang lagi pergi mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Wak Hitam. Hanya sebentar. baik-baiklah jaga dirimu.untuk menolong Siti Rubiyah. Ingin dia dapat bercakap-cakap lagi dengan Siti Rubiyah sebelum berangkat. telah . Dia tak dapat tinggal di sana. Sesaat terasa pula olehnya seakan Siti Rubiyah hendak mengatakan sesuatu kepadanya. Moga-moga Wak Hitam lekas sembuh. dia dapat berkata kepada Siti Rubiyah: "Kami berangkat kini. Rubiyah. Sebentar tertegun perasaan Buyung. Sinar menghilang dari mata Siti Rubiyah. akan tetapi tak ada kesempatan timbul. akan tetapi juga tabah menerima. dan dia sengaja menunggu hingga terakhir.

Saat-saat yang demikian. akan tetapi mungkin dapat meninggalkan bekas bertahun-tahun. atau juga ke dasar ngarai gelap kenistaan. purapura memperbaiki kayu api di tungku. maka terjadi apa yang terjadi kemudian? Tiraikasih Website http://kangzusi. saat-saat yang penuh arti dan pengaruh gaib. Dan keduanya seakan menyadarinya dalam bawah sadarnya. dan siapa tahu.com/ Dewi KZ 52 Saat-saat gaib demikian selalu ada dalam hidup setiap manusia. apa yang hendak diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. Menjadi kenangan dan pertanyaan. Sekan merupakan sebuah tali halus yang tak kelihatan yang mengikat meskipun lewat dalam sekilas mata. Mereka seakan merasa lega dan kecewa sekaligus karenanya. jika jadi diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. jiwa mereka.lompatan kata-kata. Saat serupa itulah yang tiba akan tetapi berlalu kembali antara Buyung dan Siti Rubiyah. pilihan yang mungkin membawanya ke puncak kebahagiaan. Atau yang membawa kesyukuran ataupun sesalan seumur hidup. . dan hal itu juga menjauhkan mereka akan tetapi mendekatkan mereka pula. apa yang hendak diucapkannya ketika itu. Siti Rubiyah membuang muka dan pergi ke tungku. jika tak akan menjadi kenangan untuk seumur hidup. dan Buyung melangkah menuju ke kamar Wak Hitam untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal. saatsaat yang menyuruh orang melakukan pilihan atau mengambil putusan.

Dia berpapasan dengan kawan-kawannya di pintu kamar. Dia berjongkok dan mengulurkan tangannya memegang tangan Wak Hitam. menjadi susunan daging dan tulang dan olotototyang tidak berdaya sama sekali. Dia merasa malu. Buyung melepaskan tangan Wak Hitam. malu melihat kelemahan letaki yang begitu banyak terima kasih telah diterima Tiraikasih Website http://kangzusi. pijitan tangannya membalas salam Buyung amat lemah sekali. dan berkata: "Saya minta diri. dan dia merasa malu. segar bugar. Karena itu dia merasa terdorong harus cepat ke luar dari kamar orang sakit. kawan-kawannya semua telah turun membawa keranjang-keranjang punggung besar yang berisi damar dan bekal mereka di hutan. dan kemudian dengan perasaan tak enak. karena dia orang muda. akan tetapi kini direbahkan oleh sakit demamnya. Seakan dia memamerkannya dan menyombongkan dirinya pada si lemah. maka dia melangkah mendekati tempat Wak Hitam berbaring. dan berdiri serta bergegas melangkah ke luar. penuh kekuatan hidup. Siti Rubiyah masih . dan mengucapkan bermalam di sini." Wak Hitam hanya mengerang saja. dan setelah matanya terbiasa dalam gelap kamar. Ketika dia tiba di luar kamar. yang hanya diterangi sinar kecil sebuah pelita lampu minyak kelapa. Semua kekayaan dirinya ini dibandingkan dengan kelemahan orang tua itu.com/ Dewi KZ 53 gagah perkasa dahulu. Wak Hitam.

Siti Rubiyah hanya perlu memanggilnya saja. Darah yang memanggil-manggil. melihat ke dinding apakah senapan lantak Wak Katok telah dibawa atau belum. dia memperbaiki letak parang panjang di pinggangnya. yaitu bahwa seluruh hatinya dapat merasakan penderitaan Siti Rubiyah. Mata mereka berpandangan. dia melihat dalam mata Siti Rubiyah cerminan apa yang dikatakan matanya sendiri. Dia melihat bahwa senapan tak ada lagi tergantung di dinding. dan mengulurkan tangannya. menyentuh pisau belati di perutnya dengan tangan kirinya. Telah dibawa rupanya oleh Wak Katok. Buyung melepaskan tangan Siti Rubiyah dan pergi ke ujung beranda tempat keranjang punggungnya telah menanti. penuh darah merah mengalir. panas penuh kehidupan. Tangan Siti Rubiyah kuat dan lembut. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan melangkah cepat menuju ke tungku. dan dengan seluruh hatinya dia ingin dapat menolong Siti Rubiyah pada setiap waktu. dan Buyung merasa tak perlu berkata sesuatu apa. Dengan cepat keranjang disandangkannya ke atas bahunya. Buyung menurutkan bisikan hatinya.tinggal duduk berjongkok di depan tungku.com/ Dewi KZ 54 Kemudian dia memandang kembali kepada Siti Rubiyah yang masih duduk di depan tungku.. amat jauh berbeda dari tangan sakit Wak Hitam. Pegangan Siti Rubiyah terasa keras sekali. antara hendak mendatanginya . memberi salam selamat tinggal kepada Siti Rubiyah. Sesaat Buyung merasa ragu.

bahwa dia telah memberi salam selamat tinggal.." katanya." kata Talib. dia melihat kawankawannya telah menyeberangi ladang. Buyung bergegas menyusul mereka. kancilnya bisa mati kelaparan. Akan tetapi dia teringat. Ketika dia tiba di bawah tangga. Karena itu dia cepat turun tangga tanpa berkata sesuatu apa lagi. "Baiklah. kau memang pemalas. masih ragu-ragu. atau terus pergi. Ucapan Talib menyebabkan dia mengambil kcpulusan untuk kembali. "baru jalan setengah jam.kembali. "Sayang bukan. Kita telah jauh. "Berdosa engkau. Nanti aku susul. aku kembali memeriksa perangkap." kata Buyung. aku lupa memeriksa perangkap kancil." Tiraikasih Website http://kangzusi." "Mana jauh. "Siapa tahu barangkali ada isinya pagi ini." katanya kepada Sutan yang berjalan di depannya. Tinggalkan saja keranjangmu di pinggir jalan. "Aduh. tak akan ada orang yang mencurinya." "Mengapa engkau tak kembali memeriksanya?" kata Sutan.Buyung tambah ragu. tiba-tiba Buyung ingat pada perangkap kancilnya." kata Sutan. biarlah. Demikian engkau akan dapat berjalan lebih cepat." "Ah. dan mulai masuk ke pinggir hutan." "Tetapi aku malas kembali. . Setelah berjalan kurang lebih setengah jam. Susul kami nanti di tempat kita bermalam.com/ Dewi KZ 55 Dia melepaskan keranjang punggungnya yang berat dan meletakkannya ke dalam belukar di bawah sebuah pohon besar di sisi jalan kecil di hutan. "Tetapi kalau ada isinya. "kalian terus saja." .

Dari uang hasil damarnya. dia akan membelikan sebuah kain sembahyang yang baru untuk ibunya. dia akan membeli. Dia juga akan menyimpan uang untuk membeli pakaian baru untuk hari Lebaran yang akan datang. Dia hendak membuat baju teluk belanga dari sutera kuning muda. Dalam hatinya dia berharap benar akan mendapat seekor kancil. kembali menuju ladang Wak Hitam.. kala ibunya kepadanya. Sejak dia pandai mencari uang.Kemudian dia berbalik. bahwa dia tak perlu memberikan uang. dia akan memberi ibunya uang untuk membantu belanja di rumah. selalu dia memberi uang pada ibunya. Dia senang. Ayahmu masih cukup memberi ibu uang. adik Zaitun. apakah yang akan dibelinya .? Dia akan menyimpan seringgit untuk membeli sebuah senapan berburu yang baru. tentu akan tambah sayang pula padanya.. sebuah . jika dia memberi Zaitun kancil. karena dia tak punya hutang kepada siapa pun juga. Zaitun sudah lama ingin memelihara seekor kancil. Oh. bahwa suka hati ibunyalah akan diapakan uang yang diberikannya. Dan si Rancak. Kemudian apa lagi? Oh. Akan diberikannya kepada Zaitun. Akan tetapi dia berkata. meskipun ibunya mengatakan. sebuah kain pelekat yang berwarna merah tua. Itulah warna yang disenangi ibunya. seperti orang membayar makan saja di rumah orang lain. Ibunya akan senang benar dengan kain sembahyang baru nanti.

tangannya memegang hulu parang panjangnya. Belukar bergerak-gerak. Tombak-tombak sinar matahari yang berhasil menembus payungan tebal daun-daun hijau memiring dari langit menimpa tanah hitam di bawah. pikirnya. Dia mendengar kembali bunyi teriak orang hutan yang bergendang-gendang berat dari jauh. ketika mendengar bunyi berkeresek-keresek di dalam belukar di pinggir jalan. Kini dia menyadari kembali pohon-pohon di sekelilingnya. Dia mendengar ketukan tajam burungbelatuk mencari ulat dibalik kulit pohon kayu. Dia berhenti. dan melihat .com/ Dewi KZ 56 Dia terkejut dan terbangun dari mimpi-mimpinya. melintas jalan dengan cepat. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia ingin sekali membeli sandal kulit yang berpakupaku putih sebagai perhiasannya.peci beludru hitam yang baru. Buyung kembali ke dalam hutan. dan sepasang sandal kulit yang baru. menimbulkan pola-pola cahaya dan bayangan yang bertukar-tukar amat menarik hati. Akan aku berikan uangnya pada ibu supaya disimpan. dan kemudian seekor babi hutan yang besar muncul. Dia mendengar kokok ayam hutan berderaiderai merdu. tanpa melihat Buyung yang berdiri dengan diam-diam dan siap untuk melompat ke pinggir jika babi hendak menyerangnya. Babi telah melintas jalan. Dia mendengar kembali bunyi-bunyi ratusan ragam serangga di dalam hutan. Dia melihat rama-rama yang beterbangan di sinar matahari yang menembus ke dalam hutan.

dan matanya lembab bercahaya. angin yang datang berhembus. Kesadaran pada hidupnya. langit yang dirasanya berada di atas lapisan payung hijau rimba.kembali burung burung berwarna hijau. Dengan cepat dia membuat sebuah keranjang dari cabangcabang . pikir Buyung. pada alam hidup di sekelilingnya. mulutnya lalu bersiul-siul. semuanya menapaskan kehidupan. Menggembirakan hati. matahari di langit. Tiraikasih Website http://kangzusi. kuning dan merah yang beterbangan tinggi di antara cabang-cabang pohon. akar.com/ Dewi KZ 57 Kegembiraannya bertambah sempurna ketika dia tiba di tepi ladang tempat dia memasang perangkapnya. Alangkah manisnya binatang ini. dan melihat di dalam perangkap seekor kancil yang kecil. Tiap tarikan napas yang memenuhi jantung seakan obat segar yang mempercepat jalan darah. dan tanpa diketahuinya. dan dia teringat pada kisah kancil yang diceritakan ibunya kepadanya di waktu kanak-kanak. Dia merasa amat sangat gembira. Dia merasa kembali kesegaran udara pagi di dalam hutan. Hidungnya hitam dan basah berkilauan. Kancil itu berlarilari berkeliling di dalam perangkap yang sempit. ketika Buyung tiba dekat perangkap. serangga dan margasatwa yang dirasanya kehadirannya. kakinya ramping telinganya runcing dan halus. hutan dengan pohon dan daun. dan mempertajam kesadaran dirinya. menguatkan otot dan tulang. Semuanya di sekelilingnya.

Tetapi sesuatu Tiraikasih Website http://kangzusi.kecil pohon yang liat yang tumbuh di pinggir hutan. dia berhenti. Kemudian dia mengumpulkan daun-daun muda dan rumput muda dan dimasukkannya ke dalam keranjang. Lalu keranjang ditutupnya dan dia menjinjing keranjang. tertegun karena tiba-tiba dia melihat Siti Rubiyah duduk di atas batu rupanya dia baru selesai mandi. . dan kemudian sang kancil ditidurkannya. akan tetapi dia teringat pada Wak Hitam.com/ Dewi KZ 58 dalam gerak perempuan muda berkata kepada Buyung bahwa langkahnya. dan dia menggeliat-geliat badannya hendak melepaskan dirinya dari pegangan si manusia yang ditakutinya. Kemudian dia teringat. Akan tetapi Buyung berbicara padanya dengan suara yang halus dan tenang. melangkah cepat ke dalam hutan. memintas hutan menuju . dan hal ini menyebabkan dia kembali memutar badannya. bahwa mungkin sang kancil akan haus. Dadanya dan perutnya turun naik karena bernapas kencang. Buyung mengumpulkan rumput kering dan dengan rumput itu dialasnya keranjang. Di pinggir hutan dekat sungai. Karena dia telah berpakaian. Langkahnya tertegun. Kancil amat ketakutan ketika dipegangnya. dia memutar badannya. lalu dia membalikkan sungai. dan melangkah kembali ke hutan. dan sedang duduk di batu menyisir rambutnya. memandang ke pondok tinggi di tengah ladang sebentar terlintas dalam hatinya hendak pergi menengok Siti Rubiyah kembali.

mengapa engkau bermenung-menung Sebentarsebentar tangannya yang menyisir rambut yang hitam dan panjang terhenti. dan menegur: "Rubiyah. dan separuh terkejut mengangkat badannya dari batu. dan memecahkan kesepian manusia yang sedang diderita Siti Rubiyah." katanya dengan suara yang terkejut. Ketika dia melihat Buyung seluruh air mukanya berubah. dan melangkah di dalam air. menuju Buyung.perempuan itu sedang gundah gulana pikirannya. gerak dan suara yang mendentingkan tali hati Buyung. matanya terbuka. di pinggir sungai di tengah hutan belantara. dan kedua tangannya dilipatkan menekan dadanya. dari naungan atap daun rimba. berpaling cepat ke arah suara Buyung. "Aduh. Seluruh hatinya dan dirinya berseru menyuruhnya mendekati si perempuan muda. sendiri?" Perempuan itu tersentak bangun dari arus pikirannya. duduk menatapi air yang mengalir. kepalanya tegang kaku. cahaya matahari kembali bersinar di dalam matanya. Air mukanya seperti orang yang terkejut sekali. Siti Rubiyah berdiri. Dengan tak berpikir lagi Buyung melangkah ke luar . dan dia seakan termenung. tersirap darahku. Pada saat yang demikian Buyung pun dapat ikut merasakan dalam dirinya kesepian yang dahsyat yang menawan diri si perempuan muda yang duduk sendirian di atas batu. akan tetapi seakan tak melihat sesuatu apa. dan senyum menyambut terang di bibirnya.

" kata Buyung kemudian. sambil berkata: "Aduh. dan hasrat yang timbul pula dalam hatinya untuk dengan gagah berkata: "Jika engkau suka. keraguan timbul dalam hatinya. dan memandangi Siti Rubiyah dengan matanya yang bundar. Mula-mula kancil mencoba mengelakkan kepalanya dari Tiraikasih Website http://kangzusi. bolehlah untukmu... dan mengulurkan jarinya melalui lubang anyaman keranjang..memegang tangan Buyung.?" Kemudian dia melihat kancil dalam keranjang. dan cepat mengerti. kakak kembali." kata Siti Rubiyah." kata Buyung kemudian memberanikan hati... dan meletakkan keranjang di bawah sebuah pohon kayu besar. Siti Rubiyah berteriak kecil girang melihat kancil. entah mengapa dia berkata demikian. "cantik sungguh rupanya. aku kembali .com/ Dewi KZ 59 sentuhan jari perempuan.. lupa memeriksa perangkap kancil." "Belum tahu. dan benar saja ada kancil di dalamnya . "Aku perhatikan engkau tadi duduk di batu sungai. ketika Buyung berkata: "Ya. "Aduh bagusnya dan halusnya dia." dan dia memperlihatkan kancil kepada Siti Rubiyah. bahwa kancil itu adalah untuk Zaitun. kecintaannya di kampung Air Jernih. Aku kembali. dan mereka berdua mencangkung dekat keranjang yang berisi kancil. Rubiyah. Tak baik menurutkan susah hati. di tengah jalan aku teringat. Buyung melangkah ke dalam hutan. dia sendiri pun tak tahu apa yang menyuruh berkata demikian. antara hendak mengatakan. "Jangan terlalu banyak pikiran. Untuk siapakah dia?" Buyung memandang padanya. akan tetapi kemudian dia membiarkannya." .

sejak dia sakit. akan tetapi kepada siapa kini tempat aku mengadu. berhenti berbicara. apa?" tanya Buyung. dan hasrat hendak menolong. "akan aku tolong engkau. Tiraikasih Website http://kangzusi." "Aduh. lalu berubah. lupa kepada kancil yang menarik hatinya mulamula tadi. dan memandang kepada Buyung. Panas badannya bertambah hebat saja.com/ Dewi KZ 60 "Apa. dan yang sanggup membela dan melindungi perempuan muda yang tak berdosa.. Dan aku. dan dia kembali teringat pada kesusahan hatinya. Aku hanya tinggal berdua dengan Wak Hitam. dan dia merasa dirinya seorang letaki yang dewasa dan gagah perkasa.. kembali dirinya dipeluk oleh hal-hal yang menyusahkan pikirannya. aku . yang lemah dan yang sedang dalam kesusahan ini. "Katakanlah. Penyakitnya tak hendak sembuh-sembuhnya. kakak. Dia membungkukkan kepalanya. air muka Siti Rubiyah yang telah girang karena melihat kancil. "Aduh." dia tertegun. "bagaimana aku tak bersusah hati. jika bukan kepada kakak yang begitu baik hati padaku?" katanya kemudian. penuh rasa ingin tahu. kak." katanya.Mendengar kata Buyung. "Malu aku sebenarnya mengatakannya." desak Buyung. dan mengais-ngais tanah di bawah pohon dengan jari-jarinya. yang membuat Buyung melupakan umurnya yang muda. setiap aku ada di rumah. dan memandang kepada Buyung dengan matanya penuh rasa percaya dan minta bantuan.

." dia terhenti lagi. tiap kali aku harus berbuat demikian. aku tersiksa — itu kalau dia lagi sakit — kalau dia tak sakit. atau juga goresan kuku yang mengenai daging. dan .katanya supaya kesehatan diriku masuk ke badannya yang sakit — dan menyembuhkan dia — aku tak tahan lagi. Dia bukan manusia lagi kak. sedikit pun tak boleh .. karena dibawa arus kemarahan dan kasihan dirinya. Bawalah aku pulang ke kampung. aku lebih disiksanya lagi.Hatiku tambah segan dan takut — tolonglah aku kak. memperlihatkan kepada Buyung punggungnya yang penuh dengan bekasbekas seperti cambukan atau cubitan yang mengeluarkan darah. dan kudengar dia juga pada bini-bininya yang lain . lalu membuka kebayanya. malu. tiap kali terasa tambah berat di hatiku. kak — atau ke mana saja sungguh aku tak tahan lagi. aku disuruhnya tidur memeluknya.".. dia sudah seperti binatang. kakak tak tahu apa yang dilakukannya pada diriku. atau pula gigitan.com/ Dewi KZ 61 memperlihatkan dadanya kepada Buyung. dan tiba-tiba mukanya merah. dan dengan terkejut membalikkan punggungnya. aku hendak lari saja. -.. dan kemudian dia membalikkan dadanya..disuruhnya.." dan tiba-tiba Rubiyah melupakan rasa malu dan segannya kepada Buyung.. seperti setan saja — aduh. aku tak boleh berbaju. hendak pulang ke kampung.. Tiraikasih Website http://kangzusi.

Apa yang dilihatnya baru sekali itu dilihatnya. dan air mata mengalir dari matanya. hingga aku mati atau jadi gila. Apa dayanya melawan orang . Jika dia berbuat demikian di kampung. Semua cerita yang menakutkan dan mengerikan tentang Wak Hitam kini terbukti kebenarannya. bahwa jika aku membuka rahasianya kepada siapa pun juga. Aku akan diracunnya." Tiba-tiba Buyung merasakan dirinya tak cukup gagah perkasa untuk dapat melindungi Siti Rubiyah dari kesetanan dan kebinatangan Wak Hitam.Buyung melihat dadanya penuh bekas-bekas gigitan yang telah sembuh. kak. kakak jangan ceritakan pada siapa pun juga apa yang aku katakan ini. tentu orang kampung akan ribut. Wak Hitam mengancam aku. akan tetapi hatinya merasakan sungguh nasib malang perempuan muda itu. menundukkan kepalanya. Dia berilmu gaib yang hebat sekali. dan terasa padanya amat sangat dahsyatnya. Dia kini juga mengerti mengapa Wak Hitam suka membawa istriistrinya ke huma yang sepi itu. maka aku mati. atau ditenungnya. Dia menangis terisak-isak. hingga sebentar Buyung bingung tak tahu apa yang harus dilakukannya. Inilah Siti Rubiyah. yang merupakan sebuah saksi dan bukti yang terang sekali. istrinya yang muda. Siti Rubiyah kemudian dengan cepat menutup kembali dadanya. Aku takut padanya. Perasaannya amat tergoncang sekali. Meskipun dia belum dapat memahami semua yang terjadi antara Wak Hitam dan Siti Rubiyah. "Tetapi kak.

jangan engkau menangis. Tak ada orang yang mau menolong aku. Kepada siapa aku akan minta tolong kini?" "Aku tolong engkau. dan menundukkan kepala ke tanah. sambil berkata: "Lindungi aku. Tenanglah. selain kakak. tak sampai hatinya untuk mengaku kalah. Sedangkan Wak Katok sendiri mengaku guru pada Wak Hitam. dan kemudian memeluk pinggangnya dan menyembunyikan kepalanya ke perut Buyung.berilmu gaib yang hehat seperti Wak Hitam? Dia baru belajarsedikit-sedikil dari Wak Katok. dan Buyung menghapus-hapus kening Siti Rubiyah. Rubiyah. kak. dan Siti Rubiyah merebahkan kepalanya ke pangkuan Buyung.com/ Dewi KZ 62 Akan tetapi melihat Siti Rubiyah duduk mencangkung demikian di depannya. ketika Siti Rubiyah memegang tangannya. diamlah Rubiyah. Bagaimana dia. dan berkata: "Diamlah." katanya kemudian. Pikirannya bagaimana menolong Siti Rubiyah. dan tak berbual apaapa." Kembali rasa letakinya timbul mengalir kuat bersama darahnya. murid Wak Katok akan dapat menghadapi dan menantang Wak Hitam? Tiraikasih Website http://kangzusi. Dijangkaukannya tangannya memegang bahu Siti Rubiyah. Akan dibawanya kini dengan mereka pulang ke kampung Air Jernih? Akan mereka tinggalkan Wak Hitam sendirian sakit di huma? Apa kata ibu dan ayahnya nanti di kampung? Apa kata orang kampung? Dan apa kata Zaitun sendiri? Tidakkah dia nanti akan didakwa melarikan istri diputarnya dengan keras mencari jalan .

Yang terang salah dan kejam ialah Wak Hitam. dan dengan tak disadarinya dipeluknya badan perempuan muda itu erat-erat.orang? Besar juga perkaranya nanti. Semua jalan yang mungkin ditempuh seakan serba salah. Wak Katok dan Pak Balam? Akan tetapi jika dia datang begitu saja apa pula kata mereka? Mungkin mereka akan marah padanya. iba hatinya terhadap Siti Rubiyah bertambah besar.com/ Dewi KZ 63 Dan mengapa harus diperlukan keberanian luar biasa untuk melakukan sesuatu kejujuran biasa? Apakah tidak baik dibawanya Siti Rubiyah dahulu ke tempat kawan-kawannya bermalam. Atau akan Bagaimana kebenaran? mungkin begitu sukar menjelaskan dibawanya Siti Rubiyah kembali ke kampung Wak Hitam saja? Tetapi juga ini akan menimbulkan pertanyaan di kampung Wak Hitam. . Dan meninggalkan Wak Hitam sendiri sakit di huma tidakkah juga salah dan dosa? Kacau pikirannya. Dia merasa Siti Rubiyah membalas pelukannya. dan mengangkat badannya. dan di sana meminta nasihat Pak Haji. Sedang sebenarnya halnya sudah jelas. Dia hendak menyelamatkan Siti Rubiyah yang tak tahan lagi tinggal dengan Wak Hitam. Keluarganya mungkin akan mendakwanya melarikan istri Wak Hitam. Akan tetapi mengapa demikian susahnya membela kezaliman? yang benar dan yang menjadi korban Tiraikasih Website http://kangzusi. Karena merasa pikirannya buntu dan tidak dapat juga mencari jalan ke luar. karena berbuat lancang demikian.

dan membawa mulutnya mencari-cari buah dada yang muda yang telah berpengalaman itu muda. pohonpohon di sekelilingnya. bunyi-bunyi hutan di waktu pagi. Dia belum hendak berpisah dari kenikmatan baru yang belum pernah dirasakannya selama ini. dan kemudian mata mereka berpandangan. Dan tak lama kemudian mereka kembali menaiki arus Tiraikasih Website http://kangzusi. 0oo0 Hari telah hampir magrib ketika Buyung tiba di tempat mereka bermalam yang pertama dalam perjalanan pulang dari . yang mengeras di antara kedua bibirnya.. seluruh tubuhnya dipanasi oleh darahnya yang mengalir kencang dan kuat.. semuanya menghilang dari kesadarannya. dan Buyung mengerang dan kemudian mereka dihempaskan tinggi ke atas oleh ledakan yang besar yang memenuhi seluruh tubuh mereka . Dia hanya tahu dia memeluk seorang perempuan muda. lepas dari daya tarik bumi. Buyung tak hendak pergi..com/ Dewi KZ 64 panas yang membawa mereka ke puncak-puncak yang tinggi. dan mendorong kepalanya ke bawah.mendekapkan dadanya. Dia belum hendak melepaskan perempuan muda dari pelukannya. dan mengencang.. lalu Buyung pun lupa segala masalah yang harus dipecahkannya dengan segera. Bunyi air sungai. Napas Buyung terasa sesak. Dan perempuan menolong tangan Buyung menemukan yang dicari-carinya dengan kekakuan kebujangan letakinya. Belum pernah dia merasa apa yang dirasanya ketika badannya menempel pada badan Siti Rubiyah..

dan tentu mereka akan bertanya mana kancilnya? Coba dikatakannya tak dapat. jika aku katakan tak dapat. kami dibawa Wak Katok berburu rusa. Lega juga hati Buyung. mereka tidak akan bertanya lagi. Dari jauh dia telah berteriak memanggil. "Sedang jejaknya masih segar sekali." kata Wak Katok. parang panjang yang dipakainya "tetapi ketika kami melihatnya dan kutembak. jika demikian mereka tidak akan terlalu bertanya mengapa dia begitu lambat baru tiba. "Barangkali besok pagi kita coba lagi. "Ya. "Tetapi bagaimana dengan kancilmu?" tanya Sutan." kala Talib." kata Wak Katok.com/ Dewi KZ 65 Dan tiba-tiba dia merasa menyesal mengatakan dapat. enak juga dapat membawa dendeng rusa pulang.ladang Wak Hitam menuju ke kampung Air Jernih. dan dia mendengar suara Sutan menyahut. "Ya. Tetapi. karena kancil tak dibawanya. bedil tak meletus." kata Pak Haji. kalian juga baru tiba?" tanya Buyung." "Tak diulang?" tanya Buyung." kata Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Dapat. Celaka. Di depan pondok telah menyala api unggun. tapi tak dapat. Rupanya mereka pun belum lama tiba." kata Sutan. "Aduh. dan tiga bulan kemudian kami bermalam . "Rusanya lari mendengar denting pelatuk. dan melihat Sutan melambaikan memotong daun pisang hutan. Mereka sedang mendirikan sebuah pondok yang hanya diberi atap daun-daun pisang hutan dan tak berdinding. katanya dalam hati cepat. masuk ke rimba.

Muka Buyung jadi merah malu dan terkejut. Buyung memperbaiki perasaannya. karena Sutan dengan cepat berkata: "Ho-hoho. dia telah menjawab dengan terus terang. sedikitnya Buyung dapat kancil. serta takutnya kembali. "terlalu berat untuk membawanya sekali ini bersama dengan damar yang kita dapat begitu banyak. dengar dia itu. dan sekali ini Sutan melihat . Dan segera dia menyadari kealpaannya berkata demikian. akan tetapi dalam samar-samar senja tak ada mereka yang melihat perubahan air mukanya. "Memang Buyung mesti lekas kawin." Sutan menyindir mengganggu. Karena itu hatinya senang kembali. Lain kali saja." katanya. bahwa dia mendapat kancil.lagi di huma Wak Hilam dan mereka mendengar dari Siti Rubiyah bahwa aku berikan kancil padanya. Talib. "Tetapi aku tinggalkan pada Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 66 Muka Buyung tambah merah." kata Sanip. "Asal sungguh dia hanya dapat kancil. aku bawa pulang. Tak engkau lihat rusa muda di sana?" Tak ada jalan lain Buyung selain pura-pura tak mengerti apa yang dimaksud oleh Sutan." "Nah. "Apa pula lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana?" katanya. dan kembali mukanya merah. pasti mereka akan syak ada hubungan apa-apa antara aku dengan Siti Rubiyah. Tak tahu dia ada lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana. supaya dia mengerti hidup sedikit." kata Pak Haji. dan orang-orang lain tertawa. dan tertawa kecil. Tiraikasih Website http://kangzusi.

Dia merasa bahwa apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah adalah sesuatu yang wajar. menggangu. Merah mukanya. Seluruh badannya terasa panas kembali mengingat perempuan muda itu." katanya. Dia segera memperbaiki duduk keranjangnya yang penuh berisi damar. pikiran dan hati Buyung kacau. bahwa apa yang telah Engkau masih perawan ya?" katanya dilakukannya adalah dosa. Akan tetapi anehnya. Dia masih dapat merasakan panas badan Siti Rubiyah. dan telah ditakdirkan harus terjadi demikian. Dan lebih aneh lagi bagi dirinya. ialah dia dapat berbuat demikian. Buyung tak tahan rasanya mendengar gangguan mereka. dan pergi cepat ke sungai.air mukanya. dalam dirinya dia tak merasa terlalu berdosa. yang hukumannya adalah neraka. dan keragu-raguan dalam dirinya. dia merasakan satu kesenangan. Mengingat apa yang terjadi tadi pagi menimbulkan rasa bahagia dan rasa takut. Terang dalam pelajaran agamanya mengatakan. "Aku hendak mandi dulu dan mengambil air sembahyang. dia telah berdosa. dan rasa senang. Dosa besar. satu kegembiraan hidup yang tak pernah dirasakannya selama ini. Berdosakan dia? Ya. Ketika mandi. Malahan. Perasaan tidak berdosanya diperkuat pula oleh cerita Siti . Dan napasnya yang hangat. tanpa menggangu perasannya tentang Zaitun. Sutan tertawa lebih besar lagi dan menunjuk kepada Buyung sambil berkata: "Lihat si Buyung. Dia telah berzinah. yang harus terjadi. Dia berjalan menuju ke sungai dituruti oleh tawa kawan-kawannya dan teriakan Sutan dan Talib dan Sanip mengganggunya.

dan menceritakan kepadanya semua kejahatan Wak Hitam. tentang kejahatan-kejahatan Wak Hitam. kata Siti Rubiyah. . ada tiga kali dalam waktu tiga bulan. malahan lebih banyak merupakan penyamun. ketika mereka berbaring di bawah pohon di balik tabir belukar. Buyung pun merasa demikian. dan tiap kali datang membawa uang atau barang-barang emas untuk Wak Hitam. Tiraikasih Website http://kangzusi. ada yang dibuat dari kotoran kuku atau kotoran orang sana. Buyung ingat sekali. Kini pun dia masih ngeri mendengarnya. tanyanya. dari rambut perempuan yang hendak diguna-guna. Orang-orang itu telah beberapa kali datang ke sesudahnya. dan ada pula yang dia tidak mengerti. Ingatkah kakak. yang hendak memakai guna-guna itu. bahwa Wak Hitam suka membuatkan racun yang dijualnya kepada orang-orang yang datang memintanya untuk membunuh musuh-musuh mereka. Tetapi kelihatan padaku. Siti Rubiyah berbantalkan dadanya. mereka sama sekali bukan pedagang. mereka bukan pedagang sama sekali.Rubiyah Kemudian. orang-orang yang berangkat waktu kakak datang bermalam? Orang-orang yang berbaju hitam dan tidak banyak bercakap-cakap? Ya. dibuatnya dari kotoran manusia yang dicampur dengan bulu bambu. Kata Wak Hitam dia berdagang bersama-sama mereka. Dia juga membuat gunaguna.com/ Dewi KZ 67 Siti Rubiyah bercerita. disuruhnya mencampurkan ke dalam kopi atau makanan orang yang akan diracun.

Tidak. Engkau telah mengikuti bisikan setan bahwa nafsumu. bagaimana Siti Rubiyah dapat diselamatkan dari Wak Hitam. supaya Siti Rubiyah menunggu di ladang dahulu. suara kecil berkata dalam hatinya. Ah. Bagaimana jika nanti ternyata Wak Hitam tidak mati dan masih hidup? Dia tidak . Dalam hatinya Buyung berharap. seakan ada dorongan tenaga gaib yang amal kuat dan yang tidak kuasa dia lawan.com/ Dewi KZ 68 dibantahnya adalah mengkhianati cintanya terhadap diri Zaitun. Malahan dia merasa gembira. Sudah takdir. Jika dia telah menjual damar. Apa dayaku terhadapnya. siapa tahu dalam waktu dua atau tiga minggu yang akan datang. berat juga perasaannya. tetapi kemudian timbul pula keraguan hatinya. maka dia akan datang kembali ke huma. tak dapat Tiraikasih Website http://kangzusi. Apa yang telah dilakukannya. Dia mengatakan kepada Siti Rubiyah. Hatinya senang sedikit dengan bujukan sendiri ini. Dan sementara itu mereka akan mencari jalan ke luar. Dia lelah dapat memberikan kebahagiaan pula pada Siti Rubiyah. dan dia sendiri tak perlu berbuat sesuatu apa lagi. Maka dengan sendirinya Siti Rubiyah akan terlepas dari siksaan Wak Hitam. Akan tetapi apa dayanya? Dia telah melakukannya seakan di luar kehendak sadarnya sendiri. Tak seorang manusia juga dapat melawan nasib yang diturunkan Tuhan terhadap dirinya. Tiba-tiba dia teringat pada Zaitun. seperti Siti Rubiyah telah memberikan kebahagiaan padanya. pura-pura hendak berburu. Wak Hitam akan mati karena penyakitnya. katanya pada dirinya membenarkan perbuatannya. dia tak merasa terlalu berdosa.

sebuah persoalan yang dia mungkin tak sanggup akan menyelesaikan atau mengerti. Baru dia mulai lebih baik jika dia menjauhi campur tangan dan jangan memikirkan soal-soal orang lain? Apa perdulinya dengan nasib orang lain? Bukankah lebih mudah jika dia hanya membatasi dirinya pada cintanya pada Zaitun saja. Dia ingat kembali perasaannya mendengar pengaduan Siti Rubiyah. Dan perlahan-lahan mulai timbul pula sedikit rasa menyesal dalam dirinya. bahwa Tiraikasih Website http://kangzusi. dan memikirkan kebahagiaan dan penghidupan mereka berdua? hatinya jadi susah. Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan ini pun tak dapat dijawabnya dengan mudah. bahwa hidup dan hubungan manusia tak semudah seperti yang disangka hati mudanya. dan teringat akan segala cerita penderitaan Siti Rubiyah. dan apakah dia hendak kawin dengan Siti Rubiyah? Bagaimana dengan Zaitun? Dan bagaimana dengan janjinya dengan Siti Rubiyah hendak melepaskannya dari cengkeraman Wak Hitam? Dengan tiba-tiba Buyung merasa. mengapa dia berbuat demikian? Bukankah Siti Rubiyah istri orang lain? Mengapa dia harus mencampuri soal-soal orang lain? Tidakkah mengatasinya. yang melontarkannya ke dalam sebuah persoalan yang jauh lebih besar dari yang diduganya semula. dan dia kembali merasakan kezaliman yang .com/ Dewi KZ 69 dia tak dapat bersikap tak acuh terhadap penderitaan orang lain. bahwa dia telah melakukan sesuatu. Karena dia pun merasa.dapat membawa Siti Rubiyah begitu saja.

Meskipun kezaliman itu tidak ditimpakan atas dirinya sendiri. dia tak berniat hendak kawin dengan Siti Rubiyah. bahwa wajib bagi setiap orang untuk melawan kezaliman seseorang terhadap orang lain. akan tetapi seorang tua yang berpengalaman yang mungkin dapat menilai semua ini dengan lebih tenang dan bijaksana. Tetapi mengapa hatimu masih ragu dan seakan tak senang? Buyung mencoba memeriksa hatinya. Dan kepada siapa dia akan meminta nasihat? Dia tak berani menceritakan kepada siapa pun juga. Siti Rubiyah pun tak pernah menyentuh soal ini. Jadi ini bukan persoalan. ragu dan takut. Bagaimana rasa kasihannya terhadap perempuan muda . dan dia kembali merasa. mengapa dia sampai berpikir demikian? Sungguh Buyung merasa bingung. perasaannya bercampur-campur antara harap dan cemas. Yang terang. tentang apa yang telah terjadi. Dia tetap cinta dan ingin berumah tangga dengan Zaitun.dilakukan Wak Hitam terhadap Siti Rubiyah. biar dia sampai digantung. Apakah yang diharapkan Siti Rubiyah dari padanya? Agar dia melepaskannya saja dari cengkeraman Wak Hitam? Atau'juga agar kemudian dia mengawininya? Akan tetapi mereka tak pernah berbicara tentang hendak kawin. dan dia amat ingin dirinya bukan seorang muda yang kebingungan yang untuk pertama kalinya melakukan sesuatu yang didorongkan oleh birahi badan dan hatinya. Hanya pikirannya sendiri yang membawa masuk persoalan ini. senang dan tak senang.

akal sehat. ketika . mencari tanah rendah mengalir seperti hukum alam yang telah menentukannya. akan tetapi adat istiadat. budi baik. semuanya melarang yang demikian. Bukan saja dilarang oleh agama. dan baik Siti Rubiyah maupun dia tak berkuasa menahannya. bahwa orang yang baik-baik tak boleh mempunyai pikiran dan perasaan demikian terhadap istri orang lain. "Buyung. Memang bersalah benarkah dia telah menurutkan nafsu birahinya? Akan tetapi apakah dia salah berbuat demikian? Bukankah dia tak memaksa Siti Rubiyah dan tak pernah mencoba untuk menggoda Siti Rubiyah? Selintas pun tak ada masuk ke dalam kepalanya untuk berbuat demikian dengan Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 70 mengapa terjadi seperti ini. magrib sudah tiba! menggodanya.yang kesepian dan malang itu dapat membawanya pada keadaan pelik serupa ini? Mengapa hasratnya hendak menolong seorang yang ditimpa kezaliman dapat membawanya ke dalam kesusahan? Dia tidak mengerti Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyuuuuung! Mari cepat. Disangkanya orang yang berbuat perbuatan ksatria akan berbahagia lerus. sopan santun. Salahkah mereka telah mengikuti hukum alam? Buyung terkejut terbangun dari pikiran-pikiran yang datang bergelombang-gelombang mendengar Sutan memanggil namanya. Tak ada perasaan yang bukan-bukan dalam hatinya. Dia pun tahu. Akan tetapi apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah nampaknya tak ubahnya seperti air yang mengalir turun.

jika aku berdosa. dan selamatkanlah dia dari kezaliman suaminya. ya Tuhanku. mengalir melingkupi seluruh Tiraikasih Website http://kangzusi. bisiknya dalam hatinya. wa ashaduanna Muhammadarrasulullah! memenuhi langit yang mulai gelap samar di tengah hutan belantara. ampunilah dosa kami berdua. ampunilah aku. Pak Haji dengan suaranya yang berat dan bagus memanggilkan Allahu Akbar! Allahu Akbar!Allahu Akbar! Dan Ashadu ala ilaha illallah. dan dalam mengingatkan bahwa Tuhan adalah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. tiada maksudku dengan sadar hendak berdosa.Mengapa engkau selama itu di air?" Dengan cepat-cepat dia mengeringkan badannya. dan selamatkanlah kami semua seterusnya! dia mengucapkan dengan . karena mereka terus sembahyang magrib bersama-sama.com/ Dewi KZ 71 kalbu Buyung. akan tetapi hatiku tergerak hendak menghibur hati perempuan muda yang gundah gulana itu. kesadaran dan keyakinan yang lain dari biasa. dan Buyung mengucapkan Bismillahirohmanirrohiim. mengambil air sembahyang dan bergegas ke pondok mereka. Dia girang. Buyung merasa hati dan perasaannya jadi tenang kembali. dan dalam hatinya dia menyerahkan diri sepenuhnya kepada haribaan Tuhan. dan ketika mereka mulai sembahyang. karena tak ada waktu bagi Sutan atau kawankawannya yang lain untuk memperhatikan keragu-raguan yang mungkin tercermin di mukanya.

mereka duduk berkeliling api unggun. sedang di langit bintangbintang mulai menampakkan diri. diikuti oleh . Pak Balam yang pendiam pun akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya kepada siapa Tiraikasih Website http://kangzusi. dikelilingi hutan yang mulai diselimuti gelap malam. Di saat serupa inilah antara mereka merasa dekat sekali. dan tak jarang di waktu-waktu serupa itu. atau Wak Katok tentang waktu dia belajar silat di tanah Aceh. Duduk di sekeliling api unggun.Setelah sembahyang. setelah sehari bekerja keras atau berjalan jauh. dan makan. masih pudar akan tetapi cepat akan bersinar berkilauan.com/ Dewi KZ 72 pun juga. ada saja di antara mereka yang membuka hatinya. dan minum kopi hitam hangat-hangat. melupakan rasa segan dan maju yang biasanya mengikat mereka dalam pergaulan biasa. makan nasi dengan sambal cabai. Waktu-waktu serupa inilah yang merupakan hadiah bagai keletihan orang-orang yang bekerja di hutan mencari nafkahnya. dan wangi dendeng atau ikan asin yang dibakar oleh Talib atau Sanip di bara api. membuat mereka semuanya merasa berbahagia sekali dan melupakan jerih mereka sepanjang hari. Dan biasanya setelah Sanip memainkan beberapa lagu yang merdu dengan dangung-dangungnya. dengan wangi kayu basah mengisi udara. Agak mudahlah meminta Pak Haji bercerita tentang pengalaman-pengalaman.

dan api akan menyala besar kembali selama beberapa waktu. Buyung melihat. kemudian mengecil kembali ketika kayu hendak habis. Mimpinya demikian nyata terasa olehnya. bahwa Wak Katok juga terbangun oleh suara rusa. Di luar pondok api unggun menyala kecil. dan sekali-sekali juga sepanjang malam siapa di antara mereka yang terbangun. Hutan menjadi tambah gelap. dan mereka tidur diiringi oleh bunyi-bunyian malam yang bermacam-macam dalam hutan. dan kesadarannya ini ditimbulkan ketika rusa melengking sekali lagi. dan di langit berkumpul awan gelap menandakan badai hendak turun. hingga ada lagi yang terbangun dan melemparkan kayu lagi ke dalam api. hingga ketika dia terbangun dan duduk terkejut. dan Wak Katok berkata kepadanya: "Baiklah esok .Sutan atau Buyung dengan suling. di telinganya masih mengiang seruan Zaitun memanggilnya pulang: "Yuuuuuungngng!" Beberapa saat kemudian. dia melihat Zaitun datang berlari memanggilmanggilnya. dan dengan enaknya mereka pun akan tidur mendekur. akan tetapi dia hendak menyeberangi danau juga. maka mereka akan mencari tempat tidur di dalam pondok. dan ketika dia telah agak jauh dari pantai. akan melemparkan beberapa buah potong kayu ke dalam api. baru dia menyadari bahwa yang terdengar di telinganya adalah lengkingan suara rusa. Buyung bermimpi dia rasanya naik perahu hendak menyeberang danau.

dan dia pun tahu." Tiraikasih Website http://kangzusi. Tempat mereka bermalam di pinggir sungai ditumbuhi pohonpohon yang jarang. Buyung telah membangunkan Wak Katok dan Sutan." Mereka cepat berpakaian." Maksudnya harimau. bahwa dalam terang remang-remang dinihari. karena daerah itu adalah tempat rusa.com/ Dewi KZ 73 4 Esok paginya. Buyung berkata. Mereka melangkah cepat dalam samar gelap menjelang dini hari. mata buyung yang muda lebih tajam dari matanya. Buyung berjalan di depan sekali. dinihari lelah mulai datang dari Timur. Sutan membawa parang panjang dan pisau belatinya. Ketika mereka tiba di tempat yang dimaksud Buyung. "Huss. "Tapi itu juga tempat nenek. meskipun belum mengakuinya di depan umum. bahwa mungkin mereka akan dapat menjumpai rusa di sana. bahwa Buyung lebih pandai menembak dari dia. Wak Katok hanya membawa pisau belati saja. Jangan disebut-sebut namanya. "dimana ada rusa ada nenek. Wak Katok tahu. hutan berganti dengan belukar-belukar jarang dan di tempattempat yang terbuka tumbuh rumput dan lalang. dan kurang lebih satu kilometer ke mudik sungai. Mungkin pagipagi sekali mereka berhasil menjumpai rusa di sana.kita coba memburunya." kala Sutan. melangkah memudik sungai dengan hati-hati agar tidak berbunyi. Ayam hutan mulai . Mereka bertiga akan pergi berburu rusa." kata Wak Katok. apabila yang lain masih lidur. lama sebelum subuh tiba. Buyung menyandang senapan lantak Wak Katok.

Akan tetapi segera Buyung berdiri diamdiam. Apalagi udara masih terlalu gelap untuk dapat menembaksejauh itu. yang dibalas oleh seekor rusa lagi dari bagian hutan yang lain. Kini kedua ekor rusa berada di seberang sungai dari tempat mereka berdiri. Embun membasahi tanah.com/ Dewi KZ 74 Mereka bertiga berdiri tegang. Dua ratus meter terlalu jauh untuk senapan lantak tua Wak Katok. dan kira-kira dua ratus meter ke mudik dari tempat mereka berdiri mereka melihat seekor rusa melangkah ke luar dari sebuah kumpulan semak-semak. Rusa itu seekor rusa jantan yang masih muda. dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.berkokok. keluar seekor rusa betina. rusa itu melengking memanggil kembali. berdiri di pinggir belukar. dan mencari-cari dengan matanya. menuju rusa jantan. belukar bergerak. dan tanduknya sedang besarnya. yang melangkah berlari kecil menyeberangi sungai. Tak lama kemudian mereka mendengar bunyi-bunyi. Tak lama kemudian di seberang sungai. Mereka bertemu di tanah terbuka di pinggir sungai. Kakinya kukuh dan ramping. diam tak bergerak-gerak. daun. Mereka berjalan lebih perlahan-lahan dan lebih berhati-hati. Tampan benar badannya. dan kabut yang tipis menyamarkan semuanya. Tibatiba mereka mendengar suara seekor rusa melengking. Buyung bergerak perlahan-lahan mendekati mereka. Tiraikasih Website http://kangzusi. Karena itu mereka menunggu. dan memasang popor senapan ke bahunya ketika dia melihat . pohon dan batubatu.

barulah dia bergegas menyeberangi sungai. masuk ke dalam jarak tembakan. Ledakan mesiu dan lidah api yang menyembur ke luar dari laras senapan seakan sama-sama terjadi. kakinya menghentamhentam tanah. dan kemudian dengan perlahan-lahan dia menarik pelatuk senapan. Di dalam rimba senjata harus selalu sedia untuk dipergunakan. Di tanah darah rusa menghitam ke atas rumput yang penuh karena bahaya atau kemungkinan .kedua ekor rusa itu melangkah perlahan menghiliri sungai mendekati tempat mereka berdiri. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dia menahan napasnya. dan kemudian terbaring diam. Selelah senapan diisinya kembali. dan senjata yang tak siap sama juga dengan ditinggalkan di rumah. disambut oleh Sutan dan Wak Katok. Rusa jantan setelah terlompat ke alas lalu jatuh terbaring. Buyung menahan dirinya. ketika rusa datang bertambah dekat. dan menghilang ke dalam belukar. Ketika dia tiba. Sutan dan Wak Katok berlari menyeberangi sungai. dan Buyung melihat rusa jantan terlompat ke atas. Wak Katok telah menyembelih leher rusa. Sutan dengan parang panjang terhunus di tangannya. mendapat perburuan setiap saat. tak syak sedikit juga pun bahwa maut menunggu mereka. Buyung berteriak kegirangan.com/ Dewi KZ 75 sedang rusa betina melompat lari amat cepatnya. Buyung mengikuti rusa jantan dengan ujung laras bedilnya. bergegar memenuhi rimba. Kedua ekor rusa datang bertambah dekat. dengan cepat mengisi senapan lantak kembali.

dalam udara yang gelap samar. senang sungguh hati Buyung. di mana setiap orang menganggap dirinya seorang pemburu yang cakap. lihat . adalah sebuah pujian yang amat besar di kampungnya. adalah satu pujian yang sungguh-sungguh tidak dapat ditolak. pura-pura merendah diri sedang dalam hatinya dia merasa senang dan bangga benar.com/ Dewi KZ 76 kampung-kampung lain. ketenangannya menembak. Sutan berdiri. "Ah. Dan pujian yang dalang dari Wak Katok. "Lebih baik panggil kawan-kawan yang lain." kata Wak Katok. apalagi bagi seorang muda seperti dia. dan berlari kembali menyeberangi sungai. dan dia terus berlari kecil pergi memanggil kawankawannya yang lain. "biar kita dukung rusa ini ke tempat kita bermalam. dan penuh kabut. "Tepat di belakang telinganya. betapa dia menembak dari jarak jauh. . "Sungguh pandai engkau menembak Buyung." kata Sutan menunjuk.." kata Buyung. Orang akan memuji ketangkasannya membidik." Wak Katok memujinya. Zaitun akan mendengar cerita-cerita ini — ah. kebetulan saja. Di sana saja kita kuliti. yang dianggap termasuk salah seorang pemburu yang tercakap di kampungnya. Sutan memuji tembakannya. Kemashurannya sebagai pemburu nanti akan bertambah tersiar di kampungnya dan ke Tiraikasih Website http://kangzusi.dengan embun.. Dianggap seorang pemburu ahli. Sutan dan Wak Katok akan bercerita.

Sutan yang mula-mula memecahkan kesunyian. Serangga pun berhenti menyanyi. mereka menunggu auman kedua. mereka membayangkan rasa terkejut yang . akan tetapi singkat." "Jangan-jangan dia lagi memburu rusa ini. mereka serentak terhenti bekerja. mereka saling berpandangan.com/ Dewi KZ 77 Ucapan Sutan seakan melepaskan mereka dari kekuatan gaib yang memukau mereka. Wajah mereka rasakan. dan Wak Katok baru saja selesai mengulitinya. auman harimau tak berulang kembali. Auman harimau itu datangnya seakan dari tempat mereka menembak rusa. dengan berkata: "Aduh. ketika kalian menembaknya dan merebutnya dari dia. keras." Tiraikasih Website http://kangzusi. dan hebat. Pak Haji menyela: "Barangkali dia lagi berburu. Wak Katok menghentikan pisaunya yang hendak sekaligus melepaskan kulit rusa dari badannya.Mereka mendengar auman harimau untuk pertama kalinya. Ketika mendengar bunyi harimau mengaum. Mereka memasang telinga. ketika mereka telah tiba membawa rusa di tempat bermalam dan rusa telah digantungkan kepada sebuah cabang pohon yang kuat." kata Pak Balam yang selalu cepat melihat segi yang tergelap dari setiap keadaan. ada nenek dekat di sini. Seluruh rimba ikut terdiam. atau berdiri kaku. dan yang lain duduk. harimau mengaum sekali saja. akan tetapi setelah beberapa waktu.

dan kita cepat berangkat meninggalkan tempat ini. lalu daging dibungkus di dalam daun pisang hutan." kata Pak Haji. di tempat kita bermalam nanti. karena dari sini mereka mengambil jalan singkat mendaki dan menuruni gunung."Ah. Mereka pun dengan cepat memotong-motong daging rusa. Wak Katok berkata kepada Buyung: "Biar aku yang membawa senapan. "Paling baik. dan mereka simpan ke keranjang mereka masing-masing. seorang demi seorang." kata Sanip." kala Talib. dan membuat mereka lupa pada harimau yang mengaum." kata Buyung membela diri.com/ Dewi KZ 78 Mereka berjalan beriringan. "Sayang tak sempat kita asapi. dan setelah mereka garami dan beri bumbu yang lelah mereka sediakan dari kampung. dan sebentar kemudian wangi hati bakar memenuhi udara." Mereka lalu menyeberangi sungai. ketika kami tiba." "Ah. Pak Haji berjalan paling depan. sedang Sanip dan Talib bergegas masak makanan pagi." kata Sanip. Tiraikasih Website http://kangzusi. Ketika mereka akan berangkat. Kalau dia diburu oleh si nenek tak akan dia memanggilmanggil betinanya di sana. "rusa jantan ini malahan menunggu-nunggu betinanya. Tanpa disuruh oleh siapa pun . tadi tak ada di sana. Daging rusa mereka bagi-bagi. untuk tiba kembali nanti petang di pinggir sungai tempat mereka akan bermalam. dengan Wak Katok yang membawa senapan berjalan paling belakang. "Nanti saja. rusa ini cepat kita kemasi. benar juga. Sanip membakar hati rusa untuk mereka makan pagi itu. merasa lega.

mereka kini berjalan lebih hati-hati. Baru lewat lengah hari. dan lebih sering memasang telinga mereka.juga. Mereka tidak menyebut-nyebut harimau. akan tetapi masing-masing amat menyadari beban daging rusa segar yang disimpan di dalam daun pisang hutan di dalam keranjang punggung. atau harimau atau binatang buas lain. Daging yang masih amat segar dan berdarah ilu meninggalkan jejak yang amat jelas bagi sebab terjadinya kecelakaan besar. Jalan pun agak licin karena rupanya kemarin hujan. tanpa banyak berkata-kata. dan mala mereka lebih waspada dan lebih tajam memperhatikan hutan di sekeliling mereka. selelah sepanjang hari tidak melihat tanda-tanda harimau mengikuti mereka. Dalam rimba belantara sebuah kealpaan kecil dapat menjadi malahan kehilangan nyawa sendiri. hampirhampir mereka dapat melupakan ancaman harimau. mereka mulai merasa agak lega dalam hati. Mereka pun tahu bahwa darah daging rusa ada yang menetes turun dari keranjang ke tanah yang mereka lewati. Sepanjang pagi mereka berjalan secepal mungkin. . Setiap gerak dan bunyi kini mereka perhatikan dan artikan lebih cermat dari biasa. Dan ketika mereka berhenti untuk makan lengah hari di pinggir sebuah anak sungai kecil yang turun cepat dari gunung. meskipun mereka masih tetap awas dan terus juga memperhatikan rimba di sekelilingnya.

akan tetapi segera setelah makan lalu meneruskan perjalanan. Mereka tiba di sana jam selengah lima petang. Bunyibunyi hutan yang biasa terdengar di waktu senja kini memenuhi udara senja seperti biasa. mungkin sampai pagi. Langit di sebelah Barai kuning kemerah-merahan dan di bahagian langit yang lebih tinggi tersebar warna ungu tua. menerangi lingkaran di depan . lama sebelum senja akan tiba. Wak Katok tetap memegang senapannya. Talib telah menanak nasi. Mereka ingin tiba di tempat bermalam yang baru. Sanip. Dengan cepat mereka membuat pondok bermalam. Tinggallah hanya api unggun yang kuning dan merah membakar tinggi dan besar. Merasa aman di dalam panas dan terang api unggun semakin lama udara di atas mereka semakin kabur. Mereka sembahyang magrib bersama-sama dekat api unggun. Mereka busuk. Anak-anak muda. Talib dan Sutan mengumpulkan bermaksud hendak memasang api unggun.Mereka tak lama berhenti di sana. Hari telah hampir jam enam ketika mereka siap. dan kemudian tibatiba seluruh langit menjadi gelap dan malam pun turun. Mereka lalu mengambil air sembahyang. kecuali di sisi depan yang menghadap ke api unggun. Jika biasanya pondok tak mereka beri dinding. Mereka juga hendak mengasap daging rusa supaya jangan kayu api banyak-banyak. seperti Buyung. akan tetapi sekali ini mereka Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 79 pasang dinding dengan dahan-dahan dan daun-daun di ketiga sisinya.

Kini mereka makan dengan lezat sekali. Pak Balam berdiri dan pergi kesungai. keletihan berjalan cepat dan kekhawatiran yang memburu mereka sembahyang di dalam keamanan sepanjang hari kini diganti dengan keenakan makan dan melepaskan lelah. pencipta seluruh jagat dan alam luas. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. rimba belantara. Sinar api unggun masih mencapai pinggir sungai. menyampaikan segala pujian. Selelah makan Pak Balam merasa perutnya mules. dan Pak Balam duduk di daerah perbatasan yang samar-samar antara pinggiran lingkaran cahaya api unggun dan pinggiran tempat mulainya . Setelah sembahyang mereka makan.com/ Dewi KZ 80 mulai berangkat tadi pagi. kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.pondok tempat mereka tidur. Perlahan-lahan kekencangan urat syaraf mereka mulai kendur. Mereka mulai merasa biasa kembali. kini Sanip mulai berketakar dan tertawa. Tempat dia melakukan hajatnya tak jauh dari tempat mereka bermalam. dan dunia terang api unggun kecil mereka di tengah lautan gelap rimba belantara. Pak Haji berkata bahwa dia terlalu banyak makan daging rusa. Mereka membakar daging rusa. Mereka bertujuh pelukan sinar api dan seruan Allahu Akbar Pak Haji terdengar lantang mengisi malam. merupakan sebuah pulau berisi manusia di tengah rimba belantara yang gelap dan penuh rahasia. dan pencipta diri mereka pula.

Tenaganya tak cukup kuat lagi. Badannya besar dan tinggi. 0oo0 SANG harimau telah dua hari menderita lapar.:. Dan pernah dia beberapa kali ingatannya tak pernah dia menderita menerkam dan membunuh dan menyeret ke dalam hutan beberapa ekor sapi yang dijumpai di luar desa. dan lama sekali menjadi raja di hutan besar. seekor jantan dan betina muda. Dia dahulu sungguh seekor harimau jantan yang gagah perkasa. Dan itulah kesalahan besar yang dilakukannya . Sepanjang kelaparan seperti sekarang. Tiraikasih Website http://kangzusi. Pada waktu muda dengan mudahnya dia dapat menerkam dan melarikan seekor rusa yang besar. Sejak dua hari dia telah mengejar-ngejar sepasang rusa. dan larinya tak cukup cepat pula untuk mengejar buruannya yang biasa seperti babi atau rusa. dan membelakang ke kegelapan hutan. dan selalu dapat melarikan diri sebelum dia sempat menerkamnya. pemburuannya terganggu oleh bunyi yang amat hebat sekali. Akan tetapi kedua ekor rusa itu amat awas sekali.com/ Dewi KZ 81 Tadi pagi ketika dia merasa telah dekat sekali pada rusa betina.kegelapan hutan di sungai. Kini dia mulai merasa letih. lari terbang amat cepatnya. menghadap api unggun. yang memecahkan dan merobek udara dalam hutan. Dia telah tua. Rusa betina yang dilihatnya telah mendekati rusa jantan. Dia pun . sedang rusa jantan jatuh. Pak Balam duduk mencakung di atas batu.

sama sekali tidak menenangkan rasa laparnya. dan dengan susah payah dia menahan diri tidak menggeram. Dia menunggu-nunggu melakukan serangannya. Mudah sekali baginya mengikuti jejak mereka. Wangi daging yang dibakar menyebabkan rasa laparnya bertambah hebat. Dia bersembunyi dan menunggu dengan sabar di pinggir sungai. yang dengan lahapnya dimakannya. Sepanjang hari dengan hati-hati dia mengikuti manusia dan daging rusa dari jauh. Dia menjumpai tempat mereka menguliti dan memotong daging rusa. Dan di sana dia menemui tulang-tulang. Yang tinggal hanya bekas-bekas darah yang telah membeku di tanah. Sang harimau bertambah yakin bahwa sekali ini perburuannya akan berhasil. didorong oleh rasa laparnya. Dengan lidahnya dijilatinya darah rusa yang telah membeku. Sebaliknya dia merasa bertambah lapar. yang mungkin akan mengejutkan yang mereka baik yang untuk diburunya. dan rasa laparnya mendorongnya untuk mengikuti jejak manusia yang kini bercampur dengan bau rusa. Dan kemudian. kesempatan . Darah yang dijilatinya hanya tambah mengobarkan rasa laparnya.melarikan diri segera setelah bunyi keras yang mengejutkannya beberapa jam kemudian. maka dengan hati-hati dia kembali ke tempat rusa jantan terjatuh. Akan tetapi apa yang tertinggal memenuhi udara. usus rusa. dan memperhatikan manusiamanusia membuat pondok dan memasang api.

dan belum sempat dia hendak bangun dan lari kembali. ketika melihat seorang di antara mereka melepaskan diri dari Tiraikasih Website http://kangzusi. dan menerkam kakinya. dan harimau lalu menyeretnya ke dalam hutan. akan tetapi kakinya tergelincir dan dia terjatuh sepanjang badannya ke dalam air. sang harimau telah tiba. dan kemudian -. Seandainya Pak Balam tak terjatuh. secepat kilat dalam kepalanya timbul kesadaran. bahwa dialah yang menjadi sasaran terkaman harimau. Kebekuan yang menyerkap mereka karena amal sangat terkejut mendengar auman harimau yang menerkam. siap untuk melompat. akan tetapi kini mulut harimau dengan gigi-giginya yang tajam dan kuat menerkam betis kaki kirinya. Reaksi kawan-kawannya di sekeliling api unggun cukup cepat.dengan auman yang dahsyat dia melancarkan dirinya dari tempat persembunyiannya — pada saat Pak Balam mendengar bunyi auman harimau. Bunyibunyi serangga dan margasatwa terdiam beberapa saat sehabis auman harimau. maka sang harimau akan tepat menerkam kepalanya atau lehernya. dan melangkah sendiri menuju kegelapan sungai. Wak Katok segera mengambil senapan.com/ Dewi KZ 82 lindungan cahaya api. dan segera . Harimau menegangkan seluruh badan dan otot-ototnya. dengan cepat cair ketika mereka mendengar jerit Pak Balam minta tolong. Orang itu duduk mencangkung di air. bersikap siap. Dia melompat berdiri hendak lari. yang mudamuda melompat menghunus parang panjang.Tiba-tiba harimau tua bergerak.

dan darah mengalir amat banyak. mereka lalu berlari mengejar ke seberang sungai. dan Wak Katok mengangkat senapannya. Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balam. Sutan melemparkan potongan tenaganya ke arah harimau yang melarikan Pak Balam. Mukanya .com/ Dewi KZ 83 dan dalam gelap malam mereka dapat melihat harimau berlari kayunya yang menyala-nyala sekuat-kuat bekas dilalui harimau. dan tak lama kemudian mereka tiba di sebuah tempat yang agak terbuka. dan membidik lalu menembak. dan dapat cepat menyeret Pak Balam. Wak Katok berlari di depan dengan senapannya. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya kena gigitan harimau. daging dan otot betis koyak. Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. menghilang ke dalam hutan yang lebih gelap. ketakutan dan minta tolong. hingga kelihatan tulangnya yang putih. batu dan kayu ketika dilarikan harimau.berlari ke api mengambil sepotong kayu yang menyala. dan mereka terus berlari ke tempat Pak Balam. karena mereka dapat melihat semak-semakyang bergerak-gerak mendengar jeritan Pak Balam yang kesakitan. Mereka berteriak keraskeras. dan seluruh badannya penuh dengan luka-luka kecil dan gores-gores merah. dan terus berlari. Tiraikasih Website http://kangzusi. disusul segera oleh Buyung dan yang lain. Pakaian Pak Balam koyak-koyak. Melihat Pak Balam telah tak ada. kena duri.

Setelah air agak dingin Wak Katok meminumkannya pada Pak Balam sedikit demi sedikit.berdarah. Wak Katok telah mengisi senapannya kembali. dan setelah air mendidih. Ketika tiba di tempat terang. . Baru sejam kemudian. Buyung. dan dengan Wak Katok berjalan di belakang. Wak Katok menyuruh Talib memasak air panas. Selain gigitan harimau yang membelah betisnya. Pak Haji dan Sutan cepat mengangkatnya. Kemudian Tiraikasih Website http://kangzusi. Sanip. Pak Balam sudah agak sadar. dan seluruh badan lukaluka. lebih nyata lagi betapa dahsyatnya luka-luka yang diderita oleh Pak Balam. dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daundaunan. maka air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. memandangi mereka seorang demi seorang. Pak Balam kelihatannya pingsan.com/ Dewi KZ 84 Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera. punggungnya pun luka dalam kena cakaran harimau. yang kemudian mereka bungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam. mereka cepat-cepat membawa Pak Balam ke tempat api unggun. akan tetapi belum dapat berbicara dengan terang. dan melihat berkeliling. dari mulutnya. dia hanya terbaring di sana mengerang-ngerang. Dia mengerang terus. Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. tak sadar diri. Darah ke luar dari hidungnya. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas. Talib. dan sebentarsebentar menjerit minta tolong. Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya. dia mulai tenang.

dan melindungi kita semua. mendengar ucapan Pak Balam ini. Muka .Tiap sebentar Pak Balam mengucap — La ilaha illlallah La ilaha illalah . Tidak aku seorang saja. apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosadosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia Tiraikasih Website http://kangzusi. Tetapi ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku. "aku telah dapat firasat dan dapat mimpi. jangan ingat mati." Pak Haji berkata. Rupanya aku mesti juga menebus dosaku." "Tidak. dia memandangi kawankawannya kembali. Cobalah tidur. Akan tetapi semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan. Awak sudah selamat kini. Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain." Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya." kata Pak Balam menguatkan hatinya... ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam. Telah pula diobati oleh Wak Katok.diseling oleh erang kesakitannya.com/ Dewi KZ 85 sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi tidakkah dia telah minta ampun kepada Tuhan? Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawankawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun. lalu berkata: "Sudah sampai ajalku kini. yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar. diamlah. Tenanglah. Sebelum kita berangkat dari kampung. dengarkan kataku. Kemudian ketika dia lebih tenang. dua malam sebelumnya. Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh. dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam. "Hus.

Wak Katok berkata: "Apa mimpi awak. yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. lagi ikan banyak. jika datang angin dan ombak besar. dan di muka kawankawannya yang lain lebih muda seperti Talib. Akan tetapi dia tak dapat membaca di wajah mereka. Kita pergi menangkap ikan ke tengah danau. akan tetapi tak jelas padaku mukanya. apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa. kepalang benar. "Dengarlah. Sutan dan Sanip.' Akan tetapi Wak Katok berkata 'jangan kita berhenti dahulu. Penuh perahu. tak jelas begitu kemudian. Sanip dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga. nanti perahu terlalu berat. Darr ada dua orang lagi kawan di atas perahu." tambahnya. mungkin terbalik. salahku juga. Demikianlah kami terus juga menangkap ikan.' Dan Sutan dan Sanip dan aku pun menyokong usul Wak Katok. Aku bermimpi rasanya pergi naik perahu ke danau dengan Wak Katok. "dua hari sebelum kita berangkat ke hutan damar aku bermimpi. setelah aku terbangun. hingga sungguh-sungguh perahu jadi terlalu penuh dan . kini sudah terlambat. marilah kita menangkap ikan terus. barangkali masih dapat kita elakkan bala yang hendak menimpa kita. Aduh banyaknya ikan yang kita dapat.Pak Haji sabar dan tenang. Pak Haji berkata 'sudah mari kita pulang. Bukan Buyung dan bukan Talib. Pak Balam? Coba ceritakan." kata Pak Balam. Pak Haji. Dan ikan yang kami dapat semakin banyak. Mengapa tak awak ceritakan dahulu di kampung? Aku 'kan dapat membacakan mantera atau membuat jimat untuk kita semua?" "Aduh. Entah siapa mereka.

. ombak menjadi besar.Tiraikasih Website http://kangzusi. antaranya juga Pak Haji berdiri di bawah pohon melihat aku memanjat. air pun akan masuk ke dalam perahu. Tak sampai sejari lagi. dan meskipun yang lain menolong untuk mengangkatnya ke dalam perahu. dan semakin lama semakin cepat. ketakutan dan bunyi deru badai dan angin . semua jatuh ke dalam air — aku terbangun. meskipun dalam hatiku..com/ Dewi KZ 86 perahu terbenam dalam. basah keringat. hendak mengambil anak burung beo di sarangnya. dan malahan menarik tali pancing dan perahu beserta isinya ke tengah danau. dan kami. aku tahu. Pohonnya besar dan tinggi. dan anehnya — semakin tinggi . di telingaku masih terdengar pekikan kami semua. dan tiba-tiba udara pun jadi gelap. angin berhembus kencang. dan harus segera pulang. bahwa sebenarnya kami telah lama harus berhenti.” “Dan mimpiku yang kedua lebih seram lagi di rumah Wak Hitam. Kalian. sedang aku tak menyangkalnya. dan terus juga ditarik oleh ikan besar.. karena tak lama kemudian aku mendapat seekor ikan yang sangat besar. perahu oleng. topan tiba. Dalam mimpiku Wak Katok terus juga menyuruh kami memancing. Benar juga kekhawatiranku. Aku lagi bermimpi memanjat pohon... akan tetapi ikan besar itu amat kuat. dan tiba-tiba perahu pun terbalik — habis semua ikan yang kami tangkap sepanjang hari tertumpah kembali ke dalam danau.

dan sarang burung bertambah jauh di atas. tetapi kita semua terhimpit di bawah pohon. dan alangkah ngerinya. dan dia berkata dengan suara garau: "Karena engkaulah Wak Katok. hanya sampai di sini umurku. Aku memanjat juga cepat-cepat.com/ Dewi KZ 87 saja. Aku merasa letih sekali. dan aku turut jatuh bersama pohon. dan tiba-tiba pohon tumbang." Pak Balam terdiam. dan memandang pada Wak Katok. sebuah .aku memanjat pohonnya terasa bertambah tinggi saja. sedang kita tak dapat bergerak melarikan banyaknya penuh di sekeliling kita. datanglah ular besar-besar amat bangun. maka aku harus menebus dosaku dulu seperti ini” Wak Katok memandang padanya. dan memandangi mereka dengan mata yang kini bersinar sayu. Tetapi rupanya memang sudah ditakdirkan. Aku membaca ayat Qur'an banyak-banyak setelah diri. untuk mengusir setan-setan jahat yang datang menggangu. Aku terbangun dengan napas ketakutan Semuanya ini mimpi alamat-alamat yang tak baik Tiraikasih Website http://kangzusi. tetapi aku paksakan juga memanjat. Mereka tak dapat berkata sesuatu apa. dan ganjil sekali. Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya. dan kalian pun berteriak-teriak hendak melarikan diri. dan sinar matanya berubah jadi kencang dan kuat dan keras. hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Our'an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua. akan tetapi pohon tumbuh bertambah tinggi lebih cepat.

com/ Dewi KZ 88 melarikan diri. Setiap mereka merasa. Akan tetapi tak seorang juga mencoba menghalangi Pak Balam berbicara terus. Pasukan kami telah bercerai berai. Dalam hati mereka seakan ingin hendak memerintahkan kepada Pak Balam untuk tidak membawa unsur baru yang tak dikenal dan menakutkan itu ke tengah yang kemudian menghilang cepat. bahwa sesuatu unsur baru yang mengandung rahasia dan asing seakan telah memasuki dunia kecil mereka di sekeliling api unggun.perasaan takut seakan kelihatan melayang menutupi mukanya sebentar. Wak Katok pun tidak. suaranya kini lebih kuat.. dan hanya tinggal kami bertiga yang pasukan kami. Tak mereka. "Terjadi dahulu . diselingi oleh sesuatu bayangan lain yang lebih gelap dan lebih menyeramkan hati. Wak Katok pemimpin melakukan pertempuran dengan sepasukan serdadu musuh. Kami baru saja habis . Kami Tiraikasih Website http://kangzusi. dan mereka semua berdiam diri. Aku satu pasukan dengan Wak Katok. dan dikejar-kejar oleh pasukan musuh. dan bersembunyi di sebuah ladang yang telah ditinggalkan yang punya. kami berhasil meninggalkan pasukan Belanda. "di waktu pemberontakan di tahun 1926 melawan Belanda. Akan tetapi setelah setengah hari dikejar-kejar." cerita Pak Balam. ubahnya seakan bayangan gelap dan terang dari api unggun yang selama ini bermain di atas muka dan tubuh mereka dan gelap hutan di sekeliling.. Wak Katok berdiam diri.

Meninggalkan Sarip di ladang tak mungkin pula. Sarip dan aku. kawan kami. Jika Sarip ditinggalkan. tetapi . dan darah di pahanya masih mengalir terus menetes-netes. kami khawatir dia akan dipaksa oleh pasukan Belanda menunjukkan tempat persembunyian kami. Ketika kami tiba di ladang kosong. Apa yang mesti dilakukan.masih bersama-sama Wak Katok. Tempat persembunyian pasukan kami masih jauh. Di sana ada bekal makanan. dan kami tak mungkin tiba di sana sebelum hari gelap. luka di pahanya. Perjalanan ke tempat persembunyian amat sukar dan berat. Kami tak punya makanan sama sekali. Sarip. Wak Katok bertanya apa yang mesti dilakukannya. karena perjalanan akan lambat sekali. karena darah Sarip yang menetes sepanjang jalan. Kami takut pasukan Belanda dengan mudah dapat mengikuti jejak kami hingga ke ladang. kira-kira lima jam berjalan lagi dari ladang itu. Di dalam pondok kami batut lukanya sebaik mungkin akan tetapi kami tak mempunyai obat-obat yang diperlukan. Kami pun merasa khawatir karena setiap saat pasukan patroli Belanda akan tiba dan menyergap kami di ladang kosong. Tak mungkin pula membawa si Sarip ke sana. Wak Katok mengajak aku pura-pura pergi ke sumur untuk membicarakannya. Naik ke pondok yang kosong pun terpaksa dia kami tarik. dia sudah lemah sekali. hampir-hampir tak lagi dapat berjalan.

tanpa kembali lagi melihat Sarip di dalam pondok. aku segera menyusul maka aku pun Tiraikasih Website http://kangzusi. Barangkali aku yang lebih bersalah lagi dari Wak Katok. Ini aku ketahui kemudian. Tak lama kemudian Wak Katok menyusul aku dan kami berangkat ke tempat persembunyian. Aku amat pengecut sekali. hingga aku rela untuk membayar apa saja agar aku dapat hidup terus. Aku tahu apa yang terjadi. Karena dalam hatiku aku telah tahu apa yang hendak dilakukan oleh Wak Katok. Aku berdosa. Tetapi hatiku begitu cinta pada hidup diriku. Wak Katok kembali ke pondok dan membunuh mati Sarip dan melemparkan Sarip ke dalam sumur. . setelah pemberontakan dikalahkan oleh Belanda. dan berkeras supaya Sarip kami bawa. Biarlah Sarip yang mati. Kemudian Wak Katok berkata. ketika dia membawa aku pergi ke sumur. 'pergilah engkau dahulu. asal aku dapat hidup. dan Wak Katok menjawab 'serahkan padaku. dan ketika Wak Katok berkata. barulah kini aku menceritakan hal ini.com/ Dewi KZ 89 terus berangkat. bahwa kami harus berangkat cepat. pasti Wak Katok akan menuruti kehendakku. Jika aku melarang Wak Katok. Aku ikut bersalah. aku tak mau mati. Tetapi aku tak pernah membicarakannya dengan Wak Katok. aku takut mati. Aku tak pernah menanyakan kepada Wak Katok apa yang terjadi dengan Sarip.aku tak dapat menjawab dengan pasti. tanyaku.' Aku tak berpikir panjang lagi. Bagaimana Sarip. Sejak hari itu hingga saat ini.

Tetapi aku biarkan saja. kemudian membunuh di rumah Demang. dan dia seakan hendak mengulurkan tangannya kepada Wak Katok. bahwa karena perbuatan dosa itu. sedang dia mampu menghalanginya. kini mulai jadi terang dan seakan segala ketegangan dan tekanan yang selama ini . yang pertama. matanya masih juga memandangi muka Wak Katok. karena tangannya yang telah mulai bergerak. tetapi kini sinar matanya tak lagi keras. dan aku pun harus ikut memikul dosa-dosanya. Seperti ketika Wak Katok memperkosa Demang. dan aku tak berusaha untuk melarang Wak Katok berbuat dosa demikian. tetapi berubah jadi lembut. akan tetapi rupanya dia merasa tak berdaya.com/ Dewi KZ 90 Kami berperang melawan Belanda dan tidak memerangi perempuan dan anak-anak yang tak berdosa . dan aku pun tak kurang ikut memikul dosanya. Selama pemberontakan banyaklah halhal lain yang aku biarkan Wak Katok melakukannya. Orang yang membiarkan orang lain melakukan kejahatan dan dosa. kawanku yang amat karib. istri dan tiga orang anaknya. rebah ke sisinya. Aku ada bersama Wak Katok.. dan air muka Pak Balam bertambah berubah. dan merampas emas dan perak istri Demang. dia sendiri mendapat keuntungan.." Pak Balam berhenti berbicara. Itulah perbuatan Wak Katok. yang aku biarkan. sama besar dosanya dengan orang yang melakukan dosa itu. turun kembali. Tiraikasih Website http://kangzusi. Apalagi jika dia tahu.

Kemudian memandang Pak Balam membuka matanya. dan seakan sebuah senyuman halus hinggap di bibirnya. dan ketika pandangan mereka bertaut. supaya kalian dapat selamat ke luar dari rimba ini. akuilah dosa-dosa kalian.mengungkung jiwa dan pikirannya mulai menghilang. dan agak menakutkan. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masingmasing. Wak Katok. Aku sudah mengakui dosadosaku. Air mukanya kaku dan keras. dan juga mengampuni dosa-dosa Wak Katok Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tangannya seperti orang mendoa.com/ Dewi KZ 91 Pak Balam menutup matanya kembali. perlahan-lahan: "AllahuAkbar. dan sujudlah ke hadirat Tuhan. Pak Haji bertakbir. dan mencari mata Wak Katok. sinar matanya menjadi jernih. biarlah aku seorang yang jadi korban” Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Balam berkata kepada Wak Katok: "Akuilah dosadosamu. mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun. juga kalian yang lain.. terjauh dari bahaya yang dibawa harimau . dan dengan suara yang halus sekali dia berkata: "Aku merasa ringan kini aku sudah menceritakan pada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepataku. AllahuAkbar.. dan dia terbaring demikian. wajahnya jadi tenang. dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni segala dosaku. letih telah berbicara begitu banyak. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat . Allahu Akbar!" Wak Katok duduk mencangkung juga diam-diam. dan mulutnya komatkamit.

Aku tak punya dosa yang mesti aku akui. rasa takut mulai timbul dalam hati mereka. dan dia tak akan hendak menceritakannya kepada siapa pun juga. seluruh gelap rimba raya di sekeliling terasa penuh dengan ancaman dan raksasa hitam Tiraikasih Website http://kangzusi. meninggalkan hutan dengan harimau maut jauhjauh di belakang. Pak Haji juga demikian. jangan mengingatkannya pada dosa-dosanya. Biarlah orang lain dahulu mengakui dosa-dosanya. dosadosanya telah diceritakan sebagian terbesar oleh Pak Balam. Aku tak punya dosa. tak seorang juga yang tahu. harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa — awaslah harimau — dikirim Allah — awaslah harimau -akuilah dosa-dosa kalian akuilah dosa-dosa kalian." Mereka diam saja mendengarkannya. Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau: "Awaslah.sekali dalam hati mereka. kata Sutan pada dirinya. pikir Sanip. Dan tentang dosanya yang terakhir. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung. tak ada dosa yang harus aku akui. Wak Katok duduk diam dengan air muka yang keras. Buyung menyuruh hatinya dan pikirannya diam. dan mereka merasa seakan harimau dengan gelisah berjalan mundar-mandir di seberang batas gelap .com/ Dewi KZ 92 yang ganas yang bersembunyi menunggu saat hendak menerkam. Akan tetapi mengakui dosa-dosa di depan kawan-kawan semua? Aku tak berdosa. dia yakin sekali. kata Talib dalam hatinya.

memaksa mereka meninjau kembali perbuatan-perbuatan selama hidup. Karena orang yang mencoba membuka kebenaran dibenci dan dimusuhi oleh mereka yang bersalah dan berdosa. Mereka tak berani lagi saling berpandangan muka. Dan aduh. di samping rasa takut mereka. dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya. Mereka lebih suka menyembunyikannya dan tak mengawasi mereka. karena ucapan-ucapan Pak Balam yang masih terus juga dari waktu ke waktu ke luar dari mulutnya — "akuilah dosa-dosa kalian -. rasa tak senang terhadap diri Pak Balam. banyaklah dosa dan kesalahan yang mereka lihat. sejak dia diterkam harimau dan berkat ketangkasan mereka bersama berhasil mereka rebut kembali dari rahang . Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran. Jangankan membukanya kepada orang lain.. melihatnya.' memutuskan siapakah lagi yang harus dihukum karena dosa-dosanya. takut yang lain akan dapat membaca apa yang mereka rasakan dan pikirkan.. Tak mengingatnya dan tak membukanya. Mulai pula timbul. kepada diri sendiri pun.bawalah harimau — dikirim Allah akuilah dosa-dosa kalian" memaksa mereka untuk memandang dengan jujur ke dalam lubuk hati.antara pinggiran lingkaran api dan gelap hutan. masing-masing enggan dan tak hendak mengakuinya. Mata mereka silau melihat kejahatan dan dosa-dosa mereka sendiri. yang mereka kasihani selama ini. memeriksa dosa-dosa mereka.

yang hadir dan mendengar Pak Balam bercerita. yang selama puluhan tahun telah tertutup rapat. mengapa mereka telah menyelamatkan Pak Balam. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan menghidupkannya kembali? Mengapa orang tak membiarkan tulang-tulang yang telah terkubur tetap tinggal dalam pelukan tanah. dan hanya diketahui Pak Balam saja. orang-orang sekampungnya. Dan kini. kini telah diketahui pula oleh lima orang lain. Dalam hatinya Wak Katok seakan merasa menyesal. apakah mereka akan menutup mulutnya? Tidakkah mereka nanti jika tiba di kampung akan menceritakan kepada istrinya. maka sama sekali tak ada timbul persoalan harus mengakui dosadosa ini untuk menyelamatkan diri.com/ Dewi KZ 93 Seandainya Pak Balam dibiarkan dimakan harimau. Apa gunanya kepada membongkarnya dan mempertontonkannya . Dan rahasia hidupnya sendiri. Apa yang mesti dilakukannya supaya mereka berjanji untuk tidak meneruskan cerita Pak Balam kepada siapa pun juga? Mengapa Pak Balam tak membiarkan apa yang telah terjadi tinggal di dalam kubur masa yang telah mati dan telah jauh ditinggalkan di belakang? Apa gunanya menariknya kembali. terkutuklah harimau itu. atau kawankawan mereka. Pak Balam yang telah mereka selamatkan itulah pula yang menyuruh mereka membongkar koporkopor rahasia dalam hati dan jiwa mereka. apa yang telah mereka dengardari Pak Balam? Sungguh terkutuklah Pak Balam. terkutuklah kawan-kawannya sendiri.harimau.

dan hanya Wak Katok yang penuh dosa dan kotor dan harus mengakui dosa-dosanya. sambil membaca-baca ayat Qur'an. Sanip. apalagi selama petualangnya bertahun-tahun di luar negeri? Mungkin dia juga telah membunuh orang. akan tetapi dia. tak mengetahui dosa-dosa mereka masingmasing. Talib.semua orang? Dan tiba-tiba rasa tak senang juga meliputi kawankawannya yang lain . Mereka ini telah mendengar cerita tentang kejahatan dan dosa-dosa dari mulut Pak Balam. seperti seorang keramat dan seorang saleh. supaya mereka semua selamat dari bahaya harimau. seakan Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Haji. yang purapura saleh dan bijaksana itu. siapa tahu itu juga hanya topeng yang dipakainya saja di depan orang lain. Dan si Sanip orang muda yang periang. tetapi karena tak ada orang lain yang tahu. apa yang tidak dilakukannya selama hidupnya. Wak Katok.Pak Haji. Pasti setiap mereka juga mempunyai dosa-dosa yang mereka rahasiakan dan tutup rapat-rapat. dan minta ampun kepada Tuhan. dia mungkin telah mencuri dan merampok. Entah dosa-dosa gelap apa yang telah dilakukannya dan disembunyikannya di . Sutan dan Buyung. yang suka menyanyi. telah menipu orang. maka dia dapat duduk di sana dekat Pak Balam.com/ Dewi KZ 94 dirinya bersih dan suci.

janda muda. Dia sejak lama telah . hanya orang lain saja tak ada yang tahu. karena ada cerita yang melihat dia bercubitcubitan dengan bini muda ayahnya. ataupun berzinah dengan seseorang umpamanya di kampung. anak-anak muda sekarang tak lagi memperdulikan ajaran agama dan adat. Pasti mereka telah berzinah berkali-kali. sedikit pun dia tak dapat dipercaya dengan perempuan.belakang ketakuannya yang periang dan adatnya yang santun pada orang-orang tua di kampung. Menurut cerita orang meskipun dia sudah berbini. Dan si Buyung. akan tetapi dia suka juga tidur di surau bersama dengan anak-anak lelaki yang muda-muda. Bukan tak mungkin dia pun telah pernah mencuri. tak perduli tua atau muda. Dan si Talib. akan tetapi dia juga tak dapat dipercaya. itu pun orang pendiam seperti air di lubuk yang dalam.meskipun dia masih muda. Pernah dia digunjingkan orang kampung. Dia pun mungkin telah melakukan kejahatan dan dosa-dosa besar. . Pamannya yang sudah mati dulu pernah dibuang ke Pulau Nusakambangan. Kata orang dia suka bertemu dengan Siti Rafiah.ah. karena mengamuk di pasar dan menikam sampai enam orang. Darah keluarganya darah gelap juga. dan empat orang sampai mati. Dia tukang mengejar perempuan. Jangan-jangan dengan bini muda ayahnya sendiri. Dan Sutan . sedang ayahnya tak ada di rumah. Mereka hanya menurut kernauan dan nafsu saja.

Apakah kalian semua memakai jimat pengusir harimau.com/ Dewi KZ 95 Dan sebenarnya pula. air mukanya menunjukkan seakan dia berpikir. ular dan binatang buas yang lain? Jika Pak Balam memakainya. Dia pun tukang berzinah juga. yang pinggangnya. Wak Katok memutuskan dalam hatinya. apakah sungguh dosa yang telah dilakukannya itu. dan . ********** Halaman 106-107 hilang ********** Karena itu mereka dengan penuh harap memandang kepada Wak Katok. Bukankah itu perbuatan per-…. Wak Katok lama berdiam diri. dan mendekati Pak Balam.meminta tujuannya supaya diajar ilmu guna-guna." Wak Katok lalu berdiri. barangkali terlupa dibawanya ke belakang ketika dia berhajat. dan harimau biasa akan berani menyerangnya. Akan tetapi mengapa hanya dosa-dosaku saja yang harus dibongkar oleh Pak Balam? Tiraikasih Website http://kangzusi. tempat biasanya orang untuk menggoda perempuan saja. Tak lain berkata: "Tak mudah untuk memastikan apakah harimau itu harimau biasa atau harimau jadi-jadian. maka jimatnya tak mempan lagi. karenanya lalu membuka mulut. dan dengan penuh perhatian mereka memandangi tangan Wak Katok memeriksa di balik celana Pak Balam. Mereka melihat kain putih yang melilit pinggangnya. Jika pernah dilakukannya begitu. di pinggangnya. Mereka semuanya berdosa. memeriksa memakai jimat. kemudian dia kelihatan mengambil putusan. Yang lain datang mengingsut mendekati Pak Balam.

Mereka telah mengganti celana dan pakaian Pak Balam. jimat ini dipakainya. dan tak seorang pun ingat apakah tali jimatnya selama itu terikat pada pinggangnya. Wak Katok memeriksanya satu persatu. hingga tak seorang juga yang memperhatikan hal yang demikian. Mereka demikian sibuk dengan kedahsyatan serangan harimau dan mengejar harimau untuk merebut Pak Balam kembali. ketika membawanya pulang tadi. Baiklah kalian membelakangi aku. dan tibatiba mereka mencium bau menyan mengisi udara. Mereka hanya mendengar bunyibunyi yang dibuat Wak Katok melakukan pemeriksaannya. Bau menyan yang keras dan tajam yang datang menyerang hidung. Soalnya kini apakah tadi. Ingatkah kalian. ketika dia hendak melakukan hajatnya ke sungai. Ketika tak seorang juga yang berani memastikan. maka Wak Katok berkata: "Jika begitu terpaksa dicoba jalan lain.com/ Dewi KZ 96 terikat di pinggangnya? Jika tidak. membelakangi api dan melihat ke dalam gelap hutan. atau dilepaskannya. Kerja ini berbahaya juga. apakah jimat ini masih Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan jagalah jangan Pak Balam sampai dapat melihat kepadaku. siapakah yang mengikatkannya kembali ke pinggangnya?" Tak seorang juga dapat memastikan apakah mereka melihat tali jimat telah terpasang atau belum." Mereka mengubah duduk. dan berkata: "Ada jimat pelawan binatang buas dipakainya. menimbulkan pikiran-pikiran dan ingatan-ingatan . dan kemudian dia berpaling pada mereka. Aku harus menanyakan kepada orang halus.berisi berbagai rupa jimat.

" Terdengar mereka semua menarik napas lega setelah mendengar kata Wak Katok. setan dan jin. Mereka merasakan sekali kesepian dunia kecil mereka di dalam lingkaran cahaya dan panas api. darahnya jadi hitam. Di ujung belati kelihatan bekas darah yang kini berwarna hitam. kepada iblis. "Akan tetapi lihatlah. "Jika harimau itu harimau siluman. dan menunjukkan pada mereka belatinya. yang telah menelannya.com/ Dewi KZ 97 Akan tetapi kemudian suara Wak Katok membangunkan mereka. "Syukur alhamdulillah. Mengingatkan mereka pada cerita hantu-hantu dan mayat-mayat yang hidup kembali. dan karena itu darah harimau adalah juga darah biasa." kata Wak Katok. dan dia adalah harimau biasa. Menurut darah di pisau. yang bekas ditusuknya dengan pisau belati. meskipun .kepada dunia dan makhluk gaib. jadi darah biasa. Mereka mendengar bunyi menggeram yang menakutkan beberapa kali. ketika mereka mendengar. harimau bukan harimau siluman. Tak ubahnya seakan mereka sedang berada di dalam perut sebuah makhluk raksasa yang maha besar. Harimau biasa. Kemudian semua suara berhenti. yang rupanya ke luar dari tenggorokan Wak Katok sendiri." kata Wak Katok menerangkan. dan mereka melihat Wak Katok mencicip ujung jari kirinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka mendengar suara Wak Katok berbisik-bisik membacakan mantera-rnanteranya. maka darah di pisau akan tetap tinggal merah setelah dibakar di api. dan mereka selamalamanya tidak lagi akan dapat ke luar dari perut gelap dan hitam yang besar.

Menghadapi harimau demikian orang hanya tinggal menunggu nasib saja. yang selama ini mereka simpan jauh-jauh di dasar ingatan. seakan anak-anak muda yang lain hendak memindahkan hormat. kesadaran dan hati nuraninya. Jangankan di depan orang lain. Ada saat ketika Pak Balam bercerita. Kini pimpinan direbutnya lebih tegas di tangannya. ketika orang seorang hanya sendiri dengan dirinya. yang dapat dilawan.menakutkan. Dan Buyung sendiri merasa mempunyai cukup kecakapan menembak untuk memburu harimau biasa. Kini tak perlu lagi mereka memeriksa dirinya. kini persoalan harus mengakui dosa-dosanya telah dikesampingkan. Menunggu terus-menerus dalam ketakutan. . Wak Katok pun merasa senang dengan putusannya. Tak seorangpun juga merasa Tiraikasih Website http://kangzusi. Harimau biasa adalah binatang buas biasa. Sedang harimau siluman tak seorang manusia juga yang kuasa melawannya. tak ada yang suka bertentangan mata dengan hati nuraninya. menakutkan akan tetapi tidak begitu dahsyat Dan yang lebih menyenangkan hati mereka lagi adalah. Orang merasa tak berdaya dan tak bertenaga sama sekali jika harus menghadapi harimau jadi-jadian. segan dan pimpinan mereka ke seperti harimau siluman. meskipun pada dirinya sendiri. dan melihat dan berhadapan dengan dosa-dosanya. hingga saat setiap orang tiba untuk dipanggil kembali ke alam baka. Apalagi jika harimau siluman menjadi pesuruh Yang Maha Kuasa untuk menghukum dosadosa mereka.com/ Dewi KZ 98 senang menelanjangi dirinya sendiri. Tetapi harimau biasa dapat dilawan.

Pak Balam rasanya tak akan kuat berjalan kaki." kata Wak Katok. Esok baiklah kita buatkan usungan untuknya. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam. Membawa damar sambil mengusung Pak Balam rasanya tak mungkin. Esok pagi kita berangkat lebih siang sedikit. Rasanya untuk malam ini kita akan aman.tangan Pak Haji. Akan tetapi kini. kemudian berkata: "Aku kira sebaiknya kita tinggalkan saja damar di sini. Dia pun tahu pula. malahan akan berusaha untuk melupakannya. Bagaimana yang baik Pak Haji. "harimau biasa dapat kita hadapi bersama. seperti mereka juga selalu berusaha untuk melupakan dosadosanya sendiri. Karena itu harus kita jaga supaya api tetap besar sepanjang malam. Untunglah cukup banyak kayu tersedia. akan kita tinggalkan keranjang yang berisi damar kita semua di sini. dan sejak saat itu. atau kita tinggalkan dua keranjang saja. Harimau biasa takut pada api. bahwa mereka semua berterimakasih padanya atas ucapannya. Dengan demikian kita . "Nah. Wak Katok dapat melihat pada air muka mereka. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam dan membawa keranjang damar?" Pak Haji berpikir sebentar sebelum menjawab. juga dalam cahaya mata Pak Haji. Kita bawa saja perbekalan makanan. bahwa mereka pun tak akan menyinggung-nyinggung cerita Pak Balam. mereka akan menerima pimpinannya tanpa bertanya-tanya. karena itu harus kita pikul berganti-ganti.

dapat berjalan lebih cepat, dan tidak merasa terlalu letih Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 99 berganti-ganti mengusung Pak Balam. Kita harus cepat pulang ke kampung." Pikiran Pak Haji mereka terima. Kemudian Wak Katok berkata, bahwa lebih baik mereka mencoba tidur, supaya jangan terlalu letih esok hari. Akan tetapi tak seorang juga dapat tidur nyenyak dan lama malam itu. Bukan saja kejadian yang dahsyat masih menegangkan urat syaraf dan perasaan mereka, dan erang Pak Balam yang menderita sakit menusuk perasaan, akan tetapi hati nurani pun secara tak mereka sadari tinggal resah dan gelisah. Dan tak mudah dan tak cepat dapat menidurkannya kembali,

meskipun mereka coba sekuat-kuatnya. Masing-masing penuh dengan perasaan dan pikiran tentang diri sendiri dan tentang kawan-kawannya. Talib teringat pada Siti Nurbaiti, anak gadis berumur tiga belas tahun yang terdapat mati di ladang di luar kampung dan membuat heboh seluruh daerah berbulan lamanya, kurang lebih dua tahun yang lalu. Pakaian gadis itu koyak-koyak, dan menurut cerita, dia diperkosa. Sampai kini tak diketahui siapa yang memperkosa dan membunuhnya. Adakah dia di antara mereka ini? Dia merasa ikut berdosa juga, karena bukan sekali saja timbul rasa berahinya melihat gadis umur tiga belas yang badannya lekas menjadi dewasa itu, dengan buah dada yang Siapakah yang berbuat demikian?

besar dan kencang mendorong baju kurungnya, raut mukanya yang manis, dan cahaya matanya yang berani dan penuh tantangan. Kemudian dia menutup pikiran dan menahan hati nuraninya, ketika pikiran-pikiran serupa itu membawanya terlalu dekat pada dosa-dosanya sendiri. Pak Haji, Sanip, Sutan, Buyung dan Wak Katok pun tidur gelisah. Meskipun mereka memicingkan mata, akan tetapi pikirannya tak berhenti. Ketukan Pak Balam terhadap hati Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 100 nurani mereka masih berkumandang juga di dalam relung hati dan pikiran, bergema ke bawah sadar. Pak Balam sendiri pun, entah karena lukanya, entah karena hatinya, tidur lebih gelisah lagi... Api unggun menyala besar, melontarkan lingkaran cahaya

kecil di tengah gelap rimba raya menahan gelap yang hendak menelan mereka. Bunyi hutan di malam hari yang penuh dengan bunyi-bunyi rahasia dan gaib melingkari mereka. Hati nurani manusia memburu-buru minta pengakuan. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 101 5 Tak seorang juga yang dapat sungguh-sungguh tidur sepanjang malam, dan ketika bunyi kokok ayam hutan yang berderai-derai menandakan dini hari telah dekat, mereka pun segera bangun. Kini mereka memandangi rimba sekelilingnya dengan lebih awas dan cermat. Mereka memasak air dan makan, mengambil air sembahyang dan sembahyang, dengan selalu sebagian utama panca indra mereka memeriksa dan mengamati rimba di sekelilingnya. Rimba yang kini mengandung ancaman dan bahaya maut.

Mereka lebih khusuk lagi mendengarkan seruan Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! yang diserukan oleh Pak Haji, dan mereka lebih merasa dengan kesadaran yang amat dalam, penyerahan dirinya ke bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tak pernah rasanya mereka merasakan nikmat sembahyang seperti pada pagi itu. Rasanya seakan mereka amat dekat sekali pada Tuhan, seakan ketika kening mereka tunduk menyentuh tanah, dan membacakan Subhana rabbial a'laa Maha Suci Tuhan Kami Yang Agung -merebahkan kepala mereka ke atas haribaan Tuhan, dan mendapat pengampunan dan perlindungan dari Tuhan untuk selamalamanya. Setelah selesai sembahyang hati mereka terasa lebih

tenang, dan kini mereka dapat menghadapi hari yang baru dengan kepercayaan yang lebih besar. Pak Balam kelihatan kini menderita demam ringan. Ketika Wak Katok membuka betisnya untuk mengganti obatnya dengan ramuan yang baru, kelihatan lukanya seakan kena infeksi, daging luka yartg terbuka tidak berwarna merah yang sehat akan tetapi kehitaman, dan nanah kelihatan mulai menjadi. ramuan yang menutupi luka dibuka, dia menjerit kecil kesakitan. Luka di punggungnya bekas cakaran harimau lebih buruk lagi. Daging di sekeliling luka kelihatan menggembung dan warnanya tak sehat. Wak Katok kelihatan menggelengkan kepalanya, dan Pak Haji pun kelihatan air mukanya seakan berat. Buyung, Talib, Ketika perbannya dibuka dan daun-daun

Sanip dan Sutan pun mengerti apa arti luka itu. Pak Balam harus segera dibawa ke kampung, dan dari kampung dibawa ke kota, ke dokter. Biasanya jika luka telah menjadi demikian, maka obat-obat kampung tak mempan lagi. Yang menderita harus dibawa ke rumah sakit untuk ditolong oleh dokter. Keningnya panas terasa ke tangan. Dia pun tak hendak makan, akan tetapi hanya mau minum kopi saja sedikit. Talib dan Buyung segera membuat, usungan setelah mereka makan. Pak Haji, Wak Katok dan Sutan mengemasi perbekalan makanan dan daging rusa ke dalam dua buah keranjang, yang akan mereka pikul bergantiganti, sambil berganti-ganti pula mengusung Pak Balam.

Keranjang-keranjang mereka

lain

berisi

damar

yang

harus

tinggalkan disimpan baik-baik di dalam pondok. Mereka baru berangkat setelah hari terang. Wak Katok berjalan di depan membawa senapannya, di belakangnya Buyung yang menyandang keranjang dan di tangannya parang panjangnya yang terhunus, lalu Sanip juga membawa keranjang dan parang terhunus, disusul oleh Talib dan Sutan yang mengusung Pak Balam, dan di belakang sekali berjalan Pak Haji, juga dengan parang terhunus. Menurut kepercayaan mereka, harimau selalu menyerang dari belakang. Karena itu tempat Pak Haji adalah yang paling berbahaya. Wak Katok dengan senapannya sengaja tak berjalan di belakang, karena

Dengan cara susunan mereka berjalan seperti kini. bagaimanakah? Pertanyaan ini tak mereka tanyakan. Berjalan mengusung Pak Balam tidak dapat mereka lakukan dengan cepat. Jika dia berjalan di belakang. dan mereka harus mendaki sejak meninggalkan sungai. dan menghadapi apa yang akan dalang dengan tabah dan berani. Apalagi jalan yang mereka tempuh masih licin. karena mereka berdua tak sanggup mengangkat usungan sambil mendaki tebing. Dia terus berjalan .dia harus menembak. maka jika Pak Haji diserang. Baru setengah jam berjalan. maka mungkin dia tak sempat menembak. Wak Katok akan mendapat waktu membidik dan menembak. Demikianlah mereka berjalan dengan susah payah hingga tengah hari. Akan tetapi jika harimau Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika Wak Katok memberi isyarat supaya mereka berhenti. Dalam hidup tak selamanya orang dapat bersedia mengambil risiko selalu perlu. dan mereka semua akan jadi korban harimau. jika bagian belakang diserang.com/ Dewi KZ 103 menyerang dari depan. dan dia diserang. Selama itu Wak Katok tak pernah ikut mengusung. mereka telah harus digantikan oleh dua orang lain. Beberapa kali yang lain terpaksa harus membantu Talib dan Sutan. Yang penting ialah bersiap-siap seperlunya dan kemudian menghadapi segala kemungkinan. mengaso dan makan.

Wak Katok pun dengan sendirinya menganggap dirinya yang memberikan pimpinan dan perintah. Pemimpin usaha mereka menyelamatkan Pak Balam dan diri mereka semuanya. Di tangan Wak Katoklah satu-satunya senjata yang dapat menyelamatkan mereka. bahwa Wak Katok tak usah ikut mengusung. Ketika mereka makan. Juga kelihatan dia amat menderita sekali diusung demikian. Yang lainpun menerima kenyataan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Demam Pak Balam kelihatan tak kurang-kurang. Karena itu dialah yang berjalan paling depan. Tak terpikirkan dalam kepalanya mereka akan mempunyai pikiran atau pandangan yang lain. Tidakkah dia yang memutuskan. Dialah yang punya dan yang memegangsenjata yang paling ampuh untuk menghadapi harimau. Dan sekali dia menjerit kesakitan. akan dibunuhnya juga.di depan dengan membawa senapannya. bahwa harimau itu adalah harimau biasa? Bukankah dia maha pemburuyang disegani orang kampungnya. Wak Katoklah yang memegang kunci keselamatan hidup mereka. tergoncang-goncang dan terantuk-antuk.com/ Dewi KZ 104 Wak Katoklahyang tahubagaimana menyelamatkan mereka semuanya dari ancaman harimau. karena kini dialah yang menjadi pemimpin rombongan. dan yang telah membunuh tiga ekor harimau? Harimau ini pun jika masih mengganggu mereka. . karena Sutan tergelincir jatuh. dan usungan terhempas ke tanah. Dia dengan sendirinya pula mengharapkan mereka akan mengikuti segala pimpinannya. dan hanya minta minum saja. dia pun tak hendak makan. Karena itu tak terlintas sedikit juga dalam kepala mereka untuk membantah suruhan Wak Katok.

mengerang sambil menutup matanya. Dia menggeram-geram. Tetapi hal ini tak memuaskannya. Berbagai bau yang tinggal amat mengganggu perasaannya. 0oo0 DUA jam lewat setelah mereka meninggalkan tempat bermalam di pinggir sungai.com/ Dewi KZ 105 depan kanannya. dan dengan suara lemah mengatakan bahwa dia tak ingin makan. Semua keranjang dirobohkan dan di bongkarnya.Pak Haji mencoba menyuruhnya makan dengan mengatakan. Bau darah dan daging rusa yang melekat di keranjangkeranjang berisi damar akhirnya menariknya ke dalam pondok. supaya badannya jangan terlalu lemah. dan menghembus-hembus berkeliling di tanah di sekeliling api . akan tetapi kecuali bekas darah yang kering. harimau tua yang kelaparan tiba di sana. tak ada daging enak yang dapat dimakannya. Pak Balam merebahkan kepalanya kembali. kecewa dan marah. Dia mencari keranjang lain yangjuga berbau rusa yang menimbulkan seleranya. maka laparnya mendorongnya merebahkan sebuah keranjang dengan tarikan kuku kaki Tiraikasih Website http://kangzusi. dan setelah dia tak merasa syak dan takut lagi pada bendabenda yang asing baginya. bahwa lebih baik dia mencoba makan sedikit. Dia hanya mau minum kopi pahit sedikit. dan dia segera menjilat-jilat sisi keranjang tempat darah rusa yang kering melekat. Demamnya bertambah panas. Dia mendatangi tempat mereka bermalam dengan hati-hati sekali. Akan tetapi setelah dicobanya.

Mereka kemudian berangkat meneruskan perjalanan dengan hati yang lebih tak terganggu. belakang? Apakah harimau mengikuti mereka dari Sebagai seorang pemburu yang mengikuti rusa? Akan tetapi suasana rimba di siang hari itu tidak menunjukkan tandatanda adanya harimau di dekatnya. lebih-lebih lagi menentramkan perasaan mereka. Bunyi-bunyi margasatwa yang biasa masih memenuhi hutan dan di atas pohonpohon yang tinggi mereka melihat beruk-beruk merah yang besar melintas sambil memanggil-manggil. 0oo0 "DARI sini ke tempat kita bermalam nanti. "cobalah berjalan lebih cepat.com/ Dewi KZ 106 . dan kemudian mencium-cium tanah kembali.. sudah menurun. supaya kita tiba di waktu petang. Dia mencium-cium tanah mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan kaki manusia yang tinggal di tanah. Tiraikasih Website http://kangzusi. bau manusia juga keras sekali tinggal. dan bau manusia itu kini menimbulkan selera dan laparnya yang amat sangat pula. yang datang dari jauh bergemagema. Bunyi pukulan burung pelatuk." Ucapannya segera mengingatkan mereka kembali pada harimau. Di antara bau rusa.unggun yang telah padam. jalan tak begitu sukar lagi. lama sebelum magrib. Karena itu mereka merasa agak bersenang hati. dan dia bergerak menyeberangi sungai..." kata Wak Katok. ketika mereka selesai makan siang.

Semua ini terjadi hanya dalam beberapa saat. Kemudian ketika reaksireaksi wajar mereka dapat bekerja kembali dengan cepat. Sutan dan Sanip yang sedang mengusung Pak Balam menurunkan usungan ke tanah. Baru panca indera mereka yang beku kembali bekerja. Mungkin perasaan demikian yang membuat mereka agak lengah. yang segera pula dilawan oleh rasa setia kawan. kencing di pinggir jalan. Dan baru otot-otot mereka yang telah kaku. Dan mereka dapat mendengar pukulan napas dan denyut jantung mereka amat kerasnya ke telinga. Disela pula oleh rasa hendak menyelamatkan diri masingmasing. Mereka merasa takut yang amat dahsyat sekali.Wak Katok tetap berjalan di depan sekali. dan baru beberapa saat kemudian mereka dapat bergerak. ketika mendengar bunyi auman harimau yang amat dahsyat. hingga beberapa saat mereka tak dapat bergerak. Auman harimau kemudian disusul oleh jerit Talib ketakutan dan kesakitan. lapi waktu mengalir amat lambat sekali. Mereka kembali teringat pada bahaya harimau. dan mengakukan otot-otot mereka. Yang lain berjalan terus sedang Talib membuka celananya hendak kencing. dan membiarkan Talib tinggal di belakang. Mereka merasa tiba-tiba betapa suara dan bunyi-bunyi margasatwa terhenti. yang membekukan darah mereka. kembali jadi liat dan dapat bergerak. Baru darah mereka yang membeku dapat cair kembali. Buyung yang mendukung keranjang .

Ingat pada nasib kawan mereka yang berada di dalam kekuasaan harimau. dan dengan parang terhunus mereka menyerbu ke dalam pohon-pohon yang tumbuh rapat.com/ Dewi KZ 107 darah. dan Wak Katok Mereka berteriak-teriak.menurunkannya melompat cepat ke tanah. Yang kelihatan oleh mereka kini hanyalah keranjang yang didukung panjangnya yang terhunus terletak di tanah. karena begitu dia berpaling korbannya. dan bunyi berat lari harimau yang menarik mangsanya ke dalam hutan. penuh dengan semangat dan naluri berburu yang terdapat dalam diri setiap manusia. Pak Balam tinggal terlupa sendirian di atas usungannya. mereka berhenti di depan pohon-pohon yang tumbuh rapat. akan tetapi rasanya berabadabad bagi mereka. dan merupakan pagar yang lebat. harimau telah menghilang melarikan oleh Talib terguling di tanah. Mereka melihat besarnya jejak itu. Mereka melupakan bahaya terhadap diri mereka kini. parang . Hanya beberapa menit kemudian. menuju tempat Talib hendak kencing. Wak Katok menembak pun tak sempat. dan mereka jelas dapat mendengar harimau menggeram-geram. Rupanya harimau terkejut juga oleh serangan mereka yang berlari ke belakang. berseru-seru sekuatnya dengan harapan agar harimau melepaskan korbannya. Akan tetapi tanpa berpikir panjang mereka berlari ke dalam hutan mengikuti jejak dan Tiraikasih Website http://kangzusi.

Akan tetapi tak seorang juga yang mengeluarkan perasaan ini. mereka melihat Talib terbaring di tanah. dengan hati yang lega mereka melihat. . Tiraikasih Website http://kangzusi. Pemandangannya sungguh mengerikan hati. tak sadarkan diri. karena ketika mereka telah menembus pohon-pohon dan tiba di tempat kecil yang terbuka. Badannya penuh berlumuran darah dari kepala hingga ke kaki. Dengan cepat tiga orang mengangkat Talib.com/ Dewi KZ 108 Ketika tiba di tempat mereka meninggalkan Pak Balam. menyerang Pak jangan-jangan harimau kembali Balam sedang mereka tak ada. hingga mereka menyangka dia telah mati. Pak Balam yang masih diserang demam. Dalam hati mereka timbul pula rasa kekhawatiran. mendudukkan dirinya di alas usungan. Sejak serangan harimau terhadap Talib tak seorang juga di antara mereka yang berbicara. dan memandang mereka datang membawa Talib yang berlumuran darah. Hati dan perasaan mereka penuh dilanda oleh pikiran dan perasaannya sendiri. Tetapi saat itu bukan saat untuk merasa takut lagi. Mereka cepat-cepat kembali ke tempat Pak Balam yang mereka tinggalkan. sedang Wak Katok dan yang lain berjagajaga. karena seluruh panca indera mereka tertuju kepada kedahsyatan serangan harimau. bahwa Pak Balam masih selamat.tak ubahnya seperti sepasukan setan yang datang mengamuk. Perasaan dan pikiran yang belum mereka sadari telah datang menyerang. Darah merah membasahi tanah di sekelilingnya.

di pinggir anak sungai kecil.Seluruh muka Pak Balam yang telah pucat bertambah pucat. Wak Katok mengatakan. bahwa harimau itu datang kembali untuk memburu dan menghukum dia dan kawan-kawannya. dia telah mati entah berapa ribu kali. Kini mereka hanya tinggal berlima yang masih dapat berjalan. segala kedahsyatan yang dirasakannya kemarin malam dirasakannya kembali. bahwa nanti akan bermalam di bawah bukit. Dan ketika mereka kemudian meninggalkannya sendiri di hutan. Mereka melihat. bahwa hukuman terhadap dirinya dan diri kawan-kawannya belum selesai dan belum habis. Mati ketakutan. untuk mengusung Pak Balam dan Talib dahulu . Dia mendengar bunyi auman harimau yang dahsyat ketika mula-mula menerkam Talib. Wak Katok menyuruh Buyung dan Sutan cepat membuat usungan untuk Talib. Teringat pula olehnya bahwa kawan-kawannya mungkin belum hendak mengakui dosa-dosanya dan bertaubat kepada Allah. Dia pun ikut menjerit ketakutan ketika mendengarnya. maka Wak Katok memutuskan. Sebenarnya tempat bermalam mereka yang biasa masih dua jam perjalanan lagi. setengah jam perjalanan dari tempat mereka kini. Akan tetapi karena mereka tak dapat mendukung keranjang sambil mengusung. Dan kembali jiwanya tersiksa oleh kesadarannya. dan tak seorang juga yang memberikan penjelasan kepadanya apa yang terjadi. bahwa Pak Balam pun tahu apa yang telah terjadi. Terbukti. Dan mendengar jerit Talib ketakutan dan minta tolong.

Bagaimana kalau harimau datang menyerang ke tempat pondok mereka? Akan tetapi jika yang pergi mengambil keranjang tidak dikawal dengan senapan. kecuali yang menghadap ke tempat api unggun.com/ Dewi KZ 109 Segera setelah usungan untuk Talib selesai. Dan jika Wak Katok yang pergi . Tak berani kedua keranjang. Tiraikasih Website http://kangzusi. yang mereka biarkan luka-lukanya amat berat. Talib masih pingsan. Kelihatannya mereka memeriksa luka-lukanya. dan tiba di pinggir anak sungai. dan meninggalkan menjemput kedua keranjang berisi perbekalan makanan. maka hanya tinggal dua orang yang sehat dan kuat untuk menjaga dua korban yang tak berdaya. Nanti saja di tempat bermalam. mereka meletakkan Talib ke atas usungan. Di sana mereka cepat-cepat membuat pondok yang lebih kuat dari biasa. Jalan menuruni bukit licin dan sukar dan dengan susah payah mereka menurun.ke tempat bermalam mereka yang lebih dekat. Sebentar timbul pertukaran pikiran antara mereka tentang apakah Wak Katok akan ikut mengawal mereka yang mengambil keranjang dengan senapannya? Jika bertiga pergi mengambil keranjang termasuk Wak Katok dengan senapannya. dan kemudian terbuka. dan memasang dahandahan pohon melintang di tiga sisinya. bagaimana jika harimau menyerang mereka di tengah jalan? Mereka tak akan berdaya melawan harimau dengan parang panjang saja. Wak Katok akan mengobatinya.

Wak Katok menyerahkan senapannya kepada Buyung. bahwa biarlah Buyung. dan kita harus mengakui dosa-dosa kita dan kita minta ampun kepada Tuhan?" bagaimana dengan Talib.com/ Dewi KZ 110 setajam mungkin. yang sejak tadi berkata. "Maaf.mengawal senapannya. dan mereka akan segera memasak air untuk membersihkan luka-luka Talib dan membuat obat baginya. hingga akhirnya Buyung tak dapat menahan dirinya dan berkata: "Apakah barangkali benar juga Pak Balam. dan berkata. aku lupa tak boleh menyebut nama nenek di hutan. "tetapi apa tak mungkin Pak Balam benar. Diperiksanya dengan cermat isi senapan. yang mengambil keranjang dengan Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa?" "Huusss. jangan sebut-sebut namanya. dengan perasaan enggan yang jelas kelihatan pada air mukanya. Sutan dan Sanip yang pergi mengambil keranjang dan dia dan Pak Haji tinggal di pondok. masing-masing dengan pikirannya sendiri yang kini datang mengetuk hati lebih keras. yang harus ditolong dan diobati dengan segera? Siapa yang menolongnya? Akhirnya." jawab Buyung. Dia berjalan paling depan. dan memasang panca inderanya . Buyung membawa senapan Wak Katok. Mereka bertiga melangkah cepat. engkau ingin dia datang menyerang kita?" kata Sutan cepat. Mereka akan memasang api unggun yang besar untuk menakuti harimau.

akan tetapi luka-lukanya telah diobati dan dibatut oleh Wak Katok dengan kain sarung yang disobek-sobek. lebih baik jangan kita bicarakan kini. Harimau itu dikirim Tuhan untuk menghukum kita. dan napasnya berat dan perlahan. Dengan hati yang amat lega Sanip dan Sutan menurunkan keranjang ke tanah."Entah. Pak Balam kelihatan juga bertambah panas demamnya. Kalau dia masih dapat sadar. dan sebentarsebentar Tiraikasih Website http://kangzusi. masih ." kata Sanip. bahwa ia tak banyak harapan Talib akan dapat selamat. basah dengan darah merah. dan berkata. Wak Katok menggelengkan kepalanya. sekeliling dadanya. Kain sarung yang membatut luka-lukanya. akuilah dosa kalian. Mukanya pucat sekali. dan bergegas. senja telah dekat. Dari jauh mereka telah melihat nyala api unggun di depan pondok.com/ Dewi KZ 111 dengan suaranya yang lemah dia berkata: "Akuilah dosa kalian. sampai terbuka ke tulang. Biar nanti Pak Haji dan Wak Katok yang memikirkannya. kedua kakinya. Matanya terbuka memandang ke alas. Di sampingnya terbaring Pak Balam. dan Buyung mengembalikan senapan kepada Wak Katok." Ketika mereka bertanya kepada Wak Katok bagaimana dengan luka-luka Talib. pahanya hancur digigit. tangannya. Talib terlentang di atas tanah di dalam pondok. Mereka bertiga diam kembali. "Dadanya hancur dicakar. Talib masih belum sadar. 0oo0 APABILA mereka kemudian telah tiba kembali di tempat mereka bermalam di pinggir anak sungai.

bahwa mereka harus mati diterkam harimau di tengah hutan karena dosa-dosanya. ". membungkuk di atas kepalanya hendak mendengarkan apa katanya.. curiiiii. Dia telah mati. menyala lebih besar dan lebih kuat lagi. Mereka berpandangan.. Mungkinkah Pak Balam benar? Dan harimau itu bukanlah harimau biasa? Akan tetapi harimau yang dikirim oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. karena ketika itu dia membuka matanya.. mereka hendak meninggalkan rimba dengan selamat.... mereka hendak ke luar dari hutan." tiba-tiba napasnya terhenti..untung... selain menyerahkan diri kepada Tuhan? Jika memang telah tersurat. dan bibirnya bergerak seakan hendak berkata. mencuri . Mereka hendak pulang ke kampungnya. matanya seakan terbalik.. badannya mengejang. dosa . yang datang untuk menghukum mereka? Apa daya mereka terhadapnya. Mereka mendekatkan diri. di tengah ancaman yang dahsyat. Tak ubahnya seakan Talib dapat mendengar kata-kata Wak Katok. Mereka hendak kembali Tiraikasih Website http://kangzusi. ampun Tuhan. maka haruslah mereka menerima takdir yang demikian. Mereka hendak hidup terus. harimau gaib. dan Talib lalu berhenti hidup. aku berdosa ." kata Wak Katok.. Akan tetapi dalam bawah sadar mereka nafsu hidup tetap menyala dengan kuat. harimau.com/ Dewi KZ 112 .. yang menurut Pak Balam dikirim Tuhan untuk menghukum mereka yang berdosa. la ilaha illl . Malahan kini. Seorang dari mereka kini telah mati akibat serangan..

dan matanya yang terbuka memandang kaku jauh melewati pondok. Buyung dan Sutan bergantiganti. dan Buyung cepat menjawab: "Aku tak tahu apa maksudnya.kepada istri dan anaknya. dan ketika Sutan dan Sanip berpandangan. Syukurlah Talib masih sempat mengakui dosanya. bertarung untuk mepertahankan hak hidupnya. dan rupanya mendengarkan kata-kata mereka. Karenanya Pak Balam berkata: "Belum juga kalian sadar dan insaf. berkelahi. Tiba-tiba Sanip berdiri seakan tak kuat lagi menahan . Akan tetapi pada saat itu pikiran Pak Balam berada di saatsaat yang cerah. Bawah sadar mereka berteriak menyuruh mereka berjuang. Mereka hendak hidup kembali di tengah manusia. Mereka tak hendak mati diserang harimau yang ganas dan zalim. Akuilah dosa-dosa kalian." Akan tetapi di wajah Sanip dan Sutan seakan timbul keraguan. Mereka hendak mencinta kembali. memandang kepada Sanip. melewati puncak-puncak pohon di pinggir anak sungai terus sampai ke cakrawala. seakan mata Sutan hendak menyampaikan peringatan kepada Sanip. Aku akan menyusulnya tak lama lagi. demamnya kembali menguasai otaknya. "Apa Talib mencuri? Apa yang dicurinya?" kata Pak Haji. Mereka bertiga berpandangan. entah apa yang dilihatnya. dan jangan mengatakan sesuatu apa. Aku tahu. Talib telah mati. Tobatlah!" Kemudian dia terdiam. badanku tak kuat lagi menahan demam ini. supaya berhati-hati. supaya kalian diselamatkan Tuhan.

Buyung memegang Sutan. aku dan . dan ini diinsafi oleh Sutan yang berkata kepadanya dengan suara tegang penuh desakan." Tiraikasih Website http://kangzusi..... dan berkata dengan suara yang tegang: "Tidak Sutan. dan kemudian dengan gerakan tangan dan kaki yang cepat dia menjatuhkan Sanip ke atas tanah." seru Sanip.!" Tetapi Sanip tak lagi dapat menahan dirinya.. Talib. Sanip membela diri.. seakan sesuatu menyelinap ke dalam dirinya dan memaksanya untuk berkata. dan menghela Sutan jatuh ke tanah.." Tetapi Sutan melompat mendekatinya dan memegang bahunya: "Jangan.: ketika dia baru sampai berbicara di sana.dirinya. bertekad untuk menghentikan Sanip. aku mesti berbicara . Sutan . Selama itu terjadi Wak Katok duduk saja diam-diam memegang senapannya. dan berseru: "Memang kami berdosa. dan dengan suara yang keras berkata: "Sanip!" Akan tetapi Sanip melepaskan pegangan tangan Sutan dari bahunya. tutup mulutmu. ingat sumpahmu. sesuatu cahaya ganjil timbul dalam matanya. Di tanah mereka berdua bergumul. dan Pak dan berpaling kepada yang lain. Dengan susah payah yang lain menceraikan mereka. kami. "Jangan. Setelah mereka dilerai.com/ Dewi KZ 113 "Tidak.. Sutan memperkuat pegangannya di bahu Sanip. dan dia melangkah mendekati Sanip. dan Pak Haji memegang Sanip. apa gunanya.

Haji berkata: "Sabar, sabarlah, mengapa kita dengan kita berkelahi, sedang kita semua dalam bahaya besar? Mengapa kalian berkelahi sebenarnya?" "Aku hendak mengakui dosa-dosaku," kata Sanip dengan napas terengah-engah, "biarlah Sutan marah karena aku melanggar janji atau sumpah. Tetapi aku tak tahan lagi. Karena aku juga, maka Talib telah jadi korban harimau. Kami bertiga, Talib, Sutan dan aku, enam bulan yang lalu, yang mencuri empat ekor kerbau Haji Serdang di kampung Kerambi..." dan dia melihat kepada Sutan, siap untuk mempertahankan dirinya, jika Sutan menyerangnya kembali. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 114 Akan tetapi Sutan seakan kini tak perduli lagi terhadap apa yang hendak dikatakan oleh Sanip. Dia duduk di tanah,

dadanya turun naik, karena napasnya masih kencang, dan dia hanya melihat saja ke tanah. "Kami bertiga mencurinya malam-malam, dan ketika penjaga kerbau mengetahui pekerjaan kami, maka Talib yang menikamnya, hingga dia rubuh. Dia tak mengenal kami, dan kami berhasil melarikan kerbau dan menyembelih kerbau dan menjual dagingnya ke kota. Penjaga kerbau tak mati. Itulah dosa kami bertiga, tapi Sutan tak suka aku ceritakan." "Apa lagi dosa-dosaku ..." Sanip tertegun, dalam hatinya teringat pada rahasianya, ketika dia berumur sembilan belas tahun, pergi ke kota, dan berkunjung ke rumah perempuan lacur. Akan diceritakankah ini? Ini terang dosa juga yang amat dilarang oleh Tuhan. Akan diceritikankah? Atau ketika dia

masih kecil, sering benar dia mencuri durian, mangga, duku. Dan waktu dia kecil, disuruh mengaji, sedang dia ingin pergi main bola, hingga dia menendang Qur'an di tengah jalan ke mesjid tempatnya mengaji. Dia melawan pada ibunya. Hawa nafsu yang timbul dalam dirinya tiap kali dia melihat perempuan yang cantik. Hawa nafsu yang membakar perutnya selama mereka tinggal di ladang Wak Hitam dan dia setiap hari melihat Siti Rubiyah. Akan diceritakan semua ini dan banyak lagi yang lain? Dia ingat, bahwa dia telah melakukan segala dosa, besar dan kecil. Dia telah merasakan dalam dirinya hawa nafsu setan, rasa dengki, syirik, cemburu, kesombongan hati, kekejaman,

kekikiran. Dia pernah menghina orang miskin. Dia pernah menertawakan orang yang cacad, dia pernah ... oh, semuanya yang tak baik pernah dilakukannya. Dia pernah tak patuh pada orang tuanya. Dia pernah kurang ajar kepada orangyang lebih tua dari dirinya. Akan diceritakan semua ini? Akan tetapi jika diceritakannya, apa lagi yang tinggal dari dirinya. Dia akan tinggal telanjang! Dirinya akan kehilangan lapisan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 115 pelindungnya selama ini, yang membuat diri serupa dengan orang lain. Kulit rahasia yang melapisi pribadi setiap orangyang melindungi seseorang dari orang lain. Jika diceritakannya pelindungnya semua, jika dilepaskannya lapis

ini, maka dia akan tak berdaya menghadapi orang lain. Dia tahu, bahwa sebagian terbesar orang bersikap kejam terhadap orang yang tak berdaya. Jarang sekali orang yang timbul belas kasihan terhadap orang yang tak berdaya. Kebanyakan orang bersikap kejam dan hendak menindas orang yang tak berdaya. Mungkin karena kebanyakan orang melihat dalam diri orang yang tak berdaya itu kemungkinan bahwa dia pun dapat berganti tempat dengan orang yang tak berdaya itu, dan karena itu timbul rasa benci dan kejamnya, dan hendak dihapuskannya orang-orang yang tak berdaya dari permukaan bumi ini, supaya mereka jangan teringat pada kemungkinan dirinya akan dapat jadi demikian pula.

Akan tetapi jika dia berdiam diri, tidaklah pula mungkin dia akan harus menebus dosanya dengan mati diterkam harimau? Dan dia tak hendak mati. Dia merasa dirinya masih terlalu muda untuk mati. Dia masih hendak hidup terus. Dia terkejut mendengar kata Wak Katok, yang berkata dengan suara keras dan tajam: "Sanip, berbicaralah! Aku sebagai pemimpin rombongan berkewajiban untuk menyelamatkan diri kita semuanya. Menurut tenunganku harimau itu harimau biasa, akan tetapi mungkin pula harimau siluman seperti yang dikatakan Pak Balam. Kita tak boleh lebih memarahkannya. Baiklah engkau mengaku terus terang dosadosamu, dan minta ampun kepada Tuhan." "Akan tetapi," kata Sanip, yang masih mencoba untuk mengelakkan diri dari keharusan menelanjangi dirinya,

"apakah aku sendiri yang berdosa? Mengapa aku sendiri yang harus mengakui dosa-dosaku? Bukankah aku telah mengakui dosaku mencuri kerbau?" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 116 "Semuanya, terdengar suara Pak Balam yang lemah, yang mendengarkan percakapan mereka. Sanip terdiam, enggan benar hatinya hendak mulai. Sedangkan mengakui dosa-dosanya dalam hati sendiri sudah amat susah, bagaimana akan mengakuinya di hadapan orang lain, meskipun kawannya sendiri?. "Yang lain pun akan mengakui dosa-dosanya," kata Wak Katok, suaranya keras dan tajam, "jika perlu aku paksa dengan ini," dan dia menggerakkan senapannya. semua dosamu harus engkau akui,"

Buyung terkejut. "Setelah Sanip lalu Sutan, kemudian Buyung, dan kemudian Pak Haji. Dosa-dosaku, telah kalian dengar diceritakan oleh Pak Balam," katanya dengan suara pahit, "semuanya kita membersihkan diri, dan minta ampun kepada Tuhan. Mogamoga si nenek akan pergi meninggalkan kita. Ayoh, mulailah, Sanip. Tak banyak waktu tinggal. Sebentar lagi malam tiba, dan dalam gelap entah apa yang akan terjadi." Dalam hatinya Buyung mengambil tekad tidak akan menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah, biarlah dia mati, ditembak oleh Wak Katok atau diterkam harimau sama saja. Orang mati hanya sekali, pikirnya, tetapi noda yang tergores di kening dibawa seumur hidup! Daya Sanip menguasai dirinya patah di bawah ancaman Wak Katok. Dia lalu bercerita. Semuanya diceritakannya. Tak

Sanip yang termasuk orang baik-baik di kampung. "akan tetapi esok pagi baiklah kalian mengakui dosa-dosa kalian semuanya. dan dipercayainya selama ini? Ternyata dia seorang tukang berzinah. . kalian masih terkejut. Berbagai perasaan kecewa. seorang pendusta? "Sekarang engkau. "Baiklah. Dan dalam bercerita mulai pula terasa kelegaan dalam hatinya. Mungkinkah Sanip bercerita sekarang adalah Sanip kawannya selama ini? Sanip yang periang." kata Wak Katok. Buyung mendengarkan dengan penuh takjub. masih ketakutan dan risau pikiran dan hati. Sutan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Tetapi Sutan duduk saja di tanah. Akhirnya dia pun terlepas pula dari tekanan dosa-dosa yang selama ini melekat di jiwanya. cukuplah Sanip saja malam" ini. dan kemudian Wak Katok yang sembahyang. dan dia tak bergerak. kepalanya menunduk ke tanah. seakan tak mendengar kata Wak Katok. jijik. Sutan diam juga. "Sutan!" kata Wak Katok dengan suara yang lebih keras. tak bergerak-gerak. Sembahyang pun mereka dikawal mulamula oleh Wak Katok. setelah mereka sembahyang magrib. Perasaan marah.ada satu pun yang ditahan-lahannya. seorang pencuri. sedang Buyung berjaga-jaga memegang senapan." kata Wak Katok kemudian.com/ Dewi KZ 117 kesal. yang dihormati dan disayanginya. timbul dalam hatinya." Tak seorang juga hendak makan kemudian.

dan yang akan mati. Mereka yang hidup dan yang mati di lengah hutan belantara. bersalah.Malam itu tak seorang juga yang dapat tidur. mendoa." Dan sepanjang malam mereka duduk mengelilingi Talib. Mereka selalu ingat pada perkataan Wak Katok: "Esok pagi kita kuburkan Talib. Demikianlah mereka. yang terbujur di tanah. Kata-kata dosa. Kakinya gembung di bawah bungkusan kain. Dan di luar lingkaran cahaya di dalam gelap rimba belantara. yang demamnya semakin panas. Akan heboh besar di kampung. yang mundar-mandir. mereka seakan merasakan kehadiran harimau yang ganas. menunggu kesempatan dengan tak sabar. Di sini pikirannya terhenti. Di . Buyung keruan. Bagaimana mereka nanti menerima kabar kematian-nya. ampun Allah. di dalam lingkaran api unggun. silih berganti ke luar dari mulutnya. seorang yang menanti mautnya. dan tiap sebentar berbicara tak Tiraikasih Website http://kangzusi. seorang yang telah jadi mayat. teringat pada isteri dan anak-anak Talib di kampung. dan takutnya timbul. jika mereka pulang. terbujur di sebelah mayat. Lukanya kelihaian membusuk sekali. dan mereka berlima duduk dekat yang mati. Pak Haji tiap sebentar menggosok kening Pak Balam yang basah. Dapatkah mereka yang masih hidup pulang selamat ke kampung? Bacaan doa-doa mereka tak henti-hentinya diiringi oleh erang Pak Balam.com/ Dewi KZ 118 dan membaca ayat-ayat Qur'an.

dan pagi itu juga mereka menggali kuburan untuk Talib di tempat yang tinggi. dan pahanya belah dan rusak. dan pekik Talib. Tiraikasih Website http://kangzusi. di belakang setiap daun. di musim hujan.telinga mereka seakan masih terdengar bunyi aumannya yang dahsyat. maka kuburan Talib tidak akan terendam air. Seakan pegangan tangan dengan jari-jari es yang sejuk memeras-meras hati mereka. Kini ancaman terasa lebih dekat dan lebih dahsyat. di belakang setiap dahan dan di belakang setiap bunyi mereka seakan mendengar bunyi tapak harimau yang melangkah dengan halus dan hati-hati mendekati. Mereka menyusun batu-batu sungai di sekeliling kuburan. Kini hati mereka bertambah susah lagi dari kemarin malam.. nanti akan membuatkan batu kepala kuburan di kampung untuk dipasang nanti jika kembali ke hutan. mendekati. Dan rasa tak berdaya tambah terasa. Tubuhnya bekas gigitan dan cakaran harimau amat menyedihkan dan mengerikan. di belakang setiap pohon. dan Pak Haji mengatakan. . hingga jika anak sungai banjir. lalu menyembahyangkan mayat Talib. mendekati. Dadanya kelihatan seakan hancur sama sekali. Mereka tak banyak berbicara ketika Pak Haji memandikan mayat Talib. Di dalam setiap kegelapan.. mendekati.com/ Dewi KZ 119 6 Esok paginya setelah mereka sembahyang subuh..

kelihatan Pak Balam menghadapi krisis demamnya.com/ Dewi KZ 120 dahulu sehari lagi. Beberapa waktu mereka duduk mengelilingi kuburan. Usul Buyung mula-mula mereka terima dengan terkejut." Setelah Buyung. menyebutnyebut dosa dan minta ampun kepada Allah." Akan tetapi ketika mereka tiba di pondok.Belum lagi ratusan luka lain yang lebih kecil di seluruh badannya. Wak Katok berkata. Buyung mengusulkan agar mencoba memburu harimau. dan kemudian membungkus mayat dengan kain sarung yang bersih. bahwa tak mungkin membawa Pak Balam sedang menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi. masing-masing dengan pikiran sendiri. Mereka menyembahyangkan mayat. Wak Katok berkata. bahwa dia hendak membawa Sanip dan habis terkejutnya. Lalu mereka usung mayat ke kuburannya. maka batu-batu mereka susun di atas kuburan. sehingga akhirnya Wak Katok berkata: "Marilah kita berangkat lagi. Sutan menyokong usul sakil demikian. Pak Haji memandikan dan membersihkan badan Talib. Buyung berkata: "Lebih baik kita memburunya daripada kita membiarkan dia memburu kita seperti selama dua hari ini. dan dia mengigau terus-menerus. Lebih baik mereka . Setelah lobang kuburan ditutup kembali dengan tanah. Seluruh badannya amat sangat panas. Mukanya pun penuh luka akibat diseret harimau ke dalam hutan. Dan Pak Haji kembali membacakan doa-doa. dan menyuruh mereka meminta ampun dan mengakui dosa-dosanya.

lebih lebih mengecilkan hati dan . biarlah Sutan dan Pak Haji tinggal menjaga pondok. "Kami akan pulang sebelum magrib.Buyung saja. dan tinggallah Pak Haji dan Sutan berdua menjaga Pak Balam. Adanya Pak Balam yang sakit. yang mengambil putusan. Merekalah yang memberi putusan. Mereka masak makanan pagi cepat-cepat. yang telah diserang harimau. "Nyatakan terus api unggun." kata Wak Katok kepada Pak Haji. mereka yang memburu." Kemudian Wak Katok berangkat dengan Buyung dan Sanip menuju ke tempat harimau menyerang Talib." katanya. yang berbuat. Berburu mereka tahu.com/ Dewi KZ 121 tiga orang kawannya. dan membungkus makanan untuk dibawa oleh Wak Katok. Menghadapi harimau yang akan mereka buru. Kini seakan mereka kembali memegang tali nasib di tangan sendiri. insya Allah harimau tidak akan berani mendekat. dan merasa tak berdaya. Keduanya merasa lebih tak berdaya lagi ditinggalkan Tiraikasih Website http://kangzusi. "rebuslah ramuan obat waktu tengah hari untuk Pak Balam. Buyung dan Sanip. adalah berlainan dengan menjadi korban yang diburu-buru. Mengingat bahwa akhirnya kini akan berkelahi dan akan menghadapi musuh. Paksakan supaya diminumnya. kerusuhan hati mereka yang akan pergi memburu harimau mulai didorong ke belakang oleh gairah berburu yang timbul dalam dirinya. Rasa manusia mereka kembali jadi kukuh dan menyala. Mereka yang tinggal memandangi mereka sampai hilang di antara pohonpohon.

dan kesal terhadap Wak Katok yang Dan jika tiba-tiba beruk-beruk berhenti berteriak-teriak. supaya jangan lagi telinganya mendengar hanya menginginkan ketegangan dan menarik napas lega. untuk kemudian . Dan jika beruk-beruk berbunyi-bunyi kembali. Setiap saat mereka merasa takut harimau akan datang menyerang. maka mereka akan berpandangan. Apa daya? Senapan dibawa oleh Wak Katok. mendengar suara berdetak di balik pohon dan daundaun di sekelilingnya. Juga timbul rasa iri hati terhadap Buyung dan Sanip yang beruntung dipilih oleh Wak Katok mengiringinya. Bagaimanapun juga mereka bertiga mempunyai senapan. maka keduanya menegang kembali.mematahkan semangat. kecuali parang yang tak banyak gunanya dipakai melawan harimau. dan mereka berdua ditinggalkan begitu saja menjaga Pak Balam tanpa senjata. khawatir bahwa harimau lelah tiba dekat mereka. senjata terampuh yang mereka miliki terhadap harimau. Sutan dan Pak Haji dikejutkan oleh setiap bunyi dan gerak yang mereka dengar dan lihat dalam hutan di sekelilingnya. Dalam hati masing-masing timbul rasa penyesalan membawa Buyung dan Sanip. Dan igauan Pak Balam yang demamnya bertambah tinggi tidak membantu menenangkan hati mereka. Sebaliknya ketakutan hati saja. Dalam hatinya Sutan sekali-sekali ingin melihat Pak Balam cepat saja mati.

Untuk Wak Katok cepat pergi memburu harimau. terus juga mengaku dia telah berpuasa sehari penuh. tak hendak mengakui dosanya. Mengingatnya saja pun dia tak mau.seruan-seruan dosadosanya. Dia merasa seakan dalam dirinya sesuatu meronta-ronta merenggut-renggut minta dibukakan pintu. apalagi untuk mengakuinya kepada orang lain. membutakan hati dan pikirannya. sedang ayahnya duslanya kepada ibu dan kawan-kawannya. hatinya tak terganggu sama sekali. Selama-lamanya tidak. maka Sutan menutup telinganya. Dia dapat mengingat dosanya seperti di waktu bulan puasa dia makan sembunyi-sembunyi. maka Sutan tak tahu apa yang akan dibuatnya. atau ketika dia merokok bersembunyi di dalam kakus. Tiraikasih Website http://kangzusi. Atau dusla- . Dan teringat pada ini. telah melarangnya merokok. atau kepada istrinya sendiri. jika tidak. bahwa dia tak boleh membuka pintu dalam hatinya untuk yang merenggut-renggut dan merontaronta itu. Dia Jika igauan Pak Balam sedang menjadi-jadi. Pak Balam agar mereka mengakui dan dia memaksa agar supaya mereka mengakui dosadosanya.com/ Dewi KZ 122 Sutan tahu. Mengapa Pak Balam tak berhenti mengigau? Mengapa dia harus saja menyebutnyebut tentang dosa? Tidakkah cukup Talib dan Sanip yang telah mengakui dosa-dosanya. akan tetapi waktu berbuka. Dia juga dapat ingat pada pencurian kerbau yang mereka lakukan. Pintu harus ditutupnya sekeras-kerasnya.

Dan ini pun tak terlalu menggangu hatinuraninya. Hampir oleh setiap orang di kampung ada saja yang telah dicurinya, pikirnya, kalau bukan kerbau, maka kambing, bukan kambing, ayam, bukan ayam, ikan, bukan ikan, buah kelapa, atau yang lain. Dia tahu sebagai penyamun, dan mereka hidup selamat sampai hari tuanya. Malahan ada seorang yang lelah berumur delapan puluh tahun, dan jika lagi senang bercerita, maka dengan bangga akan menceritakan bagaimana dia di waktu mudanya menyamun pedali-pedati yang membawa barangbarang dagangan ke hari pekan dari desa ke desa yang lain. Perbuatan penyamunan demikian, malahan dianggap sebagai

perbuatan berani dan gagah, dan bukan dosa dan kejahatan. Dan tentang perempuan. Ya, dia pun tak luput dari berdosa demikian, merupakan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 123 dosa besar yang tak dapat diampuni, dan harus dihukum dengan mengirimkan harimau untuk membunuh mereka? Berapa banyak orang lain yang lebih terhormat dan lebih mulai kedudukannya yang berbuat demikian pula. Dan bagaimana dengan datuk-datuk yang kawin di manamana, tiap tahun menceraikan istrinya, dan kawin lagi, dan dengan cermat menjaga supaya jumlah istrinya tidak melebihi empat orang batas seperti ditetapkan di dalam Qur'an. Apakah mereka dengan tak berdosa juga sebenarnya? Bagaimana akan tetapi ini pun apakah sungguh

ulama Syekh Haji Bakaruddin, yang sejak dia berumur dua puluh lima tahun hingga tujuh puluh tahun telah kawin tak kurang dari empat puluh lima kali, jadi tepat tiap tahun dia mengganti seorang istri, dan tiap kalinya seorang anak perawan? Akan tetapi ada kata yang meronta-ronta jauh di bawah lubuk hatinya, "apa yang engkau lakukan adalah kebiadaban gelap dan hitam, dan adalah dosa dahsyat” “Diaammmmm! Diam engkau!" Sutan tiba-tiba berteriak, menyuruh hatinya diam, dan menyuruh Pak Balam yang masih terus mengigau supaya diam. Kini arus kenangannya. Dia teringat suatu hari, ketika dia kembali dari memasang jerat untuk menangkap burung balam, dan jerat dipasangnya di ladang yang ditinggalkan orang di luar kampung. Dan dia

sedang duduk bersembunyi di bawah pohon dadap, dia melihat Siti Nurbaiti, gadis berumur tiga belas tahun masuk ke ladang. Dia membawa sebuah keranjang kecil, dan datang ke ladang untuk memetik buah rimbang, karena banyak pohonnya tumbuh di ladang kosong. Siti Nurbaiti anak yatim piatu di kampung, dan dia tinggal dengan neneknya yang sudah tua. Dialah yang bekerja mencari sayuran atau kayu bakar. Bagaimana terjadi apa yang terjadi kemudian, kini pun tak jelas dapat diingat oleh Sutan. Mungkin hawa nafsu iblisnya terbangun melihat buah dada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 124 anak gadis itu yang kelihatan, karena pakaian yang dipakainya sudah koyak bagian depannya. Dia mendatangai anak itu, dan mengatakan dia akan

menolongnya memetik buah rimbang. Dan kemudian dia memeluk anak itu, dan melemparkannya ke tanah, dan kemudian ... ketika anak itu melawan.... dan dia ... dan dia ... Sutan berteriak berseru "diam! diam!" dan melompat hendak mencekik Pak Balam, hendak mendiamkan mulutnya yang terus mengigau --dosa—dosa-dosa akui-akui dosa kalian, dosa kalian. Pak Haji terkejut, dan dengan susah payah menarik Sutan dari Pak Balam. Pak Balam kini terdiam, hanya napasnya saja yang terdengar amat berat tertahan-lahan. Pak Haji tetap memegang Sutan yang bernapas kencang, matanya memandang liar. "Mengapa engkau, Sutan?" kata Pak Haji tajam. Sutan melepaskan dirinya dari pegangan Pak Haji, memijit

kepalanya dengan kedua tangannya: "Mengapa dia tak mau diam? Tak tahan aku mendengarnya lagi, siang dan malam hanya dosa, dosa, dosa saja yang disebutnya. Mengapa dia tak mati?" Sutan berdiri, dan tiba-tiba seakan dia mengambil putusan, dia mengambil parangnya, dan berlari-lari kecil meninggalkan tempat mereka bermalam, masuk hutan, menyusul arah Wak Katok, Sanip dan Buyung pergi. Pak Haji ternganga saja, dan baru setelah Sutan menghilang di antara pohon-pohon, dia dapat bersuara dan berseru: "Sutan, Sutan! Ke mana engkau? Mari kembali!" Akan tetapi hanya suara beruk yang menghimbauhimbau saja yang menyahut seruan Pak Haji.

0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 125 Wak Katok, Buyung dan Sanip telah dua jam mengikuti jejak harimau dari tempat harimau menyerang Talib. Jejaknya mudah diikuti, karena tanah di hutan lembab sekali. Mata mereka yang pandai membaca jejak dapat melihat, bahwa harimau itu amat besar sekali. Jarak dari jejak kaki belakangnya ke kaki depannya lebih dari enam langkah, menandakan bahwa harimau itu panjang dan tinggi, dan menunjukkan pula, bahwa umurnya lelah lanjut dan tua. Selelah mereka berhasil melepaskan Talib dari terkaman harimau, kelihatan harimau lalu lari lebih jauh ke dalam hutan, akan tetapi kemudian jejak harimau kembali ke tempat Talib diterkamnya, dan kembali ke tempat Pak Balam ketika ditinggalkan, dan kemudian memintas kembali ke dalam

hutan. Harimau itu meninggalkan jalan yang mereka tempuh, karena rupanya perhatiannya teralih oleh seekor babi yang tercium olehnya di dalam hutan tak jauh dari jalan yang mereka tempuh. Mereka dapat lihat jejak harimau mengikuti jejak babi. Babi itu belum merasa bahwa dia diikuti oleh seekor harimau, karena langkahnya teratur kelihatan di tanah. Babi menuju sebuah tempat minum di tengah hutan. Dandi sini kelihatan, bahwa harimau mencoba menerkam babi, akan tetapi gagal, karena di pinggir tempat minum kelihatan jejakjejak harimau dan babi yang kacau, dan jejak babi lari menyeberangi tempat minum terus ke dalam hutan, dan jejak harimau mengejarnya. Akan tetapi setengah jam berjalan

dan di sana harimau berhenti sebentar minum air. Tetapi rasa takut mereka pada yang gaib telah berkurang. sedang jejak harimau berhenti mengejar babi dan berpaling kembali ke arah jalan yang telah mereka tempuh." kata Wak Katok. Akan tetapi ketika mereka tiba di seberang. Melihat jejak harimau di tanah mengingatkan mereka bahwa harimau adalah makhluk dari daging dan tulang juga. Mereka mengikuti jejak itu hingga ke pinggir sebuah sungai kecil. Setelah makan. dan dia melihat ke langit mencari matahari yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung dan Sanip diam saja." Mereka makan siang di pinggir sungai kecil.com/ Dewi KZ 126 terlindung di balik daun-daun kayu. Hati mereka berdebar melihat perubahan arah jejak harimau. "Akan perlu waktu untuk mencari jejaknya kembali. Kita mesti pulang ke tempat bermalam sebelum maghrib." kata Wak Katok. bukanlah jalan yang mudah diikuti oleh .kemudian kelihatan jejak babi lari terus. yang dapat diburu dan ditembak mati. mereka tak melihat jejak harimau timbul di seberang sungai. seperti rusa. Jalan yang ditempuh harimau manusia. Mereka merasa letih mengikuti jejak harimau dari pagi. "Lebih baik kita makan dahulu. kemudian masuk ke sungai. Wak Katok menaksir bahwa dari tempat mereka makan ke tempat mereka bermalam ada tiga jam perjakinan jauhnya. "Paling banyak hanya tinggal waktu dua jam lagi untuk mengikuti jejaknya. Telah tengah hari. Tak banyak waktu tinggal.

Mereka mengikuti jejak dan melihat betapa harimau beberapa lama berhenti di sualu tempat. Dan tiba-tiba hati mereka seakan diperas oleh sebuah tangan dingin. Dengan cermat mereka memperhatikan arah jejak harimau menghilang ke dalam hutan di antara pohon dan .com/ Dewi KZ 127 Rasa terkejut mereka cepat dikalahkan oleh hasrat hidup mereka. dan beberapa kali menyeberang mencari jejak harimau. di pasir tepi sungai yang basah kelihatan jejak harimau. dan benar. mereka dapat melihat tempat mereka makan di pinggir sungai. dan siapakah yang akan menjadi korban. Mereka tiba-tiba menginsyafi. Mereka sadar. Wak Katok baru hendak memutuskan agar mereka memudiki sungai kembali dan mencari ke sebelah mudik. tergantung dari kewaspadaan dan kesiapan masingmasing. ketika Buyung yang mencari-cari di kedua pinggir sungai dengan matanya dari lengah sungai menunjuk ke pinggir sungai dari arah mereka datang. Beberapa kali mereka tak berhasil. Sebuah batu sebesar kepala orang kelihatan baru jatuh dari tebing sungai. Bekas jejak harimau di sini kelihatan lebih segar lagi dari yang di tepi sungai. Siapakah yang akan menjadi pemburu. bahwa mereka menghadapi seekor harimau yang pandai pula berburu. bahwa mereka yang memburu harimau. Dari tempat harimau berhenti. Mereka berlari kesana. Tiraikasih Website http://kangzusi.mereka lalu mencoba mengikuti air sungai mengalir. sejak beberapa waktu telah diburu oleh harimau. Kini mereka harus mengadu kepandaian berburu dengan kepandaian berburu sang harimau.

Kelihatan arah itu menuju jalan yang telah mereka tempuh ketika mereka mengikuti jejak harimau. siap dengan senapannya. Menunggu dengan sabar. Mereka bergerak dengan perlahan-lahan sekali. dan panca indera harimau amat sangat tajamnya. Dengan cepat mengikuti jejak harimau. Rupanya harimau itu sengaja berpaling di sungai dan kembali berputar mengikuti jejak mereka. atau lebih baik lagi memasang perangkap bagi sang harimau. dan demikian dapat menyerang mereka dari belakang. Tak dapat diketahui di mana harimau berada. dan mereka bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Yang mereka perlukan ialah waktu. hingga dapat menyusulnya dari belakang. Wak Katok membawa mereka mendaki tebing. dan mereka mengerti apa maksud Wak Katok. Soalnya kini ialah menunggu. menunggunya muncul mengikuti jejak mereka dari sungai Wak Katok memberi isyarat. tak membual bunyi dan tak bersuara. Bagi mereka ada dua kemungkinan. dan buyung dan Sanip siap dengan parang panjang mereka. Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok duduk. naik ke atas jalan bekas jejak harimau lewat yang mereka ikuti.com/ Dewi KZ 128 .belukar. Dengan penuh khawatir mereka melihat pada terang matahari di luar atap daundaun kayu di atas kepala. entah telah dekat sekali. Mereka mencari tempat bersembunyi untuk menghadang harimau.

maka malam akan turun. Apa yang mereka lakukan kini? Pikirannya kampungnya. Dan jika mereka masih berada di hutan. maka harimau mendapat kelebihan. Lalu dia teringat pada Pak Balam. Tiba-tiba Buyung merasa hasrat yang amal besar untuk merokok. Pak Haji dan Sutan. Apa kerja Siti Rubiyah sekarang? Bagaimana dengan Wak Hitam? Sudah matikah dia? Atau telah sembuh dia? kemudian membawanya kembali ke . Di sekeliling mereka hutan masih penuh dengan bunyibunyi unggas dan beruk. Serangga kecil-kecil berterbangan di udara dekat pohon mereka. Dan berat sekali terasa olehnya melawan keinginannya hendak merokok ini. Beberapa ekor burung melintas melalui pohon. Hati mereka berdebar-debar menunggu. Jika mereka menunggu terlalu lama. Malahan beberapa puluh meter dari pohon tempat mereka bersembunyi sekumpulan beruk yang berbulu kelabu panggil-memanggil dan berayun-ayun dari sebuah cabang ke cabang yang lain. sedang malam telah turun.Matahari telah lebih berat turun ke arah barat. Senapan mereka tak banyak artinya di malam hari. Harimau lebih dapat melihat dalam gelap dari mereka. Mereka tak dapat menunggu lama-lama. Sanip menggores beberapa ekor pacet yang melekat di kaki dengan parangnya. Apa kerja Zaitun kini? Teringat pada Zaitun menyebabkan dia teringat pula pada Siti Rubiyah.

barulah dengan ikatan harimau. Dia marah kepada harimau. Teringat dia malammalam dia memeluk badan istrinya terasa ke dadanya buah dada istrinya — sentuhan paha istrinya ke pahanya wangi rambut istrinya yang selalu diminyakinya dengan minyak kelapa yang dimasak dengan bunga melati dan bunga mawar dan irisan daun pandan wangi — wangi bedak beras yang dipakai istrinya di pipinya dan di badannya — dengan jelas benar dia dapat membayangkan istrinya di depan matanya. Seandainya dia tak diterkam harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dalam hatinya tak ada kepercayaan kawan-kawannya akan menyimpan rahasianya seperti selama ini. Hanya jika dia yang membunuh harimau. maka mereka mungkin akan .com/ Dewi KZ 129 Wak Katok menunggu dengan hati yang penuh amarah. Dan tiba-tiba timbul hasratnya yang besar untuk tidur dengan istrinya. Dia marah kepada Pak Balam. Pak Balamlah yang memulai semua kesusahan ini. Pak Balam tidak akan membuka rahasia kejahatankejahatannya yang selama ini telah tertutup rapat dan dianggapnya tidak akan terbongkar lagi selama-lamany. Hanya dengan suatu perbuatan yang hebat. dan dengan demikian dialah yang menyelamatkan jiwa mereka semua. seperti jika dia berhasil membunuh kembali hormat dan segan padanya seperti dahulu. maka mereka tidak akan sampai begini.Sanip teringat pada istrinya.

Karena siapa yang dapat melawan kehendak Allah Yang Maha Kuasa? telah terbongkar dan tak Akan tetapi mulanya dia tak hendak mengaku bahwa harimau itu harimau siluman adalah untuk menotak ucapan Pak Balam. bahwa harimau dikirim oleh Tuhan untuk menghukum terhadap Pak Haji.com/ Dewi KZ 130 melakukan pekerjaan yang amat berbahaya. terhadap Sutan.serupa ini mereka akan menutup mulutnya. bahwa harimau itu adalah harimau biasa. Ya. maka kini dia harus menghadapi bahaya harimau. terhadap Talib dan terhadap Sanip yang telah ikut mengetahui dosadosanya. betapa pun tinggi ilmunya seperti Wak Katok. Jadi sesuatu yang gaib yang mungkin tak terlawan oleh daya manusia biasa. mengapa dia tidak mengatakan. Wak Katok pun tahu. Dia telah mengatakan. Sedang dalam hatinya dia merasa takut. dosa-dosa mereka. Dia marah pada mereka. bahwa harimau itu adalah harimau siluman. yang selama ini dipuja-puja orang. bahwa tak ada yang lebih hina dan celaka dari seorang pemimpin yang gagal. dari seorang raja yang gagal. Karena dia kini mesti Tiraikasih Website http://kangzusi. terhadap Buyung. selamanya dia merasa takut. Timbul sedikit rasa menyesal dalam dirinya. harus memburu dan membunuh mati harimau. dan karena mereka telah mengetahuinya. yang kelemahan-kelemahannya berhasil pula membuktikan kekeramatan dirinya sendiri. Dia juga marah .

Dialah yang belajar menuntut ilmu dukun bertahuntahun. Dia dengan dua orang anak muda yang tak bersenjata. Dan sejak tadi pagi pun yang sebenarnya bekerja mengikuti jejak memperkosa. sejak waktu mudanya. Karena itu selalu dia lerpaksa untuk melakukan halhal berlebihan untuk menutupinya. Tetapi tak pernah dia mengambil risiko sebesar sekarang. Dia tak dapat damai dengan orang di kampungnya segan dan hormat takutnya. maka dialah Akan yang tetapi mulai karena membunuh. maka dialah yang dianggap paling berani. Belum pernah dia memburu harimau seperti yang dilakukannya kini. Dahulu ketika berontak dia selalu berlindung di belakang kawan-kawannya. sejak waklu mudanya. Karena itu waktu dahulu. Akan tetapi dia selalu takut. sejak dahulu. akan tetapi dalam hatinya dia selalu merasa takut. dukun yang tinggi ilmunya. hingga dia selalu selamat. Dan waktu berburu pun dia selalu beruntung. merampok berbuat demikian. Karena itu dia selalu berusaha unluk menjadi pemburu yang mahir. Dan jika keadaan telah mereka atau kuasai.Orang mengatakan dia tukang silat yang ulung. Dia tak dapat meninggalkan rasa takutnya. . pemburu yang mahir. Dan dia selalu pandai mengatur semua perbuatan beraninya sedemikian rupa. supaya padanya. Waktu dahulu pecah pemberontakan melawan Belanda dialah yang berbuat paling ganas dan kejam dalam pasukannya. Apa yang dilakukannya adalah untuk menyembunyikan ketakulannya.

harimau adalah Buyung. dan karena itu tak berhasil dimanterainya dan diobatinya. melawan jin dan membaca bertambah harum. keunggulan pimpinannya. Dia telah belajar untuk selalu selamat dalam keadaan apa pun juga. Akan tetapi Wak Katok amat pandainya membuat usaha orang lain kelihatan seakan dilakukan di bawah pimpinannya. ketika semua orang di kampungnya telah percaya pada keunggulan ilmunya. Dia telah biasa menerima sanjungan dan dimuliakan orang banyak. hingga semakin lama dan semakin panjang waktu agar lupa dan pada ketakutannya kelemahan-kelemahan dirinya. bahwa dia adalah apa yang dibayangkan orang. Dan sejak tahuntahun Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia telah belajar berbuat demikian sejak lama. dan memakai warna-warna yang berlainanlainan. keunggulan kecakapannya. Sejak mudanya dia telah belajar untuk memakai topeng. percaya sungguh. akan tetapi jika si sakit mati. maka namanya . Jarang-jaranglah dia selama ini mantera. dan apa yang disangka orang banyak. maka dia dapat berkata. Jika berhasil.com/ Dewi KZ 131 terakhir. bahwa si sakit goyang imannya. ketika namanya telah terkenal sebagai guru silat yang ulung. dan mendapat nama pula dari sesuatu pekerjaan yang sebenarnya orang lain yang berpikir dan bekerja. disesuaikan dengan waktu dan keadaan. sebagai seorang dukun yang mahir dan sebagainya pemburu yang utama. maka peran yang harus dimainkannya bertambah mudah terasa olehnya. Dia kini dapat memberikan obat.

Dia bukan saja takut menghadapi harimau yang kini datang semakin dekat ke tempatnya bersembunyi. bahwa usulnya akan didengar dengan perasaan aneh dan ganjil oleh Buyung. dan harimau dalang yang aman. Wak Katok telah berada di bawah tekanan jiwa yang semakin hari semakin besar. akan tetapi dia pun tak kurang takutnya. Dia merasa kelemahankelemahannya yang dirahasiakannya selama ini telah terbongkar. Karena keadaan kini tidak mengizinkan mereka berburu cara demikian. Bagaimana jika ketika melihat dan mendengar auman harimau.com/ Dewi KZ 132 Kini soalnya mengadu kemahiran berburu dan kekuatan hati dengan harimau. jika gagal menembak. di depan mata Sanip dan Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan kini sambil menunggu-nunggu harimau. Bagaimana jika dia menembak tak tepat? Jika harimau lolos kembali? Atau jika dia menembaknya mengamuk menyerang mereka? Mereka kini tidak berada di alas pohon hanya luka. membuat tempat menunggu di atas pohon. Ingin dia sebenarnya mengusulkan supaya mereka pindah tempat. Sejak serangan harimau yang pertama. nanti akan terbukti. badannya jadi beku dan . datang tekanan lebih besar lagi. dan sejak Pak Balam membongkar rahasia kejahatan-kejahatannya di waktu dulu. Dan serangan harimau yang kedua terhadap Talib telah lebih memperbesar tekanan ini. Akan tetapi dia lahu.menyadari kelemahan-kelemahannya. dan membuat dia lemah kembali. Dan inilah yang dirasakan sekarang amat kurang cukup dimilikinya. naik ke atas pohon.

Lama mereka menunggu. Dia mendapatkan sesuatu perasaan aman dari besi laras senapannya. Senapannya itulah yang memberikan padanya kedudukan pimpinan dan kekuasaan antara mereka kini. Akan dikatakankah. Biarlah Buyung yang menembak. ketakutan pun meremas-remas hatinya tak berhenti-henlinya. maka Buyunglah yang salah. ragu-ragu pikirannya. Petang telah . adalah seorangyang rusuh hatinya. kacau perasaannya. dan Tiraikasih Website http://kangzusi.. semutan. Jika mereka menunggu terlalu lama. dan kecemasan bertambah dekat. keraguan dan kekhawatiran. sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya. jika masih ingin tiba di tempat bermalam sebelum saat magrib.kaku? Alangkah senangnya jika dia dapat mencari alasan untuk memberikan senapan kepada Buyung. jika tak amat perlu sekali. dan jika harimau tak muncul dalam waktu setengah jam lagi. mereka akan kemalaman di jalan. Tangan beku dan jari-jari beku.com/ mereka semakin besar. penuh dilanda kebimbangan. atau kaku. Mereka memandang ke atas mengikuti jalan matahari.. mereka akan harus berangkai. tak pernah dia melepaskan senapan dari tangannya lagi. Jika meleset. Wak Katok. meskipun seluruh tampangnya dan mukanya menunjukkan bahwa tangannya sakit.? Akan tetapi hatinya amat enggan melepaskan senapan dari tangannya. kekukuhan dan kekerasan dan ketegangan. Tanpa senapannya dia tak punya arti. Sejak bahaya mengancam.

Lain halnya dengan menunggu yang dilakukan orang ketika mengail ikan. Matahari bergerak juga terus perlahan-lahan di langit. bahwa kini keselamatan mereka tergantung dari kekuatan hati mereka menunggu. Akan tetapi Buyung pun menginsyafi. Kadang-kadang Buyung merasa seakan hendak melompat dan memekik. Akan tetapi seandainya pun mereka berangkat sekarang. dan berjam-jam dapat mengalir lewat dan hati merasa tenang dan enak. demikian rasanya tekanan di dalam dirinya mendesak-desak menyuruhnya berbuat sesuatu. Tak ada kesenangan hal terasa dalam menunggu demikian.Dewi KZ 133 keadaan mereka akan amat berbahaya sekali. dan siapa yang diburu. Mereka tak tahu lagi sebenarnya siapa kini yang menjadi pemburu. menunggu tarikan mulut ikan yang perlama pada umpan pancing di dalam air. karena mungkin kini sang harimau bersembunyi menghadang di suatu tempat dijalan yang harus mereka tempuh untuk kembali. Udara di bawah daun-daun hutan terasa panas. dan menunggu. Tanah hutanyanglembabperlahan-lahan menguapkanairyang membuat udara jadi panas dan basah. sedang pemburu . dan menunggu. Atau menunggu burung belibis lewat di atas kepala. dan memukul nyamuk di tangan. keadaan mereka tetap berbahaya. Mereka tak berani mengusir atau memukul nyamuk yang dalang menyerang dan harus menahan gigitan nyamuk dengan sabar dan tahan sekali. kaki dan tengkuknya dengan keras.

Mereka menunggu terus. 0oo0 BUYUNG yang mula-mula menegakkan kepalanya dan memasang telinganya baik-baik. juga sedapat mungkin memperpanjang itu orang ingin memperpanjang hidupnya . bahwa untuk dapat hidup terus mereka harus dapat menahan siksaan ini. apalagi untuk orang lain. Atau menunggu rusa dalang minum ke tempat air di tengah hutan. akan tetapi menjual kehormatannya sendiri pun banyak orang yang bersedia melakukannya. Peminta-minta yang paling sengsara sekalipun akan mencoba hidupnya. Akan tetapi karena sadar. Karena sebanyak mungkin. Untuk dapat hidup terus manusia bersedia berbuat banyak sekali. harta dan kekayaan.bersembunyi di dalam belukar rawa. Hidup penuh kemanisan. sedang Wak Katok dan Sanip ikut pula memasang telinganya. baik bagi dirinya sendiri. Beberapa saat dia demikian. Tidak saja mengorbankan kesenangan diri.com/ Dewi KZ 134 pun diam dan menunggu. Atau menunggu kekasih yang dalang terlambat. sedang janjijanji surga bagi orang yang beramal saleh belum ada seorang manusia pun yang dapat membuktikannya. maka mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. sedang hidupnya telah begitu getir dan pahit. Di dalam menunggu serupa ini ada terasa bahagia yang terdiri dari campuran harap-harap dan tak sabar. Akan tetapi menunggu seperti yang mereka lakukan ini adalah satu siksaan.

Setelah menunggu beberapa saat lagi dan tidak juga mendengar sesuatu apa.com/ Dewi KZ 135 yang dipanggil suara itu tak jelas pada pendengarannya.sebuah suara seperti seorang berteriak 'oooo-oooo!!!!!' . Benar. bahwa ada mereka mendengarnya. sayupsayup sampai. Akan tetapi apa Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka mendengar suara. Kini ketegangan memuncak dan berkumpul ketat serta padat dalam diri mereka.ataukah 'toooolooooong!!!!!' yang lalu segera menghilang pula kembali. Suara itu terdengar kembali . Suara itu menghilang begitu terdengar ke telinga. jauh sekali. Mereka merasa amat tegang sekali. Buyung berbisik amat halus sekali: "Saya seakan mendengar suara orang memanggilmanggil!" Mereka bertiga tegang menajamkan pendengarannya. Adakah orang minta lolong jauh di sana? Adakah orang lain di hutan besar ini. Mereka menunggu. yang kini diserang harimau? Mereka berpandangan. Lima menit kemudian Buyung mengangkat kepalanya kembali. Menunggu kembali. Hingga mereka belum begitu yakin benar. Akan tetapi mereka tak mendengar seuatu apa pun juga. akan tetapi tetap awas menunggu kedatangan harimau. Kini suara . kembali mereka mengendurkan panca inderanya. dan berbisik perlahan sekali: "Aku dengar kembali seperti suara orang memanggil!" Sanip dan Wak Katok memasang telinganya.Mereka tak mendengar sesuatu apa. Hanya bunyi angin di antara daun-dauan dan bunyi-bunyi hutan yang biasa. tak lama kemudian.

menembus ke dalam bumi yang menggetarkan seluruh daun-daun di seluruh rimba raya. mengikuti mereka ke jejak harimau yang akhirnya membawa tepi sungai. dan kini dapat mereka mendengar jelas '.datang lebih jelas. Mereka menunggu. jeritan suara manusia yang merobek hati dan jantung. dari tempat mereka makan di pinggir sungai. kini suara teriak orang bertambah jelas — datangnya seakan dari arah hutan yang telah mereka tempuh tadi. Mereka menunggu. Tiba-tiba seluruh urat syaraf mereka mengencang amat sangat.toooooookkkkk!!!!' Orang memanggil Wak Katokkah? Sanip teringat pada cerita-cerita tentang orang halus di dalam hutan yang didengarnya waktu kecil. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 136 Yang merobek-robek seluruh rasa manusia. tempat mereka berhenti dan makan sebentar. Mereka menunggu. mereka mendengar suara auman harimau. supaya meninggalkan tempat persembunyian mereka? Nah.. di jalan yang mereka lalui. merobek dada dan hati dan perut. . Apakah suara itu kini suara orang halus rimba yang hendak menyesalkan mereka? Apakah itu suara harimau siluman yang hendak mengumpan mereka. Kini mata mereka menuju ke arah hutan yang telah mereka tinggalkan. dan jerit orang yang kesakitan dan penuh ketakutan. Jeritan yang tajam menembus ke langit. yang kadang-kadang menyaru sebagai seorang yang dikenal lalu membawanya sesat jauh ke dalam hutan..

jeritan maut yang mengheningkan seluruh bunyi dan suara di dalam hutan. dia telah hancur dimakan harimau. karena harimau telah menyerang sasaran lain. dan bersuara seakan orang yang hendak menangis. Wak Katok berdiri. Buyung "Tidakkah kita ke sana menolong orang itu?" Wak Katok berbisik kembali dengan suara marah: "Dungunya engkau. dan nalurinya yang pertama ialah hendak melompat memburu ke tempat harimau menerkam mangsanya. harimau telah menyerang korbannya yang ketiga. Dalam hatinya Wak Katok merasakan ketakutan yang amat sangat. Paling cepat dua puluh menit baru kita dapat tiba di sana. Dan ketika panca indera mereka mulai bekerja kembali Sanip menutup mukanya dengan kedua tangannya. Buyung hendak memprotes. Jeritan yang membekukan darah mereka bertiga. Tetapi ia merasa agak lega. Kita mesti cepat pulang. menolong sang korban. Kali ini kebekuan darah dan panca indera mereka lebih lama bertaku. dan mengambil jalan pintas mengambil arah kembali ke tempat mereka bermalam.. Kita tak dapat menolongnya kini. Jika kita tiba di sana. Dia dapat membayangkan dirinya sebagai sang korban. akan tetapi dalam hatinya dia pun merasa senang Wak Katok memutuskan yang demikian.. Dia tak terlalu memegang lengan bajunya dan berbisik: ." Wak Katok meneruskan langkahnya cepat-cepat. Petang telah larut. Buyung kaku seluruh mukanya.

Sutanlah yang diterkam harimau! Akan tetapi mengapa dia meninggalkan tempat bermalam? Bukankah dia dan Pak Haji harus menjaga Pak Balam? Apa yang telah terjadi? Mengapa Sutan meninggalkan Pak Haji dan Pak Balam? Ke mana dia? Wak Katok menyumpah-nyumpah dengan hebat.gembira untuk berlari menuju tempat harimau menerkam mangsanya. mereka mendengar seruan Pak Haji. Asap menunjukkan tanda hidup. Telah matikah Pak Balam? Pak Haji telah terdengar berseru-seru dari jauh. yang menimbulkan Dan tiba-tiba mereka terhenti dekat pondok mendengar teriak Pak Haji. dan mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. "Pak Balam bertambah parah kini. yang bertanya: "Bertemukah kalian dengan Sutan?" mereka berlari. "aku khawatir dia tak sampai pagi dapat hidup.com/ Dewi KZ 137 ingin cepat dapat merangkul kehidupan. Seluruh kedahsyatan kejadian kini menguasai diri mereka. Pak Haji pun berhenti berlari menyongsong mereka. Mereka berlari sejarak beberapa ratus meter terakhir ketika akan tiba di tempat bermalam. Pak Haji menceritakan apa yang telah terjadi. . tetapi suaranya tak jelas terdengar." Mereka tergesa menuju pondok hendak melihat Pak Balam. Dari jauh mereka telah melihat asap api unggun. Buyung menceritakan kepada Pak Haji apa yang mereka dengar. Pak Haji datang menyongsong pertanyaan dalam diri mereka. Baru setelah dekat." katanya.

Belum mereka tiba di tempat itu. dan telah lebih dekat pada pinggir jurang kegelapan kematian. Tetapi Buyung tak dapat lama-lama memperhatikan Pak Balam. Mengapa Sutan melakukan apa yang telah dilakukannya? Mengapa dia hendak mencekik Pak Balam . dana kelihatan bahwa demam karena infeksi luka-lukanya kini telah menyerang seluruh tubuhnya Dia telah bertambah jauh meninggalkan cahaya hidup. jika seandainya dialah yang menjadi korban harimau. Dan Buyung pun insyaf bahwa tak ada gunanya kini bagi mereka untuk kembali. Buyung teringat pada Sutan. yang pertama turun dari langit di sebelah Barat. mengerang perlahanlahan. yang mulai mengurangi kecemerlangan cahaya petang hari.com/ Dewi KZ 138 Mereka memandang padanya. napasnya berat.Pak balam terbaring di tanah. Sutan. telah lama mati dan habis dikoyak-koyak harimau. meskipun matanya terus terbuka. Akan tetapi mungkinkah bukan Sutan itu? Barangkali orang lain? Dan Sutan ke mana dia? Tibatiba Buyung menyesal mengapa dia tadi tidak lebih kuat mengajak Wak Katok dan Sanip untuk segera mengejar ke tempat auman harimau menerkam orang. Mereka memandang berkeliling pada hutan yang mulai diselimuti oleh selendangselendang senja tipis dan amat halus. Pikirannya bingung. yang kini tetap tak sadar dan tak mengenalnya. dan dia mendesak: "Bagaimana? Apa yang mesti kita lakukan? Tidakkah kita harus kembali ke sana? Akan kita biarkan Sutan dimakan harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi.

Orangorang yang selama ini dikenalnya disayanginya. mereka dapat hidup biasa? Mengapa baru kini dosa-dosa ini menonjol begitu tajamnya. kini seakan terbuka topeng mereka seharihari. dan api yang selama ini membakar jauh di lubuk hatinya. Mengapa selama ini. Tiba-tiba Buyung teringat pada dosa-dosanya sendiri.yang sakit? Mengapa dia tak tahan mendengar kata-kata dosa yang diucapkan Pak Balam yang mengigau? Kini pun sekalikali Pak Balam masih mengucapkan kata itu. gurunya. dan diseganinya. atau tekanan lain yang terlalu berat? Maka Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Balam yang begitu pendiam. meskipun masing-masing berdosa. dan mereka memperlihatkan wajah-wajah yang lain. hingga dia bertaku demikian? Susah benar hati Buyung. dihormati. Dosa besar apakah yang disimpan Sutan. Talib yang dianggapnya orang baikbaik di kampung. dan menguasai semua pikiran dan perbuatannya? Apakah semua orang demikian. Dan bagaimana dengan Pak Haji? Dia tentu juga punya dosa-dosa yang disembunyikannya dari orang lain. berubah dari yang biasa jika berada di bawah tekanan bahaya. dan pikirannya bertambah kacau. Dia merasa seakan dunia yang dikenalnya selama ini telah runtuh di sekelilingnya.com/ Dewi KZ 139 lalu dia tak dapat lagi damai dengan dosa-dosanya. lalu mencari jalan ke luar dengan berbagai cara? Buyung sendiri merasakan . Wak Katok yang disegani dan dihormatinya.

jika perlu. mereka amat merasa sekali betapa telah tiga orang di antara mereka bertuj uh yang telah jadi korban harimau. dan biarkan yang lain menjadi korban harimau. akan tetapi tak ada yang mau mulai mengeluarkannya. Setelah Pak Haji memastikannya.ketegangan yang amat sangat. dia tidak akan menceritakan apa yang telah terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah kepada kepada siapa pun juga. Mereka terlalu letih mengikuti jejak harimau sepanjang . daripada harus mengakui. Air mukanya yang keras kini seakan goyah. bukan saja diri Wak Katok sendiri. Tak seorang juga di antara mereka yang kini berpikir Pak Balam akan dapat sembuh. Lebih baik dia mati. Dan di antara mereka yang berempat siapakah lagi yang akan mejadi korban sebelum mereka dapat tiba selamat di kampungnya? Masing-masing berkeyakinan dan berharap dialah yang akan selamat. akan tetapi satu hal tetap jelas baginya. Dia pun bingung dan rusuh. menyimpulkan apa yang telah diputuskan sejak semula dalam hati masingmasing. akan tetapi diri mereka semua. Sejak mereka mulai menunggu datangnya harimau di tempat persembunyian mereka. Sesuatu yang goyah yang dapat membahayakan. Seakan Wak Katok meragukan kekerasan dirinya sendiri." kata Pak Haji kemudian. "Pasti Sutan itu. Pak Balam hanya menunggu saatnya yang terakhir saja. Buyung dapat merasakan sesuatu perubahan di dalam diri Wak Katok. Kini mereka tinggal berempat.

com/ Dewi KZ 140 mengancamnya. dan timbul hasratnya untuk membangunkan membangunkan Pak Haji. selelah mereka mulai diserang harimau. Biasanya Wak Katok membangunkan Buyung dan Sanip. melakukan sesuatu kekerasan untuk menghapuskan rasa takut demikian dari hatinya. Tiap sebentar matanya mengawasi hutan gelap di luar lingkaran cahaya api. atau . dan dia merasa ingin melompat dan menjerit. Buyung dan Sanip tertidur juga. Beberapa kali hatinya berdebar-debar amat kerasnya mendengar bunyi berkeresekan di antara belukar gelap di luar cahaya api unggun. dan ada beberapa kali seakan Wak Katok pun tak dapat menahan rasa takut yang memeras hati dengan amat kuatnya. Semakin lama ketegangan yang menekan itu semakin besar. dan hati mereka diberati dengan kematian Sutan yang diterkam harimau dan bahaya yang masih Tiraikasih Website http://kangzusi. hingga setelah makan malam. menurut giliran mereka untuk berjaga-jaga. Akan tetapi malam itu Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari pegangannya. dan semakin besar pula dan semakin besar. atau Buyung. meskipun Pak Balam terus mengigau. Tetapi mereka tidur dengan gelisah. Wak Katok dan Pak Haji berdua yang metaksanakan sembahyang magrib dan sembahyang Isa.hari. Dia duduk sendiri dekat api.

di dalam perut kegelapan malam dan hutan raya. mereka akan tahu. jin atau iblis. seperti ikan-ikan yang lama bersembunyi di dalam lumpur dasar lubuk. ingatannya kembali pada semua yang dilakukannya di masa dahulu. Dan semakin lama ketakutannya semakin menguasai dirinya . bahwa dia merasa takut. yang dapat memanggil angin dan hujan. yang dapat mengobati segala penyakit.. orang yang paling berani di kampungnya. Takut dia akan merasa malu. guru silat yang tak ada tandingannya? Demikianlah dia duduk sendiri. Karena bukankah dia adalah Wak Katok. seorang dukun yang amat tinggi ilmunya. menundukkan api.. di dalam dunia kecil lingkaran api unggun. Wak Katok ingat.mereka semua. yang tidak takut pada setan. Akan tetapi ditahannya dirinya. maka ikan-ikan berenang naik ke atas. dan . dan ketika datang Tiraikasih Website http://kangzusi. seorang pemburu yang merajai semua rimba. naik ke atas. Dia pun tahu bahwa memang dia telah berdosa. kenang-kenangan timbul dari lubuk hatinya. dekat api unggun.com/ Dewi KZ 141 gangguan yang menggoyang lumpur. menundukkan racun dan gunaguna. itu semakin menguasai dirinya. seorang manusia yang menganggap dirinya besar. menonjolkan kepala ke alas permukaan air yang ditimpa sinar matahari. dan mata-mata ikan terasa silau dan terbakar melihat terang yang nyalang.

ketika tiba-tiba . Dia akan menghapuskannya dari ingatannya dan dari ingatan kawan-kawannya. hingga dari mereka bertujuh hanya dia sendiri saja yang dapat selamat. Dia akan dapat mengatakan kepada orang kampung. akan tetapi kawan-kawannya yang menjadi korban rupanya terlalu besar dosanya. jika tidak ilmunya kuat sekali. Dan meskipun dia telah mencoba menotaknya. bahwa sungguhsungguh tuahnya besar. Pak Balam tak lama lagi akan mati.kini saatnya. jika sudah kehendak Tuhan untuk menjatuhkan hukuman kepada hambaNya. Alangkah mudahnya pikirnya . bunuh saja mereka yang tinggal — Pak Haji. Nyaris dia sendiri pun hampir jadi korban. Dia hendak bergerak melakukan niatnya. Sanip dan Buyung.akan tetapi dengan segera pula rasa takutnya mengakui berdosa menguasai dirinya kembali. hingga sia-sia usahanya. dan dia menolak dosadosa itu sebagai dosa. Mayat mereka akan segera habis dimakan oleh harimau. Dan dia pulang sendiri ke kampung. maka tak ada suatu kekuasaan di dunia yang fana ini yang akan dapat menahannya. ya apa daya kita. Dia menoleh kepada mereka yang sedang tidur. Laporkan ke kampung bahwa dari mereka bertujuh hanya dia sendiri yang tinggal selamat. bahwa harimau itu adalah harimau siluman yang datang mengejar orang-orang bcdosa di antara mereka. Dan dia akan dapat menambahkan dengan suara yang saleh. keramatnya hebat sekali. Orang kampung malahan akan lebih segan dan hormat lagi dan akan lebih percaya lagi.

Dia masih menghadapi empat hari empat malam perjalanan lagi. Dengan cepat mereka memeriksa Pak Balam yang terbaring di tanah .. Dengan terkejut mereka menyadari tak mendengar lagi igauan Pak Balam. menimbulkan takut lebih besar lagi dalam dirinya. Jika dibunuhnya mereka bertiga maka dia akan tinggal sendiri. sebelum tiba di kampung. Mereka pun tahu. dan melihat Pak Balam terbaring kaku dan diam. Dan segera pula mereka merasakan sesuatu yang baru di tempat mereka bermalam. Siang hari terakhir dapatlah dia sendiri menuju kampung dengan membawa senapannya. dan hati mereka jadi rusuh dan pikiran mereka jadi kacau kembali..com/ Dewi KZ 142 di dalam gelap di luar batas cahaya api unggun. Mereka bersembahyang . dengan harimau menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi. Ketakutan kembali datang melanda.sesuatu dalam hatinya menahannya. Membayangkan dirinya tinggal sendiri di malam gelap itu. Dengan tak disadarinya dia tertidur pula. Kesempatan untuk melakukan niatnya masih banyak. bahwa Pak Balam telah berhenti hidup. Dia dan kawan-kawannya yang lain terbangun oleh bunyi kokok ayam-ayam hutan yang berderai-derai ketika fajar tiba. Dia harus mencari akal agar dia masih mempunyai kawan hingga malam terakhir. Setelah mengambil keputusan serupa ini hati Wak Katok merasa lebih senang. Lebih baik dia menunggu lebih dahulu. Kembali ketegangan menguasai diri mereka.

Talib dan Sutan harus dituntut bela. akan tetapi menahan dirinya." Wak Katok memandang kepadanya kemudian kepada Pak Haji. Kemudian mereka memandikan mayat Pak Balam dan membungkusnya dengan kain sarung. Buyung hendak membantah. Buyung. Hatiku panas sekali. Tiraikasih Website http://kangzusi. Tunggu orang-orang tua berunding dulu. dan dalam hati mereka pun lebih-lebih lagi menyerahkan diri mereka ke bawah perlindungan Allah Yang Maha Kuasa. . "mari sekarang kita buru harimau itu sampai dapat.com/ Dewi KZ 143 "Wak Katok. anak muda yang menjadi muridnya pula.subuh. supaya dialah yang diselamatkan Tuhan. Mereka kemudian menggali kuburan. Bekas luka-luka di badan dan kaki Pak Balam telah membusuk sama sekali. berani mengusulkan agar mereka pergi memburu harimau. Tak ada terniat sebenarnya dalam hatinya untuk memburu harimau. Mayatnya berbau busuk." kata Wak Katok mendiamkan Buyung. Tetapi ini. Pak Balam. Satu-satunya rencana ialah secepat mungkin meneruskan perjalanan untuk kembali ke kampung dan untuk menyelamatkan dirinya. dan Sanip." katanya. Setelah kuburan mereka tutup kembali tiba-tiba Buyung tak dapat menahan dirinya. dan seruanAllahu Akbar!Allahu Akbar! Allahu Akbar! Pak Haji terdengar bertambah khusuk. Setiap orang di antara mereka menambah doa dalam hatinya. "Diam engkau dulu.

tak berkilauan. Akan tetapi Pak Haji diam saja. Pak Haji mengatakan bahwa putusan terserah pada Wak Katok. dan mungkin kini bersembunyi di atas pohon. Tidakkah dalam keadaan demikian kewajiban mereka untuk menolongnya? Dan bagaimana jika mereka kembali ke kampung dan kemudian ternyata Sutan masih hidup. Sejak Talib diterkam harimau.com/ Dewi KZ 144 Ucapan Pak Haji yang terakhir inilah yang menyebabkan Wak Katok memutuskan untuk kembali ke tempat mereka mendengar Sutan diserang harimau. dan kemarin Sutan. Pak Haji berunding dengan Wak Katok. dan Sanip menundukkan mukanya. dan berhasil pula kembali ke kampung? Apa kata orang kampung nanti tentang diri mereka? Tiraikasih Website http://kangzusi. Sinar matanya pun pudar. karena Wak Katok yang membawa senapan dan Wak Katoklah yang ahli berburu. Kecemerlangan hatinya yang penggembira telah hilang. Ia kelihatannya lesu sekali.Dia melihat kepada Pak Haji dan Sanip. Memang kemungkinan besar Sutan telah lama habis dimakan harimau. lebih suka membiarkan orang lain saja mengambil putusan. Akan tetapi selalu pula ada kemungkinan dia berhasil melepaskan diri. Mungkin dia luka. Dia lebih takut lagi jika namanya akan rusak di kampung. seakan hendak meminta bantuan dari mereka. Seakan cahaya hidup telah padam dalam dirinya. dan Sanip yang penggembira dulu seakan tak ada lagi. jika orang kampung akan . seakan sesuatu patah di dalam dirinya.

dan "Memang aku telah memutuskan untuk memburunya sampai dapat. Dia merasa tak dapat hidup. jika terjadi yang demikian. Dia menguatkan hatinya. apalagi setelah Buyung yang mengusulkan supaya mereka kembali. bahwa dia telah mengusulkan agar kembali. "yang kita buru bukan sembarang lawan. jika dia tidak lagi dihormati.tahu. Dia akan lebih menegaskan lagi pimpinannya dan dia akan memulai berkata: sekarang. disegani. pikirnya dengan marah. putih yang dibawanya. Mulut anak muda itu tak akan berhenti-henti nanti bercerita." yang dibungkusnya dalam potongan- . bahwa dia takut. tetapi Wak Katok tak mau. batu yang kemudian telah dijampinya beberapa Kemudian dibungkusnya diberikannya kepada mereka seorang satu. Dia harus tetap memelihara keseganan dan hormat orang kampung terhadap dirinya. potongan kain lama. hal yang demikian tak dapat dibiarkannya terjadi. Tidak." kata Wak Katok." Wak Katok pergi menyendiri ke dalam pondok. Dia takut dan ingin cepat lari ke kampung. Serasa terdengar olehnya maki-makian orang kampung terhadap dirinya. dan dipuji-puji orang di kampung. dan mengeluarkan beberapa batu dari dalam kantong ikat pinggangnya. baru kita akan berhasil. Hanya jika kalian menurut semua petunjukku dengan cermat. aku buat dahulu jimat yang lebih kuat lagi untuk melindungi diri kalian terhadap serangannya. "Turutlah segala perintahku baik-baik. Sebelum kita berangkat.

Mereka masak. dan serangan pacet amat hebat. bahwa dia akan memimpin mereka memburu harimau. Buyung sendiri pun sepaham dengan Wak Katok. Tanah basah dan di banyak tempat becek sekali. Karena harimau telah tahu.com/ Dewi KZ 145 7 Wak Katok membawa mereka memintas jalan menuju tempat mereka mendengar Sutan diserang oleh harimau. dan sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan tentang maksud-maksudnya yang sebenarnya. menyiapkan perbekalan. Daun-daun basah. makan pagi. seperti terbukti kemarin. Putusannya tepat dan benar. Di sini hanya beterbangan nyamuk. Di tengah hutan udara separuh gelap. supaya mereka lebih lekas sampai dan untuk mengelakkan diri dari buruan harimau. akan tetapi dalam hatinya dia masih mencari jalan ke luar dari tugas ini. jika mereka mengikuti jejak harimau yang lama. Sinar matahari hampir tak dapat masuk. Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka tiba di sebuah bahagian hutan yang lebat sekali. Meskipun Wak Katok telah mengatakan. Tak seekor burung pun terbang di bahagian hutan yang gelap ini. bahwa mereka memburunya. dan air menetes-netes terus dari daun yang paling atas hingga ke daun yang paling bawah. Setelah mereka berjalan ada-sejam lamanya melintasi tebing dan ngarai. Tiap sebentar mereka harus menggosok tangan dan kaki dan tengkuk dengan air tembakau. Putusannya untuk memintas jalan merupakan juga sebuah usahanya untuk menghindarkan selama mungkin kembali ke tempat jejak harimau mulai. Alasannya benar. Tak seorang pun di antara mereka yang telah pernah . Katanya.

lembab dan basah.com/ Dewi KZ 146 himbauan beruk atau siamang. tempat orang disesatkan oleh tukang-tukang sihir yang gaib. dan tanaman yang menjalar memasang sulursulurnya belum pernah manusia memasukinya. kecuali serangga-serangga kecil. Seakan-akan mereka melalui bahagian hutan yang dikosongkan.memasuki terhampar hutan ini. kecuali barangkali babi atau badak. Semakin dalam mereka memasuki hutan. karena mereka harus membuka jalan antara pandanpandan dan rotan-rotan berduri. dan jalan yang mereka lalui berat . Jika orang dalam mimpi pernah memasuki hutan-hutan jahat yang keramat dan bertuah. Udara di dalamnya panas. tak ada bunyi burung-burung. Ketika mereka melalui hutan gelap itu mereka tak mendengar sesuatu apa. Hutan seakan sunyi sepi. yang lain dari yang lain. dan ditakdirkan akan berputar-putar berkeliling tersesat di dalam hutan sampai akhir jaman. tak ada penghuninya. Mungkin sejak dunia mulai sekali. Rupa pohon-pohon dalam hutan pun menakutkan. semakin gelap udara di dalam hutan. Tak ada bunyi Tiraikasih Website http://kangzusi. Tak ada bunyi paluan burung pelatuk. maka inilah hutan itu. Margasatwa hutan yang biasa pun tak senang tinggal di hutan serupa ini. dan tanah yang mereka lalui tiap sebentar dilintasi oleh anakanak sungai kecil yang mengalir dengan lamban. Pohon dan cabang-cabang tebal ditutupi lumut yang panjangpanjang.

Dalam khayalannya Buyung membayangkan mereka tersesat. kehabisan makanan. Seluruh suasana hutan menekan perasaan dan mereka berjalan dengan diam-diam. Selatan atau Utara.dari pohon ke pohon. yang tambah lama terasa tambah berat.com/ Dewi KZ 147 Bagaimana dapat memotong daun dan dahan tak bersuara? Mereka menyesal mengikuti Wak Katok yang membawa mereka melalui hutan ini. hilang tak tentu rimbanya di dalam hutan yang dahsyat. Mereka akn lebih terlambat tiba di tempat harimau menyerang Sutan. . Orang tak dapat lagi memeriksa ke arah mana dia menuju. entah di mana Barat." Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kerapkali harus berhenti untuk memotong dahan-dahan dan membawa perasaan-perasaan-nya bercakap-cakap. Dalam hutan ini orang tak lagi dapat mengikuti kedudukan matahari. Masing-masing melangkah daun-daun pandan yang berduri. Entah berapa lama lagi mereka harus meng-harungi rimba jahat ini. Dan jika memotongnya menimbulkan bunyi yang terlalu keras. Mereka tak dapat berjalan cepat. Akan tetapi dia menahan hatinya. Wak Katok akan menggeram: "Jangan terlalu ribut kalian. Tak seorang juga berselera hendak dengan pikiran-pikirannya. Entah di mana Timur. hingga tak ubahnya seakan ada seekor laba-laba raksasa yang memasang jaringjaringnya di seluruh hutan. Mereka mungkin tersesat jika keadaan hutan begini terus. Buyung merasa setengah menyesal karena telah mengambil jalan memintas yang tak pernah ditempuh orang ini.

Karena pikiran-pikiran atau membiarkan pikiran-pikiran yang dirasakannya terhadap Zaitun. dengan janjinya kepada Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 148 gulana. baru hidupnya sempurna. Dan terjadilah hal-hal yang tak dikehendaki atau ditakuti. Apa kiranya kerja Zaitun kini? Sedang memasakkah dia di rumahnya? Atau dia menjahit? Teringat pada Zaitun membawa pula ingatannya kepada Siti Rubiyah. Hanya jika dia kawin dengan Zaitun baru dia merasa dirinya lengkap. Kemudian dia menahan pikirannya kembali. dia tak hendak memikirkan apa yang harus dilakukannya jika mereka telah kembali ke kampung. Karena itu Buyung menahan arus pikirannya yang demikian. akan tetapi yang bekerja sendiri secara otomatis. Dia masih tak mengerti benar apa perasaanya sebenarnya terhadap Siti Dia mengalihkannya dengan mencoba dalam kepalanya. Dia merasa hanya dapat hidup dengan Zaitun. Dia ingin benar cepat-cepat meneruskan perjalanan . baru terisi kekosongan yang ada di samping dirinya. yang mengatakan kepadanya. Hatinya penuh gundah Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa orang tak boleh memikirkan merugikan tumbuh demikian dapat mempengaruhi diri orang. Sanip berjalan dengan diam. mengingat Zaitun. Dia teringat nasihat pamannyayangtua. dan menebas daun dan dahan dengan gerak tangan seakan tak disadarinya.tak hendak membiarkan dirinya dihanyutkan oleh Rubiyah. tetapi tak serupa dengan apa yang pikiranpikiran yang demikian.

itulah semboyannya. Lebih baik pulang ke kampung dan minta bantuan di sana untuk mencari Sutan. karena ini lebih membesarkan kerusuhan hatinya saja. Dia tidak percaya adanya manusia yang berjuang dan memikirkan dan malahan sampai memberikan jiwanya untuk kepentingan umum yang . Hatinya pun segan untuk mengikuti jalan pikirannya. Selama umurnya yang telah enam puluh tahun. Dalam hatinya dia tak setuju mereka kembali memburu harimau.pulang ke kampung. akan tetapi keraguannya belum hilang.. Ia tak hendak mencampuri soal-soal pribadi mereka.. karena diberi jimat baru oleh Wak Katok. Masing-masing orang wajib mengurus dunianya sendiri. dan dia tidak mengundang orang lain mencampuri persoalan dirinya. dia sejak lama telah mengambil kesimpulan untuk tidak hendak mencampuri urusan orang lain. Pak Haji yang berada paling belakang berjalan penuh dengan pikirannya sendiri pula. Apa yang dapat mereka lakukan berempat dengan sebuah senapan tua Wak Katok? Meskipun hatinya agak terobat. dari berbagai pengalamannya yang pahitpahit. Tidakkah Pak Balam memakai jimat. juga Talib dan Sutan? Dan bukankah mereka juga diserang sampai mati? Tetapi dia mendiamkan bisikan hatinya yang tak percaya. Baginya bersamasama mencari damar dengan kawan-kawannya yang lain adalah kerjasama yang sama-sama menguntungkan pada diri masing-masing. Lebih baik dia mengingat istrinya .

sebaliknya telah menimbulkan celaka padanya. akan tetapi kepercayaannya terhadap Tuhan pun sebenarnya telah hilang dari hatinya. Dia memang berpuasa dan bersembahyang. Tak pernah dia menjumpai manusia yang benar dan yang adil yang terlebih dahulu melepaskan kepentingan dirinya untuk kepentingan orang banyak. telah menunaikan rukun Islam yang kelima. ketika ia mengembara ke seluruh dunia. Bukan saja dia telah kehilangan kepercayaannya Tiraikasih Website http://kangzusi. yang terlebih dahulu lari menyelamatkan dirinya. Dia memang telah naik haji. waktu mudanya. dan tiba di kampungnya dia selalu pemimpin. Dia melakukannya karena hal ini perlu dilakukannya untuk dapat hidup damai dengan orang lain di kampung. untuk kebahagiaan manusia-manusia lain yang lebih banyak. Selalu dia dapat memberi alasan mengapa dia tak hendak menotak untuk dituakan dan dijadikan .com/ Dewi KZ 149 terhadap sesama manusia. betapa orang-orang yang datang kepadanya dan mengatakan hendak menolongnya. Berkali-kali dia mengalami yang serupa itu sejak waktu mudanya. akan tetapi semua ini dilakukannya supaya dia jangan kelihatan berbeda dengan orang lain.lebih besar. Pengalamannya dalam hal-hal serupa ini telah terlalu banyak dan terlalu pahit. ketika dia pulang dari bertualang ke dunia luar. Dia telah terlalu banyak mengikuti orang-orang yang berkata demikian. Karena itu. Telah amat sering dia tertipu dahulu.

memimpin sembahyang. membawa istri dan anaknya.com/ Dewi KZ 150 sebuah toko. Ketika itu dia berumur tiga puluh tahun. Dia bekerja sebagai pesuruh Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi dia tak terpandang kampung. Pak Haji merasa puas dengan kedudukan serupa ini. Lama-lama orang di kampung biasa dengan sikapnya yang tak hendak mencampuri sesuatu. Ketika itu Pak Haji (dia belum jadi haji di kala itu) memutuskan untuk pulang ke kampung. dan dia pun tak perlu memberikan pimpinan. terutama sekali disebabkan yang oleh pengalaman-pengalamannya sendiri sebagai salah seorang pemimpin di pahit. dan membiarkan dia sendiri. Pernah dia ketika menetap di India. jatuh cinta kepada seorang perempuan di sana dan mereka menikah. Dia berusaha sekuat mungkin menyimpan dan . Dia tak perlu mengikuti seseorang pemimpin. Orang tetap memanggilnya Pak Haji. atau dikemukakan dalam berbagai pekerjaan yang dilakukan orang kampung bersama-sama. dan dia merasa bahagia sekali. atau melakukan khotbah. dan gajinya jauh dari cukup. dan menghormati umurnya yang tua. akan tetapi dia dan istrinya berbahagia dalam kemiskinan mereka Kemudian istrinya melahirkan anak. Inilah cintanya yang pertama. Seorang anak laki-laki yang amat disayanginya. Dia tak mencampuri soalsoal orang lain di kampung dan persoalan dirinya tak pula dicampuri orang lain Tentang kepercayaan pada Tuhan.

dia pernah menawarkan dirinya akan bekerja tanpa digaji selama setahun pada seorang tabib. Dalam putus asanya dia mendoa kepada Tuhan supaya Tuhan menolong anaknya — hanya Engkau saja lagi yang tinggal. Sejak itu kepercayaannya kepada Tuhan tergoncang sekali. serunya dalam hatinya. asal tabib mau mengobati anaknya sampai sembuh.mendapat penghasilan yang lebih banyak untuk ongkos mereka pulang. Akan tetapi tak ada seorang tabib yang bersedia menolongnya dengan syarat demikian. Dia hanya melihat manusia menindas manusia. akan tetapi bertemu saja pun dia tak dapat dengan dokter itu. Akan tetapi ketika bayinya berumur enam bulan. Ketika uangnya telah habis. maka dia pun meneruskan pengembaraannya. dan uang simpanannya yang sedikit dengan cepat habis untuk membeli obat dan membayar tabib. . Selama petualangannya tak ada yang baik yang dilihatnya di antara sifat manusia. Dia mengembara hingga tiba di negeri Arab. karena tuannya yang diikutinya pergi melakukan ibadah haji. dia terus juga menggendong anaknya. Akan tetapi esok harinya anaknya mati. Dia sampai memberanikan hatinya memasuki tempat bekerja seorang dokter kulit putih. dan penyakit anaknya belum juga sembuh. Ketika mencari tabib dan dokter itu sepanjang hari. dan di sana dia ikut naik haji. yang dapat menolong anak hamba. anak itu jatuh sakit. Dan ketika enam bulan kemudian istrinya meninggal pula akibat sakit disentri.

com/ Dewi KZ 151 ditipu. dan membunuhi mereka. dukun yang berilmu tinggi. yang kaya. dan yang dilihatnya hanyalah orang kecil yang Tiraikasih Website http://kangzusi. lihatlah Wak Katok. Jika dia berbicara pantang disangkal. Dia telah pernah ikut mogok.manusia menipu manusia. dan hasilnya hanyalah dia jadi alat orang yang berkuasa memukuli mereka. dia pernah ikut berontak. ketika dia berada dalam lingkungan kampungnya yang aman. menangkapi mereka. Malahan banyak yang takut pada ilmu-ilmu gaibnya. Rakyat yang diperkosa itu masihlah merupakan jumlah yang terbesar dari manusia yang terinjak di atas dunia kita. yang kuat. manusia merusak manusia. dipergunakan. diinjak. dia pernah ikut demonstrasi. Semua kata-katanya hendaknya diaminkan saja. Semua orang segan dan hormat padanya. manusia merampas dan memperkosa manusia. Di sana dia dapat berlagak sebagai guru silat yang besar. Alangkah angkuhnya dan sombongnya dia. Dan apa yang dilihatnya terjadi di kampungnya tak banyak berbeda dari apa yang dialaminya di dunia luar. Dia bergerak melalui lapisan-lapisan kelas rakyat yang terendah di semua negeri itu. pemburu yang perkasa. Sebuah contoh yang dekat saja. dizalimi oleh orang-orang yang berkuasa. Pak Haji telah patah hati ketika dia pulang ke kampungnya. dan diperas dan diperkosa. Pak Haji sejak lama telah dapat melihat kelemahan-kelemahan dalam pribadi Wak Katok dan juga kelemahan dalam ilmu yang .

dirinya langsung diceburkan ke dalam sebuah keadaan yang penuh bahaya. Pak Haji dapat menyimpulkan.dimashur-mashurkan orang tentang Wak Katok. Dia tak percaya pada ilmu-ilmu. Dan dia telah bosan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. supaya jangan ada perasaan dan hati yang terganggu. Sejak dia kembali ke kampung sikap ini dapat dipertahankannya. mengangkatnya jadi pemimpin dan gurunya. Akan tetapi kini. dan hidupnya adalah hidupnya sendiri. bahwa tekanan yang lebih besar akan diterimanya juga. Supaya dia dibiarkan sendiri. Di hari tuanya dia ingin hidup tak terganggu dan tak mengganggu orang lain. Dia tahu bahwa Wak Katok menghadapi krisis dalam dirinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dari ucapan-ucapan dan tingkah laku Wak Katok. Apa perlunya? Mengapa dia harus membongkar kedok Wak Katok pada orang-orang sekampungnya? Jika mereka senang dan berbahagia mengikuti Wak Katok. Suka hati orang lainlah apa yang hendak mereka lakukan. Itulah yang dikehendaki Pak Haji kini dalam hidupnya. Apa untungnya baginya membuka mata orang banyak? Dialah yang akan celaka. Akan tetapi dia berdiam diri. keadaan.com/ Dewi KZ 152 Hidup mereka adalah hidup mereka. akan tetapi jika diberikan padanya. Dia hanya akan mendapat musuh saja. manteramantera dan jimat-jimat Wak Katok. maka itu persoalan mereka. Dia akan dibenci orang jika dia berbuat demikian. demi untuk menjaga .

lambang kekuatan dan kekuasaannya. sedikit demi sedikit. sikapnya caranya berbicara dan berbuat mulai mengalami perubahan. bahwa Buyung akan mudah dibicarakannyakah perasaan-perasaannya ini . yang pengakuan kelemahan terkandung dalam dirinya sendiri. Tiraikasih Website http://kangzusi. kecuali oleh orang yang mengamatinya dengan seksama. karena Pak Haji bertekad dalam hatinya. Apakah dia akan berdiam diri.mungkin meledakkan krisis ini. dan terus hendak menutup kelemahan-kelemahannya. Demikianlah dalam berbagai hal yang hampir-hampir tak kelihatan. Pak Haji mengamatinya dengan seksama sejak semula. sebenarnya tak lain dari sejak sebuah harimau datang menyerang. manteramatera baru dan jimat-jimat baru? Dan memaksa dan mengancam orang supaya mengikuti semua kata dan kehendaknya? Yang berkeras mengatakan.com/ Dewi KZ 153 Akan dengan Buyung dan Sanip? Dia merasa. tak hendak menjadi korban pemimpin palsu. dan tak seorang juga yang dapat mengatakan apa yang akan dilakukan Wak Katok. hampir-hampir tak kelihatan. dan kebodohan-kebodohannya sendiri. Perbuatannya mungkin akan menimbulkan bencana bagi mereka semua. dengan memberikan perintah-perintah baru. ketakutan-ketakutannya. dan membiarkan dirinya ditarik ke dalam kehancuran oleh seorang pemimpin yang tak hendak mengakui ketidakmampuannya. bahwa hanya dia sendiri yang benar? Sikap Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari tangannya.

Akan tetapi haruskah dia berbuat demikian? Tidakkah ini berarti dia membawa campur orang lain ke dalam hidup dirinya? Akan tetapi jika yang lain tak diberitahunya. bukankah itu tanggung jawab mereka sendiri dan bukan persoalannya? Bukankah persoalannya yang utama kini. Kini dia tahu akal bagaimana mengelakkan memburu harimau. Dengan suara yang tegas dia berkata: "Buyung. dan mereka tidak lagi dapat memburu. Berhentilah kini memotong daun dan dahan. Untunglah dia dapat berpegang kemudian pada sebuah tiang kayu yang terapung. Buyung dan Sanip masih muda. dia didorong kembali ke dalam air. Dia akan membawa mereka sesat. dan betapa ketika dia hendak naik ke rakit yang telah banyak berisi orang.sependapat dengan dia. akan tetapi Sanip akan raguragu. Akan dibiarkannyakah mereka tak mengetahui kelemahan dan kepalsuan Wak Katok? Tetapi seandainya mereka jadi korban. dan dia kini tidak akan mulai membawa orang lain ke dalam hidupnya. hingga dekat malam. nanti . Pak Haji. Sanip. akibat mereka tak dapat menembus topeng kepalsuan Wak Katok. Tiba-tiba Wak Katok mengambil putusan dalam dirinya. dan masa bodoh dengan orang lain? Ia ingat ketika sebuah biduk yang ditumpanginya karam di sungai Kuning di negeri Cina. bagaimana dapat menyelamatkan dirinya sendiri. mungkin mereka akan jadi korban. Dia cukup merasa puas dibiarkan sendiri dalam hidup ini. Rasanya kita tak jauh lagi.

Seluruh badan mereka dapat menerima kebenaran perintah ini. Hutan gelap yang basah itu seakan telah menelan mereka. "Badak. bukan saja karena keletihan. Kelihatannya jejak baru sekali. Buyung membungkuk dan menunjuk pada jejak-jejak di pinggirnya. belukar lebat dan rapat sekali. Mereka Meskipun kini perjalanan mereka jadi bertambah sukar. karena matahari tetap tak terlihat dari bawah. Ketika mereka tiba di pinggir sebuah anak sungai kecil yang mengalir lambat. akan tetapi juga karena hawa panas dan lembab yang memberat di dalam hutan. mereka menguatkan hati untuk cepat dapat ke luar dari hutan gelap. Dan hutan itu terasa seakan tak ada akhirnya. Mereka juga tidak dapat mengetahui telah jam berapa kini. Mereka tak dapat lagi mengira-ngirakan telah berapa lama mereka rasanya berjalan demikian. bahwa bukan jejak . karena mereka tak dapat memotong jalan." bisik Buyung. Napas mereka terengah-engah.com/ Dewi KZ 154 tempat mereka terpaksa berjalan membungkuk. Sanip merasa lega ketika dia melihat. dan baju dan kulit mereka acap tergores oleh duri daun-daun pandan. di dalam lumpur. Di banyak Tiraikasih Website http://kangzusi. sakit dan letih. karena air masih mengisinya perlahan-lahan.terdengar padanya.

. dan yang tahu jalan dan arah.com/ Dewi KZ 155 lagi. Wak Katoklah yang berjalan di depan. yang basah dan panas lembab itu. Kelihatannya seakan dia tahu. Dan Wak Katok terus melangkah dilarangnya menebas pohon dan dahan. dan kelihatannya hutan masih tetap luas dan tebal di sekelilingnya. Dia tak lagi dapat mengatakan dengan tegas arah mana yang akan membawa mereka ke tempat Sutan diserang harimau. Mereka terlalu letih. Wak Katok juga. Akan tetapi ketika menurut perkiraannya telah tiba waktu sembahyang asyar. ketika mereka diajak Wak Katok meneruskan perjalanan. Sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Mata angin tak dapat ditentukan karena matahari tak tampak menembus belukar.harimau. Dan Pak Haji. Buyung sendiri pun merasa seakan kehilangan arah. karena dia berjalan dan melangkah seakan tak ragu-ragu." kata Wak Katok. mencoba untuk mengajuk perasaannya. apakah Wak Katok juga tahu ke arah mana dia membawanya. Hanya Buyung yang bertanya. mulai timbul keraguan dalam pikiran Buyung. Buyung memandang kepada Pak Haji dan Sanip. "Mari kita makan di sini. dan mereka masih juga mengharungi hutan yang gelap. Karena dialah yang jadi pemimpin. Selama makan mereka pun tak bercakap-cakap. "Berapa lama lagi kita ke luar dari hutan ini?" "Tak lama lagi!" kata Wak Katok. Karena itu pun dia puas menyerahkan pada Wak Katok untuk menentukan arah yang harus mereka ambil. Apakah mereka tak merasakan keraguan yang kini dirasakannya Tetapi tak dapat dia membaca sesuatu apa di muka Sanip.

Sanip pun terdiam.. Dan Tiraikasih Website http://kangzusi. Engkau telah menyelamatkan jiwaku. Pertolongan diberikan padanya tanpa diminta dan dengan cepat sekali. Ular selalu merupakan alamat buruk.. Wajahnya pucat.com/ Dewi KZ 156 orang itu tidak meminta sesuatu dari dia. Untunglah Buyung memalingkan mukanya hendak melihat wajah Pak Haji. Buyung." kata Pak Haji.. Untuk pertama kalinya Pak Haji merasakan sesuatu yang ganjil di dalam hidupnya.Dan ketika dia melihat ke wajah Pak Haji .. Ada orang yang telah menolongnya. nah. kena dia!! Buyung berseru gembira .. Ular yang amat berbisa. Mereka semua terhenti. maka dialah .. Buyung melompat amat cepat mendekati Pak Haji . parang panjangnya dihayunkannya. Pak Haji beberapa saat tak dapat berkata-kata. "Terima kasih. tanpa memperhitungkan bahaya terhadap dirinya sendiri... Mereka semua terkejut. Dia masih amat terkejut. Karena jika tebasan parang Buyung tidak tepat. muka Pak Haji pucat ketika melihat badan dan kepala ular hijau yang kini bergerakgerak jatuh di tanah yang lembab. Malahan telah menyelamatkan jiwanya. Dan dengan diam memandangi ular yang telah bercerai kepala dari badannya di atas tanah. Kemudian Wak Katok berpaling dan meneruskan perjalanan. Pak Haji terdorong ke pinggir terkejut . Wak Katok kembali beberapa langkah. Dia hampir saja dipatuk oleh ular yang berbisa itu yang turun dari pohon ketika ia lewat.

Pak Haji mempercepat langkahnya. ada juga orang yang serupa itu." tambahnya kemudian. katanya kemudian. Apakah Buyung kurang makan garam pahit penghidupan karena dia masih muda. . yang bersedia menolong orang lain. Engkau bersedia membahayakan jiwamu untuk menolong aku?" Buyung memandang kepadanya agak heran. Pak Haji pun tak begitu mudah hendak melepaskan ukuran-ukuran yang telah dipasangnya selama ini. atau karena kebodohannya. tanpa memikirkan bahaya untuk dirinya sendiri. mengelakkan dia. Akan tetapi pikiran Pak Haji tidak pula dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. belum banyak makan pahit garam penghidupan. dan mendekati Buyung dan berkata kembali: "Terima kasih Buyung. "Dan tak ada bahayanya bagiku. siapa saja yang dalam bahaya. Kenyataan itu tetap ada. Aneh. Ah. memang sukar bagi setiap orang. Dia kembali mempercepat langkahnya mendekati Buyung yang berjalan di depannya.yang akan diserang ular berbisa. "Tentu aku bersedia menolong Pak Haji. mungkin karena Buyung masih terlalu muda. karena itu dia berbuat demikian. bahwa Buyung telah cepat dan tanpa berpikir panjangpanjang datang menolongnya. semua ini tidak dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. tak dapat dihilangkan dengan berbagai dalil-dalil yang dibuat. dari bahaya maut yang tak dilihatnya. Merubah nilai-nilai yang dipegang teguh selama hidup di hari tuanya. aneh pikirnya. Dan tak pula dia mengharapkan balas jasa. Pak Haji membiarkan Buyung berjalan dahulu dan dia berpikir." katanya dengan sederhana.

menyerang ternak. "menurut rasa hatiku." Pak Haji memberikan penjelasan." jawab Buyung kemudian." kata Buyung. kawan kita yang bertiga tidak akan hidup lagi. Pak Haji meneruskan: "Kalau sekedar hanya untuk menuntut bela saja. dan aku tak tahu bagaimana harus memburu binatang buas yang berbahaya serupa itu. "Perlu.“Buyung. "dan jika tak kita buru kini.” "Tetapi tidakkah itu menjadi urusan orang sekampung nanti?" kata Pak Haji. di mana kita bertemu dengan yang jahat.com/ Dewi KZ 157 Buyung memalingkan kepalanya melihat kepada Pak Haji. "sungguh perlukah engkau rasa kita memburu dan membunuh harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan habis lembu dan kambing. karena harimau telah bersalah membunuh kawan-kawan kita. Belum sempat Buyung menjawab. dan hendak merusak kita. "Untuk apa? Apakah hanya untuk membalas dan menuntut bela kematian ketiga kawan kita saja?" tanya pak Haji. biarpun harimau itu kita bunuh. Masa harus kita tunggu dulu diri kita yang kena bala maka baru kita .' "Aku bukan pemburu. maka kita yang paling dekat wajib melawannya. atau merusak orang lain. dan siapa tahu orang kampung pun akan jadi korbannya. bukan?" "Untuk menuntut bela. "mengapa kita saja yang memikul tugas membunuhnya?" "Tak sampai ke sana pikiranku." katanya." kata Buyung. maka harimau akan datang ke kampung. merusak orang banyak.

dan beberapa jam lagi malam akan tiba. kita tersesat sudah. Rupanya mereka telah berputar-putar saja sepanjang hari di dalam hutan gelap. mungkin Pak Haji hendak mencoba-coba hatinya. Pak Haji tersentak bangun dari arus pikiran-pikirannya ketika mendengar Buyung berseru: "Wak Katok. mengapa Pak Haji berpikir demikian. Dan Pak Haji kembali Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. Adaada saja Pak Haji. Tak ada maksudnya untuk membawa mereka kembali ke bekas-bekas yang telah mereka lalui. Kita kembali lagi ke tempat yang sudah kita lalui!" Dan Buyung menunjuk pada menimbang-nimbang apa yang dikatakan daun-daun pandan berduri dan dahan kayu bekas kena tebas parang. Tetapi dia tahu bahwa waktu asyar telah lewat. Disengajanya berbuat demikian. memalingkan kepalanya ke depan. dia telah sengaja membuat mereka tersesat dalam hutan gelap. Dan siapa tahu dalam semalam harimau akan . bisiknya pada dirinya sendiri. Wak Katok berpaling menghadapi mereka. dan memasang pondok dan menyatakan api. dan ke bekas jejak-jejak kaki di tanah. dan mereka akan terpaksa menghentikan pemburuan.com/ Dewi KZ 158 Buyung tersenyum.bangkit melawannya? Masa kita berdiam diri selama diri kita yang tak kena?" Dalam hatinya Buyung merasa heran. Akan tetapi dalam hati Buyung timbul ingatan. Dan dia akan selamat semalam lagi. Memang sejak mereka habis makan. Mukanya keras. Tak disangkanya Pak Haji akan berkata serupa itu. agar mereka terlambat tiba di tempat Sutan diterkam.

karena dia sendiri pun tak terlalu yakin kini arah mana sebenarnya tempat Sutan diterkam harimau.com/ Dewi KZ 159 mulutnya. mencari mangsanya ke tempat lain. dan minum air dengan lahapnya. mereka melihat pohon-pohon tumbuh bertambah jarang. Dengan cepat mereka kemudian memasang pondok. Air sungai terasa segar dan sejuk sekali. mengumpulkan kayu bakar dan memasang api unggun." jawabnya dengan singkat. Wak Katok mempercepat langkah. Mereka berlari menuju sungai. Akan tetapi dia menutup Tiraikasih Website http://kangzusi. "Mengapa tersesat? Sengaja memang aku bawa kalian ke mari karena jalan terus lebih berat lagi. Akan tetapi mata Buyung yang tajam telah melihat bekasbekas tebasan daun dan dahan. Mereka cepat-cepat mandi. hingga mereka akan beruntung jika dapat ke luar dari hutan gelap sebelum magrib tiba. Sedang jika mereka memintas siapa tahu. . Dengan enggan Buyung menahan dirinya. Ini soal biasa jika kita mencoba memintas hutan. menuju sebuah anak sungai kecil yang mengalir di antara batu-batu besar. Dengan perasaan amat lega. dan tiba di tempat yang lebih terbuka.pindah. Kembali mengikuti jalan yang telah mereka tempuh dari pagi akan mengambil waktu yang begitu lama. menuruni sebuah lereng bukit yang ditumbuhi semak-semak. mencuci muka dan tangan mereka. mereka akan dapat keluar hutan lebih cepat. dan tak lama kemudian mereka keluar dari kegelapan hutan.

com/ Dewi KZ 160 Sejak Buyung mengatakan mereka tersesat di hutan gelap. dan kemudian memandangi Pak Haji dan Sanip dengan air muka yang sama. Apa yang mereka gunjingkan? Tahukah mereka. hatinya bertambah tak enak. dan seakan-akan ia hendak mengambil senapan. tapi Wak Katok menyentakkan senapan jauh dari jangkauan tangan Buyung. Pak Haji pun tidak Mereka semuanya merasa terlalu letih untuk dapat bangkit lagi selelah makan. dan membentak: "Engkau hendak mengambil senapanku?" Buyung agak terkejut melihat kerasnya reaksi Wak Katok. Tiba-tiba Buyung melihat kepada Wak Katok yang duduk memangku senapannya. setelah lewat hutan yang basah tadi?" Wak Katok melihat padanya penuh curiga. di mana keselamatan menunggu. bahwa Pak Haji dan Buyung berbisik-bisik sepanjang jalan di hutan gelap di belakangnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan berkata: duduk dekat api dengan pikiran- "Maksudku hanya hendak mengingatkan Wak Katok untuk memeriksa apakah mesiu di dalam masih kering.segera memasak. Masing-masing pikirannya sendiri. Buyung berdiri dan meraihkan tangannya. Dan dia tahu. rasanya amat jauh sekali. bahwa dia takut? Bahwa dia enggan mengejar harimau? . Kampung mereka. Pada waktu magrib itu tak seorang juga yang sembahyang. dan tidaklah lebih baik senapan dibersihkan dan dikeringkan lagi. Waktu makan mereka tak banyak bercakapcakap.

keras dan kaku. Sungguh licin juga akal mreka untuk membuat dirinya tak berdaya. berpandanganlah kalian. pada kesaktiannya. suaranya ganjil. maka senjatanya yang ampuh akan tak berdaya. pada kejagoannya? Mengapa mereka tak bercakap-cakap." kata Wak Katok. "Ha-ha-ha. Tidak. akan tetapi diam saja. tak tahu sesuatu apa. "tidak sia-sia aku menuntut pelajaran jadi dukun puluhan tahun. "Ya. Jika dia berbuat demikian. Dia akan kehilangan kekuatannya menghadapi mereka. Sanip dan Buyung berpandangan heran. maka turutlah . dia lebih pintar lagi dari mereka. Apakah Pak Haji dan Buyung telah berkomplot untuk merebut senapan dari tangannya? Guna menyelamatkan dirinya sendiri? Tidak. dan mengamat-amati mereka. Yang mesti diawasi oleh Wak Katok adalah Buyung dan Pak Haji.Tidak percaya lagikah mereka pada pimpinannya. Sungguh sikap mereka kelihatannya telah berubah kini. Sanip sendiri pun hanya duduk terpekur saja. berbuat pura-pura bodoh. "Kalian sangka aku bodoh? Ha-ha-ha!!!" Dia memeluk senapannya lebih kuat. Wak Katok tertawa sendiri. Dari mereka bahaya mungkin tiba Apa maksud Buyung hendak meraih senapan. Mereka memandang padanya keheranan. dia tidak begitu bodoh akan mengeluarkan peluru dan mesiu dari senapannya." kata Wak Katok. Pak Haji. akan tetapi aku tahu apa yang ada dalam kepala kalian. ha-ha-ha-! kalian hendak selamat pulang ke kampung?" tanyanya kemudian. dengan kepala terkulai. "Jika hendak selamat.

kalian tidak usah mengakui dosadosa kalian. engkau telah berzinah?" Dia tertawa lebih keras melihat sikap Buyung yang terkejut. anak muda yang bersih. yang tak berdosa sama sekali? Ha-ha-haa-haaaa!"dia tertawa terkekehkekeh. sama juga dengan orang lain? Tetapi engkau ingin purapura suci. engkau telah khianat.com/ Dewi KZ 161 "Tetapi aku sudah mengakui dosa-dosaku. Pak Haji. Akuilah dosa-dosa kalian padaku. ya???" Wak Katok berdiri menghadapi mereka. sedang kalian sudah mengetahui dosa-dosa orang lain?" "Nah. engkau juga telah melakukan semuanya. dan Buyung. ya.kataku. anak muda yang santun eh??? Ha-aaaaa!!! Kalian merasa diri kalian lebih baik dan lebih suci dari aku. engkau telah mengambil hak orang lain. yang tak hendak campur . pembohong!" kata Wak Katok. aku belum mendengar kalian mengakui dosadosa kalian." kata Sanip. buruk dan jahat sekali. Apa kejahatan yang telah engkau lakukan? Engkau telah mencuri. pendusta. "Dan kalian berdua. Buyung!!! "tiba tiba dia berpaling galak kepada Buyung. "Ya. engkau pencuri. orang-orang yang berdosa ini? ejeknya. Apakah kalian berdua orang suci. "Berceritalah engkau tentang dosa-dosamu. anak muda yang alim. baiklah pula Pak Haji mengakui dosadosanya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mintalah ampun! Mulailah engkau Sanip!" perintahnya. "Apakah kalian menyangka. "Dan Pak Haji. dan dia tertawa. "Ha-haaaa. Pak Haji yang angkuh hati. "Dan aku mesti melindungi dan menyelamatkan kalian.

lekas!" bentak Wak Katok. Dia telah memutuskan untuk tidak bercerita kepada siapa pun juga tentang apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah. Dia mengacungkan senapannya kepada Buyung. apakah orang tak berdosa? Ayuh.com/ Dewi KZ 162 Buyung tinggal duduk dan memandangi Wak Katok dengan sinar mata yang keras. Apa benar yang istimewa pada Pak Haji? Karena Pak Haji sudah lama dan banyak merantau? Mana ilmu yang Pak Haji kumpulkan? Mengapa tak disiarkan kepada orang banyak?" Wak Katok tertawa keras. Tiraikasih Website http://kangzusi. engkau hendak melawan akuuuu?" teriak Wak Katok dengan marah. "Sungguh hendak Wak Katok tembakkah aku? tanyanya dengan suara yang agak tergoncang.dengan orang kampung. lekas!" dan Wak Katok mengacungkan laras senapannya ke dada Buyung. karena menahan rasa marahnya. "dosa-dosaku adalah soalku sendiri. Engkau telah mendengar dari mulut Pak Balam tentang diriku. hayo. ceritalah. "Engkau tak hendak bicara. jika engkau tidak hendak mengakui dosadosamu. "Aku bunuh engkau. "Pak Haji apakah orang suci. Mulailah engkau. Buyung berdiri perlahan-lahan. tak hendak ikut dengan orang banyak. "Apakah hak Wak Katok memaksaku?" tanya Buyung. Buyung". "Aku tidak main-main. aku tembak engkau. Adillah jika kini engkau menceritakan pula dosa-dosamu! Hayo. Mengapa aku harus dipaksa mengakuinya?" . akuilah dosadosa kalian.

" Tiraikasih Website http://kangzusi. Engkau lihat ini. "tembaklah aku." katanya dengan suara yang tenang dan sabar. Giliran Pak Haji mereka. "Baiklah. Aku telah karena aku adalah pemimpinmu. maka dengan terus terang akan aku akui.. "Mengapa kita jadi begini? Tidakkah kita masih menghadapi bahaya bersama?" "Untuk menyelamatkan kalianlah."Karena gurumu. Mengertikah . "tetapi kita tak boleh melakukan paksaan.. Kalau Wak Katok merasa perlu mendengar dosadosaku. aku menghendakinya. Sudah lupakah kalian pada kata-kata Pak Balam?" balas Wak Katok. karena aku adalah segera juga akan datang." Tetapi Pak Haji menguatkan hatinya: "Dengarlah kataku dahulu. dengan tak disadarinya. Ada orang yang tak hendak mengakui dosanya." kata Pak Haji. karena akulah yang berkuasa. siapa pun juga mengikuti keinginanku.com/ Dewi KZ 163 Tetapi Wak Katok cepat berpaling kepadanya. Tak ada gunanya dipaksa orang yang demikian. senapan lantak ini dapat aku memaksa engkau?" "Aku tak hendak bercerita. baiklah." kata Buyung dengan singkat. jika itu yang Wak Katok inginkan!" Keraguan terlintas di belakang mata Wak Katok menghadapi kepala batu Buyung.. Pak Haji yang sejak tadi memperhatikan menyela: "Sabarlah kalian berdua. dan membentak: "Jangan Pak Haji campuri perkara ini. malahan pada Tuhan sekalipun dia tak hendak mengakui dosanya. maka aku menyuruh kalian mengakui dosa-dosa kalian. Tunggulah hingga giliran Pak Haji tiba.

sudah didengki. aku sudah khianat. maka sampai pagi aku bercerita. yang aku lihat dilakukan orang. sudah didustai. akan tetapi juga dengan Buyung.com/ Dewi KZ 164 hidup sendiri saja. Kalau akan aku sebutkan satu persatu segala dosa yang aku lakukan. dan jangan aku diganggu lagi. belumlah akan habis ceritanya. sudah dikhianati orang. Aku sudah menipu. aku sudah berdusta." Pak Haji duduk membelakangi Wak Katok. Orang hanya dapat hidup untuk dirinya sendiri saja.melakukan segala dosa yang dilakukan orang di dunia ini. karena itu aku ingin dibiarkan Tiraikasih Website http://kangzusi. karena itu aku tak hendak mencampuri soal orang lain. orang sekampung. aku sudah membunuh. jangan diganggu karena aku sudah kehilangan kepercayaanku pada manusia. Aku pun telah mengalami hampir segala dosa yang dapat dilakukan orang terhadap diriku sebagai manusia. aku sudah berzinah. sudah dirampok. Karena itu aku menyendiri. Di dunia ini dosa-dosa yang telah aku lakukan dan yang dilakukan orang terhadap diriku telah bayar-membayar. itulah kepercayaanku selama ini. dengan Sanip dan dengan semua manusia. Tetapi dia merasa sikap tak perduli Pak Haji sebagai . dari semenjak Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan Tuhan ke dunia. orang banyak. aku sudah merampok. Wak Katok merasa marah sekali. Nah itulah supaya Wak Katok tahu. aku sudah mendengki. tidak saja dengan Pak Haji. dan aku pun sudah ditipu. atau yang dilakukan orang terhadap diriku.

keras dan penuh mengandung ancaman dan kengerian. "Dua. dan cepat. Akan tetapi kemana hendak lari? Harimau itu mengaum kembali. Dan dia belum siap untuk menembus tembok tak perduli itu dengan peluru atau dengan kekerasan lain." katanya.. "satu. Pak Haji dan Buyung terlompat berdiri. "Ti. Mata mereka berpandangan. diikuti oleh Sanip dan Pak Haji... Ingin dia hendak lari. Dengan hati berdebar-debar dan perasaan tergoncang.." Buyung tak membuka mulutnya. Dan masih juga belum . dengan penuh takut mata mereka mencari-cari berkeliling. Karena itu dia mengalihkan perhatian kembali kepada Buyung. membidik dada Buyung. "Engkau Buyung. Buyung segera menghunus parang panjangnya.. ketika itulah mereka mendengar auman harimau yang dahsyat.sebuah tembok yang sukar dipecahkannya.com/ Dewi KZ 165 hatinya diremas dan terhimpit oleh batu besar ketakutan.. berpaling memandang ke hutan yang gelap di luar lingkaran cahaya api..!!!" Tetapi Buyung tetap tinggal diam. "Aku hitung sampai tiga.. Wak Katok merasa Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok mengangkat laras senapannya. Ayolah sekarang. yang datang tak jauh dari hutan yang gelap di sekelilingnya. Wak Katok terkejut. Air mukanya pun keras dan tegang. Sanip. engkau masih belum bercerita. dan hanya memandangi muka Wak Katok." Buyung memandang terus padanya dengan keras.

. sepasang mata itu diam saja. "Tembak. dan lidah-lidah api unggun melonjak ke atas.dapat mereka menentukan kira-kira dari mana datangnya arah aumannya. Tiba-tiba mereka mendengar bunyi dahan kering dipijak — kretek! Dan mereka berpaling ke arah itu. Ketika mendengar bunyi — tik! Buyung terus mengerti. Buyung membesarkan api unggun dengan menambah kayu-kayu ke dalam api. Wak Katok seperti orang yang terpukau. berbunyi tik! Senapan tak meletus! Dia telah mengabaikan nasihat Buyung untuk mengganti mesiu. dia melompat ke api unggun. Wak Katok kelihatan mulutnya komat-kamit. Cahaya api meluas. entah karena membaca mantera-manteranya.. Dan kini mereka melihat sang harimau — dua buah mata yang bersinar hijau. sambil berseru: "Lemparkan kayu menyala!" dan cepat Buyung melompat melontarkan sebuah kayu besar yang terbakar menyala ke arah kedua mata yang . dan kini mesiu yang telah basah tak hendak meletus. lamalama. di antara semaksemak. entah karena ketakutan. seakan tak bergerak. Suaranya meminta dan mendesak dengan kerasnya. dan kemudian Wak Katok menarik pelatuk senapan . menerangi lingkaran yang lebih besar lagi. Wak! Tembak di antara dua mata hijau itu!" bisik Buyung dengan amat sangat. mengangkat senapan ke bahunya. seperti sinar belerang di dalam gelap. membidik.

mereka tak lagi mendengar suaranya mengeram atau mengaum.com/ Dewi KZ 166 menyala di tangannya. Akan tetapi setelah beberapa lama mereka menunggu penuh ketegangan.. Sanip dan Pak Haji insyaf.bersinar hijau. guru paling besar. sambil berseru pada Sanip. dan dia berlari kembali ke api unggun. guru silat yang paling pandai. disusul oleh lemparan Pak Haji dan Sanip. seakan seorang yang ingin menyembunyikan dirinya ke dalam perut bumi. tukar mesiu baru!" kata Buyung. menyiapkan sebuah kayu yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Sanip tiba-tiba melompat dan menarik Wak Katok berdiri.. Dalam sekejap mata. dan menghilang. pemimpin yang paling besar. Mereka menunggu apakah harimau akan kembali. supaya melemparkan kayu lebih banyak lagi ke atas api. dan baru Buyung berpaling melihat pada Wak Katok telah selesai mengisi senapan dengan mesiu baru. dukun paling besar. dan mereka melihat kedua mata itu berbalik. Alangkah terlempar terperanjatnya mereka melihat senapan ke tanah dan Wak Katok menggulungkan badannya di dalam pondok. jauh dari segala ancaman dan bahaya di atas dunia. Suara Sanip penuh amarah. Lihat ini . Mengapa Wak Katok kini hendak bersembunyi ke dalam tanah? Engkau guru palsu. dan suara menggeram-geram. bahwa Wak Katok amat ketakutan. dan menyerangnya. "Cepat Wak Katok. "Inikah Wak Katok yang gagah perkasa itu. benci. Buyung." .

"aku lihat engkau dengan Siti Rubiyah . tetapi aku lihat dengan mata kepataku sendiri. Harimau yang datang menyerang kita adalah harimau Wak Hitam. oleh Talib. manteramanteramu palsu.?" Wak Katok diam saja.. Tiraikasih Website http://kangzusi. telah binasa." Sanip terus juga berbicara." "Berhenti engkau berbicara. oleh Sutan. "Ya. Engkau memaksa orang mengakui dosa-dosa.. Kalian juga bernafsu hendak tidur peluru dan mesiu. di mana mereka kini.. Pangkal celaka kita tak lain adalah Wak Katok sendiri. Akan aku ceritakankah padamu dosamu. "oh." Buyung memandangnya dengan terkejut. dan dengan tangan gemetar dan tergopohgopoh mengeluarkan senapannya. Inilah jimat-jimat yang dipakai juga oleh Pak Balam. karena mempercayai engkau. engkau lihat. "Ya. di pinggir sungai.Dia membuka ikatan jimat-jimat di pinggangnya.. lihatlah.. dan memasang mesiu dan peluru baru. Aku tak paksa dia. ya? Tapi matamu tak cukup tajam. kalian mungkin tak percaya.. Dan dia pun akan mau tidur dengan siapa saja yang mau memberinya uang atau membelikannya baju. Karena Wak Katok telah memaksa istri Wak Hitam. bangsat!" serunya. Engkau tahu. Wak Katok mengambil senapannya kembali. mereka telah mati. aku bayar dia. tetapi bagaimana dengan dosa-dosamu sendiri. membersihkan .. aku lihat..com/ Dewi KZ 167 Sedang Sanip berkata. dan dilemparkannya ke tanah. dan bukan saja dosa-dosamu yang diberitahukan oleh Pak Balam. "Jimat-jimatmu palsu.

Biarpun sekali bertiga mereka melompat hendak merebut senapannya.. Manusia Tiraikasih Website http://kangzusi. mengambil bungkusan mereka dari pondok. Mereka bertiga berdiri. dengan langkah yang berat dan hati enggan. bercampur dengan rasa lega. Buyung tak tahu apa yang dirasakannya. Bukan dia sendiri . Masuk ke dalam hutan yang gelap. akan tetapi entah bagaimana. bukan?" Dia memandangi mereka dengan air muka penuh kemenangan. Rasa kecewa. Mereka akan ditembaknya. di mana harimau berjalan mondar-mandir. Akan tetapi maut ini lebih dekat. memegang parang mereka. akan tetapi salah seorang dari mereka pasti akan jadi korban. dan perlahan-lahan melangkah.. bahwa Wak Katok tak dapat diajak berbicara lagi. Sanip. dan ketika mereka menghilang ke dalam menunggu kesempatan untuk . bukan? Tapi kalian bukan jantan. Tiba-tiba Wak Katok berseru: "Pergi kalian sekarang juga dari sini! Siapa yang tak pergi aku tembak!" Kelihatan benar pada mereka.com/ Dewi KZ 168 akan memilih maut yang lebih jauh dari maut yang lebih dekat. kalau tidak mengintipnya sedang mandi. bukan? Kalau tidak mengapa engkau di sana.. dia merasa seakan kehilangan sesuatu. sesuatu yang bersih . kalian takut pada Wak Hitam.. melintasi dunia kecil yang terang dan panas yang diciptakan oleh api unggun.dengan dia. menerkam berarti maut juga.

membasahi badannya. seperti ombak yang setinggi pohon kelapa. Hanya dia dengan api unggun. ada akal! Dia akan memasang api unggun berkeliling. Akan tetapi jika harimau datang terlebih mesiunya yang baru tak pula meledak? Apa yang mesti dilakukannya? Dia hanya tinggal sendiri. dan hutan besar yang gelap gulita. Ha-ha-ha-haaa!" 0oo0 KETIKA tiba di kegelapan diluar batas terang api unggun Buyung berhenti. membantingbanting hatinya. Wak Katok berseru: "Matilh kalian dimakan harimau di sana. dan seluruh dahulu kepadanya? Dan bagaimana kalau . Akan datangkah harimau kembali? Tidak. Dan lalu hatinya jadi sejuk diremas ketakutan.com/ Dewi KZ 169 memandang berkeliling. tengkuknya.gelap. dan merebut senapan dari Wak Katok. Hingga ke perut dan selangkangnya terasa basah. Tiba-tiba Wak Katok merasa sekali. bahwa dia tinggal sendiri. Dia Tiraikasih Website http://kangzusi. harimau akan menyerang mereka bertiga. dan dia akan aman di tengah lingkaran api. hingga peluh dingin meleleh di keningnya. dan berteriak kepada Pak Haji dan Sanip: "Tak mungkin kita meneruskan perjalanan dalam gelap. Rasa takut datang melandalanda. Kita harus kembali. Aduh." Mereka bertiga berbisik-bisik mengatur siasat. mukanya. memasang telinganya tajamtajam. bagaimana hendak menyerbu dan merampas senapan dari Wak Katok. karena dia ingat harimau yang berada di dalam gelap hutan.

melihat ke belakang. Bagaimana kalau harimau datang menyerangnya. dia napasnya perlahan-lahan. Telinganya dipaksakannya untuk mendengar dan menafsirkan pada semua bunyi yang terdengar olehnya. Akan tetapi seluruh hutan rasanya sunyi dan sepi. bahwa yang didengarnya adalah bunyi pukulan jantungnya sendiri. Bagaimana jika harimau itu sungguh harimau yang dikirim oleh Wak Hitam untuk membalas dendamnya. Dia melepaskan ditahannya entah berapa lama. Akan tetapi ketegangan dan ketakutannya kembali dengan cepat.memukul-mukul. Telinganya seakan mendengar langkah yang halus. Tibatiba dia terkejut amat sangat. Karena tahu kini. karena tiba-tiba dia berpikir. tetapi tiba-tiba dia sadar. Maka dia masih punya kawan-kawan yang mendampinginya menghadapi harimau. karena dia telah meniduri Siti Rubiyah? Tiba-tiba dia memutar badannya dengan cepat. Dia seakan mendengar bunyi yang berat dan keras dung-dung-dung . yang berdebar-debar amat hebatnya. kaki-kaki berjingkatjingkat . dan mereka bertiga yang selamat pulang ke kampung. yang datang perlahan. alangkah baiknya jika dia tak mengusir kawankawannya tadi.dan memegang senapannya kuat-kuat. napas yang merasa agak lega. Bunyi-bunyi serangga malam yang biasanya memenuhi rimba pun seakan berhenti. dia memandang berkeliling penuh ketakutan. ketegangan yang menekan dirinya agak kendur. bahwa suara yang mengejutkannya tadi adalah pukulan jantungnya sendiri. dan lebih hebat lagi.

Kemudian dia melompat berbalik lagi. dan membesarkan api unggunnya yang kedua. Seakan kini dia mendengar telapak datang dari arah yang lain. Seluruh gerakgeriknya cepat dan penuh kegugupan. Lalu dia melompat memasang api unggun yang ketiga. Kemudian dia mengambil potongan-potongan dari onggokannya. Rasanya dia seakan tak sabar hendak menyalakan api unggun sekaligus. Dia berlari mengambil tangannya gemetar. Lalu dia mengambil keputusan dengan cepat.supaya jangan terdengar. dan setelah api menyala. Karena kegugupannya beberapa potong kayu yang menyala. Matanya mencoba menembus hitam daun-daun rapat dan gelap gulita di antara daun-daun. dan disusunnya menjadi api unggun yang kedua. dan ketegangan yang dirasakannya serasa tak tertahan lagi olehnya. Ketika dia memasang api unggun yang keempat. dan mencoba menembus gelap. akan tetapi kakinya hanya dua dan tangannya hanya dua. Dengan terburu-buru dia membungkuk. Dia hendak Tiraikasih Website http://kangzusi. menghembus-hembus bara merah. Jika dia tak berhasil menyatakan api pada percobaan yang pertama atau yang kedua. dan menyusun kayu di tempat lain. maka rasa tak sabarnya bertambah tinggi. dia berlari kembali mengambil lagi beberapa potong kayu yang menyala.com/ Dewi KZ 170 membuat api unggun yang melingkarinya dan dengan demikian nyala api berhenti dan hanya ujung kayu yang merah membara saja yang tinggal. Buyung . menyelamatkannya.

didorong oleh ketakutannya dan kemarahan hatinya yang amat sangat. yang tiap sebentar terjatuh ke atas api. Sanip datang. tak sadarkan dirinya. Wak Katok yang memegang senapan dengan tangan kirinya memindahkannya ke tangan kanannya.com/ Dewi KZ 171 payah. akan tetapi dalam kehebatan pergumulan. dan tanpa membidik menembak ke arah Pak Haji. bahkan sampai-sampai berkelahi dengan hebat.memberi isyarat. Buyung berdiri. sukar Sanip untuk dapat memberikan bantuan kepada Buyung. "Kuat sekali dia. Wak Katok terjatuh. Ketika dan itulah kecepatan Sanip pergumulan mendapat mereka mulai dan berkurang. Buyung mulai Tiraikasih Website http://kangzusi. Sanip dan Pak Haji datang menyerang dari jurusan yang lain. Wak Katok mengangkat kepalanya." kata Buyung kepada Sanip. untuk berputar ke tanah kembali. Dia lebih kuat dari Buyung dan memang lebih mahir ilmu silatnya. dan Buyung tiba di punggung Wak Katok. si tua ini. kesempatan menghayunkan sepotong kayu ke kepala Wak Katok. menggosok-gosok seluruh badannya yang kesakitan. Mereka membalikkan Pak Haji. dan . tak mengetahui Buyung datang menyerang dari belakangnya. Dia hanya melihat Pak Haji muncul dari semak-semak di depannya. Pak Haji jatuh tersungkur. dan melompat menyerbu hendak menyergap Wak Katok. Wak Katok berpindah tempat. Mereka terjatuh bergumul. Dengan cepat Buyung dan Sanip mendekati Pak Haji yang masih tersungkur di tanah. bunyi burung hantu.

"nanti juga dia sadar sendiri. dirinya masih dikuasai ketegangan yang amat sangat yang baru saja mereka alami. Buyung pergi memeriksanya. "Tak pecah kepalanya. dan menggosok kening dan muka Pak Haji. Buyung Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung dan Sanip bergegas mendekati Pak Haji. suaranya masih gemetar. Senyum kecil timbul di mulut Pak Haji. Matanya berisi pertanyaan.com/ Dewi KZ 172 mengangkatkan senapan memperlihatkannya kepada Pak Haji. Dia bergegas mengambil mesiu dan peluru dari kantong mesiu dan peluru yang disandang Wak Katok." kata Buyung." "Tak kusangka dia akan begitu. memandang pada mereka. "dan dia guru silat kita. Aku isi dulu senapan dengan peluru. Wak Katok masih terlentang pingsan di tanah. Buyung membasahi sepotong kain dengan air.melihat darah memenuhi dadanya. Mereka mengangkat Pak Haji ke dekat api." kata Sanip. dan mengisi senapan dengan cepat. dan membaringkannya baik-baik di dalam pondok." kata Buyung. Pak Haji membuka matanya. Kemudian dia mendatangi Sanip yang sedang membersihkan luka di dada kanan Pak Haji. Kemudian mereka membatut luka Pak Haji dan menutup pakaiannya kembali. "Coba periksa lukanya. dukun kita. Mengapa selama ini kita tidak tahu?" Mereka mendengar Pak Haji mengerang. "Sudah gila dia." kata Buyung. .

dan tak mungkin hidup sebagai manusia. Maafkan dia... manusia sendiri-sendiri tak dapat hidup sempurna. mencari Buyung dan Sanip. Sungguh kini aku sadari. tak mungkin lengkap manusianya. Ampuni dia. manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain.. Di sinilah kunci kemanusiaannya manusia yang diturunkan Tuhan kepada manusia. Sedang Tuhan dapat mengampuni segala dosa jika yang berdosa datang padanya dengan kejujuran dan . ambillah pelajaran dari apa yang terjadi." terbuka katanya perlahan.. Ingatlah ucapan Bismillahhirrokhmanirrokhiim.. Juga kita harus selalu memaafkan dan mengampuni orang-orang yang berdosa terhadap diri kita sendiri .. kehilangan kepercayaan pada manusia dan pada Tuhan... Kemudian matanya pada orang lain. kembali. Kita harus selalu bersedia mengampuni dan memaafkan kesalahan dan dosa-dosa orang lain.. Manusia yang mau hidup sendiri tak mungkin mengembangkan manusia lain. anak-anak. kita tak hidup sendiri di dunia . Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain. dan dia berkata: "Kalian masih muda. Aku salah selama ini."Syukurlah. Wak Katok jangan dibenci.. Manusia perlu Tuhan adalah yang Maha Pemurah dan Pengampun.. Manusia perlu manusia lain . aku pun kini sadar .. Tuhan ada. seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu kemanusiaannya. percayalah.

. wa asyhadu amia Muhammadarrosulullah Tuhanku .... bunuhlah kepalanya terkulai... manusia perlu bertuhan. kini aku sadar. Orang yang berkuasa. ampuni dosa-dosaku.penyesalan yang sungguh. selalu berbuat zalim.. Ya . dan dengan itu dengan membenci. Apalagi kita. sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu.... manusia yang biasa dan daif ini. Tiraikasih Website http://kangzusi. cintailah manusia. jika dihinggapi ketakutan.. tetapi pertama sekali merusak manusia dirinya sendiri.. kasihani Wak Katok .. akulah yang paling berdosa... sedang manusia hanya dapat seluruh manusia.Ashaduala ilaha Mallah... dan menjatuhkan hukuman tanpa ampun kepada sesama manusia? Aku tersesat selama ini. Aku lah yang paling tua. Tuhan ada... dan sesuatu seakan bergerak dalam dadanya. Engkau tak dapat hidup sendiri.. percayalah pada Tuhan . darah harimau dalam hatimu.. Orang yang membenci tidak saja hendak merusak manusia lain. bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri . Aku terlalu sombong dan angkuh .. ingatlah hidup orang lain adalah hidup kalian juga ...... mengertikah kalian. aku tahu kini." dan tiba-tiba .. di mana kekuasaan kita untuk menjadi hakim yang mutlak...com/ Dewi KZ 173 kemanusiaan hanya dapat dibina dengan mencinta.. dan bukan sempurna. aku telah menghukum menghukum diriku sendiri . akan tetapi hatiku dan pikiranku buta.... aku menghendaki manusia berikhtiar dan berusaha menjadi sempurna.

"Tinggal berdua kita. dan mereka duduk di depan pondok dekat api. Dengan sendirinya. bertekad untuk tak tidur sepanjang malam." "Kita apakan dia?" tanya Sanip. akan tetapi dia tak dapat menggerakkan tangan dan kakinya. akan tetapi akan berjaga-jaga terus.. Pak Haji pun telah meninggalkan mereka. Kemudian .com/ Dewi KZ 174 "Ikat dia baik-baik!" kata Buyung..mengalir ke luar dari mulutnya. Buyung memadamkan api-api unggun lain yang telah dipasang Wak Katok. dia mencoba duduk. dengan mengusir mereka ke dalam hutan yang gelap.. Sedang Sanip mengikat Wak Katok. Pak Haji masih hidup. "Tak cukup kayu hingga pagi. Buyung dan Sanip amat sangat terkejut. dan dia itu!" kata Sanip. dan malahan dia telah bersedia untuk membunuh mereka bertiga. selelah mereka berhasil merebut senapan. bahwa Wak Katok adalah pembunuh Pak Haji. bahwa mereka harus mengambil sikap terhadap Wak Katok. menutupkan kelopak matanya. jika api unggun begitu banyak dipasang semuanya.. Baru Buyung berpikir. Ketika Wak Katok sadar dari pingsannya. Tak terlintas dalam kepalanya untuk melakukan sesuatu terhadap diri Wak Katok. dan berkata dengan sederhana: "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un ." kata Buyung."* Mereka melipatkan tangan Pak Haji ke atas dadanya. Kini dia sadar. dan kemudian dia tahu. jika bukan karena dia. Kemudian mereka pindahkan Wak Katok yang masih pingsan ke dalam pondok. "Ya. Buyung kini yang mengambil pimpinan antara mereka berdua. dan berseru-seru: "Pak Haji! Pak Haji!" Akan tetapi Buyung menahannya. Sanip sampai menggoncang-goncang bahunya. Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa dia diikat.

"Bukan salahku. aku sumpahi kalian tujuh turunan . Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka berjalan berhati-hati sekali. Dia terkejut. mereka tiba di sungai kecil tempat mereka makan di pinggirnya. Ketika mereka tiba di tempat . melihat Buyung Buyung mengambil jalan memintas. "Lepaskan aku. Kadangkadang hingga ke pinggang mereka tinggi air. Mengapa aku kalian serang?" "Wak Katok mengirim kami mati. Buyung membawa mereka ke dalam sungai. Buyung dan Sanip diam saja." kata Wak Katok." kata Buyung. dan sinar matanya mengandung kemarahan dan kebencian. Buyung dan Sanip berdiri dan masuk ke pondok. aku kirim setan dan jin menyerang kalian. Hati Wak katok jadi senang sedikit. Dia akan dapat menakuti mereka. dan kemudian pergumulannya dengan Buyung. meloncat dari batu ke batu.. Pak Haji yang jatuh tersungkur ditembaknya. "Lepaskan aku. memanggil Buyung. berjalan memudiki sungai di dalam air. Dia mengangkat suaranya. Mereka masih muda dan belum berpengalaman. mati dengan perut gembung. Buyung dan Sanip akan dapat dikalahkannya. Akan mati kalian. Kemudian diangkatnya kepalanya sedikit.dia teringat apa yang telah terjadi. sebanyak mungkin tidak membuat bunyi dan ribut." dia berhenti." kata Buyung. Dia membalikkan kepalanya dan melihat mayat Pak Haji di sampingnya. Dekat sembahyang lohor. mengapa kalian ikat aku?" "Wak Katok sudah membunuh Pak Haji. dan turun sungai. dan melihat Buyung dan Sanip yang duduk membelakangi pondok dekat api. tetapi mengelakkan hutan gelap.com/ Dewi KZ 175 "Lepaskan aku.. kalau tidak aku malerai kalian.

Sanip dan Wak Katok datang mendekat. sarung parangnya. tiba-tiba Buyung menunduk memeriksa tanah di depannya. pakaian yang robek. sampai ke daun-daun di belukar . yang telah beberapa hari umurnya samarsamar di tanah. Di sana Sutan diserang harimau. terletak di tanah. Mereka berjalan perlahan-lahan..mereka makan. dan kemudian mereka melihat parangnya terlempar di bawah semak tak jauh dari sana. Dia melihat sepotong kain yang sobek.. Kemudian dia memberi tanda. dan dari tempat itu mereka mudah mengikuti apa yang telah terjadi. dan memasang telinganya dan memperhatikan rimba di sekelilingnya dengan cermat. Sanip dan Wak Katok menahan napas. Buyung merasa hatinya seakan berhenti berdetak... Buyung lama berdiri di tengah sungai... Mereka melihat apa yang tinggal dari Sutan tulang belulang. mereka terkejut . Buyung mengikuti jalan yang pernah mereka tempuh. dan tiba-tiba Buyung berhenti kembali. Buyung hanya dapat mengenalnya karena melihat bekasbekas daun yang dipatahkan mereka dulu. Buyung memberi isyarat kepada Sanip. Tetapi Tiraikasih Website http://kangzusi. dia terus rebah ke tanah.. sobek dirobek oleh kuku harimau. yang tak kelihatan oleh mata biasa. dan mereka naik ke darat.com/ Dewi KZ 176 . dan mereka melihat bekas-bekas darah tersebar di manamana. Dan setelah sepuluh menit berjalan.. Dia melihat jejak harimau yang sudah tua.

dan . "jangan merokok. jangan batuk. Buyung memberi isyarat supaya mereka berhenti. memasukkannya ke dalam buntelan yang dibuatnya dari kain sarungnya. Mari kita makan dulu." Mereka makan dalam keadaan siap sedia. diam-diamlah kita semua. tertegun.dengan sekuat tenaganya dia menguasai dirinya dan cepat bekerja mengumpulkan bekas-bekas Sutan yang sudah busuk. "Larilah. dan dengan hatihati dia mencari jejak harimau." katanya berbisik. Dalam kepalanya dia menyusun rencana untuk menunggu harimau." katanya. Ketika tiba di bawah sebuah pohon. bahwa jejak harimau mengikuti jejak-jejak mereka kembali ke tempat bermalam." Dan Wak Katok berhenti. Sejam kemudian dia melihat. "Mulai kini. harimau menunggu. ketakutannya pada harimau lebih besar lagi. Akan tetapi Wak Katok hendak lari. Dia tahu juga. Dia membawa mereka ke sebuah tempat yang agak terbuka tak jauh dari sana. Buyung tahu bahwa harimau masih terus memburu setelah dia menyerang dan memakan Sutan. Dia membiarkan kainnya diikat. dan kemudian memberi isyarat pada Wak Katok. bahwa harimau itu akan terus memburu. dan jangan ribut sedikit pun juga. Setelah selesai makan. dan Buyung berseru." kata Buyung. Buyung berbisik pada Sanip. "Ikut sajalah perintah. "Kaki Wak Katok kami ikat lagi. Kemudian dia memberi isyarat kembali. "Mengapa?" tanya Wak Katok.

com/ Dewi KZ 177 Tiba-tiba Wak Katok sadar apa yang dilakukan mereka.kemudian Buyung dan Sanip menyandarkannya ke pohon. Mula-mula Wak Katok diam. Wak Katok katanya guru dan pemimpin. dosa Wak Katok hendak membunuh kami. tak boleh engkau buat begitu." seru Wak Katok "Apa dosaku. Hutan terasa hening dan sepi. Tiraikasih Website http://kangzusi. Kami hanya hendak mengumpan harimau dengan harimau Lalu Buyung memberi isyarat pada Sanip. mantera palsu. kira-kira lima belas meter dari tempat Wak Katok terikat di pohon. dan sebelum Wak Katok menyadari apa yang mereka lakukan terhadap dirinya. Dalam hati Wak Katok selama ini bukan manusia yang bersarang. jimat palsu. "Pakailah segala ilmu Wak Katok untuk membuat tembakanku tepat sekali. dan mereka berdua menjauhkan diri." kata Buyung. "Tidak. Daun-daun seakan tak . kami lindungi jiwa Wak Katok. dan biarlah hakim yang mengadili Wak Katok di dunia ini. pimpinan palsu. dosa-dosa Wak Katok dahulu kami lupakan. dan telah membunuh Pak Haji." "Tapi bagaimana kalau tembakanmu meleset?" tanya Wak Katok dengan suara gemetar. kami maafkan. maka aku disiksa serupa ini?" "Dosa Wak Katok?" kata Buyung. dan Tuhan nanti di akhirat untuk dosa-dosa itu semuanya. "tetapi jangan takut. tapi Wak Katok telah memberi pelajaran palsu. akan tetapi ketakutannya semakin membesar." jawab Buyung. tetapi harimau yang buas. dia berkata: "Kalian buat aku jadi umpan harimau?" Matanya terbelatak. "dengarlah. maka Buyung dan Sanip telah mengikatkan badannya ke pohon. tidak. Tetapi Wak Katok telah menipu orang banyak. Dan dengan suara yang gemetar penuh takut dan ngeri. "Ya. dan lidahnya hampir kelu.

menjanjikan Sanip uang.. ilmu. harimau akan lebih mudah mendengarnya. Dia menoleh-nolehkan manusia primitip ketika melihat maut hendak datang hinggap di bahunya.. tolooooooong!!!! Tolooooooooooong!!! Kalian tinggalkan aku sendiriiiiiiiii! Bohong kalian. itu suara napas menghembus-hembus di dalam belukar. Wak Katok tak lagi dapat menahan dirinya. kretekkretek dahan dan daun kering . teriak . Kemudian dia menangis kembali. maka dia menangis terisak-isak.. maka harimau pun akan datang . dan setelah dia letih berteriak.. telah tibakah harimau. Dia tak lagi dapat menahan diri. teriak manusia yang dicekik kengerian dan ketakutan hati. sawah dan rumah kepada Buyung dan Sanip.bergerak kepalanya sedikit pun juga. kalian lari meninggalkan akuuuuuuuu! Buyuuuuuuuung!!! Toloooooooooong!!" Lama dia berteriak dan menjerit demikian. Ah. dan ketika ini juga tak berhasil. asal Sanip mau melepaskannya. akan tetapi tak dilihatnya mereka. harta.. dan berteriak sekeras-kerasnya.com/ Dewi KZ 178 akan lebih cepat tiba. dadanya seakan hendak mencari Sanip dan Buyung. "Buyuuuuuuuuung dimana engkauuuuuuuuu???? Aduuuuuuuuuh. hingga suaranya serak. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi tiba-tiba timbul pula takutnya lebih besar lagi.. dan lalu menjanjikan uang. lalu dia mencoba mengadu Sanip melawan Buyung. jika dia berteriak. dia hendak berteriak. Akan tetapi jika dia tak berteriak.

Perlahan dan halus sekali. Sanip sampai tak tahan. Dia melihat kepada Wak Katok yang terikat bersandar ke pohon di hadapannya. Kini mereka yang berhadap-hadapan. dan berbisik pada Buyung. Kemudian tibatiba Buyung mengangkat kepalanya. muncul. Wak Katok telah beberapa waktu diam..com/ Dewi KZ 179 berhari-hari. dia mengangkat senapan perlahan-lahan. mereka muka harimau yang telah memburu-buru Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan tetapi dia mengangkat kepalanya ketika mendengar harimau mengeram kecil. dan melihat muka harimau. dengan kepala terkulai. hanya sepuluh meter di depannya.pecah. Belum ada sesuatu yang terdengar. Hanya mata yang amat tajam sekali dan yang memperhatikannya dengan seksama gerakan daun dan dahan yang dibuai angin. karena keletihaan. Mereka Kemudian mereka mendengar seakan ada sesuatu bergerak dalam belukar di depannya. agak terbuka di Harimau itu memperhatikan hadapannya dan kemudian dia menegangkan tubuhnya dan sebuah geram kecil timbul di dalam rongga dadanya. yang telah menimbulkan korban begitu banyak diantara mereka. dan mereka melihat muka harimau dapat membedakan gerakan itu dengan menunggu dengan hati berdebar-debar. "Tak kasihan engkau?" Tetapi Buyung menggelengkan kepalanya. Perlahan-lahan belukar di depan mereka tersibak.. Sebuah tali nalurinya seakan dipetik berdenting . dia tempat .

dia dapat juga membiarkan hariamau menerkam Wak Katok dahulu. Dia tahu apa yang dilakukannya. dan yang ke luar dari mulutnya hanyalah bunyi napas yang dikejutkan ke luar. Buyung membidik hati-hati .. Sepanjang hari hatinya selalu bertanya-tanya. biarlah Wak Katok dibunuh harimau. memberatkan jari telunjuknya pada pelatuk senapan.. apakah dia tidak akan ketakutan dan tak kuasa membidik. membidikkan senapan tepat ke tengah antara kedua mata harimau.membuka mulutnya hendak menjerit.. Harimau itu merendahkan badannya.. akan tetapi tibatiba kepalanya jatuh terkulai.. Kemudian melintas dalam kepalanya... menunggu . Hatinya tertarik pada pikiran ini . Akan tetapi kini dia merasa seluruh badan dan pikirannya tenang..com/ Dewi KZ 180 terhempas melompat.... dan bunyi erang ketakutan yang menyayat hati. mati di tanah satu meter dari tempatnya . dia yakin pada dirinya sendiri. dan mereka melihat seakan harimau ditahan oleh sebuah tangan raksasa yang maha kuat di udara. tetapi dia seakan mendengar bisikan Pak Haji . bercampur dengan pekik erang sang harimau. dan kemudian baru dia menembak . siap hendak melompat . dan ketika harimau membuka mulutnya mengaum yang dahsyat berkumandang bergelombang di dalam hutan. Buyung membidik hatihati. meronta-ronta sebentar di tanah. dan kemudian diam.bunuhlah dahulu harimau dalam hatimu sendiri . Dengan gembira dia melihat tangannya tak gemetar. dan dia merasa khawatir. tangannya dan seluruh badannya akan gemetar jika melihat harimau. dan harimau Tiraikasih Website http://kangzusi.. dia menginsyafi bahaya besar yang mereka hadapi.

Dan Buyung melihat bahwa celana Wak Katok basah. Kemudian dengan hati-hati Buyung dan Sanip mendekati harimau. dan kita memasang pondok di tepi sungai.terbujur. Sanip melompatlompat dan melonjak-lonjak kegirangan. Dia menarik napas lega. Dia hanya jatuh pingsan ketakutan. Buyung melepaskan tali ikatan Wak Katok. "kita bermalam saja di sini malam ini." Petang itu mereka masih sempat menguburkan sisa-sisa Sutan. dan Wak Katok duduk terikat kaki dan tangannya dekat api. Buyung dengan cepat mengisi senapan kembali. Tinggallah hanya kini kenangan sayu pada kawan-kawan yang telah jadi korban. dan keduanya lalu berteriak kegirangan melihat harimau telah mati. Dalam malam ketika mereka duduk dekat api unggun yang mereka pasang lebih besar dari biasa. melihat apakah harimau benar-benar telah mati." kata Buyung. dan Wak Katok tergelincir jatuh ke tanah. Harimau itu sungguh besar. Peluru tepat mengenai tempat di tengah-tengah kedua matanya. Buyung dan Sanip duduk . Dengan cemas Buyung memeriksa pukulan jantungnya. "Mari kita kuliti dia cepat. Wak Katok masih hidup. Habislah mengalir lalu segala ketegangan dan ancaman ketakutan yang dahsyat dan ngeri yang mereka derita sejak berhari-hari. dan beberapa saat mereka menunggu.

Seakan di celah lidah-lidah api dia dapat melihat Siti Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok tak pernah lagi membuka mulutnya sejak dia sadar dari pingsannya. Buyung duduk memandangi lidah-lidah api yang menari-nari. Jika demikian dirinyalah yang dipikat oleh Siti Rubiyah. Dia akan memasang jerat lain untuk menangkap kancil untuk Zaitun.. dan dia tak merasa benci pada Siti Rubiyah. bahwa bukan saja dengan tarikan pelatuk senapan dia telah menembak mati harimau rimba yang buas. Sebuah kesadaran baru timbul dalma dirinya. Akan tetapi dia tak menyesal. di saat itu sungguh dia amat terpedaya oleh suara iblis yaip membisikkan ke telinganya untuk menahan pelatuk. Kegembiraan yang terasa olehnya duduk demikian dekat api unggun seperti dulu masih belum kembali. agar harimau menerkam Wak Katok lebih dahulu .. bahwa harimau dalam hatinyalah yang berbisik demikian. ketika dia menarik pelatuk..diam-diam. ingat pada kata-kata Pak Haji. dan dia melawannya dengan kuat.akan tetapi dia sadar. Mereka tak bernafsu untuk berbicara banyak kini. Buyung tersenyum pada dirinya sendiri . kemudian dia teringat pada saat penuh ketegangan.com/ Dewi KZ 181 Rubiyah. Dia teringat pada apa yang telah terjadi selama beberapa hari yang lalu.. akan tetapi juga harimau di dalam dirinya sendiri. Dan dia merasakan. ketika dia membidik harimau. . dan jari menekan pelatuk senapan.

. dia tak akan kembali memenuhi janjinya pada Siti Rubiyah. ya. Dia tahu benar kini.? Setiap orang wajib melawan kezaliman di mana pun juga kezaliman itu berada.bunuhlah dahulu harimau dalam dirimu .. mereka esok akan pulang ke kampung dan tahu. Sanip. dia akan belajar dan berusaha jadi manusia yang hidup dengan manusia lain . dan pura-pura menutup mata terhadap kezaliman yang menimpa diri orang lain . Untuk membina kemanusiaan perlulah mencinta.Sebuah kesadaran baru tentang hidup dan manusia terasa tumbuh dalam dirinya.. orang sendiri tak dapat hidup sebagai manusia. Dia kini mengerti benar apa yang dimaksud oleh Pak Tiraikasih Website http://kangzusi.... Buyung merasa sesuatu yang segar . Siapakah yang menyangka hal-hal yang demikian dalam diri Pak Balam. Wak Katok. Manusia di mana juga di dunia harus mencintai manusia... telah habis dia kini tahu bahwa hidup manusia tak semudah yang disangkanya... Pak Haji.. Talib dan Sutan . Salahlah bagi orang memencilkan diri. dia akan mulai mencintai Zaitun . atau ada dan tak adanya kezaliman tidak boleh diukur dengan jauhnya terjadi dari diri seseorang.. dia akan mencintai manusia. Apa yang terjadi antara Siti Rubiyah dengan dia adalah sebagai air sungai yang telah mengalir jauh di belakang -telah tertutup.. besar kecil kezaliman.. dan untuk menjadi manusia haruslah orang terlebih dahulu membunuh harimau di dalam dirinya.com/ Dewi KZ 182 Haji dengan kata-katanya .

Sejak zaman Jepang ia telah aklif dalam lapangan penerangan." TAMAT BIO DATA PENULIS MOCHTAR LUBIS .. Selain sebagai wartawan ia dikenal sebagai sastrawan.. dan berkata : "Sanip. diikat dengan suasa.. warnanya merah hati ayam." Sanip tertawa: "Jika engkau ingin batu cincin. bagus sekali kalau digosok. "Karena di antara batu-batu jimat itu. dan berpaling pada Sanip. Pada waktu pemerintahan rezim Sukarno. ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. ada yang aku sayangkan kita membuang jimat-jimat Wak Katok ke dalam api. ikatan mantera dan ikatan jimat yang palsu. seakan sebuah beban berat yang selama ini menimpa kepala dan seluruh dirinya telah terangkat. Cerita-cerita pendeknya dikumpulkan dalam buku SiJamal . kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang lelah dilarang terbit. ada sebuah batu yang sebenarnya baik dibuat cincin. Pinggangnya terasa bebas lepas dari ikatan jimat-jimat palsu yang diberikan Wak Katok .pengarang ternama ini dilahirkan tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Ia turut mendirikan Kantor Berita 'Antara'. esok kita cari di sungai. Buyung tersenyum.com/ Dewi KZ 183 majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya.memasuki dirinya. Alangkah enaknya merasa jadi manusia kembali.." "Mengapa?" tanya Sanip heran. Ia mendirikan Tiraikasih Website http://kangzusi. lepas dari ikatan takhyul..

Selain itu. Sedangkan Maut dan Cinta (Pustaka Jaya 1971) mendapat hadiah Yayasan Jaya Raya. Senja di Jakarta yang mula-mula terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Twilight in Jakarta (1963) dan terbit dalam bahasa Melayu tahun 1964. Kisah-kisah dari Eropa (1952). Sedangkan romannya yang telah terbit: Tidak Ada Esok (1950). Jalan Tak Ada Ujung (1952) yang mendapat hadiah sastra dari BMKN. Kadang-kadang ia pun menulis esai dengan nama samaran Savitri dan juga menterjemahkan beberapa karya sastra asing seperti Tiga Cerita dari Negeri Dollar (1950).(1950) dan Perempuan (1956). . Pada tahun 1950 ia mendapat hadiah alas laporannya tentang Perang Korea dan tahun 1966 mendapat hadiah Magsaysay untuk karya-karya jurnalistiknya. romannya yang mendapat sambutan luas dengan judul Harimau! Harimau! (Pustaka Jaya 1975) telah mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama sebagai buku terbaik tahun 1975.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful