MOCHTAR LUBIS HARIMAU! HARIMAU! Yayasan Obor Indonesia Jakarta, 1993 Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam I orbitan (KDT) LUBIS, Mochtar Harimau-Harimaii/Mochtar Purnama Sidhi. - Eil. 1. -Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992 vi + 214 hlm.: 17 cm. ISBN 979-461 -109-3. Judul. 813 Judul: Mochtar Lubis, Harimau! Harimau! Copyright © Mochtar Lubis Hak Cipta dilindungi Undang-Undang • Ali rights reserved Celakan pertama sampai dengan keempat oleh P.T. Dunia Pustaka Jaya Diterbitkan ulang pertama kali Lubis; ilusirasi, Ipong

oleh Yayasan Obor Indonesia, anggota IKAPI DKI Jakarta Edisi pertama : Mei 1992 Edisi kedua: September 1993 YOI: 149.10.8.92 Desain Sampul: lpong Purnama Sidhi Alamat Penerbit: Jl. Plaju no.lOJakaita 10230 Telp. 32448$; 32697$ Fax. (021)324188

Sebagian terbesar bagian hutan raya tak pernah ……..melintas ketakutan lewat sudut jalan-jalan dan tanah lapang meratap kengerian angin lalu ada yang tidur yang lain bangun hati berdebar cemas turunlah hujan semuanya teror dan sunyi sepi…… dijejak manusia dan di dalam hutan raya hidup bernapas dengan kuatnya. Berbagai margasatwa hidup dan di serangga dalamnya. penghuninya mempertahankan

Demikian pula tanaman dan bunga-bunga anggrek, yang banyak merupakan mahkota di puncak-puncak pohon tinggi. Di bahagian atas hutan raya hidup siamang, beruk

1
Hutan Raya terhampar di seluruh pulau, dari tepi pantai tempat ombak-ombak samudera yang terentang hingga ke Kutub Selatan menghempaskan diri setelah perjalanan yang amat jauhnya hingga ke puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi dan setiap hari diselimuti awan tebal. Hutan raya berubah-ubah wajahnya. Yang dekat pantai merupakan hutan-hutan kayu bakau, dan semakin jauh ke darat dan semakin tinggi letaknya, berubah pula kayu-kayu dan tanaman di dalamnya, hingga tiba pada pohon-pohon besar dan tinggi, sepanjang masa ditutup lumut, yang merupakan rendarenda terurai dari cabang dan dahan.

dansebangsanya dan burung-burung; dan di bawah, di atas tanah, hidup harimau kumbang, gajah dan beruang; di sepanjang sungai tapir, badak, ular, buaya, rusa, kancil dan ratusan makhluk lain. Dan di dalam tanah serangga berkembang biak. Banyak bagian hutan raya yang menakutkan, yang penuh dengan paya yang mengandung bahaya maut dan hutan-hutan gelap yang basah senantiasa dari abad ke abad. Akantetapi pula ada bahagian yang indah dan amat menarik hati,tak ubahnya seakan hutan dalam cerita tentang dunia peri dan bidadari, hutan-hutan kecil yang dialasi oleh rumput hijau yang rata, yang seakan selalu dipelihara dan dibersihkan, dikelilingi oleh pohon-

pohon cemara yang tinggi dan langsing semampai dan yang menyebarkan wangi minyak cemara ke seluruh hutan. Di tengah hutan yang demikian sebuah anak sungai kecil, dengan airnya yang sejuk dan bersih mengalir, menccraeah, menyanyi-nyanyi dan berbisikbisik, dan akan inginlah orang tinggal di sana selamalamanya. Di dalam hutan terdapat pula sumber-sumber nafkah hidup manusia, rotan dan damar dan berbagai bahan kayu. Manusia yang dahulu hidup di dalam hutan seperti binatang, dan kemudian meninggalkan hutan untuk membangun kota dan desa, kini pun selalu kembali ke dalam hutan untuk berburu atau mencari nafkah. Mereka bertujuh telah seminggu lamanya tinggal di dalam hutan mengumpulkan damar. Pak Haji Rakhmad, yang tertuadi antara mereka. Pak Haji demikian panggilannya sehari-hari, telah berumur enam puluh tahun. Meskipun umurnya telah selanjut itu, akan tetapi badannya masih tetap sehat dan kuat, mata dan pendengarannya masih terang. Mendaki dan menuruni gunung membawa beban damar atau rotan yang berat,

menghirup udara segar di alam terbuka yang luas, menyebabkan orang tinggal sehat dan kuat. Pak Haji selalu membanggakan diri, bahwa dia tak pernah sakit seumur hidupnya. Dia bangga benar tak pernah merasa sakit pinggang atau sakit kepala. Di waktu mudanya ketika dia berumur sembilan belas tahun, dia pernah meninggalkan kampungnya, dan pergi mengembara ke negeri-negeri lain. Ada lima tahun lamanya dia bekerja di kapal. Dia pernah tinggal dua tahun di India, belajar mengaji di sana. Pak Haji juga pernah mengembara ke negeri Jepang, ke negeri Cina, ke benua Afrika dan ke bandarbandar orang kulit putih dengan kota-kotanya yang ramai. Akan tetapi kampung halaman memanggilnya juga kembali. Dan setelah dua puluh tahun mengembara, akhirnya Pak Haji menunaikan ibadah haji, dan kemudian kembali ke kampung. Dia kembali bekerja mencari damar, seperti yang dilakukan oleh ayahnya dahulu, dan yang telah dilakukannya pula sejak dia berumur tiga belas tahun mengikuti ayahnya. Pak Haji selalu berkata, setelah merasakan semua

baru berumur sembilan belas tahun. yang dianggap seorang pemimpin dan disegani orang banyak. Bibirnya penuh dan tebal. Talib berumur dua puluh tujuh tahun dan telah beristri dan beranak tiga. Wak Katok berumur lima puluh tahun. matanya bersinar tajam. juga telah beristri dan punya empat anak. Mereka juga belajar ilmu sihir dan gaib padanya. Mereka melihat wak Katok merupakan salah seorang yang dituakan di kampung. Yang muda-muda di antara mereka bertujuh. dia lebih senang juga jadi orang pendamar. Orangnya resmi Wak Katoklah yang merupakan . otot-otot tangan dan kakinya bergumpalan. rambutnya masih hitam. Tampangnya masih serupa orang yang baru berumur empat puluhan saja. Sanip berumur dua puluh lima tahun. dan Buyung. Anak-anak muda itu semuanya murid pencak Wak Katok. Mereka tak pernah meragukan kebenaran kata-kata dan perbuatannya. yang termuda di antara mereka. Sutan. Secara tak pemimpin rombongan pendamar itu. kumisnya panjang dan lebat. berumur dua puluh dua tahun dan telah berkeluarga. Dia terkenal juga sebagai pemburu yang mahir. Dia juga ahli pencak dan dianggap dukun besar di kampung. Perawakannya kukuh dan keras. Anggota rombongan yang ketujuh ialah Pak Balam yang sebaya dengan Wak Katok.pengalamannya di dunia.

Mereka termasuk orang baik di mata orang sekampung. Menurut cerita. meninggalkan suami dan anakanaknya.. Kata orang dia dapat bertemu dengan hantu dan jin. akan tetapi kuat bekerja. ketika beruang menghadangnya di hutan. pernah seseorang yang tergila-gila padaseorang perempuan. orang hanya berani berbisikbisik saja tentang ini. dia pernah berpencak melawan seekor beruang. disegani. Dan tentang ilmu sihirnya. dan mahir sebagai dukun. dan uangnya selalu habis untuk membeli segala rupa obat.. dan sejak itu tak pernah lagi dapat beranak. Akan tetapi dengan berombongan tujuh orang bersamasama.. Pak Balam juga dihormati orang. karena termashurahli pencak. menderita penyakit malaria ketika hamil di Tanah Merah. Wak Katok dihormati. Isterinya terusmenerus sakit. Dia tak punya anak. Banyak cerita lain tentang kejagoan Wak Katok. si perempuan sampai minta cerai dari suaminya. Diceritakan orang juga. yang telah berani ikut mengangkat senjata melawan Belanda. mereka merasa lebih aman dan lebih dapat bantumembantu melakukan pekerjaan. bahwa dulu. sewaktu dia masih muda. dan masing-masing menerima hasil penjualan damar yang dikumpulkannya sendiri. Orang kampung . yang menganggapnya sebagai seorang pahlawan.di kampung. Khadijah. Dan beruanglah yang kalah dan lari masuk hutan. Mereka bertujuh selalu bersama-sama pergi mengumpulkan damar. Dia pernah ditangkap pemerintah Belanda di waktu apa yang dinamakan pemberontakan komunis di tahun 1926. dan dibuang oleh Belanda selama empat tahun ke Tanah Merah. badannya kurus. Isterinya. kandungannya keguguran. minta pada Wak Katok dibuatkan gunaguna untuk merebut hati perempuan itu. yang mengikutinya dahulu ke pembuangan. Benar juga. dan malahan agak ditakuti. meskipun mereka sebenarnya tak berkongsi.pendiam.

Pak Haji kelihatannya senang dikesampingkan begitu. Mereka baik dalam pergaulan. Dia seorang yang saleh beragama dan pasti bukan orang komunis. dan tidak percaya pada agama. Akan tetapi orang kampung kurang mengerti dia. duduk mengobrol di kedai kopi seperti orang lain. Mula-mula orang kampung mengatakan dia jadi angkuh karena telah lama di luar negeri. Mereka orang-orang wajar seperti sebagian terbesar orang di kampung. mereka ikut bekerja besama-sama ketika ada orang . memaksa rakyat membayar macam-macam pajak baru.tahu. Pak Balam dan kawankawannya dahulu bangkit menekan rakyat. dan rakyat tidak lagi merasa hidup bebas dan merdeka. karena umurnya dan hajinya. Dia tak hendak jadi pemimpin di kampung. akan tetapi lama-lama orang biasa juga dengan tingkahnya yang aneh. dia seakan mengasingkan diri. Sejak dia pulang dari pengembaraannya ke dunia luar. pergi sembahyang ke mesjid. memencilkan diri di kampung. Sutan. dan orang kampung pun tidak lagi mengacuhkannya. bahwa Pak Balam bukan seorang komunis. karena Belanda terlalu keluarganya. Talib dan Sanip juga termasuk anak muda yang dianggap sopan dan baik di kampung. Buyung. baik pemimpin agama maupun masyarakat. Pak Haji dihormati orang di kampung. meskipun dipaksa-paksa oleh melawan Belanda. Karena orang komunis tidak mengakui adanya Tuhan. Dia tak hendak menikah.

Mereka adalah ayah. Tetapi sekali ini dia mengatakan. mereka marah. saudara dan kawan yang baik. atau keris.membangun rumah. tempat mereka bermalam di tengah hutan. Dan kini mereka bekerja di dalam hutan raya. mereka mimpi. Senapan lantaknya sudah amat tua. Senjata adalah perhiasan letaki. Biasanya jarang dia membawa senapan jika men-damar. suami. hendak mengajak mereka memburu rusa. berganti-ganti dengan Wak Katok. Pisau belati. memperbaiki jalan-jalan. akan tetapi bagus sekali. Mencari nafkah untuk keluarga. 0oo0 2 Wak Katok membawa senapan lantaknya. atau parang di pinggang adalah pelengkap pakaian letaki. Senapan hanya dipakainya jika berburu rusa atau babi. Buyung amat senang dengan senapan itu. Mereka tak berbeda dari orang lain. Dia senang menyandangnya. Dan . kesal. Laras besinya penuh dengan ukiran halus. Mereka adalah manusia biasa. mereka berharap. sedih seperti juga orang lain di kampung. bandar atau pun menyelenggarakan perhelatan. yang dua bulan lalu acap datang memasuki huma Wak Hitam. Mereka tertawa. mereka menangis.

dan gagangsenapan dari kayu mahoni cokelat kehitaman akan kelihatan halus dan berkilau seperti beludru. senapan lantak memaksa orang harus mahir dan tepat membidik dan . Barulah senapan dapat ditembakkan. Senapan lantak terlalu lamban untuk dibawa berburu. didorong lagi ke dalam. rusa atau babi telah lama lari dan menghilang. Kemudian peluru dimasukkan. dan selalu menjaga dan membersihkannya baik-baik. Wak Katok suka juga meminjamkan senapannya kepada Buyung. maka senapan selalu dikembalikan jauh lebih bersih dan diminyaki pula. Sekikis debu pun atau bekas mesiu tak ada yang tertinggal. hingga laras besi bersinar biru tua berkilauan ditimpa cahaya. Tiap kali setelah Buyung meminjamnya. Lalu mesiu dilantak dengan tongkatnya. beratus kali. Telah dua tahun lamanya dia menyimpan uang untuk membeli sebuah senapan. karena dia tahu Buyung senang pada senapan. Tapi dia tak bermaksud membeli senapan lantak yang kuno.senapan di bahu lebih lagi memberi rasa gagah dan perwira pada seorang letaki. Dan sedang kita berbuat demikian. supaya padat. Mula-mula harus dimasukkan tepung mesiu melalui laras depan. Akan tetapi. Buyung akan menggosok laras senapan berulang-ulang. Buyung telah lama ingin mempunyai senapan sendiri.

bahwa dia sendiri pun tak dapat memperbaiki tembakan Buyung. Wak Katok sendiri pernah datang dari Wak Katok. Buyung merasa amat bangga dan namanya sebagai penembak yang mahir mulai termashur di kampung. Karena itu dia yang terpandai di seluruh kampung. Karena menurut cerita orang di kampung.menembak. Buyung bangga benar dengan kepandaiannya menembakkan senapan lantak. Dia pernah membidik seekor babi yang sedang lari. Sungguh sebuah pujian besar sang babi. harus kena dengan tepat. Sekali bidik dan sekali tembak. pelurunya menembus mata kiri seekor babi yang datang menyerang. yang dibidiknya tepat di belakang kupingnya. Hampir selalu kena sasarannya. dan di sanalah peluru mengenai memujinya. dia mahir mencium kebiasaan dan ketakuan berbagai rupa mahkluk hutan. tak seorang juga yang dapat menandingi Wak Katok perkara menembak dan berburu. . Jarang benar dia meleset. Pujian dari Wak Katok sebagai pemburu yang termahir dan penembak merupakan semacam pengangkatan resmi juga untuk Buyung. Wak Katok pandai membaca segala macam jejak di hutan. Jika tidak maka akan hilanglah kesempatan menembak untuk kedua kalinya. Sejak kecilnya Buyung telah mendengar cerita-cerita tentang kejagoan dana kebesaran Wak Katok. Wak Katok dalam kemarahan hatinya ketika itu mengatakan. ketika dalam berburu babi ramai-ramai dengan orang kampung.

letaki atau perempuan. Buyung dan kawan-kawannya selalu bermimpi akan diberi pelajaran oleh Wak Katok ilmu sihir yang dahsyat.sungguh merasa beruntung dapat ikut mendamar dalam rombongan Wak Katok. Sebagai dukun dia terkenal ke kampung lain. Wak Katok dapat membunuh lawannya. Dia telah jatuh cinta benar pada si Zaitun. atau binatang buas yang lain. kaki atau pisau mengenai lawannya. dia punya ilmu pemanis untuk orang muda. perut atau ulu hati lawan. yang dapat mengelakkan bahaya ular. jimat supaya kebal terhadap senjata. Dia terutama sekali ingin dapat belajar mantera pemikat hati gadis. jika bersilat. dan dia punya mantera untuk menghilang. membuat orang menerima permintaan seseorang. anak Wak . dia punya mantera dan jimat supaya orang selamat dalam perjalanan. tanpa tangan. Cukup dengan gerak tangan atau kaki saja yang ditujukan ke arah kepala. hingga tak dapat terlihat oleh orang lain. dia punya ilmu yang dapat membuat seseorang sakit perut sampai mati. atau jimat supaya kebal terhadap racun ular. Dia pandai mengobati penyakit biasa. Menurut cerita orang. membuat orang jatuh sayang atau takut atau segan. dan lawannya pasti akan jatuh. akan tetapi juga dapat mengobati perempuan atau letaki yang kena guna-guna. mati terhampar di tanah. dia dapat membuat orang muntah darah sampai mati. dia pandai membuat jimat yang ampuh. dan malahan diterima pula menjadi murid pencak dan ilmu sihirnya.

Buyung dan kawan-kawannya juga amat ingin mendapat ilmu menghilang.. jika dapat ilmu demikian. Akan tetapi kadang-kadang. kata Wak Katok.. Dan mata Zaitun akan mencari matanya. dan Buyung pun sejak kecil berkawan dengan Zaitun.. darah masih panas. Dia telah bermimpi tentang hal-hal yang dapat dilakukannya.. dan seakan tak tahu bahwa Buyung lewat dekatnya. atau lagi mandi . jika mereka bertemu di jalan yang menuju pancuran. Ilmu ini hanya untuk membela perempuan. akan tetapi sang gadis seakan acuh tak acuh saja. Akan tetapi tak boleh engkau pakai untuk menggoda isteri orang. Kadang-kadang Zaitun tersenyum amat manis sekali kepadanya.Hamdani. darahnya berdebar teringat pada kemungkinan ini. jika melihat Buyung dari jauh datang hendak berpapasan dengan dia. alangkah mudahnya dia mengintip Zaitun lagi tidur. Pak Lebai di kampung. Ayah Buyung bersahabat dengan ayah Zaitun. Tetapi Wak Katok belum hendak memberikan ilmu ini kepadanya. Engkau masih terlalu muda. maka dari jauh-jauh dia telah membuang mukanya. nanti engkau buat tergila-gila padamu semua perempuan di kampung ini. Ketika mereka masih kehormatan letaki. dan alangkah mudahnya dia menjadi kaya jika dia punya ilmu serupa itu . atau jika engkau sungguh cinta dan hendak memperistri seorang perempuan. dan memancarkan cahaya yang penuh arti. pura-pura asyik bercakap-cakap dengan kawan-kawannya. kalau kita dihina ..

penuh bunyi suling dan orang menyanyi. Jika Zaitun demikian. dan menyapa Buyung dengan "kakak" padahal. jika Zaitun datang ke rumahnya. Tetapi. Tiba-tiba saja Zaitun telah jadi seorang gadis. Buyung tak tahu apa perasaan Zaitun yang sebenarnya terhadap dirinya. Zaitun seakan menjauhkan diri. Kadang-kadang Zaitun baik sekali. ketika dia berumur dua belas tahun. tiba-tiba saja. ketika Zaitun berbicara dengan ibunya. Buyung hanya setahun saja lebih tua. dan mereka tak lagi dapat bergaul sebebas dahulu. dan kakinya serasa tak berpijak lagi di lantai. maka Buyung merasa hatinya seakan terlonjak. dan kebetulan Buyung ada di rumah. . maka jangankan melihat Buyung saja pun dia tak mau. Tetapi kadang-kadang. Bagaimana hendak memikat hati gadis yang demikian. Jika dia disuruh ibunya ke rumah Buyung membawa kiriman masakan. dan kini dia telah jadi seorang muda. maka Zaitun berbuat tak acuh sama sekali. mereka sering main bersama-sama. terlambaung ke langit yang ketujuh. maka terkadang dia baik dan manis sekali pada Buyung dan akan tersenyum manis pula dan dia kelihatan amat cantiknya. sehingga Zaitun nienangis.kanak-kanak. dan hampirhampir mereka tak pernah bertemu lagi. dan sekelilingnya terasa olehnya terang benderang. dan jika Buyung mendekat. dia menegur Buyung. Dan dia ingat sering menggangu Zaitun terlalu sekali.

kalau tidak dengan mantera Wak Katok? Buyung bersedia melakukan apa saja. Dia pun sudah sekolah. asal Wak Katok mengajarkan mantera yang diperlukan." terdengar olehnya suara ibunya berkata dengan bangga. Buyung mendengar dari kamar di sebelah. Sedang Buyung menganggap dirinya telah dewasa. Kelihatannya baik takunya. Dia telah berumur sembilan belas tahun." Hati Buyung berdebar-debar. dia telah tamat sekolah rakyat. Buyung pernah mendengar mereka membicarakan hal ini. dan rajin sembahyang dan mengaji. ketika ayah dan ibunya menyangka." sahut ibu Buyung." "Si Buyung pun sudah besar." terdengar suara ayahnya. ketika Zaitun datang membawa makanan untuk ibu Buyung dan setelah Zaitun pergi. "Kiranya Zaitun senang padanya?" "Semua gadis kampung akan suka bersuamikan Buyung." "Ya. Di mata ibunya. ayah dan ibunya. Tetapi ayah dan ibunya berhenti membicarakan Zaitun. bahwa dia tak ada di rumah. ayahnya berkata : "Si Tun sudah gadis benar." kata ayahnya. Ayahnya tertawa. dia telah tamat Qur'an sampai dua kali. Sudah sembilan belas tahun umurnya. "dia rajin bekerja di rumah. Buyung tahu bahwa orang tuanya. berkenan menerima Zaitun sebagai menantu. Dan dia pun sudah pandai bekerja. Ini terjadi pada suatu petang. "Sebenarnya sudah boleh kita kawinkan dia. dan berkata : "Di matamu tak ada anak yang lebih gagah lagi dari anakmu sendiri." kata ibu Buyung. dan dia pun sudah pandai mencari nafkah sendiri. dia masih tetap saja seorang anak kecil yang belum dewasa. Dan tak juga terjawab . Dia pandai pula menjahit. "Entahlah si Buyung itu.

akan tetapi dia sendiri ingin memilih isteri. dan isterinya memilih dia pula. Akan tetapi hatinya terobat juga mengingat. Pak Lebai senang padanya. Kadang-kadang serasa hilang akal Buyung memikirkan perkawinan itu. tiap kali mereka berjumpa. keadaan bagaimana Buyung. meskipun kedua orang tua mereka menyetujui biasanya orang kawin menurut pilihan yang dilakukan orang tua saja. Buyung dalam hati sebenarnya tak melihat sesuatu halangan meragukan hanyalah bagaimana sebenarnya hati Zaitun sendiri terhadap dirinya. bahwa ayah Zaitun. bagaimana dan pekerjaannya pengajiannya. tetapi anjingnya terkenal amat berani. Jika anjing lain hanya menyatak-nyatak saja bila mengerubungi babi. bahwa jika Zaitun tak merasa seperti yang dirasakannya. Buyung merasa. dan dia selalu mencari menanyakan damar. apakah Zaitun suka padanya. bahwa ayah dan ibunya ternyata senang dan suka pada Zaitun. seperti dia cinta pada Zaitun. Yang . maka anjing Buyung biasanya yang pertama menyerang. Buyung merasa amat bangga dalam hatinya. bahwa untuk menikah dengan Zaitun. Buyung tahu. karena Pak Lebai amat suka berburu. Pak Lebai selalu bersikap baik padanya. sebagainya. Susah juga hati Buyung sebentar ketika itu. Buyung hanya punya seekor. Buyung tahu. Dan malahan Pak Lebai pernah meminta pikiran Buyung tentang bagaimana melatih anjing untuk berburu. maka rasanya tak puas hatinya akan kawin dengan Zaitun. Cintakah Zaitun padanya.pertanyaan. Pak Lebai punya empat ekor anjing berburu.

di bawah bantal. Pamannya selalu bertanya. supaya Zaitun setiap saat ingat padanya. Apalagi bersugi tembakau. Alangkah cantiknya Zaitun. dan giginya putih dan teratur. terurai sampai ke bawah pinggang. Dan pamannya tak berhenti-hentinya mengeluh tentang sugi bibinya ini. di ruangan tamu. maka dia suka lupa dan melempar paman dengan suginya yang besar. dan amat hitam warnanya. dan kakinya cantik sekali. maka Zaitun tidak akan diizinkannya makan sirih dan kapur yang menghitamkan gigi. Dan kalau dia berkelahi dengan paman. mengapa bibi tak dapat membuang sugi dengan teratur ke tempat ludah. sugi tembakau bibinya bergerak di mana-mana. Pergelangan kakinya ramping. Buyung telah memutuskan dalam hatinya. di dapur.. Kulitnya kuning langsat.. meskipun dia tak makan sirih. Bibirnya merah. membuat Zaitun jatuh cinta jika nanti dia kawin dengan Zaitun. di atas meja. rindu padanya. dapat. Rambut Zaitun panjang. Buyung pernah mengintip Zaitun sedang mandi dengan kawan-kawannya di pancuran. Jangan seperti bibi Buyung.bagaimana padanya. berombak-ombak. Dan sugi bibinya besar-besar.. bahwa . hampir sekepal tinju menurut cerita pamannya. di tangga. dan supaya dirinya selalu terbayang di depan matanya. Pinggangnya amat ramping. seperti kini dia selalu membayangkan Zaitun.

Mereka menyanyikan lagu sedih. dan dia akan ditertawakan dan diolokolokkan oleh seluruh kampung. Dalam hatinya Buyung amat ingin lekas menjadi lebih begitu inginnya dia hendak apabitakah kekasihnya . Suara Zaitun amat merdu. Suaranya amat halus dan merdu. Pernah juga Buyung mendengar tak pernah berhasil melatih bibinya Zaitun menyanyi di pancuran bersama dengan kawankawannya. Waktu mengaji pun suaranyalah yang paling lembut dan merayu. Entahlah kini. karena teringat apa kata orang sekampung. Ayat-ayat Kitab Suci. dan Zaitun selalu jadi bintang penyanyi kelasnya..dan bertanya-lanya dirindukannya akan pulang ke kampung.. lagu seseorang yang rindu pada kekasihnya yang pergi jauh yang merantau. Hampir saja Buyung ke luar dari tempat persembunyiannya.seperti perempuan lain yang makan sirih dan bersugi? Tetapi pamannya menyimpan sugi demikian. Telah lama Buyung tak mendengar Zaitun menyanyi. Zaitun sekelas lebih rendah dari Buyung. alangkah malunya . jika Zaitun yang membacanya terdengar seratus kali lebih menarik dari jika dibacakan oleh Pak Lebai. jika dia ketahuan mengintip gadis-gadis yang sedang mandi? Aduh. Tetapi itu dahulu. mendengarkan lagu Zaitun dari dekat. Buyung tak hendak mengalami serupa ini dengan Zaitun.. Akan letapi dia menahan dirinya kuatkuat. Di waktu mereka sama-sama sekolah.

dan suara Talib menyampaikan ratap tangis orang yang kesepian. tua atau muda. yang telah menikah. yang kehilangan. Umpamanya Sutan. Jika mereka sedang duduk di sekeliling api unggun di tengah rimba.dewasa dan letaki yang matang. sekali lagu gembira. yang lebih pandai bersilat dari dia. sedusedan kawannya yang lain. meskipun mereka sama-sama murid Wak Katok. Sanip selalu membawa sebuah dangung-dangung dalam saku bajunya. Bunyi dangungdangung yang hilang-hilang timbul. berpantun yang sedihsedih. Dia bersawah. dan amat pandainya bergaul dengan perempuan. maka Talib biasanya tak dapat menahan dirinya. Buyung pun akan mengeluarkan sulingnya. dan yang pandai pula bekerja mencari uang. . dan merataplah dangung-dangung. dipasangnya ke mulutnya. berladang.. Sanip penggembira sekali. maka keluarlah dangung-dangung. dan Sanip menyanyikan lagu-lagu sedihnya dengan dangung-dangung. mengambil rotan dan damar. seperti kawan- Pandai benar dia memainkan dangung-dangung. dan ikutlah dia menyanyi. dan dia pun memainkan segala macam lagu. bunyi suling yang menangis. Dapat saja disuruhnya dangung-dangung menyanyi. dan kadang-kadang dia berdagang pula. dan mereka bertiga akan meratap ber sama-sama. sekali lagu sedih. Dan setiap ada kesempatan. pikirnya. berjual beli kambing atau lembu. Yang paling senang kiranya orang seperti Sanip.. yang kerinduan.

Sanip juga seorang pelawak. Buyung juga suka merasa cemburu pada Sanip. dan rokok daun enau yang terjepit antara jari telunjuk dan ibu jarinya akan mati sendiri. menutup matanya. menari dan menyanyi. Pak Haji akan duduk termenung. Jika timbul hatinya hendak bergembira. terlupa. dan dia akan berdiri dan menari. Dia ingin dapat semudah Sanip menyanyi dan menari dan bercerita. ikut berdiri. maka dangung-dangung disuruh menyanyi gembira. dan kemahirannya memainkan dangungdangung. dan kelihatan seakan wajahnya jadi kosong. sehingga anak-anak. Dia suka melucu dan menceritakan kisah-kisah yang lucu. juga kelihatan terkesan oleh lagu-lagu demikian. muda yang lain tak dapat menahan diri. yang menimbulkan tertawa mereka terkekeh-kekeh. Cemburu pada keriangannya. Kalau umpamanya mereka sedang . masing-masing dengan kenang-kenangan sendiri. Wak Katok. dan di sekeliling mereka tegak hutan rimba yang hitam dan besar. Buyung juga cemburu melihat Sanip yang dengan mudah menganggap segala apa yang terjadi seperti soal yang ringan. Dan mereka bertujuh duduk di sekeliling api. hasrat-hasrat sendiri. pikirannya melayang entah ke mana. orang yang bermuka dan berbadan keras. dan ia pun akan ikut menyanyi dengan suaranya yang agak serak.ratap hati manusia yang haus pada kebahagiaan. Cocok juga perangainya yang periang ini dengan badannya yang pendek dan gemuk. Banyak benar leluconnya tentang ketakuan lebai.

maka Sanip akan berkata ".. tak lagi dapat mereka temukan. hingga jalan menjadi licin dan badan mereka basah kuyup. akan tetapi Sanip enak saja berkata: "Apa yang engkau susahkan Buyung. Buyung menyesali dirinya tak putus-putusnya. Pernah sekali mereka pergi berburu. ingatlah uang yang akan engkau dapat setelah damar terjual di pasar. dan dia membalas: "Bagaimana engkau tahu dia akan beranak? Bagaimana kalau dia diterkam harimau?" Cepat saja datang balasan Sanip: "Oh rusa seekor dimakan harimau tidak akan menghabiskan semua rusa di hutan. maka Sanip dengan gembira akan berseru ". rusa itu akan beranak lagi.. dan artinya akan lebih banyak rusa yang dapat engkau tembak di hutan. dan Buyung membidik dan menembak rusa dengan senapan Wak Katok. dan turun hujan yang lebat. jangan susah hati. tertawalah. Akan tetapi tembakannya tak kena." Ingin Buyung dapat bersikap demikian. Dan meskipun mereka buru sepanjang hari. Yang penting.. ah. habis hujan datanglah terang!" Jika Sutan mengeluh karena beban yang didukungnya amat berat. Rusa lari." Sungguh kesal hati Buyung mendengarnya.." katanya sambil mengerdipkan matanya mengganggu Buyung. betapa Sanip dan kawankawannya . "engkau harus lebih pandai membidik!" Dan tiba-tiba Buyung merasa.menempuh hutan.

Mereka telah sepanjang percaya akan kemahirannya menembak. yang menyebabkan marah isterinya tambah lama tambah hebat. adik Zaitun. Buyung merasa dia harus minta maaf pada kawan-kawannya. Dunia dan hidup ini gelap saja terasa olehnya. Menurut cerita si Rancak. dan Talib akan berkata: "Aduh. tak menjawab dan tak membalas. dia pernah mendengar SitiHasanah. ini karena hari dibawanya mengejar rusa. Buyung tak mengerti bagaimana Sanip. Istrinya hanya baru berhenti karena kehabisan nafas dan keletihan. kita sempat beristirahat. dan Talib diam saja. Jika hujan turun sedang mereka bekerja di hulu hutan.sebenarnya baik hati terhadap dirinya. isteri Talib. tak putus-putusnya." Dan mereka semua akan tertawa. dan berlainan sama sekali dengan Sanip. memarahi Talib dari pagi hingga petang. mereka pergi berteduh di dalam pondok yang dibuat dari daun-daun pisang hutan dan keladi. Anaknya sudah empat. karena isterinya tak putus-putusnya mengomeli dan memarahinya. yang telah beristri dan punya anak itu dapat berperangai seperti seorang muda yang masih bujangan saja. Ke mana-mana mereka berduadua. dan dia tak berhak merasa kesal. Menurut cerita orang kampung. hujan begini akan berhari-hari lamanya!" Dan Sanip dengan suara gembira akan mengatakan: "Untung hujan. dan karena kesalahannya maka semua susah payah mereka jadi percuma. Pada suatu kali mereka mengumpulkan damar amat . Tetapi Talib dan Sanip bersahabat erat. Talib seorang pendiam kurus dan jangkung. Biasanya orang yang demikian telah bersikap seperti orang tua.

Beban damar yang harus mereka pikul pulang amat berat. tetapi masih lebat. Buyung pun merasa hormat pada Pak Haji yang tua. dan menyelamatkan pemburu itu. dan anjing-anjing lelah mengepung babi. Pernah kelika orang sekampung berburu babi. menyeberang dengan beban seberat ini!" Biarpun Talib pendiam. Sebentar kemudian babi pun hancur dikoyak-koyak oleh anjing. akan tetapi suka mendengar percakapan orang lain.banyaknya. Ketika duduk dekat api unggun di malam hari. tak tinggi dan tak pendek. tanpa memperdulikan anjing-anjing yang berkerumun mengelilinginya. Talib tanpa ragu-ragu menyerang babi dengan tombaknya. Dia masih kuat mendukung beban damar menandingi siapa pun juga di antara mereka.yang berani juga. dan Sanip berseru gembira: "Aduh. . akan tetapi babi dapat mengetak. Meskipun rambutnya sudah putih. Badannya sedang. jika dipaksa maka dia maju juga menceritakan pengalamannya selama merantau ke dunia luar. ini dua kali lebih banyak dari yang biasa kita bawa pulang. dan selalu memandang dunia dengan mala yang gelap. asal jangan hanyut saja kita nanti di sungai. Dia pernah bercerita. maka seorang pemburu datang mendekati babi hendak menombaknya. Dia melemparkan tombaknya. maka lama dia tertahan tak dapat meneruskan perjalanan di Singapura. bahwa ketika dia baru berangkat meninggalkan kampung. dan ikut pula tertawa. lalu balas menyerang. Dia sendiri tak banyak berbicara. akan tetapi dia seorang. Untung besar kita!" Sedang Talib berkata dengan suara sayu: "Aduh.

Dia mengembara dengan sirkus kecil kepunyaan seorang Cina.karena kehabisan uang. Seorang kami di jalan. bandar Manila. Dia bekerja menjadi tukang dansa yang mengendarai sepeda. Dan di Bangkok katanya dengan terburu-buru dia terpaksa meninggalkan sirkus. Dari India lewat jalan darat bersama dengan beberapa puluh orang lain dia berjalan menuju negeri Arab. dan malahan katanya pernah dia selama dua bulan bekerja jadi tukang kuda di istana Sultan Johor. karena suami seorang penyanyi perempuan Cina. Di sana katanya dia belajar agama Islam pada seorang guru besar. dan tak kembali ke kapal. Shanghai. Tokyo. Dia pernah pula bercerita. Sungguh mengasyikkan ceritanya tentang kota-kota besar seperti Kalkula. . "maka saya pun melarikan diri. Ketika kapalnya singgah di Kalkuta dia turun ke darat. "Berbulan-bulan "Banyaklah pelajaran yang aku dapat di perjalanan. Dia meneruskan perjalanan hingga Lahore. jadi tukang masak." Kemudian dia bekerja sebagai tukang masak disebuah kapal yang berlayar antara negeri India dengan Jepang. cemburu padanya dan hendak membunuhnya dengan pisau. "Karena merasa bersalah. Penang." cerita Pak Haji. Aku pernah ikut jadi pembantu seorang tukang sunglap dan tukang sihir. sampai ke negeri Siam. Sampai dia harus bekerja jadi kuli." kata Pak Haji dengan Jenakanya. pernah ikut jadi anggota sebuah rombongan sirkus. Rangoon.

dan kemudian menyambung lidah itu kembali. Jauh di belakang kami. dan aku pun membawa barang dan mengejar larinya yang cepat dengan langkah-langkah besar. Sekali ini memotong lidah seorang anak kecil. Kemudian aku tanyakan padanya apa yang terjadi. Pada suatu kali dia ditantang oleh seorang ahli sihir lain di sebuah tempat yang kami lalui untuk mengadu kepandaian. "Kemudian setelah uang aku kumpulkan. Waktu diundi dia yang harus memotong lidah anak itu lebih dahulu dan kemudian menyambungnya kembali. tetapi aku tahu bahwa ada bahaya. Dia tertawa besar dan mengeluarkan uncang uangnya. Aku tak mengerti apa yang terjadi. tiba-tiba dia datang berlari masuk kamar.Afghanistan yang tinggi dan besar. Tukang sulapku tak hendak kalah. Dia dapat memotong lidah burung. Dan mengatakan dia pun sanggup. dengan cepat mengambil bungkusanbungkusan. Akan tetapi kami segera tiba di luar kota. menyuruh aku kembali ke tempat penginapan kami. . Sebelum dia mulai. "Sebelum aku mulai. dia berbisik padaku. dan berlari ke bukit-bukit batu dan bersembunyi di bukit. dan memerintahkan aku supaya berlari mengikutinya. dan menyiapkan semua barang kami. aku minta supaya orang banyak membayar terlebih dahulu. aku dengar teriakan orang banyak penuh amarah. Sedang aku menyiapkan barang. Sampai malam orang kampung mencari kami." katanya.

dia terus kembali bekerja ke hutan mencari damar dan rotan.maka aku potong lidah anak itu. tetapi hatinya selalu menariknya kembali pulang ke kampung. "karena aku tidak pandai menyambung lidahnya kembali. Ketika dia tiba di kampung. siapa yang akan menyambungnya?" tanyaku. "Ah. karena aku katakan aku hendak pergi mengambil obat. Pak Haji bekerja di kapal yang berkunjung ke pelabuhan-pelabuhan di benua Afrika dan Eropah. maka selalu orang akan terikat padanya. Tetapi aku terus berlari menuju tempat kita menginap. maka anak itu mendapat sambungan lidahnya kembali. "bukankah ada tukang sihir lawanku. Hidup jadi pendamar dan perotan juga yang dapat memuaskan jiwanya." "Tetapi bagaimana dengan lidah anak itu. akan tetapi siapa tahu.. Demikian cerita Pak Haji. ceritanya. cepat sekali dan sedikit ujungnya saja. dan di malam hari penuh ." "Tetapi mengapa engkau lari?" tanyaku. Di atas kita langit luas. jika dia tak pandai." dan dia tertawa terbahak-bahak. Kalau dia pandai. Katanya dia telah mencoba segala hidup di negeri orang lain. Setelah naik haji. "Ha." katanya." katanya. yang mengatakan dicobanya.. Biarlah Mereka tak dapat memastikan kebenaran cerita Pak Haji ini. karena di jaman dahulu banyak sekali terjadi hal-hal yang gaib dan tak masuk akal kita. dia pandai menyambungnya. katanya. Kemudian aku suruh mereka menunggu. hingga kurasa anak itu tak merasa sakit. Jadi anak kapal hampir serupa dengan orang yang bekerja di hutan. maka orang kampung akan memukulinya. Sekali terlawan oleh hutan.

Asyik sungguh hati mpndengarnya. Sungguh banyaklah cerita Pak Haji. Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. akan tetapi jauh ke dalam hutan. Macam-macam saja pengalamanya. Rasanya seperti kosong di lengah laut. Mereka selalu membuat tempat . air sungai membuat lubuk-lubuk yang besar dan dalam. mereka harus meninggalkan kampung. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu. dan tak ada makhluk hutan. Ada yang dahsyat. oleh margasatwa dan serangga. maka mudahlah menangkap ikan. ada yang lucu. yang terdengar dan yang tidak terdengar. biar kita di tengah hulan belantara sekalipun. Mereka menuju hutan dengan menyusur pinggir sungai. Air Jernih terletak pula di tepi Sungai Air Putih yang bermuara ke danau. Rasanya kita satu dengan hidup di bumi. Tetapi di hutan. Tak ada bunyi-bunyi hutan. dipancing atau dijala. memudikinya. UNTUK pergi bersama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar. ada yangsedih dan ada yang gembira. memasuki hutan dan mendaki gununggunung. kita dikelilingi oleh pohon dan tanaman. karena selalu ditangkap orang. Di lubuklubuk yang dekat ke kampung ikannya tak banyak dan tak besar-besar lagi.bertaburan bintang. gelap malam lautan bercahaya di sekeliling. dan di dalam lubuk-lubuk serupa ini banyaklah ikan besar. karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung. Tetapi di sana tak ada pohon dan tanaman. yang kelihaian dan tak kelihatan. Tetapi di banyak tempat yang datar. yang terletak di tepi Danau Bantau. Air Jernih.

dan panci tempat menanak nasi dan memasak air. mereka memasang jerat untuk menangkap burung balam yang datang mencari makan di tepi sungai. Jika mereka tak mendapat ikan atau burung yang jarang terjadi. sedikit asam dan garam. Dan kalau mereka rajin dan ada waktu.bermalam dekat lubuk-lubuk demikian. yang mereka buat dari bambu dan diletakkan di antara batu-batu di sungai. . Di sebuah pondok di ladang Wak Hitamlah mereka selalu bermalam selama berada di hutan damar. Mereka memasang lukah di sungai jika tak membawa jala atau bunyi orang bergendang. hembusan angin di daun. ada sebuah huma kepunyaan Wak Hitam. duduk di atas batu dan mencoba mengail ikan. Dari Air Jernih ke hutan damar. seakan perasaan. kopi dan gula. Mereka beruntung. amat sangat menyenangkan pancing. ada seminggu jauhnya berjalan kaki. baru mereka panggang dendeng atau ikan kering yang dibawa. cabai yang ditumbuk di dalam bambu. Sekali-kali Wak Katok membawa senapan lantaknya. Sungguh sedap rasanya. Mereka membawa beras. dan mereka tak pernah kekurangan ikan selama dalam hutan. atau setelah berjalan sepanjang hari turun dan naik gunung. karena tak berapa jauh dari hutan damar. dan akan dapat membawa dendeng rusa pulang. dan mereka mencoba menembak rusa. Biasanya setelah selesai mengumpulkan damar mereka berburu rusa. setelah bekerja sehari penuh mengumpulkan damar. Bunyi air yang menderas di antara batubatu. dan jauh di dalam hutan bunyi siamang yang mengimbau-imbau tak berhenti-hentinya.

Wak Hitam adalah seorang tua yang umurnya hampir tujuh puluh tahun. Dan kala orang selama hidupnya dia telah kawin lebih dari seratus kali. Mengapa dia suka tinggal berbulan-bulan di humanya yang amat jauh. Malahan menurut cerita orang lebih lagi. bahwa umur Wak Hitam lebih dari seratus tahun. Dia selalu memakai celana hitam. dan berkata: "Engkau siapa? Engkau berbual seperti rumah ini rumah ayahmu saja!" Dan orang itu menjawab: "Benar. baju hitam dan destar hitam. ini rumah bapakku. karena semuanya yang serba hitam pada dirinya. hingga Wak Hitam memarahi anak itu. macam-macam pula cerita orang. Anaknya berserak-serak di tiap kampung. dua hari perjalanan dari Batu Putih. Pernah diceritakan ketika dia pulang ke rumahnya di Batu Putih. dan di kampungnya ada pula anak bininya. kampungnya. Padahal rumahnya di Batu Putih besar. Bininya empat. tetapi rambutnya masih hitam. Melihatnya saja sudah menimbulkan rasa ngeri. dan menurut cerita orang dia sendiri pun tak ingat lagi pada semua anaknya. Orangnya kurus. . dia melihat seorang muda yang enak saja tinggal di rumahnya seperti rumah sendiri. Ada yang berani bersumpah dan mengatakan. kulitnya amat hitam. dan setiap kawin selalu dengan anak perawan." Rupanya memang anaknya dari istrinya yang bernama Khadijah. Aku anak Ibu Khadijah. seperti orang Keling.

Karena hal-hal serupa ini barangkali. Sanip dan Buyung dalam hati takut padanya. Karena ada cerita yang mengatakan. Siti Rubiyah. bahwa tenaga Wak Hitam sudah habis. Pernah ketika pemberontakan dahulu melawan Belanda di tahun 1926 Wak Hitam tertangkap oleh Belanda. Ilmunya banyak benar. meskipun tak pernah mereka perlihatkan. Cerita orang macam-macam tentang ilmu Wak Hitam. akan tetapi . bahwa Wak Hitam bersekutu dengan iblis. Anak-anak muda. begitu hebatnya dia dahulu. Kata orang dia berkali-kali pergi naik haji ke Mekkah terbang mengendarai harimau silumannya. seperti Sutan. Dan kenyataan ini membuat orang kampung bercerita. maka Wak Hitam lebih suka memencilkan dirinya jauh dari kampung. dan dia hendak ditembak mati. Tetapi yang tercantik adalah istrinya yang paling muda. Talib. dan Siti Rubiyah belum lagi mendapat anak dari dia. setan dan jin. Kalau dia hendak ke mana-mana. Wak Katok mengakui dia sebagai gurunya dalam ilmu silat dan ilmu gaib. yang baru dikawininya selama dua tahun terakhir. Selalu dia ke sana membawa salah seorang bininya bergantiganti. dan dia memelihara seekor harimau siluman. Menurut cerita dia kebal. maka dia selalu mengendarai harimaunya. Orang-orang telah kenal baik dengan istri-istrinya yang dibawanya ke huma. Malahan menurut Sanip. perempuan kalau bersalaman saja pun dengan Wak Hitam tentu akan bunting. di tengah hutan. dan lebih suka tinggal di ladangnya di Bukit Harimau. karena biasanya semua istrinya telah beranak dalam tahun pertama kawin dengan dia.

dan dia pulang membawa harta. dan Wak Hitam menghilang. Ketika pemberontakan dikalahkan. Lalu serdaduserdadu melihat Wak Hitam berdiri bersandar pada sebuah pohon pisang. yang bersembunyi di hutan . Berjam-jam mereka mencari di kebun pisang. tak lagi mereka dapat menjumpai Wak Hitam. dan Wak Hitam terkepung di dalam sebuah kebun pisang. cerita lain mengatakan itulah perangai orang yang bersekutu dengan setan dan jin.peluru tak dapat menembus badannya. tak boleh tinggal lama-lama dengan sesama manusia di kampung. Diceritakan pula. mengayunkan kelewangnya. dan menebas kepala Wak Hitam. Mengapa Belanda kemudian tak menangkapnya. tak seorang juga yang tahu. maka dikabarkan Wak Hitam lama menghilang dari kampung. akan tetapi harus menjauhi sesama manusia. Mengapa dia suka tinggal di huma yang jauh di dalam hutan. dan dia berhasil melarikan diri. Dan kini dia termasuk orang terkaya di kampung. pada suatu hari serdadu Belanda mengejarnya. Cerita lain mengatakan. akan tetapi tibatiba dia muncul kembali. berkat ilmunya juga. Dengan ilmunya selalu dia dapat meloloskan diri dari kepungan tentara Belanda. Kebun dijaga rapat sekali. akan tetapi pohon pisang. banyak pula ceritanya. Ada yang mengatakan dia ke sana karena harus bertapa. Kata orang. bahwa Wak Hitam masih punya anak buah dari jaman pemberontakan dahulu. Akan tetapi yang putus bukannya leher Wak Hitam. seekor tupaipun tak akan dapat ke luar lari. Serdadu melompat.

Bahagian depannya merupakan sebuah beranda yang besar dan panjang. dan mencoba mendulang emas. Akan tetapi jika damar banyak dan mereka bekerja mengumpulkannya berjauh-jauhan. Mereka bertujuh selalu berusaha untuk pulang ke ladang Wak Hitam sebelum hari gelap. Akan tetapi pekerjaan Tergantung dari untung dan nasib juga. maka mereka bermalam saja di hutan. Di sebuah sudut dekat jendela terletak dapur. Konon ada orang kampung yang pernah mendapat sebutir emas sebesar kelingking. Memang di Sungai Air Putih yang juga mengalir dekat huma Wak Hitam terdapat emas dalam pasirnya. supaya jangan ada orang lain yang tahu. bahwa Wak Hitam punya tambang emas rahasia di hutan. hingga terlambat untuk pulang ke ladang Wak Hitam. dalam musim kemarau. akan tetapi ini berat. Orang kampung. Rumah Wak Hitam di humanya itu didirikan di atas tiangtiang yang tinggi. dan hasilnya tak menentu. Di atas lantai oleh Wak Hitam ditimbun pasir yang dibatasi dengan papan kayu. Entah mana yang benar. Berbagai orang lain kadangkadang ikut menginap di sana. Di sinilah istrinya memasak. dan dia sendiri saja yang mengerjakan tambang. dan di atas pasir dipasang dua buah tungku. dan yang kini menjadi penyamun dan perampok. tak seorang juga pernah melihatnya. Bermalam di rumah Wak Hitam di huma kadang-kadang menyenangkan hati pula. dan jika tak banyak pekerjaan di sawah atau di ladang ada juga yang suka pergi ke mudik sungai. Di .sampai kini. Cerita lain lagi berkata.

Sebuah kamar tidur Wak Hitam dengan istrinya. yang terdiri dari dua buah kamar. Di sana dia menyimpan damar. bawang. senapan berburunya. dan istri Wak Hitam menanaknya. Buyung pernah masuk ke sana. Timbul juga syak dalam hati Buyung. Mereka senang makan di sana. atau ikan sale. Beranda ini dipisahkan oleh dinding bambu yang dianyam dari bahagian belakang rumah.atas tungku tergantung dendeng rusa. Sungguh ingin Buyung mengetahui apa isi kopor itu. karena orang kampung? Akan tetapi alangkah . Akan tetapi kedua kopor berkunci besar dari besi. jika ada orang yang berniat jahat? Tetapi siapa yang berani berbuat demikian? Mereka selalu tidur di beranda di atas lantai. Dilihatnya di dalam kamar ada pula dua buah kopor besar-besar terbuai dari kayu hitam. apakah mungkin di dalamnya emas yang diceritakan bodohnya Wak Hitam menyimpan emas di dalam peti di humanya. Bukankah amat mudah merampoknya. Jika mereka bermalam di sana. cabai dan berbagai rupa daun-daunan. maka isteri Wak Hitam yang ikut dengan dia selalu memasak nasi dan lauk pauk untuk mereka. dan entah apa lagi. dan sebuah kamar lagi tempat simpanan Wak Hitam. dan pinggirannya berlapis lembaga yang sudah tua dan hijau warnanya. ketika disuruhnya mengambilkan senapan berburunya. Mereka berikan beras dan lauk pauk yang mereka bawa.

Atau malam-malam. Yang paling mereka senangi ialah rebus jagung muda atau ubi jalar. Sanip akan mengeluarkan dangung-dangungnya dan menyanyikan lagu-lagunya. Semua istri Wak Hitam pandai memasak. maka mereka senang duduk dekat tungku. Meskipun Buyung harus mengakui. dan bukan orang sembarangan pula takinya. sambil membakar jagung atau ubi. tetapi Wak Hitam. yang ditakuti dan disegani. Dimakan panas-panas dengan kopi hitam panas amat enak rasanya. Akan tetapi kini dia telah jadi bini orang. maka dia akan mudah jatuh cinta padanya. Hilanglah segala penat dan letih satu hari bekerja di hutan. Dia masih muda benar. Orangnya pun cantik. Mereka semua suka pada Siti Rubiyah. ketika mereka belum tidur. ketika dia melagukan ratap tangis seorang perempuan muda yang ditinggalkan suaminya. maka Buyung melihat Siti Rubiyah menghapus air matanya diam-diam. dan salah seorang bercerita. Biasanya pagi-pagi sekali Buyung atau Sanip telah duduk di depan dapur membakar jagung atau ubi. Sekali. dan selalu mereka mendapat tambahan masakan dari sayuran di ladang. Jika Buyung tak tergila-gila pada Zaitun. bahwa badannya langsing dan bagus .lain juga rasanya dari makanan yang mereka masak sendiri. Dalam malam serupa itu. Karena itu selintas pun tak masuk dalam ingatan Buyung sesuatu pikiran tak baik terhadap perempuan itu. Lagi pula di ladangnya banyak ditanamn sayuran. dan ubi singkong yang dibakar di atas bara yang panas.

Ketika mereka yang muda-muda bersama-sama di hutan.. kan dia sudah tua?" kata Buyung. Talib dan Sanip sekali waktu tak dapat menahan diri. coba kalau dia belum kawin." tambah Buyung. Sanip tertawa. maka sinar matahari yang terik memerahkan pipinya. Sering Buyung melihat rambul nya terurai jatuh ke bawah.." kala Buyung.bentuknya. "Engkau lihat bahagian alas buah dadanya. ditambah lagi dengan rambutnya yang hitam. dan panjang hingga sampai ke ujung pantatnya. sedang dia bekerja di kebun dan jika dia sedang bekerja di kebun di siang hari. dan matanya yang bundar dan terang bercahaya. "Kemarin aku mimpikan dia. "Pak Haji?" tanya Talib takjub. buah dadanya. coba kalau takinya bukan Wak Hitam. "Engkau lihatkah mata Pak Haji memandang padanya pada suatu kali?" tanya Sulan. dan orangorang tua tak ada dekat-dekat. tebal dan hitam." kata Talib. meskipun kecil tetapi kuat dan cantik. dan semakin cantik saja dia kelihaian. "Tetapi mata Pak Haji masih kalah dengan mata Wak Katok. jika dia membungkuk meniup kayu di tungku? Tadi pagi aku tolong dia memasang api." kata Sutan menambahkan. maka Talib atau Buyung alau Sanip mulai berbicara tentang kecantikan Siti Rubiyah. dan parasnya dengan hidungnya yang mancung dan mulutnya yang terdiri dari dua buah bibir yang penuh dan merah dan selalu basah." katanya." tambah Sanip. "Aduh. "Lupakah engkau pepatah tua-tua kelapa . "Aduh coba engkau . "Dengarkan si Buyung berbicara.?" Lalu mereka tertawa terbahak-bahak. sambil tertawa penuh arti. "Aduh.. "Masa Pak Haji punya pikiran yang begitu?" "Ya.

Kau belum tahu apa artinya itu. Aku pun jadi cemburu dibuatnya." kata Sanip. maka mereka tertawa lebih hebat lagi. karena itu dapat berkata demikian." Mereka berpandangan." Sutan mengangguk lagi. menertawakan Buyung yang tak berpengalaman." "Ho-ho. yang menimbulkan tertawa mereka yang hebat . "sama saja." kata Buyung membantah. Atau tak usah di tempat tidur pun boleh tidur. "Tapi sebelum dengan Zaitun. aku tidak. tetapi aku tak berani merasa seperti kalian.perhatikan kalau dia melihat pada Siti Rubiyah dan Wak Hitam lagi tak ada. Kemudian mereka beralih kembali membicarakan kemungkinan-kemungkinan Siti Rubiyah di tempat tidur. kalau sudah melihat perempuan cantik. baru kau tahu. "engkau kan masih bujang masih belum tahu." kata Talib. "Coba kalau nanti kau sudah dipeluk si Zaitun. Aduh." Sutan dan Sanip dan Talib menertawakan Buyung. Seakan hendak ditelanjanginya saja Siti Rubiyah. orang tua atau orang muda. "Engkau juga. lupa daratan. seperti dikatakan oleh Sutan. merah padam muka Buyung malu." Dan mereka saling berpandangan dan tertawa. "Ah. lebih baik kau belajar dulu dengan Siti Rubiyah. "memang dia cantik. Mereka pun tahu sudah tentang cintanya yang tak berbalas terhadap Zaitun. Aku takut pada Wak Hitam. dan hendak ditelannya Siti Rubiyah hidup-hidup. Melihat muka Buyung merah padam karena malu. belum punya pengalaman apa-apa. Dan mereka tertawa kembali.

kalau orang tua seperti Wak Hitam kawin dengan istri muda seperti Siti Rubiyah. "Entah apa gunanya baginya istri sampai empat. Sejak percakapan mereka demikian. Karena mereka tak merasa sesuatu kegembiraan bercakap-cakap dengan Wak merasa khawatir apakah Wak Hitam tak melihatnya Memang dia dapat merasakan sesuatu . sebentar-sebentar sakit. Buyung sering pula. hingga sebenarnya malahan menunjukkan adanya perasaan lain dalam dirinya. "dia sudah tua. Pak Haji dan Wak Katok dan Pak Bakmi yang datang mengunjunginya ke kamar tidur. Yang muda-muda hanya datang sebentar. "semakin tua seorang letaki. Dan memperhatikan kawan-kawannya jika berdekatan dengan Siti Rubiyah. Untuk menahan umurnya sendiri. Akan tetapi dalam beberapa bulan terakhir Wak Hitam sering sakit-sakit. mengapa dia harus berbini muda lagi seperti Siti Rubiyah?" "Itu kan adat manusia." kata Sanip. semakin perempuan tua ingin punya suami muda. Buyung lebih dia ingin punya bini muda. Mereka habis-habisan menghantam Wak Hitam yang sudah tua. Usaha mereka untuk bersikap dan berbuat biasa terlalu kelihatan." kata Sutan tertawa. Dan lebih banyak tinggal di kamarnya saja. perubahan dalam sikap mereka. akan tetapi hanya akan mempercepat dia masuk lobang kubur saja." kata Sutan." "Aduh.kembali. dan kemudian segera pergi. bukannya dia menahan umurnya.

dan dia masih selalu memakai pakaian hitam. akan tetapi seluruh perawakannya masih tetap garang dan menakutkan. dan duduk berkumpul di antara mereka. Buyung lihat dua orang di antaranya membawa dua buah bungkusan. Meskipun dia sakit demikian. yang kelihatannya berat isinya. akan dapat melompat dan menerkam dengan cepat dan mematikan. kumis dan janggutnya telah banyak putihnya. Akan tetapi mereka tak kenal pada mereka. Tiraikasih Website http://kangzusi. Orang-orang itu pun tak banyak bercerita. Tak obahnya dia seakan seekor harimau yang sakit. Tak lama kemudian menembus mereka mendengar suara berbisik-bisik . Belakangan ini badannya bertambah kurus. menimbulkan rasa segan orang terhadap dirinya. mereka dipanggil masuk ke kamar Wak Hitam. mereka jumpai telah ada enam orang lain yang terlebih dahulu tiba. Tak pernah mereka melihat orang-orang itu selama ini singgah di ladang Wak Hitam. Tak lama kemudian.Hitamyang menyeramkan itu. Sekali ketika mereka pulang dari hutan. Akan tetapi rambutnya masih lebat. Matanya cekung mendalam. maka sekali-sekali mereka Ada sesuatu dalam dirinya yang berjumpa pula di sana dengan berbagai orangyang anehaneh. Mereka sapa-menyapa. Mereka semua berpakaian hitam dan membawa parang panjang.com/ Dewi KZ 33 Selain dari Siti Rubiyah yang menarik hati mereka untuk bermalam di ladang Wak Hitam. akan tetapi yang jika dilanggar perasaannya.

memasak kotak ubi jalar. Dia hanya mengangguk saja ketika mereka berenam minta diri dan turun ke dalam gelap malam. Tak lama kemudian mereka ke luar. . Siapa mereka? Ke mana mereka? Macam-macam timbul pertanyaan dalam hati tetapi tak seorang pun juga yang berani menanyakan. dan pura-pura tak tahu bahwa orang yang enam itu telah datang dan pergi. akan tetapi Siti Rubiyah menjawab dengan singkat: "Baiklah jangan ditanya. Perasaan mereka bertambah tertekan. Akan tetapi betapa juga Buyung memasang pembicaraan mereka di dalam. Sutan sendiri pun terdiam. orang-orang berbaju hitam yang penuh telinganya tak dapat dia mengikuti melihat sikap Siti Rubiyah yang seakan-akan tak acuh. bahwa esok paginya dia bertanya kepada Siti Rubiyah siapakah keenam orang itu. dan kemudian hilang dalam pelukan gelap hutan. dan terus minla diri. dan mereka menghilang ke dalam hutan melalui ladang dalam gelap malam. Rasanya seakan mereka tak pernah ada. Esok harinya Sutan bercerita. seakan kehadiran rahasia itu menekan perasaannya.dinding bambu yang tipis. Buyung betapa mereka berjalan dalam gelap samar malam di ladang. Siti Rubiyah pun tidak berada di kamar lidur. akan tetapi tinggal duduk di dekat tungku." mengikuti mereka dengan pandangannya. dan kemudian dihelanya kembali ke luar dan hilang kembali ke dalam hutan. Sesuatu bayangan rahasia yang dilontarkan oleh gelap malam ke dalam rumah.

akan tetapi membuatnya macamlah timbul pikiran mereka untuk memecahkan rahasia ini. Memang menjadi ingin tahu sekali. dan kita masih di sini. akan tetapi cukup kita mengambil emas banyak-banyak. "coba kalau kita tahu di mana letak gua itu. Umpamanya beberapa bulan yang lalu. Mereka semua terpesona melihat betapa pandainya dia bercerita. mari kita ikuti mereka dari jauh." kata Talib. Dan kemudian tiba-tiba saja lalu dia menjadi . kan kita tak usah lagi letih-letih mengumpulkan damar. maka sungguh-sungguhlah dia berubah menjadi pemilik kebun yang marah demikian. Jika dia bertaku sebagai si datuk tua yang marah amat sangat. Dia seorang tua dan membawa sebuah gendang dan sebuah suling. ketika mereka menginap di sana. dan mulai bercerita. barangkali mereka penjaga gua emas Wak Hitam. Ke mana mereka pergi?" "Ya. kebetulan ikut pula menginap seorang tukang bercerita keliling. Aduh alangkah pandainya dia bercerita. maka dia pun berdiri di tengahtengah beranda. Cerita kanakkanak yang diceritakannya. karena tanpa terlalu susah payah mengajaknya. tentang permusuhan antara seorang datuk yang memiliki kebun jagung dengan seekor tupai amat menarik. dan selanjutnya kita jadi orang kaya?" Akan tetapi sekali-sekali mereka bertemu pula dengan orang-orang lain yang menarik hati dan menyenangkan perasaan. Sutan berkata: "Jika mereka datang lagi. Macam- rupanya kesenangannya bercerita.Semuanya ini menakutkan hati Buyung. karena jagungnya yang muda dicuri tupai.

Mereka hendak pergi ke kampung Aur Kuning. akan tetapi mereka paksa juga. Mari aku baca tanganmu. Hingga kemudian setelah dia selesai bercerita.com/ . dan dari atas dahan pohon yang tinggi dan aman. tetapi sungguhsungguh seekor tupai. Mula-mulanya tak hendak dia menerimanya. di seberang hutan. Pada suatu malam lain." katanya. lalu orang tua itu memegang tangan Buyung sambil berkata : "Anak kelihatannya yang termuda di sini. Dan yang kelihatan di depan kita bukan seorang tukang cerita. "tetapi akhirnya anak akan mendapat juga apa yang anak inginkan sekali” Tiraikasih Website http://kangzusi. "Anak akan banyak mengalami pengalaman yang hebat. dan mengambil jalan singkat dengan memintas hutan dan gunung. sambil memakan jagung muda dengan enaknya. dan malam itu bermalam di ladang Wak Hitam. seekor tupai nakal yang kesenangan mengganggu si pemilik kebun." Lalu dia memperhatikan garis-garis tangan Buyung. maka mereka memberinya hadiah sedikit uang.tupai. dan menambahkan. mereka berjumpa di sana dengan seorang tua dan seorang anak letakinya yang sudah besar. ketika mereka bercakapcakap. Anak harus sabar dan tabah menghadapi percobaanpercobaan hidup. Setelah habis makan malam. Asyiklah mereka dibuatnya dengan macam-macam ceritanya. mengejek yang empunya kebun.

karena orang tua itu berkata: penuh bangga. supaya Sutan hati-hati terhadap hatinya sendiri. Muka Buyung merah padam malu-malu. karena dia mudah tergoda oleh perempuan. Muka Buyung tambah merah padam. Sutan mudah berteman dengan orang. "dan anakmu banyak. disusul oleh yang lain-lain.. lima. melainkan mukanya ucapannya kemudian. enam. maka yang lain pun minta tangannya dibaca. Tetapi dalam hati. "jangan terlalu percaya pada orang." Sutan mulai lagi tertawa mengangggu Buyung. Katanya." Setelah dia membaca garis tangan Buyung. dan anak akan senang nanti di hari tua. Pada Sutan dia berkata. Sutan terdiam dan mukanyn agak pucat." katanya pula. akan tetapi selalu harus berpikir dahulu baik-baik sebelum dia berbuat sesuatu apa. Akan tetapi mendengar . Rezeki anak baik. Selanjutnya dikatakannya pula bahwa Sutan akan kawin sampai enam kali.Dewi KZ 36 Di sini Sutan tertawa. Buyung senang juga. tak boleh memakai pakaian yang terbalik. Dia tidak boleh menurut kala hatinya.. akan tetapi mudah pula lepas." katanya melanjutkan. meski kawan sendiri pun. empat. "Hanya satu harus anak hati-hati dalam hidup ini. Dan anak jangan lupa. sembilan. "Anak panjang umur. Nasib anak dalam hidup selalu akan dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengan anak. Dan Sutan bukannya malu mendengar itu. Buyung teringat pada Zaitun. delapan. tiga. tujuh.

Entah apa artinya saya tak tahu. sesuatu yang sejuk yang datang melayang dari angkasa hitam di atas hutan." Wak Katok tertawa keras. karena bahaya selalu mengancamnya. sesuatu rahasia yang gelap dan hitam yang memijit hati dengan jarijarinya yang sejuk. akan tetapi suara tertawanya agak tegang. dan mengatakan. Mereka juga berjumpa di sana dengan orang-orang yang . Janganlah turut nafsu hati." katanya. Juga dia tak hendak membaca tangan Pak Haji dan Pak Balam. "Tak dapat saya membaca sesuatu. setelah memperhatikan telapak tangan kiri dan kanan Wak Katok. dan kemudian orang tua itu berkata : "Gelap saja yang saya lihat."Orang muda mesti hati-hati sekali. Seakan ada sesuatu yang menekan di beranda rumah di ladang itu. bahwa dia tak dapat membaca sesuatu di garis tangan mereka. Kepada Wak Katok dia berkata aneh sekali. Kepada Talib dan Sanip dia berkata. dan saya lihat banyak warna merah.com/ Dewi KZ 37 "Maaf ya pak." Buyung merasa seakan ini sindiran terhadap Sutan supaya jangan mengganggu Siti Rubiyah. seakan dia menekan perasaannya yang terganggu." Mereka berpandangan mata sebentar. Tiraikasih Website http://kangzusi." "Takutkah bapak mengatakan apa yang bapak baca? Saya tak takut. Bahaya besar menanti orang muda di waktu dekat yang datang. Malam itu mereka tidak berbicara dan mengobrol segembira seperti biasa. supaya mereka amat berhati-hati dalam hidup.

Dia tahu Siti Rubiyah akan lewat jalan kecil itu untuk pergi ke sungai mencuci. Belanda. ada dua puluh tahun lebih dia mengembara dari satu negeri ke negeri yang lain. Kawan-kawannya yang lain di hutan mengumpulkan rotan. pulau jajahan Perancis. Telah lama juga dia menunggu di sana. dan kemudian setelah Siti Rubiyah menghilang di belakang jalan di . suami Siti Rubiyah tidur di pondok. Wak Katok menahan napasnya ketika Siti Rubiyah lewat di depannya. Spanyol. tentang negeri Cina. dan Portugis dan Benua Afrika. Dia mendengar bunyi telapak di tanah. berjalan menuju ke sungai. Wak Hitam. Di seluruh huma itu sunyi sepi. 0oo0 WAK Katok duduk mencangkung di dalam semak-semak di pinggir huma. menderita demam panas.pernah jauh merantau. Katanya di sana banyak orang Indonesia yang bekerja dan pandai berbahasa Perancis. Hanya terdengar bunyi burung berkicau-kicau mencari makan di kebun jagung. dan bercerita tentang orang dan penghidupan di pulau-pulau lain. Tiba-tiba Wak Katok memasang telinganya. Dan tak lama kelihatan datang dari kebun Siti Rubiyah membawa sebungkus cucian. Sampai jauh malam mereka mendengar ceritanya gantiberganti dengan Pak Haji. Sekali mereka bertemu dengan seorang yang pernah bekerja di New Caledonia. Dia sudah berkeliling dunia. Inggris. Jerman.com/ Dewi KZ 38 ceritanya. Asyiklah mendengar Tiraikasih Website http://kangzusi. Jepang. sampai ke negeri Amerika.

Wak Katok menahan napasnya melihat badan Siti Ruhiyah yang terbuka dengan tiba-tiba. Wak Katok menahan napasnya. Dia tak memakai celana dalam. seluruh tubuhnya dicium oleh sinar matahari. dan mengikuti jauh dari belakang. Nafsunya datang menyerang bergelombang-gelombang. meletakkan di atas batu besar. Kemudian Siti Rubiyah membuka kainnya. Buah dadanya tak besar. dan bersembunyi di dalam belukar tebal yang tumbuh di pinggir sungai. Matanya tak putus-putusnya mengikuti gerak-gerik Siti Rubiyah. Merangkak-rangkak mendekati pinggir sungai. Perempuan muda itu yang menyangka dirinya seorang diri di pinggir sungai dengan tenang membuka pakaiannya. dan darahnya mengalir di pompa kuat-kuat oleh jantungnya yang bekerja berdegup-degup amat . Wak Katok mengendap masuk ke dalam semak-semak. Dia tidak memakai kutang. Dadanya terasa sesak. Sebentar dia berdiri telanjang bulat di pinggir sungai di atas batu. Matanya panas dan seakan hendak meloncat ke luar dari kepalanya. Seluruh tubuhnya kencang dan kaku. Akan tetapi kini dia dapat melihatnya sendiri. Selama ini dia hanya dapat membayangkan dan menerka tubuh Siti Rubiyah yang ditutupi baju dan kain tua. menyala kuning langsat ditimpa matahari.balik semak-semak dengan perlahan-lahan dia berdiri. Dan menyusun kainnya di atas kebayanya di atas batu. akan tetapi bagus Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 39 Dia membuka kebaya tuanya dan bentuknya.

cepatnya. Setengah jam kemudian Siti Rubiyah membuka kain yang dipakainya." dan Wak Katok memegang tangan Siti dan menariknya masuk ke dalam belukar. Coba aku air sungai yang mengalir itu. pikir Wak Katok. Kemudian dia mengambil onggokan kain kolor dan merendamnya mencangkung di dalam air dan mulai menggosok kain dengan sabun. tetapi yang dapat dikuasainya. Bagaimana Wak Hitam?" "Masih panas sekali badannya. ke dalam air. aku bawakan Siti manik yang Siti minta dulu.. Dia mengumpulkan cuciannya. ada?" "Marilah." serunya. Kini dia agak tenang. Serangan nafsu berahi telah lewat. dan yang tinggal ialah api birahi yang membakar kuat. lalu memakai kebaya dan kainnya. Lalu dia duduk Kemudian Siti Rubiyah mandi. "Aduh. Tetapi dia menahan dirinya. Tiraikasih Website http://kangzusi.. dan mencuci kain. Wak." "Siti..com/ Dewi KZ 40 "Aku kelupaan rokok di rumah." "Aduh. dan kembali mengambilnya. 0oo0 MEREKA telah dua minggu bekerja mengumpulkan damar . Dia membenamkan bahagian badannya di bawah pinggangnya dalam air. dan yang kelihatan oleh Wak Katok hanya badannya bagian atas saja. Siti Rubiyah cepat membungkuk dan memakai sebuah kain tua yang hendak dicucinya. Wak Katok tertawa menentramkannya. dan setelah mengeringkan badannya dengan sehelai kain. terkejut aku. kusangka beruang atau apa. dan melangkah kembali ke jalan kecil menuju ladangnya. menjerit kecil.

Pernah Buyung mencoba rasanya dari periuk di tungku Huuuuhh. Dia menyuruh Siti Rubiyah merebus obatnya sendiri.com/ Dewi KZ 41 berminggu-minggu di tengah hutan. Sungguh kejam Wak . Banyak juga hasil mereka sekali ini. "Bayar saja nanti mereka jika telah tiba di kampung. Siti Rubiyah menertawakannya.berpangkalan di huma Wak Hitam. Terikat kawin pada orang tua seperti Wak Hitam dan tinggal Tiraikasih Website http://kangzusi. Terobat juga lidahnya yang kepahitan mendengar tertawa Siti Rubiyah yang halus. dan matanya kemerah-merahan hingga wajahnya lebih menakutkan lagi. Tiap sebentar dia minta minum pada Siti Rubiyah. hingga tak terangkat oleh mereka semuanya sekali jalan. Badannya panas. dan melihat cahaya yang hinggap di mukanya dan memancar dari matanya. kulit kayu dan akarakar. jauh dan manusia yang lain. pahitnya! Hingga ketika Buyung meludahkannya kembali keluar melalui jendela. Buyung mengerti. Sekali ini sakitnya kelihatan tambah berat. pasti terlalu berat bagi seorang perempuan muda seperti Siti Rubiyah yang memerlukan pergaulan dengan perempuanperempuan yang sebaya dengan dia. akan mereka tinggalkan di rumah Wak Hitam. terbuat dari ramuan daun-daunan." kata Wak Hitam. Siti Rubiyah jarang tertawa. Yang tak dapal mereka angkut. Dan Wak Hitam yang sakit telah berjanji akan mengirimkannya ke Air Jernih dengan orang yang lewat. Lusa pagi mereka akan kembali ke kampung.

Buyung telah memasang sebuah perangkap kancil di pinggir ladang dekat ke hutan. Akan tetapi entah mengapa dia tak sampai hati membunuh tupai. Demikianlah maksudnya. Perangkap dibuatnya dari dahan-dahan kayu dan di dalam perangkap dipasangnya buah jagung muda. Meskipun sebenarnya tupai banyak merusak kebun. dan mengganti umpan. Buyung melihat bekas jejak kancil di sana. dan jika dia ingat cerita tupai dengan Pak Datuk yang kikir. Setiap hari sebelum berangkat ke hutan mengumpulkan damar selalu dia pergi ke tempat perangkap. akan tetapi di dalamnya hanya ada tupai. Sebuah di antaranya menuju ke Sungai Air Putih yang mengalir di antara batu-batu besar dan kerikil dan pasir kira-kira setengah kilometer dari ladang. Sebuah jalan yang menuju ke Utara adalah jalan yang membawa mereka pulang ke kampung Air Jernih. Karena beberapa kali pintu perangkap telah tertutup. Selalu tupai dilepaskannya karena dia tak suka membunuh binatang dengan tak berguna. Jika dia dapat kancil atau anaknya.Hitam! Sejak hari pertama mereka tiba di ladang Wak Hitam. Tiap petang pun. hendak diberikannya nanti pada Zaitun. Binatangnya kecil dan kelihatannya lucu. yang . 0oo0 DARI ladang Wak Hitam terbujur berbagai jalan kecil yang memintas ke hutan dan gunung. maka perasaannya selalu berada di pihak sang tupai. memeriksa. jika pulang dari hutan selalu dia memeriksa perangkapnya.

Kata Sanip. Jika pulang dari hutan di petang hari. Buyung mencoba-coba hendak menarik hati Siti Rubiyah. Sekali-sekali jika pagi hari Buyung bertemu dengan dia hendak mengambil air. Tetapi Sutan sendiri suka mandi lebih lama dari kawankawannya yang lain. dan tiap sebentar orang yang melaluinya harus membukanya kembali dengan parang. menuju kampung Wak Hitam. Sekali bawa sampai empat tabung. akan tetapi. Dia mengambil air membawa tabung-tabung bambu. dan hampir-hampir tak kelihatan. Dua . maka mereka singgah dahulu di sungai dan mandi di sana.menyusuri Sungai Air Putih sebanyak mungkin. ada tiga hari berjalan kaki jauhnya. dia lebih suka mengambil air sungai yang airnya jernih dan sejuk. Tiraikasih Website http://kangzusi. maka Buyung menolongnya membawakan tabung bambu airnya.com/ Dewi KZ 42 Ke Selatan sebuah jalan kecil memintasi hutan menuruni gunung. Mereka selalu mandi ke Sungai Air Putih. kecuali di beberapa tempat. karena selalu saja tertutup kembali oleh semak dan pohon-pohon. Siti Rubiyah pun selalu mandi dan mencuci pakaian di sana. dan meskipun di ladang ada sumur. menunggu-nunggu Siti Rubiyah tiba. Kalau bukan orang perimba pasti akan sesat jika mengikutinya. kampung Batu Putih. Dan kemudian di hutan Sutan pasti akan mengganggu Buyung. ketika jalan meninggalkan sungai dan memilih sendiri tempat-tempat yang mudah dilaluinya. Jalannya kecil sekali.

hari sebelum mereka akan pulang, ketika Buyung pulang dari hutan menjelang tengah hari, untuk menjemput keranjang besar tempat damar, buyung memintas jalan di sungai, dan melihat Siti Rubiyah sedang bermain-main di dalam air. Dia amat asyik dalam air, hingga tak terdengar olehnya Buyung datang. Buyung pun berjalan lebih hati-hati dari biasa. Siti Rubiyah sedang mencoba menangkap ikan-ikan kecil di sungai dengan tangannya. Dia mendekapkan kedua belah tangannya, membuat tangannya menjadi semacam cabung yang bulat, dan memasang tangannya diam-diam di dalam air. Ditunggunya hingga anak-anak ikan masuk berenang ke

dalam

tangannya,

dan

kemudian

dengan

tiba-tiba

tangannya diangkatnya ke atas. Akan tetapi ikan-ikan kecil yang jinakTiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 43 jinak merpati amat cepat dapat melarikan diri, dan lepas dari tangkapan. Siti Rubiyah pura-pura marah, dan menampar air beberapa kali, akan tetapi kemudian dia akan memasang tangannya kembali dan menunggu ikan-ikan kecil masuk. Sinar matahari menyiram mukanya dan kemudian menari nari di permukaan air, membuat mukanya yang kuning langsat seakan penuh dengan siraman cahaya yang berkilauan; terang matahari bersarang ke rambutnya yang tebal dan yang kelihatan bertambah hitam dan kini seakan memancarkan

percikan cahaya kecil-kecil, cahaya matahari yang datang dari langit dan dari permukaan air sungai membasuh seluruh mukanya, bahunya dan buah dadanya dengan terang dan bayangan, sungguh terpesona Buyung memandanginya. Jika dia bosan bermain demikian, maka dia menyanyi. Suaranya halus dan lagunya sedih, lagu orang kesepian. Rupanya Buyung terlalu keras menatapinya, karena seakan terkejut dia mengangkat kepalanya, dan kemudian ketika dia melihat Buyung yang berdiri di bawah pohon di tepi sungai, sinar terkejut meninggalkan matanya, dan senyum kecil yang amat manis menghiasi pula bibirnya, dan dia berseru: "Engkau itu Buyung! Mengapa telah pulang kini?" Muka Buyung merah padam, merasa malu, akan tetapi Siti

Rubiyah tak memperlihatkan seakan dia melihat sesuatu yang ganjil dalam sikap Buyung. Sedang Buyung merasa darahnya tersirap, dan mengalir cepat sekali dalam badannya dan jantungnya berdebar-debar keras. Sungguh aneh sekali perasannya. Dia merasa amat sangat tertarik pada Siti Rubiyah, ingin dia mendekatinya dan memegangnya dan memeluknya, akan tetapi pada waktu yang bersamaan hatinya merasa takut pula. Berbagai macam ketakutan yang timbul dalam hatinya. Takut pada perasaan hebat yang timbul dalam dirinya sendiri, takut karena ingat pada Wak Hitam, dan takut pada Siti Rubiyah sendiri, takut jika dia tahu apa yang dirasanya terhadap dirinya, maka Sili Rubiyah akan marah, dan mungkin tak mau lagi tertawa semanis itu padanya, dan

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 44 dia pun merasa takut berdosa, karena dia sadar, bahwa perasaannya yang demikian dilarang oleh ajaran agama. Tetapi meskipun demikian, Buyung tak dapat menahan dirinya dari merasa demikian. Tak obahnya seakan sesuatu tenaga yang lebih besar menguasai seluruh badan dan jiwanya dan menghapuskan dari pikirannya, dari hatinya, cintanya kepada Zaitun, takutnya pada Wak Hitam, takutnya kepada Tuhan, takutnya kepada sikap Siti Rubiyah sendiri, dan takutnya pada perasaan ganjil yang dahsyat yang menguasai dirinya. Buyung melangkah ke dalam sungai, mendekati Siti Rubiyah yang duduk di dalam air. Siti Rubiyah memandang

seraya mengangkat kepalanya kepada Buyung, dan tertawa, dan berkata: "Aku coba menangkap ikan kecil. Tetapi mereka cepat lari. Seakan terasa saja padanya tangan kita akan bergerak untuk mengangkatnya ke luar dari air." Dari ketinggian tempat Buyung berdiri, jelas sekali dilihatnya buah dada Siti Rubiyah yang separuh terbuka, yang kecil dan bundar akan tetapi membuat belahan pula di antara keduanya, kulit dadanya halus, dan di rambutnya mutiaramutiara air berkilauan, bibirnya merah. Suara Buyung terasa garau ketika berkata: "Aku pulang hendak mengambil keranjang. Kami dapat banyak damar." Tetapi kakinya tak hendak bergerak dari tempat itu, dan dia

berkata, melupakan semuanya: "Marilah aku tolong engkau menangkap ikan." Buyung membungkuk dan kepala mereka amal berdekatan, badan mereka amat berdekatan, dan dengan suka cita Buyung lihat, bahwa Siti Rubiyah sama sekali tak berusaha menjauhkan dirinya. Ketika itu Buyung merasa amat dekat sekali pada Siti Rubiyah, dan lupalah dia sama sekali pada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 45 Zaitun. Mereka sebaya, dan mudah benar Buyung merasa berkawan dengan dia. Buyung tak tahu berapa lama keduanya mencari-cari ikan. Siti Rubiyah banyak bercerita. Dia bercerita, bahwa dia

dipaksa kawin oleh orang tuanya dengan Wak Hitam, sedang sebenarnya dia tak hendak kawin dengan Wak Hitam. Hampir dia membunuh dirinya, kalanya, ketika dipaksa kawin dengan Wak Hitam. Akan tetapi karena menghormati dan takut pada ayah dan ibunya, maka diturutinya juga kemauan ayah dan ibunya. Dia tak pernah merasa senang selama kawin dengan Wak Hitam, cerita Siti Rubiyah. Dia selalu ingin tinggal di Kampung, dan ingin bergaul dengan kawan-kawan yang sebaya dengan dia. Akan tetapi Wak Hitam dalam bulanbulan terakhir selalu saja membawa dia ke huma, dan istriistrinya yang lain ditinggalkannya di kampung. Dia merasa amat kesepian di ladang, dan merasa tak enak

seorang perempuan muda demikian. Dia hendak memakai . akan tetapi kemudian dia teringat tujuannya yang sebenarnya dirinya meninggalkan suasana yang amat menggembirakan bercakapcakap dengan Siti Rubiyah. seakan dia merasa jijik dan tak senang dengan Wak Hitam. "mengambil mengambil keranjang. Jatuh juga hati Buyung melihatnya tak berdaya demikian.com/ Dewi KZ 46 Ketika dia tiba di atas beranda." "Marilah sebentar ke mari. Tiraikasih Website http://kangzusi. keranjang. Dia dengan Wak Hitam di tengah hutan Rubiyah. dan dipaksa pula tinggal bersama di tengah hutan. didengarnya Wak Hitam memanggil. "Siapa itu?" "Buyung. Wak. katanya mengaku. bahwa dia tadi singgah dan lama berbicara dengan Siti Rubiyah? Buyung ingat akan cerita-cerita tentang ilmunya yang hebat. dan dipaksanya sebenarnya takut pada Wak Hitam. Wak Hitam mengawininya. Segan benar Buyung sebenarnya meninggalkan Sili umurnya. Pasti dia kesepian dan ingin berkawan dengan orang-orang muda yang sebaya dengan dia. Tahukah Wak Hitam. Dan Siti Rubiyah menarik air muka. Di mana Siti Rubiyah?" Tersirap darah Buyung sedikit." sahutnya enggan. hanya dengan maksud untuk memperpanjang kemudaannya untuk mempermuda dirinya sendiri. dikawini dengan paksa oleh seorang tua. Dapat banyak damar kami. Sungguh kasihan dia.berdua-dua demikian. dan dia bergegas ke rumah mengambil keranjang.

Seluruh badannya gemetar.dan bukan tak mungkin ilmu firasatnya begitu hebat. Buyung mendorong punggungnya dengan sebelah tangannya. dan tangan kanannya membawakan cangkir ke bibir Wak Hitam. dan air teh akan tumpah jika cangkir tak dipegang kuat-kuat oleh Buyung. dan cangkir bergoyang karena getar kedua tangannya. hilang pula rasa takut dan was-was dalam hatinya. hitam dan putih. Buyung menyeka keningnya yang penuh . Cerek tempat air terletak jauh dari kasurnya. Buyung mengisi semangkuk air teh dan membawa padanya. berselimut hitam tebaltebal. keringat dengan sebuah lap kain merah yang terletak dekat bantalnya. dan kemudian merebahkan dirinya kembali. Ketika Buyung masuk dia mengerang. Wak Hitam terbaring di atas kasur di lantai. Wak Hitam mencoba duduk. Dia minum dengan lahap. Mendengar suaranya dan melihat keadaannya yang demikian. Rupanya demamnya sedang naik. dan membaca mantera penjaga diri yang diajarkan Wak Katok padanya dan dia melangkah dengan tenang ke dalam kamar tidur Wak Hitam. tolong berikan aku air secangkir. hingga dia dapat mengetahui apa yang terjadi jauh dari dirinya. Wak Hitam memegang cangkir dengan kedua belah tangannya. Kepalanya memakai kupiah wol yang tebal yang belangbelang merah. Buyung menguatkan dirinya." katanya dengan suara yang lemah dan gemetar. tetapi tak kuat. "Aduh Buyung.

biar mereka dapat membagi-bagi harta yang kita tinggalkan. Buyung. Kamar terasa seakan sesak. akan tetapi dia tak lahan rasanya tinggal di dalam kamar yang panas dan gelap dengan Wak Hitam yang demam panas. engkau masih harus ." katanya kembali. dan dia seakan merasa tak dapat bernapas di dalamnya. Dari jauh Siti Rubiyah telah "Pergilah." Hati Buyung lega disuruhnya pergi. kehilangan perhatiannya."Aduh. Bini sendiri pun tidak lagi memperdulikan kita. beginilah kalau sudah tua dan sakit-sakit. tak hendak mengurus kita dengan benar. "kalau sudah tua dan sakit-sakit. "Di sungai saja kerjanya." sahut Buyung "Ohhhh. Di tengah jalan Buyung bertemu dengan Sili Rubiyah yang hendak pulang. apalagi anak-anak atau keluarga yang lain. udara panas dihirupnya dan terasa amal segar sekali. tak ada lagi yang mengurus awak." Kemudian diam diam sebentar. dan muda. "di mana Siti Rubiyah?" Tiraikasih Website http://kangzusi. dan berkata: bekerja. udara dalam kamar berat dan panas dengan bau badan Wak Hitam yang sakit." keluhnya. Mereka malahan menunggu dan mendoakan supaya kita lekas saja mati. sama saja. Barangkali dia terlalu bergegas berangkat. Beginilah Buyung. dan kembali memandang pada Buyung." kemudian timbul kembali kekesalannya dan iba hatinya pada dirinya sendiri." Kemudian dia diam.com/ Dewi KZ 47 "Di sungai. Tiba di luar rumah. lalu memandang pada Buyung. mencuci. dan berkata: "Bini yang tua dan bini yang katanya.

"Aduh. di sungai tadi. Enam ekor burung gagak kelihatan terbang melintas di atas hutan tempat mereka . Kali ini seakan senyumnya mengandung arti yang lebih dalam. Akan tetapi Talib terus berbalik meneruskan pekerjaannya.." tiba-tiba dia berhenti berkata. "Sudah terlalu lama. dan kini Talib memajukan sebuah pertanyaan yang sukar pula untuk menjawabnya: "Mengapa engkau lama?" Akan tetapi otaknya dengan cepat bekerja dan dia menjawab: "Oh. aku memperbaiki perangkap kancilku sebentar." kala Talib. dan Buyung bergegas kembali ke hutan.. dan panas demamnya kelihatannya lelah menjadi lebih tinggi." Dan dia takut Talib akan melihat betapa pipinya memerah. Dan Buyung bukannya tak senang dengan perasaan ini. Dia terkejut ketika mendengar suara Talib mereka berdua bekerja bersama mengumpulkan damar. karena Wak Hitam memanggil-manggilnya.com/ Dewi KZ 48 burung pelatuk yang mengisi hutan. Buyung mengatakan padanya agar dia bergegas.. telah tumbuh sesuatu yang mendekatkan mereka. sampai menyanyi segala. Di tengah hutan ingatannya yang penuh gembira dapat berjumpa tadi dengan Siti Rubiyah tak terganggu oleh ketokan Tiraikasih Website http://kangzusi.tersenyum. Siti Rubiyah terus pulang. "Aduh senang juga hatiku. karena harus berdusta demikian. Seakan dari pertemuan mereka. dan menengok ke atas. esok kita akan pulang ke kampung." Dengan tak disadarinya Buyung telah menyanyi rupanya. senang benar hatimu. dan dia tak sadar telah tiba di tempat mereka bekerja.

hingga dia mengerang-ngerang sepanjang malam." kala Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. Moga-moga Tuhan melindungi kita dan menyelamatkan perjalanan kita pulang. Siti Rubiyah ikut bangun pagi. karena hutan tempat burung gagak tinggal. dan di rumah itu ada orang sakit. alamat tak baik itu. "jadi di hutan tak ada artinya. 0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.bekerja. "apalagi kita ini kan di hutan. Kemarin malam panasnya naik lagi. dan memasakkan kopi dan makanan pagi untuk mereka. maka artinya si sakit akan mati.dan kemudian berkata: "Aduh. tahyul saja itu. akan tetapi berbalik-balik dengan gelisah di alas tempat tidurnya. Buyung merasa agak berat dalam hatinya berangkat." "Ah. berbunyi-bunyi: gaak-gaak-gaak! Talib agak berubah air mukanya Dia mengucap Astagafirullah. bukan?" "Kuharap benarlah katamu itu." kala Talib. dan sepanjang malam terdengar dia tak tertidur. Dia teringat Siti Rubiyah akan mereka tinggalkan sendiri dengan Wak Hitam yang masih sakit. ..com/ Dewi KZ 50 3 Sebelum Subuh mereka telah bangun. Hari itu mereka lebih cepat pulang ke huma Wak Hitam.." "Kalau di kampung ada burung gagak terbang melintasi rumah. bukan di kampung." kata Buyung." kata Talib.com/ Dewi KZ 49 "Itulah yang kumaksudkan. dan untuk menyiapkan perbekalan pulang. karena mereka hendak menyiapkan hasil damar yang telah mereka kumpulkan selama seminggu bekerja di hutan.

dan tak lama lagi akan berkumpul kembali dengan keluarganya. atau di wajah Wak Katok yang keras dan kukuh. Dalam hatinya timbul pertanyaan. maka siapa tahu Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 51 setan-setan akan datang mengganggu. Tetapi Buyung merasa kehilangan perasaan gembira demikian. di muka Talib atau Sutan dan Sanip. seandainya Wak Hitam mati. Dia melihat kepada kawankawannya. Wak Hitam orang yang punya ilmu-ilmu. yang biasanya selalu menyertai pagi demikian. Mereka seperti biasa saja. apakah mereka juga merasa seperti dia. Kini malahan hatinya seakan berat hendak meninggalkan Siti Rubiyah berdua saja dengan Wak Hitam. Malahan di wajah Talib. Tetapi dia tahu juga tak banyak yang dapat dilakukannya . Timbul rasa kasihan yang besar dalam hati Buyung terhadap perempuan muda itu. Kemungkinan dia akan bertemu dengan Zaitun pun tidak dapat menimbulkan kegembiraan dalam hatinya. Sutan dan Sanip dia dapat membaca kegembiraan mereka akan berangkat pulang. Tetapi dia tak dapat membaca sesuatu di air muka Pak Haji yang tenang seperti biasa di air muka Pak Balam. apakah yang akan dilakukan oleh Siti Rubiyah? Kepada siapa dia akan dapat minta tolong? Alangkah ngerinya baginya tinggal berdua di ladang sepi di tengah hutan itu dengan mayat Wak Hitam. selelah mereka berangkat.dan tiap sebentar terdengar gerak Siti Siti Rubiyah di dalam kamar mengambilkan air minum untuknya. Dan sebagai kata orang. bila akan pulang ke kampung setelah berminggu-minggu di hutan. perasaan gembira dan hasrat mendesak.

dan air mukanya memperlihatkan seakan dia kecewa.untuk menolong Siti Rubiyah." Siti Rubiyah hanya memandang padanya dengan air muka yang penuh arti. Hanya sebentar. akan tetapi tak ada kesempatan timbul. baik-baiklah jaga dirimu. Seakan kata-kata menunggu dan bersiap di belakang bibirnya. Moga-moga Wak Hitam lekas sembuh. ketika kawan-kawannya yang lagi pergi mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Wak Hitam. Dia juga harus ikut pulang memikul hasil damar yang mereka kumpulkan. akan tetapi tak jadi diucapkannya kawannya ke luar dari kamar Wak Hitam. bahwa dia tak jadi mengucapkan apa yang harus diucapkannya. Sinar menghilang dari mata Siti Rubiyah. dia dapat berkata kepada Siti Rubiyah: "Kami berangkat kini. Rubiyah. Dia tak dapat tinggal di sana. Ingin dia dapat bercakap-cakap lagi dengan Siti Rubiyah sebelum berangkat. telah . akan tetapi juga tabah menerima. dan sinar matanya seakan meminta dengan amat sangat kepadanya untuk melakukan sesuatu. tangan nasib atau tangan Tuhan Yang Maha Kuasa telah menghentikan karena terdengar langkah kawanhendak terlompat dari mulutnya. Sebentar tertegun perasaan Buyung. Sesaat terasa pula olehnya seakan Siti Rubiyah hendak mengatakan sesuatu kepadanya. dan dia sengaja menunggu hingga terakhir.

saatsaat yang menyuruh orang melakukan pilihan atau mengambil putusan. apa yang hendak diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. saat-saat yang penuh arti dan pengaruh gaib. Siti Rubiyah membuang muka dan pergi ke tungku. Sekan merupakan sebuah tali halus yang tak kelihatan yang mengikat meskipun lewat dalam sekilas mata. Saat serupa itulah yang tiba akan tetapi berlalu kembali antara Buyung dan Siti Rubiyah. pilihan yang mungkin membawanya ke puncak kebahagiaan. dan hal itu juga menjauhkan mereka akan tetapi mendekatkan mereka pula. akan tetapi mungkin dapat meninggalkan bekas bertahun-tahun. apa yang hendak diucapkannya ketika itu. dan siapa tahu. purapura memperbaiki kayu api di tungku.com/ Dewi KZ 52 Saat-saat gaib demikian selalu ada dalam hidup setiap manusia. Dan keduanya seakan menyadarinya dalam bawah sadarnya. Menjadi kenangan dan pertanyaan. atau juga ke dasar ngarai gelap kenistaan. jika tak akan menjadi kenangan untuk seumur hidup. Atau yang membawa kesyukuran ataupun sesalan seumur hidup.lompatan kata-kata. Mereka seakan merasa lega dan kecewa sekaligus karenanya. Saat-saat yang demikian. maka terjadi apa yang terjadi kemudian? Tiraikasih Website http://kangzusi. jiwa mereka. . dan Buyung melangkah menuju ke kamar Wak Hitam untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal. jika jadi diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan.

Seakan dia memamerkannya dan menyombongkan dirinya pada si lemah. dan mengucapkan bermalam di sini. Semua kekayaan dirinya ini dibandingkan dengan kelemahan orang tua itu. dan setelah matanya terbiasa dalam gelap kamar. Dia berjongkok dan mengulurkan tangannya memegang tangan Wak Hitam. menjadi susunan daging dan tulang dan olotototyang tidak berdaya sama sekali. akan tetapi kini direbahkan oleh sakit demamnya. Karena itu dia merasa terdorong harus cepat ke luar dari kamar orang sakit. segar bugar. Siti Rubiyah masih . Buyung melepaskan tangan Wak Hitam. maka dia melangkah mendekati tempat Wak Hitam berbaring. Ketika dia tiba di luar kamar.com/ Dewi KZ 53 gagah perkasa dahulu. dan berkata: "Saya minta diri. Wak Hitam. dan berdiri serta bergegas melangkah ke luar. pijitan tangannya membalas salam Buyung amat lemah sekali. malu melihat kelemahan letaki yang begitu banyak terima kasih telah diterima Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kemudian dengan perasaan tak enak." Wak Hitam hanya mengerang saja. karena dia orang muda. yang hanya diterangi sinar kecil sebuah pelita lampu minyak kelapa.Dia berpapasan dengan kawan-kawannya di pintu kamar. Dia merasa malu. penuh kekuatan hidup. dan dia merasa malu. kawan-kawannya semua telah turun membawa keranjang-keranjang punggung besar yang berisi damar dan bekal mereka di hutan.

com/ Dewi KZ 54 Kemudian dia memandang kembali kepada Siti Rubiyah yang masih duduk di depan tungku. memberi salam selamat tinggal kepada Siti Rubiyah. dan dengan seluruh hatinya dia ingin dapat menolong Siti Rubiyah pada setiap waktu. yaitu bahwa seluruh hatinya dapat merasakan penderitaan Siti Rubiyah. dan Buyung merasa tak perlu berkata sesuatu apa. amat jauh berbeda dari tangan sakit Wak Hitam. Dengan cepat keranjang disandangkannya ke atas bahunya.Siti Rubiyah hanya perlu memanggilnya saja. penuh darah merah mengalir. antara hendak mendatanginya . dia memperbaiki letak parang panjang di pinggangnya. menyentuh pisau belati di perutnya dengan tangan kirinya. Buyung menurutkan bisikan hatinya.. Dia melihat bahwa senapan tak ada lagi tergantung di dinding. panas penuh kehidupan. Mata mereka berpandangan. Tiraikasih Website http://kangzusi. dia melihat dalam mata Siti Rubiyah cerminan apa yang dikatakan matanya sendiri. Tangan Siti Rubiyah kuat dan lembut.tinggal duduk berjongkok di depan tungku. dan mengulurkan tangannya. Sesaat Buyung merasa ragu. Darah yang memanggil-manggil. dan melangkah cepat menuju ke tungku. Buyung melepaskan tangan Siti Rubiyah dan pergi ke ujung beranda tempat keranjang punggungnya telah menanti. melihat ke dinding apakah senapan lantak Wak Katok telah dibawa atau belum. Pegangan Siti Rubiyah terasa keras sekali. Telah dibawa rupanya oleh Wak Katok.

" Tiraikasih Website http://kangzusi. kancilnya bisa mati kelaparan." . Ketika dia tiba di bawah tangga. kau memang pemalas. "Sayang bukan. "kalian terus saja. Demikian engkau akan dapat berjalan lebih cepat. Tinggalkan saja keranjangmu di pinggir jalan. Kita telah jauh." kata Sutan. Buyung bergegas menyusul mereka. dia melihat kawankawannya telah menyeberangi ladang. atau terus pergi." katanya kepada Sutan yang berjalan di depannya." katanya." "Mana jauh. "Tetapi kalau ada isinya. aku kembali memeriksa perangkap. "Aduh. ." "Tetapi aku malas kembali. Setelah berjalan kurang lebih setengah jam.com/ Dewi KZ 55 Dia melepaskan keranjang punggungnya yang berat dan meletakkannya ke dalam belukar di bawah sebuah pohon besar di sisi jalan kecil di hutan.." "Ah. aku lupa memeriksa perangkap kancil. "Baiklah. "baru jalan setengah jam." kata Buyung." "Mengapa engkau tak kembali memeriksanya?" kata Sutan. "Berdosa engkau. bahwa dia telah memberi salam selamat tinggal. dan mulai masuk ke pinggir hutan. masih ragu-ragu.Buyung tambah ragu.kembali. biarlah. tak akan ada orang yang mencurinya. Karena itu dia cepat turun tangga tanpa berkata sesuatu apa lagi." kata Talib. "Siapa tahu barangkali ada isinya pagi ini. Akan tetapi dia teringat. tiba-tiba Buyung ingat pada perangkap kancilnya. Susul kami nanti di tempat kita bermalam. Nanti aku susul. Ucapan Talib menyebabkan dia mengambil kcpulusan untuk kembali.

. adik Zaitun. apakah yang akan dibelinya . jika dia memberi Zaitun kancil.. karena dia tak punya hutang kepada siapa pun juga. seperti orang membayar makan saja di rumah orang lain. kala ibunya kepadanya. Dia senang. tentu akan tambah sayang pula padanya. Oh. Sejak dia pandai mencari uang. sebuah kain pelekat yang berwarna merah tua. Zaitun sudah lama ingin memelihara seekor kancil. Kemudian apa lagi? Oh. Akan diberikannya kepada Zaitun. Itulah warna yang disenangi ibunya. dia akan memberi ibunya uang untuk membantu belanja di rumah. bahwa suka hati ibunyalah akan diapakan uang yang diberikannya. sebuah . meskipun ibunya mengatakan. dia akan membeli. selalu dia memberi uang pada ibunya. kembali menuju ladang Wak Hitam. Dan si Rancak. Dari uang hasil damarnya. Dia juga akan menyimpan uang untuk membeli pakaian baru untuk hari Lebaran yang akan datang. Ibunya akan senang benar dengan kain sembahyang baru nanti. bahwa dia tak perlu memberikan uang. dia akan membelikan sebuah kain sembahyang yang baru untuk ibunya. Akan tetapi dia berkata. Dalam hatinya dia berharap benar akan mendapat seekor kancil.? Dia akan menyimpan seringgit untuk membeli sebuah senapan berburu yang baru.Kemudian dia berbalik. Ayahmu masih cukup memberi ibu uang. Dia hendak membuat baju teluk belanga dari sutera kuning muda.

Dia mendengar kokok ayam hutan berderaiderai merdu.peci beludru hitam yang baru. Dia mendengar kembali bunyi-bunyi ratusan ragam serangga di dalam hutan. Dia ingin sekali membeli sandal kulit yang berpakupaku putih sebagai perhiasannya. dan kemudian seekor babi hutan yang besar muncul. Buyung kembali ke dalam hutan.com/ Dewi KZ 56 Dia terkejut dan terbangun dari mimpi-mimpinya. dan sepasang sandal kulit yang baru. ketika mendengar bunyi berkeresek-keresek di dalam belukar di pinggir jalan. tanpa melihat Buyung yang berdiri dengan diam-diam dan siap untuk melompat ke pinggir jika babi hendak menyerangnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. tangannya memegang hulu parang panjangnya. Dia mendengar kembali bunyi teriak orang hutan yang bergendang-gendang berat dari jauh. Babi telah melintas jalan. Tombak-tombak sinar matahari yang berhasil menembus payungan tebal daun-daun hijau memiring dari langit menimpa tanah hitam di bawah. melintas jalan dengan cepat. Akan aku berikan uangnya pada ibu supaya disimpan. menimbulkan pola-pola cahaya dan bayangan yang bertukar-tukar amat menarik hati. Dia melihat rama-rama yang beterbangan di sinar matahari yang menembus ke dalam hutan. Dia mendengar ketukan tajam burungbelatuk mencari ulat dibalik kulit pohon kayu. pikirnya. Dia berhenti. Belukar bergerak-gerak. dan melihat . Kini dia menyadari kembali pohon-pohon di sekelilingnya.

Dia merasa amat sangat gembira. Tiap tarikan napas yang memenuhi jantung seakan obat segar yang mempercepat jalan darah. ketika Buyung tiba dekat perangkap. Menggembirakan hati. menguatkan otot dan tulang. Dia merasa kembali kesegaran udara pagi di dalam hutan. dan melihat di dalam perangkap seekor kancil yang kecil. serangga dan margasatwa yang dirasanya kehadirannya. Alangkah manisnya binatang ini. akar. kakinya ramping telinganya runcing dan halus. mulutnya lalu bersiul-siul. pikir Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan cepat dia membuat sebuah keranjang dari cabangcabang . Kesadaran pada hidupnya. Semuanya di sekelilingnya. matahari di langit.com/ Dewi KZ 57 Kegembiraannya bertambah sempurna ketika dia tiba di tepi ladang tempat dia memasang perangkapnya. kuning dan merah yang beterbangan tinggi di antara cabang-cabang pohon. angin yang datang berhembus. Hidungnya hitam dan basah berkilauan. dan matanya lembab bercahaya. langit yang dirasanya berada di atas lapisan payung hijau rimba. dan mempertajam kesadaran dirinya. Kancil itu berlarilari berkeliling di dalam perangkap yang sempit. dan dia teringat pada kisah kancil yang diceritakan ibunya kepadanya di waktu kanak-kanak. dan tanpa diketahuinya.kembali burung burung berwarna hijau. hutan dengan pohon dan daun. pada alam hidup di sekelilingnya. semuanya menapaskan kehidupan.

dan sedang duduk di batu menyisir rambutnya. Karena dia telah berpakaian. Langkahnya tertegun. Di pinggir hutan dekat sungai. dan melangkah kembali ke hutan.kecil pohon yang liat yang tumbuh di pinggir hutan. memandang ke pondok tinggi di tengah ladang sebentar terlintas dalam hatinya hendak pergi menengok Siti Rubiyah kembali. Kemudian dia mengumpulkan daun-daun muda dan rumput muda dan dimasukkannya ke dalam keranjang. dan dia menggeliat-geliat badannya hendak melepaskan dirinya dari pegangan si manusia yang ditakutinya. Dadanya dan perutnya turun naik karena bernapas kencang. Tetapi sesuatu Tiraikasih Website http://kangzusi. dan hal ini menyebabkan dia kembali memutar badannya. melangkah cepat ke dalam hutan.com/ Dewi KZ 58 dalam gerak perempuan muda berkata kepada Buyung bahwa langkahnya. dan kemudian sang kancil ditidurkannya. tertegun karena tiba-tiba dia melihat Siti Rubiyah duduk di atas batu rupanya dia baru selesai mandi. Akan tetapi Buyung berbicara padanya dengan suara yang halus dan tenang. memintas hutan menuju . akan tetapi dia teringat pada Wak Hitam. dia berhenti. . Buyung mengumpulkan rumput kering dan dengan rumput itu dialasnya keranjang. bahwa mungkin sang kancil akan haus. lalu dia membalikkan sungai. dia memutar badannya. Lalu keranjang ditutupnya dan dia menjinjing keranjang. Kemudian dia teringat. Kancil amat ketakutan ketika dipegangnya.

mengapa engkau bermenung-menung Sebentarsebentar tangannya yang menyisir rambut yang hitam dan panjang terhenti. Dengan tak berpikir lagi Buyung melangkah ke luar . dari naungan atap daun rimba. dan separuh terkejut mengangkat badannya dari batu. Air mukanya seperti orang yang terkejut sekali. kepalanya tegang kaku. di pinggir sungai di tengah hutan belantara. dan senyum menyambut terang di bibirnya. Seluruh hatinya dan dirinya berseru menyuruhnya mendekati si perempuan muda. tersirap darahku. Pada saat yang demikian Buyung pun dapat ikut merasakan dalam dirinya kesepian yang dahsyat yang menawan diri si perempuan muda yang duduk sendirian di atas batu. dan dia seakan termenung. matanya terbuka. dan memecahkan kesepian manusia yang sedang diderita Siti Rubiyah. Siti Rubiyah berdiri. berpaling cepat ke arah suara Buyung. cahaya matahari kembali bersinar di dalam matanya. dan menegur: "Rubiyah. akan tetapi seakan tak melihat sesuatu apa. duduk menatapi air yang mengalir. sendiri?" Perempuan itu tersentak bangun dari arus pikirannya. Ketika dia melihat Buyung seluruh air mukanya berubah. menuju Buyung.perempuan itu sedang gundah gulana pikirannya. gerak dan suara yang mendentingkan tali hati Buyung. dan melangkah di dalam air. "Aduh." katanya dengan suara yang terkejut. dan kedua tangannya dilipatkan menekan dadanya.

"Aduh bagusnya dan halusnya dia. akan tetapi kemudian dia membiarkannya. Untuk siapakah dia?" Buyung memandang padanya." kata Siti Rubiyah. dan cepat mengerti.?" Kemudian dia melihat kancil dalam keranjang.. kecintaannya di kampung Air Jernih. Aku kembali.. antara hendak mengatakan.memegang tangan Buyung. kakak kembali. Buyung melangkah ke dalam hutan." "Belum tahu. "Aku perhatikan engkau tadi duduk di batu sungai. aku kembali ." dan dia memperlihatkan kancil kepada Siti Rubiyah. dan hasrat yang timbul pula dalam hatinya untuk dengan gagah berkata: "Jika engkau suka. dia sendiri pun tak tahu apa yang menyuruh berkata demikian. lupa memeriksa perangkap kancil. "Jangan terlalu banyak pikiran. sambil berkata: "Aduh. Rubiyah. Mula-mula kancil mencoba mengelakkan kepalanya dari Tiraikasih Website http://kangzusi.. dan meletakkan keranjang di bawah sebuah pohon kayu besar.. "cantik sungguh rupanya.com/ Dewi KZ 59 sentuhan jari perempuan. ketika Buyung berkata: "Ya." ." kata Buyung kemudian memberanikan hati.. dan mereka berdua mencangkung dekat keranjang yang berisi kancil. bahwa kancil itu adalah untuk Zaitun. keraguan timbul dalam hatinya. dan memandangi Siti Rubiyah dengan matanya yang bundar. Tak baik menurutkan susah hati." kata Buyung kemudian.. Siti Rubiyah berteriak kecil girang melihat kancil. di tengah jalan aku teringat. dan benar saja ada kancil di dalamnya . bolehlah untukmu. dan mengulurkan jarinya melalui lubang anyaman keranjang. entah mengapa dia berkata demikian.

jika bukan kepada kakak yang begitu baik hati padaku?" katanya kemudian. penuh rasa ingin tahu." katanya. setiap aku ada di rumah. "bagaimana aku tak bersusah hati. kembali dirinya dipeluk oleh hal-hal yang menyusahkan pikirannya. aku . Panas badannya bertambah hebat saja. yang membuat Buyung melupakan umurnya yang muda." "Aduh. akan tetapi kepada siapa kini tempat aku mengadu.com/ Dewi KZ 60 "Apa. Dan aku. air muka Siti Rubiyah yang telah girang karena melihat kancil. Penyakitnya tak hendak sembuh-sembuhnya. dan dia kembali teringat pada kesusahan hatinya. "Malu aku sebenarnya mengatakannya. dan hasrat hendak menolong. lalu berubah. Dia membungkukkan kepalanya. kakak.Mendengar kata Buyung. apa?" tanya Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. yang lemah dan yang sedang dalam kesusahan ini. dan dia merasa dirinya seorang letaki yang dewasa dan gagah perkasa." desak Buyung. berhenti berbicara. dan memandang kepada Buyung. "Katakanlah. lupa kepada kancil yang menarik hatinya mulamula tadi." dia tertegun. "akan aku tolong engkau.. kak. dan memandang kepada Buyung dengan matanya penuh rasa percaya dan minta bantuan. "Aduh. sejak dia sakit. Aku hanya tinggal berdua dengan Wak Hitam. dan mengais-ngais tanah di bawah pohon dengan jari-jarinya. dan yang sanggup membela dan melindungi perempuan muda yang tak berdosa..

." dan tiba-tiba Rubiyah melupakan rasa malu dan segannya kepada Buyung. lalu membuka kebayanya. kakak tak tahu apa yang dilakukannya pada diriku. dia sudah seperti binatang. sedikit pun tak boleh .. memperlihatkan kepada Buyung punggungnya yang penuh dengan bekasbekas seperti cambukan atau cubitan yang mengeluarkan darah.disuruhnya.katanya supaya kesehatan diriku masuk ke badannya yang sakit — dan menyembuhkan dia — aku tak tahan lagi.." dia terhenti lagi. dan kudengar dia juga pada bini-bininya yang lain . karena dibawa arus kemarahan dan kasihan dirinya. atau juga goresan kuku yang mengenai daging. dan tiba-tiba mukanya merah. Tiraikasih Website http://kangzusi. tiap kali aku harus berbuat demikian. dan ... dan kemudian dia membalikkan dadanya. tiap kali terasa tambah berat di hatiku.. atau pula gigitan. dan dengan terkejut membalikkan punggungnya. hendak pulang ke kampung. Dia bukan manusia lagi kak.. seperti setan saja — aduh.". aku lebih disiksanya lagi.. Bawalah aku pulang ke kampung. malu. aku tersiksa — itu kalau dia lagi sakit — kalau dia tak sakit. aku hendak lari saja. -.Hatiku tambah segan dan takut — tolonglah aku kak. kak — atau ke mana saja sungguh aku tak tahan lagi. aku tak boleh berbaju.com/ Dewi KZ 61 memperlihatkan dadanya kepada Buyung. aku disuruhnya tidur memeluknya.

Dia berilmu gaib yang hebat sekali. dan terasa padanya amat sangat dahsyatnya. Inilah Siti Rubiyah. dan air mata mengalir dari matanya.Buyung melihat dadanya penuh bekas-bekas gigitan yang telah sembuh. Aku takut padanya. Wak Hitam mengancam aku. yang merupakan sebuah saksi dan bukti yang terang sekali. kak. menundukkan kepalanya. hingga sebentar Buyung bingung tak tahu apa yang harus dilakukannya. Jika dia berbuat demikian di kampung. "Tetapi kak. atau ditenungnya." Tiba-tiba Buyung merasakan dirinya tak cukup gagah perkasa untuk dapat melindungi Siti Rubiyah dari kesetanan dan kebinatangan Wak Hitam. bahwa jika aku membuka rahasianya kepada siapa pun juga. Dia kini juga mengerti mengapa Wak Hitam suka membawa istriistrinya ke huma yang sepi itu. Apa dayanya melawan orang . Siti Rubiyah kemudian dengan cepat menutup kembali dadanya. tentu orang kampung akan ribut. Dia menangis terisak-isak. maka aku mati. Apa yang dilihatnya baru sekali itu dilihatnya. Meskipun dia belum dapat memahami semua yang terjadi antara Wak Hitam dan Siti Rubiyah. istrinya yang muda. Aku akan diracunnya. akan tetapi hatinya merasakan sungguh nasib malang perempuan muda itu. Perasaannya amat tergoncang sekali. kakak jangan ceritakan pada siapa pun juga apa yang aku katakan ini. hingga aku mati atau jadi gila. Semua cerita yang menakutkan dan mengerikan tentang Wak Hitam kini terbukti kebenarannya.

Rubiyah. selain kakak. kak. dan Siti Rubiyah merebahkan kepalanya ke pangkuan Buyung. ketika Siti Rubiyah memegang tangannya. jangan engkau menangis. dan berkata: "Diamlah. Sedangkan Wak Katok sendiri mengaku guru pada Wak Hitam. dan Buyung menghapus-hapus kening Siti Rubiyah." katanya kemudian. Dijangkaukannya tangannya memegang bahu Siti Rubiyah. dan tak berbual apaapa. sambil berkata: "Lindungi aku. diamlah Rubiyah. murid Wak Katok akan dapat menghadapi dan menantang Wak Hitam? Tiraikasih Website http://kangzusi. tak sampai hatinya untuk mengaku kalah. Kepada siapa aku akan minta tolong kini?" "Aku tolong engkau." Kembali rasa letakinya timbul mengalir kuat bersama darahnya.com/ Dewi KZ 62 Akan tetapi melihat Siti Rubiyah duduk mencangkung demikian di depannya. Tenanglah. dan kemudian memeluk pinggangnya dan menyembunyikan kepalanya ke perut Buyung. Akan dibawanya kini dengan mereka pulang ke kampung Air Jernih? Akan mereka tinggalkan Wak Hitam sendirian sakit di huma? Apa kata ibu dan ayahnya nanti di kampung? Apa kata orang kampung? Dan apa kata Zaitun sendiri? Tidakkah dia nanti akan didakwa melarikan istri diputarnya dengan keras mencari jalan . Bagaimana dia. Tak ada orang yang mau menolong aku.berilmu gaib yang hehat seperti Wak Hitam? Dia baru belajarsedikit-sedikil dari Wak Katok. Pikirannya bagaimana menolong Siti Rubiyah. dan menundukkan kepala ke tanah.

com/ Dewi KZ 63 Dan mengapa harus diperlukan keberanian luar biasa untuk melakukan sesuatu kejujuran biasa? Apakah tidak baik dibawanya Siti Rubiyah dahulu ke tempat kawan-kawannya bermalam.orang? Besar juga perkaranya nanti. Dan meninggalkan Wak Hitam sendiri sakit di huma tidakkah juga salah dan dosa? Kacau pikirannya. Dia hendak menyelamatkan Siti Rubiyah yang tak tahan lagi tinggal dengan Wak Hitam. . Karena merasa pikirannya buntu dan tidak dapat juga mencari jalan ke luar. karena berbuat lancang demikian. Atau akan Bagaimana kebenaran? mungkin begitu sukar menjelaskan dibawanya Siti Rubiyah kembali ke kampung Wak Hitam saja? Tetapi juga ini akan menimbulkan pertanyaan di kampung Wak Hitam. dan mengangkat badannya. Akan tetapi mengapa demikian susahnya membela kezaliman? yang benar dan yang menjadi korban Tiraikasih Website http://kangzusi. iba hatinya terhadap Siti Rubiyah bertambah besar. Yang terang salah dan kejam ialah Wak Hitam. Keluarganya mungkin akan mendakwanya melarikan istri Wak Hitam. Wak Katok dan Pak Balam? Akan tetapi jika dia datang begitu saja apa pula kata mereka? Mungkin mereka akan marah padanya. Dia merasa Siti Rubiyah membalas pelukannya. dan dengan tak disadarinya dipeluknya badan perempuan muda itu erat-erat. dan di sana meminta nasihat Pak Haji. Sedang sebenarnya halnya sudah jelas. Semua jalan yang mungkin ditempuh seakan serba salah.

lalu Buyung pun lupa segala masalah yang harus dipecahkannya dengan segera.com/ Dewi KZ 64 panas yang membawa mereka ke puncak-puncak yang tinggi. Dan perempuan menolong tangan Buyung menemukan yang dicari-carinya dengan kekakuan kebujangan letakinya.mendekapkan dadanya.. yang mengeras di antara kedua bibirnya. Buyung tak hendak pergi. 0oo0 Hari telah hampir magrib ketika Buyung tiba di tempat mereka bermalam yang pertama dalam perjalanan pulang dari . dan mendorong kepalanya ke bawah.. Napas Buyung terasa sesak. seluruh tubuhnya dipanasi oleh darahnya yang mengalir kencang dan kuat. dan kemudian mata mereka berpandangan.. dan membawa mulutnya mencari-cari buah dada yang muda yang telah berpengalaman itu muda. semuanya menghilang dari kesadarannya. pohonpohon di sekelilingnya. dan mengencang. Dia belum hendak berpisah dari kenikmatan baru yang belum pernah dirasakannya selama ini. Dia hanya tahu dia memeluk seorang perempuan muda. lepas dari daya tarik bumi. bunyi-bunyi hutan di waktu pagi. Dia belum hendak melepaskan perempuan muda dari pelukannya.. dan Buyung mengerang dan kemudian mereka dihempaskan tinggi ke atas oleh ledakan yang besar yang memenuhi seluruh tubuh mereka . Bunyi air sungai.. Dan tak lama kemudian mereka kembali menaiki arus Tiraikasih Website http://kangzusi. Belum pernah dia merasa apa yang dirasanya ketika badannya menempel pada badan Siti Rubiyah.

"Aduh. enak juga dapat membawa dendeng rusa pulang. "Sedang jejaknya masih segar sekali. "Ya. "Rusanya lari mendengar denting pelatuk. parang panjang yang dipakainya "tetapi ketika kami melihatnya dan kutembak." kata Buyung. mereka tidak akan bertanya lagi. dan tentu mereka akan bertanya mana kancilnya? Coba dikatakannya tak dapat. "Ya. Rupanya mereka pun belum lama tiba. dan dia mendengar suara Sutan menyahut. tapi tak dapat. jika aku katakan tak dapat." kata Wak Katok.com/ Dewi KZ 65 Dan tiba-tiba dia merasa menyesal mengatakan dapat." kata Wak Katok. bedil tak meletus." kata Sutan. Mereka sedang mendirikan sebuah pondok yang hanya diberi atap daun-daun pisang hutan dan tak berdinding. katanya dalam hati cepat. dan melihat Sutan melambaikan memotong daun pisang hutan. "Dapat. karena kancil tak dibawanya. Celaka. masuk ke rimba. kami dibawa Wak Katok berburu rusa. Di depan pondok telah menyala api unggun. Dari jauh dia telah berteriak memanggil. kalian juga baru tiba?" tanya Buyung." kala Talib. Tetapi. "Barangkali besok pagi kita coba lagi." kata Pak Haji. Tiraikasih Website http://kangzusi.ladang Wak Hitam menuju ke kampung Air Jernih. Lega juga hati Buyung. "Tetapi bagaimana dengan kancilmu?" tanya Sutan. jika demikian mereka tidak akan terlalu bertanya mengapa dia begitu lambat baru tiba." "Tak diulang?" tanya Buyung. dan tiga bulan kemudian kami bermalam .

Muka Buyung jadi merah malu dan terkejut. Tak engkau lihat rusa muda di sana?" Tak ada jalan lain Buyung selain pura-pura tak mengerti apa yang dimaksud oleh Sutan. bahwa dia mendapat kancil. serta takutnya kembali." kata Pak Haji." Sutan menyindir mengganggu. Tiraikasih Website http://kangzusi. supaya dia mengerti hidup sedikit. Lain kali saja. dan tertawa kecil.lagi di huma Wak Hilam dan mereka mendengar dari Siti Rubiyah bahwa aku berikan kancil padanya. dan kembali mukanya merah. Buyung memperbaiki perasaannya. Dan segera dia menyadari kealpaannya berkata demikian." "Nah. "Memang Buyung mesti lekas kawin. Karena itu hatinya senang kembali.com/ Dewi KZ 66 Muka Buyung tambah merah. sedikitnya Buyung dapat kancil. dan sekali ini Sutan melihat . Talib. dan orang-orang lain tertawa. akan tetapi dalam samar-samar senja tak ada mereka yang melihat perubahan air mukanya. pasti mereka akan syak ada hubungan apa-apa antara aku dengan Siti Rubiyah. "Tetapi aku tinggalkan pada Siti Rubiyah. dengar dia itu." katanya. "terlalu berat untuk membawanya sekali ini bersama dengan damar yang kita dapat begitu banyak. karena Sutan dengan cepat berkata: "Ho-hoho. dia telah menjawab dengan terus terang. "Asal sungguh dia hanya dapat kancil. Tak tahu dia ada lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana. aku bawa pulang. "Apa pula lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana?" katanya." kata Sanip.

menggangu. dan keragu-raguan dalam dirinya. ialah dia dapat berbuat demikian. Dia masih dapat merasakan panas badan Siti Rubiyah. yang harus terjadi. Dia merasa bahwa apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah adalah sesuatu yang wajar. tanpa menggangu perasannya tentang Zaitun. Sutan tertawa lebih besar lagi dan menunjuk kepada Buyung sambil berkata: "Lihat si Buyung. dan pergi cepat ke sungai. Dia berjalan menuju ke sungai dituruti oleh tawa kawan-kawannya dan teriakan Sutan dan Talib dan Sanip mengganggunya. yang hukumannya adalah neraka. dalam dirinya dia tak merasa terlalu berdosa. Buyung tak tahan rasanya mendengar gangguan mereka. Dan napasnya yang hangat. dan rasa senang. Dia telah berzinah. Perasaan tidak berdosanya diperkuat pula oleh cerita Siti . Merah mukanya. Dia segera memperbaiki duduk keranjangnya yang penuh berisi damar. dia telah berdosa. Seluruh badannya terasa panas kembali mengingat perempuan muda itu." katanya. bahwa apa yang telah Engkau masih perawan ya?" katanya dilakukannya adalah dosa. Dan lebih aneh lagi bagi dirinya. pikiran dan hati Buyung kacau. "Aku hendak mandi dulu dan mengambil air sembahyang. Dosa besar.air mukanya. Berdosakan dia? Ya. Mengingat apa yang terjadi tadi pagi menimbulkan rasa bahagia dan rasa takut. Ketika mandi. Malahan. Akan tetapi anehnya. dan telah ditakdirkan harus terjadi demikian. satu kegembiraan hidup yang tak pernah dirasakannya selama ini. dia merasakan satu kesenangan. Terang dalam pelajaran agamanya mengatakan.

Orang-orang itu telah beberapa kali datang ke sesudahnya. Ingatkah kakak. malahan lebih banyak merupakan penyamun. Tiraikasih Website http://kangzusi.Rubiyah Kemudian. Tetapi kelihatan padaku. mereka bukan pedagang sama sekali. tentang kejahatan-kejahatan Wak Hitam. dan tiap kali datang membawa uang atau barang-barang emas untuk Wak Hitam. disuruhnya mencampurkan ke dalam kopi atau makanan orang yang akan diracun. mereka sama sekali bukan pedagang. Buyung ingat sekali. bahwa Wak Hitam suka membuatkan racun yang dijualnya kepada orang-orang yang datang memintanya untuk membunuh musuh-musuh mereka. ketika mereka berbaring di bawah pohon di balik tabir belukar. dibuatnya dari kotoran manusia yang dicampur dengan bulu bambu. dari rambut perempuan yang hendak diguna-guna. tanyanya. . ada yang dibuat dari kotoran kuku atau kotoran orang sana.com/ Dewi KZ 67 Siti Rubiyah bercerita. orang-orang yang berangkat waktu kakak datang bermalam? Orang-orang yang berbaju hitam dan tidak banyak bercakap-cakap? Ya. yang hendak memakai guna-guna itu. Kini pun dia masih ngeri mendengarnya. Kata Wak Hitam dia berdagang bersama-sama mereka. kata Siti Rubiyah. dan menceritakan kepadanya semua kejahatan Wak Hitam. Dia juga membuat gunaguna. Siti Rubiyah berbantalkan dadanya. ada tiga kali dalam waktu tiga bulan. dan ada pula yang dia tidak mengerti. Buyung pun merasa demikian.

pura-pura hendak berburu. Dia mengatakan kepada Siti Rubiyah. Tak seorang manusia juga dapat melawan nasib yang diturunkan Tuhan terhadap dirinya. siapa tahu dalam waktu dua atau tiga minggu yang akan datang. supaya Siti Rubiyah menunggu di ladang dahulu. Malahan dia merasa gembira. Dan sementara itu mereka akan mencari jalan ke luar. Hatinya senang sedikit dengan bujukan sendiri ini. maka dia akan datang kembali ke huma. tetapi kemudian timbul pula keraguan hatinya. dia tak merasa terlalu berdosa. Maka dengan sendirinya Siti Rubiyah akan terlepas dari siksaan Wak Hitam. Engkau telah mengikuti bisikan setan bahwa nafsumu. Sudah takdir. Dia lelah dapat memberikan kebahagiaan pula pada Siti Rubiyah. Wak Hitam akan mati karena penyakitnya. Jika dia telah menjual damar. seakan ada dorongan tenaga gaib yang amal kuat dan yang tidak kuasa dia lawan. suara kecil berkata dalam hatinya. bagaimana Siti Rubiyah dapat diselamatkan dari Wak Hitam. dan dia sendiri tak perlu berbuat sesuatu apa lagi.com/ Dewi KZ 68 dibantahnya adalah mengkhianati cintanya terhadap diri Zaitun. Dalam hatinya Buyung berharap. katanya pada dirinya membenarkan perbuatannya. berat juga perasaannya. Tiba-tiba dia teringat pada Zaitun. Ah. Bagaimana jika nanti ternyata Wak Hitam tidak mati dan masih hidup? Dia tidak . Apa yang telah dilakukannya. Akan tetapi apa dayanya? Dia telah melakukannya seakan di luar kehendak sadarnya sendiri.Tidak. Apa dayaku terhadapnya. seperti Siti Rubiyah telah memberikan kebahagiaan padanya. tak dapat Tiraikasih Website http://kangzusi.

dapat membawa Siti Rubiyah begitu saja. dan memikirkan kebahagiaan dan penghidupan mereka berdua? hatinya jadi susah. dan apakah dia hendak kawin dengan Siti Rubiyah? Bagaimana dengan Zaitun? Dan bagaimana dengan janjinya dengan Siti Rubiyah hendak melepaskannya dari cengkeraman Wak Hitam? Dengan tiba-tiba Buyung merasa. mengapa dia berbuat demikian? Bukankah Siti Rubiyah istri orang lain? Mengapa dia harus mencampuri soal-soal orang lain? Tidakkah mengatasinya. dan teringat akan segala cerita penderitaan Siti Rubiyah. dan dia kembali merasakan kezaliman yang . sebuah persoalan yang dia mungkin tak sanggup akan menyelesaikan atau mengerti. Karena dia pun merasa. bahwa Tiraikasih Website http://kangzusi. Baru dia mulai lebih baik jika dia menjauhi campur tangan dan jangan memikirkan soal-soal orang lain? Apa perdulinya dengan nasib orang lain? Bukankah lebih mudah jika dia hanya membatasi dirinya pada cintanya pada Zaitun saja. bahwa hidup dan hubungan manusia tak semudah seperti yang disangka hati mudanya. Dia ingat kembali perasaannya mendengar pengaduan Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 69 dia tak dapat bersikap tak acuh terhadap penderitaan orang lain. yang melontarkannya ke dalam sebuah persoalan yang jauh lebih besar dari yang diduganya semula. Dan perlahan-lahan mulai timbul pula sedikit rasa menyesal dalam dirinya. bahwa dia telah melakukan sesuatu. Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan ini pun tak dapat dijawabnya dengan mudah.

Yang terang. Dan kepada siapa dia akan meminta nasihat? Dia tak berani menceritakan kepada siapa pun juga. Hanya pikirannya sendiri yang membawa masuk persoalan ini. Dia tetap cinta dan ingin berumah tangga dengan Zaitun. dan dia kembali merasa. Tetapi mengapa hatimu masih ragu dan seakan tak senang? Buyung mencoba memeriksa hatinya. Jadi ini bukan persoalan. Apakah yang diharapkan Siti Rubiyah dari padanya? Agar dia melepaskannya saja dari cengkeraman Wak Hitam? Atau'juga agar kemudian dia mengawininya? Akan tetapi mereka tak pernah berbicara tentang hendak kawin. biar dia sampai digantung. senang dan tak senang. tentang apa yang telah terjadi. Siti Rubiyah pun tak pernah menyentuh soal ini. Bagaimana rasa kasihannya terhadap perempuan muda . akan tetapi seorang tua yang berpengalaman yang mungkin dapat menilai semua ini dengan lebih tenang dan bijaksana.dilakukan Wak Hitam terhadap Siti Rubiyah. ragu dan takut. mengapa dia sampai berpikir demikian? Sungguh Buyung merasa bingung. perasaannya bercampur-campur antara harap dan cemas. dia tak berniat hendak kawin dengan Siti Rubiyah. dan dia amat ingin dirinya bukan seorang muda yang kebingungan yang untuk pertama kalinya melakukan sesuatu yang didorongkan oleh birahi badan dan hatinya. bahwa wajib bagi setiap orang untuk melawan kezaliman seseorang terhadap orang lain. Meskipun kezaliman itu tidak ditimpakan atas dirinya sendiri.

Memang bersalah benarkah dia telah menurutkan nafsu birahinya? Akan tetapi apakah dia salah berbuat demikian? Bukankah dia tak memaksa Siti Rubiyah dan tak pernah mencoba untuk menggoda Siti Rubiyah? Selintas pun tak ada masuk ke dalam kepalanya untuk berbuat demikian dengan Siti Rubiyah. sopan santun. Salahkah mereka telah mengikuti hukum alam? Buyung terkejut terbangun dari pikiran-pikiran yang datang bergelombang-gelombang mendengar Sutan memanggil namanya. "Buyung. Tak ada perasaan yang bukan-bukan dalam hatinya. Dia pun tahu.com/ Dewi KZ 70 mengapa terjadi seperti ini. akal sehat. semuanya melarang yang demikian. Bukan saja dilarang oleh agama. mencari tanah rendah mengalir seperti hukum alam yang telah menentukannya. bahwa orang yang baik-baik tak boleh mempunyai pikiran dan perasaan demikian terhadap istri orang lain. Disangkanya orang yang berbuat perbuatan ksatria akan berbahagia lerus. Akan tetapi apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah nampaknya tak ubahnya seperti air yang mengalir turun. akan tetapi adat istiadat. dan baik Siti Rubiyah maupun dia tak berkuasa menahannya. ketika .yang kesepian dan malang itu dapat membawanya pada keadaan pelik serupa ini? Mengapa hasratnya hendak menolong seorang yang ditimpa kezaliman dapat membawanya ke dalam kesusahan? Dia tidak mengerti Tiraikasih Website http://kangzusi. magrib sudah tiba! menggodanya. Buyuuuuung! Mari cepat. budi baik.

mengalir melingkupi seluruh Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia girang. dan ketika mereka mulai sembahyang. dan selamatkanlah kami semua seterusnya! dia mengucapkan dengan .com/ Dewi KZ 71 kalbu Buyung. dan dalam hatinya dia menyerahkan diri sepenuhnya kepada haribaan Tuhan. bisiknya dalam hatinya. dan Buyung mengucapkan Bismillahirohmanirrohiim. ya Tuhanku. Buyung merasa hati dan perasaannya jadi tenang kembali. kesadaran dan keyakinan yang lain dari biasa. ampunilah aku. ampunilah dosa kami berdua. dan dalam mengingatkan bahwa Tuhan adalah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. dan selamatkanlah dia dari kezaliman suaminya. tiada maksudku dengan sadar hendak berdosa. mengambil air sembahyang dan bergegas ke pondok mereka. karena tak ada waktu bagi Sutan atau kawankawannya yang lain untuk memperhatikan keragu-raguan yang mungkin tercermin di mukanya. akan tetapi hatiku tergerak hendak menghibur hati perempuan muda yang gundah gulana itu. jika aku berdosa.Mengapa engkau selama itu di air?" Dengan cepat-cepat dia mengeringkan badannya. karena mereka terus sembahyang magrib bersama-sama. wa ashaduanna Muhammadarrasulullah! memenuhi langit yang mulai gelap samar di tengah hutan belantara. Pak Haji dengan suaranya yang berat dan bagus memanggilkan Allahu Akbar! Allahu Akbar!Allahu Akbar! Dan Ashadu ala ilaha illallah.

atau Wak Katok tentang waktu dia belajar silat di tanah Aceh. Waktu-waktu serupa inilah yang merupakan hadiah bagai keletihan orang-orang yang bekerja di hutan mencari nafkahnya.com/ Dewi KZ 72 pun juga. melupakan rasa segan dan maju yang biasanya mengikat mereka dalam pergaulan biasa. Pak Balam yang pendiam pun akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya kepada siapa Tiraikasih Website http://kangzusi. dan tak jarang di waktu-waktu serupa itu. setelah sehari bekerja keras atau berjalan jauh. Di saat serupa inilah antara mereka merasa dekat sekali. membuat mereka semuanya merasa berbahagia sekali dan melupakan jerih mereka sepanjang hari. ada saja di antara mereka yang membuka hatinya. dan makan. diikuti oleh . Dan biasanya setelah Sanip memainkan beberapa lagu yang merdu dengan dangung-dangungnya. mereka duduk berkeliling api unggun. Duduk di sekeliling api unggun. sedang di langit bintangbintang mulai menampakkan diri. makan nasi dengan sambal cabai. dengan wangi kayu basah mengisi udara. masih pudar akan tetapi cepat akan bersinar berkilauan.Setelah sembahyang. dan wangi dendeng atau ikan asin yang dibakar oleh Talib atau Sanip di bara api. dikelilingi hutan yang mulai diselimuti gelap malam. Agak mudahlah meminta Pak Haji bercerita tentang pengalaman-pengalaman. dan minum kopi hitam hangat-hangat.

bahwa Wak Katok juga terbangun oleh suara rusa. dan ketika dia telah agak jauh dari pantai. dan di langit berkumpul awan gelap menandakan badai hendak turun. akan tetapi dia hendak menyeberangi danau juga. kemudian mengecil kembali ketika kayu hendak habis. maka mereka akan mencari tempat tidur di dalam pondok. dan Wak Katok berkata kepadanya: "Baiklah esok . dan dengan enaknya mereka pun akan tidur mendekur. di telinganya masih mengiang seruan Zaitun memanggilnya pulang: "Yuuuuuungngng!" Beberapa saat kemudian.Sutan atau Buyung dengan suling. dan kesadarannya ini ditimbulkan ketika rusa melengking sekali lagi. Buyung bermimpi dia rasanya naik perahu hendak menyeberang danau. hingga ada lagi yang terbangun dan melemparkan kayu lagi ke dalam api. Mimpinya demikian nyata terasa olehnya. baru dia menyadari bahwa yang terdengar di telinganya adalah lengkingan suara rusa. dia melihat Zaitun datang berlari memanggilmanggilnya. akan melemparkan beberapa buah potong kayu ke dalam api. hingga ketika dia terbangun dan duduk terkejut. dan mereka tidur diiringi oleh bunyi-bunyian malam yang bermacam-macam dalam hutan. Hutan menjadi tambah gelap. Di luar pondok api unggun menyala kecil. Buyung melihat. dan api akan menyala besar kembali selama beberapa waktu. dan sekali-sekali juga sepanjang malam siapa di antara mereka yang terbangun.

"Tapi itu juga tempat nenek. apabila yang lain masih lidur." Maksudnya harimau. Ayam hutan mulai ." kala Sutan. dan dia pun tahu. mata buyung yang muda lebih tajam dari matanya. melangkah memudik sungai dengan hati-hati agar tidak berbunyi. Buyung berjalan di depan sekali. dinihari lelah mulai datang dari Timur. Jangan disebut-sebut namanya.com/ Dewi KZ 73 4 Esok paginya." kata Wak Katok. "dimana ada rusa ada nenek. Mereka bertiga akan pergi berburu rusa. bahwa dalam terang remang-remang dinihari." Tiraikasih Website http://kangzusi. meskipun belum mengakuinya di depan umum. karena daerah itu adalah tempat rusa. lama sebelum subuh tiba. Mereka melangkah cepat dalam samar gelap menjelang dini hari. dan kurang lebih satu kilometer ke mudik sungai. Sutan membawa parang panjang dan pisau belatinya. hutan berganti dengan belukar-belukar jarang dan di tempattempat yang terbuka tumbuh rumput dan lalang. bahwa mungkin mereka akan dapat menjumpai rusa di sana. Buyung berkata. Wak Katok hanya membawa pisau belati saja. Wak Katok tahu. Buyung menyandang senapan lantak Wak Katok. bahwa Buyung lebih pandai menembak dari dia. Ketika mereka tiba di tempat yang dimaksud Buyung." Mereka cepat berpakaian.kita coba memburunya. Mungkin pagipagi sekali mereka berhasil menjumpai rusa di sana. Tempat mereka bermalam di pinggir sungai ditumbuhi pohonpohon yang jarang. "Huss. Buyung telah membangunkan Wak Katok dan Sutan.

berkokok. Tibatiba mereka mendengar suara seekor rusa melengking. Mereka bertemu di tanah terbuka di pinggir sungai. dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. pohon dan batubatu. Tiraikasih Website http://kangzusi. belukar bergerak. Tak lama kemudian di seberang sungai. Mereka berjalan lebih perlahan-lahan dan lebih berhati-hati.com/ Dewi KZ 74 Mereka bertiga berdiri tegang. dan tanduknya sedang besarnya. Tak lama kemudian mereka mendengar bunyi-bunyi. Apalagi udara masih terlalu gelap untuk dapat menembaksejauh itu. Akan tetapi segera Buyung berdiri diamdiam. Rusa itu seekor rusa jantan yang masih muda. daun. Buyung bergerak perlahan-lahan mendekati mereka. Kini kedua ekor rusa berada di seberang sungai dari tempat mereka berdiri. dan memasang popor senapan ke bahunya ketika dia melihat . yang dibalas oleh seekor rusa lagi dari bagian hutan yang lain. dan mencari-cari dengan matanya. yang melangkah berlari kecil menyeberangi sungai. Karena itu mereka menunggu. menuju rusa jantan. Tampan benar badannya. keluar seekor rusa betina. Dua ratus meter terlalu jauh untuk senapan lantak tua Wak Katok. rusa itu melengking memanggil kembali. berdiri di pinggir belukar. Embun membasahi tanah. diam tak bergerak-gerak. Kakinya kukuh dan ramping. dan kabut yang tipis menyamarkan semuanya. dan kira-kira dua ratus meter ke mudik dari tempat mereka berdiri mereka melihat seekor rusa melangkah ke luar dari sebuah kumpulan semak-semak.

dan menghilang ke dalam belukar. kakinya menghentamhentam tanah. Buyung menahan dirinya. dan Buyung melihat rusa jantan terlompat ke atas. Sutan dan Wak Katok berlari menyeberangi sungai. Di dalam rimba senjata harus selalu sedia untuk dipergunakan. Selelah senapan diisinya kembali. Buyung mengikuti rusa jantan dengan ujung laras bedilnya. Buyung berteriak kegirangan. dan kemudian dengan perlahan-lahan dia menarik pelatuk senapan.com/ Dewi KZ 75 sedang rusa betina melompat lari amat cepatnya. Sutan dengan parang panjang terhunus di tangannya.kedua ekor rusa itu melangkah perlahan menghiliri sungai mendekati tempat mereka berdiri. tak syak sedikit juga pun bahwa maut menunggu mereka. dan dia menahan napasnya. dan kemudian terbaring diam. barulah dia bergegas menyeberangi sungai. mendapat perburuan setiap saat. Ledakan mesiu dan lidah api yang menyembur ke luar dari laras senapan seakan sama-sama terjadi. dan senjata yang tak siap sama juga dengan ditinggalkan di rumah. Tiraikasih Website http://kangzusi. masuk ke dalam jarak tembakan. Ketika dia tiba. disambut oleh Sutan dan Wak Katok. bergegar memenuhi rimba. ketika rusa datang bertambah dekat. Rusa jantan setelah terlompat ke alas lalu jatuh terbaring. Di tanah darah rusa menghitam ke atas rumput yang penuh karena bahaya atau kemungkinan . Wak Katok telah menyembelih leher rusa. Kedua ekor rusa datang bertambah dekat. dengan cepat mengisi senapan lantak kembali.

adalah satu pujian yang sungguh-sungguh tidak dapat ditolak." kata Buyung. senang sungguh hati Buyung.. lihat . apalagi bagi seorang muda seperti dia. betapa dia menembak dari jarak jauh. . Dianggap seorang pemburu ahli. dan penuh kabut. "Sungguh pandai engkau menembak Buyung. di mana setiap orang menganggap dirinya seorang pemburu yang cakap.. "biar kita dukung rusa ini ke tempat kita bermalam. kebetulan saja." kata Sutan menunjuk. dan dia terus berlari kecil pergi memanggil kawankawannya yang lain. "Tepat di belakang telinganya. Dan pujian yang dalang dari Wak Katok. adalah sebuah pujian yang amat besar di kampungnya. Sutan dan Wak Katok akan bercerita. dalam udara yang gelap samar. dan berlari kembali menyeberangi sungai. Orang akan memuji ketangkasannya membidik. Kemashurannya sebagai pemburu nanti akan bertambah tersiar di kampungnya dan ke Tiraikasih Website http://kangzusi." kata Wak Katok." Wak Katok memujinya. ketenangannya menembak. Sutan memuji tembakannya.dengan embun.com/ Dewi KZ 76 kampung-kampung lain. pura-pura merendah diri sedang dalam hatinya dia merasa senang dan bangga benar. Sutan berdiri. "Ah. Di sana saja kita kuliti. "Lebih baik panggil kawan-kawan yang lain. yang dianggap termasuk salah seorang pemburu yang tercakap di kampungnya. Zaitun akan mendengar cerita-cerita ini — ah.

Mereka memasang telinga. harimau mengaum sekali saja. akan tetapi singkat. dengan berkata: "Aduh. Seluruh rimba ikut terdiam.Mereka mendengar auman harimau untuk pertama kalinya. Ketika mendengar bunyi harimau mengaum. dan hebat." "Jangan-jangan dia lagi memburu rusa ini. auman harimau tak berulang kembali. mereka menunggu auman kedua." Tiraikasih Website http://kangzusi. Serangga pun berhenti menyanyi. Auman harimau itu datangnya seakan dari tempat mereka menembak rusa. mereka saling berpandangan. keras. Pak Haji menyela: "Barangkali dia lagi berburu. Wak Katok menghentikan pisaunya yang hendak sekaligus melepaskan kulit rusa dari badannya. ketika kalian menembaknya dan merebutnya dari dia.com/ Dewi KZ 77 Ucapan Sutan seakan melepaskan mereka dari kekuatan gaib yang memukau mereka. dan yang lain duduk." kata Pak Balam yang selalu cepat melihat segi yang tergelap dari setiap keadaan. dan Wak Katok baru saja selesai mengulitinya. akan tetapi setelah beberapa waktu. mereka membayangkan rasa terkejut yang . ketika mereka telah tiba membawa rusa di tempat bermalam dan rusa telah digantungkan kepada sebuah cabang pohon yang kuat. Wajah mereka rasakan. atau berdiri kaku. mereka serentak terhenti bekerja. Sutan yang mula-mula memecahkan kesunyian. ada nenek dekat di sini.

karena dari sini mereka mengambil jalan singkat mendaki dan menuruni gunung. dan mereka simpan ke keranjang mereka masing-masing.com/ Dewi KZ 78 Mereka berjalan beriringan. Tanpa disuruh oleh siapa pun . dengan Wak Katok yang membawa senapan berjalan paling belakang. sedang Sanip dan Talib bergegas masak makanan pagi. dan kita cepat berangkat meninggalkan tempat ini. di tempat kita bermalam nanti. merasa lega. Kalau dia diburu oleh si nenek tak akan dia memanggilmanggil betinanya di sana." kata Sanip. "rusa jantan ini malahan menunggu-nunggu betinanya. ketika kami tiba. Ketika mereka akan berangkat. Tiraikasih Website http://kangzusi." "Ah. Daging rusa mereka bagi-bagi. "Nanti saja. Sanip membakar hati rusa untuk mereka makan pagi itu. seorang demi seorang. Mereka pun dengan cepat memotong-motong daging rusa. dan setelah mereka garami dan beri bumbu yang lelah mereka sediakan dari kampung. dan membuat mereka lupa pada harimau yang mengaum. rusa ini cepat kita kemasi. dan sebentar kemudian wangi hati bakar memenuhi udara."Ah. "Paling baik. tadi tak ada di sana." kala Talib." kata Buyung membela diri. Wak Katok berkata kepada Buyung: "Biar aku yang membawa senapan." kata Sanip. benar juga. "Sayang tak sempat kita asapi. lalu daging dibungkus di dalam daun pisang hutan." kata Pak Haji. untuk tiba kembali nanti petang di pinggir sungai tempat mereka akan bermalam. Pak Haji berjalan paling depan." Mereka lalu menyeberangi sungai.

akan tetapi masing-masing amat menyadari beban daging rusa segar yang disimpan di dalam daun pisang hutan di dalam keranjang punggung. selelah sepanjang hari tidak melihat tanda-tanda harimau mengikuti mereka. Baru lewat lengah hari. Dalam rimba belantara sebuah kealpaan kecil dapat menjadi malahan kehilangan nyawa sendiri.juga. mereka kini berjalan lebih hati-hati. dan lebih sering memasang telinga mereka. Jalan pun agak licin karena rupanya kemarin hujan. . mereka mulai merasa agak lega dalam hati. Sepanjang pagi mereka berjalan secepal mungkin. tanpa banyak berkata-kata. Setiap gerak dan bunyi kini mereka perhatikan dan artikan lebih cermat dari biasa. Dan ketika mereka berhenti untuk makan lengah hari di pinggir sebuah anak sungai kecil yang turun cepat dari gunung. Mereka tidak menyebut-nyebut harimau. Daging yang masih amat segar dan berdarah ilu meninggalkan jejak yang amat jelas bagi sebab terjadinya kecelakaan besar. atau harimau atau binatang buas lain. hampirhampir mereka dapat melupakan ancaman harimau. Mereka pun tahu bahwa darah daging rusa ada yang menetes turun dari keranjang ke tanah yang mereka lewati. dan mala mereka lebih waspada dan lebih tajam memperhatikan hutan di sekeliling mereka. meskipun mereka masih tetap awas dan terus juga memperhatikan rimba di sekelilingnya.

seperti Buyung. Talib telah menanak nasi. Mereka ingin tiba di tempat bermalam yang baru. akan tetapi sekali ini mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Talib dan Sutan mengumpulkan bermaksud hendak memasang api unggun.com/ Dewi KZ 79 pasang dinding dengan dahan-dahan dan daun-daun di ketiga sisinya. Tinggallah hanya api unggun yang kuning dan merah membakar tinggi dan besar. akan tetapi segera setelah makan lalu meneruskan perjalanan. Merasa aman di dalam panas dan terang api unggun semakin lama udara di atas mereka semakin kabur. Bunyibunyi hutan yang biasa terdengar di waktu senja kini memenuhi udara senja seperti biasa. lama sebelum senja akan tiba. Wak Katok tetap memegang senapannya. Hari telah hampir jam enam ketika mereka siap. kecuali di sisi depan yang menghadap ke api unggun.Mereka tak lama berhenti di sana. Anak-anak muda. Mereka juga hendak mengasap daging rusa supaya jangan kayu api banyak-banyak. Mereka tiba di sana jam selengah lima petang. Mereka lalu mengambil air sembahyang. dan kemudian tibatiba seluruh langit menjadi gelap dan malam pun turun. Langit di sebelah Barai kuning kemerah-merahan dan di bahagian langit yang lebih tinggi tersebar warna ungu tua. Mereka sembahyang magrib bersama-sama dekat api unggun. Dengan cepat mereka membuat pondok bermalam. Jika biasanya pondok tak mereka beri dinding. menerangi lingkaran di depan . Sanip. mungkin sampai pagi. Mereka busuk.

kini Sanip mulai berketakar dan tertawa. Sinar api unggun masih mencapai pinggir sungai. dan Pak Balam duduk di daerah perbatasan yang samar-samar antara pinggiran lingkaran cahaya api unggun dan pinggiran tempat mulainya . Selelah makan Pak Balam merasa perutnya mules. Mereka bertujuh pelukan sinar api dan seruan Allahu Akbar Pak Haji terdengar lantang mengisi malam. Kini mereka makan dengan lezat sekali. menyampaikan segala pujian.com/ Dewi KZ 80 mulai berangkat tadi pagi. Mereka mulai merasa biasa kembali. pencipta seluruh jagat dan alam luas. Mereka membakar daging rusa. dan dunia terang api unggun kecil mereka di tengah lautan gelap rimba belantara. kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Setelah sembahyang mereka makan. dan pencipta diri mereka pula. merupakan sebuah pulau berisi manusia di tengah rimba belantara yang gelap dan penuh rahasia.pondok tempat mereka tidur. Perlahan-lahan kekencangan urat syaraf mereka mulai kendur. Pak Haji berkata bahwa dia terlalu banyak makan daging rusa. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Tempat dia melakukan hajatnya tak jauh dari tempat mereka bermalam. rimba belantara. keletihan berjalan cepat dan kekhawatiran yang memburu mereka sembahyang di dalam keamanan sepanjang hari kini diganti dengan keenakan makan dan melepaskan lelah. Pak Balam berdiri dan pergi kesungai.

Sejak dua hari dia telah mengejar-ngejar sepasang rusa.com/ Dewi KZ 81 Tadi pagi ketika dia merasa telah dekat sekali pada rusa betina. dan selalu dapat melarikan diri sebelum dia sempat menerkamnya. Badannya besar dan tinggi. dan lama sekali menjadi raja di hutan besar. yang memecahkan dan merobek udara dalam hutan. Sepanjang kelaparan seperti sekarang. Dia telah tua. Rusa betina yang dilihatnya telah mendekati rusa jantan. Pak Balam duduk mencakung di atas batu. Dia dahulu sungguh seekor harimau jantan yang gagah perkasa. Dia pun . seekor jantan dan betina muda. menghadap api unggun. Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan tetapi kedua ekor rusa itu amat awas sekali.:. dan larinya tak cukup cepat pula untuk mengejar buruannya yang biasa seperti babi atau rusa. Dan pernah dia beberapa kali ingatannya tak pernah dia menderita menerkam dan membunuh dan menyeret ke dalam hutan beberapa ekor sapi yang dijumpai di luar desa. 0oo0 SANG harimau telah dua hari menderita lapar. pemburuannya terganggu oleh bunyi yang amat hebat sekali. Pada waktu muda dengan mudahnya dia dapat menerkam dan melarikan seekor rusa yang besar. dan membelakang ke kegelapan hutan. Tenaganya tak cukup kuat lagi. sedang rusa jantan jatuh. Kini dia mulai merasa letih. lari terbang amat cepatnya.kegelapan hutan di sungai. Dan itulah kesalahan besar yang dilakukannya .

Dia menjumpai tempat mereka menguliti dan memotong daging rusa.melarikan diri segera setelah bunyi keras yang mengejutkannya beberapa jam kemudian. maka dengan hati-hati dia kembali ke tempat rusa jantan terjatuh. didorong oleh rasa laparnya. Dia bersembunyi dan menunggu dengan sabar di pinggir sungai. Darah yang dijilatinya hanya tambah mengobarkan rasa laparnya. Dan kemudian. Sebaliknya dia merasa bertambah lapar. Dan di sana dia menemui tulang-tulang. dan dengan susah payah dia menahan diri tidak menggeram. yang dengan lahapnya dimakannya. dan memperhatikan manusiamanusia membuat pondok dan memasang api. sama sekali tidak menenangkan rasa laparnya. Dia menunggu-nunggu melakukan serangannya. Akan tetapi apa yang tertinggal memenuhi udara. yang mungkin akan mengejutkan yang mereka baik yang untuk diburunya. Sang harimau bertambah yakin bahwa sekali ini perburuannya akan berhasil. kesempatan . Wangi daging yang dibakar menyebabkan rasa laparnya bertambah hebat. dan rasa laparnya mendorongnya untuk mengikuti jejak manusia yang kini bercampur dengan bau rusa. usus rusa. Sepanjang hari dengan hati-hati dia mengikuti manusia dan daging rusa dari jauh. Yang tinggal hanya bekas-bekas darah yang telah membeku di tanah. Mudah sekali baginya mengikuti jejak mereka. Dengan lidahnya dijilatinya darah rusa yang telah membeku.

Wak Katok segera mengambil senapan. siap untuk melompat. bersikap siap.Tiba-tiba harimau tua bergerak. dan menerkam kakinya. dan kemudian -. dan harimau lalu menyeretnya ke dalam hutan. Orang itu duduk mencangkung di air.com/ Dewi KZ 82 lindungan cahaya api. secepat kilat dalam kepalanya timbul kesadaran. ketika melihat seorang di antara mereka melepaskan diri dari Tiraikasih Website http://kangzusi. maka sang harimau akan tepat menerkam kepalanya atau lehernya. Dia melompat berdiri hendak lari. akan tetapi kakinya tergelincir dan dia terjatuh sepanjang badannya ke dalam air. Seandainya Pak Balam tak terjatuh. Harimau menegangkan seluruh badan dan otot-ototnya.dengan auman yang dahsyat dia melancarkan dirinya dari tempat persembunyiannya — pada saat Pak Balam mendengar bunyi auman harimau. Reaksi kawan-kawannya di sekeliling api unggun cukup cepat. dan melangkah sendiri menuju kegelapan sungai. akan tetapi kini mulut harimau dengan gigi-giginya yang tajam dan kuat menerkam betis kaki kirinya. sang harimau telah tiba. dengan cepat cair ketika mereka mendengar jerit Pak Balam minta tolong. bahwa dialah yang menjadi sasaran terkaman harimau. dan belum sempat dia hendak bangun dan lari kembali. yang mudamuda melompat menghunus parang panjang. Kebekuan yang menyerkap mereka karena amal sangat terkejut mendengar auman harimau yang menerkam. Bunyibunyi serangga dan margasatwa terdiam beberapa saat sehabis auman harimau. dan segera .

mereka lalu berlari mengejar ke seberang sungai. kena duri. Mukanya . dan terus berlari. dan darah mengalir amat banyak. ketakutan dan minta tolong. menghilang ke dalam hutan yang lebih gelap.com/ Dewi KZ 83 dan dalam gelap malam mereka dapat melihat harimau berlari kayunya yang menyala-nyala sekuat-kuat bekas dilalui harimau. disusul segera oleh Buyung dan yang lain. dan mereka terus berlari ke tempat Pak Balam. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya kena gigitan harimau. Mereka berteriak keraskeras. karena mereka dapat melihat semak-semakyang bergerak-gerak mendengar jeritan Pak Balam yang kesakitan. daging dan otot betis koyak. Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. Sutan melemparkan potongan tenaganya ke arah harimau yang melarikan Pak Balam. hingga kelihatan tulangnya yang putih. Wak Katok berlari di depan dengan senapannya. dan Wak Katok mengangkat senapannya. dan seluruh badannya penuh dengan luka-luka kecil dan gores-gores merah. Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balam. dan membidik lalu menembak. Melihat Pak Balam telah tak ada. dan tak lama kemudian mereka tiba di sebuah tempat yang agak terbuka. Tiraikasih Website http://kangzusi.berlari ke api mengambil sepotong kayu yang menyala. Pakaian Pak Balam koyak-koyak. batu dan kayu ketika dilarikan harimau. dan dapat cepat menyeret Pak Balam.

Baru sejam kemudian. Buyung. . dia mulai tenang. Ketika tiba di tempat terang. yang kemudian mereka bungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam. Wak Katok telah mengisi senapannya kembali. dan seluruh badan lukaluka. Pak Haji dan Sutan cepat mengangkatnya. dia hanya terbaring di sana mengerang-ngerang. dari mulutnya. akan tetapi belum dapat berbicara dengan terang. Pak Balam kelihatannya pingsan. punggungnya pun luka dalam kena cakaran harimau. Wak Katok menyuruh Talib memasak air panas.berdarah. mereka cepat-cepat membawa Pak Balam ke tempat api unggun. dan dengan Wak Katok berjalan di belakang. Kemudian Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia mengerang terus. tak sadar diri. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas. Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya. Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daundaunan. Sanip. Selain gigitan harimau yang membelah betisnya. Setelah air agak dingin Wak Katok meminumkannya pada Pak Balam sedikit demi sedikit. dan setelah air mendidih. dan melihat berkeliling. dan sebentarsebentar menjerit minta tolong. lebih nyata lagi betapa dahsyatnya luka-luka yang diderita oleh Pak Balam.com/ Dewi KZ 84 Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera. Darah ke luar dari hidungnya. Pak Balam sudah agak sadar. maka air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Talib. memandangi mereka seorang demi seorang.

Tidak aku seorang saja. lalu berkata: "Sudah sampai ajalku kini. Akan tetapi semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan. yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar. dua malam sebelumnya.. jangan ingat mati. Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain. "aku telah dapat firasat dan dapat mimpi.. mendengar ucapan Pak Balam ini. Muka . Rupanya aku mesti juga menebus dosaku. diamlah. Kemudian ketika dia lebih tenang. dia memandangi kawankawannya kembali. Tenanglah. dengarkan kataku. Cobalah tidur." Pak Haji berkata.diseling oleh erang kesakitannya. Tetapi ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku.Tiap sebentar Pak Balam mengucap — La ilaha illlallah La ilaha illalah . dan melindungi kita semua. "Hus. apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosadosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia Tiraikasih Website http://kangzusi. Sebelum kita berangkat dari kampung. dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam. Telah pula diobati oleh Wak Katok. Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh." "Tidak.com/ Dewi KZ 85 sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi tidakkah dia telah minta ampun kepada Tuhan? Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawankawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun." kata Pak Balam menguatkan hatinya. ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam. Awak sudah selamat kini." Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya.

Aku bermimpi rasanya pergi naik perahu ke danau dengan Wak Katok. Bukan Buyung dan bukan Talib. Sutan dan Sanip. hingga sungguh-sungguh perahu jadi terlalu penuh dan .' Dan Sutan dan Sanip dan aku pun menyokong usul Wak Katok. Mengapa tak awak ceritakan dahulu di kampung? Aku 'kan dapat membacakan mantera atau membuat jimat untuk kita semua?" "Aduh. Sanip dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga. marilah kita menangkap ikan terus." tambahnya. Aduh banyaknya ikan yang kita dapat. apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa." kata Pak Balam. mungkin terbalik. "Dengarlah.Pak Haji sabar dan tenang. "dua hari sebelum kita berangkat ke hutan damar aku bermimpi. Akan tetapi dia tak dapat membaca di wajah mereka. Pak Haji. nanti perahu terlalu berat. Darr ada dua orang lagi kawan di atas perahu. setelah aku terbangun. Demikianlah kami terus juga menangkap ikan. Pak Balam? Coba ceritakan. yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. Kita pergi menangkap ikan ke tengah danau. Pak Haji berkata 'sudah mari kita pulang. Dan ikan yang kami dapat semakin banyak. kepalang benar. Penuh perahu. akan tetapi tak jelas padaku mukanya. jika datang angin dan ombak besar. dan di muka kawankawannya yang lain lebih muda seperti Talib. barangkali masih dapat kita elakkan bala yang hendak menimpa kita. Entah siapa mereka. kini sudah terlambat. lagi ikan banyak. salahku juga. tak jelas begitu kemudian. Wak Katok berkata: "Apa mimpi awak.' Akan tetapi Wak Katok berkata 'jangan kita berhenti dahulu.

Tiraikasih Website http://kangzusi. dan meskipun yang lain menolong untuk mengangkatnya ke dalam perahu. Aku lagi bermimpi memanjat pohon. di telingaku masih terdengar pekikan kami semua. meskipun dalam hatiku. dan kami. topan tiba. dan semakin lama semakin cepat. aku tahu. semua jatuh ke dalam air — aku terbangun. dan terus juga ditarik oleh ikan besar. Benar juga kekhawatiranku.com/ Dewi KZ 86 perahu terbenam dalam. perahu oleng. ketakutan dan bunyi deru badai dan angin .. sedang aku tak menyangkalnya.. basah keringat. Tak sampai sejari lagi.. antaranya juga Pak Haji berdiri di bawah pohon melihat aku memanjat. bahwa sebenarnya kami telah lama harus berhenti. dan anehnya — semakin tinggi . dan tiba-tiba perahu pun terbalik — habis semua ikan yang kami tangkap sepanjang hari tertumpah kembali ke dalam danau.. akan tetapi ikan besar itu amat kuat. dan harus segera pulang.” “Dan mimpiku yang kedua lebih seram lagi di rumah Wak Hitam. Dalam mimpiku Wak Katok terus juga menyuruh kami memancing.. Kalian. dan malahan menarik tali pancing dan perahu beserta isinya ke tengah danau. hendak mengambil anak burung beo di sarangnya. angin berhembus kencang. karena tak lama kemudian aku mendapat seekor ikan yang sangat besar. ombak menjadi besar. dan tiba-tiba udara pun jadi gelap. Pohonnya besar dan tinggi. air pun akan masuk ke dalam perahu.

untuk mengusir setan-setan jahat yang datang menggangu. maka aku harus menebus dosaku dulu seperti ini” Wak Katok memandang padanya. dan kalian pun berteriak-teriak hendak melarikan diri. hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Our'an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua.aku memanjat pohonnya terasa bertambah tinggi saja. Aku merasa letih sekali. akan tetapi pohon tumbuh bertambah tinggi lebih cepat. Tetapi rupanya memang sudah ditakdirkan. sedang kita tak dapat bergerak melarikan banyaknya penuh di sekeliling kita. Aku terbangun dengan napas ketakutan Semuanya ini mimpi alamat-alamat yang tak baik Tiraikasih Website http://kangzusi. tetapi aku paksakan juga memanjat. dan aku turut jatuh bersama pohon. dan tiba-tiba pohon tumbang. Mereka tak dapat berkata sesuatu apa. dan memandang pada Wak Katok. dan sarang burung bertambah jauh di atas. dan alangkah ngerinya. Aku memanjat juga cepat-cepat. dan sinar matanya berubah jadi kencang dan kuat dan keras. tetapi kita semua terhimpit di bawah pohon." Pak Balam terdiam. dan memandangi mereka dengan mata yang kini bersinar sayu. datanglah ular besar-besar amat bangun. dan dia berkata dengan suara garau: "Karena engkaulah Wak Katok.com/ Dewi KZ 87 saja. Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya. hanya sampai di sini umurku. Aku membaca ayat Qur'an banyak-banyak setelah diri. dan ganjil sekali. sebuah .

ubahnya seakan bayangan gelap dan terang dari api unggun yang selama ini bermain di atas muka dan tubuh mereka dan gelap hutan di sekeliling. bahwa sesuatu unsur baru yang mengandung rahasia dan asing seakan telah memasuki dunia kecil mereka di sekeliling api unggun. Tak mereka. diselingi oleh sesuatu bayangan lain yang lebih gelap dan lebih menyeramkan hati." cerita Pak Balam. dan dikejar-kejar oleh pasukan musuh. Setiap mereka merasa. Kami Tiraikasih Website http://kangzusi. dan mereka semua berdiam diri. suaranya kini lebih kuat.. Akan tetapi tak seorang juga mencoba menghalangi Pak Balam berbicara terus.perasaan takut seakan kelihatan melayang menutupi mukanya sebentar. kami berhasil meninggalkan pasukan Belanda. dan bersembunyi di sebuah ladang yang telah ditinggalkan yang punya. Wak Katok pemimpin melakukan pertempuran dengan sepasukan serdadu musuh. Kami baru saja habis . Pasukan kami telah bercerai berai. "di waktu pemberontakan di tahun 1926 melawan Belanda. Aku satu pasukan dengan Wak Katok. dan hanya tinggal kami bertiga yang pasukan kami. Dalam hati mereka seakan ingin hendak memerintahkan kepada Pak Balam untuk tidak membawa unsur baru yang tak dikenal dan menakutkan itu ke tengah yang kemudian menghilang cepat. "Terjadi dahulu . Wak Katok berdiam diri.. Akan tetapi setelah setengah hari dikejar-kejar. Wak Katok pun tidak.com/ Dewi KZ 88 melarikan diri.

Kami takut pasukan Belanda dengan mudah dapat mengikuti jejak kami hingga ke ladang. Jika Sarip ditinggalkan. tetapi . Tak mungkin pula membawa si Sarip ke sana. dan kami tak mungkin tiba di sana sebelum hari gelap. dia sudah lemah sekali. Meninggalkan Sarip di ladang tak mungkin pula. karena perjalanan akan lambat sekali. Di dalam pondok kami batut lukanya sebaik mungkin akan tetapi kami tak mempunyai obat-obat yang diperlukan. dan darah di pahanya masih mengalir terus menetes-netes. Ketika kami tiba di ladang kosong. Sarip.masih bersama-sama Wak Katok. hampir-hampir tak lagi dapat berjalan. karena darah Sarip yang menetes sepanjang jalan. Kami tak punya makanan sama sekali. luka di pahanya. Di sana ada bekal makanan. Naik ke pondok yang kosong pun terpaksa dia kami tarik. kawan kami. Sarip dan aku. Apa yang mesti dilakukan. Wak Katok mengajak aku pura-pura pergi ke sumur untuk membicarakannya. kami khawatir dia akan dipaksa oleh pasukan Belanda menunjukkan tempat persembunyian kami. kira-kira lima jam berjalan lagi dari ladang itu. Tempat persembunyian pasukan kami masih jauh. Wak Katok bertanya apa yang mesti dilakukannya. Kami pun merasa khawatir karena setiap saat pasukan patroli Belanda akan tiba dan menyergap kami di ladang kosong. Perjalanan ke tempat persembunyian amat sukar dan berat.

Wak Katok kembali ke pondok dan membunuh mati Sarip dan melemparkan Sarip ke dalam sumur. Sejak hari itu hingga saat ini. ketika dia membawa aku pergi ke sumur. aku segera menyusul maka aku pun Tiraikasih Website http://kangzusi. pasti Wak Katok akan menuruti kehendakku. dan Wak Katok menjawab 'serahkan padaku.com/ Dewi KZ 89 terus berangkat. Biarlah Sarip yang mati. Tetapi hatiku begitu cinta pada hidup diriku. Karena dalam hatiku aku telah tahu apa yang hendak dilakukan oleh Wak Katok. Tak lama kemudian Wak Katok menyusul aku dan kami berangkat ke tempat persembunyian. . Jika aku melarang Wak Katok. Ini aku ketahui kemudian. dan berkeras supaya Sarip kami bawa. Aku ikut bersalah. Bagaimana Sarip. 'pergilah engkau dahulu. Kemudian Wak Katok berkata. Aku tahu apa yang terjadi. asal aku dapat hidup. Aku amat pengecut sekali. dan ketika Wak Katok berkata.' Aku tak berpikir panjang lagi. Tetapi aku tak pernah membicarakannya dengan Wak Katok.aku tak dapat menjawab dengan pasti. tanpa kembali lagi melihat Sarip di dalam pondok. Aku tak pernah menanyakan kepada Wak Katok apa yang terjadi dengan Sarip. setelah pemberontakan dikalahkan oleh Belanda. Aku berdosa. aku tak mau mati. hingga aku rela untuk membayar apa saja agar aku dapat hidup terus. aku takut mati. tanyaku. Barangkali aku yang lebih bersalah lagi dari Wak Katok. barulah kini aku menceritakan hal ini. bahwa kami harus berangkat cepat.

dan aku pun tak kurang ikut memikul dosanya. tetapi kini sinar matanya tak lagi keras. dan dia seakan hendak mengulurkan tangannya kepada Wak Katok. karena tangannya yang telah mulai bergerak. matanya masih juga memandangi muka Wak Katok. kawanku yang amat karib. dia sendiri mendapat keuntungan. turun kembali. dan merampas emas dan perak istri Demang. yang pertama. yang aku biarkan. dan aku tak berusaha untuk melarang Wak Katok berbuat dosa demikian. sama besar dosanya dengan orang yang melakukan dosa itu. Selama pemberontakan banyaklah halhal lain yang aku biarkan Wak Katok melakukannya. Aku ada bersama Wak Katok. tetapi berubah jadi lembut. Tiraikasih Website http://kangzusi. Orang yang membiarkan orang lain melakukan kejahatan dan dosa. rebah ke sisinya. sedang dia mampu menghalanginya. kemudian membunuh di rumah Demang.. bahwa karena perbuatan dosa itu." Pak Balam berhenti berbicara. Apalagi jika dia tahu. dan air muka Pak Balam bertambah berubah. istri dan tiga orang anaknya. akan tetapi rupanya dia merasa tak berdaya. Seperti ketika Wak Katok memperkosa Demang. kini mulai jadi terang dan seakan segala ketegangan dan tekanan yang selama ini . Itulah perbuatan Wak Katok.. dan aku pun harus ikut memikul dosa-dosanya.com/ Dewi KZ 90 Kami berperang melawan Belanda dan tidak memerangi perempuan dan anak-anak yang tak berdosa .Tetapi aku biarkan saja.

dan mencari mata Wak Katok. Kemudian memandang Pak Balam membuka matanya. biarlah aku seorang yang jadi korban” Tiraikasih Website http://kangzusi. dan juga mengampuni dosa-dosa Wak Katok Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tangannya seperti orang mendoa. Air mukanya kaku dan keras. dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni segala dosaku. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masingmasing. akuilah dosa-dosa kalian. dan ketika pandangan mereka bertaut.. letih telah berbicara begitu banyak. Pak Haji bertakbir. dan agak menakutkan. mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun.mengungkung jiwa dan pikirannya mulai menghilang. terjauh dari bahaya yang dibawa harimau . supaya kalian dapat selamat ke luar dari rimba ini. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat . wajahnya jadi tenang. perlahan-lahan: "AllahuAkbar. sinar matanya menjadi jernih. dan mulutnya komatkamit. dan seakan sebuah senyuman halus hinggap di bibirnya.com/ Dewi KZ 91 Pak Balam menutup matanya kembali. Aku sudah mengakui dosadosaku.. AllahuAkbar. juga kalian yang lain. Wak Katok. Allahu Akbar!" Wak Katok duduk mencangkung juga diam-diam. dan dengan suara yang halus sekali dia berkata: "Aku merasa ringan kini aku sudah menceritakan pada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepataku. dan dia terbaring demikian. Pak Balam berkata kepada Wak Katok: "Akuilah dosadosamu. dan sujudlah ke hadirat Tuhan.

Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau: "Awaslah.com/ Dewi KZ 92 yang ganas yang bersembunyi menunggu saat hendak menerkam. rasa takut mulai timbul dalam hati mereka. Biarlah orang lain dahulu mengakui dosa-dosanya. meninggalkan hutan dengan harimau maut jauhjauh di belakang. Dan tentang dosanya yang terakhir. Buyung menyuruh hatinya dan pikirannya diam. tak ada dosa yang harus aku akui.sekali dalam hati mereka. seluruh gelap rimba raya di sekeliling terasa penuh dengan ancaman dan raksasa hitam Tiraikasih Website http://kangzusi. kata Sutan pada dirinya. tak seorang juga yang tahu. pikir Sanip." Mereka diam saja mendengarkannya. jangan mengingatkannya pada dosa-dosanya. harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa — awaslah harimau — dikirim Allah — awaslah harimau -akuilah dosa-dosa kalian akuilah dosa-dosa kalian. Aku tak punya dosa yang mesti aku akui. Aku tak punya dosa. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung. Pak Haji juga demikian. dosadosanya telah diceritakan sebagian terbesar oleh Pak Balam. dan mereka merasa seakan harimau dengan gelisah berjalan mundar-mandir di seberang batas gelap . kata Talib dalam hatinya. Akan tetapi mengakui dosa-dosa di depan kawan-kawan semua? Aku tak berdosa. dia yakin sekali. dan dia tak akan hendak menceritakannya kepada siapa pun juga. Wak Katok duduk diam dengan air muka yang keras.

dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya.bawalah harimau — dikirim Allah akuilah dosa-dosa kalian" memaksa mereka untuk memandang dengan jujur ke dalam lubuk hati. Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran. rasa tak senang terhadap diri Pak Balam. banyaklah dosa dan kesalahan yang mereka lihat. Mereka tak berani lagi saling berpandangan muka. karena ucapan-ucapan Pak Balam yang masih terus juga dari waktu ke waktu ke luar dari mulutnya — "akuilah dosa-dosa kalian -.antara pinggiran lingkaran api dan gelap hutan.' memutuskan siapakah lagi yang harus dihukum karena dosa-dosanya. di samping rasa takut mereka. Mulai pula timbul.. Jangankan membukanya kepada orang lain. sejak dia diterkam harimau dan berkat ketangkasan mereka bersama berhasil mereka rebut kembali dari rahang . Karena orang yang mencoba membuka kebenaran dibenci dan dimusuhi oleh mereka yang bersalah dan berdosa. kepada diri sendiri pun. Tak mengingatnya dan tak membukanya.. melihatnya. Mereka lebih suka menyembunyikannya dan tak mengawasi mereka. takut yang lain akan dapat membaca apa yang mereka rasakan dan pikirkan. Dan aduh. masing-masing enggan dan tak hendak mengakuinya. memaksa mereka meninjau kembali perbuatan-perbuatan selama hidup. Mata mereka silau melihat kejahatan dan dosa-dosa mereka sendiri. memeriksa dosa-dosa mereka. yang mereka kasihani selama ini.

apakah mereka akan menutup mulutnya? Tidakkah mereka nanti jika tiba di kampung akan menceritakan kepada istrinya. dan menghidupkannya kembali? Mengapa orang tak membiarkan tulang-tulang yang telah terkubur tetap tinggal dalam pelukan tanah. dan hanya diketahui Pak Balam saja. atau kawankawan mereka. maka sama sekali tak ada timbul persoalan harus mengakui dosadosa ini untuk menyelamatkan diri. Dan rahasia hidupnya sendiri. apa yang telah mereka dengardari Pak Balam? Sungguh terkutuklah Pak Balam. Tiraikasih Website http://kangzusi. orang-orang sekampungnya. yang selama puluhan tahun telah tertutup rapat. Dan kini.com/ Dewi KZ 93 Seandainya Pak Balam dibiarkan dimakan harimau.harimau. yang hadir dan mendengar Pak Balam bercerita. kini telah diketahui pula oleh lima orang lain. Pak Balam yang telah mereka selamatkan itulah pula yang menyuruh mereka membongkar koporkopor rahasia dalam hati dan jiwa mereka. terkutuklah harimau itu. terkutuklah kawan-kawannya sendiri. mengapa mereka telah menyelamatkan Pak Balam. Dalam hatinya Wak Katok seakan merasa menyesal. Apa gunanya kepada membongkarnya dan mempertontonkannya . Apa yang mesti dilakukannya supaya mereka berjanji untuk tidak meneruskan cerita Pak Balam kepada siapa pun juga? Mengapa Pak Balam tak membiarkan apa yang telah terjadi tinggal di dalam kubur masa yang telah mati dan telah jauh ditinggalkan di belakang? Apa gunanya menariknya kembali.

tetapi karena tak ada orang lain yang tahu. Wak Katok. dia mungkin telah mencuri dan merampok. Talib.semua orang? Dan tiba-tiba rasa tak senang juga meliputi kawankawannya yang lain . apalagi selama petualangnya bertahun-tahun di luar negeri? Mungkin dia juga telah membunuh orang. dan minta ampun kepada Tuhan. yang purapura saleh dan bijaksana itu. maka dia dapat duduk di sana dekat Pak Balam. Mereka ini telah mendengar cerita tentang kejahatan dan dosa-dosa dari mulut Pak Balam. tak mengetahui dosa-dosa mereka masingmasing. siapa tahu itu juga hanya topeng yang dipakainya saja di depan orang lain. Pasti setiap mereka juga mempunyai dosa-dosa yang mereka rahasiakan dan tutup rapat-rapat. Sutan dan Buyung.com/ Dewi KZ 94 dirinya bersih dan suci. dan hanya Wak Katok yang penuh dosa dan kotor dan harus mengakui dosa-dosanya. Dan si Sanip orang muda yang periang. Entah dosa-dosa gelap apa yang telah dilakukannya dan disembunyikannya di . Pak Haji. seperti seorang keramat dan seorang saleh. seakan Tiraikasih Website http://kangzusi.Pak Haji. akan tetapi dia. apa yang tidak dilakukannya selama hidupnya. yang suka menyanyi. telah menipu orang. Sanip. sambil membaca-baca ayat Qur'an. supaya mereka semua selamat dari bahaya harimau.

Darah keluarganya darah gelap juga. akan tetapi dia juga tak dapat dipercaya.belakang ketakuannya yang periang dan adatnya yang santun pada orang-orang tua di kampung. Dan Sutan . Dia sejak lama telah . Pernah dia digunjingkan orang kampung. Dan si Buyung. ataupun berzinah dengan seseorang umpamanya di kampung. sedikit pun dia tak dapat dipercaya dengan perempuan. dan empat orang sampai mati. sedang ayahnya tak ada di rumah.meskipun dia masih muda. Pamannya yang sudah mati dulu pernah dibuang ke Pulau Nusakambangan. Menurut cerita orang meskipun dia sudah berbini. karena ada cerita yang melihat dia bercubitcubitan dengan bini muda ayahnya. karena mengamuk di pasar dan menikam sampai enam orang. Dan si Talib.ah. janda muda. Bukan tak mungkin dia pun telah pernah mencuri. akan tetapi dia suka juga tidur di surau bersama dengan anak-anak lelaki yang muda-muda. . Kata orang dia suka bertemu dengan Siti Rafiah. Mereka hanya menurut kernauan dan nafsu saja. Pasti mereka telah berzinah berkali-kali. anak-anak muda sekarang tak lagi memperdulikan ajaran agama dan adat. tak perduli tua atau muda. Dia tukang mengejar perempuan. hanya orang lain saja tak ada yang tahu. itu pun orang pendiam seperti air di lubuk yang dalam. Dia pun mungkin telah melakukan kejahatan dan dosa-dosa besar. Jangan-jangan dengan bini muda ayahnya sendiri.

com/ Dewi KZ 95 Dan sebenarnya pula. air mukanya menunjukkan seakan dia berpikir. Bukankah itu perbuatan per-…. Wak Katok lama berdiam diri. Apakah kalian semua memakai jimat pengusir harimau. ular dan binatang buas yang lain? Jika Pak Balam memakainya. ********** Halaman 106-107 hilang ********** Karena itu mereka dengan penuh harap memandang kepada Wak Katok. barangkali terlupa dibawanya ke belakang ketika dia berhajat. dan dengan penuh perhatian mereka memandangi tangan Wak Katok memeriksa di balik celana Pak Balam." Wak Katok lalu berdiri. dan harimau biasa akan berani menyerangnya. karenanya lalu membuka mulut. Mereka semuanya berdosa. di pinggangnya.meminta tujuannya supaya diajar ilmu guna-guna. Mereka melihat kain putih yang melilit pinggangnya. apakah sungguh dosa yang telah dilakukannya itu. kemudian dia kelihatan mengambil putusan. maka jimatnya tak mempan lagi. Yang lain datang mengingsut mendekati Pak Balam. Dia pun tukang berzinah juga. dan mendekati Pak Balam. Wak Katok memutuskan dalam hatinya. Jika pernah dilakukannya begitu. tempat biasanya orang untuk menggoda perempuan saja. yang pinggangnya. dan . Tak lain berkata: "Tak mudah untuk memastikan apakah harimau itu harimau biasa atau harimau jadi-jadian. Akan tetapi mengapa hanya dosa-dosaku saja yang harus dibongkar oleh Pak Balam? Tiraikasih Website http://kangzusi. memeriksa memakai jimat.

menimbulkan pikiran-pikiran dan ingatan-ingatan . Wak Katok memeriksanya satu persatu. dan berkata: "Ada jimat pelawan binatang buas dipakainya. atau dilepaskannya." Mereka mengubah duduk. Soalnya kini apakah tadi. Mereka demikian sibuk dengan kedahsyatan serangan harimau dan mengejar harimau untuk merebut Pak Balam kembali. Dan jagalah jangan Pak Balam sampai dapat melihat kepadaku.com/ Dewi KZ 96 terikat di pinggangnya? Jika tidak. Bau menyan yang keras dan tajam yang datang menyerang hidung. Ketika tak seorang juga yang berani memastikan. maka Wak Katok berkata: "Jika begitu terpaksa dicoba jalan lain. Baiklah kalian membelakangi aku.berisi berbagai rupa jimat. ketika membawanya pulang tadi. hingga tak seorang juga yang memperhatikan hal yang demikian. Kerja ini berbahaya juga. ketika dia hendak melakukan hajatnya ke sungai. Aku harus menanyakan kepada orang halus. Mereka hanya mendengar bunyibunyi yang dibuat Wak Katok melakukan pemeriksaannya. membelakangi api dan melihat ke dalam gelap hutan. siapakah yang mengikatkannya kembali ke pinggangnya?" Tak seorang juga dapat memastikan apakah mereka melihat tali jimat telah terpasang atau belum. dan tak seorang pun ingat apakah tali jimatnya selama itu terikat pada pinggangnya. dan tibatiba mereka mencium bau menyan mengisi udara. jimat ini dipakainya. dan kemudian dia berpaling pada mereka. Mereka telah mengganti celana dan pakaian Pak Balam. Ingatkah kalian. apakah jimat ini masih Tiraikasih Website http://kangzusi.

Tak ubahnya seakan mereka sedang berada di dalam perut sebuah makhluk raksasa yang maha besar. Mengingatkan mereka pada cerita hantu-hantu dan mayat-mayat yang hidup kembali." kata Wak Katok. "Syukur alhamdulillah. dan mereka melihat Wak Katok mencicip ujung jari kirinya. meskipun . Harimau biasa. kepada iblis." kata Wak Katok menerangkan. Mereka merasakan sekali kesepian dunia kecil mereka di dalam lingkaran cahaya dan panas api. "Akan tetapi lihatlah. yang rupanya ke luar dari tenggorokan Wak Katok sendiri.com/ Dewi KZ 97 Akan tetapi kemudian suara Wak Katok membangunkan mereka. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka mendengar suara Wak Katok berbisik-bisik membacakan mantera-rnanteranya. dan mereka selamalamanya tidak lagi akan dapat ke luar dari perut gelap dan hitam yang besar. Di ujung belati kelihatan bekas darah yang kini berwarna hitam. "Jika harimau itu harimau siluman. yang bekas ditusuknya dengan pisau belati. maka darah di pisau akan tetap tinggal merah setelah dibakar di api.kepada dunia dan makhluk gaib. dan dia adalah harimau biasa. harimau bukan harimau siluman. dan karena itu darah harimau adalah juga darah biasa." Terdengar mereka semua menarik napas lega setelah mendengar kata Wak Katok. jadi darah biasa. Menurut darah di pisau. yang telah menelannya. dan menunjukkan pada mereka belatinya. darahnya jadi hitam. ketika mereka mendengar. Kemudian semua suara berhenti. setan dan jin. Mereka mendengar bunyi menggeram yang menakutkan beberapa kali.

hingga saat setiap orang tiba untuk dipanggil kembali ke alam baka.menakutkan. segan dan pimpinan mereka ke seperti harimau siluman. . kesadaran dan hati nuraninya. seakan anak-anak muda yang lain hendak memindahkan hormat. Apalagi jika harimau siluman menjadi pesuruh Yang Maha Kuasa untuk menghukum dosadosa mereka. ketika orang seorang hanya sendiri dengan dirinya. yang selama ini mereka simpan jauh-jauh di dasar ingatan. Dan Buyung sendiri merasa mempunyai cukup kecakapan menembak untuk memburu harimau biasa. kini persoalan harus mengakui dosa-dosanya telah dikesampingkan. meskipun pada dirinya sendiri. Ada saat ketika Pak Balam bercerita. Kini pimpinan direbutnya lebih tegas di tangannya. Jangankan di depan orang lain. yang dapat dilawan. Sedang harimau siluman tak seorang manusia juga yang kuasa melawannya. Tak seorangpun juga merasa Tiraikasih Website http://kangzusi. Menunggu terus-menerus dalam ketakutan. Kini tak perlu lagi mereka memeriksa dirinya. Wak Katok pun merasa senang dengan putusannya. menakutkan akan tetapi tidak begitu dahsyat Dan yang lebih menyenangkan hati mereka lagi adalah. Harimau biasa adalah binatang buas biasa.com/ Dewi KZ 98 senang menelanjangi dirinya sendiri. Orang merasa tak berdaya dan tak bertenaga sama sekali jika harus menghadapi harimau jadi-jadian. Tetapi harimau biasa dapat dilawan. Menghadapi harimau demikian orang hanya tinggal menunggu nasib saja. tak ada yang suka bertentangan mata dengan hati nuraninya. dan melihat dan berhadapan dengan dosa-dosanya.

Esok pagi kita berangkat lebih siang sedikit. Rasanya untuk malam ini kita akan aman. "harimau biasa dapat kita hadapi bersama. Pak Balam rasanya tak akan kuat berjalan kaki. "Nah. bahwa mereka pun tak akan menyinggung-nyinggung cerita Pak Balam. seperti mereka juga selalu berusaha untuk melupakan dosadosanya sendiri. Bagaimana yang baik Pak Haji. atau kita tinggalkan dua keranjang saja. Membawa damar sambil mengusung Pak Balam rasanya tak mungkin. Dengan demikian kita . mereka akan menerima pimpinannya tanpa bertanya-tanya. bahwa mereka semua berterimakasih padanya atas ucapannya. Akan tetapi kini. Untunglah cukup banyak kayu tersedia. kemudian berkata: "Aku kira sebaiknya kita tinggalkan saja damar di sini. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam. juga dalam cahaya mata Pak Haji. malahan akan berusaha untuk melupakannya.tangan Pak Haji. Esok baiklah kita buatkan usungan untuknya. Harimau biasa takut pada api. dan sejak saat itu. Wak Katok dapat melihat pada air muka mereka. Karena itu harus kita jaga supaya api tetap besar sepanjang malam. karena itu harus kita pikul berganti-ganti." kata Wak Katok. akan kita tinggalkan keranjang yang berisi damar kita semua di sini. Dia pun tahu pula. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam dan membawa keranjang damar?" Pak Haji berpikir sebentar sebelum menjawab. Kita bawa saja perbekalan makanan.

dapat berjalan lebih cepat, dan tidak merasa terlalu letih Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 99 berganti-ganti mengusung Pak Balam. Kita harus cepat pulang ke kampung." Pikiran Pak Haji mereka terima. Kemudian Wak Katok berkata, bahwa lebih baik mereka mencoba tidur, supaya jangan terlalu letih esok hari. Akan tetapi tak seorang juga dapat tidur nyenyak dan lama malam itu. Bukan saja kejadian yang dahsyat masih menegangkan urat syaraf dan perasaan mereka, dan erang Pak Balam yang menderita sakit menusuk perasaan, akan tetapi hati nurani pun secara tak mereka sadari tinggal resah dan gelisah. Dan tak mudah dan tak cepat dapat menidurkannya kembali,

meskipun mereka coba sekuat-kuatnya. Masing-masing penuh dengan perasaan dan pikiran tentang diri sendiri dan tentang kawan-kawannya. Talib teringat pada Siti Nurbaiti, anak gadis berumur tiga belas tahun yang terdapat mati di ladang di luar kampung dan membuat heboh seluruh daerah berbulan lamanya, kurang lebih dua tahun yang lalu. Pakaian gadis itu koyak-koyak, dan menurut cerita, dia diperkosa. Sampai kini tak diketahui siapa yang memperkosa dan membunuhnya. Adakah dia di antara mereka ini? Dia merasa ikut berdosa juga, karena bukan sekali saja timbul rasa berahinya melihat gadis umur tiga belas yang badannya lekas menjadi dewasa itu, dengan buah dada yang Siapakah yang berbuat demikian?

besar dan kencang mendorong baju kurungnya, raut mukanya yang manis, dan cahaya matanya yang berani dan penuh tantangan. Kemudian dia menutup pikiran dan menahan hati nuraninya, ketika pikiran-pikiran serupa itu membawanya terlalu dekat pada dosa-dosanya sendiri. Pak Haji, Sanip, Sutan, Buyung dan Wak Katok pun tidur gelisah. Meskipun mereka memicingkan mata, akan tetapi pikirannya tak berhenti. Ketukan Pak Balam terhadap hati Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 100 nurani mereka masih berkumandang juga di dalam relung hati dan pikiran, bergema ke bawah sadar. Pak Balam sendiri pun, entah karena lukanya, entah karena hatinya, tidur lebih gelisah lagi... Api unggun menyala besar, melontarkan lingkaran cahaya

kecil di tengah gelap rimba raya menahan gelap yang hendak menelan mereka. Bunyi hutan di malam hari yang penuh dengan bunyi-bunyi rahasia dan gaib melingkari mereka. Hati nurani manusia memburu-buru minta pengakuan. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 101 5 Tak seorang juga yang dapat sungguh-sungguh tidur sepanjang malam, dan ketika bunyi kokok ayam hutan yang berderai-derai menandakan dini hari telah dekat, mereka pun segera bangun. Kini mereka memandangi rimba sekelilingnya dengan lebih awas dan cermat. Mereka memasak air dan makan, mengambil air sembahyang dan sembahyang, dengan selalu sebagian utama panca indra mereka memeriksa dan mengamati rimba di sekelilingnya. Rimba yang kini mengandung ancaman dan bahaya maut.

Mereka lebih khusuk lagi mendengarkan seruan Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! yang diserukan oleh Pak Haji, dan mereka lebih merasa dengan kesadaran yang amat dalam, penyerahan dirinya ke bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tak pernah rasanya mereka merasakan nikmat sembahyang seperti pada pagi itu. Rasanya seakan mereka amat dekat sekali pada Tuhan, seakan ketika kening mereka tunduk menyentuh tanah, dan membacakan Subhana rabbial a'laa Maha Suci Tuhan Kami Yang Agung -merebahkan kepala mereka ke atas haribaan Tuhan, dan mendapat pengampunan dan perlindungan dari Tuhan untuk selamalamanya. Setelah selesai sembahyang hati mereka terasa lebih

tenang, dan kini mereka dapat menghadapi hari yang baru dengan kepercayaan yang lebih besar. Pak Balam kelihatan kini menderita demam ringan. Ketika Wak Katok membuka betisnya untuk mengganti obatnya dengan ramuan yang baru, kelihatan lukanya seakan kena infeksi, daging luka yartg terbuka tidak berwarna merah yang sehat akan tetapi kehitaman, dan nanah kelihatan mulai menjadi. ramuan yang menutupi luka dibuka, dia menjerit kecil kesakitan. Luka di punggungnya bekas cakaran harimau lebih buruk lagi. Daging di sekeliling luka kelihatan menggembung dan warnanya tak sehat. Wak Katok kelihatan menggelengkan kepalanya, dan Pak Haji pun kelihatan air mukanya seakan berat. Buyung, Talib, Ketika perbannya dibuka dan daun-daun

Sanip dan Sutan pun mengerti apa arti luka itu. Pak Balam harus segera dibawa ke kampung, dan dari kampung dibawa ke kota, ke dokter. Biasanya jika luka telah menjadi demikian, maka obat-obat kampung tak mempan lagi. Yang menderita harus dibawa ke rumah sakit untuk ditolong oleh dokter. Keningnya panas terasa ke tangan. Dia pun tak hendak makan, akan tetapi hanya mau minum kopi saja sedikit. Talib dan Buyung segera membuat, usungan setelah mereka makan. Pak Haji, Wak Katok dan Sutan mengemasi perbekalan makanan dan daging rusa ke dalam dua buah keranjang, yang akan mereka pikul bergantiganti, sambil berganti-ganti pula mengusung Pak Balam.

Keranjang-keranjang mereka

lain

berisi

damar

yang

harus

tinggalkan disimpan baik-baik di dalam pondok. Mereka baru berangkat setelah hari terang. Wak Katok berjalan di depan membawa senapannya, di belakangnya Buyung yang menyandang keranjang dan di tangannya parang panjangnya yang terhunus, lalu Sanip juga membawa keranjang dan parang terhunus, disusul oleh Talib dan Sutan yang mengusung Pak Balam, dan di belakang sekali berjalan Pak Haji, juga dengan parang terhunus. Menurut kepercayaan mereka, harimau selalu menyerang dari belakang. Karena itu tempat Pak Haji adalah yang paling berbahaya. Wak Katok dengan senapannya sengaja tak berjalan di belakang, karena

Dia terus berjalan . Apalagi jalan yang mereka tempuh masih licin. dan menghadapi apa yang akan dalang dengan tabah dan berani. dan mereka semua akan jadi korban harimau. Dengan cara susunan mereka berjalan seperti kini. Wak Katok akan mendapat waktu membidik dan menembak. ketika Wak Katok memberi isyarat supaya mereka berhenti. bagaimanakah? Pertanyaan ini tak mereka tanyakan. Baru setengah jam berjalan. Akan tetapi jika harimau Tiraikasih Website http://kangzusi. maka mungkin dia tak sempat menembak. karena mereka berdua tak sanggup mengangkat usungan sambil mendaki tebing. dan dia diserang. jika bagian belakang diserang. Berjalan mengusung Pak Balam tidak dapat mereka lakukan dengan cepat. mengaso dan makan.com/ Dewi KZ 103 menyerang dari depan. dan mereka harus mendaki sejak meninggalkan sungai. mereka telah harus digantikan oleh dua orang lain. Demikianlah mereka berjalan dengan susah payah hingga tengah hari. Jika dia berjalan di belakang.dia harus menembak. Selama itu Wak Katok tak pernah ikut mengusung. Beberapa kali yang lain terpaksa harus membantu Talib dan Sutan. Yang penting ialah bersiap-siap seperlunya dan kemudian menghadapi segala kemungkinan. Dalam hidup tak selamanya orang dapat bersedia mengambil risiko selalu perlu. maka jika Pak Haji diserang.

dia pun tak hendak makan. Juga kelihatan dia amat menderita sekali diusung demikian. Dialah yang punya dan yang memegangsenjata yang paling ampuh untuk menghadapi harimau. Dan sekali dia menjerit kesakitan. Pemimpin usaha mereka menyelamatkan Pak Balam dan diri mereka semuanya. dan usungan terhempas ke tanah. dan yang telah membunuh tiga ekor harimau? Harimau ini pun jika masih mengganggu mereka. Tak terpikirkan dalam kepalanya mereka akan mempunyai pikiran atau pandangan yang lain. Wak Katoklah yang memegang kunci keselamatan hidup mereka. Dia dengan sendirinya pula mengharapkan mereka akan mengikuti segala pimpinannya.com/ Dewi KZ 104 Wak Katoklahyang tahubagaimana menyelamatkan mereka semuanya dari ancaman harimau. Ketika mereka makan.di depan dengan membawa senapannya. Karena itu tak terlintas sedikit juga dalam kepala mereka untuk membantah suruhan Wak Katok. bahwa harimau itu adalah harimau biasa? Bukankah dia maha pemburuyang disegani orang kampungnya. Tidakkah dia yang memutuskan. karena kini dialah yang menjadi pemimpin rombongan. karena Sutan tergelincir jatuh. Tiraikasih Website http://kangzusi. Demam Pak Balam kelihatan tak kurang-kurang. Karena itu dialah yang berjalan paling depan. dan hanya minta minum saja. Wak Katok pun dengan sendirinya menganggap dirinya yang memberikan pimpinan dan perintah. . akan dibunuhnya juga. bahwa Wak Katok tak usah ikut mengusung. Yang lainpun menerima kenyataan. Di tangan Wak Katoklah satu-satunya senjata yang dapat menyelamatkan mereka. tergoncang-goncang dan terantuk-antuk.

dan setelah dia tak merasa syak dan takut lagi pada bendabenda yang asing baginya. tak ada daging enak yang dapat dimakannya. maka laparnya mendorongnya merebahkan sebuah keranjang dengan tarikan kuku kaki Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia menggeram-geram. Berbagai bau yang tinggal amat mengganggu perasaannya.Pak Haji mencoba menyuruhnya makan dengan mengatakan. Dia hanya mau minum kopi pahit sedikit. akan tetapi kecuali bekas darah yang kering. Pak Balam merebahkan kepalanya kembali. Bau darah dan daging rusa yang melekat di keranjangkeranjang berisi damar akhirnya menariknya ke dalam pondok. Demamnya bertambah panas. dan dia segera menjilat-jilat sisi keranjang tempat darah rusa yang kering melekat. harimau tua yang kelaparan tiba di sana. Semua keranjang dirobohkan dan di bongkarnya.com/ Dewi KZ 105 depan kanannya. Tetapi hal ini tak memuaskannya. Dia mendatangi tempat mereka bermalam dengan hati-hati sekali. Dia mencari keranjang lain yangjuga berbau rusa yang menimbulkan seleranya. dan menghembus-hembus berkeliling di tanah di sekeliling api . kecewa dan marah. bahwa lebih baik dia mencoba makan sedikit. 0oo0 DUA jam lewat setelah mereka meninggalkan tempat bermalam di pinggir sungai. mengerang sambil menutup matanya. dan dengan suara lemah mengatakan bahwa dia tak ingin makan. supaya badannya jangan terlalu lemah. Akan tetapi setelah dicobanya.

bau manusia juga keras sekali tinggal. sudah menurun. Dia mencium-cium tanah mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan kaki manusia yang tinggal di tanah. Mereka kemudian berangkat meneruskan perjalanan dengan hati yang lebih tak terganggu. Karena itu mereka merasa agak bersenang hati. Di antara bau rusa. dan kemudian mencium-cium tanah kembali. belakang? Apakah harimau mengikuti mereka dari Sebagai seorang pemburu yang mengikuti rusa? Akan tetapi suasana rimba di siang hari itu tidak menunjukkan tandatanda adanya harimau di dekatnya.. "cobalah berjalan lebih cepat." kata Wak Katok." Ucapannya segera mengingatkan mereka kembali pada harimau. lama sebelum magrib.. jalan tak begitu sukar lagi. dan dia bergerak menyeberangi sungai. ketika mereka selesai makan siang. Tiraikasih Website http://kangzusi. Bunyi pukulan burung pelatuk. 0oo0 "DARI sini ke tempat kita bermalam nanti. dan bau manusia itu kini menimbulkan selera dan laparnya yang amat sangat pula. yang datang dari jauh bergemagema. lebih-lebih lagi menentramkan perasaan mereka..com/ Dewi KZ 106 .unggun yang telah padam. Bunyi-bunyi margasatwa yang biasa masih memenuhi hutan dan di atas pohonpohon yang tinggi mereka melihat beruk-beruk merah yang besar melintas sambil memanggil-manggil. supaya kita tiba di waktu petang.

kembali jadi liat dan dapat bergerak. Mungkin perasaan demikian yang membuat mereka agak lengah. Mereka merasa tiba-tiba betapa suara dan bunyi-bunyi margasatwa terhenti. ketika mendengar bunyi auman harimau yang amat dahsyat. lapi waktu mengalir amat lambat sekali. dan membiarkan Talib tinggal di belakang. Sutan dan Sanip yang sedang mengusung Pak Balam menurunkan usungan ke tanah. Dan baru otot-otot mereka yang telah kaku. Semua ini terjadi hanya dalam beberapa saat. kencing di pinggir jalan. Kemudian ketika reaksireaksi wajar mereka dapat bekerja kembali dengan cepat. Mereka merasa takut yang amat dahsyat sekali. Baru panca indera mereka yang beku kembali bekerja. dan baru beberapa saat kemudian mereka dapat bergerak. Disela pula oleh rasa hendak menyelamatkan diri masingmasing. Baru darah mereka yang membeku dapat cair kembali. Mereka kembali teringat pada bahaya harimau.Wak Katok tetap berjalan di depan sekali. Dan mereka dapat mendengar pukulan napas dan denyut jantung mereka amat kerasnya ke telinga. Buyung yang mendukung keranjang . Auman harimau kemudian disusul oleh jerit Talib ketakutan dan kesakitan. hingga beberapa saat mereka tak dapat bergerak. dan mengakukan otot-otot mereka. yang segera pula dilawan oleh rasa setia kawan. Yang lain berjalan terus sedang Talib membuka celananya hendak kencing. yang membekukan darah mereka.

menurunkannya melompat cepat ke tanah. dan Wak Katok Mereka berteriak-teriak. karena begitu dia berpaling korbannya. Rupanya harimau terkejut juga oleh serangan mereka yang berlari ke belakang. Ingat pada nasib kawan mereka yang berada di dalam kekuasaan harimau. Mereka melihat besarnya jejak itu. Mereka melupakan bahaya terhadap diri mereka kini. dan bunyi berat lari harimau yang menarik mangsanya ke dalam hutan. Wak Katok menembak pun tak sempat. akan tetapi rasanya berabadabad bagi mereka. harimau telah menghilang melarikan oleh Talib terguling di tanah. Yang kelihatan oleh mereka kini hanyalah keranjang yang didukung panjangnya yang terhunus terletak di tanah. dan merupakan pagar yang lebat. Hanya beberapa menit kemudian. penuh dengan semangat dan naluri berburu yang terdapat dalam diri setiap manusia. menuju tempat Talib hendak kencing. dan dengan parang terhunus mereka menyerbu ke dalam pohon-pohon yang tumbuh rapat. berseru-seru sekuatnya dengan harapan agar harimau melepaskan korbannya. mereka berhenti di depan pohon-pohon yang tumbuh rapat. Akan tetapi tanpa berpikir panjang mereka berlari ke dalam hutan mengikuti jejak dan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 107 darah. dan mereka jelas dapat mendengar harimau menggeram-geram. Pak Balam tinggal terlupa sendirian di atas usungannya. parang .

karena seluruh panca indera mereka tertuju kepada kedahsyatan serangan harimau. Badannya penuh berlumuran darah dari kepala hingga ke kaki. sedang Wak Katok dan yang lain berjagajaga. Akan tetapi tak seorang juga yang mengeluarkan perasaan ini. Tetapi saat itu bukan saat untuk merasa takut lagi. bahwa Pak Balam masih selamat. Hati dan perasaan mereka penuh dilanda oleh pikiran dan perasaannya sendiri. tak sadarkan diri. Dengan cepat tiga orang mengangkat Talib. dengan hati yang lega mereka melihat. menyerang Pak jangan-jangan harimau kembali Balam sedang mereka tak ada.com/ Dewi KZ 108 Ketika tiba di tempat mereka meninggalkan Pak Balam. . mendudukkan dirinya di alas usungan. dan memandang mereka datang membawa Talib yang berlumuran darah. Mereka cepat-cepat kembali ke tempat Pak Balam yang mereka tinggalkan. Perasaan dan pikiran yang belum mereka sadari telah datang menyerang. Dalam hati mereka timbul pula rasa kekhawatiran. mereka melihat Talib terbaring di tanah. karena ketika mereka telah menembus pohon-pohon dan tiba di tempat kecil yang terbuka.tak ubahnya seperti sepasukan setan yang datang mengamuk. Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Balam yang masih diserang demam. hingga mereka menyangka dia telah mati. Darah merah membasahi tanah di sekelilingnya. Sejak serangan harimau terhadap Talib tak seorang juga di antara mereka yang berbicara. Pemandangannya sungguh mengerikan hati.

Dan ketika mereka kemudian meninggalkannya sendiri di hutan. setengah jam perjalanan dari tempat mereka kini. Dia pun ikut menjerit ketakutan ketika mendengarnya. bahwa hukuman terhadap dirinya dan diri kawan-kawannya belum selesai dan belum habis. Kini mereka hanya tinggal berlima yang masih dapat berjalan. Dia mendengar bunyi auman harimau yang dahsyat ketika mula-mula menerkam Talib. Terbukti. Teringat pula olehnya bahwa kawan-kawannya mungkin belum hendak mengakui dosa-dosanya dan bertaubat kepada Allah.Seluruh muka Pak Balam yang telah pucat bertambah pucat. Sebenarnya tempat bermalam mereka yang biasa masih dua jam perjalanan lagi. Mereka melihat. dia telah mati entah berapa ribu kali. Wak Katok mengatakan. di pinggir anak sungai kecil. Dan mendengar jerit Talib ketakutan dan minta tolong. bahwa Pak Balam pun tahu apa yang telah terjadi. bahwa harimau itu datang kembali untuk memburu dan menghukum dia dan kawan-kawannya. maka Wak Katok memutuskan. segala kedahsyatan yang dirasakannya kemarin malam dirasakannya kembali. bahwa nanti akan bermalam di bawah bukit. Wak Katok menyuruh Buyung dan Sutan cepat membuat usungan untuk Talib. Dan kembali jiwanya tersiksa oleh kesadarannya. Mati ketakutan. untuk mengusung Pak Balam dan Talib dahulu . Akan tetapi karena mereka tak dapat mendukung keranjang sambil mengusung. dan tak seorang juga yang memberikan penjelasan kepadanya apa yang terjadi.

Di sana mereka cepat-cepat membuat pondok yang lebih kuat dari biasa. bagaimana jika harimau menyerang mereka di tengah jalan? Mereka tak akan berdaya melawan harimau dengan parang panjang saja. Sebentar timbul pertukaran pikiran antara mereka tentang apakah Wak Katok akan ikut mengawal mereka yang mengambil keranjang dengan senapannya? Jika bertiga pergi mengambil keranjang termasuk Wak Katok dengan senapannya. Kelihatannya mereka memeriksa luka-lukanya. Jalan menuruni bukit licin dan sukar dan dengan susah payah mereka menurun. kecuali yang menghadap ke tempat api unggun. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 109 Segera setelah usungan untuk Talib selesai. mereka meletakkan Talib ke atas usungan. dan memasang dahandahan pohon melintang di tiga sisinya. Bagaimana kalau harimau datang menyerang ke tempat pondok mereka? Akan tetapi jika yang pergi mengambil keranjang tidak dikawal dengan senapan. Talib masih pingsan. maka hanya tinggal dua orang yang sehat dan kuat untuk menjaga dua korban yang tak berdaya. Nanti saja di tempat bermalam. Wak Katok akan mengobatinya. dan tiba di pinggir anak sungai. Dan jika Wak Katok yang pergi . yang mereka biarkan luka-lukanya amat berat. Tak berani kedua keranjang. dan kemudian terbuka. dan meninggalkan menjemput kedua keranjang berisi perbekalan makanan.ke tempat bermalam mereka yang lebih dekat.

yang mengambil keranjang dengan Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung membawa senapan Wak Katok. "Maaf. Mereka akan memasang api unggun yang besar untuk menakuti harimau. Wak Katok menyerahkan senapannya kepada Buyung. aku lupa tak boleh menyebut nama nenek di hutan. Dia berjalan paling depan. bahwa biarlah Buyung. hingga akhirnya Buyung tak dapat menahan dirinya dan berkata: "Apakah barangkali benar juga Pak Balam. dan mereka akan segera memasak air untuk membersihkan luka-luka Talib dan membuat obat baginya. Diperiksanya dengan cermat isi senapan. bahwa harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa?" "Huusss. dan kita harus mengakui dosa-dosa kita dan kita minta ampun kepada Tuhan?" bagaimana dengan Talib. dan memasang panca inderanya . dan berkata. yang sejak tadi berkata. "tetapi apa tak mungkin Pak Balam benar. engkau ingin dia datang menyerang kita?" kata Sutan cepat. Sutan dan Sanip yang pergi mengambil keranjang dan dia dan Pak Haji tinggal di pondok." jawab Buyung. dengan perasaan enggan yang jelas kelihatan pada air mukanya. Mereka bertiga melangkah cepat.com/ Dewi KZ 110 setajam mungkin.mengawal senapannya. masing-masing dengan pikirannya sendiri yang kini datang mengetuk hati lebih keras. yang harus ditolong dan diobati dengan segera? Siapa yang menolongnya? Akhirnya. jangan sebut-sebut namanya.

"Dadanya hancur dicakar. sekeliling dadanya. kedua kakinya. Talib terlentang di atas tanah di dalam pondok. dan berkata." Ketika mereka bertanya kepada Wak Katok bagaimana dengan luka-luka Talib."Entah. tangannya. akan tetapi luka-lukanya telah diobati dan dibatut oleh Wak Katok dengan kain sarung yang disobek-sobek. dan napasnya berat dan perlahan. Wak Katok menggelengkan kepalanya. Dari jauh mereka telah melihat nyala api unggun di depan pondok. Pak Balam kelihatan juga bertambah panas demamnya. dan sebentarsebentar Tiraikasih Website http://kangzusi. akuilah dosa kalian. Mukanya pucat sekali. sampai terbuka ke tulang." kata Sanip. Dengan hati yang amat lega Sanip dan Sutan menurunkan keranjang ke tanah. Biar nanti Pak Haji dan Wak Katok yang memikirkannya. dan bergegas. Kalau dia masih dapat sadar. Talib masih belum sadar. lebih baik jangan kita bicarakan kini. Di sampingnya terbaring Pak Balam. basah dengan darah merah. bahwa ia tak banyak harapan Talib akan dapat selamat.com/ Dewi KZ 111 dengan suaranya yang lemah dia berkata: "Akuilah dosa kalian. dan Buyung mengembalikan senapan kepada Wak Katok. Harimau itu dikirim Tuhan untuk menghukum kita. pahanya hancur digigit. Matanya terbuka memandang ke alas. Kain sarung yang membatut luka-lukanya. masih . 0oo0 APABILA mereka kemudian telah tiba kembali di tempat mereka bermalam di pinggir anak sungai. senja telah dekat. Mereka bertiga diam kembali.

Malahan kini... mereka hendak ke luar dari hutan. karena ketika itu dia membuka matanya. di tengah ancaman yang dahsyat. Mungkinkah Pak Balam benar? Dan harimau itu bukanlah harimau biasa? Akan tetapi harimau yang dikirim oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. yang menurut Pak Balam dikirim Tuhan untuk menghukum mereka yang berdosa. dan bibirnya bergerak seakan hendak berkata. Mereka hendak kembali Tiraikasih Website http://kangzusi." tiba-tiba napasnya terhenti. ".. Seorang dari mereka kini telah mati akibat serangan. mereka hendak meninggalkan rimba dengan selamat.. Mereka mendekatkan diri.. yang datang untuk menghukum mereka? Apa daya mereka terhadapnya. harimau gaib.com/ Dewi KZ 112 .. harimau. Mereka hendak hidup terus. Tak ubahnya seakan Talib dapat mendengar kata-kata Wak Katok. aku berdosa ." kata Wak Katok.untung... badannya mengejang. ampun Tuhan. menyala lebih besar dan lebih kuat lagi. dosa . maka haruslah mereka menerima takdir yang demikian. dan Talib lalu berhenti hidup. membungkuk di atas kepalanya hendak mendengarkan apa katanya. bahwa mereka harus mati diterkam harimau di tengah hutan karena dosa-dosanya. la ilaha illl . curiiiii. Dia telah mati.... Mereka hendak pulang ke kampungnya. mencuri . selain menyerahkan diri kepada Tuhan? Jika memang telah tersurat.. Akan tetapi dalam bawah sadar mereka nafsu hidup tetap menyala dengan kuat.. Mereka berpandangan. matanya seakan terbalik.

entah apa yang dilihatnya. Aku tahu. Mereka hendak hidup kembali di tengah manusia. supaya kalian diselamatkan Tuhan. Aku akan menyusulnya tak lama lagi. Tobatlah!" Kemudian dia terdiam. Syukurlah Talib masih sempat mengakui dosanya. demamnya kembali menguasai otaknya. Buyung dan Sutan bergantiganti. dan matanya yang terbuka memandang kaku jauh melewati pondok. Akan tetapi pada saat itu pikiran Pak Balam berada di saatsaat yang cerah. bertarung untuk mepertahankan hak hidupnya. melewati puncak-puncak pohon di pinggir anak sungai terus sampai ke cakrawala. Mereka bertiga berpandangan. dan ketika Sutan dan Sanip berpandangan. berkelahi. "Apa Talib mencuri? Apa yang dicurinya?" kata Pak Haji. badanku tak kuat lagi menahan demam ini. seakan mata Sutan hendak menyampaikan peringatan kepada Sanip.kepada istri dan anaknya. dan Buyung cepat menjawab: "Aku tak tahu apa maksudnya. Mereka tak hendak mati diserang harimau yang ganas dan zalim. dan jangan mengatakan sesuatu apa. Tiba-tiba Sanip berdiri seakan tak kuat lagi menahan . Karenanya Pak Balam berkata: "Belum juga kalian sadar dan insaf. dan rupanya mendengarkan kata-kata mereka." Akan tetapi di wajah Sanip dan Sutan seakan timbul keraguan. Talib telah mati. Bawah sadar mereka berteriak menyuruh mereka berjuang. Mereka hendak mencinta kembali. supaya berhati-hati. Akuilah dosa-dosa kalian. memandang kepada Sanip.

dirinya. Dengan susah payah yang lain menceraikan mereka.. Buyung memegang Sutan.!" Tetapi Sanip tak lagi dapat menahan dirinya. Sutan . Di tanah mereka berdua bergumul.. Setelah mereka dilerai." Tetapi Sutan melompat mendekatinya dan memegang bahunya: "Jangan. kami." Tiraikasih Website http://kangzusi. dan menghela Sutan jatuh ke tanah. apa gunanya. ingat sumpahmu.. seakan sesuatu menyelinap ke dalam dirinya dan memaksanya untuk berkata. dan Pak Haji memegang Sanip. dan ini diinsafi oleh Sutan yang berkata kepadanya dengan suara tegang penuh desakan. aku dan . dan berkata dengan suara yang tegang: "Tidak Sutan. Sutan memperkuat pegangannya di bahu Sanip. dan berseru: "Memang kami berdosa. Sanip membela diri.. sesuatu cahaya ganjil timbul dalam matanya. dan kemudian dengan gerakan tangan dan kaki yang cepat dia menjatuhkan Sanip ke atas tanah. dan Pak dan berpaling kepada yang lain.com/ Dewi KZ 113 "Tidak. bertekad untuk menghentikan Sanip. dan dia melangkah mendekati Sanip. "Jangan." seru Sanip. aku mesti berbicara . tutup mulutmu... Talib.: ketika dia baru sampai berbicara di sana. Selama itu terjadi Wak Katok duduk saja diam-diam memegang senapannya.. dan dengan suara yang keras berkata: "Sanip!" Akan tetapi Sanip melepaskan pegangan tangan Sutan dari bahunya..

Haji berkata: "Sabar, sabarlah, mengapa kita dengan kita berkelahi, sedang kita semua dalam bahaya besar? Mengapa kalian berkelahi sebenarnya?" "Aku hendak mengakui dosa-dosaku," kata Sanip dengan napas terengah-engah, "biarlah Sutan marah karena aku melanggar janji atau sumpah. Tetapi aku tak tahan lagi. Karena aku juga, maka Talib telah jadi korban harimau. Kami bertiga, Talib, Sutan dan aku, enam bulan yang lalu, yang mencuri empat ekor kerbau Haji Serdang di kampung Kerambi..." dan dia melihat kepada Sutan, siap untuk mempertahankan dirinya, jika Sutan menyerangnya kembali. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 114 Akan tetapi Sutan seakan kini tak perduli lagi terhadap apa yang hendak dikatakan oleh Sanip. Dia duduk di tanah,

dadanya turun naik, karena napasnya masih kencang, dan dia hanya melihat saja ke tanah. "Kami bertiga mencurinya malam-malam, dan ketika penjaga kerbau mengetahui pekerjaan kami, maka Talib yang menikamnya, hingga dia rubuh. Dia tak mengenal kami, dan kami berhasil melarikan kerbau dan menyembelih kerbau dan menjual dagingnya ke kota. Penjaga kerbau tak mati. Itulah dosa kami bertiga, tapi Sutan tak suka aku ceritakan." "Apa lagi dosa-dosaku ..." Sanip tertegun, dalam hatinya teringat pada rahasianya, ketika dia berumur sembilan belas tahun, pergi ke kota, dan berkunjung ke rumah perempuan lacur. Akan diceritakankah ini? Ini terang dosa juga yang amat dilarang oleh Tuhan. Akan diceritikankah? Atau ketika dia

masih kecil, sering benar dia mencuri durian, mangga, duku. Dan waktu dia kecil, disuruh mengaji, sedang dia ingin pergi main bola, hingga dia menendang Qur'an di tengah jalan ke mesjid tempatnya mengaji. Dia melawan pada ibunya. Hawa nafsu yang timbul dalam dirinya tiap kali dia melihat perempuan yang cantik. Hawa nafsu yang membakar perutnya selama mereka tinggal di ladang Wak Hitam dan dia setiap hari melihat Siti Rubiyah. Akan diceritakan semua ini dan banyak lagi yang lain? Dia ingat, bahwa dia telah melakukan segala dosa, besar dan kecil. Dia telah merasakan dalam dirinya hawa nafsu setan, rasa dengki, syirik, cemburu, kesombongan hati, kekejaman,

kekikiran. Dia pernah menghina orang miskin. Dia pernah menertawakan orang yang cacad, dia pernah ... oh, semuanya yang tak baik pernah dilakukannya. Dia pernah tak patuh pada orang tuanya. Dia pernah kurang ajar kepada orangyang lebih tua dari dirinya. Akan diceritakan semua ini? Akan tetapi jika diceritakannya, apa lagi yang tinggal dari dirinya. Dia akan tinggal telanjang! Dirinya akan kehilangan lapisan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 115 pelindungnya selama ini, yang membuat diri serupa dengan orang lain. Kulit rahasia yang melapisi pribadi setiap orangyang melindungi seseorang dari orang lain. Jika diceritakannya pelindungnya semua, jika dilepaskannya lapis

ini, maka dia akan tak berdaya menghadapi orang lain. Dia tahu, bahwa sebagian terbesar orang bersikap kejam terhadap orang yang tak berdaya. Jarang sekali orang yang timbul belas kasihan terhadap orang yang tak berdaya. Kebanyakan orang bersikap kejam dan hendak menindas orang yang tak berdaya. Mungkin karena kebanyakan orang melihat dalam diri orang yang tak berdaya itu kemungkinan bahwa dia pun dapat berganti tempat dengan orang yang tak berdaya itu, dan karena itu timbul rasa benci dan kejamnya, dan hendak dihapuskannya orang-orang yang tak berdaya dari permukaan bumi ini, supaya mereka jangan teringat pada kemungkinan dirinya akan dapat jadi demikian pula.

Akan tetapi jika dia berdiam diri, tidaklah pula mungkin dia akan harus menebus dosanya dengan mati diterkam harimau? Dan dia tak hendak mati. Dia merasa dirinya masih terlalu muda untuk mati. Dia masih hendak hidup terus. Dia terkejut mendengar kata Wak Katok, yang berkata dengan suara keras dan tajam: "Sanip, berbicaralah! Aku sebagai pemimpin rombongan berkewajiban untuk menyelamatkan diri kita semuanya. Menurut tenunganku harimau itu harimau biasa, akan tetapi mungkin pula harimau siluman seperti yang dikatakan Pak Balam. Kita tak boleh lebih memarahkannya. Baiklah engkau mengaku terus terang dosadosamu, dan minta ampun kepada Tuhan." "Akan tetapi," kata Sanip, yang masih mencoba untuk mengelakkan diri dari keharusan menelanjangi dirinya,

"apakah aku sendiri yang berdosa? Mengapa aku sendiri yang harus mengakui dosa-dosaku? Bukankah aku telah mengakui dosaku mencuri kerbau?" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 116 "Semuanya, terdengar suara Pak Balam yang lemah, yang mendengarkan percakapan mereka. Sanip terdiam, enggan benar hatinya hendak mulai. Sedangkan mengakui dosa-dosanya dalam hati sendiri sudah amat susah, bagaimana akan mengakuinya di hadapan orang lain, meskipun kawannya sendiri?. "Yang lain pun akan mengakui dosa-dosanya," kata Wak Katok, suaranya keras dan tajam, "jika perlu aku paksa dengan ini," dan dia menggerakkan senapannya. semua dosamu harus engkau akui,"

Buyung terkejut. "Setelah Sanip lalu Sutan, kemudian Buyung, dan kemudian Pak Haji. Dosa-dosaku, telah kalian dengar diceritakan oleh Pak Balam," katanya dengan suara pahit, "semuanya kita membersihkan diri, dan minta ampun kepada Tuhan. Mogamoga si nenek akan pergi meninggalkan kita. Ayoh, mulailah, Sanip. Tak banyak waktu tinggal. Sebentar lagi malam tiba, dan dalam gelap entah apa yang akan terjadi." Dalam hatinya Buyung mengambil tekad tidak akan menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah, biarlah dia mati, ditembak oleh Wak Katok atau diterkam harimau sama saja. Orang mati hanya sekali, pikirnya, tetapi noda yang tergores di kening dibawa seumur hidup! Daya Sanip menguasai dirinya patah di bawah ancaman Wak Katok. Dia lalu bercerita. Semuanya diceritakannya. Tak

Buyung mendengarkan dengan penuh takjub. masih ketakutan dan risau pikiran dan hati. Berbagai perasaan kecewa.com/ Dewi KZ 117 kesal. Akhirnya dia pun terlepas pula dari tekanan dosa-dosa yang selama ini melekat di jiwanya. Tetapi Sutan duduk saja di tanah. seakan tak mendengar kata Wak Katok. dan dipercayainya selama ini? Ternyata dia seorang tukang berzinah. Sutan. "akan tetapi esok pagi baiklah kalian mengakui dosa-dosa kalian semuanya. kalian masih terkejut. dan dia tak bergerak. cukuplah Sanip saja malam" ini. dan kemudian Wak Katok yang sembahyang. Dan dalam bercerita mulai pula terasa kelegaan dalam hatinya. sedang Buyung berjaga-jaga memegang senapan. seorang pencuri." Tak seorang juga hendak makan kemudian. "Sutan!" kata Wak Katok dengan suara yang lebih keras. "Baiklah. yang dihormati dan disayanginya. Sembahyang pun mereka dikawal mulamula oleh Wak Katok. tak bergerak-gerak. kepalanya menunduk ke tanah. Sutan diam juga. timbul dalam hatinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. . Sanip yang termasuk orang baik-baik di kampung." kata Wak Katok. seorang pendusta? "Sekarang engkau. Perasaan marah. jijik.ada satu pun yang ditahan-lahannya." kata Wak Katok kemudian. setelah mereka sembahyang magrib. Mungkinkah Sanip bercerita sekarang adalah Sanip kawannya selama ini? Sanip yang periang.

jika mereka pulang. Kata-kata dosa.Malam itu tak seorang juga yang dapat tidur. Lukanya kelihaian membusuk sekali. teringat pada isteri dan anak-anak Talib di kampung. Di . Di sini pikirannya terhenti. Dapatkah mereka yang masih hidup pulang selamat ke kampung? Bacaan doa-doa mereka tak henti-hentinya diiringi oleh erang Pak Balam. Dan di luar lingkaran cahaya di dalam gelap rimba belantara. Akan heboh besar di kampung. dan takutnya timbul. Bagaimana mereka nanti menerima kabar kematian-nya.com/ Dewi KZ 118 dan membaca ayat-ayat Qur'an. Pak Haji tiap sebentar menggosok kening Pak Balam yang basah. Mereka selalu ingat pada perkataan Wak Katok: "Esok pagi kita kuburkan Talib. silih berganti ke luar dari mulutnya. seorang yang menanti mautnya. menunggu kesempatan dengan tak sabar. yang demamnya semakin panas. di dalam lingkaran api unggun. dan mereka berlima duduk dekat yang mati. dan tiap sebentar berbicara tak Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka seakan merasakan kehadiran harimau yang ganas. yang mundar-mandir. bersalah. Mereka yang hidup dan yang mati di lengah hutan belantara. Kakinya gembung di bawah bungkusan kain. mendoa. Buyung keruan. terbujur di sebelah mayat. ampun Allah. Demikianlah mereka. seorang yang telah jadi mayat." Dan sepanjang malam mereka duduk mengelilingi Talib. yang terbujur di tanah. dan yang akan mati.

. dan Pak Haji mengatakan. dan pagi itu juga mereka menggali kuburan untuk Talib di tempat yang tinggi. mendekati. di belakang setiap daun.. Kini ancaman terasa lebih dekat dan lebih dahsyat. di musim hujan.telinga mereka seakan masih terdengar bunyi aumannya yang dahsyat. hingga jika anak sungai banjir. Kini hati mereka bertambah susah lagi dari kemarin malam. mendekati.. maka kuburan Talib tidak akan terendam air. dan pahanya belah dan rusak. Tiraikasih Website http://kangzusi. nanti akan membuatkan batu kepala kuburan di kampung untuk dipasang nanti jika kembali ke hutan. Dadanya kelihatan seakan hancur sama sekali. Di dalam setiap kegelapan. Tubuhnya bekas gigitan dan cakaran harimau amat menyedihkan dan mengerikan. mendekati. Mereka menyusun batu-batu sungai di sekeliling kuburan.com/ Dewi KZ 119 6 Esok paginya setelah mereka sembahyang subuh. Mereka tak banyak berbicara ketika Pak Haji memandikan mayat Talib. . di belakang setiap dahan dan di belakang setiap bunyi mereka seakan mendengar bunyi tapak harimau yang melangkah dengan halus dan hati-hati mendekati. Dan rasa tak berdaya tambah terasa. lalu menyembahyangkan mayat Talib. Seakan pegangan tangan dengan jari-jari es yang sejuk memeras-meras hati mereka. di belakang setiap pohon. dan pekik Talib.

bahwa tak mungkin membawa Pak Balam sedang menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi.Belum lagi ratusan luka lain yang lebih kecil di seluruh badannya. Buyung berkata: "Lebih baik kita memburunya daripada kita membiarkan dia memburu kita seperti selama dua hari ini. maka batu-batu mereka susun di atas kuburan. Lebih baik mereka . Wak Katok berkata." Akan tetapi ketika mereka tiba di pondok. masing-masing dengan pikiran sendiri. dan menyuruh mereka meminta ampun dan mengakui dosa-dosanya. menyebutnyebut dosa dan minta ampun kepada Allah. Pak Haji memandikan dan membersihkan badan Talib. Mukanya pun penuh luka akibat diseret harimau ke dalam hutan. Mereka menyembahyangkan mayat. Usul Buyung mula-mula mereka terima dengan terkejut. Dan Pak Haji kembali membacakan doa-doa. dan kemudian membungkus mayat dengan kain sarung yang bersih. Beberapa waktu mereka duduk mengelilingi kuburan. Lalu mereka usung mayat ke kuburannya. Wak Katok berkata. sehingga akhirnya Wak Katok berkata: "Marilah kita berangkat lagi. bahwa dia hendak membawa Sanip dan habis terkejutnya. Setelah lobang kuburan ditutup kembali dengan tanah." Setelah Buyung. Seluruh badannya amat sangat panas. Sutan menyokong usul sakil demikian. kelihatan Pak Balam menghadapi krisis demamnya.com/ Dewi KZ 120 dahulu sehari lagi. dan dia mengigau terus-menerus. Buyung mengusulkan agar mencoba memburu harimau.

adalah berlainan dengan menjadi korban yang diburu-buru. "Nyatakan terus api unggun. insya Allah harimau tidak akan berani mendekat. yang telah diserang harimau. Adanya Pak Balam yang sakit. kerusuhan hati mereka yang akan pergi memburu harimau mulai didorong ke belakang oleh gairah berburu yang timbul dalam dirinya. Kini seakan mereka kembali memegang tali nasib di tangan sendiri. dan tinggallah Pak Haji dan Sutan berdua menjaga Pak Balam. dan merasa tak berdaya." Kemudian Wak Katok berangkat dengan Buyung dan Sanip menuju ke tempat harimau menyerang Talib." katanya. mereka yang memburu. "rebuslah ramuan obat waktu tengah hari untuk Pak Balam. Mereka masak makanan pagi cepat-cepat. Mereka yang tinggal memandangi mereka sampai hilang di antara pohonpohon. Mengingat bahwa akhirnya kini akan berkelahi dan akan menghadapi musuh. "Kami akan pulang sebelum magrib." kata Wak Katok kepada Pak Haji. biarlah Sutan dan Pak Haji tinggal menjaga pondok. Keduanya merasa lebih tak berdaya lagi ditinggalkan Tiraikasih Website http://kangzusi. Merekalah yang memberi putusan. Rasa manusia mereka kembali jadi kukuh dan menyala. dan membungkus makanan untuk dibawa oleh Wak Katok.com/ Dewi KZ 121 tiga orang kawannya.Buyung saja. Menghadapi harimau yang akan mereka buru. Buyung dan Sanip. yang mengambil putusan. Paksakan supaya diminumnya. lebih lebih mengecilkan hati dan . Berburu mereka tahu. yang berbuat.

senjata terampuh yang mereka miliki terhadap harimau. mendengar suara berdetak di balik pohon dan daundaun di sekelilingnya. kecuali parang yang tak banyak gunanya dipakai melawan harimau. Apa daya? Senapan dibawa oleh Wak Katok. maka keduanya menegang kembali. Dalam hati masing-masing timbul rasa penyesalan membawa Buyung dan Sanip. dan mereka berdua ditinggalkan begitu saja menjaga Pak Balam tanpa senjata. untuk kemudian . Bagaimanapun juga mereka bertiga mempunyai senapan. Sebaliknya ketakutan hati saja. Sutan dan Pak Haji dikejutkan oleh setiap bunyi dan gerak yang mereka dengar dan lihat dalam hutan di sekelilingnya. Juga timbul rasa iri hati terhadap Buyung dan Sanip yang beruntung dipilih oleh Wak Katok mengiringinya. khawatir bahwa harimau lelah tiba dekat mereka. dan kesal terhadap Wak Katok yang Dan jika tiba-tiba beruk-beruk berhenti berteriak-teriak. Dalam hatinya Sutan sekali-sekali ingin melihat Pak Balam cepat saja mati.mematahkan semangat. maka mereka akan berpandangan. Dan jika beruk-beruk berbunyi-bunyi kembali. supaya jangan lagi telinganya mendengar hanya menginginkan ketegangan dan menarik napas lega. Dan igauan Pak Balam yang demamnya bertambah tinggi tidak membantu menenangkan hati mereka. Setiap saat mereka merasa takut harimau akan datang menyerang.

jika tidak. sedang ayahnya duslanya kepada ibu dan kawan-kawannya. Mengapa Pak Balam tak berhenti mengigau? Mengapa dia harus saja menyebutnyebut tentang dosa? Tidakkah cukup Talib dan Sanip yang telah mengakui dosa-dosanya. Dia dapat mengingat dosanya seperti di waktu bulan puasa dia makan sembunyi-sembunyi. tak hendak mengakui dosanya. maka Sutan tak tahu apa yang akan dibuatnya. telah melarangnya merokok. Mengingatnya saja pun dia tak mau. Pak Balam agar mereka mengakui dan dia memaksa agar supaya mereka mengakui dosadosanya.com/ Dewi KZ 122 Sutan tahu. akan tetapi waktu berbuka. apalagi untuk mengakuinya kepada orang lain. Dia Jika igauan Pak Balam sedang menjadi-jadi. Atau dusla- . Selama-lamanya tidak. atau ketika dia merokok bersembunyi di dalam kakus. terus juga mengaku dia telah berpuasa sehari penuh. Dan teringat pada ini. Pintu harus ditutupnya sekeras-kerasnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. membutakan hati dan pikirannya. hatinya tak terganggu sama sekali. Dia juga dapat ingat pada pencurian kerbau yang mereka lakukan. atau kepada istrinya sendiri. maka Sutan menutup telinganya. bahwa dia tak boleh membuka pintu dalam hatinya untuk yang merenggut-renggut dan merontaronta itu. Untuk Wak Katok cepat pergi memburu harimau.seruan-seruan dosadosanya. Dia merasa seakan dalam dirinya sesuatu meronta-ronta merenggut-renggut minta dibukakan pintu.

Dan ini pun tak terlalu menggangu hatinuraninya. Hampir oleh setiap orang di kampung ada saja yang telah dicurinya, pikirnya, kalau bukan kerbau, maka kambing, bukan kambing, ayam, bukan ayam, ikan, bukan ikan, buah kelapa, atau yang lain. Dia tahu sebagai penyamun, dan mereka hidup selamat sampai hari tuanya. Malahan ada seorang yang lelah berumur delapan puluh tahun, dan jika lagi senang bercerita, maka dengan bangga akan menceritakan bagaimana dia di waktu mudanya menyamun pedali-pedati yang membawa barangbarang dagangan ke hari pekan dari desa ke desa yang lain. Perbuatan penyamunan demikian, malahan dianggap sebagai

perbuatan berani dan gagah, dan bukan dosa dan kejahatan. Dan tentang perempuan. Ya, dia pun tak luput dari berdosa demikian, merupakan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 123 dosa besar yang tak dapat diampuni, dan harus dihukum dengan mengirimkan harimau untuk membunuh mereka? Berapa banyak orang lain yang lebih terhormat dan lebih mulai kedudukannya yang berbuat demikian pula. Dan bagaimana dengan datuk-datuk yang kawin di manamana, tiap tahun menceraikan istrinya, dan kawin lagi, dan dengan cermat menjaga supaya jumlah istrinya tidak melebihi empat orang batas seperti ditetapkan di dalam Qur'an. Apakah mereka dengan tak berdosa juga sebenarnya? Bagaimana akan tetapi ini pun apakah sungguh

ulama Syekh Haji Bakaruddin, yang sejak dia berumur dua puluh lima tahun hingga tujuh puluh tahun telah kawin tak kurang dari empat puluh lima kali, jadi tepat tiap tahun dia mengganti seorang istri, dan tiap kalinya seorang anak perawan? Akan tetapi ada kata yang meronta-ronta jauh di bawah lubuk hatinya, "apa yang engkau lakukan adalah kebiadaban gelap dan hitam, dan adalah dosa dahsyat” “Diaammmmm! Diam engkau!" Sutan tiba-tiba berteriak, menyuruh hatinya diam, dan menyuruh Pak Balam yang masih terus mengigau supaya diam. Kini arus kenangannya. Dia teringat suatu hari, ketika dia kembali dari memasang jerat untuk menangkap burung balam, dan jerat dipasangnya di ladang yang ditinggalkan orang di luar kampung. Dan dia

sedang duduk bersembunyi di bawah pohon dadap, dia melihat Siti Nurbaiti, gadis berumur tiga belas tahun masuk ke ladang. Dia membawa sebuah keranjang kecil, dan datang ke ladang untuk memetik buah rimbang, karena banyak pohonnya tumbuh di ladang kosong. Siti Nurbaiti anak yatim piatu di kampung, dan dia tinggal dengan neneknya yang sudah tua. Dialah yang bekerja mencari sayuran atau kayu bakar. Bagaimana terjadi apa yang terjadi kemudian, kini pun tak jelas dapat diingat oleh Sutan. Mungkin hawa nafsu iblisnya terbangun melihat buah dada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 124 anak gadis itu yang kelihatan, karena pakaian yang dipakainya sudah koyak bagian depannya. Dia mendatangai anak itu, dan mengatakan dia akan

menolongnya memetik buah rimbang. Dan kemudian dia memeluk anak itu, dan melemparkannya ke tanah, dan kemudian ... ketika anak itu melawan.... dan dia ... dan dia ... Sutan berteriak berseru "diam! diam!" dan melompat hendak mencekik Pak Balam, hendak mendiamkan mulutnya yang terus mengigau --dosa—dosa-dosa akui-akui dosa kalian, dosa kalian. Pak Haji terkejut, dan dengan susah payah menarik Sutan dari Pak Balam. Pak Balam kini terdiam, hanya napasnya saja yang terdengar amat berat tertahan-lahan. Pak Haji tetap memegang Sutan yang bernapas kencang, matanya memandang liar. "Mengapa engkau, Sutan?" kata Pak Haji tajam. Sutan melepaskan dirinya dari pegangan Pak Haji, memijit

kepalanya dengan kedua tangannya: "Mengapa dia tak mau diam? Tak tahan aku mendengarnya lagi, siang dan malam hanya dosa, dosa, dosa saja yang disebutnya. Mengapa dia tak mati?" Sutan berdiri, dan tiba-tiba seakan dia mengambil putusan, dia mengambil parangnya, dan berlari-lari kecil meninggalkan tempat mereka bermalam, masuk hutan, menyusul arah Wak Katok, Sanip dan Buyung pergi. Pak Haji ternganga saja, dan baru setelah Sutan menghilang di antara pohon-pohon, dia dapat bersuara dan berseru: "Sutan, Sutan! Ke mana engkau? Mari kembali!" Akan tetapi hanya suara beruk yang menghimbauhimbau saja yang menyahut seruan Pak Haji.

0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 125 Wak Katok, Buyung dan Sanip telah dua jam mengikuti jejak harimau dari tempat harimau menyerang Talib. Jejaknya mudah diikuti, karena tanah di hutan lembab sekali. Mata mereka yang pandai membaca jejak dapat melihat, bahwa harimau itu amat besar sekali. Jarak dari jejak kaki belakangnya ke kaki depannya lebih dari enam langkah, menandakan bahwa harimau itu panjang dan tinggi, dan menunjukkan pula, bahwa umurnya lelah lanjut dan tua. Selelah mereka berhasil melepaskan Talib dari terkaman harimau, kelihatan harimau lalu lari lebih jauh ke dalam hutan, akan tetapi kemudian jejak harimau kembali ke tempat Talib diterkamnya, dan kembali ke tempat Pak Balam ketika ditinggalkan, dan kemudian memintas kembali ke dalam

hutan. Harimau itu meninggalkan jalan yang mereka tempuh, karena rupanya perhatiannya teralih oleh seekor babi yang tercium olehnya di dalam hutan tak jauh dari jalan yang mereka tempuh. Mereka dapat lihat jejak harimau mengikuti jejak babi. Babi itu belum merasa bahwa dia diikuti oleh seekor harimau, karena langkahnya teratur kelihatan di tanah. Babi menuju sebuah tempat minum di tengah hutan. Dandi sini kelihatan, bahwa harimau mencoba menerkam babi, akan tetapi gagal, karena di pinggir tempat minum kelihatan jejakjejak harimau dan babi yang kacau, dan jejak babi lari menyeberangi tempat minum terus ke dalam hutan, dan jejak harimau mengejarnya. Akan tetapi setengah jam berjalan

com/ Dewi KZ 126 terlindung di balik daun-daun kayu." Mereka makan siang di pinggir sungai kecil." kata Wak Katok. mereka tak melihat jejak harimau timbul di seberang sungai. "Lebih baik kita makan dahulu. sedang jejak harimau berhenti mengejar babi dan berpaling kembali ke arah jalan yang telah mereka tempuh. Melihat jejak harimau di tanah mengingatkan mereka bahwa harimau adalah makhluk dari daging dan tulang juga. Akan tetapi ketika mereka tiba di seberang. Mereka merasa letih mengikuti jejak harimau dari pagi. Mereka mengikuti jejak itu hingga ke pinggir sebuah sungai kecil. dan di sana harimau berhenti sebentar minum air. Tetapi rasa takut mereka pada yang gaib telah berkurang. seperti rusa.kemudian kelihatan jejak babi lari terus. Kita mesti pulang ke tempat bermalam sebelum maghrib. Buyung dan Sanip diam saja. "Paling banyak hanya tinggal waktu dua jam lagi untuk mengikuti jejaknya. Jalan yang ditempuh harimau manusia. dan dia melihat ke langit mencari matahari yang Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian masuk ke sungai. "Akan perlu waktu untuk mencari jejaknya kembali. Wak Katok menaksir bahwa dari tempat mereka makan ke tempat mereka bermalam ada tiga jam perjakinan jauhnya. Setelah makan. Telah tengah hari. Tak banyak waktu tinggal. bukanlah jalan yang mudah diikuti oleh . Hati mereka berdebar melihat perubahan arah jejak harimau." kata Wak Katok. yang dapat diburu dan ditembak mati.

Kini mereka harus mengadu kepandaian berburu dengan kepandaian berburu sang harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan tiba-tiba hati mereka seakan diperas oleh sebuah tangan dingin. Beberapa kali mereka tak berhasil. bahwa mereka yang memburu harimau. Mereka berlari kesana. Sebuah batu sebesar kepala orang kelihatan baru jatuh dari tebing sungai. mereka dapat melihat tempat mereka makan di pinggir sungai. Mereka mengikuti jejak dan melihat betapa harimau beberapa lama berhenti di sualu tempat. Dari tempat harimau berhenti. bahwa mereka menghadapi seekor harimau yang pandai pula berburu. di pasir tepi sungai yang basah kelihatan jejak harimau. dan siapakah yang akan menjadi korban.mereka lalu mencoba mengikuti air sungai mengalir. Dengan cermat mereka memperhatikan arah jejak harimau menghilang ke dalam hutan di antara pohon dan . ketika Buyung yang mencari-cari di kedua pinggir sungai dengan matanya dari lengah sungai menunjuk ke pinggir sungai dari arah mereka datang. tergantung dari kewaspadaan dan kesiapan masingmasing. Bekas jejak harimau di sini kelihatan lebih segar lagi dari yang di tepi sungai. dan beberapa kali menyeberang mencari jejak harimau. Mereka tiba-tiba menginsyafi. Mereka sadar. Siapakah yang akan menjadi pemburu.com/ Dewi KZ 127 Rasa terkejut mereka cepat dikalahkan oleh hasrat hidup mereka. dan benar. Wak Katok baru hendak memutuskan agar mereka memudiki sungai kembali dan mencari ke sebelah mudik. sejak beberapa waktu telah diburu oleh harimau.

Tak dapat diketahui di mana harimau berada. dan mereka mengerti apa maksud Wak Katok. Kelihatan arah itu menuju jalan yang telah mereka tempuh ketika mereka mengikuti jejak harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. atau lebih baik lagi memasang perangkap bagi sang harimau. Menunggu dengan sabar. Soalnya kini ialah menunggu. Mereka bergerak dengan perlahan-lahan sekali. Dengan cepat mengikuti jejak harimau. Wak Katok membawa mereka mendaki tebing. Wak Katok duduk. siap dengan senapannya. dan buyung dan Sanip siap dengan parang panjang mereka.com/ Dewi KZ 128 . dan panca indera harimau amat sangat tajamnya. Dengan penuh khawatir mereka melihat pada terang matahari di luar atap daundaun kayu di atas kepala. dan mereka bersembunyi di balik sebuah pohon besar. entah telah dekat sekali. hingga dapat menyusulnya dari belakang.belukar. naik ke atas jalan bekas jejak harimau lewat yang mereka ikuti. Bagi mereka ada dua kemungkinan. dan demikian dapat menyerang mereka dari belakang. Mereka mencari tempat bersembunyi untuk menghadang harimau. Rupanya harimau itu sengaja berpaling di sungai dan kembali berputar mengikuti jejak mereka. tak membual bunyi dan tak bersuara. Yang mereka perlukan ialah waktu. menunggunya muncul mengikuti jejak mereka dari sungai Wak Katok memberi isyarat.

Harimau lebih dapat melihat dalam gelap dari mereka. Dan berat sekali terasa olehnya melawan keinginannya hendak merokok ini. Apa kerja Zaitun kini? Teringat pada Zaitun menyebabkan dia teringat pula pada Siti Rubiyah. Jika mereka menunggu terlalu lama. Di sekeliling mereka hutan masih penuh dengan bunyibunyi unggas dan beruk. Senapan mereka tak banyak artinya di malam hari. Beberapa ekor burung melintas melalui pohon. Mereka tak dapat menunggu lama-lama. maka harimau mendapat kelebihan. Lalu dia teringat pada Pak Balam. Apa kerja Siti Rubiyah sekarang? Bagaimana dengan Wak Hitam? Sudah matikah dia? Atau telah sembuh dia? kemudian membawanya kembali ke . Tiba-tiba Buyung merasa hasrat yang amal besar untuk merokok. Sanip menggores beberapa ekor pacet yang melekat di kaki dengan parangnya. maka malam akan turun. Serangga kecil-kecil berterbangan di udara dekat pohon mereka. sedang malam telah turun. Pak Haji dan Sutan. Hati mereka berdebar-debar menunggu. Apa yang mereka lakukan kini? Pikirannya kampungnya.Matahari telah lebih berat turun ke arah barat. Malahan beberapa puluh meter dari pohon tempat mereka bersembunyi sekumpulan beruk yang berbulu kelabu panggil-memanggil dan berayun-ayun dari sebuah cabang ke cabang yang lain. Dan jika mereka masih berada di hutan.

Pak Balam tidak akan membuka rahasia kejahatankejahatannya yang selama ini telah tertutup rapat dan dianggapnya tidak akan terbongkar lagi selama-lamany. Hanya dengan suatu perbuatan yang hebat.com/ Dewi KZ 129 Wak Katok menunggu dengan hati yang penuh amarah. Dia marah kepada Pak Balam. barulah dengan ikatan harimau. Pak Balamlah yang memulai semua kesusahan ini. Dan tiba-tiba timbul hasratnya yang besar untuk tidur dengan istrinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. seperti jika dia berhasil membunuh kembali hormat dan segan padanya seperti dahulu. Dalam hatinya tak ada kepercayaan kawan-kawannya akan menyimpan rahasianya seperti selama ini. maka mereka tidak akan sampai begini. Hanya jika dia yang membunuh harimau. maka mereka mungkin akan . Dia marah kepada harimau. Seandainya dia tak diterkam harimau. Teringat dia malammalam dia memeluk badan istrinya terasa ke dadanya buah dada istrinya — sentuhan paha istrinya ke pahanya wangi rambut istrinya yang selalu diminyakinya dengan minyak kelapa yang dimasak dengan bunga melati dan bunga mawar dan irisan daun pandan wangi — wangi bedak beras yang dipakai istrinya di pipinya dan di badannya — dengan jelas benar dia dapat membayangkan istrinya di depan matanya.Sanip teringat pada istrinya. dan dengan demikian dialah yang menyelamatkan jiwa mereka semua.

bahwa tak ada yang lebih hina dan celaka dari seorang pemimpin yang gagal. mengapa dia tidak mengatakan. Dia marah pada mereka. maka kini dia harus menghadapi bahaya harimau. terhadap Buyung. dari seorang raja yang gagal. harus memburu dan membunuh mati harimau. Karena dia kini mesti Tiraikasih Website http://kangzusi. dan karena mereka telah mengetahuinya. Ya. Dia juga marah .serupa ini mereka akan menutup mulutnya. yang selama ini dipuja-puja orang. terhadap Talib dan terhadap Sanip yang telah ikut mengetahui dosadosanya. Jadi sesuatu yang gaib yang mungkin tak terlawan oleh daya manusia biasa. dosa-dosa mereka. Karena siapa yang dapat melawan kehendak Allah Yang Maha Kuasa? telah terbongkar dan tak Akan tetapi mulanya dia tak hendak mengaku bahwa harimau itu harimau siluman adalah untuk menotak ucapan Pak Balam. Timbul sedikit rasa menyesal dalam dirinya. yang kelemahan-kelemahannya berhasil pula membuktikan kekeramatan dirinya sendiri. Wak Katok pun tahu. selamanya dia merasa takut. betapa pun tinggi ilmunya seperti Wak Katok. bahwa harimau itu adalah harimau siluman.com/ Dewi KZ 130 melakukan pekerjaan yang amat berbahaya. Dia telah mengatakan. bahwa harimau itu adalah harimau biasa. Sedang dalam hatinya dia merasa takut. terhadap Sutan. bahwa harimau dikirim oleh Tuhan untuk menghukum terhadap Pak Haji.

supaya padanya. sejak dahulu. maka dialah yang dianggap paling berani. Apa yang dilakukannya adalah untuk menyembunyikan ketakulannya. Dan jika keadaan telah mereka atau kuasai. Dahulu ketika berontak dia selalu berlindung di belakang kawan-kawannya. Tetapi tak pernah dia mengambil risiko sebesar sekarang. Karena itu waktu dahulu. Dan dia selalu pandai mengatur semua perbuatan beraninya sedemikian rupa. Akan tetapi dia selalu takut. merampok berbuat demikian. maka dialah Akan yang tetapi mulai karena membunuh. pemburu yang mahir. Dia tak dapat meninggalkan rasa takutnya. Waktu dahulu pecah pemberontakan melawan Belanda dialah yang berbuat paling ganas dan kejam dalam pasukannya. Karena itu selalu dia lerpaksa untuk melakukan halhal berlebihan untuk menutupinya. Dan waktu berburu pun dia selalu beruntung. Dan sejak tadi pagi pun yang sebenarnya bekerja mengikuti jejak memperkosa. Karena itu dia selalu berusaha unluk menjadi pemburu yang mahir. Dia dengan dua orang anak muda yang tak bersenjata. hingga dia selalu selamat. akan tetapi dalam hatinya dia selalu merasa takut.Orang mengatakan dia tukang silat yang ulung. dukun yang tinggi ilmunya. sejak waktu mudanya. Belum pernah dia memburu harimau seperti yang dilakukannya kini. . sejak waklu mudanya. Dia tak dapat damai dengan orang di kampungnya segan dan hormat takutnya. Dialah yang belajar menuntut ilmu dukun bertahuntahun.

maka peran yang harus dimainkannya bertambah mudah terasa olehnya. Dan sejak tahuntahun Tiraikasih Website http://kangzusi. Jika berhasil. Jarang-jaranglah dia selama ini mantera. akan tetapi jika si sakit mati. Dia telah biasa menerima sanjungan dan dimuliakan orang banyak. maka dia dapat berkata. Akan tetapi Wak Katok amat pandainya membuat usaha orang lain kelihatan seakan dilakukan di bawah pimpinannya. maka namanya . dan karena itu tak berhasil dimanterainya dan diobatinya. disesuaikan dengan waktu dan keadaan. sebagai seorang dukun yang mahir dan sebagainya pemburu yang utama. Dia telah belajar untuk selalu selamat dalam keadaan apa pun juga.harimau adalah Buyung. ketika semua orang di kampungnya telah percaya pada keunggulan ilmunya. melawan jin dan membaca bertambah harum. Dia telah belajar berbuat demikian sejak lama. bahwa si sakit goyang imannya. ketika namanya telah terkenal sebagai guru silat yang ulung. keunggulan pimpinannya. Dia kini dapat memberikan obat. percaya sungguh. dan memakai warna-warna yang berlainanlainan.com/ Dewi KZ 131 terakhir. keunggulan kecakapannya. hingga semakin lama dan semakin panjang waktu agar lupa dan pada ketakutannya kelemahan-kelemahan dirinya. dan mendapat nama pula dari sesuatu pekerjaan yang sebenarnya orang lain yang berpikir dan bekerja. dan apa yang disangka orang banyak. Sejak mudanya dia telah belajar untuk memakai topeng. bahwa dia adalah apa yang dibayangkan orang.

Bagaimana jika dia menembak tak tepat? Jika harimau lolos kembali? Atau jika dia menembaknya mengamuk menyerang mereka? Mereka kini tidak berada di alas pohon hanya luka. jika gagal menembak. membuat tempat menunggu di atas pohon. Bagaimana jika ketika melihat dan mendengar auman harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. nanti akan terbukti.menyadari kelemahan-kelemahannya. dan membuat dia lemah kembali. datang tekanan lebih besar lagi. Karena keadaan kini tidak mengizinkan mereka berburu cara demikian. naik ke atas pohon. Dan serangan harimau yang kedua terhadap Talib telah lebih memperbesar tekanan ini. dan harimau dalang yang aman. Dan inilah yang dirasakan sekarang amat kurang cukup dimilikinya. akan tetapi dia pun tak kurang takutnya. Wak Katok telah berada di bawah tekanan jiwa yang semakin hari semakin besar.com/ Dewi KZ 132 Kini soalnya mengadu kemahiran berburu dan kekuatan hati dengan harimau. badannya jadi beku dan . Dia merasa kelemahankelemahannya yang dirahasiakannya selama ini telah terbongkar. Dan kini sambil menunggu-nunggu harimau. Ingin dia sebenarnya mengusulkan supaya mereka pindah tempat. dan sejak Pak Balam membongkar rahasia kejahatan-kejahatannya di waktu dulu. Akan tetapi dia lahu. Sejak serangan harimau yang pertama. bahwa usulnya akan didengar dengan perasaan aneh dan ganjil oleh Buyung. Dia bukan saja takut menghadapi harimau yang kini datang semakin dekat ke tempatnya bersembunyi. di depan mata Sanip dan Buyung.

com/ mereka semakin besar. Wak Katok. Petang telah .? Akan tetapi hatinya amat enggan melepaskan senapan dari tangannya. dan kecemasan bertambah dekat..kaku? Alangkah senangnya jika dia dapat mencari alasan untuk memberikan senapan kepada Buyung. Jika mereka menunggu terlalu lama. ketakutan pun meremas-remas hatinya tak berhenti-henlinya. tak pernah dia melepaskan senapan dari tangannya lagi. maka Buyunglah yang salah. Biarlah Buyung yang menembak. kacau perasaannya. Lama mereka menunggu. Mereka memandang ke atas mengikuti jalan matahari. Senapannya itulah yang memberikan padanya kedudukan pimpinan dan kekuasaan antara mereka kini. atau kaku. Akan dikatakankah. semutan. keraguan dan kekhawatiran. Tanpa senapannya dia tak punya arti. jika tak amat perlu sekali. dan jika harimau tak muncul dalam waktu setengah jam lagi. jika masih ingin tiba di tempat bermalam sebelum saat magrib. Tangan beku dan jari-jari beku. mereka akan harus berangkai. Jika meleset. Sejak bahaya mengancam. meskipun seluruh tampangnya dan mukanya menunjukkan bahwa tangannya sakit. sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya. mereka akan kemalaman di jalan. kekukuhan dan kekerasan dan ketegangan. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. ragu-ragu pikirannya. penuh dilanda kebimbangan. adalah seorangyang rusuh hatinya. Dia mendapatkan sesuatu perasaan aman dari besi laras senapannya..

keadaan mereka tetap berbahaya. Tak ada kesenangan hal terasa dalam menunggu demikian. demikian rasanya tekanan di dalam dirinya mendesak-desak menyuruhnya berbuat sesuatu. Mereka tak tahu lagi sebenarnya siapa kini yang menjadi pemburu. Matahari bergerak juga terus perlahan-lahan di langit. bahwa kini keselamatan mereka tergantung dari kekuatan hati mereka menunggu. Akan tetapi seandainya pun mereka berangkat sekarang.Dewi KZ 133 keadaan mereka akan amat berbahaya sekali. dan menunggu. dan siapa yang diburu. kaki dan tengkuknya dengan keras. dan berjam-jam dapat mengalir lewat dan hati merasa tenang dan enak. karena mungkin kini sang harimau bersembunyi menghadang di suatu tempat dijalan yang harus mereka tempuh untuk kembali. Udara di bawah daun-daun hutan terasa panas. sedang pemburu . Akan tetapi Buyung pun menginsyafi. dan memukul nyamuk di tangan. Mereka tak berani mengusir atau memukul nyamuk yang dalang menyerang dan harus menahan gigitan nyamuk dengan sabar dan tahan sekali. Kadang-kadang Buyung merasa seakan hendak melompat dan memekik. Tanah hutanyanglembabperlahan-lahan menguapkanairyang membuat udara jadi panas dan basah. menunggu tarikan mulut ikan yang perlama pada umpan pancing di dalam air. Lain halnya dengan menunggu yang dilakukan orang ketika mengail ikan. Atau menunggu burung belibis lewat di atas kepala. dan menunggu.

Di dalam menunggu serupa ini ada terasa bahagia yang terdiri dari campuran harap-harap dan tak sabar. maka mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. baik bagi dirinya sendiri. juga sedapat mungkin memperpanjang itu orang ingin memperpanjang hidupnya . Beberapa saat dia demikian. harta dan kekayaan. 0oo0 BUYUNG yang mula-mula menegakkan kepalanya dan memasang telinganya baik-baik. apalagi untuk orang lain. Hidup penuh kemanisan. Akan tetapi menunggu seperti yang mereka lakukan ini adalah satu siksaan.com/ Dewi KZ 134 pun diam dan menunggu.bersembunyi di dalam belukar rawa. Karena sebanyak mungkin. Atau menunggu rusa dalang minum ke tempat air di tengah hutan. Untuk dapat hidup terus manusia bersedia berbuat banyak sekali. bahwa untuk dapat hidup terus mereka harus dapat menahan siksaan ini. sedang hidupnya telah begitu getir dan pahit. sedang Wak Katok dan Sanip ikut pula memasang telinganya. Akan tetapi karena sadar. akan tetapi menjual kehormatannya sendiri pun banyak orang yang bersedia melakukannya. Tidak saja mengorbankan kesenangan diri. Atau menunggu kekasih yang dalang terlambat. sedang janjijanji surga bagi orang yang beramal saleh belum ada seorang manusia pun yang dapat membuktikannya. Mereka menunggu terus. Peminta-minta yang paling sengsara sekalipun akan mencoba hidupnya.

tak lama kemudian. Kini ketegangan memuncak dan berkumpul ketat serta padat dalam diri mereka. yang kini diserang harimau? Mereka berpandangan. Mereka merasa amat tegang sekali. Hingga mereka belum begitu yakin benar. Benar. Menunggu kembali. Suara itu terdengar kembali . kembali mereka mengendurkan panca inderanya.Mereka tak mendengar sesuatu apa. sayupsayup sampai. bahwa ada mereka mendengarnya. Mereka menunggu.sebuah suara seperti seorang berteriak 'oooo-oooo!!!!!' . Akan tetapi apa Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 135 yang dipanggil suara itu tak jelas pada pendengarannya. mereka mendengar suara. Lima menit kemudian Buyung mengangkat kepalanya kembali. Setelah menunggu beberapa saat lagi dan tidak juga mendengar sesuatu apa. akan tetapi tetap awas menunggu kedatangan harimau. Buyung berbisik amat halus sekali: "Saya seakan mendengar suara orang memanggilmanggil!" Mereka bertiga tegang menajamkan pendengarannya.ataukah 'toooolooooong!!!!!' yang lalu segera menghilang pula kembali. Hanya bunyi angin di antara daun-dauan dan bunyi-bunyi hutan yang biasa. jauh sekali. dan berbisik perlahan sekali: "Aku dengar kembali seperti suara orang memanggil!" Sanip dan Wak Katok memasang telinganya. Akan tetapi mereka tak mendengar seuatu apa pun juga. Adakah orang minta lolong jauh di sana? Adakah orang lain di hutan besar ini. Suara itu menghilang begitu terdengar ke telinga. Kini suara .

Apakah suara itu kini suara orang halus rimba yang hendak menyesalkan mereka? Apakah itu suara harimau siluman yang hendak mengumpan mereka. Jeritan yang tajam menembus ke langit. kini suara teriak orang bertambah jelas — datangnya seakan dari arah hutan yang telah mereka tempuh tadi..com/ Dewi KZ 136 Yang merobek-robek seluruh rasa manusia. menembus ke dalam bumi yang menggetarkan seluruh daun-daun di seluruh rimba raya. merobek dada dan hati dan perut.toooooookkkkk!!!!' Orang memanggil Wak Katokkah? Sanip teringat pada cerita-cerita tentang orang halus di dalam hutan yang didengarnya waktu kecil.. di jalan yang mereka lalui. Mereka menunggu. mengikuti mereka ke jejak harimau yang akhirnya membawa tepi sungai. dan jerit orang yang kesakitan dan penuh ketakutan. Kini mata mereka menuju ke arah hutan yang telah mereka tinggalkan.datang lebih jelas. Tiba-tiba seluruh urat syaraf mereka mengencang amat sangat. Mereka menunggu. dari tempat mereka makan di pinggir sungai. jeritan suara manusia yang merobek hati dan jantung. Tiraikasih Website http://kangzusi. yang kadang-kadang menyaru sebagai seorang yang dikenal lalu membawanya sesat jauh ke dalam hutan. . Mereka menunggu. tempat mereka berhenti dan makan sebentar. mereka mendengar suara auman harimau. dan kini dapat mereka mendengar jelas '. supaya meninggalkan tempat persembunyian mereka? Nah.

akan tetapi dalam hatinya dia pun merasa senang Wak Katok memutuskan yang demikian. Buyung kaku seluruh mukanya. dia telah hancur dimakan harimau. dan bersuara seakan orang yang hendak menangis. Jeritan yang membekukan darah mereka bertiga. Wak Katok berdiri. Petang telah larut.." Wak Katok meneruskan langkahnya cepat-cepat. Kita tak dapat menolongnya kini. dan nalurinya yang pertama ialah hendak melompat memburu ke tempat harimau menerkam mangsanya. Dan ketika panca indera mereka mulai bekerja kembali Sanip menutup mukanya dengan kedua tangannya. Kali ini kebekuan darah dan panca indera mereka lebih lama bertaku. Tetapi ia merasa agak lega.. menolong sang korban. Dalam hatinya Wak Katok merasakan ketakutan yang amat sangat. Dia dapat membayangkan dirinya sebagai sang korban. Dia tak terlalu memegang lengan bajunya dan berbisik: . harimau telah menyerang korbannya yang ketiga. Kita mesti cepat pulang. Buyung hendak memprotes.jeritan maut yang mengheningkan seluruh bunyi dan suara di dalam hutan. Paling cepat dua puluh menit baru kita dapat tiba di sana. dan mengambil jalan pintas mengambil arah kembali ke tempat mereka bermalam. Buyung "Tidakkah kita ke sana menolong orang itu?" Wak Katok berbisik kembali dengan suara marah: "Dungunya engkau. karena harimau telah menyerang sasaran lain. Jika kita tiba di sana.

Dari jauh mereka telah melihat asap api unggun. Buyung menceritakan kepada Pak Haji apa yang mereka dengar." katanya. Pak Haji pun berhenti berlari menyongsong mereka. tetapi suaranya tak jelas terdengar. Mereka berlari sejarak beberapa ratus meter terakhir ketika akan tiba di tempat bermalam. Baru setelah dekat. Asap menunjukkan tanda hidup.com/ Dewi KZ 137 ingin cepat dapat merangkul kehidupan." Mereka tergesa menuju pondok hendak melihat Pak Balam. Pak Haji menceritakan apa yang telah terjadi. dan mereka Tiraikasih Website http://kangzusi.gembira untuk berlari menuju tempat harimau menerkam mangsanya. "aku khawatir dia tak sampai pagi dapat hidup. Telah matikah Pak Balam? Pak Haji telah terdengar berseru-seru dari jauh. . Pak Haji datang menyongsong pertanyaan dalam diri mereka. yang menimbulkan Dan tiba-tiba mereka terhenti dekat pondok mendengar teriak Pak Haji. Sutanlah yang diterkam harimau! Akan tetapi mengapa dia meninggalkan tempat bermalam? Bukankah dia dan Pak Haji harus menjaga Pak Balam? Apa yang telah terjadi? Mengapa Sutan meninggalkan Pak Haji dan Pak Balam? Ke mana dia? Wak Katok menyumpah-nyumpah dengan hebat. mereka mendengar seruan Pak Haji. Seluruh kedahsyatan kejadian kini menguasai diri mereka. yang bertanya: "Bertemukah kalian dengan Sutan?" mereka berlari. "Pak Balam bertambah parah kini.

Buyung teringat pada Sutan.com/ Dewi KZ 138 Mereka memandang padanya. dan dia mendesak: "Bagaimana? Apa yang mesti kita lakukan? Tidakkah kita harus kembali ke sana? Akan kita biarkan Sutan dimakan harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi. mengerang perlahanlahan. Dan Buyung pun insyaf bahwa tak ada gunanya kini bagi mereka untuk kembali. jika seandainya dialah yang menjadi korban harimau. Sutan. Belum mereka tiba di tempat itu.Pak balam terbaring di tanah. dan telah lebih dekat pada pinggir jurang kegelapan kematian. yang pertama turun dari langit di sebelah Barat. Akan tetapi mungkinkah bukan Sutan itu? Barangkali orang lain? Dan Sutan ke mana dia? Tibatiba Buyung menyesal mengapa dia tadi tidak lebih kuat mengajak Wak Katok dan Sanip untuk segera mengejar ke tempat auman harimau menerkam orang. Pikirannya bingung. yang kini tetap tak sadar dan tak mengenalnya. meskipun matanya terus terbuka. Mengapa Sutan melakukan apa yang telah dilakukannya? Mengapa dia hendak mencekik Pak Balam . yang mulai mengurangi kecemerlangan cahaya petang hari. napasnya berat. Tetapi Buyung tak dapat lama-lama memperhatikan Pak Balam. Mereka memandang berkeliling pada hutan yang mulai diselimuti oleh selendangselendang senja tipis dan amat halus. dana kelihatan bahwa demam karena infeksi luka-lukanya kini telah menyerang seluruh tubuhnya Dia telah bertambah jauh meninggalkan cahaya hidup. telah lama mati dan habis dikoyak-koyak harimau.

dan menguasai semua pikiran dan perbuatannya? Apakah semua orang demikian. Dan bagaimana dengan Pak Haji? Dia tentu juga punya dosa-dosa yang disembunyikannya dari orang lain. Dia merasa seakan dunia yang dikenalnya selama ini telah runtuh di sekelilingnya. Orangorang yang selama ini dikenalnya disayanginya. berubah dari yang biasa jika berada di bawah tekanan bahaya. kini seakan terbuka topeng mereka seharihari. Dosa besar apakah yang disimpan Sutan. dihormati. Mengapa selama ini. dan diseganinya. gurunya. dan pikirannya bertambah kacau. mereka dapat hidup biasa? Mengapa baru kini dosa-dosa ini menonjol begitu tajamnya. meskipun masing-masing berdosa. hingga dia bertaku demikian? Susah benar hati Buyung.com/ Dewi KZ 139 lalu dia tak dapat lagi damai dengan dosa-dosanya. atau tekanan lain yang terlalu berat? Maka Tiraikasih Website http://kangzusi. dan api yang selama ini membakar jauh di lubuk hatinya. Talib yang dianggapnya orang baikbaik di kampung. Pak Balam yang begitu pendiam. dan mereka memperlihatkan wajah-wajah yang lain.yang sakit? Mengapa dia tak tahan mendengar kata-kata dosa yang diucapkan Pak Balam yang mengigau? Kini pun sekalikali Pak Balam masih mengucapkan kata itu. lalu mencari jalan ke luar dengan berbagai cara? Buyung sendiri merasakan . Wak Katok yang disegani dan dihormatinya. Tiba-tiba Buyung teringat pada dosa-dosanya sendiri.

Kini mereka tinggal berempat. daripada harus mengakui. akan tetapi tak ada yang mau mulai mengeluarkannya. Tak seorang juga di antara mereka yang kini berpikir Pak Balam akan dapat sembuh. Sesuatu yang goyah yang dapat membahayakan. mereka amat merasa sekali betapa telah tiga orang di antara mereka bertuj uh yang telah jadi korban harimau. dan biarkan yang lain menjadi korban harimau. Dan di antara mereka yang berempat siapakah lagi yang akan mejadi korban sebelum mereka dapat tiba selamat di kampungnya? Masing-masing berkeyakinan dan berharap dialah yang akan selamat. akan tetapi satu hal tetap jelas baginya. Buyung dapat merasakan sesuatu perubahan di dalam diri Wak Katok. dia tidak akan menceritakan apa yang telah terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah kepada kepada siapa pun juga.ketegangan yang amat sangat. akan tetapi diri mereka semua. Dia pun bingung dan rusuh. jika perlu. Seakan Wak Katok meragukan kekerasan dirinya sendiri. bukan saja diri Wak Katok sendiri. Pak Balam hanya menunggu saatnya yang terakhir saja. Mereka terlalu letih mengikuti jejak harimau sepanjang . menyimpulkan apa yang telah diputuskan sejak semula dalam hati masingmasing. "Pasti Sutan itu." kata Pak Haji kemudian. Air mukanya yang keras kini seakan goyah. Setelah Pak Haji memastikannya. Sejak mereka mulai menunggu datangnya harimau di tempat persembunyian mereka. Lebih baik dia mati.

Semakin lama ketegangan yang menekan itu semakin besar. Tiap sebentar matanya mengawasi hutan gelap di luar lingkaran cahaya api. meskipun Pak Balam terus mengigau. Wak Katok dan Pak Haji berdua yang metaksanakan sembahyang magrib dan sembahyang Isa. Tetapi mereka tidur dengan gelisah. atau Buyung. dan ada beberapa kali seakan Wak Katok pun tak dapat menahan rasa takut yang memeras hati dengan amat kuatnya. Dia duduk sendiri dekat api. atau .com/ Dewi KZ 140 mengancamnya. Akan tetapi malam itu Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari pegangannya. melakukan sesuatu kekerasan untuk menghapuskan rasa takut demikian dari hatinya. Biasanya Wak Katok membangunkan Buyung dan Sanip. selelah mereka mulai diserang harimau.hari. hingga setelah makan malam. dan hati mereka diberati dengan kematian Sutan yang diterkam harimau dan bahaya yang masih Tiraikasih Website http://kangzusi. menurut giliran mereka untuk berjaga-jaga. Beberapa kali hatinya berdebar-debar amat kerasnya mendengar bunyi berkeresekan di antara belukar gelap di luar cahaya api unggun. dan semakin besar pula dan semakin besar. dan timbul hasratnya untuk membangunkan membangunkan Pak Haji. Buyung dan Sanip tertidur juga. dan dia merasa ingin melompat dan menjerit.

mereka akan tahu.. bahwa dia merasa takut. di dalam dunia kecil lingkaran api unggun.. Wak Katok ingat. dan ketika datang Tiraikasih Website http://kangzusi. seorang manusia yang menganggap dirinya besar. seperti ikan-ikan yang lama bersembunyi di dalam lumpur dasar lubuk. Dan semakin lama ketakutannya semakin menguasai dirinya . yang dapat memanggil angin dan hujan. Takut dia akan merasa malu. menonjolkan kepala ke alas permukaan air yang ditimpa sinar matahari. maka ikan-ikan berenang naik ke atas.mereka semua. dan . kenang-kenangan timbul dari lubuk hatinya. orang yang paling berani di kampungnya. di dalam perut kegelapan malam dan hutan raya. itu semakin menguasai dirinya.com/ Dewi KZ 141 gangguan yang menggoyang lumpur. seorang dukun yang amat tinggi ilmunya. naik ke atas. Dia pun tahu bahwa memang dia telah berdosa. dekat api unggun. ingatannya kembali pada semua yang dilakukannya di masa dahulu. Karena bukankah dia adalah Wak Katok. guru silat yang tak ada tandingannya? Demikianlah dia duduk sendiri. menundukkan racun dan gunaguna. dan mata-mata ikan terasa silau dan terbakar melihat terang yang nyalang. yang tidak takut pada setan. jin atau iblis. yang dapat mengobati segala penyakit. seorang pemburu yang merajai semua rimba. Akan tetapi ditahannya dirinya. menundukkan api.

kini saatnya. Dia menoleh kepada mereka yang sedang tidur. akan tetapi kawan-kawannya yang menjadi korban rupanya terlalu besar dosanya. Dia akan menghapuskannya dari ingatannya dan dari ingatan kawan-kawannya. jika tidak ilmunya kuat sekali. dan dia menolak dosadosa itu sebagai dosa. Sanip dan Buyung. Dia akan dapat mengatakan kepada orang kampung. Pak Balam tak lama lagi akan mati. hingga dari mereka bertujuh hanya dia sendiri saja yang dapat selamat. Laporkan ke kampung bahwa dari mereka bertujuh hanya dia sendiri yang tinggal selamat.akan tetapi dengan segera pula rasa takutnya mengakui berdosa menguasai dirinya kembali. bahwa sungguhsungguh tuahnya besar. hingga sia-sia usahanya. Mayat mereka akan segera habis dimakan oleh harimau. keramatnya hebat sekali. maka tak ada suatu kekuasaan di dunia yang fana ini yang akan dapat menahannya. Dan meskipun dia telah mencoba menotaknya. Orang kampung malahan akan lebih segan dan hormat lagi dan akan lebih percaya lagi. ya apa daya kita. Dan dia pulang sendiri ke kampung. bunuh saja mereka yang tinggal — Pak Haji. ketika tiba-tiba . Nyaris dia sendiri pun hampir jadi korban. Dan dia akan dapat menambahkan dengan suara yang saleh. Alangkah mudahnya pikirnya . bahwa harimau itu adalah harimau siluman yang datang mengejar orang-orang bcdosa di antara mereka. jika sudah kehendak Tuhan untuk menjatuhkan hukuman kepada hambaNya. Dia hendak bergerak melakukan niatnya.

sesuatu dalam hatinya menahannya.. Setelah mengambil keputusan serupa ini hati Wak Katok merasa lebih senang. Kesempatan untuk melakukan niatnya masih banyak. Dengan terkejut mereka menyadari tak mendengar lagi igauan Pak Balam. Dia dan kawan-kawannya yang lain terbangun oleh bunyi kokok ayam-ayam hutan yang berderai-derai ketika fajar tiba. Dia masih menghadapi empat hari empat malam perjalanan lagi. bahwa Pak Balam telah berhenti hidup. dan hati mereka jadi rusuh dan pikiran mereka jadi kacau kembali.. Ketakutan kembali datang melanda. Lebih baik dia menunggu lebih dahulu. Kembali ketegangan menguasai diri mereka. Membayangkan dirinya tinggal sendiri di malam gelap itu.com/ Dewi KZ 142 di dalam gelap di luar batas cahaya api unggun. Dengan tak disadarinya dia tertidur pula. Dan segera pula mereka merasakan sesuatu yang baru di tempat mereka bermalam. Mereka pun tahu. Dia harus mencari akal agar dia masih mempunyai kawan hingga malam terakhir. sebelum tiba di kampung. Jika dibunuhnya mereka bertiga maka dia akan tinggal sendiri. dan melihat Pak Balam terbaring kaku dan diam. Dengan cepat mereka memeriksa Pak Balam yang terbaring di tanah . menimbulkan takut lebih besar lagi dalam dirinya. dengan harimau menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka bersembahyang . Siang hari terakhir dapatlah dia sendiri menuju kampung dengan membawa senapannya.

Tak ada terniat sebenarnya dalam hatinya untuk memburu harimau. . anak muda yang menjadi muridnya pula. Satu-satunya rencana ialah secepat mungkin meneruskan perjalanan untuk kembali ke kampung dan untuk menyelamatkan dirinya.com/ Dewi KZ 143 "Wak Katok. supaya dialah yang diselamatkan Tuhan. Pak Balam. Talib dan Sutan harus dituntut bela. Buyung. Tunggu orang-orang tua berunding dulu. Tiraikasih Website http://kangzusi." Wak Katok memandang kepadanya kemudian kepada Pak Haji. Bekas luka-luka di badan dan kaki Pak Balam telah membusuk sama sekali. dan seruanAllahu Akbar!Allahu Akbar! Allahu Akbar! Pak Haji terdengar bertambah khusuk. Setelah kuburan mereka tutup kembali tiba-tiba Buyung tak dapat menahan dirinya. Mayatnya berbau busuk. dan Sanip." katanya.subuh. Kemudian mereka memandikan mayat Pak Balam dan membungkusnya dengan kain sarung." kata Wak Katok mendiamkan Buyung. Setiap orang di antara mereka menambah doa dalam hatinya. Mereka kemudian menggali kuburan. akan tetapi menahan dirinya. Tetapi ini. "mari sekarang kita buru harimau itu sampai dapat. dan dalam hati mereka pun lebih-lebih lagi menyerahkan diri mereka ke bawah perlindungan Allah Yang Maha Kuasa. Hatiku panas sekali. "Diam engkau dulu. berani mengusulkan agar mereka pergi memburu harimau. Buyung hendak membantah.

Pak Haji berunding dengan Wak Katok. Dia lebih takut lagi jika namanya akan rusak di kampung. dan Sanip menundukkan mukanya. Sinar matanya pun pudar. dan berhasil pula kembali ke kampung? Apa kata orang kampung nanti tentang diri mereka? Tiraikasih Website http://kangzusi. dan Sanip yang penggembira dulu seakan tak ada lagi. lebih suka membiarkan orang lain saja mengambil putusan.Dia melihat kepada Pak Haji dan Sanip. Mungkin dia luka. tak berkilauan. Memang kemungkinan besar Sutan telah lama habis dimakan harimau. Pak Haji mengatakan bahwa putusan terserah pada Wak Katok. Tidakkah dalam keadaan demikian kewajiban mereka untuk menolongnya? Dan bagaimana jika mereka kembali ke kampung dan kemudian ternyata Sutan masih hidup. jika orang kampung akan . dan mungkin kini bersembunyi di atas pohon. Ia kelihatannya lesu sekali. Kecemerlangan hatinya yang penggembira telah hilang. seakan hendak meminta bantuan dari mereka. dan kemarin Sutan.com/ Dewi KZ 144 Ucapan Pak Haji yang terakhir inilah yang menyebabkan Wak Katok memutuskan untuk kembali ke tempat mereka mendengar Sutan diserang harimau. Seakan cahaya hidup telah padam dalam dirinya. Sejak Talib diterkam harimau. karena Wak Katok yang membawa senapan dan Wak Katoklah yang ahli berburu. Akan tetapi Pak Haji diam saja. seakan sesuatu patah di dalam dirinya. Akan tetapi selalu pula ada kemungkinan dia berhasil melepaskan diri.

disegani." kata Wak Katok. dan dipuji-puji orang di kampung. Mulut anak muda itu tak akan berhenti-henti nanti bercerita." Wak Katok pergi menyendiri ke dalam pondok. "yang kita buru bukan sembarang lawan. pikirnya dengan marah. Dia harus tetap memelihara keseganan dan hormat orang kampung terhadap dirinya. Hanya jika kalian menurut semua petunjukku dengan cermat. jika dia tidak lagi dihormati.tahu. jika terjadi yang demikian. potongan kain lama. tetapi Wak Katok tak mau. batu yang kemudian telah dijampinya beberapa Kemudian dibungkusnya diberikannya kepada mereka seorang satu. aku buat dahulu jimat yang lebih kuat lagi untuk melindungi diri kalian terhadap serangannya. Tidak." yang dibungkusnya dalam potongan- . apalagi setelah Buyung yang mengusulkan supaya mereka kembali. Serasa terdengar olehnya maki-makian orang kampung terhadap dirinya. Dia merasa tak dapat hidup. bahwa dia takut. bahwa dia telah mengusulkan agar kembali. hal yang demikian tak dapat dibiarkannya terjadi. dan mengeluarkan beberapa batu dari dalam kantong ikat pinggangnya. baru kita akan berhasil. Dia akan lebih menegaskan lagi pimpinannya dan dia akan memulai berkata: sekarang. Sebelum kita berangkat. "Turutlah segala perintahku baik-baik. Dia menguatkan hatinya. dan "Memang aku telah memutuskan untuk memburunya sampai dapat. putih yang dibawanya. Dia takut dan ingin cepat lari ke kampung.

dan sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan tentang maksud-maksudnya yang sebenarnya. Tanah basah dan di banyak tempat becek sekali. seperti terbukti kemarin. Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung sendiri pun sepaham dengan Wak Katok.Mereka masak. Meskipun Wak Katok telah mengatakan. supaya mereka lebih lekas sampai dan untuk mengelakkan diri dari buruan harimau. Alasannya benar. makan pagi. Setelah mereka berjalan ada-sejam lamanya melintasi tebing dan ngarai. Tak seorang pun di antara mereka yang telah pernah . dan air menetes-netes terus dari daun yang paling atas hingga ke daun yang paling bawah. dan serangan pacet amat hebat. Tiap sebentar mereka harus menggosok tangan dan kaki dan tengkuk dengan air tembakau. Sinar matahari hampir tak dapat masuk. Daun-daun basah. Putusannya tepat dan benar. akan tetapi dalam hatinya dia masih mencari jalan ke luar dari tugas ini. bahwa mereka memburunya. bahwa dia akan memimpin mereka memburu harimau. Putusannya untuk memintas jalan merupakan juga sebuah usahanya untuk menghindarkan selama mungkin kembali ke tempat jejak harimau mulai. Di tengah hutan udara separuh gelap. Tak seekor burung pun terbang di bahagian hutan yang gelap ini. menyiapkan perbekalan. Katanya.com/ Dewi KZ 145 7 Wak Katok membawa mereka memintas jalan menuju tempat mereka mendengar Sutan diserang oleh harimau. mereka tiba di sebuah bahagian hutan yang lebat sekali. Di sini hanya beterbangan nyamuk. jika mereka mengikuti jejak harimau yang lama. Karena harimau telah tahu.

kecuali serangga-serangga kecil. Seakan-akan mereka melalui bahagian hutan yang dikosongkan. Margasatwa hutan yang biasa pun tak senang tinggal di hutan serupa ini. yang lain dari yang lain. karena mereka harus membuka jalan antara pandanpandan dan rotan-rotan berduri. lembab dan basah. kecuali barangkali babi atau badak. Hutan seakan sunyi sepi. Tak ada bunyi paluan burung pelatuk. tempat orang disesatkan oleh tukang-tukang sihir yang gaib. dan jalan yang mereka lalui berat . Jika orang dalam mimpi pernah memasuki hutan-hutan jahat yang keramat dan bertuah. Udara di dalamnya panas. Semakin dalam mereka memasuki hutan. tak ada penghuninya. maka inilah hutan itu. Rupa pohon-pohon dalam hutan pun menakutkan. semakin gelap udara di dalam hutan. Tak ada bunyi Tiraikasih Website http://kangzusi. tak ada bunyi burung-burung. dan ditakdirkan akan berputar-putar berkeliling tersesat di dalam hutan sampai akhir jaman. Ketika mereka melalui hutan gelap itu mereka tak mendengar sesuatu apa. Pohon dan cabang-cabang tebal ditutupi lumut yang panjangpanjang.memasuki terhampar hutan ini. dan tanaman yang menjalar memasang sulursulurnya belum pernah manusia memasukinya. Mungkin sejak dunia mulai sekali. dan tanah yang mereka lalui tiap sebentar dilintasi oleh anakanak sungai kecil yang mengalir dengan lamban.com/ Dewi KZ 146 himbauan beruk atau siamang.

" Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan jika memotongnya menimbulkan bunyi yang terlalu keras. Akan tetapi dia menahan hatinya. Buyung merasa setengah menyesal karena telah mengambil jalan memintas yang tak pernah ditempuh orang ini. . Orang tak dapat lagi memeriksa ke arah mana dia menuju. yang tambah lama terasa tambah berat. kehabisan makanan. Seluruh suasana hutan menekan perasaan dan mereka berjalan dengan diam-diam. Masing-masing melangkah daun-daun pandan yang berduri. Selatan atau Utara. hilang tak tentu rimbanya di dalam hutan yang dahsyat. hingga tak ubahnya seakan ada seekor laba-laba raksasa yang memasang jaringjaringnya di seluruh hutan.com/ Dewi KZ 147 Bagaimana dapat memotong daun dan dahan tak bersuara? Mereka menyesal mengikuti Wak Katok yang membawa mereka melalui hutan ini. Mereka tak dapat berjalan cepat. Tak seorang juga berselera hendak dengan pikiran-pikirannya. Mereka mungkin tersesat jika keadaan hutan begini terus. Wak Katok akan menggeram: "Jangan terlalu ribut kalian. Dalam khayalannya Buyung membayangkan mereka tersesat. Mereka akn lebih terlambat tiba di tempat harimau menyerang Sutan.dari pohon ke pohon. Entah berapa lama lagi mereka harus meng-harungi rimba jahat ini. entah di mana Barat. dan kerapkali harus berhenti untuk memotong dahan-dahan dan membawa perasaan-perasaan-nya bercakap-cakap. Entah di mana Timur. Dalam hutan ini orang tak lagi dapat mengikuti kedudukan matahari.

Karena itu Buyung menahan arus pikirannya yang demikian. Kemudian dia menahan pikirannya kembali. baru terisi kekosongan yang ada di samping dirinya. akan tetapi yang bekerja sendiri secara otomatis. Karena pikiran-pikiran atau membiarkan pikiran-pikiran yang dirasakannya terhadap Zaitun. Dia masih tak mengerti benar apa perasaanya sebenarnya terhadap Siti Dia mengalihkannya dengan mencoba dalam kepalanya.tak hendak membiarkan dirinya dihanyutkan oleh Rubiyah. dan menebas daun dan dahan dengan gerak tangan seakan tak disadarinya. Hatinya penuh gundah Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tak hendak memikirkan apa yang harus dilakukannya jika mereka telah kembali ke kampung. dengan janjinya kepada Siti Rubiyah. Dan terjadilah hal-hal yang tak dikehendaki atau ditakuti. tetapi tak serupa dengan apa yang pikiranpikiran yang demikian. Sanip berjalan dengan diam. baru hidupnya sempurna. Dia ingin benar cepat-cepat meneruskan perjalanan . Dia merasa hanya dapat hidup dengan Zaitun. Apa kiranya kerja Zaitun kini? Sedang memasakkah dia di rumahnya? Atau dia menjahit? Teringat pada Zaitun membawa pula ingatannya kepada Siti Rubiyah. yang mengatakan kepadanya. Hanya jika dia kawin dengan Zaitun baru dia merasa dirinya lengkap.com/ Dewi KZ 148 gulana. bahwa orang tak boleh memikirkan merugikan tumbuh demikian dapat mempengaruhi diri orang. mengingat Zaitun. Dia teringat nasihat pamannyayangtua.

Apa yang dapat mereka lakukan berempat dengan sebuah senapan tua Wak Katok? Meskipun hatinya agak terobat. Lebih baik pulang ke kampung dan minta bantuan di sana untuk mencari Sutan. itulah semboyannya. dia sejak lama telah mengambil kesimpulan untuk tidak hendak mencampuri urusan orang lain. Masing-masing orang wajib mengurus dunianya sendiri.. Dia tidak percaya adanya manusia yang berjuang dan memikirkan dan malahan sampai memberikan jiwanya untuk kepentingan umum yang .. dan dia tidak mengundang orang lain mencampuri persoalan dirinya. Dalam hatinya dia tak setuju mereka kembali memburu harimau. karena ini lebih membesarkan kerusuhan hatinya saja.pulang ke kampung. juga Talib dan Sutan? Dan bukankah mereka juga diserang sampai mati? Tetapi dia mendiamkan bisikan hatinya yang tak percaya. Pak Haji yang berada paling belakang berjalan penuh dengan pikirannya sendiri pula. Lebih baik dia mengingat istrinya . akan tetapi keraguannya belum hilang. karena diberi jimat baru oleh Wak Katok. Ia tak hendak mencampuri soal-soal pribadi mereka. Baginya bersamasama mencari damar dengan kawan-kawannya yang lain adalah kerjasama yang sama-sama menguntungkan pada diri masing-masing. dari berbagai pengalamannya yang pahitpahit. Hatinya pun segan untuk mengikuti jalan pikirannya. Tidakkah Pak Balam memakai jimat. Selama umurnya yang telah enam puluh tahun.

untuk kebahagiaan manusia-manusia lain yang lebih banyak.lebih besar. telah menunaikan rukun Islam yang kelima. Dia memang berpuasa dan bersembahyang. Pengalamannya dalam hal-hal serupa ini telah terlalu banyak dan terlalu pahit. dan tiba di kampungnya dia selalu pemimpin. Karena itu. Berkali-kali dia mengalami yang serupa itu sejak waktu mudanya. waktu mudanya. akan tetapi kepercayaannya terhadap Tuhan pun sebenarnya telah hilang dari hatinya. Selalu dia dapat memberi alasan mengapa dia tak hendak menotak untuk dituakan dan dijadikan . Dia memang telah naik haji. ketika ia mengembara ke seluruh dunia. yang terlebih dahulu lari menyelamatkan dirinya. Tak pernah dia menjumpai manusia yang benar dan yang adil yang terlebih dahulu melepaskan kepentingan dirinya untuk kepentingan orang banyak. sebaliknya telah menimbulkan celaka padanya. betapa orang-orang yang datang kepadanya dan mengatakan hendak menolongnya. Dia telah terlalu banyak mengikuti orang-orang yang berkata demikian.com/ Dewi KZ 149 terhadap sesama manusia. ketika dia pulang dari bertualang ke dunia luar. Bukan saja dia telah kehilangan kepercayaannya Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia melakukannya karena hal ini perlu dilakukannya untuk dapat hidup damai dengan orang lain di kampung. Telah amat sering dia tertipu dahulu. akan tetapi semua ini dilakukannya supaya dia jangan kelihatan berbeda dengan orang lain.

Pernah dia ketika menetap di India. Dia bekerja sebagai pesuruh Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi dia tak terpandang kampung. dan dia pun tak perlu memberikan pimpinan. dan dia merasa bahagia sekali. atau melakukan khotbah. dan gajinya jauh dari cukup. akan tetapi dia dan istrinya berbahagia dalam kemiskinan mereka Kemudian istrinya melahirkan anak. Seorang anak laki-laki yang amat disayanginya. Inilah cintanya yang pertama. Orang tetap memanggilnya Pak Haji. membawa istri dan anaknya. Lama-lama orang di kampung biasa dengan sikapnya yang tak hendak mencampuri sesuatu. atau dikemukakan dalam berbagai pekerjaan yang dilakukan orang kampung bersama-sama.memimpin sembahyang. Ketika itu dia berumur tiga puluh tahun. Dia berusaha sekuat mungkin menyimpan dan . terutama sekali disebabkan yang oleh pengalaman-pengalamannya sendiri sebagai salah seorang pemimpin di pahit. dan menghormati umurnya yang tua. Ketika itu Pak Haji (dia belum jadi haji di kala itu) memutuskan untuk pulang ke kampung. Pak Haji merasa puas dengan kedudukan serupa ini. Dia tak perlu mengikuti seseorang pemimpin. dan membiarkan dia sendiri. Dia tak mencampuri soalsoal orang lain di kampung dan persoalan dirinya tak pula dicampuri orang lain Tentang kepercayaan pada Tuhan. jatuh cinta kepada seorang perempuan di sana dan mereka menikah.com/ Dewi KZ 150 sebuah toko.

. Dia hanya melihat manusia menindas manusia. dan uang simpanannya yang sedikit dengan cepat habis untuk membeli obat dan membayar tabib.mendapat penghasilan yang lebih banyak untuk ongkos mereka pulang. dan penyakit anaknya belum juga sembuh. maka dia pun meneruskan pengembaraannya. Ketika mencari tabib dan dokter itu sepanjang hari. Akan tetapi ketika bayinya berumur enam bulan. serunya dalam hatinya. dia terus juga menggendong anaknya. asal tabib mau mengobati anaknya sampai sembuh. Dia mengembara hingga tiba di negeri Arab. Dalam putus asanya dia mendoa kepada Tuhan supaya Tuhan menolong anaknya — hanya Engkau saja lagi yang tinggal. anak itu jatuh sakit. Sejak itu kepercayaannya kepada Tuhan tergoncang sekali. Akan tetapi esok harinya anaknya mati. yang dapat menolong anak hamba. karena tuannya yang diikutinya pergi melakukan ibadah haji. Dia sampai memberanikan hatinya memasuki tempat bekerja seorang dokter kulit putih. dia pernah menawarkan dirinya akan bekerja tanpa digaji selama setahun pada seorang tabib. akan tetapi bertemu saja pun dia tak dapat dengan dokter itu. Dan ketika enam bulan kemudian istrinya meninggal pula akibat sakit disentri. Selama petualangannya tak ada yang baik yang dilihatnya di antara sifat manusia. Ketika uangnya telah habis. Akan tetapi tak ada seorang tabib yang bersedia menolongnya dengan syarat demikian. dan di sana dia ikut naik haji.

Alangkah angkuhnya dan sombongnya dia. dipergunakan. menangkapi mereka. dukun yang berilmu tinggi. dizalimi oleh orang-orang yang berkuasa. manusia merampas dan memperkosa manusia. Dia bergerak melalui lapisan-lapisan kelas rakyat yang terendah di semua negeri itu. dia pernah ikut demonstrasi. yang kuat. dan yang dilihatnya hanyalah orang kecil yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Semua kata-katanya hendaknya diaminkan saja. yang kaya. ketika dia berada dalam lingkungan kampungnya yang aman. lihatlah Wak Katok. Di sana dia dapat berlagak sebagai guru silat yang besar. diinjak. Pak Haji sejak lama telah dapat melihat kelemahan-kelemahan dalam pribadi Wak Katok dan juga kelemahan dalam ilmu yang . dan membunuhi mereka.manusia menipu manusia.com/ Dewi KZ 151 ditipu. manusia merusak manusia. Dan apa yang dilihatnya terjadi di kampungnya tak banyak berbeda dari apa yang dialaminya di dunia luar. dia pernah ikut berontak. dan hasilnya hanyalah dia jadi alat orang yang berkuasa memukuli mereka. Sebuah contoh yang dekat saja. pemburu yang perkasa. Pak Haji telah patah hati ketika dia pulang ke kampungnya. Semua orang segan dan hormat padanya. Rakyat yang diperkosa itu masihlah merupakan jumlah yang terbesar dari manusia yang terinjak di atas dunia kita. Malahan banyak yang takut pada ilmu-ilmu gaibnya. dan diperas dan diperkosa. Dia telah pernah ikut mogok. Jika dia berbicara pantang disangkal.

Apa untungnya baginya membuka mata orang banyak? Dialah yang akan celaka. Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa tekanan yang lebih besar akan diterimanya juga. dirinya langsung diceburkan ke dalam sebuah keadaan yang penuh bahaya. akan tetapi jika diberikan padanya. Supaya dia dibiarkan sendiri. Itulah yang dikehendaki Pak Haji kini dalam hidupnya. Akan tetapi dia berdiam diri. Akan tetapi kini. Dia hanya akan mendapat musuh saja. Suka hati orang lainlah apa yang hendak mereka lakukan. Pak Haji dapat menyimpulkan. maka itu persoalan mereka. Apa perlunya? Mengapa dia harus membongkar kedok Wak Katok pada orang-orang sekampungnya? Jika mereka senang dan berbahagia mengikuti Wak Katok. Dia akan dibenci orang jika dia berbuat demikian. keadaan. Sejak dia kembali ke kampung sikap ini dapat dipertahankannya. supaya jangan ada perasaan dan hati yang terganggu. mengangkatnya jadi pemimpin dan gurunya. dan hidupnya adalah hidupnya sendiri. Dia tak percaya pada ilmu-ilmu. Dan dia telah bosan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. manteramantera dan jimat-jimat Wak Katok.dimashur-mashurkan orang tentang Wak Katok. Di hari tuanya dia ingin hidup tak terganggu dan tak mengganggu orang lain. Dari ucapan-ucapan dan tingkah laku Wak Katok. demi untuk menjaga .com/ Dewi KZ 152 Hidup mereka adalah hidup mereka. Dia tahu bahwa Wak Katok menghadapi krisis dalam dirinya.

Tiraikasih Website http://kangzusi. manteramatera baru dan jimat-jimat baru? Dan memaksa dan mengancam orang supaya mengikuti semua kata dan kehendaknya? Yang berkeras mengatakan. bahwa hanya dia sendiri yang benar? Sikap Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari tangannya. ketakutan-ketakutannya.com/ Dewi KZ 153 Akan dengan Buyung dan Sanip? Dia merasa. tak hendak menjadi korban pemimpin palsu. sebenarnya tak lain dari sejak sebuah harimau datang menyerang. dan kebodohan-kebodohannya sendiri. dengan memberikan perintah-perintah baru. sikapnya caranya berbicara dan berbuat mulai mengalami perubahan. dan terus hendak menutup kelemahan-kelemahannya. Pak Haji mengamatinya dengan seksama sejak semula. lambang kekuatan dan kekuasaannya. yang pengakuan kelemahan terkandung dalam dirinya sendiri. Perbuatannya mungkin akan menimbulkan bencana bagi mereka semua. sedikit demi sedikit. karena Pak Haji bertekad dalam hatinya. kecuali oleh orang yang mengamatinya dengan seksama. Demikianlah dalam berbagai hal yang hampir-hampir tak kelihatan. hampir-hampir tak kelihatan. dan tak seorang juga yang dapat mengatakan apa yang akan dilakukan Wak Katok.mungkin meledakkan krisis ini. bahwa Buyung akan mudah dibicarakannyakah perasaan-perasaannya ini . dan membiarkan dirinya ditarik ke dalam kehancuran oleh seorang pemimpin yang tak hendak mengakui ketidakmampuannya. Apakah dia akan berdiam diri.

Dengan suara yang tegas dia berkata: "Buyung. mungkin mereka akan jadi korban. nanti . Buyung dan Sanip masih muda. Dia akan membawa mereka sesat. Pak Haji. Untunglah dia dapat berpegang kemudian pada sebuah tiang kayu yang terapung. dan masa bodoh dengan orang lain? Ia ingat ketika sebuah biduk yang ditumpanginya karam di sungai Kuning di negeri Cina. akan tetapi Sanip akan raguragu. akibat mereka tak dapat menembus topeng kepalsuan Wak Katok. dan mereka tidak lagi dapat memburu. Rasanya kita tak jauh lagi. Kini dia tahu akal bagaimana mengelakkan memburu harimau. Berhentilah kini memotong daun dan dahan. hingga dekat malam. bukankah itu tanggung jawab mereka sendiri dan bukan persoalannya? Bukankah persoalannya yang utama kini. dia didorong kembali ke dalam air. dan betapa ketika dia hendak naik ke rakit yang telah banyak berisi orang. Tiba-tiba Wak Katok mengambil putusan dalam dirinya. Dia cukup merasa puas dibiarkan sendiri dalam hidup ini. Sanip.sependapat dengan dia. bagaimana dapat menyelamatkan dirinya sendiri. dan dia kini tidak akan mulai membawa orang lain ke dalam hidupnya. Akan tetapi haruskah dia berbuat demikian? Tidakkah ini berarti dia membawa campur orang lain ke dalam hidup dirinya? Akan tetapi jika yang lain tak diberitahunya. Akan dibiarkannyakah mereka tak mengetahui kelemahan dan kepalsuan Wak Katok? Tetapi seandainya mereka jadi korban.

mereka menguatkan hati untuk cepat dapat ke luar dari hutan gelap.com/ Dewi KZ 154 tempat mereka terpaksa berjalan membungkuk. Hutan gelap yang basah itu seakan telah menelan mereka. Mereka Meskipun kini perjalanan mereka jadi bertambah sukar. sakit dan letih. "Badak. Di banyak Tiraikasih Website http://kangzusi. Sanip merasa lega ketika dia melihat. di dalam lumpur. akan tetapi juga karena hawa panas dan lembab yang memberat di dalam hutan. bukan saja karena keletihan. karena matahari tetap tak terlihat dari bawah." bisik Buyung. belukar lebat dan rapat sekali. Mereka juga tidak dapat mengetahui telah jam berapa kini. karena air masih mengisinya perlahan-lahan. Kelihatannya jejak baru sekali. karena mereka tak dapat memotong jalan.terdengar padanya. Buyung membungkuk dan menunjuk pada jejak-jejak di pinggirnya. Mereka tak dapat lagi mengira-ngirakan telah berapa lama mereka rasanya berjalan demikian. Napas mereka terengah-engah. bahwa bukan jejak . Ketika mereka tiba di pinggir sebuah anak sungai kecil yang mengalir lambat. dan baju dan kulit mereka acap tergores oleh duri daun-daun pandan. Dan hutan itu terasa seakan tak ada akhirnya. Seluruh badan mereka dapat menerima kebenaran perintah ini.

Mata angin tak dapat ditentukan karena matahari tak tampak menembus belukar. apakah Wak Katok juga tahu ke arah mana dia membawanya. karena dia berjalan dan melangkah seakan tak ragu-ragu. Buyung memandang kepada Pak Haji dan Sanip. "Berapa lama lagi kita ke luar dari hutan ini?" "Tak lama lagi!" kata Wak Katok. . mencoba untuk mengajuk perasaannya. ketika mereka diajak Wak Katok meneruskan perjalanan.harimau. Sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Hanya Buyung yang bertanya." kata Wak Katok. dan kelihatannya hutan masih tetap luas dan tebal di sekelilingnya. dan yang tahu jalan dan arah. Buyung sendiri pun merasa seakan kehilangan arah. dan mereka masih juga mengharungi hutan yang gelap. Karena dialah yang jadi pemimpin. Dan Wak Katok terus melangkah dilarangnya menebas pohon dan dahan. Selama makan mereka pun tak bercakap-cakap.com/ Dewi KZ 155 lagi. Wak Katok juga. Karena itu pun dia puas menyerahkan pada Wak Katok untuk menentukan arah yang harus mereka ambil. Kelihatannya seakan dia tahu. yang basah dan panas lembab itu. Mereka terlalu letih. Apakah mereka tak merasakan keraguan yang kini dirasakannya Tetapi tak dapat dia membaca sesuatu apa di muka Sanip. "Mari kita makan di sini. Dan Pak Haji. Wak Katoklah yang berjalan di depan. mulai timbul keraguan dalam pikiran Buyung. Akan tetapi ketika menurut perkiraannya telah tiba waktu sembahyang asyar. Dia tak lagi dapat mengatakan dengan tegas arah mana yang akan membawa mereka ke tempat Sutan diserang harimau.

Dan Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia masih amat terkejut. Untunglah Buyung memalingkan mukanya hendak melihat wajah Pak Haji. Mereka semua terkejut. kena dia!! Buyung berseru gembira . Untuk pertama kalinya Pak Haji merasakan sesuatu yang ganjil di dalam hidupnya.. tanpa memperhitungkan bahaya terhadap dirinya sendiri. Kemudian Wak Katok berpaling dan meneruskan perjalanan.. Ada orang yang telah menolongnya... Engkau telah menyelamatkan jiwaku.. maka dialah . Wak Katok kembali beberapa langkah.com/ Dewi KZ 156 orang itu tidak meminta sesuatu dari dia. Pertolongan diberikan padanya tanpa diminta dan dengan cepat sekali." kata Pak Haji. Pak Haji terdorong ke pinggir terkejut . "Terima kasih. Malahan telah menyelamatkan jiwanya. muka Pak Haji pucat ketika melihat badan dan kepala ular hijau yang kini bergerakgerak jatuh di tanah yang lembab. Buyung. nah. Dia hampir saja dipatuk oleh ular yang berbisa itu yang turun dari pohon ketika ia lewat. Pak Haji beberapa saat tak dapat berkata-kata.Dan ketika dia melihat ke wajah Pak Haji .. Ular yang amat berbisa. Ular selalu merupakan alamat buruk. Wajahnya pucat. Karena jika tebasan parang Buyung tidak tepat. Dan dengan diam memandangi ular yang telah bercerai kepala dari badannya di atas tanah. Buyung melompat amat cepat mendekati Pak Haji ... Mereka semua terhenti. parang panjangnya dihayunkannya. Sanip pun terdiam.

yang bersedia menolong orang lain. Pak Haji pun tak begitu mudah hendak melepaskan ukuran-ukuran yang telah dipasangnya selama ini. Apakah Buyung kurang makan garam pahit penghidupan karena dia masih muda. Kenyataan itu tetap ada. belum banyak makan pahit garam penghidupan. karena itu dia berbuat demikian. Pak Haji mempercepat langkahnya. mengelakkan dia. Pak Haji membiarkan Buyung berjalan dahulu dan dia berpikir. dan mendekati Buyung dan berkata kembali: "Terima kasih Buyung. semua ini tidak dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. bahwa Buyung telah cepat dan tanpa berpikir panjangpanjang datang menolongnya. atau karena kebodohannya. "Dan tak ada bahayanya bagiku. dari bahaya maut yang tak dilihatnya. ada juga orang yang serupa itu. aneh pikirnya. Dia kembali mempercepat langkahnya mendekati Buyung yang berjalan di depannya. tak dapat dihilangkan dengan berbagai dalil-dalil yang dibuat. "Tentu aku bersedia menolong Pak Haji." tambahnya kemudian. Ah. Merubah nilai-nilai yang dipegang teguh selama hidup di hari tuanya." katanya dengan sederhana. Akan tetapi pikiran Pak Haji tidak pula dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi.yang akan diserang ular berbisa. Engkau bersedia membahayakan jiwamu untuk menolong aku?" Buyung memandang kepadanya agak heran. Aneh. mungkin karena Buyung masih terlalu muda. memang sukar bagi setiap orang. tanpa memikirkan bahaya untuk dirinya sendiri. . siapa saja yang dalam bahaya. Dan tak pula dia mengharapkan balas jasa. katanya kemudian.

Akan habis lembu dan kambing. "dan jika tak kita buru kini. dan siapa tahu orang kampung pun akan jadi korbannya. atau merusak orang lain." Pak Haji memberikan penjelasan. biarpun harimau itu kita bunuh." jawab Buyung kemudian. bukan?" "Untuk menuntut bela.' "Aku bukan pemburu. "menurut rasa hatiku. menyerang ternak. di mana kita bertemu dengan yang jahat.com/ Dewi KZ 157 Buyung memalingkan kepalanya melihat kepada Pak Haji. maka kita yang paling dekat wajib melawannya.“Buyung. Pak Haji meneruskan: "Kalau sekedar hanya untuk menuntut bela saja. Masa harus kita tunggu dulu diri kita yang kena bala maka baru kita . merusak orang banyak. dan aku tak tahu bagaimana harus memburu binatang buas yang berbahaya serupa itu. karena harimau telah bersalah membunuh kawan-kawan kita. "Perlu. dan hendak merusak kita." katanya. "mengapa kita saja yang memikul tugas membunuhnya?" "Tak sampai ke sana pikiranku.” "Tetapi tidakkah itu menjadi urusan orang sekampung nanti?" kata Pak Haji. maka harimau akan datang ke kampung. "sungguh perlukah engkau rasa kita memburu dan membunuh harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi." kata Buyung. "Untuk apa? Apakah hanya untuk membalas dan menuntut bela kematian ketiga kawan kita saja?" tanya pak Haji. Belum sempat Buyung menjawab. kawan kita yang bertiga tidak akan hidup lagi." kata Buyung.

Tak ada maksudnya untuk membawa mereka kembali ke bekas-bekas yang telah mereka lalui. dan memasang pondok dan menyatakan api. Dan dia akan selamat semalam lagi. dan mereka akan terpaksa menghentikan pemburuan. Tak disangkanya Pak Haji akan berkata serupa itu. Dan Pak Haji kembali Buyung. Dan siapa tahu dalam semalam harimau akan . Adaada saja Pak Haji.com/ Dewi KZ 158 Buyung tersenyum. Memang sejak mereka habis makan. mungkin Pak Haji hendak mencoba-coba hatinya. memalingkan kepalanya ke depan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Kita kembali lagi ke tempat yang sudah kita lalui!" Dan Buyung menunjuk pada menimbang-nimbang apa yang dikatakan daun-daun pandan berduri dan dahan kayu bekas kena tebas parang. Disengajanya berbuat demikian. Wak Katok berpaling menghadapi mereka. Pak Haji tersentak bangun dari arus pikiran-pikirannya ketika mendengar Buyung berseru: "Wak Katok. kita tersesat sudah. dan ke bekas jejak-jejak kaki di tanah. bisiknya pada dirinya sendiri. agar mereka terlambat tiba di tempat Sutan diterkam. mengapa Pak Haji berpikir demikian. Akan tetapi dalam hati Buyung timbul ingatan. dan beberapa jam lagi malam akan tiba. Rupanya mereka telah berputar-putar saja sepanjang hari di dalam hutan gelap. Tetapi dia tahu bahwa waktu asyar telah lewat.bangkit melawannya? Masa kita berdiam diri selama diri kita yang tak kena?" Dalam hatinya Buyung merasa heran. Mukanya keras. dia telah sengaja membuat mereka tersesat dalam hutan gelap.

mencari mangsanya ke tempat lain. mencuci muka dan tangan mereka.pindah." jawabnya dengan singkat. dan tiba di tempat yang lebih terbuka. dan tak lama kemudian mereka keluar dari kegelapan hutan. "Mengapa tersesat? Sengaja memang aku bawa kalian ke mari karena jalan terus lebih berat lagi. Wak Katok mempercepat langkah. Air sungai terasa segar dan sejuk sekali.com/ Dewi KZ 159 mulutnya. menuruni sebuah lereng bukit yang ditumbuhi semak-semak. mereka akan dapat keluar hutan lebih cepat. karena dia sendiri pun tak terlalu yakin kini arah mana sebenarnya tempat Sutan diterkam harimau. Kembali mengikuti jalan yang telah mereka tempuh dari pagi akan mengambil waktu yang begitu lama. mereka melihat pohon-pohon tumbuh bertambah jarang. Akan tetapi mata Buyung yang tajam telah melihat bekasbekas tebasan daun dan dahan. Dengan perasaan amat lega. Mereka cepat-cepat mandi. menuju sebuah anak sungai kecil yang mengalir di antara batu-batu besar. Ini soal biasa jika kita mencoba memintas hutan. Dengan enggan Buyung menahan dirinya. Dengan cepat mereka kemudian memasang pondok. Sedang jika mereka memintas siapa tahu. dan minum air dengan lahapnya. Akan tetapi dia menutup Tiraikasih Website http://kangzusi. . hingga mereka akan beruntung jika dapat ke luar dari hutan gelap sebelum magrib tiba. Mereka berlari menuju sungai. mengumpulkan kayu bakar dan memasang api unggun.

Buyung berdiri dan meraihkan tangannya. Masing-masing pikirannya sendiri. Pada waktu magrib itu tak seorang juga yang sembahyang.com/ Dewi KZ 160 Sejak Buyung mengatakan mereka tersesat di hutan gelap. Tiba-tiba Buyung melihat kepada Wak Katok yang duduk memangku senapannya. Apa yang mereka gunjingkan? Tahukah mereka. Dan dia tahu. bahwa dia takut? Bahwa dia enggan mengejar harimau? . dan tidaklah lebih baik senapan dibersihkan dan dikeringkan lagi. bahwa Pak Haji dan Buyung berbisik-bisik sepanjang jalan di hutan gelap di belakangnya. dan seakan-akan ia hendak mengambil senapan. Kampung mereka. dan berkata: duduk dekat api dengan pikiran- "Maksudku hanya hendak mengingatkan Wak Katok untuk memeriksa apakah mesiu di dalam masih kering. di mana keselamatan menunggu. dan membentak: "Engkau hendak mengambil senapanku?" Buyung agak terkejut melihat kerasnya reaksi Wak Katok. tapi Wak Katok menyentakkan senapan jauh dari jangkauan tangan Buyung.segera memasak. rasanya amat jauh sekali. dan kemudian memandangi Pak Haji dan Sanip dengan air muka yang sama. Pak Haji pun tidak Mereka semuanya merasa terlalu letih untuk dapat bangkit lagi selelah makan. Waktu makan mereka tak banyak bercakapcakap. setelah lewat hutan yang basah tadi?" Wak Katok melihat padanya penuh curiga. hatinya bertambah tak enak. Tiraikasih Website http://kangzusi.

Sungguh licin juga akal mreka untuk membuat dirinya tak berdaya. "tidak sia-sia aku menuntut pelajaran jadi dukun puluhan tahun. keras dan kaku. "Jika hendak selamat. maka turutlah . Sanip dan Buyung berpandangan heran.Tidak percaya lagikah mereka pada pimpinannya. pada kejagoannya? Mengapa mereka tak bercakap-cakap. maka senjatanya yang ampuh akan tak berdaya. Tidak. akan tetapi diam saja. Dia akan kehilangan kekuatannya menghadapi mereka. suaranya ganjil. Wak Katok tertawa sendiri. dengan kepala terkulai. dia lebih pintar lagi dari mereka. berbuat pura-pura bodoh. Dari mereka bahaya mungkin tiba Apa maksud Buyung hendak meraih senapan. Mereka memandang padanya keheranan." kata Wak Katok. akan tetapi aku tahu apa yang ada dalam kepala kalian. tak tahu sesuatu apa. Yang mesti diawasi oleh Wak Katok adalah Buyung dan Pak Haji. berpandanganlah kalian. Pak Haji. "Ya. Sungguh sikap mereka kelihatannya telah berubah kini. pada kesaktiannya. dan mengamat-amati mereka. Sanip sendiri pun hanya duduk terpekur saja." kata Wak Katok. "Kalian sangka aku bodoh? Ha-ha-ha!!!" Dia memeluk senapannya lebih kuat. Jika dia berbuat demikian. dia tidak begitu bodoh akan mengeluarkan peluru dan mesiu dari senapannya. "Ha-ha-ha. Apakah Pak Haji dan Buyung telah berkomplot untuk merebut senapan dari tangannya? Guna menyelamatkan dirinya sendiri? Tidak. ha-ha-ha-! kalian hendak selamat pulang ke kampung?" tanyanya kemudian.

kataku. ya. baiklah pula Pak Haji mengakui dosadosanya. Mintalah ampun! Mulailah engkau Sanip!" perintahnya. Pak Haji. anak muda yang bersih. engkau juga telah melakukan semuanya. yang tak hendak campur . anak muda yang alim. engkau telah mengambil hak orang lain. "Dan kalian berdua. orang-orang yang berdosa ini? ejeknya. "Dan Pak Haji.com/ Dewi KZ 161 "Tetapi aku sudah mengakui dosa-dosaku. sama juga dengan orang lain? Tetapi engkau ingin purapura suci." kata Sanip. Akuilah dosa-dosa kalian padaku. pendusta. "Dan aku mesti melindungi dan menyelamatkan kalian. engkau telah berzinah?" Dia tertawa lebih keras melihat sikap Buyung yang terkejut. "Apakah kalian menyangka. dan dia tertawa. sedang kalian sudah mengetahui dosa-dosa orang lain?" "Nah. Apakah kalian berdua orang suci. pembohong!" kata Wak Katok. aku belum mendengar kalian mengakui dosadosa kalian. Pak Haji yang angkuh hati. Apa kejahatan yang telah engkau lakukan? Engkau telah mencuri. ya???" Wak Katok berdiri menghadapi mereka. dan Buyung. "Ya. engkau pencuri. Buyung!!! "tiba tiba dia berpaling galak kepada Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Ha-haaaa. kalian tidak usah mengakui dosadosa kalian. "Berceritalah engkau tentang dosa-dosamu. engkau telah khianat. anak muda yang santun eh??? Ha-aaaaa!!! Kalian merasa diri kalian lebih baik dan lebih suci dari aku. buruk dan jahat sekali. yang tak berdosa sama sekali? Ha-ha-haa-haaaa!"dia tertawa terkekehkekeh.

tak hendak ikut dengan orang banyak. "Engkau tak hendak bicara. jika engkau tidak hendak mengakui dosadosamu. Tiraikasih Website http://kangzusi. "dosa-dosaku adalah soalku sendiri. aku tembak engkau. Engkau telah mendengar dari mulut Pak Balam tentang diriku.dengan orang kampung. Dia mengacungkan senapannya kepada Buyung. akuilah dosadosa kalian. "Aku tidak main-main. Mengapa aku harus dipaksa mengakuinya?" . Mulailah engkau. "Aku bunuh engkau. apakah orang tak berdosa? Ayuh. engkau hendak melawan akuuuu?" teriak Wak Katok dengan marah. Adillah jika kini engkau menceritakan pula dosa-dosamu! Hayo. "Sungguh hendak Wak Katok tembakkah aku? tanyanya dengan suara yang agak tergoncang. lekas!" bentak Wak Katok.com/ Dewi KZ 162 Buyung tinggal duduk dan memandangi Wak Katok dengan sinar mata yang keras. Buyung". "Pak Haji apakah orang suci. Dia telah memutuskan untuk tidak bercerita kepada siapa pun juga tentang apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah. hayo. "Apakah hak Wak Katok memaksaku?" tanya Buyung. Apa benar yang istimewa pada Pak Haji? Karena Pak Haji sudah lama dan banyak merantau? Mana ilmu yang Pak Haji kumpulkan? Mengapa tak disiarkan kepada orang banyak?" Wak Katok tertawa keras. lekas!" dan Wak Katok mengacungkan laras senapannya ke dada Buyung. karena menahan rasa marahnya. Buyung berdiri perlahan-lahan. ceritalah.

" Tiraikasih Website http://kangzusi. malahan pada Tuhan sekalipun dia tak hendak mengakui dosanya. Ada orang yang tak hendak mengakui dosanya. baiklah. Pak Haji yang sejak tadi memperhatikan menyela: "Sabarlah kalian berdua. Kalau Wak Katok merasa perlu mendengar dosadosaku. senapan lantak ini dapat aku memaksa engkau?" "Aku tak hendak bercerita." kata Buyung dengan singkat. Sudah lupakah kalian pada kata-kata Pak Balam?" balas Wak Katok. maka dengan terus terang akan aku akui. jika itu yang Wak Katok inginkan!" Keraguan terlintas di belakang mata Wak Katok menghadapi kepala batu Buyung." kata Pak Haji. "Mengapa kita jadi begini? Tidakkah kita masih menghadapi bahaya bersama?" "Untuk menyelamatkan kalianlah. karena akulah yang berkuasa. Tak ada gunanya dipaksa orang yang demikian. Giliran Pak Haji mereka. Engkau lihat ini." katanya dengan suara yang tenang dan sabar. Tunggulah hingga giliran Pak Haji tiba. siapa pun juga mengikuti keinginanku. "tembaklah aku. karena aku adalah segera juga akan datang. maka aku menyuruh kalian mengakui dosa-dosa kalian..com/ Dewi KZ 163 Tetapi Wak Katok cepat berpaling kepadanya. aku menghendakinya. dengan tak disadarinya.. Mengertikah ." Tetapi Pak Haji menguatkan hatinya: "Dengarlah kataku dahulu. Aku telah karena aku adalah pemimpinmu.. dan membentak: "Jangan Pak Haji campuri perkara ini."Karena gurumu. "tetapi kita tak boleh melakukan paksaan. "Baiklah.

aku sudah khianat. sudah didengki. dari semenjak Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan Tuhan ke dunia. orang sekampung. atau yang dilakukan orang terhadap diriku. Karena itu aku menyendiri. aku sudah merampok.com/ Dewi KZ 164 hidup sendiri saja. Di dunia ini dosa-dosa yang telah aku lakukan dan yang dilakukan orang terhadap diriku telah bayar-membayar. aku sudah berzinah. aku sudah mendengki. sudah didustai. Aku sudah menipu.melakukan segala dosa yang dilakukan orang di dunia ini. akan tetapi juga dengan Buyung. orang banyak. Tetapi dia merasa sikap tak perduli Pak Haji sebagai . sudah dikhianati orang. yang aku lihat dilakukan orang." Pak Haji duduk membelakangi Wak Katok. dengan Sanip dan dengan semua manusia. maka sampai pagi aku bercerita. Aku pun telah mengalami hampir segala dosa yang dapat dilakukan orang terhadap diriku sebagai manusia. Nah itulah supaya Wak Katok tahu. dan jangan aku diganggu lagi. itulah kepercayaanku selama ini. Kalau akan aku sebutkan satu persatu segala dosa yang aku lakukan. aku sudah membunuh. belumlah akan habis ceritanya. dan aku pun sudah ditipu. Wak Katok merasa marah sekali. Orang hanya dapat hidup untuk dirinya sendiri saja. aku sudah berdusta. karena itu aku ingin dibiarkan Tiraikasih Website http://kangzusi. tidak saja dengan Pak Haji. karena itu aku tak hendak mencampuri soal orang lain. jangan diganggu karena aku sudah kehilangan kepercayaanku pada manusia. sudah dirampok.

. Akan tetapi kemana hendak lari? Harimau itu mengaum kembali. Buyung segera menghunus parang panjangnya. "satu.. Dan masih juga belum . "Engkau Buyung. Sanip.. "Aku hitung sampai tiga." Buyung memandang terus padanya dengan keras. Wak Katok terkejut. diikuti oleh Sanip dan Pak Haji. berpaling memandang ke hutan yang gelap di luar lingkaran cahaya api. ketika itulah mereka mendengar auman harimau yang dahsyat.!!!" Tetapi Buyung tetap tinggal diam. Karena itu dia mengalihkan perhatian kembali kepada Buyung. membidik dada Buyung.. Pak Haji dan Buyung terlompat berdiri.sebuah tembok yang sukar dipecahkannya. yang datang tak jauh dari hutan yang gelap di sekelilingnya. Dengan hati berdebar-debar dan perasaan tergoncang. Ayolah sekarang.. Dan dia belum siap untuk menembus tembok tak perduli itu dengan peluru atau dengan kekerasan lain..com/ Dewi KZ 165 hatinya diremas dan terhimpit oleh batu besar ketakutan. "Dua. engkau masih belum bercerita. dan hanya memandangi muka Wak Katok. "Ti. Wak Katok merasa Tiraikasih Website http://kangzusi." katanya. dengan penuh takut mata mereka mencari-cari berkeliling." Buyung tak membuka mulutnya.. Ingin dia hendak lari. Air mukanya pun keras dan tegang. Mata mereka berpandangan. keras dan penuh mengandung ancaman dan kengerian. dan cepat. Wak Katok mengangkat laras senapannya..

Ketika mendengar bunyi — tik! Buyung terus mengerti. entah karena ketakutan. dia melompat ke api unggun. dan kini mesiu yang telah basah tak hendak meletus.. seperti sinar belerang di dalam gelap. sambil berseru: "Lemparkan kayu menyala!" dan cepat Buyung melompat melontarkan sebuah kayu besar yang terbakar menyala ke arah kedua mata yang . dan kemudian Wak Katok menarik pelatuk senapan . Buyung membesarkan api unggun dengan menambah kayu-kayu ke dalam api. menerangi lingkaran yang lebih besar lagi. di antara semaksemak. Wak Katok kelihatan mulutnya komat-kamit. entah karena membaca mantera-manteranya. Dan kini mereka melihat sang harimau — dua buah mata yang bersinar hijau. mengangkat senapan ke bahunya. Tiba-tiba mereka mendengar bunyi dahan kering dipijak — kretek! Dan mereka berpaling ke arah itu. seakan tak bergerak. berbunyi tik! Senapan tak meletus! Dia telah mengabaikan nasihat Buyung untuk mengganti mesiu. Suaranya meminta dan mendesak dengan kerasnya. dan lidah-lidah api unggun melonjak ke atas.. Cahaya api meluas. sepasang mata itu diam saja. membidik.dapat mereka menentukan kira-kira dari mana datangnya arah aumannya. "Tembak. Wak Katok seperti orang yang terpukau. Wak! Tembak di antara dua mata hijau itu!" bisik Buyung dengan amat sangat. lamalama.

Sanip tiba-tiba melompat dan menarik Wak Katok berdiri. pemimpin yang paling besar. benci. Dalam sekejap mata. dan baru Buyung berpaling melihat pada Wak Katok telah selesai mengisi senapan dengan mesiu baru. dan menyerangnya. dan menghilang. supaya melemparkan kayu lebih banyak lagi ke atas api. "Inikah Wak Katok yang gagah perkasa itu. bahwa Wak Katok amat ketakutan. Akan tetapi setelah beberapa lama mereka menunggu penuh ketegangan. seakan seorang yang ingin menyembunyikan dirinya ke dalam perut bumi. guru silat yang paling pandai. dan dia berlari kembali ke api unggun. disusul oleh lemparan Pak Haji dan Sanip. Suara Sanip penuh amarah. tukar mesiu baru!" kata Buyung. Mengapa Wak Katok kini hendak bersembunyi ke dalam tanah? Engkau guru palsu.. "Cepat Wak Katok. Alangkah terlempar terperanjatnya mereka melihat senapan ke tanah dan Wak Katok menggulungkan badannya di dalam pondok. Sanip dan Pak Haji insyaf. Buyung. Lihat ini .com/ Dewi KZ 166 menyala di tangannya. sambil berseru pada Sanip. dukun paling besar. menyiapkan sebuah kayu yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka menunggu apakah harimau akan kembali. dan mereka melihat kedua mata itu berbalik.. dan suara menggeram-geram. guru paling besar." . jauh dari segala ancaman dan bahaya di atas dunia.bersinar hijau. mereka tak lagi mendengar suaranya mengeram atau mengaum.

engkau lihat. manteramanteramu palsu. Kalian juga bernafsu hendak tidur peluru dan mesiu. "Jimat-jimatmu palsu. Dan dia pun akan mau tidur dengan siapa saja yang mau memberinya uang atau membelikannya baju. dan memasang mesiu dan peluru baru." "Berhenti engkau berbicara. ya? Tapi matamu tak cukup tajam. membersihkan . oleh Sutan. Engkau tahu.. "Ya. dan dengan tangan gemetar dan tergopohgopoh mengeluarkan senapannya. telah binasa. aku lihat. tetapi bagaimana dengan dosa-dosamu sendiri. Wak Katok mengambil senapannya kembali.. kalian mungkin tak percaya..Dia membuka ikatan jimat-jimat di pinggangnya. dan dilemparkannya ke tanah. mereka telah mati. "oh. tetapi aku lihat dengan mata kepataku sendiri. aku bayar dia.. di pinggir sungai. Harimau yang datang menyerang kita adalah harimau Wak Hitam. Akan aku ceritakankah padamu dosamu. "Ya. oleh Talib. Karena Wak Katok telah memaksa istri Wak Hitam.com/ Dewi KZ 167 Sedang Sanip berkata. Inilah jimat-jimat yang dipakai juga oleh Pak Balam.. di mana mereka kini. lihatlah. karena mempercayai engkau. Engkau memaksa orang mengakui dosa-dosa.. dan bukan saja dosa-dosamu yang diberitahukan oleh Pak Balam. bangsat!" serunya.." Buyung memandangnya dengan terkejut. Pangkal celaka kita tak lain adalah Wak Katok sendiri.. Tiraikasih Website http://kangzusi." Sanip terus juga berbicara. Aku tak paksa dia. "aku lihat engkau dengan Siti Rubiyah .?" Wak Katok diam saja.

dengan langkah yang berat dan hati enggan.. memegang parang mereka. Rasa kecewa. bukan? Tapi kalian bukan jantan. Biarpun sekali bertiga mereka melompat hendak merebut senapannya. Sanip. sesuatu yang bersih .dengan dia.. mengambil bungkusan mereka dari pondok. bahwa Wak Katok tak dapat diajak berbicara lagi. Mereka bertiga berdiri.. menerkam berarti maut juga.com/ Dewi KZ 168 akan memilih maut yang lebih jauh dari maut yang lebih dekat. Bukan dia sendiri . melintasi dunia kecil yang terang dan panas yang diciptakan oleh api unggun. dia merasa seakan kehilangan sesuatu. Tiba-tiba Wak Katok berseru: "Pergi kalian sekarang juga dari sini! Siapa yang tak pergi aku tembak!" Kelihatan benar pada mereka. Buyung tak tahu apa yang dirasakannya. bercampur dengan rasa lega. kalian takut pada Wak Hitam. akan tetapi entah bagaimana. dan ketika mereka menghilang ke dalam menunggu kesempatan untuk . dan perlahan-lahan melangkah. bukan? Kalau tidak mengapa engkau di sana. di mana harimau berjalan mondar-mandir. Akan tetapi maut ini lebih dekat. Manusia Tiraikasih Website http://kangzusi. bukan?" Dia memandangi mereka dengan air muka penuh kemenangan. Mereka akan ditembaknya. akan tetapi salah seorang dari mereka pasti akan jadi korban. Masuk ke dalam hutan yang gelap. kalau tidak mengintipnya sedang mandi..

Akan datangkah harimau kembali? Tidak.com/ Dewi KZ 169 memandang berkeliling. Tiba-tiba Wak Katok merasa sekali. membasahi badannya. dan merebut senapan dari Wak Katok. Hingga ke perut dan selangkangnya terasa basah. seperti ombak yang setinggi pohon kelapa. Rasa takut datang melandalanda. membantingbanting hatinya. Kita harus kembali. dan hutan besar yang gelap gulita. dan berteriak kepada Pak Haji dan Sanip: "Tak mungkin kita meneruskan perjalanan dalam gelap. Dan lalu hatinya jadi sejuk diremas ketakutan." Mereka bertiga berbisik-bisik mengatur siasat. bagaimana hendak menyerbu dan merampas senapan dari Wak Katok. memasang telinganya tajamtajam. ada akal! Dia akan memasang api unggun berkeliling. Dia Tiraikasih Website http://kangzusi. Ha-ha-ha-haaa!" 0oo0 KETIKA tiba di kegelapan diluar batas terang api unggun Buyung berhenti. Hanya dia dengan api unggun. Aduh. harimau akan menyerang mereka bertiga. bahwa dia tinggal sendiri. dan seluruh dahulu kepadanya? Dan bagaimana kalau .gelap. Akan tetapi jika harimau datang terlebih mesiunya yang baru tak pula meledak? Apa yang mesti dilakukannya? Dia hanya tinggal sendiri. dan dia akan aman di tengah lingkaran api. karena dia ingat harimau yang berada di dalam gelap hutan. tengkuknya. Wak Katok berseru: "Matilh kalian dimakan harimau di sana. mukanya. hingga peluh dingin meleleh di keningnya.

karena dia telah meniduri Siti Rubiyah? Tiba-tiba dia memutar badannya dengan cepat. Bunyi-bunyi serangga malam yang biasanya memenuhi rimba pun seakan berhenti. kaki-kaki berjingkatjingkat . karena tiba-tiba dia berpikir. Bagaimana jika harimau itu sungguh harimau yang dikirim oleh Wak Hitam untuk membalas dendamnya. yang berdebar-debar amat hebatnya. Dia melepaskan ditahannya entah berapa lama. Tibatiba dia terkejut amat sangat. ketegangan yang menekan dirinya agak kendur. Karena tahu kini. dan lebih hebat lagi. tetapi tiba-tiba dia sadar.dan memegang senapannya kuat-kuat. bahwa suara yang mengejutkannya tadi adalah pukulan jantungnya sendiri. Dia seakan mendengar bunyi yang berat dan keras dung-dung-dung . dia memandang berkeliling penuh ketakutan. napas yang merasa agak lega. Telinganya seakan mendengar langkah yang halus. dia napasnya perlahan-lahan. Bagaimana kalau harimau datang menyerangnya. dan mereka bertiga yang selamat pulang ke kampung. Maka dia masih punya kawan-kawan yang mendampinginya menghadapi harimau. Telinganya dipaksakannya untuk mendengar dan menafsirkan pada semua bunyi yang terdengar olehnya. Akan tetapi ketegangan dan ketakutannya kembali dengan cepat. bahwa yang didengarnya adalah bunyi pukulan jantungnya sendiri. yang datang perlahan. melihat ke belakang.memukul-mukul. alangkah baiknya jika dia tak mengusir kawankawannya tadi. Akan tetapi seluruh hutan rasanya sunyi dan sepi.

Seluruh gerakgeriknya cepat dan penuh kegugupan. dan menyusun kayu di tempat lain. dia berlari kembali mengambil lagi beberapa potong kayu yang menyala. Lalu dia melompat memasang api unggun yang ketiga.supaya jangan terdengar. maka rasa tak sabarnya bertambah tinggi. Dia berlari mengambil tangannya gemetar. Karena kegugupannya beberapa potong kayu yang menyala. Buyung . Lalu dia mengambil keputusan dengan cepat. Kemudian dia mengambil potongan-potongan dari onggokannya. Seakan kini dia mendengar telapak datang dari arah yang lain. dan membesarkan api unggunnya yang kedua. menghembus-hembus bara merah. Rasanya dia seakan tak sabar hendak menyalakan api unggun sekaligus. Dengan terburu-buru dia membungkuk. Dia hendak Tiraikasih Website http://kangzusi. menyelamatkannya. Ketika dia memasang api unggun yang keempat. akan tetapi kakinya hanya dua dan tangannya hanya dua. dan disusunnya menjadi api unggun yang kedua.com/ Dewi KZ 170 membuat api unggun yang melingkarinya dan dengan demikian nyala api berhenti dan hanya ujung kayu yang merah membara saja yang tinggal. dan mencoba menembus gelap. dan setelah api menyala. Matanya mencoba menembus hitam daun-daun rapat dan gelap gulita di antara daun-daun. Jika dia tak berhasil menyatakan api pada percobaan yang pertama atau yang kedua. Kemudian dia melompat berbalik lagi. dan ketegangan yang dirasakannya serasa tak tertahan lagi olehnya.

bahkan sampai-sampai berkelahi dengan hebat. tak mengetahui Buyung datang menyerang dari belakangnya. Mereka terjatuh bergumul. Pak Haji jatuh tersungkur. Buyung mulai Tiraikasih Website http://kangzusi. dan Buyung tiba di punggung Wak Katok. Dengan cepat Buyung dan Sanip mendekati Pak Haji yang masih tersungkur di tanah. "Kuat sekali dia." kata Buyung kepada Sanip. yang tiap sebentar terjatuh ke atas api. kesempatan menghayunkan sepotong kayu ke kepala Wak Katok. Mereka membalikkan Pak Haji. Sanip datang.memberi isyarat. dan melompat menyerbu hendak menyergap Wak Katok. si tua ini. Wak Katok yang memegang senapan dengan tangan kirinya memindahkannya ke tangan kanannya. akan tetapi dalam kehebatan pergumulan. Buyung berdiri. Wak Katok mengangkat kepalanya. menggosok-gosok seluruh badannya yang kesakitan. Sanip dan Pak Haji datang menyerang dari jurusan yang lain. Ketika dan itulah kecepatan Sanip pergumulan mendapat mereka mulai dan berkurang. Wak Katok terjatuh.com/ Dewi KZ 171 payah. Dia lebih kuat dari Buyung dan memang lebih mahir ilmu silatnya. dan tanpa membidik menembak ke arah Pak Haji. bunyi burung hantu. Wak Katok berpindah tempat. Dia hanya melihat Pak Haji muncul dari semak-semak di depannya. tak sadarkan dirinya. didorong oleh ketakutannya dan kemarahan hatinya yang amat sangat. sukar Sanip untuk dapat memberikan bantuan kepada Buyung. untuk berputar ke tanah kembali. dan .

. Buyung Tiraikasih Website http://kangzusi." kata Buyung. "Tak pecah kepalanya. Aku isi dulu senapan dengan peluru." kata Sanip.melihat darah memenuhi dadanya. Buyung membasahi sepotong kain dengan air. "dan dia guru silat kita. Buyung pergi memeriksanya. "Sudah gila dia. dan menggosok kening dan muka Pak Haji. suaranya masih gemetar. dan mengisi senapan dengan cepat. Mengapa selama ini kita tidak tahu?" Mereka mendengar Pak Haji mengerang." kata Buyung. Matanya berisi pertanyaan. dan membaringkannya baik-baik di dalam pondok. dirinya masih dikuasai ketegangan yang amat sangat yang baru saja mereka alami. memandang pada mereka. Kemudian mereka membatut luka Pak Haji dan menutup pakaiannya kembali. dukun kita. Dia bergegas mengambil mesiu dan peluru dari kantong mesiu dan peluru yang disandang Wak Katok." "Tak kusangka dia akan begitu.com/ Dewi KZ 172 mengangkatkan senapan memperlihatkannya kepada Pak Haji. Wak Katok masih terlentang pingsan di tanah. Pak Haji membuka matanya. Mereka mengangkat Pak Haji ke dekat api. "Coba periksa lukanya. Buyung dan Sanip bergegas mendekati Pak Haji. Kemudian dia mendatangi Sanip yang sedang membersihkan luka di dada kanan Pak Haji." kata Buyung. Senyum kecil timbul di mulut Pak Haji. "nanti juga dia sadar sendiri.

manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain... Manusia perlu manusia lain . seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu kemanusiaannya."Syukurlah.. Aku salah selama ini. Kita harus selalu bersedia mengampuni dan memaafkan kesalahan dan dosa-dosa orang lain. Kemudian matanya pada orang lain. Ampuni dia. Maafkan dia. Manusia perlu Tuhan adalah yang Maha Pemurah dan Pengampun. Juga kita harus selalu memaafkan dan mengampuni orang-orang yang berdosa terhadap diri kita sendiri . Di sinilah kunci kemanusiaannya manusia yang diturunkan Tuhan kepada manusia. aku pun kini sadar . percayalah.. Tuhan ada. Sedang Tuhan dapat mengampuni segala dosa jika yang berdosa datang padanya dengan kejujuran dan .. dan dia berkata: "Kalian masih muda. Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain. tak mungkin lengkap manusianya... kita tak hidup sendiri di dunia . ambillah pelajaran dari apa yang terjadi." terbuka katanya perlahan.. Ingatlah ucapan Bismillahhirrokhmanirrokhiim.. Manusia yang mau hidup sendiri tak mungkin mengembangkan manusia lain.. dan tak mungkin hidup sebagai manusia.. anak-anak. mencari Buyung dan Sanip. Sungguh kini aku sadari.. manusia sendiri-sendiri tak dapat hidup sempurna. Wak Katok jangan dibenci. kembali. kehilangan kepercayaan pada manusia dan pada Tuhan.

..com/ Dewi KZ 173 kemanusiaan hanya dapat dibina dengan mencinta. dan sesuatu seakan bergerak dalam dadanya.. Aku lah yang paling tua. selalu berbuat zalim. Orang yang berkuasa. ampuni dosa-dosaku. percayalah pada Tuhan .. manusia yang biasa dan daif ini. mengertikah kalian... ingatlah hidup orang lain adalah hidup kalian juga . Tiraikasih Website http://kangzusi.... Apalagi kita.. wa asyhadu amia Muhammadarrosulullah Tuhanku ... Tuhan ada. aku tahu kini.. sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu..Ashaduala ilaha Mallah. aku menghendaki manusia berikhtiar dan berusaha menjadi sempurna.... manusia perlu bertuhan.. jika dihinggapi ketakutan. darah harimau dalam hatimu..... di mana kekuasaan kita untuk menjadi hakim yang mutlak. aku telah menghukum menghukum diriku sendiri ... kini aku sadar... Aku terlalu sombong dan angkuh . dan dengan itu dengan membenci. cintailah manusia..penyesalan yang sungguh. dan bukan sempurna. bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri . bunuhlah kepalanya terkulai... kasihani Wak Katok . Ya .. Orang yang membenci tidak saja hendak merusak manusia lain.." dan tiba-tiba . Engkau tak dapat hidup sendiri. akulah yang paling berdosa. sedang manusia hanya dapat seluruh manusia. tetapi pertama sekali merusak manusia dirinya sendiri.. akan tetapi hatiku dan pikiranku buta... dan menjatuhkan hukuman tanpa ampun kepada sesama manusia? Aku tersesat selama ini.

Buyung dan Sanip amat sangat terkejut. Buyung memadamkan api-api unggun lain yang telah dipasang Wak Katok. dan kemudian dia tahu.. bertekad untuk tak tidur sepanjang malam. dengan mengusir mereka ke dalam hutan yang gelap.. dan berseru-seru: "Pak Haji! Pak Haji!" Akan tetapi Buyung menahannya. Tiraikasih Website http://kangzusi.mengalir ke luar dari mulutnya.com/ Dewi KZ 174 "Ikat dia baik-baik!" kata Buyung. Dengan sendirinya. dan berkata dengan sederhana: "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un . "Tak cukup kayu hingga pagi. "Ya. Kemudian mereka pindahkan Wak Katok yang masih pingsan ke dalam pondok. Pak Haji masih hidup. akan tetapi dia tak dapat menggerakkan tangan dan kakinya. Pak Haji pun telah meninggalkan mereka.. Kemudian . Baru Buyung berpikir. bahwa mereka harus mengambil sikap terhadap Wak Katok.. dan malahan dia telah bersedia untuk membunuh mereka bertiga. jika bukan karena dia. Buyung kini yang mengambil pimpinan antara mereka berdua. "Tinggal berdua kita. Sedang Sanip mengikat Wak Katok. bahwa Wak Katok adalah pembunuh Pak Haji. dan mereka duduk di depan pondok dekat api."* Mereka melipatkan tangan Pak Haji ke atas dadanya. dia mencoba duduk. Ketika Wak Katok sadar dari pingsannya." "Kita apakan dia?" tanya Sanip. jika api unggun begitu banyak dipasang semuanya." kata Buyung. menutupkan kelopak matanya. Sanip sampai menggoncang-goncang bahunya. Kini dia sadar. Tak terlintas dalam kepalanya untuk melakukan sesuatu terhadap diri Wak Katok. selelah mereka berhasil merebut senapan. dan dia itu!" kata Sanip. bahwa dia diikat. akan tetapi akan berjaga-jaga terus.

com/ Dewi KZ 175 "Lepaskan aku. aku kirim setan dan jin menyerang kalian. meloncat dari batu ke batu. berjalan memudiki sungai di dalam air. kalau tidak aku malerai kalian. "Bukan salahku. mereka tiba di sungai kecil tempat mereka makan di pinggirnya. mati dengan perut gembung. Buyung dan Sanip berdiri dan masuk ke pondok." kata Buyung. Ketika mereka tiba di tempat . Akan mati kalian." kata Wak Katok. Buyung dan Sanip akan dapat dikalahkannya. Hati Wak katok jadi senang sedikit. Buyung membawa mereka ke dalam sungai. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan melihat Buyung dan Sanip yang duduk membelakangi pondok dekat api. Buyung dan Sanip diam saja. Dia membalikkan kepalanya dan melihat mayat Pak Haji di sampingnya." kata Buyung. Pak Haji yang jatuh tersungkur ditembaknya. tetapi mengelakkan hutan gelap. Dia akan dapat menakuti mereka. Kadangkadang hingga ke pinggang mereka tinggi air." dia berhenti. "Lepaskan aku. Mereka masih muda dan belum berpengalaman. dan turun sungai. sebanyak mungkin tidak membuat bunyi dan ribut. memanggil Buyung. Mereka berjalan berhati-hati sekali. Dia terkejut. "Lepaskan aku. mengapa kalian ikat aku?" "Wak Katok sudah membunuh Pak Haji. Dekat sembahyang lohor. dan kemudian pergumulannya dengan Buyung. melihat Buyung Buyung mengambil jalan memintas. Dia mengangkat suaranya.. Mengapa aku kalian serang?" "Wak Katok mengirim kami mati. dan sinar matanya mengandung kemarahan dan kebencian. aku sumpahi kalian tujuh turunan . Kemudian diangkatnya kepalanya sedikit..dia teringat apa yang telah terjadi.

Tetapi Tiraikasih Website http://kangzusi.. Dia melihat jejak harimau yang sudah tua. Kemudian dia memberi tanda. Buyung lama berdiri di tengah sungai.. dan mereka melihat bekas-bekas darah tersebar di manamana. Buyung merasa hatinya seakan berhenti berdetak.com/ Dewi KZ 176 . Mereka melihat apa yang tinggal dari Sutan tulang belulang. dan mereka naik ke darat. dia terus rebah ke tanah.. dan tiba-tiba Buyung berhenti kembali. dan dari tempat itu mereka mudah mengikuti apa yang telah terjadi.. Sanip dan Wak Katok datang mendekat. sobek dirobek oleh kuku harimau. tiba-tiba Buyung menunduk memeriksa tanah di depannya. pakaian yang robek..mereka makan. yang telah beberapa hari umurnya samarsamar di tanah.. Buyung memberi isyarat kepada Sanip. sarung parangnya.. Buyung mengikuti jalan yang pernah mereka tempuh. Mereka berjalan perlahan-lahan. terletak di tanah. mereka terkejut . Buyung hanya dapat mengenalnya karena melihat bekasbekas daun yang dipatahkan mereka dulu. yang tak kelihatan oleh mata biasa. Sanip dan Wak Katok menahan napas. dan memasang telinganya dan memperhatikan rimba di sekelilingnya dengan cermat. sampai ke daun-daun di belukar . Dan setelah sepuluh menit berjalan.. Di sana Sutan diserang harimau. Dia melihat sepotong kain yang sobek. dan kemudian mereka melihat parangnya terlempar di bawah semak tak jauh dari sana.

jangan batuk. bahwa harimau itu akan terus memburu. dan .dengan sekuat tenaganya dia menguasai dirinya dan cepat bekerja mengumpulkan bekas-bekas Sutan yang sudah busuk. Akan tetapi Wak Katok hendak lari. "Kaki Wak Katok kami ikat lagi. Dia tahu juga." Mereka makan dalam keadaan siap sedia. Ketika tiba di bawah sebuah pohon. Setelah selesai makan. dan Buyung berseru. Mari kita makan dulu. dan dengan hatihati dia mencari jejak harimau. Buyung tahu bahwa harimau masih terus memburu setelah dia menyerang dan memakan Sutan." katanya berbisik. "Larilah. "Ikut sajalah perintah." katanya. Buyung berbisik pada Sanip. memasukkannya ke dalam buntelan yang dibuatnya dari kain sarungnya. tertegun. Dia membiarkan kainnya diikat. harimau menunggu. Kemudian dia memberi isyarat kembali. Buyung memberi isyarat supaya mereka berhenti." Dan Wak Katok berhenti. ketakutannya pada harimau lebih besar lagi. "Mulai kini. Dalam kepalanya dia menyusun rencana untuk menunggu harimau. dan kemudian memberi isyarat pada Wak Katok. dan jangan ribut sedikit pun juga." kata Buyung. Sejam kemudian dia melihat. Dia membawa mereka ke sebuah tempat yang agak terbuka tak jauh dari sana. "Mengapa?" tanya Wak Katok. diam-diamlah kita semua. "jangan merokok. bahwa jejak harimau mengikuti jejak-jejak mereka kembali ke tempat bermalam.

tetapi harimau yang buas. dan telah membunuh Pak Haji." kata Buyung. Wak Katok katanya guru dan pemimpin. Kami hanya hendak mengumpan harimau dengan harimau Lalu Buyung memberi isyarat pada Sanip. Tetapi Wak Katok telah menipu orang banyak.kemudian Buyung dan Sanip menyandarkannya ke pohon. Dalam hati Wak Katok selama ini bukan manusia yang bersarang. "Tidak. dia berkata: "Kalian buat aku jadi umpan harimau?" Matanya terbelatak. dan biarlah hakim yang mengadili Wak Katok di dunia ini. tidak. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan mereka berdua menjauhkan diri. jimat palsu. kami maafkan. maka Buyung dan Sanip telah mengikatkan badannya ke pohon.com/ Dewi KZ 177 Tiba-tiba Wak Katok sadar apa yang dilakukan mereka. mantera palsu. Daun-daun seakan tak . kira-kira lima belas meter dari tempat Wak Katok terikat di pohon. "Ya." seru Wak Katok "Apa dosaku. akan tetapi ketakutannya semakin membesar. kami lindungi jiwa Wak Katok. "Pakailah segala ilmu Wak Katok untuk membuat tembakanku tepat sekali. maka aku disiksa serupa ini?" "Dosa Wak Katok?" kata Buyung. dan lidahnya hampir kelu. dan Tuhan nanti di akhirat untuk dosa-dosa itu semuanya." "Tapi bagaimana kalau tembakanmu meleset?" tanya Wak Katok dengan suara gemetar. pimpinan palsu. Dan dengan suara yang gemetar penuh takut dan ngeri. Mula-mula Wak Katok diam. Hutan terasa hening dan sepi. "dengarlah. "tetapi jangan takut. dosa Wak Katok hendak membunuh kami. tak boleh engkau buat begitu. dosa-dosa Wak Katok dahulu kami lupakan." jawab Buyung. dan sebelum Wak Katok menyadari apa yang mereka lakukan terhadap dirinya. tapi Wak Katok telah memberi pelajaran palsu.

. Dia menoleh-nolehkan manusia primitip ketika melihat maut hendak datang hinggap di bahunya. "Buyuuuuuuuuung dimana engkauuuuuuuuu???? Aduuuuuuuuuh. maka dia menangis terisak-isak. Ah.bergerak kepalanya sedikit pun juga. Dia tak lagi dapat menahan diri. kretekkretek dahan dan daun kering . menjanjikan Sanip uang... harta. tolooooooong!!!! Tolooooooooooong!!! Kalian tinggalkan aku sendiriiiiiiiii! Bohong kalian. jika dia berteriak. sawah dan rumah kepada Buyung dan Sanip. akan tetapi tak dilihatnya mereka. ilmu. itu suara napas menghembus-hembus di dalam belukar. teriak manusia yang dicekik kengerian dan ketakutan hati.. dadanya seakan hendak mencari Sanip dan Buyung.. dan berteriak sekeras-kerasnya. harimau akan lebih mudah mendengarnya. lalu dia mencoba mengadu Sanip melawan Buyung. dan ketika ini juga tak berhasil. asal Sanip mau melepaskannya. Kemudian dia menangis kembali. kalian lari meninggalkan akuuuuuuuu! Buyuuuuuuuung!!! Toloooooooooong!!" Lama dia berteriak dan menjerit demikian. maka harimau pun akan datang .. telah tibakah harimau. dia hendak berteriak. Wak Katok tak lagi dapat menahan dirinya. Akan tetapi jika dia tak berteriak. hingga suaranya serak. akan tetapi tiba-tiba timbul pula takutnya lebih besar lagi. teriak .com/ Dewi KZ 178 akan lebih cepat tiba. dan setelah dia letih berteriak. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. dan lalu menjanjikan uang.

dan melihat muka harimau. hanya sepuluh meter di depannya. yang telah menimbulkan korban begitu banyak diantara mereka. karena keletihaan. Mereka Kemudian mereka mendengar seakan ada sesuatu bergerak dalam belukar di depannya. Hanya mata yang amat tajam sekali dan yang memperhatikannya dengan seksama gerakan daun dan dahan yang dibuai angin. dia mengangkat senapan perlahan-lahan.pecah. mereka muka harimau yang telah memburu-buru Tiraikasih Website http://kangzusi. agak terbuka di Harimau itu memperhatikan hadapannya dan kemudian dia menegangkan tubuhnya dan sebuah geram kecil timbul di dalam rongga dadanya. Kemudian tibatiba Buyung mengangkat kepalanya. dan berbisik pada Buyung.com/ Dewi KZ 179 berhari-hari. Perlahan dan halus sekali. dan mereka melihat muka harimau dapat membedakan gerakan itu dengan menunggu dengan hati berdebar-debar. dengan kepala terkulai. Wak Katok telah beberapa waktu diam.. Dia melihat kepada Wak Katok yang terikat bersandar ke pohon di hadapannya. Kini mereka yang berhadap-hadapan. muncul. "Tak kasihan engkau?" Tetapi Buyung menggelengkan kepalanya. Perlahan-lahan belukar di depan mereka tersibak.. Sebuah tali nalurinya seakan dipetik berdenting . Akan tetapi dia mengangkat kepalanya ketika mendengar harimau mengeram kecil. Belum ada sesuatu yang terdengar. dia tempat . Sanip sampai tak tahan.

. dan bunyi erang ketakutan yang menyayat hati. Harimau itu merendahkan badannya. Akan tetapi kini dia merasa seluruh badan dan pikirannya tenang. tetapi dia seakan mendengar bisikan Pak Haji ... biarlah Wak Katok dibunuh harimau. Buyung membidik hati-hati .com/ Dewi KZ 180 terhempas melompat. dan yang ke luar dari mulutnya hanyalah bunyi napas yang dikejutkan ke luar. dan harimau Tiraikasih Website http://kangzusi.. Hatinya tertarik pada pikiran ini ..bunuhlah dahulu harimau dalam hatimu sendiri . meronta-ronta sebentar di tanah. siap hendak melompat . membidikkan senapan tepat ke tengah antara kedua mata harimau. Sepanjang hari hatinya selalu bertanya-tanya.. dan ketika harimau membuka mulutnya mengaum yang dahsyat berkumandang bergelombang di dalam hutan.. dia menginsyafi bahaya besar yang mereka hadapi. apakah dia tidak akan ketakutan dan tak kuasa membidik. dan mereka melihat seakan harimau ditahan oleh sebuah tangan raksasa yang maha kuat di udara. dan kemudian diam.. Buyung membidik hatihati. Kemudian melintas dalam kepalanya..membuka mulutnya hendak menjerit. dia yakin pada dirinya sendiri.. dia dapat juga membiarkan hariamau menerkam Wak Katok dahulu. mati di tanah satu meter dari tempatnya . bercampur dengan pekik erang sang harimau. menunggu . Dengan gembira dia melihat tangannya tak gemetar. Dia tahu apa yang dilakukannya. akan tetapi tibatiba kepalanya jatuh terkulai.. dan dia merasa khawatir. tangannya dan seluruh badannya akan gemetar jika melihat harimau. memberatkan jari telunjuknya pada pelatuk senapan. dan kemudian baru dia menembak ..

Buyung dan Sanip duduk . Dia menarik napas lega. Dalam malam ketika mereka duduk dekat api unggun yang mereka pasang lebih besar dari biasa. Dengan cemas Buyung memeriksa pukulan jantungnya. Buyung dengan cepat mengisi senapan kembali. Habislah mengalir lalu segala ketegangan dan ancaman ketakutan yang dahsyat dan ngeri yang mereka derita sejak berhari-hari. Peluru tepat mengenai tempat di tengah-tengah kedua matanya. Sanip melompatlompat dan melonjak-lonjak kegirangan. dan kita memasang pondok di tepi sungai. Buyung melepaskan tali ikatan Wak Katok. melihat apakah harimau benar-benar telah mati." Petang itu mereka masih sempat menguburkan sisa-sisa Sutan. Wak Katok masih hidup. dan Wak Katok tergelincir jatuh ke tanah. dan Wak Katok duduk terikat kaki dan tangannya dekat api. Dia hanya jatuh pingsan ketakutan. Tinggallah hanya kini kenangan sayu pada kawan-kawan yang telah jadi korban. Kemudian dengan hati-hati Buyung dan Sanip mendekati harimau. Dan Buyung melihat bahwa celana Wak Katok basah. "Mari kita kuliti dia cepat." kata Buyung. dan beberapa saat mereka menunggu. dan keduanya lalu berteriak kegirangan melihat harimau telah mati. "kita bermalam saja di sini malam ini. Harimau itu sungguh besar.terbujur.

Dan dia merasakan. Buyung tersenyum pada dirinya sendiri . di saat itu sungguh dia amat terpedaya oleh suara iblis yaip membisikkan ke telinganya untuk menahan pelatuk..com/ Dewi KZ 181 Rubiyah. ketika dia membidik harimau. agar harimau menerkam Wak Katok lebih dahulu . ingat pada kata-kata Pak Haji.. . Sebuah kesadaran baru timbul dalma dirinya. Kegembiraan yang terasa olehnya duduk demikian dekat api unggun seperti dulu masih belum kembali.. Dia teringat pada apa yang telah terjadi selama beberapa hari yang lalu.diam-diam. Dia akan memasang jerat lain untuk menangkap kancil untuk Zaitun. Buyung duduk memandangi lidah-lidah api yang menari-nari. bahwa bukan saja dengan tarikan pelatuk senapan dia telah menembak mati harimau rimba yang buas.. dan dia melawannya dengan kuat. akan tetapi juga harimau di dalam dirinya sendiri. Jika demikian dirinyalah yang dipikat oleh Siti Rubiyah. Wak Katok tak pernah lagi membuka mulutnya sejak dia sadar dari pingsannya. ketika dia menarik pelatuk. Mereka tak bernafsu untuk berbicara banyak kini. Akan tetapi dia tak menyesal.akan tetapi dia sadar. kemudian dia teringat pada saat penuh ketegangan. dan jari menekan pelatuk senapan. bahwa harimau dalam hatinyalah yang berbisik demikian. dan dia tak merasa benci pada Siti Rubiyah. Seakan di celah lidah-lidah api dia dapat melihat Siti Tiraikasih Website http://kangzusi.

bunuhlah dahulu harimau dalam dirimu . Talib dan Sutan . atau ada dan tak adanya kezaliman tidak boleh diukur dengan jauhnya terjadi dari diri seseorang. ya.. Pak Haji. Dia tahu benar kini. Buyung merasa sesuatu yang segar .. Wak Katok. Siapakah yang menyangka hal-hal yang demikian dalam diri Pak Balam..... Sanip.. dan pura-pura menutup mata terhadap kezaliman yang menimpa diri orang lain . dia akan mulai mencintai Zaitun .? Setiap orang wajib melawan kezaliman di mana pun juga kezaliman itu berada. mereka esok akan pulang ke kampung dan tahu. besar kecil kezaliman. Manusia di mana juga di dunia harus mencintai manusia. telah habis dia kini tahu bahwa hidup manusia tak semudah yang disangkanya... Apa yang terjadi antara Siti Rubiyah dengan dia adalah sebagai air sungai yang telah mengalir jauh di belakang -telah tertutup.. dia tak akan kembali memenuhi janjinya pada Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 182 Haji dengan kata-katanya .. dia akan mencintai manusia. Dia kini mengerti benar apa yang dimaksud oleh Pak Tiraikasih Website http://kangzusi.. Salahlah bagi orang memencilkan diri.. dia akan belajar dan berusaha jadi manusia yang hidup dengan manusia lain . orang sendiri tak dapat hidup sebagai manusia.Sebuah kesadaran baru tentang hidup dan manusia terasa tumbuh dalam dirinya. dan untuk menjadi manusia haruslah orang terlebih dahulu membunuh harimau di dalam dirinya. Untuk membina kemanusiaan perlulah mencinta..

warnanya merah hati ayam. bagus sekali kalau digosok. seakan sebuah beban berat yang selama ini menimpa kepala dan seluruh dirinya telah terangkat. Ia mendirikan Tiraikasih Website http://kangzusi." TAMAT BIO DATA PENULIS MOCHTAR LUBIS .. ada sebuah batu yang sebenarnya baik dibuat cincin. diikat dengan suasa. Alangkah enaknya merasa jadi manusia kembali..." "Mengapa?" tanya Sanip heran. Selain sebagai wartawan ia dikenal sebagai sastrawan. ikatan mantera dan ikatan jimat yang palsu. ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. esok kita cari di sungai. ada yang aku sayangkan kita membuang jimat-jimat Wak Katok ke dalam api.. lepas dari ikatan takhyul. Ia turut mendirikan Kantor Berita 'Antara'." Sanip tertawa: "Jika engkau ingin batu cincin. Pada waktu pemerintahan rezim Sukarno.com/ Dewi KZ 183 majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. "Karena di antara batu-batu jimat itu. Buyung tersenyum.pengarang ternama ini dilahirkan tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Cerita-cerita pendeknya dikumpulkan dalam buku SiJamal . dan berkata : "Sanip.. Pinggangnya terasa bebas lepas dari ikatan jimat-jimat palsu yang diberikan Wak Katok .memasuki dirinya. kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang lelah dilarang terbit. dan berpaling pada Sanip. Sejak zaman Jepang ia telah aklif dalam lapangan penerangan.

Senja di Jakarta yang mula-mula terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Twilight in Jakarta (1963) dan terbit dalam bahasa Melayu tahun 1964. Jalan Tak Ada Ujung (1952) yang mendapat hadiah sastra dari BMKN. Kadang-kadang ia pun menulis esai dengan nama samaran Savitri dan juga menterjemahkan beberapa karya sastra asing seperti Tiga Cerita dari Negeri Dollar (1950). Sedangkan Maut dan Cinta (Pustaka Jaya 1971) mendapat hadiah Yayasan Jaya Raya. Sedangkan romannya yang telah terbit: Tidak Ada Esok (1950). Pada tahun 1950 ia mendapat hadiah alas laporannya tentang Perang Korea dan tahun 1966 mendapat hadiah Magsaysay untuk karya-karya jurnalistiknya. Kisah-kisah dari Eropa (1952). .(1950) dan Perempuan (1956). Selain itu. romannya yang mendapat sambutan luas dengan judul Harimau! Harimau! (Pustaka Jaya 1975) telah mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama sebagai buku terbaik tahun 1975.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful