MOCHTAR LUBIS HARIMAU! HARIMAU! Yayasan Obor Indonesia Jakarta, 1993 Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam I orbitan (KDT) LUBIS, Mochtar Harimau-Harimaii/Mochtar Purnama Sidhi. - Eil. 1. -Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992 vi + 214 hlm.: 17 cm. ISBN 979-461 -109-3. Judul. 813 Judul: Mochtar Lubis, Harimau! Harimau! Copyright © Mochtar Lubis Hak Cipta dilindungi Undang-Undang • Ali rights reserved Celakan pertama sampai dengan keempat oleh P.T. Dunia Pustaka Jaya Diterbitkan ulang pertama kali Lubis; ilusirasi, Ipong

oleh Yayasan Obor Indonesia, anggota IKAPI DKI Jakarta Edisi pertama : Mei 1992 Edisi kedua: September 1993 YOI: 149.10.8.92 Desain Sampul: lpong Purnama Sidhi Alamat Penerbit: Jl. Plaju no.lOJakaita 10230 Telp. 32448$; 32697$ Fax. (021)324188

Sebagian terbesar bagian hutan raya tak pernah ……..melintas ketakutan lewat sudut jalan-jalan dan tanah lapang meratap kengerian angin lalu ada yang tidur yang lain bangun hati berdebar cemas turunlah hujan semuanya teror dan sunyi sepi…… dijejak manusia dan di dalam hutan raya hidup bernapas dengan kuatnya. Berbagai margasatwa hidup dan di serangga dalamnya. penghuninya mempertahankan

Demikian pula tanaman dan bunga-bunga anggrek, yang banyak merupakan mahkota di puncak-puncak pohon tinggi. Di bahagian atas hutan raya hidup siamang, beruk

1
Hutan Raya terhampar di seluruh pulau, dari tepi pantai tempat ombak-ombak samudera yang terentang hingga ke Kutub Selatan menghempaskan diri setelah perjalanan yang amat jauhnya hingga ke puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi dan setiap hari diselimuti awan tebal. Hutan raya berubah-ubah wajahnya. Yang dekat pantai merupakan hutan-hutan kayu bakau, dan semakin jauh ke darat dan semakin tinggi letaknya, berubah pula kayu-kayu dan tanaman di dalamnya, hingga tiba pada pohon-pohon besar dan tinggi, sepanjang masa ditutup lumut, yang merupakan rendarenda terurai dari cabang dan dahan.

dansebangsanya dan burung-burung; dan di bawah, di atas tanah, hidup harimau kumbang, gajah dan beruang; di sepanjang sungai tapir, badak, ular, buaya, rusa, kancil dan ratusan makhluk lain. Dan di dalam tanah serangga berkembang biak. Banyak bagian hutan raya yang menakutkan, yang penuh dengan paya yang mengandung bahaya maut dan hutan-hutan gelap yang basah senantiasa dari abad ke abad. Akantetapi pula ada bahagian yang indah dan amat menarik hati,tak ubahnya seakan hutan dalam cerita tentang dunia peri dan bidadari, hutan-hutan kecil yang dialasi oleh rumput hijau yang rata, yang seakan selalu dipelihara dan dibersihkan, dikelilingi oleh pohon-

pohon cemara yang tinggi dan langsing semampai dan yang menyebarkan wangi minyak cemara ke seluruh hutan. Di tengah hutan yang demikian sebuah anak sungai kecil, dengan airnya yang sejuk dan bersih mengalir, menccraeah, menyanyi-nyanyi dan berbisikbisik, dan akan inginlah orang tinggal di sana selamalamanya. Di dalam hutan terdapat pula sumber-sumber nafkah hidup manusia, rotan dan damar dan berbagai bahan kayu. Manusia yang dahulu hidup di dalam hutan seperti binatang, dan kemudian meninggalkan hutan untuk membangun kota dan desa, kini pun selalu kembali ke dalam hutan untuk berburu atau mencari nafkah. Mereka bertujuh telah seminggu lamanya tinggal di dalam hutan mengumpulkan damar. Pak Haji Rakhmad, yang tertuadi antara mereka. Pak Haji demikian panggilannya sehari-hari, telah berumur enam puluh tahun. Meskipun umurnya telah selanjut itu, akan tetapi badannya masih tetap sehat dan kuat, mata dan pendengarannya masih terang. Mendaki dan menuruni gunung membawa beban damar atau rotan yang berat,

menghirup udara segar di alam terbuka yang luas, menyebabkan orang tinggal sehat dan kuat. Pak Haji selalu membanggakan diri, bahwa dia tak pernah sakit seumur hidupnya. Dia bangga benar tak pernah merasa sakit pinggang atau sakit kepala. Di waktu mudanya ketika dia berumur sembilan belas tahun, dia pernah meninggalkan kampungnya, dan pergi mengembara ke negeri-negeri lain. Ada lima tahun lamanya dia bekerja di kapal. Dia pernah tinggal dua tahun di India, belajar mengaji di sana. Pak Haji juga pernah mengembara ke negeri Jepang, ke negeri Cina, ke benua Afrika dan ke bandarbandar orang kulit putih dengan kota-kotanya yang ramai. Akan tetapi kampung halaman memanggilnya juga kembali. Dan setelah dua puluh tahun mengembara, akhirnya Pak Haji menunaikan ibadah haji, dan kemudian kembali ke kampung. Dia kembali bekerja mencari damar, seperti yang dilakukan oleh ayahnya dahulu, dan yang telah dilakukannya pula sejak dia berumur tiga belas tahun mengikuti ayahnya. Pak Haji selalu berkata, setelah merasakan semua

Anggota rombongan yang ketujuh ialah Pak Balam yang sebaya dengan Wak Katok.pengalamannya di dunia. Perawakannya kukuh dan keras. yang dianggap seorang pemimpin dan disegani orang banyak. kumisnya panjang dan lebat. matanya bersinar tajam. Talib berumur dua puluh tujuh tahun dan telah beristri dan beranak tiga. Mereka melihat wak Katok merupakan salah seorang yang dituakan di kampung. juga telah beristri dan punya empat anak. Dia terkenal juga sebagai pemburu yang mahir. berumur dua puluh dua tahun dan telah berkeluarga. Secara tak pemimpin rombongan pendamar itu. Wak Katok berumur lima puluh tahun. Yang muda-muda di antara mereka bertujuh. Bibirnya penuh dan tebal. otot-otot tangan dan kakinya bergumpalan. yang termuda di antara mereka. Anak-anak muda itu semuanya murid pencak Wak Katok. Mereka juga belajar ilmu sihir dan gaib padanya. Tampangnya masih serupa orang yang baru berumur empat puluhan saja. dia lebih senang juga jadi orang pendamar. rambutnya masih hitam. Dia juga ahli pencak dan dianggap dukun besar di kampung. dan Buyung. baru berumur sembilan belas tahun. Mereka tak pernah meragukan kebenaran kata-kata dan perbuatannya. Sanip berumur dua puluh lima tahun. Sutan. Orangnya resmi Wak Katoklah yang merupakan .

Isterinya terusmenerus sakit. Mereka termasuk orang baik di mata orang sekampung. ketika beruang menghadangnya di hutan. Benar juga. dan malahan agak ditakuti. yang menganggapnya sebagai seorang pahlawan. Dan tentang ilmu sihirnya. menderita penyakit malaria ketika hamil di Tanah Merah. Isterinya. yang mengikutinya dahulu ke pembuangan. Khadijah.. kandungannya keguguran. badannya kurus. meskipun mereka sebenarnya tak berkongsi. yang telah berani ikut mengangkat senjata melawan Belanda. Menurut cerita. si perempuan sampai minta cerai dari suaminya. mereka merasa lebih aman dan lebih dapat bantumembantu melakukan pekerjaan. bahwa dulu. sewaktu dia masih muda. dan uangnya selalu habis untuk membeli segala rupa obat. meninggalkan suami dan anakanaknya.. akan tetapi kuat bekerja.pendiam. Akan tetapi dengan berombongan tujuh orang bersamasama. Diceritakan orang juga. Mereka bertujuh selalu bersama-sama pergi mengumpulkan damar.di kampung. Pak Balam juga dihormati orang. Banyak cerita lain tentang kejagoan Wak Katok. orang hanya berani berbisikbisik saja tentang ini. disegani. dan sejak itu tak pernah lagi dapat beranak. Kata orang dia dapat bertemu dengan hantu dan jin. pernah seseorang yang tergila-gila padaseorang perempuan. dan mahir sebagai dukun. Dia pernah ditangkap pemerintah Belanda di waktu apa yang dinamakan pemberontakan komunis di tahun 1926. Dia tak punya anak. karena termashurahli pencak. dan masing-masing menerima hasil penjualan damar yang dikumpulkannya sendiri. Orang kampung . Dan beruanglah yang kalah dan lari masuk hutan. dan dibuang oleh Belanda selama empat tahun ke Tanah Merah.. minta pada Wak Katok dibuatkan gunaguna untuk merebut hati perempuan itu. dia pernah berpencak melawan seekor beruang. Wak Katok dihormati.

duduk mengobrol di kedai kopi seperti orang lain. Sutan. Buyung. pergi sembahyang ke mesjid. dan tidak percaya pada agama. Pak Haji kelihatannya senang dikesampingkan begitu. Mereka orang-orang wajar seperti sebagian terbesar orang di kampung. Pak Haji dihormati orang di kampung. dan rakyat tidak lagi merasa hidup bebas dan merdeka. Akan tetapi orang kampung kurang mengerti dia. dia seakan mengasingkan diri. Mereka baik dalam pergaulan. Mula-mula orang kampung mengatakan dia jadi angkuh karena telah lama di luar negeri. bahwa Pak Balam bukan seorang komunis.tahu. memaksa rakyat membayar macam-macam pajak baru. Sejak dia pulang dari pengembaraannya ke dunia luar. karena umurnya dan hajinya. Karena orang komunis tidak mengakui adanya Tuhan. memencilkan diri di kampung. mereka ikut bekerja besama-sama ketika ada orang . Dia tak hendak menikah. Pak Balam dan kawankawannya dahulu bangkit menekan rakyat. akan tetapi lama-lama orang biasa juga dengan tingkahnya yang aneh. karena Belanda terlalu keluarganya. Dia seorang yang saleh beragama dan pasti bukan orang komunis. meskipun dipaksa-paksa oleh melawan Belanda. dan orang kampung pun tidak lagi mengacuhkannya. Dia tak hendak jadi pemimpin di kampung. Talib dan Sanip juga termasuk anak muda yang dianggap sopan dan baik di kampung. baik pemimpin agama maupun masyarakat.

Biasanya jarang dia membawa senapan jika men-damar. berganti-ganti dengan Wak Katok. mereka menangis. kesal. Buyung amat senang dengan senapan itu. saudara dan kawan yang baik. Mereka adalah manusia biasa. mereka marah. mereka berharap. akan tetapi bagus sekali. Mereka tertawa. sedih seperti juga orang lain di kampung. Senjata adalah perhiasan letaki. Mencari nafkah untuk keluarga. suami. bandar atau pun menyelenggarakan perhelatan. Dia senang menyandangnya.membangun rumah. mereka mimpi. Tetapi sekali ini dia mengatakan. memperbaiki jalan-jalan. hendak mengajak mereka memburu rusa. Senapan lantaknya sudah amat tua. Mereka tak berbeda dari orang lain. Senapan hanya dipakainya jika berburu rusa atau babi. Mereka adalah ayah. yang dua bulan lalu acap datang memasuki huma Wak Hitam. 0oo0 2 Wak Katok membawa senapan lantaknya. tempat mereka bermalam di tengah hutan. Dan . Laras besinya penuh dengan ukiran halus. Dan kini mereka bekerja di dalam hutan raya. Pisau belati. atau keris. atau parang di pinggang adalah pelengkap pakaian letaki.

Barulah senapan dapat ditembakkan. karena dia tahu Buyung senang pada senapan. Buyung telah lama ingin mempunyai senapan sendiri. Tiap kali setelah Buyung meminjamnya. Mula-mula harus dimasukkan tepung mesiu melalui laras depan. beratus kali. maka senapan selalu dikembalikan jauh lebih bersih dan diminyaki pula. dan selalu menjaga dan membersihkannya baik-baik. Telah dua tahun lamanya dia menyimpan uang untuk membeli sebuah senapan. Akan tetapi. Buyung akan menggosok laras senapan berulang-ulang. Lalu mesiu dilantak dengan tongkatnya. supaya padat. senapan lantak memaksa orang harus mahir dan tepat membidik dan . Dan sedang kita berbuat demikian. Kemudian peluru dimasukkan. Wak Katok suka juga meminjamkan senapannya kepada Buyung.senapan di bahu lebih lagi memberi rasa gagah dan perwira pada seorang letaki. Senapan lantak terlalu lamban untuk dibawa berburu. dan gagangsenapan dari kayu mahoni cokelat kehitaman akan kelihatan halus dan berkilau seperti beludru. Sekikis debu pun atau bekas mesiu tak ada yang tertinggal. rusa atau babi telah lama lari dan menghilang. didorong lagi ke dalam. hingga laras besi bersinar biru tua berkilauan ditimpa cahaya. Tapi dia tak bermaksud membeli senapan lantak yang kuno.

dia mahir mencium kebiasaan dan ketakuan berbagai rupa mahkluk hutan. harus kena dengan tepat. pelurunya menembus mata kiri seekor babi yang datang menyerang. Buyung bangga benar dengan kepandaiannya menembakkan senapan lantak. Wak Katok sendiri pernah datang dari Wak Katok. Karena menurut cerita orang di kampung. tak seorang juga yang dapat menandingi Wak Katok perkara menembak dan berburu. Karena itu dia yang terpandai di seluruh kampung. Wak Katok pandai membaca segala macam jejak di hutan.menembak. Pujian dari Wak Katok sebagai pemburu yang termahir dan penembak merupakan semacam pengangkatan resmi juga untuk Buyung. Sekali bidik dan sekali tembak. dan di sanalah peluru mengenai memujinya. Sejak kecilnya Buyung telah mendengar cerita-cerita tentang kejagoan dana kebesaran Wak Katok. Sungguh sebuah pujian besar sang babi. Dia pernah membidik seekor babi yang sedang lari. Wak Katok dalam kemarahan hatinya ketika itu mengatakan. Jarang benar dia meleset. . bahwa dia sendiri pun tak dapat memperbaiki tembakan Buyung. yang dibidiknya tepat di belakang kupingnya. ketika dalam berburu babi ramai-ramai dengan orang kampung. Hampir selalu kena sasarannya. Jika tidak maka akan hilanglah kesempatan menembak untuk kedua kalinya. Buyung merasa amat bangga dan namanya sebagai penembak yang mahir mulai termashur di kampung.

dan malahan diterima pula menjadi murid pencak dan ilmu sihirnya. kaki atau pisau mengenai lawannya. dia punya ilmu pemanis untuk orang muda. Dia pandai mengobati penyakit biasa.sungguh merasa beruntung dapat ikut mendamar dalam rombongan Wak Katok. jimat supaya kebal terhadap senjata. Wak Katok dapat membunuh lawannya. hingga tak dapat terlihat oleh orang lain. Dia terutama sekali ingin dapat belajar mantera pemikat hati gadis. Cukup dengan gerak tangan atau kaki saja yang ditujukan ke arah kepala. yang dapat mengelakkan bahaya ular. dia pandai membuat jimat yang ampuh. dia dapat membuat orang muntah darah sampai mati. letaki atau perempuan. Dia telah jatuh cinta benar pada si Zaitun. membuat orang menerima permintaan seseorang. Buyung dan kawan-kawannya selalu bermimpi akan diberi pelajaran oleh Wak Katok ilmu sihir yang dahsyat. dia punya ilmu yang dapat membuat seseorang sakit perut sampai mati. dan lawannya pasti akan jatuh. mati terhampar di tanah. tanpa tangan. Menurut cerita orang. akan tetapi juga dapat mengobati perempuan atau letaki yang kena guna-guna. dan dia punya mantera untuk menghilang. anak Wak . jika bersilat. dia punya mantera dan jimat supaya orang selamat dalam perjalanan. atau binatang buas yang lain. atau jimat supaya kebal terhadap racun ular. perut atau ulu hati lawan. membuat orang jatuh sayang atau takut atau segan. Sebagai dukun dia terkenal ke kampung lain.

jika melihat Buyung dari jauh datang hendak berpapasan dengan dia. darahnya berdebar teringat pada kemungkinan ini. Buyung dan kawan-kawannya juga amat ingin mendapat ilmu menghilang. Ayah Buyung bersahabat dengan ayah Zaitun.. dan memancarkan cahaya yang penuh arti.. jika dapat ilmu demikian. nanti engkau buat tergila-gila padamu semua perempuan di kampung ini.. alangkah mudahnya dia mengintip Zaitun lagi tidur. dan seakan tak tahu bahwa Buyung lewat dekatnya. darah masih panas. pura-pura asyik bercakap-cakap dengan kawan-kawannya. Akan tetapi kadang-kadang. kalau kita dihina . dan alangkah mudahnya dia menjadi kaya jika dia punya ilmu serupa itu . atau jika engkau sungguh cinta dan hendak memperistri seorang perempuan. Akan tetapi tak boleh engkau pakai untuk menggoda isteri orang. Pak Lebai di kampung. Ilmu ini hanya untuk membela perempuan. Ketika mereka masih kehormatan letaki. akan tetapi sang gadis seakan acuh tak acuh saja. Engkau masih terlalu muda. kata Wak Katok. atau lagi mandi .. Dia telah bermimpi tentang hal-hal yang dapat dilakukannya. dan Buyung pun sejak kecil berkawan dengan Zaitun. Dan mata Zaitun akan mencari matanya. jika mereka bertemu di jalan yang menuju pancuran.Hamdani. maka dari jauh-jauh dia telah membuang mukanya. Tetapi Wak Katok belum hendak memberikan ilmu ini kepadanya.. Kadang-kadang Zaitun tersenyum amat manis sekali kepadanya.

dan kini dia telah jadi seorang muda. Tiba-tiba saja Zaitun telah jadi seorang gadis. . dan hampirhampir mereka tak pernah bertemu lagi. maka Buyung merasa hatinya seakan terlonjak. Jika Zaitun demikian. dan kakinya serasa tak berpijak lagi di lantai. ketika dia berumur dua belas tahun. dan kebetulan Buyung ada di rumah. sehingga Zaitun nienangis. Buyung tak tahu apa perasaan Zaitun yang sebenarnya terhadap dirinya. dan mereka tak lagi dapat bergaul sebebas dahulu. Bagaimana hendak memikat hati gadis yang demikian. Jika dia disuruh ibunya ke rumah Buyung membawa kiriman masakan. jika Zaitun datang ke rumahnya. Zaitun seakan menjauhkan diri. dia menegur Buyung. maka Zaitun berbuat tak acuh sama sekali. mereka sering main bersama-sama. ketika Zaitun berbicara dengan ibunya. terlambaung ke langit yang ketujuh. Dan dia ingat sering menggangu Zaitun terlalu sekali. dan jika Buyung mendekat.kanak-kanak. Tetapi. maka jangankan melihat Buyung saja pun dia tak mau. penuh bunyi suling dan orang menyanyi. tiba-tiba saja. dan sekelilingnya terasa olehnya terang benderang. Kadang-kadang Zaitun baik sekali. Buyung hanya setahun saja lebih tua. Tetapi kadang-kadang. dan menyapa Buyung dengan "kakak" padahal. maka terkadang dia baik dan manis sekali pada Buyung dan akan tersenyum manis pula dan dia kelihatan amat cantiknya.

Dia telah berumur sembilan belas tahun. dan rajin sembahyang dan mengaji." terdengar suara ayahnya. Di mata ibunya. asal Wak Katok mengajarkan mantera yang diperlukan. Buyung tahu bahwa orang tuanya. Dia pandai pula menjahit. dia masih tetap saja seorang anak kecil yang belum dewasa. dia telah tamat sekolah rakyat." terdengar olehnya suara ibunya berkata dengan bangga. Sudah sembilan belas tahun umurnya. ayah dan ibunya. "Sebenarnya sudah boleh kita kawinkan dia. Ayahnya tertawa. ketika Zaitun datang membawa makanan untuk ibu Buyung dan setelah Zaitun pergi. dan berkata : "Di matamu tak ada anak yang lebih gagah lagi dari anakmu sendiri. dan dia pun sudah pandai mencari nafkah sendiri." "Ya." Hati Buyung berdebar-debar. "Kiranya Zaitun senang padanya?" "Semua gadis kampung akan suka bersuamikan Buyung. dia telah tamat Qur'an sampai dua kali. bahwa dia tak ada di rumah. Kelihatannya baik takunya. Dia pun sudah sekolah." "Si Buyung pun sudah besar. Sedang Buyung menganggap dirinya telah dewasa.kalau tidak dengan mantera Wak Katok? Buyung bersedia melakukan apa saja." sahut ibu Buyung. Buyung mendengar dari kamar di sebelah. Buyung pernah mendengar mereka membicarakan hal ini. ayahnya berkata : "Si Tun sudah gadis benar. ketika ayah dan ibunya menyangka. Dan tak juga terjawab . Dan dia pun sudah pandai bekerja." kata ibu Buyung. "Entahlah si Buyung itu." kata ayahnya. Ini terjadi pada suatu petang. "dia rajin bekerja di rumah. berkenan menerima Zaitun sebagai menantu. Tetapi ayah dan ibunya berhenti membicarakan Zaitun.

sebagainya.pertanyaan. Buyung tahu. Yang . bahwa jika Zaitun tak merasa seperti yang dirasakannya. akan tetapi dia sendiri ingin memilih isteri. Jika anjing lain hanya menyatak-nyatak saja bila mengerubungi babi. karena Pak Lebai amat suka berburu. Cintakah Zaitun padanya. bagaimana dan pekerjaannya pengajiannya. Akan tetapi hatinya terobat juga mengingat. maka rasanya tak puas hatinya akan kawin dengan Zaitun. Susah juga hati Buyung sebentar ketika itu. tetapi anjingnya terkenal amat berani. Buyung merasa. Buyung hanya punya seekor. Buyung tahu. dan dia selalu mencari menanyakan damar. bahwa ayah Zaitun. Pak Lebai senang padanya. apakah Zaitun suka padanya. keadaan bagaimana Buyung. Pak Lebai selalu bersikap baik padanya. dan isterinya memilih dia pula. seperti dia cinta pada Zaitun. meskipun kedua orang tua mereka menyetujui biasanya orang kawin menurut pilihan yang dilakukan orang tua saja. Dan malahan Pak Lebai pernah meminta pikiran Buyung tentang bagaimana melatih anjing untuk berburu. Kadang-kadang serasa hilang akal Buyung memikirkan perkawinan itu. Buyung dalam hati sebenarnya tak melihat sesuatu halangan meragukan hanyalah bagaimana sebenarnya hati Zaitun sendiri terhadap dirinya. bahwa untuk menikah dengan Zaitun. Pak Lebai punya empat ekor anjing berburu. bahwa ayah dan ibunya ternyata senang dan suka pada Zaitun. Buyung merasa amat bangga dalam hatinya. maka anjing Buyung biasanya yang pertama menyerang. tiap kali mereka berjumpa.

seperti kini dia selalu membayangkan Zaitun. Buyung telah memutuskan dalam hatinya. berombak-ombak. dan kakinya cantik sekali. supaya Zaitun setiap saat ingat padanya. sugi tembakau bibinya bergerak di mana-mana. Kulitnya kuning langsat. Jangan seperti bibi Buyung. Pamannya selalu bertanya.. hampir sekepal tinju menurut cerita pamannya. maka Zaitun tidak akan diizinkannya makan sirih dan kapur yang menghitamkan gigi. dan amat hitam warnanya. Pergelangan kakinya ramping. mengapa bibi tak dapat membuang sugi dengan teratur ke tempat ludah. di tangga. Dan pamannya tak berhenti-hentinya mengeluh tentang sugi bibinya ini.. Dan kalau dia berkelahi dengan paman. Pinggangnya amat ramping. membuat Zaitun jatuh cinta jika nanti dia kawin dengan Zaitun. dan giginya putih dan teratur. Buyung pernah mengintip Zaitun sedang mandi dengan kawan-kawannya di pancuran. terurai sampai ke bawah pinggang.. Dan sugi bibinya besar-besar. Bibirnya merah.bagaimana padanya. Rambut Zaitun panjang. dapat. dan supaya dirinya selalu terbayang di depan matanya. di ruangan tamu. di dapur. di atas meja. Alangkah cantiknya Zaitun. rindu padanya. bahwa . di bawah bantal. Apalagi bersugi tembakau. meskipun dia tak makan sirih. maka dia suka lupa dan melempar paman dengan suginya yang besar.

Waktu mengaji pun suaranyalah yang paling lembut dan merayu. lagu seseorang yang rindu pada kekasihnya yang pergi jauh yang merantau.. jika dia ketahuan mengintip gadis-gadis yang sedang mandi? Aduh. Zaitun sekelas lebih rendah dari Buyung. jika Zaitun yang membacanya terdengar seratus kali lebih menarik dari jika dibacakan oleh Pak Lebai. alangkah malunya . Tetapi itu dahulu. Entahlah kini.dan bertanya-lanya dirindukannya akan pulang ke kampung. dan Zaitun selalu jadi bintang penyanyi kelasnya. Suaranya amat halus dan merdu. Dalam hatinya Buyung amat ingin lekas menjadi lebih begitu inginnya dia hendak apabitakah kekasihnya . karena teringat apa kata orang sekampung. Pernah juga Buyung mendengar tak pernah berhasil melatih bibinya Zaitun menyanyi di pancuran bersama dengan kawankawannya. Mereka menyanyikan lagu sedih. mendengarkan lagu Zaitun dari dekat. Hampir saja Buyung ke luar dari tempat persembunyiannya. dan dia akan ditertawakan dan diolokolokkan oleh seluruh kampung. Suara Zaitun amat merdu.. Di waktu mereka sama-sama sekolah.seperti perempuan lain yang makan sirih dan bersugi? Tetapi pamannya menyimpan sugi demikian. Telah lama Buyung tak mendengar Zaitun menyanyi. Akan letapi dia menahan dirinya kuatkuat.. Ayat-ayat Kitab Suci. Buyung tak hendak mengalami serupa ini dengan Zaitun.

bunyi suling yang menangis. yang kerinduan. yang telah menikah.dewasa dan letaki yang matang. Dapat saja disuruhnya dangung-dangung menyanyi. tua atau muda. dan merataplah dangung-dangung. Buyung pun akan mengeluarkan sulingnya. mengambil rotan dan damar. berladang. Sanip selalu membawa sebuah dangung-dangung dalam saku bajunya. dan yang pandai pula bekerja mencari uang. dan ikutlah dia menyanyi. Umpamanya Sutan. sedusedan kawannya yang lain. dipasangnya ke mulutnya. dan Sanip menyanyikan lagu-lagu sedihnya dengan dangung-dangung. meskipun mereka sama-sama murid Wak Katok.. . dan suara Talib menyampaikan ratap tangis orang yang kesepian. maka keluarlah dangung-dangung. pikirnya. Yang paling senang kiranya orang seperti Sanip. dan amat pandainya bergaul dengan perempuan. seperti kawan- Pandai benar dia memainkan dangung-dangung. dan mereka bertiga akan meratap ber sama-sama. Jika mereka sedang duduk di sekeliling api unggun di tengah rimba. yang lebih pandai bersilat dari dia. maka Talib biasanya tak dapat menahan dirinya.. Sanip penggembira sekali. berpantun yang sedihsedih. sekali lagu sedih. sekali lagu gembira. dan dia pun memainkan segala macam lagu. Dia bersawah. berjual beli kambing atau lembu. Dan setiap ada kesempatan. Bunyi dangungdangung yang hilang-hilang timbul. dan kadang-kadang dia berdagang pula. yang kehilangan.

ratap hati manusia yang haus pada kebahagiaan. menari dan menyanyi. Buyung juga cemburu melihat Sanip yang dengan mudah menganggap segala apa yang terjadi seperti soal yang ringan. Wak Katok. Buyung juga suka merasa cemburu pada Sanip. Cemburu pada keriangannya. maka dangung-dangung disuruh menyanyi gembira. orang yang bermuka dan berbadan keras. muda yang lain tak dapat menahan diri. dan ia pun akan ikut menyanyi dengan suaranya yang agak serak. juga kelihatan terkesan oleh lagu-lagu demikian. dan kelihatan seakan wajahnya jadi kosong. Cocok juga perangainya yang periang ini dengan badannya yang pendek dan gemuk. Dia suka melucu dan menceritakan kisah-kisah yang lucu. Dan mereka bertujuh duduk di sekeliling api. Kalau umpamanya mereka sedang . yang menimbulkan tertawa mereka terkekeh-kekeh. hasrat-hasrat sendiri. Jika timbul hatinya hendak bergembira. Banyak benar leluconnya tentang ketakuan lebai. ikut berdiri. dan dia akan berdiri dan menari. Pak Haji akan duduk termenung. Dia ingin dapat semudah Sanip menyanyi dan menari dan bercerita. sehingga anak-anak. dan kemahirannya memainkan dangungdangung. pikirannya melayang entah ke mana. menutup matanya. masing-masing dengan kenang-kenangan sendiri. Sanip juga seorang pelawak. dan rokok daun enau yang terjepit antara jari telunjuk dan ibu jarinya akan mati sendiri. terlupa. dan di sekeliling mereka tegak hutan rimba yang hitam dan besar.

dan artinya akan lebih banyak rusa yang dapat engkau tembak di hutan. betapa Sanip dan kawankawannya . ingatlah uang yang akan engkau dapat setelah damar terjual di pasar. rusa itu akan beranak lagi. Buyung menyesali dirinya tak putus-putusnya.. hingga jalan menjadi licin dan badan mereka basah kuyup." Ingin Buyung dapat bersikap demikian. ah." Sungguh kesal hati Buyung mendengarnya.. Yang penting.menempuh hutan. dan dia membalas: "Bagaimana engkau tahu dia akan beranak? Bagaimana kalau dia diterkam harimau?" Cepat saja datang balasan Sanip: "Oh rusa seekor dimakan harimau tidak akan menghabiskan semua rusa di hutan. akan tetapi Sanip enak saja berkata: "Apa yang engkau susahkan Buyung. jangan susah hati. "engkau harus lebih pandai membidik!" Dan tiba-tiba Buyung merasa.. dan turun hujan yang lebat. dan Buyung membidik dan menembak rusa dengan senapan Wak Katok. tak lagi dapat mereka temukan. tertawalah. maka Sanip akan berkata ". maka Sanip dengan gembira akan berseru ".. Dan meskipun mereka buru sepanjang hari. habis hujan datanglah terang!" Jika Sutan mengeluh karena beban yang didukungnya amat berat. Akan tetapi tembakannya tak kena. Rusa lari." katanya sambil mengerdipkan matanya mengganggu Buyung. Pernah sekali mereka pergi berburu.

Pada suatu kali mereka mengumpulkan damar amat . Anaknya sudah empat. dan karena kesalahannya maka semua susah payah mereka jadi percuma. dan Talib akan berkata: "Aduh. tak putus-putusnya. Mereka telah sepanjang percaya akan kemahirannya menembak. tak menjawab dan tak membalas.sebenarnya baik hati terhadap dirinya. Buyung merasa dia harus minta maaf pada kawan-kawannya. mereka pergi berteduh di dalam pondok yang dibuat dari daun-daun pisang hutan dan keladi. Biasanya orang yang demikian telah bersikap seperti orang tua. yang telah beristri dan punya anak itu dapat berperangai seperti seorang muda yang masih bujangan saja. Ke mana-mana mereka berduadua. Menurut cerita orang kampung. Istrinya hanya baru berhenti karena kehabisan nafas dan keletihan. dan Talib diam saja." Dan mereka semua akan tertawa. karena isterinya tak putus-putusnya mengomeli dan memarahinya. dia pernah mendengar SitiHasanah. Dunia dan hidup ini gelap saja terasa olehnya. ini karena hari dibawanya mengejar rusa. isteri Talib. Jika hujan turun sedang mereka bekerja di hulu hutan. dan dia tak berhak merasa kesal. Menurut cerita si Rancak. adik Zaitun. yang menyebabkan marah isterinya tambah lama tambah hebat. dan berlainan sama sekali dengan Sanip. Tetapi Talib dan Sanip bersahabat erat. kita sempat beristirahat. hujan begini akan berhari-hari lamanya!" Dan Sanip dengan suara gembira akan mengatakan: "Untung hujan. Buyung tak mengerti bagaimana Sanip. memarahi Talib dari pagi hingga petang. Talib seorang pendiam kurus dan jangkung.

maka lama dia tertahan tak dapat meneruskan perjalanan di Singapura. Buyung pun merasa hormat pada Pak Haji yang tua. Ketika duduk dekat api unggun di malam hari. akan tetapi babi dapat mengetak. bahwa ketika dia baru berangkat meninggalkan kampung. tak tinggi dan tak pendek. tanpa memperdulikan anjing-anjing yang berkerumun mengelilinginya. Dia masih kuat mendukung beban damar menandingi siapa pun juga di antara mereka. Talib tanpa ragu-ragu menyerang babi dengan tombaknya. Badannya sedang. Dia pernah bercerita. akan tetapi suka mendengar percakapan orang lain. lalu balas menyerang. Untung besar kita!" Sedang Talib berkata dengan suara sayu: "Aduh. Dia sendiri tak banyak berbicara. jika dipaksa maka dia maju juga menceritakan pengalamannya selama merantau ke dunia luar. dan anjing-anjing lelah mengepung babi. menyeberang dengan beban seberat ini!" Biarpun Talib pendiam.yang berani juga. tetapi masih lebat. akan tetapi dia seorang. asal jangan hanyut saja kita nanti di sungai. dan ikut pula tertawa. Pernah kelika orang sekampung berburu babi. dan Sanip berseru gembira: "Aduh. ini dua kali lebih banyak dari yang biasa kita bawa pulang. Beban damar yang harus mereka pikul pulang amat berat. dan selalu memandang dunia dengan mala yang gelap.banyaknya. Sebentar kemudian babi pun hancur dikoyak-koyak oleh anjing. Dia melemparkan tombaknya. dan menyelamatkan pemburu itu. maka seorang pemburu datang mendekati babi hendak menombaknya. . Meskipun rambutnya sudah putih.

"Karena merasa bersalah. . Dari India lewat jalan darat bersama dengan beberapa puluh orang lain dia berjalan menuju negeri Arab." kata Pak Haji dengan Jenakanya. Sungguh mengasyikkan ceritanya tentang kota-kota besar seperti Kalkula. Sampai dia harus bekerja jadi kuli. Dia mengembara dengan sirkus kecil kepunyaan seorang Cina. sampai ke negeri Siam. Tokyo. Ketika kapalnya singgah di Kalkuta dia turun ke darat. jadi tukang masak. dan malahan katanya pernah dia selama dua bulan bekerja jadi tukang kuda di istana Sultan Johor. cemburu padanya dan hendak membunuhnya dengan pisau. "Berbulan-bulan "Banyaklah pelajaran yang aku dapat di perjalanan. Seorang kami di jalan. Dia meneruskan perjalanan hingga Lahore. karena suami seorang penyanyi perempuan Cina. Dia bekerja menjadi tukang dansa yang mengendarai sepeda. Penang. pernah ikut jadi anggota sebuah rombongan sirkus. bandar Manila. Dia pernah pula bercerita." Kemudian dia bekerja sebagai tukang masak disebuah kapal yang berlayar antara negeri India dengan Jepang." cerita Pak Haji. Dan di Bangkok katanya dengan terburu-buru dia terpaksa meninggalkan sirkus. Shanghai.karena kehabisan uang. "maka saya pun melarikan diri. Di sana katanya dia belajar agama Islam pada seorang guru besar. Rangoon. Aku pernah ikut jadi pembantu seorang tukang sunglap dan tukang sihir. dan tak kembali ke kapal.

Dan mengatakan dia pun sanggup. Jauh di belakang kami. Dia dapat memotong lidah burung. "Kemudian setelah uang aku kumpulkan. Dia tertawa besar dan mengeluarkan uncang uangnya. dan memerintahkan aku supaya berlari mengikutinya. dengan cepat mengambil bungkusanbungkusan. dan aku pun membawa barang dan mengejar larinya yang cepat dengan langkah-langkah besar. "Sebelum aku mulai. dia berbisik padaku. Sebelum dia mulai. Kemudian aku tanyakan padanya apa yang terjadi. aku dengar teriakan orang banyak penuh amarah. dan menyiapkan semua barang kami. Akan tetapi kami segera tiba di luar kota." katanya. Sekali ini memotong lidah seorang anak kecil. Sedang aku menyiapkan barang. tiba-tiba dia datang berlari masuk kamar. Sampai malam orang kampung mencari kami. Waktu diundi dia yang harus memotong lidah anak itu lebih dahulu dan kemudian menyambungnya kembali. dan berlari ke bukit-bukit batu dan bersembunyi di bukit. Tukang sulapku tak hendak kalah. dan kemudian menyambung lidah itu kembali. Pada suatu kali dia ditantang oleh seorang ahli sihir lain di sebuah tempat yang kami lalui untuk mengadu kepandaian. aku minta supaya orang banyak membayar terlebih dahulu. Aku tak mengerti apa yang terjadi. tetapi aku tahu bahwa ada bahaya. menyuruh aku kembali ke tempat penginapan kami.Afghanistan yang tinggi dan besar. .

karena aku katakan aku hendak pergi mengambil obat. Kemudian aku suruh mereka menunggu. karena di jaman dahulu banyak sekali terjadi hal-hal yang gaib dan tak masuk akal kita. Biarlah Mereka tak dapat memastikan kebenaran cerita Pak Haji ini. "Ha.. Di atas kita langit luas. "Ah. katanya. dia pandai menyambungnya. maka selalu orang akan terikat padanya." katanya.. ceritanya. Setelah naik haji. Ketika dia tiba di kampung. Tetapi aku terus berlari menuju tempat kita menginap. jika dia tak pandai. Jadi anak kapal hampir serupa dengan orang yang bekerja di hutan. "karena aku tidak pandai menyambung lidahnya kembali. dan di malam hari penuh . Katanya dia telah mencoba segala hidup di negeri orang lain. siapa yang akan menyambungnya?" tanyaku. Hidup jadi pendamar dan perotan juga yang dapat memuaskan jiwanya. "bukankah ada tukang sihir lawanku.maka aku potong lidah anak itu." katanya. akan tetapi siapa tahu. maka anak itu mendapat sambungan lidahnya kembali. cepat sekali dan sedikit ujungnya saja." "Tetapi bagaimana dengan lidah anak itu. Pak Haji bekerja di kapal yang berkunjung ke pelabuhan-pelabuhan di benua Afrika dan Eropah. Demikian cerita Pak Haji. Sekali terlawan oleh hutan. yang mengatakan dicobanya. Kalau dia pandai. hingga kurasa anak itu tak merasa sakit. tetapi hatinya selalu menariknya kembali pulang ke kampung." dan dia tertawa terbahak-bahak. dia terus kembali bekerja ke hutan mencari damar dan rotan. maka orang kampung akan memukulinya." "Tetapi mengapa engkau lari?" tanyaku.

Sungai tak dapat dilalui dengan perahu. Air Jernih terletak pula di tepi Sungai Air Putih yang bermuara ke danau. Asyik sungguh hati mpndengarnya. oleh margasatwa dan serangga. air sungai membuat lubuk-lubuk yang besar dan dalam. gelap malam lautan bercahaya di sekeliling. Tetapi di banyak tempat yang datar. Air Jernih. mereka harus meninggalkan kampung. ada yang lucu. karena selalu ditangkap orang. Macam-macam saja pengalamanya. dan di dalam lubuk-lubuk serupa ini banyaklah ikan besar. memasuki hutan dan mendaki gununggunung. maka mudahlah menangkap ikan. Tak ada bunyi-bunyi hutan. Tetapi di sana tak ada pohon dan tanaman. dipancing atau dijala. Rasanya seperti kosong di lengah laut. Rasanya kita satu dengan hidup di bumi. Sungguh banyaklah cerita Pak Haji.bertaburan bintang. Tetapi di hutan. Ada yang dahsyat. UNTUK pergi bersama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar. yang terletak di tepi Danau Bantau. biar kita di tengah hulan belantara sekalipun. dan tak ada makhluk hutan. Mereka selalu membuat tempat . Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. kita dikelilingi oleh pohon dan tanaman. yang kelihaian dan tak kelihatan. Mereka menuju hutan dengan menyusur pinggir sungai. Di lubuklubuk yang dekat ke kampung ikannya tak banyak dan tak besar-besar lagi. ada yangsedih dan ada yang gembira. memudikinya. akan tetapi jauh ke dalam hutan. yang terdengar dan yang tidak terdengar. karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung.

ada sebuah huma kepunyaan Wak Hitam. Dari Air Jernih ke hutan damar. yang mereka buat dari bambu dan diletakkan di antara batu-batu di sungai. dan mereka tak pernah kekurangan ikan selama dalam hutan. hembusan angin di daun. ada seminggu jauhnya berjalan kaki. dan akan dapat membawa dendeng rusa pulang. setelah bekerja sehari penuh mengumpulkan damar. mereka memasang jerat untuk menangkap burung balam yang datang mencari makan di tepi sungai. amat sangat menyenangkan pancing. Biasanya setelah selesai mengumpulkan damar mereka berburu rusa. Sungguh sedap rasanya. dan jauh di dalam hutan bunyi siamang yang mengimbau-imbau tak berhenti-hentinya. dan panci tempat menanak nasi dan memasak air. kopi dan gula. Jika mereka tak mendapat ikan atau burung yang jarang terjadi. Dan kalau mereka rajin dan ada waktu. seakan perasaan. Di sebuah pondok di ladang Wak Hitamlah mereka selalu bermalam selama berada di hutan damar. Mereka memasang lukah di sungai jika tak membawa jala atau bunyi orang bergendang.bermalam dekat lubuk-lubuk demikian. Mereka membawa beras. sedikit asam dan garam. Bunyi air yang menderas di antara batubatu. baru mereka panggang dendeng atau ikan kering yang dibawa. dan mereka mencoba menembak rusa. atau setelah berjalan sepanjang hari turun dan naik gunung. duduk di atas batu dan mencoba mengail ikan. Sekali-kali Wak Katok membawa senapan lantaknya. karena tak berapa jauh dari hutan damar. cabai yang ditumbuk di dalam bambu. Mereka beruntung. .

Malahan menurut cerita orang lebih lagi. Aku anak Ibu Khadijah. kampungnya. Orangnya kurus. dua hari perjalanan dari Batu Putih. Anaknya berserak-serak di tiap kampung. ini rumah bapakku. dan berkata: "Engkau siapa? Engkau berbual seperti rumah ini rumah ayahmu saja!" Dan orang itu menjawab: "Benar." Rupanya memang anaknya dari istrinya yang bernama Khadijah. Melihatnya saja sudah menimbulkan rasa ngeri. dia melihat seorang muda yang enak saja tinggal di rumahnya seperti rumah sendiri.Wak Hitam adalah seorang tua yang umurnya hampir tujuh puluh tahun. dan menurut cerita orang dia sendiri pun tak ingat lagi pada semua anaknya. tetapi rambutnya masih hitam. hingga Wak Hitam memarahi anak itu. Mengapa dia suka tinggal berbulan-bulan di humanya yang amat jauh. Padahal rumahnya di Batu Putih besar. karena semuanya yang serba hitam pada dirinya. dan di kampungnya ada pula anak bininya. macam-macam pula cerita orang. Dan kala orang selama hidupnya dia telah kawin lebih dari seratus kali. . Dia selalu memakai celana hitam. kulitnya amat hitam. dan setiap kawin selalu dengan anak perawan. Bininya empat. bahwa umur Wak Hitam lebih dari seratus tahun. Pernah diceritakan ketika dia pulang ke rumahnya di Batu Putih. baju hitam dan destar hitam. Ada yang berani bersumpah dan mengatakan. seperti orang Keling.

Orang-orang telah kenal baik dengan istri-istrinya yang dibawanya ke huma. Kata orang dia berkali-kali pergi naik haji ke Mekkah terbang mengendarai harimau silumannya. Kalau dia hendak ke mana-mana. Anak-anak muda. Selalu dia ke sana membawa salah seorang bininya bergantiganti.Karena hal-hal serupa ini barangkali. Talib. Menurut cerita dia kebal. akan tetapi . Dan kenyataan ini membuat orang kampung bercerita. begitu hebatnya dia dahulu. seperti Sutan. bahwa tenaga Wak Hitam sudah habis. di tengah hutan. maka dia selalu mengendarai harimaunya. Cerita orang macam-macam tentang ilmu Wak Hitam. bahwa Wak Hitam bersekutu dengan iblis. maka Wak Hitam lebih suka memencilkan dirinya jauh dari kampung. dan lebih suka tinggal di ladangnya di Bukit Harimau. Karena ada cerita yang mengatakan. meskipun tak pernah mereka perlihatkan. dan dia memelihara seekor harimau siluman. Wak Katok mengakui dia sebagai gurunya dalam ilmu silat dan ilmu gaib. Malahan menurut Sanip. karena biasanya semua istrinya telah beranak dalam tahun pertama kawin dengan dia. Pernah ketika pemberontakan dahulu melawan Belanda di tahun 1926 Wak Hitam tertangkap oleh Belanda. Siti Rubiyah. yang baru dikawininya selama dua tahun terakhir. dan Siti Rubiyah belum lagi mendapat anak dari dia. Ilmunya banyak benar. dan dia hendak ditembak mati. perempuan kalau bersalaman saja pun dengan Wak Hitam tentu akan bunting. setan dan jin. Sanip dan Buyung dalam hati takut padanya. Tetapi yang tercantik adalah istrinya yang paling muda.

yang bersembunyi di hutan . Ketika pemberontakan dikalahkan. tak seorang juga yang tahu. mengayunkan kelewangnya. tak boleh tinggal lama-lama dengan sesama manusia di kampung. Dan kini dia termasuk orang terkaya di kampung. Berjam-jam mereka mencari di kebun pisang. Dengan ilmunya selalu dia dapat meloloskan diri dari kepungan tentara Belanda. cerita lain mengatakan itulah perangai orang yang bersekutu dengan setan dan jin. dan Wak Hitam terkepung di dalam sebuah kebun pisang. berkat ilmunya juga. akan tetapi tibatiba dia muncul kembali. Ada yang mengatakan dia ke sana karena harus bertapa. dan dia pulang membawa harta. Cerita lain mengatakan. akan tetapi harus menjauhi sesama manusia. pada suatu hari serdadu Belanda mengejarnya. bahwa Wak Hitam masih punya anak buah dari jaman pemberontakan dahulu. banyak pula ceritanya. Lalu serdaduserdadu melihat Wak Hitam berdiri bersandar pada sebuah pohon pisang. dan dia berhasil melarikan diri. dan menebas kepala Wak Hitam. Akan tetapi yang putus bukannya leher Wak Hitam. seekor tupaipun tak akan dapat ke luar lari. tak lagi mereka dapat menjumpai Wak Hitam. Diceritakan pula. Kata orang. Serdadu melompat. maka dikabarkan Wak Hitam lama menghilang dari kampung. Kebun dijaga rapat sekali. dan Wak Hitam menghilang.peluru tak dapat menembus badannya. Mengapa Belanda kemudian tak menangkapnya. Mengapa dia suka tinggal di huma yang jauh di dalam hutan. akan tetapi pohon pisang.

hingga terlambat untuk pulang ke ladang Wak Hitam. Akan tetapi pekerjaan Tergantung dari untung dan nasib juga. supaya jangan ada orang lain yang tahu. Mereka bertujuh selalu berusaha untuk pulang ke ladang Wak Hitam sebelum hari gelap. Rumah Wak Hitam di humanya itu didirikan di atas tiangtiang yang tinggi. Cerita lain lagi berkata. Bermalam di rumah Wak Hitam di huma kadang-kadang menyenangkan hati pula. dan jika tak banyak pekerjaan di sawah atau di ladang ada juga yang suka pergi ke mudik sungai. Bahagian depannya merupakan sebuah beranda yang besar dan panjang. bahwa Wak Hitam punya tambang emas rahasia di hutan. Di sinilah istrinya memasak. Di atas lantai oleh Wak Hitam ditimbun pasir yang dibatasi dengan papan kayu. dan hasilnya tak menentu. Konon ada orang kampung yang pernah mendapat sebutir emas sebesar kelingking. Orang kampung. dan dia sendiri saja yang mengerjakan tambang. Akan tetapi jika damar banyak dan mereka bekerja mengumpulkannya berjauh-jauhan. dan di atas pasir dipasang dua buah tungku. tak seorang juga pernah melihatnya.sampai kini. dan yang kini menjadi penyamun dan perampok. Berbagai orang lain kadangkadang ikut menginap di sana. Entah mana yang benar. Memang di Sungai Air Putih yang juga mengalir dekat huma Wak Hitam terdapat emas dalam pasirnya. maka mereka bermalam saja di hutan. Di . akan tetapi ini berat. dan mencoba mendulang emas. Di sebuah sudut dekat jendela terletak dapur. dalam musim kemarau.

Timbul juga syak dalam hati Buyung. ketika disuruhnya mengambilkan senapan berburunya. Jika mereka bermalam di sana. Bukankah amat mudah merampoknya. bawang. atau ikan sale. Sungguh ingin Buyung mengetahui apa isi kopor itu. jika ada orang yang berniat jahat? Tetapi siapa yang berani berbuat demikian? Mereka selalu tidur di beranda di atas lantai.atas tungku tergantung dendeng rusa. Mereka senang makan di sana. dan pinggirannya berlapis lembaga yang sudah tua dan hijau warnanya. dan istri Wak Hitam menanaknya. maka isteri Wak Hitam yang ikut dengan dia selalu memasak nasi dan lauk pauk untuk mereka. Buyung pernah masuk ke sana. apakah mungkin di dalamnya emas yang diceritakan bodohnya Wak Hitam menyimpan emas di dalam peti di humanya. cabai dan berbagai rupa daun-daunan. yang terdiri dari dua buah kamar. dan entah apa lagi. karena orang kampung? Akan tetapi alangkah . Beranda ini dipisahkan oleh dinding bambu yang dianyam dari bahagian belakang rumah. senapan berburunya. Sebuah kamar tidur Wak Hitam dengan istrinya. Akan tetapi kedua kopor berkunci besar dari besi. Di sana dia menyimpan damar. dan sebuah kamar lagi tempat simpanan Wak Hitam. Mereka berikan beras dan lauk pauk yang mereka bawa. Dilihatnya di dalam kamar ada pula dua buah kopor besar-besar terbuai dari kayu hitam.

maka mereka senang duduk dekat tungku. maka dia akan mudah jatuh cinta padanya. ketika mereka belum tidur.lain juga rasanya dari makanan yang mereka masak sendiri. Orangnya pun cantik. Semua istri Wak Hitam pandai memasak. sambil membakar jagung atau ubi. maka Buyung melihat Siti Rubiyah menghapus air matanya diam-diam. Sekali. dan selalu mereka mendapat tambahan masakan dari sayuran di ladang. Karena itu selintas pun tak masuk dalam ingatan Buyung sesuatu pikiran tak baik terhadap perempuan itu. Dia masih muda benar. ketika dia melagukan ratap tangis seorang perempuan muda yang ditinggalkan suaminya. dan ubi singkong yang dibakar di atas bara yang panas. Biasanya pagi-pagi sekali Buyung atau Sanip telah duduk di depan dapur membakar jagung atau ubi. Meskipun Buyung harus mengakui. yang ditakuti dan disegani. dan bukan orang sembarangan pula takinya. Jika Buyung tak tergila-gila pada Zaitun. Akan tetapi kini dia telah jadi bini orang. tetapi Wak Hitam. Hilanglah segala penat dan letih satu hari bekerja di hutan. Lagi pula di ladangnya banyak ditanamn sayuran. bahwa badannya langsing dan bagus . Atau malam-malam. Dimakan panas-panas dengan kopi hitam panas amat enak rasanya. Sanip akan mengeluarkan dangung-dangungnya dan menyanyikan lagu-lagunya. Mereka semua suka pada Siti Rubiyah. dan salah seorang bercerita. Dalam malam serupa itu. Yang paling mereka senangi ialah rebus jagung muda atau ubi jalar.

buah dadanya. "Aduh. ditambah lagi dengan rambutnya yang hitam." tambah Buyung. Sanip tertawa. dan matanya yang bundar dan terang bercahaya. dan orangorang tua tak ada dekat-dekat." kala Buyung. "Kemarin aku mimpikan dia. meskipun kecil tetapi kuat dan cantik." tambah Sanip. dan panjang hingga sampai ke ujung pantatnya. "Masa Pak Haji punya pikiran yang begitu?" "Ya. "Dengarkan si Buyung berbicara. maka sinar matahari yang terik memerahkan pipinya. kan dia sudah tua?" kata Buyung. Sering Buyung melihat rambul nya terurai jatuh ke bawah. dan parasnya dengan hidungnya yang mancung dan mulutnya yang terdiri dari dua buah bibir yang penuh dan merah dan selalu basah." kata Talib. dan semakin cantik saja dia kelihaian. sambil tertawa penuh arti.?" Lalu mereka tertawa terbahak-bahak. "Aduh coba engkau . jika dia membungkuk meniup kayu di tungku? Tadi pagi aku tolong dia memasang api.. Talib dan Sanip sekali waktu tak dapat menahan diri. "Engkau lihatkah mata Pak Haji memandang padanya pada suatu kali?" tanya Sulan." katanya. tebal dan hitam. Ketika mereka yang muda-muda bersama-sama di hutan.bentuknya.. "Aduh." kata Sutan menambahkan. "Pak Haji?" tanya Talib takjub. "Lupakah engkau pepatah tua-tua kelapa . sedang dia bekerja di kebun dan jika dia sedang bekerja di kebun di siang hari. "Tetapi mata Pak Haji masih kalah dengan mata Wak Katok. maka Talib atau Buyung alau Sanip mulai berbicara tentang kecantikan Siti Rubiyah. coba kalau dia belum kawin. coba kalau takinya bukan Wak Hitam. "Engkau lihat bahagian alas buah dadanya..

Seakan hendak ditelanjanginya saja Siti Rubiyah. "Tapi sebelum dengan Zaitun. menertawakan Buyung yang tak berpengalaman. Melihat muka Buyung merah padam karena malu. lebih baik kau belajar dulu dengan Siti Rubiyah. orang tua atau orang muda. "Coba kalau nanti kau sudah dipeluk si Zaitun. "Ah.perhatikan kalau dia melihat pada Siti Rubiyah dan Wak Hitam lagi tak ada. Aku pun jadi cemburu dibuatnya. Aku takut pada Wak Hitam." Dan mereka saling berpandangan dan tertawa. kalau sudah melihat perempuan cantik. "Engkau juga. Kemudian mereka beralih kembali membicarakan kemungkinan-kemungkinan Siti Rubiyah di tempat tidur. merah padam muka Buyung malu. tetapi aku tak berani merasa seperti kalian." kata Talib. aku tidak. "sama saja." "Ho-ho. Kau belum tahu apa artinya itu. yang menimbulkan tertawa mereka yang hebat . Mereka pun tahu sudah tentang cintanya yang tak berbalas terhadap Zaitun. lupa daratan. "memang dia cantik." Mereka berpandangan. maka mereka tertawa lebih hebat lagi. Aduh. belum punya pengalaman apa-apa. seperti dikatakan oleh Sutan." kata Sanip. Dan mereka tertawa kembali." kata Buyung membantah. baru kau tahu. "engkau kan masih bujang masih belum tahu. karena itu dapat berkata demikian. Atau tak usah di tempat tidur pun boleh tidur." Sutan dan Sanip dan Talib menertawakan Buyung. dan hendak ditelannya Siti Rubiyah hidup-hidup." Sutan mengangguk lagi.

"Entah apa gunanya baginya istri sampai empat. Untuk menahan umurnya sendiri. Dan lebih banyak tinggal di kamarnya saja. Karena mereka tak merasa sesuatu kegembiraan bercakap-cakap dengan Wak merasa khawatir apakah Wak Hitam tak melihatnya Memang dia dapat merasakan sesuatu . semakin perempuan tua ingin punya suami muda.kembali." kata Sutan. Yang muda-muda hanya datang sebentar. "semakin tua seorang letaki. Sejak percakapan mereka demikian. "dia sudah tua." kata Sutan tertawa. Usaha mereka untuk bersikap dan berbuat biasa terlalu kelihatan. dan kemudian segera pergi. bukannya dia menahan umurnya. Dan memperhatikan kawan-kawannya jika berdekatan dengan Siti Rubiyah. Buyung lebih dia ingin punya bini muda. Pak Haji dan Wak Katok dan Pak Bakmi yang datang mengunjunginya ke kamar tidur. perubahan dalam sikap mereka. kalau orang tua seperti Wak Hitam kawin dengan istri muda seperti Siti Rubiyah. sebentar-sebentar sakit. mengapa dia harus berbini muda lagi seperti Siti Rubiyah?" "Itu kan adat manusia. hingga sebenarnya malahan menunjukkan adanya perasaan lain dalam dirinya. Mereka habis-habisan menghantam Wak Hitam yang sudah tua. akan tetapi hanya akan mempercepat dia masuk lobang kubur saja. Akan tetapi dalam beberapa bulan terakhir Wak Hitam sering sakit-sakit." "Aduh. Buyung sering pula." kata Sanip.

menimbulkan rasa segan orang terhadap dirinya. dan duduk berkumpul di antara mereka. akan tetapi yang jika dilanggar perasaannya. dan dia masih selalu memakai pakaian hitam.Hitamyang menyeramkan itu. Tak pernah mereka melihat orang-orang itu selama ini singgah di ladang Wak Hitam. Tak obahnya dia seakan seekor harimau yang sakit. Tak lama kemudian menembus mereka mendengar suara berbisik-bisik . Tak lama kemudian. Tiraikasih Website http://kangzusi. Orang-orang itu pun tak banyak bercerita. Matanya cekung mendalam. Mereka sapa-menyapa. mereka dipanggil masuk ke kamar Wak Hitam.com/ Dewi KZ 33 Selain dari Siti Rubiyah yang menarik hati mereka untuk bermalam di ladang Wak Hitam. Belakangan ini badannya bertambah kurus. Mereka semua berpakaian hitam dan membawa parang panjang. Sekali ketika mereka pulang dari hutan. akan tetapi seluruh perawakannya masih tetap garang dan menakutkan. yang kelihatannya berat isinya. maka sekali-sekali mereka Ada sesuatu dalam dirinya yang berjumpa pula di sana dengan berbagai orangyang anehaneh. Meskipun dia sakit demikian. kumis dan janggutnya telah banyak putihnya. mereka jumpai telah ada enam orang lain yang terlebih dahulu tiba. Akan tetapi rambutnya masih lebat. Akan tetapi mereka tak kenal pada mereka. akan dapat melompat dan menerkam dengan cepat dan mematikan. Buyung lihat dua orang di antaranya membawa dua buah bungkusan.

Perasaan mereka bertambah tertekan. Sutan sendiri pun terdiam. memasak kotak ubi jalar. Buyung betapa mereka berjalan dalam gelap samar malam di ladang. Siti Rubiyah pun tidak berada di kamar lidur.dinding bambu yang tipis. dan mereka menghilang ke dalam hutan melalui ladang dalam gelap malam. Akan tetapi betapa juga Buyung memasang pembicaraan mereka di dalam. dan pura-pura tak tahu bahwa orang yang enam itu telah datang dan pergi. Dia hanya mengangguk saja ketika mereka berenam minta diri dan turun ke dalam gelap malam. dan kemudian hilang dalam pelukan gelap hutan. seakan kehadiran rahasia itu menekan perasaannya. dan terus minla diri. orang-orang berbaju hitam yang penuh telinganya tak dapat dia mengikuti melihat sikap Siti Rubiyah yang seakan-akan tak acuh. Rasanya seakan mereka tak pernah ada." mengikuti mereka dengan pandangannya. akan tetapi Siti Rubiyah menjawab dengan singkat: "Baiklah jangan ditanya. . Esok harinya Sutan bercerita. Siapa mereka? Ke mana mereka? Macam-macam timbul pertanyaan dalam hati tetapi tak seorang pun juga yang berani menanyakan. akan tetapi tinggal duduk di dekat tungku. Sesuatu bayangan rahasia yang dilontarkan oleh gelap malam ke dalam rumah. dan kemudian dihelanya kembali ke luar dan hilang kembali ke dalam hutan. Tak lama kemudian mereka ke luar. bahwa esok paginya dia bertanya kepada Siti Rubiyah siapakah keenam orang itu.

Dan kemudian tiba-tiba saja lalu dia menjadi . Dia seorang tua dan membawa sebuah gendang dan sebuah suling. maka dia pun berdiri di tengahtengah beranda. Macam- rupanya kesenangannya bercerita.Semuanya ini menakutkan hati Buyung. maka sungguh-sungguhlah dia berubah menjadi pemilik kebun yang marah demikian. karena tanpa terlalu susah payah mengajaknya. Memang menjadi ingin tahu sekali." kata Talib. barangkali mereka penjaga gua emas Wak Hitam. dan mulai bercerita. Aduh alangkah pandainya dia bercerita. Jika dia bertaku sebagai si datuk tua yang marah amat sangat. ketika mereka menginap di sana. Umpamanya beberapa bulan yang lalu. akan tetapi cukup kita mengambil emas banyak-banyak. tentang permusuhan antara seorang datuk yang memiliki kebun jagung dengan seekor tupai amat menarik. kebetulan ikut pula menginap seorang tukang bercerita keliling. dan kita masih di sini. Mereka semua terpesona melihat betapa pandainya dia bercerita. Ke mana mereka pergi?" "Ya. kan kita tak usah lagi letih-letih mengumpulkan damar. Cerita kanakkanak yang diceritakannya. "coba kalau kita tahu di mana letak gua itu. akan tetapi membuatnya macamlah timbul pikiran mereka untuk memecahkan rahasia ini. dan selanjutnya kita jadi orang kaya?" Akan tetapi sekali-sekali mereka bertemu pula dengan orang-orang lain yang menarik hati dan menyenangkan perasaan. karena jagungnya yang muda dicuri tupai. mari kita ikuti mereka dari jauh. Sutan berkata: "Jika mereka datang lagi.

Pada suatu malam lain. seekor tupai nakal yang kesenangan mengganggu si pemilik kebun. dan dari atas dahan pohon yang tinggi dan aman. Mereka hendak pergi ke kampung Aur Kuning. "Anak akan banyak mengalami pengalaman yang hebat. maka mereka memberinya hadiah sedikit uang.com/ . dan menambahkan." katanya. dan malam itu bermalam di ladang Wak Hitam. Anak harus sabar dan tabah menghadapi percobaanpercobaan hidup.tupai. Hingga kemudian setelah dia selesai bercerita. ketika mereka bercakapcakap. mengejek yang empunya kebun. "tetapi akhirnya anak akan mendapat juga apa yang anak inginkan sekali” Tiraikasih Website http://kangzusi." Lalu dia memperhatikan garis-garis tangan Buyung. di seberang hutan. Asyiklah mereka dibuatnya dengan macam-macam ceritanya. Mula-mulanya tak hendak dia menerimanya. Setelah habis makan malam. Dan yang kelihatan di depan kita bukan seorang tukang cerita. Mari aku baca tanganmu. sambil memakan jagung muda dengan enaknya. tetapi sungguhsungguh seekor tupai. dan mengambil jalan singkat dengan memintas hutan dan gunung. mereka berjumpa di sana dengan seorang tua dan seorang anak letakinya yang sudah besar. lalu orang tua itu memegang tangan Buyung sambil berkata : "Anak kelihatannya yang termuda di sini. akan tetapi mereka paksa juga.

supaya Sutan hati-hati terhadap hatinya sendiri.. melainkan mukanya ucapannya kemudian. Sutan mudah berteman dengan orang. Dia tidak boleh menurut kala hatinya." Sutan mulai lagi tertawa mengangggu Buyung. Nasib anak dalam hidup selalu akan dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengan anak. tiga. Buyung senang juga. disusul oleh yang lain-lain. tujuh. meski kawan sendiri pun. akan tetapi selalu harus berpikir dahulu baik-baik sebelum dia berbuat sesuatu apa. karena dia mudah tergoda oleh perempuan. maka yang lain pun minta tangannya dibaca. Dan anak jangan lupa. akan tetapi mudah pula lepas. Buyung teringat pada Zaitun. empat. Tetapi dalam hati. Akan tetapi mendengar . Muka Buyung tambah merah padam. Pada Sutan dia berkata.. "dan anakmu banyak. enam. Muka Buyung merah padam malu-malu. dan anak akan senang nanti di hari tua. karena orang tua itu berkata: penuh bangga. Selanjutnya dikatakannya pula bahwa Sutan akan kawin sampai enam kali. Katanya. lima. "Anak panjang umur. delapan. tak boleh memakai pakaian yang terbalik. Rezeki anak baik. sembilan. Sutan terdiam dan mukanyn agak pucat." katanya pula. "Hanya satu harus anak hati-hati dalam hidup ini. "jangan terlalu percaya pada orang. Dan Sutan bukannya malu mendengar itu.Dewi KZ 36 Di sini Sutan tertawa." katanya melanjutkan." Setelah dia membaca garis tangan Buyung.

Janganlah turut nafsu hati. "Tak dapat saya membaca sesuatu. Malam itu mereka tidak berbicara dan mengobrol segembira seperti biasa."Orang muda mesti hati-hati sekali." "Takutkah bapak mengatakan apa yang bapak baca? Saya tak takut." Wak Katok tertawa keras. Bahaya besar menanti orang muda di waktu dekat yang datang. dan mengatakan. akan tetapi suara tertawanya agak tegang." Buyung merasa seakan ini sindiran terhadap Sutan supaya jangan mengganggu Siti Rubiyah." katanya. bahwa dia tak dapat membaca sesuatu di garis tangan mereka. Seakan ada sesuatu yang menekan di beranda rumah di ladang itu. supaya mereka amat berhati-hati dalam hidup. karena bahaya selalu mengancamnya. Kepada Wak Katok dia berkata aneh sekali. sesuatu rahasia yang gelap dan hitam yang memijit hati dengan jarijarinya yang sejuk. Kepada Talib dan Sanip dia berkata. dan saya lihat banyak warna merah. sesuatu yang sejuk yang datang melayang dari angkasa hitam di atas hutan.com/ Dewi KZ 37 "Maaf ya pak. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kemudian orang tua itu berkata : "Gelap saja yang saya lihat. Mereka juga berjumpa di sana dengan orang-orang yang . seakan dia menekan perasaannya yang terganggu." Mereka berpandangan mata sebentar. Juga dia tak hendak membaca tangan Pak Haji dan Pak Balam. setelah memperhatikan telapak tangan kiri dan kanan Wak Katok. Entah apa artinya saya tak tahu.

Katanya di sana banyak orang Indonesia yang bekerja dan pandai berbahasa Perancis. Jepang. Belanda. Jerman. Dia tahu Siti Rubiyah akan lewat jalan kecil itu untuk pergi ke sungai mencuci. tentang negeri Cina. 0oo0 WAK Katok duduk mencangkung di dalam semak-semak di pinggir huma. Dia mendengar bunyi telapak di tanah. dan Portugis dan Benua Afrika.com/ Dewi KZ 38 ceritanya. Wak Katok menahan napasnya ketika Siti Rubiyah lewat di depannya. berjalan menuju ke sungai. Wak Hitam. pulau jajahan Perancis. sampai ke negeri Amerika. Sekali mereka bertemu dengan seorang yang pernah bekerja di New Caledonia. dan bercerita tentang orang dan penghidupan di pulau-pulau lain. Inggris. Tiba-tiba Wak Katok memasang telinganya. Dan tak lama kelihatan datang dari kebun Siti Rubiyah membawa sebungkus cucian. Sampai jauh malam mereka mendengar ceritanya gantiberganti dengan Pak Haji. Spanyol. suami Siti Rubiyah tidur di pondok. ada dua puluh tahun lebih dia mengembara dari satu negeri ke negeri yang lain. Dia sudah berkeliling dunia. Telah lama juga dia menunggu di sana. Kawan-kawannya yang lain di hutan mengumpulkan rotan. dan kemudian setelah Siti Rubiyah menghilang di belakang jalan di . menderita demam panas. Hanya terdengar bunyi burung berkicau-kicau mencari makan di kebun jagung.pernah jauh merantau. Asyiklah mendengar Tiraikasih Website http://kangzusi. Di seluruh huma itu sunyi sepi.

akan tetapi bagus Tiraikasih Website http://kangzusi. Dadanya terasa sesak. meletakkan di atas batu besar. Perempuan muda itu yang menyangka dirinya seorang diri di pinggir sungai dengan tenang membuka pakaiannya. Seluruh tubuhnya kencang dan kaku. Selama ini dia hanya dapat membayangkan dan menerka tubuh Siti Rubiyah yang ditutupi baju dan kain tua. Matanya panas dan seakan hendak meloncat ke luar dari kepalanya. Kemudian Siti Rubiyah membuka kainnya. Wak Katok menahan napasnya. Dia tidak memakai kutang. Sebentar dia berdiri telanjang bulat di pinggir sungai di atas batu. dan bersembunyi di dalam belukar tebal yang tumbuh di pinggir sungai. dan darahnya mengalir di pompa kuat-kuat oleh jantungnya yang bekerja berdegup-degup amat .com/ Dewi KZ 39 Dia membuka kebaya tuanya dan bentuknya. Nafsunya datang menyerang bergelombang-gelombang. Dia tak memakai celana dalam. dan mengikuti jauh dari belakang. Akan tetapi kini dia dapat melihatnya sendiri. Wak Katok menahan napasnya melihat badan Siti Ruhiyah yang terbuka dengan tiba-tiba. Merangkak-rangkak mendekati pinggir sungai. Matanya tak putus-putusnya mengikuti gerak-gerik Siti Rubiyah.balik semak-semak dengan perlahan-lahan dia berdiri. Buah dadanya tak besar. Dan menyusun kainnya di atas kebayanya di atas batu. seluruh tubuhnya dicium oleh sinar matahari. menyala kuning langsat ditimpa matahari. Wak Katok mengendap masuk ke dalam semak-semak.

0oo0 MEREKA telah dua minggu bekerja mengumpulkan damar .cepatnya.. Lalu dia duduk Kemudian Siti Rubiyah mandi. Kini dia agak tenang." serunya." "Aduh. dan kembali mengambilnya. dan yang tinggal ialah api birahi yang membakar kuat. dan setelah mengeringkan badannya dengan sehelai kain. Dia membenamkan bahagian badannya di bawah pinggangnya dalam air. Wak Katok tertawa menentramkannya. dan mencuci kain. Coba aku air sungai yang mengalir itu. kusangka beruang atau apa. menjerit kecil. Setengah jam kemudian Siti Rubiyah membuka kain yang dipakainya.com/ Dewi KZ 40 "Aku kelupaan rokok di rumah. dan yang kelihatan oleh Wak Katok hanya badannya bagian atas saja. dan melangkah kembali ke jalan kecil menuju ladangnya. Wak. Dia mengumpulkan cuciannya. ke dalam air. pikir Wak Katok. Siti Rubiyah cepat membungkuk dan memakai sebuah kain tua yang hendak dicucinya. aku bawakan Siti manik yang Siti minta dulu." "Siti. Serangan nafsu berahi telah lewat. lalu memakai kebaya dan kainnya... terkejut aku. "Aduh. Tiraikasih Website http://kangzusi. tetapi yang dapat dikuasainya. ada?" "Marilah. Bagaimana Wak Hitam?" "Masih panas sekali badannya. Kemudian dia mengambil onggokan kain kolor dan merendamnya mencangkung di dalam air dan mulai menggosok kain dengan sabun." dan Wak Katok memegang tangan Siti dan menariknya masuk ke dalam belukar. Tetapi dia menahan dirinya.

Sungguh kejam Wak . jauh dan manusia yang lain. pasti terlalu berat bagi seorang perempuan muda seperti Siti Rubiyah yang memerlukan pergaulan dengan perempuanperempuan yang sebaya dengan dia. "Bayar saja nanti mereka jika telah tiba di kampung. Buyung mengerti. dan matanya kemerah-merahan hingga wajahnya lebih menakutkan lagi. kulit kayu dan akarakar. Sekali ini sakitnya kelihatan tambah berat.berpangkalan di huma Wak Hitam. pahitnya! Hingga ketika Buyung meludahkannya kembali keluar melalui jendela. Banyak juga hasil mereka sekali ini. Terobat juga lidahnya yang kepahitan mendengar tertawa Siti Rubiyah yang halus. Siti Rubiyah menertawakannya. Pernah Buyung mencoba rasanya dari periuk di tungku Huuuuhh. Lusa pagi mereka akan kembali ke kampung. terbuat dari ramuan daun-daunan. Yang tak dapal mereka angkut. Tiap sebentar dia minta minum pada Siti Rubiyah." kata Wak Hitam. hingga tak terangkat oleh mereka semuanya sekali jalan. dan melihat cahaya yang hinggap di mukanya dan memancar dari matanya.com/ Dewi KZ 41 berminggu-minggu di tengah hutan. Badannya panas. akan mereka tinggalkan di rumah Wak Hitam. Siti Rubiyah jarang tertawa. Dia menyuruh Siti Rubiyah merebus obatnya sendiri. Terikat kawin pada orang tua seperti Wak Hitam dan tinggal Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan Wak Hitam yang sakit telah berjanji akan mengirimkannya ke Air Jernih dengan orang yang lewat.

Selalu tupai dilepaskannya karena dia tak suka membunuh binatang dengan tak berguna. Demikianlah maksudnya. maka perasaannya selalu berada di pihak sang tupai. Jika dia dapat kancil atau anaknya. memeriksa. yang . Sebuah di antaranya menuju ke Sungai Air Putih yang mengalir di antara batu-batu besar dan kerikil dan pasir kira-kira setengah kilometer dari ladang. hendak diberikannya nanti pada Zaitun. Karena beberapa kali pintu perangkap telah tertutup. Sebuah jalan yang menuju ke Utara adalah jalan yang membawa mereka pulang ke kampung Air Jernih. dan mengganti umpan. 0oo0 DARI ladang Wak Hitam terbujur berbagai jalan kecil yang memintas ke hutan dan gunung. dan jika dia ingat cerita tupai dengan Pak Datuk yang kikir. Binatangnya kecil dan kelihatannya lucu. akan tetapi di dalamnya hanya ada tupai. Setiap hari sebelum berangkat ke hutan mengumpulkan damar selalu dia pergi ke tempat perangkap. Buyung telah memasang sebuah perangkap kancil di pinggir ladang dekat ke hutan. Tiap petang pun. Perangkap dibuatnya dari dahan-dahan kayu dan di dalam perangkap dipasangnya buah jagung muda.Hitam! Sejak hari pertama mereka tiba di ladang Wak Hitam. Buyung melihat bekas jejak kancil di sana. Akan tetapi entah mengapa dia tak sampai hati membunuh tupai. Meskipun sebenarnya tupai banyak merusak kebun. jika pulang dari hutan selalu dia memeriksa perangkapnya.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan kemudian di hutan Sutan pasti akan mengganggu Buyung. dan hampir-hampir tak kelihatan. Sekali-sekali jika pagi hari Buyung bertemu dengan dia hendak mengambil air. Buyung mencoba-coba hendak menarik hati Siti Rubiyah. menunggu-nunggu Siti Rubiyah tiba. dia lebih suka mengambil air sungai yang airnya jernih dan sejuk. dan meskipun di ladang ada sumur. ada tiga hari berjalan kaki jauhnya. Kata Sanip.com/ Dewi KZ 42 Ke Selatan sebuah jalan kecil memintasi hutan menuruni gunung. Dua . kampung Batu Putih. dan tiap sebentar orang yang melaluinya harus membukanya kembali dengan parang. Dia mengambil air membawa tabung-tabung bambu. akan tetapi. kecuali di beberapa tempat. menuju kampung Wak Hitam. maka mereka singgah dahulu di sungai dan mandi di sana. Siti Rubiyah pun selalu mandi dan mencuci pakaian di sana. Kalau bukan orang perimba pasti akan sesat jika mengikutinya. ketika jalan meninggalkan sungai dan memilih sendiri tempat-tempat yang mudah dilaluinya. Jika pulang dari hutan di petang hari. Jalannya kecil sekali. Tetapi Sutan sendiri suka mandi lebih lama dari kawankawannya yang lain.menyusuri Sungai Air Putih sebanyak mungkin. Mereka selalu mandi ke Sungai Air Putih. Sekali bawa sampai empat tabung. karena selalu saja tertutup kembali oleh semak dan pohon-pohon. maka Buyung menolongnya membawakan tabung bambu airnya.

hari sebelum mereka akan pulang, ketika Buyung pulang dari hutan menjelang tengah hari, untuk menjemput keranjang besar tempat damar, buyung memintas jalan di sungai, dan melihat Siti Rubiyah sedang bermain-main di dalam air. Dia amat asyik dalam air, hingga tak terdengar olehnya Buyung datang. Buyung pun berjalan lebih hati-hati dari biasa. Siti Rubiyah sedang mencoba menangkap ikan-ikan kecil di sungai dengan tangannya. Dia mendekapkan kedua belah tangannya, membuat tangannya menjadi semacam cabung yang bulat, dan memasang tangannya diam-diam di dalam air. Ditunggunya hingga anak-anak ikan masuk berenang ke

dalam

tangannya,

dan

kemudian

dengan

tiba-tiba

tangannya diangkatnya ke atas. Akan tetapi ikan-ikan kecil yang jinakTiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 43 jinak merpati amat cepat dapat melarikan diri, dan lepas dari tangkapan. Siti Rubiyah pura-pura marah, dan menampar air beberapa kali, akan tetapi kemudian dia akan memasang tangannya kembali dan menunggu ikan-ikan kecil masuk. Sinar matahari menyiram mukanya dan kemudian menari nari di permukaan air, membuat mukanya yang kuning langsat seakan penuh dengan siraman cahaya yang berkilauan; terang matahari bersarang ke rambutnya yang tebal dan yang kelihatan bertambah hitam dan kini seakan memancarkan

percikan cahaya kecil-kecil, cahaya matahari yang datang dari langit dan dari permukaan air sungai membasuh seluruh mukanya, bahunya dan buah dadanya dengan terang dan bayangan, sungguh terpesona Buyung memandanginya. Jika dia bosan bermain demikian, maka dia menyanyi. Suaranya halus dan lagunya sedih, lagu orang kesepian. Rupanya Buyung terlalu keras menatapinya, karena seakan terkejut dia mengangkat kepalanya, dan kemudian ketika dia melihat Buyung yang berdiri di bawah pohon di tepi sungai, sinar terkejut meninggalkan matanya, dan senyum kecil yang amat manis menghiasi pula bibirnya, dan dia berseru: "Engkau itu Buyung! Mengapa telah pulang kini?" Muka Buyung merah padam, merasa malu, akan tetapi Siti

Rubiyah tak memperlihatkan seakan dia melihat sesuatu yang ganjil dalam sikap Buyung. Sedang Buyung merasa darahnya tersirap, dan mengalir cepat sekali dalam badannya dan jantungnya berdebar-debar keras. Sungguh aneh sekali perasannya. Dia merasa amat sangat tertarik pada Siti Rubiyah, ingin dia mendekatinya dan memegangnya dan memeluknya, akan tetapi pada waktu yang bersamaan hatinya merasa takut pula. Berbagai macam ketakutan yang timbul dalam hatinya. Takut pada perasaan hebat yang timbul dalam dirinya sendiri, takut karena ingat pada Wak Hitam, dan takut pada Siti Rubiyah sendiri, takut jika dia tahu apa yang dirasanya terhadap dirinya, maka Sili Rubiyah akan marah, dan mungkin tak mau lagi tertawa semanis itu padanya, dan

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 44 dia pun merasa takut berdosa, karena dia sadar, bahwa perasaannya yang demikian dilarang oleh ajaran agama. Tetapi meskipun demikian, Buyung tak dapat menahan dirinya dari merasa demikian. Tak obahnya seakan sesuatu tenaga yang lebih besar menguasai seluruh badan dan jiwanya dan menghapuskan dari pikirannya, dari hatinya, cintanya kepada Zaitun, takutnya pada Wak Hitam, takutnya kepada Tuhan, takutnya kepada sikap Siti Rubiyah sendiri, dan takutnya pada perasaan ganjil yang dahsyat yang menguasai dirinya. Buyung melangkah ke dalam sungai, mendekati Siti Rubiyah yang duduk di dalam air. Siti Rubiyah memandang

seraya mengangkat kepalanya kepada Buyung, dan tertawa, dan berkata: "Aku coba menangkap ikan kecil. Tetapi mereka cepat lari. Seakan terasa saja padanya tangan kita akan bergerak untuk mengangkatnya ke luar dari air." Dari ketinggian tempat Buyung berdiri, jelas sekali dilihatnya buah dada Siti Rubiyah yang separuh terbuka, yang kecil dan bundar akan tetapi membuat belahan pula di antara keduanya, kulit dadanya halus, dan di rambutnya mutiaramutiara air berkilauan, bibirnya merah. Suara Buyung terasa garau ketika berkata: "Aku pulang hendak mengambil keranjang. Kami dapat banyak damar." Tetapi kakinya tak hendak bergerak dari tempat itu, dan dia

berkata, melupakan semuanya: "Marilah aku tolong engkau menangkap ikan." Buyung membungkuk dan kepala mereka amal berdekatan, badan mereka amat berdekatan, dan dengan suka cita Buyung lihat, bahwa Siti Rubiyah sama sekali tak berusaha menjauhkan dirinya. Ketika itu Buyung merasa amat dekat sekali pada Siti Rubiyah, dan lupalah dia sama sekali pada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 45 Zaitun. Mereka sebaya, dan mudah benar Buyung merasa berkawan dengan dia. Buyung tak tahu berapa lama keduanya mencari-cari ikan. Siti Rubiyah banyak bercerita. Dia bercerita, bahwa dia

dipaksa kawin oleh orang tuanya dengan Wak Hitam, sedang sebenarnya dia tak hendak kawin dengan Wak Hitam. Hampir dia membunuh dirinya, kalanya, ketika dipaksa kawin dengan Wak Hitam. Akan tetapi karena menghormati dan takut pada ayah dan ibunya, maka diturutinya juga kemauan ayah dan ibunya. Dia tak pernah merasa senang selama kawin dengan Wak Hitam, cerita Siti Rubiyah. Dia selalu ingin tinggal di Kampung, dan ingin bergaul dengan kawan-kawan yang sebaya dengan dia. Akan tetapi Wak Hitam dalam bulanbulan terakhir selalu saja membawa dia ke huma, dan istriistrinya yang lain ditinggalkannya di kampung. Dia merasa amat kesepian di ladang, dan merasa tak enak

"mengambil mengambil keranjang. Dan Siti Rubiyah menarik air muka. hanya dengan maksud untuk memperpanjang kemudaannya untuk mempermuda dirinya sendiri. dan dipaksanya sebenarnya takut pada Wak Hitam. Jatuh juga hati Buyung melihatnya tak berdaya demikian. Pasti dia kesepian dan ingin berkawan dengan orang-orang muda yang sebaya dengan dia. katanya mengaku. Tahukah Wak Hitam. akan tetapi kemudian dia teringat tujuannya yang sebenarnya dirinya meninggalkan suasana yang amat menggembirakan bercakapcakap dengan Siti Rubiyah. Dapat banyak damar kami.berdua-dua demikian. dikawini dengan paksa oleh seorang tua. didengarnya Wak Hitam memanggil. Segan benar Buyung sebenarnya meninggalkan Sili umurnya. Di mana Siti Rubiyah?" Tersirap darah Buyung sedikit." "Marilah sebentar ke mari. "Siapa itu?" "Buyung. dan dipaksa pula tinggal bersama di tengah hutan. Sungguh kasihan dia. dan dia bergegas ke rumah mengambil keranjang. Wak. seakan dia merasa jijik dan tak senang dengan Wak Hitam. Tiraikasih Website http://kangzusi. keranjang.com/ Dewi KZ 46 Ketika dia tiba di atas beranda. Dia hendak memakai . Wak Hitam mengawininya. seorang perempuan muda demikian. bahwa dia tadi singgah dan lama berbicara dengan Siti Rubiyah? Buyung ingat akan cerita-cerita tentang ilmunya yang hebat." sahutnya enggan. Dia dengan Wak Hitam di tengah hutan Rubiyah.

hilang pula rasa takut dan was-was dalam hatinya. Mendengar suaranya dan melihat keadaannya yang demikian. dan membaca mantera penjaga diri yang diajarkan Wak Katok padanya dan dia melangkah dengan tenang ke dalam kamar tidur Wak Hitam. tetapi tak kuat. Wak Hitam terbaring di atas kasur di lantai. dan tangan kanannya membawakan cangkir ke bibir Wak Hitam. "Aduh Buyung. Seluruh badannya gemetar." katanya dengan suara yang lemah dan gemetar. Rupanya demamnya sedang naik. Kepalanya memakai kupiah wol yang tebal yang belangbelang merah. Cerek tempat air terletak jauh dari kasurnya. hitam dan putih. dan kemudian merebahkan dirinya kembali. Buyung mendorong punggungnya dengan sebelah tangannya. Dia minum dengan lahap. keringat dengan sebuah lap kain merah yang terletak dekat bantalnya. dan air teh akan tumpah jika cangkir tak dipegang kuat-kuat oleh Buyung. Ketika Buyung masuk dia mengerang.dan bukan tak mungkin ilmu firasatnya begitu hebat. tolong berikan aku air secangkir. dan cangkir bergoyang karena getar kedua tangannya. Buyung menguatkan dirinya. Wak Hitam memegang cangkir dengan kedua belah tangannya. Wak Hitam mencoba duduk. Buyung menyeka keningnya yang penuh . Buyung mengisi semangkuk air teh dan membawa padanya. hingga dia dapat mengetahui apa yang terjadi jauh dari dirinya. berselimut hitam tebaltebal.

Dari jauh Siti Rubiyah telah "Pergilah. biar mereka dapat membagi-bagi harta yang kita tinggalkan. Bini sendiri pun tidak lagi memperdulikan kita. Kamar terasa seakan sesak. Beginilah Buyung. dan berkata: bekerja. "di mana Siti Rubiyah?" Tiraikasih Website http://kangzusi."Aduh." Hati Buyung lega disuruhnya pergi. Di tengah jalan Buyung bertemu dengan Sili Rubiyah yang hendak pulang. dan dia seakan merasa tak dapat bernapas di dalamnya. beginilah kalau sudah tua dan sakit-sakit. Tiba di luar rumah. akan tetapi dia tak lahan rasanya tinggal di dalam kamar yang panas dan gelap dengan Wak Hitam yang demam panas. apalagi anak-anak atau keluarga yang lain. dan berkata: "Bini yang tua dan bini yang katanya. lalu memandang pada Buyung." Kemudian diam diam sebentar. engkau masih harus . "Di sungai saja kerjanya. udara dalam kamar berat dan panas dengan bau badan Wak Hitam yang sakit." Kemudian dia diam." sahut Buyung "Ohhhh. Barangkali dia terlalu bergegas berangkat. tak hendak mengurus kita dengan benar. kehilangan perhatiannya. mencuci." kemudian timbul kembali kekesalannya dan iba hatinya pada dirinya sendiri. "kalau sudah tua dan sakit-sakit. Buyung. Mereka malahan menunggu dan mendoakan supaya kita lekas saja mati. dan kembali memandang pada Buyung." katanya kembali. tak ada lagi yang mengurus awak." keluhnya. dan muda.com/ Dewi KZ 47 "Di sungai. udara panas dihirupnya dan terasa amal segar sekali. sama saja.

" tiba-tiba dia berhenti berkata.tersenyum. aku memperbaiki perangkap kancilku sebentar. "Aduh senang juga hatiku. karena harus berdusta demikian." kala Talib. dan Buyung bergegas kembali ke hutan.com/ Dewi KZ 48 burung pelatuk yang mengisi hutan.. Dia terkejut ketika mendengar suara Talib mereka berdua bekerja bersama mengumpulkan damar. karena Wak Hitam memanggil-manggilnya. "Aduh. sampai menyanyi segala. Dan Buyung bukannya tak senang dengan perasaan ini. senang benar hatimu. dan panas demamnya kelihatannya lelah menjadi lebih tinggi. Enam ekor burung gagak kelihatan terbang melintas di atas hutan tempat mereka . dan menengok ke atas. telah tumbuh sesuatu yang mendekatkan mereka. Akan tetapi Talib terus berbalik meneruskan pekerjaannya. Di tengah hutan ingatannya yang penuh gembira dapat berjumpa tadi dengan Siti Rubiyah tak terganggu oleh ketokan Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung mengatakan padanya agar dia bergegas. di sungai tadi. Kali ini seakan senyumnya mengandung arti yang lebih dalam. "Sudah terlalu lama. Siti Rubiyah terus pulang.." Dan dia takut Talib akan melihat betapa pipinya memerah.. Seakan dari pertemuan mereka." Dengan tak disadarinya Buyung telah menyanyi rupanya. dan kini Talib memajukan sebuah pertanyaan yang sukar pula untuk menjawabnya: "Mengapa engkau lama?" Akan tetapi otaknya dengan cepat bekerja dan dia menjawab: "Oh. dan dia tak sadar telah tiba di tempat mereka bekerja. esok kita akan pulang ke kampung.

maka artinya si sakit akan mati. Dia teringat Siti Rubiyah akan mereka tinggalkan sendiri dengan Wak Hitam yang masih sakit." "Ah. 0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi. dan sepanjang malam terdengar dia tak tertidur. "jadi di hutan tak ada artinya. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 49 "Itulah yang kumaksudkan. berbunyi-bunyi: gaak-gaak-gaak! Talib agak berubah air mukanya Dia mengucap Astagafirullah. Buyung merasa agak berat dalam hatinya berangkat." kala Talib. Hari itu mereka lebih cepat pulang ke huma Wak Hitam.. Siti Rubiyah ikut bangun pagi. "apalagi kita ini kan di hutan." "Kalau di kampung ada burung gagak terbang melintasi rumah. ." kala Buyung. akan tetapi berbalik-balik dengan gelisah di alas tempat tidurnya. bukan di kampung. bukan?" "Kuharap benarlah katamu itu. Moga-moga Tuhan melindungi kita dan menyelamatkan perjalanan kita pulang. Kemarin malam panasnya naik lagi..dan kemudian berkata: "Aduh. tahyul saja itu." kata Talib." kata Buyung. karena hutan tempat burung gagak tinggal. hingga dia mengerang-ngerang sepanjang malam. karena mereka hendak menyiapkan hasil damar yang telah mereka kumpulkan selama seminggu bekerja di hutan. dan di rumah itu ada orang sakit.bekerja. alamat tak baik itu. dan untuk menyiapkan perbekalan pulang.com/ Dewi KZ 50 3 Sebelum Subuh mereka telah bangun. dan memasakkan kopi dan makanan pagi untuk mereka.

Wak Hitam orang yang punya ilmu-ilmu. perasaan gembira dan hasrat mendesak. Dan sebagai kata orang. Tetapi dia tak dapat membaca sesuatu di air muka Pak Haji yang tenang seperti biasa di air muka Pak Balam. maka siapa tahu Tiraikasih Website http://kangzusi. apakah yang akan dilakukan oleh Siti Rubiyah? Kepada siapa dia akan dapat minta tolong? Alangkah ngerinya baginya tinggal berdua di ladang sepi di tengah hutan itu dengan mayat Wak Hitam. apakah mereka juga merasa seperti dia. Tetapi Buyung merasa kehilangan perasaan gembira demikian. di muka Talib atau Sutan dan Sanip. Dalam hatinya timbul pertanyaan. Mereka seperti biasa saja. bila akan pulang ke kampung setelah berminggu-minggu di hutan. Malahan di wajah Talib. Sutan dan Sanip dia dapat membaca kegembiraan mereka akan berangkat pulang. Timbul rasa kasihan yang besar dalam hati Buyung terhadap perempuan muda itu. yang biasanya selalu menyertai pagi demikian. Kemungkinan dia akan bertemu dengan Zaitun pun tidak dapat menimbulkan kegembiraan dalam hatinya. selelah mereka berangkat.com/ Dewi KZ 51 setan-setan akan datang mengganggu. seandainya Wak Hitam mati. Tetapi dia tahu juga tak banyak yang dapat dilakukannya . atau di wajah Wak Katok yang keras dan kukuh. dan tak lama lagi akan berkumpul kembali dengan keluarganya. Kini malahan hatinya seakan berat hendak meninggalkan Siti Rubiyah berdua saja dengan Wak Hitam.dan tiap sebentar terdengar gerak Siti Siti Rubiyah di dalam kamar mengambilkan air minum untuknya. Dia melihat kepada kawankawannya.

Ingin dia dapat bercakap-cakap lagi dengan Siti Rubiyah sebelum berangkat. Rubiyah. Sesaat terasa pula olehnya seakan Siti Rubiyah hendak mengatakan sesuatu kepadanya. akan tetapi tak jadi diucapkannya kawannya ke luar dari kamar Wak Hitam. Dia tak dapat tinggal di sana. Hanya sebentar. baik-baiklah jaga dirimu. Seakan kata-kata menunggu dan bersiap di belakang bibirnya. Dia juga harus ikut pulang memikul hasil damar yang mereka kumpulkan.untuk menolong Siti Rubiyah. dan sinar matanya seakan meminta dengan amat sangat kepadanya untuk melakukan sesuatu. Moga-moga Wak Hitam lekas sembuh." Siti Rubiyah hanya memandang padanya dengan air muka yang penuh arti. tangan nasib atau tangan Tuhan Yang Maha Kuasa telah menghentikan karena terdengar langkah kawanhendak terlompat dari mulutnya. dan dia sengaja menunggu hingga terakhir. akan tetapi juga tabah menerima. Sebentar tertegun perasaan Buyung. telah . akan tetapi tak ada kesempatan timbul. Sinar menghilang dari mata Siti Rubiyah. dan air mukanya memperlihatkan seakan dia kecewa. dia dapat berkata kepada Siti Rubiyah: "Kami berangkat kini. ketika kawan-kawannya yang lagi pergi mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Wak Hitam. bahwa dia tak jadi mengucapkan apa yang harus diucapkannya.

Sekan merupakan sebuah tali halus yang tak kelihatan yang mengikat meskipun lewat dalam sekilas mata. Saat-saat yang demikian. maka terjadi apa yang terjadi kemudian? Tiraikasih Website http://kangzusi. pilihan yang mungkin membawanya ke puncak kebahagiaan. Atau yang membawa kesyukuran ataupun sesalan seumur hidup. apa yang hendak diucapkannya ketika itu. jika jadi diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. saatsaat yang menyuruh orang melakukan pilihan atau mengambil putusan. Menjadi kenangan dan pertanyaan. apa yang hendak diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. dan siapa tahu. purapura memperbaiki kayu api di tungku. Siti Rubiyah membuang muka dan pergi ke tungku. Saat serupa itulah yang tiba akan tetapi berlalu kembali antara Buyung dan Siti Rubiyah. . atau juga ke dasar ngarai gelap kenistaan. jika tak akan menjadi kenangan untuk seumur hidup. akan tetapi mungkin dapat meninggalkan bekas bertahun-tahun.lompatan kata-kata. saat-saat yang penuh arti dan pengaruh gaib. Dan keduanya seakan menyadarinya dalam bawah sadarnya. dan Buyung melangkah menuju ke kamar Wak Hitam untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal. dan hal itu juga menjauhkan mereka akan tetapi mendekatkan mereka pula. jiwa mereka.com/ Dewi KZ 52 Saat-saat gaib demikian selalu ada dalam hidup setiap manusia. Mereka seakan merasa lega dan kecewa sekaligus karenanya.

Semua kekayaan dirinya ini dibandingkan dengan kelemahan orang tua itu. kawan-kawannya semua telah turun membawa keranjang-keranjang punggung besar yang berisi damar dan bekal mereka di hutan.com/ Dewi KZ 53 gagah perkasa dahulu. akan tetapi kini direbahkan oleh sakit demamnya. Wak Hitam. menjadi susunan daging dan tulang dan olotototyang tidak berdaya sama sekali. Karena itu dia merasa terdorong harus cepat ke luar dari kamar orang sakit. segar bugar. dan setelah matanya terbiasa dalam gelap kamar. pijitan tangannya membalas salam Buyung amat lemah sekali. dan berdiri serta bergegas melangkah ke luar. Seakan dia memamerkannya dan menyombongkan dirinya pada si lemah. dan kemudian dengan perasaan tak enak. karena dia orang muda.Dia berpapasan dengan kawan-kawannya di pintu kamar. malu melihat kelemahan letaki yang begitu banyak terima kasih telah diterima Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung melepaskan tangan Wak Hitam. Siti Rubiyah masih . dan berkata: "Saya minta diri. penuh kekuatan hidup. Dia merasa malu. yang hanya diterangi sinar kecil sebuah pelita lampu minyak kelapa. Dia berjongkok dan mengulurkan tangannya memegang tangan Wak Hitam. Ketika dia tiba di luar kamar. dan mengucapkan bermalam di sini. dan dia merasa malu." Wak Hitam hanya mengerang saja. maka dia melangkah mendekati tempat Wak Hitam berbaring.

. panas penuh kehidupan. dan dengan seluruh hatinya dia ingin dapat menolong Siti Rubiyah pada setiap waktu. memberi salam selamat tinggal kepada Siti Rubiyah. dan mengulurkan tangannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan Buyung merasa tak perlu berkata sesuatu apa. Buyung menurutkan bisikan hatinya. dan melangkah cepat menuju ke tungku. Dengan cepat keranjang disandangkannya ke atas bahunya. Dia melihat bahwa senapan tak ada lagi tergantung di dinding.com/ Dewi KZ 54 Kemudian dia memandang kembali kepada Siti Rubiyah yang masih duduk di depan tungku. penuh darah merah mengalir. Mata mereka berpandangan. Darah yang memanggil-manggil. melihat ke dinding apakah senapan lantak Wak Katok telah dibawa atau belum. Buyung melepaskan tangan Siti Rubiyah dan pergi ke ujung beranda tempat keranjang punggungnya telah menanti. dia memperbaiki letak parang panjang di pinggangnya. dia melihat dalam mata Siti Rubiyah cerminan apa yang dikatakan matanya sendiri. Pegangan Siti Rubiyah terasa keras sekali. Sesaat Buyung merasa ragu.Siti Rubiyah hanya perlu memanggilnya saja.tinggal duduk berjongkok di depan tungku. amat jauh berbeda dari tangan sakit Wak Hitam. yaitu bahwa seluruh hatinya dapat merasakan penderitaan Siti Rubiyah. Telah dibawa rupanya oleh Wak Katok. antara hendak mendatanginya . menyentuh pisau belati di perutnya dengan tangan kirinya. Tangan Siti Rubiyah kuat dan lembut.

"Tetapi kalau ada isinya.. Susul kami nanti di tempat kita bermalam. Nanti aku susul. tiba-tiba Buyung ingat pada perangkap kancilnya. tak akan ada orang yang mencurinya. dan mulai masuk ke pinggir hutan. Karena itu dia cepat turun tangga tanpa berkata sesuatu apa lagi. "Berdosa engkau. bahwa dia telah memberi salam selamat tinggal." "Tetapi aku malas kembali. masih ragu-ragu." "Mana jauh.Buyung tambah ragu. biarlah." katanya.com/ Dewi KZ 55 Dia melepaskan keranjang punggungnya yang berat dan meletakkannya ke dalam belukar di bawah sebuah pohon besar di sisi jalan kecil di hutan." kata Sutan. . "Sayang bukan. Buyung bergegas menyusul mereka." kata Buyung. Ketika dia tiba di bawah tangga. Kita telah jauh. kau memang pemalas. "Aduh.kembali." "Ah. Demikian engkau akan dapat berjalan lebih cepat." Tiraikasih Website http://kangzusi. "Siapa tahu barangkali ada isinya pagi ini. "baru jalan setengah jam. "Baiklah. "kalian terus saja." kata Talib. kancilnya bisa mati kelaparan." "Mengapa engkau tak kembali memeriksanya?" kata Sutan." . Tinggalkan saja keranjangmu di pinggir jalan. aku kembali memeriksa perangkap." katanya kepada Sutan yang berjalan di depannya. Ucapan Talib menyebabkan dia mengambil kcpulusan untuk kembali. aku lupa memeriksa perangkap kancil. dia melihat kawankawannya telah menyeberangi ladang. atau terus pergi. Akan tetapi dia teringat. Setelah berjalan kurang lebih setengah jam.

dia akan memberi ibunya uang untuk membantu belanja di rumah. Dalam hatinya dia berharap benar akan mendapat seekor kancil. sebuah kain pelekat yang berwarna merah tua. Sejak dia pandai mencari uang. Akan tetapi dia berkata. bahwa dia tak perlu memberikan uang. dia akan membeli. Akan diberikannya kepada Zaitun. apakah yang akan dibelinya . Dan si Rancak. Ibunya akan senang benar dengan kain sembahyang baru nanti. Dia juga akan menyimpan uang untuk membeli pakaian baru untuk hari Lebaran yang akan datang. selalu dia memberi uang pada ibunya.? Dia akan menyimpan seringgit untuk membeli sebuah senapan berburu yang baru. kala ibunya kepadanya. kembali menuju ladang Wak Hitam. Itulah warna yang disenangi ibunya. Dia hendak membuat baju teluk belanga dari sutera kuning muda. Dari uang hasil damarnya. karena dia tak punya hutang kepada siapa pun juga. tentu akan tambah sayang pula padanya. bahwa suka hati ibunyalah akan diapakan uang yang diberikannya.. Ayahmu masih cukup memberi ibu uang. Zaitun sudah lama ingin memelihara seekor kancil. meskipun ibunya mengatakan.Kemudian dia berbalik. jika dia memberi Zaitun kancil.. dia akan membelikan sebuah kain sembahyang yang baru untuk ibunya. adik Zaitun. seperti orang membayar makan saja di rumah orang lain. Dia senang. Oh. Kemudian apa lagi? Oh. sebuah .

peci beludru hitam yang baru. Buyung kembali ke dalam hutan. tanpa melihat Buyung yang berdiri dengan diam-diam dan siap untuk melompat ke pinggir jika babi hendak menyerangnya. Dia mendengar ketukan tajam burungbelatuk mencari ulat dibalik kulit pohon kayu. tangannya memegang hulu parang panjangnya. Akan aku berikan uangnya pada ibu supaya disimpan. Dia mendengar kokok ayam hutan berderaiderai merdu. Dia berhenti. dan kemudian seekor babi hutan yang besar muncul. pikirnya. Babi telah melintas jalan. dan melihat . ketika mendengar bunyi berkeresek-keresek di dalam belukar di pinggir jalan. Dia mendengar kembali bunyi-bunyi ratusan ragam serangga di dalam hutan. Dia ingin sekali membeli sandal kulit yang berpakupaku putih sebagai perhiasannya. Dia mendengar kembali bunyi teriak orang hutan yang bergendang-gendang berat dari jauh. Kini dia menyadari kembali pohon-pohon di sekelilingnya. Tombak-tombak sinar matahari yang berhasil menembus payungan tebal daun-daun hijau memiring dari langit menimpa tanah hitam di bawah. Tiraikasih Website http://kangzusi. melintas jalan dengan cepat. menimbulkan pola-pola cahaya dan bayangan yang bertukar-tukar amat menarik hati. dan sepasang sandal kulit yang baru.com/ Dewi KZ 56 Dia terkejut dan terbangun dari mimpi-mimpinya. Dia melihat rama-rama yang beterbangan di sinar matahari yang menembus ke dalam hutan. Belukar bergerak-gerak.

semuanya menapaskan kehidupan. Semuanya di sekelilingnya. Dia merasa kembali kesegaran udara pagi di dalam hutan. Hidungnya hitam dan basah berkilauan. dan mempertajam kesadaran dirinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. pikir Buyung. Dia merasa amat sangat gembira. matahari di langit.kembali burung burung berwarna hijau. Menggembirakan hati. hutan dengan pohon dan daun. Alangkah manisnya binatang ini. kuning dan merah yang beterbangan tinggi di antara cabang-cabang pohon. mulutnya lalu bersiul-siul. angin yang datang berhembus. akar. menguatkan otot dan tulang. Tiap tarikan napas yang memenuhi jantung seakan obat segar yang mempercepat jalan darah. dan melihat di dalam perangkap seekor kancil yang kecil. serangga dan margasatwa yang dirasanya kehadirannya. pada alam hidup di sekelilingnya. dan tanpa diketahuinya.com/ Dewi KZ 57 Kegembiraannya bertambah sempurna ketika dia tiba di tepi ladang tempat dia memasang perangkapnya. kakinya ramping telinganya runcing dan halus. ketika Buyung tiba dekat perangkap. Dengan cepat dia membuat sebuah keranjang dari cabangcabang . dan dia teringat pada kisah kancil yang diceritakan ibunya kepadanya di waktu kanak-kanak. Kesadaran pada hidupnya. langit yang dirasanya berada di atas lapisan payung hijau rimba. dan matanya lembab bercahaya. Kancil itu berlarilari berkeliling di dalam perangkap yang sempit.

dan dia menggeliat-geliat badannya hendak melepaskan dirinya dari pegangan si manusia yang ditakutinya. Di pinggir hutan dekat sungai. lalu dia membalikkan sungai.kecil pohon yang liat yang tumbuh di pinggir hutan. . Langkahnya tertegun. dia berhenti. memintas hutan menuju . dan sedang duduk di batu menyisir rambutnya. tertegun karena tiba-tiba dia melihat Siti Rubiyah duduk di atas batu rupanya dia baru selesai mandi. memandang ke pondok tinggi di tengah ladang sebentar terlintas dalam hatinya hendak pergi menengok Siti Rubiyah kembali. dia memutar badannya. Kemudian dia mengumpulkan daun-daun muda dan rumput muda dan dimasukkannya ke dalam keranjang. akan tetapi dia teringat pada Wak Hitam.com/ Dewi KZ 58 dalam gerak perempuan muda berkata kepada Buyung bahwa langkahnya. Kemudian dia teringat. bahwa mungkin sang kancil akan haus. Dadanya dan perutnya turun naik karena bernapas kencang. Kancil amat ketakutan ketika dipegangnya. dan melangkah kembali ke hutan. Akan tetapi Buyung berbicara padanya dengan suara yang halus dan tenang. dan hal ini menyebabkan dia kembali memutar badannya. Tetapi sesuatu Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung mengumpulkan rumput kering dan dengan rumput itu dialasnya keranjang. melangkah cepat ke dalam hutan. Lalu keranjang ditutupnya dan dia menjinjing keranjang. dan kemudian sang kancil ditidurkannya. Karena dia telah berpakaian.

dan melangkah di dalam air. Pada saat yang demikian Buyung pun dapat ikut merasakan dalam dirinya kesepian yang dahsyat yang menawan diri si perempuan muda yang duduk sendirian di atas batu. Seluruh hatinya dan dirinya berseru menyuruhnya mendekati si perempuan muda. di pinggir sungai di tengah hutan belantara. sendiri?" Perempuan itu tersentak bangun dari arus pikirannya.perempuan itu sedang gundah gulana pikirannya. dan kedua tangannya dilipatkan menekan dadanya. akan tetapi seakan tak melihat sesuatu apa. mengapa engkau bermenung-menung Sebentarsebentar tangannya yang menyisir rambut yang hitam dan panjang terhenti. cahaya matahari kembali bersinar di dalam matanya. Air mukanya seperti orang yang terkejut sekali. "Aduh. menuju Buyung. Siti Rubiyah berdiri. dan menegur: "Rubiyah. dari naungan atap daun rimba." katanya dengan suara yang terkejut. matanya terbuka. dan memecahkan kesepian manusia yang sedang diderita Siti Rubiyah. gerak dan suara yang mendentingkan tali hati Buyung. Ketika dia melihat Buyung seluruh air mukanya berubah. dan separuh terkejut mengangkat badannya dari batu. tersirap darahku. Dengan tak berpikir lagi Buyung melangkah ke luar . duduk menatapi air yang mengalir. dan dia seakan termenung. berpaling cepat ke arah suara Buyung. dan senyum menyambut terang di bibirnya. kepalanya tegang kaku.

. dan memandangi Siti Rubiyah dengan matanya yang bundar. akan tetapi kemudian dia membiarkannya." "Belum tahu. di tengah jalan aku teringat. aku kembali . keraguan timbul dalam hatinya..memegang tangan Buyung.. "cantik sungguh rupanya. Aku kembali. dan hasrat yang timbul pula dalam hatinya untuk dengan gagah berkata: "Jika engkau suka. Tak baik menurutkan susah hati." dan dia memperlihatkan kancil kepada Siti Rubiyah. antara hendak mengatakan. bahwa kancil itu adalah untuk Zaitun. Rubiyah. Buyung melangkah ke dalam hutan. Siti Rubiyah berteriak kecil girang melihat kancil. "Aduh bagusnya dan halusnya dia. dan cepat mengerti.... ketika Buyung berkata: "Ya. kakak kembali. lupa memeriksa perangkap kancil." kata Buyung kemudian memberanikan hati." kata Siti Rubiyah. kecintaannya di kampung Air Jernih. "Aku perhatikan engkau tadi duduk di batu sungai. bolehlah untukmu. entah mengapa dia berkata demikian." .com/ Dewi KZ 59 sentuhan jari perempuan. dia sendiri pun tak tahu apa yang menyuruh berkata demikian. dan meletakkan keranjang di bawah sebuah pohon kayu besar. dan mengulurkan jarinya melalui lubang anyaman keranjang. dan mereka berdua mencangkung dekat keranjang yang berisi kancil. dan benar saja ada kancil di dalamnya ." kata Buyung kemudian. Untuk siapakah dia?" Buyung memandang padanya. Mula-mula kancil mencoba mengelakkan kepalanya dari Tiraikasih Website http://kangzusi. sambil berkata: "Aduh. "Jangan terlalu banyak pikiran.?" Kemudian dia melihat kancil dalam keranjang.

Dia membungkukkan kepalanya. dan hasrat hendak menolong." "Aduh. dan yang sanggup membela dan melindungi perempuan muda yang tak berdosa. lalu berubah.." katanya. Penyakitnya tak hendak sembuh-sembuhnya. Dan aku. sejak dia sakit. yang membuat Buyung melupakan umurnya yang muda. "bagaimana aku tak bersusah hati. dan mengais-ngais tanah di bawah pohon dengan jari-jarinya. jika bukan kepada kakak yang begitu baik hati padaku?" katanya kemudian. "Aduh. dan memandang kepada Buyung. kak. yang lemah dan yang sedang dalam kesusahan ini. Tiraikasih Website http://kangzusi. Aku hanya tinggal berdua dengan Wak Hitam. apa?" tanya Buyung. aku . dan memandang kepada Buyung dengan matanya penuh rasa percaya dan minta bantuan." dia tertegun. dan dia kembali teringat pada kesusahan hatinya.Mendengar kata Buyung. lupa kepada kancil yang menarik hatinya mulamula tadi. akan tetapi kepada siapa kini tempat aku mengadu.. "Malu aku sebenarnya mengatakannya. Panas badannya bertambah hebat saja. berhenti berbicara. "akan aku tolong engkau. air muka Siti Rubiyah yang telah girang karena melihat kancil. kakak. dan dia merasa dirinya seorang letaki yang dewasa dan gagah perkasa. penuh rasa ingin tahu.com/ Dewi KZ 60 "Apa. setiap aku ada di rumah. "Katakanlah. kembali dirinya dipeluk oleh hal-hal yang menyusahkan pikirannya." desak Buyung.

Hatiku tambah segan dan takut — tolonglah aku kak." dan tiba-tiba Rubiyah melupakan rasa malu dan segannya kepada Buyung.. dan kudengar dia juga pada bini-bininya yang lain . kak — atau ke mana saja sungguh aku tak tahan lagi.. Bawalah aku pulang ke kampung.disuruhnya. hendak pulang ke kampung. aku hendak lari saja. aku lebih disiksanya lagi.. Dia bukan manusia lagi kak. dan kemudian dia membalikkan dadanya. dan tiba-tiba mukanya merah..com/ Dewi KZ 61 memperlihatkan dadanya kepada Buyung. sedikit pun tak boleh . dia sudah seperti binatang. karena dibawa arus kemarahan dan kasihan dirinya. malu. aku tersiksa — itu kalau dia lagi sakit — kalau dia tak sakit. -..katanya supaya kesehatan diriku masuk ke badannya yang sakit — dan menyembuhkan dia — aku tak tahan lagi. kakak tak tahu apa yang dilakukannya pada diriku.. tiap kali aku harus berbuat demikian. memperlihatkan kepada Buyung punggungnya yang penuh dengan bekasbekas seperti cambukan atau cubitan yang mengeluarkan darah. Tiraikasih Website http://kangzusi. seperti setan saja — aduh.. dan . dan dengan terkejut membalikkan punggungnya. atau pula gigitan. atau juga goresan kuku yang mengenai daging.. lalu membuka kebayanya.". aku disuruhnya tidur memeluknya. tiap kali terasa tambah berat di hatiku." dia terhenti lagi. aku tak boleh berbaju.

akan tetapi hatinya merasakan sungguh nasib malang perempuan muda itu. Inilah Siti Rubiyah. Dia menangis terisak-isak. atau ditenungnya. menundukkan kepalanya. yang merupakan sebuah saksi dan bukti yang terang sekali. Perasaannya amat tergoncang sekali. Semua cerita yang menakutkan dan mengerikan tentang Wak Hitam kini terbukti kebenarannya. maka aku mati. dan air mata mengalir dari matanya.Buyung melihat dadanya penuh bekas-bekas gigitan yang telah sembuh." Tiba-tiba Buyung merasakan dirinya tak cukup gagah perkasa untuk dapat melindungi Siti Rubiyah dari kesetanan dan kebinatangan Wak Hitam. Wak Hitam mengancam aku. "Tetapi kak. Jika dia berbuat demikian di kampung. Siti Rubiyah kemudian dengan cepat menutup kembali dadanya. hingga sebentar Buyung bingung tak tahu apa yang harus dilakukannya. Meskipun dia belum dapat memahami semua yang terjadi antara Wak Hitam dan Siti Rubiyah. istrinya yang muda. dan terasa padanya amat sangat dahsyatnya. hingga aku mati atau jadi gila. kak. bahwa jika aku membuka rahasianya kepada siapa pun juga. kakak jangan ceritakan pada siapa pun juga apa yang aku katakan ini. Apa dayanya melawan orang . Aku akan diracunnya. Dia berilmu gaib yang hebat sekali. Dia kini juga mengerti mengapa Wak Hitam suka membawa istriistrinya ke huma yang sepi itu. Aku takut padanya. tentu orang kampung akan ribut. Apa yang dilihatnya baru sekali itu dilihatnya.

dan kemudian memeluk pinggangnya dan menyembunyikan kepalanya ke perut Buyung. Dijangkaukannya tangannya memegang bahu Siti Rubiyah." Kembali rasa letakinya timbul mengalir kuat bersama darahnya. tak sampai hatinya untuk mengaku kalah. diamlah Rubiyah. dan menundukkan kepala ke tanah. dan tak berbual apaapa. Pikirannya bagaimana menolong Siti Rubiyah. Rubiyah.com/ Dewi KZ 62 Akan tetapi melihat Siti Rubiyah duduk mencangkung demikian di depannya. dan Buyung menghapus-hapus kening Siti Rubiyah. sambil berkata: "Lindungi aku. murid Wak Katok akan dapat menghadapi dan menantang Wak Hitam? Tiraikasih Website http://kangzusi.berilmu gaib yang hehat seperti Wak Hitam? Dia baru belajarsedikit-sedikil dari Wak Katok. Bagaimana dia." katanya kemudian. dan berkata: "Diamlah. selain kakak. Kepada siapa aku akan minta tolong kini?" "Aku tolong engkau. Akan dibawanya kini dengan mereka pulang ke kampung Air Jernih? Akan mereka tinggalkan Wak Hitam sendirian sakit di huma? Apa kata ibu dan ayahnya nanti di kampung? Apa kata orang kampung? Dan apa kata Zaitun sendiri? Tidakkah dia nanti akan didakwa melarikan istri diputarnya dengan keras mencari jalan . Tenanglah. Tak ada orang yang mau menolong aku. kak. Sedangkan Wak Katok sendiri mengaku guru pada Wak Hitam. jangan engkau menangis. dan Siti Rubiyah merebahkan kepalanya ke pangkuan Buyung. ketika Siti Rubiyah memegang tangannya.

Atau akan Bagaimana kebenaran? mungkin begitu sukar menjelaskan dibawanya Siti Rubiyah kembali ke kampung Wak Hitam saja? Tetapi juga ini akan menimbulkan pertanyaan di kampung Wak Hitam. Dia hendak menyelamatkan Siti Rubiyah yang tak tahan lagi tinggal dengan Wak Hitam. . Yang terang salah dan kejam ialah Wak Hitam. iba hatinya terhadap Siti Rubiyah bertambah besar. karena berbuat lancang demikian. Keluarganya mungkin akan mendakwanya melarikan istri Wak Hitam.com/ Dewi KZ 63 Dan mengapa harus diperlukan keberanian luar biasa untuk melakukan sesuatu kejujuran biasa? Apakah tidak baik dibawanya Siti Rubiyah dahulu ke tempat kawan-kawannya bermalam. Dia merasa Siti Rubiyah membalas pelukannya. dan dengan tak disadarinya dipeluknya badan perempuan muda itu erat-erat. Wak Katok dan Pak Balam? Akan tetapi jika dia datang begitu saja apa pula kata mereka? Mungkin mereka akan marah padanya.orang? Besar juga perkaranya nanti. dan mengangkat badannya. dan di sana meminta nasihat Pak Haji. Semua jalan yang mungkin ditempuh seakan serba salah. Dan meninggalkan Wak Hitam sendiri sakit di huma tidakkah juga salah dan dosa? Kacau pikirannya. Sedang sebenarnya halnya sudah jelas. Akan tetapi mengapa demikian susahnya membela kezaliman? yang benar dan yang menjadi korban Tiraikasih Website http://kangzusi. Karena merasa pikirannya buntu dan tidak dapat juga mencari jalan ke luar.

pohonpohon di sekelilingnya. Dia belum hendak melepaskan perempuan muda dari pelukannya. Napas Buyung terasa sesak... Dia hanya tahu dia memeluk seorang perempuan muda. yang mengeras di antara kedua bibirnya. Dan perempuan menolong tangan Buyung menemukan yang dicari-carinya dengan kekakuan kebujangan letakinya.. dan membawa mulutnya mencari-cari buah dada yang muda yang telah berpengalaman itu muda.com/ Dewi KZ 64 panas yang membawa mereka ke puncak-puncak yang tinggi. Belum pernah dia merasa apa yang dirasanya ketika badannya menempel pada badan Siti Rubiyah. semuanya menghilang dari kesadarannya. Bunyi air sungai. Dan tak lama kemudian mereka kembali menaiki arus Tiraikasih Website http://kangzusi..mendekapkan dadanya. seluruh tubuhnya dipanasi oleh darahnya yang mengalir kencang dan kuat. dan mengencang. bunyi-bunyi hutan di waktu pagi. 0oo0 Hari telah hampir magrib ketika Buyung tiba di tempat mereka bermalam yang pertama dalam perjalanan pulang dari . Buyung tak hendak pergi. dan mendorong kepalanya ke bawah. lepas dari daya tarik bumi. Dia belum hendak berpisah dari kenikmatan baru yang belum pernah dirasakannya selama ini. lalu Buyung pun lupa segala masalah yang harus dipecahkannya dengan segera. dan kemudian mata mereka berpandangan.. dan Buyung mengerang dan kemudian mereka dihempaskan tinggi ke atas oleh ledakan yang besar yang memenuhi seluruh tubuh mereka .

dan tiga bulan kemudian kami bermalam . kami dibawa Wak Katok berburu rusa. parang panjang yang dipakainya "tetapi ketika kami melihatnya dan kutembak.ladang Wak Hitam menuju ke kampung Air Jernih. Rupanya mereka pun belum lama tiba. "Barangkali besok pagi kita coba lagi. Tiraikasih Website http://kangzusi. Di depan pondok telah menyala api unggun. jika demikian mereka tidak akan terlalu bertanya mengapa dia begitu lambat baru tiba. Lega juga hati Buyung. dan tentu mereka akan bertanya mana kancilnya? Coba dikatakannya tak dapat. masuk ke rimba. jika aku katakan tak dapat. katanya dalam hati cepat. karena kancil tak dibawanya. enak juga dapat membawa dendeng rusa pulang. Mereka sedang mendirikan sebuah pondok yang hanya diberi atap daun-daun pisang hutan dan tak berdinding." kata Buyung. bedil tak meletus." kata Pak Haji. "Aduh." "Tak diulang?" tanya Buyung. "Ya. mereka tidak akan bertanya lagi." kata Wak Katok. dan dia mendengar suara Sutan menyahut. tapi tak dapat.com/ Dewi KZ 65 Dan tiba-tiba dia merasa menyesal mengatakan dapat. dan melihat Sutan melambaikan memotong daun pisang hutan. kalian juga baru tiba?" tanya Buyung. "Dapat. "Tetapi bagaimana dengan kancilmu?" tanya Sutan. "Sedang jejaknya masih segar sekali. Celaka. Tetapi. "Ya." kata Wak Katok." kala Talib." kata Sutan. Dari jauh dia telah berteriak memanggil. "Rusanya lari mendengar denting pelatuk.

" katanya. Tak tahu dia ada lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana." "Nah. Buyung memperbaiki perasaannya. "Tetapi aku tinggalkan pada Siti Rubiyah. Lain kali saja. "Apa pula lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana?" katanya. akan tetapi dalam samar-samar senja tak ada mereka yang melihat perubahan air mukanya. bahwa dia mendapat kancil." kata Pak Haji.lagi di huma Wak Hilam dan mereka mendengar dari Siti Rubiyah bahwa aku berikan kancil padanya. dengar dia itu. dia telah menjawab dengan terus terang. dan sekali ini Sutan melihat . Talib. Tak engkau lihat rusa muda di sana?" Tak ada jalan lain Buyung selain pura-pura tak mengerti apa yang dimaksud oleh Sutan. serta takutnya kembali.com/ Dewi KZ 66 Muka Buyung tambah merah. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan tertawa kecil. pasti mereka akan syak ada hubungan apa-apa antara aku dengan Siti Rubiyah. "Memang Buyung mesti lekas kawin. karena Sutan dengan cepat berkata: "Ho-hoho. dan orang-orang lain tertawa. sedikitnya Buyung dapat kancil. supaya dia mengerti hidup sedikit. "terlalu berat untuk membawanya sekali ini bersama dengan damar yang kita dapat begitu banyak. Karena itu hatinya senang kembali." Sutan menyindir mengganggu. aku bawa pulang. dan kembali mukanya merah. Dan segera dia menyadari kealpaannya berkata demikian. Muka Buyung jadi merah malu dan terkejut." kata Sanip. "Asal sungguh dia hanya dapat kancil.

dan keragu-raguan dalam dirinya. Sutan tertawa lebih besar lagi dan menunjuk kepada Buyung sambil berkata: "Lihat si Buyung. dan telah ditakdirkan harus terjadi demikian. pikiran dan hati Buyung kacau. ialah dia dapat berbuat demikian. menggangu. dalam dirinya dia tak merasa terlalu berdosa." katanya. Merah mukanya. Malahan. dan pergi cepat ke sungai. dia telah berdosa. Dan lebih aneh lagi bagi dirinya.air mukanya. Dia berjalan menuju ke sungai dituruti oleh tawa kawan-kawannya dan teriakan Sutan dan Talib dan Sanip mengganggunya. Buyung tak tahan rasanya mendengar gangguan mereka. "Aku hendak mandi dulu dan mengambil air sembahyang. yang hukumannya adalah neraka. Seluruh badannya terasa panas kembali mengingat perempuan muda itu. Dia masih dapat merasakan panas badan Siti Rubiyah. yang harus terjadi. Ketika mandi. satu kegembiraan hidup yang tak pernah dirasakannya selama ini. Dia segera memperbaiki duduk keranjangnya yang penuh berisi damar. Akan tetapi anehnya. Dosa besar. dia merasakan satu kesenangan. Dia merasa bahwa apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah adalah sesuatu yang wajar. Dan napasnya yang hangat. Dia telah berzinah. Perasaan tidak berdosanya diperkuat pula oleh cerita Siti . dan rasa senang. bahwa apa yang telah Engkau masih perawan ya?" katanya dilakukannya adalah dosa. tanpa menggangu perasannya tentang Zaitun. Terang dalam pelajaran agamanya mengatakan. Berdosakan dia? Ya. Mengingat apa yang terjadi tadi pagi menimbulkan rasa bahagia dan rasa takut.

Rubiyah Kemudian. yang hendak memakai guna-guna itu. Kini pun dia masih ngeri mendengarnya. dan ada pula yang dia tidak mengerti. Ingatkah kakak. tanyanya. dibuatnya dari kotoran manusia yang dicampur dengan bulu bambu. ketika mereka berbaring di bawah pohon di balik tabir belukar. Buyung ingat sekali.com/ Dewi KZ 67 Siti Rubiyah bercerita. kata Siti Rubiyah. Tetapi kelihatan padaku. mereka bukan pedagang sama sekali. dan tiap kali datang membawa uang atau barang-barang emas untuk Wak Hitam. Dia juga membuat gunaguna. mereka sama sekali bukan pedagang. tentang kejahatan-kejahatan Wak Hitam. . Orang-orang itu telah beberapa kali datang ke sesudahnya. Siti Rubiyah berbantalkan dadanya. Buyung pun merasa demikian. dari rambut perempuan yang hendak diguna-guna. disuruhnya mencampurkan ke dalam kopi atau makanan orang yang akan diracun. bahwa Wak Hitam suka membuatkan racun yang dijualnya kepada orang-orang yang datang memintanya untuk membunuh musuh-musuh mereka. ada tiga kali dalam waktu tiga bulan. malahan lebih banyak merupakan penyamun. orang-orang yang berangkat waktu kakak datang bermalam? Orang-orang yang berbaju hitam dan tidak banyak bercakap-cakap? Ya. Kata Wak Hitam dia berdagang bersama-sama mereka. ada yang dibuat dari kotoran kuku atau kotoran orang sana. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan menceritakan kepadanya semua kejahatan Wak Hitam.

Apa dayaku terhadapnya. Apa yang telah dilakukannya. maka dia akan datang kembali ke huma. tetapi kemudian timbul pula keraguan hatinya. Dia lelah dapat memberikan kebahagiaan pula pada Siti Rubiyah.Tidak. Dan sementara itu mereka akan mencari jalan ke luar. suara kecil berkata dalam hatinya. Tiba-tiba dia teringat pada Zaitun. tak dapat Tiraikasih Website http://kangzusi. Engkau telah mengikuti bisikan setan bahwa nafsumu. seperti Siti Rubiyah telah memberikan kebahagiaan padanya. siapa tahu dalam waktu dua atau tiga minggu yang akan datang. Malahan dia merasa gembira. katanya pada dirinya membenarkan perbuatannya. Jika dia telah menjual damar. Hatinya senang sedikit dengan bujukan sendiri ini. pura-pura hendak berburu. Bagaimana jika nanti ternyata Wak Hitam tidak mati dan masih hidup? Dia tidak . bagaimana Siti Rubiyah dapat diselamatkan dari Wak Hitam. dan dia sendiri tak perlu berbuat sesuatu apa lagi. Dia mengatakan kepada Siti Rubiyah. supaya Siti Rubiyah menunggu di ladang dahulu. Akan tetapi apa dayanya? Dia telah melakukannya seakan di luar kehendak sadarnya sendiri. Ah.com/ Dewi KZ 68 dibantahnya adalah mengkhianati cintanya terhadap diri Zaitun. berat juga perasaannya. dia tak merasa terlalu berdosa. Dalam hatinya Buyung berharap. seakan ada dorongan tenaga gaib yang amal kuat dan yang tidak kuasa dia lawan. Wak Hitam akan mati karena penyakitnya. Maka dengan sendirinya Siti Rubiyah akan terlepas dari siksaan Wak Hitam. Sudah takdir. Tak seorang manusia juga dapat melawan nasib yang diturunkan Tuhan terhadap dirinya.

Dia ingat kembali perasaannya mendengar pengaduan Siti Rubiyah. bahwa Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan perlahan-lahan mulai timbul pula sedikit rasa menyesal dalam dirinya. dan apakah dia hendak kawin dengan Siti Rubiyah? Bagaimana dengan Zaitun? Dan bagaimana dengan janjinya dengan Siti Rubiyah hendak melepaskannya dari cengkeraman Wak Hitam? Dengan tiba-tiba Buyung merasa. Baru dia mulai lebih baik jika dia menjauhi campur tangan dan jangan memikirkan soal-soal orang lain? Apa perdulinya dengan nasib orang lain? Bukankah lebih mudah jika dia hanya membatasi dirinya pada cintanya pada Zaitun saja. mengapa dia berbuat demikian? Bukankah Siti Rubiyah istri orang lain? Mengapa dia harus mencampuri soal-soal orang lain? Tidakkah mengatasinya. bahwa hidup dan hubungan manusia tak semudah seperti yang disangka hati mudanya. dan memikirkan kebahagiaan dan penghidupan mereka berdua? hatinya jadi susah. dan dia kembali merasakan kezaliman yang . bahwa dia telah melakukan sesuatu. Karena dia pun merasa. sebuah persoalan yang dia mungkin tak sanggup akan menyelesaikan atau mengerti.dapat membawa Siti Rubiyah begitu saja. yang melontarkannya ke dalam sebuah persoalan yang jauh lebih besar dari yang diduganya semula.com/ Dewi KZ 69 dia tak dapat bersikap tak acuh terhadap penderitaan orang lain. Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan ini pun tak dapat dijawabnya dengan mudah. dan teringat akan segala cerita penderitaan Siti Rubiyah.

bahwa wajib bagi setiap orang untuk melawan kezaliman seseorang terhadap orang lain. Hanya pikirannya sendiri yang membawa masuk persoalan ini. tentang apa yang telah terjadi. perasaannya bercampur-campur antara harap dan cemas. Dia tetap cinta dan ingin berumah tangga dengan Zaitun. Jadi ini bukan persoalan. dan dia kembali merasa. Meskipun kezaliman itu tidak ditimpakan atas dirinya sendiri. dan dia amat ingin dirinya bukan seorang muda yang kebingungan yang untuk pertama kalinya melakukan sesuatu yang didorongkan oleh birahi badan dan hatinya. mengapa dia sampai berpikir demikian? Sungguh Buyung merasa bingung. akan tetapi seorang tua yang berpengalaman yang mungkin dapat menilai semua ini dengan lebih tenang dan bijaksana. Siti Rubiyah pun tak pernah menyentuh soal ini. Dan kepada siapa dia akan meminta nasihat? Dia tak berani menceritakan kepada siapa pun juga. dia tak berniat hendak kawin dengan Siti Rubiyah. Yang terang. Apakah yang diharapkan Siti Rubiyah dari padanya? Agar dia melepaskannya saja dari cengkeraman Wak Hitam? Atau'juga agar kemudian dia mengawininya? Akan tetapi mereka tak pernah berbicara tentang hendak kawin. biar dia sampai digantung. Bagaimana rasa kasihannya terhadap perempuan muda . senang dan tak senang. ragu dan takut. Tetapi mengapa hatimu masih ragu dan seakan tak senang? Buyung mencoba memeriksa hatinya.dilakukan Wak Hitam terhadap Siti Rubiyah.

Akan tetapi apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah nampaknya tak ubahnya seperti air yang mengalir turun. Salahkah mereka telah mengikuti hukum alam? Buyung terkejut terbangun dari pikiran-pikiran yang datang bergelombang-gelombang mendengar Sutan memanggil namanya. ketika . budi baik. bahwa orang yang baik-baik tak boleh mempunyai pikiran dan perasaan demikian terhadap istri orang lain.yang kesepian dan malang itu dapat membawanya pada keadaan pelik serupa ini? Mengapa hasratnya hendak menolong seorang yang ditimpa kezaliman dapat membawanya ke dalam kesusahan? Dia tidak mengerti Tiraikasih Website http://kangzusi. Memang bersalah benarkah dia telah menurutkan nafsu birahinya? Akan tetapi apakah dia salah berbuat demikian? Bukankah dia tak memaksa Siti Rubiyah dan tak pernah mencoba untuk menggoda Siti Rubiyah? Selintas pun tak ada masuk ke dalam kepalanya untuk berbuat demikian dengan Siti Rubiyah. Bukan saja dilarang oleh agama. sopan santun. akan tetapi adat istiadat. magrib sudah tiba! menggodanya. Buyuuuuung! Mari cepat. Disangkanya orang yang berbuat perbuatan ksatria akan berbahagia lerus. dan baik Siti Rubiyah maupun dia tak berkuasa menahannya. akal sehat. Dia pun tahu.com/ Dewi KZ 70 mengapa terjadi seperti ini. semuanya melarang yang demikian. mencari tanah rendah mengalir seperti hukum alam yang telah menentukannya. "Buyung. Tak ada perasaan yang bukan-bukan dalam hatinya.

jika aku berdosa. bisiknya dalam hatinya. tiada maksudku dengan sadar hendak berdosa. mengalir melingkupi seluruh Tiraikasih Website http://kangzusi. wa ashaduanna Muhammadarrasulullah! memenuhi langit yang mulai gelap samar di tengah hutan belantara. dan dalam mengingatkan bahwa Tuhan adalah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. ampunilah dosa kami berdua.com/ Dewi KZ 71 kalbu Buyung. mengambil air sembahyang dan bergegas ke pondok mereka. dan selamatkanlah dia dari kezaliman suaminya. Dia girang. dan selamatkanlah kami semua seterusnya! dia mengucapkan dengan . ampunilah aku. akan tetapi hatiku tergerak hendak menghibur hati perempuan muda yang gundah gulana itu. Pak Haji dengan suaranya yang berat dan bagus memanggilkan Allahu Akbar! Allahu Akbar!Allahu Akbar! Dan Ashadu ala ilaha illallah. karena mereka terus sembahyang magrib bersama-sama. ya Tuhanku. Buyung merasa hati dan perasaannya jadi tenang kembali. kesadaran dan keyakinan yang lain dari biasa. karena tak ada waktu bagi Sutan atau kawankawannya yang lain untuk memperhatikan keragu-raguan yang mungkin tercermin di mukanya. dan ketika mereka mulai sembahyang.Mengapa engkau selama itu di air?" Dengan cepat-cepat dia mengeringkan badannya. dan Buyung mengucapkan Bismillahirohmanirrohiim. dan dalam hatinya dia menyerahkan diri sepenuhnya kepada haribaan Tuhan.

Waktu-waktu serupa inilah yang merupakan hadiah bagai keletihan orang-orang yang bekerja di hutan mencari nafkahnya. sedang di langit bintangbintang mulai menampakkan diri. Di saat serupa inilah antara mereka merasa dekat sekali. mereka duduk berkeliling api unggun. dan wangi dendeng atau ikan asin yang dibakar oleh Talib atau Sanip di bara api. ada saja di antara mereka yang membuka hatinya. makan nasi dengan sambal cabai. dikelilingi hutan yang mulai diselimuti gelap malam.com/ Dewi KZ 72 pun juga. Agak mudahlah meminta Pak Haji bercerita tentang pengalaman-pengalaman. setelah sehari bekerja keras atau berjalan jauh. Duduk di sekeliling api unggun. melupakan rasa segan dan maju yang biasanya mengikat mereka dalam pergaulan biasa. Pak Balam yang pendiam pun akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya kepada siapa Tiraikasih Website http://kangzusi. dan minum kopi hitam hangat-hangat. dan tak jarang di waktu-waktu serupa itu. dengan wangi kayu basah mengisi udara. diikuti oleh . atau Wak Katok tentang waktu dia belajar silat di tanah Aceh. masih pudar akan tetapi cepat akan bersinar berkilauan. dan makan.Setelah sembahyang. Dan biasanya setelah Sanip memainkan beberapa lagu yang merdu dengan dangung-dangungnya. membuat mereka semuanya merasa berbahagia sekali dan melupakan jerih mereka sepanjang hari.

Sutan atau Buyung dengan suling. dan di langit berkumpul awan gelap menandakan badai hendak turun. hingga ada lagi yang terbangun dan melemparkan kayu lagi ke dalam api. Buyung bermimpi dia rasanya naik perahu hendak menyeberang danau. Hutan menjadi tambah gelap. kemudian mengecil kembali ketika kayu hendak habis. dia melihat Zaitun datang berlari memanggilmanggilnya. dan Wak Katok berkata kepadanya: "Baiklah esok . dan dengan enaknya mereka pun akan tidur mendekur. Mimpinya demikian nyata terasa olehnya. bahwa Wak Katok juga terbangun oleh suara rusa. dan mereka tidur diiringi oleh bunyi-bunyian malam yang bermacam-macam dalam hutan. akan melemparkan beberapa buah potong kayu ke dalam api. Di luar pondok api unggun menyala kecil. hingga ketika dia terbangun dan duduk terkejut. dan kesadarannya ini ditimbulkan ketika rusa melengking sekali lagi. di telinganya masih mengiang seruan Zaitun memanggilnya pulang: "Yuuuuuungngng!" Beberapa saat kemudian. akan tetapi dia hendak menyeberangi danau juga. dan sekali-sekali juga sepanjang malam siapa di antara mereka yang terbangun. dan api akan menyala besar kembali selama beberapa waktu. maka mereka akan mencari tempat tidur di dalam pondok. dan ketika dia telah agak jauh dari pantai. baru dia menyadari bahwa yang terdengar di telinganya adalah lengkingan suara rusa. Buyung melihat.

Ketika mereka tiba di tempat yang dimaksud Buyung. mata buyung yang muda lebih tajam dari matanya.com/ Dewi KZ 73 4 Esok paginya. dan dia pun tahu. melangkah memudik sungai dengan hati-hati agar tidak berbunyi. Mereka bertiga akan pergi berburu rusa. bahwa mungkin mereka akan dapat menjumpai rusa di sana." kala Sutan." Maksudnya harimau. Wak Katok hanya membawa pisau belati saja. bahwa dalam terang remang-remang dinihari. "dimana ada rusa ada nenek. Sutan membawa parang panjang dan pisau belatinya." Mereka cepat berpakaian. Buyung telah membangunkan Wak Katok dan Sutan. Wak Katok tahu. apabila yang lain masih lidur. Jangan disebut-sebut namanya. Mungkin pagipagi sekali mereka berhasil menjumpai rusa di sana. karena daerah itu adalah tempat rusa. Mereka melangkah cepat dalam samar gelap menjelang dini hari. Tempat mereka bermalam di pinggir sungai ditumbuhi pohonpohon yang jarang." Tiraikasih Website http://kangzusi. dinihari lelah mulai datang dari Timur. lama sebelum subuh tiba. hutan berganti dengan belukar-belukar jarang dan di tempattempat yang terbuka tumbuh rumput dan lalang. dan kurang lebih satu kilometer ke mudik sungai. Buyung berkata. Buyung menyandang senapan lantak Wak Katok. "Tapi itu juga tempat nenek. Ayam hutan mulai . bahwa Buyung lebih pandai menembak dari dia." kata Wak Katok.kita coba memburunya. meskipun belum mengakuinya di depan umum. "Huss. Buyung berjalan di depan sekali.

Tak lama kemudian mereka mendengar bunyi-bunyi. Buyung bergerak perlahan-lahan mendekati mereka. dan mencari-cari dengan matanya. Tibatiba mereka mendengar suara seekor rusa melengking. dan kira-kira dua ratus meter ke mudik dari tempat mereka berdiri mereka melihat seekor rusa melangkah ke luar dari sebuah kumpulan semak-semak. Akan tetapi segera Buyung berdiri diamdiam. Tak lama kemudian di seberang sungai. keluar seekor rusa betina. yang dibalas oleh seekor rusa lagi dari bagian hutan yang lain. Tampan benar badannya. dan kabut yang tipis menyamarkan semuanya.com/ Dewi KZ 74 Mereka bertiga berdiri tegang. belukar bergerak. Kakinya kukuh dan ramping. yang melangkah berlari kecil menyeberangi sungai. Mereka berjalan lebih perlahan-lahan dan lebih berhati-hati. Karena itu mereka menunggu. Apalagi udara masih terlalu gelap untuk dapat menembaksejauh itu. Embun membasahi tanah. Rusa itu seekor rusa jantan yang masih muda. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan tanduknya sedang besarnya. Mereka bertemu di tanah terbuka di pinggir sungai. dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. menuju rusa jantan. rusa itu melengking memanggil kembali. Dua ratus meter terlalu jauh untuk senapan lantak tua Wak Katok. diam tak bergerak-gerak. dan memasang popor senapan ke bahunya ketika dia melihat . Kini kedua ekor rusa berada di seberang sungai dari tempat mereka berdiri. daun. berdiri di pinggir belukar. pohon dan batubatu.berkokok.

Di dalam rimba senjata harus selalu sedia untuk dipergunakan. tak syak sedikit juga pun bahwa maut menunggu mereka. Di tanah darah rusa menghitam ke atas rumput yang penuh karena bahaya atau kemungkinan . dengan cepat mengisi senapan lantak kembali. dan kemudian terbaring diam. masuk ke dalam jarak tembakan. Buyung mengikuti rusa jantan dengan ujung laras bedilnya. barulah dia bergegas menyeberangi sungai. dan menghilang ke dalam belukar. Buyung menahan dirinya. bergegar memenuhi rimba. Ketika dia tiba. dan senjata yang tak siap sama juga dengan ditinggalkan di rumah. Ledakan mesiu dan lidah api yang menyembur ke luar dari laras senapan seakan sama-sama terjadi. Wak Katok telah menyembelih leher rusa. dan Buyung melihat rusa jantan terlompat ke atas. Sutan dengan parang panjang terhunus di tangannya. disambut oleh Sutan dan Wak Katok. dan kemudian dengan perlahan-lahan dia menarik pelatuk senapan. Sutan dan Wak Katok berlari menyeberangi sungai.kedua ekor rusa itu melangkah perlahan menghiliri sungai mendekati tempat mereka berdiri. Buyung berteriak kegirangan. Rusa jantan setelah terlompat ke alas lalu jatuh terbaring. ketika rusa datang bertambah dekat. kakinya menghentamhentam tanah.com/ Dewi KZ 75 sedang rusa betina melompat lari amat cepatnya. mendapat perburuan setiap saat. dan dia menahan napasnya. Selelah senapan diisinya kembali. Kedua ekor rusa datang bertambah dekat. Tiraikasih Website http://kangzusi.

. dan penuh kabut. dan berlari kembali menyeberangi sungai. Sutan memuji tembakannya. Orang akan memuji ketangkasannya membidik." kata Buyung.dengan embun. adalah satu pujian yang sungguh-sungguh tidak dapat ditolak." kata Wak Katok. Sutan berdiri. Kemashurannya sebagai pemburu nanti akan bertambah tersiar di kampungnya dan ke Tiraikasih Website http://kangzusi. pura-pura merendah diri sedang dalam hatinya dia merasa senang dan bangga benar. lihat . "Tepat di belakang telinganya. Sutan dan Wak Katok akan bercerita. dan dia terus berlari kecil pergi memanggil kawankawannya yang lain. "Sungguh pandai engkau menembak Buyung. kebetulan saja. "Ah. yang dianggap termasuk salah seorang pemburu yang tercakap di kampungnya. betapa dia menembak dari jarak jauh. senang sungguh hati Buyung." Wak Katok memujinya.. Dianggap seorang pemburu ahli. ketenangannya menembak.com/ Dewi KZ 76 kampung-kampung lain." kata Sutan menunjuk. "biar kita dukung rusa ini ke tempat kita bermalam. di mana setiap orang menganggap dirinya seorang pemburu yang cakap. Di sana saja kita kuliti. "Lebih baik panggil kawan-kawan yang lain. Dan pujian yang dalang dari Wak Katok. apalagi bagi seorang muda seperti dia. dalam udara yang gelap samar. Zaitun akan mendengar cerita-cerita ini — ah. adalah sebuah pujian yang amat besar di kampungnya. .

dan yang lain duduk. Wak Katok menghentikan pisaunya yang hendak sekaligus melepaskan kulit rusa dari badannya. mereka menunggu auman kedua. Ketika mendengar bunyi harimau mengaum." "Jangan-jangan dia lagi memburu rusa ini. dan Wak Katok baru saja selesai mengulitinya. Auman harimau itu datangnya seakan dari tempat mereka menembak rusa. Mereka memasang telinga." kata Pak Balam yang selalu cepat melihat segi yang tergelap dari setiap keadaan. mereka serentak terhenti bekerja. akan tetapi singkat. ketika kalian menembaknya dan merebutnya dari dia. dengan berkata: "Aduh. mereka saling berpandangan. Wajah mereka rasakan. harimau mengaum sekali saja. akan tetapi setelah beberapa waktu.Mereka mendengar auman harimau untuk pertama kalinya.com/ Dewi KZ 77 Ucapan Sutan seakan melepaskan mereka dari kekuatan gaib yang memukau mereka." Tiraikasih Website http://kangzusi. Seluruh rimba ikut terdiam. dan hebat. Sutan yang mula-mula memecahkan kesunyian. ketika mereka telah tiba membawa rusa di tempat bermalam dan rusa telah digantungkan kepada sebuah cabang pohon yang kuat. Serangga pun berhenti menyanyi. keras. ada nenek dekat di sini. atau berdiri kaku. Pak Haji menyela: "Barangkali dia lagi berburu. auman harimau tak berulang kembali. mereka membayangkan rasa terkejut yang .

dan kita cepat berangkat meninggalkan tempat ini. Ketika mereka akan berangkat." kata Pak Haji. seorang demi seorang." kata Sanip. sedang Sanip dan Talib bergegas masak makanan pagi. karena dari sini mereka mengambil jalan singkat mendaki dan menuruni gunung. ketika kami tiba. dan sebentar kemudian wangi hati bakar memenuhi udara." "Ah.com/ Dewi KZ 78 Mereka berjalan beriringan. dan membuat mereka lupa pada harimau yang mengaum."Ah. merasa lega. dan setelah mereka garami dan beri bumbu yang lelah mereka sediakan dari kampung. rusa ini cepat kita kemasi." kata Buyung membela diri." Mereka lalu menyeberangi sungai. tadi tak ada di sana. Mereka pun dengan cepat memotong-motong daging rusa. lalu daging dibungkus di dalam daun pisang hutan. benar juga. Wak Katok berkata kepada Buyung: "Biar aku yang membawa senapan. "Paling baik. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan mereka simpan ke keranjang mereka masing-masing. Sanip membakar hati rusa untuk mereka makan pagi itu. dengan Wak Katok yang membawa senapan berjalan paling belakang. Pak Haji berjalan paling depan. Tanpa disuruh oleh siapa pun ." kala Talib. "Sayang tak sempat kita asapi. "Nanti saja. untuk tiba kembali nanti petang di pinggir sungai tempat mereka akan bermalam. di tempat kita bermalam nanti. Kalau dia diburu oleh si nenek tak akan dia memanggilmanggil betinanya di sana." kata Sanip. Daging rusa mereka bagi-bagi. "rusa jantan ini malahan menunggu-nunggu betinanya.

Jalan pun agak licin karena rupanya kemarin hujan. Mereka pun tahu bahwa darah daging rusa ada yang menetes turun dari keranjang ke tanah yang mereka lewati. Setiap gerak dan bunyi kini mereka perhatikan dan artikan lebih cermat dari biasa. mereka mulai merasa agak lega dalam hati. mereka kini berjalan lebih hati-hati. Mereka tidak menyebut-nyebut harimau. akan tetapi masing-masing amat menyadari beban daging rusa segar yang disimpan di dalam daun pisang hutan di dalam keranjang punggung. meskipun mereka masih tetap awas dan terus juga memperhatikan rimba di sekelilingnya. Dalam rimba belantara sebuah kealpaan kecil dapat menjadi malahan kehilangan nyawa sendiri.juga. dan lebih sering memasang telinga mereka. tanpa banyak berkata-kata. atau harimau atau binatang buas lain. selelah sepanjang hari tidak melihat tanda-tanda harimau mengikuti mereka. hampirhampir mereka dapat melupakan ancaman harimau. Dan ketika mereka berhenti untuk makan lengah hari di pinggir sebuah anak sungai kecil yang turun cepat dari gunung. Daging yang masih amat segar dan berdarah ilu meninggalkan jejak yang amat jelas bagi sebab terjadinya kecelakaan besar. . Sepanjang pagi mereka berjalan secepal mungkin. dan mala mereka lebih waspada dan lebih tajam memperhatikan hutan di sekeliling mereka. Baru lewat lengah hari.

Talib telah menanak nasi. Dengan cepat mereka membuat pondok bermalam. Anak-anak muda. akan tetapi segera setelah makan lalu meneruskan perjalanan. seperti Buyung. Wak Katok tetap memegang senapannya. mungkin sampai pagi. Jika biasanya pondok tak mereka beri dinding. Bunyibunyi hutan yang biasa terdengar di waktu senja kini memenuhi udara senja seperti biasa. lama sebelum senja akan tiba. Mereka lalu mengambil air sembahyang. dan kemudian tibatiba seluruh langit menjadi gelap dan malam pun turun. Hari telah hampir jam enam ketika mereka siap. Mereka ingin tiba di tempat bermalam yang baru.com/ Dewi KZ 79 pasang dinding dengan dahan-dahan dan daun-daun di ketiga sisinya. Mereka tiba di sana jam selengah lima petang. Talib dan Sutan mengumpulkan bermaksud hendak memasang api unggun. Tinggallah hanya api unggun yang kuning dan merah membakar tinggi dan besar. Mereka juga hendak mengasap daging rusa supaya jangan kayu api banyak-banyak. akan tetapi sekali ini mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. menerangi lingkaran di depan .Mereka tak lama berhenti di sana. Langit di sebelah Barai kuning kemerah-merahan dan di bahagian langit yang lebih tinggi tersebar warna ungu tua. Merasa aman di dalam panas dan terang api unggun semakin lama udara di atas mereka semakin kabur. Mereka sembahyang magrib bersama-sama dekat api unggun. kecuali di sisi depan yang menghadap ke api unggun. Mereka busuk. Sanip.

Sinar api unggun masih mencapai pinggir sungai. Perlahan-lahan kekencangan urat syaraf mereka mulai kendur. rimba belantara. kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. dan dunia terang api unggun kecil mereka di tengah lautan gelap rimba belantara. Tempat dia melakukan hajatnya tak jauh dari tempat mereka bermalam. Setelah sembahyang mereka makan. Kini mereka makan dengan lezat sekali. kini Sanip mulai berketakar dan tertawa. Mereka membakar daging rusa. Selelah makan Pak Balam merasa perutnya mules. menyampaikan segala pujian.com/ Dewi KZ 80 mulai berangkat tadi pagi. pencipta seluruh jagat dan alam luas.pondok tempat mereka tidur. merupakan sebuah pulau berisi manusia di tengah rimba belantara yang gelap dan penuh rahasia. keletihan berjalan cepat dan kekhawatiran yang memburu mereka sembahyang di dalam keamanan sepanjang hari kini diganti dengan keenakan makan dan melepaskan lelah. dan pencipta diri mereka pula. Pak Haji berkata bahwa dia terlalu banyak makan daging rusa. Mereka bertujuh pelukan sinar api dan seruan Allahu Akbar Pak Haji terdengar lantang mengisi malam. dan Pak Balam duduk di daerah perbatasan yang samar-samar antara pinggiran lingkaran cahaya api unggun dan pinggiran tempat mulainya . Dan untuk pertama kalinya sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Balam berdiri dan pergi kesungai. Mereka mulai merasa biasa kembali.

:. Badannya besar dan tinggi. Dia telah tua. Rusa betina yang dilihatnya telah mendekati rusa jantan. Sepanjang kelaparan seperti sekarang.com/ Dewi KZ 81 Tadi pagi ketika dia merasa telah dekat sekali pada rusa betina. yang memecahkan dan merobek udara dalam hutan. seekor jantan dan betina muda. Sejak dua hari dia telah mengejar-ngejar sepasang rusa. Dia dahulu sungguh seekor harimau jantan yang gagah perkasa. Dan itulah kesalahan besar yang dilakukannya . sedang rusa jantan jatuh. Dan pernah dia beberapa kali ingatannya tak pernah dia menderita menerkam dan membunuh dan menyeret ke dalam hutan beberapa ekor sapi yang dijumpai di luar desa. dan larinya tak cukup cepat pula untuk mengejar buruannya yang biasa seperti babi atau rusa. 0oo0 SANG harimau telah dua hari menderita lapar. Pak Balam duduk mencakung di atas batu. dan membelakang ke kegelapan hutan. dan selalu dapat melarikan diri sebelum dia sempat menerkamnya. menghadap api unggun. lari terbang amat cepatnya. Tenaganya tak cukup kuat lagi. Kini dia mulai merasa letih. Akan tetapi kedua ekor rusa itu amat awas sekali.kegelapan hutan di sungai. Pada waktu muda dengan mudahnya dia dapat menerkam dan melarikan seekor rusa yang besar. Dia pun . dan lama sekali menjadi raja di hutan besar. Tiraikasih Website http://kangzusi. pemburuannya terganggu oleh bunyi yang amat hebat sekali.

usus rusa. kesempatan . Sebaliknya dia merasa bertambah lapar. Wangi daging yang dibakar menyebabkan rasa laparnya bertambah hebat. Yang tinggal hanya bekas-bekas darah yang telah membeku di tanah. dan memperhatikan manusiamanusia membuat pondok dan memasang api. Dia menunggu-nunggu melakukan serangannya. yang mungkin akan mengejutkan yang mereka baik yang untuk diburunya. Akan tetapi apa yang tertinggal memenuhi udara. Dan di sana dia menemui tulang-tulang. dan dengan susah payah dia menahan diri tidak menggeram. Mudah sekali baginya mengikuti jejak mereka. sama sekali tidak menenangkan rasa laparnya. Darah yang dijilatinya hanya tambah mengobarkan rasa laparnya. Sang harimau bertambah yakin bahwa sekali ini perburuannya akan berhasil. maka dengan hati-hati dia kembali ke tempat rusa jantan terjatuh. yang dengan lahapnya dimakannya. Dia menjumpai tempat mereka menguliti dan memotong daging rusa. Sepanjang hari dengan hati-hati dia mengikuti manusia dan daging rusa dari jauh. Dia bersembunyi dan menunggu dengan sabar di pinggir sungai. dan rasa laparnya mendorongnya untuk mengikuti jejak manusia yang kini bercampur dengan bau rusa. Dengan lidahnya dijilatinya darah rusa yang telah membeku. didorong oleh rasa laparnya. Dan kemudian.melarikan diri segera setelah bunyi keras yang mengejutkannya beberapa jam kemudian.

siap untuk melompat. dan melangkah sendiri menuju kegelapan sungai. Harimau menegangkan seluruh badan dan otot-ototnya. bersikap siap. dan belum sempat dia hendak bangun dan lari kembali. sang harimau telah tiba. Wak Katok segera mengambil senapan. Kebekuan yang menyerkap mereka karena amal sangat terkejut mendengar auman harimau yang menerkam.dengan auman yang dahsyat dia melancarkan dirinya dari tempat persembunyiannya — pada saat Pak Balam mendengar bunyi auman harimau. ketika melihat seorang di antara mereka melepaskan diri dari Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa dialah yang menjadi sasaran terkaman harimau. maka sang harimau akan tepat menerkam kepalanya atau lehernya. dan segera . dan kemudian -. dengan cepat cair ketika mereka mendengar jerit Pak Balam minta tolong. dan menerkam kakinya. Seandainya Pak Balam tak terjatuh. dan harimau lalu menyeretnya ke dalam hutan. secepat kilat dalam kepalanya timbul kesadaran.Tiba-tiba harimau tua bergerak. Dia melompat berdiri hendak lari. akan tetapi kakinya tergelincir dan dia terjatuh sepanjang badannya ke dalam air. Orang itu duduk mencangkung di air. yang mudamuda melompat menghunus parang panjang. Reaksi kawan-kawannya di sekeliling api unggun cukup cepat. Bunyibunyi serangga dan margasatwa terdiam beberapa saat sehabis auman harimau. akan tetapi kini mulut harimau dengan gigi-giginya yang tajam dan kuat menerkam betis kaki kirinya.com/ Dewi KZ 82 lindungan cahaya api.

ketakutan dan minta tolong. dan membidik lalu menembak. mereka lalu berlari mengejar ke seberang sungai. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya kena gigitan harimau. batu dan kayu ketika dilarikan harimau. dan tak lama kemudian mereka tiba di sebuah tempat yang agak terbuka. dan mereka terus berlari ke tempat Pak Balam. Mukanya . dan darah mengalir amat banyak. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka berteriak keraskeras. Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balam. karena mereka dapat melihat semak-semakyang bergerak-gerak mendengar jeritan Pak Balam yang kesakitan. Melihat Pak Balam telah tak ada. dan dapat cepat menyeret Pak Balam. dan terus berlari. kena duri.berlari ke api mengambil sepotong kayu yang menyala. menghilang ke dalam hutan yang lebih gelap.com/ Dewi KZ 83 dan dalam gelap malam mereka dapat melihat harimau berlari kayunya yang menyala-nyala sekuat-kuat bekas dilalui harimau. Sutan melemparkan potongan tenaganya ke arah harimau yang melarikan Pak Balam. Wak Katok berlari di depan dengan senapannya. dan seluruh badannya penuh dengan luka-luka kecil dan gores-gores merah. Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. daging dan otot betis koyak. dan Wak Katok mengangkat senapannya. hingga kelihatan tulangnya yang putih. Pakaian Pak Balam koyak-koyak. disusul segera oleh Buyung dan yang lain.

yang kemudian mereka bungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam.berdarah. dan seluruh badan lukaluka. lebih nyata lagi betapa dahsyatnya luka-luka yang diderita oleh Pak Balam. Setelah air agak dingin Wak Katok meminumkannya pada Pak Balam sedikit demi sedikit. maka air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. . Pak Haji dan Sutan cepat mengangkatnya.com/ Dewi KZ 84 Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera. punggungnya pun luka dalam kena cakaran harimau. dan sebentarsebentar menjerit minta tolong. Sanip. dari mulutnya. Darah ke luar dari hidungnya. Kemudian Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka cepat-cepat membawa Pak Balam ke tempat api unggun. Dia mengerang terus. Selain gigitan harimau yang membelah betisnya. dan dengan Wak Katok berjalan di belakang. dia hanya terbaring di sana mengerang-ngerang. Pak Balam sudah agak sadar. Wak Katok telah mengisi senapannya kembali. Pak Balam kelihatannya pingsan. akan tetapi belum dapat berbicara dengan terang. Baru sejam kemudian. Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Ketika tiba di tempat terang. Buyung. Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya. dia mulai tenang. Talib. tak sadar diri. dan setelah air mendidih. memandangi mereka seorang demi seorang. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas. Wak Katok menyuruh Talib memasak air panas. dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daundaunan. dan melihat berkeliling.

Tidak aku seorang saja. Cobalah tidur. "Hus. diamlah." Pak Haji berkata. Rupanya aku mesti juga menebus dosaku.. dengarkan kataku. ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam. dua malam sebelumnya. Akan tetapi semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan. lalu berkata: "Sudah sampai ajalku kini. Awak sudah selamat kini. mendengar ucapan Pak Balam ini.com/ Dewi KZ 85 sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi tidakkah dia telah minta ampun kepada Tuhan? Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawankawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun. dia memandangi kawankawannya kembali." Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya." kata Pak Balam menguatkan hatinya.diseling oleh erang kesakitannya. dan melindungi kita semua." "Tidak.Tiap sebentar Pak Balam mengucap — La ilaha illlallah La ilaha illalah . Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain. Sebelum kita berangkat dari kampung. "aku telah dapat firasat dan dapat mimpi. Kemudian ketika dia lebih tenang. Tetapi ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku. jangan ingat mati. Muka . Tenanglah. Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh. Telah pula diobati oleh Wak Katok. yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar. apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosadosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia Tiraikasih Website http://kangzusi. dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam..

dan di muka kawankawannya yang lain lebih muda seperti Talib." kata Pak Balam. Penuh perahu. tak jelas begitu kemudian. Aduh banyaknya ikan yang kita dapat. hingga sungguh-sungguh perahu jadi terlalu penuh dan . Dan ikan yang kami dapat semakin banyak. Wak Katok berkata: "Apa mimpi awak. yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. Akan tetapi dia tak dapat membaca di wajah mereka." tambahnya. "Dengarlah.Pak Haji sabar dan tenang. apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa. Demikianlah kami terus juga menangkap ikan. Pak Balam? Coba ceritakan. Sanip dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga.' Dan Sutan dan Sanip dan aku pun menyokong usul Wak Katok. Kita pergi menangkap ikan ke tengah danau. marilah kita menangkap ikan terus. kini sudah terlambat. Darr ada dua orang lagi kawan di atas perahu. akan tetapi tak jelas padaku mukanya. mungkin terbalik. Pak Haji berkata 'sudah mari kita pulang. kepalang benar. lagi ikan banyak. Entah siapa mereka. Sutan dan Sanip. Aku bermimpi rasanya pergi naik perahu ke danau dengan Wak Katok. "dua hari sebelum kita berangkat ke hutan damar aku bermimpi. jika datang angin dan ombak besar. setelah aku terbangun. nanti perahu terlalu berat. Mengapa tak awak ceritakan dahulu di kampung? Aku 'kan dapat membacakan mantera atau membuat jimat untuk kita semua?" "Aduh.' Akan tetapi Wak Katok berkata 'jangan kita berhenti dahulu. Bukan Buyung dan bukan Talib. Pak Haji. barangkali masih dapat kita elakkan bala yang hendak menimpa kita. salahku juga.

. dan anehnya — semakin tinggi .. antaranya juga Pak Haji berdiri di bawah pohon melihat aku memanjat. meskipun dalam hatiku. dan terus juga ditarik oleh ikan besar. Dalam mimpiku Wak Katok terus juga menyuruh kami memancing. dan kami. topan tiba. ombak menjadi besar. Kalian. sedang aku tak menyangkalnya.. Aku lagi bermimpi memanjat pohon.. semua jatuh ke dalam air — aku terbangun. dan semakin lama semakin cepat.. di telingaku masih terdengar pekikan kami semua. basah keringat. Pohonnya besar dan tinggi. bahwa sebenarnya kami telah lama harus berhenti. Tak sampai sejari lagi. Benar juga kekhawatiranku. dan meskipun yang lain menolong untuk mengangkatnya ke dalam perahu. perahu oleng. dan tiba-tiba udara pun jadi gelap.com/ Dewi KZ 86 perahu terbenam dalam. air pun akan masuk ke dalam perahu. dan harus segera pulang. akan tetapi ikan besar itu amat kuat. angin berhembus kencang.” “Dan mimpiku yang kedua lebih seram lagi di rumah Wak Hitam. karena tak lama kemudian aku mendapat seekor ikan yang sangat besar. aku tahu. hendak mengambil anak burung beo di sarangnya. dan malahan menarik tali pancing dan perahu beserta isinya ke tengah danau. dan tiba-tiba perahu pun terbalik — habis semua ikan yang kami tangkap sepanjang hari tertumpah kembali ke dalam danau.Tiraikasih Website http://kangzusi. ketakutan dan bunyi deru badai dan angin .

dan memandang pada Wak Katok. hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Our'an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua.com/ Dewi KZ 87 saja. dan alangkah ngerinya. Tetapi rupanya memang sudah ditakdirkan.aku memanjat pohonnya terasa bertambah tinggi saja. untuk mengusir setan-setan jahat yang datang menggangu. dan sinar matanya berubah jadi kencang dan kuat dan keras. Mereka tak dapat berkata sesuatu apa. tetapi aku paksakan juga memanjat. maka aku harus menebus dosaku dulu seperti ini” Wak Katok memandang padanya. akan tetapi pohon tumbuh bertambah tinggi lebih cepat. dan tiba-tiba pohon tumbang. Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya. dan aku turut jatuh bersama pohon. tetapi kita semua terhimpit di bawah pohon. hanya sampai di sini umurku. Aku terbangun dengan napas ketakutan Semuanya ini mimpi alamat-alamat yang tak baik Tiraikasih Website http://kangzusi. Aku merasa letih sekali. dan dia berkata dengan suara garau: "Karena engkaulah Wak Katok. Aku memanjat juga cepat-cepat. sebuah . dan ganjil sekali. dan memandangi mereka dengan mata yang kini bersinar sayu. Aku membaca ayat Qur'an banyak-banyak setelah diri. sedang kita tak dapat bergerak melarikan banyaknya penuh di sekeliling kita. dan kalian pun berteriak-teriak hendak melarikan diri. dan sarang burung bertambah jauh di atas. datanglah ular besar-besar amat bangun." Pak Balam terdiam.

dan bersembunyi di sebuah ladang yang telah ditinggalkan yang punya. Kami Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan tetapi setelah setengah hari dikejar-kejar. suaranya kini lebih kuat. dan mereka semua berdiam diri. dan hanya tinggal kami bertiga yang pasukan kami. "di waktu pemberontakan di tahun 1926 melawan Belanda. Tak mereka. Aku satu pasukan dengan Wak Katok. Pasukan kami telah bercerai berai." cerita Pak Balam. Kami baru saja habis . dan dikejar-kejar oleh pasukan musuh. ubahnya seakan bayangan gelap dan terang dari api unggun yang selama ini bermain di atas muka dan tubuh mereka dan gelap hutan di sekeliling. Setiap mereka merasa.perasaan takut seakan kelihatan melayang menutupi mukanya sebentar. Wak Katok pemimpin melakukan pertempuran dengan sepasukan serdadu musuh. diselingi oleh sesuatu bayangan lain yang lebih gelap dan lebih menyeramkan hati..com/ Dewi KZ 88 melarikan diri.. kami berhasil meninggalkan pasukan Belanda. Akan tetapi tak seorang juga mencoba menghalangi Pak Balam berbicara terus. bahwa sesuatu unsur baru yang mengandung rahasia dan asing seakan telah memasuki dunia kecil mereka di sekeliling api unggun. Wak Katok berdiam diri. "Terjadi dahulu . Wak Katok pun tidak. Dalam hati mereka seakan ingin hendak memerintahkan kepada Pak Balam untuk tidak membawa unsur baru yang tak dikenal dan menakutkan itu ke tengah yang kemudian menghilang cepat.

Naik ke pondok yang kosong pun terpaksa dia kami tarik. kira-kira lima jam berjalan lagi dari ladang itu. Di sana ada bekal makanan. luka di pahanya. Di dalam pondok kami batut lukanya sebaik mungkin akan tetapi kami tak mempunyai obat-obat yang diperlukan. Wak Katok bertanya apa yang mesti dilakukannya. karena darah Sarip yang menetes sepanjang jalan. tetapi . kami khawatir dia akan dipaksa oleh pasukan Belanda menunjukkan tempat persembunyian kami. hampir-hampir tak lagi dapat berjalan. karena perjalanan akan lambat sekali. Jika Sarip ditinggalkan.masih bersama-sama Wak Katok. Wak Katok mengajak aku pura-pura pergi ke sumur untuk membicarakannya. Sarip. Perjalanan ke tempat persembunyian amat sukar dan berat. Meninggalkan Sarip di ladang tak mungkin pula. Ketika kami tiba di ladang kosong. dia sudah lemah sekali. Sarip dan aku. Apa yang mesti dilakukan. kawan kami. dan kami tak mungkin tiba di sana sebelum hari gelap. dan darah di pahanya masih mengalir terus menetes-netes. Kami takut pasukan Belanda dengan mudah dapat mengikuti jejak kami hingga ke ladang. Tempat persembunyian pasukan kami masih jauh. Kami tak punya makanan sama sekali. Tak mungkin pula membawa si Sarip ke sana. Kami pun merasa khawatir karena setiap saat pasukan patroli Belanda akan tiba dan menyergap kami di ladang kosong.

Aku amat pengecut sekali. aku segera menyusul maka aku pun Tiraikasih Website http://kangzusi. Bagaimana Sarip. dan ketika Wak Katok berkata.' Aku tak berpikir panjang lagi. tanyaku. hingga aku rela untuk membayar apa saja agar aku dapat hidup terus. tanpa kembali lagi melihat Sarip di dalam pondok. asal aku dapat hidup. Aku tahu apa yang terjadi. setelah pemberontakan dikalahkan oleh Belanda. Kemudian Wak Katok berkata. pasti Wak Katok akan menuruti kehendakku. dan berkeras supaya Sarip kami bawa. Aku ikut bersalah.com/ Dewi KZ 89 terus berangkat. aku takut mati. . Aku tak pernah menanyakan kepada Wak Katok apa yang terjadi dengan Sarip. Ini aku ketahui kemudian. barulah kini aku menceritakan hal ini. Tetapi aku tak pernah membicarakannya dengan Wak Katok. Tetapi hatiku begitu cinta pada hidup diriku. Biarlah Sarip yang mati. Tak lama kemudian Wak Katok menyusul aku dan kami berangkat ke tempat persembunyian. aku tak mau mati. Aku berdosa. Karena dalam hatiku aku telah tahu apa yang hendak dilakukan oleh Wak Katok. Sejak hari itu hingga saat ini. bahwa kami harus berangkat cepat.aku tak dapat menjawab dengan pasti. Barangkali aku yang lebih bersalah lagi dari Wak Katok. dan Wak Katok menjawab 'serahkan padaku. ketika dia membawa aku pergi ke sumur. Jika aku melarang Wak Katok. 'pergilah engkau dahulu. Wak Katok kembali ke pondok dan membunuh mati Sarip dan melemparkan Sarip ke dalam sumur.

kemudian membunuh di rumah Demang. dan aku tak berusaha untuk melarang Wak Katok berbuat dosa demikian. dan aku pun tak kurang ikut memikul dosanya. turun kembali. Aku ada bersama Wak Katok. bahwa karena perbuatan dosa itu.com/ Dewi KZ 90 Kami berperang melawan Belanda dan tidak memerangi perempuan dan anak-anak yang tak berdosa . istri dan tiga orang anaknya. dia sendiri mendapat keuntungan. matanya masih juga memandangi muka Wak Katok.. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan air muka Pak Balam bertambah berubah. Apalagi jika dia tahu. kini mulai jadi terang dan seakan segala ketegangan dan tekanan yang selama ini . akan tetapi rupanya dia merasa tak berdaya. dan aku pun harus ikut memikul dosa-dosanya. Selama pemberontakan banyaklah halhal lain yang aku biarkan Wak Katok melakukannya. rebah ke sisinya. karena tangannya yang telah mulai bergerak. kawanku yang amat karib. tetapi berubah jadi lembut.. dan merampas emas dan perak istri Demang. sedang dia mampu menghalanginya. sama besar dosanya dengan orang yang melakukan dosa itu. Orang yang membiarkan orang lain melakukan kejahatan dan dosa.Tetapi aku biarkan saja." Pak Balam berhenti berbicara. Seperti ketika Wak Katok memperkosa Demang. Itulah perbuatan Wak Katok. yang aku biarkan. dan dia seakan hendak mengulurkan tangannya kepada Wak Katok. yang pertama. tetapi kini sinar matanya tak lagi keras.

perlahan-lahan: "AllahuAkbar. dan seakan sebuah senyuman halus hinggap di bibirnya. Allahu Akbar!" Wak Katok duduk mencangkung juga diam-diam. Kemudian memandang Pak Balam membuka matanya.. AllahuAkbar. Air mukanya kaku dan keras. dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni segala dosaku. dan dengan suara yang halus sekali dia berkata: "Aku merasa ringan kini aku sudah menceritakan pada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepataku. mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun. juga kalian yang lain. dan dia terbaring demikian.com/ Dewi KZ 91 Pak Balam menutup matanya kembali.mengungkung jiwa dan pikirannya mulai menghilang. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat . dan ketika pandangan mereka bertaut. dan mulutnya komatkamit. letih telah berbicara begitu banyak. dan juga mengampuni dosa-dosa Wak Katok Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tangannya seperti orang mendoa. dan agak menakutkan. terjauh dari bahaya yang dibawa harimau . wajahnya jadi tenang. dan sujudlah ke hadirat Tuhan. supaya kalian dapat selamat ke luar dari rimba ini. dan mencari mata Wak Katok. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masingmasing. Pak Haji bertakbir. biarlah aku seorang yang jadi korban” Tiraikasih Website http://kangzusi. sinar matanya menjadi jernih. Wak Katok.. Aku sudah mengakui dosadosaku. Pak Balam berkata kepada Wak Katok: "Akuilah dosadosamu. akuilah dosa-dosa kalian.

tak ada dosa yang harus aku akui. harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa — awaslah harimau — dikirim Allah — awaslah harimau -akuilah dosa-dosa kalian akuilah dosa-dosa kalian. pikir Sanip. rasa takut mulai timbul dalam hati mereka. dan dia tak akan hendak menceritakannya kepada siapa pun juga. kata Sutan pada dirinya.sekali dalam hati mereka. Dan tentang dosanya yang terakhir. Aku tak punya dosa yang mesti aku akui. Biarlah orang lain dahulu mengakui dosa-dosanya. Aku tak punya dosa." Mereka diam saja mendengarkannya. Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau: "Awaslah. dan mereka merasa seakan harimau dengan gelisah berjalan mundar-mandir di seberang batas gelap . seluruh gelap rimba raya di sekeliling terasa penuh dengan ancaman dan raksasa hitam Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung menyuruh hatinya dan pikirannya diam. Wak Katok duduk diam dengan air muka yang keras. meninggalkan hutan dengan harimau maut jauhjauh di belakang. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung.com/ Dewi KZ 92 yang ganas yang bersembunyi menunggu saat hendak menerkam. Akan tetapi mengakui dosa-dosa di depan kawan-kawan semua? Aku tak berdosa. dia yakin sekali. jangan mengingatkannya pada dosa-dosanya. tak seorang juga yang tahu. kata Talib dalam hatinya. dosadosanya telah diceritakan sebagian terbesar oleh Pak Balam. Pak Haji juga demikian.

yang mereka kasihani selama ini.. Karena orang yang mencoba membuka kebenaran dibenci dan dimusuhi oleh mereka yang bersalah dan berdosa. kepada diri sendiri pun. rasa tak senang terhadap diri Pak Balam. Tak mengingatnya dan tak membukanya. Mereka tak berani lagi saling berpandangan muka. memaksa mereka meninjau kembali perbuatan-perbuatan selama hidup. masing-masing enggan dan tak hendak mengakuinya. takut yang lain akan dapat membaca apa yang mereka rasakan dan pikirkan.' memutuskan siapakah lagi yang harus dihukum karena dosa-dosanya. Mulai pula timbul. Mata mereka silau melihat kejahatan dan dosa-dosa mereka sendiri. di samping rasa takut mereka. Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran. banyaklah dosa dan kesalahan yang mereka lihat.. sejak dia diterkam harimau dan berkat ketangkasan mereka bersama berhasil mereka rebut kembali dari rahang . dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya. melihatnya.antara pinggiran lingkaran api dan gelap hutan. Mereka lebih suka menyembunyikannya dan tak mengawasi mereka. Jangankan membukanya kepada orang lain.bawalah harimau — dikirim Allah akuilah dosa-dosa kalian" memaksa mereka untuk memandang dengan jujur ke dalam lubuk hati. Dan aduh. memeriksa dosa-dosa mereka. karena ucapan-ucapan Pak Balam yang masih terus juga dari waktu ke waktu ke luar dari mulutnya — "akuilah dosa-dosa kalian -.

Dan kini. kini telah diketahui pula oleh lima orang lain. Dalam hatinya Wak Katok seakan merasa menyesal. maka sama sekali tak ada timbul persoalan harus mengakui dosadosa ini untuk menyelamatkan diri. mengapa mereka telah menyelamatkan Pak Balam. Pak Balam yang telah mereka selamatkan itulah pula yang menyuruh mereka membongkar koporkopor rahasia dalam hati dan jiwa mereka. Dan rahasia hidupnya sendiri. apa yang telah mereka dengardari Pak Balam? Sungguh terkutuklah Pak Balam. terkutuklah harimau itu. orang-orang sekampungnya. dan menghidupkannya kembali? Mengapa orang tak membiarkan tulang-tulang yang telah terkubur tetap tinggal dalam pelukan tanah. terkutuklah kawan-kawannya sendiri. Apa yang mesti dilakukannya supaya mereka berjanji untuk tidak meneruskan cerita Pak Balam kepada siapa pun juga? Mengapa Pak Balam tak membiarkan apa yang telah terjadi tinggal di dalam kubur masa yang telah mati dan telah jauh ditinggalkan di belakang? Apa gunanya menariknya kembali. atau kawankawan mereka.harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. Apa gunanya kepada membongkarnya dan mempertontonkannya . yang selama puluhan tahun telah tertutup rapat.com/ Dewi KZ 93 Seandainya Pak Balam dibiarkan dimakan harimau. apakah mereka akan menutup mulutnya? Tidakkah mereka nanti jika tiba di kampung akan menceritakan kepada istrinya. yang hadir dan mendengar Pak Balam bercerita. dan hanya diketahui Pak Balam saja.

seakan Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan si Sanip orang muda yang periang.semua orang? Dan tiba-tiba rasa tak senang juga meliputi kawankawannya yang lain . supaya mereka semua selamat dari bahaya harimau. sambil membaca-baca ayat Qur'an. maka dia dapat duduk di sana dekat Pak Balam. yang suka menyanyi. tak mengetahui dosa-dosa mereka masingmasing. dia mungkin telah mencuri dan merampok.Pak Haji. seperti seorang keramat dan seorang saleh. apa yang tidak dilakukannya selama hidupnya. Sutan dan Buyung. Sanip. akan tetapi dia. Wak Katok. apalagi selama petualangnya bertahun-tahun di luar negeri? Mungkin dia juga telah membunuh orang. dan hanya Wak Katok yang penuh dosa dan kotor dan harus mengakui dosa-dosanya. Entah dosa-dosa gelap apa yang telah dilakukannya dan disembunyikannya di . tetapi karena tak ada orang lain yang tahu. Pasti setiap mereka juga mempunyai dosa-dosa yang mereka rahasiakan dan tutup rapat-rapat. yang purapura saleh dan bijaksana itu. dan minta ampun kepada Tuhan.com/ Dewi KZ 94 dirinya bersih dan suci. Mereka ini telah mendengar cerita tentang kejahatan dan dosa-dosa dari mulut Pak Balam. telah menipu orang. siapa tahu itu juga hanya topeng yang dipakainya saja di depan orang lain. Pak Haji. Talib.

Dia sejak lama telah . Darah keluarganya darah gelap juga.belakang ketakuannya yang periang dan adatnya yang santun pada orang-orang tua di kampung. anak-anak muda sekarang tak lagi memperdulikan ajaran agama dan adat. Dan Sutan . karena ada cerita yang melihat dia bercubitcubitan dengan bini muda ayahnya. Dia tukang mengejar perempuan. Pasti mereka telah berzinah berkali-kali. Dan si Buyung. janda muda. Dan si Talib. Pamannya yang sudah mati dulu pernah dibuang ke Pulau Nusakambangan. sedang ayahnya tak ada di rumah. karena mengamuk di pasar dan menikam sampai enam orang. Pernah dia digunjingkan orang kampung.meskipun dia masih muda.ah. Kata orang dia suka bertemu dengan Siti Rafiah. Bukan tak mungkin dia pun telah pernah mencuri. Menurut cerita orang meskipun dia sudah berbini. tak perduli tua atau muda. ataupun berzinah dengan seseorang umpamanya di kampung. Dia pun mungkin telah melakukan kejahatan dan dosa-dosa besar. . sedikit pun dia tak dapat dipercaya dengan perempuan. Mereka hanya menurut kernauan dan nafsu saja. itu pun orang pendiam seperti air di lubuk yang dalam. Jangan-jangan dengan bini muda ayahnya sendiri. akan tetapi dia juga tak dapat dipercaya. akan tetapi dia suka juga tidur di surau bersama dengan anak-anak lelaki yang muda-muda. dan empat orang sampai mati. hanya orang lain saja tak ada yang tahu.

com/ Dewi KZ 95 Dan sebenarnya pula. Wak Katok memutuskan dalam hatinya. Mereka semuanya berdosa. dan . barangkali terlupa dibawanya ke belakang ketika dia berhajat. memeriksa memakai jimat. Wak Katok lama berdiam diri. Yang lain datang mengingsut mendekati Pak Balam. Tak lain berkata: "Tak mudah untuk memastikan apakah harimau itu harimau biasa atau harimau jadi-jadian. apakah sungguh dosa yang telah dilakukannya itu. dan harimau biasa akan berani menyerangnya. Jika pernah dilakukannya begitu.meminta tujuannya supaya diajar ilmu guna-guna. tempat biasanya orang untuk menggoda perempuan saja. ********** Halaman 106-107 hilang ********** Karena itu mereka dengan penuh harap memandang kepada Wak Katok. Mereka melihat kain putih yang melilit pinggangnya. Bukankah itu perbuatan per-…. Akan tetapi mengapa hanya dosa-dosaku saja yang harus dibongkar oleh Pak Balam? Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dengan penuh perhatian mereka memandangi tangan Wak Katok memeriksa di balik celana Pak Balam. di pinggangnya. maka jimatnya tak mempan lagi." Wak Katok lalu berdiri. dan mendekati Pak Balam. karenanya lalu membuka mulut. Dia pun tukang berzinah juga. air mukanya menunjukkan seakan dia berpikir. yang pinggangnya. ular dan binatang buas yang lain? Jika Pak Balam memakainya. Apakah kalian semua memakai jimat pengusir harimau. kemudian dia kelihatan mengambil putusan.

apakah jimat ini masih Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 96 terikat di pinggangnya? Jika tidak. dan berkata: "Ada jimat pelawan binatang buas dipakainya. membelakangi api dan melihat ke dalam gelap hutan. dan tibatiba mereka mencium bau menyan mengisi udara. dan kemudian dia berpaling pada mereka. Mereka hanya mendengar bunyibunyi yang dibuat Wak Katok melakukan pemeriksaannya. jimat ini dipakainya. siapakah yang mengikatkannya kembali ke pinggangnya?" Tak seorang juga dapat memastikan apakah mereka melihat tali jimat telah terpasang atau belum. Kerja ini berbahaya juga. Bau menyan yang keras dan tajam yang datang menyerang hidung. menimbulkan pikiran-pikiran dan ingatan-ingatan . dan tak seorang pun ingat apakah tali jimatnya selama itu terikat pada pinggangnya. atau dilepaskannya. Ketika tak seorang juga yang berani memastikan.berisi berbagai rupa jimat. Ingatkah kalian. hingga tak seorang juga yang memperhatikan hal yang demikian. Baiklah kalian membelakangi aku. Aku harus menanyakan kepada orang halus. Mereka demikian sibuk dengan kedahsyatan serangan harimau dan mengejar harimau untuk merebut Pak Balam kembali. Soalnya kini apakah tadi. Dan jagalah jangan Pak Balam sampai dapat melihat kepadaku. Mereka telah mengganti celana dan pakaian Pak Balam. Wak Katok memeriksanya satu persatu. ketika membawanya pulang tadi." Mereka mengubah duduk. ketika dia hendak melakukan hajatnya ke sungai. maka Wak Katok berkata: "Jika begitu terpaksa dicoba jalan lain.

dan mereka selamalamanya tidak lagi akan dapat ke luar dari perut gelap dan hitam yang besar. Menurut darah di pisau. Harimau biasa. yang telah menelannya. harimau bukan harimau siluman. Mereka mendengar suara Wak Katok berbisik-bisik membacakan mantera-rnanteranya.com/ Dewi KZ 97 Akan tetapi kemudian suara Wak Katok membangunkan mereka. Tiraikasih Website http://kangzusi. "Akan tetapi lihatlah. Mereka merasakan sekali kesepian dunia kecil mereka di dalam lingkaran cahaya dan panas api.kepada dunia dan makhluk gaib. yang rupanya ke luar dari tenggorokan Wak Katok sendiri." kata Wak Katok. yang bekas ditusuknya dengan pisau belati. jadi darah biasa. "Syukur alhamdulillah. kepada iblis. dan menunjukkan pada mereka belatinya." kata Wak Katok menerangkan. dan dia adalah harimau biasa. ketika mereka mendengar. dan karena itu darah harimau adalah juga darah biasa. darahnya jadi hitam. Tak ubahnya seakan mereka sedang berada di dalam perut sebuah makhluk raksasa yang maha besar. Di ujung belati kelihatan bekas darah yang kini berwarna hitam. dan mereka melihat Wak Katok mencicip ujung jari kirinya. "Jika harimau itu harimau siluman. Mereka mendengar bunyi menggeram yang menakutkan beberapa kali. Kemudian semua suara berhenti. setan dan jin. Mengingatkan mereka pada cerita hantu-hantu dan mayat-mayat yang hidup kembali. maka darah di pisau akan tetap tinggal merah setelah dibakar di api." Terdengar mereka semua menarik napas lega setelah mendengar kata Wak Katok. meskipun .

kesadaran dan hati nuraninya. ketika orang seorang hanya sendiri dengan dirinya. Menghadapi harimau demikian orang hanya tinggal menunggu nasib saja. Harimau biasa adalah binatang buas biasa. Orang merasa tak berdaya dan tak bertenaga sama sekali jika harus menghadapi harimau jadi-jadian. Dan Buyung sendiri merasa mempunyai cukup kecakapan menembak untuk memburu harimau biasa. Tak seorangpun juga merasa Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 98 senang menelanjangi dirinya sendiri. dan melihat dan berhadapan dengan dosa-dosanya. meskipun pada dirinya sendiri.menakutkan. . hingga saat setiap orang tiba untuk dipanggil kembali ke alam baka. Kini tak perlu lagi mereka memeriksa dirinya. Ada saat ketika Pak Balam bercerita. kini persoalan harus mengakui dosa-dosanya telah dikesampingkan. Jangankan di depan orang lain. Tetapi harimau biasa dapat dilawan. Kini pimpinan direbutnya lebih tegas di tangannya. Menunggu terus-menerus dalam ketakutan. menakutkan akan tetapi tidak begitu dahsyat Dan yang lebih menyenangkan hati mereka lagi adalah. seakan anak-anak muda yang lain hendak memindahkan hormat. yang selama ini mereka simpan jauh-jauh di dasar ingatan. segan dan pimpinan mereka ke seperti harimau siluman. Wak Katok pun merasa senang dengan putusannya. tak ada yang suka bertentangan mata dengan hati nuraninya. Sedang harimau siluman tak seorang manusia juga yang kuasa melawannya. yang dapat dilawan. Apalagi jika harimau siluman menjadi pesuruh Yang Maha Kuasa untuk menghukum dosadosa mereka.

tangan Pak Haji. kemudian berkata: "Aku kira sebaiknya kita tinggalkan saja damar di sini. Pak Balam rasanya tak akan kuat berjalan kaki. Kita bawa saja perbekalan makanan. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam. bahwa mereka pun tak akan menyinggung-nyinggung cerita Pak Balam. malahan akan berusaha untuk melupakannya. Esok pagi kita berangkat lebih siang sedikit. Akan tetapi kini. Dengan demikian kita . atau kita tinggalkan dua keranjang saja. "harimau biasa dapat kita hadapi bersama. juga dalam cahaya mata Pak Haji. Membawa damar sambil mengusung Pak Balam rasanya tak mungkin. Untunglah cukup banyak kayu tersedia. seperti mereka juga selalu berusaha untuk melupakan dosadosanya sendiri. Wak Katok dapat melihat pada air muka mereka. karena itu harus kita pikul berganti-ganti. "Nah. Harimau biasa takut pada api. Bagaimana yang baik Pak Haji. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam dan membawa keranjang damar?" Pak Haji berpikir sebentar sebelum menjawab. dan sejak saat itu. Rasanya untuk malam ini kita akan aman. mereka akan menerima pimpinannya tanpa bertanya-tanya. Esok baiklah kita buatkan usungan untuknya. bahwa mereka semua berterimakasih padanya atas ucapannya. akan kita tinggalkan keranjang yang berisi damar kita semua di sini. Dia pun tahu pula. Karena itu harus kita jaga supaya api tetap besar sepanjang malam." kata Wak Katok.

dapat berjalan lebih cepat, dan tidak merasa terlalu letih Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 99 berganti-ganti mengusung Pak Balam. Kita harus cepat pulang ke kampung." Pikiran Pak Haji mereka terima. Kemudian Wak Katok berkata, bahwa lebih baik mereka mencoba tidur, supaya jangan terlalu letih esok hari. Akan tetapi tak seorang juga dapat tidur nyenyak dan lama malam itu. Bukan saja kejadian yang dahsyat masih menegangkan urat syaraf dan perasaan mereka, dan erang Pak Balam yang menderita sakit menusuk perasaan, akan tetapi hati nurani pun secara tak mereka sadari tinggal resah dan gelisah. Dan tak mudah dan tak cepat dapat menidurkannya kembali,

meskipun mereka coba sekuat-kuatnya. Masing-masing penuh dengan perasaan dan pikiran tentang diri sendiri dan tentang kawan-kawannya. Talib teringat pada Siti Nurbaiti, anak gadis berumur tiga belas tahun yang terdapat mati di ladang di luar kampung dan membuat heboh seluruh daerah berbulan lamanya, kurang lebih dua tahun yang lalu. Pakaian gadis itu koyak-koyak, dan menurut cerita, dia diperkosa. Sampai kini tak diketahui siapa yang memperkosa dan membunuhnya. Adakah dia di antara mereka ini? Dia merasa ikut berdosa juga, karena bukan sekali saja timbul rasa berahinya melihat gadis umur tiga belas yang badannya lekas menjadi dewasa itu, dengan buah dada yang Siapakah yang berbuat demikian?

besar dan kencang mendorong baju kurungnya, raut mukanya yang manis, dan cahaya matanya yang berani dan penuh tantangan. Kemudian dia menutup pikiran dan menahan hati nuraninya, ketika pikiran-pikiran serupa itu membawanya terlalu dekat pada dosa-dosanya sendiri. Pak Haji, Sanip, Sutan, Buyung dan Wak Katok pun tidur gelisah. Meskipun mereka memicingkan mata, akan tetapi pikirannya tak berhenti. Ketukan Pak Balam terhadap hati Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 100 nurani mereka masih berkumandang juga di dalam relung hati dan pikiran, bergema ke bawah sadar. Pak Balam sendiri pun, entah karena lukanya, entah karena hatinya, tidur lebih gelisah lagi... Api unggun menyala besar, melontarkan lingkaran cahaya

kecil di tengah gelap rimba raya menahan gelap yang hendak menelan mereka. Bunyi hutan di malam hari yang penuh dengan bunyi-bunyi rahasia dan gaib melingkari mereka. Hati nurani manusia memburu-buru minta pengakuan. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 101 5 Tak seorang juga yang dapat sungguh-sungguh tidur sepanjang malam, dan ketika bunyi kokok ayam hutan yang berderai-derai menandakan dini hari telah dekat, mereka pun segera bangun. Kini mereka memandangi rimba sekelilingnya dengan lebih awas dan cermat. Mereka memasak air dan makan, mengambil air sembahyang dan sembahyang, dengan selalu sebagian utama panca indra mereka memeriksa dan mengamati rimba di sekelilingnya. Rimba yang kini mengandung ancaman dan bahaya maut.

Mereka lebih khusuk lagi mendengarkan seruan Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! yang diserukan oleh Pak Haji, dan mereka lebih merasa dengan kesadaran yang amat dalam, penyerahan dirinya ke bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tak pernah rasanya mereka merasakan nikmat sembahyang seperti pada pagi itu. Rasanya seakan mereka amat dekat sekali pada Tuhan, seakan ketika kening mereka tunduk menyentuh tanah, dan membacakan Subhana rabbial a'laa Maha Suci Tuhan Kami Yang Agung -merebahkan kepala mereka ke atas haribaan Tuhan, dan mendapat pengampunan dan perlindungan dari Tuhan untuk selamalamanya. Setelah selesai sembahyang hati mereka terasa lebih

tenang, dan kini mereka dapat menghadapi hari yang baru dengan kepercayaan yang lebih besar. Pak Balam kelihatan kini menderita demam ringan. Ketika Wak Katok membuka betisnya untuk mengganti obatnya dengan ramuan yang baru, kelihatan lukanya seakan kena infeksi, daging luka yartg terbuka tidak berwarna merah yang sehat akan tetapi kehitaman, dan nanah kelihatan mulai menjadi. ramuan yang menutupi luka dibuka, dia menjerit kecil kesakitan. Luka di punggungnya bekas cakaran harimau lebih buruk lagi. Daging di sekeliling luka kelihatan menggembung dan warnanya tak sehat. Wak Katok kelihatan menggelengkan kepalanya, dan Pak Haji pun kelihatan air mukanya seakan berat. Buyung, Talib, Ketika perbannya dibuka dan daun-daun

Sanip dan Sutan pun mengerti apa arti luka itu. Pak Balam harus segera dibawa ke kampung, dan dari kampung dibawa ke kota, ke dokter. Biasanya jika luka telah menjadi demikian, maka obat-obat kampung tak mempan lagi. Yang menderita harus dibawa ke rumah sakit untuk ditolong oleh dokter. Keningnya panas terasa ke tangan. Dia pun tak hendak makan, akan tetapi hanya mau minum kopi saja sedikit. Talib dan Buyung segera membuat, usungan setelah mereka makan. Pak Haji, Wak Katok dan Sutan mengemasi perbekalan makanan dan daging rusa ke dalam dua buah keranjang, yang akan mereka pikul bergantiganti, sambil berganti-ganti pula mengusung Pak Balam.

Keranjang-keranjang mereka

lain

berisi

damar

yang

harus

tinggalkan disimpan baik-baik di dalam pondok. Mereka baru berangkat setelah hari terang. Wak Katok berjalan di depan membawa senapannya, di belakangnya Buyung yang menyandang keranjang dan di tangannya parang panjangnya yang terhunus, lalu Sanip juga membawa keranjang dan parang terhunus, disusul oleh Talib dan Sutan yang mengusung Pak Balam, dan di belakang sekali berjalan Pak Haji, juga dengan parang terhunus. Menurut kepercayaan mereka, harimau selalu menyerang dari belakang. Karena itu tempat Pak Haji adalah yang paling berbahaya. Wak Katok dengan senapannya sengaja tak berjalan di belakang, karena

dan menghadapi apa yang akan dalang dengan tabah dan berani. Dalam hidup tak selamanya orang dapat bersedia mengambil risiko selalu perlu. dan mereka harus mendaki sejak meninggalkan sungai. maka jika Pak Haji diserang. jika bagian belakang diserang. Jika dia berjalan di belakang. Dia terus berjalan . Apalagi jalan yang mereka tempuh masih licin. Wak Katok akan mendapat waktu membidik dan menembak. Beberapa kali yang lain terpaksa harus membantu Talib dan Sutan. ketika Wak Katok memberi isyarat supaya mereka berhenti. Demikianlah mereka berjalan dengan susah payah hingga tengah hari. mereka telah harus digantikan oleh dua orang lain. Baru setengah jam berjalan.com/ Dewi KZ 103 menyerang dari depan. karena mereka berdua tak sanggup mengangkat usungan sambil mendaki tebing. Dengan cara susunan mereka berjalan seperti kini. dan mereka semua akan jadi korban harimau. mengaso dan makan. bagaimanakah? Pertanyaan ini tak mereka tanyakan. Berjalan mengusung Pak Balam tidak dapat mereka lakukan dengan cepat. dan dia diserang. Yang penting ialah bersiap-siap seperlunya dan kemudian menghadapi segala kemungkinan.dia harus menembak. Selama itu Wak Katok tak pernah ikut mengusung. maka mungkin dia tak sempat menembak. Akan tetapi jika harimau Tiraikasih Website http://kangzusi.

Dan sekali dia menjerit kesakitan. Wak Katok pun dengan sendirinya menganggap dirinya yang memberikan pimpinan dan perintah. Tak terpikirkan dalam kepalanya mereka akan mempunyai pikiran atau pandangan yang lain. Dialah yang punya dan yang memegangsenjata yang paling ampuh untuk menghadapi harimau. karena Sutan tergelincir jatuh. Dia dengan sendirinya pula mengharapkan mereka akan mengikuti segala pimpinannya. karena kini dialah yang menjadi pemimpin rombongan. bahwa Wak Katok tak usah ikut mengusung. dia pun tak hendak makan.di depan dengan membawa senapannya. Ketika mereka makan. Karena itu tak terlintas sedikit juga dalam kepala mereka untuk membantah suruhan Wak Katok. tergoncang-goncang dan terantuk-antuk. akan dibunuhnya juga. . bahwa harimau itu adalah harimau biasa? Bukankah dia maha pemburuyang disegani orang kampungnya. Yang lainpun menerima kenyataan. dan yang telah membunuh tiga ekor harimau? Harimau ini pun jika masih mengganggu mereka.com/ Dewi KZ 104 Wak Katoklahyang tahubagaimana menyelamatkan mereka semuanya dari ancaman harimau. Pemimpin usaha mereka menyelamatkan Pak Balam dan diri mereka semuanya. Tidakkah dia yang memutuskan. Wak Katoklah yang memegang kunci keselamatan hidup mereka. Di tangan Wak Katoklah satu-satunya senjata yang dapat menyelamatkan mereka. Karena itu dialah yang berjalan paling depan. Demam Pak Balam kelihatan tak kurang-kurang. dan usungan terhempas ke tanah. Juga kelihatan dia amat menderita sekali diusung demikian. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan hanya minta minum saja.

Pak Haji mencoba menyuruhnya makan dengan mengatakan. Bau darah dan daging rusa yang melekat di keranjangkeranjang berisi damar akhirnya menariknya ke dalam pondok. akan tetapi kecuali bekas darah yang kering. Pak Balam merebahkan kepalanya kembali. mengerang sambil menutup matanya. dan dengan suara lemah mengatakan bahwa dia tak ingin makan. Dia mendatangi tempat mereka bermalam dengan hati-hati sekali. Dia mencari keranjang lain yangjuga berbau rusa yang menimbulkan seleranya. Dia hanya mau minum kopi pahit sedikit. Berbagai bau yang tinggal amat mengganggu perasaannya. kecewa dan marah. harimau tua yang kelaparan tiba di sana. Akan tetapi setelah dicobanya. dan setelah dia tak merasa syak dan takut lagi pada bendabenda yang asing baginya. Tetapi hal ini tak memuaskannya. bahwa lebih baik dia mencoba makan sedikit. Demamnya bertambah panas. Semua keranjang dirobohkan dan di bongkarnya. Dia menggeram-geram. 0oo0 DUA jam lewat setelah mereka meninggalkan tempat bermalam di pinggir sungai. tak ada daging enak yang dapat dimakannya.com/ Dewi KZ 105 depan kanannya. supaya badannya jangan terlalu lemah. dan menghembus-hembus berkeliling di tanah di sekeliling api . maka laparnya mendorongnya merebahkan sebuah keranjang dengan tarikan kuku kaki Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dia segera menjilat-jilat sisi keranjang tempat darah rusa yang kering melekat.

. dan dia bergerak menyeberangi sungai.. Di antara bau rusa. lama sebelum magrib. sudah menurun. yang datang dari jauh bergemagema. Bunyi pukulan burung pelatuk. supaya kita tiba di waktu petang.com/ Dewi KZ 106 . Karena itu mereka merasa agak bersenang hati. dan kemudian mencium-cium tanah kembali. Bunyi-bunyi margasatwa yang biasa masih memenuhi hutan dan di atas pohonpohon yang tinggi mereka melihat beruk-beruk merah yang besar melintas sambil memanggil-manggil. 0oo0 "DARI sini ke tempat kita bermalam nanti. Mereka kemudian berangkat meneruskan perjalanan dengan hati yang lebih tak terganggu.. jalan tak begitu sukar lagi. lebih-lebih lagi menentramkan perasaan mereka. belakang? Apakah harimau mengikuti mereka dari Sebagai seorang pemburu yang mengikuti rusa? Akan tetapi suasana rimba di siang hari itu tidak menunjukkan tandatanda adanya harimau di dekatnya. Dia mencium-cium tanah mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan kaki manusia yang tinggal di tanah.unggun yang telah padam." kata Wak Katok. bau manusia juga keras sekali tinggal. dan bau manusia itu kini menimbulkan selera dan laparnya yang amat sangat pula. Tiraikasih Website http://kangzusi. "cobalah berjalan lebih cepat." Ucapannya segera mengingatkan mereka kembali pada harimau. ketika mereka selesai makan siang.

dan membiarkan Talib tinggal di belakang. ketika mendengar bunyi auman harimau yang amat dahsyat. Dan mereka dapat mendengar pukulan napas dan denyut jantung mereka amat kerasnya ke telinga. Mungkin perasaan demikian yang membuat mereka agak lengah. Kemudian ketika reaksireaksi wajar mereka dapat bekerja kembali dengan cepat. Disela pula oleh rasa hendak menyelamatkan diri masingmasing. Baru darah mereka yang membeku dapat cair kembali. Sutan dan Sanip yang sedang mengusung Pak Balam menurunkan usungan ke tanah. dan mengakukan otot-otot mereka. Auman harimau kemudian disusul oleh jerit Talib ketakutan dan kesakitan. Dan baru otot-otot mereka yang telah kaku. Buyung yang mendukung keranjang . Mereka merasa takut yang amat dahsyat sekali. hingga beberapa saat mereka tak dapat bergerak. lapi waktu mengalir amat lambat sekali. yang segera pula dilawan oleh rasa setia kawan. dan baru beberapa saat kemudian mereka dapat bergerak. kencing di pinggir jalan. Mereka kembali teringat pada bahaya harimau. Baru panca indera mereka yang beku kembali bekerja.Wak Katok tetap berjalan di depan sekali. kembali jadi liat dan dapat bergerak. Mereka merasa tiba-tiba betapa suara dan bunyi-bunyi margasatwa terhenti. Semua ini terjadi hanya dalam beberapa saat. yang membekukan darah mereka. Yang lain berjalan terus sedang Talib membuka celananya hendak kencing.

karena begitu dia berpaling korbannya. dan mereka jelas dapat mendengar harimau menggeram-geram. menuju tempat Talib hendak kencing. parang . Pak Balam tinggal terlupa sendirian di atas usungannya. dan merupakan pagar yang lebat. Wak Katok menembak pun tak sempat. Rupanya harimau terkejut juga oleh serangan mereka yang berlari ke belakang. Yang kelihatan oleh mereka kini hanyalah keranjang yang didukung panjangnya yang terhunus terletak di tanah. dan bunyi berat lari harimau yang menarik mangsanya ke dalam hutan. Mereka melupakan bahaya terhadap diri mereka kini.menurunkannya melompat cepat ke tanah.com/ Dewi KZ 107 darah. mereka berhenti di depan pohon-pohon yang tumbuh rapat. berseru-seru sekuatnya dengan harapan agar harimau melepaskan korbannya. harimau telah menghilang melarikan oleh Talib terguling di tanah. dan dengan parang terhunus mereka menyerbu ke dalam pohon-pohon yang tumbuh rapat. akan tetapi rasanya berabadabad bagi mereka. Akan tetapi tanpa berpikir panjang mereka berlari ke dalam hutan mengikuti jejak dan Tiraikasih Website http://kangzusi. penuh dengan semangat dan naluri berburu yang terdapat dalam diri setiap manusia. dan Wak Katok Mereka berteriak-teriak. Mereka melihat besarnya jejak itu. Ingat pada nasib kawan mereka yang berada di dalam kekuasaan harimau. Hanya beberapa menit kemudian.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Tetapi saat itu bukan saat untuk merasa takut lagi. Pak Balam yang masih diserang demam. mendudukkan dirinya di alas usungan. menyerang Pak jangan-jangan harimau kembali Balam sedang mereka tak ada. tak sadarkan diri. karena ketika mereka telah menembus pohon-pohon dan tiba di tempat kecil yang terbuka. dengan hati yang lega mereka melihat. Dengan cepat tiga orang mengangkat Talib.tak ubahnya seperti sepasukan setan yang datang mengamuk. dan memandang mereka datang membawa Talib yang berlumuran darah. Badannya penuh berlumuran darah dari kepala hingga ke kaki. Perasaan dan pikiran yang belum mereka sadari telah datang menyerang. sedang Wak Katok dan yang lain berjagajaga. Sejak serangan harimau terhadap Talib tak seorang juga di antara mereka yang berbicara. bahwa Pak Balam masih selamat. karena seluruh panca indera mereka tertuju kepada kedahsyatan serangan harimau. Akan tetapi tak seorang juga yang mengeluarkan perasaan ini. Dalam hati mereka timbul pula rasa kekhawatiran. . Mereka cepat-cepat kembali ke tempat Pak Balam yang mereka tinggalkan.com/ Dewi KZ 108 Ketika tiba di tempat mereka meninggalkan Pak Balam. Darah merah membasahi tanah di sekelilingnya. Hati dan perasaan mereka penuh dilanda oleh pikiran dan perasaannya sendiri. mereka melihat Talib terbaring di tanah. Pemandangannya sungguh mengerikan hati. hingga mereka menyangka dia telah mati.

dia telah mati entah berapa ribu kali. setengah jam perjalanan dari tempat mereka kini. segala kedahsyatan yang dirasakannya kemarin malam dirasakannya kembali. Akan tetapi karena mereka tak dapat mendukung keranjang sambil mengusung. Dia mendengar bunyi auman harimau yang dahsyat ketika mula-mula menerkam Talib. bahwa nanti akan bermalam di bawah bukit. Wak Katok menyuruh Buyung dan Sutan cepat membuat usungan untuk Talib. Sebenarnya tempat bermalam mereka yang biasa masih dua jam perjalanan lagi. Dan ketika mereka kemudian meninggalkannya sendiri di hutan. Kini mereka hanya tinggal berlima yang masih dapat berjalan. Mereka melihat. bahwa hukuman terhadap dirinya dan diri kawan-kawannya belum selesai dan belum habis. Dan kembali jiwanya tersiksa oleh kesadarannya. Dan mendengar jerit Talib ketakutan dan minta tolong. Teringat pula olehnya bahwa kawan-kawannya mungkin belum hendak mengakui dosa-dosanya dan bertaubat kepada Allah. Mati ketakutan.Seluruh muka Pak Balam yang telah pucat bertambah pucat. bahwa harimau itu datang kembali untuk memburu dan menghukum dia dan kawan-kawannya. maka Wak Katok memutuskan. bahwa Pak Balam pun tahu apa yang telah terjadi. untuk mengusung Pak Balam dan Talib dahulu . Dia pun ikut menjerit ketakutan ketika mendengarnya. Wak Katok mengatakan. Terbukti. di pinggir anak sungai kecil. dan tak seorang juga yang memberikan penjelasan kepadanya apa yang terjadi.

dan kemudian terbuka. dan tiba di pinggir anak sungai. maka hanya tinggal dua orang yang sehat dan kuat untuk menjaga dua korban yang tak berdaya. kecuali yang menghadap ke tempat api unggun. Bagaimana kalau harimau datang menyerang ke tempat pondok mereka? Akan tetapi jika yang pergi mengambil keranjang tidak dikawal dengan senapan. Di sana mereka cepat-cepat membuat pondok yang lebih kuat dari biasa. Tiraikasih Website http://kangzusi. yang mereka biarkan luka-lukanya amat berat.com/ Dewi KZ 109 Segera setelah usungan untuk Talib selesai. Tak berani kedua keranjang.ke tempat bermalam mereka yang lebih dekat. Talib masih pingsan. dan meninggalkan menjemput kedua keranjang berisi perbekalan makanan. Dan jika Wak Katok yang pergi . Jalan menuruni bukit licin dan sukar dan dengan susah payah mereka menurun. Kelihatannya mereka memeriksa luka-lukanya. dan memasang dahandahan pohon melintang di tiga sisinya. mereka meletakkan Talib ke atas usungan. Sebentar timbul pertukaran pikiran antara mereka tentang apakah Wak Katok akan ikut mengawal mereka yang mengambil keranjang dengan senapannya? Jika bertiga pergi mengambil keranjang termasuk Wak Katok dengan senapannya. Wak Katok akan mengobatinya. bagaimana jika harimau menyerang mereka di tengah jalan? Mereka tak akan berdaya melawan harimau dengan parang panjang saja. Nanti saja di tempat bermalam.

yang mengambil keranjang dengan Tiraikasih Website http://kangzusi. masing-masing dengan pikirannya sendiri yang kini datang mengetuk hati lebih keras. dengan perasaan enggan yang jelas kelihatan pada air mukanya. dan memasang panca inderanya .com/ Dewi KZ 110 setajam mungkin. jangan sebut-sebut namanya. bahwa biarlah Buyung. hingga akhirnya Buyung tak dapat menahan dirinya dan berkata: "Apakah barangkali benar juga Pak Balam. "tetapi apa tak mungkin Pak Balam benar. dan kita harus mengakui dosa-dosa kita dan kita minta ampun kepada Tuhan?" bagaimana dengan Talib. Wak Katok menyerahkan senapannya kepada Buyung. aku lupa tak boleh menyebut nama nenek di hutan.mengawal senapannya. dan mereka akan segera memasak air untuk membersihkan luka-luka Talib dan membuat obat baginya. dan berkata. yang sejak tadi berkata. Buyung membawa senapan Wak Katok. bahwa harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa?" "Huusss. Dia berjalan paling depan." jawab Buyung. Sutan dan Sanip yang pergi mengambil keranjang dan dia dan Pak Haji tinggal di pondok. Mereka bertiga melangkah cepat. yang harus ditolong dan diobati dengan segera? Siapa yang menolongnya? Akhirnya. Mereka akan memasang api unggun yang besar untuk menakuti harimau. Diperiksanya dengan cermat isi senapan. engkau ingin dia datang menyerang kita?" kata Sutan cepat. "Maaf.

Mereka bertiga diam kembali. pahanya hancur digigit. tangannya. dan napasnya berat dan perlahan. Mukanya pucat sekali. Kain sarung yang membatut luka-lukanya." Ketika mereka bertanya kepada Wak Katok bagaimana dengan luka-luka Talib. Di sampingnya terbaring Pak Balam. dan sebentarsebentar Tiraikasih Website http://kangzusi. senja telah dekat. "Dadanya hancur dicakar. Dari jauh mereka telah melihat nyala api unggun di depan pondok. bahwa ia tak banyak harapan Talib akan dapat selamat. Dengan hati yang amat lega Sanip dan Sutan menurunkan keranjang ke tanah. Harimau itu dikirim Tuhan untuk menghukum kita. dan bergegas. Kalau dia masih dapat sadar. akuilah dosa kalian. Biar nanti Pak Haji dan Wak Katok yang memikirkannya. kedua kakinya." kata Sanip. lebih baik jangan kita bicarakan kini. sampai terbuka ke tulang.com/ Dewi KZ 111 dengan suaranya yang lemah dia berkata: "Akuilah dosa kalian. Talib masih belum sadar. sekeliling dadanya. Pak Balam kelihatan juga bertambah panas demamnya. basah dengan darah merah. akan tetapi luka-lukanya telah diobati dan dibatut oleh Wak Katok dengan kain sarung yang disobek-sobek. Wak Katok menggelengkan kepalanya."Entah. 0oo0 APABILA mereka kemudian telah tiba kembali di tempat mereka bermalam di pinggir anak sungai. masih . Matanya terbuka memandang ke alas. dan berkata. dan Buyung mengembalikan senapan kepada Wak Katok. Talib terlentang di atas tanah di dalam pondok.

selain menyerahkan diri kepada Tuhan? Jika memang telah tersurat. harimau gaib. harimau. mereka hendak ke luar dari hutan. dosa . curiiiii.." tiba-tiba napasnya terhenti.. Akan tetapi dalam bawah sadar mereka nafsu hidup tetap menyala dengan kuat. Mereka hendak pulang ke kampungnya. menyala lebih besar dan lebih kuat lagi." kata Wak Katok. karena ketika itu dia membuka matanya.. mereka hendak meninggalkan rimba dengan selamat. dan Talib lalu berhenti hidup. aku berdosa . Mereka hendak kembali Tiraikasih Website http://kangzusi.untung.com/ Dewi KZ 112 . matanya seakan terbalik. yang datang untuk menghukum mereka? Apa daya mereka terhadapnya. Tak ubahnya seakan Talib dapat mendengar kata-kata Wak Katok.. Malahan kini.. la ilaha illl . Mungkinkah Pak Balam benar? Dan harimau itu bukanlah harimau biasa? Akan tetapi harimau yang dikirim oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. badannya mengejang. mencuri . ampun Tuhan. membungkuk di atas kepalanya hendak mendengarkan apa katanya.. Mereka mendekatkan diri.. Mereka berpandangan. Seorang dari mereka kini telah mati akibat serangan. Mereka hendak hidup terus.... dan bibirnya bergerak seakan hendak berkata. yang menurut Pak Balam dikirim Tuhan untuk menghukum mereka yang berdosa. di tengah ancaman yang dahsyat. bahwa mereka harus mati diterkam harimau di tengah hutan karena dosa-dosanya. Dia telah mati.. maka haruslah mereka menerima takdir yang demikian... ".

Bawah sadar mereka berteriak menyuruh mereka berjuang. Mereka bertiga berpandangan. dan jangan mengatakan sesuatu apa. Akan tetapi pada saat itu pikiran Pak Balam berada di saatsaat yang cerah. demamnya kembali menguasai otaknya. supaya kalian diselamatkan Tuhan. seakan mata Sutan hendak menyampaikan peringatan kepada Sanip. dan ketika Sutan dan Sanip berpandangan. supaya berhati-hati. bertarung untuk mepertahankan hak hidupnya. Mereka tak hendak mati diserang harimau yang ganas dan zalim. Syukurlah Talib masih sempat mengakui dosanya. Talib telah mati. badanku tak kuat lagi menahan demam ini. dan matanya yang terbuka memandang kaku jauh melewati pondok. Buyung dan Sutan bergantiganti. Karenanya Pak Balam berkata: "Belum juga kalian sadar dan insaf. Mereka hendak mencinta kembali. berkelahi. "Apa Talib mencuri? Apa yang dicurinya?" kata Pak Haji. dan Buyung cepat menjawab: "Aku tak tahu apa maksudnya. dan rupanya mendengarkan kata-kata mereka.kepada istri dan anaknya. Aku tahu. Akuilah dosa-dosa kalian. memandang kepada Sanip." Akan tetapi di wajah Sanip dan Sutan seakan timbul keraguan. entah apa yang dilihatnya. Mereka hendak hidup kembali di tengah manusia. Tiba-tiba Sanip berdiri seakan tak kuat lagi menahan . Tobatlah!" Kemudian dia terdiam. melewati puncak-puncak pohon di pinggir anak sungai terus sampai ke cakrawala. Aku akan menyusulnya tak lama lagi.

" seru Sanip. dan ini diinsafi oleh Sutan yang berkata kepadanya dengan suara tegang penuh desakan.. Setelah mereka dilerai. Di tanah mereka berdua bergumul. dan dengan suara yang keras berkata: "Sanip!" Akan tetapi Sanip melepaskan pegangan tangan Sutan dari bahunya. dan Pak Haji memegang Sanip. apa gunanya.. ingat sumpahmu.. dan kemudian dengan gerakan tangan dan kaki yang cepat dia menjatuhkan Sanip ke atas tanah. Sanip membela diri..dirinya. sesuatu cahaya ganjil timbul dalam matanya.!" Tetapi Sanip tak lagi dapat menahan dirinya. aku dan . Talib. Sutan ." Tetapi Sutan melompat mendekatinya dan memegang bahunya: "Jangan. dan dia melangkah mendekati Sanip. bertekad untuk menghentikan Sanip. dan berkata dengan suara yang tegang: "Tidak Sutan." Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan susah payah yang lain menceraikan mereka. tutup mulutmu. seakan sesuatu menyelinap ke dalam dirinya dan memaksanya untuk berkata.. Sutan memperkuat pegangannya di bahu Sanip... Buyung memegang Sutan. kami. Selama itu terjadi Wak Katok duduk saja diam-diam memegang senapannya. dan menghela Sutan jatuh ke tanah. dan berseru: "Memang kami berdosa. aku mesti berbicara .com/ Dewi KZ 113 "Tidak..: ketika dia baru sampai berbicara di sana. dan Pak dan berpaling kepada yang lain. "Jangan.

Haji berkata: "Sabar, sabarlah, mengapa kita dengan kita berkelahi, sedang kita semua dalam bahaya besar? Mengapa kalian berkelahi sebenarnya?" "Aku hendak mengakui dosa-dosaku," kata Sanip dengan napas terengah-engah, "biarlah Sutan marah karena aku melanggar janji atau sumpah. Tetapi aku tak tahan lagi. Karena aku juga, maka Talib telah jadi korban harimau. Kami bertiga, Talib, Sutan dan aku, enam bulan yang lalu, yang mencuri empat ekor kerbau Haji Serdang di kampung Kerambi..." dan dia melihat kepada Sutan, siap untuk mempertahankan dirinya, jika Sutan menyerangnya kembali. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 114 Akan tetapi Sutan seakan kini tak perduli lagi terhadap apa yang hendak dikatakan oleh Sanip. Dia duduk di tanah,

dadanya turun naik, karena napasnya masih kencang, dan dia hanya melihat saja ke tanah. "Kami bertiga mencurinya malam-malam, dan ketika penjaga kerbau mengetahui pekerjaan kami, maka Talib yang menikamnya, hingga dia rubuh. Dia tak mengenal kami, dan kami berhasil melarikan kerbau dan menyembelih kerbau dan menjual dagingnya ke kota. Penjaga kerbau tak mati. Itulah dosa kami bertiga, tapi Sutan tak suka aku ceritakan." "Apa lagi dosa-dosaku ..." Sanip tertegun, dalam hatinya teringat pada rahasianya, ketika dia berumur sembilan belas tahun, pergi ke kota, dan berkunjung ke rumah perempuan lacur. Akan diceritakankah ini? Ini terang dosa juga yang amat dilarang oleh Tuhan. Akan diceritikankah? Atau ketika dia

masih kecil, sering benar dia mencuri durian, mangga, duku. Dan waktu dia kecil, disuruh mengaji, sedang dia ingin pergi main bola, hingga dia menendang Qur'an di tengah jalan ke mesjid tempatnya mengaji. Dia melawan pada ibunya. Hawa nafsu yang timbul dalam dirinya tiap kali dia melihat perempuan yang cantik. Hawa nafsu yang membakar perutnya selama mereka tinggal di ladang Wak Hitam dan dia setiap hari melihat Siti Rubiyah. Akan diceritakan semua ini dan banyak lagi yang lain? Dia ingat, bahwa dia telah melakukan segala dosa, besar dan kecil. Dia telah merasakan dalam dirinya hawa nafsu setan, rasa dengki, syirik, cemburu, kesombongan hati, kekejaman,

kekikiran. Dia pernah menghina orang miskin. Dia pernah menertawakan orang yang cacad, dia pernah ... oh, semuanya yang tak baik pernah dilakukannya. Dia pernah tak patuh pada orang tuanya. Dia pernah kurang ajar kepada orangyang lebih tua dari dirinya. Akan diceritakan semua ini? Akan tetapi jika diceritakannya, apa lagi yang tinggal dari dirinya. Dia akan tinggal telanjang! Dirinya akan kehilangan lapisan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 115 pelindungnya selama ini, yang membuat diri serupa dengan orang lain. Kulit rahasia yang melapisi pribadi setiap orangyang melindungi seseorang dari orang lain. Jika diceritakannya pelindungnya semua, jika dilepaskannya lapis

ini, maka dia akan tak berdaya menghadapi orang lain. Dia tahu, bahwa sebagian terbesar orang bersikap kejam terhadap orang yang tak berdaya. Jarang sekali orang yang timbul belas kasihan terhadap orang yang tak berdaya. Kebanyakan orang bersikap kejam dan hendak menindas orang yang tak berdaya. Mungkin karena kebanyakan orang melihat dalam diri orang yang tak berdaya itu kemungkinan bahwa dia pun dapat berganti tempat dengan orang yang tak berdaya itu, dan karena itu timbul rasa benci dan kejamnya, dan hendak dihapuskannya orang-orang yang tak berdaya dari permukaan bumi ini, supaya mereka jangan teringat pada kemungkinan dirinya akan dapat jadi demikian pula.

Akan tetapi jika dia berdiam diri, tidaklah pula mungkin dia akan harus menebus dosanya dengan mati diterkam harimau? Dan dia tak hendak mati. Dia merasa dirinya masih terlalu muda untuk mati. Dia masih hendak hidup terus. Dia terkejut mendengar kata Wak Katok, yang berkata dengan suara keras dan tajam: "Sanip, berbicaralah! Aku sebagai pemimpin rombongan berkewajiban untuk menyelamatkan diri kita semuanya. Menurut tenunganku harimau itu harimau biasa, akan tetapi mungkin pula harimau siluman seperti yang dikatakan Pak Balam. Kita tak boleh lebih memarahkannya. Baiklah engkau mengaku terus terang dosadosamu, dan minta ampun kepada Tuhan." "Akan tetapi," kata Sanip, yang masih mencoba untuk mengelakkan diri dari keharusan menelanjangi dirinya,

"apakah aku sendiri yang berdosa? Mengapa aku sendiri yang harus mengakui dosa-dosaku? Bukankah aku telah mengakui dosaku mencuri kerbau?" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 116 "Semuanya, terdengar suara Pak Balam yang lemah, yang mendengarkan percakapan mereka. Sanip terdiam, enggan benar hatinya hendak mulai. Sedangkan mengakui dosa-dosanya dalam hati sendiri sudah amat susah, bagaimana akan mengakuinya di hadapan orang lain, meskipun kawannya sendiri?. "Yang lain pun akan mengakui dosa-dosanya," kata Wak Katok, suaranya keras dan tajam, "jika perlu aku paksa dengan ini," dan dia menggerakkan senapannya. semua dosamu harus engkau akui,"

Buyung terkejut. "Setelah Sanip lalu Sutan, kemudian Buyung, dan kemudian Pak Haji. Dosa-dosaku, telah kalian dengar diceritakan oleh Pak Balam," katanya dengan suara pahit, "semuanya kita membersihkan diri, dan minta ampun kepada Tuhan. Mogamoga si nenek akan pergi meninggalkan kita. Ayoh, mulailah, Sanip. Tak banyak waktu tinggal. Sebentar lagi malam tiba, dan dalam gelap entah apa yang akan terjadi." Dalam hatinya Buyung mengambil tekad tidak akan menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah, biarlah dia mati, ditembak oleh Wak Katok atau diterkam harimau sama saja. Orang mati hanya sekali, pikirnya, tetapi noda yang tergores di kening dibawa seumur hidup! Daya Sanip menguasai dirinya patah di bawah ancaman Wak Katok. Dia lalu bercerita. Semuanya diceritakannya. Tak

Sembahyang pun mereka dikawal mulamula oleh Wak Katok. cukuplah Sanip saja malam" ini. kepalanya menunduk ke tanah. kalian masih terkejut. tak bergerak-gerak. Dan dalam bercerita mulai pula terasa kelegaan dalam hatinya. dan dia tak bergerak. timbul dalam hatinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung mendengarkan dengan penuh takjub. Berbagai perasaan kecewa. Perasaan marah." kata Wak Katok kemudian. masih ketakutan dan risau pikiran dan hati. . seorang pencuri. seakan tak mendengar kata Wak Katok. seorang pendusta? "Sekarang engkau. "Sutan!" kata Wak Katok dengan suara yang lebih keras." Tak seorang juga hendak makan kemudian. Mungkinkah Sanip bercerita sekarang adalah Sanip kawannya selama ini? Sanip yang periang. "Baiklah. Sutan. Tetapi Sutan duduk saja di tanah. jijik.ada satu pun yang ditahan-lahannya. yang dihormati dan disayanginya. "akan tetapi esok pagi baiklah kalian mengakui dosa-dosa kalian semuanya. Sanip yang termasuk orang baik-baik di kampung." kata Wak Katok. dan dipercayainya selama ini? Ternyata dia seorang tukang berzinah. dan kemudian Wak Katok yang sembahyang.com/ Dewi KZ 117 kesal. setelah mereka sembahyang magrib. Sutan diam juga. sedang Buyung berjaga-jaga memegang senapan. Akhirnya dia pun terlepas pula dari tekanan dosa-dosa yang selama ini melekat di jiwanya.

jika mereka pulang. Pak Haji tiap sebentar menggosok kening Pak Balam yang basah. silih berganti ke luar dari mulutnya. bersalah. seorang yang telah jadi mayat. Di sini pikirannya terhenti.com/ Dewi KZ 118 dan membaca ayat-ayat Qur'an. Buyung keruan. dan tiap sebentar berbicara tak Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka seakan merasakan kehadiran harimau yang ganas. Mereka selalu ingat pada perkataan Wak Katok: "Esok pagi kita kuburkan Talib. Dan di luar lingkaran cahaya di dalam gelap rimba belantara. Akan heboh besar di kampung. yang terbujur di tanah. yang demamnya semakin panas. ampun Allah. terbujur di sebelah mayat. yang mundar-mandir. menunggu kesempatan dengan tak sabar. mendoa. Di .Malam itu tak seorang juga yang dapat tidur. teringat pada isteri dan anak-anak Talib di kampung. Bagaimana mereka nanti menerima kabar kematian-nya. Demikianlah mereka. dan takutnya timbul. Kakinya gembung di bawah bungkusan kain. Kata-kata dosa. di dalam lingkaran api unggun. Mereka yang hidup dan yang mati di lengah hutan belantara. seorang yang menanti mautnya. Lukanya kelihaian membusuk sekali. dan yang akan mati." Dan sepanjang malam mereka duduk mengelilingi Talib. dan mereka berlima duduk dekat yang mati. Dapatkah mereka yang masih hidup pulang selamat ke kampung? Bacaan doa-doa mereka tak henti-hentinya diiringi oleh erang Pak Balam.

Di dalam setiap kegelapan. di musim hujan. Seakan pegangan tangan dengan jari-jari es yang sejuk memeras-meras hati mereka. dan Pak Haji mengatakan. mendekati. mendekati. lalu menyembahyangkan mayat Talib. maka kuburan Talib tidak akan terendam air... di belakang setiap pohon.. mendekati. di belakang setiap daun. Kini ancaman terasa lebih dekat dan lebih dahsyat. Dan rasa tak berdaya tambah terasa. dan pagi itu juga mereka menggali kuburan untuk Talib di tempat yang tinggi. Kini hati mereka bertambah susah lagi dari kemarin malam. dan pekik Talib. dan pahanya belah dan rusak. di belakang setiap dahan dan di belakang setiap bunyi mereka seakan mendengar bunyi tapak harimau yang melangkah dengan halus dan hati-hati mendekati. Dadanya kelihatan seakan hancur sama sekali. hingga jika anak sungai banjir. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka menyusun batu-batu sungai di sekeliling kuburan.telinga mereka seakan masih terdengar bunyi aumannya yang dahsyat. Mereka tak banyak berbicara ketika Pak Haji memandikan mayat Talib. .com/ Dewi KZ 119 6 Esok paginya setelah mereka sembahyang subuh. nanti akan membuatkan batu kepala kuburan di kampung untuk dipasang nanti jika kembali ke hutan. Tubuhnya bekas gigitan dan cakaran harimau amat menyedihkan dan mengerikan.

Buyung mengusulkan agar mencoba memburu harimau. Sutan menyokong usul sakil demikian. masing-masing dengan pikiran sendiri. Seluruh badannya amat sangat panas. Wak Katok berkata. kelihatan Pak Balam menghadapi krisis demamnya. maka batu-batu mereka susun di atas kuburan. dan menyuruh mereka meminta ampun dan mengakui dosa-dosanya. sehingga akhirnya Wak Katok berkata: "Marilah kita berangkat lagi. Dan Pak Haji kembali membacakan doa-doa. bahwa tak mungkin membawa Pak Balam sedang menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 120 dahulu sehari lagi. Mukanya pun penuh luka akibat diseret harimau ke dalam hutan. dan dia mengigau terus-menerus. Beberapa waktu mereka duduk mengelilingi kuburan. dan kemudian membungkus mayat dengan kain sarung yang bersih. Pak Haji memandikan dan membersihkan badan Talib. Lalu mereka usung mayat ke kuburannya." Akan tetapi ketika mereka tiba di pondok. Usul Buyung mula-mula mereka terima dengan terkejut. Wak Katok berkata. menyebutnyebut dosa dan minta ampun kepada Allah. Mereka menyembahyangkan mayat. Setelah lobang kuburan ditutup kembali dengan tanah. Buyung berkata: "Lebih baik kita memburunya daripada kita membiarkan dia memburu kita seperti selama dua hari ini. Lebih baik mereka ." Setelah Buyung. bahwa dia hendak membawa Sanip dan habis terkejutnya.Belum lagi ratusan luka lain yang lebih kecil di seluruh badannya.

"Nyatakan terus api unggun. Buyung dan Sanip. Kini seakan mereka kembali memegang tali nasib di tangan sendiri. Mengingat bahwa akhirnya kini akan berkelahi dan akan menghadapi musuh. "Kami akan pulang sebelum magrib. Paksakan supaya diminumnya. dan tinggallah Pak Haji dan Sutan berdua menjaga Pak Balam. kerusuhan hati mereka yang akan pergi memburu harimau mulai didorong ke belakang oleh gairah berburu yang timbul dalam dirinya. "rebuslah ramuan obat waktu tengah hari untuk Pak Balam. yang telah diserang harimau. yang berbuat. Adanya Pak Balam yang sakit. dan membungkus makanan untuk dibawa oleh Wak Katok. Menghadapi harimau yang akan mereka buru. mereka yang memburu. lebih lebih mengecilkan hati dan . insya Allah harimau tidak akan berani mendekat." katanya.Buyung saja. Mereka yang tinggal memandangi mereka sampai hilang di antara pohonpohon." Kemudian Wak Katok berangkat dengan Buyung dan Sanip menuju ke tempat harimau menyerang Talib. adalah berlainan dengan menjadi korban yang diburu-buru.com/ Dewi KZ 121 tiga orang kawannya. dan merasa tak berdaya. Rasa manusia mereka kembali jadi kukuh dan menyala. Mereka masak makanan pagi cepat-cepat. yang mengambil putusan. Berburu mereka tahu. Keduanya merasa lebih tak berdaya lagi ditinggalkan Tiraikasih Website http://kangzusi. biarlah Sutan dan Pak Haji tinggal menjaga pondok. Merekalah yang memberi putusan." kata Wak Katok kepada Pak Haji.

Juga timbul rasa iri hati terhadap Buyung dan Sanip yang beruntung dipilih oleh Wak Katok mengiringinya. dan kesal terhadap Wak Katok yang Dan jika tiba-tiba beruk-beruk berhenti berteriak-teriak. dan mereka berdua ditinggalkan begitu saja menjaga Pak Balam tanpa senjata. Sebaliknya ketakutan hati saja. Dan igauan Pak Balam yang demamnya bertambah tinggi tidak membantu menenangkan hati mereka. Sutan dan Pak Haji dikejutkan oleh setiap bunyi dan gerak yang mereka dengar dan lihat dalam hutan di sekelilingnya. maka keduanya menegang kembali. mendengar suara berdetak di balik pohon dan daundaun di sekelilingnya. Dan jika beruk-beruk berbunyi-bunyi kembali. khawatir bahwa harimau lelah tiba dekat mereka. Apa daya? Senapan dibawa oleh Wak Katok. Setiap saat mereka merasa takut harimau akan datang menyerang. kecuali parang yang tak banyak gunanya dipakai melawan harimau.mematahkan semangat. Bagaimanapun juga mereka bertiga mempunyai senapan. supaya jangan lagi telinganya mendengar hanya menginginkan ketegangan dan menarik napas lega. Dalam hati masing-masing timbul rasa penyesalan membawa Buyung dan Sanip. Dalam hatinya Sutan sekali-sekali ingin melihat Pak Balam cepat saja mati. senjata terampuh yang mereka miliki terhadap harimau. untuk kemudian . maka mereka akan berpandangan.

telah melarangnya merokok. Selama-lamanya tidak.com/ Dewi KZ 122 Sutan tahu. jika tidak. Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Balam agar mereka mengakui dan dia memaksa agar supaya mereka mengakui dosadosanya. Pintu harus ditutupnya sekeras-kerasnya. Untuk Wak Katok cepat pergi memburu harimau. Dia Jika igauan Pak Balam sedang menjadi-jadi. Dia merasa seakan dalam dirinya sesuatu meronta-ronta merenggut-renggut minta dibukakan pintu. atau kepada istrinya sendiri.seruan-seruan dosadosanya. Dan teringat pada ini. apalagi untuk mengakuinya kepada orang lain. akan tetapi waktu berbuka. terus juga mengaku dia telah berpuasa sehari penuh. membutakan hati dan pikirannya. Dia juga dapat ingat pada pencurian kerbau yang mereka lakukan. bahwa dia tak boleh membuka pintu dalam hatinya untuk yang merenggut-renggut dan merontaronta itu. sedang ayahnya duslanya kepada ibu dan kawan-kawannya. maka Sutan tak tahu apa yang akan dibuatnya. Atau dusla- . maka Sutan menutup telinganya. Dia dapat mengingat dosanya seperti di waktu bulan puasa dia makan sembunyi-sembunyi. hatinya tak terganggu sama sekali. Mengapa Pak Balam tak berhenti mengigau? Mengapa dia harus saja menyebutnyebut tentang dosa? Tidakkah cukup Talib dan Sanip yang telah mengakui dosa-dosanya. tak hendak mengakui dosanya. atau ketika dia merokok bersembunyi di dalam kakus. Mengingatnya saja pun dia tak mau.

Dan ini pun tak terlalu menggangu hatinuraninya. Hampir oleh setiap orang di kampung ada saja yang telah dicurinya, pikirnya, kalau bukan kerbau, maka kambing, bukan kambing, ayam, bukan ayam, ikan, bukan ikan, buah kelapa, atau yang lain. Dia tahu sebagai penyamun, dan mereka hidup selamat sampai hari tuanya. Malahan ada seorang yang lelah berumur delapan puluh tahun, dan jika lagi senang bercerita, maka dengan bangga akan menceritakan bagaimana dia di waktu mudanya menyamun pedali-pedati yang membawa barangbarang dagangan ke hari pekan dari desa ke desa yang lain. Perbuatan penyamunan demikian, malahan dianggap sebagai

perbuatan berani dan gagah, dan bukan dosa dan kejahatan. Dan tentang perempuan. Ya, dia pun tak luput dari berdosa demikian, merupakan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 123 dosa besar yang tak dapat diampuni, dan harus dihukum dengan mengirimkan harimau untuk membunuh mereka? Berapa banyak orang lain yang lebih terhormat dan lebih mulai kedudukannya yang berbuat demikian pula. Dan bagaimana dengan datuk-datuk yang kawin di manamana, tiap tahun menceraikan istrinya, dan kawin lagi, dan dengan cermat menjaga supaya jumlah istrinya tidak melebihi empat orang batas seperti ditetapkan di dalam Qur'an. Apakah mereka dengan tak berdosa juga sebenarnya? Bagaimana akan tetapi ini pun apakah sungguh

ulama Syekh Haji Bakaruddin, yang sejak dia berumur dua puluh lima tahun hingga tujuh puluh tahun telah kawin tak kurang dari empat puluh lima kali, jadi tepat tiap tahun dia mengganti seorang istri, dan tiap kalinya seorang anak perawan? Akan tetapi ada kata yang meronta-ronta jauh di bawah lubuk hatinya, "apa yang engkau lakukan adalah kebiadaban gelap dan hitam, dan adalah dosa dahsyat” “Diaammmmm! Diam engkau!" Sutan tiba-tiba berteriak, menyuruh hatinya diam, dan menyuruh Pak Balam yang masih terus mengigau supaya diam. Kini arus kenangannya. Dia teringat suatu hari, ketika dia kembali dari memasang jerat untuk menangkap burung balam, dan jerat dipasangnya di ladang yang ditinggalkan orang di luar kampung. Dan dia

sedang duduk bersembunyi di bawah pohon dadap, dia melihat Siti Nurbaiti, gadis berumur tiga belas tahun masuk ke ladang. Dia membawa sebuah keranjang kecil, dan datang ke ladang untuk memetik buah rimbang, karena banyak pohonnya tumbuh di ladang kosong. Siti Nurbaiti anak yatim piatu di kampung, dan dia tinggal dengan neneknya yang sudah tua. Dialah yang bekerja mencari sayuran atau kayu bakar. Bagaimana terjadi apa yang terjadi kemudian, kini pun tak jelas dapat diingat oleh Sutan. Mungkin hawa nafsu iblisnya terbangun melihat buah dada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 124 anak gadis itu yang kelihatan, karena pakaian yang dipakainya sudah koyak bagian depannya. Dia mendatangai anak itu, dan mengatakan dia akan

menolongnya memetik buah rimbang. Dan kemudian dia memeluk anak itu, dan melemparkannya ke tanah, dan kemudian ... ketika anak itu melawan.... dan dia ... dan dia ... Sutan berteriak berseru "diam! diam!" dan melompat hendak mencekik Pak Balam, hendak mendiamkan mulutnya yang terus mengigau --dosa—dosa-dosa akui-akui dosa kalian, dosa kalian. Pak Haji terkejut, dan dengan susah payah menarik Sutan dari Pak Balam. Pak Balam kini terdiam, hanya napasnya saja yang terdengar amat berat tertahan-lahan. Pak Haji tetap memegang Sutan yang bernapas kencang, matanya memandang liar. "Mengapa engkau, Sutan?" kata Pak Haji tajam. Sutan melepaskan dirinya dari pegangan Pak Haji, memijit

kepalanya dengan kedua tangannya: "Mengapa dia tak mau diam? Tak tahan aku mendengarnya lagi, siang dan malam hanya dosa, dosa, dosa saja yang disebutnya. Mengapa dia tak mati?" Sutan berdiri, dan tiba-tiba seakan dia mengambil putusan, dia mengambil parangnya, dan berlari-lari kecil meninggalkan tempat mereka bermalam, masuk hutan, menyusul arah Wak Katok, Sanip dan Buyung pergi. Pak Haji ternganga saja, dan baru setelah Sutan menghilang di antara pohon-pohon, dia dapat bersuara dan berseru: "Sutan, Sutan! Ke mana engkau? Mari kembali!" Akan tetapi hanya suara beruk yang menghimbauhimbau saja yang menyahut seruan Pak Haji.

0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 125 Wak Katok, Buyung dan Sanip telah dua jam mengikuti jejak harimau dari tempat harimau menyerang Talib. Jejaknya mudah diikuti, karena tanah di hutan lembab sekali. Mata mereka yang pandai membaca jejak dapat melihat, bahwa harimau itu amat besar sekali. Jarak dari jejak kaki belakangnya ke kaki depannya lebih dari enam langkah, menandakan bahwa harimau itu panjang dan tinggi, dan menunjukkan pula, bahwa umurnya lelah lanjut dan tua. Selelah mereka berhasil melepaskan Talib dari terkaman harimau, kelihatan harimau lalu lari lebih jauh ke dalam hutan, akan tetapi kemudian jejak harimau kembali ke tempat Talib diterkamnya, dan kembali ke tempat Pak Balam ketika ditinggalkan, dan kemudian memintas kembali ke dalam

hutan. Harimau itu meninggalkan jalan yang mereka tempuh, karena rupanya perhatiannya teralih oleh seekor babi yang tercium olehnya di dalam hutan tak jauh dari jalan yang mereka tempuh. Mereka dapat lihat jejak harimau mengikuti jejak babi. Babi itu belum merasa bahwa dia diikuti oleh seekor harimau, karena langkahnya teratur kelihatan di tanah. Babi menuju sebuah tempat minum di tengah hutan. Dandi sini kelihatan, bahwa harimau mencoba menerkam babi, akan tetapi gagal, karena di pinggir tempat minum kelihatan jejakjejak harimau dan babi yang kacau, dan jejak babi lari menyeberangi tempat minum terus ke dalam hutan, dan jejak harimau mengejarnya. Akan tetapi setengah jam berjalan

kemudian masuk ke sungai. dan dia melihat ke langit mencari matahari yang Tiraikasih Website http://kangzusi." kata Wak Katok. Buyung dan Sanip diam saja.com/ Dewi KZ 126 terlindung di balik daun-daun kayu. yang dapat diburu dan ditembak mati. Tak banyak waktu tinggal. "Lebih baik kita makan dahulu." kata Wak Katok. "Paling banyak hanya tinggal waktu dua jam lagi untuk mengikuti jejaknya. Akan tetapi ketika mereka tiba di seberang. Melihat jejak harimau di tanah mengingatkan mereka bahwa harimau adalah makhluk dari daging dan tulang juga. dan di sana harimau berhenti sebentar minum air. Setelah makan.kemudian kelihatan jejak babi lari terus. mereka tak melihat jejak harimau timbul di seberang sungai. sedang jejak harimau berhenti mengejar babi dan berpaling kembali ke arah jalan yang telah mereka tempuh. seperti rusa. Wak Katok menaksir bahwa dari tempat mereka makan ke tempat mereka bermalam ada tiga jam perjakinan jauhnya. Kita mesti pulang ke tempat bermalam sebelum maghrib. Telah tengah hari. bukanlah jalan yang mudah diikuti oleh . Hati mereka berdebar melihat perubahan arah jejak harimau. Mereka mengikuti jejak itu hingga ke pinggir sebuah sungai kecil. Jalan yang ditempuh harimau manusia." Mereka makan siang di pinggir sungai kecil. Mereka merasa letih mengikuti jejak harimau dari pagi. "Akan perlu waktu untuk mencari jejaknya kembali. Tetapi rasa takut mereka pada yang gaib telah berkurang.

bahwa mereka menghadapi seekor harimau yang pandai pula berburu. Mereka mengikuti jejak dan melihat betapa harimau beberapa lama berhenti di sualu tempat. Wak Katok baru hendak memutuskan agar mereka memudiki sungai kembali dan mencari ke sebelah mudik. tergantung dari kewaspadaan dan kesiapan masingmasing. Mereka berlari kesana. dan siapakah yang akan menjadi korban.mereka lalu mencoba mengikuti air sungai mengalir. bahwa mereka yang memburu harimau. Mereka sadar. Mereka tiba-tiba menginsyafi. mereka dapat melihat tempat mereka makan di pinggir sungai. Dengan cermat mereka memperhatikan arah jejak harimau menghilang ke dalam hutan di antara pohon dan . ketika Buyung yang mencari-cari di kedua pinggir sungai dengan matanya dari lengah sungai menunjuk ke pinggir sungai dari arah mereka datang. di pasir tepi sungai yang basah kelihatan jejak harimau.com/ Dewi KZ 127 Rasa terkejut mereka cepat dikalahkan oleh hasrat hidup mereka. Kini mereka harus mengadu kepandaian berburu dengan kepandaian berburu sang harimau. Bekas jejak harimau di sini kelihatan lebih segar lagi dari yang di tepi sungai. dan benar. Tiraikasih Website http://kangzusi. Beberapa kali mereka tak berhasil. Siapakah yang akan menjadi pemburu. Dari tempat harimau berhenti. Sebuah batu sebesar kepala orang kelihatan baru jatuh dari tebing sungai. sejak beberapa waktu telah diburu oleh harimau. dan beberapa kali menyeberang mencari jejak harimau. Dan tiba-tiba hati mereka seakan diperas oleh sebuah tangan dingin.

siap dengan senapannya. Tak dapat diketahui di mana harimau berada. Soalnya kini ialah menunggu. Dengan penuh khawatir mereka melihat pada terang matahari di luar atap daundaun kayu di atas kepala. dan panca indera harimau amat sangat tajamnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. menunggunya muncul mengikuti jejak mereka dari sungai Wak Katok memberi isyarat.belukar. Mereka mencari tempat bersembunyi untuk menghadang harimau. dan demikian dapat menyerang mereka dari belakang. dan buyung dan Sanip siap dengan parang panjang mereka. Dengan cepat mengikuti jejak harimau. tak membual bunyi dan tak bersuara. Bagi mereka ada dua kemungkinan. naik ke atas jalan bekas jejak harimau lewat yang mereka ikuti. atau lebih baik lagi memasang perangkap bagi sang harimau. Mereka bergerak dengan perlahan-lahan sekali. entah telah dekat sekali. Menunggu dengan sabar. dan mereka bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Kelihatan arah itu menuju jalan yang telah mereka tempuh ketika mereka mengikuti jejak harimau. Rupanya harimau itu sengaja berpaling di sungai dan kembali berputar mengikuti jejak mereka. Wak Katok duduk. hingga dapat menyusulnya dari belakang. Yang mereka perlukan ialah waktu. Wak Katok membawa mereka mendaki tebing.com/ Dewi KZ 128 . dan mereka mengerti apa maksud Wak Katok.

Hati mereka berdebar-debar menunggu. Apa kerja Zaitun kini? Teringat pada Zaitun menyebabkan dia teringat pula pada Siti Rubiyah. maka malam akan turun. Apa kerja Siti Rubiyah sekarang? Bagaimana dengan Wak Hitam? Sudah matikah dia? Atau telah sembuh dia? kemudian membawanya kembali ke . Pak Haji dan Sutan. Beberapa ekor burung melintas melalui pohon. sedang malam telah turun. Tiba-tiba Buyung merasa hasrat yang amal besar untuk merokok. Sanip menggores beberapa ekor pacet yang melekat di kaki dengan parangnya. Lalu dia teringat pada Pak Balam. Jika mereka menunggu terlalu lama. Mereka tak dapat menunggu lama-lama. Serangga kecil-kecil berterbangan di udara dekat pohon mereka. Harimau lebih dapat melihat dalam gelap dari mereka. Dan jika mereka masih berada di hutan. Malahan beberapa puluh meter dari pohon tempat mereka bersembunyi sekumpulan beruk yang berbulu kelabu panggil-memanggil dan berayun-ayun dari sebuah cabang ke cabang yang lain. Di sekeliling mereka hutan masih penuh dengan bunyibunyi unggas dan beruk. Senapan mereka tak banyak artinya di malam hari. Dan berat sekali terasa olehnya melawan keinginannya hendak merokok ini. maka harimau mendapat kelebihan.Matahari telah lebih berat turun ke arah barat. Apa yang mereka lakukan kini? Pikirannya kampungnya.

Pak Balam tidak akan membuka rahasia kejahatankejahatannya yang selama ini telah tertutup rapat dan dianggapnya tidak akan terbongkar lagi selama-lamany. maka mereka mungkin akan . maka mereka tidak akan sampai begini. seperti jika dia berhasil membunuh kembali hormat dan segan padanya seperti dahulu. Pak Balamlah yang memulai semua kesusahan ini. Dan tiba-tiba timbul hasratnya yang besar untuk tidur dengan istrinya. dan dengan demikian dialah yang menyelamatkan jiwa mereka semua. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia marah kepada Pak Balam.Sanip teringat pada istrinya. Teringat dia malammalam dia memeluk badan istrinya terasa ke dadanya buah dada istrinya — sentuhan paha istrinya ke pahanya wangi rambut istrinya yang selalu diminyakinya dengan minyak kelapa yang dimasak dengan bunga melati dan bunga mawar dan irisan daun pandan wangi — wangi bedak beras yang dipakai istrinya di pipinya dan di badannya — dengan jelas benar dia dapat membayangkan istrinya di depan matanya. Dalam hatinya tak ada kepercayaan kawan-kawannya akan menyimpan rahasianya seperti selama ini. Hanya jika dia yang membunuh harimau. Seandainya dia tak diterkam harimau. barulah dengan ikatan harimau. Hanya dengan suatu perbuatan yang hebat. Dia marah kepada harimau.com/ Dewi KZ 129 Wak Katok menunggu dengan hati yang penuh amarah.

Dia marah pada mereka.com/ Dewi KZ 130 melakukan pekerjaan yang amat berbahaya. maka kini dia harus menghadapi bahaya harimau. bahwa tak ada yang lebih hina dan celaka dari seorang pemimpin yang gagal. harus memburu dan membunuh mati harimau. Jadi sesuatu yang gaib yang mungkin tak terlawan oleh daya manusia biasa. Ya. betapa pun tinggi ilmunya seperti Wak Katok. bahwa harimau dikirim oleh Tuhan untuk menghukum terhadap Pak Haji. dan karena mereka telah mengetahuinya. Dia telah mengatakan. bahwa harimau itu adalah harimau siluman. selamanya dia merasa takut. Karena dia kini mesti Tiraikasih Website http://kangzusi. Sedang dalam hatinya dia merasa takut. Dia juga marah . dosa-dosa mereka. dari seorang raja yang gagal.serupa ini mereka akan menutup mulutnya. terhadap Sutan. bahwa harimau itu adalah harimau biasa. mengapa dia tidak mengatakan. terhadap Talib dan terhadap Sanip yang telah ikut mengetahui dosadosanya. yang selama ini dipuja-puja orang. Wak Katok pun tahu. yang kelemahan-kelemahannya berhasil pula membuktikan kekeramatan dirinya sendiri. Timbul sedikit rasa menyesal dalam dirinya. Karena siapa yang dapat melawan kehendak Allah Yang Maha Kuasa? telah terbongkar dan tak Akan tetapi mulanya dia tak hendak mengaku bahwa harimau itu harimau siluman adalah untuk menotak ucapan Pak Balam. terhadap Buyung.

Waktu dahulu pecah pemberontakan melawan Belanda dialah yang berbuat paling ganas dan kejam dalam pasukannya. Apa yang dilakukannya adalah untuk menyembunyikan ketakulannya. supaya padanya. hingga dia selalu selamat. Belum pernah dia memburu harimau seperti yang dilakukannya kini. . Dia tak dapat meninggalkan rasa takutnya. Dan sejak tadi pagi pun yang sebenarnya bekerja mengikuti jejak memperkosa. pemburu yang mahir. maka dialah Akan yang tetapi mulai karena membunuh. Akan tetapi dia selalu takut. Dan jika keadaan telah mereka atau kuasai. maka dialah yang dianggap paling berani. Dan waktu berburu pun dia selalu beruntung. merampok berbuat demikian. Karena itu dia selalu berusaha unluk menjadi pemburu yang mahir. akan tetapi dalam hatinya dia selalu merasa takut. sejak waklu mudanya. Dan dia selalu pandai mengatur semua perbuatan beraninya sedemikian rupa. Dia dengan dua orang anak muda yang tak bersenjata. Karena itu waktu dahulu. Dialah yang belajar menuntut ilmu dukun bertahuntahun. sejak waktu mudanya. Dia tak dapat damai dengan orang di kampungnya segan dan hormat takutnya.Orang mengatakan dia tukang silat yang ulung. dukun yang tinggi ilmunya. Tetapi tak pernah dia mengambil risiko sebesar sekarang. sejak dahulu. Karena itu selalu dia lerpaksa untuk melakukan halhal berlebihan untuk menutupinya. Dahulu ketika berontak dia selalu berlindung di belakang kawan-kawannya.

melawan jin dan membaca bertambah harum. Sejak mudanya dia telah belajar untuk memakai topeng. percaya sungguh. dan mendapat nama pula dari sesuatu pekerjaan yang sebenarnya orang lain yang berpikir dan bekerja. disesuaikan dengan waktu dan keadaan. bahwa si sakit goyang imannya. ketika semua orang di kampungnya telah percaya pada keunggulan ilmunya. Dan sejak tahuntahun Tiraikasih Website http://kangzusi. sebagai seorang dukun yang mahir dan sebagainya pemburu yang utama. hingga semakin lama dan semakin panjang waktu agar lupa dan pada ketakutannya kelemahan-kelemahan dirinya. Jarang-jaranglah dia selama ini mantera. Dia telah belajar untuk selalu selamat dalam keadaan apa pun juga. Akan tetapi Wak Katok amat pandainya membuat usaha orang lain kelihatan seakan dilakukan di bawah pimpinannya. Jika berhasil. keunggulan kecakapannya. Dia telah biasa menerima sanjungan dan dimuliakan orang banyak. dan memakai warna-warna yang berlainanlainan. Dia kini dapat memberikan obat. maka namanya . akan tetapi jika si sakit mati. dan karena itu tak berhasil dimanterainya dan diobatinya. dan apa yang disangka orang banyak. keunggulan pimpinannya.com/ Dewi KZ 131 terakhir. maka peran yang harus dimainkannya bertambah mudah terasa olehnya. ketika namanya telah terkenal sebagai guru silat yang ulung. bahwa dia adalah apa yang dibayangkan orang. maka dia dapat berkata. Dia telah belajar berbuat demikian sejak lama.harimau adalah Buyung.

Bagaimana jika dia menembak tak tepat? Jika harimau lolos kembali? Atau jika dia menembaknya mengamuk menyerang mereka? Mereka kini tidak berada di alas pohon hanya luka. naik ke atas pohon. Dan inilah yang dirasakan sekarang amat kurang cukup dimilikinya. membuat tempat menunggu di atas pohon. badannya jadi beku dan . Bagaimana jika ketika melihat dan mendengar auman harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan harimau dalang yang aman. Dia merasa kelemahankelemahannya yang dirahasiakannya selama ini telah terbongkar. dan membuat dia lemah kembali. Akan tetapi dia lahu. Karena keadaan kini tidak mengizinkan mereka berburu cara demikian.menyadari kelemahan-kelemahannya. Sejak serangan harimau yang pertama. Wak Katok telah berada di bawah tekanan jiwa yang semakin hari semakin besar. datang tekanan lebih besar lagi. nanti akan terbukti. di depan mata Sanip dan Buyung.com/ Dewi KZ 132 Kini soalnya mengadu kemahiran berburu dan kekuatan hati dengan harimau. dan sejak Pak Balam membongkar rahasia kejahatan-kejahatannya di waktu dulu. Dan serangan harimau yang kedua terhadap Talib telah lebih memperbesar tekanan ini. akan tetapi dia pun tak kurang takutnya. jika gagal menembak. Dan kini sambil menunggu-nunggu harimau. Dia bukan saja takut menghadapi harimau yang kini datang semakin dekat ke tempatnya bersembunyi. bahwa usulnya akan didengar dengan perasaan aneh dan ganjil oleh Buyung. Ingin dia sebenarnya mengusulkan supaya mereka pindah tempat.

Tanpa senapannya dia tak punya arti. jika tak amat perlu sekali.. Akan dikatakankah. Tangan beku dan jari-jari beku. dan jika harimau tak muncul dalam waktu setengah jam lagi. Sejak bahaya mengancam. jika masih ingin tiba di tempat bermalam sebelum saat magrib. tak pernah dia melepaskan senapan dari tangannya lagi.com/ mereka semakin besar. ketakutan pun meremas-remas hatinya tak berhenti-henlinya. ragu-ragu pikirannya. penuh dilanda kebimbangan. kacau perasaannya. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok. atau kaku. Biarlah Buyung yang menembak. mereka akan kemalaman di jalan.? Akan tetapi hatinya amat enggan melepaskan senapan dari tangannya. Dia mendapatkan sesuatu perasaan aman dari besi laras senapannya. semutan. Lama mereka menunggu. kekukuhan dan kekerasan dan ketegangan. dan kecemasan bertambah dekat. Senapannya itulah yang memberikan padanya kedudukan pimpinan dan kekuasaan antara mereka kini. maka Buyunglah yang salah. sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya. Petang telah . meskipun seluruh tampangnya dan mukanya menunjukkan bahwa tangannya sakit. mereka akan harus berangkai.kaku? Alangkah senangnya jika dia dapat mencari alasan untuk memberikan senapan kepada Buyung.. Jika meleset. Mereka memandang ke atas mengikuti jalan matahari. adalah seorangyang rusuh hatinya. Jika mereka menunggu terlalu lama. keraguan dan kekhawatiran.

Mereka tak tahu lagi sebenarnya siapa kini yang menjadi pemburu. dan berjam-jam dapat mengalir lewat dan hati merasa tenang dan enak. dan memukul nyamuk di tangan. Lain halnya dengan menunggu yang dilakukan orang ketika mengail ikan. bahwa kini keselamatan mereka tergantung dari kekuatan hati mereka menunggu.Dewi KZ 133 keadaan mereka akan amat berbahaya sekali. Akan tetapi Buyung pun menginsyafi. Tanah hutanyanglembabperlahan-lahan menguapkanairyang membuat udara jadi panas dan basah. Akan tetapi seandainya pun mereka berangkat sekarang. Udara di bawah daun-daun hutan terasa panas. Kadang-kadang Buyung merasa seakan hendak melompat dan memekik. demikian rasanya tekanan di dalam dirinya mendesak-desak menyuruhnya berbuat sesuatu. dan siapa yang diburu. Mereka tak berani mengusir atau memukul nyamuk yang dalang menyerang dan harus menahan gigitan nyamuk dengan sabar dan tahan sekali. keadaan mereka tetap berbahaya. Matahari bergerak juga terus perlahan-lahan di langit. kaki dan tengkuknya dengan keras. menunggu tarikan mulut ikan yang perlama pada umpan pancing di dalam air. Atau menunggu burung belibis lewat di atas kepala. dan menunggu. sedang pemburu . dan menunggu. karena mungkin kini sang harimau bersembunyi menghadang di suatu tempat dijalan yang harus mereka tempuh untuk kembali. Tak ada kesenangan hal terasa dalam menunggu demikian.

Akan tetapi menunggu seperti yang mereka lakukan ini adalah satu siksaan. 0oo0 BUYUNG yang mula-mula menegakkan kepalanya dan memasang telinganya baik-baik. Beberapa saat dia demikian. maka mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. baik bagi dirinya sendiri. akan tetapi menjual kehormatannya sendiri pun banyak orang yang bersedia melakukannya. sedang Wak Katok dan Sanip ikut pula memasang telinganya. sedang hidupnya telah begitu getir dan pahit. juga sedapat mungkin memperpanjang itu orang ingin memperpanjang hidupnya . Mereka menunggu terus. harta dan kekayaan.bersembunyi di dalam belukar rawa. Hidup penuh kemanisan. Tidak saja mengorbankan kesenangan diri. Atau menunggu kekasih yang dalang terlambat. bahwa untuk dapat hidup terus mereka harus dapat menahan siksaan ini. Untuk dapat hidup terus manusia bersedia berbuat banyak sekali. sedang janjijanji surga bagi orang yang beramal saleh belum ada seorang manusia pun yang dapat membuktikannya.com/ Dewi KZ 134 pun diam dan menunggu. Di dalam menunggu serupa ini ada terasa bahagia yang terdiri dari campuran harap-harap dan tak sabar. apalagi untuk orang lain. Atau menunggu rusa dalang minum ke tempat air di tengah hutan. Peminta-minta yang paling sengsara sekalipun akan mencoba hidupnya. Karena sebanyak mungkin. Akan tetapi karena sadar.

com/ Dewi KZ 135 yang dipanggil suara itu tak jelas pada pendengarannya. Mereka merasa amat tegang sekali.sebuah suara seperti seorang berteriak 'oooo-oooo!!!!!' . Kini suara . Setelah menunggu beberapa saat lagi dan tidak juga mendengar sesuatu apa. Menunggu kembali. Buyung berbisik amat halus sekali: "Saya seakan mendengar suara orang memanggilmanggil!" Mereka bertiga tegang menajamkan pendengarannya.Mereka tak mendengar sesuatu apa. Adakah orang minta lolong jauh di sana? Adakah orang lain di hutan besar ini. jauh sekali. Hingga mereka belum begitu yakin benar. Akan tetapi apa Tiraikasih Website http://kangzusi. Suara itu menghilang begitu terdengar ke telinga. Lima menit kemudian Buyung mengangkat kepalanya kembali.ataukah 'toooolooooong!!!!!' yang lalu segera menghilang pula kembali. Mereka menunggu. Kini ketegangan memuncak dan berkumpul ketat serta padat dalam diri mereka. kembali mereka mengendurkan panca inderanya. Suara itu terdengar kembali . Akan tetapi mereka tak mendengar seuatu apa pun juga. tak lama kemudian. yang kini diserang harimau? Mereka berpandangan. bahwa ada mereka mendengarnya. mereka mendengar suara. Hanya bunyi angin di antara daun-dauan dan bunyi-bunyi hutan yang biasa. sayupsayup sampai. dan berbisik perlahan sekali: "Aku dengar kembali seperti suara orang memanggil!" Sanip dan Wak Katok memasang telinganya. Benar. akan tetapi tetap awas menunggu kedatangan harimau.

toooooookkkkk!!!!' Orang memanggil Wak Katokkah? Sanip teringat pada cerita-cerita tentang orang halus di dalam hutan yang didengarnya waktu kecil. yang kadang-kadang menyaru sebagai seorang yang dikenal lalu membawanya sesat jauh ke dalam hutan. Mereka menunggu. menembus ke dalam bumi yang menggetarkan seluruh daun-daun di seluruh rimba raya. merobek dada dan hati dan perut. Kini mata mereka menuju ke arah hutan yang telah mereka tinggalkan. . dan jerit orang yang kesakitan dan penuh ketakutan. Mereka menunggu. supaya meninggalkan tempat persembunyian mereka? Nah.. Tiba-tiba seluruh urat syaraf mereka mengencang amat sangat.datang lebih jelas. mengikuti mereka ke jejak harimau yang akhirnya membawa tepi sungai.com/ Dewi KZ 136 Yang merobek-robek seluruh rasa manusia. di jalan yang mereka lalui. kini suara teriak orang bertambah jelas — datangnya seakan dari arah hutan yang telah mereka tempuh tadi. Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka mendengar suara auman harimau. dari tempat mereka makan di pinggir sungai. Apakah suara itu kini suara orang halus rimba yang hendak menyesalkan mereka? Apakah itu suara harimau siluman yang hendak mengumpan mereka. Mereka menunggu.. jeritan suara manusia yang merobek hati dan jantung. Jeritan yang tajam menembus ke langit. tempat mereka berhenti dan makan sebentar. dan kini dapat mereka mendengar jelas '.

Dan ketika panca indera mereka mulai bekerja kembali Sanip menutup mukanya dengan kedua tangannya. dia telah hancur dimakan harimau. Kali ini kebekuan darah dan panca indera mereka lebih lama bertaku. Dalam hatinya Wak Katok merasakan ketakutan yang amat sangat. Jeritan yang membekukan darah mereka bertiga. Tetapi ia merasa agak lega. menolong sang korban. Kita mesti cepat pulang. Buyung hendak memprotes. Buyung "Tidakkah kita ke sana menolong orang itu?" Wak Katok berbisik kembali dengan suara marah: "Dungunya engkau. akan tetapi dalam hatinya dia pun merasa senang Wak Katok memutuskan yang demikian. Kita tak dapat menolongnya kini. Petang telah larut. Wak Katok berdiri. Buyung kaku seluruh mukanya.jeritan maut yang mengheningkan seluruh bunyi dan suara di dalam hutan.." Wak Katok meneruskan langkahnya cepat-cepat. dan mengambil jalan pintas mengambil arah kembali ke tempat mereka bermalam. Dia dapat membayangkan dirinya sebagai sang korban. dan bersuara seakan orang yang hendak menangis.. Dia tak terlalu memegang lengan bajunya dan berbisik: . dan nalurinya yang pertama ialah hendak melompat memburu ke tempat harimau menerkam mangsanya. Paling cepat dua puluh menit baru kita dapat tiba di sana. karena harimau telah menyerang sasaran lain. Jika kita tiba di sana. harimau telah menyerang korbannya yang ketiga.

Pak Haji pun berhenti berlari menyongsong mereka." katanya. . "aku khawatir dia tak sampai pagi dapat hidup. yang menimbulkan Dan tiba-tiba mereka terhenti dekat pondok mendengar teriak Pak Haji. Telah matikah Pak Balam? Pak Haji telah terdengar berseru-seru dari jauh. Pak Haji menceritakan apa yang telah terjadi. Seluruh kedahsyatan kejadian kini menguasai diri mereka. "Pak Balam bertambah parah kini. Baru setelah dekat. Sutanlah yang diterkam harimau! Akan tetapi mengapa dia meninggalkan tempat bermalam? Bukankah dia dan Pak Haji harus menjaga Pak Balam? Apa yang telah terjadi? Mengapa Sutan meninggalkan Pak Haji dan Pak Balam? Ke mana dia? Wak Katok menyumpah-nyumpah dengan hebat. dan mereka Tiraikasih Website http://kangzusi." Mereka tergesa menuju pondok hendak melihat Pak Balam. mereka mendengar seruan Pak Haji.com/ Dewi KZ 137 ingin cepat dapat merangkul kehidupan. Mereka berlari sejarak beberapa ratus meter terakhir ketika akan tiba di tempat bermalam. tetapi suaranya tak jelas terdengar.gembira untuk berlari menuju tempat harimau menerkam mangsanya. Dari jauh mereka telah melihat asap api unggun. Buyung menceritakan kepada Pak Haji apa yang mereka dengar. yang bertanya: "Bertemukah kalian dengan Sutan?" mereka berlari. Pak Haji datang menyongsong pertanyaan dalam diri mereka. Asap menunjukkan tanda hidup.

jika seandainya dialah yang menjadi korban harimau. Pikirannya bingung. Belum mereka tiba di tempat itu. Dan Buyung pun insyaf bahwa tak ada gunanya kini bagi mereka untuk kembali. Akan tetapi mungkinkah bukan Sutan itu? Barangkali orang lain? Dan Sutan ke mana dia? Tibatiba Buyung menyesal mengapa dia tadi tidak lebih kuat mengajak Wak Katok dan Sanip untuk segera mengejar ke tempat auman harimau menerkam orang. Sutan. mengerang perlahanlahan. napasnya berat.com/ Dewi KZ 138 Mereka memandang padanya. yang kini tetap tak sadar dan tak mengenalnya. Mengapa Sutan melakukan apa yang telah dilakukannya? Mengapa dia hendak mencekik Pak Balam . dan dia mendesak: "Bagaimana? Apa yang mesti kita lakukan? Tidakkah kita harus kembali ke sana? Akan kita biarkan Sutan dimakan harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi. Tetapi Buyung tak dapat lama-lama memperhatikan Pak Balam. telah lama mati dan habis dikoyak-koyak harimau. Buyung teringat pada Sutan. Mereka memandang berkeliling pada hutan yang mulai diselimuti oleh selendangselendang senja tipis dan amat halus. meskipun matanya terus terbuka. yang mulai mengurangi kecemerlangan cahaya petang hari.Pak balam terbaring di tanah. dana kelihatan bahwa demam karena infeksi luka-lukanya kini telah menyerang seluruh tubuhnya Dia telah bertambah jauh meninggalkan cahaya hidup. dan telah lebih dekat pada pinggir jurang kegelapan kematian. yang pertama turun dari langit di sebelah Barat.

dan api yang selama ini membakar jauh di lubuk hatinya. Dan bagaimana dengan Pak Haji? Dia tentu juga punya dosa-dosa yang disembunyikannya dari orang lain. Tiba-tiba Buyung teringat pada dosa-dosanya sendiri. dan pikirannya bertambah kacau. Wak Katok yang disegani dan dihormatinya. Talib yang dianggapnya orang baikbaik di kampung.com/ Dewi KZ 139 lalu dia tak dapat lagi damai dengan dosa-dosanya. hingga dia bertaku demikian? Susah benar hati Buyung. Pak Balam yang begitu pendiam. Orangorang yang selama ini dikenalnya disayanginya. lalu mencari jalan ke luar dengan berbagai cara? Buyung sendiri merasakan . berubah dari yang biasa jika berada di bawah tekanan bahaya. atau tekanan lain yang terlalu berat? Maka Tiraikasih Website http://kangzusi. Dosa besar apakah yang disimpan Sutan. dan mereka memperlihatkan wajah-wajah yang lain. dan diseganinya. dihormati. meskipun masing-masing berdosa. kini seakan terbuka topeng mereka seharihari. gurunya. dan menguasai semua pikiran dan perbuatannya? Apakah semua orang demikian. Mengapa selama ini. Dia merasa seakan dunia yang dikenalnya selama ini telah runtuh di sekelilingnya. mereka dapat hidup biasa? Mengapa baru kini dosa-dosa ini menonjol begitu tajamnya.yang sakit? Mengapa dia tak tahan mendengar kata-kata dosa yang diucapkan Pak Balam yang mengigau? Kini pun sekalikali Pak Balam masih mengucapkan kata itu.

Seakan Wak Katok meragukan kekerasan dirinya sendiri. bukan saja diri Wak Katok sendiri. menyimpulkan apa yang telah diputuskan sejak semula dalam hati masingmasing. akan tetapi tak ada yang mau mulai mengeluarkannya. akan tetapi satu hal tetap jelas baginya. Sejak mereka mulai menunggu datangnya harimau di tempat persembunyian mereka. Air mukanya yang keras kini seakan goyah. Dan di antara mereka yang berempat siapakah lagi yang akan mejadi korban sebelum mereka dapat tiba selamat di kampungnya? Masing-masing berkeyakinan dan berharap dialah yang akan selamat. mereka amat merasa sekali betapa telah tiga orang di antara mereka bertuj uh yang telah jadi korban harimau. akan tetapi diri mereka semua." kata Pak Haji kemudian.ketegangan yang amat sangat. jika perlu. daripada harus mengakui. dan biarkan yang lain menjadi korban harimau. Sesuatu yang goyah yang dapat membahayakan. dia tidak akan menceritakan apa yang telah terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah kepada kepada siapa pun juga. Mereka terlalu letih mengikuti jejak harimau sepanjang . Kini mereka tinggal berempat. Dia pun bingung dan rusuh. Setelah Pak Haji memastikannya. Lebih baik dia mati. "Pasti Sutan itu. Tak seorang juga di antara mereka yang kini berpikir Pak Balam akan dapat sembuh. Buyung dapat merasakan sesuatu perubahan di dalam diri Wak Katok. Pak Balam hanya menunggu saatnya yang terakhir saja.

Beberapa kali hatinya berdebar-debar amat kerasnya mendengar bunyi berkeresekan di antara belukar gelap di luar cahaya api unggun. hingga setelah makan malam. atau . dan dia merasa ingin melompat dan menjerit. dan hati mereka diberati dengan kematian Sutan yang diterkam harimau dan bahaya yang masih Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan tetapi malam itu Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari pegangannya. Dia duduk sendiri dekat api. Biasanya Wak Katok membangunkan Buyung dan Sanip. melakukan sesuatu kekerasan untuk menghapuskan rasa takut demikian dari hatinya. atau Buyung. dan ada beberapa kali seakan Wak Katok pun tak dapat menahan rasa takut yang memeras hati dengan amat kuatnya. dan timbul hasratnya untuk membangunkan membangunkan Pak Haji.com/ Dewi KZ 140 mengancamnya. Buyung dan Sanip tertidur juga. Semakin lama ketegangan yang menekan itu semakin besar. Tiap sebentar matanya mengawasi hutan gelap di luar lingkaran cahaya api. dan semakin besar pula dan semakin besar. meskipun Pak Balam terus mengigau. selelah mereka mulai diserang harimau. Wak Katok dan Pak Haji berdua yang metaksanakan sembahyang magrib dan sembahyang Isa.hari. menurut giliran mereka untuk berjaga-jaga. Tetapi mereka tidur dengan gelisah.

naik ke atas. ingatannya kembali pada semua yang dilakukannya di masa dahulu.mereka semua. dekat api unggun. menonjolkan kepala ke alas permukaan air yang ditimpa sinar matahari. Takut dia akan merasa malu. yang tidak takut pada setan..com/ Dewi KZ 141 gangguan yang menggoyang lumpur. menundukkan api. dan . seperti ikan-ikan yang lama bersembunyi di dalam lumpur dasar lubuk. yang dapat mengobati segala penyakit. orang yang paling berani di kampungnya. seorang manusia yang menganggap dirinya besar. itu semakin menguasai dirinya. dan mata-mata ikan terasa silau dan terbakar melihat terang yang nyalang. Dia pun tahu bahwa memang dia telah berdosa. yang dapat memanggil angin dan hujan. menundukkan racun dan gunaguna. Wak Katok ingat. bahwa dia merasa takut.. seorang pemburu yang merajai semua rimba. Karena bukankah dia adalah Wak Katok. guru silat yang tak ada tandingannya? Demikianlah dia duduk sendiri. di dalam dunia kecil lingkaran api unggun. kenang-kenangan timbul dari lubuk hatinya. Akan tetapi ditahannya dirinya. di dalam perut kegelapan malam dan hutan raya. jin atau iblis. maka ikan-ikan berenang naik ke atas. Dan semakin lama ketakutannya semakin menguasai dirinya . mereka akan tahu. seorang dukun yang amat tinggi ilmunya. dan ketika datang Tiraikasih Website http://kangzusi.

bahwa sungguhsungguh tuahnya besar. Pak Balam tak lama lagi akan mati. maka tak ada suatu kekuasaan di dunia yang fana ini yang akan dapat menahannya. hingga dari mereka bertujuh hanya dia sendiri saja yang dapat selamat. ketika tiba-tiba . Dia menoleh kepada mereka yang sedang tidur. jika sudah kehendak Tuhan untuk menjatuhkan hukuman kepada hambaNya. Nyaris dia sendiri pun hampir jadi korban. jika tidak ilmunya kuat sekali. Dan dia akan dapat menambahkan dengan suara yang saleh. ya apa daya kita. Dia akan menghapuskannya dari ingatannya dan dari ingatan kawan-kawannya. keramatnya hebat sekali. Dia hendak bergerak melakukan niatnya. Dia akan dapat mengatakan kepada orang kampung. Mayat mereka akan segera habis dimakan oleh harimau.kini saatnya. bunuh saja mereka yang tinggal — Pak Haji.akan tetapi dengan segera pula rasa takutnya mengakui berdosa menguasai dirinya kembali. Alangkah mudahnya pikirnya . Laporkan ke kampung bahwa dari mereka bertujuh hanya dia sendiri yang tinggal selamat. Dan meskipun dia telah mencoba menotaknya. Dan dia pulang sendiri ke kampung. akan tetapi kawan-kawannya yang menjadi korban rupanya terlalu besar dosanya. hingga sia-sia usahanya. Sanip dan Buyung. Orang kampung malahan akan lebih segan dan hormat lagi dan akan lebih percaya lagi. bahwa harimau itu adalah harimau siluman yang datang mengejar orang-orang bcdosa di antara mereka. dan dia menolak dosadosa itu sebagai dosa.

dengan harimau menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan tak disadarinya dia tertidur pula. dan hati mereka jadi rusuh dan pikiran mereka jadi kacau kembali. Dengan terkejut mereka menyadari tak mendengar lagi igauan Pak Balam.. Ketakutan kembali datang melanda. dan melihat Pak Balam terbaring kaku dan diam.com/ Dewi KZ 142 di dalam gelap di luar batas cahaya api unggun. Dengan cepat mereka memeriksa Pak Balam yang terbaring di tanah . menimbulkan takut lebih besar lagi dalam dirinya. sebelum tiba di kampung. Dia masih menghadapi empat hari empat malam perjalanan lagi. Kesempatan untuk melakukan niatnya masih banyak. Kembali ketegangan menguasai diri mereka. Jika dibunuhnya mereka bertiga maka dia akan tinggal sendiri. Membayangkan dirinya tinggal sendiri di malam gelap itu. Lebih baik dia menunggu lebih dahulu. Mereka pun tahu.. Dia harus mencari akal agar dia masih mempunyai kawan hingga malam terakhir.sesuatu dalam hatinya menahannya. Dia dan kawan-kawannya yang lain terbangun oleh bunyi kokok ayam-ayam hutan yang berderai-derai ketika fajar tiba. Mereka bersembahyang . Siang hari terakhir dapatlah dia sendiri menuju kampung dengan membawa senapannya. Dan segera pula mereka merasakan sesuatu yang baru di tempat mereka bermalam. bahwa Pak Balam telah berhenti hidup. Setelah mengambil keputusan serupa ini hati Wak Katok merasa lebih senang.

" katanya. berani mengusulkan agar mereka pergi memburu harimau. Tetapi ini. Mereka kemudian menggali kuburan. Tak ada terniat sebenarnya dalam hatinya untuk memburu harimau. Tunggu orang-orang tua berunding dulu.com/ Dewi KZ 143 "Wak Katok. dan Sanip. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dalam hati mereka pun lebih-lebih lagi menyerahkan diri mereka ke bawah perlindungan Allah Yang Maha Kuasa. Buyung hendak membantah. dan seruanAllahu Akbar!Allahu Akbar! Allahu Akbar! Pak Haji terdengar bertambah khusuk. "mari sekarang kita buru harimau itu sampai dapat. Setelah kuburan mereka tutup kembali tiba-tiba Buyung tak dapat menahan dirinya. Hatiku panas sekali. Pak Balam. supaya dialah yang diselamatkan Tuhan. ." Wak Katok memandang kepadanya kemudian kepada Pak Haji. Mayatnya berbau busuk." kata Wak Katok mendiamkan Buyung. "Diam engkau dulu. Satu-satunya rencana ialah secepat mungkin meneruskan perjalanan untuk kembali ke kampung dan untuk menyelamatkan dirinya. Kemudian mereka memandikan mayat Pak Balam dan membungkusnya dengan kain sarung. akan tetapi menahan dirinya. Bekas luka-luka di badan dan kaki Pak Balam telah membusuk sama sekali. Talib dan Sutan harus dituntut bela.subuh. anak muda yang menjadi muridnya pula. Buyung. Setiap orang di antara mereka menambah doa dalam hatinya.

Sejak Talib diterkam harimau. dan berhasil pula kembali ke kampung? Apa kata orang kampung nanti tentang diri mereka? Tiraikasih Website http://kangzusi. lebih suka membiarkan orang lain saja mengambil putusan. dan mungkin kini bersembunyi di atas pohon. Mungkin dia luka. dan kemarin Sutan. dan Sanip menundukkan mukanya. seakan sesuatu patah di dalam dirinya. Pak Haji berunding dengan Wak Katok. Seakan cahaya hidup telah padam dalam dirinya.Dia melihat kepada Pak Haji dan Sanip. jika orang kampung akan . tak berkilauan. Kecemerlangan hatinya yang penggembira telah hilang. Sinar matanya pun pudar. Tidakkah dalam keadaan demikian kewajiban mereka untuk menolongnya? Dan bagaimana jika mereka kembali ke kampung dan kemudian ternyata Sutan masih hidup. Akan tetapi Pak Haji diam saja.com/ Dewi KZ 144 Ucapan Pak Haji yang terakhir inilah yang menyebabkan Wak Katok memutuskan untuk kembali ke tempat mereka mendengar Sutan diserang harimau. Dia lebih takut lagi jika namanya akan rusak di kampung. dan Sanip yang penggembira dulu seakan tak ada lagi. Pak Haji mengatakan bahwa putusan terserah pada Wak Katok. seakan hendak meminta bantuan dari mereka. Memang kemungkinan besar Sutan telah lama habis dimakan harimau. karena Wak Katok yang membawa senapan dan Wak Katoklah yang ahli berburu. Akan tetapi selalu pula ada kemungkinan dia berhasil melepaskan diri. Ia kelihatannya lesu sekali.

jika dia tidak lagi dihormati. potongan kain lama. Sebelum kita berangkat. Dia harus tetap memelihara keseganan dan hormat orang kampung terhadap dirinya. Tidak. putih yang dibawanya. aku buat dahulu jimat yang lebih kuat lagi untuk melindungi diri kalian terhadap serangannya. "yang kita buru bukan sembarang lawan.tahu. Dia merasa tak dapat hidup. dan mengeluarkan beberapa batu dari dalam kantong ikat pinggangnya. pikirnya dengan marah. Dia menguatkan hatinya. apalagi setelah Buyung yang mengusulkan supaya mereka kembali. dan dipuji-puji orang di kampung. Hanya jika kalian menurut semua petunjukku dengan cermat. disegani." yang dibungkusnya dalam potongan- . Serasa terdengar olehnya maki-makian orang kampung terhadap dirinya. "Turutlah segala perintahku baik-baik." kata Wak Katok. batu yang kemudian telah dijampinya beberapa Kemudian dibungkusnya diberikannya kepada mereka seorang satu. Mulut anak muda itu tak akan berhenti-henti nanti bercerita. tetapi Wak Katok tak mau." Wak Katok pergi menyendiri ke dalam pondok. Dia takut dan ingin cepat lari ke kampung. dan "Memang aku telah memutuskan untuk memburunya sampai dapat. jika terjadi yang demikian. bahwa dia telah mengusulkan agar kembali. baru kita akan berhasil. bahwa dia takut. hal yang demikian tak dapat dibiarkannya terjadi. Dia akan lebih menegaskan lagi pimpinannya dan dia akan memulai berkata: sekarang.

seperti terbukti kemarin. Tanah basah dan di banyak tempat becek sekali. dan sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan tentang maksud-maksudnya yang sebenarnya. Daun-daun basah. Putusannya untuk memintas jalan merupakan juga sebuah usahanya untuk menghindarkan selama mungkin kembali ke tempat jejak harimau mulai. makan pagi. Katanya. Sinar matahari hampir tak dapat masuk. Tiap sebentar mereka harus menggosok tangan dan kaki dan tengkuk dengan air tembakau. dan serangan pacet amat hebat.Mereka masak. dan air menetes-netes terus dari daun yang paling atas hingga ke daun yang paling bawah.com/ Dewi KZ 145 7 Wak Katok membawa mereka memintas jalan menuju tempat mereka mendengar Sutan diserang oleh harimau. menyiapkan perbekalan. Di sini hanya beterbangan nyamuk. mereka tiba di sebuah bahagian hutan yang lebat sekali. Tak seorang pun di antara mereka yang telah pernah . supaya mereka lebih lekas sampai dan untuk mengelakkan diri dari buruan harimau. Alasannya benar. Buyung sendiri pun sepaham dengan Wak Katok. akan tetapi dalam hatinya dia masih mencari jalan ke luar dari tugas ini. Tak seekor burung pun terbang di bahagian hutan yang gelap ini. Setelah mereka berjalan ada-sejam lamanya melintasi tebing dan ngarai. bahwa mereka memburunya. Putusannya tepat dan benar. Tiraikasih Website http://kangzusi. Karena harimau telah tahu. Meskipun Wak Katok telah mengatakan. jika mereka mengikuti jejak harimau yang lama. bahwa dia akan memimpin mereka memburu harimau. Di tengah hutan udara separuh gelap.

maka inilah hutan itu. Pohon dan cabang-cabang tebal ditutupi lumut yang panjangpanjang. Udara di dalamnya panas. karena mereka harus membuka jalan antara pandanpandan dan rotan-rotan berduri. Tak ada bunyi Tiraikasih Website http://kangzusi. kecuali barangkali babi atau badak. Seakan-akan mereka melalui bahagian hutan yang dikosongkan. Mungkin sejak dunia mulai sekali. dan jalan yang mereka lalui berat . dan tanah yang mereka lalui tiap sebentar dilintasi oleh anakanak sungai kecil yang mengalir dengan lamban. Ketika mereka melalui hutan gelap itu mereka tak mendengar sesuatu apa. tak ada penghuninya. kecuali serangga-serangga kecil. tempat orang disesatkan oleh tukang-tukang sihir yang gaib.com/ Dewi KZ 146 himbauan beruk atau siamang. dan ditakdirkan akan berputar-putar berkeliling tersesat di dalam hutan sampai akhir jaman. yang lain dari yang lain. Margasatwa hutan yang biasa pun tak senang tinggal di hutan serupa ini. Semakin dalam mereka memasuki hutan.memasuki terhampar hutan ini. semakin gelap udara di dalam hutan. dan tanaman yang menjalar memasang sulursulurnya belum pernah manusia memasukinya. Tak ada bunyi paluan burung pelatuk. Jika orang dalam mimpi pernah memasuki hutan-hutan jahat yang keramat dan bertuah. lembab dan basah. Rupa pohon-pohon dalam hutan pun menakutkan. Hutan seakan sunyi sepi. tak ada bunyi burung-burung.

" Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka mungkin tersesat jika keadaan hutan begini terus. hingga tak ubahnya seakan ada seekor laba-laba raksasa yang memasang jaringjaringnya di seluruh hutan. Wak Katok akan menggeram: "Jangan terlalu ribut kalian. kehabisan makanan. Mereka akn lebih terlambat tiba di tempat harimau menyerang Sutan. Tak seorang juga berselera hendak dengan pikiran-pikirannya. Orang tak dapat lagi memeriksa ke arah mana dia menuju.dari pohon ke pohon. Dan jika memotongnya menimbulkan bunyi yang terlalu keras. entah di mana Barat. Entah di mana Timur. Entah berapa lama lagi mereka harus meng-harungi rimba jahat ini. Buyung merasa setengah menyesal karena telah mengambil jalan memintas yang tak pernah ditempuh orang ini. hilang tak tentu rimbanya di dalam hutan yang dahsyat. Selatan atau Utara. . dan kerapkali harus berhenti untuk memotong dahan-dahan dan membawa perasaan-perasaan-nya bercakap-cakap. yang tambah lama terasa tambah berat.com/ Dewi KZ 147 Bagaimana dapat memotong daun dan dahan tak bersuara? Mereka menyesal mengikuti Wak Katok yang membawa mereka melalui hutan ini. Seluruh suasana hutan menekan perasaan dan mereka berjalan dengan diam-diam. Masing-masing melangkah daun-daun pandan yang berduri. Dalam hutan ini orang tak lagi dapat mengikuti kedudukan matahari. Dalam khayalannya Buyung membayangkan mereka tersesat. Akan tetapi dia menahan hatinya. Mereka tak dapat berjalan cepat.

Kemudian dia menahan pikirannya kembali. yang mengatakan kepadanya.com/ Dewi KZ 148 gulana. tetapi tak serupa dengan apa yang pikiranpikiran yang demikian. Dan terjadilah hal-hal yang tak dikehendaki atau ditakuti. Karena itu Buyung menahan arus pikirannya yang demikian. dan menebas daun dan dahan dengan gerak tangan seakan tak disadarinya. Dia merasa hanya dapat hidup dengan Zaitun. bahwa orang tak boleh memikirkan merugikan tumbuh demikian dapat mempengaruhi diri orang. akan tetapi yang bekerja sendiri secara otomatis. Hanya jika dia kawin dengan Zaitun baru dia merasa dirinya lengkap. baru hidupnya sempurna. Apa kiranya kerja Zaitun kini? Sedang memasakkah dia di rumahnya? Atau dia menjahit? Teringat pada Zaitun membawa pula ingatannya kepada Siti Rubiyah. Karena pikiran-pikiran atau membiarkan pikiran-pikiran yang dirasakannya terhadap Zaitun. dia tak hendak memikirkan apa yang harus dilakukannya jika mereka telah kembali ke kampung. mengingat Zaitun. Dia teringat nasihat pamannyayangtua. baru terisi kekosongan yang ada di samping dirinya. Dia ingin benar cepat-cepat meneruskan perjalanan . Hatinya penuh gundah Tiraikasih Website http://kangzusi. Sanip berjalan dengan diam.tak hendak membiarkan dirinya dihanyutkan oleh Rubiyah. Dia masih tak mengerti benar apa perasaanya sebenarnya terhadap Siti Dia mengalihkannya dengan mencoba dalam kepalanya. dengan janjinya kepada Siti Rubiyah.

juga Talib dan Sutan? Dan bukankah mereka juga diserang sampai mati? Tetapi dia mendiamkan bisikan hatinya yang tak percaya. Baginya bersamasama mencari damar dengan kawan-kawannya yang lain adalah kerjasama yang sama-sama menguntungkan pada diri masing-masing.. dan dia tidak mengundang orang lain mencampuri persoalan dirinya. karena diberi jimat baru oleh Wak Katok.. Lebih baik pulang ke kampung dan minta bantuan di sana untuk mencari Sutan. Apa yang dapat mereka lakukan berempat dengan sebuah senapan tua Wak Katok? Meskipun hatinya agak terobat. Dalam hatinya dia tak setuju mereka kembali memburu harimau. Selama umurnya yang telah enam puluh tahun. dari berbagai pengalamannya yang pahitpahit.pulang ke kampung. Tidakkah Pak Balam memakai jimat. Ia tak hendak mencampuri soal-soal pribadi mereka. Hatinya pun segan untuk mengikuti jalan pikirannya. Pak Haji yang berada paling belakang berjalan penuh dengan pikirannya sendiri pula. Dia tidak percaya adanya manusia yang berjuang dan memikirkan dan malahan sampai memberikan jiwanya untuk kepentingan umum yang . akan tetapi keraguannya belum hilang. karena ini lebih membesarkan kerusuhan hatinya saja. itulah semboyannya. Masing-masing orang wajib mengurus dunianya sendiri. dia sejak lama telah mengambil kesimpulan untuk tidak hendak mencampuri urusan orang lain. Lebih baik dia mengingat istrinya .

Telah amat sering dia tertipu dahulu. Tak pernah dia menjumpai manusia yang benar dan yang adil yang terlebih dahulu melepaskan kepentingan dirinya untuk kepentingan orang banyak.com/ Dewi KZ 149 terhadap sesama manusia. ketika dia pulang dari bertualang ke dunia luar. waktu mudanya. ketika ia mengembara ke seluruh dunia. untuk kebahagiaan manusia-manusia lain yang lebih banyak. Dia memang telah naik haji. dan tiba di kampungnya dia selalu pemimpin. Dia memang berpuasa dan bersembahyang. yang terlebih dahulu lari menyelamatkan dirinya. Bukan saja dia telah kehilangan kepercayaannya Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia melakukannya karena hal ini perlu dilakukannya untuk dapat hidup damai dengan orang lain di kampung. betapa orang-orang yang datang kepadanya dan mengatakan hendak menolongnya. Dia telah terlalu banyak mengikuti orang-orang yang berkata demikian. Berkali-kali dia mengalami yang serupa itu sejak waktu mudanya. telah menunaikan rukun Islam yang kelima. Selalu dia dapat memberi alasan mengapa dia tak hendak menotak untuk dituakan dan dijadikan . sebaliknya telah menimbulkan celaka padanya.lebih besar. Pengalamannya dalam hal-hal serupa ini telah terlalu banyak dan terlalu pahit. akan tetapi semua ini dilakukannya supaya dia jangan kelihatan berbeda dengan orang lain. akan tetapi kepercayaannya terhadap Tuhan pun sebenarnya telah hilang dari hatinya. Karena itu.

Dia berusaha sekuat mungkin menyimpan dan . atau dikemukakan dalam berbagai pekerjaan yang dilakukan orang kampung bersama-sama. Orang tetap memanggilnya Pak Haji.memimpin sembahyang. Pak Haji merasa puas dengan kedudukan serupa ini. akan tetapi dia tak terpandang kampung. Dia tak perlu mengikuti seseorang pemimpin. dan membiarkan dia sendiri. Ketika itu dia berumur tiga puluh tahun. Inilah cintanya yang pertama. Lama-lama orang di kampung biasa dengan sikapnya yang tak hendak mencampuri sesuatu. dan dia merasa bahagia sekali. membawa istri dan anaknya. dan dia pun tak perlu memberikan pimpinan. Dia bekerja sebagai pesuruh Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi dia dan istrinya berbahagia dalam kemiskinan mereka Kemudian istrinya melahirkan anak.com/ Dewi KZ 150 sebuah toko. Ketika itu Pak Haji (dia belum jadi haji di kala itu) memutuskan untuk pulang ke kampung. Pernah dia ketika menetap di India. terutama sekali disebabkan yang oleh pengalaman-pengalamannya sendiri sebagai salah seorang pemimpin di pahit. jatuh cinta kepada seorang perempuan di sana dan mereka menikah. dan gajinya jauh dari cukup. Seorang anak laki-laki yang amat disayanginya. dan menghormati umurnya yang tua. Dia tak mencampuri soalsoal orang lain di kampung dan persoalan dirinya tak pula dicampuri orang lain Tentang kepercayaan pada Tuhan. atau melakukan khotbah.

anak itu jatuh sakit. Akan tetapi tak ada seorang tabib yang bersedia menolongnya dengan syarat demikian. asal tabib mau mengobati anaknya sampai sembuh. Dan ketika enam bulan kemudian istrinya meninggal pula akibat sakit disentri.mendapat penghasilan yang lebih banyak untuk ongkos mereka pulang. serunya dalam hatinya. maka dia pun meneruskan pengembaraannya. Akan tetapi ketika bayinya berumur enam bulan. yang dapat menolong anak hamba. Dia mengembara hingga tiba di negeri Arab. Ketika mencari tabib dan dokter itu sepanjang hari. Sejak itu kepercayaannya kepada Tuhan tergoncang sekali. dan penyakit anaknya belum juga sembuh. Dia hanya melihat manusia menindas manusia. dan di sana dia ikut naik haji. . Ketika uangnya telah habis. Dia sampai memberanikan hatinya memasuki tempat bekerja seorang dokter kulit putih. akan tetapi bertemu saja pun dia tak dapat dengan dokter itu. dan uang simpanannya yang sedikit dengan cepat habis untuk membeli obat dan membayar tabib. Selama petualangannya tak ada yang baik yang dilihatnya di antara sifat manusia. Dalam putus asanya dia mendoa kepada Tuhan supaya Tuhan menolong anaknya — hanya Engkau saja lagi yang tinggal. dia terus juga menggendong anaknya. karena tuannya yang diikutinya pergi melakukan ibadah haji. dia pernah menawarkan dirinya akan bekerja tanpa digaji selama setahun pada seorang tabib. Akan tetapi esok harinya anaknya mati.

Dia bergerak melalui lapisan-lapisan kelas rakyat yang terendah di semua negeri itu. Semua orang segan dan hormat padanya. Pak Haji telah patah hati ketika dia pulang ke kampungnya. Di sana dia dapat berlagak sebagai guru silat yang besar. Dia telah pernah ikut mogok. yang kuat. lihatlah Wak Katok. Malahan banyak yang takut pada ilmu-ilmu gaibnya. Sebuah contoh yang dekat saja. Jika dia berbicara pantang disangkal. dan membunuhi mereka. yang kaya. dizalimi oleh orang-orang yang berkuasa. diinjak.com/ Dewi KZ 151 ditipu. dan hasilnya hanyalah dia jadi alat orang yang berkuasa memukuli mereka. dipergunakan. dan diperas dan diperkosa. Semua kata-katanya hendaknya diaminkan saja. dukun yang berilmu tinggi. dia pernah ikut demonstrasi. manusia merusak manusia. pemburu yang perkasa. dan yang dilihatnya hanyalah orang kecil yang Tiraikasih Website http://kangzusi. manusia merampas dan memperkosa manusia. Dan apa yang dilihatnya terjadi di kampungnya tak banyak berbeda dari apa yang dialaminya di dunia luar. Pak Haji sejak lama telah dapat melihat kelemahan-kelemahan dalam pribadi Wak Katok dan juga kelemahan dalam ilmu yang . ketika dia berada dalam lingkungan kampungnya yang aman. Alangkah angkuhnya dan sombongnya dia. menangkapi mereka. Rakyat yang diperkosa itu masihlah merupakan jumlah yang terbesar dari manusia yang terinjak di atas dunia kita.manusia menipu manusia. dia pernah ikut berontak.

Pak Haji dapat menyimpulkan. manteramantera dan jimat-jimat Wak Katok. supaya jangan ada perasaan dan hati yang terganggu.com/ Dewi KZ 152 Hidup mereka adalah hidup mereka. Dari ucapan-ucapan dan tingkah laku Wak Katok. Sejak dia kembali ke kampung sikap ini dapat dipertahankannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. demi untuk menjaga . akan tetapi jika diberikan padanya. maka itu persoalan mereka. Suka hati orang lainlah apa yang hendak mereka lakukan.dimashur-mashurkan orang tentang Wak Katok. Akan tetapi kini. Apa perlunya? Mengapa dia harus membongkar kedok Wak Katok pada orang-orang sekampungnya? Jika mereka senang dan berbahagia mengikuti Wak Katok. dan hidupnya adalah hidupnya sendiri. keadaan. mengangkatnya jadi pemimpin dan gurunya. Akan tetapi dia berdiam diri. Dia hanya akan mendapat musuh saja. Dia tak percaya pada ilmu-ilmu. Itulah yang dikehendaki Pak Haji kini dalam hidupnya. Dia akan dibenci orang jika dia berbuat demikian. Di hari tuanya dia ingin hidup tak terganggu dan tak mengganggu orang lain. Supaya dia dibiarkan sendiri. Dan dia telah bosan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. bahwa tekanan yang lebih besar akan diterimanya juga. dirinya langsung diceburkan ke dalam sebuah keadaan yang penuh bahaya. Dia tahu bahwa Wak Katok menghadapi krisis dalam dirinya. Apa untungnya baginya membuka mata orang banyak? Dialah yang akan celaka.

dan membiarkan dirinya ditarik ke dalam kehancuran oleh seorang pemimpin yang tak hendak mengakui ketidakmampuannya. lambang kekuatan dan kekuasaannya. bahwa Buyung akan mudah dibicarakannyakah perasaan-perasaannya ini . dan terus hendak menutup kelemahan-kelemahannya. Pak Haji mengamatinya dengan seksama sejak semula. tak hendak menjadi korban pemimpin palsu. bahwa hanya dia sendiri yang benar? Sikap Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari tangannya.com/ Dewi KZ 153 Akan dengan Buyung dan Sanip? Dia merasa. sebenarnya tak lain dari sejak sebuah harimau datang menyerang.mungkin meledakkan krisis ini. karena Pak Haji bertekad dalam hatinya. dengan memberikan perintah-perintah baru. ketakutan-ketakutannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan tak seorang juga yang dapat mengatakan apa yang akan dilakukan Wak Katok. yang pengakuan kelemahan terkandung dalam dirinya sendiri. hampir-hampir tak kelihatan. dan kebodohan-kebodohannya sendiri. Apakah dia akan berdiam diri. Demikianlah dalam berbagai hal yang hampir-hampir tak kelihatan. sedikit demi sedikit. kecuali oleh orang yang mengamatinya dengan seksama. sikapnya caranya berbicara dan berbuat mulai mengalami perubahan. Perbuatannya mungkin akan menimbulkan bencana bagi mereka semua. manteramatera baru dan jimat-jimat baru? Dan memaksa dan mengancam orang supaya mengikuti semua kata dan kehendaknya? Yang berkeras mengatakan.

hingga dekat malam. Buyung dan Sanip masih muda. Rasanya kita tak jauh lagi. dia didorong kembali ke dalam air. Dia akan membawa mereka sesat. bagaimana dapat menyelamatkan dirinya sendiri. dan betapa ketika dia hendak naik ke rakit yang telah banyak berisi orang. Kini dia tahu akal bagaimana mengelakkan memburu harimau. nanti . Dengan suara yang tegas dia berkata: "Buyung. dan masa bodoh dengan orang lain? Ia ingat ketika sebuah biduk yang ditumpanginya karam di sungai Kuning di negeri Cina. Akan dibiarkannyakah mereka tak mengetahui kelemahan dan kepalsuan Wak Katok? Tetapi seandainya mereka jadi korban. Akan tetapi haruskah dia berbuat demikian? Tidakkah ini berarti dia membawa campur orang lain ke dalam hidup dirinya? Akan tetapi jika yang lain tak diberitahunya. akibat mereka tak dapat menembus topeng kepalsuan Wak Katok.sependapat dengan dia. Untunglah dia dapat berpegang kemudian pada sebuah tiang kayu yang terapung. Berhentilah kini memotong daun dan dahan. bukankah itu tanggung jawab mereka sendiri dan bukan persoalannya? Bukankah persoalannya yang utama kini. dan mereka tidak lagi dapat memburu. Pak Haji. dan dia kini tidak akan mulai membawa orang lain ke dalam hidupnya. Sanip. Tiba-tiba Wak Katok mengambil putusan dalam dirinya. Dia cukup merasa puas dibiarkan sendiri dalam hidup ini. akan tetapi Sanip akan raguragu. mungkin mereka akan jadi korban.

karena air masih mengisinya perlahan-lahan. Buyung membungkuk dan menunjuk pada jejak-jejak di pinggirnya. "Badak. di dalam lumpur. Dan hutan itu terasa seakan tak ada akhirnya.com/ Dewi KZ 154 tempat mereka terpaksa berjalan membungkuk.terdengar padanya. dan baju dan kulit mereka acap tergores oleh duri daun-daun pandan. bukan saja karena keletihan. Hutan gelap yang basah itu seakan telah menelan mereka. karena matahari tetap tak terlihat dari bawah. Seluruh badan mereka dapat menerima kebenaran perintah ini. bahwa bukan jejak . Di banyak Tiraikasih Website http://kangzusi. karena mereka tak dapat memotong jalan. Napas mereka terengah-engah. akan tetapi juga karena hawa panas dan lembab yang memberat di dalam hutan. belukar lebat dan rapat sekali. Mereka juga tidak dapat mengetahui telah jam berapa kini. Mereka Meskipun kini perjalanan mereka jadi bertambah sukar. Ketika mereka tiba di pinggir sebuah anak sungai kecil yang mengalir lambat. sakit dan letih. Kelihatannya jejak baru sekali." bisik Buyung. Mereka tak dapat lagi mengira-ngirakan telah berapa lama mereka rasanya berjalan demikian. mereka menguatkan hati untuk cepat dapat ke luar dari hutan gelap. Sanip merasa lega ketika dia melihat.

Karena dialah yang jadi pemimpin. Selama makan mereka pun tak bercakap-cakap.com/ Dewi KZ 155 lagi. Wak Katok juga. Kelihatannya seakan dia tahu. . apakah Wak Katok juga tahu ke arah mana dia membawanya. "Berapa lama lagi kita ke luar dari hutan ini?" "Tak lama lagi!" kata Wak Katok. ketika mereka diajak Wak Katok meneruskan perjalanan. Karena itu pun dia puas menyerahkan pada Wak Katok untuk menentukan arah yang harus mereka ambil. Mereka terlalu letih. dan mereka masih juga mengharungi hutan yang gelap. Hanya Buyung yang bertanya. mencoba untuk mengajuk perasaannya. Sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan tetapi ketika menurut perkiraannya telah tiba waktu sembahyang asyar." kata Wak Katok. Buyung sendiri pun merasa seakan kehilangan arah. dan yang tahu jalan dan arah. karena dia berjalan dan melangkah seakan tak ragu-ragu. Dia tak lagi dapat mengatakan dengan tegas arah mana yang akan membawa mereka ke tempat Sutan diserang harimau. dan kelihatannya hutan masih tetap luas dan tebal di sekelilingnya. "Mari kita makan di sini. Buyung memandang kepada Pak Haji dan Sanip. Mata angin tak dapat ditentukan karena matahari tak tampak menembus belukar. Apakah mereka tak merasakan keraguan yang kini dirasakannya Tetapi tak dapat dia membaca sesuatu apa di muka Sanip. Dan Wak Katok terus melangkah dilarangnya menebas pohon dan dahan. Dan Pak Haji.harimau. Wak Katoklah yang berjalan di depan. yang basah dan panas lembab itu. mulai timbul keraguan dalam pikiran Buyung.

Sanip pun terdiam. Untuk pertama kalinya Pak Haji merasakan sesuatu yang ganjil di dalam hidupnya. Dia hampir saja dipatuk oleh ular yang berbisa itu yang turun dari pohon ketika ia lewat.. Ular yang amat berbisa. nah. Buyung. Ada orang yang telah menolongnya.. Dan Tiraikasih Website http://kangzusi. Wajahnya pucat." kata Pak Haji. Pak Haji beberapa saat tak dapat berkata-kata. Kemudian Wak Katok berpaling dan meneruskan perjalanan... muka Pak Haji pucat ketika melihat badan dan kepala ular hijau yang kini bergerakgerak jatuh di tanah yang lembab.. parang panjangnya dihayunkannya. "Terima kasih. Buyung melompat amat cepat mendekati Pak Haji .. Wak Katok kembali beberapa langkah. Mereka semua terkejut.Dan ketika dia melihat ke wajah Pak Haji .. Dan dengan diam memandangi ular yang telah bercerai kepala dari badannya di atas tanah. Pak Haji terdorong ke pinggir terkejut . Karena jika tebasan parang Buyung tidak tepat. Pertolongan diberikan padanya tanpa diminta dan dengan cepat sekali. kena dia!! Buyung berseru gembira . maka dialah . Untunglah Buyung memalingkan mukanya hendak melihat wajah Pak Haji. Engkau telah menyelamatkan jiwaku. Ular selalu merupakan alamat buruk. Dia masih amat terkejut. Malahan telah menyelamatkan jiwanya.com/ Dewi KZ 156 orang itu tidak meminta sesuatu dari dia. tanpa memperhitungkan bahaya terhadap dirinya sendiri. Mereka semua terhenti..

tanpa memikirkan bahaya untuk dirinya sendiri." tambahnya kemudian. "Tentu aku bersedia menolong Pak Haji. yang bersedia menolong orang lain." katanya dengan sederhana. dari bahaya maut yang tak dilihatnya. Aneh. dan mendekati Buyung dan berkata kembali: "Terima kasih Buyung.yang akan diserang ular berbisa. katanya kemudian. belum banyak makan pahit garam penghidupan. Merubah nilai-nilai yang dipegang teguh selama hidup di hari tuanya. mengelakkan dia. "Dan tak ada bahayanya bagiku. Akan tetapi pikiran Pak Haji tidak pula dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. atau karena kebodohannya. Dia kembali mempercepat langkahnya mendekati Buyung yang berjalan di depannya. Pak Haji membiarkan Buyung berjalan dahulu dan dia berpikir. semua ini tidak dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. Pak Haji mempercepat langkahnya. mungkin karena Buyung masih terlalu muda. bahwa Buyung telah cepat dan tanpa berpikir panjangpanjang datang menolongnya. siapa saja yang dalam bahaya. Kenyataan itu tetap ada. Engkau bersedia membahayakan jiwamu untuk menolong aku?" Buyung memandang kepadanya agak heran. ada juga orang yang serupa itu. aneh pikirnya. memang sukar bagi setiap orang. tak dapat dihilangkan dengan berbagai dalil-dalil yang dibuat. Pak Haji pun tak begitu mudah hendak melepaskan ukuran-ukuran yang telah dipasangnya selama ini. Dan tak pula dia mengharapkan balas jasa. Ah. . karena itu dia berbuat demikian. Apakah Buyung kurang makan garam pahit penghidupan karena dia masih muda.

merusak orang banyak. maka kita yang paling dekat wajib melawannya. "Untuk apa? Apakah hanya untuk membalas dan menuntut bela kematian ketiga kawan kita saja?" tanya pak Haji.com/ Dewi KZ 157 Buyung memalingkan kepalanya melihat kepada Pak Haji. karena harimau telah bersalah membunuh kawan-kawan kita. maka harimau akan datang ke kampung. Pak Haji meneruskan: "Kalau sekedar hanya untuk menuntut bela saja. menyerang ternak. dan siapa tahu orang kampung pun akan jadi korbannya. Belum sempat Buyung menjawab. dan aku tak tahu bagaimana harus memburu binatang buas yang berbahaya serupa itu. dan hendak merusak kita. kawan kita yang bertiga tidak akan hidup lagi. di mana kita bertemu dengan yang jahat. biarpun harimau itu kita bunuh.' "Aku bukan pemburu. Akan habis lembu dan kambing." Pak Haji memberikan penjelasan. atau merusak orang lain. "sungguh perlukah engkau rasa kita memburu dan membunuh harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi. bukan?" "Untuk menuntut bela. "dan jika tak kita buru kini. "menurut rasa hatiku. Masa harus kita tunggu dulu diri kita yang kena bala maka baru kita ." katanya." kata Buyung.” "Tetapi tidakkah itu menjadi urusan orang sekampung nanti?" kata Pak Haji." kata Buyung.“Buyung. "mengapa kita saja yang memikul tugas membunuhnya?" "Tak sampai ke sana pikiranku." jawab Buyung kemudian. "Perlu.

dan beberapa jam lagi malam akan tiba. Dan Pak Haji kembali Buyung. mengapa Pak Haji berpikir demikian. kita tersesat sudah. Akan tetapi dalam hati Buyung timbul ingatan. Mukanya keras. bisiknya pada dirinya sendiri. dan mereka akan terpaksa menghentikan pemburuan. Wak Katok berpaling menghadapi mereka. Pak Haji tersentak bangun dari arus pikiran-pikirannya ketika mendengar Buyung berseru: "Wak Katok. Rupanya mereka telah berputar-putar saja sepanjang hari di dalam hutan gelap. mungkin Pak Haji hendak mencoba-coba hatinya. Dan dia akan selamat semalam lagi. Tetapi dia tahu bahwa waktu asyar telah lewat. Adaada saja Pak Haji. Tiraikasih Website http://kangzusi. dia telah sengaja membuat mereka tersesat dalam hutan gelap. dan memasang pondok dan menyatakan api. Dan siapa tahu dalam semalam harimau akan . agar mereka terlambat tiba di tempat Sutan diterkam. Tak disangkanya Pak Haji akan berkata serupa itu.com/ Dewi KZ 158 Buyung tersenyum. memalingkan kepalanya ke depan. Disengajanya berbuat demikian.bangkit melawannya? Masa kita berdiam diri selama diri kita yang tak kena?" Dalam hatinya Buyung merasa heran. dan ke bekas jejak-jejak kaki di tanah. Tak ada maksudnya untuk membawa mereka kembali ke bekas-bekas yang telah mereka lalui. Memang sejak mereka habis makan. Kita kembali lagi ke tempat yang sudah kita lalui!" Dan Buyung menunjuk pada menimbang-nimbang apa yang dikatakan daun-daun pandan berduri dan dahan kayu bekas kena tebas parang.

mereka melihat pohon-pohon tumbuh bertambah jarang. mencuci muka dan tangan mereka. mencari mangsanya ke tempat lain. Kembali mengikuti jalan yang telah mereka tempuh dari pagi akan mengambil waktu yang begitu lama. Akan tetapi dia menutup Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka akan dapat keluar hutan lebih cepat." jawabnya dengan singkat. Mereka cepat-cepat mandi.com/ Dewi KZ 159 mulutnya. Sedang jika mereka memintas siapa tahu. dan tak lama kemudian mereka keluar dari kegelapan hutan. Air sungai terasa segar dan sejuk sekali. dan tiba di tempat yang lebih terbuka. Dengan cepat mereka kemudian memasang pondok. menuju sebuah anak sungai kecil yang mengalir di antara batu-batu besar. Dengan perasaan amat lega. dan minum air dengan lahapnya. mengumpulkan kayu bakar dan memasang api unggun. . "Mengapa tersesat? Sengaja memang aku bawa kalian ke mari karena jalan terus lebih berat lagi. menuruni sebuah lereng bukit yang ditumbuhi semak-semak. Ini soal biasa jika kita mencoba memintas hutan.pindah. Mereka berlari menuju sungai. hingga mereka akan beruntung jika dapat ke luar dari hutan gelap sebelum magrib tiba. karena dia sendiri pun tak terlalu yakin kini arah mana sebenarnya tempat Sutan diterkam harimau. Akan tetapi mata Buyung yang tajam telah melihat bekasbekas tebasan daun dan dahan. Dengan enggan Buyung menahan dirinya. Wak Katok mempercepat langkah.

Kampung mereka.com/ Dewi KZ 160 Sejak Buyung mengatakan mereka tersesat di hutan gelap. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kemudian memandangi Pak Haji dan Sanip dengan air muka yang sama. bahwa Pak Haji dan Buyung berbisik-bisik sepanjang jalan di hutan gelap di belakangnya. dan berkata: duduk dekat api dengan pikiran- "Maksudku hanya hendak mengingatkan Wak Katok untuk memeriksa apakah mesiu di dalam masih kering. rasanya amat jauh sekali. Dan dia tahu. setelah lewat hutan yang basah tadi?" Wak Katok melihat padanya penuh curiga. Masing-masing pikirannya sendiri. dan membentak: "Engkau hendak mengambil senapanku?" Buyung agak terkejut melihat kerasnya reaksi Wak Katok. Pak Haji pun tidak Mereka semuanya merasa terlalu letih untuk dapat bangkit lagi selelah makan. Apa yang mereka gunjingkan? Tahukah mereka. Tiba-tiba Buyung melihat kepada Wak Katok yang duduk memangku senapannya. tapi Wak Katok menyentakkan senapan jauh dari jangkauan tangan Buyung. Pada waktu magrib itu tak seorang juga yang sembahyang. dan tidaklah lebih baik senapan dibersihkan dan dikeringkan lagi. Waktu makan mereka tak banyak bercakapcakap.segera memasak. hatinya bertambah tak enak. di mana keselamatan menunggu. bahwa dia takut? Bahwa dia enggan mengejar harimau? . Buyung berdiri dan meraihkan tangannya. dan seakan-akan ia hendak mengambil senapan.

Mereka memandang padanya keheranan. Wak Katok tertawa sendiri. pada kejagoannya? Mengapa mereka tak bercakap-cakap. dia lebih pintar lagi dari mereka. Apakah Pak Haji dan Buyung telah berkomplot untuk merebut senapan dari tangannya? Guna menyelamatkan dirinya sendiri? Tidak. maka senjatanya yang ampuh akan tak berdaya." kata Wak Katok. pada kesaktiannya. berpandanganlah kalian. dia tidak begitu bodoh akan mengeluarkan peluru dan mesiu dari senapannya. "Kalian sangka aku bodoh? Ha-ha-ha!!!" Dia memeluk senapannya lebih kuat. Sungguh sikap mereka kelihatannya telah berubah kini. Dia akan kehilangan kekuatannya menghadapi mereka. dengan kepala terkulai. "Ha-ha-ha. ha-ha-ha-! kalian hendak selamat pulang ke kampung?" tanyanya kemudian. "tidak sia-sia aku menuntut pelajaran jadi dukun puluhan tahun. "Jika hendak selamat. berbuat pura-pura bodoh. Tidak. dan mengamat-amati mereka. tak tahu sesuatu apa. akan tetapi diam saja. keras dan kaku. suaranya ganjil. "Ya. Sanip sendiri pun hanya duduk terpekur saja. Sanip dan Buyung berpandangan heran. Jika dia berbuat demikian. Yang mesti diawasi oleh Wak Katok adalah Buyung dan Pak Haji. Pak Haji. Dari mereka bahaya mungkin tiba Apa maksud Buyung hendak meraih senapan. akan tetapi aku tahu apa yang ada dalam kepala kalian. Sungguh licin juga akal mreka untuk membuat dirinya tak berdaya.Tidak percaya lagikah mereka pada pimpinannya." kata Wak Katok. maka turutlah .

"Ha-haaaa. Akuilah dosa-dosa kalian padaku. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dia tertawa. yang tak berdosa sama sekali? Ha-ha-haa-haaaa!"dia tertawa terkekehkekeh. engkau juga telah melakukan semuanya. Pak Haji. "Dan kalian berdua. anak muda yang alim. Buyung!!! "tiba tiba dia berpaling galak kepada Buyung. Apa kejahatan yang telah engkau lakukan? Engkau telah mencuri. pendusta. sedang kalian sudah mengetahui dosa-dosa orang lain?" "Nah.kataku. yang tak hendak campur . orang-orang yang berdosa ini? ejeknya.com/ Dewi KZ 161 "Tetapi aku sudah mengakui dosa-dosaku. ya. "Berceritalah engkau tentang dosa-dosamu. baiklah pula Pak Haji mengakui dosadosanya. sama juga dengan orang lain? Tetapi engkau ingin purapura suci. Mintalah ampun! Mulailah engkau Sanip!" perintahnya. pembohong!" kata Wak Katok. anak muda yang santun eh??? Ha-aaaaa!!! Kalian merasa diri kalian lebih baik dan lebih suci dari aku. Apakah kalian berdua orang suci. Pak Haji yang angkuh hati. "Dan aku mesti melindungi dan menyelamatkan kalian." kata Sanip. anak muda yang bersih. engkau telah berzinah?" Dia tertawa lebih keras melihat sikap Buyung yang terkejut. "Apakah kalian menyangka. aku belum mendengar kalian mengakui dosadosa kalian. dan Buyung. ya???" Wak Katok berdiri menghadapi mereka. "Dan Pak Haji. "Ya. engkau pencuri. kalian tidak usah mengakui dosadosa kalian. buruk dan jahat sekali. engkau telah mengambil hak orang lain. engkau telah khianat.

apakah orang tak berdosa? Ayuh. aku tembak engkau. "Engkau tak hendak bicara. Adillah jika kini engkau menceritakan pula dosa-dosamu! Hayo.dengan orang kampung. Dia telah memutuskan untuk tidak bercerita kepada siapa pun juga tentang apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah. karena menahan rasa marahnya. lekas!" dan Wak Katok mengacungkan laras senapannya ke dada Buyung.com/ Dewi KZ 162 Buyung tinggal duduk dan memandangi Wak Katok dengan sinar mata yang keras. jika engkau tidak hendak mengakui dosadosamu. Apa benar yang istimewa pada Pak Haji? Karena Pak Haji sudah lama dan banyak merantau? Mana ilmu yang Pak Haji kumpulkan? Mengapa tak disiarkan kepada orang banyak?" Wak Katok tertawa keras. Buyung". engkau hendak melawan akuuuu?" teriak Wak Katok dengan marah. lekas!" bentak Wak Katok. Mulailah engkau. Tiraikasih Website http://kangzusi. Engkau telah mendengar dari mulut Pak Balam tentang diriku. hayo. ceritalah. Mengapa aku harus dipaksa mengakuinya?" . "Apakah hak Wak Katok memaksaku?" tanya Buyung. "Aku tidak main-main. akuilah dosadosa kalian. "Sungguh hendak Wak Katok tembakkah aku? tanyanya dengan suara yang agak tergoncang. "dosa-dosaku adalah soalku sendiri. Buyung berdiri perlahan-lahan. tak hendak ikut dengan orang banyak. "Pak Haji apakah orang suci. Dia mengacungkan senapannya kepada Buyung. "Aku bunuh engkau.

Tak ada gunanya dipaksa orang yang demikian. Kalau Wak Katok merasa perlu mendengar dosadosaku. dengan tak disadarinya."Karena gurumu. karena aku adalah segera juga akan datang. Sudah lupakah kalian pada kata-kata Pak Balam?" balas Wak Katok.. Giliran Pak Haji mereka. "Baiklah. karena akulah yang berkuasa.." Tiraikasih Website http://kangzusi. maka aku menyuruh kalian mengakui dosa-dosa kalian." kata Buyung dengan singkat. Engkau lihat ini. jika itu yang Wak Katok inginkan!" Keraguan terlintas di belakang mata Wak Katok menghadapi kepala batu Buyung. dan membentak: "Jangan Pak Haji campuri perkara ini. Mengertikah ." katanya dengan suara yang tenang dan sabar. "tetapi kita tak boleh melakukan paksaan." Tetapi Pak Haji menguatkan hatinya: "Dengarlah kataku dahulu. Tunggulah hingga giliran Pak Haji tiba. maka dengan terus terang akan aku akui." kata Pak Haji. "tembaklah aku. Ada orang yang tak hendak mengakui dosanya. Pak Haji yang sejak tadi memperhatikan menyela: "Sabarlah kalian berdua. Aku telah karena aku adalah pemimpinmu. senapan lantak ini dapat aku memaksa engkau?" "Aku tak hendak bercerita.com/ Dewi KZ 163 Tetapi Wak Katok cepat berpaling kepadanya. siapa pun juga mengikuti keinginanku. aku menghendakinya. malahan pada Tuhan sekalipun dia tak hendak mengakui dosanya. "Mengapa kita jadi begini? Tidakkah kita masih menghadapi bahaya bersama?" "Untuk menyelamatkan kalianlah.. baiklah.

melakukan segala dosa yang dilakukan orang di dunia ini. aku sudah merampok. aku sudah berzinah. aku sudah mendengki. dari semenjak Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan Tuhan ke dunia. sudah didengki. sudah dikhianati orang. karena itu aku tak hendak mencampuri soal orang lain. sudah dirampok. Karena itu aku menyendiri. orang sekampung. yang aku lihat dilakukan orang. aku sudah berdusta.com/ Dewi KZ 164 hidup sendiri saja. Kalau akan aku sebutkan satu persatu segala dosa yang aku lakukan. aku sudah membunuh. atau yang dilakukan orang terhadap diriku. dan aku pun sudah ditipu. Di dunia ini dosa-dosa yang telah aku lakukan dan yang dilakukan orang terhadap diriku telah bayar-membayar. sudah didustai. aku sudah khianat. Aku pun telah mengalami hampir segala dosa yang dapat dilakukan orang terhadap diriku sebagai manusia. Orang hanya dapat hidup untuk dirinya sendiri saja. itulah kepercayaanku selama ini. karena itu aku ingin dibiarkan Tiraikasih Website http://kangzusi. Tetapi dia merasa sikap tak perduli Pak Haji sebagai . Nah itulah supaya Wak Katok tahu." Pak Haji duduk membelakangi Wak Katok. Aku sudah menipu. dengan Sanip dan dengan semua manusia. jangan diganggu karena aku sudah kehilangan kepercayaanku pada manusia. tidak saja dengan Pak Haji. akan tetapi juga dengan Buyung. belumlah akan habis ceritanya. orang banyak. dan jangan aku diganggu lagi. maka sampai pagi aku bercerita. Wak Katok merasa marah sekali.

Wak Katok mengangkat laras senapannya.sebuah tembok yang sukar dipecahkannya. Dengan hati berdebar-debar dan perasaan tergoncang.. dan hanya memandangi muka Wak Katok. diikuti oleh Sanip dan Pak Haji. dan cepat. Akan tetapi kemana hendak lari? Harimau itu mengaum kembali... ketika itulah mereka mendengar auman harimau yang dahsyat. "Aku hitung sampai tiga. Wak Katok terkejut.com/ Dewi KZ 165 hatinya diremas dan terhimpit oleh batu besar ketakutan." Buyung memandang terus padanya dengan keras.. Dan masih juga belum . Pak Haji dan Buyung terlompat berdiri. engkau masih belum bercerita.. Wak Katok merasa Tiraikasih Website http://kangzusi. Sanip. dengan penuh takut mata mereka mencari-cari berkeliling.. Ingin dia hendak lari. membidik dada Buyung. "Engkau Buyung.. "Dua. Dan dia belum siap untuk menembus tembok tak perduli itu dengan peluru atau dengan kekerasan lain. Air mukanya pun keras dan tegang. yang datang tak jauh dari hutan yang gelap di sekelilingnya. "satu. Ayolah sekarang." Buyung tak membuka mulutnya.. Mata mereka berpandangan. keras dan penuh mengandung ancaman dan kengerian." katanya. Karena itu dia mengalihkan perhatian kembali kepada Buyung. berpaling memandang ke hutan yang gelap di luar lingkaran cahaya api. Buyung segera menghunus parang panjangnya.!!!" Tetapi Buyung tetap tinggal diam. "Ti.

membidik. berbunyi tik! Senapan tak meletus! Dia telah mengabaikan nasihat Buyung untuk mengganti mesiu. Suaranya meminta dan mendesak dengan kerasnya. seakan tak bergerak. lamalama. sepasang mata itu diam saja. dia melompat ke api unggun. seperti sinar belerang di dalam gelap. menerangi lingkaran yang lebih besar lagi. dan lidah-lidah api unggun melonjak ke atas.. "Tembak. Tiba-tiba mereka mendengar bunyi dahan kering dipijak — kretek! Dan mereka berpaling ke arah itu. Cahaya api meluas.. sambil berseru: "Lemparkan kayu menyala!" dan cepat Buyung melompat melontarkan sebuah kayu besar yang terbakar menyala ke arah kedua mata yang . Wak! Tembak di antara dua mata hijau itu!" bisik Buyung dengan amat sangat. Wak Katok seperti orang yang terpukau. Wak Katok kelihatan mulutnya komat-kamit. Buyung membesarkan api unggun dengan menambah kayu-kayu ke dalam api. dan kemudian Wak Katok menarik pelatuk senapan . di antara semaksemak. Ketika mendengar bunyi — tik! Buyung terus mengerti. dan kini mesiu yang telah basah tak hendak meletus. mengangkat senapan ke bahunya. entah karena membaca mantera-manteranya. entah karena ketakutan. Dan kini mereka melihat sang harimau — dua buah mata yang bersinar hijau.dapat mereka menentukan kira-kira dari mana datangnya arah aumannya.

dukun paling besar. disusul oleh lemparan Pak Haji dan Sanip. bahwa Wak Katok amat ketakutan. dan menghilang. Lihat ini . jauh dari segala ancaman dan bahaya di atas dunia. dan baru Buyung berpaling melihat pada Wak Katok telah selesai mengisi senapan dengan mesiu baru. menyiapkan sebuah kayu yang Tiraikasih Website http://kangzusi.. pemimpin yang paling besar. Dalam sekejap mata. dan suara menggeram-geram. Mengapa Wak Katok kini hendak bersembunyi ke dalam tanah? Engkau guru palsu. guru silat yang paling pandai. Alangkah terlempar terperanjatnya mereka melihat senapan ke tanah dan Wak Katok menggulungkan badannya di dalam pondok. Sanip tiba-tiba melompat dan menarik Wak Katok berdiri. "Cepat Wak Katok. sambil berseru pada Sanip. benci. Akan tetapi setelah beberapa lama mereka menunggu penuh ketegangan. supaya melemparkan kayu lebih banyak lagi ke atas api. Suara Sanip penuh amarah. dan menyerangnya. Buyung. dan dia berlari kembali ke api unggun. seakan seorang yang ingin menyembunyikan dirinya ke dalam perut bumi.com/ Dewi KZ 166 menyala di tangannya.. Mereka menunggu apakah harimau akan kembali. mereka tak lagi mendengar suaranya mengeram atau mengaum. guru paling besar." . dan mereka melihat kedua mata itu berbalik.bersinar hijau. "Inikah Wak Katok yang gagah perkasa itu. tukar mesiu baru!" kata Buyung. Sanip dan Pak Haji insyaf.

. "aku lihat engkau dengan Siti Rubiyah ." Buyung memandangnya dengan terkejut. "Ya. membersihkan .Dia membuka ikatan jimat-jimat di pinggangnya. Engkau memaksa orang mengakui dosa-dosa. dan dilemparkannya ke tanah. Inilah jimat-jimat yang dipakai juga oleh Pak Balam. Aku tak paksa dia. Kalian juga bernafsu hendak tidur peluru dan mesiu.. tetapi bagaimana dengan dosa-dosamu sendiri. di mana mereka kini.. oleh Sutan. tetapi aku lihat dengan mata kepataku sendiri. "Jimat-jimatmu palsu. karena mempercayai engkau. oleh Talib." Sanip terus juga berbicara. Karena Wak Katok telah memaksa istri Wak Hitam.. ya? Tapi matamu tak cukup tajam. telah binasa. Harimau yang datang menyerang kita adalah harimau Wak Hitam. dan memasang mesiu dan peluru baru. di pinggir sungai. mereka telah mati. aku lihat. aku bayar dia. manteramanteramu palsu. dan dengan tangan gemetar dan tergopohgopoh mengeluarkan senapannya. bangsat!" serunya." "Berhenti engkau berbicara. kalian mungkin tak percaya. lihatlah. "oh. Dan dia pun akan mau tidur dengan siapa saja yang mau memberinya uang atau membelikannya baju. Akan aku ceritakankah padamu dosamu. dan bukan saja dosa-dosamu yang diberitahukan oleh Pak Balam.com/ Dewi KZ 167 Sedang Sanip berkata.. "Ya. engkau lihat.?" Wak Katok diam saja. Pangkal celaka kita tak lain adalah Wak Katok sendiri.. Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok mengambil senapannya kembali.. Engkau tahu..

Akan tetapi maut ini lebih dekat. Manusia Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa Wak Katok tak dapat diajak berbicara lagi. Rasa kecewa. dan perlahan-lahan melangkah. Sanip. Bukan dia sendiri . di mana harimau berjalan mondar-mandir. Tiba-tiba Wak Katok berseru: "Pergi kalian sekarang juga dari sini! Siapa yang tak pergi aku tembak!" Kelihatan benar pada mereka. Buyung tak tahu apa yang dirasakannya. Biarpun sekali bertiga mereka melompat hendak merebut senapannya. akan tetapi entah bagaimana.. bukan?" Dia memandangi mereka dengan air muka penuh kemenangan. dan ketika mereka menghilang ke dalam menunggu kesempatan untuk . akan tetapi salah seorang dari mereka pasti akan jadi korban. Mereka akan ditembaknya. mengambil bungkusan mereka dari pondok.. bercampur dengan rasa lega. Mereka bertiga berdiri. menerkam berarti maut juga. dengan langkah yang berat dan hati enggan. Masuk ke dalam hutan yang gelap. dia merasa seakan kehilangan sesuatu. memegang parang mereka. kalian takut pada Wak Hitam.com/ Dewi KZ 168 akan memilih maut yang lebih jauh dari maut yang lebih dekat. kalau tidak mengintipnya sedang mandi.. melintasi dunia kecil yang terang dan panas yang diciptakan oleh api unggun.dengan dia. bukan? Kalau tidak mengapa engkau di sana. sesuatu yang bersih . bukan? Tapi kalian bukan jantan..

Hanya dia dengan api unggun. hingga peluh dingin meleleh di keningnya. bagaimana hendak menyerbu dan merampas senapan dari Wak Katok. bahwa dia tinggal sendiri.com/ Dewi KZ 169 memandang berkeliling. karena dia ingat harimau yang berada di dalam gelap hutan. Akan datangkah harimau kembali? Tidak. Tiba-tiba Wak Katok merasa sekali. Rasa takut datang melandalanda. Dan lalu hatinya jadi sejuk diremas ketakutan. Akan tetapi jika harimau datang terlebih mesiunya yang baru tak pula meledak? Apa yang mesti dilakukannya? Dia hanya tinggal sendiri. membasahi badannya. Kita harus kembali. seperti ombak yang setinggi pohon kelapa. dan seluruh dahulu kepadanya? Dan bagaimana kalau . tengkuknya.gelap. Aduh. Wak Katok berseru: "Matilh kalian dimakan harimau di sana. memasang telinganya tajamtajam. dan merebut senapan dari Wak Katok. dan dia akan aman di tengah lingkaran api. mukanya. membantingbanting hatinya. dan hutan besar yang gelap gulita. harimau akan menyerang mereka bertiga. Dia Tiraikasih Website http://kangzusi. ada akal! Dia akan memasang api unggun berkeliling. Hingga ke perut dan selangkangnya terasa basah. dan berteriak kepada Pak Haji dan Sanip: "Tak mungkin kita meneruskan perjalanan dalam gelap. Ha-ha-ha-haaa!" 0oo0 KETIKA tiba di kegelapan diluar batas terang api unggun Buyung berhenti." Mereka bertiga berbisik-bisik mengatur siasat.

karena tiba-tiba dia berpikir. yang berdebar-debar amat hebatnya. Dia seakan mendengar bunyi yang berat dan keras dung-dung-dung . Bagaimana kalau harimau datang menyerangnya. dan mereka bertiga yang selamat pulang ke kampung. dia memandang berkeliling penuh ketakutan. Maka dia masih punya kawan-kawan yang mendampinginya menghadapi harimau. tetapi tiba-tiba dia sadar. dia napasnya perlahan-lahan. Dia melepaskan ditahannya entah berapa lama. Tibatiba dia terkejut amat sangat. Bagaimana jika harimau itu sungguh harimau yang dikirim oleh Wak Hitam untuk membalas dendamnya. ketegangan yang menekan dirinya agak kendur. Telinganya dipaksakannya untuk mendengar dan menafsirkan pada semua bunyi yang terdengar olehnya. Bunyi-bunyi serangga malam yang biasanya memenuhi rimba pun seakan berhenti. alangkah baiknya jika dia tak mengusir kawankawannya tadi. Akan tetapi ketegangan dan ketakutannya kembali dengan cepat. karena dia telah meniduri Siti Rubiyah? Tiba-tiba dia memutar badannya dengan cepat. Karena tahu kini.memukul-mukul. yang datang perlahan. melihat ke belakang. Akan tetapi seluruh hutan rasanya sunyi dan sepi. bahwa yang didengarnya adalah bunyi pukulan jantungnya sendiri.dan memegang senapannya kuat-kuat. bahwa suara yang mengejutkannya tadi adalah pukulan jantungnya sendiri. napas yang merasa agak lega. Telinganya seakan mendengar langkah yang halus. kaki-kaki berjingkatjingkat . dan lebih hebat lagi.

Karena kegugupannya beberapa potong kayu yang menyala. dia berlari kembali mengambil lagi beberapa potong kayu yang menyala. Ketika dia memasang api unggun yang keempat. Kemudian dia melompat berbalik lagi. dan ketegangan yang dirasakannya serasa tak tertahan lagi olehnya. Dengan terburu-buru dia membungkuk. Dia hendak Tiraikasih Website http://kangzusi. dan disusunnya menjadi api unggun yang kedua. Lalu dia mengambil keputusan dengan cepat. Seluruh gerakgeriknya cepat dan penuh kegugupan. Seakan kini dia mendengar telapak datang dari arah yang lain. dan membesarkan api unggunnya yang kedua. maka rasa tak sabarnya bertambah tinggi. Buyung . Dia berlari mengambil tangannya gemetar. dan mencoba menembus gelap. akan tetapi kakinya hanya dua dan tangannya hanya dua. menghembus-hembus bara merah. Jika dia tak berhasil menyatakan api pada percobaan yang pertama atau yang kedua.com/ Dewi KZ 170 membuat api unggun yang melingkarinya dan dengan demikian nyala api berhenti dan hanya ujung kayu yang merah membara saja yang tinggal. dan menyusun kayu di tempat lain. Kemudian dia mengambil potongan-potongan dari onggokannya.supaya jangan terdengar. Rasanya dia seakan tak sabar hendak menyalakan api unggun sekaligus. Matanya mencoba menembus hitam daun-daun rapat dan gelap gulita di antara daun-daun. menyelamatkannya. dan setelah api menyala. Lalu dia melompat memasang api unggun yang ketiga.

com/ Dewi KZ 171 payah. bahkan sampai-sampai berkelahi dengan hebat.memberi isyarat. Dia hanya melihat Pak Haji muncul dari semak-semak di depannya. Buyung berdiri. Sanip dan Pak Haji datang menyerang dari jurusan yang lain. tak sadarkan dirinya. kesempatan menghayunkan sepotong kayu ke kepala Wak Katok. Ketika dan itulah kecepatan Sanip pergumulan mendapat mereka mulai dan berkurang. si tua ini. Wak Katok mengangkat kepalanya. yang tiap sebentar terjatuh ke atas api. Mereka membalikkan Pak Haji. Pak Haji jatuh tersungkur." kata Buyung kepada Sanip. dan . Dengan cepat Buyung dan Sanip mendekati Pak Haji yang masih tersungkur di tanah. Wak Katok berpindah tempat. Sanip datang. menggosok-gosok seluruh badannya yang kesakitan. dan tanpa membidik menembak ke arah Pak Haji. Wak Katok terjatuh. dan Buyung tiba di punggung Wak Katok. Dia lebih kuat dari Buyung dan memang lebih mahir ilmu silatnya. Mereka terjatuh bergumul. Buyung mulai Tiraikasih Website http://kangzusi. "Kuat sekali dia. untuk berputar ke tanah kembali. Wak Katok yang memegang senapan dengan tangan kirinya memindahkannya ke tangan kanannya. akan tetapi dalam kehebatan pergumulan. bunyi burung hantu. dan melompat menyerbu hendak menyergap Wak Katok. didorong oleh ketakutannya dan kemarahan hatinya yang amat sangat. sukar Sanip untuk dapat memberikan bantuan kepada Buyung. tak mengetahui Buyung datang menyerang dari belakangnya.

"nanti juga dia sadar sendiri. dan mengisi senapan dengan cepat. Wak Katok masih terlentang pingsan di tanah.melihat darah memenuhi dadanya. "dan dia guru silat kita. Mengapa selama ini kita tidak tahu?" Mereka mendengar Pak Haji mengerang. Matanya berisi pertanyaan. "Coba periksa lukanya. Buyung pergi memeriksanya. Kemudian mereka membatut luka Pak Haji dan menutup pakaiannya kembali. Dia bergegas mengambil mesiu dan peluru dari kantong mesiu dan peluru yang disandang Wak Katok." kata Buyung. Buyung Tiraikasih Website http://kangzusi." kata Buyung. Kemudian dia mendatangi Sanip yang sedang membersihkan luka di dada kanan Pak Haji." kata Buyung. dirinya masih dikuasai ketegangan yang amat sangat yang baru saja mereka alami. Buyung membasahi sepotong kain dengan air. "Tak pecah kepalanya. Buyung dan Sanip bergegas mendekati Pak Haji. . dan menggosok kening dan muka Pak Haji. Senyum kecil timbul di mulut Pak Haji. dukun kita. suaranya masih gemetar." "Tak kusangka dia akan begitu. Mereka mengangkat Pak Haji ke dekat api. Aku isi dulu senapan dengan peluru. memandang pada mereka. dan membaringkannya baik-baik di dalam pondok." kata Sanip. "Sudah gila dia. Pak Haji membuka matanya.com/ Dewi KZ 172 mengangkatkan senapan memperlihatkannya kepada Pak Haji.

Juga kita harus selalu memaafkan dan mengampuni orang-orang yang berdosa terhadap diri kita sendiri . Manusia perlu manusia lain ."Syukurlah. Maafkan dia. mencari Buyung dan Sanip. dan dia berkata: "Kalian masih muda... kembali. aku pun kini sadar .. Sedang Tuhan dapat mengampuni segala dosa jika yang berdosa datang padanya dengan kejujuran dan . Kita harus selalu bersedia mengampuni dan memaafkan kesalahan dan dosa-dosa orang lain.. Di sinilah kunci kemanusiaannya manusia yang diturunkan Tuhan kepada manusia. Tuhan ada... Kemudian matanya pada orang lain. manusia sendiri-sendiri tak dapat hidup sempurna. seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu kemanusiaannya. percayalah.. kehilangan kepercayaan pada manusia dan pada Tuhan. dan tak mungkin hidup sebagai manusia. Manusia yang mau hidup sendiri tak mungkin mengembangkan manusia lain.. Aku salah selama ini. tak mungkin lengkap manusianya. Ampuni dia.. Manusia perlu Tuhan adalah yang Maha Pemurah dan Pengampun. manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain. Sungguh kini aku sadari.. Ingatlah ucapan Bismillahhirrokhmanirrokhiim.. ambillah pelajaran dari apa yang terjadi. kita tak hidup sendiri di dunia ." terbuka katanya perlahan. Wak Katok jangan dibenci. anak-anak.. Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain.

. manusia yang biasa dan daif ini.. Aku terlalu sombong dan angkuh .. wa asyhadu amia Muhammadarrosulullah Tuhanku .. bunuhlah kepalanya terkulai... tetapi pertama sekali merusak manusia dirinya sendiri.. sedang manusia hanya dapat seluruh manusia.. Ya . darah harimau dalam hatimu. selalu berbuat zalim... manusia perlu bertuhan. ingatlah hidup orang lain adalah hidup kalian juga ... dan sesuatu seakan bergerak dalam dadanya. ampuni dosa-dosaku.. dan dengan itu dengan membenci... aku tahu kini... aku telah menghukum menghukum diriku sendiri ....penyesalan yang sungguh.. aku menghendaki manusia berikhtiar dan berusaha menjadi sempurna. Aku lah yang paling tua. dan menjatuhkan hukuman tanpa ampun kepada sesama manusia? Aku tersesat selama ini.. jika dihinggapi ketakutan... Tuhan ada..Ashaduala ilaha Mallah.. mengertikah kalian. di mana kekuasaan kita untuk menjadi hakim yang mutlak. cintailah manusia. akulah yang paling berdosa. Tiraikasih Website http://kangzusi. Apalagi kita. percayalah pada Tuhan . kasihani Wak Katok ..com/ Dewi KZ 173 kemanusiaan hanya dapat dibina dengan mencinta..... Orang yang membenci tidak saja hendak merusak manusia lain.. akan tetapi hatiku dan pikiranku buta." dan tiba-tiba . sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu. Orang yang berkuasa.. bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri . dan bukan sempurna.. kini aku sadar. Engkau tak dapat hidup sendiri.

akan tetapi akan berjaga-jaga terus."* Mereka melipatkan tangan Pak Haji ke atas dadanya.. Tak terlintas dalam kepalanya untuk melakukan sesuatu terhadap diri Wak Katok. Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi dia tak dapat menggerakkan tangan dan kakinya." kata Buyung. Sanip sampai menggoncang-goncang bahunya. dan dia itu!" kata Sanip. dan malahan dia telah bersedia untuk membunuh mereka bertiga. dengan mengusir mereka ke dalam hutan yang gelap. Kemudian mereka pindahkan Wak Katok yang masih pingsan ke dalam pondok. Baru Buyung berpikir. bertekad untuk tak tidur sepanjang malam. Buyung memadamkan api-api unggun lain yang telah dipasang Wak Katok. bahwa mereka harus mengambil sikap terhadap Wak Katok. jika bukan karena dia.. dia mencoba duduk. dan berseru-seru: "Pak Haji! Pak Haji!" Akan tetapi Buyung menahannya. dan mereka duduk di depan pondok dekat api. bahwa dia diikat. "Tinggal berdua kita. Ketika Wak Katok sadar dari pingsannya. menutupkan kelopak matanya. dan kemudian dia tahu. bahwa Wak Katok adalah pembunuh Pak Haji.com/ Dewi KZ 174 "Ikat dia baik-baik!" kata Buyung. Buyung dan Sanip amat sangat terkejut.. jika api unggun begitu banyak dipasang semuanya.. selelah mereka berhasil merebut senapan.mengalir ke luar dari mulutnya. "Tak cukup kayu hingga pagi. Pak Haji pun telah meninggalkan mereka. Pak Haji masih hidup. Kini dia sadar. Buyung kini yang mengambil pimpinan antara mereka berdua. Kemudian ." "Kita apakan dia?" tanya Sanip. "Ya. Dengan sendirinya. Sedang Sanip mengikat Wak Katok. dan berkata dengan sederhana: "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un .

Kemudian diangkatnya kepalanya sedikit. tetapi mengelakkan hutan gelap. Buyung dan Sanip berdiri dan masuk ke pondok. mengapa kalian ikat aku?" "Wak Katok sudah membunuh Pak Haji. Buyung membawa mereka ke dalam sungai. mereka tiba di sungai kecil tempat mereka makan di pinggirnya. aku sumpahi kalian tujuh turunan . dan kemudian pergumulannya dengan Buyung. sebanyak mungkin tidak membuat bunyi dan ribut. melihat Buyung Buyung mengambil jalan memintas. dan turun sungai. Dia akan dapat menakuti mereka.. Buyung dan Sanip diam saja. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia terkejut. aku kirim setan dan jin menyerang kalian. Pak Haji yang jatuh tersungkur ditembaknya." dia berhenti. Ketika mereka tiba di tempat ." kata Wak Katok. berjalan memudiki sungai di dalam air. mati dengan perut gembung. meloncat dari batu ke batu." kata Buyung. Mereka masih muda dan belum berpengalaman. Kadangkadang hingga ke pinggang mereka tinggi air. Hati Wak katok jadi senang sedikit. Akan mati kalian. dan sinar matanya mengandung kemarahan dan kebencian.com/ Dewi KZ 175 "Lepaskan aku. kalau tidak aku malerai kalian. Mereka berjalan berhati-hati sekali. Buyung dan Sanip akan dapat dikalahkannya. dan melihat Buyung dan Sanip yang duduk membelakangi pondok dekat api.dia teringat apa yang telah terjadi.. "Lepaskan aku. memanggil Buyung." kata Buyung. Dia membalikkan kepalanya dan melihat mayat Pak Haji di sampingnya. Mengapa aku kalian serang?" "Wak Katok mengirim kami mati. Dia mengangkat suaranya. Dekat sembahyang lohor. "Bukan salahku. "Lepaskan aku.

. dan mereka naik ke darat.. Dia melihat sepotong kain yang sobek.. dan kemudian mereka melihat parangnya terlempar di bawah semak tak jauh dari sana. sobek dirobek oleh kuku harimau. Di sana Sutan diserang harimau. mereka terkejut . yang tak kelihatan oleh mata biasa. Buyung merasa hatinya seakan berhenti berdetak. Dia melihat jejak harimau yang sudah tua. Buyung memberi isyarat kepada Sanip. terletak di tanah. Sanip dan Wak Katok menahan napas. Tetapi Tiraikasih Website http://kangzusi. sampai ke daun-daun di belukar .mereka makan. yang telah beberapa hari umurnya samarsamar di tanah. Buyung mengikuti jalan yang pernah mereka tempuh.. Dan setelah sepuluh menit berjalan. Kemudian dia memberi tanda. tiba-tiba Buyung menunduk memeriksa tanah di depannya. Mereka melihat apa yang tinggal dari Sutan tulang belulang.com/ Dewi KZ 176 .. Buyung lama berdiri di tengah sungai. dan memasang telinganya dan memperhatikan rimba di sekelilingnya dengan cermat. Mereka berjalan perlahan-lahan. dan dari tempat itu mereka mudah mengikuti apa yang telah terjadi... sarung parangnya.. dan tiba-tiba Buyung berhenti kembali. Buyung hanya dapat mengenalnya karena melihat bekasbekas daun yang dipatahkan mereka dulu. dan mereka melihat bekas-bekas darah tersebar di manamana. pakaian yang robek. Sanip dan Wak Katok datang mendekat. dia terus rebah ke tanah.

" Dan Wak Katok berhenti. jangan batuk. dan jangan ribut sedikit pun juga. dan . memasukkannya ke dalam buntelan yang dibuatnya dari kain sarungnya. Dia membiarkan kainnya diikat. dan Buyung berseru. "Mulai kini." kata Buyung. Ketika tiba di bawah sebuah pohon. bahwa jejak harimau mengikuti jejak-jejak mereka kembali ke tempat bermalam. "Larilah." Mereka makan dalam keadaan siap sedia. diam-diamlah kita semua. ketakutannya pada harimau lebih besar lagi. Kemudian dia memberi isyarat kembali. harimau menunggu. Dia tahu juga. Dia membawa mereka ke sebuah tempat yang agak terbuka tak jauh dari sana. Buyung memberi isyarat supaya mereka berhenti. dan dengan hatihati dia mencari jejak harimau. Dalam kepalanya dia menyusun rencana untuk menunggu harimau. Akan tetapi Wak Katok hendak lari. dan kemudian memberi isyarat pada Wak Katok. Buyung tahu bahwa harimau masih terus memburu setelah dia menyerang dan memakan Sutan." katanya. Buyung berbisik pada Sanip. tertegun.dengan sekuat tenaganya dia menguasai dirinya dan cepat bekerja mengumpulkan bekas-bekas Sutan yang sudah busuk. bahwa harimau itu akan terus memburu. Mari kita makan dulu. "jangan merokok. Setelah selesai makan. "Ikut sajalah perintah. "Kaki Wak Katok kami ikat lagi. "Mengapa?" tanya Wak Katok. Sejam kemudian dia melihat." katanya berbisik.

jimat palsu. pimpinan palsu. kira-kira lima belas meter dari tempat Wak Katok terikat di pohon. "Ya. Dalam hati Wak Katok selama ini bukan manusia yang bersarang. tetapi harimau yang buas. dan sebelum Wak Katok menyadari apa yang mereka lakukan terhadap dirinya. dan lidahnya hampir kelu. "dengarlah. kami maafkan. maka Buyung dan Sanip telah mengikatkan badannya ke pohon. mantera palsu. "tetapi jangan takut. dan mereka berdua menjauhkan diri." "Tapi bagaimana kalau tembakanmu meleset?" tanya Wak Katok dengan suara gemetar." jawab Buyung. tidak. dosa-dosa Wak Katok dahulu kami lupakan. Mula-mula Wak Katok diam. dosa Wak Katok hendak membunuh kami. Hutan terasa hening dan sepi.kemudian Buyung dan Sanip menyandarkannya ke pohon. Tiraikasih Website http://kangzusi." seru Wak Katok "Apa dosaku. "Pakailah segala ilmu Wak Katok untuk membuat tembakanku tepat sekali. dan biarlah hakim yang mengadili Wak Katok di dunia ini.com/ Dewi KZ 177 Tiba-tiba Wak Katok sadar apa yang dilakukan mereka. akan tetapi ketakutannya semakin membesar. dia berkata: "Kalian buat aku jadi umpan harimau?" Matanya terbelatak." kata Buyung. "Tidak. Wak Katok katanya guru dan pemimpin. tapi Wak Katok telah memberi pelajaran palsu. kami lindungi jiwa Wak Katok. Tetapi Wak Katok telah menipu orang banyak. Dan dengan suara yang gemetar penuh takut dan ngeri. Kami hanya hendak mengumpan harimau dengan harimau Lalu Buyung memberi isyarat pada Sanip. tak boleh engkau buat begitu. maka aku disiksa serupa ini?" "Dosa Wak Katok?" kata Buyung. Daun-daun seakan tak . dan Tuhan nanti di akhirat untuk dosa-dosa itu semuanya. dan telah membunuh Pak Haji.

bergerak kepalanya sedikit pun juga.. harta. ilmu. hingga suaranya serak. teriak . maka harimau pun akan datang . asal Sanip mau melepaskannya. Dia menoleh-nolehkan manusia primitip ketika melihat maut hendak datang hinggap di bahunya. telah tibakah harimau. dan setelah dia letih berteriak... kalian lari meninggalkan akuuuuuuuu! Buyuuuuuuuung!!! Toloooooooooong!!" Lama dia berteriak dan menjerit demikian.. dan ketika ini juga tak berhasil. maka dia menangis terisak-isak. jika dia berteriak. Ah. menjanjikan Sanip uang. Akan tetapi jika dia tak berteriak. kretekkretek dahan dan daun kering . dia hendak berteriak. dan lalu menjanjikan uang. harimau akan lebih mudah mendengarnya. lalu dia mencoba mengadu Sanip melawan Buyung. "Buyuuuuuuuuung dimana engkauuuuuuuuu???? Aduuuuuuuuuh. akan tetapi tak dilihatnya mereka. dadanya seakan hendak mencari Sanip dan Buyung. tolooooooong!!!! Tolooooooooooong!!! Kalian tinggalkan aku sendiriiiiiiiii! Bohong kalian.. sawah dan rumah kepada Buyung dan Sanip. teriak manusia yang dicekik kengerian dan ketakutan hati. dan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 178 akan lebih cepat tiba. dan berteriak sekeras-kerasnya. Wak Katok tak lagi dapat menahan dirinya. Dia tak lagi dapat menahan diri. akan tetapi tiba-tiba timbul pula takutnya lebih besar lagi. Kemudian dia menangis kembali.. itu suara napas menghembus-hembus di dalam belukar.

. dengan kepala terkulai. Perlahan-lahan belukar di depan mereka tersibak. "Tak kasihan engkau?" Tetapi Buyung menggelengkan kepalanya. Belum ada sesuatu yang terdengar. Wak Katok telah beberapa waktu diam. Sanip sampai tak tahan. yang telah menimbulkan korban begitu banyak diantara mereka. dan berbisik pada Buyung. dan mereka melihat muka harimau dapat membedakan gerakan itu dengan menunggu dengan hati berdebar-debar. Hanya mata yang amat tajam sekali dan yang memperhatikannya dengan seksama gerakan daun dan dahan yang dibuai angin. Mereka Kemudian mereka mendengar seakan ada sesuatu bergerak dalam belukar di depannya. karena keletihaan. Perlahan dan halus sekali. Sebuah tali nalurinya seakan dipetik berdenting . muncul. dia tempat . dia mengangkat senapan perlahan-lahan. Dia melihat kepada Wak Katok yang terikat bersandar ke pohon di hadapannya.. Kini mereka yang berhadap-hadapan. hanya sepuluh meter di depannya.com/ Dewi KZ 179 berhari-hari.pecah. dan melihat muka harimau. Akan tetapi dia mengangkat kepalanya ketika mendengar harimau mengeram kecil. agak terbuka di Harimau itu memperhatikan hadapannya dan kemudian dia menegangkan tubuhnya dan sebuah geram kecil timbul di dalam rongga dadanya. Kemudian tibatiba Buyung mengangkat kepalanya. mereka muka harimau yang telah memburu-buru Tiraikasih Website http://kangzusi.

membuka mulutnya hendak menjerit. mati di tanah satu meter dari tempatnya . dan harimau Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 180 terhempas melompat.. biarlah Wak Katok dibunuh harimau. dan ketika harimau membuka mulutnya mengaum yang dahsyat berkumandang bergelombang di dalam hutan. Akan tetapi kini dia merasa seluruh badan dan pikirannya tenang.. bercampur dengan pekik erang sang harimau. Kemudian melintas dalam kepalanya. dia yakin pada dirinya sendiri. akan tetapi tibatiba kepalanya jatuh terkulai. Buyung membidik hati-hati . dan yang ke luar dari mulutnya hanyalah bunyi napas yang dikejutkan ke luar...bunuhlah dahulu harimau dalam hatimu sendiri . dan bunyi erang ketakutan yang menyayat hati. membidikkan senapan tepat ke tengah antara kedua mata harimau.. siap hendak melompat . dan kemudian diam... Hatinya tertarik pada pikiran ini . dan kemudian baru dia menembak ... dia menginsyafi bahaya besar yang mereka hadapi. dia dapat juga membiarkan hariamau menerkam Wak Katok dahulu. meronta-ronta sebentar di tanah. Harimau itu merendahkan badannya. tangannya dan seluruh badannya akan gemetar jika melihat harimau.. Buyung membidik hatihati. Sepanjang hari hatinya selalu bertanya-tanya.. Dia tahu apa yang dilakukannya.. memberatkan jari telunjuknya pada pelatuk senapan. apakah dia tidak akan ketakutan dan tak kuasa membidik. dan dia merasa khawatir. Dengan gembira dia melihat tangannya tak gemetar. menunggu . tetapi dia seakan mendengar bisikan Pak Haji . dan mereka melihat seakan harimau ditahan oleh sebuah tangan raksasa yang maha kuat di udara.

" Petang itu mereka masih sempat menguburkan sisa-sisa Sutan. dan Wak Katok tergelincir jatuh ke tanah. "kita bermalam saja di sini malam ini. dan beberapa saat mereka menunggu. Buyung dengan cepat mengisi senapan kembali. Dalam malam ketika mereka duduk dekat api unggun yang mereka pasang lebih besar dari biasa. Wak Katok masih hidup.terbujur. dan kita memasang pondok di tepi sungai. Dengan cemas Buyung memeriksa pukulan jantungnya. Sanip melompatlompat dan melonjak-lonjak kegirangan. Dia menarik napas lega. dan keduanya lalu berteriak kegirangan melihat harimau telah mati." kata Buyung. Buyung melepaskan tali ikatan Wak Katok. Dan Buyung melihat bahwa celana Wak Katok basah. melihat apakah harimau benar-benar telah mati. Dia hanya jatuh pingsan ketakutan. Habislah mengalir lalu segala ketegangan dan ancaman ketakutan yang dahsyat dan ngeri yang mereka derita sejak berhari-hari. Kemudian dengan hati-hati Buyung dan Sanip mendekati harimau. Peluru tepat mengenai tempat di tengah-tengah kedua matanya. dan Wak Katok duduk terikat kaki dan tangannya dekat api. Buyung dan Sanip duduk . Harimau itu sungguh besar. Tinggallah hanya kini kenangan sayu pada kawan-kawan yang telah jadi korban. "Mari kita kuliti dia cepat.

Dan dia merasakan. Akan tetapi dia tak menyesal. Dia akan memasang jerat lain untuk menangkap kancil untuk Zaitun. Kegembiraan yang terasa olehnya duduk demikian dekat api unggun seperti dulu masih belum kembali. Mereka tak bernafsu untuk berbicara banyak kini.. ingat pada kata-kata Pak Haji. dan jari menekan pelatuk senapan. akan tetapi juga harimau di dalam dirinya sendiri.diam-diam. Wak Katok tak pernah lagi membuka mulutnya sejak dia sadar dari pingsannya. bahwa harimau dalam hatinyalah yang berbisik demikian. di saat itu sungguh dia amat terpedaya oleh suara iblis yaip membisikkan ke telinganya untuk menahan pelatuk... Buyung duduk memandangi lidah-lidah api yang menari-nari. Buyung tersenyum pada dirinya sendiri . ketika dia menarik pelatuk. dan dia tak merasa benci pada Siti Rubiyah. bahwa bukan saja dengan tarikan pelatuk senapan dia telah menembak mati harimau rimba yang buas.. ketika dia membidik harimau. Dia teringat pada apa yang telah terjadi selama beberapa hari yang lalu. dan dia melawannya dengan kuat. agar harimau menerkam Wak Katok lebih dahulu .akan tetapi dia sadar. Jika demikian dirinyalah yang dipikat oleh Siti Rubiyah. . Sebuah kesadaran baru timbul dalma dirinya. Seakan di celah lidah-lidah api dia dapat melihat Siti Tiraikasih Website http://kangzusi. kemudian dia teringat pada saat penuh ketegangan.com/ Dewi KZ 181 Rubiyah.

.. dia akan mencintai manusia. telah habis dia kini tahu bahwa hidup manusia tak semudah yang disangkanya. orang sendiri tak dapat hidup sebagai manusia. Untuk membina kemanusiaan perlulah mencinta. Dia tahu benar kini..com/ Dewi KZ 182 Haji dengan kata-katanya . Siapakah yang menyangka hal-hal yang demikian dalam diri Pak Balam. Pak Haji. Talib dan Sutan . besar kecil kezaliman. atau ada dan tak adanya kezaliman tidak boleh diukur dengan jauhnya terjadi dari diri seseorang. dia akan belajar dan berusaha jadi manusia yang hidup dengan manusia lain .. Salahlah bagi orang memencilkan diri... dan untuk menjadi manusia haruslah orang terlebih dahulu membunuh harimau di dalam dirinya. Sanip... dia akan mulai mencintai Zaitun ..? Setiap orang wajib melawan kezaliman di mana pun juga kezaliman itu berada. dia tak akan kembali memenuhi janjinya pada Siti Rubiyah... Wak Katok. dan pura-pura menutup mata terhadap kezaliman yang menimpa diri orang lain . ya. mereka esok akan pulang ke kampung dan tahu... Apa yang terjadi antara Siti Rubiyah dengan dia adalah sebagai air sungai yang telah mengalir jauh di belakang -telah tertutup.bunuhlah dahulu harimau dalam dirimu . Dia kini mengerti benar apa yang dimaksud oleh Pak Tiraikasih Website http://kangzusi.Sebuah kesadaran baru tentang hidup dan manusia terasa tumbuh dalam dirinya. Manusia di mana juga di dunia harus mencintai manusia. Buyung merasa sesuatu yang segar ..

ikatan mantera dan ikatan jimat yang palsu. ada sebuah batu yang sebenarnya baik dibuat cincin. warnanya merah hati ayam.com/ Dewi KZ 183 majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya.. Alangkah enaknya merasa jadi manusia kembali. Buyung tersenyum.memasuki dirinya. ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Selain sebagai wartawan ia dikenal sebagai sastrawan. kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang lelah dilarang terbit. Ia turut mendirikan Kantor Berita 'Antara'. esok kita cari di sungai... diikat dengan suasa..pengarang ternama ini dilahirkan tanggal 7 Maret 1922 di Padang. dan berkata : "Sanip. seakan sebuah beban berat yang selama ini menimpa kepala dan seluruh dirinya telah terangkat. lepas dari ikatan takhyul." TAMAT BIO DATA PENULIS MOCHTAR LUBIS ." Sanip tertawa: "Jika engkau ingin batu cincin. dan berpaling pada Sanip. Cerita-cerita pendeknya dikumpulkan dalam buku SiJamal . Ia mendirikan Tiraikasih Website http://kangzusi. Sejak zaman Jepang ia telah aklif dalam lapangan penerangan. Pinggangnya terasa bebas lepas dari ikatan jimat-jimat palsu yang diberikan Wak Katok . "Karena di antara batu-batu jimat itu.. ada yang aku sayangkan kita membuang jimat-jimat Wak Katok ke dalam api. Pada waktu pemerintahan rezim Sukarno." "Mengapa?" tanya Sanip heran. bagus sekali kalau digosok.

Pada tahun 1950 ia mendapat hadiah alas laporannya tentang Perang Korea dan tahun 1966 mendapat hadiah Magsaysay untuk karya-karya jurnalistiknya.(1950) dan Perempuan (1956). Sedangkan romannya yang telah terbit: Tidak Ada Esok (1950). romannya yang mendapat sambutan luas dengan judul Harimau! Harimau! (Pustaka Jaya 1975) telah mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama sebagai buku terbaik tahun 1975. . Sedangkan Maut dan Cinta (Pustaka Jaya 1971) mendapat hadiah Yayasan Jaya Raya. Jalan Tak Ada Ujung (1952) yang mendapat hadiah sastra dari BMKN. Selain itu. Senja di Jakarta yang mula-mula terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Twilight in Jakarta (1963) dan terbit dalam bahasa Melayu tahun 1964. Kadang-kadang ia pun menulis esai dengan nama samaran Savitri dan juga menterjemahkan beberapa karya sastra asing seperti Tiga Cerita dari Negeri Dollar (1950). Kisah-kisah dari Eropa (1952).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful