MOCHTAR LUBIS HARIMAU! HARIMAU! Yayasan Obor Indonesia Jakarta, 1993 Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam I orbitan (KDT) LUBIS, Mochtar Harimau-Harimaii/Mochtar Purnama Sidhi. - Eil. 1. -Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1992 vi + 214 hlm.: 17 cm. ISBN 979-461 -109-3. Judul. 813 Judul: Mochtar Lubis, Harimau! Harimau! Copyright © Mochtar Lubis Hak Cipta dilindungi Undang-Undang • Ali rights reserved Celakan pertama sampai dengan keempat oleh P.T. Dunia Pustaka Jaya Diterbitkan ulang pertama kali Lubis; ilusirasi, Ipong

oleh Yayasan Obor Indonesia, anggota IKAPI DKI Jakarta Edisi pertama : Mei 1992 Edisi kedua: September 1993 YOI: 149.10.8.92 Desain Sampul: lpong Purnama Sidhi Alamat Penerbit: Jl. Plaju no.lOJakaita 10230 Telp. 32448$; 32697$ Fax. (021)324188

Sebagian terbesar bagian hutan raya tak pernah ……..melintas ketakutan lewat sudut jalan-jalan dan tanah lapang meratap kengerian angin lalu ada yang tidur yang lain bangun hati berdebar cemas turunlah hujan semuanya teror dan sunyi sepi…… dijejak manusia dan di dalam hutan raya hidup bernapas dengan kuatnya. Berbagai margasatwa hidup dan di serangga dalamnya. penghuninya mempertahankan

Demikian pula tanaman dan bunga-bunga anggrek, yang banyak merupakan mahkota di puncak-puncak pohon tinggi. Di bahagian atas hutan raya hidup siamang, beruk

1
Hutan Raya terhampar di seluruh pulau, dari tepi pantai tempat ombak-ombak samudera yang terentang hingga ke Kutub Selatan menghempaskan diri setelah perjalanan yang amat jauhnya hingga ke puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi dan setiap hari diselimuti awan tebal. Hutan raya berubah-ubah wajahnya. Yang dekat pantai merupakan hutan-hutan kayu bakau, dan semakin jauh ke darat dan semakin tinggi letaknya, berubah pula kayu-kayu dan tanaman di dalamnya, hingga tiba pada pohon-pohon besar dan tinggi, sepanjang masa ditutup lumut, yang merupakan rendarenda terurai dari cabang dan dahan.

dansebangsanya dan burung-burung; dan di bawah, di atas tanah, hidup harimau kumbang, gajah dan beruang; di sepanjang sungai tapir, badak, ular, buaya, rusa, kancil dan ratusan makhluk lain. Dan di dalam tanah serangga berkembang biak. Banyak bagian hutan raya yang menakutkan, yang penuh dengan paya yang mengandung bahaya maut dan hutan-hutan gelap yang basah senantiasa dari abad ke abad. Akantetapi pula ada bahagian yang indah dan amat menarik hati,tak ubahnya seakan hutan dalam cerita tentang dunia peri dan bidadari, hutan-hutan kecil yang dialasi oleh rumput hijau yang rata, yang seakan selalu dipelihara dan dibersihkan, dikelilingi oleh pohon-

pohon cemara yang tinggi dan langsing semampai dan yang menyebarkan wangi minyak cemara ke seluruh hutan. Di tengah hutan yang demikian sebuah anak sungai kecil, dengan airnya yang sejuk dan bersih mengalir, menccraeah, menyanyi-nyanyi dan berbisikbisik, dan akan inginlah orang tinggal di sana selamalamanya. Di dalam hutan terdapat pula sumber-sumber nafkah hidup manusia, rotan dan damar dan berbagai bahan kayu. Manusia yang dahulu hidup di dalam hutan seperti binatang, dan kemudian meninggalkan hutan untuk membangun kota dan desa, kini pun selalu kembali ke dalam hutan untuk berburu atau mencari nafkah. Mereka bertujuh telah seminggu lamanya tinggal di dalam hutan mengumpulkan damar. Pak Haji Rakhmad, yang tertuadi antara mereka. Pak Haji demikian panggilannya sehari-hari, telah berumur enam puluh tahun. Meskipun umurnya telah selanjut itu, akan tetapi badannya masih tetap sehat dan kuat, mata dan pendengarannya masih terang. Mendaki dan menuruni gunung membawa beban damar atau rotan yang berat,

menghirup udara segar di alam terbuka yang luas, menyebabkan orang tinggal sehat dan kuat. Pak Haji selalu membanggakan diri, bahwa dia tak pernah sakit seumur hidupnya. Dia bangga benar tak pernah merasa sakit pinggang atau sakit kepala. Di waktu mudanya ketika dia berumur sembilan belas tahun, dia pernah meninggalkan kampungnya, dan pergi mengembara ke negeri-negeri lain. Ada lima tahun lamanya dia bekerja di kapal. Dia pernah tinggal dua tahun di India, belajar mengaji di sana. Pak Haji juga pernah mengembara ke negeri Jepang, ke negeri Cina, ke benua Afrika dan ke bandarbandar orang kulit putih dengan kota-kotanya yang ramai. Akan tetapi kampung halaman memanggilnya juga kembali. Dan setelah dua puluh tahun mengembara, akhirnya Pak Haji menunaikan ibadah haji, dan kemudian kembali ke kampung. Dia kembali bekerja mencari damar, seperti yang dilakukan oleh ayahnya dahulu, dan yang telah dilakukannya pula sejak dia berumur tiga belas tahun mengikuti ayahnya. Pak Haji selalu berkata, setelah merasakan semua

otot-otot tangan dan kakinya bergumpalan. dia lebih senang juga jadi orang pendamar. rambutnya masih hitam. Anak-anak muda itu semuanya murid pencak Wak Katok. Bibirnya penuh dan tebal. Mereka juga belajar ilmu sihir dan gaib padanya. berumur dua puluh dua tahun dan telah berkeluarga. Dia juga ahli pencak dan dianggap dukun besar di kampung. Secara tak pemimpin rombongan pendamar itu. Sanip berumur dua puluh lima tahun. Tampangnya masih serupa orang yang baru berumur empat puluhan saja. Talib berumur dua puluh tujuh tahun dan telah beristri dan beranak tiga. Mereka melihat wak Katok merupakan salah seorang yang dituakan di kampung. Yang muda-muda di antara mereka bertujuh. Perawakannya kukuh dan keras.pengalamannya di dunia. Orangnya resmi Wak Katoklah yang merupakan . yang termuda di antara mereka. juga telah beristri dan punya empat anak. dan Buyung. baru berumur sembilan belas tahun. Anggota rombongan yang ketujuh ialah Pak Balam yang sebaya dengan Wak Katok. kumisnya panjang dan lebat. Sutan. Dia terkenal juga sebagai pemburu yang mahir. Mereka tak pernah meragukan kebenaran kata-kata dan perbuatannya. Wak Katok berumur lima puluh tahun. yang dianggap seorang pemimpin dan disegani orang banyak. matanya bersinar tajam.

mereka merasa lebih aman dan lebih dapat bantumembantu melakukan pekerjaan. karena termashurahli pencak. dan uangnya selalu habis untuk membeli segala rupa obat. menderita penyakit malaria ketika hamil di Tanah Merah. minta pada Wak Katok dibuatkan gunaguna untuk merebut hati perempuan itu. dan dibuang oleh Belanda selama empat tahun ke Tanah Merah. Akan tetapi dengan berombongan tujuh orang bersamasama. dan malahan agak ditakuti. kandungannya keguguran.di kampung. Dia tak punya anak. ketika beruang menghadangnya di hutan. Benar juga. Dia pernah ditangkap pemerintah Belanda di waktu apa yang dinamakan pemberontakan komunis di tahun 1926. Mereka bertujuh selalu bersama-sama pergi mengumpulkan damar. meninggalkan suami dan anakanaknya..pendiam. Isterinya terusmenerus sakit. Isterinya. meskipun mereka sebenarnya tak berkongsi. akan tetapi kuat bekerja. disegani. dan masing-masing menerima hasil penjualan damar yang dikumpulkannya sendiri. Khadijah.. sewaktu dia masih muda. Dan tentang ilmu sihirnya. Dan beruanglah yang kalah dan lari masuk hutan. Kata orang dia dapat bertemu dengan hantu dan jin. Menurut cerita. Wak Katok dihormati. orang hanya berani berbisikbisik saja tentang ini. yang telah berani ikut mengangkat senjata melawan Belanda.. badannya kurus. si perempuan sampai minta cerai dari suaminya. yang mengikutinya dahulu ke pembuangan. dan mahir sebagai dukun. dia pernah berpencak melawan seekor beruang. Orang kampung . pernah seseorang yang tergila-gila padaseorang perempuan. Mereka termasuk orang baik di mata orang sekampung. yang menganggapnya sebagai seorang pahlawan. Diceritakan orang juga. Pak Balam juga dihormati orang. dan sejak itu tak pernah lagi dapat beranak. bahwa dulu. Banyak cerita lain tentang kejagoan Wak Katok.

Pak Balam dan kawankawannya dahulu bangkit menekan rakyat. memaksa rakyat membayar macam-macam pajak baru. duduk mengobrol di kedai kopi seperti orang lain. akan tetapi lama-lama orang biasa juga dengan tingkahnya yang aneh. Buyung.tahu. Karena orang komunis tidak mengakui adanya Tuhan. Pak Haji dihormati orang di kampung. bahwa Pak Balam bukan seorang komunis. dan rakyat tidak lagi merasa hidup bebas dan merdeka. mereka ikut bekerja besama-sama ketika ada orang . memencilkan diri di kampung. Mereka orang-orang wajar seperti sebagian terbesar orang di kampung. dan orang kampung pun tidak lagi mengacuhkannya. Dia tak hendak jadi pemimpin di kampung. dia seakan mengasingkan diri. Pak Haji kelihatannya senang dikesampingkan begitu. baik pemimpin agama maupun masyarakat. dan tidak percaya pada agama. Mereka baik dalam pergaulan. pergi sembahyang ke mesjid. Mula-mula orang kampung mengatakan dia jadi angkuh karena telah lama di luar negeri. karena Belanda terlalu keluarganya. Dia seorang yang saleh beragama dan pasti bukan orang komunis. Dia tak hendak menikah. Akan tetapi orang kampung kurang mengerti dia. Talib dan Sanip juga termasuk anak muda yang dianggap sopan dan baik di kampung. Sejak dia pulang dari pengembaraannya ke dunia luar. karena umurnya dan hajinya. Sutan. meskipun dipaksa-paksa oleh melawan Belanda.

Mereka tertawa. Biasanya jarang dia membawa senapan jika men-damar. Mereka tak berbeda dari orang lain. mereka mimpi. memperbaiki jalan-jalan. saudara dan kawan yang baik. Senapan lantaknya sudah amat tua. Senapan hanya dipakainya jika berburu rusa atau babi. Dan . mereka berharap. hendak mengajak mereka memburu rusa. 0oo0 2 Wak Katok membawa senapan lantaknya. Mereka adalah ayah. Dia senang menyandangnya.membangun rumah. Pisau belati. akan tetapi bagus sekali. yang dua bulan lalu acap datang memasuki huma Wak Hitam. Tetapi sekali ini dia mengatakan. sedih seperti juga orang lain di kampung. Laras besinya penuh dengan ukiran halus. atau parang di pinggang adalah pelengkap pakaian letaki. Buyung amat senang dengan senapan itu. mereka menangis. atau keris. suami. Mencari nafkah untuk keluarga. tempat mereka bermalam di tengah hutan. berganti-ganti dengan Wak Katok. Senjata adalah perhiasan letaki. Dan kini mereka bekerja di dalam hutan raya. kesal. Mereka adalah manusia biasa. mereka marah. bandar atau pun menyelenggarakan perhelatan.

Kemudian peluru dimasukkan. rusa atau babi telah lama lari dan menghilang. Wak Katok suka juga meminjamkan senapannya kepada Buyung. dan gagangsenapan dari kayu mahoni cokelat kehitaman akan kelihatan halus dan berkilau seperti beludru. Tapi dia tak bermaksud membeli senapan lantak yang kuno. didorong lagi ke dalam. Dan sedang kita berbuat demikian. Telah dua tahun lamanya dia menyimpan uang untuk membeli sebuah senapan. Mula-mula harus dimasukkan tepung mesiu melalui laras depan. senapan lantak memaksa orang harus mahir dan tepat membidik dan . Sekikis debu pun atau bekas mesiu tak ada yang tertinggal. Senapan lantak terlalu lamban untuk dibawa berburu.senapan di bahu lebih lagi memberi rasa gagah dan perwira pada seorang letaki. karena dia tahu Buyung senang pada senapan. supaya padat. Lalu mesiu dilantak dengan tongkatnya. Akan tetapi. Buyung telah lama ingin mempunyai senapan sendiri. maka senapan selalu dikembalikan jauh lebih bersih dan diminyaki pula. Barulah senapan dapat ditembakkan. hingga laras besi bersinar biru tua berkilauan ditimpa cahaya. dan selalu menjaga dan membersihkannya baik-baik. beratus kali. Buyung akan menggosok laras senapan berulang-ulang. Tiap kali setelah Buyung meminjamnya.

Pujian dari Wak Katok sebagai pemburu yang termahir dan penembak merupakan semacam pengangkatan resmi juga untuk Buyung. yang dibidiknya tepat di belakang kupingnya. Wak Katok dalam kemarahan hatinya ketika itu mengatakan. pelurunya menembus mata kiri seekor babi yang datang menyerang. Jika tidak maka akan hilanglah kesempatan menembak untuk kedua kalinya. bahwa dia sendiri pun tak dapat memperbaiki tembakan Buyung. Wak Katok pandai membaca segala macam jejak di hutan. Sejak kecilnya Buyung telah mendengar cerita-cerita tentang kejagoan dana kebesaran Wak Katok. Jarang benar dia meleset. tak seorang juga yang dapat menandingi Wak Katok perkara menembak dan berburu. Sungguh sebuah pujian besar sang babi. ketika dalam berburu babi ramai-ramai dengan orang kampung. harus kena dengan tepat. dan di sanalah peluru mengenai memujinya. Karena menurut cerita orang di kampung. Karena itu dia yang terpandai di seluruh kampung. Hampir selalu kena sasarannya.menembak. Buyung merasa amat bangga dan namanya sebagai penembak yang mahir mulai termashur di kampung. Buyung bangga benar dengan kepandaiannya menembakkan senapan lantak. Dia pernah membidik seekor babi yang sedang lari. Wak Katok sendiri pernah datang dari Wak Katok. Sekali bidik dan sekali tembak. dia mahir mencium kebiasaan dan ketakuan berbagai rupa mahkluk hutan. .

membuat orang jatuh sayang atau takut atau segan. mati terhampar di tanah. Buyung dan kawan-kawannya selalu bermimpi akan diberi pelajaran oleh Wak Katok ilmu sihir yang dahsyat. dan malahan diterima pula menjadi murid pencak dan ilmu sihirnya. yang dapat mengelakkan bahaya ular. dia dapat membuat orang muntah darah sampai mati.sungguh merasa beruntung dapat ikut mendamar dalam rombongan Wak Katok. letaki atau perempuan. Wak Katok dapat membunuh lawannya. Sebagai dukun dia terkenal ke kampung lain. dia pandai membuat jimat yang ampuh. dia punya mantera dan jimat supaya orang selamat dalam perjalanan. tanpa tangan. Dia telah jatuh cinta benar pada si Zaitun. Dia terutama sekali ingin dapat belajar mantera pemikat hati gadis. dia punya ilmu pemanis untuk orang muda. kaki atau pisau mengenai lawannya. atau binatang buas yang lain. atau jimat supaya kebal terhadap racun ular. jimat supaya kebal terhadap senjata. dan lawannya pasti akan jatuh. hingga tak dapat terlihat oleh orang lain. dia punya ilmu yang dapat membuat seseorang sakit perut sampai mati. membuat orang menerima permintaan seseorang. jika bersilat. akan tetapi juga dapat mengobati perempuan atau letaki yang kena guna-guna. anak Wak . perut atau ulu hati lawan. Cukup dengan gerak tangan atau kaki saja yang ditujukan ke arah kepala. Menurut cerita orang. dan dia punya mantera untuk menghilang. Dia pandai mengobati penyakit biasa.

darahnya berdebar teringat pada kemungkinan ini. jika dapat ilmu demikian. maka dari jauh-jauh dia telah membuang mukanya.Hamdani. dan seakan tak tahu bahwa Buyung lewat dekatnya.. akan tetapi sang gadis seakan acuh tak acuh saja. nanti engkau buat tergila-gila padamu semua perempuan di kampung ini. Akan tetapi tak boleh engkau pakai untuk menggoda isteri orang. jika mereka bertemu di jalan yang menuju pancuran. Ilmu ini hanya untuk membela perempuan. kata Wak Katok. alangkah mudahnya dia mengintip Zaitun lagi tidur. Dan mata Zaitun akan mencari matanya. kalau kita dihina . dan memancarkan cahaya yang penuh arti. atau lagi mandi ... Tetapi Wak Katok belum hendak memberikan ilmu ini kepadanya.. atau jika engkau sungguh cinta dan hendak memperistri seorang perempuan. Akan tetapi kadang-kadang. pura-pura asyik bercakap-cakap dengan kawan-kawannya. jika melihat Buyung dari jauh datang hendak berpapasan dengan dia. dan alangkah mudahnya dia menjadi kaya jika dia punya ilmu serupa itu . Engkau masih terlalu muda. darah masih panas. Kadang-kadang Zaitun tersenyum amat manis sekali kepadanya. dan Buyung pun sejak kecil berkawan dengan Zaitun. Dia telah bermimpi tentang hal-hal yang dapat dilakukannya. Ayah Buyung bersahabat dengan ayah Zaitun.. Ketika mereka masih kehormatan letaki. Pak Lebai di kampung. Buyung dan kawan-kawannya juga amat ingin mendapat ilmu menghilang.

dan kebetulan Buyung ada di rumah. Jika Zaitun demikian. dan sekelilingnya terasa olehnya terang benderang. maka Zaitun berbuat tak acuh sama sekali. Dan dia ingat sering menggangu Zaitun terlalu sekali. dan jika Buyung mendekat. maka jangankan melihat Buyung saja pun dia tak mau. Bagaimana hendak memikat hati gadis yang demikian. dia menegur Buyung. ketika dia berumur dua belas tahun. Jika dia disuruh ibunya ke rumah Buyung membawa kiriman masakan. Buyung tak tahu apa perasaan Zaitun yang sebenarnya terhadap dirinya. Tetapi. maka Buyung merasa hatinya seakan terlonjak. Buyung hanya setahun saja lebih tua. dan kini dia telah jadi seorang muda. dan menyapa Buyung dengan "kakak" padahal. ketika Zaitun berbicara dengan ibunya. tiba-tiba saja. dan hampirhampir mereka tak pernah bertemu lagi.kanak-kanak. dan mereka tak lagi dapat bergaul sebebas dahulu. dan kakinya serasa tak berpijak lagi di lantai. . Zaitun seakan menjauhkan diri. jika Zaitun datang ke rumahnya. sehingga Zaitun nienangis. mereka sering main bersama-sama. terlambaung ke langit yang ketujuh. Tetapi kadang-kadang. Kadang-kadang Zaitun baik sekali. maka terkadang dia baik dan manis sekali pada Buyung dan akan tersenyum manis pula dan dia kelihatan amat cantiknya. penuh bunyi suling dan orang menyanyi. Tiba-tiba saja Zaitun telah jadi seorang gadis.

Sedang Buyung menganggap dirinya telah dewasa." kata ibu Buyung. ayahnya berkata : "Si Tun sudah gadis benar. Dan dia pun sudah pandai bekerja. "Kiranya Zaitun senang padanya?" "Semua gadis kampung akan suka bersuamikan Buyung." "Ya. asal Wak Katok mengajarkan mantera yang diperlukan. ayah dan ibunya. dia masih tetap saja seorang anak kecil yang belum dewasa. ketika Zaitun datang membawa makanan untuk ibu Buyung dan setelah Zaitun pergi. dia telah tamat sekolah rakyat. berkenan menerima Zaitun sebagai menantu." Hati Buyung berdebar-debar. Ini terjadi pada suatu petang. dan berkata : "Di matamu tak ada anak yang lebih gagah lagi dari anakmu sendiri." "Si Buyung pun sudah besar. Dia pun sudah sekolah." terdengar suara ayahnya. bahwa dia tak ada di rumah. Buyung tahu bahwa orang tuanya. Dan tak juga terjawab ." terdengar olehnya suara ibunya berkata dengan bangga." sahut ibu Buyung. Buyung mendengar dari kamar di sebelah. "Sebenarnya sudah boleh kita kawinkan dia. dan dia pun sudah pandai mencari nafkah sendiri. dan rajin sembahyang dan mengaji." kata ayahnya. Ayahnya tertawa. Di mata ibunya. Sudah sembilan belas tahun umurnya. Dia telah berumur sembilan belas tahun. dia telah tamat Qur'an sampai dua kali. Kelihatannya baik takunya. "dia rajin bekerja di rumah. Dia pandai pula menjahit. Tetapi ayah dan ibunya berhenti membicarakan Zaitun.kalau tidak dengan mantera Wak Katok? Buyung bersedia melakukan apa saja. ketika ayah dan ibunya menyangka. Buyung pernah mendengar mereka membicarakan hal ini. "Entahlah si Buyung itu.

Jika anjing lain hanya menyatak-nyatak saja bila mengerubungi babi. seperti dia cinta pada Zaitun. sebagainya. Yang . maka anjing Buyung biasanya yang pertama menyerang. Pak Lebai selalu bersikap baik padanya. bahwa jika Zaitun tak merasa seperti yang dirasakannya. Kadang-kadang serasa hilang akal Buyung memikirkan perkawinan itu. Pak Lebai senang padanya. bagaimana dan pekerjaannya pengajiannya. Susah juga hati Buyung sebentar ketika itu. bahwa ayah Zaitun. dan isterinya memilih dia pula. apakah Zaitun suka padanya. dan dia selalu mencari menanyakan damar. keadaan bagaimana Buyung. Buyung dalam hati sebenarnya tak melihat sesuatu halangan meragukan hanyalah bagaimana sebenarnya hati Zaitun sendiri terhadap dirinya. Akan tetapi hatinya terobat juga mengingat. Buyung hanya punya seekor. Dan malahan Pak Lebai pernah meminta pikiran Buyung tentang bagaimana melatih anjing untuk berburu. Pak Lebai punya empat ekor anjing berburu. Buyung tahu. karena Pak Lebai amat suka berburu. Buyung merasa amat bangga dalam hatinya.pertanyaan. bahwa untuk menikah dengan Zaitun. Buyung tahu. akan tetapi dia sendiri ingin memilih isteri. bahwa ayah dan ibunya ternyata senang dan suka pada Zaitun. maka rasanya tak puas hatinya akan kawin dengan Zaitun. Cintakah Zaitun padanya. tetapi anjingnya terkenal amat berani. meskipun kedua orang tua mereka menyetujui biasanya orang kawin menurut pilihan yang dilakukan orang tua saja. tiap kali mereka berjumpa. Buyung merasa.

di ruangan tamu. di atas meja. Apalagi bersugi tembakau. maka dia suka lupa dan melempar paman dengan suginya yang besar. dan giginya putih dan teratur. dan amat hitam warnanya. Kulitnya kuning langsat.bagaimana padanya. Alangkah cantiknya Zaitun. seperti kini dia selalu membayangkan Zaitun. Dan kalau dia berkelahi dengan paman. di dapur. bahwa . terurai sampai ke bawah pinggang. sugi tembakau bibinya bergerak di mana-mana. maka Zaitun tidak akan diizinkannya makan sirih dan kapur yang menghitamkan gigi. di bawah bantal. Bibirnya merah. Rambut Zaitun panjang. dapat. Dan sugi bibinya besar-besar. berombak-ombak. Pamannya selalu bertanya. dan kakinya cantik sekali. dan supaya dirinya selalu terbayang di depan matanya. membuat Zaitun jatuh cinta jika nanti dia kawin dengan Zaitun. meskipun dia tak makan sirih. hampir sekepal tinju menurut cerita pamannya. mengapa bibi tak dapat membuang sugi dengan teratur ke tempat ludah. Pinggangnya amat ramping... Dan pamannya tak berhenti-hentinya mengeluh tentang sugi bibinya ini. Jangan seperti bibi Buyung. Buyung pernah mengintip Zaitun sedang mandi dengan kawan-kawannya di pancuran. rindu padanya. Buyung telah memutuskan dalam hatinya. supaya Zaitun setiap saat ingat padanya. Pergelangan kakinya ramping.. di tangga.

. Suara Zaitun amat merdu. Dalam hatinya Buyung amat ingin lekas menjadi lebih begitu inginnya dia hendak apabitakah kekasihnya . jika Zaitun yang membacanya terdengar seratus kali lebih menarik dari jika dibacakan oleh Pak Lebai. Tetapi itu dahulu. Akan letapi dia menahan dirinya kuatkuat. Buyung tak hendak mengalami serupa ini dengan Zaitun. dan dia akan ditertawakan dan diolokolokkan oleh seluruh kampung.. Telah lama Buyung tak mendengar Zaitun menyanyi.dan bertanya-lanya dirindukannya akan pulang ke kampung. mendengarkan lagu Zaitun dari dekat. alangkah malunya . Hampir saja Buyung ke luar dari tempat persembunyiannya. Waktu mengaji pun suaranyalah yang paling lembut dan merayu. Mereka menyanyikan lagu sedih.seperti perempuan lain yang makan sirih dan bersugi? Tetapi pamannya menyimpan sugi demikian. dan Zaitun selalu jadi bintang penyanyi kelasnya. Entahlah kini. lagu seseorang yang rindu pada kekasihnya yang pergi jauh yang merantau. Pernah juga Buyung mendengar tak pernah berhasil melatih bibinya Zaitun menyanyi di pancuran bersama dengan kawankawannya. Ayat-ayat Kitab Suci. Suaranya amat halus dan merdu. Zaitun sekelas lebih rendah dari Buyung. jika dia ketahuan mengintip gadis-gadis yang sedang mandi? Aduh.. karena teringat apa kata orang sekampung. Di waktu mereka sama-sama sekolah.

Bunyi dangungdangung yang hilang-hilang timbul. berladang. . yang kehilangan. Umpamanya Sutan.. dan ikutlah dia menyanyi. seperti kawan- Pandai benar dia memainkan dangung-dangung. yang kerinduan. sekali lagu gembira. dan merataplah dangung-dangung. tua atau muda. maka Talib biasanya tak dapat menahan dirinya. dan suara Talib menyampaikan ratap tangis orang yang kesepian. Buyung pun akan mengeluarkan sulingnya. dan yang pandai pula bekerja mencari uang. dan dia pun memainkan segala macam lagu. Sanip penggembira sekali. pikirnya. berjual beli kambing atau lembu. maka keluarlah dangung-dangung. Jika mereka sedang duduk di sekeliling api unggun di tengah rimba. dan kadang-kadang dia berdagang pula. Dia bersawah. Dan setiap ada kesempatan. berpantun yang sedihsedih. yang lebih pandai bersilat dari dia.dewasa dan letaki yang matang. meskipun mereka sama-sama murid Wak Katok. dan Sanip menyanyikan lagu-lagu sedihnya dengan dangung-dangung. dan amat pandainya bergaul dengan perempuan. Dapat saja disuruhnya dangung-dangung menyanyi. dan mereka bertiga akan meratap ber sama-sama. sedusedan kawannya yang lain. yang telah menikah. dipasangnya ke mulutnya. Yang paling senang kiranya orang seperti Sanip. Sanip selalu membawa sebuah dangung-dangung dalam saku bajunya. mengambil rotan dan damar. sekali lagu sedih. bunyi suling yang menangis..

Banyak benar leluconnya tentang ketakuan lebai. masing-masing dengan kenang-kenangan sendiri. dan di sekeliling mereka tegak hutan rimba yang hitam dan besar. dan ia pun akan ikut menyanyi dengan suaranya yang agak serak. juga kelihatan terkesan oleh lagu-lagu demikian. dan dia akan berdiri dan menari. dan kemahirannya memainkan dangungdangung.ratap hati manusia yang haus pada kebahagiaan. orang yang bermuka dan berbadan keras. maka dangung-dangung disuruh menyanyi gembira. menutup matanya. Dia suka melucu dan menceritakan kisah-kisah yang lucu. Buyung juga cemburu melihat Sanip yang dengan mudah menganggap segala apa yang terjadi seperti soal yang ringan. dan rokok daun enau yang terjepit antara jari telunjuk dan ibu jarinya akan mati sendiri. Pak Haji akan duduk termenung. menari dan menyanyi. Cocok juga perangainya yang periang ini dengan badannya yang pendek dan gemuk. Wak Katok. Kalau umpamanya mereka sedang . hasrat-hasrat sendiri. terlupa. Dan mereka bertujuh duduk di sekeliling api. Sanip juga seorang pelawak. sehingga anak-anak. Cemburu pada keriangannya. Jika timbul hatinya hendak bergembira. Dia ingin dapat semudah Sanip menyanyi dan menari dan bercerita. yang menimbulkan tertawa mereka terkekeh-kekeh. pikirannya melayang entah ke mana. Buyung juga suka merasa cemburu pada Sanip. dan kelihatan seakan wajahnya jadi kosong. muda yang lain tak dapat menahan diri. ikut berdiri.

Pernah sekali mereka pergi berburu. ah. tak lagi dapat mereka temukan. Rusa lari. dan artinya akan lebih banyak rusa yang dapat engkau tembak di hutan. hingga jalan menjadi licin dan badan mereka basah kuyup. Yang penting.. Dan meskipun mereka buru sepanjang hari. "engkau harus lebih pandai membidik!" Dan tiba-tiba Buyung merasa. dan Buyung membidik dan menembak rusa dengan senapan Wak Katok. Akan tetapi tembakannya tak kena." Sungguh kesal hati Buyung mendengarnya. dan dia membalas: "Bagaimana engkau tahu dia akan beranak? Bagaimana kalau dia diterkam harimau?" Cepat saja datang balasan Sanip: "Oh rusa seekor dimakan harimau tidak akan menghabiskan semua rusa di hutan. Buyung menyesali dirinya tak putus-putusnya. rusa itu akan beranak lagi. ingatlah uang yang akan engkau dapat setelah damar terjual di pasar." katanya sambil mengerdipkan matanya mengganggu Buyung.menempuh hutan." Ingin Buyung dapat bersikap demikian.. maka Sanip dengan gembira akan berseru ". maka Sanip akan berkata ".. jangan susah hati.. habis hujan datanglah terang!" Jika Sutan mengeluh karena beban yang didukungnya amat berat. dan turun hujan yang lebat. tertawalah. akan tetapi Sanip enak saja berkata: "Apa yang engkau susahkan Buyung. betapa Sanip dan kawankawannya .

dan Talib akan berkata: "Aduh. tak putus-putusnya. Anaknya sudah empat. dan dia tak berhak merasa kesal. Tetapi Talib dan Sanip bersahabat erat. dan karena kesalahannya maka semua susah payah mereka jadi percuma. dia pernah mendengar SitiHasanah. Jika hujan turun sedang mereka bekerja di hulu hutan. Mereka telah sepanjang percaya akan kemahirannya menembak. Talib seorang pendiam kurus dan jangkung. adik Zaitun. Istrinya hanya baru berhenti karena kehabisan nafas dan keletihan. Biasanya orang yang demikian telah bersikap seperti orang tua. ini karena hari dibawanya mengejar rusa. memarahi Talib dari pagi hingga petang. yang menyebabkan marah isterinya tambah lama tambah hebat. karena isterinya tak putus-putusnya mengomeli dan memarahinya. dan Talib diam saja. Pada suatu kali mereka mengumpulkan damar amat . Dunia dan hidup ini gelap saja terasa olehnya. isteri Talib. Buyung tak mengerti bagaimana Sanip. Menurut cerita si Rancak. hujan begini akan berhari-hari lamanya!" Dan Sanip dengan suara gembira akan mengatakan: "Untung hujan. kita sempat beristirahat. Menurut cerita orang kampung." Dan mereka semua akan tertawa. Buyung merasa dia harus minta maaf pada kawan-kawannya. mereka pergi berteduh di dalam pondok yang dibuat dari daun-daun pisang hutan dan keladi. dan berlainan sama sekali dengan Sanip. yang telah beristri dan punya anak itu dapat berperangai seperti seorang muda yang masih bujangan saja.sebenarnya baik hati terhadap dirinya. Ke mana-mana mereka berduadua. tak menjawab dan tak membalas.

Dia sendiri tak banyak berbicara. tetapi masih lebat. Untung besar kita!" Sedang Talib berkata dengan suara sayu: "Aduh. asal jangan hanyut saja kita nanti di sungai. Sebentar kemudian babi pun hancur dikoyak-koyak oleh anjing. maka seorang pemburu datang mendekati babi hendak menombaknya. akan tetapi dia seorang. Dia pernah bercerita. Talib tanpa ragu-ragu menyerang babi dengan tombaknya. Pernah kelika orang sekampung berburu babi. ini dua kali lebih banyak dari yang biasa kita bawa pulang. dan ikut pula tertawa. Buyung pun merasa hormat pada Pak Haji yang tua.banyaknya. Ketika duduk dekat api unggun di malam hari. Dia masih kuat mendukung beban damar menandingi siapa pun juga di antara mereka. Dia melemparkan tombaknya. Beban damar yang harus mereka pikul pulang amat berat. dan anjing-anjing lelah mengepung babi. akan tetapi babi dapat mengetak. menyeberang dengan beban seberat ini!" Biarpun Talib pendiam. . maka lama dia tertahan tak dapat meneruskan perjalanan di Singapura. dan menyelamatkan pemburu itu. Badannya sedang. dan selalu memandang dunia dengan mala yang gelap. akan tetapi suka mendengar percakapan orang lain. bahwa ketika dia baru berangkat meninggalkan kampung. Meskipun rambutnya sudah putih. dan Sanip berseru gembira: "Aduh.yang berani juga. tak tinggi dan tak pendek. jika dipaksa maka dia maju juga menceritakan pengalamannya selama merantau ke dunia luar. lalu balas menyerang. tanpa memperdulikan anjing-anjing yang berkerumun mengelilinginya.

Sampai dia harus bekerja jadi kuli. karena suami seorang penyanyi perempuan Cina. Aku pernah ikut jadi pembantu seorang tukang sunglap dan tukang sihir. Ketika kapalnya singgah di Kalkuta dia turun ke darat. Seorang kami di jalan. Tokyo. bandar Manila. Dia pernah pula bercerita. "maka saya pun melarikan diri. "Berbulan-bulan "Banyaklah pelajaran yang aku dapat di perjalanan. dan tak kembali ke kapal. Dia mengembara dengan sirkus kecil kepunyaan seorang Cina. Dia bekerja menjadi tukang dansa yang mengendarai sepeda. pernah ikut jadi anggota sebuah rombongan sirkus." kata Pak Haji dengan Jenakanya. cemburu padanya dan hendak membunuhnya dengan pisau. jadi tukang masak. Dari India lewat jalan darat bersama dengan beberapa puluh orang lain dia berjalan menuju negeri Arab. Shanghai. Dia meneruskan perjalanan hingga Lahore." Kemudian dia bekerja sebagai tukang masak disebuah kapal yang berlayar antara negeri India dengan Jepang.karena kehabisan uang. Penang. . Sungguh mengasyikkan ceritanya tentang kota-kota besar seperti Kalkula. Di sana katanya dia belajar agama Islam pada seorang guru besar. sampai ke negeri Siam." cerita Pak Haji. "Karena merasa bersalah. dan malahan katanya pernah dia selama dua bulan bekerja jadi tukang kuda di istana Sultan Johor. Dan di Bangkok katanya dengan terburu-buru dia terpaksa meninggalkan sirkus. Rangoon.

Sampai malam orang kampung mencari kami. tetapi aku tahu bahwa ada bahaya. tiba-tiba dia datang berlari masuk kamar. . Tukang sulapku tak hendak kalah. Pada suatu kali dia ditantang oleh seorang ahli sihir lain di sebuah tempat yang kami lalui untuk mengadu kepandaian.Afghanistan yang tinggi dan besar. aku minta supaya orang banyak membayar terlebih dahulu. dan aku pun membawa barang dan mengejar larinya yang cepat dengan langkah-langkah besar. Kemudian aku tanyakan padanya apa yang terjadi. Dan mengatakan dia pun sanggup. dan kemudian menyambung lidah itu kembali. Akan tetapi kami segera tiba di luar kota. Dia tertawa besar dan mengeluarkan uncang uangnya. aku dengar teriakan orang banyak penuh amarah. Sebelum dia mulai. Sedang aku menyiapkan barang." katanya. dan menyiapkan semua barang kami. Aku tak mengerti apa yang terjadi. dan berlari ke bukit-bukit batu dan bersembunyi di bukit. Dia dapat memotong lidah burung. dengan cepat mengambil bungkusanbungkusan. "Sebelum aku mulai. dan memerintahkan aku supaya berlari mengikutinya. Waktu diundi dia yang harus memotong lidah anak itu lebih dahulu dan kemudian menyambungnya kembali. Sekali ini memotong lidah seorang anak kecil. menyuruh aku kembali ke tempat penginapan kami. "Kemudian setelah uang aku kumpulkan. Jauh di belakang kami. dia berbisik padaku.

" "Tetapi bagaimana dengan lidah anak itu. tetapi hatinya selalu menariknya kembali pulang ke kampung. siapa yang akan menyambungnya?" tanyaku. dan di malam hari penuh . dia terus kembali bekerja ke hutan mencari damar dan rotan.maka aku potong lidah anak itu." "Tetapi mengapa engkau lari?" tanyaku. Pak Haji bekerja di kapal yang berkunjung ke pelabuhan-pelabuhan di benua Afrika dan Eropah. ceritanya. katanya. "Ha. Jadi anak kapal hampir serupa dengan orang yang bekerja di hutan. "Ah." katanya. maka orang kampung akan memukulinya. karena aku katakan aku hendak pergi mengambil obat. Ketika dia tiba di kampung.. yang mengatakan dicobanya. Kemudian aku suruh mereka menunggu. Setelah naik haji. karena di jaman dahulu banyak sekali terjadi hal-hal yang gaib dan tak masuk akal kita. Di atas kita langit luas.. Tetapi aku terus berlari menuju tempat kita menginap. Demikian cerita Pak Haji. cepat sekali dan sedikit ujungnya saja. akan tetapi siapa tahu. Biarlah Mereka tak dapat memastikan kebenaran cerita Pak Haji ini. Kalau dia pandai. "bukankah ada tukang sihir lawanku." dan dia tertawa terbahak-bahak. hingga kurasa anak itu tak merasa sakit. dia pandai menyambungnya. Hidup jadi pendamar dan perotan juga yang dapat memuaskan jiwanya. maka selalu orang akan terikat padanya. jika dia tak pandai. maka anak itu mendapat sambungan lidahnya kembali. Sekali terlawan oleh hutan. Katanya dia telah mencoba segala hidup di negeri orang lain." katanya. "karena aku tidak pandai menyambung lidahnya kembali.

yang terdengar dan yang tidak terdengar. Sungguh banyaklah cerita Pak Haji. yang kelihaian dan tak kelihatan. Air Jernih terletak pula di tepi Sungai Air Putih yang bermuara ke danau. biar kita di tengah hulan belantara sekalipun. gelap malam lautan bercahaya di sekeliling. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu. karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung. Tetapi di sana tak ada pohon dan tanaman. Tak ada bunyi-bunyi hutan. akan tetapi jauh ke dalam hutan.bertaburan bintang. mereka harus meninggalkan kampung. dan tak ada makhluk hutan. Di lubuklubuk yang dekat ke kampung ikannya tak banyak dan tak besar-besar lagi. dipancing atau dijala. kita dikelilingi oleh pohon dan tanaman. maka mudahlah menangkap ikan. yang terletak di tepi Danau Bantau. Macam-macam saja pengalamanya. Rasanya kita satu dengan hidup di bumi. memasuki hutan dan mendaki gununggunung. air sungai membuat lubuk-lubuk yang besar dan dalam. karena selalu ditangkap orang. Mereka menuju hutan dengan menyusur pinggir sungai. Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. Mereka selalu membuat tempat . Air Jernih. Rasanya seperti kosong di lengah laut. Tetapi di hutan. memudikinya. Asyik sungguh hati mpndengarnya. UNTUK pergi bersama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar. dan di dalam lubuk-lubuk serupa ini banyaklah ikan besar. ada yang lucu. Tetapi di banyak tempat yang datar. Ada yang dahsyat. oleh margasatwa dan serangga. ada yangsedih dan ada yang gembira.

Jika mereka tak mendapat ikan atau burung yang jarang terjadi. Mereka membawa beras. duduk di atas batu dan mencoba mengail ikan. dan jauh di dalam hutan bunyi siamang yang mengimbau-imbau tak berhenti-hentinya. Sungguh sedap rasanya. Dan kalau mereka rajin dan ada waktu. . ada sebuah huma kepunyaan Wak Hitam. Mereka memasang lukah di sungai jika tak membawa jala atau bunyi orang bergendang. amat sangat menyenangkan pancing. karena tak berapa jauh dari hutan damar. setelah bekerja sehari penuh mengumpulkan damar. kopi dan gula. seakan perasaan.bermalam dekat lubuk-lubuk demikian. Biasanya setelah selesai mengumpulkan damar mereka berburu rusa. Mereka beruntung. baru mereka panggang dendeng atau ikan kering yang dibawa. Dari Air Jernih ke hutan damar. dan panci tempat menanak nasi dan memasak air. hembusan angin di daun. dan mereka mencoba menembak rusa. ada seminggu jauhnya berjalan kaki. Di sebuah pondok di ladang Wak Hitamlah mereka selalu bermalam selama berada di hutan damar. Bunyi air yang menderas di antara batubatu. sedikit asam dan garam. atau setelah berjalan sepanjang hari turun dan naik gunung. dan akan dapat membawa dendeng rusa pulang. Sekali-kali Wak Katok membawa senapan lantaknya. yang mereka buat dari bambu dan diletakkan di antara batu-batu di sungai. mereka memasang jerat untuk menangkap burung balam yang datang mencari makan di tepi sungai. cabai yang ditumbuk di dalam bambu. dan mereka tak pernah kekurangan ikan selama dalam hutan.

dan menurut cerita orang dia sendiri pun tak ingat lagi pada semua anaknya. kulitnya amat hitam.Wak Hitam adalah seorang tua yang umurnya hampir tujuh puluh tahun. Dia selalu memakai celana hitam. dia melihat seorang muda yang enak saja tinggal di rumahnya seperti rumah sendiri. karena semuanya yang serba hitam pada dirinya. dan setiap kawin selalu dengan anak perawan. Orangnya kurus. Anaknya berserak-serak di tiap kampung. dan di kampungnya ada pula anak bininya. macam-macam pula cerita orang. Padahal rumahnya di Batu Putih besar. Malahan menurut cerita orang lebih lagi. bahwa umur Wak Hitam lebih dari seratus tahun. Pernah diceritakan ketika dia pulang ke rumahnya di Batu Putih. dua hari perjalanan dari Batu Putih. kampungnya. baju hitam dan destar hitam. Bininya empat. hingga Wak Hitam memarahi anak itu. Ada yang berani bersumpah dan mengatakan. Aku anak Ibu Khadijah. tetapi rambutnya masih hitam. Mengapa dia suka tinggal berbulan-bulan di humanya yang amat jauh. dan berkata: "Engkau siapa? Engkau berbual seperti rumah ini rumah ayahmu saja!" Dan orang itu menjawab: "Benar." Rupanya memang anaknya dari istrinya yang bernama Khadijah. Dan kala orang selama hidupnya dia telah kawin lebih dari seratus kali. ini rumah bapakku. . seperti orang Keling. Melihatnya saja sudah menimbulkan rasa ngeri.

Cerita orang macam-macam tentang ilmu Wak Hitam. bahwa tenaga Wak Hitam sudah habis. begitu hebatnya dia dahulu.Karena hal-hal serupa ini barangkali. Kata orang dia berkali-kali pergi naik haji ke Mekkah terbang mengendarai harimau silumannya. maka Wak Hitam lebih suka memencilkan dirinya jauh dari kampung. perempuan kalau bersalaman saja pun dengan Wak Hitam tentu akan bunting. Malahan menurut Sanip. Wak Katok mengakui dia sebagai gurunya dalam ilmu silat dan ilmu gaib. di tengah hutan. Anak-anak muda. bahwa Wak Hitam bersekutu dengan iblis. akan tetapi . Dan kenyataan ini membuat orang kampung bercerita. dan dia hendak ditembak mati. Selalu dia ke sana membawa salah seorang bininya bergantiganti. Ilmunya banyak benar. Karena ada cerita yang mengatakan. Sanip dan Buyung dalam hati takut padanya. Talib. Kalau dia hendak ke mana-mana. Pernah ketika pemberontakan dahulu melawan Belanda di tahun 1926 Wak Hitam tertangkap oleh Belanda. Menurut cerita dia kebal. meskipun tak pernah mereka perlihatkan. seperti Sutan. dan Siti Rubiyah belum lagi mendapat anak dari dia. karena biasanya semua istrinya telah beranak dalam tahun pertama kawin dengan dia. Tetapi yang tercantik adalah istrinya yang paling muda. Siti Rubiyah. dan lebih suka tinggal di ladangnya di Bukit Harimau. maka dia selalu mengendarai harimaunya. Orang-orang telah kenal baik dengan istri-istrinya yang dibawanya ke huma. yang baru dikawininya selama dua tahun terakhir. setan dan jin. dan dia memelihara seekor harimau siluman.

Cerita lain mengatakan. Ketika pemberontakan dikalahkan. pada suatu hari serdadu Belanda mengejarnya. Mengapa dia suka tinggal di huma yang jauh di dalam hutan. dan dia pulang membawa harta. seekor tupaipun tak akan dapat ke luar lari. Lalu serdaduserdadu melihat Wak Hitam berdiri bersandar pada sebuah pohon pisang. cerita lain mengatakan itulah perangai orang yang bersekutu dengan setan dan jin. dan Wak Hitam menghilang. dan Wak Hitam terkepung di dalam sebuah kebun pisang. Akan tetapi yang putus bukannya leher Wak Hitam. berkat ilmunya juga. akan tetapi pohon pisang. yang bersembunyi di hutan . Dan kini dia termasuk orang terkaya di kampung. bahwa Wak Hitam masih punya anak buah dari jaman pemberontakan dahulu.peluru tak dapat menembus badannya. dan menebas kepala Wak Hitam. tak seorang juga yang tahu. Serdadu melompat. tak boleh tinggal lama-lama dengan sesama manusia di kampung. Berjam-jam mereka mencari di kebun pisang. akan tetapi tibatiba dia muncul kembali. Dengan ilmunya selalu dia dapat meloloskan diri dari kepungan tentara Belanda. tak lagi mereka dapat menjumpai Wak Hitam. Mengapa Belanda kemudian tak menangkapnya. Ada yang mengatakan dia ke sana karena harus bertapa. Diceritakan pula. Kata orang. akan tetapi harus menjauhi sesama manusia. banyak pula ceritanya. Kebun dijaga rapat sekali. dan dia berhasil melarikan diri. maka dikabarkan Wak Hitam lama menghilang dari kampung. mengayunkan kelewangnya.

bahwa Wak Hitam punya tambang emas rahasia di hutan. Akan tetapi pekerjaan Tergantung dari untung dan nasib juga. Memang di Sungai Air Putih yang juga mengalir dekat huma Wak Hitam terdapat emas dalam pasirnya. Di . dan di atas pasir dipasang dua buah tungku. Konon ada orang kampung yang pernah mendapat sebutir emas sebesar kelingking.sampai kini. dan mencoba mendulang emas. Rumah Wak Hitam di humanya itu didirikan di atas tiangtiang yang tinggi. Cerita lain lagi berkata. dan hasilnya tak menentu. dan dia sendiri saja yang mengerjakan tambang. Akan tetapi jika damar banyak dan mereka bekerja mengumpulkannya berjauh-jauhan. Orang kampung. Di sinilah istrinya memasak. Di atas lantai oleh Wak Hitam ditimbun pasir yang dibatasi dengan papan kayu. Bahagian depannya merupakan sebuah beranda yang besar dan panjang. dalam musim kemarau. Entah mana yang benar. Mereka bertujuh selalu berusaha untuk pulang ke ladang Wak Hitam sebelum hari gelap. supaya jangan ada orang lain yang tahu. dan yang kini menjadi penyamun dan perampok. Bermalam di rumah Wak Hitam di huma kadang-kadang menyenangkan hati pula. Berbagai orang lain kadangkadang ikut menginap di sana. Di sebuah sudut dekat jendela terletak dapur. dan jika tak banyak pekerjaan di sawah atau di ladang ada juga yang suka pergi ke mudik sungai. maka mereka bermalam saja di hutan. tak seorang juga pernah melihatnya. akan tetapi ini berat. hingga terlambat untuk pulang ke ladang Wak Hitam.

Di sana dia menyimpan damar. Akan tetapi kedua kopor berkunci besar dari besi. dan entah apa lagi. Buyung pernah masuk ke sana. maka isteri Wak Hitam yang ikut dengan dia selalu memasak nasi dan lauk pauk untuk mereka. Jika mereka bermalam di sana. karena orang kampung? Akan tetapi alangkah . Timbul juga syak dalam hati Buyung. senapan berburunya. Mereka berikan beras dan lauk pauk yang mereka bawa. dan sebuah kamar lagi tempat simpanan Wak Hitam. Bukankah amat mudah merampoknya. atau ikan sale. cabai dan berbagai rupa daun-daunan. Mereka senang makan di sana. Beranda ini dipisahkan oleh dinding bambu yang dianyam dari bahagian belakang rumah. dan istri Wak Hitam menanaknya. apakah mungkin di dalamnya emas yang diceritakan bodohnya Wak Hitam menyimpan emas di dalam peti di humanya. Dilihatnya di dalam kamar ada pula dua buah kopor besar-besar terbuai dari kayu hitam.atas tungku tergantung dendeng rusa. ketika disuruhnya mengambilkan senapan berburunya. Sebuah kamar tidur Wak Hitam dengan istrinya. jika ada orang yang berniat jahat? Tetapi siapa yang berani berbuat demikian? Mereka selalu tidur di beranda di atas lantai. bawang. yang terdiri dari dua buah kamar. dan pinggirannya berlapis lembaga yang sudah tua dan hijau warnanya. Sungguh ingin Buyung mengetahui apa isi kopor itu.

Akan tetapi kini dia telah jadi bini orang. Sekali. Atau malam-malam. tetapi Wak Hitam. dan salah seorang bercerita. Dimakan panas-panas dengan kopi hitam panas amat enak rasanya. ketika mereka belum tidur. Mereka semua suka pada Siti Rubiyah. Biasanya pagi-pagi sekali Buyung atau Sanip telah duduk di depan dapur membakar jagung atau ubi. Karena itu selintas pun tak masuk dalam ingatan Buyung sesuatu pikiran tak baik terhadap perempuan itu. bahwa badannya langsing dan bagus . maka dia akan mudah jatuh cinta padanya. Meskipun Buyung harus mengakui. Dalam malam serupa itu. yang ditakuti dan disegani. maka mereka senang duduk dekat tungku. dan bukan orang sembarangan pula takinya. Jika Buyung tak tergila-gila pada Zaitun. ketika dia melagukan ratap tangis seorang perempuan muda yang ditinggalkan suaminya. Hilanglah segala penat dan letih satu hari bekerja di hutan. dan ubi singkong yang dibakar di atas bara yang panas. Semua istri Wak Hitam pandai memasak. Orangnya pun cantik. maka Buyung melihat Siti Rubiyah menghapus air matanya diam-diam.lain juga rasanya dari makanan yang mereka masak sendiri. Sanip akan mengeluarkan dangung-dangungnya dan menyanyikan lagu-lagunya. Yang paling mereka senangi ialah rebus jagung muda atau ubi jalar. sambil membakar jagung atau ubi. Dia masih muda benar. dan selalu mereka mendapat tambahan masakan dari sayuran di ladang. Lagi pula di ladangnya banyak ditanamn sayuran.

. sedang dia bekerja di kebun dan jika dia sedang bekerja di kebun di siang hari. Sering Buyung melihat rambul nya terurai jatuh ke bawah.. dan orangorang tua tak ada dekat-dekat. dan parasnya dengan hidungnya yang mancung dan mulutnya yang terdiri dari dua buah bibir yang penuh dan merah dan selalu basah." kata Sutan menambahkan." katanya. meskipun kecil tetapi kuat dan cantik. dan panjang hingga sampai ke ujung pantatnya. maka sinar matahari yang terik memerahkan pipinya. Sanip tertawa." tambah Buyung. buah dadanya. dan semakin cantik saja dia kelihaian. Talib dan Sanip sekali waktu tak dapat menahan diri. "Kemarin aku mimpikan dia.bentuknya. sambil tertawa penuh arti.?" Lalu mereka tertawa terbahak-bahak. "Engkau lihatkah mata Pak Haji memandang padanya pada suatu kali?" tanya Sulan." kata Talib. "Pak Haji?" tanya Talib takjub. coba kalau takinya bukan Wak Hitam. "Tetapi mata Pak Haji masih kalah dengan mata Wak Katok. "Aduh.. kan dia sudah tua?" kata Buyung. coba kalau dia belum kawin." tambah Sanip. "Lupakah engkau pepatah tua-tua kelapa . ditambah lagi dengan rambutnya yang hitam. "Aduh. maka Talib atau Buyung alau Sanip mulai berbicara tentang kecantikan Siti Rubiyah. dan matanya yang bundar dan terang bercahaya. Ketika mereka yang muda-muda bersama-sama di hutan. "Masa Pak Haji punya pikiran yang begitu?" "Ya." kala Buyung. "Engkau lihat bahagian alas buah dadanya. tebal dan hitam. "Dengarkan si Buyung berbicara. "Aduh coba engkau . jika dia membungkuk meniup kayu di tungku? Tadi pagi aku tolong dia memasang api.

" kata Sanip. aku tidak. dan hendak ditelannya Siti Rubiyah hidup-hidup. "Tapi sebelum dengan Zaitun. Mereka pun tahu sudah tentang cintanya yang tak berbalas terhadap Zaitun. menertawakan Buyung yang tak berpengalaman. karena itu dapat berkata demikian. "Engkau juga. belum punya pengalaman apa-apa." "Ho-ho. "Coba kalau nanti kau sudah dipeluk si Zaitun. Melihat muka Buyung merah padam karena malu." Sutan mengangguk lagi. Aku takut pada Wak Hitam. maka mereka tertawa lebih hebat lagi." kata Talib. seperti dikatakan oleh Sutan. Kemudian mereka beralih kembali membicarakan kemungkinan-kemungkinan Siti Rubiyah di tempat tidur." Mereka berpandangan. yang menimbulkan tertawa mereka yang hebat . "memang dia cantik. lebih baik kau belajar dulu dengan Siti Rubiyah. Seakan hendak ditelanjanginya saja Siti Rubiyah. lupa daratan. baru kau tahu. Aku pun jadi cemburu dibuatnya." Sutan dan Sanip dan Talib menertawakan Buyung. "engkau kan masih bujang masih belum tahu." Dan mereka saling berpandangan dan tertawa. Dan mereka tertawa kembali. tetapi aku tak berani merasa seperti kalian. kalau sudah melihat perempuan cantik. Kau belum tahu apa artinya itu. "sama saja. Atau tak usah di tempat tidur pun boleh tidur. orang tua atau orang muda.perhatikan kalau dia melihat pada Siti Rubiyah dan Wak Hitam lagi tak ada. Aduh." kata Buyung membantah. "Ah. merah padam muka Buyung malu.

kalau orang tua seperti Wak Hitam kawin dengan istri muda seperti Siti Rubiyah." kata Sutan tertawa. Pak Haji dan Wak Katok dan Pak Bakmi yang datang mengunjunginya ke kamar tidur. sebentar-sebentar sakit. hingga sebenarnya malahan menunjukkan adanya perasaan lain dalam dirinya. "semakin tua seorang letaki. perubahan dalam sikap mereka. Dan lebih banyak tinggal di kamarnya saja. Buyung sering pula. "Entah apa gunanya baginya istri sampai empat. semakin perempuan tua ingin punya suami muda." kata Sutan.kembali. "dia sudah tua. akan tetapi hanya akan mempercepat dia masuk lobang kubur saja. Karena mereka tak merasa sesuatu kegembiraan bercakap-cakap dengan Wak merasa khawatir apakah Wak Hitam tak melihatnya Memang dia dapat merasakan sesuatu . Sejak percakapan mereka demikian. Dan memperhatikan kawan-kawannya jika berdekatan dengan Siti Rubiyah. Buyung lebih dia ingin punya bini muda. mengapa dia harus berbini muda lagi seperti Siti Rubiyah?" "Itu kan adat manusia. Untuk menahan umurnya sendiri." "Aduh. Mereka habis-habisan menghantam Wak Hitam yang sudah tua. Akan tetapi dalam beberapa bulan terakhir Wak Hitam sering sakit-sakit. Usaha mereka untuk bersikap dan berbuat biasa terlalu kelihatan. dan kemudian segera pergi." kata Sanip. Yang muda-muda hanya datang sebentar. bukannya dia menahan umurnya.

akan tetapi seluruh perawakannya masih tetap garang dan menakutkan. Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan tetapi rambutnya masih lebat. Tak obahnya dia seakan seekor harimau yang sakit. Mereka semua berpakaian hitam dan membawa parang panjang. Meskipun dia sakit demikian. Akan tetapi mereka tak kenal pada mereka.com/ Dewi KZ 33 Selain dari Siti Rubiyah yang menarik hati mereka untuk bermalam di ladang Wak Hitam.Hitamyang menyeramkan itu. Belakangan ini badannya bertambah kurus. mereka dipanggil masuk ke kamar Wak Hitam. Matanya cekung mendalam. mereka jumpai telah ada enam orang lain yang terlebih dahulu tiba. Tak lama kemudian. Tak pernah mereka melihat orang-orang itu selama ini singgah di ladang Wak Hitam. Tak lama kemudian menembus mereka mendengar suara berbisik-bisik . akan dapat melompat dan menerkam dengan cepat dan mematikan. akan tetapi yang jika dilanggar perasaannya. Mereka sapa-menyapa. yang kelihatannya berat isinya. Buyung lihat dua orang di antaranya membawa dua buah bungkusan. menimbulkan rasa segan orang terhadap dirinya. kumis dan janggutnya telah banyak putihnya. Orang-orang itu pun tak banyak bercerita. maka sekali-sekali mereka Ada sesuatu dalam dirinya yang berjumpa pula di sana dengan berbagai orangyang anehaneh. dan dia masih selalu memakai pakaian hitam. dan duduk berkumpul di antara mereka. Sekali ketika mereka pulang dari hutan.

dan kemudian dihelanya kembali ke luar dan hilang kembali ke dalam hutan. seakan kehadiran rahasia itu menekan perasaannya. Tak lama kemudian mereka ke luar. orang-orang berbaju hitam yang penuh telinganya tak dapat dia mengikuti melihat sikap Siti Rubiyah yang seakan-akan tak acuh.dinding bambu yang tipis. memasak kotak ubi jalar. Rasanya seakan mereka tak pernah ada. Perasaan mereka bertambah tertekan. Siti Rubiyah pun tidak berada di kamar lidur. Siapa mereka? Ke mana mereka? Macam-macam timbul pertanyaan dalam hati tetapi tak seorang pun juga yang berani menanyakan." mengikuti mereka dengan pandangannya. bahwa esok paginya dia bertanya kepada Siti Rubiyah siapakah keenam orang itu. Sutan sendiri pun terdiam. Buyung betapa mereka berjalan dalam gelap samar malam di ladang. dan mereka menghilang ke dalam hutan melalui ladang dalam gelap malam. . akan tetapi tinggal duduk di dekat tungku. Akan tetapi betapa juga Buyung memasang pembicaraan mereka di dalam. dan kemudian hilang dalam pelukan gelap hutan. dan pura-pura tak tahu bahwa orang yang enam itu telah datang dan pergi. Esok harinya Sutan bercerita. Sesuatu bayangan rahasia yang dilontarkan oleh gelap malam ke dalam rumah. akan tetapi Siti Rubiyah menjawab dengan singkat: "Baiklah jangan ditanya. Dia hanya mengangguk saja ketika mereka berenam minta diri dan turun ke dalam gelap malam. dan terus minla diri.

dan kita masih di sini. Dan kemudian tiba-tiba saja lalu dia menjadi . Mereka semua terpesona melihat betapa pandainya dia bercerita. dan mulai bercerita. kebetulan ikut pula menginap seorang tukang bercerita keliling. akan tetapi membuatnya macamlah timbul pikiran mereka untuk memecahkan rahasia ini. Sutan berkata: "Jika mereka datang lagi. karena jagungnya yang muda dicuri tupai." kata Talib. Jika dia bertaku sebagai si datuk tua yang marah amat sangat. dan selanjutnya kita jadi orang kaya?" Akan tetapi sekali-sekali mereka bertemu pula dengan orang-orang lain yang menarik hati dan menyenangkan perasaan. Dia seorang tua dan membawa sebuah gendang dan sebuah suling. kan kita tak usah lagi letih-letih mengumpulkan damar. ketika mereka menginap di sana. mari kita ikuti mereka dari jauh. karena tanpa terlalu susah payah mengajaknya. tentang permusuhan antara seorang datuk yang memiliki kebun jagung dengan seekor tupai amat menarik. "coba kalau kita tahu di mana letak gua itu. Cerita kanakkanak yang diceritakannya.Semuanya ini menakutkan hati Buyung. maka sungguh-sungguhlah dia berubah menjadi pemilik kebun yang marah demikian. Memang menjadi ingin tahu sekali. barangkali mereka penjaga gua emas Wak Hitam. Ke mana mereka pergi?" "Ya. akan tetapi cukup kita mengambil emas banyak-banyak. Aduh alangkah pandainya dia bercerita. Macam- rupanya kesenangannya bercerita. Umpamanya beberapa bulan yang lalu. maka dia pun berdiri di tengahtengah beranda.

akan tetapi mereka paksa juga. Mereka hendak pergi ke kampung Aur Kuning. ketika mereka bercakapcakap." Lalu dia memperhatikan garis-garis tangan Buyung.tupai. mereka berjumpa di sana dengan seorang tua dan seorang anak letakinya yang sudah besar. sambil memakan jagung muda dengan enaknya. dan dari atas dahan pohon yang tinggi dan aman. "tetapi akhirnya anak akan mendapat juga apa yang anak inginkan sekali” Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu orang tua itu memegang tangan Buyung sambil berkata : "Anak kelihatannya yang termuda di sini. di seberang hutan.com/ . Setelah habis makan malam. dan malam itu bermalam di ladang Wak Hitam. Mari aku baca tanganmu." katanya. Anak harus sabar dan tabah menghadapi percobaanpercobaan hidup. maka mereka memberinya hadiah sedikit uang. Mula-mulanya tak hendak dia menerimanya. seekor tupai nakal yang kesenangan mengganggu si pemilik kebun. Asyiklah mereka dibuatnya dengan macam-macam ceritanya. tetapi sungguhsungguh seekor tupai. Hingga kemudian setelah dia selesai bercerita. dan mengambil jalan singkat dengan memintas hutan dan gunung. Pada suatu malam lain. Dan yang kelihatan di depan kita bukan seorang tukang cerita. mengejek yang empunya kebun. "Anak akan banyak mengalami pengalaman yang hebat. dan menambahkan.

Muka Buyung tambah merah padam. Rezeki anak baik." Sutan mulai lagi tertawa mengangggu Buyung. Dan anak jangan lupa. Sutan terdiam dan mukanyn agak pucat. "jangan terlalu percaya pada orang. Buyung senang juga. Sutan mudah berteman dengan orang. Tetapi dalam hati. akan tetapi selalu harus berpikir dahulu baik-baik sebelum dia berbuat sesuatu apa. Katanya. dan anak akan senang nanti di hari tua. disusul oleh yang lain-lain. karena dia mudah tergoda oleh perempuan." katanya pula. supaya Sutan hati-hati terhadap hatinya sendiri. sembilan.Dewi KZ 36 Di sini Sutan tertawa. meski kawan sendiri pun. Buyung teringat pada Zaitun. "Hanya satu harus anak hati-hati dalam hidup ini. delapan. Nasib anak dalam hidup selalu akan dikhianati oleh orang-orang yang dekat dengan anak. Dan Sutan bukannya malu mendengar itu. Muka Buyung merah padam malu-malu. tak boleh memakai pakaian yang terbalik. Akan tetapi mendengar . Pada Sutan dia berkata. tujuh. "Anak panjang umur.. tiga.. enam. karena orang tua itu berkata: penuh bangga. akan tetapi mudah pula lepas." katanya melanjutkan. melainkan mukanya ucapannya kemudian. empat. lima. maka yang lain pun minta tangannya dibaca. "dan anakmu banyak. Dia tidak boleh menurut kala hatinya. Selanjutnya dikatakannya pula bahwa Sutan akan kawin sampai enam kali." Setelah dia membaca garis tangan Buyung.

" katanya. sesuatu yang sejuk yang datang melayang dari angkasa hitam di atas hutan. Seakan ada sesuatu yang menekan di beranda rumah di ladang itu. Juga dia tak hendak membaca tangan Pak Haji dan Pak Balam. dan kemudian orang tua itu berkata : "Gelap saja yang saya lihat. Kepada Talib dan Sanip dia berkata." Mereka berpandangan mata sebentar. dan saya lihat banyak warna merah. dan mengatakan. seakan dia menekan perasaannya yang terganggu. "Tak dapat saya membaca sesuatu. Janganlah turut nafsu hati. setelah memperhatikan telapak tangan kiri dan kanan Wak Katok. bahwa dia tak dapat membaca sesuatu di garis tangan mereka. Tiraikasih Website http://kangzusi. sesuatu rahasia yang gelap dan hitam yang memijit hati dengan jarijarinya yang sejuk. Malam itu mereka tidak berbicara dan mengobrol segembira seperti biasa. supaya mereka amat berhati-hati dalam hidup."Orang muda mesti hati-hati sekali. Kepada Wak Katok dia berkata aneh sekali. karena bahaya selalu mengancamnya. Bahaya besar menanti orang muda di waktu dekat yang datang. Mereka juga berjumpa di sana dengan orang-orang yang . Entah apa artinya saya tak tahu.com/ Dewi KZ 37 "Maaf ya pak." Wak Katok tertawa keras." "Takutkah bapak mengatakan apa yang bapak baca? Saya tak takut." Buyung merasa seakan ini sindiran terhadap Sutan supaya jangan mengganggu Siti Rubiyah. akan tetapi suara tertawanya agak tegang.

Dia mendengar bunyi telapak di tanah. Dia sudah berkeliling dunia. Belanda. dan kemudian setelah Siti Rubiyah menghilang di belakang jalan di .pernah jauh merantau. Wak Katok menahan napasnya ketika Siti Rubiyah lewat di depannya. Dan tak lama kelihatan datang dari kebun Siti Rubiyah membawa sebungkus cucian. Jepang. Kawan-kawannya yang lain di hutan mengumpulkan rotan. menderita demam panas. Asyiklah mendengar Tiraikasih Website http://kangzusi. tentang negeri Cina. Sampai jauh malam mereka mendengar ceritanya gantiberganti dengan Pak Haji. Telah lama juga dia menunggu di sana. Sekali mereka bertemu dengan seorang yang pernah bekerja di New Caledonia. Dia tahu Siti Rubiyah akan lewat jalan kecil itu untuk pergi ke sungai mencuci. Wak Hitam. berjalan menuju ke sungai. Di seluruh huma itu sunyi sepi. Hanya terdengar bunyi burung berkicau-kicau mencari makan di kebun jagung. suami Siti Rubiyah tidur di pondok. dan Portugis dan Benua Afrika. Jerman. pulau jajahan Perancis. Inggris. Katanya di sana banyak orang Indonesia yang bekerja dan pandai berbahasa Perancis.com/ Dewi KZ 38 ceritanya. dan bercerita tentang orang dan penghidupan di pulau-pulau lain. Spanyol. ada dua puluh tahun lebih dia mengembara dari satu negeri ke negeri yang lain. 0oo0 WAK Katok duduk mencangkung di dalam semak-semak di pinggir huma. sampai ke negeri Amerika. Tiba-tiba Wak Katok memasang telinganya.

Dan menyusun kainnya di atas kebayanya di atas batu. dan darahnya mengalir di pompa kuat-kuat oleh jantungnya yang bekerja berdegup-degup amat . meletakkan di atas batu besar. Nafsunya datang menyerang bergelombang-gelombang. Merangkak-rangkak mendekati pinggir sungai. Perempuan muda itu yang menyangka dirinya seorang diri di pinggir sungai dengan tenang membuka pakaiannya. Selama ini dia hanya dapat membayangkan dan menerka tubuh Siti Rubiyah yang ditutupi baju dan kain tua. Dia tidak memakai kutang. Buah dadanya tak besar. Wak Katok menahan napasnya melihat badan Siti Ruhiyah yang terbuka dengan tiba-tiba. Matanya panas dan seakan hendak meloncat ke luar dari kepalanya. Dadanya terasa sesak. Wak Katok menahan napasnya. menyala kuning langsat ditimpa matahari. Akan tetapi kini dia dapat melihatnya sendiri. Dia tak memakai celana dalam.balik semak-semak dengan perlahan-lahan dia berdiri. akan tetapi bagus Tiraikasih Website http://kangzusi. seluruh tubuhnya dicium oleh sinar matahari. Kemudian Siti Rubiyah membuka kainnya. dan mengikuti jauh dari belakang. dan bersembunyi di dalam belukar tebal yang tumbuh di pinggir sungai. Sebentar dia berdiri telanjang bulat di pinggir sungai di atas batu. Wak Katok mengendap masuk ke dalam semak-semak. Matanya tak putus-putusnya mengikuti gerak-gerik Siti Rubiyah. Seluruh tubuhnya kencang dan kaku.com/ Dewi KZ 39 Dia membuka kebaya tuanya dan bentuknya.

Serangan nafsu berahi telah lewat. Tetapi dia menahan dirinya. dan melangkah kembali ke jalan kecil menuju ladangnya. dan mencuci kain. Kemudian dia mengambil onggokan kain kolor dan merendamnya mencangkung di dalam air dan mulai menggosok kain dengan sabun. Kini dia agak tenang. Coba aku air sungai yang mengalir itu. Siti Rubiyah cepat membungkuk dan memakai sebuah kain tua yang hendak dicucinya.. Dia membenamkan bahagian badannya di bawah pinggangnya dalam air. terkejut aku. dan setelah mengeringkan badannya dengan sehelai kain. tetapi yang dapat dikuasainya. ada?" "Marilah. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia mengumpulkan cuciannya. Lalu dia duduk Kemudian Siti Rubiyah mandi." "Siti. menjerit kecil.. Wak Katok tertawa menentramkannya. 0oo0 MEREKA telah dua minggu bekerja mengumpulkan damar . dan yang tinggal ialah api birahi yang membakar kuat. Wak. Bagaimana Wak Hitam?" "Masih panas sekali badannya.com/ Dewi KZ 40 "Aku kelupaan rokok di rumah. lalu memakai kebaya dan kainnya. dan kembali mengambilnya. pikir Wak Katok.cepatnya.. Setengah jam kemudian Siti Rubiyah membuka kain yang dipakainya. ke dalam air." dan Wak Katok memegang tangan Siti dan menariknya masuk ke dalam belukar. "Aduh. dan yang kelihatan oleh Wak Katok hanya badannya bagian atas saja. aku bawakan Siti manik yang Siti minta dulu. kusangka beruang atau apa." serunya." "Aduh.

Siti Rubiyah menertawakannya. Buyung mengerti. Banyak juga hasil mereka sekali ini.com/ Dewi KZ 41 berminggu-minggu di tengah hutan." kata Wak Hitam. Siti Rubiyah jarang tertawa. Badannya panas. Sungguh kejam Wak . kulit kayu dan akarakar. dan matanya kemerah-merahan hingga wajahnya lebih menakutkan lagi. jauh dan manusia yang lain. dan melihat cahaya yang hinggap di mukanya dan memancar dari matanya. hingga tak terangkat oleh mereka semuanya sekali jalan. Sekali ini sakitnya kelihatan tambah berat. akan mereka tinggalkan di rumah Wak Hitam. pasti terlalu berat bagi seorang perempuan muda seperti Siti Rubiyah yang memerlukan pergaulan dengan perempuanperempuan yang sebaya dengan dia. Tiap sebentar dia minta minum pada Siti Rubiyah. Lusa pagi mereka akan kembali ke kampung. "Bayar saja nanti mereka jika telah tiba di kampung. pahitnya! Hingga ketika Buyung meludahkannya kembali keluar melalui jendela. Terobat juga lidahnya yang kepahitan mendengar tertawa Siti Rubiyah yang halus. Dia menyuruh Siti Rubiyah merebus obatnya sendiri. Pernah Buyung mencoba rasanya dari periuk di tungku Huuuuhh. Dan Wak Hitam yang sakit telah berjanji akan mengirimkannya ke Air Jernih dengan orang yang lewat.berpangkalan di huma Wak Hitam. Terikat kawin pada orang tua seperti Wak Hitam dan tinggal Tiraikasih Website http://kangzusi. terbuat dari ramuan daun-daunan. Yang tak dapal mereka angkut.

Sebuah di antaranya menuju ke Sungai Air Putih yang mengalir di antara batu-batu besar dan kerikil dan pasir kira-kira setengah kilometer dari ladang. Buyung telah memasang sebuah perangkap kancil di pinggir ladang dekat ke hutan. yang .Hitam! Sejak hari pertama mereka tiba di ladang Wak Hitam. Buyung melihat bekas jejak kancil di sana. Selalu tupai dilepaskannya karena dia tak suka membunuh binatang dengan tak berguna. Tiap petang pun. 0oo0 DARI ladang Wak Hitam terbujur berbagai jalan kecil yang memintas ke hutan dan gunung. dan jika dia ingat cerita tupai dengan Pak Datuk yang kikir. Perangkap dibuatnya dari dahan-dahan kayu dan di dalam perangkap dipasangnya buah jagung muda. Jika dia dapat kancil atau anaknya. Sebuah jalan yang menuju ke Utara adalah jalan yang membawa mereka pulang ke kampung Air Jernih. Binatangnya kecil dan kelihatannya lucu. dan mengganti umpan. maka perasaannya selalu berada di pihak sang tupai. memeriksa. akan tetapi di dalamnya hanya ada tupai. Akan tetapi entah mengapa dia tak sampai hati membunuh tupai. jika pulang dari hutan selalu dia memeriksa perangkapnya. hendak diberikannya nanti pada Zaitun. Setiap hari sebelum berangkat ke hutan mengumpulkan damar selalu dia pergi ke tempat perangkap. Meskipun sebenarnya tupai banyak merusak kebun. Demikianlah maksudnya. Karena beberapa kali pintu perangkap telah tertutup.

com/ Dewi KZ 42 Ke Selatan sebuah jalan kecil memintasi hutan menuruni gunung. karena selalu saja tertutup kembali oleh semak dan pohon-pohon. dia lebih suka mengambil air sungai yang airnya jernih dan sejuk. dan tiap sebentar orang yang melaluinya harus membukanya kembali dengan parang. Mereka selalu mandi ke Sungai Air Putih. maka mereka singgah dahulu di sungai dan mandi di sana. Dia mengambil air membawa tabung-tabung bambu. Sekali-sekali jika pagi hari Buyung bertemu dengan dia hendak mengambil air. Sekali bawa sampai empat tabung. ada tiga hari berjalan kaki jauhnya.menyusuri Sungai Air Putih sebanyak mungkin. Kata Sanip. Buyung mencoba-coba hendak menarik hati Siti Rubiyah. kampung Batu Putih. menunggu-nunggu Siti Rubiyah tiba. Kalau bukan orang perimba pasti akan sesat jika mengikutinya. menuju kampung Wak Hitam. akan tetapi. ketika jalan meninggalkan sungai dan memilih sendiri tempat-tempat yang mudah dilaluinya. maka Buyung menolongnya membawakan tabung bambu airnya. Jalannya kecil sekali. dan meskipun di ladang ada sumur. Dua . Tiraikasih Website http://kangzusi. Tetapi Sutan sendiri suka mandi lebih lama dari kawankawannya yang lain. Dan kemudian di hutan Sutan pasti akan mengganggu Buyung. Siti Rubiyah pun selalu mandi dan mencuci pakaian di sana. kecuali di beberapa tempat. Jika pulang dari hutan di petang hari. dan hampir-hampir tak kelihatan.

hari sebelum mereka akan pulang, ketika Buyung pulang dari hutan menjelang tengah hari, untuk menjemput keranjang besar tempat damar, buyung memintas jalan di sungai, dan melihat Siti Rubiyah sedang bermain-main di dalam air. Dia amat asyik dalam air, hingga tak terdengar olehnya Buyung datang. Buyung pun berjalan lebih hati-hati dari biasa. Siti Rubiyah sedang mencoba menangkap ikan-ikan kecil di sungai dengan tangannya. Dia mendekapkan kedua belah tangannya, membuat tangannya menjadi semacam cabung yang bulat, dan memasang tangannya diam-diam di dalam air. Ditunggunya hingga anak-anak ikan masuk berenang ke

dalam

tangannya,

dan

kemudian

dengan

tiba-tiba

tangannya diangkatnya ke atas. Akan tetapi ikan-ikan kecil yang jinakTiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 43 jinak merpati amat cepat dapat melarikan diri, dan lepas dari tangkapan. Siti Rubiyah pura-pura marah, dan menampar air beberapa kali, akan tetapi kemudian dia akan memasang tangannya kembali dan menunggu ikan-ikan kecil masuk. Sinar matahari menyiram mukanya dan kemudian menari nari di permukaan air, membuat mukanya yang kuning langsat seakan penuh dengan siraman cahaya yang berkilauan; terang matahari bersarang ke rambutnya yang tebal dan yang kelihatan bertambah hitam dan kini seakan memancarkan

percikan cahaya kecil-kecil, cahaya matahari yang datang dari langit dan dari permukaan air sungai membasuh seluruh mukanya, bahunya dan buah dadanya dengan terang dan bayangan, sungguh terpesona Buyung memandanginya. Jika dia bosan bermain demikian, maka dia menyanyi. Suaranya halus dan lagunya sedih, lagu orang kesepian. Rupanya Buyung terlalu keras menatapinya, karena seakan terkejut dia mengangkat kepalanya, dan kemudian ketika dia melihat Buyung yang berdiri di bawah pohon di tepi sungai, sinar terkejut meninggalkan matanya, dan senyum kecil yang amat manis menghiasi pula bibirnya, dan dia berseru: "Engkau itu Buyung! Mengapa telah pulang kini?" Muka Buyung merah padam, merasa malu, akan tetapi Siti

Rubiyah tak memperlihatkan seakan dia melihat sesuatu yang ganjil dalam sikap Buyung. Sedang Buyung merasa darahnya tersirap, dan mengalir cepat sekali dalam badannya dan jantungnya berdebar-debar keras. Sungguh aneh sekali perasannya. Dia merasa amat sangat tertarik pada Siti Rubiyah, ingin dia mendekatinya dan memegangnya dan memeluknya, akan tetapi pada waktu yang bersamaan hatinya merasa takut pula. Berbagai macam ketakutan yang timbul dalam hatinya. Takut pada perasaan hebat yang timbul dalam dirinya sendiri, takut karena ingat pada Wak Hitam, dan takut pada Siti Rubiyah sendiri, takut jika dia tahu apa yang dirasanya terhadap dirinya, maka Sili Rubiyah akan marah, dan mungkin tak mau lagi tertawa semanis itu padanya, dan

Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 44 dia pun merasa takut berdosa, karena dia sadar, bahwa perasaannya yang demikian dilarang oleh ajaran agama. Tetapi meskipun demikian, Buyung tak dapat menahan dirinya dari merasa demikian. Tak obahnya seakan sesuatu tenaga yang lebih besar menguasai seluruh badan dan jiwanya dan menghapuskan dari pikirannya, dari hatinya, cintanya kepada Zaitun, takutnya pada Wak Hitam, takutnya kepada Tuhan, takutnya kepada sikap Siti Rubiyah sendiri, dan takutnya pada perasaan ganjil yang dahsyat yang menguasai dirinya. Buyung melangkah ke dalam sungai, mendekati Siti Rubiyah yang duduk di dalam air. Siti Rubiyah memandang

seraya mengangkat kepalanya kepada Buyung, dan tertawa, dan berkata: "Aku coba menangkap ikan kecil. Tetapi mereka cepat lari. Seakan terasa saja padanya tangan kita akan bergerak untuk mengangkatnya ke luar dari air." Dari ketinggian tempat Buyung berdiri, jelas sekali dilihatnya buah dada Siti Rubiyah yang separuh terbuka, yang kecil dan bundar akan tetapi membuat belahan pula di antara keduanya, kulit dadanya halus, dan di rambutnya mutiaramutiara air berkilauan, bibirnya merah. Suara Buyung terasa garau ketika berkata: "Aku pulang hendak mengambil keranjang. Kami dapat banyak damar." Tetapi kakinya tak hendak bergerak dari tempat itu, dan dia

berkata, melupakan semuanya: "Marilah aku tolong engkau menangkap ikan." Buyung membungkuk dan kepala mereka amal berdekatan, badan mereka amat berdekatan, dan dengan suka cita Buyung lihat, bahwa Siti Rubiyah sama sekali tak berusaha menjauhkan dirinya. Ketika itu Buyung merasa amat dekat sekali pada Siti Rubiyah, dan lupalah dia sama sekali pada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 45 Zaitun. Mereka sebaya, dan mudah benar Buyung merasa berkawan dengan dia. Buyung tak tahu berapa lama keduanya mencari-cari ikan. Siti Rubiyah banyak bercerita. Dia bercerita, bahwa dia

dipaksa kawin oleh orang tuanya dengan Wak Hitam, sedang sebenarnya dia tak hendak kawin dengan Wak Hitam. Hampir dia membunuh dirinya, kalanya, ketika dipaksa kawin dengan Wak Hitam. Akan tetapi karena menghormati dan takut pada ayah dan ibunya, maka diturutinya juga kemauan ayah dan ibunya. Dia tak pernah merasa senang selama kawin dengan Wak Hitam, cerita Siti Rubiyah. Dia selalu ingin tinggal di Kampung, dan ingin bergaul dengan kawan-kawan yang sebaya dengan dia. Akan tetapi Wak Hitam dalam bulanbulan terakhir selalu saja membawa dia ke huma, dan istriistrinya yang lain ditinggalkannya di kampung. Dia merasa amat kesepian di ladang, dan merasa tak enak

Sungguh kasihan dia. katanya mengaku. "Siapa itu?" "Buyung. Dia hendak memakai . seakan dia merasa jijik dan tak senang dengan Wak Hitam. "mengambil mengambil keranjang. Jatuh juga hati Buyung melihatnya tak berdaya demikian. Wak Hitam mengawininya. Dapat banyak damar kami. didengarnya Wak Hitam memanggil. bahwa dia tadi singgah dan lama berbicara dengan Siti Rubiyah? Buyung ingat akan cerita-cerita tentang ilmunya yang hebat. dikawini dengan paksa oleh seorang tua. dan dipaksanya sebenarnya takut pada Wak Hitam. dan dia bergegas ke rumah mengambil keranjang. keranjang.berdua-dua demikian. Tahukah Wak Hitam. Dia dengan Wak Hitam di tengah hutan Rubiyah." "Marilah sebentar ke mari.com/ Dewi KZ 46 Ketika dia tiba di atas beranda. Dan Siti Rubiyah menarik air muka. Pasti dia kesepian dan ingin berkawan dengan orang-orang muda yang sebaya dengan dia. Wak. hanya dengan maksud untuk memperpanjang kemudaannya untuk mempermuda dirinya sendiri. Segan benar Buyung sebenarnya meninggalkan Sili umurnya. Tiraikasih Website http://kangzusi." sahutnya enggan. seorang perempuan muda demikian. dan dipaksa pula tinggal bersama di tengah hutan. Di mana Siti Rubiyah?" Tersirap darah Buyung sedikit. akan tetapi kemudian dia teringat tujuannya yang sebenarnya dirinya meninggalkan suasana yang amat menggembirakan bercakapcakap dengan Siti Rubiyah.

Mendengar suaranya dan melihat keadaannya yang demikian. Wak Hitam mencoba duduk. dan air teh akan tumpah jika cangkir tak dipegang kuat-kuat oleh Buyung. keringat dengan sebuah lap kain merah yang terletak dekat bantalnya. "Aduh Buyung. hitam dan putih. tetapi tak kuat." katanya dengan suara yang lemah dan gemetar. hilang pula rasa takut dan was-was dalam hatinya. Cerek tempat air terletak jauh dari kasurnya.dan bukan tak mungkin ilmu firasatnya begitu hebat. Wak Hitam memegang cangkir dengan kedua belah tangannya. Dia minum dengan lahap. dan tangan kanannya membawakan cangkir ke bibir Wak Hitam. dan kemudian merebahkan dirinya kembali. tolong berikan aku air secangkir. Ketika Buyung masuk dia mengerang. Wak Hitam terbaring di atas kasur di lantai. dan cangkir bergoyang karena getar kedua tangannya. hingga dia dapat mengetahui apa yang terjadi jauh dari dirinya. Kepalanya memakai kupiah wol yang tebal yang belangbelang merah. Buyung mendorong punggungnya dengan sebelah tangannya. Buyung menguatkan dirinya. Seluruh badannya gemetar. dan membaca mantera penjaga diri yang diajarkan Wak Katok padanya dan dia melangkah dengan tenang ke dalam kamar tidur Wak Hitam. Buyung mengisi semangkuk air teh dan membawa padanya. Rupanya demamnya sedang naik. berselimut hitam tebaltebal. Buyung menyeka keningnya yang penuh .

Barangkali dia terlalu bergegas berangkat. dan muda." Kemudian dia diam." sahut Buyung "Ohhhh. Beginilah Buyung. apalagi anak-anak atau keluarga yang lain. kehilangan perhatiannya. dan berkata: "Bini yang tua dan bini yang katanya. dan dia seakan merasa tak dapat bernapas di dalamnya." kemudian timbul kembali kekesalannya dan iba hatinya pada dirinya sendiri. "di mana Siti Rubiyah?" Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kembali memandang pada Buyung. Di tengah jalan Buyung bertemu dengan Sili Rubiyah yang hendak pulang. Tiba di luar rumah. dan berkata: bekerja."Aduh. Kamar terasa seakan sesak. udara dalam kamar berat dan panas dengan bau badan Wak Hitam yang sakit." katanya kembali. Buyung. Bini sendiri pun tidak lagi memperdulikan kita. beginilah kalau sudah tua dan sakit-sakit. akan tetapi dia tak lahan rasanya tinggal di dalam kamar yang panas dan gelap dengan Wak Hitam yang demam panas. mencuci. biar mereka dapat membagi-bagi harta yang kita tinggalkan." keluhnya. "Di sungai saja kerjanya." Kemudian diam diam sebentar. engkau masih harus . sama saja. Mereka malahan menunggu dan mendoakan supaya kita lekas saja mati. udara panas dihirupnya dan terasa amal segar sekali.com/ Dewi KZ 47 "Di sungai. lalu memandang pada Buyung. tak ada lagi yang mengurus awak." Hati Buyung lega disuruhnya pergi. tak hendak mengurus kita dengan benar. Dari jauh Siti Rubiyah telah "Pergilah. "kalau sudah tua dan sakit-sakit.

" kala Talib. Dia terkejut ketika mendengar suara Talib mereka berdua bekerja bersama mengumpulkan damar. dan Buyung bergegas kembali ke hutan. karena harus berdusta demikian. dan menengok ke atas.. "Sudah terlalu lama." Dengan tak disadarinya Buyung telah menyanyi rupanya." Dan dia takut Talib akan melihat betapa pipinya memerah. Di tengah hutan ingatannya yang penuh gembira dapat berjumpa tadi dengan Siti Rubiyah tak terganggu oleh ketokan Tiraikasih Website http://kangzusi. Enam ekor burung gagak kelihatan terbang melintas di atas hutan tempat mereka . Akan tetapi Talib terus berbalik meneruskan pekerjaannya. "Aduh senang juga hatiku. dan dia tak sadar telah tiba di tempat mereka bekerja.com/ Dewi KZ 48 burung pelatuk yang mengisi hutan. telah tumbuh sesuatu yang mendekatkan mereka.tersenyum. Dan Buyung bukannya tak senang dengan perasaan ini. senang benar hatimu. "Aduh. karena Wak Hitam memanggil-manggilnya." tiba-tiba dia berhenti berkata. di sungai tadi. Buyung mengatakan padanya agar dia bergegas. Kali ini seakan senyumnya mengandung arti yang lebih dalam. esok kita akan pulang ke kampung. dan kini Talib memajukan sebuah pertanyaan yang sukar pula untuk menjawabnya: "Mengapa engkau lama?" Akan tetapi otaknya dengan cepat bekerja dan dia menjawab: "Oh... sampai menyanyi segala. Siti Rubiyah terus pulang. dan panas demamnya kelihatannya lelah menjadi lebih tinggi. aku memperbaiki perangkap kancilku sebentar. Seakan dari pertemuan mereka.

" kala Talib. dan untuk menyiapkan perbekalan pulang." "Kalau di kampung ada burung gagak terbang melintasi rumah. .bekerja. akan tetapi berbalik-balik dengan gelisah di alas tempat tidurnya. Buyung merasa agak berat dalam hatinya berangkat.com/ Dewi KZ 49 "Itulah yang kumaksudkan. berbunyi-bunyi: gaak-gaak-gaak! Talib agak berubah air mukanya Dia mengucap Astagafirullah.. dan di rumah itu ada orang sakit. karena hutan tempat burung gagak tinggal.. alamat tak baik itu. karena mereka hendak menyiapkan hasil damar yang telah mereka kumpulkan selama seminggu bekerja di hutan. Moga-moga Tuhan melindungi kita dan menyelamatkan perjalanan kita pulang. "apalagi kita ini kan di hutan. bukan?" "Kuharap benarlah katamu itu.dan kemudian berkata: "Aduh. dan memasakkan kopi dan makanan pagi untuk mereka." "Ah. Hari itu mereka lebih cepat pulang ke huma Wak Hitam." kala Buyung. Siti Rubiyah ikut bangun pagi. bukan di kampung. tahyul saja itu." kata Buyung. Kemarin malam panasnya naik lagi. Tiraikasih Website http://kangzusi. maka artinya si sakit akan mati. dan sepanjang malam terdengar dia tak tertidur." kata Talib.com/ Dewi KZ 50 3 Sebelum Subuh mereka telah bangun. Dia teringat Siti Rubiyah akan mereka tinggalkan sendiri dengan Wak Hitam yang masih sakit. "jadi di hutan tak ada artinya. hingga dia mengerang-ngerang sepanjang malam. 0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.

bila akan pulang ke kampung setelah berminggu-minggu di hutan. atau di wajah Wak Katok yang keras dan kukuh. Dan sebagai kata orang. perasaan gembira dan hasrat mendesak. Kini malahan hatinya seakan berat hendak meninggalkan Siti Rubiyah berdua saja dengan Wak Hitam. Sutan dan Sanip dia dapat membaca kegembiraan mereka akan berangkat pulang. maka siapa tahu Tiraikasih Website http://kangzusi. Malahan di wajah Talib. Wak Hitam orang yang punya ilmu-ilmu.dan tiap sebentar terdengar gerak Siti Siti Rubiyah di dalam kamar mengambilkan air minum untuknya. apakah mereka juga merasa seperti dia. Dalam hatinya timbul pertanyaan. apakah yang akan dilakukan oleh Siti Rubiyah? Kepada siapa dia akan dapat minta tolong? Alangkah ngerinya baginya tinggal berdua di ladang sepi di tengah hutan itu dengan mayat Wak Hitam. Tetapi dia tak dapat membaca sesuatu di air muka Pak Haji yang tenang seperti biasa di air muka Pak Balam. yang biasanya selalu menyertai pagi demikian. Timbul rasa kasihan yang besar dalam hati Buyung terhadap perempuan muda itu. dan tak lama lagi akan berkumpul kembali dengan keluarganya. seandainya Wak Hitam mati. Tetapi dia tahu juga tak banyak yang dapat dilakukannya .com/ Dewi KZ 51 setan-setan akan datang mengganggu. Tetapi Buyung merasa kehilangan perasaan gembira demikian. selelah mereka berangkat. di muka Talib atau Sutan dan Sanip. Dia melihat kepada kawankawannya. Mereka seperti biasa saja. Kemungkinan dia akan bertemu dengan Zaitun pun tidak dapat menimbulkan kegembiraan dalam hatinya.

akan tetapi tak ada kesempatan timbul. telah . dan air mukanya memperlihatkan seakan dia kecewa. ketika kawan-kawannya yang lagi pergi mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal kepada Wak Hitam. Hanya sebentar. tangan nasib atau tangan Tuhan Yang Maha Kuasa telah menghentikan karena terdengar langkah kawanhendak terlompat dari mulutnya. dan sinar matanya seakan meminta dengan amat sangat kepadanya untuk melakukan sesuatu. Sebentar tertegun perasaan Buyung. dan dia sengaja menunggu hingga terakhir. Dia tak dapat tinggal di sana. Sesaat terasa pula olehnya seakan Siti Rubiyah hendak mengatakan sesuatu kepadanya. Ingin dia dapat bercakap-cakap lagi dengan Siti Rubiyah sebelum berangkat. Seakan kata-kata menunggu dan bersiap di belakang bibirnya. Sinar menghilang dari mata Siti Rubiyah. akan tetapi tak jadi diucapkannya kawannya ke luar dari kamar Wak Hitam." Siti Rubiyah hanya memandang padanya dengan air muka yang penuh arti. Dia juga harus ikut pulang memikul hasil damar yang mereka kumpulkan. dia dapat berkata kepada Siti Rubiyah: "Kami berangkat kini. Rubiyah. baik-baiklah jaga dirimu.untuk menolong Siti Rubiyah. bahwa dia tak jadi mengucapkan apa yang harus diucapkannya. Moga-moga Wak Hitam lekas sembuh. akan tetapi juga tabah menerima.

dan hal itu juga menjauhkan mereka akan tetapi mendekatkan mereka pula. purapura memperbaiki kayu api di tungku. pilihan yang mungkin membawanya ke puncak kebahagiaan. jiwa mereka. Mereka seakan merasa lega dan kecewa sekaligus karenanya. Sekan merupakan sebuah tali halus yang tak kelihatan yang mengikat meskipun lewat dalam sekilas mata. . Saat serupa itulah yang tiba akan tetapi berlalu kembali antara Buyung dan Siti Rubiyah. saat-saat yang penuh arti dan pengaruh gaib. dan siapa tahu. Saat-saat yang demikian. saatsaat yang menyuruh orang melakukan pilihan atau mengambil putusan. Atau yang membawa kesyukuran ataupun sesalan seumur hidup. Dan keduanya seakan menyadarinya dalam bawah sadarnya. Siti Rubiyah membuang muka dan pergi ke tungku. dan Buyung melangkah menuju ke kamar Wak Hitam untuk mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal.com/ Dewi KZ 52 Saat-saat gaib demikian selalu ada dalam hidup setiap manusia. atau juga ke dasar ngarai gelap kenistaan. jika tak akan menjadi kenangan untuk seumur hidup. maka terjadi apa yang terjadi kemudian? Tiraikasih Website http://kangzusi. apa yang hendak diucapkannya ketika itu. jika jadi diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan. Menjadi kenangan dan pertanyaan. akan tetapi mungkin dapat meninggalkan bekas bertahun-tahun. apa yang hendak diucapkan akan mempengaruhi jalan hidupnya? Ataukah karena tak jadi diucapkan.lompatan kata-kata.

yang hanya diterangi sinar kecil sebuah pelita lampu minyak kelapa. Semua kekayaan dirinya ini dibandingkan dengan kelemahan orang tua itu. segar bugar. malu melihat kelemahan letaki yang begitu banyak terima kasih telah diterima Tiraikasih Website http://kangzusi. menjadi susunan daging dan tulang dan olotototyang tidak berdaya sama sekali. Siti Rubiyah masih . dan setelah matanya terbiasa dalam gelap kamar. maka dia melangkah mendekati tempat Wak Hitam berbaring. dan kemudian dengan perasaan tak enak. Seakan dia memamerkannya dan menyombongkan dirinya pada si lemah. Dia merasa malu." Wak Hitam hanya mengerang saja. Karena itu dia merasa terdorong harus cepat ke luar dari kamar orang sakit. dan mengucapkan bermalam di sini. dan dia merasa malu.com/ Dewi KZ 53 gagah perkasa dahulu. akan tetapi kini direbahkan oleh sakit demamnya. penuh kekuatan hidup. Dia berjongkok dan mengulurkan tangannya memegang tangan Wak Hitam. dan berkata: "Saya minta diri.Dia berpapasan dengan kawan-kawannya di pintu kamar. dan berdiri serta bergegas melangkah ke luar. pijitan tangannya membalas salam Buyung amat lemah sekali. Ketika dia tiba di luar kamar. karena dia orang muda. Buyung melepaskan tangan Wak Hitam. kawan-kawannya semua telah turun membawa keranjang-keranjang punggung besar yang berisi damar dan bekal mereka di hutan. Wak Hitam.

Telah dibawa rupanya oleh Wak Katok. yaitu bahwa seluruh hatinya dapat merasakan penderitaan Siti Rubiyah.com/ Dewi KZ 54 Kemudian dia memandang kembali kepada Siti Rubiyah yang masih duduk di depan tungku. melihat ke dinding apakah senapan lantak Wak Katok telah dibawa atau belum. dan dengan seluruh hatinya dia ingin dapat menolong Siti Rubiyah pada setiap waktu. dia melihat dalam mata Siti Rubiyah cerminan apa yang dikatakan matanya sendiri. memberi salam selamat tinggal kepada Siti Rubiyah.Siti Rubiyah hanya perlu memanggilnya saja. Sesaat Buyung merasa ragu. dan melangkah cepat menuju ke tungku.. dan Buyung merasa tak perlu berkata sesuatu apa. antara hendak mendatanginya . Pegangan Siti Rubiyah terasa keras sekali. menyentuh pisau belati di perutnya dengan tangan kirinya. Darah yang memanggil-manggil. amat jauh berbeda dari tangan sakit Wak Hitam.tinggal duduk berjongkok di depan tungku. Buyung menurutkan bisikan hatinya. penuh darah merah mengalir. dia memperbaiki letak parang panjang di pinggangnya. Mata mereka berpandangan. dan mengulurkan tangannya. Dia melihat bahwa senapan tak ada lagi tergantung di dinding. Tangan Siti Rubiyah kuat dan lembut. panas penuh kehidupan. Dengan cepat keranjang disandangkannya ke atas bahunya. Buyung melepaskan tangan Siti Rubiyah dan pergi ke ujung beranda tempat keranjang punggungnya telah menanti. Tiraikasih Website http://kangzusi.

masih ragu-ragu. "Sayang bukan. tak akan ada orang yang mencurinya. bahwa dia telah memberi salam selamat tinggal. "Berdosa engkau. kancilnya bisa mati kelaparan. dia melihat kawankawannya telah menyeberangi ladang." katanya." Tiraikasih Website http://kangzusi." "Mengapa engkau tak kembali memeriksanya?" kata Sutan. Setelah berjalan kurang lebih setengah jam. Ketika dia tiba di bawah tangga. dan mulai masuk ke pinggir hutan. "Tetapi kalau ada isinya.Buyung tambah ragu.kembali. kau memang pemalas. Buyung bergegas menyusul mereka. atau terus pergi. "Aduh. Tinggalkan saja keranjangmu di pinggir jalan. Ucapan Talib menyebabkan dia mengambil kcpulusan untuk kembali. . Susul kami nanti di tempat kita bermalam. biarlah." . aku kembali memeriksa perangkap." katanya kepada Sutan yang berjalan di depannya. Nanti aku susul. Karena itu dia cepat turun tangga tanpa berkata sesuatu apa lagi." kata Sutan." kata Buyung. Akan tetapi dia teringat. "Baiklah. "baru jalan setengah jam. "Siapa tahu barangkali ada isinya pagi ini." "Tetapi aku malas kembali." "Ah. Demikian engkau akan dapat berjalan lebih cepat." "Mana jauh.com/ Dewi KZ 55 Dia melepaskan keranjang punggungnya yang berat dan meletakkannya ke dalam belukar di bawah sebuah pohon besar di sisi jalan kecil di hutan.. "kalian terus saja. aku lupa memeriksa perangkap kancil. tiba-tiba Buyung ingat pada perangkap kancilnya. Kita telah jauh." kata Talib.

jika dia memberi Zaitun kancil. apakah yang akan dibelinya . selalu dia memberi uang pada ibunya. adik Zaitun. dia akan membelikan sebuah kain sembahyang yang baru untuk ibunya.. bahwa suka hati ibunyalah akan diapakan uang yang diberikannya. kala ibunya kepadanya. sebuah .. dia akan memberi ibunya uang untuk membantu belanja di rumah. Akan diberikannya kepada Zaitun. Itulah warna yang disenangi ibunya. dia akan membeli. Dari uang hasil damarnya.Kemudian dia berbalik. Dan si Rancak.? Dia akan menyimpan seringgit untuk membeli sebuah senapan berburu yang baru. Dia juga akan menyimpan uang untuk membeli pakaian baru untuk hari Lebaran yang akan datang. Dia senang. tentu akan tambah sayang pula padanya. Zaitun sudah lama ingin memelihara seekor kancil. Dalam hatinya dia berharap benar akan mendapat seekor kancil. sebuah kain pelekat yang berwarna merah tua. Akan tetapi dia berkata. Sejak dia pandai mencari uang. Dia hendak membuat baju teluk belanga dari sutera kuning muda. Kemudian apa lagi? Oh. seperti orang membayar makan saja di rumah orang lain. karena dia tak punya hutang kepada siapa pun juga. Oh. kembali menuju ladang Wak Hitam. Ibunya akan senang benar dengan kain sembahyang baru nanti. Ayahmu masih cukup memberi ibu uang. bahwa dia tak perlu memberikan uang. meskipun ibunya mengatakan.

Belukar bergerak-gerak. Babi telah melintas jalan. Dia melihat rama-rama yang beterbangan di sinar matahari yang menembus ke dalam hutan. Dia ingin sekali membeli sandal kulit yang berpakupaku putih sebagai perhiasannya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan melihat . dan sepasang sandal kulit yang baru. melintas jalan dengan cepat. ketika mendengar bunyi berkeresek-keresek di dalam belukar di pinggir jalan.com/ Dewi KZ 56 Dia terkejut dan terbangun dari mimpi-mimpinya. Buyung kembali ke dalam hutan. tanpa melihat Buyung yang berdiri dengan diam-diam dan siap untuk melompat ke pinggir jika babi hendak menyerangnya. Dia mendengar kembali bunyi teriak orang hutan yang bergendang-gendang berat dari jauh. Kini dia menyadari kembali pohon-pohon di sekelilingnya. Dia mendengar kembali bunyi-bunyi ratusan ragam serangga di dalam hutan.peci beludru hitam yang baru. Tombak-tombak sinar matahari yang berhasil menembus payungan tebal daun-daun hijau memiring dari langit menimpa tanah hitam di bawah. tangannya memegang hulu parang panjangnya. Dia mendengar kokok ayam hutan berderaiderai merdu. Dia mendengar ketukan tajam burungbelatuk mencari ulat dibalik kulit pohon kayu. pikirnya. Akan aku berikan uangnya pada ibu supaya disimpan. menimbulkan pola-pola cahaya dan bayangan yang bertukar-tukar amat menarik hati. Dia berhenti. dan kemudian seekor babi hutan yang besar muncul.

Dia merasa kembali kesegaran udara pagi di dalam hutan. dan matanya lembab bercahaya. dan tanpa diketahuinya. angin yang datang berhembus. semuanya menapaskan kehidupan. Hidungnya hitam dan basah berkilauan. Tiap tarikan napas yang memenuhi jantung seakan obat segar yang mempercepat jalan darah. hutan dengan pohon dan daun. pada alam hidup di sekelilingnya. pikir Buyung. Alangkah manisnya binatang ini.kembali burung burung berwarna hijau. mulutnya lalu bersiul-siul. Kesadaran pada hidupnya. Dengan cepat dia membuat sebuah keranjang dari cabangcabang . dan dia teringat pada kisah kancil yang diceritakan ibunya kepadanya di waktu kanak-kanak. akar. Menggembirakan hati. langit yang dirasanya berada di atas lapisan payung hijau rimba.com/ Dewi KZ 57 Kegembiraannya bertambah sempurna ketika dia tiba di tepi ladang tempat dia memasang perangkapnya. Kancil itu berlarilari berkeliling di dalam perangkap yang sempit. serangga dan margasatwa yang dirasanya kehadirannya. ketika Buyung tiba dekat perangkap. matahari di langit. menguatkan otot dan tulang. Semuanya di sekelilingnya. kuning dan merah yang beterbangan tinggi di antara cabang-cabang pohon. kakinya ramping telinganya runcing dan halus. dan mempertajam kesadaran dirinya. Dia merasa amat sangat gembira. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan melihat di dalam perangkap seekor kancil yang kecil.

. dan dia menggeliat-geliat badannya hendak melepaskan dirinya dari pegangan si manusia yang ditakutinya. dia memutar badannya. lalu dia membalikkan sungai. Karena dia telah berpakaian. Lalu keranjang ditutupnya dan dia menjinjing keranjang. Kemudian dia mengumpulkan daun-daun muda dan rumput muda dan dimasukkannya ke dalam keranjang. dan sedang duduk di batu menyisir rambutnya. melangkah cepat ke dalam hutan. memintas hutan menuju . dan hal ini menyebabkan dia kembali memutar badannya. memandang ke pondok tinggi di tengah ladang sebentar terlintas dalam hatinya hendak pergi menengok Siti Rubiyah kembali. Di pinggir hutan dekat sungai. Langkahnya tertegun. dan melangkah kembali ke hutan. Kancil amat ketakutan ketika dipegangnya. Dadanya dan perutnya turun naik karena bernapas kencang.kecil pohon yang liat yang tumbuh di pinggir hutan. dan kemudian sang kancil ditidurkannya. dia berhenti. akan tetapi dia teringat pada Wak Hitam. tertegun karena tiba-tiba dia melihat Siti Rubiyah duduk di atas batu rupanya dia baru selesai mandi. Buyung mengumpulkan rumput kering dan dengan rumput itu dialasnya keranjang. Tetapi sesuatu Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa mungkin sang kancil akan haus.com/ Dewi KZ 58 dalam gerak perempuan muda berkata kepada Buyung bahwa langkahnya. Akan tetapi Buyung berbicara padanya dengan suara yang halus dan tenang. Kemudian dia teringat.

matanya terbuka. Ketika dia melihat Buyung seluruh air mukanya berubah. Air mukanya seperti orang yang terkejut sekali. kepalanya tegang kaku. mengapa engkau bermenung-menung Sebentarsebentar tangannya yang menyisir rambut yang hitam dan panjang terhenti. sendiri?" Perempuan itu tersentak bangun dari arus pikirannya. Pada saat yang demikian Buyung pun dapat ikut merasakan dalam dirinya kesepian yang dahsyat yang menawan diri si perempuan muda yang duduk sendirian di atas batu. dan memecahkan kesepian manusia yang sedang diderita Siti Rubiyah. dan melangkah di dalam air. cahaya matahari kembali bersinar di dalam matanya. menuju Buyung. dan dia seakan termenung. dari naungan atap daun rimba.perempuan itu sedang gundah gulana pikirannya. "Aduh. Siti Rubiyah berdiri. dan separuh terkejut mengangkat badannya dari batu. di pinggir sungai di tengah hutan belantara. gerak dan suara yang mendentingkan tali hati Buyung. akan tetapi seakan tak melihat sesuatu apa. duduk menatapi air yang mengalir. Dengan tak berpikir lagi Buyung melangkah ke luar . berpaling cepat ke arah suara Buyung. dan menegur: "Rubiyah. dan senyum menyambut terang di bibirnya. dan kedua tangannya dilipatkan menekan dadanya." katanya dengan suara yang terkejut. tersirap darahku. Seluruh hatinya dan dirinya berseru menyuruhnya mendekati si perempuan muda.

Rubiyah. "cantik sungguh rupanya. sambil berkata: "Aduh.. "Aku perhatikan engkau tadi duduk di batu sungai..?" Kemudian dia melihat kancil dalam keranjang." kata Buyung kemudian memberanikan hati. akan tetapi kemudian dia membiarkannya.. dan cepat mengerti. lupa memeriksa perangkap kancil. ketika Buyung berkata: "Ya. keraguan timbul dalam hatinya. dan hasrat yang timbul pula dalam hatinya untuk dengan gagah berkata: "Jika engkau suka. kecintaannya di kampung Air Jernih." kata Buyung kemudian." kata Siti Rubiyah.. Buyung melangkah ke dalam hutan. di tengah jalan aku teringat." "Belum tahu. "Jangan terlalu banyak pikiran. aku kembali ." . dan memandangi Siti Rubiyah dengan matanya yang bundar. dan mereka berdua mencangkung dekat keranjang yang berisi kancil. dan mengulurkan jarinya melalui lubang anyaman keranjang. Tak baik menurutkan susah hati. Siti Rubiyah berteriak kecil girang melihat kancil. dia sendiri pun tak tahu apa yang menyuruh berkata demikian. entah mengapa dia berkata demikian. Mula-mula kancil mencoba mengelakkan kepalanya dari Tiraikasih Website http://kangzusi. bolehlah untukmu.. antara hendak mengatakan.. kakak kembali. "Aduh bagusnya dan halusnya dia. Aku kembali. Untuk siapakah dia?" Buyung memandang padanya.com/ Dewi KZ 59 sentuhan jari perempuan. dan benar saja ada kancil di dalamnya ." dan dia memperlihatkan kancil kepada Siti Rubiyah. dan meletakkan keranjang di bawah sebuah pohon kayu besar. bahwa kancil itu adalah untuk Zaitun.memegang tangan Buyung.

. dan memandang kepada Buyung. Tiraikasih Website http://kangzusi. berhenti berbicara.com/ Dewi KZ 60 "Apa. "Katakanlah. kak. kakak. Penyakitnya tak hendak sembuh-sembuhnya. lalu berubah." dia tertegun. yang lemah dan yang sedang dalam kesusahan ini. jika bukan kepada kakak yang begitu baik hati padaku?" katanya kemudian." katanya. dan dia merasa dirinya seorang letaki yang dewasa dan gagah perkasa." "Aduh. dan yang sanggup membela dan melindungi perempuan muda yang tak berdosa. dan hasrat hendak menolong. air muka Siti Rubiyah yang telah girang karena melihat kancil. Aku hanya tinggal berdua dengan Wak Hitam. yang membuat Buyung melupakan umurnya yang muda. dan mengais-ngais tanah di bawah pohon dengan jari-jarinya. kembali dirinya dipeluk oleh hal-hal yang menyusahkan pikirannya.Mendengar kata Buyung. Dan aku. aku . apa?" tanya Buyung. sejak dia sakit. dan memandang kepada Buyung dengan matanya penuh rasa percaya dan minta bantuan. Panas badannya bertambah hebat saja. "Aduh. "bagaimana aku tak bersusah hati. dan dia kembali teringat pada kesusahan hatinya.. setiap aku ada di rumah. akan tetapi kepada siapa kini tempat aku mengadu. Dia membungkukkan kepalanya. penuh rasa ingin tahu." desak Buyung. "Malu aku sebenarnya mengatakannya. "akan aku tolong engkau. lupa kepada kancil yang menarik hatinya mulamula tadi.

" dia terhenti lagi. tiap kali aku harus berbuat demikian.. malu." dan tiba-tiba Rubiyah melupakan rasa malu dan segannya kepada Buyung. sedikit pun tak boleh . dan kudengar dia juga pada bini-bininya yang lain .". Dia bukan manusia lagi kak. kakak tak tahu apa yang dilakukannya pada diriku.. aku tersiksa — itu kalau dia lagi sakit — kalau dia tak sakit. kak — atau ke mana saja sungguh aku tak tahan lagi. hendak pulang ke kampung. seperti setan saja — aduh. dan dengan terkejut membalikkan punggungnya.. dia sudah seperti binatang.katanya supaya kesehatan diriku masuk ke badannya yang sakit — dan menyembuhkan dia — aku tak tahan lagi. aku tak boleh berbaju.. aku lebih disiksanya lagi. aku disuruhnya tidur memeluknya. memperlihatkan kepada Buyung punggungnya yang penuh dengan bekasbekas seperti cambukan atau cubitan yang mengeluarkan darah. lalu membuka kebayanya. dan tiba-tiba mukanya merah.Hatiku tambah segan dan takut — tolonglah aku kak... aku hendak lari saja. atau juga goresan kuku yang mengenai daging..com/ Dewi KZ 61 memperlihatkan dadanya kepada Buyung. tiap kali terasa tambah berat di hatiku. dan kemudian dia membalikkan dadanya. Tiraikasih Website http://kangzusi..disuruhnya. atau pula gigitan. dan . -. Bawalah aku pulang ke kampung. karena dibawa arus kemarahan dan kasihan dirinya.

"Tetapi kak. Aku akan diracunnya. dan air mata mengalir dari matanya. hingga aku mati atau jadi gila. dan terasa padanya amat sangat dahsyatnya. menundukkan kepalanya. atau ditenungnya. Apa dayanya melawan orang . Siti Rubiyah kemudian dengan cepat menutup kembali dadanya. Apa yang dilihatnya baru sekali itu dilihatnya. Inilah Siti Rubiyah. hingga sebentar Buyung bingung tak tahu apa yang harus dilakukannya. kakak jangan ceritakan pada siapa pun juga apa yang aku katakan ini. Wak Hitam mengancam aku. kak. Dia menangis terisak-isak. maka aku mati. Jika dia berbuat demikian di kampung. Semua cerita yang menakutkan dan mengerikan tentang Wak Hitam kini terbukti kebenarannya. Aku takut padanya. istrinya yang muda. yang merupakan sebuah saksi dan bukti yang terang sekali. akan tetapi hatinya merasakan sungguh nasib malang perempuan muda itu. Dia berilmu gaib yang hebat sekali.Buyung melihat dadanya penuh bekas-bekas gigitan yang telah sembuh. tentu orang kampung akan ribut. Dia kini juga mengerti mengapa Wak Hitam suka membawa istriistrinya ke huma yang sepi itu. Perasaannya amat tergoncang sekali." Tiba-tiba Buyung merasakan dirinya tak cukup gagah perkasa untuk dapat melindungi Siti Rubiyah dari kesetanan dan kebinatangan Wak Hitam. bahwa jika aku membuka rahasianya kepada siapa pun juga. Meskipun dia belum dapat memahami semua yang terjadi antara Wak Hitam dan Siti Rubiyah.

" Kembali rasa letakinya timbul mengalir kuat bersama darahnya. Kepada siapa aku akan minta tolong kini?" "Aku tolong engkau.com/ Dewi KZ 62 Akan tetapi melihat Siti Rubiyah duduk mencangkung demikian di depannya. selain kakak. diamlah Rubiyah. Akan dibawanya kini dengan mereka pulang ke kampung Air Jernih? Akan mereka tinggalkan Wak Hitam sendirian sakit di huma? Apa kata ibu dan ayahnya nanti di kampung? Apa kata orang kampung? Dan apa kata Zaitun sendiri? Tidakkah dia nanti akan didakwa melarikan istri diputarnya dengan keras mencari jalan . murid Wak Katok akan dapat menghadapi dan menantang Wak Hitam? Tiraikasih Website http://kangzusi. Sedangkan Wak Katok sendiri mengaku guru pada Wak Hitam. ketika Siti Rubiyah memegang tangannya. dan tak berbual apaapa. Bagaimana dia. dan Siti Rubiyah merebahkan kepalanya ke pangkuan Buyung. Tak ada orang yang mau menolong aku. dan kemudian memeluk pinggangnya dan menyembunyikan kepalanya ke perut Buyung." katanya kemudian. Dijangkaukannya tangannya memegang bahu Siti Rubiyah. dan menundukkan kepala ke tanah.berilmu gaib yang hehat seperti Wak Hitam? Dia baru belajarsedikit-sedikil dari Wak Katok. kak. Pikirannya bagaimana menolong Siti Rubiyah. Rubiyah. Tenanglah. dan Buyung menghapus-hapus kening Siti Rubiyah. dan berkata: "Diamlah. sambil berkata: "Lindungi aku. tak sampai hatinya untuk mengaku kalah. jangan engkau menangis.

Dan meninggalkan Wak Hitam sendiri sakit di huma tidakkah juga salah dan dosa? Kacau pikirannya. Atau akan Bagaimana kebenaran? mungkin begitu sukar menjelaskan dibawanya Siti Rubiyah kembali ke kampung Wak Hitam saja? Tetapi juga ini akan menimbulkan pertanyaan di kampung Wak Hitam. Semua jalan yang mungkin ditempuh seakan serba salah. Akan tetapi mengapa demikian susahnya membela kezaliman? yang benar dan yang menjadi korban Tiraikasih Website http://kangzusi. . iba hatinya terhadap Siti Rubiyah bertambah besar. Yang terang salah dan kejam ialah Wak Hitam. Dia merasa Siti Rubiyah membalas pelukannya. Wak Katok dan Pak Balam? Akan tetapi jika dia datang begitu saja apa pula kata mereka? Mungkin mereka akan marah padanya. dan di sana meminta nasihat Pak Haji. karena berbuat lancang demikian. Keluarganya mungkin akan mendakwanya melarikan istri Wak Hitam. Karena merasa pikirannya buntu dan tidak dapat juga mencari jalan ke luar.com/ Dewi KZ 63 Dan mengapa harus diperlukan keberanian luar biasa untuk melakukan sesuatu kejujuran biasa? Apakah tidak baik dibawanya Siti Rubiyah dahulu ke tempat kawan-kawannya bermalam. Dia hendak menyelamatkan Siti Rubiyah yang tak tahan lagi tinggal dengan Wak Hitam. dan mengangkat badannya. dan dengan tak disadarinya dipeluknya badan perempuan muda itu erat-erat. Sedang sebenarnya halnya sudah jelas.orang? Besar juga perkaranya nanti.

dan kemudian mata mereka berpandangan. dan Buyung mengerang dan kemudian mereka dihempaskan tinggi ke atas oleh ledakan yang besar yang memenuhi seluruh tubuh mereka . semuanya menghilang dari kesadarannya. lalu Buyung pun lupa segala masalah yang harus dipecahkannya dengan segera. Buyung tak hendak pergi. dan membawa mulutnya mencari-cari buah dada yang muda yang telah berpengalaman itu muda. dan mendorong kepalanya ke bawah. Dia hanya tahu dia memeluk seorang perempuan muda. seluruh tubuhnya dipanasi oleh darahnya yang mengalir kencang dan kuat.com/ Dewi KZ 64 panas yang membawa mereka ke puncak-puncak yang tinggi.. Napas Buyung terasa sesak. Dia belum hendak melepaskan perempuan muda dari pelukannya. Belum pernah dia merasa apa yang dirasanya ketika badannya menempel pada badan Siti Rubiyah. Dan perempuan menolong tangan Buyung menemukan yang dicari-carinya dengan kekakuan kebujangan letakinya. pohonpohon di sekelilingnya. dan mengencang. lepas dari daya tarik bumi. Dan tak lama kemudian mereka kembali menaiki arus Tiraikasih Website http://kangzusi. 0oo0 Hari telah hampir magrib ketika Buyung tiba di tempat mereka bermalam yang pertama dalam perjalanan pulang dari . Bunyi air sungai...mendekapkan dadanya. Dia belum hendak berpisah dari kenikmatan baru yang belum pernah dirasakannya selama ini. yang mengeras di antara kedua bibirnya.. bunyi-bunyi hutan di waktu pagi..

"Ya.ladang Wak Hitam menuju ke kampung Air Jernih. "Tetapi bagaimana dengan kancilmu?" tanya Sutan. karena kancil tak dibawanya. "Dapat. "Aduh. Mereka sedang mendirikan sebuah pondok yang hanya diberi atap daun-daun pisang hutan dan tak berdinding." kata Buyung. jika aku katakan tak dapat. mereka tidak akan bertanya lagi. dan melihat Sutan melambaikan memotong daun pisang hutan. Tiraikasih Website http://kangzusi. tapi tak dapat." kata Pak Haji." kata Sutan. Rupanya mereka pun belum lama tiba. masuk ke rimba. "Sedang jejaknya masih segar sekali. parang panjang yang dipakainya "tetapi ketika kami melihatnya dan kutembak. "Rusanya lari mendengar denting pelatuk. "Ya. "Barangkali besok pagi kita coba lagi. bedil tak meletus. Celaka. Lega juga hati Buyung. Di depan pondok telah menyala api unggun. dan tentu mereka akan bertanya mana kancilnya? Coba dikatakannya tak dapat. Tetapi. jika demikian mereka tidak akan terlalu bertanya mengapa dia begitu lambat baru tiba." "Tak diulang?" tanya Buyung.com/ Dewi KZ 65 Dan tiba-tiba dia merasa menyesal mengatakan dapat. dan tiga bulan kemudian kami bermalam . katanya dalam hati cepat." kata Wak Katok. Dari jauh dia telah berteriak memanggil." kala Talib. kalian juga baru tiba?" tanya Buyung." kata Wak Katok. enak juga dapat membawa dendeng rusa pulang. dan dia mendengar suara Sutan menyahut. kami dibawa Wak Katok berburu rusa.

Tak tahu dia ada lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana. Lain kali saja. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan segera dia menyadari kealpaannya berkata demikian." katanya. Karena itu hatinya senang kembali. dan sekali ini Sutan melihat . dan tertawa kecil. sedikitnya Buyung dapat kancil." "Nah. "Memang Buyung mesti lekas kawin. dengar dia itu. "terlalu berat untuk membawanya sekali ini bersama dengan damar yang kita dapat begitu banyak.lagi di huma Wak Hilam dan mereka mendengar dari Siti Rubiyah bahwa aku berikan kancil padanya. akan tetapi dalam samar-samar senja tak ada mereka yang melihat perubahan air mukanya. karena Sutan dengan cepat berkata: "Ho-hoho." Sutan menyindir mengganggu.com/ Dewi KZ 66 Muka Buyung tambah merah. Talib. Tak engkau lihat rusa muda di sana?" Tak ada jalan lain Buyung selain pura-pura tak mengerti apa yang dimaksud oleh Sutan. bahwa dia mendapat kancil." kata Sanip. supaya dia mengerti hidup sedikit. pasti mereka akan syak ada hubungan apa-apa antara aku dengan Siti Rubiyah. "Apa pula lain dari kancil yang dapat ditangkap di sana?" katanya. aku bawa pulang. Muka Buyung jadi merah malu dan terkejut. dan kembali mukanya merah. Buyung memperbaiki perasaannya. serta takutnya kembali. dan orang-orang lain tertawa. "Asal sungguh dia hanya dapat kancil." kata Pak Haji. "Tetapi aku tinggalkan pada Siti Rubiyah. dia telah menjawab dengan terus terang.

Perasaan tidak berdosanya diperkuat pula oleh cerita Siti . Ketika mandi. bahwa apa yang telah Engkau masih perawan ya?" katanya dilakukannya adalah dosa. dan telah ditakdirkan harus terjadi demikian. menggangu. Dan lebih aneh lagi bagi dirinya.air mukanya. Dia segera memperbaiki duduk keranjangnya yang penuh berisi damar." katanya. Dia merasa bahwa apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah adalah sesuatu yang wajar. Buyung tak tahan rasanya mendengar gangguan mereka. Berdosakan dia? Ya. satu kegembiraan hidup yang tak pernah dirasakannya selama ini. Dia masih dapat merasakan panas badan Siti Rubiyah. Dia telah berzinah. Malahan. yang hukumannya adalah neraka. dan keragu-raguan dalam dirinya. pikiran dan hati Buyung kacau. dan rasa senang. ialah dia dapat berbuat demikian. "Aku hendak mandi dulu dan mengambil air sembahyang. yang harus terjadi. Terang dalam pelajaran agamanya mengatakan. Seluruh badannya terasa panas kembali mengingat perempuan muda itu. Merah mukanya. Akan tetapi anehnya. dan pergi cepat ke sungai. dia telah berdosa. tanpa menggangu perasannya tentang Zaitun. Dosa besar. dia merasakan satu kesenangan. Mengingat apa yang terjadi tadi pagi menimbulkan rasa bahagia dan rasa takut. Dia berjalan menuju ke sungai dituruti oleh tawa kawan-kawannya dan teriakan Sutan dan Talib dan Sanip mengganggunya. Sutan tertawa lebih besar lagi dan menunjuk kepada Buyung sambil berkata: "Lihat si Buyung. dalam dirinya dia tak merasa terlalu berdosa. Dan napasnya yang hangat.

ada yang dibuat dari kotoran kuku atau kotoran orang sana. Kata Wak Hitam dia berdagang bersama-sama mereka. dan ada pula yang dia tidak mengerti. . tentang kejahatan-kejahatan Wak Hitam. Kini pun dia masih ngeri mendengarnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia juga membuat gunaguna. Buyung ingat sekali. mereka bukan pedagang sama sekali. dan menceritakan kepadanya semua kejahatan Wak Hitam. ada tiga kali dalam waktu tiga bulan. Tetapi kelihatan padaku. dan tiap kali datang membawa uang atau barang-barang emas untuk Wak Hitam. kata Siti Rubiyah. Siti Rubiyah berbantalkan dadanya. Buyung pun merasa demikian. mereka sama sekali bukan pedagang. orang-orang yang berangkat waktu kakak datang bermalam? Orang-orang yang berbaju hitam dan tidak banyak bercakap-cakap? Ya. Ingatkah kakak. Orang-orang itu telah beberapa kali datang ke sesudahnya. bahwa Wak Hitam suka membuatkan racun yang dijualnya kepada orang-orang yang datang memintanya untuk membunuh musuh-musuh mereka. dari rambut perempuan yang hendak diguna-guna. yang hendak memakai guna-guna itu. disuruhnya mencampurkan ke dalam kopi atau makanan orang yang akan diracun.com/ Dewi KZ 67 Siti Rubiyah bercerita. tanyanya.Rubiyah Kemudian. dibuatnya dari kotoran manusia yang dicampur dengan bulu bambu. ketika mereka berbaring di bawah pohon di balik tabir belukar. malahan lebih banyak merupakan penyamun.

Sudah takdir. Dalam hatinya Buyung berharap. berat juga perasaannya. Hatinya senang sedikit dengan bujukan sendiri ini. maka dia akan datang kembali ke huma. Akan tetapi apa dayanya? Dia telah melakukannya seakan di luar kehendak sadarnya sendiri. Tak seorang manusia juga dapat melawan nasib yang diturunkan Tuhan terhadap dirinya. Ah. supaya Siti Rubiyah menunggu di ladang dahulu. pura-pura hendak berburu. Apa yang telah dilakukannya. tak dapat Tiraikasih Website http://kangzusi. Tiba-tiba dia teringat pada Zaitun. Engkau telah mengikuti bisikan setan bahwa nafsumu. tetapi kemudian timbul pula keraguan hatinya.com/ Dewi KZ 68 dibantahnya adalah mengkhianati cintanya terhadap diri Zaitun. Apa dayaku terhadapnya. Wak Hitam akan mati karena penyakitnya. dia tak merasa terlalu berdosa. suara kecil berkata dalam hatinya. Dia lelah dapat memberikan kebahagiaan pula pada Siti Rubiyah. Bagaimana jika nanti ternyata Wak Hitam tidak mati dan masih hidup? Dia tidak . Dan sementara itu mereka akan mencari jalan ke luar. siapa tahu dalam waktu dua atau tiga minggu yang akan datang. dan dia sendiri tak perlu berbuat sesuatu apa lagi. Jika dia telah menjual damar. seakan ada dorongan tenaga gaib yang amal kuat dan yang tidak kuasa dia lawan. seperti Siti Rubiyah telah memberikan kebahagiaan padanya. Malahan dia merasa gembira. Dia mengatakan kepada Siti Rubiyah. Maka dengan sendirinya Siti Rubiyah akan terlepas dari siksaan Wak Hitam. katanya pada dirinya membenarkan perbuatannya. bagaimana Siti Rubiyah dapat diselamatkan dari Wak Hitam.Tidak.

dan apakah dia hendak kawin dengan Siti Rubiyah? Bagaimana dengan Zaitun? Dan bagaimana dengan janjinya dengan Siti Rubiyah hendak melepaskannya dari cengkeraman Wak Hitam? Dengan tiba-tiba Buyung merasa. Karena dia pun merasa.com/ Dewi KZ 69 dia tak dapat bersikap tak acuh terhadap penderitaan orang lain. Dan perlahan-lahan mulai timbul pula sedikit rasa menyesal dalam dirinya. Dia ingat kembali perasaannya mendengar pengaduan Siti Rubiyah. dan memikirkan kebahagiaan dan penghidupan mereka berdua? hatinya jadi susah. bahwa dia telah melakukan sesuatu. bahwa hidup dan hubungan manusia tak semudah seperti yang disangka hati mudanya. bahwa Tiraikasih Website http://kangzusi.dapat membawa Siti Rubiyah begitu saja. Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan ini pun tak dapat dijawabnya dengan mudah. dan dia kembali merasakan kezaliman yang . dan teringat akan segala cerita penderitaan Siti Rubiyah. Baru dia mulai lebih baik jika dia menjauhi campur tangan dan jangan memikirkan soal-soal orang lain? Apa perdulinya dengan nasib orang lain? Bukankah lebih mudah jika dia hanya membatasi dirinya pada cintanya pada Zaitun saja. yang melontarkannya ke dalam sebuah persoalan yang jauh lebih besar dari yang diduganya semula. sebuah persoalan yang dia mungkin tak sanggup akan menyelesaikan atau mengerti. mengapa dia berbuat demikian? Bukankah Siti Rubiyah istri orang lain? Mengapa dia harus mencampuri soal-soal orang lain? Tidakkah mengatasinya.

dan dia amat ingin dirinya bukan seorang muda yang kebingungan yang untuk pertama kalinya melakukan sesuatu yang didorongkan oleh birahi badan dan hatinya. Siti Rubiyah pun tak pernah menyentuh soal ini. perasaannya bercampur-campur antara harap dan cemas. Hanya pikirannya sendiri yang membawa masuk persoalan ini. mengapa dia sampai berpikir demikian? Sungguh Buyung merasa bingung. tentang apa yang telah terjadi. akan tetapi seorang tua yang berpengalaman yang mungkin dapat menilai semua ini dengan lebih tenang dan bijaksana. ragu dan takut. Dia tetap cinta dan ingin berumah tangga dengan Zaitun. bahwa wajib bagi setiap orang untuk melawan kezaliman seseorang terhadap orang lain. Yang terang. biar dia sampai digantung. dia tak berniat hendak kawin dengan Siti Rubiyah.dilakukan Wak Hitam terhadap Siti Rubiyah. Jadi ini bukan persoalan. Dan kepada siapa dia akan meminta nasihat? Dia tak berani menceritakan kepada siapa pun juga. Bagaimana rasa kasihannya terhadap perempuan muda . dan dia kembali merasa. Tetapi mengapa hatimu masih ragu dan seakan tak senang? Buyung mencoba memeriksa hatinya. senang dan tak senang. Meskipun kezaliman itu tidak ditimpakan atas dirinya sendiri. Apakah yang diharapkan Siti Rubiyah dari padanya? Agar dia melepaskannya saja dari cengkeraman Wak Hitam? Atau'juga agar kemudian dia mengawininya? Akan tetapi mereka tak pernah berbicara tentang hendak kawin.

akal sehat. Akan tetapi apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah nampaknya tak ubahnya seperti air yang mengalir turun. semuanya melarang yang demikian. Bukan saja dilarang oleh agama. mencari tanah rendah mengalir seperti hukum alam yang telah menentukannya. ketika . Salahkah mereka telah mengikuti hukum alam? Buyung terkejut terbangun dari pikiran-pikiran yang datang bergelombang-gelombang mendengar Sutan memanggil namanya. Disangkanya orang yang berbuat perbuatan ksatria akan berbahagia lerus. Dia pun tahu. Memang bersalah benarkah dia telah menurutkan nafsu birahinya? Akan tetapi apakah dia salah berbuat demikian? Bukankah dia tak memaksa Siti Rubiyah dan tak pernah mencoba untuk menggoda Siti Rubiyah? Selintas pun tak ada masuk ke dalam kepalanya untuk berbuat demikian dengan Siti Rubiyah. "Buyung. akan tetapi adat istiadat. sopan santun. dan baik Siti Rubiyah maupun dia tak berkuasa menahannya. Buyuuuuung! Mari cepat. magrib sudah tiba! menggodanya. budi baik.yang kesepian dan malang itu dapat membawanya pada keadaan pelik serupa ini? Mengapa hasratnya hendak menolong seorang yang ditimpa kezaliman dapat membawanya ke dalam kesusahan? Dia tidak mengerti Tiraikasih Website http://kangzusi. Tak ada perasaan yang bukan-bukan dalam hatinya.com/ Dewi KZ 70 mengapa terjadi seperti ini. bahwa orang yang baik-baik tak boleh mempunyai pikiran dan perasaan demikian terhadap istri orang lain.

Mengapa engkau selama itu di air?" Dengan cepat-cepat dia mengeringkan badannya. dan Buyung mengucapkan Bismillahirohmanirrohiim. Dia girang. ampunilah dosa kami berdua. dan dalam mengingatkan bahwa Tuhan adalah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. ya Tuhanku. dan ketika mereka mulai sembahyang. Pak Haji dengan suaranya yang berat dan bagus memanggilkan Allahu Akbar! Allahu Akbar!Allahu Akbar! Dan Ashadu ala ilaha illallah. karena mereka terus sembahyang magrib bersama-sama. mengalir melingkupi seluruh Tiraikasih Website http://kangzusi. dan dalam hatinya dia menyerahkan diri sepenuhnya kepada haribaan Tuhan. mengambil air sembahyang dan bergegas ke pondok mereka. ampunilah aku. karena tak ada waktu bagi Sutan atau kawankawannya yang lain untuk memperhatikan keragu-raguan yang mungkin tercermin di mukanya. tiada maksudku dengan sadar hendak berdosa. wa ashaduanna Muhammadarrasulullah! memenuhi langit yang mulai gelap samar di tengah hutan belantara. Buyung merasa hati dan perasaannya jadi tenang kembali. bisiknya dalam hatinya.com/ Dewi KZ 71 kalbu Buyung. dan selamatkanlah dia dari kezaliman suaminya. jika aku berdosa. kesadaran dan keyakinan yang lain dari biasa. dan selamatkanlah kami semua seterusnya! dia mengucapkan dengan . akan tetapi hatiku tergerak hendak menghibur hati perempuan muda yang gundah gulana itu.

dan minum kopi hitam hangat-hangat. dan tak jarang di waktu-waktu serupa itu. melupakan rasa segan dan maju yang biasanya mengikat mereka dalam pergaulan biasa. diikuti oleh . Dan biasanya setelah Sanip memainkan beberapa lagu yang merdu dengan dangung-dangungnya.Setelah sembahyang. mereka duduk berkeliling api unggun. Duduk di sekeliling api unggun. Pak Balam yang pendiam pun akan bercerita tentang pengalaman-pengalamannya kepada siapa Tiraikasih Website http://kangzusi. Waktu-waktu serupa inilah yang merupakan hadiah bagai keletihan orang-orang yang bekerja di hutan mencari nafkahnya. makan nasi dengan sambal cabai. masih pudar akan tetapi cepat akan bersinar berkilauan. ada saja di antara mereka yang membuka hatinya. setelah sehari bekerja keras atau berjalan jauh. dan makan. dengan wangi kayu basah mengisi udara. membuat mereka semuanya merasa berbahagia sekali dan melupakan jerih mereka sepanjang hari. dikelilingi hutan yang mulai diselimuti gelap malam. Agak mudahlah meminta Pak Haji bercerita tentang pengalaman-pengalaman. sedang di langit bintangbintang mulai menampakkan diri. Di saat serupa inilah antara mereka merasa dekat sekali.com/ Dewi KZ 72 pun juga. dan wangi dendeng atau ikan asin yang dibakar oleh Talib atau Sanip di bara api. atau Wak Katok tentang waktu dia belajar silat di tanah Aceh.

dan Wak Katok berkata kepadanya: "Baiklah esok . hingga ada lagi yang terbangun dan melemparkan kayu lagi ke dalam api. Mimpinya demikian nyata terasa olehnya. akan tetapi dia hendak menyeberangi danau juga. dan api akan menyala besar kembali selama beberapa waktu. kemudian mengecil kembali ketika kayu hendak habis. dan kesadarannya ini ditimbulkan ketika rusa melengking sekali lagi. di telinganya masih mengiang seruan Zaitun memanggilnya pulang: "Yuuuuuungngng!" Beberapa saat kemudian. dan di langit berkumpul awan gelap menandakan badai hendak turun. dan sekali-sekali juga sepanjang malam siapa di antara mereka yang terbangun. dan ketika dia telah agak jauh dari pantai. bahwa Wak Katok juga terbangun oleh suara rusa. hingga ketika dia terbangun dan duduk terkejut.Sutan atau Buyung dengan suling. maka mereka akan mencari tempat tidur di dalam pondok. Di luar pondok api unggun menyala kecil. baru dia menyadari bahwa yang terdengar di telinganya adalah lengkingan suara rusa. dan dengan enaknya mereka pun akan tidur mendekur. Hutan menjadi tambah gelap. dan mereka tidur diiringi oleh bunyi-bunyian malam yang bermacam-macam dalam hutan. Buyung bermimpi dia rasanya naik perahu hendak menyeberang danau. akan melemparkan beberapa buah potong kayu ke dalam api. Buyung melihat. dia melihat Zaitun datang berlari memanggilmanggilnya.

" Mereka cepat berpakaian. "dimana ada rusa ada nenek. meskipun belum mengakuinya di depan umum. bahwa Buyung lebih pandai menembak dari dia.kita coba memburunya. Mereka bertiga akan pergi berburu rusa. melangkah memudik sungai dengan hati-hati agar tidak berbunyi. Tempat mereka bermalam di pinggir sungai ditumbuhi pohonpohon yang jarang. Mereka melangkah cepat dalam samar gelap menjelang dini hari. Buyung telah membangunkan Wak Katok dan Sutan. dan dia pun tahu. Wak Katok hanya membawa pisau belati saja." Tiraikasih Website http://kangzusi. dan kurang lebih satu kilometer ke mudik sungai. Ayam hutan mulai . Ketika mereka tiba di tempat yang dimaksud Buyung. Buyung berkata." kala Sutan.com/ Dewi KZ 73 4 Esok paginya. bahwa mungkin mereka akan dapat menjumpai rusa di sana. Mungkin pagipagi sekali mereka berhasil menjumpai rusa di sana. Buyung menyandang senapan lantak Wak Katok. karena daerah itu adalah tempat rusa. dinihari lelah mulai datang dari Timur." kata Wak Katok. apabila yang lain masih lidur. Sutan membawa parang panjang dan pisau belatinya. Jangan disebut-sebut namanya. mata buyung yang muda lebih tajam dari matanya. "Huss. Buyung berjalan di depan sekali. bahwa dalam terang remang-remang dinihari." Maksudnya harimau. Wak Katok tahu. lama sebelum subuh tiba. "Tapi itu juga tempat nenek. hutan berganti dengan belukar-belukar jarang dan di tempattempat yang terbuka tumbuh rumput dan lalang.

dan kira-kira dua ratus meter ke mudik dari tempat mereka berdiri mereka melihat seekor rusa melangkah ke luar dari sebuah kumpulan semak-semak. pohon dan batubatu. Tiraikasih Website http://kangzusi. Tibatiba mereka mendengar suara seekor rusa melengking. Karena itu mereka menunggu. dan mencari-cari dengan matanya. yang melangkah berlari kecil menyeberangi sungai. menuju rusa jantan. dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. rusa itu melengking memanggil kembali. Rusa itu seekor rusa jantan yang masih muda. Apalagi udara masih terlalu gelap untuk dapat menembaksejauh itu. Kini kedua ekor rusa berada di seberang sungai dari tempat mereka berdiri. yang dibalas oleh seekor rusa lagi dari bagian hutan yang lain. Tampan benar badannya. Kakinya kukuh dan ramping. Mereka bertemu di tanah terbuka di pinggir sungai. diam tak bergerak-gerak. dan kabut yang tipis menyamarkan semuanya. Dua ratus meter terlalu jauh untuk senapan lantak tua Wak Katok.berkokok. Mereka berjalan lebih perlahan-lahan dan lebih berhati-hati. Buyung bergerak perlahan-lahan mendekati mereka. berdiri di pinggir belukar.com/ Dewi KZ 74 Mereka bertiga berdiri tegang. dan memasang popor senapan ke bahunya ketika dia melihat . Tak lama kemudian mereka mendengar bunyi-bunyi. Embun membasahi tanah. Tak lama kemudian di seberang sungai. dan tanduknya sedang besarnya. keluar seekor rusa betina. belukar bergerak. daun. Akan tetapi segera Buyung berdiri diamdiam.

mendapat perburuan setiap saat. tak syak sedikit juga pun bahwa maut menunggu mereka. Kedua ekor rusa datang bertambah dekat. Buyung menahan dirinya. ketika rusa datang bertambah dekat. Wak Katok telah menyembelih leher rusa.com/ Dewi KZ 75 sedang rusa betina melompat lari amat cepatnya. Buyung mengikuti rusa jantan dengan ujung laras bedilnya. barulah dia bergegas menyeberangi sungai. Ketika dia tiba. dan Buyung melihat rusa jantan terlompat ke atas. Rusa jantan setelah terlompat ke alas lalu jatuh terbaring.kedua ekor rusa itu melangkah perlahan menghiliri sungai mendekati tempat mereka berdiri. Ledakan mesiu dan lidah api yang menyembur ke luar dari laras senapan seakan sama-sama terjadi. dan kemudian dengan perlahan-lahan dia menarik pelatuk senapan. masuk ke dalam jarak tembakan. Sutan dengan parang panjang terhunus di tangannya. dan kemudian terbaring diam. Selelah senapan diisinya kembali. dan dia menahan napasnya. Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan cepat mengisi senapan lantak kembali. Di tanah darah rusa menghitam ke atas rumput yang penuh karena bahaya atau kemungkinan . dan senjata yang tak siap sama juga dengan ditinggalkan di rumah. dan menghilang ke dalam belukar. Buyung berteriak kegirangan. disambut oleh Sutan dan Wak Katok. kakinya menghentamhentam tanah. Sutan dan Wak Katok berlari menyeberangi sungai. Di dalam rimba senjata harus selalu sedia untuk dipergunakan. bergegar memenuhi rimba.

" kata Buyung. Orang akan memuji ketangkasannya membidik. Di sana saja kita kuliti. yang dianggap termasuk salah seorang pemburu yang tercakap di kampungnya. Sutan dan Wak Katok akan bercerita. pura-pura merendah diri sedang dalam hatinya dia merasa senang dan bangga benar. Zaitun akan mendengar cerita-cerita ini — ah." kata Sutan menunjuk. Kemashurannya sebagai pemburu nanti akan bertambah tersiar di kampungnya dan ke Tiraikasih Website http://kangzusi. . senang sungguh hati Buyung. "Ah. Dan pujian yang dalang dari Wak Katok. "biar kita dukung rusa ini ke tempat kita bermalam.com/ Dewi KZ 76 kampung-kampung lain." kata Wak Katok. dan dia terus berlari kecil pergi memanggil kawankawannya yang lain. lihat . Sutan berdiri. adalah sebuah pujian yang amat besar di kampungnya.. Dianggap seorang pemburu ahli. kebetulan saja. dan berlari kembali menyeberangi sungai. apalagi bagi seorang muda seperti dia. betapa dia menembak dari jarak jauh.dengan embun. "Tepat di belakang telinganya. Sutan memuji tembakannya. ketenangannya menembak. adalah satu pujian yang sungguh-sungguh tidak dapat ditolak. "Lebih baik panggil kawan-kawan yang lain." Wak Katok memujinya. di mana setiap orang menganggap dirinya seorang pemburu yang cakap. dan penuh kabut. dalam udara yang gelap samar.. "Sungguh pandai engkau menembak Buyung.

dan yang lain duduk. keras. akan tetapi setelah beberapa waktu. Pak Haji menyela: "Barangkali dia lagi berburu. mereka menunggu auman kedua. Wak Katok menghentikan pisaunya yang hendak sekaligus melepaskan kulit rusa dari badannya. ketika kalian menembaknya dan merebutnya dari dia. Wajah mereka rasakan. ada nenek dekat di sini. Auman harimau itu datangnya seakan dari tempat mereka menembak rusa. Ketika mendengar bunyi harimau mengaum. dengan berkata: "Aduh. Serangga pun berhenti menyanyi.Mereka mendengar auman harimau untuk pertama kalinya. mereka membayangkan rasa terkejut yang . Seluruh rimba ikut terdiam. mereka saling berpandangan. ketika mereka telah tiba membawa rusa di tempat bermalam dan rusa telah digantungkan kepada sebuah cabang pohon yang kuat." "Jangan-jangan dia lagi memburu rusa ini. akan tetapi singkat. Mereka memasang telinga. atau berdiri kaku. mereka serentak terhenti bekerja." kata Pak Balam yang selalu cepat melihat segi yang tergelap dari setiap keadaan. dan Wak Katok baru saja selesai mengulitinya." Tiraikasih Website http://kangzusi. Sutan yang mula-mula memecahkan kesunyian.com/ Dewi KZ 77 Ucapan Sutan seakan melepaskan mereka dari kekuatan gaib yang memukau mereka. dan hebat. auman harimau tak berulang kembali. harimau mengaum sekali saja.

Kalau dia diburu oleh si nenek tak akan dia memanggilmanggil betinanya di sana. Tiraikasih Website http://kangzusi." kata Pak Haji." kata Sanip."Ah." kata Buyung membela diri. ketika kami tiba. di tempat kita bermalam nanti. rusa ini cepat kita kemasi." Mereka lalu menyeberangi sungai. benar juga. Pak Haji berjalan paling depan. seorang demi seorang." kala Talib. Sanip membakar hati rusa untuk mereka makan pagi itu. "Sayang tak sempat kita asapi. Ketika mereka akan berangkat. dan kita cepat berangkat meninggalkan tempat ini.com/ Dewi KZ 78 Mereka berjalan beriringan. tadi tak ada di sana. Mereka pun dengan cepat memotong-motong daging rusa. Daging rusa mereka bagi-bagi. dan setelah mereka garami dan beri bumbu yang lelah mereka sediakan dari kampung. "Nanti saja. Wak Katok berkata kepada Buyung: "Biar aku yang membawa senapan. dan sebentar kemudian wangi hati bakar memenuhi udara. merasa lega. "rusa jantan ini malahan menunggu-nunggu betinanya." kata Sanip. dan membuat mereka lupa pada harimau yang mengaum. dan mereka simpan ke keranjang mereka masing-masing. Tanpa disuruh oleh siapa pun . lalu daging dibungkus di dalam daun pisang hutan. karena dari sini mereka mengambil jalan singkat mendaki dan menuruni gunung. sedang Sanip dan Talib bergegas masak makanan pagi." "Ah. "Paling baik. untuk tiba kembali nanti petang di pinggir sungai tempat mereka akan bermalam. dengan Wak Katok yang membawa senapan berjalan paling belakang.

dan lebih sering memasang telinga mereka. meskipun mereka masih tetap awas dan terus juga memperhatikan rimba di sekelilingnya. Setiap gerak dan bunyi kini mereka perhatikan dan artikan lebih cermat dari biasa. tanpa banyak berkata-kata.juga. Jalan pun agak licin karena rupanya kemarin hujan. Mereka pun tahu bahwa darah daging rusa ada yang menetes turun dari keranjang ke tanah yang mereka lewati. Baru lewat lengah hari. . Daging yang masih amat segar dan berdarah ilu meninggalkan jejak yang amat jelas bagi sebab terjadinya kecelakaan besar. mereka kini berjalan lebih hati-hati. selelah sepanjang hari tidak melihat tanda-tanda harimau mengikuti mereka. atau harimau atau binatang buas lain. dan mala mereka lebih waspada dan lebih tajam memperhatikan hutan di sekeliling mereka. Dalam rimba belantara sebuah kealpaan kecil dapat menjadi malahan kehilangan nyawa sendiri. Mereka tidak menyebut-nyebut harimau. Dan ketika mereka berhenti untuk makan lengah hari di pinggir sebuah anak sungai kecil yang turun cepat dari gunung. akan tetapi masing-masing amat menyadari beban daging rusa segar yang disimpan di dalam daun pisang hutan di dalam keranjang punggung. Sepanjang pagi mereka berjalan secepal mungkin. mereka mulai merasa agak lega dalam hati. hampirhampir mereka dapat melupakan ancaman harimau.

Jika biasanya pondok tak mereka beri dinding. Wak Katok tetap memegang senapannya. Sanip. seperti Buyung. lama sebelum senja akan tiba. akan tetapi segera setelah makan lalu meneruskan perjalanan. Talib dan Sutan mengumpulkan bermaksud hendak memasang api unggun.com/ Dewi KZ 79 pasang dinding dengan dahan-dahan dan daun-daun di ketiga sisinya. Mereka tiba di sana jam selengah lima petang. Dengan cepat mereka membuat pondok bermalam.Mereka tak lama berhenti di sana. mungkin sampai pagi. menerangi lingkaran di depan . Mereka juga hendak mengasap daging rusa supaya jangan kayu api banyak-banyak. dan kemudian tibatiba seluruh langit menjadi gelap dan malam pun turun. Tinggallah hanya api unggun yang kuning dan merah membakar tinggi dan besar. Mereka lalu mengambil air sembahyang. Mereka sembahyang magrib bersama-sama dekat api unggun. Mereka busuk. Merasa aman di dalam panas dan terang api unggun semakin lama udara di atas mereka semakin kabur. Mereka ingin tiba di tempat bermalam yang baru. Hari telah hampir jam enam ketika mereka siap. Langit di sebelah Barai kuning kemerah-merahan dan di bahagian langit yang lebih tinggi tersebar warna ungu tua. Bunyibunyi hutan yang biasa terdengar di waktu senja kini memenuhi udara senja seperti biasa. kecuali di sisi depan yang menghadap ke api unggun. Talib telah menanak nasi. akan tetapi sekali ini mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Anak-anak muda.

kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sinar api unggun masih mencapai pinggir sungai. Perlahan-lahan kekencangan urat syaraf mereka mulai kendur. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Selelah makan Pak Balam merasa perutnya mules. menyampaikan segala pujian. Mereka bertujuh pelukan sinar api dan seruan Allahu Akbar Pak Haji terdengar lantang mengisi malam. dan Pak Balam duduk di daerah perbatasan yang samar-samar antara pinggiran lingkaran cahaya api unggun dan pinggiran tempat mulainya . keletihan berjalan cepat dan kekhawatiran yang memburu mereka sembahyang di dalam keamanan sepanjang hari kini diganti dengan keenakan makan dan melepaskan lelah. dan dunia terang api unggun kecil mereka di tengah lautan gelap rimba belantara. Tempat dia melakukan hajatnya tak jauh dari tempat mereka bermalam. Mereka mulai merasa biasa kembali. merupakan sebuah pulau berisi manusia di tengah rimba belantara yang gelap dan penuh rahasia. Kini mereka makan dengan lezat sekali. Pak Balam berdiri dan pergi kesungai. Pak Haji berkata bahwa dia terlalu banyak makan daging rusa. rimba belantara. dan pencipta diri mereka pula. pencipta seluruh jagat dan alam luas. Setelah sembahyang mereka makan.com/ Dewi KZ 80 mulai berangkat tadi pagi. kini Sanip mulai berketakar dan tertawa.pondok tempat mereka tidur. Mereka membakar daging rusa.

menghadap api unggun. Dia dahulu sungguh seekor harimau jantan yang gagah perkasa. Kini dia mulai merasa letih. Tenaganya tak cukup kuat lagi. Dia telah tua. 0oo0 SANG harimau telah dua hari menderita lapar. Dan itulah kesalahan besar yang dilakukannya . Rusa betina yang dilihatnya telah mendekati rusa jantan. Pada waktu muda dengan mudahnya dia dapat menerkam dan melarikan seekor rusa yang besar. Badannya besar dan tinggi. Sejak dua hari dia telah mengejar-ngejar sepasang rusa.:. Pak Balam duduk mencakung di atas batu. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia pun . dan larinya tak cukup cepat pula untuk mengejar buruannya yang biasa seperti babi atau rusa. sedang rusa jantan jatuh. pemburuannya terganggu oleh bunyi yang amat hebat sekali.com/ Dewi KZ 81 Tadi pagi ketika dia merasa telah dekat sekali pada rusa betina. lari terbang amat cepatnya. dan selalu dapat melarikan diri sebelum dia sempat menerkamnya. Sepanjang kelaparan seperti sekarang. Akan tetapi kedua ekor rusa itu amat awas sekali. Dan pernah dia beberapa kali ingatannya tak pernah dia menderita menerkam dan membunuh dan menyeret ke dalam hutan beberapa ekor sapi yang dijumpai di luar desa.kegelapan hutan di sungai. dan lama sekali menjadi raja di hutan besar. seekor jantan dan betina muda. yang memecahkan dan merobek udara dalam hutan. dan membelakang ke kegelapan hutan.

Dia menunggu-nunggu melakukan serangannya. Sebaliknya dia merasa bertambah lapar. maka dengan hati-hati dia kembali ke tempat rusa jantan terjatuh. Sepanjang hari dengan hati-hati dia mengikuti manusia dan daging rusa dari jauh.melarikan diri segera setelah bunyi keras yang mengejutkannya beberapa jam kemudian. Yang tinggal hanya bekas-bekas darah yang telah membeku di tanah. yang dengan lahapnya dimakannya. Sang harimau bertambah yakin bahwa sekali ini perburuannya akan berhasil. dan memperhatikan manusiamanusia membuat pondok dan memasang api. Dan di sana dia menemui tulang-tulang. dan dengan susah payah dia menahan diri tidak menggeram. Dengan lidahnya dijilatinya darah rusa yang telah membeku. usus rusa. yang mungkin akan mengejutkan yang mereka baik yang untuk diburunya. Mudah sekali baginya mengikuti jejak mereka. Darah yang dijilatinya hanya tambah mengobarkan rasa laparnya. Dan kemudian. didorong oleh rasa laparnya. kesempatan . Dia bersembunyi dan menunggu dengan sabar di pinggir sungai. Wangi daging yang dibakar menyebabkan rasa laparnya bertambah hebat. sama sekali tidak menenangkan rasa laparnya. dan rasa laparnya mendorongnya untuk mengikuti jejak manusia yang kini bercampur dengan bau rusa. Akan tetapi apa yang tertinggal memenuhi udara. Dia menjumpai tempat mereka menguliti dan memotong daging rusa.

Kebekuan yang menyerkap mereka karena amal sangat terkejut mendengar auman harimau yang menerkam.com/ Dewi KZ 82 lindungan cahaya api.Tiba-tiba harimau tua bergerak. bersikap siap. Reaksi kawan-kawannya di sekeliling api unggun cukup cepat. dan belum sempat dia hendak bangun dan lari kembali. dan harimau lalu menyeretnya ke dalam hutan. secepat kilat dalam kepalanya timbul kesadaran. sang harimau telah tiba. dengan cepat cair ketika mereka mendengar jerit Pak Balam minta tolong.dengan auman yang dahsyat dia melancarkan dirinya dari tempat persembunyiannya — pada saat Pak Balam mendengar bunyi auman harimau. Harimau menegangkan seluruh badan dan otot-ototnya. Orang itu duduk mencangkung di air. akan tetapi kakinya tergelincir dan dia terjatuh sepanjang badannya ke dalam air. bahwa dialah yang menjadi sasaran terkaman harimau. Wak Katok segera mengambil senapan. yang mudamuda melompat menghunus parang panjang. ketika melihat seorang di antara mereka melepaskan diri dari Tiraikasih Website http://kangzusi. dan segera . siap untuk melompat. akan tetapi kini mulut harimau dengan gigi-giginya yang tajam dan kuat menerkam betis kaki kirinya. Seandainya Pak Balam tak terjatuh. Dia melompat berdiri hendak lari. maka sang harimau akan tepat menerkam kepalanya atau lehernya. dan kemudian -. dan melangkah sendiri menuju kegelapan sungai. dan menerkam kakinya. Bunyibunyi serangga dan margasatwa terdiam beberapa saat sehabis auman harimau.

disusul segera oleh Buyung dan yang lain. Sutan melemparkan potongan tenaganya ke arah harimau yang melarikan Pak Balam. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mereka berteriak keraskeras. mereka lalu berlari mengejar ke seberang sungai. dan membidik lalu menembak.com/ Dewi KZ 83 dan dalam gelap malam mereka dapat melihat harimau berlari kayunya yang menyala-nyala sekuat-kuat bekas dilalui harimau. Pakaian Pak Balam koyak-koyak. dan tak lama kemudian mereka tiba di sebuah tempat yang agak terbuka. dan Wak Katok mengangkat senapannya. Melihat Pak Balam telah tak ada. Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balam. dan seluruh badannya penuh dengan luka-luka kecil dan gores-gores merah. karena mereka dapat melihat semak-semakyang bergerak-gerak mendengar jeritan Pak Balam yang kesakitan. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya kena gigitan harimau. hingga kelihatan tulangnya yang putih. menghilang ke dalam hutan yang lebih gelap. Wak Katok berlari di depan dengan senapannya. dan mereka terus berlari ke tempat Pak Balam. dan dapat cepat menyeret Pak Balam.berlari ke api mengambil sepotong kayu yang menyala. batu dan kayu ketika dilarikan harimau. kena duri. dan darah mengalir amat banyak. daging dan otot betis koyak. dan terus berlari. ketakutan dan minta tolong. Mukanya .

Wak Katok telah mengisi senapannya kembali. dan sebentarsebentar menjerit minta tolong. Kemudian Tiraikasih Website http://kangzusi. Buyung. dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daundaunan. Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas. dan setelah air mendidih. Pak Balam kelihatannya pingsan. akan tetapi belum dapat berbicara dengan terang. Talib.com/ Dewi KZ 84 Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera. tak sadar diri. Setelah air agak dingin Wak Katok meminumkannya pada Pak Balam sedikit demi sedikit. mereka cepat-cepat membawa Pak Balam ke tempat api unggun. yang kemudian mereka bungkus dengan sobekan kain sarung Pak Balam. dan melihat berkeliling. dari mulutnya. Pak Haji dan Sutan cepat mengangkatnya.berdarah. Wak Katok menyuruh Talib memasak air panas. dia hanya terbaring di sana mengerang-ngerang. Pak Balam sudah agak sadar. Ketika tiba di tempat terang. dan dengan Wak Katok berjalan di belakang. lebih nyata lagi betapa dahsyatnya luka-luka yang diderita oleh Pak Balam. Darah ke luar dari hidungnya. punggungnya pun luka dalam kena cakaran harimau. dia mulai tenang. Sanip. Baru sejam kemudian. memandangi mereka seorang demi seorang. Dia mengerang terus. . maka air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. dan seluruh badan lukaluka. Selain gigitan harimau yang membelah betisnya. Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya.

jangan ingat mati. Tetapi ketika itu aku masih berharap Tuhan akan mengampuni dosaku. Rupanya aku mesti juga menebus dosaku. "Hus. Telah pula diobati oleh Wak Katok. dia memandangi kawankawannya kembali. dengarkan kataku.. lalu berkata: "Sudah sampai ajalku kini. "aku telah dapat firasat dan dapat mimpi. dan melindungi kita semua. Awak sudah selamat kini. dan malam kita akan meninggalkan huma Wak Hitam. ingin tahu apakah air muka mereka berubah juga mendengar kisah Pak Balam." "Tidak. Kemudian ketika dia lebih tenang. mendengar ucapan Pak Balam ini. yaitu tiap kita yang melakukan dosa besar. Muka . Tidak aku seorang saja. dua malam sebelumnya.com/ Dewi KZ 85 sendiri saja yang mempunyai dosa besar yang harus ditebusnya? Tetapi tidakkah dia telah minta ampun kepada Tuhan? Buyung tak dapat melihat sesuatu apa di wajah kawankawannya yang samar-samar diterangi cahaya api unggun." kata Pak Balam menguatkan hatinya.. Tahukah Pak Balam tentang dosanya? Dia melihat kepada kawan-kawannya yang lain. apakah mereka juga masing-masing menyimpan dosadosa besar yang mereka sembunyikan dari orang lain? Ataukah dia Tiraikasih Website http://kangzusi. Akan tetapi semua kita akan mendapat celaka dalam perjalanan. Cobalah tidur." Pak Haji berkata. Muka Wak Katok tetap kelihatan keras dan kukuh.diseling oleh erang kesakitannya.Tiap sebentar Pak Balam mengucap — La ilaha illlallah La ilaha illalah . Sebelum kita berangkat dari kampung." Buyung tiba-tiba sejuk dalam hatinya. Tenanglah. diamlah.

Pak Balam? Coba ceritakan. apakah mereka juga menyembunyikan dosa-dosa. salahku juga. Mengapa tak awak ceritakan dahulu di kampung? Aku 'kan dapat membacakan mantera atau membuat jimat untuk kita semua?" "Aduh. Sanip dan Sutan dibacanya perasaannya sendiri juga. "Dengarlah. jika datang angin dan ombak besar. dan di muka kawankawannya yang lain lebih muda seperti Talib. nanti perahu terlalu berat. Aku bermimpi rasanya pergi naik perahu ke danau dengan Wak Katok. mungkin terbalik. yang mencerminkan rasa tegang yang mereka rasakan sejak harimau datang menyerang. lagi ikan banyak. Pak Haji berkata 'sudah mari kita pulang. akan tetapi tak jelas padaku mukanya.Pak Haji sabar dan tenang. hingga sungguh-sungguh perahu jadi terlalu penuh dan . kepalang benar. Aduh banyaknya ikan yang kita dapat. setelah aku terbangun. "dua hari sebelum kita berangkat ke hutan damar aku bermimpi. marilah kita menangkap ikan terus. Darr ada dua orang lagi kawan di atas perahu. Bukan Buyung dan bukan Talib. Sutan dan Sanip. Pak Haji.' Akan tetapi Wak Katok berkata 'jangan kita berhenti dahulu. Dan ikan yang kami dapat semakin banyak. tak jelas begitu kemudian." tambahnya. Akan tetapi dia tak dapat membaca di wajah mereka. barangkali masih dapat kita elakkan bala yang hendak menimpa kita. Wak Katok berkata: "Apa mimpi awak. Penuh perahu.' Dan Sutan dan Sanip dan aku pun menyokong usul Wak Katok. Kita pergi menangkap ikan ke tengah danau. Entah siapa mereka. kini sudah terlambat." kata Pak Balam. Demikianlah kami terus juga menangkap ikan.

sedang aku tak menyangkalnya. dan tiba-tiba udara pun jadi gelap. dan anehnya — semakin tinggi . aku tahu. dan malahan menarik tali pancing dan perahu beserta isinya ke tengah danau. Pohonnya besar dan tinggi. dan harus segera pulang. topan tiba.. dan meskipun yang lain menolong untuk mengangkatnya ke dalam perahu.. antaranya juga Pak Haji berdiri di bawah pohon melihat aku memanjat. karena tak lama kemudian aku mendapat seekor ikan yang sangat besar. Kalian. Tak sampai sejari lagi. di telingaku masih terdengar pekikan kami semua. dan semakin lama semakin cepat.com/ Dewi KZ 86 perahu terbenam dalam. Benar juga kekhawatiranku. Aku lagi bermimpi memanjat pohon.. ombak menjadi besar. dan terus juga ditarik oleh ikan besar.” “Dan mimpiku yang kedua lebih seram lagi di rumah Wak Hitam.. dan kami. bahwa sebenarnya kami telah lama harus berhenti. basah keringat. akan tetapi ikan besar itu amat kuat.Tiraikasih Website http://kangzusi. perahu oleng. dan tiba-tiba perahu pun terbalik — habis semua ikan yang kami tangkap sepanjang hari tertumpah kembali ke dalam danau. semua jatuh ke dalam air — aku terbangun. air pun akan masuk ke dalam perahu. Dalam mimpiku Wak Katok terus juga menyuruh kami memancing. angin berhembus kencang. hendak mengambil anak burung beo di sarangnya.. ketakutan dan bunyi deru badai dan angin . meskipun dalam hatiku.

dan alangkah ngerinya. dan dia berkata dengan suara garau: "Karena engkaulah Wak Katok. Aku memanjat juga cepat-cepat. dan aku turut jatuh bersama pohon. datanglah ular besar-besar amat bangun. Aku merasa letih sekali. maka aku harus menebus dosaku dulu seperti ini” Wak Katok memandang padanya. sedang kita tak dapat bergerak melarikan banyaknya penuh di sekeliling kita. untuk mengusir setan-setan jahat yang datang menggangu. hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Our'an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua. Aku membaca ayat Qur'an banyak-banyak setelah diri. tetapi aku paksakan juga memanjat. dan ganjil sekali. Tetapi rupanya memang sudah ditakdirkan. Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya. tetapi kita semua terhimpit di bawah pohon. dan sarang burung bertambah jauh di atas. Mereka tak dapat berkata sesuatu apa. dan memandang pada Wak Katok.com/ Dewi KZ 87 saja.aku memanjat pohonnya terasa bertambah tinggi saja. dan kalian pun berteriak-teriak hendak melarikan diri. dan sinar matanya berubah jadi kencang dan kuat dan keras. sebuah . dan memandangi mereka dengan mata yang kini bersinar sayu. akan tetapi pohon tumbuh bertambah tinggi lebih cepat. Aku terbangun dengan napas ketakutan Semuanya ini mimpi alamat-alamat yang tak baik Tiraikasih Website http://kangzusi." Pak Balam terdiam. dan tiba-tiba pohon tumbang. hanya sampai di sini umurku.

perasaan takut seakan kelihatan melayang menutupi mukanya sebentar." cerita Pak Balam. ubahnya seakan bayangan gelap dan terang dari api unggun yang selama ini bermain di atas muka dan tubuh mereka dan gelap hutan di sekeliling. Wak Katok pun tidak. bahwa sesuatu unsur baru yang mengandung rahasia dan asing seakan telah memasuki dunia kecil mereka di sekeliling api unggun. Wak Katok pemimpin melakukan pertempuran dengan sepasukan serdadu musuh. diselingi oleh sesuatu bayangan lain yang lebih gelap dan lebih menyeramkan hati. Pasukan kami telah bercerai berai. dan dikejar-kejar oleh pasukan musuh. dan bersembunyi di sebuah ladang yang telah ditinggalkan yang punya. dan hanya tinggal kami bertiga yang pasukan kami. Setiap mereka merasa. Wak Katok berdiam diri. Akan tetapi setelah setengah hari dikejar-kejar.com/ Dewi KZ 88 melarikan diri. suaranya kini lebih kuat. kami berhasil meninggalkan pasukan Belanda. Akan tetapi tak seorang juga mencoba menghalangi Pak Balam berbicara terus.. Aku satu pasukan dengan Wak Katok. Kami Tiraikasih Website http://kangzusi. "di waktu pemberontakan di tahun 1926 melawan Belanda. "Terjadi dahulu .. Dalam hati mereka seakan ingin hendak memerintahkan kepada Pak Balam untuk tidak membawa unsur baru yang tak dikenal dan menakutkan itu ke tengah yang kemudian menghilang cepat. dan mereka semua berdiam diri. Tak mereka. Kami baru saja habis .

Wak Katok mengajak aku pura-pura pergi ke sumur untuk membicarakannya. dia sudah lemah sekali. Ketika kami tiba di ladang kosong. Meninggalkan Sarip di ladang tak mungkin pula. tetapi . dan darah di pahanya masih mengalir terus menetes-netes. Kami pun merasa khawatir karena setiap saat pasukan patroli Belanda akan tiba dan menyergap kami di ladang kosong. Naik ke pondok yang kosong pun terpaksa dia kami tarik. Di sana ada bekal makanan. kira-kira lima jam berjalan lagi dari ladang itu. Sarip. luka di pahanya. Di dalam pondok kami batut lukanya sebaik mungkin akan tetapi kami tak mempunyai obat-obat yang diperlukan. Perjalanan ke tempat persembunyian amat sukar dan berat. Apa yang mesti dilakukan. Wak Katok bertanya apa yang mesti dilakukannya. hampir-hampir tak lagi dapat berjalan. karena darah Sarip yang menetes sepanjang jalan. Sarip dan aku. kawan kami. dan kami tak mungkin tiba di sana sebelum hari gelap. Jika Sarip ditinggalkan.masih bersama-sama Wak Katok. karena perjalanan akan lambat sekali. Kami tak punya makanan sama sekali. kami khawatir dia akan dipaksa oleh pasukan Belanda menunjukkan tempat persembunyian kami. Kami takut pasukan Belanda dengan mudah dapat mengikuti jejak kami hingga ke ladang. Tempat persembunyian pasukan kami masih jauh. Tak mungkin pula membawa si Sarip ke sana.

Aku ikut bersalah. Bagaimana Sarip. barulah kini aku menceritakan hal ini. tanyaku. dan Wak Katok menjawab 'serahkan padaku. Kemudian Wak Katok berkata. setelah pemberontakan dikalahkan oleh Belanda. Aku amat pengecut sekali. Tak lama kemudian Wak Katok menyusul aku dan kami berangkat ke tempat persembunyian. pasti Wak Katok akan menuruti kehendakku. Sejak hari itu hingga saat ini. asal aku dapat hidup. aku tak mau mati. ketika dia membawa aku pergi ke sumur. 'pergilah engkau dahulu. aku takut mati. dan ketika Wak Katok berkata. Ini aku ketahui kemudian. tanpa kembali lagi melihat Sarip di dalam pondok. bahwa kami harus berangkat cepat. . Barangkali aku yang lebih bersalah lagi dari Wak Katok.aku tak dapat menjawab dengan pasti. Aku berdosa. Tetapi hatiku begitu cinta pada hidup diriku. Biarlah Sarip yang mati. hingga aku rela untuk membayar apa saja agar aku dapat hidup terus. dan berkeras supaya Sarip kami bawa. Karena dalam hatiku aku telah tahu apa yang hendak dilakukan oleh Wak Katok. Aku tahu apa yang terjadi. aku segera menyusul maka aku pun Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 89 terus berangkat. Aku tak pernah menanyakan kepada Wak Katok apa yang terjadi dengan Sarip. Tetapi aku tak pernah membicarakannya dengan Wak Katok.' Aku tak berpikir panjang lagi. Jika aku melarang Wak Katok. Wak Katok kembali ke pondok dan membunuh mati Sarip dan melemparkan Sarip ke dalam sumur.

kawanku yang amat karib. istri dan tiga orang anaknya. Seperti ketika Wak Katok memperkosa Demang. karena tangannya yang telah mulai bergerak.com/ Dewi KZ 90 Kami berperang melawan Belanda dan tidak memerangi perempuan dan anak-anak yang tak berdosa . Aku ada bersama Wak Katok. yang aku biarkan." Pak Balam berhenti berbicara. tetapi kini sinar matanya tak lagi keras. Orang yang membiarkan orang lain melakukan kejahatan dan dosa. bahwa karena perbuatan dosa itu. yang pertama. rebah ke sisinya.. akan tetapi rupanya dia merasa tak berdaya. kemudian membunuh di rumah Demang. dan aku tak berusaha untuk melarang Wak Katok berbuat dosa demikian. tetapi berubah jadi lembut. dan aku pun harus ikut memikul dosa-dosanya. dan dia seakan hendak mengulurkan tangannya kepada Wak Katok.. sama besar dosanya dengan orang yang melakukan dosa itu. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan aku pun tak kurang ikut memikul dosanya. turun kembali. Itulah perbuatan Wak Katok. kini mulai jadi terang dan seakan segala ketegangan dan tekanan yang selama ini . dan air muka Pak Balam bertambah berubah. sedang dia mampu menghalanginya. matanya masih juga memandangi muka Wak Katok. dia sendiri mendapat keuntungan. Selama pemberontakan banyaklah halhal lain yang aku biarkan Wak Katok melakukannya.Tetapi aku biarkan saja. Apalagi jika dia tahu. dan merampas emas dan perak istri Demang.

Pak Haji bertakbir. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat .mengungkung jiwa dan pikirannya mulai menghilang. AllahuAkbar. Aku sudah mengakui dosadosaku. dan seakan sebuah senyuman halus hinggap di bibirnya. Wak Katok. dan dengan suara yang halus sekali dia berkata: "Aku merasa ringan kini aku sudah menceritakan pada kalian di depan Wak Katok beban dosa yang selama ini menghimpit hatiku dan kepataku.com/ Dewi KZ 91 Pak Balam menutup matanya kembali. juga kalian yang lain. Kemudian memandang Pak Balam membuka matanya. dan sujudlah ke hadirat Tuhan. sinar matanya menjadi jernih. biarlah aku seorang yang jadi korban” Tiraikasih Website http://kangzusi. akuilah dosa-dosa kalian. mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun. dan juga mengampuni dosa-dosa Wak Katok Pak Balam mendekatkan kedua belah telapak tangannya seperti orang mendoa. Pak Balam berkata kepada Wak Katok: "Akuilah dosadosamu. dan tolonglah doakan supaya Tuhan suka kiranya mengampuni segala dosaku. dan agak menakutkan. dan ketika pandangan mereka bertaut.. supaya kalian dapat selamat ke luar dari rimba ini. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masingmasing. terjauh dari bahaya yang dibawa harimau . perlahan-lahan: "AllahuAkbar. dan mulutnya komatkamit. letih telah berbicara begitu banyak. Air mukanya kaku dan keras. Allahu Akbar!" Wak Katok duduk mencangkung juga diam-diam.. dan dia terbaring demikian. wajahnya jadi tenang. dan mencari mata Wak Katok.

" Mereka diam saja mendengarkannya. tak seorang juga yang tahu.com/ Dewi KZ 92 yang ganas yang bersembunyi menunggu saat hendak menerkam. rasa takut mulai timbul dalam hati mereka. kata Talib dalam hatinya. Pak Haji juga demikian. dan mereka merasa seakan harimau dengan gelisah berjalan mundar-mandir di seberang batas gelap . harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa — awaslah harimau — dikirim Allah — awaslah harimau -akuilah dosa-dosa kalian akuilah dosa-dosa kalian. tak ada dosa yang harus aku akui. Buyung menyuruh hatinya dan pikirannya diam. Wak Katok duduk diam dengan air muka yang keras. dosadosanya telah diceritakan sebagian terbesar oleh Pak Balam. dia yakin sekali. jangan mengingatkannya pada dosa-dosanya. Aku tak punya dosa yang mesti aku akui. Aku tak punya dosa. Biarlah orang lain dahulu mengakui dosa-dosanya. Akan tetapi mengakui dosa-dosa di depan kawan-kawan semua? Aku tak berdosa.sekali dalam hati mereka. Pak Balam kemudian terdengar berkata dengan suara seperti orang mengigau: "Awaslah. kata Sutan pada dirinya. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung. meninggalkan hutan dengan harimau maut jauhjauh di belakang. seluruh gelap rimba raya di sekeliling terasa penuh dengan ancaman dan raksasa hitam Tiraikasih Website http://kangzusi. pikir Sanip. dan dia tak akan hendak menceritakannya kepada siapa pun juga. Dan tentang dosanya yang terakhir.

sejak dia diterkam harimau dan berkat ketangkasan mereka bersama berhasil mereka rebut kembali dari rahang .' memutuskan siapakah lagi yang harus dihukum karena dosa-dosanya.. Tak mengingatnya dan tak membukanya. Banyak orang yang takut hidup menghadapi kebenaran. Mereka lebih suka menyembunyikannya dan tak mengawasi mereka. karena ucapan-ucapan Pak Balam yang masih terus juga dari waktu ke waktu ke luar dari mulutnya — "akuilah dosa-dosa kalian -. Mata mereka silau melihat kejahatan dan dosa-dosa mereka sendiri. Karena orang yang mencoba membuka kebenaran dibenci dan dimusuhi oleh mereka yang bersalah dan berdosa. banyaklah dosa dan kesalahan yang mereka lihat. melihatnya. memaksa mereka meninjau kembali perbuatan-perbuatan selama hidup. Jangankan membukanya kepada orang lain. Mulai pula timbul. masing-masing enggan dan tak hendak mengakuinya. rasa tak senang terhadap diri Pak Balam. Mereka tak berani lagi saling berpandangan muka. memeriksa dosa-dosa mereka.. Dan aduh. kepada diri sendiri pun. takut yang lain akan dapat membaca apa yang mereka rasakan dan pikirkan. dan hanya sedikit orang yang merasa tak dapat hidup tanpa kebenaran dalam hidupnya. di samping rasa takut mereka.bawalah harimau — dikirim Allah akuilah dosa-dosa kalian" memaksa mereka untuk memandang dengan jujur ke dalam lubuk hati.antara pinggiran lingkaran api dan gelap hutan. yang mereka kasihani selama ini.

Dalam hatinya Wak Katok seakan merasa menyesal. Pak Balam yang telah mereka selamatkan itulah pula yang menyuruh mereka membongkar koporkopor rahasia dalam hati dan jiwa mereka. yang hadir dan mendengar Pak Balam bercerita. apa yang telah mereka dengardari Pak Balam? Sungguh terkutuklah Pak Balam. yang selama puluhan tahun telah tertutup rapat. maka sama sekali tak ada timbul persoalan harus mengakui dosadosa ini untuk menyelamatkan diri. Dan kini. Tiraikasih Website http://kangzusi. dan hanya diketahui Pak Balam saja. Apa yang mesti dilakukannya supaya mereka berjanji untuk tidak meneruskan cerita Pak Balam kepada siapa pun juga? Mengapa Pak Balam tak membiarkan apa yang telah terjadi tinggal di dalam kubur masa yang telah mati dan telah jauh ditinggalkan di belakang? Apa gunanya menariknya kembali. terkutuklah kawan-kawannya sendiri. atau kawankawan mereka. Dan rahasia hidupnya sendiri. Apa gunanya kepada membongkarnya dan mempertontonkannya . terkutuklah harimau itu. kini telah diketahui pula oleh lima orang lain. orang-orang sekampungnya. mengapa mereka telah menyelamatkan Pak Balam.com/ Dewi KZ 93 Seandainya Pak Balam dibiarkan dimakan harimau. apakah mereka akan menutup mulutnya? Tidakkah mereka nanti jika tiba di kampung akan menceritakan kepada istrinya. dan menghidupkannya kembali? Mengapa orang tak membiarkan tulang-tulang yang telah terkubur tetap tinggal dalam pelukan tanah.harimau.

tak mengetahui dosa-dosa mereka masingmasing. sambil membaca-baca ayat Qur'an. apalagi selama petualangnya bertahun-tahun di luar negeri? Mungkin dia juga telah membunuh orang. yang suka menyanyi. Dan si Sanip orang muda yang periang.semua orang? Dan tiba-tiba rasa tak senang juga meliputi kawankawannya yang lain . seperti seorang keramat dan seorang saleh. akan tetapi dia. maka dia dapat duduk di sana dekat Pak Balam. Sanip. yang purapura saleh dan bijaksana itu. telah menipu orang. siapa tahu itu juga hanya topeng yang dipakainya saja di depan orang lain. Pak Haji. dia mungkin telah mencuri dan merampok.Pak Haji. Mereka ini telah mendengar cerita tentang kejahatan dan dosa-dosa dari mulut Pak Balam. Sutan dan Buyung. Wak Katok. dan hanya Wak Katok yang penuh dosa dan kotor dan harus mengakui dosa-dosanya. dan minta ampun kepada Tuhan. Talib. apa yang tidak dilakukannya selama hidupnya. tetapi karena tak ada orang lain yang tahu.com/ Dewi KZ 94 dirinya bersih dan suci. Entah dosa-dosa gelap apa yang telah dilakukannya dan disembunyikannya di . seakan Tiraikasih Website http://kangzusi. supaya mereka semua selamat dari bahaya harimau. Pasti setiap mereka juga mempunyai dosa-dosa yang mereka rahasiakan dan tutup rapat-rapat.

Pasti mereka telah berzinah berkali-kali. Dia pun mungkin telah melakukan kejahatan dan dosa-dosa besar. karena mengamuk di pasar dan menikam sampai enam orang. Dan Sutan . Dia sejak lama telah . dan empat orang sampai mati. karena ada cerita yang melihat dia bercubitcubitan dengan bini muda ayahnya. Dia tukang mengejar perempuan. Jangan-jangan dengan bini muda ayahnya sendiri. Dan si Talib. Mereka hanya menurut kernauan dan nafsu saja. Darah keluarganya darah gelap juga. Dan si Buyung. sedang ayahnya tak ada di rumah.meskipun dia masih muda. Menurut cerita orang meskipun dia sudah berbini. hanya orang lain saja tak ada yang tahu. sedikit pun dia tak dapat dipercaya dengan perempuan. Bukan tak mungkin dia pun telah pernah mencuri. Kata orang dia suka bertemu dengan Siti Rafiah. . ataupun berzinah dengan seseorang umpamanya di kampung. janda muda. akan tetapi dia suka juga tidur di surau bersama dengan anak-anak lelaki yang muda-muda. tak perduli tua atau muda. Pamannya yang sudah mati dulu pernah dibuang ke Pulau Nusakambangan. Pernah dia digunjingkan orang kampung.ah. anak-anak muda sekarang tak lagi memperdulikan ajaran agama dan adat.belakang ketakuannya yang periang dan adatnya yang santun pada orang-orang tua di kampung. itu pun orang pendiam seperti air di lubuk yang dalam. akan tetapi dia juga tak dapat dipercaya.

" Wak Katok lalu berdiri. Wak Katok memutuskan dalam hatinya. dan dengan penuh perhatian mereka memandangi tangan Wak Katok memeriksa di balik celana Pak Balam. Jika pernah dilakukannya begitu. karenanya lalu membuka mulut. Akan tetapi mengapa hanya dosa-dosaku saja yang harus dibongkar oleh Pak Balam? Tiraikasih Website http://kangzusi.meminta tujuannya supaya diajar ilmu guna-guna. dan harimau biasa akan berani menyerangnya. yang pinggangnya. Mereka melihat kain putih yang melilit pinggangnya. barangkali terlupa dibawanya ke belakang ketika dia berhajat. dan . Bukankah itu perbuatan per-…. air mukanya menunjukkan seakan dia berpikir. tempat biasanya orang untuk menggoda perempuan saja. kemudian dia kelihatan mengambil putusan.com/ Dewi KZ 95 Dan sebenarnya pula. Apakah kalian semua memakai jimat pengusir harimau. apakah sungguh dosa yang telah dilakukannya itu. memeriksa memakai jimat. ular dan binatang buas yang lain? Jika Pak Balam memakainya. maka jimatnya tak mempan lagi. Dia pun tukang berzinah juga. di pinggangnya. ********** Halaman 106-107 hilang ********** Karena itu mereka dengan penuh harap memandang kepada Wak Katok. Yang lain datang mengingsut mendekati Pak Balam. Mereka semuanya berdosa. Wak Katok lama berdiam diri. dan mendekati Pak Balam. Tak lain berkata: "Tak mudah untuk memastikan apakah harimau itu harimau biasa atau harimau jadi-jadian.

Mereka telah mengganti celana dan pakaian Pak Balam.com/ Dewi KZ 96 terikat di pinggangnya? Jika tidak. atau dilepaskannya. Mereka hanya mendengar bunyibunyi yang dibuat Wak Katok melakukan pemeriksaannya.berisi berbagai rupa jimat. dan kemudian dia berpaling pada mereka. Mereka demikian sibuk dengan kedahsyatan serangan harimau dan mengejar harimau untuk merebut Pak Balam kembali. Bau menyan yang keras dan tajam yang datang menyerang hidung. Wak Katok memeriksanya satu persatu. Aku harus menanyakan kepada orang halus. ketika dia hendak melakukan hajatnya ke sungai. siapakah yang mengikatkannya kembali ke pinggangnya?" Tak seorang juga dapat memastikan apakah mereka melihat tali jimat telah terpasang atau belum. dan tibatiba mereka mencium bau menyan mengisi udara. Dan jagalah jangan Pak Balam sampai dapat melihat kepadaku. Baiklah kalian membelakangi aku. maka Wak Katok berkata: "Jika begitu terpaksa dicoba jalan lain. Ketika tak seorang juga yang berani memastikan. dan berkata: "Ada jimat pelawan binatang buas dipakainya. menimbulkan pikiran-pikiran dan ingatan-ingatan . ketika membawanya pulang tadi. hingga tak seorang juga yang memperhatikan hal yang demikian. jimat ini dipakainya. Soalnya kini apakah tadi." Mereka mengubah duduk. membelakangi api dan melihat ke dalam gelap hutan. Ingatkah kalian. dan tak seorang pun ingat apakah tali jimatnya selama itu terikat pada pinggangnya. apakah jimat ini masih Tiraikasih Website http://kangzusi. Kerja ini berbahaya juga.

maka darah di pisau akan tetap tinggal merah setelah dibakar di api. Mereka mendengar bunyi menggeram yang menakutkan beberapa kali. Mereka merasakan sekali kesepian dunia kecil mereka di dalam lingkaran cahaya dan panas api.com/ Dewi KZ 97 Akan tetapi kemudian suara Wak Katok membangunkan mereka. Tak ubahnya seakan mereka sedang berada di dalam perut sebuah makhluk raksasa yang maha besar. "Jika harimau itu harimau siluman." kata Wak Katok menerangkan. dan mereka melihat Wak Katok mencicip ujung jari kirinya. Mengingatkan mereka pada cerita hantu-hantu dan mayat-mayat yang hidup kembali. yang bekas ditusuknya dengan pisau belati. darahnya jadi hitam. Mereka mendengar suara Wak Katok berbisik-bisik membacakan mantera-rnanteranya. "Akan tetapi lihatlah. kepada iblis. dan mereka selamalamanya tidak lagi akan dapat ke luar dari perut gelap dan hitam yang besar. dan menunjukkan pada mereka belatinya. Harimau biasa. "Syukur alhamdulillah.kepada dunia dan makhluk gaib." kata Wak Katok. dan dia adalah harimau biasa. Menurut darah di pisau. yang telah menelannya. meskipun . harimau bukan harimau siluman. Kemudian semua suara berhenti. Di ujung belati kelihatan bekas darah yang kini berwarna hitam. ketika mereka mendengar." Terdengar mereka semua menarik napas lega setelah mendengar kata Wak Katok. setan dan jin. jadi darah biasa. dan karena itu darah harimau adalah juga darah biasa. Tiraikasih Website http://kangzusi. yang rupanya ke luar dari tenggorokan Wak Katok sendiri.

com/ Dewi KZ 98 senang menelanjangi dirinya sendiri. ketika orang seorang hanya sendiri dengan dirinya. yang selama ini mereka simpan jauh-jauh di dasar ingatan. meskipun pada dirinya sendiri. Menunggu terus-menerus dalam ketakutan.menakutkan. kini persoalan harus mengakui dosa-dosanya telah dikesampingkan. Jangankan di depan orang lain. kesadaran dan hati nuraninya. Harimau biasa adalah binatang buas biasa. menakutkan akan tetapi tidak begitu dahsyat Dan yang lebih menyenangkan hati mereka lagi adalah. . yang dapat dilawan. Apalagi jika harimau siluman menjadi pesuruh Yang Maha Kuasa untuk menghukum dosadosa mereka. Tak seorangpun juga merasa Tiraikasih Website http://kangzusi. Kini pimpinan direbutnya lebih tegas di tangannya. Wak Katok pun merasa senang dengan putusannya. segan dan pimpinan mereka ke seperti harimau siluman. Menghadapi harimau demikian orang hanya tinggal menunggu nasib saja. Sedang harimau siluman tak seorang manusia juga yang kuasa melawannya. Tetapi harimau biasa dapat dilawan. Orang merasa tak berdaya dan tak bertenaga sama sekali jika harus menghadapi harimau jadi-jadian. Ada saat ketika Pak Balam bercerita. Kini tak perlu lagi mereka memeriksa dirinya. tak ada yang suka bertentangan mata dengan hati nuraninya. Dan Buyung sendiri merasa mempunyai cukup kecakapan menembak untuk memburu harimau biasa. hingga saat setiap orang tiba untuk dipanggil kembali ke alam baka. seakan anak-anak muda yang lain hendak memindahkan hormat. dan melihat dan berhadapan dengan dosa-dosanya.

Esok baiklah kita buatkan usungan untuknya. juga dalam cahaya mata Pak Haji. Pak Balam rasanya tak akan kuat berjalan kaki. "Nah. seperti mereka juga selalu berusaha untuk melupakan dosadosanya sendiri. kemudian berkata: "Aku kira sebaiknya kita tinggalkan saja damar di sini. akan kita tinggalkan keranjang yang berisi damar kita semua di sini. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam. Harimau biasa takut pada api. dan sejak saat itu. Membawa damar sambil mengusung Pak Balam rasanya tak mungkin. Bagaimana yang baik Pak Haji. dan kita berganti-ganti mengusung Pak Balam dan membawa keranjang damar?" Pak Haji berpikir sebentar sebelum menjawab. Untunglah cukup banyak kayu tersedia. Wak Katok dapat melihat pada air muka mereka. mereka akan menerima pimpinannya tanpa bertanya-tanya. Akan tetapi kini. Karena itu harus kita jaga supaya api tetap besar sepanjang malam. "harimau biasa dapat kita hadapi bersama. Esok pagi kita berangkat lebih siang sedikit. bahwa mereka semua berterimakasih padanya atas ucapannya. Dia pun tahu pula. bahwa mereka pun tak akan menyinggung-nyinggung cerita Pak Balam. Rasanya untuk malam ini kita akan aman. atau kita tinggalkan dua keranjang saja.tangan Pak Haji. Dengan demikian kita . malahan akan berusaha untuk melupakannya. Kita bawa saja perbekalan makanan." kata Wak Katok. karena itu harus kita pikul berganti-ganti.

dapat berjalan lebih cepat, dan tidak merasa terlalu letih Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 99 berganti-ganti mengusung Pak Balam. Kita harus cepat pulang ke kampung." Pikiran Pak Haji mereka terima. Kemudian Wak Katok berkata, bahwa lebih baik mereka mencoba tidur, supaya jangan terlalu letih esok hari. Akan tetapi tak seorang juga dapat tidur nyenyak dan lama malam itu. Bukan saja kejadian yang dahsyat masih menegangkan urat syaraf dan perasaan mereka, dan erang Pak Balam yang menderita sakit menusuk perasaan, akan tetapi hati nurani pun secara tak mereka sadari tinggal resah dan gelisah. Dan tak mudah dan tak cepat dapat menidurkannya kembali,

meskipun mereka coba sekuat-kuatnya. Masing-masing penuh dengan perasaan dan pikiran tentang diri sendiri dan tentang kawan-kawannya. Talib teringat pada Siti Nurbaiti, anak gadis berumur tiga belas tahun yang terdapat mati di ladang di luar kampung dan membuat heboh seluruh daerah berbulan lamanya, kurang lebih dua tahun yang lalu. Pakaian gadis itu koyak-koyak, dan menurut cerita, dia diperkosa. Sampai kini tak diketahui siapa yang memperkosa dan membunuhnya. Adakah dia di antara mereka ini? Dia merasa ikut berdosa juga, karena bukan sekali saja timbul rasa berahinya melihat gadis umur tiga belas yang badannya lekas menjadi dewasa itu, dengan buah dada yang Siapakah yang berbuat demikian?

besar dan kencang mendorong baju kurungnya, raut mukanya yang manis, dan cahaya matanya yang berani dan penuh tantangan. Kemudian dia menutup pikiran dan menahan hati nuraninya, ketika pikiran-pikiran serupa itu membawanya terlalu dekat pada dosa-dosanya sendiri. Pak Haji, Sanip, Sutan, Buyung dan Wak Katok pun tidur gelisah. Meskipun mereka memicingkan mata, akan tetapi pikirannya tak berhenti. Ketukan Pak Balam terhadap hati Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 100 nurani mereka masih berkumandang juga di dalam relung hati dan pikiran, bergema ke bawah sadar. Pak Balam sendiri pun, entah karena lukanya, entah karena hatinya, tidur lebih gelisah lagi... Api unggun menyala besar, melontarkan lingkaran cahaya

kecil di tengah gelap rimba raya menahan gelap yang hendak menelan mereka. Bunyi hutan di malam hari yang penuh dengan bunyi-bunyi rahasia dan gaib melingkari mereka. Hati nurani manusia memburu-buru minta pengakuan. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 101 5 Tak seorang juga yang dapat sungguh-sungguh tidur sepanjang malam, dan ketika bunyi kokok ayam hutan yang berderai-derai menandakan dini hari telah dekat, mereka pun segera bangun. Kini mereka memandangi rimba sekelilingnya dengan lebih awas dan cermat. Mereka memasak air dan makan, mengambil air sembahyang dan sembahyang, dengan selalu sebagian utama panca indra mereka memeriksa dan mengamati rimba di sekelilingnya. Rimba yang kini mengandung ancaman dan bahaya maut.

Mereka lebih khusuk lagi mendengarkan seruan Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! yang diserukan oleh Pak Haji, dan mereka lebih merasa dengan kesadaran yang amat dalam, penyerahan dirinya ke bawah lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tak pernah rasanya mereka merasakan nikmat sembahyang seperti pada pagi itu. Rasanya seakan mereka amat dekat sekali pada Tuhan, seakan ketika kening mereka tunduk menyentuh tanah, dan membacakan Subhana rabbial a'laa Maha Suci Tuhan Kami Yang Agung -merebahkan kepala mereka ke atas haribaan Tuhan, dan mendapat pengampunan dan perlindungan dari Tuhan untuk selamalamanya. Setelah selesai sembahyang hati mereka terasa lebih

tenang, dan kini mereka dapat menghadapi hari yang baru dengan kepercayaan yang lebih besar. Pak Balam kelihatan kini menderita demam ringan. Ketika Wak Katok membuka betisnya untuk mengganti obatnya dengan ramuan yang baru, kelihatan lukanya seakan kena infeksi, daging luka yartg terbuka tidak berwarna merah yang sehat akan tetapi kehitaman, dan nanah kelihatan mulai menjadi. ramuan yang menutupi luka dibuka, dia menjerit kecil kesakitan. Luka di punggungnya bekas cakaran harimau lebih buruk lagi. Daging di sekeliling luka kelihatan menggembung dan warnanya tak sehat. Wak Katok kelihatan menggelengkan kepalanya, dan Pak Haji pun kelihatan air mukanya seakan berat. Buyung, Talib, Ketika perbannya dibuka dan daun-daun

Sanip dan Sutan pun mengerti apa arti luka itu. Pak Balam harus segera dibawa ke kampung, dan dari kampung dibawa ke kota, ke dokter. Biasanya jika luka telah menjadi demikian, maka obat-obat kampung tak mempan lagi. Yang menderita harus dibawa ke rumah sakit untuk ditolong oleh dokter. Keningnya panas terasa ke tangan. Dia pun tak hendak makan, akan tetapi hanya mau minum kopi saja sedikit. Talib dan Buyung segera membuat, usungan setelah mereka makan. Pak Haji, Wak Katok dan Sutan mengemasi perbekalan makanan dan daging rusa ke dalam dua buah keranjang, yang akan mereka pikul bergantiganti, sambil berganti-ganti pula mengusung Pak Balam.

Keranjang-keranjang mereka

lain

berisi

damar

yang

harus

tinggalkan disimpan baik-baik di dalam pondok. Mereka baru berangkat setelah hari terang. Wak Katok berjalan di depan membawa senapannya, di belakangnya Buyung yang menyandang keranjang dan di tangannya parang panjangnya yang terhunus, lalu Sanip juga membawa keranjang dan parang terhunus, disusul oleh Talib dan Sutan yang mengusung Pak Balam, dan di belakang sekali berjalan Pak Haji, juga dengan parang terhunus. Menurut kepercayaan mereka, harimau selalu menyerang dari belakang. Karena itu tempat Pak Haji adalah yang paling berbahaya. Wak Katok dengan senapannya sengaja tak berjalan di belakang, karena

Dengan cara susunan mereka berjalan seperti kini. Apalagi jalan yang mereka tempuh masih licin. karena mereka berdua tak sanggup mengangkat usungan sambil mendaki tebing. Selama itu Wak Katok tak pernah ikut mengusung. mereka telah harus digantikan oleh dua orang lain. Dia terus berjalan . maka jika Pak Haji diserang. Akan tetapi jika harimau Tiraikasih Website http://kangzusi. Beberapa kali yang lain terpaksa harus membantu Talib dan Sutan. Jika dia berjalan di belakang. Baru setengah jam berjalan. dan dia diserang. Dalam hidup tak selamanya orang dapat bersedia mengambil risiko selalu perlu. dan mereka semua akan jadi korban harimau. Berjalan mengusung Pak Balam tidak dapat mereka lakukan dengan cepat. jika bagian belakang diserang. bagaimanakah? Pertanyaan ini tak mereka tanyakan. Yang penting ialah bersiap-siap seperlunya dan kemudian menghadapi segala kemungkinan. mengaso dan makan. maka mungkin dia tak sempat menembak. dan mereka harus mendaki sejak meninggalkan sungai.dia harus menembak. ketika Wak Katok memberi isyarat supaya mereka berhenti. dan menghadapi apa yang akan dalang dengan tabah dan berani. Wak Katok akan mendapat waktu membidik dan menembak.com/ Dewi KZ 103 menyerang dari depan. Demikianlah mereka berjalan dengan susah payah hingga tengah hari.

bahwa harimau itu adalah harimau biasa? Bukankah dia maha pemburuyang disegani orang kampungnya. . bahwa Wak Katok tak usah ikut mengusung. Dan sekali dia menjerit kesakitan. Yang lainpun menerima kenyataan. Juga kelihatan dia amat menderita sekali diusung demikian. Karena itu tak terlintas sedikit juga dalam kepala mereka untuk membantah suruhan Wak Katok. akan dibunuhnya juga. Wak Katoklah yang memegang kunci keselamatan hidup mereka. dan usungan terhempas ke tanah. Demam Pak Balam kelihatan tak kurang-kurang. karena kini dialah yang menjadi pemimpin rombongan. Ketika mereka makan. Tak terpikirkan dalam kepalanya mereka akan mempunyai pikiran atau pandangan yang lain. Di tangan Wak Katoklah satu-satunya senjata yang dapat menyelamatkan mereka. karena Sutan tergelincir jatuh.di depan dengan membawa senapannya. dan yang telah membunuh tiga ekor harimau? Harimau ini pun jika masih mengganggu mereka. dia pun tak hendak makan. Karena itu dialah yang berjalan paling depan.com/ Dewi KZ 104 Wak Katoklahyang tahubagaimana menyelamatkan mereka semuanya dari ancaman harimau. dan hanya minta minum saja. Tiraikasih Website http://kangzusi. tergoncang-goncang dan terantuk-antuk. Dialah yang punya dan yang memegangsenjata yang paling ampuh untuk menghadapi harimau. Pemimpin usaha mereka menyelamatkan Pak Balam dan diri mereka semuanya. Wak Katok pun dengan sendirinya menganggap dirinya yang memberikan pimpinan dan perintah. Dia dengan sendirinya pula mengharapkan mereka akan mengikuti segala pimpinannya. Tidakkah dia yang memutuskan.

dan setelah dia tak merasa syak dan takut lagi pada bendabenda yang asing baginya. Bau darah dan daging rusa yang melekat di keranjangkeranjang berisi damar akhirnya menariknya ke dalam pondok. dan dengan suara lemah mengatakan bahwa dia tak ingin makan. Dia mencari keranjang lain yangjuga berbau rusa yang menimbulkan seleranya. bahwa lebih baik dia mencoba makan sedikit.Pak Haji mencoba menyuruhnya makan dengan mengatakan. mengerang sambil menutup matanya. Pak Balam merebahkan kepalanya kembali. tak ada daging enak yang dapat dimakannya. dan menghembus-hembus berkeliling di tanah di sekeliling api . kecewa dan marah. Demamnya bertambah panas. harimau tua yang kelaparan tiba di sana. Dia mendatangi tempat mereka bermalam dengan hati-hati sekali.com/ Dewi KZ 105 depan kanannya. supaya badannya jangan terlalu lemah. akan tetapi kecuali bekas darah yang kering. Berbagai bau yang tinggal amat mengganggu perasaannya. Tetapi hal ini tak memuaskannya. Semua keranjang dirobohkan dan di bongkarnya. dan dia segera menjilat-jilat sisi keranjang tempat darah rusa yang kering melekat. maka laparnya mendorongnya merebahkan sebuah keranjang dengan tarikan kuku kaki Tiraikasih Website http://kangzusi. 0oo0 DUA jam lewat setelah mereka meninggalkan tempat bermalam di pinggir sungai. Dia menggeram-geram. Dia hanya mau minum kopi pahit sedikit. Akan tetapi setelah dicobanya.

ketika mereka selesai makan siang.com/ Dewi KZ 106 . supaya kita tiba di waktu petang. Bunyi-bunyi margasatwa yang biasa masih memenuhi hutan dan di atas pohonpohon yang tinggi mereka melihat beruk-beruk merah yang besar melintas sambil memanggil-manggil. Tiraikasih Website http://kangzusi. belakang? Apakah harimau mengikuti mereka dari Sebagai seorang pemburu yang mengikuti rusa? Akan tetapi suasana rimba di siang hari itu tidak menunjukkan tandatanda adanya harimau di dekatnya.. Di antara bau rusa. dan kemudian mencium-cium tanah kembali. bau manusia juga keras sekali tinggal. lebih-lebih lagi menentramkan perasaan mereka. dan dia bergerak menyeberangi sungai. "cobalah berjalan lebih cepat. dan bau manusia itu kini menimbulkan selera dan laparnya yang amat sangat pula. Dia mencium-cium tanah mengikuti jejak-jejak yang ditinggalkan kaki manusia yang tinggal di tanah.. Bunyi pukulan burung pelatuk. sudah menurun." kata Wak Katok. Karena itu mereka merasa agak bersenang hati.. yang datang dari jauh bergemagema. 0oo0 "DARI sini ke tempat kita bermalam nanti.unggun yang telah padam. Mereka kemudian berangkat meneruskan perjalanan dengan hati yang lebih tak terganggu. lama sebelum magrib. jalan tak begitu sukar lagi." Ucapannya segera mengingatkan mereka kembali pada harimau.

Baru darah mereka yang membeku dapat cair kembali. dan baru beberapa saat kemudian mereka dapat bergerak. Mereka merasa takut yang amat dahsyat sekali. Auman harimau kemudian disusul oleh jerit Talib ketakutan dan kesakitan. Mereka kembali teringat pada bahaya harimau. dan mengakukan otot-otot mereka. ketika mendengar bunyi auman harimau yang amat dahsyat. hingga beberapa saat mereka tak dapat bergerak. Yang lain berjalan terus sedang Talib membuka celananya hendak kencing. Kemudian ketika reaksireaksi wajar mereka dapat bekerja kembali dengan cepat. Mungkin perasaan demikian yang membuat mereka agak lengah. Dan mereka dapat mendengar pukulan napas dan denyut jantung mereka amat kerasnya ke telinga. kencing di pinggir jalan. Dan baru otot-otot mereka yang telah kaku. Mereka merasa tiba-tiba betapa suara dan bunyi-bunyi margasatwa terhenti. Baru panca indera mereka yang beku kembali bekerja. Disela pula oleh rasa hendak menyelamatkan diri masingmasing. dan membiarkan Talib tinggal di belakang. Buyung yang mendukung keranjang .Wak Katok tetap berjalan di depan sekali. kembali jadi liat dan dapat bergerak. yang membekukan darah mereka. lapi waktu mengalir amat lambat sekali. Sutan dan Sanip yang sedang mengusung Pak Balam menurunkan usungan ke tanah. Semua ini terjadi hanya dalam beberapa saat. yang segera pula dilawan oleh rasa setia kawan.

mereka berhenti di depan pohon-pohon yang tumbuh rapat. menuju tempat Talib hendak kencing. dan Wak Katok Mereka berteriak-teriak. dan mereka jelas dapat mendengar harimau menggeram-geram. dan merupakan pagar yang lebat. harimau telah menghilang melarikan oleh Talib terguling di tanah. Ingat pada nasib kawan mereka yang berada di dalam kekuasaan harimau. Pak Balam tinggal terlupa sendirian di atas usungannya. parang . Yang kelihatan oleh mereka kini hanyalah keranjang yang didukung panjangnya yang terhunus terletak di tanah.menurunkannya melompat cepat ke tanah. Hanya beberapa menit kemudian. Mereka melupakan bahaya terhadap diri mereka kini. Akan tetapi tanpa berpikir panjang mereka berlari ke dalam hutan mengikuti jejak dan Tiraikasih Website http://kangzusi. karena begitu dia berpaling korbannya. dan dengan parang terhunus mereka menyerbu ke dalam pohon-pohon yang tumbuh rapat. Mereka melihat besarnya jejak itu. dan bunyi berat lari harimau yang menarik mangsanya ke dalam hutan. Rupanya harimau terkejut juga oleh serangan mereka yang berlari ke belakang.com/ Dewi KZ 107 darah. penuh dengan semangat dan naluri berburu yang terdapat dalam diri setiap manusia. akan tetapi rasanya berabadabad bagi mereka. berseru-seru sekuatnya dengan harapan agar harimau melepaskan korbannya. Wak Katok menembak pun tak sempat.

com/ Dewi KZ 108 Ketika tiba di tempat mereka meninggalkan Pak Balam. karena ketika mereka telah menembus pohon-pohon dan tiba di tempat kecil yang terbuka. Pak Balam yang masih diserang demam. hingga mereka menyangka dia telah mati. Akan tetapi tak seorang juga yang mengeluarkan perasaan ini. dan memandang mereka datang membawa Talib yang berlumuran darah. dengan hati yang lega mereka melihat. bahwa Pak Balam masih selamat. menyerang Pak jangan-jangan harimau kembali Balam sedang mereka tak ada. sedang Wak Katok dan yang lain berjagajaga. Darah merah membasahi tanah di sekelilingnya. Dengan cepat tiga orang mengangkat Talib. Hati dan perasaan mereka penuh dilanda oleh pikiran dan perasaannya sendiri. Pemandangannya sungguh mengerikan hati. Badannya penuh berlumuran darah dari kepala hingga ke kaki. Tetapi saat itu bukan saat untuk merasa takut lagi. tak sadarkan diri. Sejak serangan harimau terhadap Talib tak seorang juga di antara mereka yang berbicara. Dalam hati mereka timbul pula rasa kekhawatiran.tak ubahnya seperti sepasukan setan yang datang mengamuk. Mereka cepat-cepat kembali ke tempat Pak Balam yang mereka tinggalkan. Perasaan dan pikiran yang belum mereka sadari telah datang menyerang. mendudukkan dirinya di alas usungan. karena seluruh panca indera mereka tertuju kepada kedahsyatan serangan harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka melihat Talib terbaring di tanah. .

Mati ketakutan. Mereka melihat. Dan kembali jiwanya tersiksa oleh kesadarannya. segala kedahsyatan yang dirasakannya kemarin malam dirasakannya kembali. Sebenarnya tempat bermalam mereka yang biasa masih dua jam perjalanan lagi. di pinggir anak sungai kecil. Wak Katok mengatakan. Dia mendengar bunyi auman harimau yang dahsyat ketika mula-mula menerkam Talib. setengah jam perjalanan dari tempat mereka kini. bahwa Pak Balam pun tahu apa yang telah terjadi. bahwa harimau itu datang kembali untuk memburu dan menghukum dia dan kawan-kawannya. Dan ketika mereka kemudian meninggalkannya sendiri di hutan. dia telah mati entah berapa ribu kali. Terbukti. Wak Katok menyuruh Buyung dan Sutan cepat membuat usungan untuk Talib. Teringat pula olehnya bahwa kawan-kawannya mungkin belum hendak mengakui dosa-dosanya dan bertaubat kepada Allah. maka Wak Katok memutuskan. dan tak seorang juga yang memberikan penjelasan kepadanya apa yang terjadi. Kini mereka hanya tinggal berlima yang masih dapat berjalan.Seluruh muka Pak Balam yang telah pucat bertambah pucat. untuk mengusung Pak Balam dan Talib dahulu . Dan mendengar jerit Talib ketakutan dan minta tolong. bahwa hukuman terhadap dirinya dan diri kawan-kawannya belum selesai dan belum habis. Dia pun ikut menjerit ketakutan ketika mendengarnya. Akan tetapi karena mereka tak dapat mendukung keranjang sambil mengusung. bahwa nanti akan bermalam di bawah bukit.

Di sana mereka cepat-cepat membuat pondok yang lebih kuat dari biasa. dan meninggalkan menjemput kedua keranjang berisi perbekalan makanan. yang mereka biarkan luka-lukanya amat berat. dan memasang dahandahan pohon melintang di tiga sisinya. mereka meletakkan Talib ke atas usungan. Jalan menuruni bukit licin dan sukar dan dengan susah payah mereka menurun. Kelihatannya mereka memeriksa luka-lukanya. Nanti saja di tempat bermalam. Bagaimana kalau harimau datang menyerang ke tempat pondok mereka? Akan tetapi jika yang pergi mengambil keranjang tidak dikawal dengan senapan.ke tempat bermalam mereka yang lebih dekat. Tak berani kedua keranjang. dan kemudian terbuka. Wak Katok akan mengobatinya. bagaimana jika harimau menyerang mereka di tengah jalan? Mereka tak akan berdaya melawan harimau dengan parang panjang saja. dan tiba di pinggir anak sungai.com/ Dewi KZ 109 Segera setelah usungan untuk Talib selesai. Sebentar timbul pertukaran pikiran antara mereka tentang apakah Wak Katok akan ikut mengawal mereka yang mengambil keranjang dengan senapannya? Jika bertiga pergi mengambil keranjang termasuk Wak Katok dengan senapannya. Dan jika Wak Katok yang pergi . Tiraikasih Website http://kangzusi. Talib masih pingsan. maka hanya tinggal dua orang yang sehat dan kuat untuk menjaga dua korban yang tak berdaya. kecuali yang menghadap ke tempat api unggun.

" jawab Buyung. dan kita harus mengakui dosa-dosa kita dan kita minta ampun kepada Tuhan?" bagaimana dengan Talib. yang harus ditolong dan diobati dengan segera? Siapa yang menolongnya? Akhirnya. engkau ingin dia datang menyerang kita?" kata Sutan cepat. jangan sebut-sebut namanya. Mereka akan memasang api unggun yang besar untuk menakuti harimau. Dia berjalan paling depan. dan mereka akan segera memasak air untuk membersihkan luka-luka Talib dan membuat obat baginya. Mereka bertiga melangkah cepat. Wak Katok menyerahkan senapannya kepada Buyung. masing-masing dengan pikirannya sendiri yang kini datang mengetuk hati lebih keras. Buyung membawa senapan Wak Katok. yang sejak tadi berkata. dengan perasaan enggan yang jelas kelihatan pada air mukanya. dan memasang panca inderanya . aku lupa tak boleh menyebut nama nenek di hutan. "Maaf. Diperiksanya dengan cermat isi senapan. Sutan dan Sanip yang pergi mengambil keranjang dan dia dan Pak Haji tinggal di pondok. "tetapi apa tak mungkin Pak Balam benar. dan berkata. yang mengambil keranjang dengan Tiraikasih Website http://kangzusi. bahwa harimau itu dikirim oleh Tuhan untuk menghukum kita yang berdosa?" "Huusss. hingga akhirnya Buyung tak dapat menahan dirinya dan berkata: "Apakah barangkali benar juga Pak Balam.mengawal senapannya.com/ Dewi KZ 110 setajam mungkin. bahwa biarlah Buyung.

Dari jauh mereka telah melihat nyala api unggun di depan pondok. bahwa ia tak banyak harapan Talib akan dapat selamat. dan napasnya berat dan perlahan. dan sebentarsebentar Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi luka-lukanya telah diobati dan dibatut oleh Wak Katok dengan kain sarung yang disobek-sobek. Mereka bertiga diam kembali. dan Buyung mengembalikan senapan kepada Wak Katok. senja telah dekat. sekeliling dadanya. dan bergegas.com/ Dewi KZ 111 dengan suaranya yang lemah dia berkata: "Akuilah dosa kalian. basah dengan darah merah. Talib masih belum sadar. Wak Katok menggelengkan kepalanya. akuilah dosa kalian. lebih baik jangan kita bicarakan kini. masih . Harimau itu dikirim Tuhan untuk menghukum kita. Biar nanti Pak Haji dan Wak Katok yang memikirkannya. dan berkata. Talib terlentang di atas tanah di dalam pondok. Mukanya pucat sekali." Ketika mereka bertanya kepada Wak Katok bagaimana dengan luka-luka Talib. Di sampingnya terbaring Pak Balam. tangannya." kata Sanip."Entah. Matanya terbuka memandang ke alas. pahanya hancur digigit. 0oo0 APABILA mereka kemudian telah tiba kembali di tempat mereka bermalam di pinggir anak sungai. sampai terbuka ke tulang. "Dadanya hancur dicakar. Kain sarung yang membatut luka-lukanya. Kalau dia masih dapat sadar. Dengan hati yang amat lega Sanip dan Sutan menurunkan keranjang ke tanah. kedua kakinya. Pak Balam kelihatan juga bertambah panas demamnya.

. karena ketika itu dia membuka matanya." tiba-tiba napasnya terhenti. ampun Tuhan.. dan bibirnya bergerak seakan hendak berkata. mereka hendak ke luar dari hutan. Malahan kini. Mereka hendak pulang ke kampungnya.. mereka hendak meninggalkan rimba dengan selamat. matanya seakan terbalik. harimau gaib. di tengah ancaman yang dahsyat. la ilaha illl . dosa . ". membungkuk di atas kepalanya hendak mendengarkan apa katanya. Tak ubahnya seakan Talib dapat mendengar kata-kata Wak Katok. harimau. Mereka hendak hidup terus. yang menurut Pak Balam dikirim Tuhan untuk menghukum mereka yang berdosa.. maka haruslah mereka menerima takdir yang demikian.com/ Dewi KZ 112 . Akan tetapi dalam bawah sadar mereka nafsu hidup tetap menyala dengan kuat. menyala lebih besar dan lebih kuat lagi." kata Wak Katok.. selain menyerahkan diri kepada Tuhan? Jika memang telah tersurat. Dia telah mati. bahwa mereka harus mati diterkam harimau di tengah hutan karena dosa-dosanya. Seorang dari mereka kini telah mati akibat serangan.. aku berdosa .. Mereka berpandangan.... yang datang untuk menghukum mereka? Apa daya mereka terhadapnya. Mereka hendak kembali Tiraikasih Website http://kangzusi. dan Talib lalu berhenti hidup.untung.. mencuri . badannya mengejang. curiiiii. Mereka mendekatkan diri.. Mungkinkah Pak Balam benar? Dan harimau itu bukanlah harimau biasa? Akan tetapi harimau yang dikirim oleh Tuhan Yang Maha Kuasa..

supaya kalian diselamatkan Tuhan. badanku tak kuat lagi menahan demam ini. "Apa Talib mencuri? Apa yang dicurinya?" kata Pak Haji. Aku akan menyusulnya tak lama lagi. Bawah sadar mereka berteriak menyuruh mereka berjuang. demamnya kembali menguasai otaknya.kepada istri dan anaknya. berkelahi." Akan tetapi di wajah Sanip dan Sutan seakan timbul keraguan. dan rupanya mendengarkan kata-kata mereka. dan Buyung cepat menjawab: "Aku tak tahu apa maksudnya. melewati puncak-puncak pohon di pinggir anak sungai terus sampai ke cakrawala. Akan tetapi pada saat itu pikiran Pak Balam berada di saatsaat yang cerah. Syukurlah Talib masih sempat mengakui dosanya. dan jangan mengatakan sesuatu apa. dan matanya yang terbuka memandang kaku jauh melewati pondok. Akuilah dosa-dosa kalian. supaya berhati-hati. Karenanya Pak Balam berkata: "Belum juga kalian sadar dan insaf. Mereka hendak hidup kembali di tengah manusia. entah apa yang dilihatnya. Mereka bertiga berpandangan. seakan mata Sutan hendak menyampaikan peringatan kepada Sanip. Aku tahu. Tiba-tiba Sanip berdiri seakan tak kuat lagi menahan . Talib telah mati. Tobatlah!" Kemudian dia terdiam. bertarung untuk mepertahankan hak hidupnya. Mereka hendak mencinta kembali. Buyung dan Sutan bergantiganti. Mereka tak hendak mati diserang harimau yang ganas dan zalim. memandang kepada Sanip. dan ketika Sutan dan Sanip berpandangan.

Sutan memperkuat pegangannya di bahu Sanip. dan Pak dan berpaling kepada yang lain... seakan sesuatu menyelinap ke dalam dirinya dan memaksanya untuk berkata. bertekad untuk menghentikan Sanip.dirinya. dan berseru: "Memang kami berdosa. "Jangan. Talib.. dan ini diinsafi oleh Sutan yang berkata kepadanya dengan suara tegang penuh desakan. tutup mulutmu. aku dan . dan Pak Haji memegang Sanip. Di tanah mereka berdua bergumul. Dengan susah payah yang lain menceraikan mereka. dan menghela Sutan jatuh ke tanah.. Setelah mereka dilerai.: ketika dia baru sampai berbicara di sana. Sanip membela diri. dan dengan suara yang keras berkata: "Sanip!" Akan tetapi Sanip melepaskan pegangan tangan Sutan dari bahunya. dan berkata dengan suara yang tegang: "Tidak Sutan.." seru Sanip. kami..!" Tetapi Sanip tak lagi dapat menahan dirinya.com/ Dewi KZ 113 "Tidak. dan kemudian dengan gerakan tangan dan kaki yang cepat dia menjatuhkan Sanip ke atas tanah. aku mesti berbicara . ingat sumpahmu. sesuatu cahaya ganjil timbul dalam matanya." Tetapi Sutan melompat mendekatinya dan memegang bahunya: "Jangan... dan dia melangkah mendekati Sanip. Sutan ." Tiraikasih Website http://kangzusi. apa gunanya. Buyung memegang Sutan. Selama itu terjadi Wak Katok duduk saja diam-diam memegang senapannya.

Haji berkata: "Sabar, sabarlah, mengapa kita dengan kita berkelahi, sedang kita semua dalam bahaya besar? Mengapa kalian berkelahi sebenarnya?" "Aku hendak mengakui dosa-dosaku," kata Sanip dengan napas terengah-engah, "biarlah Sutan marah karena aku melanggar janji atau sumpah. Tetapi aku tak tahan lagi. Karena aku juga, maka Talib telah jadi korban harimau. Kami bertiga, Talib, Sutan dan aku, enam bulan yang lalu, yang mencuri empat ekor kerbau Haji Serdang di kampung Kerambi..." dan dia melihat kepada Sutan, siap untuk mempertahankan dirinya, jika Sutan menyerangnya kembali. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 114 Akan tetapi Sutan seakan kini tak perduli lagi terhadap apa yang hendak dikatakan oleh Sanip. Dia duduk di tanah,

dadanya turun naik, karena napasnya masih kencang, dan dia hanya melihat saja ke tanah. "Kami bertiga mencurinya malam-malam, dan ketika penjaga kerbau mengetahui pekerjaan kami, maka Talib yang menikamnya, hingga dia rubuh. Dia tak mengenal kami, dan kami berhasil melarikan kerbau dan menyembelih kerbau dan menjual dagingnya ke kota. Penjaga kerbau tak mati. Itulah dosa kami bertiga, tapi Sutan tak suka aku ceritakan." "Apa lagi dosa-dosaku ..." Sanip tertegun, dalam hatinya teringat pada rahasianya, ketika dia berumur sembilan belas tahun, pergi ke kota, dan berkunjung ke rumah perempuan lacur. Akan diceritakankah ini? Ini terang dosa juga yang amat dilarang oleh Tuhan. Akan diceritikankah? Atau ketika dia

masih kecil, sering benar dia mencuri durian, mangga, duku. Dan waktu dia kecil, disuruh mengaji, sedang dia ingin pergi main bola, hingga dia menendang Qur'an di tengah jalan ke mesjid tempatnya mengaji. Dia melawan pada ibunya. Hawa nafsu yang timbul dalam dirinya tiap kali dia melihat perempuan yang cantik. Hawa nafsu yang membakar perutnya selama mereka tinggal di ladang Wak Hitam dan dia setiap hari melihat Siti Rubiyah. Akan diceritakan semua ini dan banyak lagi yang lain? Dia ingat, bahwa dia telah melakukan segala dosa, besar dan kecil. Dia telah merasakan dalam dirinya hawa nafsu setan, rasa dengki, syirik, cemburu, kesombongan hati, kekejaman,

kekikiran. Dia pernah menghina orang miskin. Dia pernah menertawakan orang yang cacad, dia pernah ... oh, semuanya yang tak baik pernah dilakukannya. Dia pernah tak patuh pada orang tuanya. Dia pernah kurang ajar kepada orangyang lebih tua dari dirinya. Akan diceritakan semua ini? Akan tetapi jika diceritakannya, apa lagi yang tinggal dari dirinya. Dia akan tinggal telanjang! Dirinya akan kehilangan lapisan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 115 pelindungnya selama ini, yang membuat diri serupa dengan orang lain. Kulit rahasia yang melapisi pribadi setiap orangyang melindungi seseorang dari orang lain. Jika diceritakannya pelindungnya semua, jika dilepaskannya lapis

ini, maka dia akan tak berdaya menghadapi orang lain. Dia tahu, bahwa sebagian terbesar orang bersikap kejam terhadap orang yang tak berdaya. Jarang sekali orang yang timbul belas kasihan terhadap orang yang tak berdaya. Kebanyakan orang bersikap kejam dan hendak menindas orang yang tak berdaya. Mungkin karena kebanyakan orang melihat dalam diri orang yang tak berdaya itu kemungkinan bahwa dia pun dapat berganti tempat dengan orang yang tak berdaya itu, dan karena itu timbul rasa benci dan kejamnya, dan hendak dihapuskannya orang-orang yang tak berdaya dari permukaan bumi ini, supaya mereka jangan teringat pada kemungkinan dirinya akan dapat jadi demikian pula.

Akan tetapi jika dia berdiam diri, tidaklah pula mungkin dia akan harus menebus dosanya dengan mati diterkam harimau? Dan dia tak hendak mati. Dia merasa dirinya masih terlalu muda untuk mati. Dia masih hendak hidup terus. Dia terkejut mendengar kata Wak Katok, yang berkata dengan suara keras dan tajam: "Sanip, berbicaralah! Aku sebagai pemimpin rombongan berkewajiban untuk menyelamatkan diri kita semuanya. Menurut tenunganku harimau itu harimau biasa, akan tetapi mungkin pula harimau siluman seperti yang dikatakan Pak Balam. Kita tak boleh lebih memarahkannya. Baiklah engkau mengaku terus terang dosadosamu, dan minta ampun kepada Tuhan." "Akan tetapi," kata Sanip, yang masih mencoba untuk mengelakkan diri dari keharusan menelanjangi dirinya,

"apakah aku sendiri yang berdosa? Mengapa aku sendiri yang harus mengakui dosa-dosaku? Bukankah aku telah mengakui dosaku mencuri kerbau?" Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 116 "Semuanya, terdengar suara Pak Balam yang lemah, yang mendengarkan percakapan mereka. Sanip terdiam, enggan benar hatinya hendak mulai. Sedangkan mengakui dosa-dosanya dalam hati sendiri sudah amat susah, bagaimana akan mengakuinya di hadapan orang lain, meskipun kawannya sendiri?. "Yang lain pun akan mengakui dosa-dosanya," kata Wak Katok, suaranya keras dan tajam, "jika perlu aku paksa dengan ini," dan dia menggerakkan senapannya. semua dosamu harus engkau akui,"

Buyung terkejut. "Setelah Sanip lalu Sutan, kemudian Buyung, dan kemudian Pak Haji. Dosa-dosaku, telah kalian dengar diceritakan oleh Pak Balam," katanya dengan suara pahit, "semuanya kita membersihkan diri, dan minta ampun kepada Tuhan. Mogamoga si nenek akan pergi meninggalkan kita. Ayoh, mulailah, Sanip. Tak banyak waktu tinggal. Sebentar lagi malam tiba, dan dalam gelap entah apa yang akan terjadi." Dalam hatinya Buyung mengambil tekad tidak akan menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Siti Rubiyah, biarlah dia mati, ditembak oleh Wak Katok atau diterkam harimau sama saja. Orang mati hanya sekali, pikirnya, tetapi noda yang tergores di kening dibawa seumur hidup! Daya Sanip menguasai dirinya patah di bawah ancaman Wak Katok. Dia lalu bercerita. Semuanya diceritakannya. Tak

dan dipercayainya selama ini? Ternyata dia seorang tukang berzinah. Mungkinkah Sanip bercerita sekarang adalah Sanip kawannya selama ini? Sanip yang periang. Buyung mendengarkan dengan penuh takjub. seorang pencuri. sedang Buyung berjaga-jaga memegang senapan. Akhirnya dia pun terlepas pula dari tekanan dosa-dosa yang selama ini melekat di jiwanya. Tiraikasih Website http://kangzusi." Tak seorang juga hendak makan kemudian. seorang pendusta? "Sekarang engkau. Sutan." kata Wak Katok kemudian. jijik. masih ketakutan dan risau pikiran dan hati. yang dihormati dan disayanginya. "akan tetapi esok pagi baiklah kalian mengakui dosa-dosa kalian semuanya." kata Wak Katok. cukuplah Sanip saja malam" ini. Tetapi Sutan duduk saja di tanah. dan dia tak bergerak.com/ Dewi KZ 117 kesal. Berbagai perasaan kecewa. kepalanya menunduk ke tanah. Sutan diam juga. timbul dalam hatinya. Sembahyang pun mereka dikawal mulamula oleh Wak Katok. . dan kemudian Wak Katok yang sembahyang. kalian masih terkejut. Perasaan marah.ada satu pun yang ditahan-lahannya. "Baiklah. tak bergerak-gerak. Sanip yang termasuk orang baik-baik di kampung. "Sutan!" kata Wak Katok dengan suara yang lebih keras. setelah mereka sembahyang magrib. seakan tak mendengar kata Wak Katok. Dan dalam bercerita mulai pula terasa kelegaan dalam hatinya.

Malam itu tak seorang juga yang dapat tidur. Pak Haji tiap sebentar menggosok kening Pak Balam yang basah. terbujur di sebelah mayat. dan tiap sebentar berbicara tak Tiraikasih Website http://kangzusi. teringat pada isteri dan anak-anak Talib di kampung. menunggu kesempatan dengan tak sabar. mereka seakan merasakan kehadiran harimau yang ganas. Di . Mereka yang hidup dan yang mati di lengah hutan belantara. Buyung keruan.com/ Dewi KZ 118 dan membaca ayat-ayat Qur'an. Kata-kata dosa. di dalam lingkaran api unggun. Akan heboh besar di kampung. ampun Allah. dan mereka berlima duduk dekat yang mati. seorang yang menanti mautnya. silih berganti ke luar dari mulutnya. Di sini pikirannya terhenti. bersalah. yang mundar-mandir. seorang yang telah jadi mayat. Dapatkah mereka yang masih hidup pulang selamat ke kampung? Bacaan doa-doa mereka tak henti-hentinya diiringi oleh erang Pak Balam. Kakinya gembung di bawah bungkusan kain. dan takutnya timbul. mendoa. Bagaimana mereka nanti menerima kabar kematian-nya. Dan di luar lingkaran cahaya di dalam gelap rimba belantara." Dan sepanjang malam mereka duduk mengelilingi Talib. jika mereka pulang. Demikianlah mereka. yang terbujur di tanah. Lukanya kelihaian membusuk sekali. dan yang akan mati. yang demamnya semakin panas. Mereka selalu ingat pada perkataan Wak Katok: "Esok pagi kita kuburkan Talib.

Mereka tak banyak berbicara ketika Pak Haji memandikan mayat Talib. mendekati.. Kini ancaman terasa lebih dekat dan lebih dahsyat.telinga mereka seakan masih terdengar bunyi aumannya yang dahsyat. Seakan pegangan tangan dengan jari-jari es yang sejuk memeras-meras hati mereka. di belakang setiap dahan dan di belakang setiap bunyi mereka seakan mendengar bunyi tapak harimau yang melangkah dengan halus dan hati-hati mendekati. dan pekik Talib.. Dan rasa tak berdaya tambah terasa. Dadanya kelihatan seakan hancur sama sekali. maka kuburan Talib tidak akan terendam air. di belakang setiap daun. dan pagi itu juga mereka menggali kuburan untuk Talib di tempat yang tinggi. nanti akan membuatkan batu kepala kuburan di kampung untuk dipasang nanti jika kembali ke hutan. . Di dalam setiap kegelapan. Tubuhnya bekas gigitan dan cakaran harimau amat menyedihkan dan mengerikan. dan pahanya belah dan rusak. di belakang setiap pohon.com/ Dewi KZ 119 6 Esok paginya setelah mereka sembahyang subuh. di musim hujan. dan Pak Haji mengatakan. mendekati. hingga jika anak sungai banjir.. Tiraikasih Website http://kangzusi. lalu menyembahyangkan mayat Talib. Mereka menyusun batu-batu sungai di sekeliling kuburan. Kini hati mereka bertambah susah lagi dari kemarin malam. mendekati.

" Setelah Buyung.Belum lagi ratusan luka lain yang lebih kecil di seluruh badannya. Sutan menyokong usul sakil demikian. Dan Pak Haji kembali membacakan doa-doa. kelihatan Pak Balam menghadapi krisis demamnya. menyebutnyebut dosa dan minta ampun kepada Allah. dan kemudian membungkus mayat dengan kain sarung yang bersih. sehingga akhirnya Wak Katok berkata: "Marilah kita berangkat lagi. Mukanya pun penuh luka akibat diseret harimau ke dalam hutan. Pak Haji memandikan dan membersihkan badan Talib. Wak Katok berkata. masing-masing dengan pikiran sendiri. dan dia mengigau terus-menerus. Setelah lobang kuburan ditutup kembali dengan tanah. Seluruh badannya amat sangat panas. dan menyuruh mereka meminta ampun dan mengakui dosa-dosanya. maka batu-batu mereka susun di atas kuburan." Akan tetapi ketika mereka tiba di pondok. Buyung mengusulkan agar mencoba memburu harimau. Lebih baik mereka .com/ Dewi KZ 120 dahulu sehari lagi. Mereka menyembahyangkan mayat. bahwa dia hendak membawa Sanip dan habis terkejutnya. Lalu mereka usung mayat ke kuburannya. bahwa tak mungkin membawa Pak Balam sedang menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok berkata. Usul Buyung mula-mula mereka terima dengan terkejut. Buyung berkata: "Lebih baik kita memburunya daripada kita membiarkan dia memburu kita seperti selama dua hari ini. Beberapa waktu mereka duduk mengelilingi kuburan.

adalah berlainan dengan menjadi korban yang diburu-buru. dan tinggallah Pak Haji dan Sutan berdua menjaga Pak Balam. Rasa manusia mereka kembali jadi kukuh dan menyala. Mereka masak makanan pagi cepat-cepat. Berburu mereka tahu. Mereka yang tinggal memandangi mereka sampai hilang di antara pohonpohon." kata Wak Katok kepada Pak Haji.com/ Dewi KZ 121 tiga orang kawannya." katanya. "Kami akan pulang sebelum magrib. Menghadapi harimau yang akan mereka buru. biarlah Sutan dan Pak Haji tinggal menjaga pondok. Merekalah yang memberi putusan." Kemudian Wak Katok berangkat dengan Buyung dan Sanip menuju ke tempat harimau menyerang Talib. Adanya Pak Balam yang sakit. Kini seakan mereka kembali memegang tali nasib di tangan sendiri. dan membungkus makanan untuk dibawa oleh Wak Katok. Keduanya merasa lebih tak berdaya lagi ditinggalkan Tiraikasih Website http://kangzusi. dan merasa tak berdaya. "Nyatakan terus api unggun. Buyung dan Sanip. insya Allah harimau tidak akan berani mendekat. yang mengambil putusan.Buyung saja. kerusuhan hati mereka yang akan pergi memburu harimau mulai didorong ke belakang oleh gairah berburu yang timbul dalam dirinya. lebih lebih mengecilkan hati dan . yang telah diserang harimau. "rebuslah ramuan obat waktu tengah hari untuk Pak Balam. Mengingat bahwa akhirnya kini akan berkelahi dan akan menghadapi musuh. Paksakan supaya diminumnya. yang berbuat. mereka yang memburu.

kecuali parang yang tak banyak gunanya dipakai melawan harimau. dan mereka berdua ditinggalkan begitu saja menjaga Pak Balam tanpa senjata. Sutan dan Pak Haji dikejutkan oleh setiap bunyi dan gerak yang mereka dengar dan lihat dalam hutan di sekelilingnya. Dalam hati masing-masing timbul rasa penyesalan membawa Buyung dan Sanip. khawatir bahwa harimau lelah tiba dekat mereka. maka mereka akan berpandangan. dan kesal terhadap Wak Katok yang Dan jika tiba-tiba beruk-beruk berhenti berteriak-teriak. supaya jangan lagi telinganya mendengar hanya menginginkan ketegangan dan menarik napas lega. Sebaliknya ketakutan hati saja. senjata terampuh yang mereka miliki terhadap harimau. Bagaimanapun juga mereka bertiga mempunyai senapan.mematahkan semangat. maka keduanya menegang kembali. Dan jika beruk-beruk berbunyi-bunyi kembali. Dan igauan Pak Balam yang demamnya bertambah tinggi tidak membantu menenangkan hati mereka. untuk kemudian . Dalam hatinya Sutan sekali-sekali ingin melihat Pak Balam cepat saja mati. Apa daya? Senapan dibawa oleh Wak Katok. Setiap saat mereka merasa takut harimau akan datang menyerang. Juga timbul rasa iri hati terhadap Buyung dan Sanip yang beruntung dipilih oleh Wak Katok mengiringinya. mendengar suara berdetak di balik pohon dan daundaun di sekelilingnya.

apalagi untuk mengakuinya kepada orang lain.seruan-seruan dosadosanya. atau kepada istrinya sendiri. Dia juga dapat ingat pada pencurian kerbau yang mereka lakukan. Pintu harus ditutupnya sekeras-kerasnya. bahwa dia tak boleh membuka pintu dalam hatinya untuk yang merenggut-renggut dan merontaronta itu. Dia Jika igauan Pak Balam sedang menjadi-jadi. tak hendak mengakui dosanya. terus juga mengaku dia telah berpuasa sehari penuh. Dia dapat mengingat dosanya seperti di waktu bulan puasa dia makan sembunyi-sembunyi. membutakan hati dan pikirannya. akan tetapi waktu berbuka. jika tidak. Dia merasa seakan dalam dirinya sesuatu meronta-ronta merenggut-renggut minta dibukakan pintu. Tiraikasih Website http://kangzusi. sedang ayahnya duslanya kepada ibu dan kawan-kawannya. Untuk Wak Katok cepat pergi memburu harimau. hatinya tak terganggu sama sekali.com/ Dewi KZ 122 Sutan tahu. atau ketika dia merokok bersembunyi di dalam kakus. maka Sutan menutup telinganya. Atau dusla- . Mengapa Pak Balam tak berhenti mengigau? Mengapa dia harus saja menyebutnyebut tentang dosa? Tidakkah cukup Talib dan Sanip yang telah mengakui dosa-dosanya. telah melarangnya merokok. Mengingatnya saja pun dia tak mau. Selama-lamanya tidak. maka Sutan tak tahu apa yang akan dibuatnya. Dan teringat pada ini. Pak Balam agar mereka mengakui dan dia memaksa agar supaya mereka mengakui dosadosanya.

Dan ini pun tak terlalu menggangu hatinuraninya. Hampir oleh setiap orang di kampung ada saja yang telah dicurinya, pikirnya, kalau bukan kerbau, maka kambing, bukan kambing, ayam, bukan ayam, ikan, bukan ikan, buah kelapa, atau yang lain. Dia tahu sebagai penyamun, dan mereka hidup selamat sampai hari tuanya. Malahan ada seorang yang lelah berumur delapan puluh tahun, dan jika lagi senang bercerita, maka dengan bangga akan menceritakan bagaimana dia di waktu mudanya menyamun pedali-pedati yang membawa barangbarang dagangan ke hari pekan dari desa ke desa yang lain. Perbuatan penyamunan demikian, malahan dianggap sebagai

perbuatan berani dan gagah, dan bukan dosa dan kejahatan. Dan tentang perempuan. Ya, dia pun tak luput dari berdosa demikian, merupakan Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 123 dosa besar yang tak dapat diampuni, dan harus dihukum dengan mengirimkan harimau untuk membunuh mereka? Berapa banyak orang lain yang lebih terhormat dan lebih mulai kedudukannya yang berbuat demikian pula. Dan bagaimana dengan datuk-datuk yang kawin di manamana, tiap tahun menceraikan istrinya, dan kawin lagi, dan dengan cermat menjaga supaya jumlah istrinya tidak melebihi empat orang batas seperti ditetapkan di dalam Qur'an. Apakah mereka dengan tak berdosa juga sebenarnya? Bagaimana akan tetapi ini pun apakah sungguh

ulama Syekh Haji Bakaruddin, yang sejak dia berumur dua puluh lima tahun hingga tujuh puluh tahun telah kawin tak kurang dari empat puluh lima kali, jadi tepat tiap tahun dia mengganti seorang istri, dan tiap kalinya seorang anak perawan? Akan tetapi ada kata yang meronta-ronta jauh di bawah lubuk hatinya, "apa yang engkau lakukan adalah kebiadaban gelap dan hitam, dan adalah dosa dahsyat” “Diaammmmm! Diam engkau!" Sutan tiba-tiba berteriak, menyuruh hatinya diam, dan menyuruh Pak Balam yang masih terus mengigau supaya diam. Kini arus kenangannya. Dia teringat suatu hari, ketika dia kembali dari memasang jerat untuk menangkap burung balam, dan jerat dipasangnya di ladang yang ditinggalkan orang di luar kampung. Dan dia

sedang duduk bersembunyi di bawah pohon dadap, dia melihat Siti Nurbaiti, gadis berumur tiga belas tahun masuk ke ladang. Dia membawa sebuah keranjang kecil, dan datang ke ladang untuk memetik buah rimbang, karena banyak pohonnya tumbuh di ladang kosong. Siti Nurbaiti anak yatim piatu di kampung, dan dia tinggal dengan neneknya yang sudah tua. Dialah yang bekerja mencari sayuran atau kayu bakar. Bagaimana terjadi apa yang terjadi kemudian, kini pun tak jelas dapat diingat oleh Sutan. Mungkin hawa nafsu iblisnya terbangun melihat buah dada Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 124 anak gadis itu yang kelihatan, karena pakaian yang dipakainya sudah koyak bagian depannya. Dia mendatangai anak itu, dan mengatakan dia akan

menolongnya memetik buah rimbang. Dan kemudian dia memeluk anak itu, dan melemparkannya ke tanah, dan kemudian ... ketika anak itu melawan.... dan dia ... dan dia ... Sutan berteriak berseru "diam! diam!" dan melompat hendak mencekik Pak Balam, hendak mendiamkan mulutnya yang terus mengigau --dosa—dosa-dosa akui-akui dosa kalian, dosa kalian. Pak Haji terkejut, dan dengan susah payah menarik Sutan dari Pak Balam. Pak Balam kini terdiam, hanya napasnya saja yang terdengar amat berat tertahan-lahan. Pak Haji tetap memegang Sutan yang bernapas kencang, matanya memandang liar. "Mengapa engkau, Sutan?" kata Pak Haji tajam. Sutan melepaskan dirinya dari pegangan Pak Haji, memijit

kepalanya dengan kedua tangannya: "Mengapa dia tak mau diam? Tak tahan aku mendengarnya lagi, siang dan malam hanya dosa, dosa, dosa saja yang disebutnya. Mengapa dia tak mati?" Sutan berdiri, dan tiba-tiba seakan dia mengambil putusan, dia mengambil parangnya, dan berlari-lari kecil meninggalkan tempat mereka bermalam, masuk hutan, menyusul arah Wak Katok, Sanip dan Buyung pergi. Pak Haji ternganga saja, dan baru setelah Sutan menghilang di antara pohon-pohon, dia dapat bersuara dan berseru: "Sutan, Sutan! Ke mana engkau? Mari kembali!" Akan tetapi hanya suara beruk yang menghimbauhimbau saja yang menyahut seruan Pak Haji.

0oo0 Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 125 Wak Katok, Buyung dan Sanip telah dua jam mengikuti jejak harimau dari tempat harimau menyerang Talib. Jejaknya mudah diikuti, karena tanah di hutan lembab sekali. Mata mereka yang pandai membaca jejak dapat melihat, bahwa harimau itu amat besar sekali. Jarak dari jejak kaki belakangnya ke kaki depannya lebih dari enam langkah, menandakan bahwa harimau itu panjang dan tinggi, dan menunjukkan pula, bahwa umurnya lelah lanjut dan tua. Selelah mereka berhasil melepaskan Talib dari terkaman harimau, kelihatan harimau lalu lari lebih jauh ke dalam hutan, akan tetapi kemudian jejak harimau kembali ke tempat Talib diterkamnya, dan kembali ke tempat Pak Balam ketika ditinggalkan, dan kemudian memintas kembali ke dalam

hutan. Harimau itu meninggalkan jalan yang mereka tempuh, karena rupanya perhatiannya teralih oleh seekor babi yang tercium olehnya di dalam hutan tak jauh dari jalan yang mereka tempuh. Mereka dapat lihat jejak harimau mengikuti jejak babi. Babi itu belum merasa bahwa dia diikuti oleh seekor harimau, karena langkahnya teratur kelihatan di tanah. Babi menuju sebuah tempat minum di tengah hutan. Dandi sini kelihatan, bahwa harimau mencoba menerkam babi, akan tetapi gagal, karena di pinggir tempat minum kelihatan jejakjejak harimau dan babi yang kacau, dan jejak babi lari menyeberangi tempat minum terus ke dalam hutan, dan jejak harimau mengejarnya. Akan tetapi setengah jam berjalan

bukanlah jalan yang mudah diikuti oleh . Jalan yang ditempuh harimau manusia. sedang jejak harimau berhenti mengejar babi dan berpaling kembali ke arah jalan yang telah mereka tempuh. kemudian masuk ke sungai. Akan tetapi ketika mereka tiba di seberang. dan di sana harimau berhenti sebentar minum air. seperti rusa. yang dapat diburu dan ditembak mati. Tetapi rasa takut mereka pada yang gaib telah berkurang. "Paling banyak hanya tinggal waktu dua jam lagi untuk mengikuti jejaknya. Kita mesti pulang ke tempat bermalam sebelum maghrib. Melihat jejak harimau di tanah mengingatkan mereka bahwa harimau adalah makhluk dari daging dan tulang juga. mereka tak melihat jejak harimau timbul di seberang sungai. "Akan perlu waktu untuk mencari jejaknya kembali.kemudian kelihatan jejak babi lari terus.com/ Dewi KZ 126 terlindung di balik daun-daun kayu." kata Wak Katok. dan dia melihat ke langit mencari matahari yang Tiraikasih Website http://kangzusi. Setelah makan. Mereka mengikuti jejak itu hingga ke pinggir sebuah sungai kecil. Buyung dan Sanip diam saja. "Lebih baik kita makan dahulu." kata Wak Katok. Tak banyak waktu tinggal. Mereka merasa letih mengikuti jejak harimau dari pagi. Telah tengah hari. Hati mereka berdebar melihat perubahan arah jejak harimau." Mereka makan siang di pinggir sungai kecil. Wak Katok menaksir bahwa dari tempat mereka makan ke tempat mereka bermalam ada tiga jam perjakinan jauhnya.

Mereka tiba-tiba menginsyafi. Bekas jejak harimau di sini kelihatan lebih segar lagi dari yang di tepi sungai. Beberapa kali mereka tak berhasil. dan siapakah yang akan menjadi korban. tergantung dari kewaspadaan dan kesiapan masingmasing. Tiraikasih Website http://kangzusi. di pasir tepi sungai yang basah kelihatan jejak harimau. dan beberapa kali menyeberang mencari jejak harimau. sejak beberapa waktu telah diburu oleh harimau. Wak Katok baru hendak memutuskan agar mereka memudiki sungai kembali dan mencari ke sebelah mudik. Sebuah batu sebesar kepala orang kelihatan baru jatuh dari tebing sungai.com/ Dewi KZ 127 Rasa terkejut mereka cepat dikalahkan oleh hasrat hidup mereka. bahwa mereka yang memburu harimau. bahwa mereka menghadapi seekor harimau yang pandai pula berburu. dan benar. Kini mereka harus mengadu kepandaian berburu dengan kepandaian berburu sang harimau. Siapakah yang akan menjadi pemburu.mereka lalu mencoba mengikuti air sungai mengalir. Dengan cermat mereka memperhatikan arah jejak harimau menghilang ke dalam hutan di antara pohon dan . ketika Buyung yang mencari-cari di kedua pinggir sungai dengan matanya dari lengah sungai menunjuk ke pinggir sungai dari arah mereka datang. Mereka mengikuti jejak dan melihat betapa harimau beberapa lama berhenti di sualu tempat. Dari tempat harimau berhenti. Mereka berlari kesana. Dan tiba-tiba hati mereka seakan diperas oleh sebuah tangan dingin. Mereka sadar. mereka dapat melihat tempat mereka makan di pinggir sungai.

Tiraikasih Website http://kangzusi. Wak Katok membawa mereka mendaki tebing. tak membual bunyi dan tak bersuara.belukar. Bagi mereka ada dua kemungkinan. dan mereka mengerti apa maksud Wak Katok. Mereka mencari tempat bersembunyi untuk menghadang harimau. dan panca indera harimau amat sangat tajamnya. dan mereka bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Wak Katok duduk. Tak dapat diketahui di mana harimau berada. Kelihatan arah itu menuju jalan yang telah mereka tempuh ketika mereka mengikuti jejak harimau. Mereka bergerak dengan perlahan-lahan sekali. Dengan cepat mengikuti jejak harimau. menunggunya muncul mengikuti jejak mereka dari sungai Wak Katok memberi isyarat. siap dengan senapannya. Soalnya kini ialah menunggu. Menunggu dengan sabar. dan buyung dan Sanip siap dengan parang panjang mereka. naik ke atas jalan bekas jejak harimau lewat yang mereka ikuti.com/ Dewi KZ 128 . Dengan penuh khawatir mereka melihat pada terang matahari di luar atap daundaun kayu di atas kepala. Yang mereka perlukan ialah waktu. atau lebih baik lagi memasang perangkap bagi sang harimau. dan demikian dapat menyerang mereka dari belakang. hingga dapat menyusulnya dari belakang. entah telah dekat sekali. Rupanya harimau itu sengaja berpaling di sungai dan kembali berputar mengikuti jejak mereka.

Beberapa ekor burung melintas melalui pohon. Tiba-tiba Buyung merasa hasrat yang amal besar untuk merokok. Mereka tak dapat menunggu lama-lama. Hati mereka berdebar-debar menunggu. Apa kerja Siti Rubiyah sekarang? Bagaimana dengan Wak Hitam? Sudah matikah dia? Atau telah sembuh dia? kemudian membawanya kembali ke . Malahan beberapa puluh meter dari pohon tempat mereka bersembunyi sekumpulan beruk yang berbulu kelabu panggil-memanggil dan berayun-ayun dari sebuah cabang ke cabang yang lain. Harimau lebih dapat melihat dalam gelap dari mereka. Pak Haji dan Sutan. Dan berat sekali terasa olehnya melawan keinginannya hendak merokok ini. Lalu dia teringat pada Pak Balam.Matahari telah lebih berat turun ke arah barat. Apa yang mereka lakukan kini? Pikirannya kampungnya. Di sekeliling mereka hutan masih penuh dengan bunyibunyi unggas dan beruk. sedang malam telah turun. Serangga kecil-kecil berterbangan di udara dekat pohon mereka. Dan jika mereka masih berada di hutan. Sanip menggores beberapa ekor pacet yang melekat di kaki dengan parangnya. Jika mereka menunggu terlalu lama. maka harimau mendapat kelebihan. Apa kerja Zaitun kini? Teringat pada Zaitun menyebabkan dia teringat pula pada Siti Rubiyah. maka malam akan turun. Senapan mereka tak banyak artinya di malam hari.

dan dengan demikian dialah yang menyelamatkan jiwa mereka semua. Pak Balam tidak akan membuka rahasia kejahatankejahatannya yang selama ini telah tertutup rapat dan dianggapnya tidak akan terbongkar lagi selama-lamany. Hanya dengan suatu perbuatan yang hebat. Dalam hatinya tak ada kepercayaan kawan-kawannya akan menyimpan rahasianya seperti selama ini. maka mereka tidak akan sampai begini. Teringat dia malammalam dia memeluk badan istrinya terasa ke dadanya buah dada istrinya — sentuhan paha istrinya ke pahanya wangi rambut istrinya yang selalu diminyakinya dengan minyak kelapa yang dimasak dengan bunga melati dan bunga mawar dan irisan daun pandan wangi — wangi bedak beras yang dipakai istrinya di pipinya dan di badannya — dengan jelas benar dia dapat membayangkan istrinya di depan matanya. seperti jika dia berhasil membunuh kembali hormat dan segan padanya seperti dahulu. Dia marah kepada Pak Balam. Dia marah kepada harimau. maka mereka mungkin akan .com/ Dewi KZ 129 Wak Katok menunggu dengan hati yang penuh amarah. Hanya jika dia yang membunuh harimau.Sanip teringat pada istrinya. Dan tiba-tiba timbul hasratnya yang besar untuk tidur dengan istrinya. barulah dengan ikatan harimau. Pak Balamlah yang memulai semua kesusahan ini. Seandainya dia tak diterkam harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi.

mengapa dia tidak mengatakan. Dia telah mengatakan. Ya. bahwa harimau itu adalah harimau siluman. selamanya dia merasa takut. terhadap Sutan. Wak Katok pun tahu. Dia juga marah . terhadap Buyung. Timbul sedikit rasa menyesal dalam dirinya. bahwa harimau itu adalah harimau biasa. harus memburu dan membunuh mati harimau. Karena dia kini mesti Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia marah pada mereka. dan karena mereka telah mengetahuinya. dari seorang raja yang gagal.serupa ini mereka akan menutup mulutnya.com/ Dewi KZ 130 melakukan pekerjaan yang amat berbahaya. terhadap Talib dan terhadap Sanip yang telah ikut mengetahui dosadosanya. betapa pun tinggi ilmunya seperti Wak Katok. maka kini dia harus menghadapi bahaya harimau. Jadi sesuatu yang gaib yang mungkin tak terlawan oleh daya manusia biasa. yang selama ini dipuja-puja orang. yang kelemahan-kelemahannya berhasil pula membuktikan kekeramatan dirinya sendiri. Karena siapa yang dapat melawan kehendak Allah Yang Maha Kuasa? telah terbongkar dan tak Akan tetapi mulanya dia tak hendak mengaku bahwa harimau itu harimau siluman adalah untuk menotak ucapan Pak Balam. bahwa harimau dikirim oleh Tuhan untuk menghukum terhadap Pak Haji. Sedang dalam hatinya dia merasa takut. bahwa tak ada yang lebih hina dan celaka dari seorang pemimpin yang gagal. dosa-dosa mereka.

sejak waktu mudanya. akan tetapi dalam hatinya dia selalu merasa takut. Karena itu waktu dahulu. hingga dia selalu selamat. supaya padanya. Karena itu dia selalu berusaha unluk menjadi pemburu yang mahir. Tetapi tak pernah dia mengambil risiko sebesar sekarang. Belum pernah dia memburu harimau seperti yang dilakukannya kini.Orang mengatakan dia tukang silat yang ulung. merampok berbuat demikian. pemburu yang mahir. maka dialah Akan yang tetapi mulai karena membunuh. Dan jika keadaan telah mereka atau kuasai. sejak waklu mudanya. sejak dahulu. Dia dengan dua orang anak muda yang tak bersenjata. Waktu dahulu pecah pemberontakan melawan Belanda dialah yang berbuat paling ganas dan kejam dalam pasukannya. Dahulu ketika berontak dia selalu berlindung di belakang kawan-kawannya. Dialah yang belajar menuntut ilmu dukun bertahuntahun. Dia tak dapat meninggalkan rasa takutnya. . Dan sejak tadi pagi pun yang sebenarnya bekerja mengikuti jejak memperkosa. Dan dia selalu pandai mengatur semua perbuatan beraninya sedemikian rupa. Akan tetapi dia selalu takut. maka dialah yang dianggap paling berani. dukun yang tinggi ilmunya. Apa yang dilakukannya adalah untuk menyembunyikan ketakulannya. Dia tak dapat damai dengan orang di kampungnya segan dan hormat takutnya. Karena itu selalu dia lerpaksa untuk melakukan halhal berlebihan untuk menutupinya. Dan waktu berburu pun dia selalu beruntung.

percaya sungguh. melawan jin dan membaca bertambah harum. dan memakai warna-warna yang berlainanlainan. maka namanya . dan mendapat nama pula dari sesuatu pekerjaan yang sebenarnya orang lain yang berpikir dan bekerja. sebagai seorang dukun yang mahir dan sebagainya pemburu yang utama. dan apa yang disangka orang banyak. keunggulan kecakapannya. Akan tetapi Wak Katok amat pandainya membuat usaha orang lain kelihatan seakan dilakukan di bawah pimpinannya. Dia telah belajar berbuat demikian sejak lama. Jika berhasil.harimau adalah Buyung. disesuaikan dengan waktu dan keadaan. Dia kini dapat memberikan obat. Dia telah belajar untuk selalu selamat dalam keadaan apa pun juga. Dan sejak tahuntahun Tiraikasih Website http://kangzusi. ketika semua orang di kampungnya telah percaya pada keunggulan ilmunya.com/ Dewi KZ 131 terakhir. hingga semakin lama dan semakin panjang waktu agar lupa dan pada ketakutannya kelemahan-kelemahan dirinya. ketika namanya telah terkenal sebagai guru silat yang ulung. Jarang-jaranglah dia selama ini mantera. akan tetapi jika si sakit mati. Dia telah biasa menerima sanjungan dan dimuliakan orang banyak. maka dia dapat berkata. maka peran yang harus dimainkannya bertambah mudah terasa olehnya. keunggulan pimpinannya. bahwa dia adalah apa yang dibayangkan orang. dan karena itu tak berhasil dimanterainya dan diobatinya. Sejak mudanya dia telah belajar untuk memakai topeng. bahwa si sakit goyang imannya.

dan harimau dalang yang aman. dan sejak Pak Balam membongkar rahasia kejahatan-kejahatannya di waktu dulu. bahwa usulnya akan didengar dengan perasaan aneh dan ganjil oleh Buyung. Ingin dia sebenarnya mengusulkan supaya mereka pindah tempat. naik ke atas pohon. Dia bukan saja takut menghadapi harimau yang kini datang semakin dekat ke tempatnya bersembunyi. Bagaimana jika dia menembak tak tepat? Jika harimau lolos kembali? Atau jika dia menembaknya mengamuk menyerang mereka? Mereka kini tidak berada di alas pohon hanya luka. Dan inilah yang dirasakan sekarang amat kurang cukup dimilikinya. badannya jadi beku dan . Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia merasa kelemahankelemahannya yang dirahasiakannya selama ini telah terbongkar.com/ Dewi KZ 132 Kini soalnya mengadu kemahiran berburu dan kekuatan hati dengan harimau. di depan mata Sanip dan Buyung. Wak Katok telah berada di bawah tekanan jiwa yang semakin hari semakin besar. Bagaimana jika ketika melihat dan mendengar auman harimau. jika gagal menembak. membuat tempat menunggu di atas pohon. datang tekanan lebih besar lagi. Karena keadaan kini tidak mengizinkan mereka berburu cara demikian. Sejak serangan harimau yang pertama. Dan serangan harimau yang kedua terhadap Talib telah lebih memperbesar tekanan ini. nanti akan terbukti. dan membuat dia lemah kembali. akan tetapi dia pun tak kurang takutnya. Dan kini sambil menunggu-nunggu harimau.menyadari kelemahan-kelemahannya. Akan tetapi dia lahu.

keraguan dan kekhawatiran. Sejak bahaya mengancam. sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya. Akan dikatakankah. dan kecemasan bertambah dekat. semutan. Dia mendapatkan sesuatu perasaan aman dari besi laras senapannya. kacau perasaannya.. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. adalah seorangyang rusuh hatinya. Biarlah Buyung yang menembak. Petang telah . penuh dilanda kebimbangan.com/ mereka semakin besar. tak pernah dia melepaskan senapan dari tangannya lagi. ketakutan pun meremas-remas hatinya tak berhenti-henlinya. mereka akan harus berangkai. atau kaku.? Akan tetapi hatinya amat enggan melepaskan senapan dari tangannya. jika masih ingin tiba di tempat bermalam sebelum saat magrib. Senapannya itulah yang memberikan padanya kedudukan pimpinan dan kekuasaan antara mereka kini. Tanpa senapannya dia tak punya arti.. mereka akan kemalaman di jalan. Jika mereka menunggu terlalu lama. meskipun seluruh tampangnya dan mukanya menunjukkan bahwa tangannya sakit. ragu-ragu pikirannya. jika tak amat perlu sekali. Tangan beku dan jari-jari beku. Mereka memandang ke atas mengikuti jalan matahari. Lama mereka menunggu. Jika meleset.kaku? Alangkah senangnya jika dia dapat mencari alasan untuk memberikan senapan kepada Buyung. maka Buyunglah yang salah. dan jika harimau tak muncul dalam waktu setengah jam lagi. kekukuhan dan kekerasan dan ketegangan. Wak Katok.

Akan tetapi Buyung pun menginsyafi. dan menunggu.Dewi KZ 133 keadaan mereka akan amat berbahaya sekali. menunggu tarikan mulut ikan yang perlama pada umpan pancing di dalam air. Tanah hutanyanglembabperlahan-lahan menguapkanairyang membuat udara jadi panas dan basah. Akan tetapi seandainya pun mereka berangkat sekarang. bahwa kini keselamatan mereka tergantung dari kekuatan hati mereka menunggu. dan menunggu. Lain halnya dengan menunggu yang dilakukan orang ketika mengail ikan. demikian rasanya tekanan di dalam dirinya mendesak-desak menyuruhnya berbuat sesuatu. dan memukul nyamuk di tangan. karena mungkin kini sang harimau bersembunyi menghadang di suatu tempat dijalan yang harus mereka tempuh untuk kembali. dan siapa yang diburu. Udara di bawah daun-daun hutan terasa panas. Mereka tak berani mengusir atau memukul nyamuk yang dalang menyerang dan harus menahan gigitan nyamuk dengan sabar dan tahan sekali. Mereka tak tahu lagi sebenarnya siapa kini yang menjadi pemburu. kaki dan tengkuknya dengan keras. Tak ada kesenangan hal terasa dalam menunggu demikian. keadaan mereka tetap berbahaya. Atau menunggu burung belibis lewat di atas kepala. Matahari bergerak juga terus perlahan-lahan di langit. dan berjam-jam dapat mengalir lewat dan hati merasa tenang dan enak. Kadang-kadang Buyung merasa seakan hendak melompat dan memekik. sedang pemburu .

sedang Wak Katok dan Sanip ikut pula memasang telinganya. baik bagi dirinya sendiri.bersembunyi di dalam belukar rawa. 0oo0 BUYUNG yang mula-mula menegakkan kepalanya dan memasang telinganya baik-baik. Akan tetapi menunggu seperti yang mereka lakukan ini adalah satu siksaan. bahwa untuk dapat hidup terus mereka harus dapat menahan siksaan ini. Atau menunggu rusa dalang minum ke tempat air di tengah hutan. Tidak saja mengorbankan kesenangan diri. Mereka menunggu terus. akan tetapi menjual kehormatannya sendiri pun banyak orang yang bersedia melakukannya. maka mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Atau menunggu kekasih yang dalang terlambat. Karena sebanyak mungkin. sedang janjijanji surga bagi orang yang beramal saleh belum ada seorang manusia pun yang dapat membuktikannya.com/ Dewi KZ 134 pun diam dan menunggu. Untuk dapat hidup terus manusia bersedia berbuat banyak sekali. juga sedapat mungkin memperpanjang itu orang ingin memperpanjang hidupnya . harta dan kekayaan. Di dalam menunggu serupa ini ada terasa bahagia yang terdiri dari campuran harap-harap dan tak sabar. Peminta-minta yang paling sengsara sekalipun akan mencoba hidupnya. sedang hidupnya telah begitu getir dan pahit. Akan tetapi karena sadar. apalagi untuk orang lain. Hidup penuh kemanisan. Beberapa saat dia demikian.

Mereka merasa amat tegang sekali. Buyung berbisik amat halus sekali: "Saya seakan mendengar suara orang memanggilmanggil!" Mereka bertiga tegang menajamkan pendengarannya.com/ Dewi KZ 135 yang dipanggil suara itu tak jelas pada pendengarannya. yang kini diserang harimau? Mereka berpandangan. akan tetapi tetap awas menunggu kedatangan harimau. Lima menit kemudian Buyung mengangkat kepalanya kembali. mereka mendengar suara. dan berbisik perlahan sekali: "Aku dengar kembali seperti suara orang memanggil!" Sanip dan Wak Katok memasang telinganya. Suara itu terdengar kembali .ataukah 'toooolooooong!!!!!' yang lalu segera menghilang pula kembali.sebuah suara seperti seorang berteriak 'oooo-oooo!!!!!' . Mereka menunggu. Suara itu menghilang begitu terdengar ke telinga. kembali mereka mengendurkan panca inderanya. jauh sekali. sayupsayup sampai. Akan tetapi mereka tak mendengar seuatu apa pun juga. Menunggu kembali. Kini ketegangan memuncak dan berkumpul ketat serta padat dalam diri mereka. Benar. tak lama kemudian. Kini suara .Mereka tak mendengar sesuatu apa. Akan tetapi apa Tiraikasih Website http://kangzusi. Adakah orang minta lolong jauh di sana? Adakah orang lain di hutan besar ini. Hingga mereka belum begitu yakin benar. Hanya bunyi angin di antara daun-dauan dan bunyi-bunyi hutan yang biasa. Setelah menunggu beberapa saat lagi dan tidak juga mendengar sesuatu apa. bahwa ada mereka mendengarnya.

toooooookkkkk!!!!' Orang memanggil Wak Katokkah? Sanip teringat pada cerita-cerita tentang orang halus di dalam hutan yang didengarnya waktu kecil.datang lebih jelas. dan kini dapat mereka mendengar jelas '. dari tempat mereka makan di pinggir sungai. Tiraikasih Website http://kangzusi. mengikuti mereka ke jejak harimau yang akhirnya membawa tepi sungai. Apakah suara itu kini suara orang halus rimba yang hendak menyesalkan mereka? Apakah itu suara harimau siluman yang hendak mengumpan mereka. jeritan suara manusia yang merobek hati dan jantung. dan jerit orang yang kesakitan dan penuh ketakutan. . tempat mereka berhenti dan makan sebentar. Mereka menunggu. merobek dada dan hati dan perut. menembus ke dalam bumi yang menggetarkan seluruh daun-daun di seluruh rimba raya. Tiba-tiba seluruh urat syaraf mereka mengencang amat sangat. kini suara teriak orang bertambah jelas — datangnya seakan dari arah hutan yang telah mereka tempuh tadi. Kini mata mereka menuju ke arah hutan yang telah mereka tinggalkan. supaya meninggalkan tempat persembunyian mereka? Nah. Mereka menunggu.com/ Dewi KZ 136 Yang merobek-robek seluruh rasa manusia. mereka mendengar suara auman harimau. yang kadang-kadang menyaru sebagai seorang yang dikenal lalu membawanya sesat jauh ke dalam hutan. Jeritan yang tajam menembus ke langit... Mereka menunggu. di jalan yang mereka lalui.

Kita tak dapat menolongnya kini." Wak Katok meneruskan langkahnya cepat-cepat. Dia tak terlalu memegang lengan bajunya dan berbisik: . Jeritan yang membekukan darah mereka bertiga.jeritan maut yang mengheningkan seluruh bunyi dan suara di dalam hutan. dia telah hancur dimakan harimau. Jika kita tiba di sana.. Tetapi ia merasa agak lega. Dia dapat membayangkan dirinya sebagai sang korban. harimau telah menyerang korbannya yang ketiga. Wak Katok berdiri. akan tetapi dalam hatinya dia pun merasa senang Wak Katok memutuskan yang demikian. Kita mesti cepat pulang. dan mengambil jalan pintas mengambil arah kembali ke tempat mereka bermalam. Dalam hatinya Wak Katok merasakan ketakutan yang amat sangat. dan bersuara seakan orang yang hendak menangis. Dan ketika panca indera mereka mulai bekerja kembali Sanip menutup mukanya dengan kedua tangannya. Paling cepat dua puluh menit baru kita dapat tiba di sana. Buyung "Tidakkah kita ke sana menolong orang itu?" Wak Katok berbisik kembali dengan suara marah: "Dungunya engkau. dan nalurinya yang pertama ialah hendak melompat memburu ke tempat harimau menerkam mangsanya. Petang telah larut.. karena harimau telah menyerang sasaran lain. menolong sang korban. Buyung hendak memprotes. Buyung kaku seluruh mukanya. Kali ini kebekuan darah dan panca indera mereka lebih lama bertaku.

yang menimbulkan Dan tiba-tiba mereka terhenti dekat pondok mendengar teriak Pak Haji. "Pak Balam bertambah parah kini. .com/ Dewi KZ 137 ingin cepat dapat merangkul kehidupan. Mereka berlari sejarak beberapa ratus meter terakhir ketika akan tiba di tempat bermalam. tetapi suaranya tak jelas terdengar. Pak Haji menceritakan apa yang telah terjadi. Telah matikah Pak Balam? Pak Haji telah terdengar berseru-seru dari jauh. Dari jauh mereka telah melihat asap api unggun." Mereka tergesa menuju pondok hendak melihat Pak Balam." katanya. Buyung menceritakan kepada Pak Haji apa yang mereka dengar. Pak Haji pun berhenti berlari menyongsong mereka. "aku khawatir dia tak sampai pagi dapat hidup. Pak Haji datang menyongsong pertanyaan dalam diri mereka.gembira untuk berlari menuju tempat harimau menerkam mangsanya. Sutanlah yang diterkam harimau! Akan tetapi mengapa dia meninggalkan tempat bermalam? Bukankah dia dan Pak Haji harus menjaga Pak Balam? Apa yang telah terjadi? Mengapa Sutan meninggalkan Pak Haji dan Pak Balam? Ke mana dia? Wak Katok menyumpah-nyumpah dengan hebat. dan mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. Asap menunjukkan tanda hidup. Seluruh kedahsyatan kejadian kini menguasai diri mereka. yang bertanya: "Bertemukah kalian dengan Sutan?" mereka berlari. mereka mendengar seruan Pak Haji. Baru setelah dekat.

yang pertama turun dari langit di sebelah Barat. Sutan. Pikirannya bingung. napasnya berat. dan telah lebih dekat pada pinggir jurang kegelapan kematian.com/ Dewi KZ 138 Mereka memandang padanya. yang kini tetap tak sadar dan tak mengenalnya. dan dia mendesak: "Bagaimana? Apa yang mesti kita lakukan? Tidakkah kita harus kembali ke sana? Akan kita biarkan Sutan dimakan harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi. yang mulai mengurangi kecemerlangan cahaya petang hari. mengerang perlahanlahan. Mereka memandang berkeliling pada hutan yang mulai diselimuti oleh selendangselendang senja tipis dan amat halus. Belum mereka tiba di tempat itu. jika seandainya dialah yang menjadi korban harimau. Tetapi Buyung tak dapat lama-lama memperhatikan Pak Balam. telah lama mati dan habis dikoyak-koyak harimau. Buyung teringat pada Sutan. meskipun matanya terus terbuka. Dan Buyung pun insyaf bahwa tak ada gunanya kini bagi mereka untuk kembali. dana kelihatan bahwa demam karena infeksi luka-lukanya kini telah menyerang seluruh tubuhnya Dia telah bertambah jauh meninggalkan cahaya hidup. Mengapa Sutan melakukan apa yang telah dilakukannya? Mengapa dia hendak mencekik Pak Balam .Pak balam terbaring di tanah. Akan tetapi mungkinkah bukan Sutan itu? Barangkali orang lain? Dan Sutan ke mana dia? Tibatiba Buyung menyesal mengapa dia tadi tidak lebih kuat mengajak Wak Katok dan Sanip untuk segera mengejar ke tempat auman harimau menerkam orang.

gurunya. kini seakan terbuka topeng mereka seharihari. dan diseganinya. dihormati. Dan bagaimana dengan Pak Haji? Dia tentu juga punya dosa-dosa yang disembunyikannya dari orang lain. meskipun masing-masing berdosa. Pak Balam yang begitu pendiam. Talib yang dianggapnya orang baikbaik di kampung. Orangorang yang selama ini dikenalnya disayanginya. hingga dia bertaku demikian? Susah benar hati Buyung. berubah dari yang biasa jika berada di bawah tekanan bahaya. dan pikirannya bertambah kacau. atau tekanan lain yang terlalu berat? Maka Tiraikasih Website http://kangzusi. Dia merasa seakan dunia yang dikenalnya selama ini telah runtuh di sekelilingnya.com/ Dewi KZ 139 lalu dia tak dapat lagi damai dengan dosa-dosanya. dan menguasai semua pikiran dan perbuatannya? Apakah semua orang demikian. Tiba-tiba Buyung teringat pada dosa-dosanya sendiri. Wak Katok yang disegani dan dihormatinya. Mengapa selama ini. dan mereka memperlihatkan wajah-wajah yang lain. lalu mencari jalan ke luar dengan berbagai cara? Buyung sendiri merasakan .yang sakit? Mengapa dia tak tahan mendengar kata-kata dosa yang diucapkan Pak Balam yang mengigau? Kini pun sekalikali Pak Balam masih mengucapkan kata itu. dan api yang selama ini membakar jauh di lubuk hatinya. Dosa besar apakah yang disimpan Sutan. mereka dapat hidup biasa? Mengapa baru kini dosa-dosa ini menonjol begitu tajamnya.

Setelah Pak Haji memastikannya." kata Pak Haji kemudian. akan tetapi satu hal tetap jelas baginya. Sejak mereka mulai menunggu datangnya harimau di tempat persembunyian mereka. Buyung dapat merasakan sesuatu perubahan di dalam diri Wak Katok. "Pasti Sutan itu. dia tidak akan menceritakan apa yang telah terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah kepada kepada siapa pun juga. bukan saja diri Wak Katok sendiri. Pak Balam hanya menunggu saatnya yang terakhir saja. Seakan Wak Katok meragukan kekerasan dirinya sendiri. Dan di antara mereka yang berempat siapakah lagi yang akan mejadi korban sebelum mereka dapat tiba selamat di kampungnya? Masing-masing berkeyakinan dan berharap dialah yang akan selamat. menyimpulkan apa yang telah diputuskan sejak semula dalam hati masingmasing. mereka amat merasa sekali betapa telah tiga orang di antara mereka bertuj uh yang telah jadi korban harimau. Kini mereka tinggal berempat. akan tetapi tak ada yang mau mulai mengeluarkannya. Tak seorang juga di antara mereka yang kini berpikir Pak Balam akan dapat sembuh. Air mukanya yang keras kini seakan goyah. Lebih baik dia mati.ketegangan yang amat sangat. Dia pun bingung dan rusuh. Sesuatu yang goyah yang dapat membahayakan. dan biarkan yang lain menjadi korban harimau. akan tetapi diri mereka semua. daripada harus mengakui. Mereka terlalu letih mengikuti jejak harimau sepanjang . jika perlu.

Buyung dan Sanip tertidur juga. dan dia merasa ingin melompat dan menjerit. atau . Wak Katok dan Pak Haji berdua yang metaksanakan sembahyang magrib dan sembahyang Isa. atau Buyung. Akan tetapi malam itu Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari pegangannya.hari. selelah mereka mulai diserang harimau. melakukan sesuatu kekerasan untuk menghapuskan rasa takut demikian dari hatinya. dan semakin besar pula dan semakin besar. Semakin lama ketegangan yang menekan itu semakin besar. dan timbul hasratnya untuk membangunkan membangunkan Pak Haji. meskipun Pak Balam terus mengigau. hingga setelah makan malam. dan hati mereka diberati dengan kematian Sutan yang diterkam harimau dan bahaya yang masih Tiraikasih Website http://kangzusi. Biasanya Wak Katok membangunkan Buyung dan Sanip. Tiap sebentar matanya mengawasi hutan gelap di luar lingkaran cahaya api. Beberapa kali hatinya berdebar-debar amat kerasnya mendengar bunyi berkeresekan di antara belukar gelap di luar cahaya api unggun. Tetapi mereka tidur dengan gelisah. menurut giliran mereka untuk berjaga-jaga. Dia duduk sendiri dekat api. dan ada beberapa kali seakan Wak Katok pun tak dapat menahan rasa takut yang memeras hati dengan amat kuatnya.com/ Dewi KZ 140 mengancamnya.

kenang-kenangan timbul dari lubuk hatinya. dan . yang dapat memanggil angin dan hujan. seperti ikan-ikan yang lama bersembunyi di dalam lumpur dasar lubuk. Dan semakin lama ketakutannya semakin menguasai dirinya . Dia pun tahu bahwa memang dia telah berdosa. seorang manusia yang menganggap dirinya besar. mereka akan tahu. orang yang paling berani di kampungnya. dekat api unggun. di dalam perut kegelapan malam dan hutan raya. ingatannya kembali pada semua yang dilakukannya di masa dahulu. yang dapat mengobati segala penyakit. itu semakin menguasai dirinya. yang tidak takut pada setan. Wak Katok ingat. menonjolkan kepala ke alas permukaan air yang ditimpa sinar matahari. seorang dukun yang amat tinggi ilmunya.com/ Dewi KZ 141 gangguan yang menggoyang lumpur. dan mata-mata ikan terasa silau dan terbakar melihat terang yang nyalang..mereka semua. di dalam dunia kecil lingkaran api unggun. Takut dia akan merasa malu. seorang pemburu yang merajai semua rimba. Akan tetapi ditahannya dirinya.. guru silat yang tak ada tandingannya? Demikianlah dia duduk sendiri. jin atau iblis. Karena bukankah dia adalah Wak Katok. menundukkan racun dan gunaguna. dan ketika datang Tiraikasih Website http://kangzusi. menundukkan api. maka ikan-ikan berenang naik ke atas. bahwa dia merasa takut. naik ke atas.

ya apa daya kita. Alangkah mudahnya pikirnya .kini saatnya. Dan dia pulang sendiri ke kampung. Dan dia akan dapat menambahkan dengan suara yang saleh. bahwa sungguhsungguh tuahnya besar. Pak Balam tak lama lagi akan mati. jika sudah kehendak Tuhan untuk menjatuhkan hukuman kepada hambaNya. hingga sia-sia usahanya. maka tak ada suatu kekuasaan di dunia yang fana ini yang akan dapat menahannya. Laporkan ke kampung bahwa dari mereka bertujuh hanya dia sendiri yang tinggal selamat. Dan meskipun dia telah mencoba menotaknya. Dia akan menghapuskannya dari ingatannya dan dari ingatan kawan-kawannya. Dia akan dapat mengatakan kepada orang kampung. dan dia menolak dosadosa itu sebagai dosa. Dia menoleh kepada mereka yang sedang tidur.akan tetapi dengan segera pula rasa takutnya mengakui berdosa menguasai dirinya kembali. keramatnya hebat sekali. bunuh saja mereka yang tinggal — Pak Haji. Sanip dan Buyung. Orang kampung malahan akan lebih segan dan hormat lagi dan akan lebih percaya lagi. bahwa harimau itu adalah harimau siluman yang datang mengejar orang-orang bcdosa di antara mereka. Dia hendak bergerak melakukan niatnya. akan tetapi kawan-kawannya yang menjadi korban rupanya terlalu besar dosanya. Mayat mereka akan segera habis dimakan oleh harimau. hingga dari mereka bertujuh hanya dia sendiri saja yang dapat selamat. jika tidak ilmunya kuat sekali. ketika tiba-tiba . Nyaris dia sendiri pun hampir jadi korban.

Dia harus mencari akal agar dia masih mempunyai kawan hingga malam terakhir. Kembali ketegangan menguasai diri mereka. Dengan cepat mereka memeriksa Pak Balam yang terbaring di tanah . sebelum tiba di kampung. Membayangkan dirinya tinggal sendiri di malam gelap itu. Mereka bersembahyang . dengan harimau menunggu Tiraikasih Website http://kangzusi.sesuatu dalam hatinya menahannya. Siang hari terakhir dapatlah dia sendiri menuju kampung dengan membawa senapannya. Kesempatan untuk melakukan niatnya masih banyak.com/ Dewi KZ 142 di dalam gelap di luar batas cahaya api unggun. Mereka pun tahu.. dan melihat Pak Balam terbaring kaku dan diam. Dia masih menghadapi empat hari empat malam perjalanan lagi. Dia dan kawan-kawannya yang lain terbangun oleh bunyi kokok ayam-ayam hutan yang berderai-derai ketika fajar tiba. menimbulkan takut lebih besar lagi dalam dirinya. Dengan terkejut mereka menyadari tak mendengar lagi igauan Pak Balam. Dan segera pula mereka merasakan sesuatu yang baru di tempat mereka bermalam.. bahwa Pak Balam telah berhenti hidup. Setelah mengambil keputusan serupa ini hati Wak Katok merasa lebih senang. Ketakutan kembali datang melanda. Lebih baik dia menunggu lebih dahulu. Dengan tak disadarinya dia tertidur pula. dan hati mereka jadi rusuh dan pikiran mereka jadi kacau kembali. Jika dibunuhnya mereka bertiga maka dia akan tinggal sendiri.

" Wak Katok memandang kepadanya kemudian kepada Pak Haji. "Diam engkau dulu. akan tetapi menahan dirinya." katanya. dan seruanAllahu Akbar!Allahu Akbar! Allahu Akbar! Pak Haji terdengar bertambah khusuk. Kemudian mereka memandikan mayat Pak Balam dan membungkusnya dengan kain sarung. Mereka kemudian menggali kuburan. Mayatnya berbau busuk. "mari sekarang kita buru harimau itu sampai dapat. Pak Balam. Buyung. dan Sanip. Buyung hendak membantah. Setiap orang di antara mereka menambah doa dalam hatinya. dan dalam hati mereka pun lebih-lebih lagi menyerahkan diri mereka ke bawah perlindungan Allah Yang Maha Kuasa. anak muda yang menjadi muridnya pula. supaya dialah yang diselamatkan Tuhan. Satu-satunya rencana ialah secepat mungkin meneruskan perjalanan untuk kembali ke kampung dan untuk menyelamatkan dirinya. Hatiku panas sekali. . Talib dan Sutan harus dituntut bela. Bekas luka-luka di badan dan kaki Pak Balam telah membusuk sama sekali.subuh. berani mengusulkan agar mereka pergi memburu harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi. Tunggu orang-orang tua berunding dulu." kata Wak Katok mendiamkan Buyung. Setelah kuburan mereka tutup kembali tiba-tiba Buyung tak dapat menahan dirinya. Tetapi ini. Tak ada terniat sebenarnya dalam hatinya untuk memburu harimau.com/ Dewi KZ 143 "Wak Katok.

dan Sanip yang penggembira dulu seakan tak ada lagi. Akan tetapi selalu pula ada kemungkinan dia berhasil melepaskan diri. lebih suka membiarkan orang lain saja mengambil putusan.Dia melihat kepada Pak Haji dan Sanip. Pak Haji berunding dengan Wak Katok. jika orang kampung akan . Sejak Talib diterkam harimau. Sinar matanya pun pudar. seakan sesuatu patah di dalam dirinya. Pak Haji mengatakan bahwa putusan terserah pada Wak Katok. karena Wak Katok yang membawa senapan dan Wak Katoklah yang ahli berburu. dan mungkin kini bersembunyi di atas pohon. seakan hendak meminta bantuan dari mereka. Akan tetapi Pak Haji diam saja. Ia kelihatannya lesu sekali. Seakan cahaya hidup telah padam dalam dirinya. Dia lebih takut lagi jika namanya akan rusak di kampung. dan berhasil pula kembali ke kampung? Apa kata orang kampung nanti tentang diri mereka? Tiraikasih Website http://kangzusi. tak berkilauan.com/ Dewi KZ 144 Ucapan Pak Haji yang terakhir inilah yang menyebabkan Wak Katok memutuskan untuk kembali ke tempat mereka mendengar Sutan diserang harimau. Kecemerlangan hatinya yang penggembira telah hilang. Memang kemungkinan besar Sutan telah lama habis dimakan harimau. dan Sanip menundukkan mukanya. dan kemarin Sutan. Mungkin dia luka. Tidakkah dalam keadaan demikian kewajiban mereka untuk menolongnya? Dan bagaimana jika mereka kembali ke kampung dan kemudian ternyata Sutan masih hidup.

baru kita akan berhasil. jika terjadi yang demikian. bahwa dia takut. dan mengeluarkan beberapa batu dari dalam kantong ikat pinggangnya. potongan kain lama. batu yang kemudian telah dijampinya beberapa Kemudian dibungkusnya diberikannya kepada mereka seorang satu. disegani. Hanya jika kalian menurut semua petunjukku dengan cermat. "Turutlah segala perintahku baik-baik. Serasa terdengar olehnya maki-makian orang kampung terhadap dirinya. "yang kita buru bukan sembarang lawan. aku buat dahulu jimat yang lebih kuat lagi untuk melindungi diri kalian terhadap serangannya. pikirnya dengan marah. jika dia tidak lagi dihormati." Wak Katok pergi menyendiri ke dalam pondok. bahwa dia telah mengusulkan agar kembali. Dia menguatkan hatinya." yang dibungkusnya dalam potongan- . Dia merasa tak dapat hidup. putih yang dibawanya. Dia harus tetap memelihara keseganan dan hormat orang kampung terhadap dirinya. Sebelum kita berangkat. Mulut anak muda itu tak akan berhenti-henti nanti bercerita. dan "Memang aku telah memutuskan untuk memburunya sampai dapat. apalagi setelah Buyung yang mengusulkan supaya mereka kembali. hal yang demikian tak dapat dibiarkannya terjadi. tetapi Wak Katok tak mau.tahu. dan dipuji-puji orang di kampung. Dia takut dan ingin cepat lari ke kampung. Tidak. Dia akan lebih menegaskan lagi pimpinannya dan dia akan memulai berkata: sekarang." kata Wak Katok.

bahwa dia akan memimpin mereka memburu harimau. Putusannya tepat dan benar. supaya mereka lebih lekas sampai dan untuk mengelakkan diri dari buruan harimau. Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 145 7 Wak Katok membawa mereka memintas jalan menuju tempat mereka mendengar Sutan diserang oleh harimau. menyiapkan perbekalan. makan pagi. seperti terbukti kemarin. Karena harimau telah tahu. Buyung sendiri pun sepaham dengan Wak Katok. Putusannya untuk memintas jalan merupakan juga sebuah usahanya untuk menghindarkan selama mungkin kembali ke tempat jejak harimau mulai. Tiap sebentar mereka harus menggosok tangan dan kaki dan tengkuk dengan air tembakau. Tak seekor burung pun terbang di bahagian hutan yang gelap ini. Alasannya benar. jika mereka mengikuti jejak harimau yang lama. akan tetapi dalam hatinya dia masih mencari jalan ke luar dari tugas ini.Mereka masak. Sinar matahari hampir tak dapat masuk. Di tengah hutan udara separuh gelap. Meskipun Wak Katok telah mengatakan. Katanya. Di sini hanya beterbangan nyamuk. Setelah mereka berjalan ada-sejam lamanya melintasi tebing dan ngarai. Tanah basah dan di banyak tempat becek sekali. Tak seorang pun di antara mereka yang telah pernah . mereka tiba di sebuah bahagian hutan yang lebat sekali. dan sama sekali tidak menimbulkan kecurigaan tentang maksud-maksudnya yang sebenarnya. dan serangan pacet amat hebat. dan air menetes-netes terus dari daun yang paling atas hingga ke daun yang paling bawah. bahwa mereka memburunya. Daun-daun basah.

Ketika mereka melalui hutan gelap itu mereka tak mendengar sesuatu apa. tak ada penghuninya. Hutan seakan sunyi sepi. dan tanah yang mereka lalui tiap sebentar dilintasi oleh anakanak sungai kecil yang mengalir dengan lamban. Pohon dan cabang-cabang tebal ditutupi lumut yang panjangpanjang. maka inilah hutan itu. karena mereka harus membuka jalan antara pandanpandan dan rotan-rotan berduri. Tak ada bunyi Tiraikasih Website http://kangzusi. yang lain dari yang lain. tak ada bunyi burung-burung. tempat orang disesatkan oleh tukang-tukang sihir yang gaib. dan jalan yang mereka lalui berat . dan tanaman yang menjalar memasang sulursulurnya belum pernah manusia memasukinya. kecuali barangkali babi atau badak. Seakan-akan mereka melalui bahagian hutan yang dikosongkan.memasuki terhampar hutan ini. Rupa pohon-pohon dalam hutan pun menakutkan. lembab dan basah. Udara di dalamnya panas. Jika orang dalam mimpi pernah memasuki hutan-hutan jahat yang keramat dan bertuah. Tak ada bunyi paluan burung pelatuk. semakin gelap udara di dalam hutan. Mungkin sejak dunia mulai sekali. kecuali serangga-serangga kecil. Margasatwa hutan yang biasa pun tak senang tinggal di hutan serupa ini. Semakin dalam mereka memasuki hutan.com/ Dewi KZ 146 himbauan beruk atau siamang. dan ditakdirkan akan berputar-putar berkeliling tersesat di dalam hutan sampai akhir jaman.

Tak seorang juga berselera hendak dengan pikiran-pikirannya. Dalam khayalannya Buyung membayangkan mereka tersesat. Mereka tak dapat berjalan cepat. Entah berapa lama lagi mereka harus meng-harungi rimba jahat ini. Dan jika memotongnya menimbulkan bunyi yang terlalu keras. Entah di mana Timur. Mereka mungkin tersesat jika keadaan hutan begini terus. kehabisan makanan." Tiraikasih Website http://kangzusi. Seluruh suasana hutan menekan perasaan dan mereka berjalan dengan diam-diam. dan kerapkali harus berhenti untuk memotong dahan-dahan dan membawa perasaan-perasaan-nya bercakap-cakap. yang tambah lama terasa tambah berat. Orang tak dapat lagi memeriksa ke arah mana dia menuju. .dari pohon ke pohon. Dalam hutan ini orang tak lagi dapat mengikuti kedudukan matahari. entah di mana Barat. Buyung merasa setengah menyesal karena telah mengambil jalan memintas yang tak pernah ditempuh orang ini. hingga tak ubahnya seakan ada seekor laba-laba raksasa yang memasang jaringjaringnya di seluruh hutan. Akan tetapi dia menahan hatinya. Mereka akn lebih terlambat tiba di tempat harimau menyerang Sutan. Masing-masing melangkah daun-daun pandan yang berduri.com/ Dewi KZ 147 Bagaimana dapat memotong daun dan dahan tak bersuara? Mereka menyesal mengikuti Wak Katok yang membawa mereka melalui hutan ini. Selatan atau Utara. Wak Katok akan menggeram: "Jangan terlalu ribut kalian. hilang tak tentu rimbanya di dalam hutan yang dahsyat.

Dia teringat nasihat pamannyayangtua.tak hendak membiarkan dirinya dihanyutkan oleh Rubiyah. dia tak hendak memikirkan apa yang harus dilakukannya jika mereka telah kembali ke kampung. baru hidupnya sempurna. bahwa orang tak boleh memikirkan merugikan tumbuh demikian dapat mempengaruhi diri orang. tetapi tak serupa dengan apa yang pikiranpikiran yang demikian. dengan janjinya kepada Siti Rubiyah. Hanya jika dia kawin dengan Zaitun baru dia merasa dirinya lengkap. mengingat Zaitun. Dia masih tak mengerti benar apa perasaanya sebenarnya terhadap Siti Dia mengalihkannya dengan mencoba dalam kepalanya. Karena pikiran-pikiran atau membiarkan pikiran-pikiran yang dirasakannya terhadap Zaitun. baru terisi kekosongan yang ada di samping dirinya. Karena itu Buyung menahan arus pikirannya yang demikian. Sanip berjalan dengan diam. Dia merasa hanya dapat hidup dengan Zaitun. yang mengatakan kepadanya. Dia ingin benar cepat-cepat meneruskan perjalanan . Apa kiranya kerja Zaitun kini? Sedang memasakkah dia di rumahnya? Atau dia menjahit? Teringat pada Zaitun membawa pula ingatannya kepada Siti Rubiyah. dan menebas daun dan dahan dengan gerak tangan seakan tak disadarinya. akan tetapi yang bekerja sendiri secara otomatis. Kemudian dia menahan pikirannya kembali.com/ Dewi KZ 148 gulana. Dan terjadilah hal-hal yang tak dikehendaki atau ditakuti. Hatinya penuh gundah Tiraikasih Website http://kangzusi.

. juga Talib dan Sutan? Dan bukankah mereka juga diserang sampai mati? Tetapi dia mendiamkan bisikan hatinya yang tak percaya. Hatinya pun segan untuk mengikuti jalan pikirannya. Masing-masing orang wajib mengurus dunianya sendiri. Pak Haji yang berada paling belakang berjalan penuh dengan pikirannya sendiri pula. Tidakkah Pak Balam memakai jimat. Ia tak hendak mencampuri soal-soal pribadi mereka. karena ini lebih membesarkan kerusuhan hatinya saja. karena diberi jimat baru oleh Wak Katok. dia sejak lama telah mengambil kesimpulan untuk tidak hendak mencampuri urusan orang lain.pulang ke kampung. dan dia tidak mengundang orang lain mencampuri persoalan dirinya. Selama umurnya yang telah enam puluh tahun. Lebih baik pulang ke kampung dan minta bantuan di sana untuk mencari Sutan. Apa yang dapat mereka lakukan berempat dengan sebuah senapan tua Wak Katok? Meskipun hatinya agak terobat. Dalam hatinya dia tak setuju mereka kembali memburu harimau. Lebih baik dia mengingat istrinya .. Dia tidak percaya adanya manusia yang berjuang dan memikirkan dan malahan sampai memberikan jiwanya untuk kepentingan umum yang . akan tetapi keraguannya belum hilang. itulah semboyannya. dari berbagai pengalamannya yang pahitpahit. Baginya bersamasama mencari damar dengan kawan-kawannya yang lain adalah kerjasama yang sama-sama menguntungkan pada diri masing-masing.

sebaliknya telah menimbulkan celaka padanya. Bukan saja dia telah kehilangan kepercayaannya Tiraikasih Website http://kangzusi. Berkali-kali dia mengalami yang serupa itu sejak waktu mudanya. betapa orang-orang yang datang kepadanya dan mengatakan hendak menolongnya. untuk kebahagiaan manusia-manusia lain yang lebih banyak. Dia memang berpuasa dan bersembahyang. akan tetapi semua ini dilakukannya supaya dia jangan kelihatan berbeda dengan orang lain. dan tiba di kampungnya dia selalu pemimpin. Tak pernah dia menjumpai manusia yang benar dan yang adil yang terlebih dahulu melepaskan kepentingan dirinya untuk kepentingan orang banyak. yang terlebih dahulu lari menyelamatkan dirinya. telah menunaikan rukun Islam yang kelima.lebih besar. Pengalamannya dalam hal-hal serupa ini telah terlalu banyak dan terlalu pahit. akan tetapi kepercayaannya terhadap Tuhan pun sebenarnya telah hilang dari hatinya. ketika dia pulang dari bertualang ke dunia luar. Dia memang telah naik haji. Telah amat sering dia tertipu dahulu. Selalu dia dapat memberi alasan mengapa dia tak hendak menotak untuk dituakan dan dijadikan .com/ Dewi KZ 149 terhadap sesama manusia. Karena itu. ketika ia mengembara ke seluruh dunia. Dia telah terlalu banyak mengikuti orang-orang yang berkata demikian. waktu mudanya. Dia melakukannya karena hal ini perlu dilakukannya untuk dapat hidup damai dengan orang lain di kampung.

atau dikemukakan dalam berbagai pekerjaan yang dilakukan orang kampung bersama-sama. Dia bekerja sebagai pesuruh Tiraikasih Website http://kangzusi. Lama-lama orang di kampung biasa dengan sikapnya yang tak hendak mencampuri sesuatu. Dia berusaha sekuat mungkin menyimpan dan . dan menghormati umurnya yang tua. jatuh cinta kepada seorang perempuan di sana dan mereka menikah. Ketika itu Pak Haji (dia belum jadi haji di kala itu) memutuskan untuk pulang ke kampung.com/ Dewi KZ 150 sebuah toko.memimpin sembahyang. Inilah cintanya yang pertama. terutama sekali disebabkan yang oleh pengalaman-pengalamannya sendiri sebagai salah seorang pemimpin di pahit. dan gajinya jauh dari cukup. akan tetapi dia tak terpandang kampung. membawa istri dan anaknya. Seorang anak laki-laki yang amat disayanginya. Ketika itu dia berumur tiga puluh tahun. atau melakukan khotbah. Orang tetap memanggilnya Pak Haji. dan dia pun tak perlu memberikan pimpinan. Pak Haji merasa puas dengan kedudukan serupa ini. dan membiarkan dia sendiri. Pernah dia ketika menetap di India. Dia tak mencampuri soalsoal orang lain di kampung dan persoalan dirinya tak pula dicampuri orang lain Tentang kepercayaan pada Tuhan. Dia tak perlu mengikuti seseorang pemimpin. dan dia merasa bahagia sekali. akan tetapi dia dan istrinya berbahagia dalam kemiskinan mereka Kemudian istrinya melahirkan anak.

anak itu jatuh sakit. Akan tetapi esok harinya anaknya mati. maka dia pun meneruskan pengembaraannya. karena tuannya yang diikutinya pergi melakukan ibadah haji. dan uang simpanannya yang sedikit dengan cepat habis untuk membeli obat dan membayar tabib. Dia sampai memberanikan hatinya memasuki tempat bekerja seorang dokter kulit putih. Selama petualangannya tak ada yang baik yang dilihatnya di antara sifat manusia. Dalam putus asanya dia mendoa kepada Tuhan supaya Tuhan menolong anaknya — hanya Engkau saja lagi yang tinggal. Ketika uangnya telah habis. Akan tetapi tak ada seorang tabib yang bersedia menolongnya dengan syarat demikian. serunya dalam hatinya. akan tetapi bertemu saja pun dia tak dapat dengan dokter itu. asal tabib mau mengobati anaknya sampai sembuh. Akan tetapi ketika bayinya berumur enam bulan. dia terus juga menggendong anaknya. Dia mengembara hingga tiba di negeri Arab. dia pernah menawarkan dirinya akan bekerja tanpa digaji selama setahun pada seorang tabib. yang dapat menolong anak hamba. Ketika mencari tabib dan dokter itu sepanjang hari. Sejak itu kepercayaannya kepada Tuhan tergoncang sekali. dan penyakit anaknya belum juga sembuh. .mendapat penghasilan yang lebih banyak untuk ongkos mereka pulang. Dan ketika enam bulan kemudian istrinya meninggal pula akibat sakit disentri. dan di sana dia ikut naik haji. Dia hanya melihat manusia menindas manusia.

Sebuah contoh yang dekat saja. dan diperas dan diperkosa. yang kaya. diinjak. dipergunakan. Malahan banyak yang takut pada ilmu-ilmu gaibnya. dia pernah ikut demonstrasi. ketika dia berada dalam lingkungan kampungnya yang aman. Semua orang segan dan hormat padanya. Rakyat yang diperkosa itu masihlah merupakan jumlah yang terbesar dari manusia yang terinjak di atas dunia kita. dan yang dilihatnya hanyalah orang kecil yang Tiraikasih Website http://kangzusi. manusia merampas dan memperkosa manusia. Jika dia berbicara pantang disangkal. Semua kata-katanya hendaknya diaminkan saja. Dia bergerak melalui lapisan-lapisan kelas rakyat yang terendah di semua negeri itu. menangkapi mereka. Dan apa yang dilihatnya terjadi di kampungnya tak banyak berbeda dari apa yang dialaminya di dunia luar. yang kuat. Di sana dia dapat berlagak sebagai guru silat yang besar. Pak Haji sejak lama telah dapat melihat kelemahan-kelemahan dalam pribadi Wak Katok dan juga kelemahan dalam ilmu yang . Pak Haji telah patah hati ketika dia pulang ke kampungnya. dan membunuhi mereka. dia pernah ikut berontak. Alangkah angkuhnya dan sombongnya dia. Dia telah pernah ikut mogok. manusia merusak manusia.com/ Dewi KZ 151 ditipu. dan hasilnya hanyalah dia jadi alat orang yang berkuasa memukuli mereka.manusia menipu manusia. dukun yang berilmu tinggi. lihatlah Wak Katok. dizalimi oleh orang-orang yang berkuasa. pemburu yang perkasa.

Pak Haji dapat menyimpulkan. demi untuk menjaga .com/ Dewi KZ 152 Hidup mereka adalah hidup mereka. Dan dia telah bosan pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. manteramantera dan jimat-jimat Wak Katok. Dia tahu bahwa Wak Katok menghadapi krisis dalam dirinya. Dia tak percaya pada ilmu-ilmu. akan tetapi jika diberikan padanya. supaya jangan ada perasaan dan hati yang terganggu. maka itu persoalan mereka. Dia akan dibenci orang jika dia berbuat demikian. Apa perlunya? Mengapa dia harus membongkar kedok Wak Katok pada orang-orang sekampungnya? Jika mereka senang dan berbahagia mengikuti Wak Katok. Akan tetapi kini. Tiraikasih Website http://kangzusi. Supaya dia dibiarkan sendiri.dimashur-mashurkan orang tentang Wak Katok. Sejak dia kembali ke kampung sikap ini dapat dipertahankannya. mengangkatnya jadi pemimpin dan gurunya. Suka hati orang lainlah apa yang hendak mereka lakukan. Di hari tuanya dia ingin hidup tak terganggu dan tak mengganggu orang lain. Akan tetapi dia berdiam diri. bahwa tekanan yang lebih besar akan diterimanya juga. Itulah yang dikehendaki Pak Haji kini dalam hidupnya. keadaan. dan hidupnya adalah hidupnya sendiri. Apa untungnya baginya membuka mata orang banyak? Dialah yang akan celaka. Dia hanya akan mendapat musuh saja. Dari ucapan-ucapan dan tingkah laku Wak Katok. dirinya langsung diceburkan ke dalam sebuah keadaan yang penuh bahaya.

manteramatera baru dan jimat-jimat baru? Dan memaksa dan mengancam orang supaya mengikuti semua kata dan kehendaknya? Yang berkeras mengatakan. bahwa Buyung akan mudah dibicarakannyakah perasaan-perasaannya ini . sedikit demi sedikit. hampir-hampir tak kelihatan. dan kebodohan-kebodohannya sendiri. ketakutan-ketakutannya. dan membiarkan dirinya ditarik ke dalam kehancuran oleh seorang pemimpin yang tak hendak mengakui ketidakmampuannya. sebenarnya tak lain dari sejak sebuah harimau datang menyerang. dan terus hendak menutup kelemahan-kelemahannya. Apakah dia akan berdiam diri. sikapnya caranya berbicara dan berbuat mulai mengalami perubahan. Perbuatannya mungkin akan menimbulkan bencana bagi mereka semua. lambang kekuatan dan kekuasaannya. Demikianlah dalam berbagai hal yang hampir-hampir tak kelihatan. Tiraikasih Website http://kangzusi. dengan memberikan perintah-perintah baru. kecuali oleh orang yang mengamatinya dengan seksama. bahwa hanya dia sendiri yang benar? Sikap Wak Katok tak hendak melepaskan senapan dari tangannya.com/ Dewi KZ 153 Akan dengan Buyung dan Sanip? Dia merasa.mungkin meledakkan krisis ini. karena Pak Haji bertekad dalam hatinya. dan tak seorang juga yang dapat mengatakan apa yang akan dilakukan Wak Katok. yang pengakuan kelemahan terkandung dalam dirinya sendiri. tak hendak menjadi korban pemimpin palsu. Pak Haji mengamatinya dengan seksama sejak semula.

dan masa bodoh dengan orang lain? Ia ingat ketika sebuah biduk yang ditumpanginya karam di sungai Kuning di negeri Cina. Akan dibiarkannyakah mereka tak mengetahui kelemahan dan kepalsuan Wak Katok? Tetapi seandainya mereka jadi korban. Sanip. Untunglah dia dapat berpegang kemudian pada sebuah tiang kayu yang terapung. dan betapa ketika dia hendak naik ke rakit yang telah banyak berisi orang. Akan tetapi haruskah dia berbuat demikian? Tidakkah ini berarti dia membawa campur orang lain ke dalam hidup dirinya? Akan tetapi jika yang lain tak diberitahunya. nanti . Dengan suara yang tegas dia berkata: "Buyung. Rasanya kita tak jauh lagi. Pak Haji. dan mereka tidak lagi dapat memburu. mungkin mereka akan jadi korban. Dia akan membawa mereka sesat. dan dia kini tidak akan mulai membawa orang lain ke dalam hidupnya. akibat mereka tak dapat menembus topeng kepalsuan Wak Katok. Buyung dan Sanip masih muda. dia didorong kembali ke dalam air. hingga dekat malam. akan tetapi Sanip akan raguragu. bagaimana dapat menyelamatkan dirinya sendiri.sependapat dengan dia. bukankah itu tanggung jawab mereka sendiri dan bukan persoalannya? Bukankah persoalannya yang utama kini. Kini dia tahu akal bagaimana mengelakkan memburu harimau. Dia cukup merasa puas dibiarkan sendiri dalam hidup ini. Berhentilah kini memotong daun dan dahan. Tiba-tiba Wak Katok mengambil putusan dalam dirinya.

di dalam lumpur. Buyung membungkuk dan menunjuk pada jejak-jejak di pinggirnya. akan tetapi juga karena hawa panas dan lembab yang memberat di dalam hutan. Kelihatannya jejak baru sekali. belukar lebat dan rapat sekali. Napas mereka terengah-engah. sakit dan letih. karena air masih mengisinya perlahan-lahan. Mereka tak dapat lagi mengira-ngirakan telah berapa lama mereka rasanya berjalan demikian. "Badak. Sanip merasa lega ketika dia melihat. bahwa bukan jejak .com/ Dewi KZ 154 tempat mereka terpaksa berjalan membungkuk.terdengar padanya. Hutan gelap yang basah itu seakan telah menelan mereka. Dan hutan itu terasa seakan tak ada akhirnya. Ketika mereka tiba di pinggir sebuah anak sungai kecil yang mengalir lambat. Mereka Meskipun kini perjalanan mereka jadi bertambah sukar. karena mereka tak dapat memotong jalan. Di banyak Tiraikasih Website http://kangzusi. Seluruh badan mereka dapat menerima kebenaran perintah ini. mereka menguatkan hati untuk cepat dapat ke luar dari hutan gelap. Mereka juga tidak dapat mengetahui telah jam berapa kini. dan baju dan kulit mereka acap tergores oleh duri daun-daun pandan. karena matahari tetap tak terlihat dari bawah." bisik Buyung. bukan saja karena keletihan.

Kelihatannya seakan dia tahu. Buyung memandang kepada Pak Haji dan Sanip. Dan Pak Haji. Dia tak lagi dapat mengatakan dengan tegas arah mana yang akan membawa mereka ke tempat Sutan diserang harimau. dan yang tahu jalan dan arah. "Mari kita makan di sini. dan kelihatannya hutan masih tetap luas dan tebal di sekelilingnya.harimau. Sejak mereka Tiraikasih Website http://kangzusi. karena dia berjalan dan melangkah seakan tak ragu-ragu. Karena dialah yang jadi pemimpin. Wak Katoklah yang berjalan di depan. Karena itu pun dia puas menyerahkan pada Wak Katok untuk menentukan arah yang harus mereka ambil. .com/ Dewi KZ 155 lagi. apakah Wak Katok juga tahu ke arah mana dia membawanya. Apakah mereka tak merasakan keraguan yang kini dirasakannya Tetapi tak dapat dia membaca sesuatu apa di muka Sanip. Wak Katok juga. Buyung sendiri pun merasa seakan kehilangan arah. ketika mereka diajak Wak Katok meneruskan perjalanan. Selama makan mereka pun tak bercakap-cakap. "Berapa lama lagi kita ke luar dari hutan ini?" "Tak lama lagi!" kata Wak Katok. Akan tetapi ketika menurut perkiraannya telah tiba waktu sembahyang asyar. mencoba untuk mengajuk perasaannya. yang basah dan panas lembab itu. Dan Wak Katok terus melangkah dilarangnya menebas pohon dan dahan. mulai timbul keraguan dalam pikiran Buyung. Mata angin tak dapat ditentukan karena matahari tak tampak menembus belukar. Mereka terlalu letih. dan mereka masih juga mengharungi hutan yang gelap. Hanya Buyung yang bertanya." kata Wak Katok.

Pak Haji terdorong ke pinggir terkejut . muka Pak Haji pucat ketika melihat badan dan kepala ular hijau yang kini bergerakgerak jatuh di tanah yang lembab.. Wak Katok kembali beberapa langkah. Ular yang amat berbisa. kena dia!! Buyung berseru gembira . Engkau telah menyelamatkan jiwaku. Mereka semua terkejut. nah. parang panjangnya dihayunkannya.. Dan Tiraikasih Website http://kangzusi. Sanip pun terdiam. Dia hampir saja dipatuk oleh ular yang berbisa itu yang turun dari pohon ketika ia lewat. Ular selalu merupakan alamat buruk. Kemudian Wak Katok berpaling dan meneruskan perjalanan. Mereka semua terhenti... Karena jika tebasan parang Buyung tidak tepat.. Untuk pertama kalinya Pak Haji merasakan sesuatu yang ganjil di dalam hidupnya.Dan ketika dia melihat ke wajah Pak Haji . tanpa memperhitungkan bahaya terhadap dirinya sendiri. Ada orang yang telah menolongnya. Pertolongan diberikan padanya tanpa diminta dan dengan cepat sekali. "Terima kasih. Buyung melompat amat cepat mendekati Pak Haji .." kata Pak Haji... Wajahnya pucat. Malahan telah menyelamatkan jiwanya. Dan dengan diam memandangi ular yang telah bercerai kepala dari badannya di atas tanah. Buyung. Untunglah Buyung memalingkan mukanya hendak melihat wajah Pak Haji. Dia masih amat terkejut. maka dialah .com/ Dewi KZ 156 orang itu tidak meminta sesuatu dari dia. Pak Haji beberapa saat tak dapat berkata-kata.

Dia kembali mempercepat langkahnya mendekati Buyung yang berjalan di depannya. siapa saja yang dalam bahaya. Apakah Buyung kurang makan garam pahit penghidupan karena dia masih muda. belum banyak makan pahit garam penghidupan. karena itu dia berbuat demikian. semua ini tidak dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. yang bersedia menolong orang lain. katanya kemudian. Dan tak pula dia mengharapkan balas jasa. Akan tetapi pikiran Pak Haji tidak pula dapat menghapuskan kenyataan yang telah terjadi. . Pak Haji membiarkan Buyung berjalan dahulu dan dia berpikir. tanpa memikirkan bahaya untuk dirinya sendiri. mengelakkan dia." katanya dengan sederhana. Merubah nilai-nilai yang dipegang teguh selama hidup di hari tuanya. dan mendekati Buyung dan berkata kembali: "Terima kasih Buyung. Pak Haji mempercepat langkahnya. dari bahaya maut yang tak dilihatnya. "Dan tak ada bahayanya bagiku. "Tentu aku bersedia menolong Pak Haji. Aneh. memang sukar bagi setiap orang. Kenyataan itu tetap ada. ada juga orang yang serupa itu.yang akan diserang ular berbisa. aneh pikirnya. Ah. tak dapat dihilangkan dengan berbagai dalil-dalil yang dibuat. Pak Haji pun tak begitu mudah hendak melepaskan ukuran-ukuran yang telah dipasangnya selama ini. Engkau bersedia membahayakan jiwamu untuk menolong aku?" Buyung memandang kepadanya agak heran. atau karena kebodohannya. mungkin karena Buyung masih terlalu muda." tambahnya kemudian. bahwa Buyung telah cepat dan tanpa berpikir panjangpanjang datang menolongnya.

"sungguh perlukah engkau rasa kita memburu dan membunuh harimau?" Tiraikasih Website http://kangzusi. dan hendak merusak kita. di mana kita bertemu dengan yang jahat.com/ Dewi KZ 157 Buyung memalingkan kepalanya melihat kepada Pak Haji.' "Aku bukan pemburu. biarpun harimau itu kita bunuh. kawan kita yang bertiga tidak akan hidup lagi. Akan habis lembu dan kambing. Belum sempat Buyung menjawab. maka kita yang paling dekat wajib melawannya. dan aku tak tahu bagaimana harus memburu binatang buas yang berbahaya serupa itu. "Perlu." jawab Buyung kemudian. maka harimau akan datang ke kampung. karena harimau telah bersalah membunuh kawan-kawan kita. Masa harus kita tunggu dulu diri kita yang kena bala maka baru kita . "Untuk apa? Apakah hanya untuk membalas dan menuntut bela kematian ketiga kawan kita saja?" tanya pak Haji.” "Tetapi tidakkah itu menjadi urusan orang sekampung nanti?" kata Pak Haji.“Buyung." katanya. merusak orang banyak. "dan jika tak kita buru kini. bukan?" "Untuk menuntut bela. Pak Haji meneruskan: "Kalau sekedar hanya untuk menuntut bela saja. atau merusak orang lain." kata Buyung. "mengapa kita saja yang memikul tugas membunuhnya?" "Tak sampai ke sana pikiranku. "menurut rasa hatiku." kata Buyung. dan siapa tahu orang kampung pun akan jadi korbannya." Pak Haji memberikan penjelasan. menyerang ternak.

Pak Haji tersentak bangun dari arus pikiran-pikirannya ketika mendengar Buyung berseru: "Wak Katok. Dan siapa tahu dalam semalam harimau akan . mengapa Pak Haji berpikir demikian. Tetapi dia tahu bahwa waktu asyar telah lewat. Kita kembali lagi ke tempat yang sudah kita lalui!" Dan Buyung menunjuk pada menimbang-nimbang apa yang dikatakan daun-daun pandan berduri dan dahan kayu bekas kena tebas parang. memalingkan kepalanya ke depan. dan memasang pondok dan menyatakan api. bisiknya pada dirinya sendiri. Wak Katok berpaling menghadapi mereka. agar mereka terlambat tiba di tempat Sutan diterkam. dan ke bekas jejak-jejak kaki di tanah. kita tersesat sudah. Adaada saja Pak Haji. dan beberapa jam lagi malam akan tiba.bangkit melawannya? Masa kita berdiam diri selama diri kita yang tak kena?" Dalam hatinya Buyung merasa heran. Memang sejak mereka habis makan. Tak ada maksudnya untuk membawa mereka kembali ke bekas-bekas yang telah mereka lalui. dia telah sengaja membuat mereka tersesat dalam hutan gelap. Akan tetapi dalam hati Buyung timbul ingatan. mungkin Pak Haji hendak mencoba-coba hatinya. Tak disangkanya Pak Haji akan berkata serupa itu. Disengajanya berbuat demikian. Dan dia akan selamat semalam lagi. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan Pak Haji kembali Buyung.com/ Dewi KZ 158 Buyung tersenyum. Rupanya mereka telah berputar-putar saja sepanjang hari di dalam hutan gelap. Mukanya keras. dan mereka akan terpaksa menghentikan pemburuan.

dan minum air dengan lahapnya. Dengan enggan Buyung menahan dirinya. karena dia sendiri pun tak terlalu yakin kini arah mana sebenarnya tempat Sutan diterkam harimau. Mereka berlari menuju sungai. Kembali mengikuti jalan yang telah mereka tempuh dari pagi akan mengambil waktu yang begitu lama. Air sungai terasa segar dan sejuk sekali. mencuci muka dan tangan mereka. Dengan perasaan amat lega. menuruni sebuah lereng bukit yang ditumbuhi semak-semak. dan tiba di tempat yang lebih terbuka. hingga mereka akan beruntung jika dapat ke luar dari hutan gelap sebelum magrib tiba. dan tak lama kemudian mereka keluar dari kegelapan hutan. Sedang jika mereka memintas siapa tahu. menuju sebuah anak sungai kecil yang mengalir di antara batu-batu besar. mengumpulkan kayu bakar dan memasang api unggun. mereka melihat pohon-pohon tumbuh bertambah jarang. "Mengapa tersesat? Sengaja memang aku bawa kalian ke mari karena jalan terus lebih berat lagi. Akan tetapi mata Buyung yang tajam telah melihat bekasbekas tebasan daun dan dahan. mencari mangsanya ke tempat lain. Dengan cepat mereka kemudian memasang pondok. mereka akan dapat keluar hutan lebih cepat." jawabnya dengan singkat. Akan tetapi dia menutup Tiraikasih Website http://kangzusi.com/ Dewi KZ 159 mulutnya. . Ini soal biasa jika kita mencoba memintas hutan. Mereka cepat-cepat mandi. Wak Katok mempercepat langkah.pindah.

tapi Wak Katok menyentakkan senapan jauh dari jangkauan tangan Buyung. dan tidaklah lebih baik senapan dibersihkan dan dikeringkan lagi. Masing-masing pikirannya sendiri.com/ Dewi KZ 160 Sejak Buyung mengatakan mereka tersesat di hutan gelap. di mana keselamatan menunggu. bahwa Pak Haji dan Buyung berbisik-bisik sepanjang jalan di hutan gelap di belakangnya. hatinya bertambah tak enak. Waktu makan mereka tak banyak bercakapcakap. dan membentak: "Engkau hendak mengambil senapanku?" Buyung agak terkejut melihat kerasnya reaksi Wak Katok. Kampung mereka. Pada waktu magrib itu tak seorang juga yang sembahyang. rasanya amat jauh sekali. Buyung berdiri dan meraihkan tangannya. setelah lewat hutan yang basah tadi?" Wak Katok melihat padanya penuh curiga. dan berkata: duduk dekat api dengan pikiran- "Maksudku hanya hendak mengingatkan Wak Katok untuk memeriksa apakah mesiu di dalam masih kering.segera memasak. Tiraikasih Website http://kangzusi. Pak Haji pun tidak Mereka semuanya merasa terlalu letih untuk dapat bangkit lagi selelah makan. bahwa dia takut? Bahwa dia enggan mengejar harimau? . Apa yang mereka gunjingkan? Tahukah mereka. Tiba-tiba Buyung melihat kepada Wak Katok yang duduk memangku senapannya. dan kemudian memandangi Pak Haji dan Sanip dengan air muka yang sama. dan seakan-akan ia hendak mengambil senapan. Dan dia tahu.

Sungguh licin juga akal mreka untuk membuat dirinya tak berdaya. pada kejagoannya? Mengapa mereka tak bercakap-cakap. Sanip dan Buyung berpandangan heran. Dari mereka bahaya mungkin tiba Apa maksud Buyung hendak meraih senapan.Tidak percaya lagikah mereka pada pimpinannya." kata Wak Katok. Mereka memandang padanya keheranan. Jika dia berbuat demikian. "Kalian sangka aku bodoh? Ha-ha-ha!!!" Dia memeluk senapannya lebih kuat. ha-ha-ha-! kalian hendak selamat pulang ke kampung?" tanyanya kemudian. Pak Haji. pada kesaktiannya. berpandanganlah kalian. akan tetapi diam saja. dan mengamat-amati mereka. Sanip sendiri pun hanya duduk terpekur saja. Yang mesti diawasi oleh Wak Katok adalah Buyung dan Pak Haji. "Ya. keras dan kaku. suaranya ganjil." kata Wak Katok. dengan kepala terkulai. "tidak sia-sia aku menuntut pelajaran jadi dukun puluhan tahun. Wak Katok tertawa sendiri. maka turutlah . dia tidak begitu bodoh akan mengeluarkan peluru dan mesiu dari senapannya. Sungguh sikap mereka kelihatannya telah berubah kini. akan tetapi aku tahu apa yang ada dalam kepala kalian. maka senjatanya yang ampuh akan tak berdaya. berbuat pura-pura bodoh. "Jika hendak selamat. tak tahu sesuatu apa. "Ha-ha-ha. Dia akan kehilangan kekuatannya menghadapi mereka. dia lebih pintar lagi dari mereka. Tidak. Apakah Pak Haji dan Buyung telah berkomplot untuk merebut senapan dari tangannya? Guna menyelamatkan dirinya sendiri? Tidak.

Pak Haji yang angkuh hati. dan dia tertawa. yang tak berdosa sama sekali? Ha-ha-haa-haaaa!"dia tertawa terkekehkekeh. orang-orang yang berdosa ini? ejeknya.kataku. yang tak hendak campur . engkau juga telah melakukan semuanya. "Dan aku mesti melindungi dan menyelamatkan kalian. anak muda yang santun eh??? Ha-aaaaa!!! Kalian merasa diri kalian lebih baik dan lebih suci dari aku. Apa kejahatan yang telah engkau lakukan? Engkau telah mencuri. dan Buyung." kata Sanip. Akuilah dosa-dosa kalian padaku.com/ Dewi KZ 161 "Tetapi aku sudah mengakui dosa-dosaku. engkau telah berzinah?" Dia tertawa lebih keras melihat sikap Buyung yang terkejut. engkau pencuri. pendusta. pembohong!" kata Wak Katok. sama juga dengan orang lain? Tetapi engkau ingin purapura suci. kalian tidak usah mengakui dosadosa kalian. Pak Haji. "Dan Pak Haji. anak muda yang bersih. baiklah pula Pak Haji mengakui dosadosanya. ya???" Wak Katok berdiri menghadapi mereka. anak muda yang alim. Tiraikasih Website http://kangzusi. Mintalah ampun! Mulailah engkau Sanip!" perintahnya. "Ha-haaaa. Buyung!!! "tiba tiba dia berpaling galak kepada Buyung. engkau telah khianat. "Berceritalah engkau tentang dosa-dosamu. ya. Apakah kalian berdua orang suci. sedang kalian sudah mengetahui dosa-dosa orang lain?" "Nah. buruk dan jahat sekali. "Dan kalian berdua. engkau telah mengambil hak orang lain. "Ya. aku belum mendengar kalian mengakui dosadosa kalian. "Apakah kalian menyangka.

"Engkau tak hendak bicara. Tiraikasih Website http://kangzusi. Adillah jika kini engkau menceritakan pula dosa-dosamu! Hayo. Mengapa aku harus dipaksa mengakuinya?" . "Apakah hak Wak Katok memaksaku?" tanya Buyung. engkau hendak melawan akuuuu?" teriak Wak Katok dengan marah. "Pak Haji apakah orang suci. "Aku tidak main-main. Buyung". apakah orang tak berdosa? Ayuh.dengan orang kampung. jika engkau tidak hendak mengakui dosadosamu.com/ Dewi KZ 162 Buyung tinggal duduk dan memandangi Wak Katok dengan sinar mata yang keras. Engkau telah mendengar dari mulut Pak Balam tentang diriku. karena menahan rasa marahnya. Mulailah engkau. lekas!" bentak Wak Katok. Apa benar yang istimewa pada Pak Haji? Karena Pak Haji sudah lama dan banyak merantau? Mana ilmu yang Pak Haji kumpulkan? Mengapa tak disiarkan kepada orang banyak?" Wak Katok tertawa keras. aku tembak engkau. ceritalah. "Aku bunuh engkau. "dosa-dosaku adalah soalku sendiri. akuilah dosadosa kalian. tak hendak ikut dengan orang banyak. "Sungguh hendak Wak Katok tembakkah aku? tanyanya dengan suara yang agak tergoncang. lekas!" dan Wak Katok mengacungkan laras senapannya ke dada Buyung. Dia telah memutuskan untuk tidak bercerita kepada siapa pun juga tentang apa yang terjadi antara dia dengan Siti Rubiyah. Buyung berdiri perlahan-lahan. Dia mengacungkan senapannya kepada Buyung. hayo.

. baiklah. Tunggulah hingga giliran Pak Haji tiba. maka aku menyuruh kalian mengakui dosa-dosa kalian. maka dengan terus terang akan aku akui." Tiraikasih Website http://kangzusi. Mengertikah . Sudah lupakah kalian pada kata-kata Pak Balam?" balas Wak Katok. "Baiklah. Pak Haji yang sejak tadi memperhatikan menyela: "Sabarlah kalian berdua. karena aku adalah segera juga akan datang. karena akulah yang berkuasa." kata Buyung dengan singkat. "Mengapa kita jadi begini? Tidakkah kita masih menghadapi bahaya bersama?" "Untuk menyelamatkan kalianlah. "tembaklah aku. Tak ada gunanya dipaksa orang yang demikian. Kalau Wak Katok merasa perlu mendengar dosadosaku. dengan tak disadarinya. siapa pun juga mengikuti keinginanku. malahan pada Tuhan sekalipun dia tak hendak mengakui dosanya. aku menghendakinya.. senapan lantak ini dapat aku memaksa engkau?" "Aku tak hendak bercerita." kata Pak Haji.com/ Dewi KZ 163 Tetapi Wak Katok cepat berpaling kepadanya." katanya dengan suara yang tenang dan sabar."Karena gurumu. "tetapi kita tak boleh melakukan paksaan. Ada orang yang tak hendak mengakui dosanya. dan membentak: "Jangan Pak Haji campuri perkara ini. Engkau lihat ini.. jika itu yang Wak Katok inginkan!" Keraguan terlintas di belakang mata Wak Katok menghadapi kepala batu Buyung. Giliran Pak Haji mereka." Tetapi Pak Haji menguatkan hatinya: "Dengarlah kataku dahulu. Aku telah karena aku adalah pemimpinmu.

Kalau akan aku sebutkan satu persatu segala dosa yang aku lakukan. karena itu aku tak hendak mencampuri soal orang lain. dari semenjak Nabi Adam dan Siti Hawa diturunkan Tuhan ke dunia. sudah dirampok. dan jangan aku diganggu lagi. aku sudah merampok. orang banyak. dan aku pun sudah ditipu. atau yang dilakukan orang terhadap diriku. maka sampai pagi aku bercerita.com/ Dewi KZ 164 hidup sendiri saja. dengan Sanip dan dengan semua manusia. karena itu aku ingin dibiarkan Tiraikasih Website http://kangzusi. sudah dikhianati orang. Karena itu aku menyendiri.melakukan segala dosa yang dilakukan orang di dunia ini. Aku pun telah mengalami hampir segala dosa yang dapat dilakukan orang terhadap diriku sebagai manusia. tidak saja dengan Pak Haji. sudah didustai. aku sudah berzinah. aku sudah berdusta. akan tetapi juga dengan Buyung." Pak Haji duduk membelakangi Wak Katok. Di dunia ini dosa-dosa yang telah aku lakukan dan yang dilakukan orang terhadap diriku telah bayar-membayar. Tetapi dia merasa sikap tak perduli Pak Haji sebagai . jangan diganggu karena aku sudah kehilangan kepercayaanku pada manusia. aku sudah mendengki. aku sudah membunuh. Aku sudah menipu. Nah itulah supaya Wak Katok tahu. sudah didengki. belumlah akan habis ceritanya. Wak Katok merasa marah sekali. orang sekampung. itulah kepercayaanku selama ini. aku sudah khianat. Orang hanya dapat hidup untuk dirinya sendiri saja. yang aku lihat dilakukan orang.

"Dua. Wak Katok mengangkat laras senapannya.." Buyung tak membuka mulutnya. membidik dada Buyung.. Dengan hati berdebar-debar dan perasaan tergoncang. Dan dia belum siap untuk menembus tembok tak perduli itu dengan peluru atau dengan kekerasan lain.. Wak Katok terkejut. "satu. yang datang tak jauh dari hutan yang gelap di sekelilingnya.. Buyung segera menghunus parang panjangnya. Sanip. dengan penuh takut mata mereka mencari-cari berkeliling. engkau masih belum bercerita. Ayolah sekarang.. dan hanya memandangi muka Wak Katok.sebuah tembok yang sukar dipecahkannya. "Ti.." katanya. dan cepat.. keras dan penuh mengandung ancaman dan kengerian. "Engkau Buyung.!!!" Tetapi Buyung tetap tinggal diam. ketika itulah mereka mendengar auman harimau yang dahsyat. Karena itu dia mengalihkan perhatian kembali kepada Buyung. Pak Haji dan Buyung terlompat berdiri.com/ Dewi KZ 165 hatinya diremas dan terhimpit oleh batu besar ketakutan.. Mata mereka berpandangan. berpaling memandang ke hutan yang gelap di luar lingkaran cahaya api. Akan tetapi kemana hendak lari? Harimau itu mengaum kembali." Buyung memandang terus padanya dengan keras. Air mukanya pun keras dan tegang. Ingin dia hendak lari. Wak Katok merasa Tiraikasih Website http://kangzusi. diikuti oleh Sanip dan Pak Haji. "Aku hitung sampai tiga. Dan masih juga belum .

dan kemudian Wak Katok menarik pelatuk senapan . lamalama... Wak Katok kelihatan mulutnya komat-kamit. dan kini mesiu yang telah basah tak hendak meletus. di antara semaksemak. Suaranya meminta dan mendesak dengan kerasnya. "Tembak. seperti sinar belerang di dalam gelap. sepasang mata itu diam saja. Tiba-tiba mereka mendengar bunyi dahan kering dipijak — kretek! Dan mereka berpaling ke arah itu. Buyung membesarkan api unggun dengan menambah kayu-kayu ke dalam api. dan lidah-lidah api unggun melonjak ke atas. berbunyi tik! Senapan tak meletus! Dia telah mengabaikan nasihat Buyung untuk mengganti mesiu. mengangkat senapan ke bahunya. Wak! Tembak di antara dua mata hijau itu!" bisik Buyung dengan amat sangat. dia melompat ke api unggun.dapat mereka menentukan kira-kira dari mana datangnya arah aumannya. menerangi lingkaran yang lebih besar lagi. Wak Katok seperti orang yang terpukau. Dan kini mereka melihat sang harimau — dua buah mata yang bersinar hijau. seakan tak bergerak. Cahaya api meluas. entah karena ketakutan. membidik. sambil berseru: "Lemparkan kayu menyala!" dan cepat Buyung melompat melontarkan sebuah kayu besar yang terbakar menyala ke arah kedua mata yang . entah karena membaca mantera-manteranya. Ketika mendengar bunyi — tik! Buyung terus mengerti.

Alangkah terlempar terperanjatnya mereka melihat senapan ke tanah dan Wak Katok menggulungkan badannya di dalam pondok. dan baru Buyung berpaling melihat pada Wak Katok telah selesai mengisi senapan dengan mesiu baru. Buyung. mereka tak lagi mendengar suaranya mengeram atau mengaum." . Sanip dan Pak Haji insyaf. "Cepat Wak Katok. Mengapa Wak Katok kini hendak bersembunyi ke dalam tanah? Engkau guru palsu. Mereka menunggu apakah harimau akan kembali. Dalam sekejap mata. dukun paling besar.com/ Dewi KZ 166 menyala di tangannya. bahwa Wak Katok amat ketakutan. jauh dari segala ancaman dan bahaya di atas dunia. "Inikah Wak Katok yang gagah perkasa itu.. tukar mesiu baru!" kata Buyung. sambil berseru pada Sanip. benci. menyiapkan sebuah kayu yang Tiraikasih Website http://kangzusi. seakan seorang yang ingin menyembunyikan dirinya ke dalam perut bumi. disusul oleh lemparan Pak Haji dan Sanip.. Suara Sanip penuh amarah.bersinar hijau. pemimpin yang paling besar. supaya melemparkan kayu lebih banyak lagi ke atas api. dan menyerangnya. Sanip tiba-tiba melompat dan menarik Wak Katok berdiri. guru paling besar. Lihat ini . dan mereka melihat kedua mata itu berbalik. dan suara menggeram-geram. guru silat yang paling pandai. dan menghilang. dan dia berlari kembali ke api unggun. Akan tetapi setelah beberapa lama mereka menunggu penuh ketegangan.

. telah binasa." "Berhenti engkau berbicara. Akan aku ceritakankah padamu dosamu. "oh. Karena Wak Katok telah memaksa istri Wak Hitam. Harimau yang datang menyerang kita adalah harimau Wak Hitam... tetapi bagaimana dengan dosa-dosamu sendiri. aku bayar dia. lihatlah.. membersihkan . Wak Katok mengambil senapannya kembali." Buyung memandangnya dengan terkejut. tetapi aku lihat dengan mata kepataku sendiri. "Ya. oleh Sutan. ya? Tapi matamu tak cukup tajam." Sanip terus juga berbicara. Dan dia pun akan mau tidur dengan siapa saja yang mau memberinya uang atau membelikannya baju. mereka telah mati. Inilah jimat-jimat yang dipakai juga oleh Pak Balam. bangsat!" serunya. di mana mereka kini. di pinggir sungai. Engkau tahu. manteramanteramu palsu.?" Wak Katok diam saja.. engkau lihat. "Ya. Tiraikasih Website http://kangzusi. karena mempercayai engkau.com/ Dewi KZ 167 Sedang Sanip berkata. "aku lihat engkau dengan Siti Rubiyah .Dia membuka ikatan jimat-jimat di pinggangnya. dan dilemparkannya ke tanah.. kalian mungkin tak percaya. dan bukan saja dosa-dosamu yang diberitahukan oleh Pak Balam.. Engkau memaksa orang mengakui dosa-dosa.. dan dengan tangan gemetar dan tergopohgopoh mengeluarkan senapannya. aku lihat. dan memasang mesiu dan peluru baru. Pangkal celaka kita tak lain adalah Wak Katok sendiri. Kalian juga bernafsu hendak tidur peluru dan mesiu. oleh Talib. Aku tak paksa dia. "Jimat-jimatmu palsu.

sesuatu yang bersih . dia merasa seakan kehilangan sesuatu. dan perlahan-lahan melangkah. Masuk ke dalam hutan yang gelap. dengan langkah yang berat dan hati enggan. Buyung tak tahu apa yang dirasakannya. Mereka bertiga berdiri.. kalau tidak mengintipnya sedang mandi. di mana harimau berjalan mondar-mandir. Sanip. kalian takut pada Wak Hitam. bukan? Kalau tidak mengapa engkau di sana. melintasi dunia kecil yang terang dan panas yang diciptakan oleh api unggun. memegang parang mereka.. Rasa kecewa. Bukan dia sendiri .. Tiba-tiba Wak Katok berseru: "Pergi kalian sekarang juga dari sini! Siapa yang tak pergi aku tembak!" Kelihatan benar pada mereka. Mereka akan ditembaknya.com/ Dewi KZ 168 akan memilih maut yang lebih jauh dari maut yang lebih dekat. akan tetapi salah seorang dari mereka pasti akan jadi korban. dan ketika mereka menghilang ke dalam menunggu kesempatan untuk .dengan dia.. Biarpun sekali bertiga mereka melompat hendak merebut senapannya. akan tetapi entah bagaimana. Akan tetapi maut ini lebih dekat. bercampur dengan rasa lega. bukan? Tapi kalian bukan jantan. Manusia Tiraikasih Website http://kangzusi. bukan?" Dia memandangi mereka dengan air muka penuh kemenangan. bahwa Wak Katok tak dapat diajak berbicara lagi. menerkam berarti maut juga. mengambil bungkusan mereka dari pondok.

membasahi badannya. bahwa dia tinggal sendiri. Ha-ha-ha-haaa!" 0oo0 KETIKA tiba di kegelapan diluar batas terang api unggun Buyung berhenti. Hanya dia dengan api unggun. Aduh. Hingga ke perut dan selangkangnya terasa basah.gelap. Dia Tiraikasih Website http://kangzusi. Dan lalu hatinya jadi sejuk diremas ketakutan. memasang telinganya tajamtajam. dan merebut senapan dari Wak Katok. tengkuknya. dan hutan besar yang gelap gulita." Mereka bertiga berbisik-bisik mengatur siasat. ada akal! Dia akan memasang api unggun berkeliling. Wak Katok berseru: "Matilh kalian dimakan harimau di sana. hingga peluh dingin meleleh di keningnya. mukanya. dan berteriak kepada Pak Haji dan Sanip: "Tak mungkin kita meneruskan perjalanan dalam gelap. Akan tetapi jika harimau datang terlebih mesiunya yang baru tak pula meledak? Apa yang mesti dilakukannya? Dia hanya tinggal sendiri. karena dia ingat harimau yang berada di dalam gelap hutan. bagaimana hendak menyerbu dan merampas senapan dari Wak Katok. Akan datangkah harimau kembali? Tidak. dan dia akan aman di tengah lingkaran api. harimau akan menyerang mereka bertiga.com/ Dewi KZ 169 memandang berkeliling. Kita harus kembali. seperti ombak yang setinggi pohon kelapa. Tiba-tiba Wak Katok merasa sekali. membantingbanting hatinya. Rasa takut datang melandalanda. dan seluruh dahulu kepadanya? Dan bagaimana kalau .

karena dia telah meniduri Siti Rubiyah? Tiba-tiba dia memutar badannya dengan cepat. kaki-kaki berjingkatjingkat . Bagaimana kalau harimau datang menyerangnya. Tibatiba dia terkejut amat sangat. Akan tetapi ketegangan dan ketakutannya kembali dengan cepat. Bagaimana jika harimau itu sungguh harimau yang dikirim oleh Wak Hitam untuk membalas dendamnya. Maka dia masih punya kawan-kawan yang mendampinginya menghadapi harimau.memukul-mukul. Telinganya dipaksakannya untuk mendengar dan menafsirkan pada semua bunyi yang terdengar olehnya. ketegangan yang menekan dirinya agak kendur. Bunyi-bunyi serangga malam yang biasanya memenuhi rimba pun seakan berhenti. bahwa suara yang mengejutkannya tadi adalah pukulan jantungnya sendiri. Dia melepaskan ditahannya entah berapa lama. Akan tetapi seluruh hutan rasanya sunyi dan sepi. Telinganya seakan mendengar langkah yang halus. yang berdebar-debar amat hebatnya. dan lebih hebat lagi. bahwa yang didengarnya adalah bunyi pukulan jantungnya sendiri. dan mereka bertiga yang selamat pulang ke kampung. karena tiba-tiba dia berpikir. dia napasnya perlahan-lahan. melihat ke belakang. tetapi tiba-tiba dia sadar. yang datang perlahan.dan memegang senapannya kuat-kuat. Dia seakan mendengar bunyi yang berat dan keras dung-dung-dung . alangkah baiknya jika dia tak mengusir kawankawannya tadi. Karena tahu kini. napas yang merasa agak lega. dia memandang berkeliling penuh ketakutan.

Karena kegugupannya beberapa potong kayu yang menyala. dan setelah api menyala. Kemudian dia melompat berbalik lagi. Matanya mencoba menembus hitam daun-daun rapat dan gelap gulita di antara daun-daun. Seakan kini dia mendengar telapak datang dari arah yang lain. Jika dia tak berhasil menyatakan api pada percobaan yang pertama atau yang kedua. dan mencoba menembus gelap. dan ketegangan yang dirasakannya serasa tak tertahan lagi olehnya. dan disusunnya menjadi api unggun yang kedua.com/ Dewi KZ 170 membuat api unggun yang melingkarinya dan dengan demikian nyala api berhenti dan hanya ujung kayu yang merah membara saja yang tinggal. Lalu dia melompat memasang api unggun yang ketiga. Buyung . Lalu dia mengambil keputusan dengan cepat. maka rasa tak sabarnya bertambah tinggi. Kemudian dia mengambil potongan-potongan dari onggokannya. Dia berlari mengambil tangannya gemetar. Seluruh gerakgeriknya cepat dan penuh kegugupan. Dia hendak Tiraikasih Website http://kangzusi. menghembus-hembus bara merah. menyelamatkannya. Ketika dia memasang api unggun yang keempat.supaya jangan terdengar. dan menyusun kayu di tempat lain. dan membesarkan api unggunnya yang kedua. akan tetapi kakinya hanya dua dan tangannya hanya dua. dia berlari kembali mengambil lagi beberapa potong kayu yang menyala. Dengan terburu-buru dia membungkuk. Rasanya dia seakan tak sabar hendak menyalakan api unggun sekaligus.

Wak Katok berpindah tempat. Sanip datang. sukar Sanip untuk dapat memberikan bantuan kepada Buyung. tak mengetahui Buyung datang menyerang dari belakangnya. tak sadarkan dirinya. Wak Katok mengangkat kepalanya. bunyi burung hantu. kesempatan menghayunkan sepotong kayu ke kepala Wak Katok. Dia hanya melihat Pak Haji muncul dari semak-semak di depannya. untuk berputar ke tanah kembali. bahkan sampai-sampai berkelahi dengan hebat. Dengan cepat Buyung dan Sanip mendekati Pak Haji yang masih tersungkur di tanah. didorong oleh ketakutannya dan kemarahan hatinya yang amat sangat. Dia lebih kuat dari Buyung dan memang lebih mahir ilmu silatnya." kata Buyung kepada Sanip.memberi isyarat. Buyung mulai Tiraikasih Website http://kangzusi. akan tetapi dalam kehebatan pergumulan. Pak Haji jatuh tersungkur. "Kuat sekali dia. dan melompat menyerbu hendak menyergap Wak Katok. dan . Wak Katok terjatuh. si tua ini.com/ Dewi KZ 171 payah. dan Buyung tiba di punggung Wak Katok. yang tiap sebentar terjatuh ke atas api. Buyung berdiri. Wak Katok yang memegang senapan dengan tangan kirinya memindahkannya ke tangan kanannya. menggosok-gosok seluruh badannya yang kesakitan. dan tanpa membidik menembak ke arah Pak Haji. Mereka membalikkan Pak Haji. Mereka terjatuh bergumul. Ketika dan itulah kecepatan Sanip pergumulan mendapat mereka mulai dan berkurang. Sanip dan Pak Haji datang menyerang dari jurusan yang lain.

" kata Buyung. dukun kita. suaranya masih gemetar. dan membaringkannya baik-baik di dalam pondok. Senyum kecil timbul di mulut Pak Haji. Buyung membasahi sepotong kain dengan air. "Coba periksa lukanya. .com/ Dewi KZ 172 mengangkatkan senapan memperlihatkannya kepada Pak Haji. Kemudian dia mendatangi Sanip yang sedang membersihkan luka di dada kanan Pak Haji. Matanya berisi pertanyaan. Wak Katok masih terlentang pingsan di tanah. Buyung pergi memeriksanya. Kemudian mereka membatut luka Pak Haji dan menutup pakaiannya kembali. Dia bergegas mengambil mesiu dan peluru dari kantong mesiu dan peluru yang disandang Wak Katok. "dan dia guru silat kita. Mereka mengangkat Pak Haji ke dekat api. dirinya masih dikuasai ketegangan yang amat sangat yang baru saja mereka alami. Mengapa selama ini kita tidak tahu?" Mereka mendengar Pak Haji mengerang. memandang pada mereka. Buyung Tiraikasih Website http://kangzusi. Aku isi dulu senapan dengan peluru. "Sudah gila dia." kata Buyung. Buyung dan Sanip bergegas mendekati Pak Haji. dan mengisi senapan dengan cepat. dan menggosok kening dan muka Pak Haji.melihat darah memenuhi dadanya. "Tak pecah kepalanya. "nanti juga dia sadar sendiri." kata Sanip." "Tak kusangka dia akan begitu. Pak Haji membuka matanya." kata Buyung.

. tak mungkin lengkap manusianya.. Sedang Tuhan dapat mengampuni segala dosa jika yang berdosa datang padanya dengan kejujuran dan .. Ampuni dia. aku pun kini sadar ... kehilangan kepercayaan pada manusia dan pada Tuhan.. Manusia perlu Tuhan adalah yang Maha Pemurah dan Pengampun."Syukurlah. Maafkan dia. Kita harus selalu bersedia mengampuni dan memaafkan kesalahan dan dosa-dosa orang lain. Manusia perlu manusia lain .. Tapi jangan paksakan Tuhanmu pada orang lain. dan dia berkata: "Kalian masih muda. anak-anak. manusia harus belajar hidup dengan kesalahan dan kekurangan manusia lain.. Sungguh kini aku sadari. Aku salah selama ini. mencari Buyung dan Sanip. seperti juga jangan paksakan kemanusiaanmu kemanusiaannya.. Di sinilah kunci kemanusiaannya manusia yang diturunkan Tuhan kepada manusia. kita tak hidup sendiri di dunia ." terbuka katanya perlahan. Manusia yang mau hidup sendiri tak mungkin mengembangkan manusia lain. manusia sendiri-sendiri tak dapat hidup sempurna.. percayalah.. dan tak mungkin hidup sebagai manusia.. Wak Katok jangan dibenci. ambillah pelajaran dari apa yang terjadi. kembali. Juga kita harus selalu memaafkan dan mengampuni orang-orang yang berdosa terhadap diri kita sendiri . Kemudian matanya pada orang lain. Tuhan ada. Ingatlah ucapan Bismillahhirrokhmanirrokhiim.

manusia perlu bertuhan. Apalagi kita.. bunuhlah lebih dahulu harimau dalam hatimu sendiri . ingatlah hidup orang lain adalah hidup kalian juga . akulah yang paling berdosa.. ampuni dosa-dosaku.. cintailah manusia.. Orang yang membenci tidak saja hendak merusak manusia lain. bunuhlah kepalanya terkulai. aku telah menghukum menghukum diriku sendiri ... Engkau tak dapat hidup sendiri.. Tiraikasih Website http://kangzusi.. dan dengan itu dengan membenci. Tuhan ada.. kasihani Wak Katok . Ya . aku menghendaki manusia berikhtiar dan berusaha menjadi sempurna..penyesalan yang sungguh.. selalu berbuat zalim..... mengertikah kalian... di mana kekuasaan kita untuk menjadi hakim yang mutlak. kini aku sadar. dan menjatuhkan hukuman tanpa ampun kepada sesama manusia? Aku tersesat selama ini. tetapi pertama sekali merusak manusia dirinya sendiri.com/ Dewi KZ 173 kemanusiaan hanya dapat dibina dengan mencinta." dan tiba-tiba .. aku tahu kini. dan sesuatu seakan bergerak dalam dadanya..... dan bukan sempurna... manusia yang biasa dan daif ini.. Aku lah yang paling tua.. sebelum kalian membunuh harimau yang buas itu. Orang yang berkuasa. sedang manusia hanya dapat seluruh manusia. percayalah pada Tuhan .. darah harimau dalam hatimu... Aku terlalu sombong dan angkuh . akan tetapi hatiku dan pikiranku buta..Ashaduala ilaha Mallah.. jika dihinggapi ketakutan.. wa asyhadu amia Muhammadarrosulullah Tuhanku ...

dan mereka duduk di depan pondok dekat api. dan kemudian dia tahu.. jika api unggun begitu banyak dipasang semuanya. Kemudian mereka pindahkan Wak Katok yang masih pingsan ke dalam pondok. Baru Buyung berpikir. Ketika Wak Katok sadar dari pingsannya.mengalir ke luar dari mulutnya. bahwa Wak Katok adalah pembunuh Pak Haji. dia mencoba duduk. Tak terlintas dalam kepalanya untuk melakukan sesuatu terhadap diri Wak Katok." kata Buyung. Buyung kini yang mengambil pimpinan antara mereka berdua. bahwa dia diikat. "Tak cukup kayu hingga pagi. jika bukan karena dia. bertekad untuk tak tidur sepanjang malam. Pak Haji pun telah meninggalkan mereka. Kemudian . dengan mengusir mereka ke dalam hutan yang gelap. dan malahan dia telah bersedia untuk membunuh mereka bertiga. Buyung memadamkan api-api unggun lain yang telah dipasang Wak Katok. dan berkata dengan sederhana: "Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un . Sanip sampai menggoncang-goncang bahunya. bahwa mereka harus mengambil sikap terhadap Wak Katok. Kini dia sadar.. selelah mereka berhasil merebut senapan.." "Kita apakan dia?" tanya Sanip. Pak Haji masih hidup.com/ Dewi KZ 174 "Ikat dia baik-baik!" kata Buyung. akan tetapi dia tak dapat menggerakkan tangan dan kakinya. Tiraikasih Website http://kangzusi. Dengan sendirinya. menutupkan kelopak matanya. "Tinggal berdua kita. Buyung dan Sanip amat sangat terkejut. Sedang Sanip mengikat Wak Katok.. dan dia itu!" kata Sanip. "Ya."* Mereka melipatkan tangan Pak Haji ke atas dadanya. dan berseru-seru: "Pak Haji! Pak Haji!" Akan tetapi Buyung menahannya. akan tetapi akan berjaga-jaga terus.

dia teringat apa yang telah terjadi." kata Wak Katok. Ketika mereka tiba di tempat .com/ Dewi KZ 175 "Lepaskan aku. Hati Wak katok jadi senang sedikit. aku sumpahi kalian tujuh turunan . Buyung dan Sanip akan dapat dikalahkannya.. sebanyak mungkin tidak membuat bunyi dan ribut." dia berhenti. Tiraikasih Website http://kangzusi. mereka tiba di sungai kecil tempat mereka makan di pinggirnya." kata Buyung. kalau tidak aku malerai kalian. Mereka berjalan berhati-hati sekali. Pak Haji yang jatuh tersungkur ditembaknya. Dia mengangkat suaranya. Mengapa aku kalian serang?" "Wak Katok mengirim kami mati. melihat Buyung Buyung mengambil jalan memintas. dan kemudian pergumulannya dengan Buyung. Dia terkejut. dan turun sungai. mengapa kalian ikat aku?" "Wak Katok sudah membunuh Pak Haji. Akan mati kalian. memanggil Buyung. "Lepaskan aku. Buyung dan Sanip berdiri dan masuk ke pondok. Dia akan dapat menakuti mereka.. Mereka masih muda dan belum berpengalaman." kata Buyung. "Lepaskan aku. mati dengan perut gembung. Kadangkadang hingga ke pinggang mereka tinggi air. meloncat dari batu ke batu. tetapi mengelakkan hutan gelap. dan sinar matanya mengandung kemarahan dan kebencian. dan melihat Buyung dan Sanip yang duduk membelakangi pondok dekat api. Dia membalikkan kepalanya dan melihat mayat Pak Haji di sampingnya. Kemudian diangkatnya kepalanya sedikit. Buyung dan Sanip diam saja. "Bukan salahku. Dekat sembahyang lohor. Buyung membawa mereka ke dalam sungai. aku kirim setan dan jin menyerang kalian. berjalan memudiki sungai di dalam air.

dan dari tempat itu mereka mudah mengikuti apa yang telah terjadi.. dan kemudian mereka melihat parangnya terlempar di bawah semak tak jauh dari sana. Dia melihat jejak harimau yang sudah tua. yang telah beberapa hari umurnya samarsamar di tanah... Buyung memberi isyarat kepada Sanip.mereka makan. dan mereka melihat bekas-bekas darah tersebar di manamana. Buyung hanya dapat mengenalnya karena melihat bekasbekas daun yang dipatahkan mereka dulu. Mereka melihat apa yang tinggal dari Sutan tulang belulang.. Dia melihat sepotong kain yang sobek. Dan setelah sepuluh menit berjalan. Buyung lama berdiri di tengah sungai. terletak di tanah. Mereka berjalan perlahan-lahan. dan tiba-tiba Buyung berhenti kembali.. Sanip dan Wak Katok datang mendekat. pakaian yang robek. Buyung mengikuti jalan yang pernah mereka tempuh. mereka terkejut . Di sana Sutan diserang harimau. Buyung merasa hatinya seakan berhenti berdetak. tiba-tiba Buyung menunduk memeriksa tanah di depannya. Kemudian dia memberi tanda. Sanip dan Wak Katok menahan napas. yang tak kelihatan oleh mata biasa. sobek dirobek oleh kuku harimau.. dan memasang telinganya dan memperhatikan rimba di sekelilingnya dengan cermat.com/ Dewi KZ 176 . dia terus rebah ke tanah.. dan mereka naik ke darat. sampai ke daun-daun di belukar . sarung parangnya. Tetapi Tiraikasih Website http://kangzusi..

" katanya. Buyung memberi isyarat supaya mereka berhenti.dengan sekuat tenaganya dia menguasai dirinya dan cepat bekerja mengumpulkan bekas-bekas Sutan yang sudah busuk. "jangan merokok. Mari kita makan dulu." Dan Wak Katok berhenti." kata Buyung. "Kaki Wak Katok kami ikat lagi. Dia membiarkan kainnya diikat. Setelah selesai makan. Akan tetapi Wak Katok hendak lari. Kemudian dia memberi isyarat kembali." katanya berbisik. dan . Dia membawa mereka ke sebuah tempat yang agak terbuka tak jauh dari sana. diam-diamlah kita semua. "Mengapa?" tanya Wak Katok. dan dengan hatihati dia mencari jejak harimau. bahwa harimau itu akan terus memburu. dan kemudian memberi isyarat pada Wak Katok. Buyung tahu bahwa harimau masih terus memburu setelah dia menyerang dan memakan Sutan. bahwa jejak harimau mengikuti jejak-jejak mereka kembali ke tempat bermalam. Buyung berbisik pada Sanip. Dia tahu juga. "Ikut sajalah perintah. Dalam kepalanya dia menyusun rencana untuk menunggu harimau. Sejam kemudian dia melihat. "Larilah. jangan batuk. tertegun. "Mulai kini. ketakutannya pada harimau lebih besar lagi. memasukkannya ke dalam buntelan yang dibuatnya dari kain sarungnya. Ketika tiba di bawah sebuah pohon. dan jangan ribut sedikit pun juga. dan Buyung berseru." Mereka makan dalam keadaan siap sedia. harimau menunggu.

Kami hanya hendak mengumpan harimau dengan harimau Lalu Buyung memberi isyarat pada Sanip. dan sebelum Wak Katok menyadari apa yang mereka lakukan terhadap dirinya. Mula-mula Wak Katok diam. dan Tuhan nanti di akhirat untuk dosa-dosa itu semuanya. pimpinan palsu. dia berkata: "Kalian buat aku jadi umpan harimau?" Matanya terbelatak. "tetapi jangan takut." kata Buyung. Dan dengan suara yang gemetar penuh takut dan ngeri. tapi Wak Katok telah memberi pelajaran palsu. Tiraikasih Website http://kangzusi. kami maafkan." jawab Buyung." seru Wak Katok "Apa dosaku. Hutan terasa hening dan sepi. maka aku disiksa serupa ini?" "Dosa Wak Katok?" kata Buyung. "Tidak. "Pakailah segala ilmu Wak Katok untuk membuat tembakanku tepat sekali. Dalam hati Wak Katok selama ini bukan manusia yang bersarang. akan tetapi ketakutannya semakin membesar. "dengarlah. tidak. dan telah membunuh Pak Haji. dan biarlah hakim yang mengadili Wak Katok di dunia ini. maka Buyung dan Sanip telah mengikatkan badannya ke pohon. dosa-dosa Wak Katok dahulu kami lupakan.kemudian Buyung dan Sanip menyandarkannya ke pohon. kira-kira lima belas meter dari tempat Wak Katok terikat di pohon. Tetapi Wak Katok telah menipu orang banyak. Wak Katok katanya guru dan pemimpin. Daun-daun seakan tak . dan lidahnya hampir kelu.com/ Dewi KZ 177 Tiba-tiba Wak Katok sadar apa yang dilakukan mereka." "Tapi bagaimana kalau tembakanmu meleset?" tanya Wak Katok dengan suara gemetar. dosa Wak Katok hendak membunuh kami. tak boleh engkau buat begitu. jimat palsu. dan mereka berdua menjauhkan diri. tetapi harimau yang buas. mantera palsu. "Ya. kami lindungi jiwa Wak Katok.

harta. jika dia berteriak. Wak Katok tak lagi dapat menahan dirinya. ilmu. akan tetapi tak dilihatnya mereka. dia hendak berteriak. Kemudian dia menangis kembali. telah tibakah harimau. akan tetapi tiba-tiba timbul pula takutnya lebih besar lagi. menjanjikan Sanip uang. asal Sanip mau melepaskannya. Akan tetapi jika dia tak berteriak.... tolooooooong!!!! Tolooooooooooong!!! Kalian tinggalkan aku sendiriiiiiiiii! Bohong kalian. kretekkretek dahan dan daun kering . teriak manusia yang dicekik kengerian dan ketakutan hati. maka dia menangis terisak-isak. hingga suaranya serak. dan ketika ini juga tak berhasil. dan setelah dia letih berteriak. Dia tak lagi dapat menahan diri.. teriak . maka harimau pun akan datang . dadanya seakan hendak mencari Sanip dan Buyung.bergerak kepalanya sedikit pun juga. dan Tiraikasih Website http://kangzusi. itu suara napas menghembus-hembus di dalam belukar. kalian lari meninggalkan akuuuuuuuu! Buyuuuuuuuung!!! Toloooooooooong!!" Lama dia berteriak dan menjerit demikian.com/ Dewi KZ 178 akan lebih cepat tiba. "Buyuuuuuuuuung dimana engkauuuuuuuuu???? Aduuuuuuuuuh.. dan berteriak sekeras-kerasnya.. dan lalu menjanjikan uang. Ah. sawah dan rumah kepada Buyung dan Sanip. lalu dia mencoba mengadu Sanip melawan Buyung. harimau akan lebih mudah mendengarnya. Dia menoleh-nolehkan manusia primitip ketika melihat maut hendak datang hinggap di bahunya.

Mereka Kemudian mereka mendengar seakan ada sesuatu bergerak dalam belukar di depannya. muncul.. Perlahan-lahan belukar di depan mereka tersibak.. dan mereka melihat muka harimau dapat membedakan gerakan itu dengan menunggu dengan hati berdebar-debar. "Tak kasihan engkau?" Tetapi Buyung menggelengkan kepalanya. Sebuah tali nalurinya seakan dipetik berdenting . dan berbisik pada Buyung. Wak Katok telah beberapa waktu diam. karena keletihaan. dengan kepala terkulai. Akan tetapi dia mengangkat kepalanya ketika mendengar harimau mengeram kecil.pecah. Hanya mata yang amat tajam sekali dan yang memperhatikannya dengan seksama gerakan daun dan dahan yang dibuai angin. Kini mereka yang berhadap-hadapan. Kemudian tibatiba Buyung mengangkat kepalanya. Dia melihat kepada Wak Katok yang terikat bersandar ke pohon di hadapannya.com/ Dewi KZ 179 berhari-hari. dia mengangkat senapan perlahan-lahan. hanya sepuluh meter di depannya. Sanip sampai tak tahan. mereka muka harimau yang telah memburu-buru Tiraikasih Website http://kangzusi. Perlahan dan halus sekali. agak terbuka di Harimau itu memperhatikan hadapannya dan kemudian dia menegangkan tubuhnya dan sebuah geram kecil timbul di dalam rongga dadanya. yang telah menimbulkan korban begitu banyak diantara mereka. Belum ada sesuatu yang terdengar. dia tempat . dan melihat muka harimau.

Kemudian melintas dalam kepalanya.. bercampur dengan pekik erang sang harimau... Hatinya tertarik pada pikiran ini . siap hendak melompat . dan mereka melihat seakan harimau ditahan oleh sebuah tangan raksasa yang maha kuat di udara. dan yang ke luar dari mulutnya hanyalah bunyi napas yang dikejutkan ke luar. dan harimau Tiraikasih Website http://kangzusi. apakah dia tidak akan ketakutan dan tak kuasa membidik. Harimau itu merendahkan badannya. memberatkan jari telunjuknya pada pelatuk senapan.. dia yakin pada dirinya sendiri. Dengan gembira dia melihat tangannya tak gemetar.. dan ketika harimau membuka mulutnya mengaum yang dahsyat berkumandang bergelombang di dalam hutan.. Dia tahu apa yang dilakukannya. Akan tetapi kini dia merasa seluruh badan dan pikirannya tenang.membuka mulutnya hendak menjerit. tangannya dan seluruh badannya akan gemetar jika melihat harimau. dia menginsyafi bahaya besar yang mereka hadapi. dia dapat juga membiarkan hariamau menerkam Wak Katok dahulu. dan kemudian diam. Buyung membidik hatihati. dan kemudian baru dia menembak .. dan dia merasa khawatir.. membidikkan senapan tepat ke tengah antara kedua mata harimau. meronta-ronta sebentar di tanah.bunuhlah dahulu harimau dalam hatimu sendiri . menunggu .com/ Dewi KZ 180 terhempas melompat. Sepanjang hari hatinya selalu bertanya-tanya.. dan bunyi erang ketakutan yang menyayat hati... tetapi dia seakan mendengar bisikan Pak Haji . mati di tanah satu meter dari tempatnya . Buyung membidik hati-hati . biarlah Wak Katok dibunuh harimau.. akan tetapi tibatiba kepalanya jatuh terkulai.

dan beberapa saat mereka menunggu. dan keduanya lalu berteriak kegirangan melihat harimau telah mati." kata Buyung. Wak Katok masih hidup. Tinggallah hanya kini kenangan sayu pada kawan-kawan yang telah jadi korban. Buyung dengan cepat mengisi senapan kembali. Peluru tepat mengenai tempat di tengah-tengah kedua matanya. melihat apakah harimau benar-benar telah mati. dan Wak Katok tergelincir jatuh ke tanah. Sanip melompatlompat dan melonjak-lonjak kegirangan. Dia menarik napas lega.terbujur. dan kita memasang pondok di tepi sungai. Buyung melepaskan tali ikatan Wak Katok. Buyung dan Sanip duduk . Habislah mengalir lalu segala ketegangan dan ancaman ketakutan yang dahsyat dan ngeri yang mereka derita sejak berhari-hari." Petang itu mereka masih sempat menguburkan sisa-sisa Sutan. "kita bermalam saja di sini malam ini. dan Wak Katok duduk terikat kaki dan tangannya dekat api. "Mari kita kuliti dia cepat. Harimau itu sungguh besar. Dalam malam ketika mereka duduk dekat api unggun yang mereka pasang lebih besar dari biasa. Kemudian dengan hati-hati Buyung dan Sanip mendekati harimau. Dengan cemas Buyung memeriksa pukulan jantungnya. Dia hanya jatuh pingsan ketakutan. Dan Buyung melihat bahwa celana Wak Katok basah.

ketika dia membidik harimau. Kegembiraan yang terasa olehnya duduk demikian dekat api unggun seperti dulu masih belum kembali. Buyung tersenyum pada dirinya sendiri . dan jari menekan pelatuk senapan.. dan dia melawannya dengan kuat.diam-diam. Seakan di celah lidah-lidah api dia dapat melihat Siti Tiraikasih Website http://kangzusi. .. ketika dia menarik pelatuk.com/ Dewi KZ 181 Rubiyah.akan tetapi dia sadar. Wak Katok tak pernah lagi membuka mulutnya sejak dia sadar dari pingsannya. akan tetapi juga harimau di dalam dirinya sendiri. ingat pada kata-kata Pak Haji. Akan tetapi dia tak menyesal. bahwa bukan saja dengan tarikan pelatuk senapan dia telah menembak mati harimau rimba yang buas. kemudian dia teringat pada saat penuh ketegangan.. bahwa harimau dalam hatinyalah yang berbisik demikian. Buyung duduk memandangi lidah-lidah api yang menari-nari. dan dia tak merasa benci pada Siti Rubiyah. agar harimau menerkam Wak Katok lebih dahulu .. Sebuah kesadaran baru timbul dalma dirinya. Dan dia merasakan. Mereka tak bernafsu untuk berbicara banyak kini. Jika demikian dirinyalah yang dipikat oleh Siti Rubiyah. Dia akan memasang jerat lain untuk menangkap kancil untuk Zaitun. Dia teringat pada apa yang telah terjadi selama beberapa hari yang lalu. di saat itu sungguh dia amat terpedaya oleh suara iblis yaip membisikkan ke telinganya untuk menahan pelatuk.

Salahlah bagi orang memencilkan diri... dan pura-pura menutup mata terhadap kezaliman yang menimpa diri orang lain .. Wak Katok. atau ada dan tak adanya kezaliman tidak boleh diukur dengan jauhnya terjadi dari diri seseorang. dia akan belajar dan berusaha jadi manusia yang hidup dengan manusia lain . Pak Haji. ya. Sanip. Dia kini mengerti benar apa yang dimaksud oleh Pak Tiraikasih Website http://kangzusi. dia tak akan kembali memenuhi janjinya pada Siti Rubiyah. Manusia di mana juga di dunia harus mencintai manusia. Talib dan Sutan .. orang sendiri tak dapat hidup sebagai manusia.bunuhlah dahulu harimau dalam dirimu ........ Untuk membina kemanusiaan perlulah mencinta.Sebuah kesadaran baru tentang hidup dan manusia terasa tumbuh dalam dirinya.. dia akan mulai mencintai Zaitun . Buyung merasa sesuatu yang segar . Dia tahu benar kini.. Siapakah yang menyangka hal-hal yang demikian dalam diri Pak Balam. telah habis dia kini tahu bahwa hidup manusia tak semudah yang disangkanya. Apa yang terjadi antara Siti Rubiyah dengan dia adalah sebagai air sungai yang telah mengalir jauh di belakang -telah tertutup. dan untuk menjadi manusia haruslah orang terlebih dahulu membunuh harimau di dalam dirinya. dia akan mencintai manusia.? Setiap orang wajib melawan kezaliman di mana pun juga kezaliman itu berada. besar kecil kezaliman.. mereka esok akan pulang ke kampung dan tahu.com/ Dewi KZ 182 Haji dengan kata-katanya .

"Karena di antara batu-batu jimat itu. ia dijebloskan ke dalam penjara hampir sembilan tahun lamanya dan baru dibebaskan pada tahun 1966. Buyung tersenyum. Ia mendirikan Tiraikasih Website http://kangzusi. dan berkata : "Sanip. ada sebuah batu yang sebenarnya baik dibuat cincin. Selain sebagai wartawan ia dikenal sebagai sastrawan. warnanya merah hati ayam... dan berpaling pada Sanip. Pada waktu pemerintahan rezim Sukarno. ikatan mantera dan ikatan jimat yang palsu. esok kita cari di sungai.. diikat dengan suasa. Pinggangnya terasa bebas lepas dari ikatan jimat-jimat palsu yang diberikan Wak Katok ." Sanip tertawa: "Jika engkau ingin batu cincin." "Mengapa?" tanya Sanip heran. Cerita-cerita pendeknya dikumpulkan dalam buku SiJamal .com/ Dewi KZ 183 majalah sastra Horizon bersama-sama kawan-kawannya. bagus sekali kalau digosok. kemudian mendirikan dan memimpin harian Indonesia Raya yang lelah dilarang terbit.memasuki dirinya. seakan sebuah beban berat yang selama ini menimpa kepala dan seluruh dirinya telah terangkat. ada yang aku sayangkan kita membuang jimat-jimat Wak Katok ke dalam api.. Ia turut mendirikan Kantor Berita 'Antara'. lepas dari ikatan takhyul. Alangkah enaknya merasa jadi manusia kembali.pengarang ternama ini dilahirkan tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Sejak zaman Jepang ia telah aklif dalam lapangan penerangan." TAMAT BIO DATA PENULIS MOCHTAR LUBIS ..

Sedangkan romannya yang telah terbit: Tidak Ada Esok (1950). Pada tahun 1950 ia mendapat hadiah alas laporannya tentang Perang Korea dan tahun 1966 mendapat hadiah Magsaysay untuk karya-karya jurnalistiknya. Senja di Jakarta yang mula-mula terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Twilight in Jakarta (1963) dan terbit dalam bahasa Melayu tahun 1964. romannya yang mendapat sambutan luas dengan judul Harimau! Harimau! (Pustaka Jaya 1975) telah mendapat hadiah dari Yayasan Buku Utama sebagai buku terbaik tahun 1975. Selain itu. Kadang-kadang ia pun menulis esai dengan nama samaran Savitri dan juga menterjemahkan beberapa karya sastra asing seperti Tiga Cerita dari Negeri Dollar (1950). . Kisah-kisah dari Eropa (1952). Jalan Tak Ada Ujung (1952) yang mendapat hadiah sastra dari BMKN. Sedangkan Maut dan Cinta (Pustaka Jaya 1971) mendapat hadiah Yayasan Jaya Raya.(1950) dan Perempuan (1956).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful