SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN DELI SERDANG

UNDANG . 10 TAHUN 2004 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 5.Latar Belakang (1) 1. PERATURAN PEMERINTAH RI NO.39 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN.40 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN NASIONAL. 6. UNDANG . 4.UNDANG NO. UNDANG-UNDANG NO. UNDANG – UNDANG NO. 3.UNDANG NO.25 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL. 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH. 17 TAHUN 2007 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG NASIONAL TAHUN 2005 – 2025. 2. 2 .

TATA CARA PENYUSUNAN.Latar Belakang (2) 7. PERATURAN PEMERINTAH RI NOMOR 8 TAHUN 2008. TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH. 9. PERATURAN PEMERINTAH RI NO. 3 . DAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA. TENTANG TAHAPAN.38 TAHUN 2007 TENTANG PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT. PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 59 TAHUN 2007. 8. PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI.

..Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah (SPPD) Adalah . 4 . jangka menengah. Satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang. dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat daerah..

Tujuan Sistem Perencanaan dan Pembangunan Daerah bertujuan untuk : 1. 3. sinkronisasi dan sinergi baik antar daerah. mengoptimalkan partisipasi masyarakat. menjamin terciptanya integrasi. mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan. menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan. antar ruang. 4. menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efisien. 5 . 5. antar waktu. efektif. 2. berkeadilan dan berkelanjutan. antar fungsi pemerintah maupun antara pusat dan daerah.

menghasilkan : 1. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah atau Rencana Kerja Permbangunan Daerah (RKPD). 3. 2. dan 5. Rencana Strategis Satuan Kerja Daerah (Renstra SKPD). Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) 6 . Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah). Perangkat 4.Ruang Lingkup Perencanaan (1) Perencanaan Pembangunan Daerah. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP Daerah).

3. . kebijakan. serta hasil evaluasi terhadap pelaksanaan RPJMD sebelumnya. memuat visi. program dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah serta berpedoman pada RPJM Daerah dan bersifat indikatif. misi dan arah pembangunan jangka panjang daerah dengan mengacu pada RPJP Nasional dan RPJPD Propinsi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM Daerah) merupakan suatu dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk periode 5 (Lima) tahun sebagai penjabaran dari visi. misi dan Program Kepala Daerah yang penyusunanannya berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional serta RPJM Daerah Provinsi. tujuan.Ruang Lingkup Perencanaan (2) 1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP Daerah) dokumen perencanaan untuk periode 20 (duapuluh) tahun. yang memuat visi. kondisi lingkungan strategis daerah. 7 2. strategi. Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD). misi. merupakan suatu dokumen perencanaan pembangunan satuan kerja perangkat daerah untuk periode 5 (lima) tahun.

serta prakiraan maju dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif.Ruang Lingkup Perencanaan (3) 4. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah atau Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). disusun dengan berpedoman kepada Renstra SKPD dan mengacu kepada RKPD yang memuat kebijakan program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakatdipergunakan sebagai pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) yang bersangkutan 8 . merupakan suatu dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. sebagai penjabaran dari RPJM Daerah dan mengacu kepada RKP dan RKPD Provinsi yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah. program prioritas pembangunan daerah. rencana kerja dan pendanaannya. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) merupakan suatu dokumen perencanaan pembangunan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah maupun sumber-sumber lain yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat yang dipergunakan sebagai acuan dalam penyusunan Renja SKPD dan dijadikan pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum APBD 5.

Alur Perencanaan dan Penganggaran Renstra KL Pedoman Pedoman Renja KL Pedoman RKA-KL Rincian APBN Pemerintah Pusat Diacu Dijabar kan RPJP Nasional Diacu Pedoman RPJM Nasional RKP Pedoman RAPBN APBN Diperhatikan Pedoman Diserasikan melalui Musrenbang RPJP Daerah RPJM Daerah Dijabar kan RKP Daerah Diacu Pedoman RAPBD APBD Pemerintah Daerah Acuan Renstra SKPD Pedoman Renja SKPD Pedoman RKA SKPD Rincian APBD UU SPPN UU KN 9 .

Proses Politik : Pemilihan langsung Kepala Daerah adalah salah satu proses perencanaan karena visi-misi-program Kepala Daerah terpilih memiliki kekuatan politik.PROSES PERENCANAAN 1. Proses Teknokratik : Perencanaan yang dilakukan oleh perencana profesional dan / atau oleh lembaga / unit organisasi yang secara fungsional bertugas melakukan perencanaan. 4. Proses Partisipatif : Perencanaan yang melibatkan masyarakat (stake holders)  Antara lain melalui pelaksanaan Musrenbang Proses Bottom-Up dan Top-Down : Perencanaan yang aliran prosesnya dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas dalam hirarki pemerintahan 10 3. 2. .

Tahapan Perencanaan 1. – – – Penyusunan Rencana Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Daerah Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Daerah 2. – – – Penetapan Rencana RPJP Daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah RPJM Daerah ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah RKPD ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah 11 .

Musrenbang dengan bahan Rancangan Awal Rencana yang melibatkan Masyarakat  “Masyarakat” adalah orang perseorangan. RPJP Daerah  Perda) 12 . titik-beratnya adalah pada pelibatan kelompok masyarakat yang lebih bersifat visioner. Penetapan Rencana (RPJP Nasional  UU. Penyusunan Rancangan Akhir 4. penerima manfaat maupun penanggung resiko.Penyusunan dan Penetapan PJP 1.  Untuk jangka panjang. Rancangan Awal Rencana oleh Bappeda 2. pelaku. kelompok orang termasuk masyarakat hukum adat atau badan hukum yang berkepentingan dengan kegiatan dan hasil pembangunan baik sebagai penanggung biaya. 3.

Penyusunan dan Penetapan RPJM (1) Visi.Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka ekonomi Daerah (4) e) Program SKPD Bappeda menyelenggarakan MUSRENBANG RPJM/D Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJM/D (5) Penetapan RPJMD (6) (7) Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD a) b) c) d) e) Visi. Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka ekonomi Daerah Program SKPD 13 . Program Kepala Daerah Terpilih Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJM/D (2) (3) SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD a) b) c) d) Visi. Misi.

Penyusunan dan Penetapan RKPD Rancangan Awal RKPD a) Prioritas Pembangunan Daerah b) Kebijakan Umum c) Kerangka ekonomi Daerah  Pagu Indikatif d) Program Daerah SEB MenPPN + MenKeu SKPD Menyusun Renja Program / Kegiatan MUSRENBANG a. Harmonisasi Tugas Pembantuan Rancangan Akhir RKPD a) b) c) d) Prioritas Pembangunan Kebijakan Umum Kerangka ekonomi Daerah Program SKPD Penetapan RKPD Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APBD 14 . Sinkronisasi Program b.

Pengendalian dan Evaluasi (1)  Pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan dilakukan oleh masing-masing pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).  Kepala Bappeda menghimpun dan menganalisis hasil pemantauan pelaksanaan rencana pembangunan dari masing-masing pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah sesuai dengan tugas dan kewenangannya. 15 .

 Kepala Bappeda menyusun evaluasi rencana pembangunan berdasarkan hasil evaluasi pimpinan SKPD. 16 .  Hasil evaluasi menjadi bahan bagi penyusunan rencana pembangunan daerah untuk periode berikutnya.Pengendalian dan Evaluasi (2)  Kepala SKPD melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan SKPD periode sebelumnya.

Pengendalian dan Evaluasi (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan diatur dengan Peraturan Bupati. 17 .