Anda di halaman 1dari 6

Rangkuman Isi Buku

Oleh : Kevin Chandra Febrian

Identitas Buku

Pokok-Pokok Pikiran per Bab


Bab I : Peranan Kreativitas Dalam Pendidikan Bab II : Rendahnya daya pengenmbangan kreasi siswa Bab III : Pengalaman Empiris Bab IV : Lemahnya Kreativitas Guru Bab V : Kelemahan Guru dan Siswa Bab VI : Kreativitas dalam pendidikan Bab VII : Cara menggali kretivitas Bab VIII : Cara mempertajam kreativitas

Ringkasan Isi Buku


Munculnya berbagai tanggapan mengenai pelaksanaan pembelajaran dan Sastra Indonesia terutama yang berkaitan dengan pengembangan kreativitas, kesadaran akan kemampuan kreativitas ini harus dibangun dan digali untuk memacu keberhasilan siswa. Untuk aktivitas positif dalam mengelola potensi kreativitas justru menjadi bagian yang tidak mampu tumbuh subur dan berkembang. Apalagi jika kita memiliki lebih jauh lagi pentingnya kreativitas sebagai motor pendidikan dan pendidikan adalah penjemputan hari depan bangsa agar lebih gemilang. Oleh karena itu, upaya-upaya untuk menumbuhkan semangat berkreasi perlu digalakkan karena maju mundurnya pendidikan sangat ditentukan oleh berhasil tidaknya kita mengembangkan kreativitas. Tetapi ada juga hal-hal yang menyebabkan rendahnya pengembangan daya kreasi siswa. Penyebabnya diantara kurangnya jam tatap muka dan tidak di kembangkannya potensi daya kreasi siswa. Karena kurangnya jam tatap muka maka frekuensi aktivitas siswa berkurang, sumber kreativitas. Siswa tidak berkembang.

Dan pengalaman pribadi penulis yang telah menerapkan pengembangan kreasi siswa dengan cara temuan sendiri atau empiris, kemudian diterapkan pada siswa. Caranya yaitu seperti pengembangan fantasi dan asosiasi anak didik. Pengembangan fantasi anak yaitu dengan mengembangkan daya angan-angan anak, sedangkan asosiasi adalah pembentukan hubungan atau pertalian antar gagasan. Tetapi dalam pengembangan kreativitas siswa, tidak selamanya guru dapat mengembangkan kreativitas siswa menjadi lebih baik, guru juga memiliki kelemahan. Penyebab lemahnya kreativitas guru adalah perubahan kurikulum secara drastis bahkan bertolak belakang untuk disampaikan kepada muridnya. Tidak hanya itu, masih ada hal lain wujud dari kelemahan guru dan siswa. Contohnya yang menyebabkan lemahnya daya kreativitas siswa dan guru adalah : 1.Rendahnya tingkat daya bayang / imajinasi guru / siswa. 2.Kelemahan kemampuan mereka dalam ketangkasan logika. 3.Menulis suatu tugas yang biasanya tidak terselesaikan oleh para guru / siswa.

Mungkin sekarang kita sudah mengetahui apa saja wujud tidak berkembangnya suatu kreativitas tersebut. Sebenarnya arti penting dari kreativitas bagi pendidikan adalah sesuatu yang muncul ketika berbagai upaya atau latihan untuk berkreasi dilakukan. Setelah kita mengetahui apa saja yang menyebabkan kreativitas terhambat dan apa sebenarnya arti penting dari kreativitas yang kita miliki. Sebenarnya ada beberapa cara menggali kreativitas yang kita miliki yaitu : 1.Dengan melengkapi barang 2.Mengembangkan kreativitas melalui membaca 3.Menceritakan gambar 4.Pengembangan fantasi korelatif. 5.Pengembangan fantasi komplementer 6.Mengembalikan bentuk asli puisi 7.Pengembangan fantasi dengan intonasi 8.Mengembangkan daya kreasi dengan menyadur puisi 9.Mengembangkan kreativitas dengan memberi penanda pertalian pada sebuah puisi 10.Menyusun kata menjadi kalimat