Anda di halaman 1dari 3

Rel Kereta Stasiun Cilebut longsor,98 Perjalanan Kereta Dari Bogor-Jakarta Batal

yang dudukduduk di rel. Longsor yang terjadi karena hujan yang mengguyur wilayah Bogor selama beberapa jam, selain menyebabkan tanah rel sepanjang 10 meter terkikis dan tidak bisa dilalui oleh kereta. Juga menyebabkan empat tiang listrik aliran atas rubuh sehingga tidak dapat berfungsi.Sementa ra itu, kemacetan terjadi di Jalan Raya Bojong Gede dari arah Bogor. Angkot banyak yang menurunkan penumpangnya jauh sebelum stasiun karena jalanan macet. Sebagian besar angkot rute Bojong Gede Pasar Anyar Bogor Kamis pagi dipenuhi penumpang.Penge lola tempat penitipan motor di

tasiun Bojong Gede Kamis pagi dipadati ribuan calon penumpang, menyusul bencana longsor di kawasan Cilebut yang memutus jalur kereta api jurusan Bogor. Penumpukan terjadi karena calon penumpang KA tujuan Jakarta yang biasanya naik dari Stasiun Besar Bogor dan Stasiun Cilebut terpaksa naik dari Bojong Gede.Penumpang dari arah Jakarta menuju Bogor atau Cilebut, harus turun di Stasiun Bojong Gede untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkot atau ojek.Peron stasiun Bojong Gede yang hanya untuk dua trek, tidak bisa menampung penumpang sehingga banyak calon penumpang

sekitar Stasiun Bojong Gede juga kecipratan rezeki karena ketambahan penitip motor yang bisanyta naik dari Cilebut atau Bogor.Sebagian motor terpaksa ditaruh di tepi jalan karena tempat penitipan sudah penuh. Dampak dari longsor di antara Stasiun Cilebut dan Bojong Gede selain menyebabkan rel tidak dapat dilalui, aliran listrik atas terputus karena empat tiangnya roboh, juga menyebabkan Stasiun Besar Bogor merugi karena dibatalkannya 98 perjalanan. Dampaknya ya kita (stasiun) tidak ada pendapatan, kerugian material karena tidak adanya perjalanan, kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor, Enjang Syarif Budiman,

saat ditemui di Bogor, Kamis. Enjang mengatakan dalam satu hari pendapatan Stasiun Besar Bogor Rp128 juta dari 35.000 tiket penumpang yang berangkat.Dipredi ksikan perjalanan kereta dari Stasiun Besar Bogor dan Cilebut baru dapat beroperasi berkisar antara tiga hingga tujuh hari ke depan. Itu belum optimal, baru mengupayakan satu sepur (rel) saja, katanya. Longsor yang terjadi di antara Stasiun Cilebut dan Bojong Gede tersebut tergolong cukup parah. Karena longsor menyebabkan rel sepanjang 200 meter menggantung dan tidak dapat dilalui.Selain itu, empat tiang listrik yang menyalurkan listrik aliran atas kereta api roboh hingga tidak bisa
Page 1

Damar Kelas 5 SD Bojongloa 6

Rel Kereta Stasiun Cilebut longsor,98 Perjalanan Kereta Dari Bogor-Jakarta Batal
dioperasionalkan. Perbaikan cukup lama selain membenahi kondisi tanahnya, juga harus mengganti material tiang listrik dan rel yang rubuh, katanya. Longsor terjadi Rabu (21/11) saat hujan deras mengguyur wilayah Bogor. Longsor terjadi diantara Stasiun Cilebut dan Bojong tepatnya di KM 45+4/5 (piket 400-500). Lokasi sebelumnya juga pernah mengalami longsor tepatnya saat kereta anjlok di Cilebut 5 Oktober 2012 lalu. Namun, longsoran tidak terlalu parah kereta hanya mengalami gangguan sehari saja.Longsor dilokasi yang sama kembali terjadi dengan kondisi lebih parah. Longsor tebingan menyebabkan 200 meter rel menggantung dan tidak bisa dilalui oleh kereta. Akibatnya, KRL JabodetabekBogor hanya bisa melayani penumpang dari Stasiun Bojong Gede. Menurut Enjang, longsor terjadi akibat luapan air kali yang ada di lokasi tersebut. Air yang meluap ke jalan raya dan menggenang di sekitar rel. Akibatnya tanah di sekitar rel terkikis hingga rel tidak bisa dilewati.Sementar a itu, situasi di Stasiun Bogor hari ini sepi dari penumpang. Aktivitas di stasiun hanya terlihat petugas dan Polisi yang berjaga-jaga. Beberapa penumpang yang belum mengetahui adanya pembatalan perjalanan masih terlihat berdatangan ke Stasiun Bogor. Setelah mengetahuinya, penumpang mencari moda transportasi alternatif.Di depan Stasiun Bogor, sejumlah angkutan kota dan ojek menyediakan layanan mengantar penumpang ke Stasiun Bogor. Kesempatan tersebut diambil sopir dan tukang ojek untuk menarik penumpang sebanyaknya dengan menggunakan tarif Rp10.000 untuk angkot dan Rp70.000 untuk ojek. Akibat adanya longsor menyebabkan rel putus dan aliran listrik atas di Stasiun Cilebut terganggu, 98 perjalanan kereta di Stasiun Besar Bogor dibatalkan.Hari ini Stasiun Besar Bogor tidak melayani perjalanan Kereta Api. 98 perjalanan dibatalkan, kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor, Enjang Budiman, saat ditemui, Kamis. Enjang mengatakan, longsor yang terjadi di Cilebut menyebabkan perjalanan kereta api dari Stasiun Bogor tidak dapat difungsikan. Longsor yang terjadi cukup parah. Tadi malam longsor hanya menyebabkan rel menggantung sepanjang 10 meter tapi pagi ini melebar jadi 200 meter, katanya. Selain menyebabkan rel menggantung hingga tidak bisa dilalui. Longsor juga menyebabkan empat tiang listrik saluran atas tumbang. Kondisi longsor cukup berat.
Page 2

Damar Kelas 5 SD Bojongloa 6

Rel Kereta Stasiun Cilebut longsor,98 Perjalanan Kereta Dari Bogor-Jakarta Batal
Belum bisa dipastikan kapan bisa melayani kembali. Diperkirakan tiga hingga tujuh hari kedepan tidak bisa melayani, katanya. Sementara itu, suasana di Stasiun Besar Bogor pada pukul 08.00 WIB terlihat lengang. Hanya petugas stasiun dan petugas kebersihan yang terlihat beraktivitas disekitar stasiun. Sesekali ada beberapa penumpang datang. Mereka belum mengetahui adanya gangguan perjalanan kereta di Stasiun Bogor. Kondisi di stasiun kondusif, penumpang sudah tidak terlihat lagi di stasiun. Tadi pagi sempat banyak yang datang, tapi sudah diinformasikan jadi pada pindah ke stasiun Bojong, kata Enjang. Endang (17) salah satu calon penumpang kereta api mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Selain harus resiko terlambat ke kantor ia pun merasa terbebani harus ke Bojong Gede untuk dapat naik kereta.Tadi malam (Rabu) saya sudah kemalaman pulang karena gangguan. Sekarang harus dibuat kecewa lagi karena harus naik dari Bojong. Padahal kejauhan dari rumah saya, katanya.

Damar Kelas 5 SD Bojongloa 6

Page 3