Anda di halaman 1dari 39

Findhy Silavatto - Stephanus Rumancay Christina - Caprine Yant Kartolo

Seorang anak perempuan, usia 12 tahun

Anamnesis :
Gerakan spontan tidak terkontrol sejak 10 hari SMRS Pernah dirawat dengan demam 2 bulan yang lalu Saat ini badan terasa sakit Nyeri dada dan sulit berbicara Nyeri sendi siku, lutut, pergelangan kaki berpindah- pindah

Riwayat sering batuk, pilek, dan nyeri menelan

Sadar, sesak (-), sianosis (-)

FP : 24x/menit, teratur
FN : 110x/menit TD : 110/70 mmHg Jantung : BJ I, II normal, irama derap (-)

Bising pansistolik, derajat III/6, di ICS II, PSL kanan


Ekstremitas : gerakan-gerakan involunter

Foto Toraks : EKG : Ekokardiografi : Insufisiensi Mitral Sedang Berat Insufisieni Aorta Ringan Posisi jantung vertikal Irama sinus Interval PR memanjang Jantung membesar (CTR 55%)

Hb Ht Leukosit Trombosit LED ASTO CRP

: 11,4 g/dl : 34,2% : 11.100/ul : 487.000/ul : 55 mm/jam : 215 IU/ml (0-200 IU/ml) : 54,4 mg/L (0-5 mg/L)

Dari anamnesis didapat : Tanda-tanda mayor : Chorea (gerakan spontan tidak terkontrol sejak 10 hari

SMRS)
Artritis (Nyeri sendi, siku, lutut, pergerakan kaki berpindah-pindah)

Riwayat sering batuk, pilek dan nyeri menelan, dan


pernah dirawat dengan demam

Dari pemeriksaan fisik didapat : KU dan TTV dalam batas normal Dari pemeriksaan jantung didapat bising pansistolik

derajat III/6, pungtum maksimum diapeks, menjalar ke


lateral + bising diastolik derajat II/6, di ICS II PSI kanan Correy Coombs Demam Reumatik Dari ekstremitas terdapat gerakan involunter (artritis)

Dari pemeriksaan penunjang didapat : Dari EKG interval PR memanjang Dari Ekokardiografi Insufisiensi Mitral Sedang Berat

Dari Lab :
LED Titer ASTO CRP : 55 mm/jam : 215 : 54,4 mg/L

Dari semua data yang ada dapat ditegakkan diagnosis Demam Reumatik

Kriteria diagnosis : 2 mayor atau1 mayor +2 minor

Demam Reumatik (DR) adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh respon imunologis lambat yang terjadi setelah infeksi Streptococcus grup A -hemolitikus / GABS

Penisilin profilaksis serangan ulang DR


DR akut antibodi + GABHS reaksi silang dengan jaringan jantung,persendian kulit ,jaringan lain reaksi inflamasi multisistem

Belum ada pemeriksaan yang spesifik untuk menegakkan diagnosis DR, sehingga diagnosis ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis.

Pertama kali dikemukakan oleh T. Duckett Jones tahun 1944, yang dibagi menjadi kriteria mayor dan kriteria minor.

Banyak terjadi pada usia 6-11 tahun Jarang pada usia 5 tahun, ataupun usia 18 20 tahun Laki-laki > perempuan Kebanyakan negara berkembang Faktor lingkungan kepadatan penduduk, sosial ekonomi

rendah, kurangnya pelayanan kesehatan yang memadai.

Belum diketahui dengan jelas Infeksi faring DR Adhesins invasins reaksi silang terhadap jaringan

pejamu

Protein M miokarditis Polisakarida valvulitis

Asam hialuronat artritis


Membran protoplas Chorea Sydenham

Fase 1

Inflamasi non spesifik

Eksudat,proliferasi dan infiltrasi sel radang,udem jaringan

fibrinoid Lokalisir inflamasi

Fase 2

Badan Aschoff

Sel sel besar dengan inti polimorf,sitoplasma basofilik

Inflamasi jaringan katup korda tendinea & daun katup edema

Lesi khas endokarditis Mac Callum patch Petanda patologi PJR miosit Anitshkow dan nodul Aschoff pada jaringan jantung.

Bila hanya berupa karditis, gejala yang tampak


berupa malaise mendadak, kelelahan dan

berkembang menjadi gagal jantung kongestif yang


nyata, rasa sakit pada daerah perut.

Bila disertai perikarditis , akan dikeluhkan adanya nyeri didaerah prekordial

Manifestasi klinis dapat berupa

Karditis
Valvulitis Mitral dan aorta Miokarditis Silent karditis Kelainan pada sendi

Korea
Nodul subcutan Eritema marginatum

Bukti adanya infeksi streptococcus yang baru terjadi Antibodi terhadap kuman (anti streptolisin/ ASO, anti deoksiribonuklease B, anti- hialuronidase)ASO

meningkat

Bukti adanya inflamasi sistemik

LED dan CRPsensitif tapi tidak spesifik

Kategori diagnostik Episode pertama DR

Kriteria 2 mayor*atau 1 mayor dan 2 minor** + bukti infeksi streptococcus grup A sebelumnya*** 2 mayor atau 1 mayor dan 2 minor + bukti infeksi streptococcus grup A sebelumnya 2 minor + bukti infeksi streptococcus grup A sebelumnya Manifestasi mayor lainnya atau bukti infeksi streptococcus grup A tidak diperlukan Untuk diagnosis tidak memerlukan kriteria lain karena telah menunjukan gejala PJR

Serangan ulang DR pada penderita tanpa PJR Serangan ulang DR pada penderita dengan PJR Reumatik korea Reumatik karditis yang tiba tiba Lesi katup kronis pada PJR (penderita datang pertama kali dengan murni gejala mitral stenosis atau kombinasi kelainan katup mitral dan/atau kelainan katup aorta .

* manifestasi mayor
Karditis Poliartritis

Korea
Eritema marginatum Nodul subkutan

**manifestasi minor
Klinis :demam, poliatralgia Lab : LED / leukosit meningkat EKG : interval PR memanjang

*** bukti penunjang infeksi sebelumnya dalam 45 hari terakhir


ASO/antibodi streptococcus lainya meningkat Biakan tenggorok/ rapid antigen test ( + ) Demam skarlatina sebelumnya

antibiotika Benzatin Benzylpenisilin

pemberian Injeksi IM,tunggal

dosis 1.200.000 unit IM; BB<27 :600.000 unit

Keterangan Lebih disenagi dari pada penisilin oral karena kepatuhan lebih baik Belum pernah dilaporkan GABHS yang resisten terhadap penisilin

Phenoxymethyl penisilin (penisilin V)

Oral 2- 4 x/hari selama 10 hari

Anak: 250 mg/2-3x Remaja: 250 mg/34x atau 500 mg/2xsehari

amoxisilin

Oral 2- 3x /hari Selama 10 hari

25- 50 mg/kb/hari Rasa lebih disukai dibagi dalam 3 dosis daripada penisislin Total dosis dewasa oral 750 1500 mg/hari
Bervariasi tergantung jenisnya Bervariasi sesuai jenisnya Sebagai alternatif untuk penisilin oral Sebagai alternatif jika penderita alergi terhadap penisilin

Cepalosporin Generasi pertama Eritromisin etilsuksinat

Oral 2- 3 x /hari Selama 10 hari Oral 4x /hari Selama 10 hari

Antibiotika Benzathine benzylpenicillin / benzatin penicillin g Penicillin V sulfonamid

Cara pemberian Injeksi IM tunggal setiap 3- 4 minggu

Dosis Anak dan dewasa BB 30 kg : 1,2 juta unit. Anak< 30 kg 600 ribu unit 250 mg 2x sehari Anak dan dewasa BB 30 kg 1 gr/hari. Anak <30 kg 500mg/hari 250 mg 2x sehari

Oral Oral

Eritromisin

oral