Anda di halaman 1dari 7

Kenali dirimu lewat jendela jauhari

Resume mata kuliah kemampuan intrapersonal pada pertemuan kali ini mungkin agak berbeda, karena kali ini kita tidak lagi belajar di luar kelas, kita kali ini kembali lagi di dalam kelas, bukan untuk pelajaran yang konvensional kayak mata kuliah lainnya dimana dosen menerangkan lalu mahasiswa aktif dengan bertanya-tanya, pak saya belum paham pelajaran yang itu? Bukan seperti itu, hal ini lain memang mata kuliah kemampuan intrapersonal selalu berebeda dengan yang lain, kali ini kita belajar melalui menonton sebuah film yang berjudul Good Will Hunting. Film yang bergenre semi drama dengan dibumbui kekerasan ini kami tonton, dan fasilitator berharap kami bisa mengambil manfaat dari setiap adegan yang ada dalm film tersebut. Film ini bercerita tentang seorang pemuda yang bernama Will yang suka berulah dikotanya, dia adalah seorang pekerja cleaning service di sebuah perguruan tinggi. Dan dari situlah cerita hidupnya dimulai, di perguruan tinggi itu, salah satu profesornya selalu mempublikasikan di mading semua soal yang dianggap paling sulit dan tak terselesaikan olehnya agar salah satu dari mahasiswanya mungkin bisa menjawabnya. Ternyata selama ini tak ada yang bisa menyelesaikannya. Kemudian will mencobanya dan akhirnya berhasil. Lalu Will dipanggil oleh professor itu untuk diberi hadiah. Setelah menemukannya, si Will ditemukan telah masuk penjara karena memang sifatnya yaitu tak bisa mengendalikan emosi yang ia tidak bisa kendalikan. Sehingga dia hanya bisa keluar jika ada yang menanggung tentang perubahan sifatnya itu. Di sinilah professor bersedia untuk merehabilitasinya. Dari kisah hidup nya ini kita dapat mengambil manfaat bahwa. Selain pintar kita juga harus bisa mengontrol emosi kita agar kepintaran kita lebih berguna untuk masyarakat. Setelah itu kita mendapat tugas yaitu membuat daftar sifat kita dengan kategori yaitu yang kita dan teman kita tahu, lalu yang kita tahu tapi teman kita tidak tahu, kita tidak tahu dan teman kita tahu, yang terakhir kita tak tahu dan teman kita pun tak tahu, dan setelah saya survey di teman-teman dekat saya akhirnya saya tahu pribadi-pribadi saya. 1. Tahu Tahu Kategori ini mendiskripsikan tentang diri kita, dimana kita tahu dan orang lain yang berada di sekitar kita pun tahu, sebagai berikut : Baik Hati Tidak Sombong Kadang bertingkah tidak jelas Religius Low profile lucu 2. Tahu Tidak Tahu Yang ini mendiskripsikan tentang sifat diri dimana kita tahu tapi orang lain tidak tahu yaitu : Gokil Rajin Beribadah Terkadang Sukar beradaptasi Agak malas Kurang semangat 3. Tidak Tahu Tahu Deskripsi tentang sifat dimana sifat itu hanya teman saya yang tahu dengan rincian seperti

berikut : Agak kolot terhadap pendirian Suka mengorbankan kepentingan sendiri demi orang lain Ramah Lelaki unik Bertanggung jawab besar Aktifis Kurang bisa menyampaikan pendapat 4. Tidak Tahu Tidak Tahu Yang satu ini mungkin agak membingungkan karena memag dari kedua belah pihak tidak tahu, mungkin hanya satu kata dari hal itu Cerewet. Demikian resume pengajaran Mata Kuliah Kemampuan Intrapersonal sekaligus tugas, yaitu menulis tentang diri sendiri, Semoga bermanfaat.

Kekuatan menuju kesuksesan di masa akan datang


Bertahan Lewat Interpersonal

Setelah kita melakukan dan memahami dari hasil pembelajaran pembentukan kemampuan interpersonal. Dalam memahaminya, dilakukan dengan cara mengikuti simulasi demi simulasi yang dikemas secara apik, sehingga siapapun yang memainkannya, selain mendapat pembelajaran dari sana mereka juga akan merasa senang. Seperti kita ketahui sebelumnya,bahwa kemampuan ini akan mengantar kita ke dalam kebahagiaan. Kenapa bahagia? Karena kalau hanya sukses itu belum cukup. Kita perlu bisa membahagiakan diri sendiri, untuk bisa sukses. Mencapai kebahagiaan sudah pasti sukses, tetapi sukses belum tentu membuat kita bahagia. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang kemampuan interpersonal, alangkah baiknya kalau kita tahu, apa arti darikata itu. Kita mulai dari kata Kemampuan. Kemampuan menurut Kamus Besar Bahasa Indoneia (KBBI) merupakan kata benda yang berarti Kesanggupan, kecakapan, atau kekuatan. Kemudian kata yang kedua yaitu Interpersonal. Untuk lebih mudah memahami kata ini akan saya bagi kedalam dua kata yaitu, inter dan personal. Menurut pencarian yang saya lakukan, inter berarti antar atau hubungan, kemudian personal dalam KBBI berarti pribadi seseorang atau bisa diartikan orang atau orang banyak. Jadi jika kita gabungkan kemampuan interpersonal berarti kekuatan atau kesanggupan kita dalam berhubungan antar manusia. Kemampuan Interpersonal maksud artinya memang sepele, tapi coba kita renungkan lagi seberapa besar manfaat dari kemampuan interpersonal ini. Bayangkan anda baru saja tiba di suatu perkampungan, karena anda mendapat tugas riset pasar di kampung tersebut. Anda adalah sesorang yang paling dipercaya dalam perushaan anda, karena dianggap memiliki daya nalar dan ilmu statistic yang memadai,, sehingga anda dipercaya untuk melakukan riset untuk perusahaan dimana anda bekerja. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, anda diharuskan tinggal di kampung tersebut selama satu minggu. Bayngkan dalam kedaan yang seperti itu, anda ternyata tidak memiliki pengalaman dalam hal berhubungan dengan orang lain, padahal pekerjaan riset pasar, sangat mengharuskan anda untuk berinteraksi dengan orang lain diskitar kampung tempat anda melakukan riset. Lalu apa yang terjadi, riset gagal dan perusahaan merugi karena uang yang dikeluarkan untuk ada tidak bermanfaat bagi perusahaan. Sebenarnya ada banyak sekali manfaat yang didapat jika kemampuan interpersonal kita baik, manfaat yang akan kita dapatkan yaitu : Memiliki kemampuan human relation dalam organisasi dan masyarakat Mampu menjadi seorang pemimpin dan dapat bekerja sama dalam team

Memudahkan kita untuk bertahan di suatu lingkungan Ketiga manfaat diatas saya kutip dari www.gudangmateri.com . Kemampuan interpersonal bukan merupakan skill bawaan yang didapat ketika lahir tetapi merupakan kemampuan yang harus diasah dan dipelajari terus menerus. Untuk memiliki kemampuan ini tidak bisa instan sekali belajar harus jadi melainkan kamu harus terus mencoba dan mencoba, berlatih dan berlatih. Hal ini dilakukan dengan cara terus mengembangkan perilaku, penampilan, dan cara bicara atau komunikasi secara asertif dan efektif. Jadi semua cara pengembangan itu harus dilakukan dengan cara asertif yang menurut Lazarus (Fensterheim, l980), pengertian perilaku asertif mengandung suatu tingkah laku yang penuh ketegasan yang timbul karena adanya kebebasan emosi dan keadaan efektif yang mendukung yang antara lain meliputi : menyatakan hak-hak pribadi, berbuat sesuatu untuk mendapatkan hak tersebut, melakukan hal tersebut sebagai usaha untuk mencapai kebebasan emosi. Selain itu juga harus dilakukan secara efektif agar kita mendapat hasil maksimal dan usaha kita tidak sia-sia. Demikian tentang kemampuan interpersonal semoga bisa menambah pengetahuan saudara .

Membuka Cakrawala Diri Melalui Jendela Johari

Dalam sebuah pelatihan yang diadakan di lingkungan kerja, saya ditanya mengenai hal-hal yang sebetulnya sudah sering ditanyakan namun masih sulit juga mendapatkan jawaban. Sebelum saya

diberi pertanyaan-pertanyaan tentang diri sendiri dan kehidupan, pelatih menyuruh saya maju ke depan. Pelatih bertanya apa yang paling saya takuti. Luka dan darah, jawab saya. Saya diam sejenak kemudian saya melanjutkan lagi bahwa saya takut tidak bisa memenuhi harapan orang lain sehingga ini menjadi sebuah dilema dalam diri saya antara menjadi diri sendiri dan menjadi apa yang diharapkan orang lain. Semua peserta memberi tanggapan dengan anggukan kecil, mencerna informasi yang di dapat tentang saya. Selain bertanya tentang apa yang ditakutkan diri saya, pelatih bertanya tentang apa tujuan saya hidup, apa motivasi saya menjalani hidup, apa yang diinginkan saya, apa rencana-rencana hidup saya, apa yang saya maknai dalam hidup saya, apakah kelebihan serta kekurangan saya, dan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan itu menyadarkan saya untuk bertanya pada diri sendiri: siapa sebenarnya diri saya? Pertanyaan mudah namun sulit dijawab. Mungkin karena saya tidak mengenal diri saya. Lalu apakah Anda mengenal diri Anda? Jika Anda merasa belum, Anda perlu mengenal Jendela Johari. Proses mengenal diri dapat dilakukan tidak hanya dengan mencoba mengamati dan mengerti diri sendiri namun dapat melalui interaksi yang dilakukan dengan orang lain. Asumsi ini membawa Joseph Luft dan Harry Ingham menciptakan suatu teori atau model sebagai salah satu cara untuk melihat dinamika self-awareness yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif manusia. Model yang diciptakan tahun 1955 ini bernama Johari Window atau Jendela Johari. Jendela Johari terdiri dari sebuah persegi yang terbagi menjadi empat kuadran, yaitu Open, Blind, Hidden, dan Unknown. Uraiannya dijelaskan di bawah ini:

Kuadran 1 (Open) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain. Misalnya orang lain mengetahui nama saya, tempat tinggal saya, warna kesukaan saya, makanan yang saya sukai, dan lainnya. Ketika seseorang baru berkenalan dengan orang lain, ukuran kuadran 1 yang tidak terlalu besar akan membuka seiring pertukaran informasi yang di dapat dari interaksi. Ketika proses saling mengenal terus berlanjut, batas kuadran akan bergeser ke kanan dan ke bawah untuk memperbesar kuadran 1. Kuadran 2 (Blind) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang

lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri. Misalnya ketika orang lain menyatakan diri saya sebagai orang yang keras kepala dan saya tidak menyadarinya. Apa yang diketahui oleh temanteman saya dan saya yang semula tidak sadar menjadi sadar membuat kuadran 2 saya mengecil sering dengan membesarnya kuadaran 1. Proses mengecilnya kuadran 2 bisa terhambat jika orang lain tidak mau memberi tahu apa yang ia ketahui mengenai hal yang saya tidak tahu. Misalnya ketika saya sedang berbicara dengan lawan bicara saya di depan umum, saya jarang melakukan kontak mata sehingga membuat lawan bicara saya terganggu. Mungkin lawan bicara saya tidak berkata apa-apa karena takut mempermalukan saya di depan orang lain. Namun dalam keadaan seperti ini, saya menjadi kesulitan untuk mendapat informasi dan mengenali diri saya. Kuadran 3 (Hidden) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain. Biasanya hal-hal yang disimpan di kuadran ini bersifat sangat pribadi atau memalukan. Misalnya saya seorang homoseksual dan tidak bilang kepada orang lain bahwa saya adalah seorang homoseksual. Ketika saya membuka diri saya dan menyatakan bahwa saya adalah seorang homoseksual, maka kuadran 3 akan mengecil seiring dengan membesarnya kuadran 1. Proses penyingkapan diri ini disebut self-disclosure. Selain self-disclosure, terdapat proses lain yaitu menerima umpan balik (feedback) dari orang lain. Contoh penerimaan umpan balik adalah saya meminta umpan balik kepada orang lain tentang kesan dan perasaannya setelah mendengar saya adalah seorang homoseksual lalu orang tersebut itu menyatakan perasaan kecewa dan tidak suka, maka area kuadran 2 saya akan mengecil. Saya menjadi tahu bahwa saya tidak disukai orang lain karena orientasi seksual saya. Menurut Anita Kelly, penyingkapan diri tentang rahasia pribadi memiliki resiko. Terkadang seseorang memilih untuk tidak bercerita hal-hal yang sifatnya personal seperti perilaku seksual, masalah kesehatan mental, atau kesalahan besar yang pernah dilakukan. If you give people information about yourself, you give them power over you, menurutnya. Kegagalan dalam menemukan orang yang memberi reaksi yang tidak diharapkan membuat seseorang semakin menutup diri. Daerah yang tidak disadari membuat bagian kepribadian yang di-repress dalam ketidaksadaran yang tidak diketahui baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Namun demikian ketidaksadaran ini kemungkinan bisa muncul. Kuadran 4 (Unknown) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain. Misalnya baik saya dan orang lain tidak tahu penyebab gangguan obsesif kompulsif cuci tangan yang saya alami. Disinilah peran ahli seperti psikolog untuk menyingkap kuadran 4. Misalnya kemungkinan munculnya gangguan obsesif kompulsif diakibatkan pemerkosaan yang pernah saya alami ketika kecil bisa terjadi dan ini membuat kuadran 4 saya mengecil sementara kuadran 1 saya membesar seiring dengan pengetahuan saya tentang penyebab gangguan obsesif kompulsif yang saya alami. Pentingnya Mengenali Diri Sendiri Mengenali diri sendiri adalah langkah awal dari proses penciptaan diri. Proses penyingkapan diri (self-disclosure) dan meminta umpan balik (feedback) dalam model Jendela Johari ini dapat dilakukan ketika berinteraksi dengan orang lain sebagai jalan untuk membuka cakrawala tentang diri. Dengan mengenali diri sendiri, manusia mengetahui apa yang diri rasakan dan alasan diri berperilaku. Pemahaman terhadap diri akan memberikan kesempatan untuk merubah hal-hal

yang ingin diubah, secara sadar dan aktif menciptakan kehidupan yang diri inginkan. Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri dapat membantu seseorang menentukan strategi hidup untuk mendapatkan tujuan hidupnya. Tanpa tahu diri sendiri, penerimaan dan perubahan diri menjadi hal yang tidak memungkinkan.