EVALUASI KONDISI DAN KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DI BEBERAPA RUAS JALAN KOTA KENDARI

Susanti Djalante*
*

Abstract The roles of the road as the major transportation are to speed up economic between areas, so the good road pavement condition is required. Base on the statistic 2010, the roads in Sulawesi Tenggara much more failure condition than good condition. To minimize the road failure condition, the objective of this research is to determine the road condition (PCI) and to know causal factors in order to get the best treatment priority. This research used Pavement Condition Index Method. The steps of PCI Method were at the first devided the road to some units (160 units), second calculate density with the distress type , third measured total deduct Value and Corrected Deduct Value base on curve, the last got PCI Indeks. Result of the study showed that the distress types included the alligator cracking(36%), transverse cracking (13%, diagonal cracking (0,1%), block cracking (15,1%), edge cracking (3,5%), depression (2,6%), corrugation ( 1,4%), shoving (1,6%), rutting (0,2%), raveling (56,9 %), bleeding (2,9 %), potholes (6,9 %) and patching (8,5%). However, The PCI of flexible pavement in kendary city was 72 (very good ) and the subdistrict which got the treadment priority was Puwatu, Wua-Wua and Baruga . Keyword: PCI, Distress type, Treatment priority

1. Pendahuluan Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan perekonomian, baik antara satu kota dengan kota lainnya, maupun antara kota dengan desa dan antara satu desa dengan desa lainnya. Kondisi jalan yang baik akan memudahkan mobilitas penduduk dalam mengadakan hubungan perekonomian dan kegiatan sosial lainnya. Perkerasan lentur yang baik, harus mempunyai kualitas dan ketebalan dimana tidak akan rusak akibat beban kendaraan. Disamping itu, perkerasan harus mempunyai ketahanan terhadap pengikisan akibat lalulintas, perubahan cuaca dan pengaruh buruk lainnya Kota kendari sebagai ibu kota propinsi, mempunyai peranan yang cukup penting dalam mengerakan roda perekonomian dan social masyarakat, sehingga perlu di dukung oleh kondisi perkerasan lentur yang baik. Kondisi berdasarkan data statistic, 2010 menunjukkan kondisi jalan yang rusak lebih panjang dari kondisi jalan yang baik . Hal ini menunjukkan pemeliharaan rutin dan
*

berkala yang seharusnya di laksanakan tiap tahun kurang berjalan dengan baik. Tingkat kerusakan perkerasan jalan di kota kendari seperti data diatas, dapat di minimalisasi jika kondisi perkerasan di ketahui pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk memprediksi kondisi perkerasan dengan baik, maka dibutuhkan suatu system penilaian kondisi jalan serta evaluasi secara periodik sehingga berguna untuk persiapan analisis structural secara detail dan untuk rehabilitasi di masa datang. Hal ini sesuai dengan Petunjuk Teknis No. 024/T/Bt/1995, yaitu Petunjuk Pelaksanaan Pemeliharaan Jalan Kabupaten, Departemen Pekerjaaan Umum, yang terbagi dalam 2 kategori, yakni pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala. Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi perkerasan lentur di beberapa ruas jalan kota kendari, sehingga dapat diketahui apakah pemeliharan jalan yang berfungsi secara baik atau tidak, sehingga dapat diketahui factor penyebabya

Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Halu Uleo, Kendari

dan dapat ditentukan bagian segmen jalan mana yang perlu mendapat prioritas penanganan berdasarkan Metode yang di kembangkan oleh U. 2. b. d. Pengalaman menunjukkan bahwa sekali terjadi deformasi permanen Deformasi maksimum sekitar 14 -20 mm dipertimbangkan sebagai nilai kondisi optimum untuk segera dilakukan perbaikan yang lebih dari 15 mm. sungkur. terdiri dari : memanjang. Lapis Permukaan (Surface course) Lapisan ini berfungsi agar kendaraan yang berada diatas permukaan mampu menahan beban repetisi serta membagi beban tersebut kepada lapisan-lapisan di bawahnya. . Kriteria kegagalan perkerasan lentur Perkerasan lentur dikehendaki hanya akan mengalami deformasi permanen yang kecil sekitar 20-30 mm sedudah berumur 20 tahun. ambles. sebagai akibat dari system pelaksanaan yang kurang baik. diagonal. c. keselamatan pengendara b. d. .2 Survei kondisi Survei kondisi adalah survey yang dimaksudkan untuk menentukan kondisi perkerasan pada waktu tertentu.Beban lalu-lintas yang berlebihan . Tanah dasar (subgrade) Lapisan ini terletak diatas tanah timbunan atau tanah galian yang sebelumnya diadakan perbaikan tanahnya sesuai dengan syarat yang telah ditentukan. maka kemungkinan terjadinya retakan akan tinggi (Croney dan Croney. benjol dan turun.Penurunan akibat pembangunan utilitas di bawah lapisan perkerasan . Tinjauan Pustaka 2.Drainase yang buruk. Kegagalan struktural dan fungsional Kegagalan struktur ditandai dengan terurainya satu atau lebih komponen perkerasan. Lapisan pondasi bawah (subbase course) Lapisan ini mempunyai fungsi yang sama dengan base coarse tetapi tidak selalu perkerasan lentur memerlukan subbase coarse.Kondisi tanah dasar yang tidak stabil.Deformasi adalah perubahan permukaan jalan dari profil aslinya sesudah pembangunan.Kadar aspal dalam campuran terlalu banyak. yaitu : . . 2.Kondisi tanah pondasi yang kurang baik. sehingga kenyamanan dan menjadi terganggu. Tipe tipe kerusakan perkerasan lentur Tipe-tipe perkerasan lentur berdasarkan Bina Marga (1995). Lapisan pondasi atas (base course Lapisan ini harus mampu menahan beban serta pengaruh-pengaruhnya dan membagi atau meneruskan beban tadi kepada lapisan di bawahnya. .Tipe survey semacam ini tidak mengevaluasi kekuatan perkerasan. kegemukan.3 Kegagalan perkerasan a.Kelelahan dari perkerasan . Adapun susunan untuk jenis perkerasan lentur adalah sebagai berikut: a.Kerusakan tekstur permukaan . blok. . melintang. agregat licin. sehingga berakibat naiknya air ke lapisan perkerasan akibat isapan atau kapilaritas. kulit buaya dan bentuk bulan sabit. PCI) 2. . . 2 . Sebab sebab kerusakan jalan . lunak atau mudah mampat.Material dari struktur perkerasan dan pengolahan yang kurang baik. 1998).Retak terjadi akibat regangan tarik pada permukaan aspal melebihi dari regangan tarik maksimum. pemadatan atau gerseran pada semua lapis pondasi. c. terdiri dari : bergelombang. sedang kegagalan fungsional ditandai dengan tidak berfungsinya perkerasan dengan baik. Survey kondisi untuk menunjukkan kondisi perkerasan pada waktu saat dilakukan survei. atau terurainya lapis aus oleh akibat pembekuan dan pencairan es. bila jalan terletak pada timbunan. mengembang. terdiri dari : butiran lepas. terkelupas dan stripping. alur. Shahin (1994) dan Yolder and Witzcak (1975) .1 Jenis dan Fungsi Perkerasan Lentur Perkerasan lentur adalah struktur yang terdiri dari beberapa lapisan dengan kekerasan dan daya dukung yang berlainan. reflektif.S Army Corp of Engineer yang dinyatakan dalam Indeks Kondisi Perkerasan (Pavement Condition Index.

Kerusakan di pinggir perkerasan : pinggir retak/ pecah dan bahu turun. Tabel 2. tambalan dan persilangan jalan rel . Identifikasi dan Tingkat Kerusakan Alur pada Perkerasan Lentur Tingkat Identifikasi Kerusakan Kerusakan L Kedalaman alur rata-rata ¼ . o Pengembangan (swelling) Tingkat kerusakan pengembangan identifikasinya disajikan pada Tabel 5. Identifikasi dan Tingkat Kerusakan Sungkur Tingkat Identifikasi Kerusakan Kerusakan Sungkur menyebabkan L sedikit gangguan kenyamanan kendaraan Sungkur menyebabkan M cukup gangguan kenyamanan kendaraan Sungkur menyebabkan H gangguan besar pada kenyaman kendaraan dan Tabel 5. Kerusakan ini L sulit dilihat. Gerakan ke atas terjadi biala ada pengembangan Pengembangan menyebabkan cukup M gangguan kenyamanan kendaraan Pengembangan menyebabkan gangguan H besar pada kenyamanan kendaraan o Benjolan dan turun Tingkat kerusakan pengembangan identifikasinya disajikan pada Tabel 6. JANUARI 2011 3 .1 in (13 -25.½ in (6 – 13 mm) Kedalaman alur rata-rata M 1. Identifikasi dan Tingkat Kerusakan Keriting pada Perkerasan Lentur Tingkat Identifikasi Kerusakan Kerusakan Keriting mengakibatkan sedikit L Gangguan kenyamanan kendaraan Keriting mengakibatkan M agak banyak menganggu kenyamanan kendaraan Keriting mengakibatkan H banyak gangguan kenyamanan kendaraan o Alur (rutting) Tingkat kerusakan alur (rutting) identifikasinya disajikan pada Tabel 2.2 in (25 – 51 mm) Kedalaman ambles > 2 H iin(51 mm) Tabel 4. e. Identifikasi dan perbaikan berdasarkan Metode PCI o Keriting Tingkat kerusakan keriting dan identifikasinya disajikan pada Tabel 1.Identifikasi dan Tingkat Kerusakan Ambles Tingkat Identifikasi Kerusakan Kerusakan Kedalaman alur rata-rata L ¼ . o Sungkur (shoving) Tingkat kerusakan sungkur dan identifikasinya disajikan pada Tabel 4. Tabel 1. Identifikasi dan Tingkat Kerusakan Pengembangan Tingkat Identifikasi Kerusakan Kerusakan Pengembangan menyebabkan sedikit gangguan kenyamanan kendaraan. dan “MEKTEK” TAHUN XIII NO.5 mm) H Kedalaman alur rata-rata 1 in( 25.Kerusakan lubang.Evaluasi Kondisi dan Kerusakan Perkerasan Lentur di Beberapa Ruas Jalan Kota Kendari . Tingkat kerusakan perkerasan aspal. 1.½ in (6 – 13 mm) M Kedalaman alur rata-rata ½ .4 mm) o Ambles (deppression) Tingkat kerusakan ambles (deppression) dan identifikasinya disajikan pada Tabel 3. tapi dapat di deteksi dengan berkendaraan cepat. dan Tabel 3 .

Retak tak terisi. Dengan demikian. Tingkat keparahan kerusakan c. tingkat keparahan kerusakan dan kerapatannya. sembarangan lebar sampai 3 in (76mm) dikelilingi retak acak ringan. Identifikasi dan Tingkat Kerusakan Benjolan dan Turun Tingkat Identifikasi Kerusakan Kerusakan Pengembangan menyebabkan sedikit gangguan kenyamanan kendaraan.10 Gagal (failed) 11 – 25 Sangat buruk (very poor) 26 – 40 Buruk (poor) 41 – 55 Sedang (Fair) 56 – 70 Baik (good) 71 – 85 Sangat Baik (very good) 86 . Untuk mengatasi hal tersebut. lebar 3/8 – 3 in (10 – 76 mm) 2. Gerakan ke atas terjadi biala ada pengembangan Pengembangan menyebabkan cukup M gangguan kenyamanan kendaraan Pengembangan menyebabkan gangguan H besar pada kenyamanan kendaraan o Retak memanjang dan melintang Tingkat kerusakan pengembangan identifikasinya disajikan pada Tabel 7. Jumlah atau kerapatan kerusakan 2.ft atau m2) 4 .4 Metode PCI Pavement Condition Index (PCI) adalah system penilaian kondisi perkerasan jalan Dengan: Ad = luas total dari satu jenis perkerasan untuk setiap tingkat keparahan kerusakan (sq.ft atau m2 . Identifikasi dan Tingkat Kerusakan Benjolan dan Turun Tingkat Identifikasi Kerusakan Kerusakan L Satu dari kondisi berikut yang terjadi : 1. atau dalam feet atau meter. kerapatan kerusakan dapat dinyatakan oleh persamaan: Kerapatan (density)(%) = ……. yang disebut unit sampel.100 Sempurna (excellent) Dalam Metode PCI.(1) dan 7. Nilai PCI dapat dilihat pada Tabel 8. b. untuk menghasilkan ke tiga factor tersebut umumnya menjadi masalah. Tabel 8. Retak terisi. Hubungan antara nilai PCI dan Kondisi Jalan Nilai PCI Kondisi 0 . maka bagian tersebut di bagi-bagi ke dalam unit-unit inspeksi. Tipe kerusakan b. tapi dapat di deteksi dengan berkendaraan cepat. Retak tak terisi. Tabel berdasarkan jenis.Tabel 6. nilai pengurangan dipakai sebagai tipe factor pemberat yang mengindikasikan derajat pengaruh kombinasi tiap-tiap tipe kerusakan. Untuk menentukan PCI dari bagian perkerasan tertentu. Nilai pengurang (deduct value) adalah suatu nilai-pengurang untuk setiap jenis kerusakan jalan yang diperoleh dari kurva hubungan kerapatan (density) dan tingkat keparahan (severity level ) kerusakan. Kerapatan (density) adalah persentase luas atau panjang total dari satu jenis kerusakan terhadap luas atau panjang total bagian jalan yang diukur. bias dalam sq.5 Penilaian Kondisi Perkerasan a. tingkat keparahan kerusakan perkerasan fungsi dari 3 faktor utama yaitu : a. dan dapat digunakan sebagai acuan dalam usaha pemeliharaan. Retak terisi sembarangan lebar (pengisi kondisi bagus) M Satu dari kondisi berikut yang terjadi : 1. 3. Retak tak terisi. tingkat dan luas kerusakan yang terjadi. Kerusakan ini L sulit dilihat. Karena banyaknya kemungkinan kemungkinan kondisi perkerasan. lebar < 3/8 in (10 mm) atau 2. sembarangan le H Pengembangan menyebabkan cukup gangguan kenyamanan kendaraan 2.

. 1. JANUARI 2011 5 . dengan mengambil sampel jalan sepanjang 1 km di 11 kecamatan kota kendari.(2) dengan PCLs = PCI untuk setiap unit sampel atau unit penelitian. seperti yang terlihat pada Tabel 3.1 di atas. Unit Sample Unit Sample adalah bagian atau seksi dari suatu perkerasan yang di definisikan hanya untuk keperluan pemeriksaan.900 km.ft atau m2) Ld = panjang total jenis kerusakan untuk tiap tingkat keparahan kerusakan c. Variasi jumlah sample beragam tergantung dari lebar jalan yang disurvey. Metode Penelitian Melakukan survey di beberapa ruas jalan kota kendari. maka CDV yang digunakan adalah nilai-pengurang individual yang tertinggi. d. Nilai pengurang total (Total Deduct Value. Nilai PCI Setelah CDV diperoleh. Jika nilai CDV yang deperoleh lebih kecil dari nilai pengurang tertinggi. Adapun Peta lokasi penelitian dan luas sample jalan yang di survey.(3) dengan.Jumlah keseluruhan sample sebanyak 160 segmen. Adapun bagan alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 2. PCI r = nilai PCI rata-rata dari seluruh area penelitian PCL s = niali PCI untuk setiap unit sampel N = Jumlah unit sampel f. Jalan yang disurvey di seluruh kecamatan kota Kendari sepanjang 75. dengan ketentuan luasan tiap sample antara 762 ± 305 m2. Nilai-pengurang terkoreksi (Corrected Deduct Value) Nilai pengurang terkoreksi atau CDV diperoleh dari kurva hubungan antara nilai pengurangan total (TDV) dan nilai pengurangan (DV) dengan memilih kurva yang sesuai. 3. e. unit sampel di definisikan sebagai luasan sekitar 762 ± 305 m2 (2500 ± 1000 sq. CDV adalah CDV dari setiap unit sampel. Nilai PCI perkerasan secara keseluruhan pada ruas jalan tertentu adalah: PCI r = ……………………. Lokasi penelitian Gambar 1. maka PCI untuk setiap unit sampel dihitung dengan menggunakan persamaan: PCLs = 100 – CDV ………………. TDV) Nilai pengurang total atau TDV adalah jumlah total dari nilai pengurang (deduct value) pada masing-masing unit sampel.ft). dapat dilihat pada Gambar 1 dan Tabel 9. Untuk jalan dengan perkerasan aspal (termaksuk aspal di atas perkerasan beton) dan jalan tanpa perkerasan.Evaluasi Kondisi dan Kerusakan Perkerasan Lentur di Beberapa Ruas Jalan Kota Kendari As = luas total unit sampel (sq. Lokasi Penelitian “MEKTEK” TAHUN XIII NO.

67x6) 400.02 Sumber : Hasil Analisis.4) 340 7 Mandonga 1000 x 13.3 6000.02 11 Baruga 1000 x 6 15 (66. Bagan Alir Penelitian 6 . Penentuan Ukuran dan Jumlah Sampel penelitian di Kec.67 x6) 400.5 20 (50 x 13.4 10 (100x 3.Tabel 9. Kota Kendari Ukuran Panjang & Lebar Jumlah Setiap Sample No Kecamatan Jalan (m) Sample (m2) 1 Kendari 1000 x 6 10 (100x6) 600 2 Abeli 1000 x 6 20 (100x6) 600 3 Kendari Barat 1000 x 5 10 (100x5) 500 4 Lepo-Lepo 1000 x 6 10 (100x6) 600 5 Poasia 1000 x 4 10 (100x4) 400 6 Kambu 1000 x 3.5) 675 8 Wua-wua 1000 x 7 20(50 x 7) 350 9 Puwatu 1000 x 7 20 (50 x7) 350 10 Kadia 1000 x 6 15 (66.3 Mulai Studi Pustaka Pengambilan Data Data Primer • Survey Lokasi • Pengukuran luasan jalan Data Sekunder • Peta kota kendari • • • • • • • Analisi Data Menghitung Density Menghitung Deduct Value (DV) Menghitung Total Deduct Value (TDV) Menghitung corrected deduct value (CDV) Menghitung Pavement condition indeks (PCI) Menghitung nilai rata-rata PCI untuk setiap segmen Menentukan kondisi perkerasan jalan Penentuan Kondisi Jalan dan Kerusakan Jalan A Gambar 2.2010 Luas Keseluruhan Jalan (m2) 6000 12000 5000 6000 4000 3400 13500 7000 7000 6000.

“MEKTEK” TAHUN XIII NO. 1. JANUARI 2011 7 . Nilai PCI di Kecamatan Kota Kendari No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Kecamatan 1 Kendari Abeli Kendari Barat Lepo-Lepo Poasia Kambu Mandonga Wua-wua Puwatu Kadia Baruga 99 76 94 86 54 77 71 78 98 58 56 Nilai PCI Setiap Sample 2 88 53 94 60 84 84 89 88 94 45 40 3 90 58 92 46 58 66 91 50 90 87 68 4 29 66 86 75 66 73 100 31 92 56 36 5 15 66 94 68 46 61 100 96 89 61 46 6 18 78 98 17 78 64 100 99 76 85 69 7 72 52 100 73 59 44 99 81 46 77 58 8 85 73 90 4 92 76 62 68 61 79 68 9 24 72 90 72 84 45 100 64 76 78 81 10 55 70 90 48 84 83 94 88 58 67 67 11 0 61 0 0 0 0 100 90 58 66 65 12 0 44 0 0 0 0 52 90 75 74 72 13 0 74 0 0 0 0 87 94 64 98 79 14 0 82 0 0 0 0 100 93 75 80 70 15 0 57 0 0 0 0 88 100 58 40 90 16 0 81 0 0 0 0 92 86 62 0 0 17 0 77 0 0 0 0 100 100 31 0 0 18 0 80 0 0 0 0 97 90 62 0 0 19 0 78.5 0 0 0 0 100 81 59 0 0 PCIR ata20 rata 0 58 71 69 0 93 0 55 0 71 0 67 97 91 74 82 50 69 0 70 0 64 Tabel 11. kondisi jalan di Kota Kendari pada Tahun 2010 dalam Kondisi Sangat Baik (Very Good) dengan nilai PCI rata-rata 72%. diperoleh data seperti pada Tabel 10 dan Tabel 11. Berdasarkan nilai PCI di atas.1 Nilai PCI Berdasarkan hasil survey setiap segmen jalan di 11 kecamatan kota kendari. Rekapitulasi Nilai PCI dan Kondisi Jalan No Kecamatan Nilai PCI Rata-rata Kendari 1 58 Abeli 2 69 Kendari Barat 3 93 Lepo-Lepo 4 55 Poasia 5 71 Kambu 6 67 Mandonga 7 91 Wua-wua 8 82 Puwatu 9 69 10 Kadia 70 11 Baruga 64 Rata-rata 72 Kondisi Baik (Good) Sempurna (excellent) Sempurna (excellent) Sedang (Fair) Sangat Baik (very good) Baik (good) Sempurna (excellent) Sangat Baik (very good) Baik (good) Baik (good) Baik (good) Sangat Baik (very good) 4. ini menunjukkan bahwa ada peningkatan terhadap pemeliharaan rutin yang dilakukan oleh pemerintah kota kendari dibandingkan dengan kondisi jalan tahun 2009. Bagan Alir Penelitian (lanjutan) Tabel 10.Evaluasi Kondisi dan Kerusakan Perkerasan Lentur di Beberapa Ruas Jalan Kota Kendari A Pembahasan Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 2. Hasil dan Pembahasan 4.

17.15.10.8.021 0 0 0 0 0.2.10 Poasia 1.8.14.4.19.8.5.11.524 30.5.2.10.0 0.5.16.4.4.9.7.6.15 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan Retak Kendari 1. Retak Memanjang.94 50.62 13% 0.39 25.10 Mandonga 1.2.14.10 Kambu 1.5.19.7.2.03 28.12. Sungkur.8. Gelombang.167 0.6. Amblas.13.9 36 % 0.066 0 0 0 0 0.14.8.10 Barat Lepo-Lepo 1.12.10 Kendari 2.12.2. Alur. Puwatu 6. Retak Blok.1% Gambar 8 . Kegemukan.5.66 3.14.2.8.7.10 1 Buaya Abeli 2.10 Mandonga 0 Wua-wua 0 Puwatu 0 Kadia 0 Baruga 13 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan Densit y (%) 24.6. Pelepasan Butiran.11.2.0069 0.3.13.9.9.10. Adapun detail jenis kerusakan di setiap segmen Jalan dapat dilihat pada Tabel 12.3.6.3.5.5.9.7.37 5.7.9.10 3 Diagonal Abeli 0 Kendari 0 Barat Lepo-Lepo 0 Poasia 0 Kambu 4.63 8.12.84 76.14.8.12.7.3.3.6.yaitu Retak Kulit Buaya.725 0.3.16.9.Segmen Jenis Kecamatan No Jalan Kerusakan Retak Kulit Kendari 4.5.9.2.7.18.6.16. Jenis-Jenis Kerusakan di setiap Ruas Jalan Kecamtan No.9.8.5.87 28.15.11 Baruga 1.20 Wua-wua 1.8 2 Memanjang Abeli 1.3.7.9.59 25.13. Lubang dan Tambalan.4.4.55 18.8.15 Baruga 1. 10 Kambu 4 Mandonga 11 Wua-wua 1.2.15.2 Jenis kerusakan Jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada ruas-ruas jalan di kecamatan kota Kendari .3.2.5. Tabel 12.5.059 0 0.8.17.15 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan Retak Kendari 2.3.10.13.4.4.11.7.20 Puwatu 1.18.17.3.9.925 16.18 Kadia 5.5. Retak Diagonal.09 4.20 Kendari 3.11.6.3.11.6.20 Kadia 1.8.49 39.213 66. Retak Pinggir.5.4.10 Barat Lepo-Lepo 0 Poasia 5.9.8.6.2.7.15.4.4.5.9.13.11.

14.6.18 19.6.05 Kambu 2.8.16 Baruga 1.10 1.6.8.2.7.3.63 0 0 0 0.12 1.473 Mandonga 4.Evaluasi Kondisi dan Kerusakan Perkerasan Lentur di Beberapa Ruas Jalan Kota Kendari Tabel 12.10.5.12.5.13 15.10.13.10.2.5.5.10 1.9.4.19 15 0 2.6.18.10 0 0 1.13.15.2.5.Segmen Density No Kerus Kecamatan Jalan (%) akan Retak Kendari 8.688 0 1. Jenis-Jenis Kerusakan di setiap Ruas Jalan Kecamtan (lanjutan) Jenis No.8 8.50 0 21.2.4.2 Wua-wua 1.13.4.4.9.16.13.8.7.8.11.5% 5.12.562 Barat Lepo-Lepo 1.4.2.15 21.5.8.20 0.8.20 Puwatu 4.15.9.3.13.13.5.12.5 0 1.87 2.8.96 0 3.5.5.4.6.6.12.5.7 0.3.7.9 19.3.18.5.14.12.16.343 4 Blok Abeli 2.9 0 0 0 3 3.93 0 Kadia 1.5.6.5.3.4.93 0.8.18.2.5 0 0 0 0.10 0 2.7 3.2.2 50.7 9.17.7.45 9.6% Gambar Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 6 Amblas Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan “MEKTEK” TAHUN XIII NO.17 0 0 0 4.3.19.8.14.9 0.12.34 Poasia 8 0.7.10.9.6.8.74 Kendari 4.19.6.087 0 0 20.19.1% 0 9.10. 1.1 33.7 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 5 Retak Pinggir Kendari Abeli Kendari Barat LepoLepo Poasia Kambu Mandonga Wua-wua Puwatu Kadia Baruga Kendari Abeli Kendari Barat LepoLepo Poasia Kambu Mandonga Wua-wua Puwatu Kadia Baruga 1.9.17.3.14.3. JANUARI 2011 9 .6.

8.18 0 0 0 1.10 16.07 0 0 0 0.147 Mandonga 1 0.10 1.13 1.8.018 0 0.12.7.2% Gambar Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 9 Alur Kendari Abeli Kendari Barat LepoLepo Poasia Kambu Mandonga Wua-wua Puwatu Kadia Baruga 0 0 1.5.021 3.44 Lepo Poasia 1.3.02 0 0 0 19.37.Tabel 12.4. Jenis-Jenis Kerusakan di setiap Ruas Jalan Kecamtan (lanjutan) Jenis Kecamat No.2.7.6% 0 0 0.8. Tabel 12.77 0 0.6 0 1.7.27 Wua-wua 0 0 Puwatu 0 0 Kadia 0 0 Baruga 0 0 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 8 Sungkur Kendari Abeli Kendari Barat LepoLepo Poasia Kambu Mandonga Wua-wua Puwatu Kadia Baruga 8 0 4.9 0 9 0 0 0 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 10 .8 6.8.5.6.3 4.057 0 0.9 0 1 0 15.55 Kambu 8.Segmen Densit No Kerusakan an Jalan y (%) Gelombang Kendari 0 0 7 Abeli 0 0 Kendari 0 0 Barat Lepo1.362 0 0.7.10 0.4% 0.8 0 0.3.2.

13.15 Baruga 2.2.17.3.64 Lepo Poasia 0 0 Kambu 0 0 Mandonga 0 0 Wua-wua 3.76 Lepo Poasia 0 0 Kambu 3.3.11.9.10 11.5.2 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 56.9.6.15.14 Puwatu 1.10.6.4.4.1 30.13.4 2.16.7.91 Kendari 0 0 Barat Lepo0 0 Lepo Poasia 0 0 Kambu 4.19.2.19.5.16.78 6. 1.9.12.43 4.227 Mandonga 0 0 Wua-wua 2.97 Baruga 1.7 0.18 Wua-wua 4.8.7.3 0.9% Kendari 2.10.13.8.Segmen Density Jenis Kecamatan No Jalan (%) Kerusakan Kendari 1.11.7.10 0.3.6.8.3.4.20 Kendari 0 0 Barat Lepo3.13.021 10 Pelepasan Butiran 1.4.18.2.11 12.8.15 26.12.18.42 Kadia 15 3.47 Mandonga 1.2.10.Evaluasi Kondisi dan Kerusakan Perkerasan Lentur di Beberapa Ruas Jalan Kota Kendari Tabel 12.3 0.4.11.12.6.6.7.4.16.16 4.13.3.38 .13.15.10 1.11.9.20 12.8.3.14.7.14 10. Tabel 12.9.9.5.12.9% 0 0 11 Kegemukan Kendari Abeli 0 0 Kendari 0 0 Barat Lepo1.8.347 12 Lubang Abeli 3.5.15.4.15.7.17.12.13.2.20 Kadia 1.8.5.6.15 8.17 0.11.16.4 Puwatu 0 0 Kadia 3.14 16.6.4.3.88 Baruga 0 0 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 2.7. JANUARI 2011 11 .7. Jenis-Jenis Kerusakan di setiap Ruas Jalan Kecamtan (lanjutan) No.9.5.3 Abeli 4.1 7.9% Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan Gambar “MEKTEK” TAHUN XIII NO.78 Puwatu 5.12 9.7.1 333.10.

Tabel 12.Segmen Density No Kecamatan Kerusakan Jalan (%) Kendari 0 0 13 Tambalan Abeli 0 0 Kendari 0 0 Barat Lepo-Lepo 0 0 Poasia 0 0 Kambu 0 0 Mandonga 0 0 Wua-wua 0 0 Puwatu 7. 4. dan Alur (0. disebabkan jalan di kecamatan ini dekat dengan pantai. Retak Blok (15. Jenis-Jenis Kerusakan di setiap Ruas Jalan Kecamtan (lanjutan) Jenis No. Kegemukan (2. Puwatu dan Wua-wua merupakan kawasan niaga serta dilalui lalulintas antar propinsi dengan aktivitas lalulintas berat yang cukup tinggi. Kerusakan jalan berupa pelepasan butiran dengan persentase terbesar di Kecamatan Abeli.14 69.5% Gambar Jenis kerusakan yang cukup signifikan pada ruas jalan di Kecamatan Kota Kendari dari 160 segmen penelitian.11. Untuk tambalan dan sungkur yang banyak terdapat di Kecamatan Baruga. Lubang (6. 12 . Metode perbaikan yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis kerusakannya sehinggadiharapkan dapat meningkatkan kondisi perkerasan jalan tersebut.6%) dikecamatan Baruga.5%) di Kecamatan Puwatu. Tabel 12.1%) di Kecamatan Puwatu.5%).sedangkan kerusakan jalan berupa retak kulit buaya.2%) di Kecamatan Kambu. merupakan kawasan pemukiman dengan kondisi drainase yang buruk dan kondisi tanah yang lembek. Retak Diagonal (0.1%) dan Sungkur (1.12. Retak kulit buaya (36% ) di Kecamatan Mandonga. Gelombang dan Alur yang terjadi di Kecamatan Poasia dan Kambu. Amblas (2.57 Persentase Total dari Luas Keseluruhan Jalan 8. sehingga air laut dengan keasaman tertentu mempengaruhi kualitas campuran material yang menyebabkan lemahnya ikatan antara aspal dan batuan. retak blok dan retak memanjang yang berada pada di kecamatan Mandonga.16.10. Kondisi ini menyebabkan banyaknya tambalan dan adanyanya penggunaan aspal yang cukup banyak pada perkerasan.4%) di Kecamtan Poasia.9%) dan Retak Pinggir (3. yaitu : Pelepasan butiran (56. disebabkan daerah ini dilalui oleh aktivitas transportasi yang cukup padat berupa terminal dan bandara sehingga diperlukan kondisi perkerasan yang baik. sehingga beban lalulintas berat yang terjadi berulang-ulang (overload ) menyebabkan retak pada permukaan jalan.12.13. Adapun metode perbaikan dan prioritas jalan yang ditanggani dapat dilihat pada Tabel 13.9. sehingga pada saat musim penghujan banyak lapisan pondasi perkerasan jalan mengalami penurunan apalagi jika pemadatan tidak dilakukan dengan sempurna. Selanjutnya kerusakan jalan berupa lubang dan retak pinggir yang terjadi di Kecamatan Puwatu.6%) dan Gelombang (1. yaitu : Tambalan (8.9%) di Kecamatan Wua-wua.20 32. seperti Amblas.3 Cara perbaikan Melihat kondisi perkerasan yang telah mengalami kerusakan sebaiknya segera dilakukan perbaikan. sedangkan jenis kerusakan jalan yang tidak terlalu signifikan. disebabkan kondisi bahu jalan yang kurang stabil dan adanya aktivitas pengalian pipa PDAM yang mempercepat terjadinya proses kerusakan. Untuk tingkat kerusakan jalan dengan persentase yang tidak terlalu signifikan.99 Kadia 0 0 Baruga 9.9 %) di Kecamatan Abeli. dan Retak memanjang ( 13%) di Kecamatan wua-wua.

Metode Perbaiakan dan Prioritas Kecamatan Prioritas Cara Perbaikan No Jenis Kerusakn Kecamatan 1 Retak Kulit Mandonga 1. 5 Retak Puwatu 1. maka permukaan dikasarkan . dilakukan pembongkaran total pada perkerasan 10 Pelepasan Abeli 1. dilakukan dengan penambalan sementara 2. Perbaikan bergantung pada tingkat kerusakannya. maka material yang buruk dibongkar dan digantikan dengan material baik yang padat. Menambal di seluruh kedalaman 2. 8 Sungkur Baruga 1. Jika perkerasan mempunyai agregat pondasi dengan lapisan tipis perawat permukaan. 9 Alur Kambu 1. 3. Retak yang besar 2 Di isi dengan larutan emulsi aspal yang diikuti dengan penanganan Permukaan atau larutan pengisi. Jika pada permukaan . Jika perkerasan mempunyai agregat pondasi (base) dengan perawat permukaan tipis. 2. Untuk area kerusakan. padatkan lagi sebelum meletakan lapisan permukaan kembali. Perawatan permukaan 2.Evaluasi Kondisi dan Kerusakan Perkerasan Lentur di Beberapa Ruas Jalan Kota Kendari Tabel 13. Jika perkerasan mempunyai tebal perkerasan aspal dan pondasi melebihi 50 mm. Menambal di seluruh kedalaman 2. Penutupan retakan/ penutupan perkerasan 4. sungkur dangkal dapat dibongkar dengan mesin pengupas. JANUARI 2011 13 . kasarkan permukaan. Jika perkerasan mempunyai tebal permukaan aspal dan lapis pondasi 50 mm. Jika terjadi akibat lemahnya base atau tanah dasar. kemudian diikuti lapisan tambahan. Jika Pinggir bahu jalan tidak mendukung pinggir perkerasan. campur dengan material agregat pondasi. pemeliharan sementara seperti menutup dengan larutan penutup. Jika air menjadi factor penyebab kerusakan pecah. Membongkar lapisan aspal yang rusak kemudian Memanjang dilakukan penambalan permukaan 3 Retak Kendari 1. atau menambal pada seluruh kedalaman 7 Gelombang Poasia 1. maka harus dibuatkan drainase. Lapisan tambalan 2 Retak Wua-wua 1. Perawatan dilakukan dengan menggunakan chip atau butiran slurry seal. Penambalan parsial atau di seluruh kedalaman Buaya 2. kemudian dicampur dengan material pondasi. 3. 1. Membongkar lapisan aspal yang rusak kemudian Diagonal dilakukan penambalan permukaan 4 Retak Blok Puwatu 1 Retak dapat ditutup dengan larutan pengisi. diikuti dengan lapisan tambahan dari campuran aspal panas. keriting dangkal dapat dibongkar dengan mesin pengupas. Jika tingkat kerusakan ringan. perbaikan dapat dilakukan dengan menambal kulitnya. 3. “MEKTEK” TAHUN XIII NO. 3. Penambalan Parsial 6 Amblas Poasia 1.

6. 5. H. Kesimpulan dan Saran 5. Pemberian pasir panas atau batu saring panas untuk rnengimbangi kelebihan aspal 2. M. Metode Perbaiakan dan Prioritas Kecamatan (lanjutan) Prioritas Cara Perbaikan No Jenis Kerusakn Kecamatan 11 Kegemukan Wua-Wua 1. merupakan kerusakan jalan dengan tingkat kerapatan terbesar. Yogyakarta. Chapman and Hall. 1975. A Wiley – Interscience Publication.Y. b.. Parking Lots. Dilakukan penambalan permukaan untuk perbaikan sementara. Jika kegemukan ringan. BPS. Yoder. BC. c. Perbaikan permanen dilakukan dengan penambalan di seluruh kedalaman . Petunjuk Praktis Pemeliharaan Rutin Jalan Upr. Roads. 13 Tambalan Baruga 1. Kondisi perkerasan pada ruas jalan di Kota Kendari pada tahun 2010 dalam kondisi Sangat Baik (very good) dengan nilai PCI rata-rata 72%. M.C. Perbaikan atau penggantian tambalan di seluruh kedalaman untuk perbaikan permanen. 2010. Sultra. 12 Lubang Puwatu 1. Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga.J dan Witczak. Guide for Design of Pavement Structures. Daftar Pustaka AASHTO. b. E. 2007.2 Saran a. Bahan Kuliah. New York. Departemen Pekerjaan Umum Direktorat JenderalBina Marga. Washington DC.Tabel 13. New York 14 .9 %. 1996. 02. Gadjah Mada University Press. Sartono.1 Kesimpulan a.W.. Kerusakan jalan berupa pelepasan butiran sebanyak 56. Perlu dilakukan evaluasi terhadap tingkat kerusakan jalan dengan Metode Bina Marga dan Metode Asphalt Institute untuk membandingkan hasil penelitian yang diperoleh. W. Perbaikan sementara dilakukan dengan membersihkan lubang dan mengisinya dengan campuran aspal dingin yang khusus untuk tambalan. Sulawesi Tenggara Dalam Angka 2009. 2. Principles of Pavement Design. Perlunya dilakukan penanganan kerusakan jalan untuk mengurangi tingkat kecelakanaan dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan. dengan mengunakan agregat yang mudah menyerap. Shahin. Pavement for Airports. Pemeliharaan Jalan Raya. 1986. Hardiyatmo. Yogyakarta. Wua –wua dan Baruga 5.1 Tentang Pemeliharaan Rutin Perkerasan Jalan. Perancangan Prasarana Transportasi. Dept... Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan. MSTT UGM. Jenis kerusakan jalan terbanyak terdapat di Kecamatan Puwatu. perawatan dilakukan dengan seat coat. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful