Anda di halaman 1dari 1

97

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan a. Seorang Dokter keluarga memiliki hak dan kewajiban yang sesuai dengan ketetapan yang telah diatur oleh UU no 29 tentang Praktik Kedokteran. b. Dokter keluarga mandiri melakukan pelayanan yang komperhensif mengutamakan pencegahan serta menjaga kendali mutu pelayanannya. c. Kompetensi dokter keluarga sama dengan kompetensi dokter umum yang terdapat dalam konsil kodokteran. d. Dokter keluraga dalam praktiknya menjaga mutu pelayanan dan mutu biaya sehingga tercipta pelayanan kesehatan yang baik. e. PT ASKES dan PT JAMSOSTEK sama sama mengendalikan mutu dan biaya dalam melaksanakan tugasnya sebagai badan penyelenggrara. f. Dalam perekrutan dokter keluarga di PT ASKES dan PT JAMSOSTEK sama-sama melakukan cara aktif yaitu mencari providernya sendiri serta menerima dengan cara pasif yaitu menerima dan meseleksi provider yang ingin menjadi mitranya. g. PT ASKES dan PT JAMSOSTEK sama-sama melayani pelayanan kesehatan yang terstruktur dan berjenjang sesuai dengan strata pelayanan. h. PT ASKES menggunakan sistem kapitasi untuk pelayanan kesehatan yang diberikan dan PT JAMSOSTEK juga menggunakan sistem kapitasi pada sistem pelayanan strata I (PPK I) dan untuk strata selanjutnya menggunakan fee for service atau kalim. i. Sistem kapitasi yang digunakan oleh PT ASKES berbeda dengan PT JAMSOSTEK. 5.2. Saran a. Kegiatan early exposure ini agar tetap dilanjutkan kaena sangat bermanfaat dalam informasi mengenai badan penyelengara kesehatan di Indonesia serta melihat konsep dokter keluarga yang sebenarnya. b. Jadwal pelaksanaan early exposure dapat diatur di petengahan blok.