Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Blok Kedokteran Keluarga merupakan blok duapuluhsatu pada semester VII

dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada blok XXI ini, mahasiswa akan mempelajari mengenai praktik, pelayanan, manajemen, sistem pelayanan kesehatan, kinerja dan nilai-nilai islam dalam implementasi dokter keluarga. Pelayanan kesehatan merupakan setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit memulihkan kesehatan perseorangan, keluarga, kelompok dan serta

ataupun

masyarakat (Levey dan Loomba,1973). Syarat pokok pelayanan kesehatan terdiri atas sebagai berikut. 1. Tersedia dan berkesinambungan (available dan continous); 2. dapat diterima dan wajar (acceptable dan appropriate); 3. mudah dicapai (accesible); 4. mudah dijangkau (affordable); dan 5. bermutu. (quality). Dahulu, definisi dokter keluarga adalah semua dokter yang

menyelenggarakan pelayanan dokter keluarga. Baik itu dokter umum maupun dokter spesialis, sepanjang menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan prinsip dokter keluarga, maka dokter yang dimaksud adalah dokter keluarga. Namun sekarang, dokter keluarga adalah dokter umum yang telah mendapatkan tambahan pendidikan lebih lanjut dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan prinsip dokter keluarga. Pada dekade tahun 1990-an ini, sistem kesehatan di Indonesia sedang mengalami berbagai perubahan. Perubahan pertama adalah perubahan di dalam penyelenggaraan pelayanan (delivery system) untuk mengurangi beban

pembiayaan pemerintah. Peran serta

masyarakat semakin didorong di dalam

penyediaan pelayanan kesehatan, khususnya yang bersifat kuratif. Bahkan rumah sakit yang bersifat pencari laba telah diberikan ijin beroperasi di Indonesia.

Perubahan kedua adalah perubahan di dalam cara pembiayaan kesehatan dari yang tadinya bersifat individual ke kelompok dengan melalui mekanisme asuransi kesehatan (Tabrany, 2009). Penyelenggaraan program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban Negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan Negara, Indonesia seperti halnya berbagai Negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal (Jamsostek, 2010). Dalam memberikan pengetahuan lebih awal mengenai praktik dokter keluarga dan sistem jaminan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh PT. Askes dan Jamsostek kepada mahasiswa maka dalam blok XXI ini terdapat metode pembelajaran melalui pengetahuan langsung di lapangan yang disebut sebagai early exposure. Early exposure merupakan upaya terstruktur di dalam blok melalui tugas mandiri untuk menyiapkan mahasiswa memahami peran sebagai profesional dokter terutama dokter keluarga dan memahami kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dan administrasi layanan kesehatan terutama layanan dokter keluarga.

1.2

Tujuan

1.2.1. Tujuan Umum 1. Mahasiswa mengetahui mengenai prinsip dokter keluarga; 2. mahasiswa mengetahui mengenai praktik yang diselenggarakan oleh dokter keluarga; 3. mahasiswa mengetahui mengenai penyelenggarakan manajemen mutu oleh penyedia layanan kesehatan; 4. mahasiswa mengetahui mengenai manajemen keuangan oleh penyedia layanan kesehatan; dan 5. mahasiswa mengetahui alur kerja dari penyedia layanan kesehatan.

1.2.2. Tujuan Khusus 1. Mahasiswa mengetahui hak dan kewajiban yang dimiliki oleh dokter keluarga mandiri; 2. mahasiswa mengetahui jenis pelayanan yang dilakukan oleh dokter keluarga mandiri; 3. mahasiswa mengetahui kompentensi yang dimiliki oleh dokter keluarga mandiri; 4. mahasiswa mengetahui kendali mutu oleh dokter keluarga, PT. Askes dan PT. Jamsostek; 5. mahasiswa mengetahui sistem kapitasi yang diterapkan oleh PT. Askes dan PT. Jamsostek; 6. mahasiswa mengetahui cara yang dilakukan oleh PT. Askes dan PT. Jamsostek dalam merekrut dokter keluarga mandiri; 7. mahasiswa dapat melihat langsung kondisi dalam suatu praktik dokter keluarga mandiri; dan 8. mahasiswa dapat melihat langsung kinerja pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh PT. Askes dan PT. Jamsostek.