Anda di halaman 1dari 34

Emulsi

Lingga Ikaditya, M.Sc., Apt

Produk Emulsi

Pengertian
Emulsi (Emulsiones, Emulsa)
Berasal dari kata emulgeo : menyerupai susu, karena warna emulsi yg putih menyerupai susu Abad XVII, emulsi vera/alam: emulsi dari biji-bijian yg mgd lemak, air & protein (sebagai emulgator) Abad XVIII, ahli farmasis dr Perancis menemukan emulsi spuria/buatan: emulsi dari oleum varum, oleum anisi & eugenol oil dgn emulgator gom arab, tragakan & kuning telur Adl sistem dua fase, yg salah satu cairannya terdispersi dlm cairan lain dlm bentuk tetesan kecil

Tipe emulsi
Berdasarkan macam zat cair yg berfungsi sbg fase internal/eksternal ada 2 tipe :
Oil in water (o/w) atau minyak dlm air (M/A) adl emulsi yg terdiri atas butiran minyak tersebar/terdispersi ke dlm air.
minyak sbg fase internal Air sbg fase eksternal

Water in oil (w/o) atau air dlm minyak (A/M) adl emulsi yg terdiri atas butiran air tersebar/terdispersi ke dlm minyak.
Air sbg fase internal Minyak sbg fase eksternal

Tujuan Pemakaian Emulsi


1. Untuk dipergunakan sbg obat dalam/per oral, umumnya tipe o/w 2. Untuk dipergunakan sbg obat luar
bisa tipe o/w atau w/o, tergantung :
Sifat zatnya Efek terapi yg dikehendaki

Komponen emulsi
1. Komponen dasar
adl bhn pembentuk emulsi yg harus terdapat di dlm emulsi a. Fase dispers/internal/diskontinu/terdisfersi/dalam: zat cair yg terbagi-bagi menjadi butiran kecil di dalam zat cair lain b. Fase eksternal/kontinu/pendispersi/luar: zat cair dlm emulsi yg berfungsi sbg bahan dasar(pendukung) emulsi c. Emulgator, bahan untuk menstabilkan emulsi

2. Komponen tambahan
a. Corrigen saporis, odoris & colouris b. Pengawet (preservative) c. Anti oksidan

Emulgator (Emulsifying agent)/ Surfaktan


gliserin, tragakan dan gom Merupakan bahan tambahan (bahan pengemulsi) yg dpt menstabilkan emulsi sehingga meningkatkan proses emulsifikasi selama pencampuran, dengan cara:
Menempati antar-permukaan tetesan dan fase eksternal Membuat batas fisik di sekeliling partikel yg akan berkoalesensi : Penyatuan tetesan kecil menjadi tetesan besar dan akhirnya menjadi satu fase tunggal yang memisah Mengurangi tegangan permukaan antarfase

Pengawet (Preservatif)
Pengawet :
Metil-, etil-, propil- & butil-paraben Asam benzoat Senyawa amonium kuarterner

Semua krim membutuhkan antimikroba karena fase air mempermudah pertumbuhan bakteri Bakteri dapat menguraikan bhn pengemulsi nonionik & anionik, gliserin, tragakan dan gom

Antioksidan
Asam askorbat (Vit.C) -tokoferol Asam sitrat Propil galat Asam galat

Teori Terbentuknya Emulsi


1. Teori tegangan permukaan (Surface Tension) 2. Teori orientasi Bentuk Baji (Oriented Wedge) 3. Teori film plastik (Interfacial Film) 4. Teori Lapisan Listrik Rangkap (Electric Double Layer)

1. Teori tegangan permukaan (Surface


Tension)
Molekul memiliki daya tarik menarik antara: Molekul sejenis : kohesi Molekul tidak sejenis : adhesi Daya kohesi suatu zat selalu sama tdk ada keseimbangan daya kohesi perbedaan tegangan permukaan s/ z.cair Surface Tension tegangan permukaan

Interfacial tension
Tegangan bidang batas dua cairan yg tdk dpt bercampur Semakin tinggi perbedaan tegangan yg tjd di bidang batas, semakin sulit kedua zat cair utk bercampur Tegangan yg terjadi pd air :
dgn penambahan garamgaram anorganik & seny.elektrolit dgn penambahan :
seny.organik ttt (sapo)

Daya adhesi dua cairan yg tdk dpt bercampur selalu sama tdk ada keseimbangan daya adhesi Perbedaan tegangan bidang batas dua cairan yg tdk dpt bercampur (immicible liquid) Tegangan bidang batas Interfacial tension

Penambahan emulgator
Perbedaan tegangan bidang batas dua cairan yg tdk dpt bercampur (immicible liquid) Tegangan bidang batas Interfacial tension + Emulgator Menurunkan / menghilangkan tegangan bidang batas Kedua zat cair mudah bercampur

2. Teori orientasi Bentuk Baji (Oriented Wedge)


Fenomena terbentuknya emulsi berdasarkan adanya kelarutan selektif dari molekul emulgator yg dibagi jd 2 kelompok :
Hidrofilik : bag.emulgator yg suka air Lipofilik : bag. Emulgator yg suka minyak

Masing-masing kelompok akan bergabung dgn z.cair yg disenangi Emulgator menjadi pengikat antara air & minyak Antara kedua kelompok tsb akan membuat suatu keseimbangan

3. Teori film plastik


(Interfacial Film)
Teori yg mengatakan bahwa emulgator akan diserap pada batas antara air & minyak, sehingga terbentuk lapisan film yg akan menembus partikel fase dispers/fase internal Partikel terbungkus usaha antara partikel sejenis utk bergabung terhalang fase dispers stabil Syarat emulgator :
Dpt mbentuk lapisan film yg kuat tetapi lunak Jumlahnya cukup utk menutup semua permukaan partikel fase dispers Dpt mbentuk lapisan film dgn cepat & dpt menutup semua partikel dgn segera

3 cara penyebab terjadinya


muatan listrik Terjadinya ionisasi molekul pd permukaan partikel Terjadinya absorbsi ion oleh partikel dari cairan di sekitarnya Terjadinya gesekan partikel dgn cairan di sekitarnya.

4. Teori Lapisan Listrik Rangkap


(Electric Double Layer)
Jika minyak terdispersi ke dlm air : 1 lapis air yg lgs berhubungan dgn permukaan minyak akan bermuatan sejenis Lapisan berikut akan bermuatan yg berlawanan dgn lapisan di depannya Seolah tiap partikel minyak dilindungi oleh 2 benteng lapisan listrik yg saling berlawanan Benteng tsb akan menolak setiap usaha partikel minyak yg akan mengadakan penggabungan menjadi satu molekul besar, krn susunan listrik yg menyelubungi setiap partikel minyak mempunyai susunan yg sama Sesama partikel akan tolak menolak Stabilitas emulsi akan bertambah.

Bahan-bahan Pengemulsi (emulgator)


Emulgator alam
Emulgator dari tumbuhan
Gom arab Tragakan Agar-agar Chondrus Pektin, CMC

Emulgator buatan/sintetis
Sabun
Sabun kalium : tipe o/w Sabun kalsium : tipe w/o

Tween Span

Emulgator dari hewani


Kuning telur Adeps lanae

Emulgator dari mineral


Magnesium Aluminium Silikat (Veegum) Bentonit

Emulgator dpt dikelompok:


Anionik: sabun alkali, Nalauril sulfat Kationik: seny. Amonium kuarterner Nonionik: Tween, Span Amfoter: protein, lesitin

Cara pembuatan emulsi


1. Metode Gom Kering (Kontinental)

z. pengemulsi (gom arab) dicampur minyak + air, membentuk corpus emulsi Encerkan dgn sisa air yg tersedia
Z.pengemulsi larut dlm air + air, membentuk musilago + minyak perlahan, membentuk emulsi Encerkan dgn sisa air Utk m.atsiri, z.bersifat minyak & viskositas rendah Serbuk gom masukkan dlm botol kering + 2 bagian air, botol tutup, kocok kuat + sisa air sedikit demi sedikit sambil dikocok

2. Metode Gom Basah (Inggris)

3. Metode Botol (Botol Forbes)

Alat pembuat emulsi


1. 2. 3. Mortir & stamper
Mortir kasar lebih baik utk pembuatan emulsi Mengocok emulsi dlm botol secara terputus-putus lebih baik Fase dispers dihaluskan dgn cara dimasukkan ke dlm ruangan yg di dlmnya tdpt pisau berputar dgn kecepatan tinngi partikel mjd lebih kecil Dispersi cairan tjd krn campuran dipaksa mll saluran lubang kecil dgn tekanan besar Terdiri atas rotor & stator dgn permukaan penggilingan yg dpt diatur Digunakan utk mdptkan derajat dispersi cairan dlm cairan yg tinggi

Botol Mixer dan Blender

4.

Homogenizer

5.

Colloid Mil

Cara membedakan tipe emulsi


1. Dgn pengenceran fase
Setiap emulsi dpt diencerkan dgn fase eksternal
Tipe o/w dpt diencerkan dgn air Tipe w/o dpt diencerkan dgn minyak

2. Dgn pengecatan/pewarnaan
Z.warna akan tersebar merata dlm emulsi jika zat tsb larut dlm fase eksternal (dilihat dgn mikroskop)
+ sudan III (larut dlm minyak): tipe w/o berwarna merah + metilen biru (larut dlm air): tipe o/w berwarna biru + metieln merah/ amarant (larut dlm air): tipe o/w berwarna merah

Lanjutan..
3. Dgn kertas saring/kertas tisu
Jika ditetesikan pd kertas saring terjadi :
Noda minyak : tipe w/o Noda air : tipe o/w

4. Dgn konduktivitas listrik


Alat : stop kontak & kawat dgn K watt + neon watt , semua dihubungkan secara seri Jika elektroda dicelupkan dlm emulsi :
Tipe o/w: neon akan menyala Tipe w/o: neon tidak menyala

Kestabilan emulsi
Emulsi tidak stabil jika mengalami:
Creaming, Terpisahnya emulsi menjadi 2 lapisan, 1 bag. Mgd fase dispers lebih banyak dr pd lapisan yg lain Bersifat reversibel, jika dikocok perlahan akan terdispersi lg Koalesensi & cracking (breaking) Pecahnya emulsi krn film yg meliputi partikel rusak & butir minyak berkoalesensi/menyatu menjadi fase tunggal yg memisah Bersifat ireversibel, krn :
Peristiwa kimia: perubahan pH, + alkohol, + elektrolit CaO/CaCl2 Peristiwa fisika: pmanasan, pnyaringan, pdinginan, pngadukan Peristiwa biologi: fermentasi bakteri, jamur, ragi

Inversi fase Peristiwa berubahnya tipe emulsi o/w menjadi w/o secara tiba-tiba atau sebaliknya, sifatnya ireversibel

Kesalahan emulsi

HLB: Hydrophyl Lipophyl


Balancea Merupakan harga keseimbangan yg dimiliki emulgator Berupa angka yg menunjukkan perbandingan antara kelompok hidrofil dgn kelompok lipofil Semakin besar harga HLB, semakin banyak kelompok yg suka air emulgator lebih mudah larut dlm air

beberapa tipe surfaktan


Surfaktan Tween 20 (Polioksietilen sorbitan monolaurat) Tween 40 (Polioksietilen sorbitan monopalmitat) Tween 60 (Polioksietilen sorbitan monstearat) Tween 65 (Polioksietilen sorbitan tristearat) Tween 80 (Polioksietilen sorbitan monooleat) Tween 85 (Polioksietilen sorbitan trioleat) Arlacel/span 20 (sorbitan monolaurat) Arlacel/span 60 (sorbitan monostearat) Arlacel/span 80 (sorbitan monololeat) Arlacel 83 (sorbitan) Nilai HLB 16,7 15,6 14,9 10,5 15,0 11,0 8,6 4,7 4,3 3,7 Keterangan Cairan Cairan minyak Semipadat spt minyak Padat spt lilin Cair spt minyak Cair spt minyak Cairan minyak Padat spt malam Cairan minyak Cairan minyak

Nilai HLB

GOM
TEA (Trietanolamin)

8,0
12,0

Harga HLB & Kegunaan Emulgator


Harga HLB 13 46 79 Kegunaan Anti foaming agent Emulgator tipe w/o Bahan pembasah (wetting agent)

8 10
13 15 15 - 18

Emulgator tipe o/w


Bahan pembersih (detergent)
Pembantu kelarutan (solubilizing agent)

Perhitungan HLB
Rumus 1:
A% b = (X HLBb) x 100% (HLBa HLBb) B% a = (100% - A%)

Keterangan :
X: harga HLB yg diminta A: harga HLB yg tinggi B: harga HLB yg rendah

Rumus 2 : (B1xHLBB1) + (B2xHLBB2) = (Bcampuran x HLBcampuran)

Keterangan : B: Bobot emulgator

Soal 1
Pada pembuatan 100 ml emulsi tipe o/w diperlukan emulgator dengan harga HLB 12. Sebagai emulgator dipakai campuran span 20 (HLB 8,6) dan Tween 20 (HLB 16,7) sebanyak 5 g. Berapa gram masing-masing bobot span 20 dan tween 20 yg diperlukan dalam pembuatan emulsi tersebut ?

Soal 2
R/ T ween 80 70% HLB = 15 Span 80 30% HLB = 4,5

Berapa nilai HLB campuran surfaktan ?

No.1 (cara 1)

No.1 (cara 2)
Misal bobot tween 20=x, maka bobot span 20 =(5-x) (X x 16,7)+(5-X)x8,6 = 5x12 16,7X + 43 - 8,6 = 60 8,1X = 60 43 X = 2,1 Jd bobot tween 20= 2,1 g dan span 20 =(5-2,1g)=2,9 g

No.2
Tween 80 =70/100 x 15 =10,5 Span 80 = 30/100 x 4,5 = 1,35 + HLB CAMPURAN 11,85