Anda di halaman 1dari 39

Latara belakang Manusia itu diciptakan Tuhan sebagai makhkluk sempurna, sehingga mampu mencintai dirinya (autoerotik), mencintai

orang lain beda jenis (heteroseksual) namun juga yang sejenis (homoseksual) bahkan dapat jatuh cinta makhluk lain ataupun benda, sehingga kemungkinan terjadi perilaku menyimpang dalam perilaku seksual amat banyak. Manusia walaupun diciptakanNya sempurna namun ada keterbatasan, misalnya manusia itu satu-satunya makhluk yang mulut dan hidungnya tidak mampu menyentuh genetalianya; seandainya dapat dilakukan mungkin manusia sangat mencintai dirinya secara menyimpang pula. Hal itu sangat berbeda dengan hewan, hampir semua hewan mampu mencium dan menjilat genetalianya, kecuali Barnobus (sejenis Gorilla) yang sulit mencium genetalianya.Barnobus satu-satunya jenis apes (monyet) yang bila bercinta menatap muka pasangannya, sama dengan manusia. Hewanpun juga banyak yang memiliki penyimpangan perilaku seksual seperti pada manusia, hanya saja mungkin variasinya lebih sedikit, misalnya ada hewan yang homoseksual, sadisme, dan sebagainya. Sehubungan dengan itu saya menyusun artikel ini dengan judul penyimpangan seksual dan akan memabahas tentang jenis-jenis penyimpangan seksual.mudah-mudahan artikel ini dapat bermanfaat untuk kehidupan kita. B. Tujuan 1. Mengetahui pengertian dari penyimpangan seksual. 2. Mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan seksual. 3. Menambah wawasan tentang perilaku yang menyimpang.

BAB II PEMBAHASAN A. Bentuk Bentuk Penyimpangan Seksual Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologisatau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik.Berikut ini macam-macam bentuk penyimpangan seksual: 1. Homoseksual Homoseksual merupakan kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya. Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. Hal yang memprihatinkan disini adalah kaitan yang erat antara homoseksual dengan peningkatan risiko AIDS. Pernyataan ini dipertegas dalam jurnal kedokteran Amerika (JAMA tahun 2000), kaum homoseksual yang "mencari" pasangannya melalui internet, terpapar risiko penyakit menular seksual (termasuk AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

2.

Gambar1.1 Pelaku homoseksual Sadomasokisme Sadisme seksual termasuk kelainan seksual. Dalam hal ini kepuasan seksual diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya. Sedangkan masokisme seksual merupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual. Ekshibisionisme Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya dengan memperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengan kehendaknya. Bila korban terkejut, jijik dan menjerit ketakutan, ia akan semakin terangsang. Kondisi begini sering diderita pria, dengan memperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan masturbasi hingga ejakulasi. Voyeurisme Istilah voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancis yakni vayeuryang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi atau bahkan berhubungan seksual. Setelah melakukan kegiatan mengintipnya, penderita tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap korban yang diintip. Dia hanya mengintip atau melihat, tidak lebih. Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi setelah atau selama mengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan mengintip atau melihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk memperoleh kepuasan seksual. Yang jelas, para penderita perilaku seksual menyimpang sering membutuhkan bimbingan atau konseling kejiwaan, disamping dukungan orang-orang terdekatnya agar dapat membantu mengatasi keadaan mereka. Fetishisme Fatishi berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitas seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH (breast holder), celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan. Namun, ada juga penderita yang meminta pasangannya untuk mengenakan benda-benda favoritnya, kemudian melakukan hubungan seksual yang sebenarnya dengan pasangannya tersebut.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil Adalah orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks / kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur. Bestially Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dan lain sebagainya. Incest

9.

10. 11.

12.

Adalah hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri seperti antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengna anak cowok Necrophilia/Necrofil Adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat / orang mati. Zoophilia Zoofilia adalah orang yang senang dan terangsang melihat hewan melakukan hubungan seks dengan hewan. Sodomi Sodomi adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan. Frotteurisme/Frotteuris Yaitu suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesek / menggosok-gosok alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik / umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll.

13. Gerontopilia adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satu diagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual seperti voyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia, homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek). 14. Zina sensor adalah hubungan seksual yang dilakukan dengan orang yang bukan pasangan sah-nya, alias bukan suaminya atau bukan istrinya. Dengan definisi ini, sepasang remaja yang belum menikah jika nge-seks maka mereka disebut berzina. Seorang pria yang nge-seks sama wanita yang bukan istrinya juga disebut berzina. Ini juga termasuk incest, alias hubungan sedarah, atau hubungan seks sesame anggota keluarga sendiri non suami-istri seperti antara ayah dengan anak ceweknya, ibu dengan anak cowoknya, kakak dengan adiknya.

Gambar 1.2 pelaku Zina

BAB II

PENUTUP A. Kesimpulan Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifatpsikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetic.dan macam-macam bentuk penyimpangan seksual ialah : Homoseksual, Sadomasokisme, Ekshibisionisme, Voyeurisme,Fetishisme, Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil, Bestially, Incest,Necrophilia/Necrofil, Zoophilia, Sodomi, Frotteurisme/Frotteuris,Geront opilia, dan Zina. B. Solusi Jika Anda merasa memiliki perilaku seperti disebutkan di atas, yang pertama harus disadari adalah kecanduan seksual adalah masalah serius yang tidak akan hilang dengan sendirinya. Anda harus mendapatkan pengobatan atau terapi untuk menyembuhkannya. Kebanyakan penderita merasa kesulitan untuk mengubah perilakunya sendiri. Mengobati kecanduan seks, seperti kecanduan lainnya, sangat tergantung dari orang bersangkutan. Jika ia bisa menyadari bahwa perbuatannya salah dan ada kemauan untuk mengubahnya, pengobatan menjadi lebih mudah. Proses pengobatan bisa berupa serangkaian terapi mengenai kesehatan seksual, hubungan cinta yang sehat, pernikahan, atau mengikuti program support group. Terkadang obat-obatan tertentu, seperti Prozac atau Anafranil, diperlukan untuk menahan dorongan seksual yang berlebihan. Selain itu Perlu Anda sadari juga bahwa tidak ada seorang pun yang bisa sembuh
dari rasa ketagihan kecuali ia menerima bahwa dirinya punya masalah dan bertekad untuk berubah. Untuk menghadapi masalah seperti itu kita juga bisa melakukan beberapa

upaya dan usaha yang lain untuk mengatasi penyimpangan yang disebut di atas yaitu : 1. Upaya-upaya mengantisipasi penyimpangan seksual a. Penanaman nilai dan norma yang kuat Melalui proses sosialisasi ditanamkan nilai dan norma pada setiap individu secara baik dan kuat. b. Pelaksanaan peraturan yang konsisten Upaya mencegah penyimpangan dengan memberlakukan peraturan yang konsisten. c. Berkeperibadian yang kuat dan teguh Sikap dan sifat yang dimiliki secara khas dari seseorang individu member jawaban dan tanggapan posotif, atas suatu keadaan sehingga mampu berpikir, berperilaku yang baik, kuat, dan teguh. 2. Usaha-usaha untuk mengatasi penyimpangan seksual a. Sanksi yang tegas Pada pelaku penyimpangan sudah sepantasnya sanki yang berupa hukuman yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

b. Penyuluhan-penyuluhan Kepada pelaku penyimpangan kita ajak untuk kembali sadar, berperilaku sesuai dengan nilai dan norma melalui penyuluhan. 3. Sikap yang cocok dalam menghadapi penyimpangan seksual a. Tidak mudah terpengaruh b. menjauh hal-hal yang negatif C. Saran Kita mengetahui masalah seperti di atas itu hanya untuk pengetahuan dan supaya kita dapat menjauhinya, bukan untuk dipraktekan. Semoga kita dapat dijauhkan dari hal-hal yang seperti ini.

DAFTAR PUSTAKA http://kumpulblogger.com/lempar.php? 2.1 Bentuk Bentuk Penyimpangan Seksual Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik. Berikut ini macam-macam bentuk penyimpangan seksual:

1.Homoseksual Homoseksual merupakan kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya. Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. Hal yang memprihatinkan disini adalah kaitan yang erat antara homoseksual dengan peningkatan risiko AIDS. Pernyataan ini dipertegas dalam jurnal kedokteran Amerika (JAMA tahun 2000), kaum homoseksual yang "mencari" pasangannya melalui internet, terpapar risiko penyakit menular seksual (termasuk AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak.

2.Sadomasokisme Sadisme seksual termasuk kelainan seksual. Dalam hal ini kepuasan seksual diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya. Sedangkan masokisme seksual merupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual.

3.Ekshibisionisme Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya dengan memperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengan kehendaknya. Bila korban terkejut, jijik dan menjerit ketakutan, ia akan semakin terangsang. Kondisi begini sering diderita pria, dengan memperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan masturbasi hingga ejakulasi.

4.Voyeurisme Istilah voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancis yakni vayeur yang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi atau bahkan berhubungan seksual. Setelah melakukan kegiatan mengintipnya, penderita tidak melakukan tindakan lebih lanjut terhadap korban yang diintip. Dia hanya mengintip atau melihat, tidak lebih. Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi setelah atau selama mengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan mengintip atau melihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk memperoleh kepuasan seksual. Yang jelas, para penderita perilaku seksual menyimpang sering membutuhkan bimbingan atau konseling kejiwaan, disamping dukungan orang-orang terdekatnya agar dapat membantu mengatasi keadaan mereka.

5.Fetishisme Fatishi berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitas seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH (breast holder), celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan. Namun, ada juga penderita yang meminta pasangannya untuk mengenakan benda-benda favoritnya, kemudian melakukan hubungan seksual yang sebenarnya dengan pasangannya

tersebut.

6. Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / Pedofil Adalah orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks / kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur. 7.Bestially Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dan lain sebagainya. 8.Incest Adalah hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri seperti antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengna anak cowok 9.Necrophilia/Necrofil Adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat / orang mati. 10.Zoophilia Zoofilia adalah orang yang senang dan terangsang melihat hewan melakukan hubungan seks dengan hewan. 11.Sodomi Sodomi adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan. 12.Frotteurisme/Frotteuris Yaitu suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesek / menggosok-gosok alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik / umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll. 13.Gerontopilia adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan

seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut (nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satu diagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual seperti voyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia, homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek). Manusia itu diciptakan Tuhan sebagai makhkluk sempurna, sehingga mampu mencintai dirinya (autoerotik), mencintai orang lain beda jenis (heteroseksual) namun juga yang sejenis (homoseksual) bahkan dapat jatuh cinta makhluk lain ataupun benda, sehingga kemungkinan terjadi perilaku menyimpang dalam perilaku seksual amat banyak. Manusia walaupun diciptakanNya sempurna namun ada keterbatasan, misalnya manusia itu satu-satunya makhluk yang mulut dan hidungnya tidak mampu menyentuh genetalianya; seandainya dapat dilakukan mungkin manusia sangat mencintai dirinya secara menyimpang pula. Hal itu sangat berbeda dengan hewan, hampir semua hewan mampu mencium dan menjilat genetalianya, kecuali Barnobus (sejenis Gorilla) yang sulit mencium genetalianya. Barnobus satu-satunya jenis apes (monyet) yang bila bercinta menatap muka pasangannya, sama dengan manusia. Hewanpun juga banyak yang memiliki penyimpangan perilaku seksual seperti pada manusia, hanya saja mungkin variasinya lebih sedikit, misalnya ada hewan yang homoseksual, sadisme, dan sebagainya. Kasus Gerontopilia mungkin jarang terdapat dalam masyarakat karena umumnya si pelaku malu untuk berkonsultasi ke ahli, dan tidak jarang mereka adalah anggota masyarakat biasa yang juga memiliki keluarga (anak & istri/suami) serta dapat menjalankan tugas-tugas hidupnya secara normal bahkan kadang-kadang mereka dikenal sebagai orang-orang yang berhasil/sukses dalam karirnya. Meski jarang ditemukan, tidaklah berarti bahwa kasus tersebut tidak ada dalam masyarakat Indonesia.

Contoh Kasus

Sebut saja si pelaku berinisial "S". S mulai menceritakan riwayat hidupnya sebagai seorang anak lakilaki yang ketika berumur 4 tahun ayahnya meninggal dunia, dan selanjutnya ia diasuh oleh kakek dan neneknya. Kehidupan masa kecilnya bersama nenek dan kakeknya cukup bahagia, S dapat mengikuti

pendidikan formal dengan baik. Setelah lulus SMA, S pindah ke kota lain karena diterima di salah satu Fakultas Kedokteran Negeri di Sumatera dan akhirnya berhasil menjadi seorang dokter. Ketika di SMA banyak waktu dihabiskan untuk melakukan kegiatan-kegiatan di masjid atau surau seperti kawan-kawan sebayanya di sana. Meski telah menjadi seorang dokter, ada kenangan yang sulit dilupakan karena pada saat S banyak melakukan kegiatan di surau, ia memiliki kenalan yang sangat akrab yaitu seorang kakek yang banyak memberikan perhatian, bantuan, dorongan, kesenangan dan kepuasan bagi S sebagai seorang remaja. Pada saat S kuliah di kota lain hubungan tetap terjalin, tiap malam minggu ia pulang seperti remaja lain mengunjungi pacarnya. Namun pacar S ini lain dari yang lain yaitu seorang kakek yang ubanan, bersih dan ganteng, katanya. Apa yang dilakukan antara kakek dan remaja tersebut ternyata bercinta secara homoseksual. Hal itu dilakukan cukup lama sejak SMA kelas I sampai S lulus menjadi dokter, pada hal si kakek tersebut punya anak dan punya istri. Cara bercintanya juga sangat rapi karena tidak ada yang tahu, baik pihak keluarga kakek maupun keluarga S, termasuk kawan-kawan sebayanya. Rupanya apa yang dilakukan kedua insan berbeda usia dan sejenis tersebut membahagiakan kedua belah pihak, karena kedua belah pihak merasa sulit untuk berpisah. Untuk menjaga kelestarian hubungan antara keduanya, kakek menawarkan kepada S agar menikah dengan anak perempuannya bernama (K). S sudah cukup kenal dengan K walaupun merasa tidak cinta, seperti cintanya terhadap ayah K. Namun akhirnya S nikah dengan K karena ada udang dibalik batu agar tetap dekat dengan ayah K. Dalam kehidupan sebagai suami istri S menjalaninya biasa-biasa saja, namun hubungan dengan kakek juga tetap dijalankan, bahkan merasa lebih bebas karena satu rumah. Kadang-kadang ia bermesraan sama kakek yang sekarang adalah mertua, namun kadang-kadang bermesraan sama K sebagai istri. Dalam bathin S sering timbul perasaan bahwa cintanya terhadap istri cukup sebagai simbol status sosial, karena secara umum hal itu merupakan suatu yang wajar bahwa laki-laki berpasangan dengan wanita. Namun disisi lain S merasa sangat mencintai kakek dan merasa lebih bergairah dalam bercinta. Bahkan S merasa terangsang dengan istri bila habis bermesraan dengan kakek, entah bagaimana caranya. Keadaan itulah yang terus terbawa sampai saat ini. S merasa bergairah dengan istrinya apabila habis bercinta dengan si kakek. Kehidupan memang tidak pernah akan berlanjut dengan mulus bagi S untuk bermesraan dengan dua orang, dimana satu sama lain tidak memperlihatkan kecumburuan dan kecurigaan dan dua-duanya memberi kepuasan pada dirinya. Setelah S dengan K memiliki anak pertama, si kakek meninggal dunia. S pada awalnya merasa shock karena pasangan yang sangat dicintainya telah tiada dan S kemudian mencurahkan perhatiannya kepada anak dan istrinya serta pekerjaannya sebagai pegawai negeri. Waktu berlalu dengan cepat, sampai akhirnya S sudah berpindah-pindah kota dan sudah menduduki jabatan penting. Suatu saat S ditawari untuk pindah ke Jakarta dan ia tentu saja merasa sangat senang karena dapat bekerja di pusat. Setelah berada di Jakarta S merasa senang jika mendapat tugas mendampingi tamu bule pria untuk keliling daerah. Menurut S umumnya orang bule senang diajak main

cinta dengan dia, sehingga keinginan S untuk bertemu idamannya yaitu laki-laki, sudah cukup tua, rambutnya putih dan klimis, apalagi mau diajak bercinta semakin menggebu lagi. Ketika hal itu dapat dilakukan S maka ia merasa bahagia dan merasa bergairah untuk bercinta dengan istrinya. Selain itu hubungan S dengan istrinya tidak uring-uringan dan keduanya merasa bahagia, walaupun keadaan S mungkin tidak diketahui oleh istrinya. Dalam kehidupan bermasyarakat perilaku S terlihat biasa-biasa saja namun sebagai seorang seorang ahli medis ia mendapatkan kesulitan bila menemui pasien seperti yang diidamkannya yaitu pria cukup tua, rambut putih, penampilan bersih dan klimis. Setiap bertemu pasien seperti itu S langsung naksir dan amat tertarik. Kata S, secara naluri ia tahu apakah orang yang dihadapi (diperiksa) itu mau diajak bercinta atau tidak, sehingga hal itu menyebabkan konflik, antara tugas profesi dan dorongan nalurinya yang tidak pada tempatnya. Untuk menjaga profesinya itu S sangat hati-hati jangan sampai rahasia dirinya diketahui oleh para pasiennya. Dalam keadaan inilah S sering merasa terganggu ketenangannya sehingga di rumahpun ia mudah menjadi emosional dan uring-uringan. Keadaan seperti itu terus berlanjut sampai usianya berkepala lima. Dorongan ingin bertemu dengan idamannya sangat kuat. Saking kuatnya keinginan tersebut, suatu saat S mencoba mendekati waria di pinggir jalan di sekitar sebuah taman di Jakarta pada saat waria mejeng di sana. Begitu mudah berkenalan dengan waria bagi S, namun S menjadi terkejut dan takut karena perilaku waria ternyata lain dengan yang di bayangkan S. Kata S waria yang ditemuinya ternyata lebih feminin dari wanita, sehingga ia bingung bagaimana cara merayunya untuk bercinta, sehingga S teringat pada istrinya dan spontan meninggalkann waria tersebut. Contoh kasus di atas menggambarkan bahwa penyimpangan (deviasi) seksual kadang-kadang memang merupakan sesuatu yang aneh. Misalnya kenapa S menjadi bingung, obsesif, cemas hanya karena ingin ketemu untuk bercinta dengan orang yang sudah tua dan sejenis (homo), padahal dia sudah punya anak dan istri. Kasus tersebut juga heteroseksual (punya istri) namun juga biseksual karena dapat bercinta dengan sejenis maupun lawan jenis. Disisi lain S juga mengeluh impotensi terhadap istri, walaupun hal itu tidak bersifat permanen, bahkan jika setelah ketemu idamannya untuk bermain cinta, ia menjadi bergairah lagi. Menyikapi masalah-masalah seperti dalam contoh kasus tersebut, kita semua dituntut untuk memiliki ketahanan mental agar tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya sehingga akhirnya menjadi menyimpang. Untuk memperoleh ketahanan mental tersebut kita sudah diberikan acuan dan pedoman berupa norma-norma agama, norma etika maupun norma sosial. Oleh sebab itu

berperilakulah yang normatif dalam arti bertingkahlaku mengikuti norma agama, norma etika dan norma sosial yang berlaku.

Penyimpangan Seksual

Penyimpangan seksual merupakan bentuk perbuatan menyimpang dan melanggar norma dalam kehidupan masyarakat.Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, cara yang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik. Berikut ini 2 contoh bentuk penyimpangan seksual:

Sodomi
Sodomi adalah istilah hukum yang digunakan dalam untuk merujuk kepada tindakan seks "tidak alami ,yang bergantung pada yuridiksinya dapat terdiri atasseks oral atau seks anal atau semua bentuk pertemuan organ nonkelamin dengan alat kelamin, baik dilakukan secara heteroseksual, homoseksual, atau antara manusia dan hewan

Contoh Kasus Sodomi


JAKARTA (Pos Kota) Penyanyi sekaligus bintang sinetron Cinta Laura, 17, mengatakan kasus sodomi dan mutilasi yang menimpa anak-anak jalanan itu tidak akan terjadi jika pemerintah dan masyarakat mau peduli dengan kondisi anak-anak terlantar tersebut. Coba kalau satu orang kaya di Indonesia menjadi orang tua asuh buat 10 anak jalanan di Indonesia, pasti kesejahteraan mereka akan terjamin, tuturnya padaPos Kota, Kamis (21/1) sore. Menurut Cinta, tindakan pemerintah dengan cara menangkapi anak jalanan dan memeriksa dubur anak, tidak efektif untuk mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak-anak jalanan. Justru hal itu membuat anak-anak jalanan lari ketakutan dan merasa tidak nyaman dengan adanya tindakan tersebut. Yang salah itu govermantnya, coba kalau Dinas Sosial memaksimalkan tugasnya dengan baik seperti membenahi panti sosial dengan cara melengkapi fasilitas tempat tidur, menyediakan media belajar dan

mencukupi kesehatan gizinya, pastinya anak-anak jalanan itu akan betah tinggal di panti sosial, tanda puteri dari Herdiana Khiel ini. Cinta yang telah menelurkan album barunya berjudul Cinta Laura ini berharap pemerintah segera melaksanakan pasal 34 UUD 1945 untuk mensejahterahkan fakir miskin dan anak-anak terlantar. Di kota-kota besar, fakir miskin dan anak-anak terlantar itu sudah sangat banyak, seharusnya pemerintah segera menyelesaikannya dari dahulu, bukan pas ada kasus yang lagi ramai diberitakan saja, baru mau peduli, tandasnya. (mia/dms).

Pedofilia
Pedofilia (dari bahasa Yunani: paidophilia ()pais (, "anakanak") dan philia (, "cinta") adalah penyimpangan kepribadian seseorang yang memiliki ketertarikan atau hasrat seksual terhadapanakanak yang belum memasuki masa remaja. Istilah ini seringkali ditujukan kepada orang-orang dewasayang memiliki kondisi ini. Kadang istilah ini juga digunakan untuk merujuk kepada pelaku pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Orang-orang yang mempunyai kondisi ini disebut pedofil.

Contoh Kasus Pedophilia


Bule Terpidana Kasus Pedophilia Bebas
MATARAM, GOMONG.COM Donald John Storen (61), pria bule berkebangsaan Australia yang menjadi terpidana empat tahun dalam kasus pedhopilia (pencabulan anak-anak karena kelainan sesksual), Selasa (17/8), menjadi salah satu narapidana yang langsung bebas, setelah menerima remisi khusus peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2010. Storen juga dipastikan langsung dideportasi ke negara asalnya, setelah menyelesaikan masa pidananya itu. Dokumen keimigrasiannya sudah mati selama dia dipenjara. Kami sudah koordinasikan dengan pihak Imigrasi, setelah bebas ini dia akan dideportasi ke negaranya, kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTB, Bambang Irawan, Selasa (17/8) di Lapas Mataram usai acara penyerahan remisi.

Menurut Bambang, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Australia atau institusi yang mewakili, untuk memberitahukan tentang deportasi salah satu warga Australia itu. Don Storen menghuni Lapas Mataram setelah divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Mataram akhir tahun 2006 silam, atas tuduhan melakukan pelecehan seksual dan pencabulan terhadap empat orang anak lelaki di kawasan Senggigi. 17 Agustus tahun ini sedikitnya 799 orang narapidana dari total 1.034 narapidana yang tersebar di sejumlah Lembaga Pemasyarakatkan (Lapas) di wilayah NTB, mendapatkan remisi khusus peringatan HUT Kemerdekaan RI, dari pemerintah. 58 orang diantaranya termasuk Storen, menerima remisi umum II atau langsung bebas setelah remisi. Sementara 754 orang sisanya mendapatkan remisi umum I, pemotongan masa pidana antara 2 bulan hingga 6 bulan, namun masih menjalani masa pidana. (gra/LOMBOK)

Faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku seksual


a. Perspektif biologis yang terjadi pada masa pubertas dan pengaktifan hormonal. Pada masa ini rawan terjadinya penyimpangan seksual. b. Pengaruh orangtua terjadi biasanya kurangnya komunikasi antara orangtua dengan remaja dalam masalah seputar seksual yang akhirnya dapat memperkuat munculnya perilaku penyimpangan seksual c. Pengaruh teman sebaya d. Perspektif akademik e. Perseptif sosial kognitif.

Usaha-usaha Untuk Menghindari Penyimpangan Seksual


1. 2. 3. 4. Meningkatkan iman dan taqwa Sikap dan pengertian yang baik orang tua Pendidikan seks Memberikan lingkungan yang baik

Kesimpulan

1. Penyimpangan seksual merupakan bentuk perbuatan menyimpang dan melanggar norma dalam kehidupan masyarakat. 2. Contoh bentuk penyimpangan seksual adalah sodomi dan pedophilia. 3. Sodomi adalah semua bentuk pertemuan organ non-kelamin dengan alat kelamin, baik dilakukan secaraheteroseksual, homoseksual, atau antara manusia dan hewan. 4. Pedophilia adalah adalah penyimpangan kepribadian seseorang yang memiliki ketertarikan atau hasratseksual terhadap anak-anak yang belum memasuki masa remaja. 5. Perspektif biologis, Pengaruh orangtua, Pengaruh teman sebaya, Perspektif akademik dan Perseptif sosial kognitif merupakan factor yang mempengaruhi penyimpangan seksual. Meningkatkan iman dan taqwa, Sikap dan pengertian yang baik orang tua, Pendidikan seks, Memberikan lingkungan yang baik, Berteman dengan orang yang yang tidak membawa pengaruh untuk melakukan penyimpangan seksual merupakan usaha yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyimpangan seksual.
PENYIMPANGAN SEKSUAL Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseoranguntuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Biasanya, carayang digunakan oleh orang tersebut adalah menggunakan obyek seks yang tidak wajar. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik. Berikutini macam-macam bentuk penyimpangan seksual:1. Homoseksual H omoseksual merupakan kelainan seksual berupa disorientasi pasanganseksualnya. Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan. H al yang memprihatinkan disini adalah kaitan yang erat antarahomoseksual dengan peningkatan risiko AIDS. Pernyataan ini dipertegasdalam jurnal kedokteran Amerika (JAMA tahun 2000), kaum homoseksualyang mencari pasangannya melalui internet, terpapar risiko penyakitmenular seksual (termasuk AIDS) lebih tinggi dibandingkan mereka yangtidak. 2. S adomasokisme S adisme seksual

termasuk kelainan seksual. Dalam hal ini kepuasan seksualdiperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulumenyakiti atau menyiksa pasangannya. Sedangkan masokisme seksual merupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengajamembiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasanseksual. 3 . E kshibisionisme Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya denganmemperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengankehendaknya. Bila korban terkejut, jijik dan menjerit ketakutan, ia akansemakin terangsang. Kondisi begini sering diderita pria, denganmemperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan masturbasi hinggaejakulasi. 4 . V oyeurisme Istilah voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancisyakni vayeur yang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akanmemperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lainyang sedang telanjang, mandi atau bahkan berhubungan seksual. Setelahmelakukan kegiatan mengintipnya, penderita tidak melakukan tindakan lebihlanjut terhadap korban yang diintip. Dia hanya mengintip atau melihat, tidak lebih. Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi setelah atau selamamengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan mengintip ataumelihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk memperolehkepuasan seksual. Yang jelas, para penderita perilaku seksual menyimpangsering membutuhkan bimbingan atau konseling kejiwaan, disampingdukungan orang-orang terdekatnya agar dapat membantu mengatasi keadaanmereka.5. F etishisme F atishi berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitasseksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan B H (breast holder),celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat ataudorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi danmendapatkan kepuasan. Namun, ada juga penderita yang meminta pasangannya untuk mengenakan benda-benda favoritnya, kemudianmelakukan hubungan seksual yang sebenarnya dengan pasangannya tersebu 6 . P edophilia /P edophil /P edofilia

/P edofil Adalah orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks / kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur.7. B estially Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing,dan lain sebagainya.8. I ncest Adalah hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suamiistri seperti antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengan anak laki-laki.9. N ecrophilia /N ecrofil Adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudahmenjadi mayat / orang mati.10. Z oophilia Z oofilia adalah orang yang senang dan terangsang melihat hewan melakukanhubungan seks dengan hewan.11. S odomi Sodomi adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan.12. F rotteurisme / F rotteuris Yaitu suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkankepuasan seks dengan jalan menggesek-gesek/menggosok-gosok alatkelaminnya ke tubuh perempuan di tempat publik/umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll. 13 .

G erontopilia Adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cintadan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut(nenek-nenek atau kakek-kakek). Gerontopilia termasuk dalam salah satudiagnosis gangguan seksual, dari sekian banyak gangguan seksual sepertivoyurisme, exhibisionisme, sadisme, masochisme, pedopilia, brestilia,homoseksual, fetisisme, frotteurisme, dan lain sebagainya. Keluhan awalnyaadalah merasa impoten bila menghadapi istri/suami sebagai pasanganhidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi. Semakin ia didesak oleh pasangannya maka ia semakin tidak berkutik, bahkan menjadi cemas. Gairahseksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika iatelah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).Manusia itu diciptakan Tuhan sebagai makhkluk sempurna, sehinggamampu mencintai dirinya (autoerotik), mencintai orang lain beda jenis(heteroseksual) namun juga yang sejenis (homoseksual) bahkan dapat jatuh cintamakhluk lain ataupun benda, sehingga kemungkinan terjadi perilaku menyimpangdalam perilaku seksual amat banyak. Manusia walaupun diciptakanNya sempurnanamun ada keterbatasan, misalnya manusia itu satu-satunya makhluk yang mulutdan hidungnya tidak mampu menyentuh genetalianya; seandainya dapat dilakukanmungkin manusia sangat mencintai dirinya secara menyimpang pula. H al itusangat berbeda dengan hewan, hampir semua hewan mampu mencium danmenjilat genetalianya, kecuali Barnobus (sejenis Gorilla) yang sulit menciumgenetalianya. Barnobus satu-satunya jenis apes (monyet) yang bila bercintamenatap muka pasangannya, sama dengan manusia. H ewanpun juga banyak yangmemiliki penyimpangan perilaku seksual seperti pada manusia, hanya sajamungkin variasinya lebih sedikit, misalnya ada hewan yang homoseksual,sadisme, dan sebagainya Kasus Gerontopilia mungkin jarang terdapat dalam masyarakat karenaumumnya si pelaku malu untuk berkonsultasi ke ahli, dan tidak jarang merekaadalah anggota masyarakat biasa yang juga memiliki keluarga (anak &istri/suami) serta dapat menjalankan tugas-tugas hidupnya secara normal bahkankadangkadang mereka dikenal sebagai orang-orang yang berhasil/sukses dalamkarirnya. Meski jarang ditemukan, tidaklah berarti bahwa kasus tersebut tidak adadalam masyarakat Indonesia. U saha-usaha P encegahan T erhadap P enyimpangan S eksual 1. Sikap dan pengertian orang tuaPencegahan abnormalitas masturbasi sesungguhnya bisa secaraoptimal diperankan oleh orang tua. Sikap dan reaksi yang tepat dari orang tuaterhadap anaknya yang melakukan masturbasi sangat penting. Di samping itu,orang tua perlu memperhatikan kesehatan umum dari anakanaknya jugakebersihan di sekitar daerah genitalia mereka. Orangb tua perlu mengawasisecara bijaksana hal-hal yang bersifat pornografis dan pornoaksi yangterpapar pada anak.Menekankan kebiasaan masturbasi sebagai sebuah dosa dan pemberian hukuman hanya akan menyebabkan anak putus asa danmenghentikan usaha untuk mencontohnya. Sedangkan pengawasan yang bersifat terang-terangan akan menyebabkan sang anak lebih memusatkan perhatiannya pada kebiasaan ini; dan kebiasaan ini bias jadi akan menetap.Orang tua perlu memberikan penjelasan seksual secara jujur, sederhana danterus terang

kepada anaknya pada saat-saat yang tepat berhubungan dengan perubahan-perubahan fisiologik seperti adanya ereksi, mulai adanya haid dnfenomena sexual secunder lainnya.Secara khusus, biasanya anak remaja melakukan masturbasi jika punya kesempatan melakukannya. Kesempatan itulah sebenarnya yang jadi persoalan utama. Agar tidak bermasturbasi, hendaklah dia (anak) jangandiberi kesempatan untuk melakukannya. Kalau bisa, hilangkan kesempatanitu. Masturbasi biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sunyi, sepi danmenyendiri. Maka, jangan biarkan anak untuk mendapatkan kesempatanmenyepi sendiri. Usahakan agar dia tidak seorang diri dan tidak kesepian.Beri dia kesibukan dan pekerjaan menarik yang menyita seluruh perhatiannya, sehingga ia tidak teringat untuk pergi ke tempat sunyi danmelakukan masturbasi.Selain itu, menciptakan suasana rumah tangga yang dapat mengangkatharga diri anak, hingga ia dapat merasakan harga dirinya. H indarkan anak dari melihat, mendengar dan membaca buku-buku dan gambar-gambar porno.Suruhlah anak-anak berolah raga, khususnya olah raga bela diri, yang akanmenyalurkan kelebihan energi tubuhnya. Atau membiasakan mereka aktif dalam organisasi kepemudaan dan keolahragaan.2. Pendidikan seksSex education (pendidikan seks) sangat berguna dalam mencegahremaja pada kebiasaan masturbasi. Pendidikan seks dimaksudkan sebagaisuatu proses yang seharusnya terus-menerus dilakukan sejak anak masihkecil. Pada permulaan sekolah diberikan sex information dengan caraterintegrasi dengan pelajaran-pelajaran lainnya, dimana diberikan penjelasan- penjelasan seksual yang sederhana dan informatif.Pada tahap selanjutnya dapat dilanjutkan dengan diskusi-diskusi yag lebih bebas dan dipimpin oleh orang-orang yang bertanggung jawab dan menguasai bidangny H al penting yang ingin dicapai dengan pendidikan seks adalah supayaanak ketika sampai pada usia adolescent telah mempunyai sikap yang tepatdan wajar terhadap seks. Pengobatan Biasanya anak-anak dengan kebiasaan masturbasi jarang dibawa ke dokter,kecuali kebiasaan ini sangat berlebihan. Masturbasi memerlukan pengobatanhanya apabila sudah ada gejala-gejala abnormal, bias berupa sikap yang tidak tepat dari orang tua yang telah banyak menimbulkan kecemasan, kegelisahan,ketakutan, perasaan bersalah/dosa, menarik diri atau adanya gangguan jiwayang mendasari, seperti gangguan kepriadian neurosa, perversi maupun psikosa. A . F armakoterapi 1) Pengobatan dengan estrogen (eastration)Estrogen dapat mengontrol dorongan-dorongan seksual yang tadinyatidak terkontrol menjadi lebih terkontrol. Arah keinginan seksual tidak diubah.Diberikan peroral. Efek samping tersering adalah ginecomasti.2) Pengobatan dengan neuroleptik a. PhenothizineMemperkecil dorongan sexual dan mengurangi kecemasan. Diberikan peroral. b. F luphenazine enanthatePreparat modifikasi Phenothiazine. Dapat mengurangi dorongansexual lebih dari dua-pertiga kasus dan efeknya sangat cepat.Diberikan IM dosis 1cc 25 mg. Efektif untuk jangka waktu 2 pekan.3)

Pengobatan dengan trnsquilizer Diazepam dan Lorazepam berguna untuk mengurangi gejalagejalankecemasan dan rasa takut. Perlu diberikan secara hati-hati karena dalamdosis besar dapat menghambat fungsi sexual secara menyeluruh. Padaumumnya obat-obat neuroleptik dan transquilizer berguna sebagai terapiadjuvant untuk pendekatan psikologik. B . P sikoterapi Psikoterapi pada kebiasaan masturbasi mesti dilakukan dengan pendekatanyang cukup bijaksana, dapat menerima dengan tenang dan dengan sikap yang penuh pengertian terhadap keluhan penderita. Menciptakan suasana dimana penderita dapat menumpahkan semua masalahnya tanpa ditutuptutupimerupakan tujuan awal psikoterapi.Pada penderita yang datang hanya dengan keluhan masturbasi dan adanyasedikit kecemasan, tindakan yang diperlukan hanyalah meyakinkan penederita pada kenyataan yag sebenarnya dari masturbasi.Pad kasus-kasus adolescent, kadang-kadang psikoterapi lebih kompleks danmemungkinkan dilakukan semacam interview sex education.Psikotherapi dapat pula dilakukan dengan pendekatan keagamaan dankeyakinan penderita. C . Hypnoterapi Self-hypnosis (auto-hypnosis) dapat diterapkan pada penderita denganmasturbasi kompulsif, yaitu dengan mengekspose pikiran bawah sadar penderita dengan anjuran-anjuran mencegah masturbasi. D . G enital M utilation (S unnat) Ini merupakan pendekatan yang tidak lazim dan jarang dianjurkan secaramedis. Pada beberapa daerah dengan kebudayaan tertentu, dengan tujuanmengurangi/membatasi/meniadakan hasrat seksual seseorang, dilakukanmutilasi genital dengan model yang beraneka macam. E . M enikah Bagi remaja/adolescent yang sudah memiliki kesiapan untuk menikahdianjurkan untuk menyegerakan menikah untuk menghindari/mencegahterjadinya kebiasaan masturbasi

A. Definisi

Gizi adalah zat-zat yang diperoleh dari bahan makanan yang mempunyai nilai sangat penting untuk dikonsumsi oleh tubuh. Yodium adalah sejenis mineral yang terdapat di alam, baik di tanah maupun di air. Yodium merupakan zat gizi mikro yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Yodium diperlukan tubuh dalam pembentukan hormon tiroksin untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangan mulai dari janin sampai dewasa. Garam Beryodium adalah suatu garam yang telah diperkaya dengan KIO3 (Kalium Iodat) sebanyak 30-8- ppm. GAKY merupakan suatu masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan Yodium, akibat kekurangan Yodium ini dapat menimbulkan penyakit, salah satu yang sering kita kenal dan ditemui dimasyarakat adalah Gondok.

B.

Tinjauan Ontologi Iodium Iodium ditemukan pada tahun 1811 oleh Courtois. Iodium merupakan sebuah anion monovalen. Keadaannya dalam tubuh mamalia hanya sebagai hormon tiroid. Hormon-hormon ini sangat penting selama pembentukan embrio dan untuk mengatur kecepatan metabolis dan produksi kalori atau energi disemua kehidupan. Jumlah iodium yang terdapat dalam makanan sebanyak jumlah ioda dan untuk sebagian kecil secara kovalen mengikat asam amino. Iodium diserap sangat cepat oleh usus dan oleh kelenjar tiroid di gunakan untuk memproduksi hormon thyroid. Saluran ekskresi utama iodium adalah melalui saluran kencing (urin) dan cara ini merupakan indikator utama pengukuran jumlah pemasukan dan status iodium. Tingkat ekskresi (status iodium) yang rendah (25 20 mg I/g creatin) menunjukan risiko kekurangan iodium dan bahkan tingkatan yang lebih rendah menunjukan risiko yang lebih berbahaya (Brody, 1999). Dalam saluran pencernaan, iodium dalam bahan makanan dikonversikan menjadi Iodida yang mudah diserap dan ikut bergabung dengan pool-iodida intra/ekstraseluler. Iodium tersebut kemudian memasuki kelenjar tiroid untuk disimpan. Setelah mengalami peroksidasi akan melekat dengan residu tirosin dari tiroglobulin. Struktur cincin hidrofenil dari residu tirosin adalah iodinate ortho pada grup hidroksil dan berbentuk hormon dari kelenjar tiroid yang dapat dibebaskan (T3 dan T4) (Linder, 1992). Iodium adalah suatu bagian integral dari hormon

tridothyronine tiroid (T3) dan thyroxin (T4). Hormon tiroid kebanyakan menggunakan, jika tidak semua, efeknya melalui pengendalian sintesis protein. Efek-efek tersebut adalah efek

kalorigenik, kardiovaskular, metabolisme dan efek inhibitor pada pengeluaran thyrotropin oleh pituitary (Sauberlich, 1999). Kebanyakan Thyroxine (T4) dan Triidothyronine (T3) diangkut dalam bentuk terikatplasma dengan protein pembawa. Thyroxine-terikat protein merupakan pembawa hormon tiroid utama yang beberapa di antaranya juga terikat dengan thyroxin-terikat prealbumin (Sauberlich, 1999). Tingkat bebasnya hormon-hormon tersebut dalam plasma dimonitor oleh hipotalamus yang kemudian mengontrol tingkat pemecahan proteolitis T3 dan T4 dari tiroglobulin dan membebaskannya ke dalam plasma darah, melalui tiroid stimulating hormon (TSH). Kadar T4 plasma jauh lebih besar dari pada T3, tetapi T3 lebih potensial dan turn overnya lebih cepat. Beberapa T3 plasma dibuat dari T4 dengan jalan deiodinasi dalam jaringan non-tiroid. Sebagian besar dari kedua bentuk terikat pada protein plasma, terutama thyroid-binding-globulin (TBG), tetapi hormon yang bebas aktivitasnya pada sel-sel target. Dalam sel-sel target dalam hati, banyak dari hormon tersebut didegradasi dan iodidat dikonversikan untuk digunakan kembali kalau memang dibutuhkan (Linder, 1992). Menurut Ganong (1989) apabila mengkonsumsi iodium 500 mg/hari, hanya sebagian iodium (120 mg) yang masuk ke dalam kelenjar tiroid, dan dari kelenjar tiroid disekresikan sekitar 80 mg yang terdapat dalam T3 dan T4, yang merupakan hormon tiroid. Selanjutya T3 dan T4 mengalami metabolisme dalam hepar dan dalam jaringan lainnya. Sehingga dari hepar dikeluarkan sekitar 60 mg ke dalam cairan empedu, kemudian dikeluarkan ke dalam lumen usus dan sebagian mengalami sirkulasi yang lepas dari reabsorbsi akan diekskresikan bersama feses dan urin.

C. Ekologi Kekurangan Yodium Sebagian besar yodium berada di samudera / lautan, karena yodium (melalui pencairan salju dan hujan) pada permukaan tanah, kemudian dibawa oleh angin, aliran sungai, dan banjir ke laut. Kondisi ini, terutama di daerah yang bergunung-gunung di seluruh dunia, walau dapat juga terjadi di lembah sungai. Yodium yang berada di tanah dan lautan dalam bentuk yodida. Ion yodida dioksidasi oleh sinar matahari menjadi elemen yodium yang sangat mudah menguap, sehingga setiap tahun kira-

kira 400.000 ton yodium hilang dari permukaan laut. Kadar yodium dalam air laut kira-kira 50 mikrogram/liter, di udara kira-kira 0,7 mikrogram/meter kubik. Yodium yang berada dalam atmosfer akan kembali ke tanah melalui hujan, dengan kadar dalam rentang 1,8 - 8,5 mikrogram/liter. Siklus yodium tersebut terus berlangsung selama ini. Kembalinya yodium ke tanah sangat lambat dan dalam jumlah sedikit dibandingkan saat lepasnya. Proses ini akan berulang terus menerus sehingga tanah yang kekurangan yodium tersebut akan terus berkurang kadar yodiumnya. Di sini tidak ada koreksi alamiah, dan defisiensi yodium akan menetap. Akibatnya, populasi manusia dan hewan di daerah tersebut yang sepenuhnya tergantung pada makanan yang tumbuh di daerah tersebut akan menjadi kekurangan yodium

D. Tinjauan Aksiology Iodium Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) adalah sekumpulan gejala atau kelainan yang ditimbulkan karena tubuh menderita kekurangan iodium secara terus menerus dalam waktu yang lama yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup (manusia dan hewan) (DepKes RI, 1996). Makin banyak tingkat kekurangan iodium yang dialami makin banyak komplikasi atau kelainan yang ditimbilkannya, meliputi pembesaran kelenjar tiroid dan berbagai stadium sampai timbul bisu-tuli dan gangguan mental akibat kretinisme (Chan et al, 1988). Kodyat (1996) mengatakan bahwa pada umumnya masalah ini lebih banyak terjadi di daerah pegunungan dimana makanan yang dikonsumsinya sangat tergantung dari produksi makanan yang berasal dari tanaman setempat yang tumbuh pada kondisi tanah dengan kadar iodium rendah. Masalah Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI) merupakan masalah yang serius mengingat dampaknya secara langsung mempengaruhi kelangsungan hidup dan kulitas manusia. Kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap masalah dampak defisiensi iodium adalah wanita usia subur (WUS) ; ibu hamil ; anak balita dan anak usia sekolah (Jalal, 1998).

E.

Etiologi dan Patogenesis Faktor Faktor yang berhubungan dengan masalah GAKY antara lain :

Faktor Defisiensi Iodium dan Iodium Excess

Defisiensi iodium merupakan sebab pokok terjadinya masalah GAKI. Hal ini disebabkan karena kelenjar tiroid melakukan proses adaptasi fisiologis terhadap kekurangan unsur iodium dalam makanan dan minuman yang dikonsumsinya (Djokomoeldjanto, 1994). Hal ini dibuktikan oleh Marine dan Kimbell (1921) dengan pemberian iodium pada anak usia sekolah di Akron (Ohio) dapat menurunkan gradasi pembesaran kelenjar tiroid. Temuan lain oleh Dunn dan Van der Haal (1990) di Desa Jixian, Propinsi Heilongjian (Cina) dimana pemberian iodium antara tahun 1978 dan 1986 dapat menurunkan prevalensi gondok secara drastic dari 80 % (1978) menjadi 4,5 % (1986). Iodium Excess terjadi apabila iodium yang dikonsumsi cukup besar secara terus menerus, seperti yang dialami oleh masyarakat di Hokaido (Jepang) yang mengkonsumsi ganggang laut dalam jumlah yang besar. Bila iodium dikonsumsi dalam dosis tinggi akan terjadi hambatan hormogenesis, khususnya iodinisasi tirosin dan proses coupling (Djokomoeldjanto, 1994). Faktor Geografis dan Non Geografis Menurut Djokomoeldjanto (1994) bahwa GAKI sangat erat hubungannya dengan letak geografis suatu daerah, karena pada umumnya masalah ini sering dijumpai di daerah pegunungan seperti pegunungan Himalaya, Alpen, Andres dan di Indonesia gondok sering dijumpai di pegunungan seperti Bukit Barisan Di Sumatera dan pegunungan Kapur Selatan. Daerah yang biasanya mendapat suplai makanannya dari daerah lain sebagai penghasil pangan, seperti daerah pegunungan yang notabenenya merupakan daerah yang miskin kadar iodium dalam air dan tanahnya. Dalam jangka waktu yang lama namun pasti daerah tersebut akan mengalami defisiensi iodium atau daerah endemik iodium (Soegianto, 1996 dalam Koeswo, 1997). Faktor Bahan Pangan Goiterogenik Kekurangan iodium merupakan penyebab utama terjadinya gondok, namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor lain juga ikut berperan. Salah satunya adalah bahan pangan yang bersifat goiterogenik (Djokomoeldjanto, 1974). Williams (1974) dari hasil risetnya mengatakan bahwa zat goiterogenik dalam bahan makanan yang dimakan setiap hari akan menyebabkan zat iodium dalam tubuh tidak berguna, karena zat goiterogenik tersebut merintangi absorbsi dan metabolisme mineral iodium yang telah masuk ke dalam tubuh. Goiterogenik adalah zat yang dapat menghambat pengambilan zat iodium oleh kelenjar gondok, sehingga konsentrasi iodium dalam kelenjar menjadi rendah. Selain itu, zat goiterogenik

dapat menghambat perubahan iodium dari bentuk anorganik ke bentuk organik sehingga pembentukan hormon tiroksin terhambat (Linder, 1992). Menurut Chapman (1982) goitrogen alami ada dalam jenis pangan seperti kelompok Sianida (daun + umbi singkong , gaplek, gadung, rebung, daun ketela, kecipir, dan terung) ; kelompok Mimosin (pete cina dan lamtoro) ; kelompok Isothiosianat (daun pepaya) dan kelompok Asam (jeruk nipis, belimbing wuluh dan cuka). Faktor Zat Gizi Lain Defisiensi protein dapat berpengaruh terhadap berbagai tahap pembentukan hormon dari kelenjar thyroid terutama tahap transportasi hormon. Baik T3 maupun T4 terikat oleh protein dalam serum, hanya 0,3 % T4 dan 0,25 % T3 dalam keadaan bebas. Sehingga defisiensi protein akan menyebabkan tingginya T3 dan T4 bebas, dengan adanya mekanisme umpan balik pada TSH maka hormon dari kelenjar thyroid akhirnya menurun.

F.

Gejala Gejala yang sering tampak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan , seperti :

Reterdasi mental Gangguan pendengaran Gangguan bicara Hipertiroid (Pembesaran Kelenjar Tiroid/Gondok) Kretinisme biasanya pada anak-anak

G. Klasifikasi 1. Grade 0 : Normal Dengan inspeksi tidak terlihat, baik datar maupun tengadah maksimal, dan dengan palpasi tidak teraba. 2. Grade IA Kelenjar Gondok tidak terlihat, baik datar maupun penderita tengadah maksimal, dan palpasi teraba lebih besar dari ruas terakhir ibu jari penderita. 3. Grade IB Kelenjar Gondok dengan inspeksi datar tidak terlihat, tetapi terlihat dengan tengadah maksimal dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IA.

4. Grade II Kelenjar Gondok dengan inspeksi terlihat dalam posisi datar dan dengan palpasi teraba lebih besar dari Grade IB. 5. Grade III Kelenjar Gondok cukup besar, dapat terlihat pada jarak 6 meter atau lebih.

H. Macam-macam Gangguan Akibat GAKY 1. Pada Fetus Abortus Steel Birth Kelainan Kematian Perinatal Kretin Neuroligi Kretin Myxedematosa Defek Psikomotor

2. Pada Neonatal Hipotiroid Gondok Neonatal

3. Pada Anak dan Remaja Juvenile Hipothyroidesm Gondok Gangguan Fungsi Mental Gangguan Perkembangan Fisik Kretin Myxedematosa dan Neurologi

4. Pada Dewasa Gondok dan segala Komplikasinya Hipotiroid Gangguan Fungsi Mental

I.

Dosis Pemberian Kapsul Yodium

1. Anak SD (daerah endemik berat) : 1 kapsul/tahun 2. Daerah endemik sedang dan berat : Wanita Usia Subur Wus : 2 Kapsul/tahun @ 200 mg

Ibu hamil Ibu Menuyusui

: 1 Kapsul /tahun : 1 Kapsul selama menyusui

Mengingat dalam garam beryodium terdapat unsure natriun, maka konsumsi garam beryodium harus dibatasi. Kelebihan mengkonsumsi natrium dapat memicu timbulnya Stroke yaitu pecahnya pembuluh darah pada otak yang dapat menyebabkan kematian.

J.

Kebutuhan Yodium Menurut Hetzel (1989) dalam keadaan normal intake harian untuk orang dewasa berkisar 100 150 mg perhari. Iodium diekskresikan melalui urin dan dinyatakan dalam mg I/g kreatinin. Pada tingkat ekskresi lebih kecil daro 50 mg/g kreatinin sudah menjadi indikator kekurangan intake. Konsumsi iodium sangat bervariasi antar berbagai wilayah di dunia, diperkirakan sekitar 500 mg per hari di USA (sekitar 5 kali RDA). Adapun kecukupan iodium yang dianjurkan untuk orang Indonesia antara lain :

1. Bayi (12 bulan pertama) 50 mikrogram/hari 2. Anak (usia 2-6 tahun) 90 mikrogram/hari 3. Anak usia sekolah (usia 7-12 tahun) 120 mikrogram/hari 4. Dewasa (diatas usia 12 tahun) 150 mikrogram/hari 5. Ibu hamil 175 mikrogram/hari 6. Ibu menyusui 200 mikrogram/hari Khusus bagi kelompok ibu hamil tambahan tersebut sebagian dapat dipergunakan untuk keperluan aktivitas kelenjar tiroid dan sebagiannya lagi untuk pertumbuhan dan perkembangan janin khususnya perkembangan otak. Bagi ibu hamil yang mengkonsumsi iodium tidak mencukupi kebutuhan maka bayi atau janin yang dikandung akan mengalami gangguan perkembangan otak (berat otak berkurang), gangguan perkembangan fetus dan pasca lahir, kematian perinatal (abortus) meningkat, kemudian setelah bayi dilahirkan mempunyai berat lahir rendah (BBLR) dan terdapat gangguan pertumbuhan tengkorak serta perkembangan skelet, sedangkan bagi tubuh ibu hamil akan mengalami gangguan aktivitas kelenjar tiroid. Pada kondisi ini tubuh akan mengalami penyesuaian yang pada akhirnya akan mengalami pembesaran kelenjar tiroid yang dikenal dengan sebutan gondok (Djokomoeldjanto, 1993 dan WHO, 1994).

BAB III PEMBAHASAN


A. Dampak GAKY 1. Terhadap Pertumbuhan Pertumbuhan yang tidak normal. Pada keadaan yang parah terjadi kretinisme Keterlambatan perkembangan jiwa dan kecerdasan Tingkat kecerdasan yang rendah Mulut menganga dan lidah tampak dari luar

2. Kelangsungan Hidup Neonatus dan Ibu hamil Ketika kita bicara mengenai neonatus dan ibu hamil maka terbayang proses pertumbuhan fetus intrauterin, yang umumnya mengikuti satu pola. Perkembangan otak dan intelegensi tepat mutlak perlu untuk manifestasi yang sempurna di kemudian hari. Perkembangan fetus ibu hipotiroidisme primer yang hamil berbeda dengan

perkembangan fetus ibu hipotiroidisme yang disebabkan karena defisiensi yodium. Patofisiologi yang jelas dan tegas belum terbukti hingga sekarang. Sumbangan pengetahuan di atas tidak hanya penting untuk memahami dan mendalami peristiwa yang terjadi di daerah dengan defisiensi berat saja (dengan adanya sindrom GAKI, lebih-lebih mekanisme terjadinya kretin endemik baik miksudematosa maupun kretin tipe nervosa) tetapi juga penting untuk upaya pencegahan. Pada Janin Kekurangan yodium pada janin akibat Ibunya kekurangan yodium. Keadaan ini akan menyebabkan besarnya angka kejadian lahir mati, abortus, dan cacat bawaan, yang semuanya dapat dikurangi dengan pemberian yodium. Akibat lain yang lebih berat pada janin yang kekurangan yodium adalah kretin endemic. Kretin endemik ada dua tipe, yang banyak didapatkan adalah tipe nervosa, ditandai dengan retardasi mental, bisu tuli, dan kelumpuhan spastik pada kedua tungkai. Sebaliknya yang

agak jarang terjadi adalah tipe hipotiroidisme yang ditandai dengan kekurangan hormon tiroid dan kerdil. Penelitian terakhir menunjukkan, transfer T4 dari ibu ke janin pada awal kehamilan sangat penting untuk perkembangan otak janin. Bilamana ibu kekurangan yodium sejak awal kehamilannya maka transfer T4 ke janin akan berkurang sebelum kelenjar tiroid janin berfungsi. Jadi perkembangan otak janin sangat tergantung pada hormon tiroid ibu pada trimester pertama kehamilan, bilamana ibu kekurangan yodium maka akan berakibat pada rendahnya kadar hormon tiroid pada ibu dan janin. Dalam trimester kedua dan ketiga kehamilan, janin sudah dapat membuat hormon tiroid sendiri, namun karena kekurangan yodium dalam masa ini maka juga akan berakibat pada kurangnya pembentukan hormon tiroid, sehingga berakibat hipotiroidisme pada janin. Pada Saat Bayi Baru Lahir Yang sangat penting diketahui pada saat ini, adalah fungsi tiroid pada bayi baru lahir berhubungan erat dengan keadaan otak pada saat bayi tersebut lahir. Pada bayi baru lahir, otak baru mencapai sepertiga, kemudian terus berkembang dengan cepat sampai usia dua tahun. Hormon tiroid pembentukannya sangat tergantung pada kecukupan yodium, dan hormon ini sangat penting untuk perkembangan otak normal. Di negara sedang berkembang dengan kekurangan yodium berat, penemuan kasus ini dapat dilakukan dengan mengambil darah dari pembuluh darah balik talipusat segera setelah bayi lahir untuk pemeriksaan kadar hormon T4 dan TSH. Disebut hipotiroidisme neonatal, bila didapatkan kadar T4 kurang dari 3 mg/dl dan TSH lebih dari 50 mU/mL. Pada daerah dengan kekurangan yodium yang sangat berat, lebih dari 50% penduduk mempunyai kadar yodium urin kurang dari 25 mg pergram kreatinin, kejadian hipotiroidisme neonatal sekitar 75-115 per 1000 kelahiran. Yang sangat mencolok, pada daerah yang kekurangan yodium ringan, kejadian gondok sangat rendah dan tidak ada kretin, angka kejadian hipotiroidisme neonatal turun menjadi 6 per 1000 kelahiran. Dari pengamatan ini disimpulkan, bila kekurangan yodium tidak dikoreksi maka hipotiroidisme akan menetap sejak bayi sampai masa anak. Ini berakibat pada retardasi perkembangan fisik dan mental, serta risiko kelainan mental sangat tinggi. Pada populasi di daerah kekurangan yodium berat ditandai dengan adanya penderita kretin yang sangat mencolok. Pada Masa Anak

Penelitian pada anak sekolah yang tinggal di daerah kekurangan yodium menunjukkan prestasi sekolah dan IQ kurang dibandingkan dengan kelompok umur yang sama yang berasal dari daerah yang berkecukupan yodium. Dari sini dapat disimpulkan kekurangan yodium mengakibatkan keterampilan kognitif rendah. Semua penelitian yang dikerjakan di daerah kekurangan yodium memperkuat adanya bukti kekurangan yodium dapat menyebabkan kelainan otak yang berdimensi luas. Dalam penelitian tersebut juga ditegaskan, dengan pemberian koreksi yodium akan memperbaiki prestasi belajar anak sekolah. Faktor penentu kadar T3 otak dan T3 kelenjar hipofisis adalah kadar T4 dalam serum, bukan kadar T3 serum, sebaliknya terjadi pada hati, ginjal dan otot. Kadar T3 otak yang rendah, yang dapat dibuktikan pada tikus yang kekurangan yodium, didapatkan kadar T4 serum yang rendah, akan menjadi normal kembali bila dilakukan koreksi terhadap kekurangan yodiumnya. Keadaan ini disebut sebagai hipotiroidisme otak, yang akan menyebabkan bodoh dan lesu, hal ini merupakan tanda hipotiroidisme pada anak dan dewasa. Keadaan lesu ini dapat kembali normal bila diberikan koreksi yodium, namun lain halnya bila keadaan yang terjadi di otak. Ini terjadi pada janin dan bayi yang otaknya masih dalam masa perkembangan, walaupun diberikan koreksi yodium otak tetap tidak dapat kembali normal. Pada Dewasa Pada orang dewasa, dapat terjadi gondok dengan segala komplikasinya, yang sering terjadi adalah hipotiroidisme, bodoh, dan hipertiroidisme. Karena adanya benjolan/modul pada kelenjar tiroid yang berfungsi autonom. Disamping efek tersebut, peningkatan ambilan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kekurangan yodium meningkatkan risiko terjadinya kanker kelenjar tiroid bila terkena radiasi. 3. Perkembangan Intelegensia Setiap penderita Gondok akan mengalami defisit IQ Point sebesar 5 Point dibawah normal. Terjadinya defisit IQ Point pada gilirannya akan berdampak pada program wajib belajar 9 tahun, karena banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengikuti pelajaran dan mengalami drop out. Setiap Penderita Kretinisme akan mengalami defisit sebesar 50 Point dibawah normal. Iodium diperlukan khususnya untuk biosintesis hormon tiroid yang beriodium.quot;; Iodium dalam makanan diubah menjadi iodida dan hampir secara sempurna iodida yang dikonsumsi diserap dari sistem gastrointestinal. Yodium sangat erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan

anak. Dampak yang ditimbulkan dari kekurangan konsumsi yodium yang berada dalamtubuh, akan sangat buruk akibatnya bagi kecerdasan anak, karena bisa menurunkan 11-13 nilai IQ anak.. Di antara penyakit akibat kekurangan iodium adalah gondok dan kretinisme. Ada dua tipe terjadinya kretinisme, yaitu kretinisme neurology seperti kekerdilan yang digolongkan dengan mental, kelumpuhan dan buta tuli. Ada pula kretinisme hipotiroid Lokasi dan struktur tiroid (gondok) di mana kelenjar tiroid yang terletak di bawah larynx sebelah kanan dan kiri depan trakea mengekskresi tiroksin, triiodotironin dan beberapa hormon beriodium lain yang dihubungkan dengan pertumbuhan yang kerdil dan retardasi mental yang lambat. Selama masa pertumbuhan dan perkembangan, kebutuhan tubuh akan yodium memang harus selalu dipenuhi. Karena kalau tidak, hipotiroidisme akan terus mengancam. Baik bayi, anak, remaja, bahkan dewasa muda tetap mempunyai peluang terserang penyakit gondok, gangguan fungsi mental dan fisik, maupun kelainan pada system saraf. Semua penyakit dan berbagai kelainan lainnya yang disebabkan oleh defisiensi unsur kimia berlambang I ini , kini disebut dengan GAKY ( Gangguan Akibat Kekurangan Yodium ). Selain akan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, yang kita tahu selama ini, kekurangan yodium akan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok. Padahal, banyak gangguan lain yang juga bisa muncul. Misalnya saja, kekurangan yodium yang dialami janin akan mengakibatkan keguguran maupun bayi lahir meninggal, atau meninggal beberapa saat setelah dilahirkan. Bahkan, tidak sedikit bayi yang terganggu perkembangan sistem sarafnya sehingga mempengaruhi kemampuan psikomotoriknya. 4. Pertumbuhan Sosial Dampak social yang ditimbulkan oleh GAKY berupa terjadinya gangguan perkembangan mental, lamban berpikir, kurang bergairah sehingga orang semacam ini sulit dididik dan di motivasi. 5. Perkembangan Eokonomi GAKY akan mengalami gangguan metabolisme sehingga badannya akan merasa dingin dan lesu sehingga akan berakibatnya rendahnya produktivitas kerja, yang akan mempengaruhi hasil pendapatan keluarga.

B.

Permasalahan

1. Masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan garam beryodium 2. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat akan manfaat garam beryodium

3. Garam Non Yodium masih banyak beredar ditengah masyarakat. 4. Adanya perbedaan harga yang relatif besar antara garam yang beryodium dengan garam non yodium. 5. Pengawasan mutu garam yodium belum dilaksanakan secara menyeluruh dan terus menerus serta belum adanya sangsi tegas bagi produksi garam non yodium. 6. Pendistribusian garam beryidium masih belum merata terutama untuk daerah-daerah terpencil. C. Pemecahan Masalah 1. Peningkatan penyuluhan secara berkala tentang manfaat garam beryodium di masyarakat. 2. Adanya pengawasan mutu terhadap produksi garam beryodium oleh instansi terkait. 3. Meningkatkan kerjasama lintas sektoral tentang perlunya penggunaan garam beryodium dalam rumah tangga. 4. Pemberitahuan kepada masyarakat oleh petugas kesehatan tentang cara pengolahan makanan yang mengandung yodium. 5. Pendristribusian garam-garam beryodium ke daerah terpencil secara merata oleh instansi terkait dalam hal ini dinas perindustrian. 6. Melakukan pelacakan kasus dan survey desa bermasalah secara cepat jika ditemukan kasus Gondok.

D. Penanggulangan 1. Memberikan kapsul Yodium bagi ibu hamil terutama daerah endemik gondok. 2. Penyuluhan tentang Yodium secara kontinue. 3. Kerjasama Lintas sektoral tentang pembagian garam yodium secara gratis di daerah endemik gondok. 4. Peningkatan konsumsi bahan pangan yang mengandung yodium seperti sayuran dan ikan laut. 5. Cek up secara teratur bagi penderita gondok jika mempunyai permasalahan dengan pembesaran kelenjar tiroid. 6. Pemberian suntikan larutan minyak beryodium kepada penderita kekurangan yodium.

Cara menyimpan garam yodium yang benar :


Disimpan dalam wadah yang kering dan tertutup rapat.

Letakkan di tempat yang sejuk, sebaiknya jauhkan dari panas api dan hindari sinar matahari langsung.

Gunakan sendok yang kering untuk mengambil garam. Tutup kembali wadah dengan baik setiap kali pengambilan garam. Cara untuk mengetahui apakah garam yang dibeli beryodium : Pada kemasan garam beryodium harus tertera tulisan garam beryodium. Pengujian mutu garam beryodium menggunakan cairan uji Iodina. Pengujian mutu garam beryodium secara sederhana menggunakan cairan iodina test dan tradisional menggunakan ; singkong segar, garam yang akan diuji, asam cuka 25%.

Agar penggunaan garam bisa terserap oleh tubuh dengan baik, yang harus dilakukan yakni mengetahui bagaimana cara mengunakan garam beryodium dengan benar : 1. Konsumsi garam yodium dengan cukup Kekurangan garam beryodium tidak hanya menyebabkan penyakit gondok, tetapi juga mempengaruhi kecerdasan otak anak, untuk itu konsumsi garam yodium dengan cukup, jelas ahli gizi yang betugas di Puskesmas Peneleh sejak tahun 2007 itu. Lanjut ia jelaskan bahwa, tubuh manusia membutuhkan zat KIO3 (Kalium Iodat) dengan ukuran 30-80ppm. Akibat kekurangan zat itu bisa mengakibatkan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium). GAKY merupakan masalah gizi yang serius karena dapat mengakibatkan penyakit gondok dan kreatin (ganguan pada pertumbuhan anak), serta kekurangan unsur yodium dalam makanan sehari-hari dapat pula menurunkan tingkat kecerdasan seseorang. Untuk memenuhi garam yodium dapat dilakukan dengan beberapa cara. Selain mengkonsumsi garam yang beryodium setiap hari juga mereka wajib minum kapsul yodium sesuai dosis yang dianjurkan. Dosis pemberian kapsul yodium untuk bayi berumur 0-1 tahun cukup kapsul setiap tahunnya, laki-laki berumur 6-20 tahun cukup dengan 2 kapsul pertahun. Sedangkan untuk ibu hamil dan ibu menyusui konsumsi 1 kapsul dalam satu tahun dan pada wanita usia 6-35 tahun minum 2 kapsul setiap tahunnya. 2. Konsumsi yodium tidak berlebih Namun ahli gizi yang menamatkan pendidikan di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Malang ini mengungkapkan bahwa konsumsi yodium yang berlebih bisa mengakibatkan

hiperteroid. Hiperteroid yakni kondisi suatu kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan hormon-hormon tiroid yang beredar dalam darah dalam jumlah yang berlebihan. Garam beryodium terdapat unsur natrium, maka konsumsi garam beryodium pun harus dibatasi. Kelebihan konsumsi natrium dapat memicu timbulnya mudah lelah, karena hormon tiroidnya berlebih. Gejala lain yang kerap terjadi, keringat berlebihan, pergerakan usus besar meningkat, gemetaran, kehilangan berat badan serta aliran darah menstruasi tidak teratur, jelasnya pada tim ehealth. Untuk menghindari pengaruh efek samping dari konsumsi garam beryodium yang berlebihan, maka dianjurkan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 6 gram garam atau 2 gram tiap 1.000 kilo kalori, atau satu sendok teh setiap hari. 3. Pastikan garam mengandung yodium Cara untuk menilai mutu garam beryodium tidak sulit, yaitu dengan test kit yodina yang telah tersedia di Puskesmas dan apotik. Ambil garam, kemudian tetesi dengan cairan yodina. Warna yang timbul dibandingkan dengan petunjuk warna yang ada pada kit. Garam yang bermutu baik akan menunjukkan warna biru keunguan. Semakin berwarna tua, semakin baik mutu garam. Tetapi untuk lebih simpel, gunakan tepung kanji yang dicampur dengan garam lalu teteskan dengan jeruk nipis, jika warnanya berubah menjadi keunguan , itu artinya mengandung yodium, ucap laki-laki yang akrab disapa Edo ini. Selain itu, pengujian dapat dilakukan dengan mengunakan singkong parut caranya sebagai berikut : singkong (ubi kayu) segar dikupas, diparut dan diperas tanpa diberi air. Tuang 1 sendok teh perasan singkong parut ke dalam gelas bersih. Tambahkan 4-6 sendok teh munjung garam yang akan diperiksa. Tambahkan 2 sendok teh cuka makan berkadar 25%. Aduk sampai rata, dan tunggu beberapa menit. Apabila timbul warna biru keunguan, berarti garam tersebut mengandung yodium. Semakin berwarna pekat, semakin baik mutu garam. Sebab, garam yang tak beryodium tidak akan mengalami perubahan warna setelah diperiksa dengan cairan yodina maupun cairan singkong parut. 4. Menyimpan garam di tempat aman Garam beryodium sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup tidak tembus pandang. Tujuannya untuk melindungi zat yodium agar tidak terpapar dengan matahari. Kandungan

yodiumnya bisa menguap jika terpapar dengan matahari. Juga perhatikan tempat garam sebaiknya tutup dengan rapat, jika membiarkan tutup terbuka, maka yodium bisa menguap. 5. Cara memasak garam yodium dengan benar Perlu anda ketahui bahwa langkah-langkah itu tidak berarti sama sekali jika cara memasaknya salah. Karena kandungan yodiumnya akan berubah dan tidak bereaksi sebelum diserap oleh tubuh. Cara yang biasa dilakukan oleh para ibu ketika memasak makanan garam yang dibubuhkan ke dalam makanan saat panas mendidih. Alasannya jika tidak begitu masakan kurang sedap. Namun cara yang sudah dilakukan oleh para ibu-ibu tersebut salah, karena zat yodium garam akan hilang ketika terkena panas mendidih tersebut.

E. Terapi a. Farmakologi Sebagai analgetik antipiretik Indikasi : Menurunkan rasa sakit kepala,sakit gigi dan menurunkan panas. Efek Samping : Reaksi hipersensitif, bila diberikan dalam dosis tinggi dapat merusak hati. Kemasan : Botol 60 ml. Amoksisilin Indikasi : Infeksi Saluran Nafas, Saluran Kemih, dan Kelamin. Infeksi lain seperti Salmonella sp, Shigella, kulit, luka selulitis, furunkulosis. Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap penisilin, gangguan ginjal, leukimia limfatik, superinfeksi. Efek Samping : Reaksi hipersensitif, gangguan gastrointestinal. Interaksi Obat : Probenesid meningkatkan waktu paruh amoksisilin dalam plasma, Alupurinol meningkatkan insiden kemerahan pada kulit, menurunkan efektifitas kontrasepsi oral. Kemasan : Anak 20 mg/kgBB/hari tiap 8. Recovit Kandungan : Vitamin. A 5000 iu, Vitamin B1 10 mg, Vitamin B2 15 mg, Vitamin B6 5 mg, Vitamin B12 5 mg, Vitamin C 200 mg, Vitamin E 15 iu, Vitamin D 400 iu, nicotinamide 50 mg, kalium iodide, calsium pantothenate, ferrofumarete, zink sulfat. Parasetamol

Indikasi : Terapi defisiensi multivitamin dan mineral. Suplemen vitamin untuk wanita hamil. Dosis : 1x/hari 1 kapsul Sirup vitamin Zn Kandungan : Vitamin. A 1250 iu,Vitamin D 200 iu, Vitamin C 20 iu, Vitamin B1 1 mg, Vitamin B2 1 mg, Vitamin B6 o,6 gr, Vitamin B12 2 g, Vitamin d-Panthenol 3 mg, Elemental iron + 1,5 mg, Calsium + 20 mg, Phosporus + 15 mg, Manganese + 0,25 mg, Zinc + 0,25 mg, Magnesium + 1,5 mg, Potasium + 1,25 mg, Lysine 12, 5 mg, Hydrochloride Inositol 2,5 mg, Choline + 2,5 mg, Indikasi : Sebagai suplement diet untuk profilaksis dan pengobatan, defisisensi Fe dan vitamin serta mineral. Kontarindikasi : Pada penderita haemochromatosis, Haemosiderosis, dan anemia hemolitik. Dosis : 5 ml/hari. b. Non Farmakologi Bahan Makanan yang cukup banyak mengandung Yodium adalah Bahan makanan yang berasal dari laut. Dalam ikan laut bisa mencapai 830 mg/kg.

Bandingkan dengan daging yang kandungan yodiumnya hanya 50 mg/kg, dan telur hanya 93 mg/kg. Selain ikan laut, cumi-cumi juga mengandung yodium cukup tinggi, yaitu sekitar 800 mg/kg. Yang paling tinggi kandungan yodiumnya adalah rumput laut (ganggang laut), khususnya yang berwarna coklat. Banyaknya yodium yang dibutuhkan tubuh kita per hari, minimal sekitar 100 mg. Karena itu, kalau kita mengkonsumsi ikan laut basah sebanyak 100 g/hari, artinya sudah mencukupi. Atau, kalau rumput laut coklat diolah menjadi hidangan yang lezat, dengan 2-5 gr/hari/orang, kebutuhan yodium sekeluarga sudah dapat terpenuhi. Sumber yodium lain yang mudah kita temui adalah garam. Yang dimaksud disini adalah garam beryodium dengan kadar yodium antara 30-80 ppm (part per million).

F. Pangan Sumber Iodium Iodium dapat diperoleh dari berbagai jenis pangan dan kandungannya berbeda-beda tergantung asal jenis pangan tersebut dihasilkan. Kandungan iodium pada buah dan sayur tergantung pada jenis tanah. Kandungan iodium pada jaringan hewan serta produk susu

tergantung pada kandungan iodium pada pakan ternaknya. Pangan asal laut merupakan sumber iodium alamiah. Sumber lain iodium adalah garam dan air yang difortifikasi (Muchtadi. dkk, 1992). Hal yang sama juga dikemukakan oleh Sauberlich, (1999) bahwa makanan laut dan ganggang laut adalah sumber iodium yang paling baik. Penggunaan garam beriodium di Amerika Serikat diberikan sebagai sumber iodium penting. Di USA konsumsi garam beriodium per hari per orang mendekati 10 12 gram dimana garam tersebut mengandung 76 mg iodium per gram. Soehardjo (1990) mengatakan bahwa dengan mengkonsumsi pangan yang kaya iodium dapat menekan atau bahkan mengurangi besarnya prevalensi gondok. Berikut Gibson (1990) menyebutkan rata-rata kandungan iodium dalam bahan makanan antara lain : Ikan Tawar 30 mg; Ikan Laut 832 mg; Kerang 798 mg; Daging 50 mg; Susu 47 mg; Telur 93 mg; Gandum 47 mg; Buah-buahan 18 mg; Kacang-kacangan 30 mg dan Sayuran 29 mg.

G. Konsumsi Pangan Sumber Iodium Konsumsi pangan merupakan faktor utama untuk memenuhi kebutuhan gizi seseorang (Harper, Deaton and Driskel, 1985). Dengan demikian diharapkan untuk mengkonsumsi pangan yang beraneka ragam sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi yang dibutuhkan oleh kerja tubuh. Di negara-negara berkembang konsumsi iodium paling banyak diperoleh dari makanan yang berasal dari laut mengingat air laut mengandung iodium cukup tinggi. Menurut Nurlaila, dkk (1997) rumput laut dapat digunakan sebagai bahan subtitusi dalam pengembangan produk sumber iodium antara lain barupa 1) kelompok produk makanan selingan / makanan jajanan ; 2) kelompok produk lauk-pauk ; 3) kelompok produk sayur-sayuran. Tingkat konsumsi pangan hasil laut terus meningkat dari tahun 1968, 1978, 1988 dan 1993 berturut-turut 9.9 ; 11.6 ; 15.4 ; dan 17 kg sedangkan target nasional yang harus dicapai sebesar 18.6 kg per kapita per tahun. Hal ini menandakan bahwa tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah atau di bawah tingkat konsumsi ikan tersebut. Tetapi masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia seperti Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Kalimantan Tengah dan Timur mempunyai tingkat konsumsi pangan hasil laut tinggi melebihi dua kali jumlah konsumsi target nasional (Muhammad dan Guntur, 1996).

Di USA dan Kanada peningkatan konsumsi iodium adalah dengan suplementasi, misalnya dengan garam dapur (garam beriodium) dan juga dalam medikasi dan zat-zat pendiagnosis. Di Indonesia garam termasuk dalam sembilan bahan pangan pokok yang diperlukan oleh masyarakat dan oleh karena itu merupakan bahan makanan penting. Secara normal jumlah garam yang dikonsumsi per orang per hari adalah sekitar 5 15 gram sedangkan yang dianjurkan yaitu tidak melebihi 6 gram atau satu sendok teh setiap hari. Hal ini disebabkan karena apa bila konsumsi garam berlebihan dapat memicu timbulnya berbagai penyakit lain seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi (DitJen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, 1995).

H. Penilaian Masalah Gaky Di Indonesia Hasil survei nasional membuktikan bahwa status GAKY di sebagian besar daerah di Indonesia membaik secara nyata. Kriteria diatas didasarkan atas TGR anak sekolah, namun TGR wanita hamil selalu lebih tinggi. TGR anak sekolah yang baik (non-endemik / ringan) belum menjamin bahwa wanita hamil di daerah tersebut bebas dari rawan GAKY, untuk ini diperlukan tolok ukur tambahan. Di daerah lain ( Maluku, NTB, NTT dsb) masih termasuk endemi berat. Beberapa faktor yang dihubungkan dengan gondok ini, tetapi faktor utama masih tetap defisiensi yodium.

I.

Total Goiter Rate (TGR) Adalah Angka prevalensi gondok yang dihitung berdasarkan semua stadium pembesaran kelenjar gondok, baik yang teraba (palpable) maupun yang terlihat (visible). TGR digunakan untuk menentukan tingkat endemisitas GAKY. TGR anak sekolah untuk tingkat nasional tahun 1996/1998 adalah 9.8% sedangkan tahun 2003 adalah 11.1%. Propinsi dengan TGR tertinggi tahun 1996/1998 maupun tahun 2003 adalah Maluku yaitu 33.39% dan 31.6%. Propinsi dengan TGR yang terendah tahun 1996/1998 adalah Riau yaitu 1.1% sedangkan tahun 2003 Sulawesi Utara yaitu 0.7%. Intensitas dari kekurangan yodium dapat dilihat dari pembesaran kelenjar gondok. Hubungan TGR Anak Sekolah dengan Konsumsi Garam Beriodium Rumah Tangga Hubungan antara TGR dan proporsi rumah tangga yang mengkonsumsi garam beriodium dalam suatu daerah adalah negatip, berarti semakin tinggi proporsi rumah tangga yang mengkonsumsi garam beriodium semakin rendah TGR.

Indikator TGR telah sejak lama digunakan di Indonesia dalam survei maupun sebagai dasar penetapan kebijakan program penanggulangan GAKY. TGR tidak menunjukkan penurunan dalam 1998-2003 walaupun dilaksanakan program penanggulangan intensif. Masalah yang sering dijumpai pada palpasi kelenjar tiroid adalah inter-observervariation (variasi antar palpator) demikian juga nilai sensitivitas dan spesifisitas. Sebagian pakar dan lembaga yang kompeten di bidang GAKY yang tidak lagi merekomendasikan penggunaan indikator TGR untuk memantau kemajuan eliminasi GAKY.

BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN 1. Iodium merupakan salah satu unsur mineral mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh walaupun dalam jumlah yang relative kecil. Namun apabila diabaikan dapat menimbulkan efek atau dampak yang cukup berpengaruh dalam kehidupan semua orang. 2. GAKY merupakan masalah gizi yang sangat serius, karena dapat menyebabkan berbagai penyakit gangguan seperti Gondok, kreatinisme dan keterlambatan pertumbuhan dan kecerdasan. 3. Dampak GAKY terhadap permasalahan di lingkungan masyarakat : Pengaruh GAKY terhadap Kelangsungan Hidup. Pengaruh GAKY terhadap Perkembangan Intelegensia. Pengaruh GAKY terhadap Perkembangan Sosial. Pengaruh GAKY terhadap Perkembangan Ekonomi

4. Dosis pemberian yodium adalah sebagai berikut : a. Anak SD (daerah Endemik Berat) : 1 kapsul/tahun b. Daerah endemik Sedang dan Berat : 5. Wanita Usia Subur (WUS) : 2 kapsul/tahun @ 200 mg Ibu Hamil : 1 kapsul/tahun Ibu Menyusui : 1 kapsul/tahun Penanggulangan yang paling baik untuk gangguan akibat kekurangan yodium adalah dengan pencegahan, salah satunya dengan penyebaran informasi tentang pentingnya mengkonsumsi garam beryodium, pemberian kapsul pertahun pada masyarakat yang terkena penyakit Gondok

6. Kebutuhan Yodium orang dewasa diperkirakan 150 mikrogram/hari, bagi wanita hamil sekitar 75 mikrogram/ hari dan kebutuhan Yodium bagi ibu menyusui mencapai 200 mikrogram/hari.

B.

SARAN

1. Diharapkan adanya peran serta aktif masyarakat dalam menggunakan garam yodium. 2. Diharapkan adanya penyebaran informasi tentang pentingnya garam beryodium oleh tenaga kesehatan kapada masyarakat. 3. Peran aktif mahasiswa dalam pelaksanaan program yodiumnisasi

DAFTAR PUSTAKA

1. Notoatmodjo Soekidjo,Prof.Dr, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta,Jakarta 1996 2. Lisdiana, Ir, Waspada Terhadap Kelebihan dan Kekurangan Gizi, Trubus Agriwidaya, Bandar Lampung 1998 3. Sr.Alfonsine C.B, B.Sc, Pengantar Ilmu Gizi, Intan, Jakarta 1984 4. DEPKES RI,Gangguan Akibat Kekurangan Yodium, Jakarta 1996 5. Lisdiana, Ir, Waspada Terhadap Kelebihan dan Kekurangan Gizi, Trubus Agriwidaya, Bandar Lampung 1998 6. Nyoman I Dewa dkk, Penilaian Status Gizi,EGC Jakarta 2002.