BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Indonesia maka akan berdampak pada perubahan masalah kesehatan. Semakin banyak masyarakat usia lanjut maka penyakit-penyakit degeneratif relatif semakin meningkat jumlahnya, diantara masalah kesehatan yang ada itu masalah penyakit sistem perkemihan seperti BPH juga sering terjadi Prevalensi BPH meningkat dengan meningkatnya usia pada pria berusia 50 tahun dengan angka kejadiannya 50% dan pria berusia 80 tahun sekitar 80%. Sekitar 50% dari angka tersebut di atas akan menyebabkan gejala dan tanda klinik. Karena proses pembesaran prostat terjadi secara perlahan-perlahan efek perubahan juga terjadi perlahan-lahan. (Syamsuhidayat, 1996). Insiden yang pasti dari pembesaran prostat jinak di Indonesia belum pernah di telitil tetapi sebagai gambaran hospital prevalence, di Rumah Sakit Cipto Mengunkusumo di temukan 432 kasus pembesaras Prostat nJinak yang di rawat selama tiga tahun (1994-1997) dan di Rumah Sakit Sumber Laras sebanyak 617 kasus dalam periode yang sama. Di Kalimantan Barat khususnya di RSUD. Dr. Soedarso Pontianak berdasarkan data data yang diperoleh dari Medical Record pada klien yang di

1

Menerapkan Asuhan keperawatan dan mendapatkan pengalaman yang lebih nyata dalam penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan Benigna Prostat Hiperplasia sesuai dengan teori yang di dapat 2. B. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Soedarso Pontianak. Soedarso Pontianak yang di diagnosa :Benigna Prostat Hiperplasi” pada tahun 2007 bulan Januari-Desember penderita laki-laki 108 orang dan meninggal 3 orang. maka penulis merasa perlu membahas Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Reproduksi “Benigna Prostat Hiperplasi” di ruang E Rumah Sakit Dr.2 rawat di Rumah Sakit Umum Dr. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisn laporan kasus ini adalah: 1. peran perawat selaku pemberi pelayanan keperawatan yang komprehensif menitik beratkan pada Bio-Psioko-SosioKultural dan spritual di wujudkan dalam keperawatan. Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta menurunkan komplikasi pada penderita BPH. Mengetahui gambaran tentang Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan Sistem perkemihan Benigna Prostat Hiperplasia khususnya di Rumah Sakir Umum Soedarso Pontianak . Pada saat ini Januari-Juni 2008 penderita lakilaki 78 orang dan meninggal 2 orang.

Keperawatan Mengetahui faktor penghambat dan penunjang dalam Asuhan pada Klien dengan Benigna Prostat Hiperplasi dan pemecahannya khususnya di Ruang E Rumah Sakit Umum Dr. Metode Penulisan Dalam penyusunan laporan kasus ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif yang memberikan gambaran mengenai situasi dan kejadian dengan cara mengumpulkan data. Soedarso Pontianak dari tanggal 14 Juli – 16 Juli 2008 D. selain itu penulis juga mengambil sumber lain yang mendukung permasalahan tersebut. Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Keperawatan YARSI Pontianak.3 3.A dengan gangguan sistem reproduksi: Benigna Prostat Hiperplasi di Ruang (E) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontrianak 4. . menganalisa data dan menarik kesimpulan dari kasus yang diamati. Ruang Lingkup Penulisan mengingat luasnya permasalaan tentang sistem reproduksi maka dalam penyusunan laporan kasus ini penulis hanya membatasi tentang asuhan keperawatan pada Tn. Metode penulisan ini dilakukan dengan cara: 1. Studi kepustakaan: yaitu mempelajari buku-buku dan sumbersumber yang berhubungan dengan permasalahan Laporan Kasus. C.

E. Sistematika Penulisan Laporan kasus ini terdiri dari V (lima) bab yang disusun secara sistematik. pelaksanaan dan evaluasi . diagnosa keperawatan. pemeriksaan dan perawatan secara langsung pda klien dan bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya yang memberikan pengobatan dan Asuhan Keperawatan pada klien dengan Gangguan Sistem Reproduksi: Benigna Prostat Hiperplasi dengan pendekatan proses keperawatan. BAB II : Landasan teoritis yang terdiri dari Anatomo dan fisiologi sistem muskuloskletal. dan sistematika penulisan. perencanaan. ruang lingkup penulisan. konsep dasar fraktur dan asuhan keperawatan secara teoritis pada klien dengan gangguan sistem reproduksi BAB III : Laporan kasus yang terdiri dari: Pengkajian. diagnosa keperawatan. tujuan penulisan.4 2. adapun sistematika penulisan sebagai berikut: BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang. 3. Wawancara langsung/interview: dimana wawancara digunakan untuk mendapatkan data dari klien. keluarga maupun dari tim kesehatan lainnya. Observasi: yaitu dengan melakukan pengamatan. pelaksanaan dan evaluasi BAB IV : Pembahasan yang terdiri dari pengkajian. perencanaan. metode penulisan.

5 BAB V : Penutup. yang terdiri dari kesimpulan dan saran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful