P. 1
Pusat Pengembangan Pelayanan Publik Kesehatan (P4K) Undip

Pusat Pengembangan Pelayanan Publik Kesehatan (P4K) Undip

5.0

|Views: 1,845|Likes:
Dipublikasikan oleh sutopo patriajati
Pelayanan Publik akan menjadi agenda penting bersama karena tahun ini RUU Pelayanan Publik akan segera disahkan menjadi UU.

Pengalaman dan hasil kerja keras kami dalam merintis pengembangan pelayanan publik sektor kesehatan di beberapa propinsi selama hampir 4 tahun ini mengilahmi kami untuk mendirikan sebuah lembaga yang diberi nama Pusat Pengembangan Pelayanan Publik Kesehatan (P4K Undip)

Secara lengkap dapat anda akses di blog kami : http://p4kundip.wordpress.com/

Pelayanan Publik akan menjadi agenda penting bersama karena tahun ini RUU Pelayanan Publik akan segera disahkan menjadi UU.

Pengalaman dan hasil kerja keras kami dalam merintis pengembangan pelayanan publik sektor kesehatan di beberapa propinsi selama hampir 4 tahun ini mengilahmi kami untuk mendirikan sebuah lembaga yang diberi nama Pusat Pengembangan Pelayanan Publik Kesehatan (P4K Undip)

Secara lengkap dapat anda akses di blog kami : http://p4kundip.wordpress.com/

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: sutopo patriajati on Apr 06, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/11/2013

pdf

text

original

FKM UNDIP, Jl. Prof. Soedarto,SH Kampus Tembalang, Semarang 50275 Telp/ Fax : 62-24-7460044, e-mail:p4kundip.gmail.

com

Latar Belakang

Amandemen kedua UUD 1945, Pasal 34 ayat (3) menetapkan : ”Negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan pelayanan umum yang layak”. Pelayanan Publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam konsep good governance maka pelayanan publik merupakan pintu yang tepat untuk memuwujudkan tata pemerintahan yang baik, karena pelayanan publik langsung bersentuhan dengan pengguna atau masyarakat banyak. Adapun Asas Pelayanan Publik antara lain menyangkut Transparansi; Akuntabilitas; Kondisional; Partisipatif; Kesamaan Hak; Keseimbangan Hak dan Kewajiban (Keputusan MenPAN No. 63/KEP/M.PAN/7/2003). Menurut Surat Edaran MenPAN Nomor : SE/ 10 /M.PAN/07/2005 tentang prioritas peningkatan kualitas pelayanan publik, maka bidang kesehatan, pendidikan, kependudukan, penanaman modal merupakan prioritas dalam pelayanan publik. Sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan guna mendukung peningkatan kinerja pelayanan publik maka di sektor kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan yaitu Permenkes No 741/Menkes/PER/VII/ tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. Terkait dengan pelayanan publik sektor kesehatan maka daerah dipersyaratkan menetapkan standar pelayanan untuk jenis pelayanan dasar tertentu dengan indikator kinerja dan batas waktu pencapaiannya.

Delapan tujuan dari MDGs meliputi pengurangan kemiskinan sampai dengan penyetopan penyebaran dari HIV/AIDS dan penyediaan pendidikan dasar yang menyeluruh, merupakan target yang harus dicapai sampai dengan tahun 2015. Dapat dilihat bahwa 4 dari 8 goals MDGs tersebut merupakan hal yang langsung berhubungan dengan kesehatan masyarakat yang menjadi bidang kajian dan pekerjaan Fakultas Kesehatan Masyarakat sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan di Indonesia. Derajat Kesehatan Indonesia diindikasikan masih tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan angka gizi kurang yang utamanya ‘menghinggapi’ pada masyarakat miskin. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2002-2003, angka kematian ibu (AKI) di Indonesia adalah 307 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi (AKB) tercatat 35 per 1.000 kelahiran hidup. Departemen Kesehatan (Depkes) menargetkan pada tahun 2009 AKI menjadi 226 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB menjadi 26 per 1.000 kelahiran hidup. Pada tahun yang sama prevalensi gizi kurang pada anak balita akan diturunkan dari 25,8% menjadi 20% dan umur harapan hidup dinaikkan dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun. Dengan demikian instansi atau SKPD yang terkait dalam bidang kesehatan sebagai institusi pelayanan publik diwajibkan untuk mencapai target pelayanan kesehatan tersebut. Sehingga sudah sewajarnya bahwa didalam mengembangkan dan menjalankan program-programnya saat ini dan kedepan, FKM Undip juga merujuk pada tujuan yang akan dicapai dan dideklarasikan pada MDGs tersebut dalam kaitannya dengan pelayanan publik. Merujuk Visi FKM Undip yaitu “Menjadi

lembaga pendidikan tinggi di bidang kesehatan masyarakat yang unggul di tingkat nasional dan internasional”. Misi yang diusung salah satunya kerjasama dan kemitraan dengan pemangku kepentingan /stakeholder (masyarakat, pemerintah, swasta) dalam meningkatkan pendidikan, penelitian dan pengabdian di tingkat nasional dan internasional. Untuk mewujudkan visi dan misi FKM Undip maka sebagai upaya nyata didirikanlah Pusat Pengembangan Pelayanan Publik Kesehatan (P4K) untuk mendukung peningkatan pelayanan publik di Indonesia.

Tujuan dan Lingkup
Tujuan dari penyelenggaraan unit P4K adalah Mendukung pemerintah daerah dan SKPD untuk mewujudkan pencapaian kinerja pelayanan publik sektor kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya. Adapun ruang lingkup dari unit P4K antara lain melakukan kerjasama dalam : 1. Memberikan bantuan teknis (Technical Assistance) dan advokasi dalam bidang perencanaanpenganggaran dan pembiayaan sektor kesehatan di daerah 2. Memberikan fasilitasi dalam bidang community development sektor kesehatan di daerah 3. Memberikan fasilitasi secara partisipatif dalam pengembangan regulasi & kebijakan (legal drafting) sektor kesehatan di daerah 4. Merancang dan menyusun berbagai modul, pedoman dan prosedur sesuai kebutuhan/program prioritas sektor kesehatan di daerah 5. Menyelenggarakan berbagai action research untuk mendukung upaya penyelesaian masalah yang berbasis fakta (evidence based) dari pembangunan sektor kesehatan di daerah.

Networking dan Pengalaman

Sebagai sebuah center of exellence dalam bidang kesehatan maka P4K FKM Undip telah melakukan kerjasama dan jejaring dengan berbagai institusi dan donor baik lokal, nasional maupun internasional khususnya dalam bidang pelayanan publik sektor kesehatan antara lain : USAID khususnya melalui Local Goverment Support Programme (LGSP) dan Health Sector Programme (HSP); UNICEF, GTZ; KNCV; Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri, Pemerintah Daerah dan DPRD maupun Dinas Kesehatan baik tingkat Provisni dan Kab/Kota diseluruh Indonesia; Civil Society Organization (CSO) Kesehatan dan dari kalangan media massa (radio, surat kabar, setasiun televisi).

Pengalaman-pengalaman yang telah dilakukan P4K antara lain :
1.

PENDAMPINGAN TEKNIS DAN FASILITASI
a.

Program KIBBLA (Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak)

Fasilitator Nasional dari Program District Team Problem Solving (DTPS) KIBBLA, Depkes RI-HSPUSAID, 2008 - sekarang • Fasilitasi Penyusunan Perencanaan Penganggaran DTPSKIBBLA Kab Wonosobo, Banjarnegara, Rembang – Bappeda Jateng-UNICEF, 2008
b.

Legal Drafting Kesehatan

Peraturan/Regulasi

Bidang

Revisi Perda Retribusi Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Semarang 2008 -2009. • Perancangan Peraturan Bupati untuk Implementasi Jaminan Kesehatan Daerah Dan Pembiayaan Bagi Maskin di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Semarang, LGSP-USAID, 2007-2009 • Pembuatan Naskah Akademis Ranperda tentang AIDS di Jawa Tengah, KPAD Jateng, 2008. • Forum Konsultasi Ranperda Kesehatan dan Pelayanan Publik dari beberapa Kabupaten/Kota Provinsi Papua Barat, NAD dan Sulsel, Jatim dan Jateng, LGSPUSAID, 2009

c. Capacity Building SKPD Kesehatan Perbaikan Mutu Pelayanan Publik

dalam

Fasilitasi Pengimplementasian Skema Tindakan Perbaikan Pelayanan (STPP) dan Citizen’s Charter (CC) Poliklinik Keseheatan Desa (Pengembangan Desa Siaga) di Kabupaten Sukoharjo, 2007-2009 • Fasilitasi Pengimplementasian Skema Tindakan Perbaikan Pelayanan (STPP) dan Citizen’s Charter (CC) dalam Program Komunikasi Informasi Kesehatan di Kabupaten Boyolali, 2007-2009 • Fasilitasi Implementasi Skema Tindakan Perbaikan Pelayanan (STPP) dan Citizen’s Charter bagi SKPD SeJateng, Bappeda Jateng-LGSP-USAID, 2008 • Sosialisasi & Pelatihan STPP bagi 50 Sekretaris Daerah Kota/Kabupaten se Indonesia, Dirjen PUM Depdagri-LGSP-USAID, 2009

d.

Penyusunan Dokumen Rencana Kerja (RENJA) dan Rencana Strategis (RENSTRA) SKPD Kesehatan

• Pelatihan & Pengembangan Klinik Konsultasi Pembuatan Renja dan Renstra Kesehatan bagi SKPD Kesehatan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi NAD, LGSPUSAID, 2009. • Pelatihan Pembuatan Renja dan Renstra Kesehatan bagi Stakeholders Kesehatan (DPRD, LSM dan DKK) dari Provinsi Papua Barat, Jatim dan Sulsel, LGSP-USAID, 2009

e.

Advokasi Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Rokok Untuk Sektor Kesehatan

• Roadshow Advokasi Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok di 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah, Dinkes Prov Jateng-IAKMI Jateng, 2008 • Inisasi Pengembangan Kawasan Tanpa Rokok oleh Beberapa SKPD di Kabupaten Boyolali, 2009
f.

Capacity building bagi CSO (Civil Society Organization) dalam Implementasi & Pemanfaatan Hasil Survey Citizen Report Card (CRC) Untuk Peningkatan Pelayanan Publik Rumah Sakit Umum Daerah di Kabupaten Semarang, 2008 Pengembangan Sistem Informasi Puskesmas/Rumah Sakit dan Sistem Informasi Kesehatan Daerah di beberapa Kota/Kabupaten di Jateng, 2006-sekarang

g.

h. Fasilitasi Pelatihan Manajemen Vektor Control bagi Petugas Pest Control DKK Kota Semarang-IPHAM Jateng, 2007 i. Konselor Penjangkauan AIDS bekerjasama dengan KPA Jateng; 2007-2008 j. Pelatihan Manajemen Limbah Cair Minyak bekerjasama dengan PT. Pertamina Tbk, 2008 Bumi

k. Pelatihan Surveilans bagi Petugas BP4 Se-Jawa Tengah, 2007

l. Fasilitasi Penyusunan Renstra Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Brebes, 2007 m.Pemberdayaan Gender dan Kesehatan Perempuan
n.

Fasilitasi Efisiensi dan Pengendalian Biaya Pelayanan Kesehatan Bagi Dokter, YAKES TELKOM Divre IV Jateng-DIY, 2008

2.

PENYUSUNAN GUIDELINE

MODUL/

BUKU

PEDOMAN/


• •

Modul TOT Problem Solving Pelayanan Promosi Kesehatan Bagi Petugas Puskesmas di Kabuapten Sukoharjo dan Kabupaten Boyolali, 2007 Modul TOT Penilaian Kemitraan Di Bidang Kesehatan, 2007 Modul TOT Service Improvement Action Plan (SIAP) bidang Kesehatan, LGSP USAID, 2007 Modul dan Guideline Penyusunan RENJA dan RENSTRA Bagi SKPD Kesehatan, LGSP-USAID, 2008 Pengembangan Instrumen Survey Citizen Report Card Pelayanan Publik di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Semarang, 2008 Guideline Penyusunan Dan Pengimlementasian Citizen’s Charter Untuk Peningkatan Pelayanan Publik, LGSPUSAID, 2008-2009 Modul Goodpractices Penyusunan & Pengimplementasian Citizen’s Charter Dalam Peningkatan Pelayanan Publik Sektor Kesehatan di Kabupaten Sukoharjo & Kabupaten Boyolali, 2009

Penalahati Nusantara

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro

Technology of facilitation LaboratoRy (ToF Lab)
mempersembahkan:

3.ACTION RESEARCH
• Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Kualitas Pemeriksaan Sputum Penderita TB paru di Kabupaten Klaten, Depkes RI-KNCV, 2006-2007 • Analisis Stakeholders dalam Persiapan Implementasi SJSN di Jawa Tengah, GTZ-SHI, 2007 • Analisis Kebijakan dalam Persiapaan Implementasi SJSN di Jawa Tengah, GTZ-SHI, 2007 • Analisis Sosia-budaya Masyarakat dalam Persiapan Implementasi SJSN di Jawa Tengah, GTZ-SHI, 2007 • Analisis Sistem Pembiayan dalam Pesiapan Implementasi SJSN di Jawa Tengah, GTZ-SHI, 2007 • Pengembangan Renstra Kesehatan Kerja Sektor Informal di 8 Provinsi se Indonesia, Depkes RI, 2008

KOMPOSISI TENAGA AHLI
Tenaga ahli yang dimiliki dan terlibat dalam P4K Undip adalah tenaga–tenaga yang profesional dan memiliki spesialisasi sesuai bidangnya masing-masing, yaitu antara lain :
1.

Bidang Perencanaan dan Pembiayaan Kesehatan =

dr Sutopo Patria Jati, MM; dr Antono Suryoputro MPH; Dra. Chriswardani,MKes; Septo Pawelas Arso,SKM,MARS;
2.

Bidang Capacity Building Kesehatan =

drg Zaroh Saluhiyah, MPH, PhD; dr. Bagoes Widjarnarko,MA,MPH; Arie Wuryanto, SKM, Mkes;
3.

Bidang

= dr.Anneke Suparwati, MPH; Dra. Ayun Sriatmi, MKes; Lucia Ratna K, SH.MKes;

Legal

Drafting

dan

Policy

Kesehatan

4.

Bidang Pemberdayaan Masyarakat =

Dra Tinuk Istiarti, MKes; Drs Syamsulhuda BM, Mkes;
5.

Bidang Manajemen Kesehatan Lingkungan :
Ir Mursid R, MSi; Budiyono, SKM, Mkes;

6.

Bidang Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan =
Farid Agusyibana, SKM, DEA; Cahya Tri P, SKM, Mkes;

7.

Fasilitator Kesehatan=

berasal dari 20 orang Dosen dan 50 alumni/mahasiswa yang terlatih serta didukung penuh oleh lembaga profesional bertaraf nasional (Penala Hati Nusantara.).

Fasilitas Pendukung:
Laboratorium Sistem Informasi Kesehatan (Simpus, SIM RS dan GIS Kesehatan) • Laboratorium Technology of Facilitation Kesehatan (ToF) bekerja sama dengan Penala Hati Nusantara • Laboratorium Mutlimedia & Audio Visual Aids (AVA) • Laboarotium Public Health Practice/Kesehatan Masyarakat

Penutup
Kontribusi dari para akademisi dan konsultan melalui keberadaan dan kiprah dari P4K Undip, dimasa mendatang diharapkan akan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan dan perbaikan kualitas serta peningkatan kinerja dari pembangunan kesehatan di Indonesia pada umumnya dan khususnya kinerja pembangunan kesehatan didaerah.

Semarang, 2009 Pusat Pengembangan Pelayanan Publik Kesehatan (P4)K Universitas Diponegoro.

Dr.Sutopo Patria Jati, MM*) Koordinator

*)

No contact: HP: 08122844066; email: spjati@yahoo.com; http://p4kundip.wordpress.com/

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->