Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTEK KERJA PLAT

Disusun Oleh :
Muhammad septianto Nur khamid ( 16 ) ( 17 )

Politeknik Negeri Semarang

1|Page

Judul
Praktik kerja plat

Tujuan
Mahasiswa dapat menggambar bentangan benda kerja Mahasiswa dapat menghitung panjang bentangan benda kerja

I.

Landasan teori
Teori batangan Ket : I1+I2 t R A = panjang plat lurus = tebal plat = radius pembengkokan = sudut pembengkokan

a. R 0 A=(R+X) R < 2t x = 0,33t R = 2t 4t x = 0,4t R > 4t x = 0,5t b. R = 0 A=N. t < 1,5 t = 1,5-3 t>3

N=0,4t N=0,45t N=0,5t

2|Page

II.

Alat dan bahan


Alat : - palu - tang - penyiku - mistar baja - mistar 1 m - gunting plat kanan dan kiri - gunting manual Bahan : Platseng 0,6 mm Timah Larutan HCl - kikir - penggores - bending manual - clem penjepit - solder - gondorukem - amplas

III.

Cara kerja memotong plat seng pada benda kerja : - komponen tutup samping - komponen dasar / alas - komponen penguat atas - komponen penguat depan - komponen pelat nama

( 0,6 x 78 x 340 ) ( 0,6 x 104 x 187 ) ( 0,6 x 19 x 328 ) ( 0,6 x 11 x 38 ) ( 0,6 x 25 x 83 )

Gores dahulu benda kerja sesuai gambar bentangan komponen tutup samping, dasar/alas, komponen penguat atas, komponen penguat depan dan komponen plat nama Potong benda kerja sesuai gambar bentangan komponen diatas dengan gunting manual Bendinglah komponen yang telah ditentukan pada benda kerja komponen masing-masing

Proses perakitan : Proses penyambungan komponen tutup samping dengan komponen dasar Bagian dasar/alas - Panaskan solder terlebih dahulu - Amplaslah terlebih dahulu bagian ujung komponen yang akan di patri

3|Page

Satukan kedua komponen, pipihkan serta pada sambungan diberi cairan HCl Tempelkan ujung solder dengan cairan pengikat timah (gondorukem) Panaskan timah sampai cair kemudian tempelkan pada sambungan Ratakan timah sampai menutupi hingga rapat pada sambungan

Bagian depan (sudut) - Amplas terlebih dahulu bagian ujung komponen - Jepit bagian dalam menggunakan clem penjepit - Berilah cairan HCl pada sambungan - Sentuhkan ujung solder dengan cairan pengikat timah (gondorukem) - Panaskan timah dan menempelkannya pada sambungan serta meratakan timah pada sambungan kanan kiri luar dalam komponen Proses penyambungan komponen penguat atas - Amplaslah dahulu ujung komponen penguat atas dengan komponen dasar/alas - Jepit kedua bagian tersebut dengan clem penjepit - Oleskan dahulu cairan HCl pada ujung sambungan - Sentuhkan ujung solder dengan cairan pengikat timah ( gondorukem ) - Lelehkan dahulu timah yang digunakan untuk mengikat sambungan - Ratakanlah timah dengan solder Proses penyambungan komponen penguat depan - Amplaslah ujung komponen dasar/alas, penguat alas dan penguat depan - Jepit bagian yang akan di patri dengan clem penjepit - Oleskan dahulu cairan HCl pada ujung sambungan - Sentuhkan ujung solder dengan cairan pengikat timah (gondorukem) - Ratakan timah yang digunakan untuk mengikat sambungan serta meratakan timah dengan solder Proses penyambungan komponen plat nama - Amplaslah dahulu komponen plat nama dan komponen dasar/alas - Jepit kedua bagian tersebut dengan clem penjepit - Oleskan cairan HCl pada bagian yang akan disambung - Ssentuhkan ujung solder dengan cairan pengikat timah (gondorukem)

4|Page

Lelehkan timah yang akan digunakan untuk menyatukan sambungan Ratakan timah dengan solder

Finishing benda kerja - Ratakan hasil pematrian yang belum rata dengan menggunakan kikir, amplas atau penggores - Amplas juga semua bagian benda kerja - Cucilah benda kerja dengan air sabun sampai bersih - Keringkan benda kerja setelah tahap pencucian - Untuk penyempurnaan terakhir yaitu dengan pengecatan total benda kerja agar benda kerja dapat terlihat lebih menarik

IV.

Gambar

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. Tutup samping Dasar / alas Penguat atas Penguat depan Pelat nama

Gambar komponen tutup samping

5|Page

Gambar komponen dasar / alas

Gambar komponen penguat atas

6|Page

Gambar komponen penguat depan

Gambar komponen pelat nama

7|Page

V.

PERHITUNGAN Pada praktek kerja plat kali ini terdapat 5 komponen yang nantinya akan dirakitkan dan disatukan dengan pematrian. Komponen tutup samping Perhitungan garis bending vertical. o Garis tekuk L1 = 130 - R - t = 130 - 1 - 0.6 = 128.4 L2 = 82.5 2R 0.6 = 79.3 L3 = 130 R t = 128.4 Panjang pelatakibat ditekuk A1 = A2 = (R + X) 2/360 = (1 + 0.33 x 0.6) 2x3.14x90/360 = 1.88 = 2

Garis bending X1 = X2 X3 = L1 + .A = 129.4 = L1 + .A1 + A2 = 79.3 + .2 + .2 = 81.3

Perhitungan garis bending bidang horizontal o Garis tekuk L =5Rt =5 1 0.6 = 3.4 o Panjang plat akibat ditekuk A1 = A2 = (R + X) 2/360 = (1 + 0.33 x 0.6) 2 x 3.14 x 90/360 = 1.88 = 2

8|Page

o Garis bending X = L1 + . A = 3.4 + .2 = 4.4 Komponen dasar/alas Garis tekuk L = 5.5 0.3 0.6 = 4.6 Panjang plat akibat ditekuk A A = (R + X) 2/360 = (0.3 + 0.33 x 0.6) 2x3.14x180/360 = 1.56 = 1.6 Garis bending A X = L1 + A = 4.6 + x2 = 5.4 Garis tekuk B L = 48.95 R t = 48.95 1 - 0.6 = 47.35 Panjang pelat akibat ditekuk B A = (R + X) 2/360 = (1 + 0.33 x 0.6) 2x3.14x90/360 = 1.88 = 2 Garis Bending B X = L1 + A = 47.35 + x2.7 = 48.7 Garis tekuk C L =5Rt = 5 1 0.6 = 3.4 Panjang plat akibat ditekuk C A = (R + X) 2/360 = (0.3 x 0.33 x 0.6) 2x3.14x180/360 = 1.56 = 1.6 Garis bending C X = L + A = 3.4 + x 2 =4.4

9|Page

Garis tekuk D L1 = 7.5 R t = 7.5 1 0.6 = 5.9 L2 = 81.9 R t = 81.9 1 0.6 = 80.3 Panjang plat akibat ditekuk D A1 = (R + X) 2/360 = (0.3 + 0.33 x 0.6) 2x3.14x180/360 = 1.56 = 1.6 A2 = (R + X) 2/360 = (1 + 0.33 x 0.6) 2x3.14x90/360 = 1.88 = 2 Garis bending D X1 = L1 + A = 5.9 + x 2 = 6.9 X2 = L2 + x 2 = 80.3 + x 2 = 81.3

Komponen penguat atas Garis tekuk L1 =5Rt = 5 1.2 1 = 2.8 L2 =5Rt = 5 1.2 0.6 = 3.2 L3 = 5.8 R t = 5.8 1.2 0.6 = 4.2 L4 = 11.2 0.6 = 6.5 Panjang plat akibat ditekuk A1 = (R + X) 2/360 = (0.3 + 0.33 x 0.6) 2x3.14x180/360 = 1.56 = 1.6 A2 = (R + X) 2/360 = (1 + 0.33 x 0.6) 2x3.14x90/360 = 1.88 = 2

10 | P a g e

Garis bending X1 = 2.8 + x 0.6 + 1 = 4.1 X2 = 3.2 + x 2 = 4.2 X3 = 4.2 + x 2 = 5.2 X4 = 6.5 1 = 5.5

Komponen penguat depan Garis tekuk L1 = 6 1 0.6 = 4.4 L2 = 6 1 0.6 = 4.4 Panjang plat akibat ditekuk A = (R + X) 2/360 = (1 + 0.45 X 0.6) 2 x 3.14 x 90/360 = 1.99 = 2 Garis bending X1 = 4.4 + x2 = 5.4 X2 = 4.4 + x2 = 4.9

Komponen plat nama Garis di tekuk L1 = 4 0.9 0.6 0.3 = 2.2 Panjang plat nama A = (R + X) 2/360 = (0.9 + 0.45 x 0.6) 2 x 3.14 x 90/360 = 3.6 Garis bending X2 = 2.2 + (3.6-0.3) = 3.9

11 | P a g e

VI.

KESIMPULAN Setelah melakukan praktek kerja bangku plat kali ini, dapat kami simpulkan bahwa, kita harus cermat dan teliti saat membuat garis bending pada benda kerja plat, karena ketepatan dan hasil yang baik sangat dipengaruhi oleh perhitungan garis bending dari awal. Apabila dalam pembuatan garis bending asal-asalan, maka, hasil benda tersebut sudah dipastikan akan tidak sempurna. Karena masing-masing komponen saling berpasangan satu dengan yang lain. Dan bisa disimpulakan bahwa hasil dari kerja plat ini berhasil dengan baik karena benda kerja dapat berfungsi sesuai dengan kegunaannya.

12 | P a g e