Anda di halaman 1dari 28

Analisis varians (ANOVA) adalah suatu metoda untuk menguji hipotesis kesamaan rata-rata dari tiga atau lebih

populasi Asumsi Sampel diambil secara random dan saling bebas (independen) Populasi berdistribusi Normal Populasi mempunyai kesamaan variansi

Prinsip utama rancangan percobaan : 1. Pengacakan : memberi kesempatan sama pada satuan percobaan yg diberi perlakuan 2. Pengulangan : beri dugaan galat percobaan, tingkatkan ketelitian, perluas penarikan kesimpulan, pengendalian ragam galat 3. Pengendalian lokal : perancangan percobaan

Misalkan kita mempunyai k populasi.

Masing-masing populasi diambil sampel berukuran n


Misalkan pula bahwa k populasi itu bebas dan

berdistribusi normal dengan rata-rata 1, 2, . dan k dan variansi 2. Hipotesa : H 0 : 1 = 2 = = k H1 : Ada rata-rata yang tidak sama

perlakuan

dengan pengacakan lengkap (setiap satuan percobaan punya peluang sama utk mendapat perlakuan) galat percobaan : beda antar percobaan yang mendapat perlakuan sama sesuai utk percobaan dengan satu percobaan homogen (laboratorium)

Pengacakan dan penataan : 1. Tabel bilangan acak 2. Menggunakan kartu 3. Pengundian

1. Menentukan formulasi hipotesis H 0 : 1 = 2 = = k H 1 : 1 2 k 2. Menentukan taraf nyata () beserta F tabel dbp = k-1, dbg = k(n-1), F (dbp;dbg) 3. Menentukan kriteria pengujian H0 diterima jika Fhit F (dbp;dbg) H0 ditolak jika Fhit > F (dbp;dbg) 4. Membuat analisis varians dalam tabel ANOVA

ANALISIS VARIANS Populasi i xi1 xi2 : : xin Ti

Total

1 x11 x12 : x1n T1

2 x21 x22 : x2n T2

k Xk1 Xk2 : xkn Tk

Total

Ti adalah total semua pengamatan dari populasi ke-i T adalah total semua pengamatan dari semua populasi

Rumus Hitung Jumlah Kuadrat


Jumlah Kuadrat Total

T = JKT x nk i 1 j1
2 ij

2 T Jumlah Kuadrat Perlakuan = JKP i 1 n nk Jumlah Kuadrat Galat = JKG JKT JKP

2 i

Pengaruh jenis tablet terhadap lama pengurangan rasa sakit

Tablet
Ulangan 1 A 5 B 9 C 3 D 2 E 7

2
3 4 5 Jumlah

6
7 5 3 26

7
8 6 8 38

4
3 4 7 21

3
5 3 4 17

5
8 4 7 31 133

Tabel Anova dan Daerah Penolakan

Sumber Variasi

Derajat bebas

Jumlah kuadrat

Kuadrat Rata-rata KRP = JKP/(k 1 ) KRG = JKG/(k(n-1))

Statistik F
F= KRP/KRG

Perlakuan
Galat Total

k1
k(n-1) nk 1

JKP
JKG JKT

H0 ditolak jika F > F(; k 1; k(n 1))

Tabel Anova

SV
Perlakuan Galat Total

db
4 20 24

JK
54.64 40.8

KT
13.66 2.04

Fhit

F5%

F1%
4.43

6.70** 2.87

FK = 17689/25 = 707.56, JKT = 95.44 Fhit > F0.01(4;20) maka H0 ditolak Kesimpulan ??

5. Membuat kesimpulan : Menyimpulkan diterima atau ditolak dengan membandingkan antara langkah ke-4 dengan kriteria pengujian pada langkah ke-3

Pemberian makanan pada binatang dengan

jumlah beda tiap ternak membandingkan panjang badan spesies serangga yang tertangkap oleh perangkap

Kriteria :
Cocok utk penelitian di lapangan Media atau bahan percobaan tidak seragam (tdk dapat

dianggap seragam) shg perlu dikelompokkan Terdapat kelompok dengan ukuran sama yg masing-masing berisi perlakuan

Tehnik pengelompokan :
pemilihan sumber keragaman sbg dasar pengelompokan pemilihan bentuk dan pedoman pengelompokan

Model umum matematika untuk R.A.K.:

Nilai tengah umum

Pengaruh Kelompok ke j

Yij = + i + j + ij

i = 1, 2, . . . . , k J = 1, 2, . . . . , n

Nilai pengamatan pd Perlakuan ke i kelompok ke j

Pengaruh Perlakuan ke i Pengaruh acak pada perlakuan ke i kelompok ke j

Ulangan pada RAK Ulangan pada RAK juga merupakan kelompok dari RAK Besar ulangan minimal untuk RAK: derajat bebas Galat 15. (k -1) (n -1) 15 k = banyaknya perlakuan dan n = banyaknya ulangan Misalnya banyaknya perlakuan = 4, maka ulangan minimal yang diperlukan: (4 -1) (n -1) 15 3n 3 15 3n 18 n 18/3 n6

Pengacakan dan penataan Misal perlakuan A, B, C, D, E dan F a. Buat areal percobaan menjadi n kelompok yg sama (misal 4 kelompok) b. Bagi kelompok pertama menjadi k petak perlakuan 1s/d k dan tetapkan k secara acak c. Pengacakan seperti RAL Perbedaan dengan RAL Pengacakan dlm RAL dilakukan tanpa pembatasan, utk RAK perlakuan harus ada di setiap kelompok

Cara pengacakan pada RAK Misalkan: Perlakuan: A, B, C, D, E dan F Ulangan (sebagai kelompok) 4 kali 24 unit percobaan dilakukan pengacakan

I II III IV

C A F D

F D B F

A B E A

E E C B

D F D C

B C A E

PENGOLAHAN DATA dan SIDIK RAGAM


CONTOH: Percobaan dengan ternak domba, yang mendapat perlakuan 4 macam ransum pakan (perlakuan P, Q, R dan S) dan diulang 6 kali, hasil pengamatan pertambahan bobot badan sbb: (Ulangan 6 kali, karena diperoleh anak2 domba dari induk2 yang berbeda 6 induk domba, masing2 dengan 4 anak )
Perlakuan P Q R S Total

1
Y11 Y21 Y31 Y41 Y.1

Induk (Kelompok / Blok) 2 3 4 5 6 Y12 Y22 Y32 Y42 Y.2 . . . Y16 Y26 Y36 Y46 Y.6

Total

Y1. Y2. Y3. Y4. Y. .

Sidik ragam : ada 3 sumber keragaman dalam RAK (perlakuan, ulangan/kelompok, galat)
k

JKT = Yij2 Y..2 i=1 j=1 nk


k

JKG = JKT JKP - JKK

JKP = Yi.2 Y..2 n nk


n

JKK = Y.j2 Y..2 k nk

TABEL ANOVA
S.K. Kelompok Perlakuan Galat Total db n-1 k-1 (n-1)(k-1) nk - 1 JK JKK JKP JKG JKT KT KTK KTP KTG F hitung KTK / KTG KTP / KTG F tabel
0,05 0,01

Sebagai penguji hipotesis: H0

= 0

H1 paling sedikt salah satu i 0 Bila perbedaan antar induk tidak diperhatikan, maka percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Kapan memakai Rancangan Acak Kelompok (RAK) tergantung keadaan yang dihadapi (tak selalu harus RAK, cukup RAL saja)

CONTOH SOAL : Percobaan dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan menggunakan RAK.

Perlakuan
I 1 2 3 4 5 6 Total 4,4 3,3 . . . 6,6 31,6

Kelompok II III
5,9 1,9 . . . 7,3 30,6 . . . . . . .

Total
IV 4,1 7,1 . . . 6,7 34,5 20,4 17,2 . . . 28,1 132,7

SIDIK RAGAM: S.K.


Kelompok Perlakuan Galat Total

db
3 5 15 23

JK
3,14 31,65 19,72 54,51

KT
1,05 6,33 1,31

F F tabel hitung 0,05 0,01


0,80 4,83** 3,29 5,42 2,90 4,56

Kesimpulan: perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata ( p < 0,01) terhadap hasil pengamatan

Efisiensi relatif RAK terhadap RAL:


Bila percobaan dilaksanakan dengan RAK, tetapi perhitungannya dipakai RAL Mana yang lebih efisien menggunakan RAK ataukah RAL ? Maka: - JK dari RAL tidak dapat diperoleh / dihitung - KTG dari RAL dapat dikira-kira dari KTG nya RAK SIDIK RAGAM untuk RAL:
S.K. db JK KT KTG (RAL)

Perlakuan Galat
Total

5 18
23

Perkiraan KTG dari RAL dihitung sbb:


fk x KTK + ( fp + fg ) x KTG
KTG (RAL) = ( fk + fp + fg ) KTG (RAL) = nilai perkiraan KTG dari RAL

KTK = Kuadrat Tengah Kelompok KTG = Kuadrat Tengah Galat


fk = db kelompok fp = db perlakuan fg = db galat dari RAK

dari RAK

Efisiensi Relatif RAK terhadap RAL dicari sbb:


ER (RAK terha= dap RAL) ( dbg1 + 1 ) ( dbg2 + 3 ) KTG (RAL) ( dbg2 + 1 ) ( dbg1 + 3 ) KTG (RAK)

X 100 %

f1 = db galat RAK f2 = db galat RAL


Kemungkinan hasil yang diperoleh: 100 % ER ( RAK RAL) < 100 % RAL lebih efisien dari pada RAK RAK lebih efisien atau Sama RAL

CONTOH (lihat contoh soal dan penyelesaiannya di atas) Dari contoh soal tersebut diperoleh: KTK dari RAK = 1,05 fk = 3 KTG dari RAK = 1,31 fp = 5

fg = 15

fk x KTK + ( fp + fg ) x KTG KTG (RAL) = ( fk + fp + fg )


=

3 x 1,05 + ( 5 + 15 ) x 1,31 ( 3 + 5 + 15)

= 1,1196

ER RAK terha- =( f1 + 1 ) ( f2 + 3 ) KTG (RAL) dap RAL ( f2 + 1 ) ( f1 + 3 ) KTG (RAK) (15 + 1 ) (18 + 3) 1,1196 = (18 + 1 ) (15 + 3) 1,31

X 100%

f1 = 15 f2 = 18

X 100% = 96%

ER RAK terhadap RAL = 96% < 100%


Kesimpulan: penggunaan RAL lebih efisien dari pada RAK ( Karena 96 kali ulangan RAL memberikan informasi sama banyaknya dengan bila dilakukan 100 kali ulangan dalam RAK )