Anda di halaman 1dari 14

ACARA I KARBOHIDRAT

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Tujuan : - Mempelajari cara isolasi amilum dari umbi/biji-bijian - Mempelajari Hari, tanggal Tempat identifikasi karbohidrat (monosakarida, disakarida, danpolisakarida) : Selasa, 23 November 2010. : Laboratorium Kimia Dasar, Lantai III, Fakultas MIPA, Universitas Mataram.

B.

LANDASAN TEORI
Karbohidrat adalah polisakarida aldehida atau keton dengan rumus empirik

(CH2O)n. Karbohidrat digolongkan sebagai monosakarida atau gula (satu unit aldehida atau keton) : oligosakarida (beberapa unit monosakarida) dan polisakarida molekul besar linear atau bercabang yang mengnadung banyak unit monosakarida. Monosakarida atau gula sederhana memiliki satu unit aldehida atau krton. Golongan ini juga mempunyai sedikitnya satu atom karbon asimetrik dan karenanya terdapat dalam bentuk stereoisomer. Gula yang paling banyak terdapat dialam seperti seperti ribosa, glukosa, fruktosa, dan monasa adalah rangkaian gula D. Gula dengan lima atau lebih atao karbon dapat berada dalam bentuk cincin tertutup hemi asetat, sebagai furanosa (cincin beranggota lima) atau piranosa (cincin beranggota 6). Furanosa dan piranosa terdapat dalam bentuk anome dan , yang dapat saling bertukar dalam proses metorotasi. Gula yang dapat mereduksi senyawa oksidator disebut gula peroduksi. Disakarida terdiri dari dua monosakarida yang digabungkan oleh satu ikatan kovalen. Maltosa mengandung dua residu D-glukosa dalam ikatan (1 4) glikosida. Laktosa mengandung Dgalaktosa dan D-glukosa. Sukrosa, suatu gula non pereduksi, mengandung unit Dglukosa dan D-fruktosa yang digabungkan oleh atom karbon anomernya. Polisakarida (glikan) mengandung banyak unit monosakarida yang berikatan glikosida (Lehninger, 1988: 335). Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen yang terdapat dalam alam, banyak karbohidrat mempunyai rumus empiris (CH2O)n, senyawa ini pernah disangka hidrat dari karbon sehingga disebut karbohidrat. Karbohidrat sangat

beraneka ragam sifatnya, seperti sukrosa dan kapas. Salah satu perbedaan utama antara berbagai tipe karbohidrat adalah ukuran molekulnya. Monosakarida merupakan satuan karboidrat yang paling sederhana, monosakarida tidak bisa dihidrolisa menjadi karbohidrat yang lebih kecil. Karbohidrat yang tersusun dari dua sampai delapan satuan monosakarida dirujuk sebagai oligosakarida ( Fessenden, 1982: 318). Dari rumus umumnya dapat diketahui bahwa karbohidrat adalah suatu polimer. Senyawa-senyawa yang menyusunnya adalah monomer-monomer. Dari jumlah monomer yang menyusun polimer itu maka karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida dan polisakarida, bilamana jumlah monomer yang menyusunnya berturut-turut adalah: satu, dua tiga dan banyak ( Martoharsono, 2006: 23). Karbohidrat dalam bentuk gula dan pati melambangkan bagian utama dari kalori total yang dikonsumsi manusia dan bagi kebanyakan hewan, seperti juga bagi berbagai mikroorganisme. Karbohidrat juga merupakan pusat metabolisme dan organisme fotosintetik lainnya yang menggunakan energi solar untuk melakukan sintesa karbohidrat dari CO2 dan H2O. Sejumlah pati dan karbohidrat lain yang dibuat oleh fotosintesa menjadi energi pokok pada hewan, tanaman. Karbohidrat mempunyai fungsi biologi penting lainnya. Pati dan glikogen berperan sebagai penyedia sementara glukosa. polimer karbohidrat yang tidak larut berperan sebagai struktural dalam dinding sel (Lehinger, 1975: 313). Pada umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih kompleks daripada mono dan oligosakarida. Molekul polisakarida terdiri atas banyak molekul monosakarida. Amilum merupakan salah satu polisakarida, dimana polisakarida ini terdapat banyak dialam, yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Amilum atau dalam bahasa sehari-hari disebut pati terdapat pada umbi, daun, batang dan biji-bijian. Umbi yang terdapat pada ubi jalar atau singkong mengandung pati yng cukup banyak, sebab ketela pohon tersebut selain dapat digunakan sebagai makanan sumber karbohidrat juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan tapioka (Poedjiadi, 2007: 35). Pati terdapat pada umbi, daun, batang, dari biji-bijian. Batang pohon sagu mengandung pati setelelah dikeluarkan dapat dijadikan bahan makanan rakyat di daerah maluku. Umbi yang terdapat pada ubi jalar atau akar pada ketela pohon atau singkong mengandung pati yang cukup banyak, sebab ketela pohon tersebut selain dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pabrik tapioka juga merupakan sumber karbohidrat. Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yaitu amilase dan amilofektin.

Amilum dapat dihidrolisis sempurna dengan menggunakan asam sehingga menghasilkan glukosa. Hidrolisis juga dapat dilakukan dengan bantuan enzim amilase dalam ludah dan dala cairan y ang dikeluarkan oleh pankreas terdapat amilase yang bekerja terhadap amilum yang terdapat dalam makanan kita, oleh enzim amilase, amilum diubah menjadi maltosa dalam maltosa (Poedjiadi, anna,1994). Amilase merupakan komponen pati yang mempunyai rantai lurus dan larut dalam air, umunya amilosa menyusun pati 17,21% terdiri dari satuan glukosa yang bergabung melalui ikatan (1,4) D-glukosa. Amilosa juga mempunyai sifat air dan daya kompresebilitas yang baik. Sementara amilofektin merupakan kmponen pati yang mempunyai rantai cabang, terdiri dari satuan glukosa yang bergabung melalui ikatan (1,4) D-glukosa, dan (1,6) D-glukosa, amilopektin tidak larut dalam air tetapi larut dalam butanol dan bersifat kohesif sehingga sifat air dan daya kompresibilitasnya kurang baik. Terdapat beberapa cara uji kimia untuk mengenali dan mengetahui adanya kandungan karbihidrat yaitu Uji Molish, prinsif reaksi ini adalah dehidrasi senyawa karbohidrat oleh asam sulfat encer. Dehidrasi menghasilkan senyawa hidroksi metil fusfural, sedangkan dehidrasi pentosa menghasilkan furfural. Uji positif jika timbul cincin merah ungu yang merupakan kondensasi antara furfural dengan neftol dalam pereaksi molish. Uji ini untuk semua jenis karbohidrat Mono, di, dan polisakarida akan memberikan hasil positif. Uji benedict merupakan uji umum untuk karbohidrat (gula) pereduksi (yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas) seperti yang terdapat pada glukosa dan maltosa. Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid dan keton bebas dalam suasana alkalis. Biasanya ditambahkan zat pengkompleks seperti filtrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CaCu3. Uji positif ditandai dengan terbentuknya warna hijau, kuning, atau endapan merah bata berarti positif (http//karbohidrat/uji-kulitatatif-karbohidrat.html). Beberapa sifat kimia dari karbohidrat, berbeda dengan sifat fisika yang telah diuraikan. sifat kimia karbohidrat berhubungan erat dengan gugus fungsi yang terdapat pada molekulnya yaitu gugus OH, gugus aldehida. dan gugus keton. monosakarida dan disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi. sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan identifikasi karbohidrat dan analisis kuantitatif dan juga analisis kualitatif dengan menggunakan beberapa pereaksi, antara lain : Pereaksi Fehling

Pereaksi ini dapat direduksi selain oleh karbohidrat yang mempunyai sifat mereduksi juga dapat direduksi oleh reduktor lain. pereaksi fehling terdiri atas dua larutan, yaitu larutan fehling A yang merupakan larutan CuSO4 dalam air sedangkan Fehling B,larutan garam Knatartrat dan NaOH dalam air. fehling menghasilkan endapan warna merah bata. Pereaksi Benedict pereaksi ini berupa larutan yang mengandung kuprisulfat, natrium karbonat dan natriumsitrat. Adanya natrium karbonat dan natrium sitrat membuat pereaksi benedict bersifat basa lemah. Endapan yang dapat terbentuk dapat berwarna hijau, kuning, merah bata. Pereaksi Barfoed Pereaksi ini terdiri atas larutan kupriasetat dan asam asetat dalam air, dan digunakan untuk membedakan antara monosakarida dengan disakarida. perbedaan antara pereaksi fehling, benedict, dan barfoed adalah bahwa pada pereaksi barfoed digunakan suasana asam (Poedjiadi, 2007: 41).

C.

ALAT DAN BAHAN


Alat Gelas kimia 500 ml Pipet tetes Gelas kimia 250 ml Silinder ukur 50 ml Silinder ukur 100 ml Penangas air Rak tabung reaksi Tabung reaksi Corong buchner Statif Klem Blender Mortal Kain kasa Spatula

Penjepit Erlenmeyer 250 ml

Bahan Ubi kayu (singkong) 100 gram Alkohol (etanol) 96% Larutan 20% suspensi ragi roti Larutan buffer posfat (pH 6,6 6,8) Larutan 10% -naftol H2SO4 pekat Larutan fruktoa Larutan glukosa Larutan laktosa Larutan benedict Kertas saring biasa Kertas saring Walfmann Aquadest Tisu Kertas label

D.

SKEMA KERJA
1. Isolasi Amilum dari Umbi/ biji-bijian Ubi kayu (singkong) Dikupas, Ditimbang 100 gram Dipotong kecil-kecil + 200 ml air (blender 30 detik) Disaring dengan kain kasa

Endapan

Filtrat Didekantasi

Endapan + 200 mL air Diakocok Didekantasi

Filtrat

Endapan + Etanol (alkohol) 96% Larutan campuran Disaring (penyaring buchner)

Filtrat

Pati Dikeringkan Ditimbang 2.Hasil Uji Kualitatif Karbohidrat a. Reaksi Peragian 5 ml larutan 20% suspensi ragi roti Hasil

Filtrat

+ 5m larutan karbohidrat Dimasukan ke dalam 2 tabung reaksi + 5 ml larutan 10% buffer fosfat (6,6 6,8) (tabung 1 dipanaskan dan tabung 2 tidak) Didiamkan campuran selama 24 jam Adanya gelembung menunjukan adanya reaksi peragian

b. Reaksi Molisch 2 ml glukosa Dimasukan ke dalam tabung rekasi + 2 tetes larutan 10% alpha naftol kemudian di campur Hasil Dialirkan melalui dinding tabung 2 ml H2SO4 pekat Hasil

2 ml Fruktosa Dimasukan ke dalam tabung rekasi + 2 tetes larutan 10% alpha naftol kemudian di campur Hasil + 2 ml H2SO4 pekat (alirkan melalui dinding tabung). Diamati Hasil

c. Reaksi Benedict Larutan glukosa 2 ml 5 ml reagen benedict Dimasukan ke dalam pemanas air Reaksi positif bila terjadi warna hijau, kuning, merah, oranye, atau merah bata.

Hasil

Larutan fruktosa 2 ml 5 ml reagen benedict Dimasukan ke dalam pemanas air Reaksi positif bila terjadi warna hijau, kuning, merah, oranye, atau merah bata.

Hasil

E.
No 1

HASIL PENGAMATAN
1. Isolasi amilum dari ubi kayu / singkong Prosedur Kerja Reaksi Peragian - 5 ml larutan 20% suspensi ragi roti + 5 ml larutan amilum + 5 ml buffer fosfat (pH 6,6-6,8). - Dilakukan dalam 2 keadaan yaitu yang melalui proses pemanasan dan tidak melalui proses pemanasan. - Dibiarkan 24 jam Hasil Pengamatan Setelah larutan suspensi roti ditambahkan dengan larutan amilum, terjadi perubahan warna larutan menjadi putih. setelah ditambahkan buffer fosfat terbentuk endapan pada dasar tabung. Setelah dibiarkan selama 24 jam, dari campuran berwarna putih keruh, terbentuk endapan di dasar tabung berwarna putih dan larut putih keruh. Untuk proses yang endapan dilakukan lebih dengan sedikit pemanasan,

dibandingkan taung 2, endapan terdiri dari 2 bagian yaitu bagian atas berupa endapan berwarna putih susu dan bagian bawahnya berupa endapan bening, bau ragi masih tercium. Untuk proses permentasi endapan lebih banyak, terbentuk endapan seperti gel 2 Reaksi Molisch berwarna putih. Setelah glukosa ditambahkan dengan -

Untuk glukosa: - 2 ml glukosa + 2 tetes larutan 10% -naftol yang masih -

naftol, terbnetuk endapan -naftol. Setelah dialirkan H2SO4, terdapat 3 lapisan, Lapisan atas berwarna putih, lapisan tengah berwarna ungu, dan bagian bawah berwarna hitam. Setelah glukosa ditambahkan dengan naftol, terbnetuk endapan -naftol. Setelah dialirkan H2SO4, terdapat 3 lapisan, Lapisan atas bening, lapisan tengah membentuk cincin ungu, dan bagian bawah

Untuk fruktosa: 2 ml fruktosa + 2 tetes larutan 10% -naftol yang masih

Reaksi Benedict Untuk glukosa: - 5 ml reagen Benedict + 8 tetes (0,5 ml) larutan glukosa - Masukkan tabung dalam penangas air selama 5 menit. Untuk fruktosa: - 5 ml reagen Benedict + 8 tetes (0,5 ml) larutan fruktosa.

berwarna merah bata. Setelah reagen benedict larutan menjadi biru.

ditambahkan

dengan glukosa terjadi perubahan warna Setelah dipanaskan selama 5 menit,

terbentuk 2 fasa dan terdapat endapan. Endapan bagian atasnya berwarna orange dan bagian bawah berwarna hijau. Setelah reagen benedict ditambahkan dengan glukosa terjadi perubahan warna larutan menjadi biru. Setelah dipanaskan selama 5 menit, terbentuk 2 fasa dan terdapat endapan. Endapan bagian atasnya berwarna orange dan bagian bawah berwarna hijau.

Masukkan tabung dalam penangas air selama 5 menit.

Berat kertas saring Walfmann Berat kertas saring Berat penyaring buchner Berat kerat saring + pati + Buchner Berat pati Berat singkong awal 2. Uji Kualitatif Karbohidrat

= 0,3367 gram = 1,07 gram = 175,26 gram = 194,13 gram = 194 gram (1,07 + 175,26) gram = 17,67 gram = 100 gr

No 1

Prosedur Kerja Reaksi Peragian - 5 ml larutan 20% suspensi ragi roti + 5 ml larutan amilum + 5 ml buffer fosfat (pH 6,6-6,8). - Dilakukan dalam 2 keadaan yaitu

Hasil Pengamatan Setelah larutan suspensi roti ditambahkan dengan larutan amilum, terjadi perubahan warna larutan menjadi putih.

setelah ditambahkan buffer fosfat terbentuk endapan pada dasar tabung. Setelah dibiarkan selama 24 jam, dari campuran berwarna putih keruh, terbentuk endapan di dasar tabung berwarna putih dan larut putih keruh.

yang melalui proses pemanasan dan tidak melalui proses pemanasan. - Dibiarkan 24 jam -

Untuk

proses

yang endapan

dilakukan lebih

dengan sedikit

pemanasan,

dibandingkan taung 2, endapan terdiri dari 2 bagian yaitu bagian atas berupa endapan berwarna putih susu dan bagian bawahnya berupa endapan bening, bau ragi masih tercium. Untuk proses permentasi endapan lebih banyak, terbentuk endapan seperti gel 2 Reaksi Molisch Untuk glukosa: - 2 ml glukosa + 2 tetes larutan 10% -naftol yang masih berwarna putih. Setelah glukosa ditambahkan dengan naftol, terbnetuk endapan -naftol. Setelah dialirkan H2SO4, terdapat 3 lapisan, Lapisan atas berwarna putih, lapisan tengah berwarna ungu, dan bagian bawah berwarna Untuk fruktosa: 2 ml fruktosa + 2 tetes larutan 10% -naftol yang masih hitam. Setelah glukosa ditambahkan dengan naftol, terbnetuk endapan -naftol. Setelah dialirkan H2SO4, terdapat 3 lapisan, Lapisan atas bening, lapisan tengah membentuk cincin ungu, dan bagian bawah 3 Reaksi Benedict Untuk glukosa: - 5 ml reagen Benedict + 8 tetes berwarna merah bata. Setelah reagen benedict larutan menjadi biru. ditambahkan

dengan glukosa terjadi perubahan warna

(0,5 ml) larutan glukosa - Masukkan tabung dalam penangas air selama 5 menit. Untuk fruktosa: - 5 ml reagen Benedict + 8 tetes (0,5 ml) larutan fruktosa.

Setelah

dipanaskan

selama

menit,

terbentuk 2 fasa dan terdapat endapan. Endapan bagian atasnya berwarna orange dan bagian bawah berwarna hijau. Setelah reagen benedict ditambahkan dengan glukosa terjadi perubahan warna larutan menjadi biru. Setelah dipanaskan selama 5 menit, terbentuk 2 fasa dan terdapat endapan. Endapan bagian atasnya berwarna orange dan bagian bawah berwarna hijau.

Masukkan tabung dalam penangas air selama 5 menit.

F.
A.

ANALISIS DATA
Isolasi amilum dari ubi kayu / singkong Berat kertas saring Walfmann Berat kertas saring Berat penyaring buchner Berat pati Berat singkong awal Kadar amilum/padi = 0,3367 gram = 1,07 gram = 175,26 gram = 194 gram (1,07 + 175,26) gram = 17,67 gram = 100 gr = 100 gram 100% = 17,67%
17,67 gram

Berat kerat saring + pati + buchner = 194,13 gram

B.

Uji Kulitatif Karbohidrat

CH2OH
H

CH2OH

C
H OH

O
H

C
H OH

O
H

OH

C
OH

C
OH

C
OH

C
H

C
H

C
OH

C
H

C
OH

D glukosa
CH2OH

D glukosa
CH2OH

O
H

CH2OH
OH

O
H OH

OH

C
H

C
OH

C
H

C
OH

C
H

C
OH

C CH2OH
H

D fruktosa

D fruktosa

CH2OH
OH

C
H OH

O
H

CH2OH
H

C
H

C
H

C
H

O
H

C
H

C
OH

C
OH

C
H

C
OH

Laktosa (B-D-Glukosa galaktopironasi - D glukopironosa

Reaksi Peragian Rekasi Pati H2O Maltosa H+ atau enzim alcohol + CO2
OH OH

H2O D-Glukosa H+ atau enzim

enzim

Etanol

pati + ragi

OH

OH

H
O

H OH H H

OH
O

H OH H H

OH
O

H OH H H

OH
O

H OH H H

OH

OH

OH

OH

OH

g lu k o s a d a la m a m ilo s a

2. Reaksi Molish

H HOH2C CHOH CHOH CHOH C O

H2SO4 O

C H

+
HO

pentosa

furufral

-naftol

H HOH2C CHOH CHOH CHOH C O

H2SO 4

H3C

C H

+
HO

5-hidroksi furfural

H3C O S OH O OH

cincin ungu yanng terbentuk 3. Reaksi Benedict b. Glukosa


HOCH 2 HOCH 2 HOCH 2

. ..O.

.. OH ..
OH

..O
OH

H H

O ..
OH OH OH

..

H C

H H

OH OH OH OH

OH OH

HOCH 2

O ..
OH OH OH

..

HOCH 2

H C

Cu

2+

OH OH OH OH
C OO

CH2O + 3H 2O
merah bata

ion terikat

c. Fruktosa (benedict....?)

OH

.. O ..
OH

+
OH CH 2OH OH
H

.. OH ..

HOCH 2

..

O
OH

OH
HOCH 2

O H ..
OH C OH

.. O . .

OH

CH 2OH

HOCH 2

.. O ..

OH C OH

.. O . .
CH 2 OH

Cu

2+

HOCH 2

.. O ..

ion terikat
OH

OH C OH

Cu2O

merah bata

O R C

OH

Cu

2+

2O H

O CH2

Cu2O

m e ra h b a ta

G. H.

PEMBAHASAN KESIMPULAN