BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Medis 1. Pengertian a.

Masa Nifas (puerpurium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat–alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil,berlangsung selama kira–kira 6 minggu (Prawirohardjo,Sarwono (2006), 2. Perubahan Fisiologi Nifas a. 1) Tanda–tanda Vital Suhu Selama 24 jam pertama, mungkin meningkat 38 0 C sebagai suatu akibat dari dehidrasi persalinan, kerja otot yang berlebihan selama kala II. 2) persalinan. Bradikardi merupakan suatu konsekuensi penigkatan cardiac output dan stroke volume. Nadi kembali seperti keadaan sebelum hamil setelah 3 bulan setelah persalinan. 3) Respirasi Respirasi akan menurun sampai pada keadaan normal sampai pada keadaan sebelum hamil. 4) Tekanan Darah Tekanan darah sedikit berubah atau tidak berubah sama sekali. Hipotensi yang diindikasikan dengan perasaan pusing / pening setelah berdiri dapat berkembang dalam 48 jam pertama sebagai suatu akibat gangguan pada daerah persarafan yang mungkin terjadi setelah persalinan. b. Adaptasi Sistem Cardiovaskuler Nadi Bradikardi ditemukan pada 6 sampai 8 jam pertama setelah

3

Kehamilan menyebabkan hypervolume darah (bertambahnya paling sedikit 40 % lebih dari nilai keadaan sebelum hamil mendekati aterm), memenuhi toleransi kehilangan darah selama kelahiran. Banyak wanita kehilangan 300 sampai 400 cc darah selama persalinan pervaginam dan kira–kira dua kali lipat pada persalinan cesaria. Dalam tiga empat minggu setelah persalinan, volume darah kadang–kadang mengalami regresi nilai pada keadaan sebelum hamil. Pada dasarnya tekanan darah stabil tapi biasanya terjadi penurunan tekanan darah sistolik hingga 20 mmHg jika ada perubahan dari posisi tidur ke posisi duduk. Hal ini disebut orthostatic yang merupakan kompensasi kardiovaskuler terhadap penurunan resistensi di daerah panggul. Segera setelah melahirkan ibu kadang menggigil disebabkan oleh instabilitas vasomotor secara klinis. Hal ini tidak berarti jika tidak terjadi demam. c. Adaptasi Kandung Kemih. Selama proses persalinan kandung kemih mengalami trauma akibat tekanan oedema dan menurunnya sensivitas terhadap tekanan cairan. Perubahan ini menyebabkan tekanan yang berlebihan dan pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas. Biasanya ibu mengalami kesulitan berkemih sampai 2 hari pertama post partum. d. Adaptasi Sistem Endokrin Sistem endokrin mulai mengalami perubahan kala IV persalinan. Mengikuti lahirnya plasenta, terjadi penurunan yang cepat dari estrogen, progesteron dan prolaktin, ibu yang tidak menyusui akan meningkat secara bertahap di mana produksi ASI mulai di sekitar hari ke tiga post partum. Pembesaran payudara dan nyeri bila disentuh. e. Adaptasi Sistem Gastrointestinal. terjadi karena peningkatan system vascular limfatik yang mengelilingi. Payudara menjadi besar, kenyal, kencang

4

Penurunan tonus otot dan motilitas gastrointestinal berlangsung hanya beberapa waktu setelah persalinan. Penggunaan analgetik dan anestesi berlebihan dapat memperlambat pemulihan kontraksi dan motilitas otot sehingga pengosongan usus secara spontan mungkin terhambat hingga 2 sampai 3 hari setelah persalinan. Kebiasaan mengosongkan usus secara spontan perlu dilatih kembali untuk merangsang pengosongan usus. f. Adaptasi Sistem Muskuloskeletal. Otot abdomen terus menerus terganggu selama kehamilan, yang mengakibatkan berkurangnya tonus otot yang tampak pada masa post partum dinding perut terasa lembek, lemah dan kotor. Selama kehamilan otot abdomen terpisah yang disebut rectiabdominalis, maka uteri dan kandung kemih mudah dipalpasi melalui dinding abdomen bila ibu terlentang. g. Adaptasi Sistem Integument. Cloasma gravidarum biasanya tidak akan terlihat pada akhir kehamilan. Hyperpigmentasi pada daerah aerola mammae dan linea nigra mungkin belum menghilang sempurna setelah melahirkan. h. Adaptasi Sistem Reproduksi 1. Uterus Setelah plasenta lahir uterus merupakan alat–alat yang keras karena kontraksi dan relaksasi. Tinggi fundus uteri : a) Setelah bayi lahir b) Setelah placenta lahir c) 5 hari post partum : setinggi pusat : 2 jari bawah pusat : 1/2 symphisis pubis

d) Setelah 10 – 12 hari post partum : tidak teraba diatas symphisis Setelah bayi lahir berat uterus ± 1000 gram, kemudian mengalami involusi dengan cepat selama 7–10 hari pertama dan selanjutnya proses involusi ini berlangsung berangsur–angsur kembali pada ukuran sebelum hamil yaitu ± 30 gram.

5

Perubahan ini berhubungan erat dengan keadaan myometrium yang mengalami perubahan yang bersifat proteolisis. Otot–otot uterus berkontraksi segera setelah post partum. Pembuluh–pembuluh darah yang berada diantara anyaman otot-otot uterus akan terjepit sehingga akan menghentikan perdarahan segera setelah placenta dilahirkan. 2. Lochea Lochea adalah secret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa nifas. Lochea dapat dibagi atas : a) Lochea rubra / kruenta (hari I – III) Terdiri atas darah segar bercampur sisa – sisa selaput ketuban, sel–sel decidua / sisa–sisa verniks kaseosa. Lanugo dan mekoneum b) Lochea serosa (hari IV – IX) Terdiri atas darah bercampur lendir, merah muda atau coklat, berbau agak anyir c) Lochea alba (hari X) Karakteristik : cair tidak berdarah, warna kuning atau putih. Dalam keadaan abnormal, bekuan banyak, bau agak busuk. 3. Serviks Serviks mengalami involusi bersama–sama uterus. Setelah persalinan ostium eksterna dapat dimasuki oleh dua hingga tiga tangan, setelah 6 minggu post natal, servis menutup tapi berbentuk celah. Dengan demikian ostium servitus pada wanita yang sudah pernah melahirkan merupakan salah satu tanda yang menunjukkan riwayat kelahiran lewat vagina 4. Vulva dan Vagina Vulva dan Vagina mengalami penekanan serta perenggangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi. Dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut, kedua organ ini tetap berada dalam

6

Late Post Partum Masa minggu pertama post partum sampai dengan minggu ke empat post partum 5.keadaan kendor. Setelah tiga minggu. Pengamatan dan perawatan khusus diperlukan untuk menjamin kesembuhan b. Perineum Segera setelah melahirkan. ruptur atau laserasi merupakan daerah yang tidak mudah untuk dijaga agar tetap bersih dan kering. Pada post natal hari ke 5 perineum sebelumnya 6. Perineum Luka pada perineum akibat episiotomi. perineum menjadi kendor karena sebelumnya tegang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. Mobilisasi dan tidak menjadi media berkembang biaknya mikrorganisme pathogen Early Post Partum Masa setelah hari pertama sampai minggu pertama post partum sudah mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya. Perawatan Post Partum a. karena proses perubahan hormonal yaitu sebagai akibat peningkatan hormon prolaktin untuk memproduksi ASI sehingga terjadi laktasi 4. Immediate Post Partum Masa setelah post partum sampai 24 jam setelah melahirkan b. c. dengan keadaan lebih kendor dari keadaan 7 . vulva dan vagina kembali pada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur–angsur akan muncul kembali sementara labia menjadi lebih menonjol 5. Payudara Payudara akan menjadi lebih besar dan lebih tegang dan mula–mula lebih nyeri tekan. Pembagian Masa Nifas Masa nifas dibagi tiga periode yaitu : a.

Sehabis melahirkan ibu harus istirahat tidur terlentang selama 8 jam post partum. Miksi (berkemih) Kebanyakan pasien sulit berkemih secara spontan dalam 6 jam setelah melahirkan. namun 3–4 hari post partum harus buang air besar yang diberi obat laksatif f. Defekasi Buang air besar biasanya sulit dilakukan. Perawatan mobilisasi mempunyai beberapa keuntungan antara lain : 1) Melancarkan pengeluaran lochea. hari ketiga berjalan–jalan dan hari ke empat atau ke lima boleh pulang. Diet Makanan pada masa setelah melahirkan harus bermutu dan bergizi cukup terutama yang mengandung kalori dan protein serta sayuran dan buah – buahan. e. kemudian boleh miring ke kiri dan kekanan untuk mencegah trombosis dan tromboemboli. ASI mempunyai banyak manfaat yaitu: 1) Manfaat untuk bayi 8 . tetapi bila pasien sulit berkemih sebaiknya dilakukan kateterisasi. mengurangi infeksi perineum 2) Mempercepat involusi alat kandungan 3) Melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat kelamin 4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme c. dimana selain untuk mengganti kalori yang hilang setelah proses persalinan berlangsung maupun untuk kelangsungan proses pembentukan dan pengeluaran ASI d. Pada hari kedua duduk– duduk . Laktasi Mammae pada masa hamil harus diperhatikan baik dari karakteristik fisiologis dan anatomi agar tetap siap untuk menyusui bayinya. Laktasi diartikan dengan proses pembentukan dan pengeluaran air susu ibu.

Meniru tetangga. Faktor Anatomis Apabila jumlah lobus dalam buah dada kurang maka produsi ASI juga kurang disebabkan sel-sel acini kurang 2. Faktor Fisiologis Terbentuknya ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin yang merangsang sel-sel acini untuk membentuk ASI. Merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya 4. 3.a) ASI mengandung semua zat gizi ang diperlukan oleh bayi dalam pertumbuhan 4–6 bulan pertama kehidupannya b) ASI mengandung berbagai zat antibody untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi c) ASI tidak menimbulkan alergi d) Suhu tepat dan selalu segar e) Memperindah gigi dan rahang 2) Manfaat untuk ibu a) Praktis dan murah b) Memberi kepuasan c) Menunda masa subur 3) Manfaat bagi keluarga a) Mudah didapatkan b) Praktis dan murah c) Memberi kepuasan Faktor–faktor yang mempengaruhi pembentukan dan pengeluaran ASI : 1. teman atau orang yang terkemuka memberikan susu botol c. Faktor Psikologis 9 . Ibu-ibu yang bekerja atau mempunyai kesibukan sosial b. Perubahan sosial budaya a. Jika. hormon prolaktin mengalami kelainan maka dengan sendirinya produksi dan pembentukan ASI juga kurang.

Meningkatnya promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI. pekerjaan. Data Biologis dan Fisiologis 1) a) b) serta nifas yang lalu c) d) 2) a) b) c) d) e) f) Riwayat kesehatan masa sekarang Riwayat keluarga berencana Pola kegiatan sehari–hari Nutrisi (anorexia) Eliminasi BAB dan BAK Istirahat dan tidur Kebersihan diri Aktivitas (insomnia) Nyeri dan ketidaknyamanan Keluhan utama Riwayat keluhan utama Riwayat kehamilan dan persalinan 10 . penghasilan per bulan. wawancara. Tekanan batin 5. B. umur. Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita b. suku/bangsa. Informasi tersebut akan menentukan masalah kesehatan yang meliputi : pengkajian fisik observasi. Faktor Fisik Ibu 6. analisa catatan laporan serta dokumen–dokumen lain yang terkait dengan pengkajian data keperawatan yang perlu dikaji adalah : a.a. pendidikan. b. Pengkajian Pengkajian sebagai proses dasar keperawatan yang kegiatannya bertujuan mengumpulkan informasi mengenai pasien. Faktor penyuluhan tentang manfaat ASI oleh petugas kesehatan 7. perkawian keberapa dan alamat. lamanya perkawinan. riwayat keperawatan. Biodata meliputi identitas klien/suami meliputi nama. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan 1. status perkawinan.

Pemeriksaan kepala dan muka bentuk. bising usus. keadaan puting susu. pengeluaran ASI/Colostrum (Produksi colostrum 48 jam pertama berlanjut pada susu matur. kelopak mata e) f) secret dan peradangan g) h) Nyeri tekan payudara dapat terjadi pada hari ke III – V pasca partum. biasa pada hari ke 3 tergantung kapan menyusui dimulai). kebersihan serta adanya benjolan i) terdiri dari : (1) Setelah bayi lahir (2) Setelah plasenta lahir (3) 5 hari post partum symphisis Pemeriksaan abdomen : keadaan abdomen. keadaan rambut dan massa Pemeriksaan mata : Konjungtiva. warna. Pada dada meliputi : konsistensi. pembesaran kelenjar lympha. ekspresi wajah. tinggi fundus uteri : setinggi pusat : dua jari di bawah pusat : ½ symophisis pubis (4) Setelah 10 – 12 hari post partum : tidak teraba di atas 11 . nadi. suhu. Pemeriksaan mulut : gusi dan gigi Pemeriksaan hidung : adanya : Pada leher : pembesaran kelenjar tyroid. episode diaforetik pada malam hari. pernafasan. Ketergantungan Rekreasi Pemeriksaan fisik Keadaan umum klien Tanda–tanda vital : tekanan darah.g) h) i) 3) Yang dikaji adalah : a) b) c) d) sclera. kontraksi uterus.

takut/menangis Post partum blues) 2) Komunikasi verbal/nonverbal dengan keluarga/orang lain 3) Bantuan yang diharapkan h. varices. Status emosional 1) Respon psikologis yang diamati (Peka rangsang. Pemeriksaan ekstremitas atas dan pembengkakan. varicea vulva. keadaan perineum. Data psikososial 1) Pengalaman persalinan 2) Kesiapan mental menjadi Ibu 3) Cara mengatasi stress 4) Tinggal dengan siapa 5) Peran dan struktur dalam keluarga 6) Kesanggupan merawat bayi 7) Faktor budaya yang mempengaruhi kesehatan 8) Perasaan Ibu setelah kelahiran bayinya 9) Perasaan tentang pelayanan kesehatan yang diberikan g.j) k) bawah : adanya Pada genetalia : pengeluaran lochea. Data ekonomi/social Masalah financial. lecet/kemerahan dan kesemutan c. oedema. Diagnosa I 12 . Data Spiritual 1) Keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa 2) Ketaatan dalam melaksanakan ibadah 3) Kepercayaan pasien menurut agama yang dianut 4) Kegiatan keagamaan yang diikuti f. Diagnosa a. Pemeriksaan penunjang e. 3. oedema. Pemeriksaan diagnostik d.

Tabel I Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa I NO INTERVENSI RASIONAL 1. Sensasi dan gerakan ekstermitas sesuai keinginan klien bawah masih dipengaaruhi oleh pengaruh anastesi yang mengganggu kemampuan klien untuk melakukan posisi nyama 4. lokasi dan sifat 1. Anjurkan duduk dengan otot gleuteus 5. dalam) kebutuhan khusus dan intervensi yang kuat.Nyeri perineum berhubungan dengan : Terputusnya kontinuitas jaringan pada perineum . mengurangi vasokontraksi dan Ajarkan tehnik relaksasi (tarik nafas 2. Inspeksi perbaikan perineum dan 4. Dapat episiotomi menunjukkan trauma berlebihan pada jaringan perineal atau terjadinya komplikasi yang memerlukan intervensi lanjut 5. pengencangan gluteus saat duduk menurunkan stress dan tekanan langsung pada perineum Beri kompres es pada perineum 6. Beri posisi anatomis yang nyaman 3.Trauma mekanik Tujuan : Klien akan mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang Kriteria : Klien dapat beradaptasi dengan nyeri yang timbul. sirkulasi sehingga O2 nyeri kejaringan otot relaksasi 3. Mengedentifikasi kebutuhannyeri. Memberi khususnya 24 jam pertama kelahiran anastesi lokal. Tentukan adanya. Epsiotomy . ekspresi wajah cerah. Tinjau ulang persalinan dan catatan kelahiran (0-10) 2. tanda – tanda vital dalam batas normal. Penggunaan terkontrasi diatas perbaikan peregangan otot vagina 6. Meningkatkan berkurang dan dapat membuat 13 .

pemberian anastesi dan analgetik (0-10). Memblokir rangsang nyeri pada pusat otak sehingga nyeri tidak dipersepsikan b. mengubah posisi bayi dengan tepat. Diagnosa II Nyeri abdomen / payudara berhubungan dengan : trauma mekanik / edema jaringan. nyeri tekan piting atau adanya pecah – pecah terjadi pada hari kedua dan hari ketiga 3. kontraksi/spasme uterus. 2.mengurangi vasodilakasi Kolaborasi pemberian analgetik. tanda – tanda vital dalam batas normal. membantu merangsang klien aliran menyusui. susu. NO 1. dan statis frekwensi temuan. pembesaran payudara. Berikan informasi mengenai 3. oedema dan 7. 7. faktor ketidaknyamanan. Mengidentifikasi faktor yang ketidaknyaman / nyeri. Tujuan : Klien akan mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang. Kaji INTERVENSI sifat dan RASIONAL derajat 1. distensi dan efek hormonal. Kriteria : Klien dapat beradaptasi dengan nyeri yang timbul. 24 jam pasca partum payudara harus lunak dan tidak perih. Tabel 2 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa II ekspresi wajah cerah. mengeluarkan susu menghilangkan pembesaran 14 . Inspeksi payudara dan puting memperberat 2. kompres hangat sebelum menyusui. puting harus bebas dari pecah-pecah atau kemerahan.

6. kontraktilitas seharusnya 5. Sensasi dan gerakan ekstremitas bawah masih dipengaruhi oleh blok sub arachnoid atau peridual.secara manual 4. Respon puting yang tidak nyeri tekan untuk beberapa kali pemberian susu puting yang sakit. Analgetik bekerja pada pusat otak lebih tinggi untuk menunrunkan persepsi nyeri. Ajarkan tehnik pernafasan / relaksasi. yang mengganggun kemapuan klien untuk melakukan posisi yang nyaman. 5. Diagnosa III Menyusui tidak efektif berhubungan dengan : struktur / karakteristik payudara ibu. Berikan analgetik sesuai dengan 8. Masage uterus dengan perlahan sesuai 4. 7. c. Posisi klien sesuai kebutuhan. tetapi tidak menyebabkan ketidaknyamanan berlebihan. menimbulkan Memberi susu pada payudara yang tidak sakit kemudian melanjutkan untuk menggunakan payudara yang nyeri dapat meningkatkan penyembuhan. kurangnya pengetahuan dan pengalaman sebelumnya Tujuan : Klien akan menunjukkan proses laktasi yang efektif. Masage perlahan meningkatkan indikasi. 15 . Anjurkan klien memulai menyusui 6. Meningkatkan rasa control dan dapat menurunkan beratnya ketidaknyaman berkenan dengan kontraksi. 7. mungkin menghisap awal kuat nyeri. kebutuhan. 8.

Posisi dan keadaan puting yang 6. dan sikap meningkatkan pengalaman berhasil. mencegah terjadinya luka yang dapat mengganggu proses menyusui. mencegah puting pecah dan luka. 5. adekuat. Mengidentifikasi kebutuhan klien tentang menyusui. Lakukan perawatan payudara. 3. 6. memperbaiki anatomi puting susu. tepat dapat mencegah luka pada puting tanpa memperhatikan lamanya menyusui. puting susu terbentuk dengan baik Tabel 3 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa III NO INTERVENSI RASIONAL 1. kebutuhan diet khusus dan faktor – yang memudahkan atau mengganggu keberhasilan menyusui. kebutuhan perawatan. perawatan payudara. Ajarkan dan tinjau ulang tehnik– tehnik menyusui dan cara perawatan payudara.Kriteria : Mendemonstrasikan tehnik efektif dari menyusui. Membantu menjamin suplay susu mengenai fisiologi dari keuntungan menyusui. memberikan kenyamanan dan membuat peran ibu menyusui. Tentukan sistem pendukung yang 2. Mempunyai dukungan yang cukup tersedia pada klien. menunjukkan kepuasan regimen menyusui satu sama lain. 2. Merangsang pengeluaran ASI dan 5. Identifikasi dan intervensi dini dapat puting susu. Kaji pengetahuan dan pemahaman 1. Berikan informasi verbal dan tertulis 3. Kaji pengeluaran ASI dan keadaan 4. saat ini mengembangkan – dan rencana 16 . faktor 4. kesempatan menyusui untuk dengan pasangan / keluarga.

Tinjau ulang kadar Hb darah dan 1. eklamsia). Diagnosa IV Resiko cedera berhubungan dengan (anemia. rubella. karena ketidakadekuatan pengiriman Anjurkan ambulasi dan latihan dini 2. catat tanda – tanda anemia. inkompabilitas Rh) Tujuan : Klien akan mendemonstrasikan perilaku untuk menurunkan faktor resiko /melindungi diri. Tabel 4 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa IV NO INTERVENSI 1. 3. RASIONAL atau kehilangan pada : efek–efek anestesi. 4. trauma. vena ke ekstremitas bawah. Penurunan mobilitas. HE tentang pentingnya ASI bagi ibu dan bayi. 2. dari pembekuan darah kelahiran memberi terjadinya 4. 17 . Kriteria : Klien terbebas dari komplikasi. aktivitasi tanda-tanda thromboflebitis. Meningkatkan sirkulasi dan aliran balik kecuali pada klien yang mendapatkan anstesia sub arachnoid. Merangsang sirkulasi dan menurunkan dengan penumpukan pada vena di ekstremitas bawah. Anemia kehilangan darah waktu melahirkan. mendorong menyusui. Berikan tingkatkan kompres tirah panas baring lokal.7. menurunkan edema dan meninggikan tungkai yang sakit. Menambah pengetahuan ibu dan 7. ibu aktif dalam d. Inspeksi ekstremitas bawah terhadap 3. fungsi regulator (hipertensi orthostatic. berlebihan setelah kemungkinan thromboflebitis. profil darah tidak abnormal darah sinkope mempredisposisikan oksigen ke otak.

hemoragi. Tujuan : Klien akan terbebas dari infeksi Kriteria : Luka bebas dari drainase purulen. dan tertahannya plasenta. laserasi. 3. Catat jumlah dan bau rabas lochea 3. Membantu mengidentifikasi perhatiakan frekuensi pemeriksaan faktor–faktor resiko yang dapat mengganggu penyembuhan dan atau kemunduran pertumbuhan epitel jariangan endomentrium dan memberi kecenderungan klien terkena infeksi. kerusakan kulit.meningkatkan penyembuhan e.0 OC pada hari 2 – 10 post partum adalah bermakna. bau amis / daging namun pada endometritis gagal untuk rabas mengkin purulen dan bau busuk. mungkin menunjukkan kemajuan normal dari serosa ke 18 . C dalam 24 jam pertama menandakan infeksi. Peningkatan suhu dalam sampai suhu tubuh. Pantau tanda – tanda vital terutama 2. sangat peningkatan suhu sampai 38. 2. persalinan lama. 1. tidak ada tanda – tanda infeksi. Diagnosa V Resiko infeksi berhubungan dengan : trauma jaringan. tanda –tanda vital dalam batas normal Tabel 5 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa V NO INTERVENSI RASIONAL 1.3 O vagina dan komplikasi seperti ketuban pecah dini (KPD). Kaji catatan prenatal dan intra partal. Lochea serisa normal mempunyai atau perubahan pada kemajuan normal dari rubra menjadi serosa. 38.

Kaji terhadap tanda – tanda infeksi 5. Diagnosis dini dari infeksi lokal episiotomi setiap 8 jam.a.k yang normal. 5. perubahan pada jumlah Tabel 6 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa VI NO INTERVENSI RASIONAL berkemih. Dengan kriteria : peningkatan pengisian / distensi kandung kemih. Kolaborasi pemberian antibiotic. Lakukan perawatan vagina toilet dan 6. berkemih tidak dibantu. Mencegah infeksi dan penyebaran ke jaringan sekitar atau aliran darah d) Diagnosa VI Perubahan eliminasi BAK berhubungan dengan : efek-efek hormonal edema jaringan. Anjurkan mencuci dan tangan gunakan dengan infeksi nyaman tehnik 7. 8. menghalangi penyebaran infeksi 8. 19 .alba 4. eksudat purulen. oedema. trauma mekanis Tujuan : Klien akan memperlihatkan pola eliminasi b. Gejala ISK dapat tampak pada saluran kemih hari ke 2 sampai ke 3 post partum karena naiknya infeksi dari uretra ke kandung kemih 6. Perhatikan perbaikan rupture / luka 4.mengosongkan kandung kemih setiap berkemih. Pembersihan mencegah terjadinya vulva hygiene 7. kemerahan. Perhatikan nyeri tekan berlebihan. membatu sirkulasi mencegah dan atau dan memberikan rasa dapat mencegah penyebaran ke jaringan uterus anjurkan klien mandi setiap hari dang ganti pembalut perineal sedikitnya setiap 4 jam. Merangsang cermat.

vital sign dalam batas normal. dikaji dengan derajat perubahan uterus. 3. efektif dehidrasi yang lama dan penggantian cairan yang tidak dapat dan mengakibatkan menurunkan haluaran urine. Anjurkan minum 6 – 8 gelas cairan 5. 4.1. hemoragi) Tujuan : Klien akan mempertahankan tidak terjadi kekurangan cairan. Kaji masukan dan haluaran urine 1. Membantu mencegah statis dan perhari. g. Trauma uretra kandung atau kemih atau dapat edema mengganggu berkemih. Distensi berlebihan kandung kemih dalam waktu lama dapat merusak dinding kandung kemih dan mengakibatkan atoni 5. Distensi kandung kemih dapat fundus dan lokasi serta jumlah aliran lochea. kemih penuh dapat dan mengganggu motilitas involusi uterus dan meningkatkan aliran lochea. dehidrasi dan mengganti cairan yang hilang waktu melahirkan. anestesi dapat mengganggu sensasi penuh pada kandung kemih. atau 3. Palpasi kandung kemih. Perhatikan adanya edema laserasi/episiotomi dan jenis anestesi yang digunakan. 20 . Anjurkan berkemih dalam 6-8 jam 4. Pantau tinggi 2. kehilangan cairan yang berlebihan (muntah. 2. peningkatan haluaran urin. diaphoresis. Kandung post partum dan setiap 4 jam sesudahnya. Dengan kriteria :tidak ada tanda – tanda dehidrasi. Persalinan terakhir. Diagnosa VII Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan : penurunan masukan.

Tabel 7 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa VII NO INTERVENSI RASIONAL 1. . h. Klien dehidrasi tidak mampu suplai ASI bila menyusui. Peningkatan suhu dapat memperberat dehidrasi. Diagnosa VIII 21 menghasilkan ASI adekuat. berlebihan yang pasca pada berlanjut partum waktu pada dapat kelahiran diakibatkan dari persalinan yang stimulasi jaringan. fundus harus keras dan terlokalisasi pada umbilicus. jumlah lochea vagina dan kondisi perineum setelah 2 jam pada 8 jam pertama. dengan peningkatan aliran lochea dapat diakibatkan dari tertahannya jaringan plasenta. 4. dan kemudian involusi kira-kira satu buku jari perhari. 3. Perhatikan adanya rasa haus. Evaluasi lokasi dan kontraktilitas 2. tertahannya 2. kemudian setiap 8 jam selama sisa waktu di rumah sakit. uterus overdistensi atau anatesia umum. Uterus yang rileks atau menonjol fundus uteri. Kaji kehilangan cairan pada waktu 1. Potensial hemoragi atau kehilangan kelahiran. Monitor vital sign tiap 4 jam 4. dari penggantian berikan cairan sesuai toleransi. kaji ulang riwayat darah periode lama. intrapartal. 3. Segera setelah kelahiran. Perubahan TTV akan menunjukkan adanya ketidakseimbangan cairan dan elektrolit terutama tekanan darah dan denyut nadi. Rasa haus mungkin merupakan cara homeostatis cairan. oxytocin. Pantau pengisian payudara dan 5. 5.

Berikan informasi diet yang tepat 2. cairan menghasilkan bulk dan merangsang elimiasi. supositoria kebiasaan defekasi normal dan 22 . Mengevaluasi fungsi Adanya diatasis rekti usus. Auskultasi terhadap bising atau diatasis rekti RASIONAL usus. Tabel 8 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa VIII NO INTERVENSI 1. Membantu ambulansi sesuai dengan toleransi. meningkatkan 3. dehidrasi Tujuan : Klien akan memperlihatkan pola defekasi kembali normal. 2. perineal dengan laserasi derajat tiga dan dan mencegah empat klien dapat dari selama menyebabkab merelaksasi ketidaknyamanan perineum Kaji episitomi. 1. peningkatan cairan dan upaya untuk membuat pengosongan normal. berat perhatikan kebiasaan defekasi normal menurunkan tonus otot abdomen yang diperlukan untuk upaya mengejan selama pengosongan. 4. efek–efek progesterone. Edema berlebihan atau trauma pengosongan karena takut untuk terjadi cedera selanjutnya. nyeri perineal / rectal.Perubahan eliminasi BAB berhubungan dengan : Penurunan tonus otot (dilatasi rekti abdominis) kelebihan analgetik / anestesi. Perhatiakan adanya 4. 5. Anjurkan peningkatan aktifitas dan 3. laserasi jaringan. dan derajat keterlibatan peristaltik gastrointestinal. Makanan kasar dan peningkatan tentang pentingnya makanan kasar. 5. Kolaborasi pelunak pemberian laksatif. untuk atau meningkatkan kembali faeces. Dengan kriteria : Kebiasaan defekasi kembali normal setelah 4 hari persalinan.

Meningkatkan untuk ibu dan bayi saat di unit.enemat. tidak realistis untuk diri sendiri. Diagnosa IX Perubahan peran menjadi orang tua berhubungan dengan . Perhatikan respon klien/pasangan 2. Mulai asuhan keperawatan primer 3. 3. dengan kuat. Tujuan : Klien dapat mengungkapkan masalah dan pertanyaan tentang menjadi orang tua. Kemampuan klien untuk beradaptasi terhadap kelahiran dan peran secara positif untuk menjadi orang tua mungkin dipengaruhi oleh reaksi ayah. resiko potensial dan sumber–sumber pendukung. klien mampu mengidentifikasikan ketersediaan sumber – sumber. ketidakefektifan model peran. ketersediaan sumber pendukung. 2. Tabel 9 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa IX NO INTERVENSI RASIONAL 1. kurang pengetahuan. Dengan kriteria : klien mendiskusikan peran orang tua secara realistis. serta mungkin memudahkan terjadinya ikatan keluarga positif. pekejaan). Mengidentifikasikan faktor–faktor status perkawinan. kemampuan tua. perawatan berpusat pada keluarga. menjadi orang tua. i. kontinuitas dan asuhan yang diberikan secara individu. adanya stressor (finansial. kurang dukungan dari orang terdekat. yang mempengaruhi untuk klien/pasangan menerima tantangan menjadi orang 23 . usia 1. mencegah mengejan atau stress perineal selama pengosongan. Kaji kekuatan kelemahan. dan latar belakang budaya.

akan serta peran adaptasi langsung dan positif antara penerimaan yang positif feminim fungsi yang kemungkinan feminim terhadap kelahiran anak. j. menjadi ibu dan menyusui. persepsi tidak realistis. Evaluasi sifat dari menjadi orang 4. 24 . klien dapat mengidentifikasi kekuatan individu dan kemampuan koping pribadi. Dengan kriteria : klien akan dapat mengidentifikasi kekuatan individu dan kemampuan koping pribadi. Persalinan lama dan dapat secara dan sementara menurunkan energi fisik dan emosional yang perlu untuk mempelajari peran menjadi ibu dan dapat secara negativ mempengaruhi menyusui. NO INTERVENSI RASIONAL 1. Tujuan : Klien dapat mengungkapkan ansietas dan respon emosional. Terdapat hubungan prenatal dan periode intrapartum dan persepsi klien tentang penampilannya selama persalinan. krisis maturasional. komunikasi 5. Tabel 10 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa X 5. Kaji keterampilan interpersonal pasangan hubungan mereka satu sama lain.4. Kaji respon emosional klien selama 1. Yang mengalami pengaruh negativ tua secara emosi dan fisik yang pernah dialami klien / pasangan selama kanak-kanak. atau menjadi orang tua yang buruk berisiko besar terhadap kegagalan memenuhi tantangan dari pada yang merasakan menjadi orang tua. klien dapat mengidentifikasi sumber–sumber yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Diagnosa X Koping individu tidak efektif berhubungan dengan : ketidakadekuatan system pendukung.

kemampuan mengatasi stress. pengungkapan kegagalan keragu – raguan tentang kemampuan menjadi orang tua. 5. Evaluasi kemampuan koping masa 3. k. Membantu lalu klien. Dengan kriteria : klien dapat istirahat dengan baik. Ibu sampai ke 3 pasca partum. Kaji terhadap gejala depresi hari ke 2 2. konjungtiva tidak anemis. Membantu atau masalah mengenali secara pasangan realistik dan pribadi.2. 4.faktor fisiologis. Dianosa XI professional yang tepat. latar belakang. dengan genetic. system pendukung dan rencana untuk bantuan domestik pada saat pulang. lingkungan atau respon endokrin dalam klien mengkaji untuk Berikan kesempatan kepada klien 4. proses persalinan yang panjang Tujuan : klien akan mengungkapkan istirahat / tidur cukup / terpenuhi. Tabel 11 Rencana Tindakan Keperawatan Post PartumDiagnosa XI 25 . tidur 7 – 8 jam per hari. Gangguan pola tidur berhubungan dengan respon hormonal dan psikologi. perasaan 5. sosial berhubungan faktor. Keterampilan menjadi ibu / orang untuk meninjau ulang keputusan tua bukan secara insting tetapi harus dipelajari. dapat mengalami setelah depresi sementara atau perasaan emosi kecewa mungkin melahirkan. khususnya bila keluarga berisiko tinggi terhadap masalah – masalah menjadi orang tua. Anjurkan bersalah. 3. mengevaluasi kekuatan dan area kebutuhan terhadap untuk melepaskan anak. nyeri / ketidaknyamanan.

NO INTERVENSI RASIONAL 1. informasi tentang efek-efek 4. Kaji tingkat kelelahan dan kebutuhan 1. Diagnosa XII Kurangnya pengetahuan tentang perawatan diri berhubungan dengan kesalahan intervensi dan tidak mengenali sumber–sumber. Analgetik obat-obat analgetik 6. untuk tidur / istirahat setelah kembali ke rumah. mungkin diperlukan untuk meningkatkan relaksasi dan tidur sesuai kebutuhan. Rancangan yang kreatif yang l. Kelelahan dapat mempengaruhi penilaian psikologis. lama dan sulit khususnya bila terjadi 2. Beri ASI. bantuan di 6. istirahat. Multipara dengan anak dirumah rumah dan adanya sibling dan anggota keluarga lain. 5. dan penurunan refleks secara psikologis. tidur dan relaksasi dan menurunkan rangsangan membolehkan untuk tidur siang membantu untuk memenuhi kebutuhan tubuh serta mengatasi kelelahan yang berlebihan. Persalinan atau kelahiran yang tidur untuk istirahat. suplay ASI. 3. Tujuan : Klien dapat mengungkapkan masalah perubahan fisiologis. yang 2. 26 . 4. Kaji lingkungan rumah. memerlukan tidur lebih banyak di rumah sakit untuk mengatasi dan kebutuhan kekurangan tidur dan memnuhi kebutuhannya keluarganya. meningkatkan tingkat kelelahan. kelelahan dan ansietas pada suplay Berikan informasi tentang kebutuhan 3. Membantu meningkatkan mempengaruhi tidur / istirahat dan berlingkungan yang tenang. Kolaborasikan dengan memberikan 5. Kaji factor faktor ini terjadi malam.

4. dari anggota menstandarisasi staf. Kaji kesiapan klien dan motivasi 2. naturasi dan komentensi. 2. Mulai rencana penyuluhan tertulis 3. Makin lama persalinan makin lama negativ persepsi klien tentang kinerja persalinan. dan semakin lama hal tersebut membuat klien memikul terhadap tanggung perawatan jawab dan persalinan dan tingkat kelelahan klien. RASIONAL tentang 1. informasi latihan tentang peran 4. dan tubuh sirkulasi. 3. Tabel 12 Rencana Tindakan Keperawatan Post Partum Diagnosa XII NO 1. meningkatkan menghasilkan seimbang. Berikan program progresif. mensintesa informasi baru serta mempelajari peran – peran baru. Latihan membantu tonus otot. Pastikan persalinan INTERVENSI persepsi klien dan kelahiran. yang meningkatkan pascapartum 27 . merupakan bila diberikan pascanatal pengalaman yang untuk dapat positif tepat penyuluhan membantu pengembangan pertumbuhan inu. Bantu klien / pasangan dalam mengidentifikasi kebutuhan – kebutuhan. Periode untuk belajar. Membantu dengan menggunakan format yang distandarnisasi atau ceklis. dan informasi yang diterima orang tua menurunkan kebingungan klien yang disebabkan oleh diseminasi dari masukan atau informasi yang bertetangga.Dengan kriteria : klien dapat melakukan aktivitas prosedur yang perlu dapat menjelaskan alasan – alasan tentang tindakan.

Pasangan mungkin memerlukan rencana untuk kontrasepsi. BAB III TINJAUAN KASUS A. 5. berikan informasi tentang metode termasuk keuntungan dan kerugian. Diskusikan kebutuhan seksualitas dan 5.perasaan sejahtera secara umum. Pengkajian 1. Pengumpulan Data (Tanggal Pengkajian 25 Juli 2011) 28 . kejelasan mengenai ketersediaan metode kontrasepsi dan kenyataan bahwa kehamilan dapat terjadi bahkan sebelum kunjungan minggu ke 6.

2) Riwayat keluhan utama : Klien mengatakan nyeri perineum dan abdomen dialami sejak tanggal 24 Juli 2011 akibat persalinan. Hilang : “Ny.a.A” : 45 Tahun : Islam : SD : Buruh : I (pertama) : 19 Tahun : Pasangrahan : Nyeri yaitu nyeri pada perineum dan abdomen. Data Biologis / Fisiologis : 29 . Nyeri perineum dirasakan dengan skala 4 (tingkat sedang) dan nyeri abdomen dirasakan dengan skala 3 (tingkat ringan). Biodata 1) Identitas Klien a) Nama b) Umur c) Agama e) Pendidikan f) Pekerjaan h) Perkawinan ke i) Lamanya j) Alamat k) Tanggal Masuk 2) Identitas Suami a) Nama b) Umur c) Agama e) Pendidikan f) Pekerjaan h) Perkawinan ke i) Lamanya j) Alamat 1) Keluhan utama : “Tn.M” : 41 Thn : Islam : SD : Ibu Rumah Tangga : 1 (pertama) : 19 Tahun : Pasangrahan :24 Juli 2011 d) Suku / Bangsa : Bugis/Indonesia g) Status Perkawinan: Nikah d) Suku / Bangsa : Bugis / Indonesia g) Status Perkawinan: Nikah b.

30) : ± 30 menit (22.00) : ± 15 menit (23.15 – 01. 3) a) Gravida : 4 b) Haid terakhir d) ANC e) Imunisasi TT 4) b) Jenis persalinan c) Lamanya persalinan (1) (2) (3) (4) Kala I Kala II Kala III Kala IV a) Tanggal persalinan Riwayat kehamilan terakhir Para : 4 Abortus : 0 : ? Oktober 2010 : 4 kali selama kehamilan : Tidak pernah Riwayat persalinan sekarang : 24 Juli 2011 bergerak.00 – 22.15) : ± 2 jam (23.00 – 23.timbul dan lebih dirasakan pada saat nyeri berkurang bila berbaring/istirahat. nyeri perineum dan abdomrn dirasakan selama ± 10 menit.15) d) Jumlah perdarahan selama persalinan : ± 100 CC e) Pengobatan yang diberikan : (1) (2) (3) Injeksi Cefotaxime 1 gr/12 jam IV Injeksi Ranitidine Injeksi Ketorolac : Tidak ada : laki-laki : 8 . dan c) Tafsiran persalinan : ? Juli 2011 : Post Partum (spontan) : : ± 8 jam (18.30 – 23.10 : tidak ada Pola Reproduksi a) Menarche Umur : 12 tahun b) Siklus haid c) Lamanya haid d) Sifat darah : 28 hari (teratur) : 6 hari : Encer f) Penyakit persalinan g) Jenis kelamin bayi h) Apgar score i) Penyulit persalinan 5) 30 .

5 thn Tidak ada SC Bidan dan dokter L - - Baik 5 1 hari Tidak ada Spont an Bidan dan Dokter Tidak ada L 52 cm 300 0 gra m Baik 7) Riwayat Keluarga Berencana a) Melaksanakan KB : iya.M” dengan Post Partum Hari I di Ruang Perawatan Nifas RSU TenriAwaru bone Keadaan BB Umur Sekarang Baik Baik Baik Anak ke 1 2 3 Kehamilan Umur 17 thn 15 thn 2.5 thn Penyulit Tidak ada Tidak ada Tidak ada Jenis Spont an Spont an SC Persalinan Pe Nolong Bidan Bidan Bidan dan dokter Pen yulit Tidak ada Tidak ada Gemelli dan letak janin Gemelli dan letak janin Tidak ada Kompli kasi Tidak ada Tidak ada L P JK L Anak PB - 4 2. memakai Pil 31 .e) Banyaknya f) Warna g) Bau 6) nifas. : Amis : ± 50 CC /hari : Merah Riwayat kehamilan dan persalinan serta Tabel 13 Riwayat Kehamilan dan Persalinan serta Nifas pada “Ny.

penyakit menular (TBC.5 45 ? 2.tidak riwayat penyakit menular (DM. G2 : Bapak klien sudah meninggal karna faktor usia .b) Rencana yang akan datang : klien mau memakai alat kontrasepsi (pil) 8). c) Riwayat keluarga : klien mengatakan pernah Gambar 1 70 ? 17 2. Riwayat Kesehatan Keluarga : a) Penyakit yang pernah dialami : sakit kepala b) Operasi yang pernah dialami dioperasi. Hipertensi). tidak ada riwayat penyakit menular (DM.5 1hr Keterangan : : Laki-laki : Perempuan : Meninggal : Garis keturunan G1 ? : Klien :Garis Perkawinan :Tinggal Serumah :Umur tidak diketahui : Kakek dan Nenek klien meninggal karena faktor usia. Hipertensi).Lepra) dan ibu klien msih hidup dan dalam keadaan sehat. 32 . penyakit menular (TBC.Lepra).

8 gelas /hari hari Belum pernah Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Air Putih dan Susu 7. ikan. Hipertensi). ikan. d) 3. klien tidak ada riwayat penyakit menular (DM.10 gelas /hari Seler Jenis Nasi. Tapi terdapat riwayat melahirkan kembar.M” dengan Post Partum Hari I Di Ruang Perawatan Nifas RSU TenriAwaru bone No 1. e) nan kesukaan Cairan a) enis minuman 4. Eliminasi B. 7) Pola kegiatan sehari – hari : Tabel 14 Pola Kegiatan Sehari – hari pada “Ny. Nutrisi a) makanan b) ensi makan c) 2.B a) F 3 – 4 x sehari 33 Tidak pernah Tidak ada J 1-2 x sehari Kuning kecoklatan F Lembek Tidak ada J Tidak ada nan pantang a makan Maka Air Putih dan Teh 7. penyakit menular (TBC.A.G3 : Klien merupakan anak bungsu dari 6 bersaudara dan klien sekarang post partum.Lepra). sayur 3 x sehari Freku Baik Tidak ada Bakso Bubur. b) rekuensi minum c) umlah 5. sayur 3 x sehari Baik Tidak ada Tidak ada Jenis Sebelum dirawat Selama Dirawat Maka ± 1400 cc – 1600 cc / ± 1400 cc – 2000 cc / hari .

Pada Tidak ada perineum dan abdomen. b) Sikat gigi (1) Frekuensi (2) Cara c) Cuci rambut (1) Frekuensi 9. Memakai sendiri B. a) Frekuensi b) Warna c) Jumlah d) Bau e) Keluhan Kebersihan diri 7.K 6. (2) Cara d) Ganti pakaian e) Gunting kuku 34 .rekuensi b) arna c) onsistensi d) eluhan e) enggunaan laksatif K Kekuningan W ± 1500 cc Amoniak K Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 1 x sehari 1-2 x sehari Memakai sabun mandi.00 – 05. kebutuhan klien dipenuhi oleh keluarga.A.00 – 14. P Memakai sabun mandi. dibantu obat Mandi sendiri 1 x sehari 2 x sehari Memakai pasta gigi sendiri Belum pernah 3 x Seminggu Memakai shampo 2 x sehari 1 x seminggu Tidak teratur 13.00 Tidak dilakukan Mengurus tangga Mengunjungi keluarga Tidak ada Nyeri pada perineum bila bergerak.00 21. a) Mandi Frekuensi Cara 8. Dirasakan hilang timbul. rumah Tidak ada Tidak teratur Belum pernah 2 x sehari Belum pernah pasta gigi.

b) Kualitas c) Faktor pencetus 11 12 d) Ekspresi wajah e) Skala Tidak ada Tidak ada Tidak ada Jalan–jalan Tidak ada keluhan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Klien tidak melakukan kegiatan olag raga. tidak meringis Tidak ada Bila klien bergerak Ekspresi wajah nampak meringis nyeri sedang “skala 4” pada perineum dan nyeri ringan skala 3 pada abdomen. Tidak dilakukan dalam dalam Tidak ada Tidak ada dalam Ceria. ± 5-10 menit Istirahat/berbaring f) Durasi g) Usaha untuk menanggulangi Ketergantungan a) Obat b) Rokok c) Minuman keras Rekreasi / olah raga 35 .Istirahat a) Tidur siang b) Tidur malam Aktifitas a) Kegiatan pekerjaan b) Kegiatan waktu luang c) Keluhan beraktifitas Nyeri dan ketidaknyamanan a) Lokasi 10.

Pemeriksaan Fisik : a) b) c) (1) (2) (3) (4) d) (1) Nadi Pernafasan Suhu Inspeksi : Wajah nampak meringis bila bergerak. tekstur rambut kasar dan berombak. bola mata dapat bergerak ke delapan arah (2) Palpasi : tidak ditemukan nyeri tekan dan massa h) Mulut : (1) Inspeksi : Jumlah gigi 32 buah. warna rambut beruban. caries tidak ada. pucat atau anemis. (2) Palpasi : Tidak ditemukan adanya massa dan nyeri tekan pada daerah kepala.wajah simestris kiri dan kanan. tidak ada kemerahan pada mata kiri dan kanan. sariawan tidak ada. Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah : Baik : Composmentis : : 100/60 mmHg : 76 x / menit : 20 x / menit : 36 O C Muka / Rambut : Tanda – tanda Vital 36 . sclera putih tidak ikterus. tidak ada luka pada bibir.Hubungan keluhan seksual / 8. e) Mata : (1) Inspeksi : Konjungtiva anemis.

T : ± 10 menit (2) (3) Auskultasi : Peristaltic usus 15 x / menit Palpasi : Didapatkan nyeri tekan pada abdomen 37 . puting susu terbentuk dengan baik.S : Ringan skala “3” ( 0-10 ) .(2) Palpasi : Tidak ada nyeri tekan i) Leher : (1) Inspeksi : Tidak ada pembengkakkan. (2) Palpasi : Konsistensi teraba lembek. Klien mengatakan isapan bayinya kurang.R : Lokasi Nyeri pada abdomen .Q : Nyeri hilang timbul . tidak ada pembesaran kelenjar thyroid. k) Abdomen / Uterus (1) Inspeksi : (a) Terdapat bekas operasi (yang lalu) (b) Klien mengatakan nyeri pada abdomen (c) .P : Dirasakan apabila bergerak . produksi ASI kurang kemampuan isapan bayi kurang. (2) j) Palpasi : Tidak ada nyeri tekan dan massa Buah Dada : (1) Inspeksi : Bentuk simetris kiri kanan. tidak ada massa dan nyeri tekan. hyperpygmentasi pada aerola mammae. Klien mengatakan produsi ASI kurang.

S : Sedang skala “4” ( 0-10 ) .Pendarahan pada anus (2) Palpasi .l) Genitalia : (1) Inspeksi : (a) Ada darah keluar dari vagina (b) Lochea : Rubra (c) Warna : Merah (d) Banyak : ± 100 cc (e) Edema (f) Bau jaringan) (h) Klien mengatakan nyeri pada perineum (i) Klien mengatakan nyeri dirasakan apabila bergerak (j) Klien mengatakan nyeri hilang timbul (k) Klien mengatakan masih banyak darah yang keluar dari vagina (l) Nampak luka laserasi pada perineum .Haemoroid .T : ± 10 menit : Tidak ada : Amis (g) Laserasi : Derajat 1 (robekan mencapai kulit dan (2) Palpasi .Q : Nyeri hilang timbul .Ada nyeri tekan pada perineum m) Anus : (1) Inspeksi .R : Lokasi Nyeri pada perineum .Massa : tidak ada : tidak ada : tidak ada 38 .P : Bila bergerak .

. Kesemutan dan nyeri tekan tidak ada.. 3) Cara mengatasi stressnya : Klien dapat mengatasi stressnya dengan membicarakan masalah yang dihadapi dengan suami dan keluarga 4) Klien tinggal dengan suami dan anaknya.Edema . (b) Palpasi Massa.Varises : tidak nampak (b) Palpasi .Varises : tidak terasa .Nyeri tekan n) Ekstremitas (1) Atas : (a) : tidak ada Inspeksi : terpasang infuse RL 28 tetes/menit pada tangan sebelah kiri dan kanan. nyeri.Kesemutan dan nyeri tekan : tidak Nampak (2) Bawah : (a) Inspeksi Tidak ditemukan adanya edema. Data Psikososial : 1) Pengalaman persalianan : Klien mengatakan sudah yang ke 4 kalinya melahirkan 2) Kesiapan mental menjadi ibu : Klien mengatakan siap menjadi ibu serta berharap dapat merawat dan membesarkan anaknya dengan baik. edema.Edema . massa dan lecet.Lecet : tidak nampak : tidak nampak : tidak ada . o) Ambulasi : 10 jam setelah partus p) Pemeriksaan diagnostic : c. 39 .

10) Status emosional : Status emosional klien stabil 11) Respon psikologi yang dialami : Klien memperlihatkan respon psikologis yang baik selama penerapan asuhan keperwatan 12) Komunikasi verbal / non verbal terhadap orang dekat / keluarga : Klien dapat berkomunikasi verbal / non verbal terhadap terdekat /keluarga 13) Perilaku pola interaksi yang diamati : Klien kooperatif selama dirawat. 7) Tidak ada faktor budaya yang mempengaruhi kesehatan 8) Penerimaan bayi : Klien/keluarga sangat senang dengan kelahiran bayinya. Data Sosial Ekonomi : Masalah finansial yaitu : orang 40 . 9) Perasaan tentang pelayanan yang diberikan : Klien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tim kesehatan di rumah sakit. 6) Kesanggupan dalam merawat bayi : Klien mengatakan sanggup merawat bayinya dan sanggup menjadi ibu dari anak-anaknya. interaksi dengan keluarga. petugas baik 14) Bantuan yang diharapkan : Klien berharap agar petugas dapat memberikan perawatan yang dibutuhkan terkait dengan kondisi klien yang dihadapi. d.5) Peran dalam struktur keluarga : Klien mampu menjalankan perannya dengan baik sebagai ibu rumah tangga (merawat suami dan anaknya serta melakukan kegiatan rumah tangga lainnya).

Masalah finansial yaitu klien menggunakan kartujamkesmas selama dirawat di rumah sakit. pengajian. dan lain-lain) 41 . e. 3) Kepercayaan pasien menurut agama yang dianut terhadap KB: Klien berpendapat bahwa program keluarga berencana tidak bertentangan dengan agama dan yang dianut klien dan setuju karena program keluarga berencana dapat menjarangkan kehamilan 4) Kegiatan keagamaan yang diikuti : Klien rajin mengikuti perayaan hari–hari besar Islam (isra mi’raj. Data Spritual : 1) 2) Keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa Klien percaya dan yakin akan adanya Tuhan Ketaatan dalam melaksanakan ibadah : Klien mengatakan sebelum dirawat dirumah sakit klien rajin beribadah dan sekarang klien tidak melakukan ibadah selama dirawat di rumah sakit. maulid.

e) f) 42 bahwa nyeri c) Diagnosa Medik : Post Partum Hari 1 Ruang : Nifas Tanggal : 25 Juli 2011 DATA OBYEKTIF pada a) Tanda – tanda Vital : TD : 100/60 mmHg N P S : 76 x / menit : 20 x / menit : 36. Data Fokus Tabel 15 Data Fokus Pada “Ny.M” Umur : 41 Tahun Ruang Rawat : Perawatan Nifas DATA SUBYEKTIF a) Klien mengatakan nyeri perineum.2.M” dengan Post Partum Hari I Di Ruang Perawatan Nifas RSU TenriAwaru bone Nama Klien : “ Ny. f) Klien mengatakan masih banyak darah yang keluar dari vagina. g) Klien mengatakan sulit bergerak. b) Klien mengakan nyeri pada abdomen bagian bawah. d) Ekspresi wajah nampak meringis Nyeri tekan abdomen P : Apabila bergerak . e) Klien mengatakan belum bisa bergerak banyak.5 OC b) Nampak luka laserasi pada perineum P : Apabila bergerak Q : Nyeri hilang timbul R : Lokasi nyeri pada perineum S : Sedang skala “4” (0-10) T :Nyeri timbul selama ± 10 menit. c) Klien mengatakan nyeri dirasakan apabila bergerak. d) Klien mengatakan hilang timbul.

m) Post partum hari 1. g) Nampak terpasang infuse RL 28 tetes/menit pada tangan kiri dan kanan h) i) j) l) lochea rubra Kebutuhan klien nampak dipenuhi oleh keluarganya.Q : Nyeri hilang timbul R : Lokasi nyeri pada perineum S : Ringan skala “3” (0-10) T : Nyeri timbul selama ± 10 menit. k) Gerakan klien terbatas 43 . KU lemah Kebutuhan klien nampak dipenuhi oleh keluarga.

M” Umur : 41 Tahun Ruang Rawat : Perawatan Nifas NO 1. serotinin dan prostaglandin) dirasakan apabila bergerak Terputusnya kontinuitas jaringan. kulit. DATA DS : a) Klien mengatakan nyeri pada perineum b) Klien mengatakan bahwa nyeri hilang timbul c) Klien DO : a) Ekpresi meringis b) Tanda – tanda Vital : TD : 100/60 mmHg N P : 76 x / menit : 20 x / menit Spinal cord (cornu posterior medulla spinalis) wajah nampak Stimulasi saraf Afferent mengatakan nyeri pelepasan zat proteolitik (zat bradikinin.M” dengan Post Partum Hari I Di Ruang Perawatan Nifas RSU TenriAwaru bone Nama Klien : “ Ny. otot Diagnosa Medik : Post Partum Hari 1 Ruang : Nifas Tanggal : 25 Juli 2011 PENYEBAB Post Partum MASALAH Nyeri Perineum 44 .Analisa Data Tabel 16 Analisa Data “Ny.3.

S : 36. DS : -Kien mengatakan nyeri pada abdomen .Klien DO : Nyeri tekan pada abdomen P : Dirasakan apabila bergerak Q : Nyeri hilang timbul R : Lokasi Nyeri pada abdomen S : Ringan skala “4” ( 0-10 ) T : ± 10 menit mengatakan nyeri abdomen bila bergerak Post Partum Efek progesteron dan estrogen ↓ Stimulasi hypotalamus Hypofise posterior mengsekresi hormon oksitosin Kontraksi/ spasma uterus Stimulasi baro reseptor Saraf aference Thalamus Cortex cerebri Area somato sensorik Nyeri abdomen 45 .5 OC Thalamus Cortex cerebri area pada somato sensorik Nyeri Perineum c) P : Dirasakan apabila bergerak Q : Nyeri hilang timbul R : Lokasi Nyeri perineum S : Sedang skala “4” ( 0-10 ) T : ± 10 menit 2.

Klien mengatakan sulit bergerak . perineum dan tempat perlengketan placenta Barier proteksi tubuh me↓ Post de entre mikroorganisme Resiko infeksi 4.Nyeri abdomen 3.Nampak luka laserasi pada perineum .Nampak terpasang infuse RL 28 tetes/menit pada tangan kiri dan Merangsang reseptor nyeri mengatakan nyeri Terputusnya kontinitas jaringan dirasakan apabila bergerak Post Partum Intoleran aktifitas 46 .Post Partum hari I pelepasan placenta Trauma jaringan Post Partum Resiko infeksi Terputusnya kontuinitas jaringan kulit.Ada lochea rubra pada vagina . Faktor resiko : . DS : . otot (vagina.Klien DO : . servic.

Kebutuhan klien nampak dipenuhi oleh keluarga Saraf prifer ke hypothalamus Thalamus Cortex serebri Presepsi nyeri Nyeri pada perineum Imobilisasi fisik Intoleran Aktivit 47 .kanan klien .

25 Juli 2011 27 Juli 2011 48 .M” Umur : 41 Tahun Ruang Rawat : Perawatan Nifas NO 1. Diagnosa Medik : Post Partum Hari 1 Ruang : Nifas Tanggal : 25 Juli 2011 TANGGAL TANGGAL DIAGNOSA KEPERAWATAN DITEMUKAN TERATASI 25 Juli 2011 Tidak teratasi Nyeri perineum berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan Nyeri abdomen berhubungan dengan kontraksi spasme uterus Resiko infeksi berhubunga dengan trauma jaringan Intoleran aktiviti berhubungan dengan imobilisasi fisik 2. 25 Juli 2011 27 Juli 2011 3.M” dengan Post Partum Hari I Di Ruang Perawatan Nifas RSU TenriAwaru bone Nama Klien : “ Ny.B. 25 Juli 2011 Tidak teratasi 4. Diagnosa Keperawatan Tabel 17 Diagnosa Keperawatan “Ny.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.