Anyaman Bambu, Rotan dan Daun Lontar, Hasil Karya Seni I Gusti Putu Geria

Published By Seputar Wirausaha under Profil Bisnis Tags: Creative, kerajinan, produk Menjadi ahli dalam satu bidang tertentu sudah barang tentu sangatlah menyenangkan. Sebab, dengan keahlian tersebut, selain kita dapat memuaskan diri sendiri, kita juga dapat memuaskan orang lain yang menyukai bidang tersebut. Apalagi jika keahlian yang dimiliki itu selalu ditularkan kepada orang lain di sekitar kita.

Ilmu dan keahlian yang selalu ditularkan kepada orang lain itu bisa membuat seseorang diakui, dikenal dan dihargai masyarakat, tidak hanya masyarakat di negeri sendiri tetapi juga masyarakat di seantero dunia. Sikap itulah yang senantiasa akan membuat seseorang selalu dikenang masyarakat karena jasa baik yang telah ditorehkan semasa hidupnya. Rupanya filosofi inilah yang dipegang teguh oleh I Gusti Putu Geria, seorang ahli dalam pembuatan barang kerajinan anyaman dari bambu, rotan dan daun lontar yang sudah berpuluh-puluh tahun menggeluti dunia kerajinan anyaman dari bahan-bahan alam tersebut. Keahlian dalam membuat barang kerajianan anyaman diperoleh I Gusti Putu Geria secara autodidak dari para perajin pendahulunya yang ada di sekitar tempat tinggalnya dengan cara belajar sambil bekerja. Gusti Geria, demikian panggilan akrab pakar kerajinan

desain-desain barang kerajinan anyaman yang baik dan berkualitas dapat dengan cepat ditiru para perajin lainnya. Sebab. sudah belajar menganyam bambu dan rotan sejak usia kanak-kanak ketika jaman penjajahan Jepang. ketekunan dan kerja keras dalam mempelajari pembuatan barang kerajinan anyaman. rotan dan daun lontar yang sangat indah dan kreatif. Kini sudah lebih dari ratusan desain barang kerajinan anyaman yang telah diciptakan Gusti Geria. Dengan modal keseriusan. ketekunan dan kerja keras serta ditambah dengan kemampuan berinovasi dalam mencipatkan kreasi-kreasi baru. Rupanya Gusti Geria tidak terlalu mempedulikan praktek jiplak menjiplak desain barang kerajinan anyaman itu. Tampaknya Gusti Geria sengaja untuk tidak mempatenkan berbagai desain barang kerajinan anyamannya walaupun dirinya mengetahui persis konsekuensi dari tidak adanya perlin-dungan paten untuk produk ciptaanya itu. Gusti Geria pun berhasil mengembangkan berbagai desain produk anyaman bambu. Gusti Geria setahap demi setahap mampu menguasai teknik pembuatan barang kerajinan anyaman secara nyaris sempurna. Apalagi di Pulau Bali banyak sekali perajin yang memiliki keahlian tinggi dalam anyam menganyam sehingga sudah bukan rahasia lagi kalau praktek jiplak menjiplak itu mudah sekali terjadi walaupun hanya dengan cara melihat barang aslinya sekali saja. Namun tidak satu pun dari ratusan desain produk kerajinananyaman itu yang dipatenkan Gusti Geria. Dia cenderung tidak mau ambil pusing dengan apa yang .anyaman asal Pulau Dewata yang satu ini. Berkat keseriusan.

Ilmu dan seni menganyam bambu. Gusti Geria pun membiarkan desain-desain barang kerajinan anyamannya menjadi milik masyarakat perajin anyaman di Bali khususnya dan di Indonesia pada umumnya. rotan dan daun lontar. sering kali mewakili Gusti Geria memberikan pelatihan tersebut. Kini di usianya yang ke-76. yang terpenting bagi dirinya terus berkarya menghasilkan desaindesain produk kerajinan anyaman yang lebih baik. Sampai saat ini permintaan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan di bidang industri kerajinan anyaman itu masih terus mengalir. Gusti Geria menghabiskan masa tuanya dengan menekuni kegiatan pembuatan berbagai barang kerajinan anyaman. rotan dan daun lontarnya ditularkan Gusti Geria kepada anak-anak dan cucunya serta kepada siapa saja yang berminat menekuni seni kerajinan anyaman tersebut.. Kesembilan anak (enam lakilaki dan tiga perempuan) serta 15 cucunya kini turut menekuni industri kerajinan anyaman bambu.dilakukan perajin lain. Gusti Geria sering kali diminta instansi pemerintah dan institusi/lembaga partikelir tertentu untuk memberikan pelatihan dan pendidikan (diklat) mengenai kerajinan anyaman di berbagai daerah di tanah air termasuk di provinsi Timor Timur ketika masih bergabung dengan Negara Kesatuan RI. Karena itu. . Keahliannya yang luar biasa dan pengalamannya yang luas dalam bidang kerajinan anyaman bambu dan rotan telah membawanya berkeliling seluruh Indonesia untuk menularkan ilmunya itu. anak tertuanya bernama Darma Putra yang sejak kecil menggeluti industri kerajinan anyaman. Namun mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi. Gusti Geria pun seringkali tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Gusti Geria pun selalu aktif dalam menularkan ilmu dan keahliannya dalam bidang kerajinan anyaman. lebih menarik dan berkualitas tinggi. Tidak hanya berhenti sampai di sana.

Bahkan kalangan pembeli dari Jepang yang selama ini terkenal dengan persyaratan standard mutunya yang sangat ketat dan tinggi secara rutin membeli berbagai produk kerajinan anyaman bambu. antik dan anggun menambah kecantikan dan keindahan berbagai produk kerajinan anyaman itu. sebagian produk kerajinan anyaman itu ada juga yang diekspor ke Amerika Serikat dan Australia serta sebagian lainnya dijual di pasar dalam negeri. rotan dan daun lontar hasil kreasi Gusti Geria. Gusti Geria kini mampu memproduksi rata-rata 800 pieces (200 set per desain) barang kerajinan anyaman setiap bulannya. seperti nampan. Dengan dibantu anak cucunya itu. Tidak mengherankan apabila kalangan pembeli dari mancanegara selalu berminat untuk membeli produk-produk kerajinan anyaman bambu. tempat buah. rotan dan daun lontar yang dibuat Gusti Geria. Gusti Geria mampu membuat berbagai bentuk dan desain kerajinan anyaman yang indah dan menarik. tissue box. pot untuk rangkaian bunga. Penggunaan warna cokelat gelap (dark mahagony) yang memberikan kesan natural.Dengan keahlian di bidang kerajinan anyaman. sangkar burung dan kap lampu. Produk kerajinan anyaman bambu. Khusus untuk kegiatan ekspor ke Jepang. rotan dan daun lontar buatan Gusti Geria termasuk memiliki keunikan yang khas karena desain kerajinan anyaman hasil karya Gusti Geria sangat berbeda dengan kerajinan anyaman buatan perajin lainnya yang ada di Bali maupun di daerah lainnya di tanah air. laundry basket. Walaupun sebagian besar produk kerajinan anyaman Gusti Geria ditujukan untuk memenuhi pesanan pembeli dari Jepang. keranjang parsel. pihak pembeli dari Jepang . asesories basket.

perdagangan. Industri ekstraktif. Industri primer. 2) Industri alat listrik dan logam. dan industri hasil kehutanan. dan industri makanan ringan. teh. industri hasil perikanan. Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier. industri makanan dan minuman. http://arifh. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut: 1) Industri tekstil. industri alat-alat rumah tangga. 4) Industri pangan. tinta. industri konveksi. Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku a. dan mesin jahit. dan industri kain. dan perabotan dari tanah (gerabah). Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas. televisi. yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. dan marmer. dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. misalnya: benang. misalnya: sabun. Industri nonekstraktif. Industri Kecil (IK) Industri ini merupakan industri yang bergerak dengan jumlah pekerja sedikit. d. dan teknologi sederhana. Industri rumah tangga. gula. yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. . dan radio. kain. plastik. industri tempe/tahu.mengirimkan perwakilannya ke Bali untuk mengumpulkan barang kerajinan anyaman itu di Bali dan mengurus semua pengepakan dan kargo untuk selanjutnya dikirim ke Jepang. garam dan makanan kemasan. Biasanya dinamakan industri rumah tangga. industri pemintalan. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati atau digunakan secara langsung. Misalnya: industri kayu lapis. Aneka Industri (AI) Industri ini merupakan industri yang tujuannya menghasilkan bermacammacam barang kebutuhan hidup sehari-hari. 3) Industri kimia. misalnya: kayu gergajian. pasta gigi. dan pakaian jadi. adalah sebagai berikut : 1. Misalnya: perbankan. lemari es. 2. b. Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja a.com/anyaman-bambu-rotan-dan-daun-lontar-hasil-karya-seni-igusti-putu-geria/ KLASIFIKASI INDUSTRI Adapun klasifikasi industri berdasarkan kriteria masing-masing. terigu. Klasifikasi industri berdasarkan produksi yang dihasilkan a. misalnya: kipas angin. Misalnya: industri anyaman. misalnya: industri kerajinan. obatobatan. c. kopi. Misalnya: industri hasil pertanian. misalnya: minyak goreng. sampho.blogdetik. yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. tenaga kerja berasal dari anggota keluarga. angkutan. Misalnya: industri anyaman. dan pipa. kayu lapis. industri kerajinan. yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. 5) Industri bahan bangunan dan umum. dan pariwisata.

upi.htm http://widhi-mmproduction.http://geografi-geografi.com/banua-kita/amuntai/3040-pengrajin-diberikanketerampilan-anyaman-bambu.com/2010/11/klasifikasi-industri-adapunklasifikasi.digilib.anneahira.pdf http://www.kalimantanpost.html .com/2009/06/industri-anyaman.html http://www.html http://abstrak.edu/Direktori/TESIS/PENDIDIKAN_LUAR_SEKOLAH/02963 4_%20ENUNG%20HURIFAH/T_PLS_029634_Chapter2.blogspot.com/kayu/anyaman.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful