Anda di halaman 1dari 6

HYPERSENSITIVITY

Erwin Taher Bagian Patologi Klinik Fak.Kedokteran UISU Medan

HYPERSENSITIVITY
Normal mekanisme immunity sangat bergantung pada : - cell-mediated immunity -humoral immunity yang diperantarai oleh T-cells & B-cells Limposit Exessive Reaksi Hipersensitivitas Tissue Damage

5 Type Reaksi Hypersensitivity


1. Anaphylactic Hypersensitivity 2. Antibody Dependent Cytotoxic Hypersensitivity 3. Compex-Mediated Hypersensitivity 4. Delayed-Hypersensitivity 5. Stimulatory-Hypersensitivity.

1. Anafilaktoid Hypersensitivity.

Reaksi Antigen (Ag) dengan Antibodi IgE (Fc) , yang terikat pada mast-cell. Sehingga terjadi pelepasan granul (degranulasi) Histamin, Leukotriens, platelet activating factor, eosinophil & Netrophil chemotacting factor. Demam + Atopic Allergy symptom >>
Pencegahan : intradermal Prick-Test Treatment : steroid & mediator-antagonis.

2. Antibody Dependent cytotoxic hypersensitivity

Antibody terikat pada permukaan antigen, selanjutnya Ag >< Ab dilapisi (coated) oleh IgG ataupun C3b.

PMNL, macrofag,NK-cells

Kematian Antigen

Reaksi Type 2, Dapat ditemukan pada : - Reaksi transfusi, - HDN (rhesus incompatibility. - Antibody-mediated graf destruction. - Reaksi Auto Immune Hemolitik - Reaksi Autoimmune yang menyerang membrana glomerulus (Goodpastures Synd) - Drug-induced hemolitik pada eritrosit atau trombosit.