Anda di halaman 1dari 33

OBAT HEMATOLOGI

Saiful Batubara

HEMATINIK
Kekukurangan salah satunya akan menyebabkan Anemia Defesiensi Besi, Vit.B12 dan Asam Folat adalah merupakan zat esensial yang dibutuhkan dlm eritropoesis Defesiensi Fe hipokrom mikrositik B12 & As.Folat megaloblastik

BESI ( Fe)
Fe dibutuhkan cincin besi-heme-globin yang dikenal dengan Hb yang dapat mengikat O2 secara reversible Absorbsi : di usus halus 0,5 1 gr/hari Laju absorbsi akan meningkat jika tjd kebutuhan spt pad defesiensi, kehamilan, adanya Ca. dengan HCl , Vit,C, Tetraciklin, antasida dsb.

Distribusi : Fe diangkut dengan terikat transferin suatu -globin disimpan di hati atau limfa untuk dibawa ke Sumsum Tulang Belakang (bone morrow) utk pembentukan Hb. Feriritin-Fe dimasukkan ke dalam eritrosit yang sdg dimatangkan melalui reseptor transferin Penyimpanan : Fe dapat disimpan dalam bentuk FERRITIN atau HEMOSIDERIN Ferritin : Fe yang siap dipergunakan disimpan terutama di magrofag sel hatilimfa dan bone morrow

Eliminasi : Tdk ada mekanisme yang jelas, untuk ekskresi Fe sebagian hilang melalui tinja,urin dan keringat INDIKASI : PREVENTIF : ibu hamil,menyusui, haid dan anak masa pertumbuhan PEGOBATAN : Defesiensi Fe. Dihubungkan dengan kehilangan darah dan yang paling banyak adalah yang tdk diketahui (occult blod loss) di saluran cerna.

Pengobatan : Pengobatan Oral : Sediaan Fe umumnya dlm bentuk Ferro karena mudah diabsorsi (ferosulfat, ferofumarat atau feroglukonat) Untuk pengobatan pemberian Fe oral sebaiknya terus diberikan selama 3 -6 bln karena selain mengatasi anemia juga untuk pemulihan cadangan Fe dlm tubuh Efek sampimg Fe-oral : Nyeri epigastrium,konstipasi atau diare, tinja warna hitam dan kram abdomen.

Terapi parenteral Fe diberikan pd penderita dengan gangguan absorbsi termasuk pasien pasca gasterektomi dan reseksi usus. Besi-Dekstran adalah komplek yang stabil antara ferihidroksida dekstran yang mengandung 50 mg Fe/ml larutan disuntikkan secara IM dengan tehnik jalur Z untuk menghindari iritasi jaringan lokal, atau infus IV

Efek samping : iritasi dan pewarnaan lokal di tempat suntikan, sakit kepala, muntah, urtikaria

Ferrum.. Toksitas Klinik : Keracunan Akut : Sering terjadi padak anakanak yang meminum tablet Fe dlm jumlah besar dan pada pemberian parenteral. Gelaja dapat berupa gangguan gastrointestinal, asidosis metabolik, syok , koma dan kematian. Pada pemberian oral dapat dilakukan dengan bikarbonat/antasida untuk mengurangi penyerapan atau Desperamin sebagai chelating agent

Ferrum.. Karacunan Kronis : Dikenal dengan hemokromatosis dan hemosiderosis. Fe akan ditimbun di berbagai organ visceral dan menyebabkan gangguan fungsi organ tsb. Gejala ini sering terjadi pada gangguan hemolitik herediter spt Thalasemia salah satu penanganannya dalah Flebotomi atau dengan pemberian Desperamin

VIT B12 & ASAM FOLAT


B12 dan Asam folat scr kimiawi tidak berhubungan langsung dengan sintesi DNA tetapi defesiensinya akan mengganggu sintesis DNA berupa hambatan mitosis normal sehingga menyebabkan abnormalitas dan maturasi sel yang dihasilkan. Anemia B12 dan As.Folat khas berupa megaloblastik . B12 : Sianokobalamin ,hidroksokobalamin Terdapat dalam sedian oral dan suntikan.

HEMATOPOETIK
Faktor pertumbuhan hematopoetik adalah hormon glikoprotein yang mengatur proliprasi dan diferensisasi stem cell di sumsum tlg Faktor hematopetik yang dikenal dan telah digunakan di klinik : eritropoetin,granulocyte colony stimulating factor (G-CSF), magrophageCSF (GM-CSF) Interleukin IL3 saat ini masih dlm penelitian.

Eritropoetin diindikasikan untuk anemia pasien gagal ginjal, scr konsinten akan memperbaiki kadar Ht dan Hb shg tidak membutuhkan transfusi. Diberikan 3 x seminggu IV atau SC dan peningkatan Ht dan Hb akan terlihat setelah 10 hari pemberian Eritropoetin saat ini juga digunakan untuk anemia pada kelainan sumsum tulang belakang yang disebabkan peradangan kronik AIDS dan kanker.

G-CSF - GM-CSF adalah Faktor Pertumbuhan Myeloid mempercepat pulihnya granulosit setelah kemoterafi mielosupresif dan setelah transplantasi sumsum tulang

HEMOSTATIK
Hemostatik : terhentinya perdarahan dari suatu pembuluh darah yang rusak scr spontan. Respon Hemostatik dimulai dengan vasospasme adhesi trombosit aggregasi trombosit metamorfosis viscus sumbat trombosit. Sumbat trombosit akan diperkuat fibrin

Dinding trombosit yang rusak akan menghasilkan Asam Arakidonat Tromboksan(TXA2) dan Protaglandin (PGI2) yg merupakan zat vasokonstriktor & memicu trombogenesis. Serotonin (5HT) juga merangsang vasokontriktor & trombogenesis Koagulasi darah suatu rangkaian proses perobahan fibrinogen fibrin Fibrinolitik : Oleh Plasmin

Antikoagulan : Zat yang menghambat proses koagulasi : menghambat antitrombin III digunakan pada kasus kasus tertentu, efek samping utamanya adalah perdarahan. Antagonis Heparin adalah Protamin Sulfat Hirudin : zat yang terdapat di cairan Lintah bekerja dengan menginaktifkan pembentukan trombin.

Warfarin & Koumarin : Merupakan antikogulan yang lazim di gunakan dan dapat digunakan peroral. Menyebabkan defesiensi protrombin plasma. Mekanisma Kerja: merupakan antagonis vit. K dengan menhambat pembentukan protrombin dan menghambat faktor VII,IX dan X Efek samping dan intoksikasi hampir sama dengan heparin. Intraksi dengan obat-obatan sering terjadi baik interaksi farmako-kinetik maupun dinamik.

ANTITROMBOTIK
Aspirin : adalah penghambat TXA2 dan PGI2 penghambat aggregasi trombosit saat ini luas dipergunakan sebagai preventif pada PJK dan Second Stroke Attack dengan dosis kecil. Efek samping : memanjangnya masa perdarahan dan efek samping Aspirin /AINS secara umum. Dipridamol : Bekerja dengan ambilan dan metab. ADP eritrosit dan endotel pemb.darah ADP Plasma

Dipiridamol. ADP Plasma cAMP di pembuluh darah vasodilatasi dan agregasi trombosit . Efek samping yang paling sering: flusing dan sakit kepala dan gangguan masa perdarahan.dapat terjadi Fenomena coronary steal Tiklopidin dan Clopidogrel: sebagai anti trombosit melalui alur ADP trombosit efek samping adalah gangguan sal.cerna.dan pemanjangan masa perdarahan.

TROMBOLITIK
Adalah obat yang perombakan fibrin, dengan mengaktifkan konversi flaminogen flasmin, anti trombus bertujuan untuk melarutkan trombus tdk tjd suatu infark. Streptokinase : bersal dari S.hemolitikus berguna untuk pengobatan fase akut (4 jam pertama) emboli paru dan MCI di berikan IVLooding Dose Single Dose. Urokinase : Trobolitik lain yang di isolasi dari urin manusia yang langsung mengaktifkan plasminogen. Asam aminikaproat : adalah penawar sfesifik trobolitik.

HEMOSTATIK
Hemostatik Lokal : Hemistatik Serap : Spon glatin,Oxicel,Human Fibrin Foam Astringen : Styptic Koagulan : Aktivator Protrombin, trombin Vasikonstriktor. : Epinefrin sering dipergunkan pada perdarahan mukosa spt pd bagian THT

Hemostatik Sistemik : Vitamin K : merupakan substansi penting dalam proses pembekuan darah dalam kerjanya sbg hemostatik memerlukan waktu untuk merangsang faktor pembekuan darah efek hemostatik Absorsi dalam usus sangat tergantung kelarutannya dan adanya asam empedu sehingga walaupun bisa diberikan peroral sebaiknya diberikan IM

Asam Aminokaproat :merupakan penghambat kompetitif aktivator plasminogen dan plasmin menghambat lisisnya fibrin. Merupakan pilihan utk fibrinolisis yang berlebihan (antidotum fibrinolitik). Tetapi harus hati-hati pemberinya jika dicurigai DIC Farmakokinetik : diabsorbsi baik secara peroral dapat juga diberikan IV dan diekresikan cepat melalui urin sebagian besar dalam bentuk utuh. Indikasi terutama untuk mengatasi perdarahan sal. kemih

Efek samping : dapat penyebabkan pruritus eritem dan ruam kulit, hipotensi dan gangguan sal. Cerna, inhibisi ejakulasi dan hidung tersumbat. Teratogenitas : Pd hewan percobaan hasilnya bervariasi sebaiknya jangan diberikan pd ibu hamil trimeste I II kecuali bila benar-benar diperlukan. Asam Treksanat : Mempunyai indikasi dan mekanisme yang sama dengan Asam Aminokaproat tetapi potensinya 10 kali lebih kuat dan efek samping yang minimal

Faktor Anti Hemofili : (faktor VII) dan Cryopresivited Antihemaphilic factor Kedua zat ini berguna untuk pengobatan hemofilia A Efek samping : sering terjadi reaksi hipersensitivitas dan terkontaminasi virus hepatitis, hemolisis dan demam. Diberikan secara IV Kompleks Faktor IX : mengandung faktor II,VII,IX dan X digunakan pd hemofilia B

Desmopresin : merupakan vasopresin sintetik yang dapat meningkatkan faktor VIII dan vWf untuk sementara diberikan IV, pemberian berulang akan menurunkan respon. Merupakan obat jangka pendek pada defesiensi vWf tife I. Efek samping : Flushing, sakit dan pembengkakan pada tempat suntikan dan peningkatan tekanan darah ringan. Hati-hati pemberiannya pd penderika PJK. Fibrinogen Insani : Hanya digunakan jika kadar fibrinogen dalam darah dpt ditentukan.

KEMOTERAPI LEUKEMIA
Leukemia Akut Leukemia Limfobalastik Akut (ALL) Bisanya menyerang anak-anak dan merupakan kanker yang paling umum pada anak. Saat ini dengan kemoterapi prognosisnya relatif baik, terutama setelah ditemukannya antagonis asam folat. Selanjutnya Kortikosteroid, mercaptopirin, siklofosfamid, vincristin, daunorubicin dan asfaraginase, semuanya diketahui bekerja melawan penyakit ini. Kombinasi vincristin dan prednison plus agent lain sekarang digunakan untuk menginduksi remisi

Leukemia Pada Orang Dewasa Leukemia Mielogen Akut (AML) Leukemia akut pada orang dewasa terutama bersifat mielogen (AML) meskipun sebagian merupakan ALL. Untuk terapi membutuhkan obat-obatan yang bersifat toksik terhadap Sumsum tulang belakang : Cytabirine Sebaiknya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan anthracycline .

Leukemia Mielogen Kronis


Leukemia mielogen kronis (CML) timbul akibat sel induk hematopoesis yang abnormal kromosomnya. Pengobatan dengan interferon-alpha atau busulfan dapat mereduksi atau menghilangkan ekspresi kromoson Ph1. Kemoterapi jangka panjang dapat meredakan gejala, akan tetapi tidak memperpanjang harapan hidup. Terapi lanjutan sampai saat ini adalah dengan transplantasi sumsum tulang belakang

Leukemia Sel Rambut


Hairy Cell Leukemia ( HCL) bentuk Leukemia yang langka ini berasal dari selsel B ,memiliki gejala dan tanda seperti CLL. Kurang merespon kemoterapi komvensional. Interferon-alpha merupakan terapi pilihan saat ini

Leukemia Limfositik Kronis


Leukemia Limpositik Kronis (CLL) Pengobatannya angat berbeda dengan CML, CLL disebabkan akumulasi gradual Limposit B monoklonal, bukan oleh proliferasi sel neoplastik. Sering diketahui secara tak sengaja dan harapan hidup rata-rata 3 tahun setelah diagnosis. Metode terapeutik yang digunakan adalah Kortikosteroid, Agen alkilasi ( Chlorambucil), atau penggunaan fludarabin. Terapi bertujuan meniadakan manifestasi sistemik dan dapat dihentikan jika kondisi telah stabil.

Kemoterapi Leukemia
DIAGNOSA
LEUKEMIA LIMPOSITIK AKUT (ALL)

PENGOBATAN SAAT INI


Induksi : Vincristine plus prednison Pemeliharaan/ remisi : mercaptopurine, methotrexat dan cyclophos[phanide dalam berbagai kombinasi Kemoterapi kombinasi : cytabirin dan mitoxantrone atau daunorubicine atau idarubicine

AGEN ALTERNATIF
Aparaginase, daunorubicin, carmustine, doxorubicine, cytabirine, allopurinol

LEUKEMIA MIELOGEN AKUT (AML)

Methotrexat, thioguanin, mercaptopurine, allopurinol, mitoxantrone, asacitidine, amsacrine, atoposide

LEUKEMIA LIMPOSITIK KRONIS (CLL)

Chlorambucil dan prednison (jika diindikasikan ,,fludarabine

Allopurinol, doxorubicine, cladiribine

LEUKEMIA MIELOGEN KRONIS (CML)

Kemoterapi Kombinasi : vinblastin, doxorubicine, dacarbazin, bleomycine

Vincristin, mercaptopurin, hydroxyurea, melphalan, interferon, allopurinol

Terimakasih

Slide 003