Anda di halaman 1dari 17

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KB HORMONAL (SUNTIK)

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Maternitas Semester IV

Disusun oleh :

Disusun oleh : Gigih Kridha P Sulistyorini P.17420111055 P.17420111076

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEMARANG JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG 2013

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG PRAKTEK BELAJAR LAPANGAN PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEMARANG

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan Sub Pokok bahasan Sasaran

: Kb Suntik : Pengenalan Tentang Kb Suntik : Sepasang Suami Istri

Hari, tgl pelaksanaan : Senin, 1 April 2013 Jam Pelaksanaan Waktu Tempat : 09.00 WIB : 45 menit : Di Rumah Ibu Santi

A. LATAR BELAKANG Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan, sedangkan konsepsi adalah pertemuan antara sel telur yang matang dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Maksud dari kontrasepsi adalah menghindari/mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma. Di Indonesia sejak zaman dulu telah dipakai obat dan jamu yang maksudnya untuk mencegah kehamilan. Di Indonesia keluarga berencana modren mulai dikenal pada tahun 1953. Pada waktu itu sekelompok ahli kesehatan, kebidanan, dan tokoh masyarakat telah mulai membantu masyarakat memecahkan masalah-masalah pertumbuhan penduduk.1 Secara ringkas, inovasi teknologi kontrasepsi dimulai dengan cara sederhana seperti kondom, pil KB, suntik, susuk dan akhirnya cara yang sangat mantap yaitu kontrasepsi pembedahan seperti tubektomi dan vasektomi. Misi Program KB Nasional salah satunya adalah meningkatkan kualitas pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi. Hasil studi pendahuluan di BPS ANISA Jakarta terhadap 10 akseptor KB suntik, dimana 6 akseptor (60%) diantaranya tidak mengetahui tentang KB suntik, dan 4 (40%) diantaranya

mengetahui tentang KB suntik. Ketepatan waktu suntik kembali sangat penting bagi akseptor KB suntik tersebut karena bila tidak tepat untuk suntik kembali maka dapat menyebabkan kehamilan. Pengertian Keluarga Berencana (KB) menurut UU No. 10 th 1992 adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Program KB secara Nasional berkaitan erat dengan program Nasional di bidang kesehatan, karena program KB Nasional bersifat mendukung dan mempunyai sasaran serupa dengan program kesehatan. Program Keluarga Berencana Nasional memberikan arahan kebijakan untuk meningkatkan kualitas penduduk melalui pegendalian kelahiran, memperkecil angka kematian dan peningkatan kualitas program KB. Program Keluarga Berencana (KB) salah satunya KB suntik pada dasarnya kurang berhasil yang dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan, tingkat pengetahuan ibu, sikap, jumlah anak, dukungan suami. Salah satu yang mempengaruhi kurangnya kepatuhan pemakaian KB suntik salah satunya tingkat pengetahuan ibu, sikap dan faktor pendukung lainnya, dimana sikap yang positif tentang KB diperlukan pengetahuan yang baik, demikian sebaliknya bila pengetahuan kurang maka kepatuhan menjalani program KB suntik juga akan berkurang.

B. TUJUAN 1. Tujuan umum Untuk mengetahui praktek pembinaan akseptor khususnya KB suntik 2. Tujuan khusus a. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan KB suntik b. Untuk mengetahui jenis-jenis KB suntik c. Untuk mengetahui cara kerja KB suntik d. Untuk mengetahui cara pemberian KB suntik

e. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian dari Kb suntik f. Untuk mengetahui indikasi dan kontra indikasi dari KB suntik.

C. METODE 1. Ceramah 2. Diskusi

D. MATERI Terlampir

E. MEDIA Alat yang digunakan untuk penyuluhan adalah: 1. Lembar balik

F. PENGORGANISASIAN Ketua Tim Sekertaris Pendiskusi : Gigih Krida P : Sulistyorini : Gigih Krida P dan Sulistyorini

G. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

TAHAP Pembukaan

WAKTU 5 menit

KEGIATAN Mengucapkan salam Perkenalan Penyampaian maksud dan

MEDIA

tujuan pendidikan kesehatan Pelaksanaan 30 menit Menjelaskan Suntik. Menjelaskan Suntik. Menjelaskan cara kerja KB jenis-jenis KB pengertian KB Lembar balik

Suntik TOTAL 45 menit Menjelaskan cara pemberian KB Suntik. Menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari KB Suntik. Menjelaskan indikasi dan

kontraindikasi dari KB Suntik Penutup 10 menit Evaluasi Mengucapkan terima kasih

H. STRATEGI PELAKSANAAN 1. Waktu 2. Tempat : 09.00 WIB : Di Rumah Ibu Santi

I. EVALUASI 1. Persiapan a. Sasaran dan media disiapkan sebelum proses pendidikan kesehatan b. Materi yang digunakan sudah siap c. Sasaran sudah siap ditempat yang ditentukan 2. Proses a. Proses kegiatan pendidikan kesehatan berjalan dengan lancar b. Sasaran memahami materi yang disampaikan

3. Hasil yang diharapkan Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan sasaran mampu : a. Tes lisan : Diakhir ceramah Penilaian Sistem penilaian sesuai dengan masing-masing pertanyaan tiap nomor: 1. Bila benar semua, nilai 2. Bila benar semua, nilai :5 :5

3. Bila benar semua, nilai

:5

Jumlah nilai benar pada semua soal Klasifikasi penilaian Bila nilai benar : 0 5 Bila nilai benar : 6 10 Bila nilai benar : 10 -15

: 15 point

: C : berarti tidak memahami : B : berarti kurang memahami : A : berarti memahami / mengerti

J. DAFTAR PERTANYAAN 1. Apakah yang dimaksut dengan KB? 2. Apa saja jenis-jenis KB Suntik? 3. Apa indikasi dan kontraindikasi dari KB Suntik? K. DAFTAR PUSTAKA

Notodiharjo, Riano. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan Keluarga Berencana. Yogyakarta..

Saifuddin, A.B., 2006, Buku panduan Praktis pelayanan Kontrasepsi, Pk-54-PK58, YayasanBina Pustaka sarwono Prawirohardjo, Jakarta

http://id.scribd.com/doc/92644827/makalah-KB-suntik

LAMPIRAN MATERI KB HORMONAL (SUNTIK)

A. Pengertian Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaiannya yang praktis, harganya relatif murah dan aman.Sebelum disuntik, kesehatan ibu harus diperiksa dulu untuk memastikan kecocokannya. Kotrasepsi suntik adalah alat kontasepsi yang disuntikan ke dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu, kemudian masuk ke dalam pembuluh darah diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang berguna untuk mencegah timbulnya kehamilan. Kontrasepsi suntik digunakan adalah noretisteron Enentat, Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), cyclofem.salah satu kontrasepsi modern yang sering digunakan DMPA yang berisi depro medroksi progerteron asetat sebanyak 150 mg dengan guna 3 bulan. B. Jenis KB Suntik

1. Suntikan 1 bulan / Kombinasi : contoh : cyclovema. a. Kandungan Suntikan kombinasi mengandung hormon esterogen dan progesteron, yang diberikansatu bulan sekali. jenis suntikan kombinasi ini terdiri dari 25 mg DepoMedroksiprogesteron Asetat dan 5 mg Estrogen Sipionat yang diberikan injeksi I.Msebulan sekali (Cyclovem). b. Cara kerja Pemberian hormon progestin akan menyebabkan pengentalan mukus servikssehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma. Hormon tersebut jugamencegah pematangan dan pelepasan sel telur. Endometrium menjadi tipis dan atrofidengan berkurangnya aktifitas kelenjar. Selain itu akan merangsang timbulnya haidsetiap bulan. c. Efektifitas

Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi sementara, macam-macam suntikan tersebuttelah dibuktikan sangat baik, dengan angka kegagalan kurang dari 0,1 % per 100wanita selama tahun pertama penggunaan. d. Keuntungan & Kerugian 1) Keuntungan kb suntik 1 bulan a) Sangat efektif (99,6%) b) Risiko kesehatan kecil c) Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami isteri d) Periksa dalam tidak dibutuhkan pada saat pemeriksaan awal e) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik f) Tidak mempengaruhi pemberian ASI, kecuali suntikan Cyclofem g) Reaksi suntik sangat cepat (<24 jam) h) Dapat digunakan oleh wanita tua (>35 tahun), kecuali Cyclofem i) Mencegah kehamilan ektopik j) Jangka panjang k) Sangat efektif walaupun klien terlambat suntik 1 minggu dari jadwal yangtelah ditentukan l) Sangat berguna untuk klien yang tidak ingin hamil lagi, tetapi belum bersediauntuk mengikuti sterilisasi (tubektomi).

2) Kerugian KB suntik 1 bulan a. Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah

penghentianpemakaian. b. Harus kembali ke sarana pelayanan. c. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya. d. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering e. Dapat menyebabkan ketidakteraturan masalah haid. f. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan penyakit menular seksual,hepatitis B, atau infeksi HIV. g. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan, dan keluhan seperti ini akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.

h. Efektivitas berkurang bila digunakan bersamaaan dengan obat-obat epilepsidan obat tuberklosis. i. Dapat terjadi efek samping yang serius, seperti serangan jantung, stroke,bekuan darah pada paru atau otak, dan kemungkinan timbulnya tumor hati. j. Kemungkinan terlambat pemulihan kesuburan setelah penghentianpemakaian.

e. Indikasi & kontraindikasi

1) Indikasi KB suntik 1 bulan a) Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi jangka panjang atau telahmempunyai cukup anak sesuai keinginan tetapi belum ingin, belum siap ataubelum bisa ikut tubektomi saat ini b) Klien menghendaki pemakaian kontrasepsi yang tidak perlu dipakai setiaphari atau setiap bersenggama c) Klien tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung esterogen, ataukalau meminumnya maka akan timbul gejala-gejala komplikasi pemakaianesterogen d) Klien sedang menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai e) Usia reproduksi f) Telah memiliki anak, ataupun yang belum memiliki anak g) Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektivitas yang tinggi h) Menyusui ASI pascapersalinan lebih dari 6 bulan i) Pascapersalinan dan tidak menyusui j) Anemia k) Nyeri haid hebat l) Haid teratur m) Riwayat kehamilan ektopik n) Sering menggunakan pil kontrasepsi

2) Kontraindikasi KB suntik 1 bulan a) Hamil atau diduga hamil b) Menyusui di bawah 6 minggu pascapersalinan

c) Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya d) Penyakit hati akut e) Usia lebih dari 35 tahun yang merokok f) Riwayat penyakit jantung, stroke, atau dengan tekanan darah tinggi (lebihdari 180/110 mmHg) g) Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine h) Keganasan payudara

f. Waktu pemberian 1) Suntikan pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid. Tidak diperlukan kontrasepsi tambahan 2) Bila suntikan pertama diberikan setelah hari ke-7 siklus haid, klien tidak bolehmelakukan hubungan seksual selama 7 hari atau menggunakan kontrasepsi lainuntuk 7 hari. 3) Bila klien tidak haid, suntikan pertama dapat diberikan setiap saat, asal sajadapat dipastikan ibu tersebut tidak hamil. 4) Bila klien pascapersalinan 6 bulan, menyusui, serta belum haid, suntikanpertama dapat diberikan, asal saja dapat dipastikan tidak hamil 5) Bila pascapersalinan lebih dari 6 bulan, menyusui, serta telah mendapat haid,maka suntikan pertama diberikan, asal saja dipastikan tidak hamil. 6) Bila pascapersalinan kurang dari 6 bulan dan menyusui, jangan beri suntikankombinasi. 7) Bila pascapersalinan 3 minggu, dan tidak menyusui, suntikan kombinasi dapatdiberi. 8) Ibu yang sedang menggunakan kontrasepsi hormonal yang lain dan inginmenggantinya dengan kontrasepsi hormonal kombinasi. Selama ibu tersebut 9) menggunakan kontrasepsi sebelumnya secara benar, suntikan kombinasi dapatdiberikan tanpa perlu menunggu haid 10) Bila kontrasepsi sebelumnya juga kontrasepsi hormonal, dan ibu tersebut inginmenggantinya dengan suntikan kombinasi, maka suntikan kombinasi tersebutdapat diberikan sesuai jadwal kontrasepsi sebelumnya

g. Manfaat kesehatan 1) Menurunnya jumlah darah haid setiap bulan, menurunkan nyeri perut 2) Mengurangi kemungkinan penyakit kurang darah akibat kekurangan zat besi. 3) Mengurangi tanda atau gejala sindroma haid 4) Dapat melindungi kemungkinan penyakit radang panggul dan kanker indungtelur karena progestin menyebabkan mukus serviks menebal, sehinggamemepersulit penularan infeksi dari liang senggama atau serviks untuk mencapai saluran telur (penekanan ovulasi akan menyebabkan berkurangnyastimulasi dari sel epitel ovarium). 5) Mencegah terjadinya kanker endomertrium 6) Dapat digunakan pada wanita yang mempunyai penyakit darah sickle cellanemia 7) Dapat meningkatkan jumlah ASI pada ibu yang menyusui.

Gambar KB suntik 1 bulan

2. Suntikan/3 bulan : contoh : Depo provera, Depogeston a. Kandungan Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA), mengandung 150mg DMPA yangdiberikan tiap 3 bulan dengan cara disuntik Intro Muskuler (di daerah bokong). Depoprovera atau depo metroxy progesterone asetat adalah satu sintesa progestin yangmempunyai efek seperti progesterone asli dari tubuh wanita. Obat ini dicoba pada tahun1958 untuk mengobati abortus habitualis dan endometriosis ternyata pada pengobatanabortus habitualis seringkali terjadi kemandulan setelah kehamilan berakhir. Depoprovera sebagai obat kontrasepsi suntikan ternyata cukup manjur dan aman dalampelayanan keluarga berencana. Anggapan bahwa depo provera dapat menimbulkankanker pada leher rahim atau payudara pada wanita yang mempergunakannya, belumdidapat bukti-bukti yang cukup tegas, bahkan sebaliknya. Depo Nonsterat Enontat (Depo Nonsterat) yang mengandung 200mg noratin dionanontat, diberikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik intra muskuler. Norigest adanahobat yang disuntikkan (secara Depot). 1 ampul Norigest berisi 200 mg Norethindoreenenthate dalam larutan minyak. Larutannya merupakan campuran benzyl benzoate dancastor oil dalam perbandingan 4:6. Efek kontrasepsinya terutama mencegah masuknyasperma melalui lender cervix. Sesudah pengobatan dihentikan, keadaan fertilitasbiasanya kembali dalam waktu beberapa minggu. Karena pada beberapa kasus mungkinakan terjadi perdarahan-perdarahan yang atypis, maka perlu diberitahukan terlebihdahulu kepada setiap calon akseptor akan kemungkinan hal ini.

b. Cara kerja 1) Mencegah ovulasi 2) Mengentalkan lendir serviks sehingga menurunkan kemampuan penetrasi sperma 3) Menjadikan selaput lendir rahim tipis 4) Menghambat pengangkutan gamet oleh tuba

c. Efektifitas Kontrasepsi suntik progestin memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dengan 0,3kehamilan per 100 perempuan per tahun, asal penyuntikan dilakukan sesuai jadwaldan secara teratur.

d. Keuntungan & kerugian 1) Keuntungan KB suntik 3 bulan a) Sangat efektif b) Pencegahan kehamilan jangka panjang c) Tidak berpengaruh terhadap hubungan seksual d) Tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius

terhadappenyakit jantung, dan gangguan pembekuan darah e) Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI f) Sedikit efek samping g) Klien tidak perlu menyimpan obat suntik h) Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun

sampaiperimenopause i) Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik j) Menurunkan kajadian penyakit jinak payudara k) Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul l) Menurunkan krisis anemia bulan sabit

2) Kerugian KB suntik 3 bulan a) Sering ditemukan gangguan haid b) Siklus haid yang memendek atau memanjang c) Perdarahan yang banayk atau sedikit d) Perdarahan tidak teratur atau perdarahan bercak e) Tidak haid sama sekali f) Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan g) Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya h) Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering

i) Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual,hepatitis B, atau infeksi virus HIV j) Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian k) Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya kerusakan ataukelainan pada organ genitalia, melainkan karena belum habisnya pelepasanobat suntikan dari deponya.

e. Indikasi & kontraindikasia) 1) Indikasi KB suntik 3 bulan a) Usia reproduksi b) Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektivitas tinggi c) Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai d) Setelah melahirkan dan tidak menyusui e) Setelah abortus atau keguguran f) Perokok g) Tekanan darah kurang dari 180/110 mmHg, dengan masalah gangguan pembekuan darah atau anemia h) Menggunakan obat untuk epilepsi atau obat tuberklosis i) Tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung esterogen j) Sering lupa menggunakan pil kontrasepsi k) Mendekati usia menopause

2) Kontraindikasi KB suntik 3 bulan a) Hamil atau dicurgai hamil b) Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya c) Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid d) Menderita kanker payudara e) Diabetes melitus

f. Waktu pemberian 1) Setelah melahirkan : 6 minggu pasca salin 2) Setelah keguguran : segera setelah dilakukan kuretase atau 30 hari setelahkeguguran (asal ibu belum hamil lagi) 3) Dalam masa haid : Hari pertama sampai hari ke-5 masa haid2. 4) Lokasi penyuntikan IM sampai daerah glutus 5) Daerah bokong/pantat 6) Daerah otot lengan atas Cara penyimpananDisimpan dalam suhu 20-25C2.5 Contoh gambar kb suntik 3 bulan

g. Cara penggunaan 1) Kontrasepsi suntik DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intromuskuler dalam di daerah pantat. Apabila suntik diberikan setiap 90 hari pemberian kontrasepsisuntikannonsterat untuk 3 injeksi berikutnya diberikan setiap 8 minggu mulai denganinjeksi kelimadiberikan setiap 12 minggu. 2) Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas alkohol yang dibasahi oleh etil atauiso propil alkohol 60-90% biarkan kulit kering sebelum disuntik 3) Kocok dengan baik dan hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara, kontrasepsitidak perlu di dinginkan. Bila terdapat endapan putih pada dasar vial, upayakanmenghilangkannyadengan cara menghangatkannya.

h. Peringatan bagi akseptor 1) Setiap terlambat haid harus dipikirkan adanya kemungkinan kehamilan. 2) Nyeri abdomen bawah yang berat, kemungkinan gejala kehamilan ektopik tergantung.

3) Timbulnya abses atau perdarahan tempat injeksi. 4) Sakit kepala, migrain, sakit kepala berulang yang berat/kaburnya penglihatan. 5) Peredarahan berat yang 2x lebih panjang dari masa haid atau 2 kali lebih banyak dalamwaktu1 periode masa haid