Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan Percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan Minimum Inhibitory Concentration ( MIC ) sediaan Cloramphenicol terhadap bakteri

Escherichia coli dengan menggunakan metode MIC cair pada media Nutrien Broth. MIC (Minimum Inhibitory Concentration) adalah konsentrasi terendah dari antibiotika atau antimikrobial yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba tertentu. Kloram yang akan digunakan berupa larutan antibiotik berwarna putih keruh, yang sebelumnya telah diencerkan di dalam labu ukur 100 mL. Pengenceran kloram pada labu ukur ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang diinginkan, yaitu sebesar 2500 g/ml, dan selanjutnya bisa dibuat variasi konsentrasi yang diinginkan. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan pengenceran kloram sesuai konsentrasi yang diinginkan yaitu 200 . dengan menggunakan rumus didapt volume aquadest yang harus ditambhkan dalam tabung reaksi besar 1.dan hasilnya adalah 5 ml , tetapi karena untuk melakukan pengenceran diatas yang diperlukan bukan hanya aquadest saja tetapi dengan perlu juga menambahkan kloram nya. Dan klorm yang ditambhkan ke dalam tabung reaksi besar 1 sebnayk 1 ml, maka volume aquadest yang harus ditambahkan ke dalam tabung rekasi besar 1 adalah 4 ml. sehingga pada tabung reaksi besar 1 konsentrasinya menjadi 500. Sehingga pada pengenceran pertama 1 ml kloram (2500) dari labu ukur dicampurkan dengan 4 ml aquadest. Selanjutnya dari tabung reaksi besar 1 dipipet 1 ml , kemudian dimasukkan ked lam tabung reaksi besar 2 dan ditambahkan 1,5 ml aquadest sehingga konsentrasi kloram menjadi 200. Jadi, konsentrasi 200 g/ml merupakan konsentrasi pertama yang akan divariasikan untuk menentukan MIC dari kloram terhadap bakteri Escherichia coli .pada sisi lain rak tabung reaksi, telah tersedia 6 tabung reaksi kecil dimana tabung 1 berisi 1 ml nb double strength dan lima tabung reaksi lainnya berisi masingmasing 1 ml nb single strength. Perbedaan nutrient broth double strength dan single

strength terletak pada banyak nutrisi yang terdapat di dalamnya. Nutrient broth doble strength mempunyai jumlah nutrisi 2 kali lebih banyak daripada single strength. Tujuan penggunaan nutrient broth double strength pada tabung reaksi 1 adalah agar konsentrasi nutrisi pada tiap tabung reaksi kecil setelah dilakukan pengenceran tetap sama, sehingga tidak ada yang kekurangan nutrisi.

Dari tabung reaksi besar II yang mempunyai konsentrasi kloram 200 g/ml, dipipet 1 ml ke dalam tabung reaksi kecil 1 yang sudah berisi 1 ml NB double strength sehingga konsentrasi kloram dalam tabung 1 menjadi 100 g/ml karena sudah bercampur dengan NB 1 ml. Kemudian dipipet 1 ml larutan dari tabung 1 ke dalam tabung 2 yang berisi NB single strength sehingga kloram pada tabung 2 berkonsentrasi 50 g/ml. Setelah itu dipipet 1 ml larutan dari tabung 2 ke dalam tabung 3 yang berisi NB single strength sehingga kloram pada tabung 3 berkonsentrasi 25 g/ml. . Kemudian dipipet 1 ml larutan dari tabung 3 ke dalam tabung 4 yang berisi NB single strength sehingga kloram pada tabung 4 berkonsentrasi 12,5 g/ml. .Kemudian dipipet 1 ml larutan dari tabung 4 ke dalam tabung 5 yang berisi NB single strength sehingga kloram pada tabung 5 berkonsentrasi 6,25 g/ml. Kemudian dipipet 1 ml larutan dari tabung 5 ke dalam tabung 6 yang berisi NB single strength sehingga kloram pada tabung 6 berkonsentrasi 3,125 g/ml. Agar volume dalam tiap-tiap tabung reaksi kecil sama yaitu 1 ml, maka larutan pada tabung reaksi 6 harus dibuang sebanyak 1 ml. Hal ini dilakukan karena dalam suatu percobaan yang membutuhkan perbandingan, unit percobaan yang diperbandingkan hendaknya diperlakukan sama, dalam hal ini volume tiap tabung harus sama-sama 1 ml walaupun konsentrasi tiap tabung berbeda.

Setelah didapatkan variasi konsentrasi kloram yang diinginkan, pada keenam tabung dimasukkan 1 ose bakteri ess.coli, tabung dikocok sampai homogen. Setiap antibiotic mempunyai kerja yang spesifik untuk menghambat atau membunuh bakteri tertentu,

hal ini dinamakan drug of choice. Bakteri ess.coli digunakan untuk menguji MIC dari kloram karena kloram merupakan drug of choice yang spesifik untuk bakteri ess.coli. Ketika hendak mengambil dan memasukkan bakteri ke dalam tabung, ose harus dipanaskan terlebih dahulu sampai pijar supaya ose steril. Setelah dipanaskan, ose tidak boleh langsung dicelupkan pada biakan bakteri tetapi harus ditunggu sebentar supaya bakteri tidak mati karena ose yang terlalu panas. Setelah memijar, ose dibiarkan agar tidak terlau panas dengan cara tetap memposisikannya dekat api.

Tabung yang masing-masing telah berisi ess.coli, kemudian diinkubasikan pada selama18-24 jam di dalam inkubator. Hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bakteri pada waktu yang diinginkan sesuai dengan fasa logaritmik bakteri, dimana terjadi pertumbuhan bakteri secara optimal sehingga kekuatan bakteri berada pada titik tersebut juga maksimal.

Setelah 18-24 jam, tabung reaksi yang diinkubasikan diamati. Dari hasil pengamatan semua tabung kecil keruh. Hal ini menandakan bahwa tidak ditemukannya MIC atau konsentrasi hambat minimum pada tetrasiklin yang berkonsentrasi 200 g/ml dalam percobaan kali ini. Ini bias disebakan karena : Mic kloram bukan pada dosis 50 maksudnya adalah dosis yang diberikan untuk membunuh ess.coli terlalu kecil sehingga dari hasil percobaan kali ini semu tabung kecil tersebut keruh. Ose yang digunakan masih terlalu panas sehingga pada saat ose dimasukkan membuat bakteri yang didalmnya mati. Teatpi selain keenam tabung kecil tersebut, terdapt pula 2 tabung reaksi kesil yang digunakan sebagai control negative dan positif. Pada tabung reaksi untuk control negative berisi 1 ml single broth saja. Sedangkan, pada tabung reaksi untuk control positif selain single nb tetapi ditambahkan pula dengan bakteri ess.coli. tujuan adanya

control negatif adalah untuk menguji ada tidaknya paparan bakteri di tabung. Dari hasil pengamatan tabung reaksi utkkontrol negatif tersebut bening. Itu menandakan tidak adanya paparan bakteri pada media. Sedangkan pada control negatif bertujuan untuk menguji apakah bakteri ess.coli tersebut hidup atau mati. Setelah diamatai ternyata tabung rekasi untuk control negatif tersbut adalah keruh. Itu manndakan bakteri ess.coli yang digunakan pada saat pecobaan masih hidup dan bagus. Oleh karena itu, alasan kelima tabung kecil single broth mengalami kekeruhan bukanlah disebabkan ose yang teralu panas tetapi karena dosis yang diberikan terlalu kecil. Ternyata melihat hasil percobaan kelompok lain dengan antibiotic yang sama tetapi dosis yang berbeda menunjukkan hasil positif tetapi dri kelima tabung single broth hanya satu tabung yang bening yitu tabung pertama dengan dosis 60. Sehngga bias disimpulkan bahwa dosis yang bias membunuh bakteri ess.coli adalah mulai dari dosis 60 sampai seterusnya. Tetapi hasil tersebut belum bias dikatan mic karena hanya tabung pertama yang bening, sedangkan keempat tabung yang lain keruh.

Semua prosedur hendaknya dilakukan aseptis. Semua alat-alat percobaan harus sudah disterilkan dahulu dalam autoklaf. Semua pekerjaan dilakukan di dekat api. Saat membuka dan menutup sumbat tabung, ujung tabung harus dipanaskan terlebih dahulu. Ose harus selalu dipanaskan sebelum digunakan. Sehingga dalam melakukan percobaan ini didapatkan hasil yang maksimal. Namun seringkali praktikan melakukan kecerobohan yang disadarsadari dan tidak disadari sehingga tidak ditemukannya mic pda percobaan yang dilakukan