Anda di halaman 1dari 1

Hukum Perdata Islam

HUKUM PERDATA ISLAM DI INDONESIA A. PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP HUKUM PERDATA ISLAM Hukum Perdata Islam atau yang biasa di sebut fiqh muamalah dalam pengertian umum adalah norma hukum yang memuat munakahat,wirasah atau faraid. Selain pengertian umum dimaksud, juga fiqh muamalah dalam pengertian khusus, mengatur masalah kebendaan dan hakhak atas kebendaan, aturan mengenai jual-beli, sewa-menyewa, sersyarikatan, pengalihan hak, dan segala yang berkaitan dengan transaksi. Ruang lingkup hukum eprdata Islam, mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Aturan yang mengatur antara seorang manusia dengan Tuhannya disebut kaidah ibadah, aturan yang mengatur antara anggota masyarakat lainnya disebut kaidah muamalah, dan aturan yang mengatur antara manusia dengan lingkungan hidupnya disebut kaidah hukum alam atau kaidah sunatullah. B. KEBERADAAN HUKUM PERDATA ISLAM

Hukum Perdata Islam dilihat dari aspek keberadaanya dalam perumusan dasar Negara yang dilakukan oleh BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia), yaitu para pemimpin Islam berusaha memulihkan dan mendudukan hukum Islam dalam Negara Indonesia merdeka. Dalam tahap awal, usaha para pemimpin dimaksud tidak sia-sia, yaitu lahirnya Piagam Jakarta pada tanggal 22 juni 1945 telah disepakati oleh pendiri Negara bahwa Negara berdasar kepada ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya. Negara Republik Indonesia wajib menjalankan syariat Islam bagi orang Islam, syariat Nasrani bagi orang Nasrani, dan syariat Hindu-Bali bagi orang Hindu-Bali. Penyelenggara Negara berkewajiban menjalankan syariat yang dipeluk oleh bangsa Indonesia untuk kepentingan pemeluk agama bersangkutan. Hukum yang berasal dari suatu agama yang diakui di Negara Republik Indonesia yang dapat dijalankan sendiri oleh masing-masing pemeluk agama bersangkutan, membiarkan pemeluk agama itu sendiri melaksanakannnya menurut kepercayaan agamanya masing-masing. C. HUKUM PERDATA ISLAM DAN KEKUATAN HUKUMNYA DI INDONESIA Hukum perdata Islam dan kekuatan hukumnya dianalisis secara ketatanegaraan di Negara Republik Indonesia, dapat dikatakan bahwa asasnya adalah Pancasila dan UUD 1945. Kemudian dijabarkan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Pengadilan Agama dan beberapa instruksi pemerintah, demikian juga munculnya Kompilasi Hukum Islam yang menjadi pedoman bagi para hakim di peradilan khusus di Indonesia. Kekuatan hukum Perdata Islam di Indonesia dianalisis, perlu di ungkapkan produk pemikiran hukum Islam dalam sejarah perilaku umat Islam dalam melaksanakan hukum Islam di Indonesia, seiring pertumbuhan dan perkembangannya, yaitu syariah, fiqh, fatwa ulama/hakim, keputusan pengadilan, dan perundang-undangan.

http://indahlaw.blogspot.com/2012/08/hukum-perdata-islam.html