Anda di halaman 1dari 9

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan

Tapak
BAB V KONSEP DAN RENCANA 5 Konsep 5.1 Aspek Kebijakan Berdasarkan RTRW Kota Padang 2010-2030 kawasan study yang terletak pada Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah merupakan Wilayah Pengembangan III (WP III). Dimana Kecamatan Koto Tangah untuk pengembangan kegiatan permukiman dengan kepadatan rendah sampai sedang. Site yang akan direncanakan terletak pada Kelurahan koto tangah yang memiliki kelerengan >2 - 10 % . Melihat dari kondisi fisik pada site ini maka jelaslah daerah tersebut sangat baik untuk perumahan yang akan di rencanakan. Disni dilihat bahwa site yang akan dibangun sangat berpotensi karena didominasi oleh terdapatnya site di dekat sungai kecil dan di pinggir jalan raya.dekat dari bypass Dan akan dibangun lagi open space yang bisa dimanfaatkan oleh calon penghuni serta akan dibangun joging trek sebagai sarana olah raga bagi calon penghuni. Pada lokasi perencanaan tapak perumahan ini yang mana luas site yang akan direncanakan 48.000 m2 Pada lokasi site yang telah tersedia ini akan direncanakan pembangunan perumahan pns yang lahannya di peruntukkan untuk pembangunan perumahan dengan luas kapling antara 120 m2 198 m2. Jenis tanah yang terdapat di kawasan perencanaan termasuk jenis tanah, tanahnya yaitu tanah liat, tanah lempung. 5.2. Konsep Jalan Rencana pembangunan jalan disini memakai konsep hirarkhi jalan dengan kata lain semakin tinggi hirarkhi kawasan maka semakin lebar kapasitas jalan begitu pula sebaliknya semakin rendah hirarkhi kawasan maka semakin kecil kapasitas jalan yang akan direncanakan. Seperti jalan lokal yang terdiri dari local 1, local 2 lokal 3 semakin kecil jalan tersebut. 5.3 Konsep Perumahan Berdasarkan UU RI No.4 pasal 1 tentang perumahan dan pemukiman, rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembina keluarga.
53

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan

Tapak
Selain itu, rumah juga merupakan tempat awal pengembangan kehidupan dan penghidupan keluarga dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur. Rumah yang akan dibangun pada site diperuntukkan bagi masyarakat semua golongan dengan jumlah penghuni 200KK. Perumahan ini direncanakan menggunakan standar perumahan lingkungan II dengan konsep 1 2 6 dengan tipe rumah 90, tipe 45 dan tipe 36. 5.3.1 Konsep Tata Letak Rencana pembangunan pada site adalah pembangunan lingkungan II dengan tata letak rumah :mengunakan beberapa pola seperti pola grid, pola cul de sac, dan loop 5.3.2 Tata Letak Fasilitas Sosial Fasilitas sosial berupa toko, Poliklinik, dan tempat pendidikan merupakan penunjang akifitas Rumah Tangga dalam perumahan yang akan dibangun. Oleh karena itu, penempatan pembangunan fasilitas sosial harus diatur sedemikian rupa agar penghuni komplek mendapat kemudahan dalam memanfaatkan fasilitas yang ada. Fasilitas tidak hanya akan dibangun mengelompok dan terpusat pada satu tempat, tetapi juga ada yang dibangun secara menyebar. TK Fasilitas TK diletakkan dalam lingkungan rumah sehat dan rumah sehat sederhana karena jumlah penduduk di lingkungan ini lebih banyak yang akan memanfaatkan fasilitas ini. Penduduk yang tinggal di rumah mewah biasanya akan lebih mengutamakan kualitas pendidikan daripada jarak dalam memilih sekolah untuk anak-anaknya. Sehingga mereka lebih memilih sekolah yang berada di pusat kota daripada di lingkungan perumahan. Toko Toko diletakkan pada lingkungan rumah sederhana dan sehat sederhana secara menyebar. Hal ini bertujuan untuk mempermudah penduduk dalam memperoleh pelayanan. Poliklinik Poliklinik ditempatkan dekat dengan fasilitas fasilitas sosial lainnya karena hubungan kegiatan dari masing-masing fungsi fasilitas sosial tersebut, dan lokasinya juga ditempatkan dekat dengan rumah sederhana dan sehat sederhana. Ini dikarenakan masyarakat yang lebih cenderung memanfaatkan poliklinik adalah orang yang

54

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan

Tapak
berpendapatan menengah kebawah, untuk golongan menengah ke atas mereka akan lebih cenderung berobat ke dokter. 5.4 Konsep Utilitas Pada konsep utilitas kawasan site ini yaitu melihat pada kondisi existing apakah ada factor pendukung lainnya yang dapat menunjang kebutuhan akan utilitas seperti air bersih, drainase, listrik, telpon. Dimana pada lokasi site terdapat sungai yang dapat di manfaatkan sebagai saluran akhir dari drainase. 5.5 Rencana 5.5.1 Rencana Perumahan Luas site yang direncanakan 4,8 Ha (48000 m), maka termasuk kedalam perencanaan lingkungan II. Perencanaan site dengan menggunakan 3 tipe rumah yaitu rumah rumah mewah, rumah sederhana, dan rumah sehat sederhana Luas site adalah 4,8 Ha = 48000 m GSS adalah = 5.262 m Luas bersih = 55.000 5.262 = 49.738 m Luas lahan yang boleh dibangun untuk perumahan pada lingkungan II adalah 65,5 %. Jadi luas lahan untuk perumahan adalah : Lahan perumahan = 65,5% x 49.738 = 32.578 m2

Dapat dilihat pada Peta Rencana Perumahan berikut :

5.5.2

Rencana Fasilitas Sarana dan prasarana merupakan faktor pendukung kelancaran aktivitas pada

perumahan. Berdasarkan standar perumahan pada lingkungan II 6,1% dari luas kawasan perencanaan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas sosial. Fasilitas sosial = 6,1 % X 49.738 = 3.034 m Fasilitas tersebut terdiri dari : Tk Toko : 128 m : 128 m
55

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan
: 90 m

Tapak
Poloklinik

5.5.3

Open Space Open space atau jalur hijau merupakan suatu kegiatan penghijauan dalam komplek

perumahan yang dapat memberikan keindahan dan keasrian pada lingkungan. Sesuai dengan standar lingkungan II, lahan yang diperuntukkan maka rencana untuk open space adalah: Standar Open Space Luas Site Luas Open Space = 2,3% = 49.738 m = 2,3% x 49738 m = 1094 m2 5.5 Rencana Utilitas Air Bersih a. Total kebutuhan = kebutuhan air seluruh kawasan study + cadangan kebakaran + kebocoran = 298.350 L/org/hari + 89505 L/org/hari + 29.835 L/org/hari = 417.690 L/org/hari b. Kebutuhan rata-rata air tiap hari = = total kebutuhan 24jam X 60 menit X 60 detik 417.690 L/org/hari 86400 = 4,83 L/detik/org

56

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan

Tapak

Sistem distribusi air bersih yang akan digunakan :


RESERVOAR

SEKUNDER PRIMER

TERSIER

Rumah Penduduk Telepon Berdasarkan standar perumahan, kebutuhan telepon untuk kebutuhan domestik yaitu : 2,7 % x 200 KK = 2,7 = 3 unit Sedangkan 97,7 % untuk kebutuhan telepon sambungan langsung yaitu 1 rumah dilayani oleh 1 satuan sambungan. 97,7 % x 450 KK = 436 KK

Pola atau sistem yang digunakan adalah :

Tiang Rumah Sekunder Primer Tersier STO Pola Percabangan 57

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan

Tapak

Listrik Kebutuhan jaringan litrik dilayani oleh PLN dengan sistem jaringannya dengan gardu induk, dimana beban tersambung : - Rumah sehat sederhana tipe 36: : 900 VA / unit -Rumah sedang tipe 45 - Sarana sosial ekonomi - Untuk jalan Maka kebutuhan listrik : - Rumah sedang = 450 unit x 1.300 VA / unit = 585.000 VA Jadi total kebutuhan untuk rumah yaitu : = 17.500 VA + 585.000 VA + 22.500 VA = 625.000 VA Kebutuhan sosial ekonomi = 20% x total kebutuhan RT = 20% x 625.000 VA = 125.000 VA Kebutuhan untuk jalan = 10% x kebutuhan RT = 10% x 625.000 VA = 62.500 VA Jadi total kebutuhan listrik untuk kawasan site rencana yaitu : = Keb. RT + Keb. Sarana Sosial Ekonomi + Keb. Untuk Jalan : 1300VA/unit. : 20% dari kebutuhan rumah tangga : 10% dari kebutuuhan rumah tangga

58

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan
= 625.000 VA + 125.000 VA + 62.500 VA = 812.500 VA

Tapak

Sistem jaringan yang digunakan adalah : TIANG LISTRIK

PUSAT PLTA

GARDU PLN

POLA PERCABANGAN LOKASI PERCABANGAN SEKUNDER PRIMER TERSIER

Drainase Drainase pada kawasan perencanaan sudah cukup lancar, namun masih kurang perhatian dari penduduk setempat. Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya tanaman/rumputrumput liar pada aliran drainase. Kondisi site yang relatif datarmenyebabkan aliran air pada drainase. Saluran pembuangan air hujan mempunyai persyaratan sebagai berikut : 1. Salurannya direncanakan berdasarkan frekuensi intensitas curah hujan 2. Salurannya dapat terbuka dan tertutup 3. Untuk saluran tertutup tiap perubahan arah harus dilengkapi dengan lubang pemeriksa dan pada saluran yang lurus, lubang pemeriksa harus dibuat tiap jarak 50 m. 4. Sistem pembuangan air hujan tersebut harus mempunyai badan penerima yang dapat berupa sungai, danau, dan kolam yang mempunyai daya tampung cukup.

Pola saluran drainase yang digunakan :


59

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan

Tapak

DARI RUMAH PENDUDUK ( TERSIER) PRIMER SEKUNDER

Persampahan Fasilitas pembuangan sampah merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan tapak perumahan. Sistem persampahan terdiri dari beberapa tempat yaitu : 1. 2. 3. Penampungan sementara Bangunan pengelola sampah Tempat pembuangan akhir Menurut standarnya, berdasarkan sumbernya volume sampah adalah sebagai berikut : Perumahan Pendidikan Peribadatan Fasilitas umum lainnya Selokan Open space : 2 - 4 liter/orang/hari : 0,5 2 liter/orang/hari : 0,2 0,5 liter/orang/hari : 0,5 1 liter/orang/hari : 0,2 0,5 liter/orang/hari : 0,2 0,5 liter/orang/hari

Kebutuhan sarana untuk fasilitas perumahan = volume total sampah X waktu pengambilan Volume sarana = 1204 L/org/KK/hari X 2 kali pengambilan 1500 = 1.6 kebutuhan sarana Berarti hanya perlu satu unit truk kecil yang bervolume 1,5 M3 Sistem pengangkutan sampah : RUMAH TANGGA

60

Aamrullah Putra 0710015311016

Perencanaan

Tapak

SAMPAH TPS

KANTONG PLASTIK

TONG SAMPAH TRUK TPA

FASILITAS SOS/ UMUM

5.5

Rencana Jalan Lebar jalan yang akan direncanakan pada kawasan study adalah 8 meter untuk jalan

utama dan 5 meter jalan lokal/ lingkungan. Dari luas daerah 49738 M2 untuk standar lingkungan dua, persentase untuk jalan adalah 26,2 % berarti perhitungannya: 26,2 x 49738 m2 = 13031m2 100 Untuk Garis Sepadan Bangunan (GSB) tiap jalan dapat diketahui dengan rumus : - Jalan utama GSB = = = - Jalan Lokal GSB = = = lebar jalan x5 2.5 lebar jalan + 1 x8+1 4 m2

Dapat dilihat pada Peta Tapak Perumhan berikut :

61