Anda di halaman 1dari 31

Oleh, FATHULRACHMAN

Pembimbing, dr . Siti Rabiul Zatlia

Hepatoma atau karsinoma hepatoselular (HCC) merupakan tumor ganas hati primer yang berasal dari hepatosit. Menempati urutan ketiga dari kanker sistem saluran cerna setelah kanker kolorektal dan kanker lambung. Tingkat kematian hepatoma juga sangat tinggi, di urutan kedua setelah kanker pankreas. Dimana pria lebih banyak menderita penyakit ini dibandingkan wanita.

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Jenis Kelamin No. RM Alamat Ruangan Tanggal Masuk RS

: : : : : : :

Tn.T 42 tahun Laki-laki 059229 Gowa BP2/210 10 Mei 2011

KELUHAN UTAMA

: Nyeri seluruh perut

ANAMNESIS TERPIMPIN : Nyeri sudah dirasakan sejak 1 minggu SMRS, memberat sejak 4 hari SMRS. Nyeri terasa terus menerus seperti tertusuk terutama pada perut bagian atas dan ulu hati, tidak tembus ke pinggang belakang. Mual (-), muntah (-). Batuk (-) pilek (-), sesak napas (-). Demam (-), riwayat demam (+) kadang-kadang sejak 3 minggu yang lalu, tidak terus menerus. BAB : keras, riwayat BAB hitam 2x sejak 1 bulan SMRS. BAK : lancar, warna pekat seperti teh pekat.

RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA : Riwayat DM (-) Riwayat kontak dengan pasien hepatitis tidak diketahui Riwayat sakit kuning tidak diketahui Riwayat Ht (-), jantung (-) Riwayat minum ballo (+) sejak usia 30an, 2-3 L/hr

Status Present : SB/GK/CM; BB = 62.3 kg; TB = 167 cm; IMT = 22.4 kg/m2

Tanda Vital : T: 110/70 mmHg; N: 88x/i; P: 28x/i; S: 37,3 C

Kepala :

Kelopak mata, edema palpebra (-) Konjungtiva, Anemis (-), Sklera, ikterus (+) Bibir, sianosis (-)

Leher :

Massa tumor, (-) Nyeri tekan, (-) DVS, R+1 cmH2O.

Thoraks :
Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi

: simetris kiri dan kanan, ikut gerak napas, bentuk normochest,spider nevi (-) : tidak ada massa tumor, tidak ada nyeri tekan, vocal fremitus simetris kiri dan kanan : sonor kedua lapangan paru, batas paru hepar sela iga VI anterior dextra : bunyi pernapasan vesikuler, tidak ada bunyi tambahan

Jantung :
Inspeksi Palpasi Perkusi

: ictus cordis tidak tampak : ictus cordis tidak teraba : pekak, batas jantung kesan normal (batas jantung kanan terletak pada linea sternalis kanan, batas jantung kiri di sela iga V linea medioklavikularis kiri) Auskultasi : bunyi jantung I/II murni reguler, bunyi tambahan (-)

Inspeksi : Cembung, ikut gerak napas, caput medusa (-). Auskultasi : Peristaltik (+) kesan normal Palpasi : Hepar teraba 2 jari b.a.c. Konsistensi keras, permukaan sedikit berbenjol-benjol, tepi tidak rata. Lien teraba schuffner 1. Perkusi : Tympani, ascites (-) . Alat Kelamin : Tidak ada kelainan Ekstremitas : Edema pretibial (-)/(-) Eritema Palmaris (+/+).

Abdomen :

HASIL LAB 10/05/2011 WBC : 17.0 x 103 RBC : 4.2x106 HGB : 12,5 GDS 78 GOT/GPT : 123/80

Hasil lab (11/05/2011) WBC : 17,8 x 103 RBC : 3,8 x 106 HGB : 11,8 HCT : 36,6% PLT : 398.103 NEUT : 88,6 % LYMP : 7,4 % HbsAg (+)

Bilirubin Tot : 8,16 Bilirubin Direk : 4,99 Ur/Cr : 81.3/1.03 GOT/GPT : 206/165 Protein total: 6,83 GDP : 122

HASIL USG Abdomen (10-05-2011) Tampak hepar membesar, tampak multipel nodul berbagai ukuran dengan echo heterogen. Vaskularisasi dan bile duct. tidak beraturan. Kedua Ginjal dan VU tidak ada kelainan.

KESAN : hepatoma

DIAGNOSA SEMENTARA Hepatoma


DIAGNOSA BANDING Sirosis Hepatis

PENATALAKSANAAN AWAL

Diet hepar IVFD asering Metoclopramide amp/12 jam/iv (KP) cefotaxime 1 gr/8 h/iv Hp Pro 3x1 Bcom C 3x1

Tanggal
11/05/2011

Perjalanan Penyakit
Perawatan Hari I

KU: nyeri seluruh perut T : 100/60 S:Nyeri perut (+), muntah (+, 1x) O: SS/GC/CM mmHg Kep: Anemis (-), ikterus (+), N : 88 x/i sianosis (-) P : 20 x/i S : 36,60C Thorax: BP vesikuler, Rh (-), Wh (-), VF simetris kiri kanan Cor: BJ I/II reguler Abd: Nyeri Tekan (+) hipokondrimu Dextra+Epigastrium. Hepar teraba 2 jari BAC. Konsistensi keras, permukaan sedikit berbenjolbenjol, tepi tidak rata. Ext: edema (-/-) BAB : biasa BAK : Warna seperti teh

Instruksi Dokter Diet hepar (rendah lemak) IVFD Asering 28 tpm Metoclopramide amp/12 jam/IV (KP) cefotaxime 1 gr/8 jam/iv Hp Pro 3x1 Bcom C 3x1 RT: Sfingter : mencekik Ampulla: kosong Mukosa : licin Handschoen : Feses (+) warna kuning Darah (-) Lendir (-)

Tanggal

Perjalanan Penyakit
WBC : 17,8 x 103 RBC : 3,8 x 106 HGB : 11,8 HCT : 36,6% PLT : 398.103 NEUT : 88,6 % LYMP : 7,4 % HbsAg (+) Bilirubin Tot : 8,16 Bilirubin Direk : 4,99 Ur/Cr : 81.3/1.03 GOT/GPT : 206/165 Protein total: 6,83 GDP : 122 A: - Susp. Hepatoma

Instruksi Dokter

Tanggal 12/05/2011 T : 110/80 mmHg N : 72 x/i P : 20 x/i S : 36,70C

Perjalanan Penyakit Perawatan Hari II

Instruksi dokter

Diet hepar (rendah lemak) S: Nyeri Perut (+) Mual (+)Muntah IVFD Asering 28 tpm (-) Metoclopramide amp/12 BAB frekuensi 1x jam/IV(KP) BAK lancer cefotaxime 1 gr/8 O: SS/GC/CM jam/iv Kep: anemis(-), ikterus (+), Hp Pro 3x1 sianosis Bcom C 3x1 (-) Thorax:Bp vesikuler, Bt (-) Cor:BJ I/II murni regular, bising (-) Abdomen: Nyeri Tekan (+) hipokondrium Dextra+Epigastrium. Hepar teraba 2 jari BAC. Konsistensi keras, permukaan sedikit berbenjolbenjol, tepi tidak rata.Ext : Edema -/A: susp. Hepatoma

Tanggal
13/05/2011 T : 110/70 mmHg N : 60 x/i P : 24 x/i S : 36,50C

Perjalanan Penyakit
Perawatan Hari III S: Nyeri Perut (+) Mual (-)Muntah (-) O: SS/GC/CM Kep: anemis(-), ikterus (+), sianosis (-) Thorax:Bp vesikuler, Bt (-) Cor:BJ I/II murni regular, bising (-) Abdomen: Nyeri Tekan (+) hipokondrimu Dextra+Epigastrium. Hepar teraba 2 jari BAC. Konsistensi keras, permukaan sedikit berbenjolbenjol, tepi tidak rata. Ext : Edema -/A: hepatoma

Instruksi Dokter
Diet hepar (rendah lemak) IVFD Asering 28 tpm cefotaxime 1 gr/8 jam/iv Hp Pro 3x1 Bcom C 3x1

Tanggal

Perjalanan Penyakit

Instruksi Dokter

14/05/2011

Perawatan Hari IV

T:110/70 mmHg N : 84 x/i P : 24 x/i S : 36,60C

S: nyeri perut kanan atas O: SS/GC/CM Kep: Anemis (+), ikterus (+), sianosis (-) Thorax: BP vesikuler, Rh (-), Wh (-), VF simetris kiri kanan Cor: BJ I/II reguler Abd: asites (-), Nyeri Tekan (+) hipokondrimu Dextra+Epigastrium. Hepar teraba 2 jari BAC. Konsistensi keras, permukaan sedikit berbenjolbenjol, tepi tidak rata. Ext: edema (-/-) A: Hepatoma

Diet hepar (rendah lemak) IVFD Asering 28 tpm Metoclopramide amp/12 jam/IV cefotaxime 1 gr/8jam/iv Hp Pro 3x1 Bcom C 3x1 Pemeiksaan: Darut, LED, Bil, GOT, GPT, profli lipid, Ureum, Creatinin, GDP, GD2PP, Urin Rutin, AFP.

Tanggal 16/05/2011
T:100/70 mmHg N : 60 x/i P : 38 x/i S : 36,60C

Perjalanan Penyakit Perawatan Hari VI S: nyeri perut kanan atas (+) Muntah Warna Hitam. Sesak nafas (+)

Instruksi Dokter Diet hepar (rendah lemak) IVFD bolus NaCl 32 tpm Metoclopramide amp/12 jam/IV O: SB/GC/CM Mentronidazole btl 20 Kep: Anemis (+), ikterus tpm (+), sianosis (-) Ceftriaxone 2 gr/12 Thorax: BP vesikuler, Rh (-), jam Wh (-), VF simetris kiri Hp Pro 3x1 kanan Bcom C 3x1 Cor: BJ I/II reguler Abd: NT (+) Ext: edema (-/-) A: Hepatoma Susp. Spontaneus Bacterial Peritonitis Perdarahan ec. Susp. Varises Esophagus

Tanggal

Perjalanan Penyakit
Hasil lab (15/05/2011) WBC : 40, 5 x 103 HGB: 5,4 PLT : 218 x 103 LYM: 38,8% MON: 35,1% NEUT: 23.8% AFP : 247 PT/aPTT : 13,0/ 31,3

Instruksi Dokter

Pasien laki-laki, 42 tahun datang ke RS karena nyeri perut yang dirasakan sejak 1 minggu SMRS, memberat sejak 4 hari SMRS. Nyeri terasa terus menerus seperti tertusuk terutama pada perut bagian atas kanan dan ulu hati, tidak tembus ke pinggang belakang. Riwayat demam (+) sejak 3 minggu yang lalu, tidak terus menerus. BAB : keras, riwayat BAB hitam 2x sejak 1 bulan SMRS. BAK : lancar, warna pekat seperti teh pekat.

RIWAYAT PENYAKIT SEBELUMNYA : Riwayat DM (-) Riwayat kontak dengan pasien hepatitis tidak diketahui Riwayat sakit kuning (-) Riwayat minum ballo (+) sejak usia 30an, 34 L/hr Riwayat Ht (-), jantung (-)

Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien sakit sedang, composmentis, gizi cukup yang diperoleh dari hasil BBK= 62,3 kg; TB =167cm; IMT =22,4kg/m2. T: 110/70 mmHg; N: 88x/i; P: 28x/i; S: 37,3 C. Dari pemeriksaan abdomen didapatkan nyeri tekan pada regio hipokondrium kanan dan epigastrium.

Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan bilirubin direk dan bilirubin total, serta penigkatan SGOT SGPT., serta HbsAg (+). Dari pemeriksaan USG abdomen didapatkan kesan hepatoma. Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisis dan hasil laboratorium serta pemeriksaan penunjang lainnya, pasien akhirnya didiagnosis dengan Hepatoma.

Diagnosis hepatoma pada pasien ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, gejala klinis, dan pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis pasien didapatkan keluhan utamanya adalah nyeri perut bagian kanan atas yang merupakan bagian dimana hepar terletak. Pada pemerikaan fisis bagian abdomen ditemukan adanya nyeri tekan pada area hipokondrium dekstra hingga epigastrium, serta hepar yang teraba keras dengan permukaan yang tidak rata.

Dikarenakan hepatoma kasus ini mungkin merupakan komplikasi dari sirosis maka selama masa perawatan ditemukan komplikasi sirosis yang lainnya seperti perdarahan yang mungkin dari varises esophagus dan peningkatan leukosit yang terjadi karena infeksi, dalam hal ini adalah Spontaneous Bacterial Peritonitis. Namun penanda yang khas pada hepatoma kasus ini terdapat pada hasil USG dimana kesan yang didapatkan adalah memang hepatoma dan dari hasil pemeriksaan alfa fetoprotein yang meninggi.

Berdasarkan hasil laboratorium diketahui nilai AFP yang meninggi (nilai rujukan 15 ng/ml). Nilai normal bisa ditemukan pada hepatoma stadium lanjut.AFP pada HCC diduga karena sel-sel hati mengalami diferensiasi seperti sel hati pada masa janin.

Gejala awal hepatoma sering terlepas dari pemeriksaan karena tertutup oleh gejala penyakit yang mendasarinya seperti sirosis hepatis, hepatitis B kronik, atau hepatitis C kronik. Hepatoma pada umumnya ditegakkan diagnosisnya pada stadium lanjut. Untuk deteksi dan menegakkan diagnosis hepatoma pada pasien sirosis, hepatitis B kronik, hepatitis C kronik, diperlukan pemeriksaan penunjang seperti CT Scan, USG abdomen.

Pengobatan pada pasien hanya kami berikan yang bersifat paliatif yaitu untuk mengurangi gejala penyakit dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Yang terdiri dari terapi Non farmakologi berupa diet rendah lemak dimaksudkan agar hati tidak bekerja lebih keras lagi dalam metabolisme lemak. IVFD Asering untuk membantu memenuhi kebutuhan metabolism. Metodlorpamide sebagai antiemetik. PRC dengan melihat hemoglobin pasien yang rendah. Pemberian cefotaxim bertujuan menangani infeksi yang terjadi.

Tak peduli sepelan apapun langkah Anda yang penting langkah itu Maju bukan langkah yang mundur
(Albert Einstein)

TERIMA KASIH