Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Standar Kompetensi : SMA : Kimia :X /2 : 3. Memahami sifat-sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi : 3.1 Mengidentifikasi sifat larutan nonelektrolit dan elektrolit berdasarkan data hasil percobaan. : 1. Mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui percobaan. 2. Menjelaskan teori Arrhenius tentang ionisasi zat dalam larutan. 3. Menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung derajat ionisasi untuk menyatakan kekuatan elektrolit suatu zat. Alokasi Waktu : 3 jam pelajaran (1 pertemuan)

Kompetensi Dasar

Indikator

A. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Siswa dapat mengidentifikasi sifat-sifat larutan elektrolit dan nonelektrolit melalui percobaan. 2. Siswa dapat menjelaskan teori Arrhenius tentang ionisasi zat dalam larutan. 3. Siswa dapat menjelaskan, memformulasikan, dan menghitung derajat ionisasi untuk menyatakan kekuatan elektrolit suatu zat. B. MATERI PEMBELAJARAN Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Jenis-jenis Larutan dan Larutan Elektrolit

Proses pelarutan secara umum Larutan merupakan fase yang setiap hari ada disekitar kita. Suatu sistem homogen yang mengandung dua atau lebih zat yang masing-masing komponennya tidak bisa dibedakan secara fisik disebut larutan, sedangkan suatu sistem yang heterogen disebut campuran. Biasanya istilah larutan dianggap sebagai cairan yang mengandung zat terlarut, misalnya padatan atau gas dengan kata lain larutan tidak hanya terbatas pada cairan saja. Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut dan zat terlarut, yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya. Pelarut merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangkan komponen minornya merupakan zat terlarut. Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. Semua gas bersifat dapat bercampur dengan sesamanya, karena itu campuran gas adalah larutan. Proses pelarutan dapat diilustrasikan seperti Gambar di atas.
Jenis-jenis larutan

Gas dalam gas seluruh campuran gas Gas dalam cairan oksigen dalam air Cairan dalam cairan alkohol dalam air Padatan dalam cairan gula dalam air Gas dalam padatan hidrogen dalam paladium Cairan dalam padatan Hg dalam perak Padatan dalam padatan alloys

Larutan Elektrolit

Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listrik (didasarkan pada daya ionisasi), larutan dibagi menjadi dua, yaitu larutan elektrolit, yang terdiri dari elektrolit kuat dan elektrolit lemah serta larutan non elektrolit. Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat berubah menjadi ion-ion dengan harga derajat ionisasi adalah satu ( = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah :

Asam kuat, antara lain: HCl, HClO3, HClO4, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. Basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, antara lain : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. Garam-garam yang mempunyai kelarutan tinggi, antara lain : NaCl, KCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain.

Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan daya yang lemah, dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < < 1). Yang tergolong elektrolit lemah adalah:

Asam lemah, antara lain: CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain. Basa lemah, antara lain: NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain. Garam-garam yang sukar larut, antara lain: AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain.

Larutan non-Elektrolit

Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan karena larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak meng-ion). Yang termasuk dalam larutan non elektrolit antara lain :

Larutan urea Larutan sukrosa Larutan glukosa Larutan alkohol dan lain-lain

Hantaran Senyawa Ionik dan Senyawa Kovalen Senyawa ionik adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik. Jika senyawa ionic dilarutkan dalam air, ion-ionnya akan terurai dan bergerak bebas sehingga larutan ini digolongkan ke dalam larutan elektrolit kuat. Padatan senyawa ionic tidak dapat menghantarkan arus listrik karena ion-ionnya terikat secara kuat dan rapat, sehingga tidak dapat bergerak bebas. Lelehan senyawa ionic dapat menghantarkan arus listrik. Contoh senyawa ionic adalah NaCl, KCl, dan CaO. Senyawa kovalen adalah ialah senyawa yang terdiri atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen tidak mengandung ion-ion. Namun dalam bentuk larutannya senyawa kovalen ada yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu senyawa kovalen yang bersifat polar. Contoh elektrolit kuat : HCl, HNO3, dan H2SO4. larutan elektrolit lemah : CH3COOH dan NH4OH Uji Daya Hantar Listrik Jenis Senyawa Elektrolit Kuat Elektrolit Lemah Nonelektrolit C. METODE PEMBELAJARAN 1. Praktikum 2. Diskusi kelompok 3. Tanya jawab D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan 1 Kegiatan Pembelajaran 1. Kegiatan Pendahuluan a. Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengulang sekilas materi sebelumnya yaitu tentang definisi larutan elektrolit Waktu 5 menit Pendidikan Karakter Gelembung Gas Banyak Sedikit Tidak ada Nyala lampu Terang Redup Tidak menyala

dan larutan nonelektrolit. b. Guru memotivasi siswa dengan cara menjelaskan manfaat dari percobaan yang akan dilakukan oleh siswa. 2. Kegiatan Inti a. Guru menjelaskan sekilas tentang percobaan yang akan dilakukan. b. Guru memandu siswa melakukan praktikum untuk mengamati gejala hantaran listrik larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit c. Guru meminta siswa menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk percobaan tersebut. d. Selama siswa praktikum, guru penilaian proses. melakukan melakukan 20 menit Disiplin, jawab. tanggung 5 menit

10 menit

45 menit

e. Setelah kurang lebih 45 menit, guru meminta siswa untuk menghentikan percobaannya, lalu diadakan diskusi bersama. f. Masing-masing perwakilan kelompok diminta menyampaikan hasil percobaannya secara lisan di depan teman-temannya. Sementara itu siswa yang lain boleh memberikan tanggapan. g. Bila ada percobaan yang gagal, maka guru dan siswa kembali berdiskusi bersama-sama mencari penyebabnya. h. Guru masih memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti. i. Guru meminta siswa untuk melanjutkan kerja kelompoknya dengan menjawab pertanyaanpertanyaan . j. Guru menjelaskan tentang kekuatan elektrolit yang dinyatakan dengan bilangan yang disebut derajat ionisasi (). 10 menit Rasa ingin tahu 10 menit Demokratis

10 menit

10 menit

3. Kegiatan Penutup a. Guru membimbing siswa menyimpulkan hasil percobaan tentang larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. b. Guru meminta siswa mengerjakan uji latihan kompetensi

5 menit

5 menit

E. ALAT DAN SUMBER BELAJAR 1. Alat Belajar: a. Papan tulis b. Spidol atau kapur c. Alat-alat percobaan (alat uji elektrolit, gelas kimia,dan pengaduk) d. Bahan-bahan percobaan (air murni, air sumur, larutan asam cuka, larutan garam dapur, larutan asam klorida, larutan asam sulfat, larutan natrium hidroksida, larutan gula, larutan urea, dan alkohol 70%) 2. Sumber Belajar: a. Buku Kimia Bilingual untuk SMA/MA Kelas X, karangan Sunardi, penerbit Yrama Widya. b. Buku 1700 Soal Bimbingan Pemantapan Kimia, karangan Budiman Anwar, penerbit Yrama Widya. c. Buku Kimia Erlangga jilid IB karangan Michael Purba. F. PENILAIAN 1. Teknik Penilaian a. Tugas mandiri b. Tugas kelompok c. Ulangan harian 2. Bentuk Instrumen a. Pilihan ganda b. Uraian c. Lembar diskusi d. Lembar kegiatan ilmiah

Contoh Instrumen a. Pilihan Ganda 1. Di antara larutan berikut ini yang termasuk elektrolit kuat adalah .... A. asam cuka B. asam sulfat C. gula D. alkohol E. urea

2. Larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena .... A. di dalam suatu larutan tersebar molekul-molekul B. atom-atomnya terdistribusi merata C. terdapat ion-ion yang bergerak bebas D. molekul-molekulnya menyerap elektron E. molekul-molekulnya menyerap arus listrik 3. Senyawa kovalen yang merupakan elektrolit adalah .... A. kovalen rangkap dua B. kovalen rangkap tiga C. kovalen tunggal D. kovalen polar E. kovalen nonpolar 4. HCl merupakan contoh dari .... A. senyawa ion yang nonelektrolit B. senyawa ion yang elektrolit C. senyawa kovalen yang nonelektrolit D. senyawa ion yang dapat menghantarkan listrik E. senyawa kovalen yang elektrolit 5. Lampu alat uji elektrolit tidak menyala ketika elektrodanya dicelupkan ke dalam larutan asam cuka, tetapi pada elektrode terbentuk gelembung gas, hal ini karena .... A. alat uji elektrolit tersebut rusak B. cuka bukan elektrolit C. cuka merupakan elektrolit lemah D. cuka merupakan elektrolit kuat E. cuka menguap dalam bentuk gelembung gas

b. Uraian 1. Jelaskan, mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik! 1. 0,1 mol HF dilarutkan di dalam air, sehingga diperoleh 0,01 mol ion F. Tentukan derajat ionisasi HF tersebut! 3. Zat-zat seperti gula (C12H22O11), etanol (C2H5OH), metana (CH4), dan urea {CO(NH2)2} dalam larutannya tidak dapat menghantarkan arus listrik, mengapa demikian? Jelaskan! 4. Dengan menggunakan alat penguji elektrolit, nyala lampu lebih terang jika larutan yang diuji adalah HCl 0,1 M daripada larutan NH3 0,1 M. Jelaskan mengapa hal itu bisa terjadi!

5. Dengan menghitung , manakah dari larutan berikut yang merupakan penghantar listrik yang lebih baik (elektrolit kuat)? a. H2SO4 0,1 M dengan H2SO4 0,3 M b. NaCl 0,1 M dengan CH3 COOH 0,1 M c. Lembar Kegiatan Ilmiah Mengamati gejala hantaran listrik larutan elektrolit dan nonelektrolit

1. Alat dan bahan a. Alat uji elektrolit b. Air murni c. Air sumur d. Larutan asam cuka (CH3COOH) e. Larutan garam dapur (NaCl) f. Larutan asam klorida (HCl) g. Larutan asam sulfat (H2SO4) h. Larutan natrium hidroksida (NaOH) i. Larutan gula j. Larutan urea {CO(NH2)2} k. Alkohol 70% l. Gelas kimia m. Pengaduk 2. Langkah-langkah kegiatan a. Uji daya hantar listrik masing-masing larutan, termasuk air sumur dan air murni dengan menggunakan alat penguji elektrolit. b. Amati gejala yang terjadi di dalam larutan dan pada indikator (lampu atau ampermeter) selama diuji. 3. Pertanyaan dan tugas a. Gejala apa yang teramati dari pengujian masing-masing larutan? Nyatakan dalam tabel! b. Kelompokkan zat-zat yang dalam larutannya membentuk larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit!

3. Ada 5 jenis tes yang saya ketahui yaitu tes awal, tes akhir, tes diagnostic, tes formatif, tes Sumatif Persamaan Kelima tes tersebut adalah : Digunakan sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hal ini, berfungsi mengkur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu. Digunakan sebagai alat pengukur keberhasilan program pengajaran, sebab melalui tes tersebut akan dapat diketahi sudah seberapa jauh program pengajaran yang telah ditentukan, telah dapat dicapai.

Perbedaan Kelima tes tersebut adalah : Tes awal Dikenal sebagai pre-test, digunakan untuk mengetahui sejah mana materi ata pelajaran yang akan diajarkan telah dapat dikuassai peserta didik. Btir-btir soalnya dibat mudah. Tes akhir Dikenal sebagai post-tes t(test akhir), digunakan untuk mengetahi apakah semua materi pelajaran yang penting telah dikasai oleh peserta didik dengan sebaik-baiknya. Tes diagnostic Untuk mengetahi secara tepat tingkat kesukaran yang dihadapi oleh peserta didik dalam suatu mata pelajaran tertentu. Tes formatif Tes Formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikankan dalam tiap satuan unit pembelajaran.. Tes sumatif Tes hasil belajar yang dilaksanakan setelah sekumpulan satan program pengajaran telah diberikan. Biasa dikenal dengan (ulangan umum) Evaluasi Belajar Tahap Akhir EBTA.