Anda di halaman 1dari 5

KALORIMETER 2

Tujuan praktikum
Setelah melakukan percobaan ini, mahasiswa di harapkan mampu: 1.Memakai azas black dan kekekalan energi 2.Membutuhkan nilai 1 kalori adalah setara dengan 4,186 Joule

Teori Pengantar
Telah dibuktikan oleh banyak ilmuan dan eksperimen bahwa ketika 1 kalori di konversikan ke kerja mekanik atau kerja listrik maka listrik maka 4,186 J kerja akan dihasilkan . 1 cal =4,18J Elemen pemanas dalam sebuah calorimeter yang di hubungkan dengan sumber daya untuk teggang waktu tertentu selama itu kerja listrik menyebabkan peningkatan suhu zat cair dalam calorimeter. Hasilnya Untuk menghitung energi yang diberikan pada calorimeter , persamaan daya digunakan: P=W/t atau W=P.t Sedangkan daya listrik dinyatakan P = V.l, maka persamaan di atas yang memberikan konsumsi energi listrik menjadi ( persamaan 1 ): W=V.l.t Di sisi lain, dengan mengukur tegangan yang di berikan V, Arus efektif I dan waktu t, energi listrik yang diberikan pada calorimeter dapat dihitung dengan persamaan di atas. Dengan mengukur suhu awal dan akhir calorimeter, yaitu air, bejana alumunium dan elemen pemanas, maka energi yang dihasilkan dapat di hitung. Tentu saja kapasitas kalor spesifik air, alumunium serta elemen pemanas harus ditentukan dari literature fisika. Panas yang diserap calorimeter: Qtotal = Qair + Qbejana +Qpengaduk +Qelemen Sebagai catatan elemen pemanasnya sendiri memiliki massa tersebut dapat ditambahkan pada massa kaki logam elemen tersebut. Asumsikan elemen dan kaki logamnya memiliki jenis yang sama ( umurnya adalah brass ). Qtotal = Qair + Qbejana +Qpengaduk +Qelemen

Qtotal = mair . c air . T + m Al .cAl . T+ mAduk . cAduk . T + melemen . Celemen . T Qtotal = ( mair . c air Atau : ( persamaan 2 ) + m Al .cAl .+ mAduk . cAduk + melemen . Celemen ) T

Persamaan ini menghitung total panas yang dihasilkan dalam kalori sebagai hasil dari kerja listrik dalam elemen pemanas dalam joule. Kedua nilai dapat dihitung untuk menentukan berapa joule dapat dihasilkan dari satu kalori atau sebaliknya.

Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk menentukan kapasitas kalor suatu benda dan kapasitas kalor spesifik suatu bahan. Perhatikan gambar di sebelah ini. Kalorimeter adalah suatu bejana yang terbuat dari logam (BK) dan diselubungi oleh bejana kalor dengan lingkungannya. Di dalam kalorimeter terdapat pengaduk yang terbuat dari bahan yang sama dengan bejana calorimeter (P). Tutup kalorimeter (T) terbuat dari bahan isolator yang berlubang di tengah untuk memasang termometer. Kalorimeter ini dilengkapi dengan elemen pemanas yang dihubungkan dengan sumber daya listrik. Termometer digunakan untuk mengukur temperatur awal air dan kalorimeter dan air tersebut berada dalam kesetimbangan termal yang berarti memiliki suhu yang sama. Temperatur awal bejana, pengaduk dan air diukur setelah seluruh bagian kalorimeter dan air tersebut berada dalam kesetimbangan temal antara air, sample, bejana, kalorimeter dan pengaduk.

Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang dibutuhkan: 1. kalorimeter Joule dengan elemen pemanas 2. thermometer alkohol 3. neraca Ohauss 4. power supply 5. Multimeter 6. Air 7. stopwatch 8. kabel penghubung 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 3 buah

Langkah percobaan
Percobaan 1 :
Menentukan kapasitas panas spesifik suatu bahan : 1. Menimbang bejana dan pengaduk kalorimeter sekaligus (bila bahannya sama), atau masing-masing bila bahannya berbeda, bila pada gagang pengaduk terdapat bahan isolator maka dilepas terlebih dahulu. 2. Bahan kalorimeter yang digunakan adalah alumunium. 3. Mengukur pula massa elemen pemanas dan kakinya. 4. Memasukkan air ke dalam bejana kalorimeter hinnga kira-kira setengahnya. 5. Memasang pengaduk dan menimbang kalorimeter berisi air dan pengaduknya hingga dapat diperoleh massa air. 6. Memasukkan calorimeter kedalam bejana pelindungnya (plastik) dan menutup kalorimeter. 7. Memasang termometer sedemikian rupa agar hanya bagian bola / ujung saja yang tercelup dalam air.

8. Mengamati perubahan suhu, hingga suhu yang ditunjukkan termometer tidak bergerak lagi, dengan kata lain telah dicapai keseimbangan termal. 9. Mencatat suhu yang terbaca pada termometer sebagai suhu awal air , bejana dan pengaduk. 10. Rangkaian elemen pemanas dengan powersupply sebagaimana pada gambar dengan memasang pula kedua multimeter sebagai amperemeter dan sebagai voltmeter. (posisi saklar dalam keadaan off). 11. Mengeset switch tegangan pada power supply pada angka 6 volt. 12. Menyiapkan stopwatch untuk mengukur waktu. 13. Menghidupkan powersupply, dan tunggu hingga temperature mencapai maksimum. 14. Mengukur dan mencatat nilai arus dan tegangan yang terbaca pada Multimeter setiap 20 detik. 15. Tetap menjaga distribusi air yang merata dengan mengaduk atau mengocoknya dengan gently yaitu dengan stirring. 16. Setelah 2 menit mematikan powersupply, dan menunggu hingga temperature mencapai maksimum. 17. Mencatat temperatur maksimum sebagai Tf.

Hasil Pengamatan
Keadaan / data lingkungan : Suhu udara ruangan Tekanan udara Kelembaban udara Data Percobaan : Massa calorimeter kosong Massa pengaduk Massa air Massa elemen pemanas dan kaki Temperatur awal air dan calorimeter Hasil pengamatan : T (sekon) I (mA) V (volt) T (C) : : : : : : : :