Anda di halaman 1dari 9

TUGAS PRA UJI KOMPETENSI

PENGARUH EFEKTIVITAS PENATAAN TATA RUANG KANTOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI PT.PLN (PERSERO) PALU

DISUSUN OLEH : RIT SURYANATA POPULE NIM . 10 20 001

AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN INDONESIA (ASMI) SITHA PALU 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber daya manusia semakin hari semakin dituntut untuk mengembangkan diri dan memiliki kualitas ilmu yang tinggi untuk menghadapi jaman yang terus berkembang. Globalisasi yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian serta tuntutan perubahan di segala bidang merupakan era keterbukaan yang berorientasi pada kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku pembangunan di semua aspek kehidupan sangat diperlukan. Dalam kehidupan global yang sangat kompleks dan hyper competitiveini, salah satu isu yang sangat menarik untuk dikaji adalah berkaitan dengan rendahnya motivasi sebagian besar organisasi khususnya organisasi pemerintah. Apabila kita mengamati fenomena yang ada dalam masyarakat menunjukkan masih rendahnya motivasi kerja pegawai pada organisasi pemerintah sehingga berdampak pada rendahnya efektivitas organisasi pemerintah dalam memenuhi fungsinya sebagai public service. . Pelayanan publik atau sering disebut pelayanan umum, pelayanan masyarakat atau public service merupakan salah satu aktivitas pemerintah yang selalu menjadi perhatian masyarakat. Opini masyarakat tentang berbagai aktivitas pemerintah dalam bidang pelayanan cenderung lebih banyak yang bernada negatif dibandingkan dengan yang bersifat positif. Hal ini tercermin dari banyaknya target kinerja organisasi yang tidak terealisasi terangkat ke ranah publik. PT. PLN (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam pengadaan listrik terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai BUMN yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam setiap sendi hidup masyarakat Indonesia PLN selalu dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya, hal ini kemudian membuat posisi PLN sangat peka terhadap perlakuan pelanggan, sehingga pihak perusahaan

dituntut untuk mempunyai kemampuan yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan pelanggan (service yang prima), agar mendapatkan loyalitas pelanggan kepada perusahaan. Selain itu PLN juga dituntut untuk memberikan yang terbaik bagi para pegawainya.Bagaimanapun tidak dapat dipungkiri bahwa pegawai memegang peranan yang sangat penting di dalam perusahaan. Oleh karena itu sewajarnyalah pegawai harus selalu diperhatikan menuju terciptanya kinerja pegawai yang selalu memberikan produktivitasnya bagi perusahaan. Untuk mencapai tujuan organisasi perlu adanya penggerak bagi para pegawai sehingga dapat mencapai kinerja maksimal. Fenomena lain yang menunjukkan kurangnya motivasi kerja pegawai dapat dilihat dari daftar hadir pegawai di perusahaan yang menunjukkan kedisiplinan kerja pegawai. Beberapa pegawai juga masih banyak yang terlambat masuk kantor. Keterlambatan ini terjadi baik pada saat masuk kerja pagi hari ataupun jam masuk kerja setelah istirahat, keterlambatan tersebut terjadi antara 5 menit hingga 30 menit, dan sebelum jam kerja berakhir para pegawai sudah banyak yang pulang sebelum waktunya. Tingkat ketidakhadiran pegawai belum sesuai dengan batas toleransi yang diterapkan oleh perusahaan, batas toleransi ketidakhadiran yang diberikan sebesar 10% dan dalam hal kehadiran pada saat bekerja sebesar 90%. Mencermati belum optimalnya motivasi kerja pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) yang ditunjukkan oleh fenomena yang terungkap, memberikan indikasi masih adanya kesenjangan antara apa yang seharusnya diperankan oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Palu Pelayanan dengan kenyataan yang terjadi. Berkaitan dengan itu, sudah selayaknya dicari faktor-faktor yang menyebabkan motivasi kerja pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Palu yang rendah, sehingga PT.PLN (Persero) kota Palu dapat dikelola dengan baik. Pentingnya motivasi kerja pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu secara efektif tidak terlepas dari kedudukan dan fungsinya sebagai pengelola public goods yang melayani penyediaan listrik kepada warganya, sebagai kebutuhan yang sangat mendasar dan penting bagi masyarakat. Pentingnya peranan listrik dalam aktivitas hidup dan kehidupan manusia, terlihat dari fungsinya sebagai kebutuhan vital dalam menggerakkan berbagai aktivitas perekonomian,

seperti perhotelan, rumah sakit, industri, hiburan, perkantoran, dan sebagainya. Memperhatikan seluruh uraian di atas, terlihat bahwa PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu sedang dihadapkan pada permasalahan mengenai belum optimalnya tingkat motivasi kerja pegawai yang tercermin dari masih banyaknya absen pegawai dengan alasan yang tidak jelas dan belum optimalnyakinerja pegawai. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan terus terjadi, karena PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu yang merupakan unit kerja publik pemerintah dan bertanggung jawab memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sebagai pelanggannya. Oleh karena itu perlu dicari jalan keluarnya dalam bentuk pelatihan atau pendidikan kepada pegawai serta pemberian kompensasi. Selain hal-hal tersebut yang tidak kalah penting adalah pemberian fasilitas kantor yang memadai dan penataan tata ruang (layout) kantor yang efektif sehingga menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan nyaman untuk mengurangi tingkat kejenuhan pegawai dalam bekerja dan beraktifitas di dalam kantor. Dengan melihat uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penataan tata ruang kantor (layout) berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Oleh karena itu sewajarnyalah pegawai harus selalu diperhatikan menuju terciptanya kinerja pegawai yang selalu memberikan produktivitasnya bagi perusahaan dan untuk mencapai tujuan organisasi perlu adanya penggerak bagi para pegawai sehingga dapat mencapai kinerja maksimal.

1.2 Rumusan Masalah


Masalah yang akan dipecahkan dalam penelitian ini, dirumuskan dalam pernyataan masalah (problem statement) sebagai berikut: Efektivitas penataan tata ruang ( layout) kantor yang diterapkan oleh PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu yang menjadi faktor penting dalam penciptaan motivasi kerja pegawainya. Berdasarkan pernyataan masalah (problem statement) di atas, masalah dalam penelitian ini secara spesifik dirumuskan dalam pertanyaan penelitian (research question) sebagai berikut: 1. Bagaimana gambaran umum mengenai efektivitas penataan tata ruang ( layout) kantor di PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu? 2. Bagaimana gambaran umum mengenai tingkat motivasi kerja pegawai di PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu? 3. Bagaimana pengaruh efektivitas penataan tata ruang (layout) kantor terhadap tingkat motivasi kerja pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu?

1.3 Kegunaan dan Tujuan A. Kegunaan


Diharapkan dapat memperkaya konsep dan teori untuk mendukung perkembangan ilmu pengetahuan manajemen sumber daya manusia, khususnya yang terkait dengan pengaruh efektivitas penataan tata ruang (layout) kantor terhadap tingkat motivasi kerja pegawai.

Secara praktis tulisan ini akan berguna untuk : 1. Sebagai bahan informasi bagi Manajer PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu untuk dapat memahami sifat-sifat yang berkaitan dengan motivasi kerja pegawai, sehingga dapat dikembangkan model pendekatan yang efektif bagi terjadinya kondisi kerja yang kondusif untuk mengembangkan motivasi kerja. 2. Sebagai sumbangan pemikiran bagi Manajer PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu mengenai penerapan efektivitas penataan tata ruang ( layout) kantor yang baik yang berpengaruh terhadap tingkat motivasi kerja pegawai. 3. Sebagai bahan masukan bagi para pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan peningkatan motivasi kerja pegawai. 4. Sebagai bahan bagi pembaca atau pihak lain yang membutuhkan informasi dan data yang relevan dari hasil penulisan, khususnya mengenai efektivitas penerapan tata ruang (layout) kantor yang menunjang peningkatan motivasi kerja pegawai.

B. Tujuan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memperoleh pengetahuan dan melakukan kajian secara ilmiah tentang penerapan penataan ruang kantor di PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu dan seberapa besar pengaruh antara efektivitas penataan ruang kantor ( layout) dengan tingkat motivasi kerja pegawainya. Secara terperinci tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui gambaran efektivitas penataan tataruang ( layout)kantor PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu. 2. Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja pegawai dilihat dari efektivitas penerapan (layout) kantor. 3. Untuk mengetahui adakah pengaruh efektivitas penataan tata ruang ( layout) kantor terhadap tingkat motivasi kerja pegawai

1.4 Metode Penulisan A. Study Pustaka


Penulisan Program Kreativitas Mahasiswa-Gagasan tertulis ini disusun berdasarkan telaah pustaka dari literatur-literatur yang sesuai dengan topik penulisan. Literatur-literatur yang digunakan merupakan literatur-literatur yang bersifat primer (jurnal) dan sekunder (buku, internet). Berdasarkan penulusuran literatur ini kemudian diperoleh data yang bersifat primer Tulisan ini juga menggunakan metode kualitatif dengan menampilkan data Prosedur pemecahan masalah dilakukan Permasalahan yang dan sekunder.

deskriptif berupa kata-kata yang bersifat rasional.

berdasarkan pada permasalahan yang terdapat di dalam kepegawaian.

menjadi dasar dalam penulisan Laporan ini timbul setelah diketahui bahwa efektivitas menataan (layout) kantor juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai secara khusus kantor PT. PLN (Persero) Distribusi kota Palu. Usaha pemecahan masalah dilakukan dengan cara mempelajari teori-teori yang berhubungan dengan pokok permasalahan. Melalui telaah pustaka kemudian setelah itu dijabarkan dalam bentuk Laporan Tugas Akhir yang merupakan pemikiran kritis mahasiswa berdasarkan pandangan terhadap situasi dan kondisi yang berkembang saat ini sehingga diperoleh kesimpulan tentang pemecahan masalah yang terjadi secara keseluruhan yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

B. Study Lapangan
Penulisan Laporan Tugas Akhir ini juga terselesaikan dengan di adakannya study lapangan yang meliputi : 1. Wawancara 2. Observasi

1.5 Sistematika Penulisan


Pada Laporan Tugas Akhir ini, penulis akan menjelaskan hasil penelitian di lapangan dimulai dengan sampul, lembar persetujuan, lembar pengesahan, kata pengantar, identitas mahasiswa, identitas instansi, daftar isi, dan di lanjutkan pada bab I yaitu pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang, rumusan masalah, kegunaan dan tujuan, metode penulisan dan sistematika penulisan. Berikutnya adalah bab II yaitu landasan teori. Bab selanjutnya adalah bab III yang berisi tentang Pembahasan. Bab selanjutnya (Bab IV) adalah penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran-saran. Kemudian daftar pustaka dan lampiran-lampiran. Lebih jelasnya penulis akan menguraikan berikut ini : Sampul Lembar Persetujuan Lembar Pengesahan Kata Pengantar ... Identitas Mahasiswa Identitas Instansi . Daftar Isi . BAB I. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang . 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Kegunaan dan Tujuan .. 1.4. Metode Penulisan . 1.5. Sistematika Penulisan .. BAB II. Landasan Teori 2.1. Pengertian Tata Ruang (Layout) Kantor . 2.2. Analisis Pengaruh Tata Ruang (Layout) Kantor Terhadap Kinerja Pegawai . BAB III. Pembahasan 3.1. Sistem Tata Ruang (Layout) Kantor PT.PLN (Persero) Distribusi kota Palu 3.2. Pengaruh Tata Ruang (Layout) Kantor PT.PLN (Persero) Distribusi Kota Palu Terhadap Kinerja Pegawai ...

BAB IV.

Penutup 4.1. Kesimpulan . 4.2. Saran-saran ..

Daftar Pustaka .. Lampiran-lampiran ..