Anda di halaman 1dari 3

EZKA AMALIA 09/283366/SP/23675 Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah

Mada

REVIEW FILM CHARLIE WILSONS WAR Film Charlie Wilsons War yang dibintangi oleh Tom Hanks dan Julia Roberts merupakan film yang menggambarkan bagaimana proses pembuatan keputusan atau kebijakan di Amerika Serikat pada masa Perang Dingin antara AS dengan Uni Soviet. Kondisi yang digambarkan dalam film tersebut adalah ketika militer Uni Soviet menyerang Afghanistan dan menyebabkan korban jiwa yang banyak serta banyaknya pengungsi dari Afghanistan ke Pakistan. Sebagai seorang anggota Kongres Amerika, Charlie Wilson diharapkan untuk bertemu dengan Presiden Pakistan Zia Al Mahmoud terkait tindakan Uni Soviet yang selain merugikan negara Afghanistan tetepi juga menyebabkan negara tetangganya itu penuh dengan pengungsi yang melarikan diri dari serangan brutal Uni Soviet. Pakistan menginginkan bantuan dari AS untuk menangani hal tersebut dan meminta Charlie untuk mengunjungi tenda-tenda pengungsian. Menyaksikan hasil kekejaman Uni Soviet di Afghanistan terhadap rakyat Afghanistan, Charlie berniat meningkatkan anggaran operasi CIA untuk membantu gerakan mujahidin di Afghanistan dalam melawan invasi dan okupasi Uni Soviet. Pada akhirnya Charlie berhasil menaikkan anggaran yang awalnya hanya US$ 5 juta menjadi US$ 500juta dan disaingi oleh Arab Saudi dengan jumlah yang sama untuk membantu para mujahid Afghanistan. Keberhasilan Charlie dalam menaikkan anggaran operasi perang CIA tidak lepas dari koneksinya dengan anggota CIA sendiri yaitu Gus Avrakotos dan Joanne Herring yang merupakan seorang sosialita Houston dan mempunyai pengaruh cukup besar dalam proses pembuatan keputusan di Kongres Amerika. Seperti kita tahu, di Amerika Serikat keputusan untuk berperang ataupun menaikkan anggaran harus disetujui oleh Kongres Amerika Serikat sehingga keputusan untuk menaikkan anggaran operasi perang CIA harus disetujui terlebih dulu oleh Kongres AS. Oleh karena itu, Herring sebagai pemerhati masalah Afghanistan menggunakan Charlie Wilson untuk membantu penduduk Afghanistan melawan Uni Soviet dengan menaikkan anggaran perang CIA yang kemudian digunakan untuk membeli senjata yang dapat mengalahkan helikopter-helikopter canggih milik Uni Soviet. Charlie Wilson pun harus menggunakan Gust untuk melakukan analisa lebih dalam terkait apa yang dibutuhkan oleh

penduduk Afghanistan untuk mendukung pendapatnya di sidang Kongres yang kemudian meloloskan kebijakan peningkatan anggaran tersebut. Keputusan atau kebijakan Kongres untuk menaikkan anggaran perang CIA dapat kita lihat dengan menggunakan analisis untung dan rugi sebuah kebijakan. Jika Kongres tidak menaikkan anggaran, akan ada kemungkinan AS akan mengalami kekalahan dengan kehilangan kepercayaan dari negara-negara lain yang melihat AS sebagai pihak yang memerangi komunis, dalam hal ini Uni Soviet. Dibandingkan kehilangan kepercayaan dari negara-negara lain, lebih mudah bagi AS untuk menaikkan jumlah anggaran perang guna membantu Afghanistan. Ini lebih menguntungkan AS karena AS tidak akan kehilangan kepercayaan dari negara-negara lain, berkesempatan untuk membuat Israel dan Mesir bekerja sama meski aura permusuhan antar kedua negaa masih terasa, membantu rakyat Afghanistan melawan penjajahan Uni Soviet dan paling penting mengalahkan Uni Soviet dan memaksa mereka keluar dari Afghanistan namun tanpa peran langsung tentara AS di Afghanistan untuk melawan mereka. Dari film tersebut, kita dapat menganalisis sisi goal and objectives dan proses pembuatan kebijakan menaikkan anggaran perang CIA. Dari sisi goal and objectives, keputusan itu dibuat untuk membantu para mujahid Afghanistan melawan invasi dan okupasi Uni Soviet yang saat itu merupakan blok timur dengan ideology komunismenya. Jika dilihat dari kepentingan AS, tujuan utama keputusan ini adalah untuk memerangi komunisme yang merupakan musuh utama ideologi kapitalisme dan liberalisme yang dijunjung oleh AS. Selain itu, dengan menaikkan anggaran tersebut AS memberikan kesempatan bagi Afghanistan untuk hidup yang lebih baik dalam suasana yang lebih damai dibandingkan ketika Uni Soviet datang memporakporandakan negara yang saat ini menjadi sarang musuh utama AS yaitu kelompok Taliban. Proses pembuatan kebijakan untuk menaikkan anggaran perang CIA dapat kita lihat dari pertama input yang berasal dari Joanne Herring terkait kondisi di Afghanistan akibat invasi Uni Soviet dan Presiden Pakistan Zia yang menginginkan bantuan AS untuk memecahkan permasalahan invasi Uni Soviet di Afghanistan yang membuat negara tetangga Afghanistan tersebut menjadi tempat pengungsian rakyat Afghanistan. Selain itu, input juga berasal dari Gust dan tiga orang temannya yang menyediakan informasi terkait apa yang terjadi di Afghanistan, data, dan opsi-opsi dukungan yang dapat diambil dan caranya. Kedua adalah proses dari input yang kemudian dibawa ke meja Kongres di mana Charlie Wilson berusaha membuat anggota Kongres AS lainnya untuk menyetujui kenaikan anggaran perang CIA dan lobi yang dilakukan

oleh Charlie kepada ketua Kongres AS baik dengan berbicara secara langsung maupun memanfaatkan link yang dimiliki oleh Herring yang kemudian membawa ketua Kongres AS ke kamp-kamp pengungsian di Afghanistan. Ketiga adalah output yang berupa disetujuinya kebijakan peningkatan anggaran hingga mencapai US$ 500.000.000 yang kemudian berubah menjadi operasi intelijen yaitu Cyclone Operation. Operasi ini menjadi operasi rahasia terbesar dalam sejarah dengan adanya tambahan bantuan dana dalam jumlah yang sama dari Arab Saudi untuk menyalurkan senjata ke mujahid Afghanistan dan membantu mereka berperang melawan Uni Soviet. Terakhir adalah outcomes dari kebijakan tersebut yaitu mundurnya Uni Soviet dari pendudukan mereka di Afghanistan. Selain itu, kekalahan Uni Soviet ini menyebabkan lahirnya kelompok Taliban di bawah kepemimpinan Osama bin Laden karena vacuum of power. Kelompok ini menjadi kuat dengan adanya senjata-senjata AS yang diberikan waktu membantu Afghanistan melepaskan diri dari invasi Uni Soviet. Pada akhirnya, bantuan AS kepada mujahid Afghanistan menjadi boomerang bagi AS sendiri karena digunakan untuk melawan mereka oleh kelompok Taliban yang menjadi musuh besar AS saat ini.