P. 1
Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat

|Views: 3|Likes:
Dipublikasikan oleh Fatwa Nor Azis

More info:

Published by: Fatwa Nor Azis on May 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2015

pdf

text

original

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN FISIK ( ABIOTIK

)
Terdiri dari 6 Karakteristik Lingkungan Fisik (Abiotik) !aitu"
#$ Karakteristik K%i&ato%ogi ' Kua%itas Udara
(ura) )u*an rata+rata tia, ta)un di -a.a Barat berkisar &enga%a&i kenaikan dari ta)un
sebe%u&n!a (/$06/ &&1ta)un) dengan kisaran 2ura) )u*an antara 3$#3/ + 4$665 &&1ta)un$
-a.a Barat &e&i%iki ik%i& tro,is se%a&a ini su)u terenda) ter2atat 5o( !aitu di 6un2ak
Gunung 6angrango dan su)u tertinggi ter2atat /4o( di daera) ,antai utara$Ke2e,atan angin
rata+rata se%a&a ta)un 3005 sebesar / knot dengan tekanan udara sebesar 5335 &b dan
ke%e&baban nisbi &en2a,ai 75 ,ersen$
3$ Karakteristik Geo%ogi
6roses geo%ogi !ang ter*adi *utaan ta)un %a%u &en!ebabkan 6ro8insi -a.a Barat dengan %uas
/6 *uta )ektar terbagi &en*adi sekitar 609 daera) bergunung dengan ketinggian antara
:00+/$075 &eter d,% dan 409 daera) dataran !ang &e&i%iki 8ariasi tinggi antara 0+:00
&eter dari ,er&ukaan %aut$ Se2ara geo%ogis daratan -a.a Barat &eru,akan bagian dari busur
ke,u%auan gunung a,i (akti; dan tidak akti;) !ang &e&bentang dari u*ung utara 6u%au
Su&atera )ingga u*ung utara 6u%au Su%a.esi$ -a.a Barat dido&inasi o%e) enda,an a%%u8ia%
!ang terda,at di bagian utara dan sebagian di se%atan$ Enda,an %ainn!a !ang 2uku, do&inan
ada%a) E%osen !ang terda,at di bagian tenga) + ti&ur dan a%%u8ia% ;a2es gunung a,i di bagian
tenga) + barat$
/$ Karakteristik Geo∨o%ogi
Geo∨o%ogi ,ada daera) ini dido&inasi o%e) B%ok 6egunungan 6ata)an !ang &e&bentang
dari barat ke ti&ur !aitu dari Te%uk 6e%abu)an Ratu )ingga ke Te%uk Nusaka&bangan$
6roses geo∨o%ogi !ang beker*a ,ada daera) -a.a Barat bagian tenga) ada%a) ,roses+
,roses 8u%kanik$ Adan!a ,enun*a&an %e&,eng sa&udera di ba.a) 6u%au -a.a &en!ebabkan
&ag&a !ang ada di da%a& bu&i terusik dan &enerobos ke%uar se)ingga &e&bentuk gunung
a,i$
4$ Karakteristik Tana)
6ada u&u&n!a tingkat kesuburan tana) di -a.a Barat 2uku, baik$ daera) dataran renda) di
se,an*ang ,antai utara &isa%n!a ditutu,i o%e) *enis tana) a%%u8ia% !ang subur untuk %a)an
,ertanian1,ersa.a)an$ -a.a Barat bagian tenga) !ang &eru,akan daera) berbukit dan
bergunung serta daera) %e&ba)+%e&ba) diantara gunung+gunung tersebut *uga ditutu,i o%e)
*enis tana) a%%u8ia%$ Sedangkan <i bagian se%atan &eru,akan daera) ,egunungan ditutu,i
o%e) *enis+*enis tana) %atoso% organoso% dan %itoso% !ang da,at di&an;aatkan untuk %a)an+
%a)an tana&an ,erkebunan
:$ Karakteristik =idro%ogi
Sungai (itaru& sangat%a) ,enting bagi ,e&bangunan -a.a Barat dan kese*a)teraan
,endudukn!a$ 6e&an;aatan sungai tersebut antara %ain untuk air ru&a) tangga air irigasi
,ertanian $ -a.a Barat &e&i%iki 37 bua) 2ekungan airtana) !ang terdiri dari > 2ekungan
%oka% #: 2ekungan %intas kabu,aten1kota dan 4 2ekungan %intas ,ro,insi$ Tota% %uas 2ekungan
airtana) di -a.a Barat sekitar 36$/07 k&3 sedangkan *u&%a) tota% ,otensi airtana) bebas
(?#) sekitar #:/77 &i%!ar &/1ta)un sedangkan *u&%a) air tana) tertekan sekitar 5>: *uta
&/1ta)un$
6$ Karakteristik Oseanogra;i
Adan!a ekosiste& ,adang %a&un di ,erairan Kabu,aten Sukabu&i$ La&un di sini )an!a
)idu, di bebera,a daera) !ang dangka% berarus tenang ter%indung dan ban!ak di antara
dataran karang (2ora% ;%at)$ 6ada 6antai U*ung Genteng &isa%n!a dite&ukan *enis !ang
do&inan ada%a) ada%a) T)a%assia6ro8insi -a.a Barat se2ara geogra;is ter%etak ,ada ,osisi
:
o
:0@ + 7
o
:0@ Lintang Se%atan dan #04
o
4>@ + #0>
o
4>@ Bu*ur Ti&ur dengan batas .i%a!a) A
sebe%a) Utara berbatasan dengan Laut -a.a dan 6ro8insi <KI -akarta" sebe%a) Ti&ur
berbatasan dengan 6ro8insi -a.a Tenga)" sebe%a) Se%atan berbatasan dengan Sa&udra
Indonesia" dan sebe%a) Barat berbatasan dengan 6ro8insi Banten$
Luas .i%a!a) 6ro8insi -a.a Barat &e%i,uti .i%a!a) daratan se%uas /$7#0$06#/3 )ektar
dan garis ,antai se,an*ang 7::>35 k&$ <aratan -a.a Barat da,at dibedakan atas .i%a!a)
,egunungan 2ura& (5:9 dari tota% %uas .i%a!a) -a.a Barat) ter%etak di bagian Se%atan
dengan ketinggian %ebi) dari #$:00 & di atas ,er&ukaan %aut (d,%)" .i%a!a) %ereng bukit !ang
%andai (/64>9) ter%etak di bagian Tenga) dengan ketinggian #0 + #$:00 & d,%" dan .i%a!a)
dataran %uas (:40/9) ter%etak di bagian Utara dengan ketinggian 0 B #0 & d,%$ Tutu,an
%a)an ter%uas di -a.a Barat beru,a kebun 2a&,uran (33>5 9 dari %uas .i%a!a) -a.a
Barat) sa.a) (30379) dan ,erkebunan (#74#9) se&entara )utan ,ri&er dan )utan
sekunder di -a.a Barat )an!a #:5/9 dari se%uru) %uas .i%a!a) -a.a Barat$
Ik%i& di -a.a Barat !aitu tro,is dengan su)u rata+rata berkisar antara#74 B /07C(
dan ke%e&baban udara antara 7/B>49$ <ata BDKG &en!ebutkan ba).a se,an*ang ta)un
300> turun )u*an se%a&a #+36 )ari setia, bu%ann!a dengan 2ura) )u*an antara /6 )ingga
//3> &&$
-a.a Barat dia%iri 40 sungaidengan .i%a!a) se%uas /3$07:#: k&3$ -a.a Barat *uga
&e&i%iki #$367.aduk1situdengan ,otensi air ,er&ukaan %ebi) dari #0$000*uta &/$Air
,er&ukaan tersebut di&an;aatkan untuk kebutu)an industri ,ertanian dan air
&inu&$Terda,at ,eningkatan *u&%a) ,erusa)aan !ang akti; &e&an;aatkan air ,er&ukaan
&en*adi 63: ,erusa)aan dari 606 ,erusa)aan ,ada ta)un 3007$
http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/id/commodityarea.php?
ia=32&ic=140
LUAS WILAYAH JAWA BARAT MENURUT KABUPATEN/KOTA
No Kabupaten/Kota
Luas Wilaa!
"a#atan $a#is Pantai
% Ha & K' (&
1 2 3 4

# Kab$ Bogor 357$646:: 000
3 Kab$ Sukabu&i 4#6$#7/:0 ##700
/ Kab$ (ian*ur /6#$4/::/ 7:00
4 Kab$ Bandung #73$66/35 000
: Kab$ Garut /##$007:4 7300
6 Kab$ Tasik&a%a!a 370$5657: :3:/
7 Kab$ (ia&is 37/$3:055 5#00
> Kab$ Kuningan #3#$:0#0# 000
5 Kab$ (irebon #07$#5:>5 +
#0 Kab$ Da*a%engka #/0$5/>:: 000
## Kab$ Su&edang #:6$/4/>7 000
#3 Kab$ Indra&a!u 3#0$#:>70 ##400
#/ Kab$ Subang 3#7$4/>6> 4>30
#4 Kab$ 6ur.akarta 55$40040 000
#: Kab$ Kara.ang #5#$>5>>0 :700
#6 Kab$ Bekasi #36$470>6 +
#7 Kab$ Bandung Barat #35$60##0 000
#> Kota Bogor ##$77055 000
#5 Kota Sukabu&i 4$>>/>: 000
30 Kota Bandung #7$34/50 000
3# Kota (irebon /$>55#4 +
33 Kota Bekasi 3#$:64>/ 000
3/ Kota <e,ok 30$3773# 000
34 Kota (i&a)i 4$44:46 000
3: Kota Tasik&a%a!a #>$45>#5 000
36 Kota Ban*ar #/$/>373 000

Ja)a Ba#at *+,-.+./-0*1 ,2203*

Sumber : Bapeda Provinsi Jawa Barat, 2007 (Pemutakhiran Batas dministrasi Jawa Barat
200! Berdasarkan Peta "asar #upabumi $ndonesia Ska%a 1:2!&000'
(et : )' "ata bersumber dari (abupaten*(ota
+' ,idak ada data-
LUAS KEMIRIN$AN LEREN$ "I JAWA BARAT MENURUT
KABUPATEN/KOTA
Kabupaten/Kota
Luas Le#en4 %Ha&
5 36 3 7 -26 -/ 7 126 1/ 7 8.6 9 8.6
/ 4 : 6 7

Kab$ Bogor #:6$7763 :>$//#3 46$4766 35$5:3/ 3$3745
Kab$ Sukabu&i #:3$:#4/ #36$3340 5/$743# 4#$7#60 3$#3#:
Kab$ (ian*ur ##6$>7/3 57$4454 56$/7#> 4>$3763 3$7>57
Kab$ Bandung 64$4634 /:$7#00 47$6:60 3/$7>## #$/57:
Kab$ Garut 76$#605 74$:#/0 55$0#46 :>$64/6 3$55::
Kab$ Tasik&a%a!a 5/$6:>0 75$5#5/ 7#$7345 34$/>40 #$6035
Kab$ (ia&is #//$0>07 76$/00# 45$##4> #/$5735 53:3
Kab$ Kuningan :6$3305 3/$3674 34$3>4: #6$607/ #$03#0
Kab$ (irebon #00$:70: 4$6756 #$0#>7 >7:/ #4#7
Kab$ Da*a%engka 50$36:> #5$7004 #4$50/4 6$#3># 3>3#
Kab$ Su&edang :5$7637 4:$306: #7$#646 //$5367 63#4
Kab$ Indra&a!u 305$0#46 #$0:46 /565 #:4 00
Kab$ Subang #76$76:# #>$7#35 ##$#/#: 5$766> #$/>44
Kab$ 6ur.akarta :5$76>0 3/$5075 #0$0707 :$/:/> 64#3
Kab$ Kara.ang #>/$0554 /$>#5# 3$45/6 3$667# #47/
Kab$ Bekasi #36$0:33 #66/ 00 36 00
Kab$ Bandung Barat 4/$6#0> /#$4>0/ /7$/0#3 #6$7753 77#5
Kota Bogor ##$47>3 :53# 434 00 00
Kota Sukabu&i :$0/># #:5> 3>0 0# 00
Kota Bandung #6$#335 #$#/:6 /#6> #0: 00
Kota (irebon 4$#63: 704 70 00 00
Kota Bekasi #5$7005 74 00 00 00
Kota <e,ok #5$7653 #465 00 00 00
Kota (i&a)i 4$0643 />#3 3774 6:0 00
Kota Tasik&a%a!a #:$/4:6 3$5:73 :/:6 3: 00
Kota Ban*ar #0$/0/4 #$577> #$/370 #04> 00

Ja)a Ba#at 1+..8+/8-0* ,1,+3,.08 /12+8..0- ***+.*-0* -:+--301

Su&ber A Ba,eda 6ro8insi -a.a Barat 3007 (data ke%as %ereng diturunkan dari data kontur
to,ogra;i Ru,abu&i Indonesia Ska%a # A 3:$000)
TUTUPAN LAHAN "I JAWA BARAT TAHUN 1..2 MENURUT
KABUPATEN/KOTA

No+
Kabupaten/Kota
Hutan
P#i'e#
Hutan
Se;un<e#
Ka)asan
<an =ona
In<ust#i
Ka)asan
Pe#7
ta'ban4an/
$alian
Kebun
>a'pu#an
(=a) (=a) (=a) (=a) (=a)

# Kab$ Bogor 46$7:3>: #$6:054 #$3:0/# #$>3743 6#$/7406
3 Kab$ Sukabu&i ::$#3540 6$5>534 6::6 4>>#0 53$340#5
/ Kab$ (ian*ur 77$/>/:3 #$#:50/ #4343 37>30 7#$#/603
4 Kab$ Bandung /0$0/54: 3$73/4/ 553/> #5>73 #7$/6>:7
: Kab$ Garut :#$4##07 /#$7>467 3:5> 000 7#$3>64/
6 Kab$ Tasik&a%a!a/$75433 :3$:>34> 77/ 000 77$>4>55
7 Kab$ (ia&is 3$/6500 :>$60/// 6#6: 000 #3:$>>656
> Kab$ Kuningan /$076#> #0$00>5# #53>/ 000 :/$>70#:
5 Kab$ (irebon 000 #3$>440: 3##4# 000 37$>47>>
#0 Kab$ Da*a%engka #$6/64: #7$7/#:0 367:3 000 /:$#3>/:
## Kab$ Su&edang 3$0:0>3 /0$573:3 /46:6 000 ::$>/64>
#3 Kab$ Indra&a!u 000 3>$#/#># #$/7>>4 000 #>$756>:
#/ Kab$ Subang #>$3/53> 6$5/704 /#7/0 3/74 35$6:470
#4 Kab$ 6ur.akarta 6$44/># 7/>0> 5#47> 30>5 #7$50#0>
#: Kab$ Kara.ang #$6/7## /$4>647 /$5#540 #3/4 3>$7540/
#6 Kab$ Bekasi :>6:: 4>>:5 /$37/>4 47#6 #/$7#/64
#7
Kab$ Bandung
Barat
30$46/6> 350## 35/>7 /7403 /0$/37:0
#> Kota Bogor 33:#: #67 47/4 000 3$363>>
#5 Kota Sukabu&i 40/5 000 000 :#5: 4#3>7
30 Kota Bandung #/5 54>4 #$37/74 000 #$07/#6
3# Kota (irebon 000 344/6 375/ 000 >35>4
33 Kota Bekasi 000 000 /677> 3>/> /$46>30
3/ Kota <e,ok 5/3/ 000 746> 000 3$/7703
34 Kota (i&a)i 4#/ 000 /6#55 000 4456>
3:
Kota
Tasik&a%a!a
000 :/::/ 5/: 000 :$40744
36 Kota Ban*ar 000 #$>>706 000 000 4$00#74

Ja)a Ba#at *1-+*,,0/31/:+3320/3-2+31201-*+*2.0:1 38:+1:80,1

Tabel Lan?utan

No+
Kabupaten/KotaPe#;ebunanPe#'u;i'anSa)a!
Se'a;
Belu;a#
Sun4ai/
Tu'bu!
Ai#/ "anau/
Wa<u;/Situ
(=a) (=a) (=a) (=a) (=a)

# Kab$ Bogor :>$45/:4 #/$#>007 67$>>65> #0$>/>373$70/56
3 Kab$ Sukabu&i 64$>/#/5 /$646:0 :6$/46#: #5$6////3$6/:35
/ Kab$ (ian*ur 7:$03604 :$7#7#4 45$3>#4/ 6$5>457 4$/#37:
4 Kab$ Bandung 60$05#3> #/$330>/ 37$436/7 #$#35>7 5:>
: Kab$ Garut 6:$>73># 3$##3:0 /7$6:5:3 4$6:>37 3$00:>/
6 Kab$ Tasik&a%a!a>3$736// #$3#653 35$57607 367/4 /$444:7
7 Kab$ (ia&is 36$#4730 7$#7#05 3:$4/4:# #$546:0 3$#56>#
> Kab$ Kuningan #/$>>560 :$575/5 #5$0574> 540:5 6#>7/
5 Kab$ (irebon #:$05>65 ##$:#76> 37$00566 /474 47077
#0 Kab$ Da*a%engka 36$50>3/ >$7/756 ##$66366 >0#7: 3$#444>
## Kab$ Su&edang 34$4##06 :$00/70 ##$47335 6/330 #$#0645
#3 Kab$ Indra&a!u #>$5#6/3 #4$6/>6> >5$64:37 000 /$44766
#/ Kab$ Subang /4$03306 >$3667: >:$4:4/0 //>73 /$5#75:
#4 Kab$ 6ur.akarta /4$530:0 4$#3/4: #7$#47># >007/ #0$04735
#: Kab$ Kara.ang 7$6076> #0$>>>0# >5$537>> #6/#3 4$63/6#
#6 Kab$ Bekasi >$###>7 >$/#07: 6:$53036 4::#0 /$>:>45
#7
Kab$ Bandung
Barat
3#$7/7:3 4$56477 #>$>>3>/ 3$5##74 :$>:303
#> Kota Bogor 4#46: 6$00647 #$::064 6:6>7 /03>/
#5 Kota Sukabu&i #>#7 #$44335 3$45344 /07> 000
30 Kota Bandung 604 #3$303>: 3$03460 000 034
3# Kota (irebon :>:06 #$/4334 5665 73/ 000
33 Kota Bekasi #$7/:33 #/$#03:/ 35476 000 37>/0
3/ Kota <e,ok 3$070:0 >$>7:50 4$5#337 000 ##655
34 Kota (i&a)i 000 3$/565/ >4450 #300 000
3:
Kota
Tasik&a%a!a
#604# 3$006/6 5$007#4 000 /570:
36 Kota Ban*ar 3$35>36 3$3:>0# 67:57 000 44075

Ja)a Ba#at /8/+-..08* -,3+*1:0,/ ,21+-*.0:.2*+1880-.28+:*108:

Tabel Lan?utan

No+
Kabupaten/Kota
La<an4/
Te4alan
Pa<an4
Ru'put/
Ilalan4
Ta'ba;
Tana! Koson4
Te#bu;a
(=a) (=a) (=a) (=a)

# Kab$ Bogor 34$#:730 4$0/:34 000 3$5:#0#
3 Kab$ Sukabu&i 75$50633 /6$>>753 000 >5/#:
/ Kab$ (ian*ur :3$0/304 #>$3:60: 000 #$3>#36
4 Kab$ Bandung #7$4>>56 3$665#0 000 #>00:
: Kab$ Garut /0$:6:>4 #4$30065 000 #$#06/5
6 Kab$ Tasik&a%a!a #7$644>: #$056#> 000 #0##>
7 Kab$ (ia&is #0$#:00> ##$#0>>7 #5># #$30:>5
> Kab$ Kuningan #0$:3::/ #$35006 000 #$>6367
5 Kab$ (irebon /$7#0># 5546/ 4$:0:74 :>6>
#0 Kab$ Da*a%engka 30$0:0:4 4/4## //3# :$/:43/
## Kab$ Su&edang 33$:0375 #$533#/ 000 43:6
#3 Kab$ Indra&a!u #5$63653 67754 ##$4435/ 000
#/ Kab$ Subang #7$777/4 3$4>>07 5$46463 7350
#4 Kab$ 6ur.akarta :$0/::: :6040 4>7 >07/#
#: Kab$ Kara.ang 7$43>44 #6$00#34 #7$:/4>: 4437
#6 Kab$ Bekasi 6$/0676 >$6:66: >$:#50> //:4
#7 Kab$ Bandung Barat #>$30>:4 4$/5>4: 000 #$/:00:
#> Kota Bogor #0#/# #:/6/ 000 000
#5 Kota Sukabu&i 4530 #>4#/ 000 ##:::
30 Kota Bandung /5#05 #/0/0 000 000
3# Kota (irebon 3>>05 000 000 000
33 Kota Bekasi #$76/#0 4#6#3 000 000
3/ Kota <e,ok #$3/645 407/ 000 47//
34 Kota (i&a)i #56: /0>60 000 000
3: Kota Tasik&a%a!a 5#467 #36> 000 000
36 Kota Ban*ar />/:0 #$3>/70 000 >/#7

Ja)a Ba#at */3+1/202- -13+1.,0/- 2-+2120.: -,+2:-01.

Su'be# @ Bape<a P#oAinsi Ja)a Ba#at0 1.., %Hasil inte#p#etasi Bit#a Lan<sat TM
Ta!un 1..2 S;ala - @ -..+...&
JUMLAH0 LUAS "AN POTENSI SITU/WA"UK0 EMPAN$ "I JAWA BARAT
MENURUT LOKASI
NoKabupaten/Kota
Situ/Wa<u;
Ju'la! %Bua!& Luas %Ha&
1../ 1.., 1..3 1../ 1.., 1..3
# 3 / 4 : 6 7 >

$& (abupaten*(ota
# Kab$ Bogor 5400 #0#00#0#0043500 :::#: :::#:
3 Kab$ Sukabu&i #03005>00 5>00 7700 754# 754#
/ Kab$ (ian*ur 3000 #500 3000 /700 4##> 4##>
4 Kab$ Bandung >00 ##00 ##00 #>00 :$#3#/0 :$#3#/0
: Kota Bandung 000 000 000 000 000 000
6 Kab$ Garut #0#00#0#00#0#007500 36:5/ 36:5/
7 Kab$ Tasik&a%a!a 3/00 3600 3600 #7300 37/47 37/47
> Kab$ (ia&is #/00 #/00 #:00 30745 3//7: 3//7:
5 Kab$ (irebon #00 /00 /00 6/00 30467 30467
#0 Kab$ Kuningan :300 :700 :>00 #343 4:704 4:704
## Kab$ Da*a%engka /000 3>00 3500 33>5/ 4>:56 4>:56
#3 Kab$ Su&edang 000 000 000 000 4$/>>00 4$/>>00
#/ Kab$ Indra&a!u ##00 #/00 #/00 4/730 60/>5 60/>5
#4 Kab1Kota Bekasi :#00 :400 :700 >5400 5>>65 5>>65
#: Kab$ Kara.ang #/00 #/00 #/00 :>#7 ##765 ##765
#6 Kab$ Subang :>00 :500 6000 4:3>/ 4703/ 4703/

-u&%a) I :7700:560060:00/$#6604#4$3>6/6#4$3>6/6

$$& BPS"
# (i%i.ung (isadane #:000#:700#:70077757 >#0>0 >#0>0
3 (isadea (i&andiri ##000##700##700###0# #4$73/50#4$73/50
/ (itaru& #3#00#/600#/600#$473/##:444 #:444
4 (i&anuk (isanggarung#5>00#5300#5300#$35063#$54545 #$54545
: (itandu! (i.u%an 4/00 6000 6000 35#/7 :3:36 :3:36

-u&%a) II 633006630066300/$54/3>#>$#6/>5#>$#6/>5



Tabel Lan?utan UMLAH0 LUAS "AN POTENSI SITU/WA"UK0 EMPAN$ "I JAWA
BARAT MENURUT LOKASI
NoKabupaten/Kota
Situ/Wa<u;
Potensi/M*
1../ 1../ 1../
# 3 5 5 5

$& (abupaten*(ota
# Kab$ Bogor #0$55>$3>:00#0$55>$3>:00#0$55>$3>:00
3 Kab$ Sukabu&i 5#7$7#000 5#7$7#000 5#7$7#000
/ Kab$ (ian*ur ::>$55000 ::>$55000 ::>$55000
4 Kab$ Bandung 76>00 76>00 76>00
: Kota Bandung 000 000 000
6 Kab$ Garut #$33/$/7000 #$33/$/7000 #$33/$/7000
7 Kab$ Tasik&a%a!a /$357$0#000 /$357$0#000 /$357$0#000
> Kab$ (ia&is #$530$403:4 #$530$403:4 #$530$403:4
5 Kab$ (irebon 63:0 63:0 63:0
#0 Kab$ Kuningan /00$3>000 /00$3>000 /00$3>000
## Kab$ Da*a%engka 7/$:50>4 7/$:50>4 7/$:50>4
#3 Kab$ Su&edang 000 000 000
#/ Kab$ Indra&a!u 43/$:3:00 43/$:3:00 43/$:3:00
#4 Kab1Kota Bekasi 5$0:0$00000 5$0:0$00000 5$0:0$00000
#: Kab$ Kara.ang #50$//400 #50$//400 #50$//400
#6 Kab$ Subang /$5:6$/>/#7 /$5:6$/>/#7 /$5:6$/>/#7

-u&%a) I /3$5#0$7##0:/3$5#0$7##0:/3$5#0$7##0:

$$& BPS"
# (i%i.ung (isadane #$#6656 #$#6656 #$#6656
3 (isadea (i&andiri #66:3 #66:3 #66:3
/ (itaru& 3$30>46 3$30>46 3$30>46
4 (i&anuk (isanggarung#$5/:5/ #$5/:5/ #$5/:5/
: (itandu! (i.u%an 4/70: 4/70: 4/70:

-u&%a) II :$5#45# :$5#45# :$5#45#



Su'be# @ "inas Pen4elolaan Su'be# "aa Ai# P#oAinsi Ja)a Ba#at0 1..:
JUMLAH "AN POTENSI AIR PERMUKAAN %SUN$AI& "I JAWA BARAT
MENURUT LOKASI
No+
Balai Pen4elolaan
Su'be# "aa Ai#
Ju'la! Sun4ai Luas Wilaa! %K'1&
% BPS"A & 1../ 1.., 1..3 1../ 1.., 1..3
# 3 / 4 : 6 7 >
# (i%i.ung + (isadane 700 700 700 4$#0/#: 4$#0/#: 4$#0/#:
3 (isadane + (i&andiri 600 600 600 4$36>00 4$36>00 4$36>00
/ (itaru& :00 :00 :00 >$77500 >$77500 >$77500
4
(i&anuk +
(isanggarung
#700 #700 #700 5$75700 5$75700 5$75700
: (itandu! + (i.u%an :00 :00 :00 :$#3>00 :$#3>00 :$#3>00
Ju'la! 8.0.. 8.0.. 8.0.. *1+.,20-2 *1+.,20-2 *1+.,20-2



Su'be# @ "inas Pen4elolaan Su'be# "aa Ai# P#oAinsi Ja)a Ba#at0 1..:
.ntuk %ebih %en/kap si%ahkan down%oad 0i%e dibawah
1eo/ra0i&2%s
KENDALA PENINGKATAN
PRODUKSI BUDIDAYA UDANG
INTENSIF.
Budididaya udang intensif adalah usaha padat modal, yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan
industri dengan jenis komoditas produksi utama “biomassa udang”. Seperti kegiatan industri yang lain
maka dalam kondisi iklim investasi kondusif dan pasar yang mapan, keuntungan usaha akan
berbanding lurus dengan kecepatan dan volume produksi. Oleh karena itulah maka tidak
mengherankan jika petani udang berusaha memacu produksi udang dengan membesarkan udang
berkepadatan tinggi dengan memberikan pakan yang berlebihan. Mereka lupa atau melupakan diri
bahapemberian pakan yang berlebihan itulah yang menjadi aal kendala bagi keberlajutan produksi
udangnya, karena dari kelebihan pakan !bahan organik" itulah penurunan kualiktas air terjadi
sehingga badan air menjadi tidak#kurang mendukung kehidupan udang, tapi justru kondusif bagi
kehidupan mikro organisme, termasuk penyakit udang.
2.I. Limbah Organik.
$emberian pakan yang berlebihan menyebabkan terbentuknya limbah organik dalam jumlah yang
relatif besar!%"& yang ada dalam bentuk padatan yang terendap, koloid, tersuspensi dan terlarut. $ada
umumnya, limbah organik dalam bentuk padatan akan langsung mengendap menuju dasar perairan&
sedangkan bentuk lainnya berada di badan air, baik di bagian yang aerob maupun anaerob.
'imanapun limbah organik tersebut berada, jika tidak dimanfaatkan oleh fauna perairan lain, seperti
ikan, kepiting, bentos dan lainnya& akan segera dimanfaatkan oleh mikroba& baik mikroba aerobik
!mikroba yang hidupnya memerlukan oksigen"& mikroba anaerobik !mikroba yang hudupnya tidak
memerlukan oksigen" dan mikroba .fakultatif !mikroba yang dapat hidup pada perairan aerobik dan
anaerobik". (enomena pemanfaatan limbah organic !)O*+S" oleh mikroba tersebut biasa disebut
dengan istilah dekomposisi. $roses dekomposisi di badan air yang mengandung oksigen terlarut
!aerob biasanya di gambarkan dengan reaksi,
! )O*+S - O. - bakteria aerobic/ )O. -+*0 - enerji - produk lain . 1. !2".
! )O*+S - O. - bakteria aerobik - enerji /)%*3O.+ !sel bakteria baru". . . . !.".
sedangkan di badan air yang tidak mengandung oksigen terlarut !anaerob" yang umumnya di dasar
perairan digambarkan dengan reaksi,
! )O*+S - bakteria anaerobik / )O. -*.S - +*0 - )*4 - produk lain...!0".
! )O*+S - bakteria anaerobik - enerji / )%*3O.+ !sel bakteria baru" 1..!4".
5eaksi !2" dan !." dengan jelas mengisaratkan baha makin banyak limbah organik yang masuk dan
tinggal pada lapisan aerobik ini akan makin besar pula kebutuhan oksigen bagi mikroba yang
mendekomposisi, bahkan jika keperluan oksigen bagi mikroba yang ada melebihi konsentrasi yang
terlarut maka sudah pasti oksigen terlarut bisa menjadi nol dan bakteri aerobpun akan
musnah digantikan oleh bakteri anaerob dan fakultatif yang untuk aktifitas hidupnya tidak memerlukan
oksigen. Selanjutnya reaksi !0" dan !4" dengan jelas mengisaratkan baha makin banyak bahan
organik dilapisan anaerob akan makin banyak menghasilkan senyaa6senyaa )O., +*0, *.S, dan
)*4.. 7eberadaan senyaa +*0 dan *.S di perairan pada konsentrasi tertentu bersifat racun bagi
organisme perairan, termasuk udang. (enomena kekurangan oksigen dan timbulnya gas6gas beracun
hasil dekomposisi limbah organik dari sisa pakan inilah yang selama ini diduga menjadi penyebab
kematian udang. 8ntuk melengkapi uraian tersebut diatas maka berikut ini !9abel:." disajikan
beberapa data mengenai batas toleransi udang terhadap gas6gas beracun tersebut diatas.
7eadaan perairan, khususnya dasar tambak yang langka oksigen tetapi justru ada sulfida, amoniak
dan nitrit yang beracun serta mikroba pathogen sudah tentu menjadikan udang yang dikenal sebagai
hean yang suka menempel didasar tambak, akan dengan cepat menemui kematiannya.
Sebenarnya sebagai krustasea yang memerlukan oksigen lebih tinggi dari hean lain, kelangkaan
oksigen di dasar tambak sudah cukup untuk membuat udang menderita dan mati, apalagi dengan
keberadaan bahan beracun seperti hidrogen sulfida, amoniak dan nitrit serta serangan mikroba
pathogen.
9abel6.. Batas toleransi benur dan udang
terhadap konsentrasi gas6gas hasil
dekomposisi organik !ppm".
+o ;as Benur 8dang
2 O. 0,< .,<
. +*0 <,=< .,<
0 *.S 6 <,<<2
4 +O. 6 3<
Sumber , Murtidjo =", +uitja 3".
$encegahan keberadaan organik dalam tambak dengan hanya membuang limbahnya ke pesisir#laut
seperti yang dilakukan pada budidaya udang dengan tambak kedap air jelas tidak menyelesaikan
masalah, karena di perairan pesisir#laut limbah tersebut dapat menimbulkan masalah lain yang lebih
serius, seperti yutrofikasi. Oleh karena itu maka untuk dapat mengembangkan budidaya udang
intensif secara berkelanjutan dengan tanpa mencemari lingkungan perlu diterapkan teknologi6
teknologi yang dapat mengurangi keberadaan limbah organik di tambak dengan tanpa
membuang#memindahkannya ke perairan#pesisir laut.
Beberapa teknologi yang dimaksud adalah teknologi,
i. teknologi pengelolaan#pengolahan limbah organik !tambak udang intensif".
ii. teknologi “pemanenan nutrien” bukan “pengusiran nutrien” dari dalam badan air tambak& baik
tambak udang maupun tambak “9andon”.
iii. teknologi pembuatan pakan yang effisien !proses dan gi>i"& dan teknologi pemberian pakan yang
effektif& serta kombinasinya sehingga mendapatkan ratio konversi pakan kecil.
iv. teknologi budidaya udang intensif sistem semi tertutup dan sistem tertutup, yang tidak mengambil
dan membuang air kecuali pengganti air yang menguap.
v. 'an teknologi lingkungan lainnya yang berhubungan erat dengan teknologi pemindahan limbah
organik dari tambak.

Karakteristik Oseanografi Adanya ekosistem padang lamun di perairan Kabupaten Sukabumi.4. berbatasan dengan Laut Jawa dan Provinsi DKI Jakarta. air irigasi pertanian .7o50’ Lintang Selatan dan 104o48’ . 15 cekungan lintas kabupaten/kota dan 4 cekungan lintas propinsi.108o48’ Bujur Timur. sedangkan jumlah total potensi airtanah bebas (Q1) sekitar 15. secara geografis.5% dari total luas wilayah Jawa Barat) terletak di bagian Selatan dengan ketinggian lebih dari 1. dengan batas wilayah : sebelah Utara.710. dan litosol yang dapat dimanfaatkan untuk lahanlahan tanaman perkebunan 5. Jawa Barat memiliki 27 buah cekungan airtanah yang terdiri dari 8 cekungan lokal. daerah dataran rendah di sepanjang pantai utara misalnya. ditutupi oleh jenis tanah alluvial yang subur untuk lahan pertanian/persawahan.93% dari seluruh luas wilayah Jawa Barat.41%). dan wilayah dataran luas (54. sedangkan jumlah air tanah tertekan sekitar 985 juta m3/tahun. sementara hutan primer dan hutan sekunder di Jawa Barat hanya 15. Karakteristik Tanah Pada umumnya tingkat kesuburan tanah di Jawa Barat cukup baik. Karakteristik Hidrologi Sungai Citarum sangatlah penting bagi pembangunan Jawa Barat dan kesejahteraan penduduknya. dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Banten. Total luas cekungan airtanah di Jawa Barat sekitar 26.89 % dari luas wilayah Jawa Barat). Lamun di sini hanya hidup di beberapa daerah yang dangkal. sawah (20. sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia. . juga ditutupi oleh jenis tanah alluvial.500 m dpl.061. Luas wilayah Provinsi Jawa Barat meliputi wilayah daratan seluas 3. terletak pada posisi 5o50’ .27%).03%) terletak di bagian Utara dengan ketinggian 0 – 10 m dpl. sebelah Timur. berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. 6. terlindung dan banyak di antara dataran karang (coral flat). Daratan Jawa Barat dapat dibedakan atas wilayah pegunungan curam (9. dan perkebunan (17.48%) terletak di bagian Tengah dengan ketinggian 10 . Jawa Barat bagian tengah yang merupakan daerah berbukit dan bergunung serta daerah lembah-lembah diantara gunung-gunung tersebut.1.377 milyar m3/tahun. Sedangkan Di bagian selatan merupakan daerah pegunungan ditutupi oleh jenis-jenis tanah latosol. organosol. berarus tenang. Pemanfaatan sungai tersebut antara lain untuk air rumah tangga. wilayah lereng bukit yang landai (36.829 km. Tutupan lahan terluas di Jawa Barat berupa kebun campuran (22. Pada Pantai Ujung Genteng misalnya ditemukan jenis yang dominan adalah adalah ThalassiaProvinsi Jawa Barat.500 m di atas permukaan laut (dpl).32 hektar dan garis pantai sepanjang 755.307 km2.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->