Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Kimia Anorganik KI-3231

SINTESIS KALIUM TRIOKSALATOFERRAT (III) TRIHIDRAT, K3[Fe(C2O4)3].3H2O

Nama : Ansori Muchtar NIM : 10510071 Kelompok : C4 Tanggal Praktikum : 10 April dan 24 April 2013 Tanggal Laporan : 1 Mei 2013 Asisten: Muhammad Hidayaturrahman (10509006)

Laboratorium Kimia Anorganik Program Studi Kimia Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung 2013

SINTESIS KALIUM TRIOKSALATOFERRAT (III) TRIHIDRAT, K3[Fe(C2O4)3].3H2O

Abstrak Senyawa kompleks kalium trioksalatoferrat (III) trihidarat, K3[Fe(C2O4)3].3H2O disintesis secara reaksi redoks menggunakan prekursor awal garam mohr dan oksalat. Kompleks besi (II) yang terbentuk kemudian dioksidasi menjadi kompleks besi (III) oleh larutan hidrogen peroksida, H2O2 5% dan diperoleh endapan yang berwarna hijau. Padatan yang dihasilkan dilakukan uji kadar oksalatnya manggunakan reaksi redoks dangan oksidator KMnO4. Selain itu dilakukan uji kadar air, uji ini menggunakan konsep pengurangan berat pada padatan yang dipanaskan dan sebelum dipanaskan. Selain itu padatan besi (III) juga dilakukan uji terhadap lampu uv. Padatan yang basi (III) akan tereduksi menjadi besi (II) dan ligan oksalat akan teroksidasi menjadi gas CO2. Besi (II) ini di deteksi dengan menambahkan larutan heksasianoferrat (III) sehingga terjadi reaksi redoks dan hasil reaksi redoks ini menghasilkan endapan berwarna biru tua. Dari hasil percobaan diperoleh endapan biru tua Fe4[Fe(CN)6]3, Dari data percobaan
Kata Kunci : redoks, oksidator, dekomposisi, ligan, sintesis.

1. Pendahuluan
Senyawa kompleks adalah

dalam larutan air, dimana kation logam mula-mula ada dalam bentuk hidrat yang sederhana. Pada beberapa reaksi yang

senyawa yang berisi ion pusat yang dikelilingi oleh ion-ion atau molekul netral yang disebut ligan. Ikatan yang terbentuk adalah ikatan kovalen

melibatkan pembentukan ion kompleks, kecepatan reaksinya sangat cepat. Dengan demikian bentuk ion yang dihasilkan secara termodinamika adalah stabil.

koordinasi, maka senyawa kompleks sering disebut senyawa koordinasi. Dalam percobaan sintesis senyawa kompleks biasanya pembentukan ion kompleks dengan menggunakan reaksi substitusi ligan, atau mengkoordinasi ligan, yaitu menempatkan kembali ligan lain pada ion pusat. Biasanya reaksi ini dilakukan

Menurut hukum kesetimbangan kimia suatu reaksi dapat dengan cepat dikontrol sebagai kelangsungan suatu perubahan kondisi suatu reaksi. Pada percobaan ini akan kalium triooksalatoferrat (III), K3[Fe(C2O4)3]. 3H2O serta di analisa

kandungan

oksalat

dan

hidratnya.

hangat 40 C dalam gelas kimia 50 mL dan ditambahkan 3 tetes larutan asam sulfat 3 M kemudian larutan diaduk sampai semua padatan larut. Sebanyak 16 mL larutan asam oksalat dengan konsentrasi 10 gram asam oksalat / 100 mL air dimasukkan kedalam larutan garam mohr. Larutan diaduk mendidih endapan Larutan dan dan yag dipanaskan mulai berwarna sampai terbentuk kuning. saat

Senyawa ini memiliki struktur geometri oktahedral, dengan dua atom oksgen dari masing-masing ligan oksalat membentuk ikatan koordinasi dengan ion atom pusat Fe (III). Senyawa kompleks K3-

[Fe(C2O4)3].3H2O ini di sintesis dengan reaksi redoks garam mohr dan dianalisis melalui dengan reaksi kelium redoks pengendapan (III)

heksasianoferrat

dengan bantuan lampu uv.

dibiarkan endapan

beberapa yang

2. Percobaan
Alat dan Bahan Percobaan Pada percobaan ini dibutuhkan

hingga

terbentuk Endapan

mengendap

seluruhnya.

kemudian didekantasi dan dipisahkan endapan dari filtratnya. Endapan

beberapa peralatan yaitu gelas kimia 50 mL, gelas ukur 25 mL, buret 25 mL, erlenmeyer 100 mL, pipet tetes, krus, pemanas, termometer, garam Mohr, asam oksalat 0,1 M, asam sulfat 3 M, asam sulfat 4 M, larutan jenuh kalium oksalat, hidrogen

dicuci dengan 25 mL air hangat dan dibiarkan beberapa saat sampai

endapan tersebut mengendap kembali dan tahap ini dilakukan sebanyak 2 kali. Endapan yang sudah dicuci dilarutkan kedalam larutan kalium oksalat ( 2,5 gram kalium oksalat / 7,5 mL air). Larutan ini ditambahkan sedikit demi sedikit larutan hidrogen peroksida 5% sebanyak 12 mL sambil diaduk. Larutan dipanaskan sampai

peroksida 5 %, etanol 95 %, aseton, kalium permanganat 0,02 M, larutan heksasianoferrat(III) 0,1 M,

ammonium besi sulfat heksahidrat

Sintesis

senyawa

kompleks

mendidih,

kemudian

ditambahkan

K3[Fe(C2O4)3]. 3H2O Sebanyak 3,5 gram padatan garam Mohr dilarutkan dalam 10 mL air

sedikit demi sedikit larutan asam oksalat ( 10 gram/100 mL air) sebanyak 5 mL dan diperoleh larutan

yang berwarna hijau muda jernih. Larutan tersebut disaring dan

4 M. larutan ini diaduk sampai sampel larut sepenuhnya. Sebanyak 25 mL larutan ini dimasukkan dalam labu erlenmeyer 100 mL dan kemudian dipanaskan sampai suhu 55C. larutan ini dititrasi dengan larutan kalium permanganat sampai larutan teramati berwarna merah muda. Titrasi ini dilakukan secara duplo.

didinginkan pada suhu ruang. Larutan ini ditambahkan etanol dan gelas

kimi ditutup dengan alumunium foil. Larutan ini disimpan selama 24 jam. Setelah disimpan endapan hijau yang terbentuk disaring dan dicuci dengan air dan etanol. Kristal disimpan dalam wadah gelap, setelah itu kristal

dikeringkan dan ditimbang massanya.

Analisa Kadar Air Sejumlah tertentu senyawa kompleks

Analisis Kadar Oksalat. Untuk standarisasi larutan kalium permanganat dengan garam mohr, sebanyak 10 gram garam mohr

hasil sintesis digerus hingga halus. Berat krus kosong ditimbang dan krus berisi sampel senyawa kompleks yang sudah digerus juga ditimbang. Sampel dipanaskan dalam oven pad asuhu 100C selama 1 jam. Sampel

dimasukkan dalam gelas kimia dan dilarutkan dengan 25 mL asam sulfat 2 M. Larutan kemudian diencerkan di labu takar 250 mL. Sebanyak 25 mL garam mohr ini dimasukkan kedalam erlenmeyer dan ditambahkan 15 mL larutan asam sulfat 2 M. larutan ini dipanaskan kemudian dititrasi dengan larutan kalium permanganat. Titrasi dilakukan duplo. Untuk dengan penentuan metoda kadar oksalat

didinginkan pada suhu ruang dan ditimbang berat krus berisi sampel.

Cetak Biru Kertas kulkir di gunting berukuran 4 x 3 cm, ditulis gambar dan diarsir dengan warna hitam. Kertas A4 digunting dengan ukuran yang sama, kemudian dicelupkan kedalam larutan K3[Fe(C2O4)3].3H2O, 0,1 M. kedua kertas tersebut diklip dan dijemur dibawah sinar uv selama 20 menit. Kertas putih yang delah disinari uv

permanganometri,

sebanyak 0,25 gram sampel senyawa K3[Fe(C2O4)3].3H2O hasil sintesis

dilarutkan dengan 100 mL asam sulfat

dicelupkan

kedalam

larutan

Dari data-data percobaan tersebut maka dilakukan perhitungan dan

K3[Fe(CN)6], 0,1 M dan dikeringkan.

pengolahan data sebagai berikut:

3. Hasil dan Diskusi


Berdasarkan percobaan diperoleh data sebagai berikut: 1. Sintesis m garam mohr = 3,5 gram m K3[Fe(C2O4)3]. 3H2O = 1,52 gram 2. Standarisasi permanganat V titran= 24, 825 mL 3. Penentuan kadar oksalat V1 = 8,2 mL V2 = 8,1 mL 3. Analisis kandungan air m cawan mcawan+isi sblum dioven mcawan+isi seteleh dioven Data Perubahan Fisik
No Reaksi 1 R Mohr + H2C2O4 1. 2 No. 1 dipanaskan a 3 No. 2 dibiarkan 4 n Fe2+ + H2O2 5 No. 4 + H2C2O4 d Dipanaskan 2. 6 K3[Fe(C2O4)3]. perubahan Kuning jernih Kuning Keruh Endapan Kuning Endapan Coklat Hijau muda jernih Hijau Ungu menjadi merah muda

1. Persen Rendemen m teoritis: n Fe2+mohr = m mohr/Mr mohr = 3,5/391,8 = 8,933 x 10-3 mol n K3[Fe(C2O4)3]. 3H2O = 8,933 x10-3 mol m K3[Fe(C2O4)3]. 3H2O = n.Mr m = 8,933x10-3mol . 490,8 g/mol = 4,384 gram % randemen = msintesis/mteoritsx100 % =1,52g/4,384g x100 % = 34,67 % 2. Standarisasi permanganat Reaksi : 5Fe2+(aq) + MnO4-(aq) + 8H+(aq) 5Fe3+(aq) + Mn2+(aq) + 4H2O(l) n Fe2+ = m mohr/ Mr mohr = 10 gram/391,8 = 0,0255 mol n Fe2+titrasi n MnO4[MnO4-] = 25 /250 . 0,0255 mol = 2,55 x 10-3 mol = 1/5 . 2,55 x 10-3 mol = 5,1 x 10-4 mol = n/Vtitran

= 7,75 gram = 8 gram = 7,98 gram

3. 4.

XH2O
Titrasi kadar oksalat

= 5,1 x 10-4 mol/24, 825 mL = 0,02054 mol/L

m kompleks anhidrat = moven - mkrus = 7,98 7,75 = 0,23 gram

3. Penentuan kadar oksalat Reaksi: 2MnO4-(aq) + 5C2O42-(aq) + 16H


+ (aq)

n kompleks anhidrat = mkplx/Mrkplx = 0,23/436,8 = 5,26 x 10-4 X hidrat = n air/n kmplex hidrat = 1,11 x 10-3/5,26x10-4 =2

10 CO2(g) + 2Mn2+(aq) + 8H2O(l) V titrasi = (V2 V1 )/2 = (8,2 mL+8,1 mL)/2 = 8,15 mL n C2O42m C2O42= 5/2 . 8,15 . 0,02054 = 4,1858 x 10-4 mol = n . Mr = 4,18 x 10-4 mol x 88 = 0,036784 gram Kadar C2O42- = 0,036784 gr/ 1,52 gr = 2,42 % Kadar oksalat teoritis : % C2O42= 3Mroksalat /Mrkompleks = 3 . 88/490.8 x 100 % = 53,8 % 3. Analisa kadar air Reaksi: K3[Fe(C2O4)3].XH2O(s) K3[Fe(C2O4)3](s) + XH2O(g) m air = m sblm oven m sdh dioven = 8,00 gram 7,98 gram = 0,02 gram n air = m/Mr =0,02/18 = 1,11 x 10-3

Pada percobaan sintesis kompleks K3[Fe(C2O4)3].3H2O ini digunakan prekursor garam mohr. Garam mohr merupakan bentuk garam besi (II) yang paling stabil karena pada

senyawa lain besi (II) mudah sekali dioksidasi menjadi besi (III). Pada pelarutan garam mohr, pelarut perlu dipanaskan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar proses pelarutan

berlangsung optimum dalam artian mudah larut. Pada dasarnya proses pelarutan sehingga bersifat peningkatan endotermik suhu akan garam. air

memperbesar Larutan garam

kelarutan mohr

dalam

membentuk kompleks [Fe(H2O)6]2+ Fe2+(aq) + 6 H2O(l) [Fe(H2O)6]2+(aq)

Ion Fe2+ dalam air mudah membentuk endapan hidroksida karena kelarutan hidroksidanya dalam air kecil. [Fe(H2O)6]2+(aq) + 2H2O(l)

Setelah

larutan

disaring

endapan dan

dilarutkan

dengan

oksalat

terbentuk kompleks [Fe(C2O4)3]4FeC2O4(s) + 2 C2O42-(aq)

Fe(H2O)4(OH)2(s) + 2 H3O+(aq) endapan ini dengan penambahan asam dalam larutan akan kekiri menggeser sehingga

[Fe(C2O4)3]4-(aq) Setelah terbentuk kompleks [Fe(C2O4)3]3-

[Fe(C2O4)3]4- maka kompleks ini di oksidasi menjadi oksedator hidrogen peroksida 5 % dan ditambahkan asam oksalat sebagai katalis asam yang sekaligus sebagai sumber oksalat. Oksidasi kompleks mengakibatkan warna larutan menjadi coklat. Warna coklat ini merupakan ciri dari terbentuknya ion Fe3+. Akan tetapi ligan nya tidak semuanya ligan oksalat. Oleh karena itu ditambahkan H2C2O4 dan dipanaskan sehingga terbentuk kompleks [Fe(C2O4)3]3yang berwarna hijau muda jernih. 2[Fe(C2O4)2]2-(aq) H2C2O4(aq) + + H2O2 C2O42-(aq)
(aq)

kesetimbangan

endapan hidroksidanya akan mudah larut membentuk ion besi (II). Penambahan asam oksalat dalam larutan sebagai sumber larutan oksalat berwarna

mengakibatkan

kuning jernih. Larutna warna jernih ini karena terbentuk sebagian garam FeC2O4 yang masih larut dalam air. Kaelarutan sebagian ini disebabkan oleh asam oksalat yang terion menjadi ion oksalat hanya sebagian karena asam oksalat bersifat sebagai asam lemah. Setelah dipanaskan terbentuk endapan FeC2O4 ionisasi yang berwarna

kuning. Pemanasan mengakibatkan derajat asam oksalat

2[Fe(C2O4)3]3-(aq) + 2H2O(l) larutan yang dihasilkan dibersihkan dari pengotor etanol. 24 jam pengotornya Larutan untuk

meningkat sehingga ion oksalat yang melimpah ion Fe2+. Fe


2+ (aq)

dalam

larutan

menyebabkan pengendapan dengan

menggunakan disimpan selama

menyempurnakan reaksi pengendapan


+

+ H2C2O4(aq)FeC2O4(s) + 2H

kompleks.

3K+(aq) + [Fe(C2O4)3]3-(aq) + XH2O(l) K3[Fe(C2O4)3]. XH2O(s) Kompleks yang terbentuk di tentukan kadar oksalatnya menggunakan reaksi redoks dengan oksidator Untuk kalium

adalah 2,42 % sedangkan perhitungan kadar oksalat dalam kompleks secara teoritis adalah sebesar 53,8 %. Ini menandakan bahwa ligan oksalat hanya sedikit sekali kemungkinan adalah ligan lain seperti air. Hal ini dimungkinkan disebabkan oleh

permanganat.

standarisasi

digunakan prekursor besi (II) dari garam mohr sebagai reduktor dengan katalis asam. 5Fe2+(aq) + MnO4-(aq) + 8H+(aq) 5Fe
3+ (aq)

pengaturan kondisi lingkungan yang tidak sesuai seperti pengaturan suhu, keasaman dll.

+ Mn ini

2+

Pada penentuan kadar air didalam kompleks senyawa kompleks yang megandung air di panaskan sehingga semua air yang terperangkap dalam kristal sebagai hidrat menguap yang menyebabkan penurunan massa pada kompleks. Selisih massa ini adalah massa hidrat yang terkndung didalam kompleks. K3[Fe(C2O4)3].XH2O(s) K3[Fe(C2O4)3](s) + XH2O(g) Dari perhitungan hasil dari data percobaan di peroleh bahwa nilai X adalah 2 bukan 3. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan pada saat pengendapan tidak sesuai dan ligan yang terdapat dalam kompleks tidak semuanya oksalat (seperti penjelasan

(aq)

+ 4H2O(l) menggunakan

Reaksi

tidak

indikator senyawa lain karena larutan kalium permanganat dapat bertindak sebagai self indicator yaitu dapat mengalami perubahan warna sendiri dari permanganat yang berwarna ungu menjadi berwarna. Pada penentuan kadar oksalat dalam kompleks juga dilakukan dengan reaksi redoks menggunakan oksidator permanganat dengan bantuan katalis asam. 2MnO4-(aq) + 5C2O42-(aq) + 16H+(aq) 10 CO2(g) + 2Mn2+(aq) + 8H2O(l) Dari hasil perhitungan diperoleh ion Mn2+ yang tidak

diatas). Oleh karena ligannya berbeda maka hidratnya akan berbeda juga.

bahwa kadar oksalat secara percobaan

Senyawa kompleks yang terbentuk dapat dideteksi


3-

4. Kesimpulan
Kompleks K3[Fe(C2O4)3].3H2O gagal disintesis. Analisa kadar oksalat adalah 2,42 % dan jumlah hidra dalam kompleks adalah 2.

dengan

reaksi

penyinaran dengan lampu uv. Seyawa [Fe(C2O4)3] tidak stabil jika disinari dengan lampu uv sehigga mengalami dekomposisi [Fe(C2O4)2]22[Fe(C2O4)3]3- + uv 2[Fe(C2O4)2]2+ C2O42- + CO2 Ion Fe2+ dari kompleks [Fe(C2O4)2]2dapat mengalami oksidasi jika jika direaksikan dengan ion menghasilkan

5. Daftar Pustaka
Housecroft, C.E., Sharpe, A.G. 2008. Inorganic Chemistry 3rd edition.

Pearson Education (670-680) Athanassios K., Catherine P., (2006), Polyhedron 56; 1391-1398

heksasianoferrat (III) Fe2+(aq) + [Fe(CN)6]3-(aq) Fe3+(aq) + [Fe(CN)6]4-(aq) Kemudian hasil dari reaksi redoks ini menghasilkan endapan yang berwarna biru Fe4[Fe(CN)6]3(s) 4Fe3+(aq) + 3[Fe(CN)6]4-(aq) Fe4[Fe(CN)6]3(s) Endapan biru ini menunjukkan bahwa ion Fe3+disintesis.