Anda di halaman 1dari 3

Analisis Bahan Percobaan fisika dasar pada kesempatan kali ini berjudul Ayunan Puntir yang dilakukan di laboratorium

fisika dasar fakultas ilmu pengetahuan alam dan matematika, universitas Indonesia. Adapun peralatan yang digunakan dalam percobaan ini diantaranya 1 cakram berbahan dasar logam, 2 jenis kawat (nikel dan tembaga), 1 statif dinding, 2 penjepit kawat, 1 penggaris berukuran 100 cm, 1 mikrometer, dan 1 stopwatch. Seluruh peralatan sudah tersedia di meja praktikum dalam keadaan prima dan siap digunakan. Cakram yang berbahan dasar logam digunakan sebagai beban dan sebagai media melakukan puntiran dengan sudut tertentu. Kawat digunakan untuk menggantung cakram, dan sebagai media untuk cakram berputar dengan sudut tertentu. Penggaris digunakan untuk mengukur pnjang kawat. Statif dinding digunakan untuk menggantungkan kawat. Mikrometer digunakan untuk mengukur diameter kawat nikel dan kawat tembaga, dan stopwatch digunakan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan ayunan untuk berputar sebanyak 20 kali. Analisis Percobaan Tujuan dari percobaan ayunan puntir ini adalah untuk mengukur konstanta puntir dan modulus geser untuk setiap panjang tali. Percobaan ini menggunakan dua jenis kawat yakni tembaga dan nikel. Masing-masing jenis kawat diukur konstanta puntir dan modulus gesernya. Untuk setiap jenis kawat, dilakukan percobaan sebanyak 8 kali dengan panjang kawat yang berbeda-beda, dengan ukuran 80 cm, 90cm, 100cm, 110cm, 120, 130,140 dan 150cm , sehingga diperoleh 2 set data. Praktikan membagi kelompok menjadi 2, kelompok pertama melakukan percobaan menggunakan kawat nikel sementara kelompok lain mengerjakan percobaan kawat tembaga, dan setelah selesai, praktikan dan rekan lainnya saling menjelaskan hasil yang didapatkan dari percobaan masing-masing. Pada perobaan pertama yakni menggunakan kawat nikel, praktikan mendapatkan hasil yang telah dituliskan pada sub bab Data Percobaan. Dapat dilihat bahwa semakin panjang kawat penggantungnya, semakin bsar pula periodenya. Hal yang sama terjadi pula dengan kawat tembaga namun berdasarkan percobaan yang praktikan lakukan, periode dari kawat tembaga lebih besar drpd periode kawat nikel. Yang menjadi pembeda

adalah sudut yang digunakan pada kawat nikel berbeda dengan yang digunakan pada kawat tembaga. Selisih sudutnya sebesar 5 derajat. Dimana sudut untuk percobaan menggunakan kawat nikel sebesar 35 dan untuk kawat tembaga sebesar 30. Analisis Grafik Setelah seluruh data hasil pengamatan diperoleh dan dilakukan pengolahan data, langkah selanjutnya adalah membuat grafik l terhadap T2. Grafik ini dibuat secara manual dan menggunakan Microsoft excel untuk menemukan persamaan garisnya. Praktikan menggunakan Microsoft excel karena praktikan tidak menggunakan metode least square. Praktikan membuat 2 grafik l terhadap T2 masing-masing untuk kawat nikel dan kawat tembaga. Melalui grafik,perubahan periode terhadap panjang kawat semakin jelas terlihat, yakni semakin panjang kawat maka periodenya akan semakin besar,sehingga dapat dikatakan bahwa panjang tali/kawat berbanding lurus dengan periode. Analisis Kesalahan Berdasarkan perolehan data yang diperoleh dari percobaan Ayunan Puntir, tampak bahwa nilai konstanta k dari suatu kawat yang diperoleh sudah hampir sama sebagaimana yang diharapkan bahwa konstanta suatu kawat atau benda harus sama atau nilainya mendekti, apabila jenis kawatnya juga sama. adapun faktor yang menyebabkan adanya sedikit perbedaan yang diperoleh pada nilai konstanta k yaitu karena pada saat melakukan puntiran, praktikan tidak bisa memastikan dan tidak bisa mengukur kecepatan memuntir benda. Sehingga tidak bisa dipastikan besarnya sudut puntiran pada perlakuan pertama, kedua, dan seterusnya, sehingga perbedaan sudut puntiran ini menyebabkan periode puntiran juga berbeda. hal inilah yang mengakibatkan adanya sedikit perbedaan pada nilai konstanta. Di samping perbedaan sudut, praktikan juga merasa kurangnya ketelitian pada panjang tali. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang tali adalah mistar. Namun mistar tersebut kurang dapat menjangkau dengan baik panjang tali maksimum yang digunakan pda saat percobaan (panjang tali = 110cm). selain itu mistar yg digunakan berbahan dasar plastic, dimana kurng fleksibel untuk mengukur kawat yang kaku dan bengkok. Ketidaklurusan kawat diakibatkan oleh praktikan yang

sebelumnya tidak mengetahui cara mengaitkan kawat ke cakram dan ke gantungannya, sehingga praktikan malah mengikatkan kawat bukan mengaitkan padaa alat yang telah disediakan, akhirnya terjadilah lekukan-lekukan pada kawat yang ikut mengurangi panjang kawat yang dibutuhkan, dan berakibat pada perubahan nilai modulus geser. Sebagai tambahan informasi, nilai modulus geser besarnya bergantung pada panjang kawat dimana semakin panjang kawat suatu benda, maka nilai modulus gesernya akan semakin besar pula dan sebaliknya. Praktikan hanya melakukan 1 kali percobaan untuk tiap kawat (nikel dan tembaga), karena praktikan tidak mengetahui bahwa percobaan perlu dilakukan sebanyak 3 sapai 5 kali. Sehinga, data yang didapatkan kurang akurat. Praktikan juga tidak dpt menggunakan metode least square sehingga terdapat kekurangan pada pengolahan data yang semestinya.