P. 1
Malariae

Malariae

|Views: 66|Likes:
Dipublikasikan oleh EleenaAhmad
parasitology on malariae
parasitology on malariae

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: EleenaAhmad on May 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

04/24/2015

Malaria Plasmodium falciparum Plasmodium vivax Plasmodium malariae Plasmodium ovale

Penyakit • Malaria tertiana maligna
• Malaria tropika
• Mal.falciparum
• Malaria perniciosa
• Malaria.tertiana
• malaria benigna
• Malaria.vivax
• Malaria quartana
• Mal malariae
• Malaria ovale
Daerah • Tropis
• Indonesia
• Tropis
• indonesia
• Tropis
• Indonesia Timur
• Afrika
• India selatan
• angladesh
• !eylon
• Pakistan
• Myanmar
• Malaysia
• Papua
• Afrika tropis
• Indonesia Timur
Morfologi  !incin kecil dan bulat"
 ukuran eritrosit Dapat
sama atau lebih besar dari
eritrosit normal
 sitoplasma tipis ber#arna
biru
 inti bisa $ %double dot &
ber#arna merah atau
violet"
 dalam satu eritrosit ada
multiple infection atau
multiple infection
 adanya parasite pada
membrane eritrosit %bentuk
 cincin relatif besar dan bulat
 ukuran eritrosit 'auh lebih besar
dari eritrosit normal
 inti (
 Trofo)oit de#asa
besar"amoeboid"vakuol *elas
 Dots dalam sitoplasma eritrosit
%terutama bila parasit mature&
+chuffner,s dots - titik.titik kecil.
kecil" rata" ber#arna merah
 +i)on besar"berisi /.$0 biasanya($
1 (/ mero)oit
 Mikrogametosit bulat"padat"inti
besar.
 cincin ( kromatin menyerupai bird
eye "trofo)oit bentuk pita2band
shaped"pigmen kasar.
 3kuran eritrosit yang sama dgn
eritrosit normal
 Dots dalam sitoplasma eritrosit
%terutama bila parasit mature& 
4iemann,s dots - titik.titik #arna
merah %*arang terlihat&
 entuk bulat
 +i)on 5 dari eritrosit berisi /
mero)oit tersusun spt bunga
%rosette&pigmen coklat tua
 .6ametosit mirip P.vivax hanya 5
 7ritrosit yang terinfeksi 5"terdapat
 cincin padat"kromatin (
 Dots dalam sitoplasma
eritrosit %terutama bila parasit
mature&  +chuffner,s2
'ames, dots - titik.titik merah"
rata
 +itoplasma parasite kompak
 3kuran eritrosit yang lebih
besar dr eritrosit normal
 entuk oval 2 fimbriated
 +i)on mirip P.malarie"
 gametosit mirip P.vivax
 7ritrosit yg terinfeksi
membesar dan btk oval dan
accole" marginal"applique&
 7ritrosit tidak membesar
 Dots dalam sitoplasma
eritrosit %terutama bila
parasit mature& Maurer,s
clefts- bercak.bercak
ber#arna ungu atau merah
bata
 +i)on padat berisi / .80
biasanya / .(/ mero)oit.
 Mikrogametosit spt
pisang"kromatin tersebar
rata"pigmen merata.
 Makrogametosit spt pisang
u*ung lancip"kromatin
sentral"pigmen sktr inti
 7ritrosit yg terinfeksi 5"
terdapat Maurer,s dot
 9ing form dan gametosit
sering ditemukan pada
pemeriksaan darah tepi
 Trofo)oit dan ski)on
*arang berada pada
pemeriksaan darah tepi
apabila malaria berat
: recrudescence - kondisi tingkat
parasetimia yang sudah menurun di
ba#ah nilai ambang" kemudian
 Makrogametosit bulat padat" ;"inti
kecil
 7ritrosit yg terinfeksi
membesar"pucat" terdpt +huffner,s
dot
 Parasite stadium tua %trofo)oit
maupun ski)on& sering ditemukan
pada sediaan darah tepi
4iemens dot fimbriated.terdapat 'ames, dot.
meningkat ke patent parasetemia
ringform
trofo)it
 Trofozoit muda dikenal sebagai bentuk cincin2ring form"inti%kromatin& #arna merah dan sitoplasma #arna biru pd pengecatan 6iemsa
 .+itoplasma sbg lingkaran cincin dan inti sbg permatanya.
 Trofozoit tua bentuk tergtg masing masing spesies
si)on
 Siz
on inti membelah"tiap inti mempunyai sitoplasma disebut merozoit
gametosit
 Ga
metosit ditemukan pigmen pd sitoplasma
+iklus
hidup
+iklus aseksual di tubuh manusia
 A).Siklus di luar eritrosit(exoerythrocytic Schizogony &
 +poro)oit %infeksi melalui gigtan nyamuk Anopheles betina&  8<.=< menit masuk ke sel hati %hepatosit&
 ter*adi di hati"men*adi mero)oit"masuk ke sirkulasi darah.
 Multiplikasi asexual %tissue schi)ogony&  intrahepatic schi)ont  ge*ala klinik masih negative
 +chi)ony *aringan  mero)oit  infeksi 9! melalui reseptor
 Periode pre.patent %>.8< hari& terantung species
 P.vivax ? P.ovale sebagian mero)oit tinggal di hati disbt hypnozoit/dorman kerana tidak segera mengalami replikasi
 Pada P.malariae ? P.falciparum tidak ditemukan hypno)oit
 ila men*adi aktif ter*adi multiplikasi mero)oit masuk sirkulasi darah ter*adi relaps% kambuh &.
 ).Siklus di eritrosit terdiriSizogoni eritrositik
 Trofo)oit  si)on mero)oit  eritrosit
 Mero)oit menginfeksi darah  ring form" trofo)oit" ski)on yang pecah  mero)oit baru  infeksi 9! baru %satu siklus&
 0/ kam - Pf" pv" po
 >$ *am - pm
 7ritrosit pecah  toksin  induksi pelepasan cytokine oleh macrophage  ge*ala malaria  demam paroxysmal
 Pecah timbul demam
 @ase 6ametogoni ter*adi pembentukan gametosit
 +etelah $.A siklus" pengaruh pemberian ubat  beberapa mero)oit  gametosit %fase sexual&  diisap nyamuk
 Merupakan sumber penularan.
+iklus
sexual
 Mero)oit pd kondisi tertentu berubah men*adi gametosit *antan ? betina
 Darah yg mengandung gametosit dihisap nyamuk Anopheles.
 Dalam lambung nyamuk berubah men*adi makro ? mikrogamet"ter*adi fertilisasi men*adi )igot ..ookinet menembus dinding lambung dan bentuk membulat
disebut ookista berada di luar lambung.
 Bokista membelah dan membesar.
 Inti hasil pembelahan berulang disebut sporo)oit.
 Bokista pecah sporo)oit migrasi ke kelen*ar ludah nyamuk"nyamuk ini infektif bagi manusia.
 @ase ini dikenal fase sporogoni
 6ametosit *antan C gametosit betina  diisap nyamuk  usus fertilasi 4igot  ooknet  ookista  pecah  sporokista  sporo)oit % pada kelan*ar ludah
nyamuk  manusia apabila disengat
6e*ala
klinik
 Tampak >.(0 hari setelah sporo)oit masuk
 erhubung dengan siklus eritrosik
 Periode prepatent  #aktu antara masuknya sporo)oit dgn tampaknya parasite di 9!" menggambarkan lamanya stadium intrahepatic dan *umlah produksi
mero)oit
 Periode inkubasi  #aktu antaranya masuk sporo)oit dantimbulnya ge*ala klinis. Dadang$ periode inkubasi agak lebih lama sampai beberapa bulan pa pv" po"
pm
 +ebelum demam" penderita terasa lemah %malaise& "myalgia"sakit kepala" anoreksia"nausea atau muntah. $.8 hari sebelum paroksisme akut bermula
 6e*ala khas -Demam paroksisma%serangan demam dgn interval tertentu & "menggigil"anemia"spleenomegali
 Demam paroksisme terkait dgn pelepasan mero)oit" pigmen" dan soluble antigen pada eritrosit terinfeksi parasite stadium ski)on pecah
 Demam terdr stadia dingin"panas dan berkeringat.
 Stadia dingin - menggigil"gigi gemeretak"nadi cepat lemah"bibir ? *ari kebiruan "pucat"kulit kering pucat"muntah.
 erlangsung (A menit 1 (*am"
 Stadia panas - panas" muka merah" nyeri kepala"mual.muntah" suhu mencapai 0(
<
!"kulit kering.
 +tadia ini $ 1 0 *am
 Stadia !erkeringat -berkeringat "suhu menurun"Eias tidur badan terasa lemah.+tadia ini $ .0 *am
 Manifestasi dan beratnya tergantung -
i& spesies parasite yang m,infeksi
ii& status immune hospes
iii& kondisi kesehatan secara umum
iv& status gi)i
v& genetic
 9ecrdescence atau relaps dapat ter*adi dalam bulan atau tahun
 Dapat timbul komplikasi terutamanya plasmodium falciparum
6e*ala
umum
 Pada anak
• Pada anak non imun ge*ala
• bervariasi"panas"menolak makan"haus"sakit kepala"mual.muntah"diare"suhu .; 0<
<
!.
• Pucat"cyanosis" hepatosplenomegali"ke*ang
• +ering ter*adi komplikasi malaria serebral
• Anemia merupakan problema pd anak$ dgn infeksi malaria
 Pada kehamilan
• IF@7D+I P.falciparum menyebabkan hypoglycemi"gangguan gin*al.
• Pada primigrafida menyebabkan berat badan bayi lahir rendah
• Dapat menyebabkan aborsi"lahir mati dan kematian neonates
 6e*ala prodromal
• 6e*ala yang timbul setelah beberapa hari sebelm serangan demam
• Gflu.like, - skait kepala " demam ringan" rasa sakit otot" anorexia" nausea" malaise
• erkorelasi dengan peningkatan *umlah parasit
Domplikasi  "uptura limpa -penderita collaps"nadi lemah"tensi turun"nyeri ?rasa penuh di lambung kiri atas
 Sere!ral malaria -sakit kepala berat"gelisah"delirium"suhu 0( 1 0$
<
!"koma"kulit merah kering spt heat stroke.Penyebab kematian pd anak.
 #ypoglycaemia-sering pd anak ? #anita hamil
 $egagalan gin%al -proteinuria"oligouria" anuria - prognosis *elek
 &nemia#emolisis berat" hemolysis sel darah merah yang terinfeksi dan yang tidak terinfeksi" diseritropoisis" hemoglubinuria"gagal gin*al menyebabkan H!lack
'ater fever Hdgn ge*ala oligouria "*aundice
 (lack 'ater fever hemolysis intravascular akut""hemoglobinemia"hemoglobinuriea" gagal gin*al" anuriaCuremia akut
 Ge%ala gastrointestinal anorexia"nausea"muntah"diare" *aundice
 &lgid malaria - pucat"kulit dingin.basah"tensi drop
 $eluhan saluran pencernakan -Pd infeksi P.falciparum keluhan mual"anorexia"muntah "nyeri perut"diare dan *aundice
Diagnose  Diagnosis klinik
 Menemukan parasit di darah tepi cara mikrokopis dgn pengecatan 6iemsa %tetes tebal dan hapusan darah& "Acridine Brange % AB &
 +erologi - 7li)a"Dipstic
 P!9IPolymerase !hain 9eaction
Terapi  Dlorokuin masih ampuh utk P.vivax"P.ovale"P.malariae.
 P.falciparum yg resisten thdp klorokuin diobati dgn -
 Dombinasi +ulfadoksin ? Pyremetamin%@ansidar 8 tabl &
 Duinin sulfat 8 x =A< mg2hari"(0 hari dan pyremetamin8 x $A mg2hari slm 8 hari
 Doksisiklin $ x (<< mg2hari slm > hari
 Meflokuin dosis tunggal A<< mg.(A<<mg dikombinasi pyremetamin.
Pencegahan  P)"*"&+G&+ -
• Penularan malaria ter*adi malam hari sp men*elang fa*ar melalui gigitan nyamuk.
• Memasang kasa pd pintu ? *endela
• Memakai kelambu .kelambu celup% Incecticide inpregnated bednet & lebih efektif.
• Memakai repellent atau obat nyamuk
• ila diluar memakai ba*u lengan pan*ang? celana pan*ang
• ila akan ke daerah endemis malaria melakukan profilaksis.
 $*,-+.T&S
• Meningkatkan pelayanan kesehatan"peran serta masyarakat
• Penyuluhan ttg malaria kpd masyarakat
• Penanggulangan malaria.
profilaksis  Diberikan kepada orang yg tidak imun"anak.anak "#anita hamil
 Infeksi P.falciparum-
 Dombinasi +ulfadoxine C Pyremetamin
 Diberikan pd saat masuk daerah endemis sp 0minggu keluar daerah endemis.
 Infeksi P.vivax -
 !hloroquin 8<< mg2minggu
 Dombinasi +ulfadoxine C Pyremetamin
 Diberikan pd saat masuk daerah endemis sp (< minggu keluar daerah endemis.
endemik erdasarkan hasil spleen rate pada kelompok $.J tahun diperoleh dr survey malariometik
 Kipoendemik +pleen rate atau parasite rate <.(<L pada anak.anak usai $.J tahun
 Mesoendemik  spleen rate atau parasite rate ((.A<L pada anak.anak $.J tahun
 Kiperendemik  spleen rate dan parasite rate secara terus.menerus menetap lebih dari A<L pada anak.anak $.J tahun dan spleen rate pada orang e#asa *uga
tinggi
 Koloendemik  spleen rate atau parasite rate lebih dari >AL pada anak.anak usia $.J tahun. +pleen rate pada orang de#asa rendah dan parasite rate pada bayi
usia kurang dari satu tinggi

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->