Malaria

Penyakit

Plasmodium falciparum
 Malaria tertiana maligna
 Malaria tropika
 Mal.falciparum
 Malaria perniciosa



Plasmodium vivax
Malaria.tertiana
malaria benigna
Malaria.vivax

Daerah



Tropis
indonesia

Morfologi

 Cincin kecil dan bulat,
 ukuran eritrosit Dapat
sama atau lebih besar dari
eritrosit normal
 sitoplasma tipis berwarna
biru
 inti bisa 2 (double dot )
berwarna merah atau
violet,
 dalam satu eritrosit ada
multiple infection atau
multiple infection
 adanya parasite pada
membrane eritrosit (bentuk

Tropis
Indonesia

 cincin relatif besar dan bulat
 ukuran eritrosit Jauh lebih besar
dari eritrosit normal
 inti 1
 Trofozoit dewasa
besar,amoeboid,vakuol jelas
 Dots dalam sitoplasma eritrosit
(terutama bila parasit mature)
Schuffner’s dots : titik-titik kecilkecil, rata, berwarna merah
 Sizon besar,berisi 8-24 biasanya12
– 18 merozoit
 Mikrogametosit bulat,padat,inti
besar.















Plasmodium malariae
Malaria quartana
Mal malariae

Tropis
Indonesia Timur
Afrika
India selatan
Bangladesh
Ceylon
Pakistan
Myanmar
Malaysia
Papua
cincin 1 kromatin menyerupai bird
eye ,trofozoit bentuk pita/band
shaped,pigmen kasar.
Ukuran eritrosit yang sama dgn
eritrosit normal
Dots dalam sitoplasma eritrosit
(terutama bila parasit mature) 
Ziemann’s dots : titik-titik warna
merah (jarang terlihat)
Bentuk bulat
Sizon < dari eritrosit berisi 8
merozoit tersusun spt bunga
(rosette)pigmen coklat tua
.Gametosit mirip P.vivax hanya <
Eritrosit yang terinfeksi <,terdapat

Plasmodium ovale
Malaria ovale


Afrika tropis
Indonesia Timur

 cincin padat,kromatin 1
 Dots dalam sitoplasma
eritrosit (terutama bila parasit
mature)  Schuffner’s/
James’ dots : titik-titik merah,
rata
 Sitoplasma parasite kompak
 Ukuran eritrosit yang lebih
besar dr eritrosit normal
 Bentuk oval / fimbriated
 Sizon mirip P.malarie,
 gametosit mirip P.vivax
 Eritrosit yg terinfeksi
membesar dan btk oval dan




accole, marginal,applique)
Eritrosit tidak membesar
Dots dalam sitoplasma
eritrosit (terutama bila
parasit mature) Maurer’s
clefts: bercak-bercak
berwarna ungu atau merah
bata
Sizon padat berisi 8 -34
biasanya 8 -18 merozoit.
Mikrogametosit spt
pisang,kromatin tersebar
rata,pigmen merata.
Makrogametosit spt pisang
ujung lancip,kromatin
sentral,pigmen sktr inti
Eritrosit yg terinfeksi <,
terdapat Maurer’s dot
Ring form dan gametosit
sering ditemukan pada
pemeriksaan darah tepi
Trofozoit dan skizon
jarang berada pada
pemeriksaan darah tepi
apabila malaria berat

# recrudescence : kondisi tingkat
parasetimia yang sudah menurun di
bawah nilai ambang, kemudian

 Makrogametosit bulat padat, >,inti
kecil
 Eritrosit yg terinfeksi
membesar,pucat, terdpt Shuffner’s
dot
 Parasite stadium tua (trofozoit
maupun skizon) sering ditemukan
pada sediaan darah tepi

Ziemens dot

fimbriated.terdapat James’ dot.

meningkat ke patent parasetemia
ringform

trofozit
 Trofozoit muda dikenal sebagai bentuk cincin/ring form,inti(kromatin) warna merah dan sitoplasma warna biru pd pengecatan Giemsa
 .Sitoplasma sbg lingkaran cincin dan inti sbg permatanya.
 Trofozoit tua bentuk tergtg masing masing spesies

sizon

Siz


on inti membelah,tiap inti mempunyai sitoplasma disebut merozoit

gametosit

Ga


metosit ditemukan pigmen pd sitoplasma

Siklus
hidup







Siklus aseksual di tubuh manusia
A).Siklus di luar eritrosit(exoerythrocytic Schizogony )
Sporozoit (infeksi melalui gigtan nyamuk Anopheles betina)  30-60 menit masuk ke sel hati (hepatosit)
terjadi di hati,menjadi merozoit,masuk ke sirkulasi darah.
Multiplikasi asexual (tissue schizogony)  intrahepatic schizont  gejala klinik masih negative
Schizony jaringan  merozoit  infeksi RBC melalui reseptor
Periode pre-patent (7-30 hari) terantung species
P.vivax & P.ovale sebagian merozoit tinggal di hati disbt hypnozoit/dorman kerana tidak segera mengalami replikasi












Pada P.malariae & P.falciparum tidak ditemukan hypnozoit
Bila menjadi aktif terjadi multiplikasi merozoit masuk sirkulasi darah terjadi relaps( kambuh ).
B).Siklus di eritrosit terdiri:Sizogoni eritrositik
Trofozoit  sizon merozoit  eritrosit
Merozoit menginfeksi darah  ring form, trofozoit, skizon yang pecah  merozoit baru  infeksi RBC baru (satu siklus)
48 kam : Pf, pv, po
72 jam : pm
Eritrosit pecah  toksin  induksi pelepasan cytokine oleh macrophage  gejala malaria  demam paroxysmal
Pecah timbul demam
Fase Gametogoni terjadi pembentukan gametosit
Setelah 2-5 siklus, pengaruh pemberian ubat  beberapa merozoit  gametosit (fase sexual)  diisap nyamuk
Merupakan sumber penularan.

Siklus
sexual

 Merozoit pd kondisi tertentu berubah menjadi gametosit jantan & betina
 Darah yg mengandung gametosit dihisap nyamuk Anopheles.
 Dalam lambung nyamuk berubah menjadi makro & mikrogamet,terjadi fertilisasi menjadi zigot --ookinet menembus dinding lambung dan bentuk membulat
disebut ookista berada di luar lambung.
 Ookista membelah dan membesar.
 Inti hasil pembelahan berulang disebut sporozoit.
 Ookista pecah sporozoit migrasi ke kelenjar ludah nyamuk,nyamuk ini infektif bagi manusia.
 Fase ini dikenal fase sporogoni

 Gametosit jantan + gametosit betina  diisap nyamuk  usus fertilasi Zigot  ooknet  ookista  pecah  sporokista  sporozoit ( pada kelanjar ludah
nyamuk  manusia apabila disengat
Gejala
klinik

 Tampak 7-14 hari setelah sporozoit masuk
 Berhubung dengan siklus eritrosik
 Periode prepatent  waktu antara masuknya sporozoit dgn tampaknya parasite di RBC, menggambarkan lamanya stadium intrahepatic dan jumlah produksi
merozoit
 Periode inkubasi  waktu antaranya masuk sporozoit dantimbulnya gejala klinis. Kadang2 periode inkubasi agak lebih lama sampai beberapa bulan pa pv, po,
pm
 Sebelum demam, penderita terasa lemah (malaise) ,myalgia,sakit kepala, anoreksia,nausea atau muntah. 2-3 hari sebelum paroksisme akut bermula
 Gejala khas :Demam paroksisma(serangan demam dgn interval tertentu ) ,menggigil,anemia,spleenomegali
 Demam paroksisme terkait dgn pelepasan merozoit, pigmen, dan soluble antigen pada eritrosit terinfeksi parasite stadium skizon pecah
 Demam terdr stadia dingin,panas dan berkeringat.
 Stadia dingin : menggigil,gigi gemeretak,nadi cepat lemah,bibir & jari kebiruan ,pucat,kulit kering pucat,muntah.
 Berlangsung 15 menit – 1jam,
 Stadia panas : panas, muka merah, nyeri kepala,mual-muntah, suhu mencapai 41 0 C,kulit kering.
 Stadia ini 2 – 4 jam
 Stadia berkeringat :berkeringat ,suhu menurun,Eias tidur badan terasa lemah.Stadia ini 2 -4 jam
 Manifestasi dan beratnya tergantung :
i) spesies parasite yang m’infeksi
ii) status immune hospes
iii) kondisi kesehatan secara umum
iv) status gizi
v) genetic
 Recrdescence atau relaps dapat terjadi dalam bulan atau tahun
 Dapat timbul komplikasi terutamanya plasmodium falciparum

Gejala
umum

 Pada anak

Pada anak non imun gejala




bervariasi,panas,menolak makan,haus,sakit kepala,mual-muntah,diare,suhu .> 40 0 C.
Pucat,cyanosis, hepatosplenomegali,kejang
Sering terjadi komplikasi malaria serebral
Anemia merupakan problema pd anak2 dgn infeksi malaria




Pada kehamilan
INFEKSI P.falciparum menyebabkan hypoglycemi,gangguan ginjal.
Pada primigrafida menyebabkan berat badan bayi lahir rendah
Dapat menyebabkan aborsi,lahir mati dan kematian neonates

 Gejala prodromal
 Gejala yang timbul setelah beberapa hari sebelm serangan demam
 ‘flu-like’ : skait kepala , demam ringan, rasa sakit otot, anorexia, nausea, malaise
 Berkorelasi dengan peningkatan jumlah parasit
Komplikasi









Diagnose

Ruptura limpa :penderita collaps,nadi lemah,tensi turun,nyeri &rasa penuh di lambung kiri atas
Serebral malaria :sakit kepala berat,gelisah,delirium,suhu 41 – 420 C,koma,kulit merah kering spt heat stroke.Penyebab kematian pd anak.
Hypoglycaemia:sering pd anak & wanita hamil
Kegagalan ginjal :proteinuria,oligouria, anuria : prognosis jelek
Anemia:Hemolisis berat, hemolysis sel darah merah yang terinfeksi dan yang tidak terinfeksi, diseritropoisis, hemoglubinuria,gagal ginjal menyebabkan “black
water fever “dgn gejala oligouria ,jaundice
Black water fever : hemolysis intravascular akut,,hemoglobinemia,hemoglobinuriea, gagal ginjal, anuria+uremia akut
Gejala gastrointestinal : anorexia,nausea,muntah,diare, jaundice
Algid malaria : pucat,kulit dingin-basah,tensi drop
Keluhan saluran pencernakan :Pd infeksi P.falciparum keluhan mual,anorexia,muntah ,nyeri perut,diare dan jaundice

 Diagnosis klinik
 Menemukan parasit di darah tepi cara mikrokopis dgn pengecatan Giemsa (tetes tebal dan hapusan darah) ,Acridine Orange ( AO )
 Serologi : Eliza,Dipstic

 PCR=Polymerase Chain Reaction
Terapi






Pencegahan

 PERORANGAN :

profilaksis

Klorokuin masih ampuh utk P.vivax,P.ovale,P.malariae.
P.falciparum yg resisten thdp klorokuin diobati dgn :
Kombinasi Sulfadoksin & Pyremetamin(Fansidar 3 tabl )
Kuinin sulfat 3 x 650 mg/hari,14 hari dan pyremetamin3 x 25 mg/hari slm 3 hari
Doksisiklin 2 x 100 mg/hari slm 7 hari
Meflokuin dosis tunggal 500 mg-1500mg dikombinasi pyremetamin.







Penularan malaria terjadi malam hari sp menjelang fajar melalui gigitan nyamuk.
Memasang kasa pd pintu & jendela
Memakai kelambu .kelambu celup( Incecticide inpregnated bednet ) lebih efektif.
Memakai repellent atau obat nyamuk
Bila diluar memakai baju lengan panjang& celana panjang
Bila akan ke daerah endemis malaria melakukan profilaksis.
KOMUNITAS



Meningkatkan pelayanan kesehatan,peran serta masyarakat
Penyuluhan ttg malaria kpd masyarakat
Penanggulangan malaria.






Diberikan kepada orang yg tidak imun,anak-anak ,wanita hamil
Infeksi P.falciparum:
Kombinasi Sulfadoxine + Pyremetamin
Diberikan pd saat masuk daerah endemis sp 4minggu keluar daerah endemis.
Infeksi P.vivax :
Chloroquin 300 mg/minggu

 Kombinasi Sulfadoxine + Pyremetamin
 Diberikan pd saat masuk daerah endemis sp 10 minggu keluar daerah endemis.
endemik

Berdasarkan hasil spleen rate pada kelompok 2-9 tahun diperoleh dr survey malariometik
 Hipoendemik Spleen rate atau parasite rate 0-10% pada anak-anak usai 2-9 tahun
 Mesoendemik  spleen rate atau parasite rate 11-50% pada anak-anak 2-9 tahun
 Hiperendemik  spleen rate dan parasite rate secara terus-menerus menetap lebih dari 50% pada anak-anak 2-9 tahun dan spleen rate pada orang ewasa juga
tinggi
 Holoendemik  spleen rate atau parasite rate lebih dari 75% pada anak-anak usia 2-9 tahun. Spleen rate pada orang dewasa rendah dan parasite rate pada bayi
usia kurang dari satu tinggi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful