P. 1
Dasar Taksonomi Serangga

Dasar Taksonomi Serangga

|Views: 389|Likes:
Dipublikasikan oleh heryprazogie

More info:

Published by: heryprazogie on May 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2015

pdf

text

original

TAKSONOMI SERANGGA

PENGERTIAN: Istilah Taksonomi bersasal dari bahasa Yunani: Taxis : Susunan Nomos : Hukum Secara umum taksonomi berarti: Penyusunan yang teratur dan bernorma mengenai organisme, ke dalam kelompokkelompok yang tepat menggunakan namanama yang sesuai dan benar.

Tugas & kegiatan seorang Taksonom adalah : • Identifikasi • Deskripsi • Pengumpulan data Tentang organisme (seranga) yang diselidiki, juga pencarian pustaka mengenai kehidupan organisme (serangga) tsb seperti adaptasi ( cont utk penentuan kapasitas vektorial, distribusi, kepadatan musiman, habitat ( ada serangga2 yg mpy kepadatan tinggi pada musim hujan/kemarau  berhubungan dg breeading pplace dsb.

Taksonomi (serangga): Umumnya didasarkan atas persamaan ciri. Serangga dengan ciri sama, dimasukkan dalam kelompok sama (melakukan klasifikasi).
Kategori umum pada binatang adalah sbb: Phylum : Kelas : Ordo (bangsa) : Famili (suku, marga): Genus (keluarga) : Species (jenis) : ada pemisahan reproduksi

Adaptasi serangga:  genetis ; ex: spesies dg perbedaan tinggi, warna, jika dikawinkan menghasilkan keturunan dsbt dimorfisme  morfologi : An. Barbirostris ( di jawa host sapi/kerbau), di luar jawa (kupang hostnya manusia)  perbedaan perilaku, morfologi sama, genetik ( sama/tdk)  jk dikawinkan menghasilkan keturunan vertol dsbt spesies kompleks ex pengujian spesies kompleks: An. Sundaicus di sumatra pedalaman hidup di freswater, pd hal biasanya ada di pantai. Ada kemungkinan speises yang sama/kompleks. Dapat diuji dengan : - di kawinkan - PCR

Golongan binatang :
Secara berurutan akan terdiri atas: beberapa phyla, satu phyla terdiri atas beberapa kelas, demikian seterusnya yang berarti jumlahnya akan terus meningkat dalam setiap kelompok. Kelompok spesies/jenis terdiri atas sekitar satu juta nama.

Semua serangga adalah anggota phylum Arthropoda, yaitu binatang dengan kaki beruas-ruas. Mata faset (tajam), tubuh simetri bilateral, sisik simeteri bilateral kec Mansonia
Serangga yang biasa dikenal sebagai lebah madu dapat diklasifikasikan sbb :

Phylum Klas Ordo Famili Genus Species

- Arthropoda - Insekta - Hymenoptera - Apidae - Apis - Apis mellifera (lebah madu)

Nama suatu species binatang adalah: • Nama umum daerah setempat • Nama ilmiah Nama ilmiah suatu species organisme terdiri atas Nama : genus , spesies , penemu (author): yg tlh menemukan spesies dlm susunan taksonominya Misal:

Nama ilmiah lebah madu adalah : Apis mellifera Linnaeus. Culex diengensis (ditemukan di dieng)

Nama umum serangga di suatu daerah: Tidak akan sama (tetap) untuk seluruh negara atau didunia. Misal capung (nama daerah): Stadium larva memakan serangga, lama stadiumpradewasa 1 th Antar daerah, bahkan negara pasti memiliki nama tersendiri untuk serangga tsb.
Nama ilmiah lebih mantap dan dapat dipakai di kalangan yang lebih luas. Sehingga semua ahli entomologi akan tahu dengan tepat serangga yang dimaksud.

KLASIFIKASI
Dunia binatang terbagi menjadi 14 phyla.
Dasar yang dipakai adalah tingkat kekomplekan dan mungkin dari urutan evolusinya sehingga phyla binatang disusun dari phylum yang rendah ke phylum yang tinggi. Serangga atau insekta termasuk dalam phylum Arthropoda, terbagi menjadi 3 sub phylum ialah : Subphylum : Trilobita, (telah punah dan tinggal fosil) Subphylum : Mandibulata (terbagi menjadi beberapa Kelas, termasuk insekta (hexapoda) Subphylum : Chelicerata (beberapa kelas, termasuk Arachnida). Untuk lebih jelasnya, klasifikasi serangga dapat dilihat pada bagan.

URUTAN KATAGORI TAKSA DALAM TAKSONOMI BINATANG/SERANGGA Phylum Subphylum Kelas Subkelas Ordo Superfamilia (-oidea) Familia (-dae) Subfamilia (-inae) Genus Subgenus Spesies Subspesies : : : : : : : : : : : :

KLASIFIKASI, IDENTIFIKASI & TAXONOMI
(Tiga hal tersebut tidak dapat dianggap sinonim)

Klasifikasi : Adalah susunan dalam taksonomi unit (taksa) Dimanakah suatu ordo organisme hidup secara alami berada Identifikasi : Adalah mendeterminasi suatu spesimen atau individu dengan mengenal ciri-cirin morfologinya Taksonomi : Adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari klasifikasi & membuat identifikasi (berdasarkan ciri morfologi serangga) Determinasi : Menyandra / mengenal suatu spesimen atau organisme berdasarkan ciri-ciri morfologinya Morfologi : Kenampakan organisme/serangga dari luar (ciri-ciri luar)

Bagan Klasifikasi Serangga

Phylum : Arthropoda
Sub Phylum Trilobita (fosil) Mandibulata Kelas : Insekta
Sma yg py rahang&berdasarkan tipe mulut

Chelicerata

Sub Kelas Apterygota Exopterygota
Tdk ada kepompong)

Pterygota Endopterygota
Ada kepompong)

Protura Diplura Thysanura Collembola

Ephemeroptera
Odonata Orthoptera Isoptera Dermaptera Embioptera Mallophaga Anoplura (kutu kepala ) Thysanoptera Hemiptera (kepik) Homoptera Neuroptera

Ordo

Coleoptera Mecoptera Trichoptera Lepidoptera Diptera Siphonaptera Hymenoptera
Sayap sebagian keras&sebag lunak Sayap spt atap

Deskripsi Phylum : ARTHROPODA

• • • • • •

Tubuh dan kaki beruas-ruas Eksoskeleton (dinding tubuh) berchitin dan beruas-ruas Alat mulut beruas & dapat beradaptasi dg cara makan Rongga tubuh merupakan rongga darah (haemocoele) Bernafas dengan permukaan tubuh, insang, trachea Alat pencernaan makanan berbentuk tabung, terletak di sepanjang tubuh

DESKRIPSI SUB-PHYLUM 1. Sub-Phylum TRILOBITA • Bentuk tubuh lonjong, putih, bagian ventral (perut) mempunyai sederetan kaki yang bersambungan • Tidak mempunyai perbedaan struktur kaki yg beruas-ruas • Tubuh terbagi menjadi kepala-thorak-pygidium • Thorak terdiri dari beberapa ruas • Setiap segmen/ruas tubuh (kecuali ruas terakhir mempunyai kaki yang beruas-ruas)

2. Sub-Phylum CHELICERATA Perbedaannya dengan mandibulata adalah tertekannya antena dan perubahan kaki disamping mulut menjadi sepasang kaki seperti capit chelicerae. 3. Sub-Phylum MANDIBULATA Perubahan kaki dekat mulut menjadi sepasang alat mulut atau mandibula seperti rahang

DESKRIPSI KELAS
Kelas ARACHNIDA (sub-phylum chelicerata) • Tubuh terdiri dari dua segmen : prosoma & abdomen • Tidak mempunyai antena • Dewasa umumnya mempunyai 4 pasang kaki Kelas INSEKTA/SERANGGA + Tubuh terbagi menjadi: kepala-thorak-abdomen + Mempunyai sepasang antena + Kaki 3 pasang + Sayap 1-2 pasang

Alat mulut terdiri atas : – 1 pasang mendibula (rahang) – 1 pasang maksila (letak di belakang rahang) – 1 labium (bibir) – Hypopharix

Kelas INSEKTA dibedakan menjadi 2 subklas :

1. Sub-Kelas Apterygota, dengan ciri-ciri :  Merupakan serangga primitif, ukuran kecil  Tidak bersayap  Mempunyai alat tambahan seperti stylet pada ujung abdomen  Metamorfosa sederhana (ametabola)
2. Sub-Kelas Pterygota, ciri-ciri :  Umumnya bersayap, adapula yang tidak bersayap  Tidak mempunyai alat tambahan seperti stylet  Metamorfosa sederhana-sempurna (metabola)

ORDO SERANGGA
 Ordo : Collembola (Springtail)  Tidak ada sayap  Tipe mulut mengunyah  Tidak ada metamorfosis  Ordo Dictyoptera (Kecoa/Lipas)  Sayap depan modifikasi mirip kayu (tegmina)  Tipe mulut mengunyah  Metamorfosis sederhana

 Ordo : Mallophaga (Kutu mengunyah)  Tipe mulut mengunyah  Sayap tidak ada  Metamorfosis sederhana  Ordo : Ephemeroptera (Mayflies/Dayflies)  Sayap segitiga, satu /dua pasang, membraneus  Alat mulut mereduksi  Metamorfosis sederhana

 Ordo : Thysanura (trips)  Sayap tidak ada atau sangat kecil  Sayap memanjang, seperti rambut pada bagian belakang tidak ada vena sayap  Ordo : Anoplura (Kutu penghisap)  Sayap tidak ada  Tipe mulut menusuk dan menghisap  Metamorfosis sederhana

 Ordo : Hemiptera (Kepik)  Sayap dua pasang  Pasangan depan, separo bagian basal menebal separo bagian apikal membraneus  Tipe alat mulut, menusuk dan menghisap  Metamorfosis sederhana
 Ordo : Homoptera (Gareng-pung; Wereng)  Sayap membraneus  Tipe alat mulut menusuk dan menghisap  Metamorfosis sederhana

 Ordo : Coleoptera (Kumbang)  Sayap depan mengeras (elytra), menutup belakang  Tipe alat mulut mengunyah  Metamorfosis sederhana  Ordo : Diptera (Lalat, agas, Nyamuk)  Sayap sepasang (bagian depan) (belakang modifikasi menjadi Halter)  Tipe mulut menghisap  Metamorfosis sempurna

 Ordo : Hymenoptera (Lebah)  Sayap dua pasang, membraneus  Pasangan depan lebih besar  Tipe alat mulut mengunyah  Metamorfosis sempurna
 Ordo : Siphonaptera (Pinjal)  Sayap absen  Tipe mulut menusuk dan menghisap  Tubuh pipih bilateral  Kaki belakang membesar untuk meloncat

 Ordo : Lepidoptera (Kupu-kupu)  Sayap dua pasang, tertutup dengan sisik  Tipe mulut menghisap  Metamorfosis sempurna

NB:  Dasar klasifikasi:  tipe mulut; penusuk,penjilat ( lalat bs penjilat/penusuk&penjilat0  sayap metamorfisme • Kadar DO tdk berpengaruh pd larva aerasi tuj utk menghilangkan lapisan minyak dipermukaan

NOMENKLATUR (TATA NAMA)
 Nama spesies terdiri dari 2 kata

    

Dicetak miring atau digaris bawah Kata pertama dimulai huruf besar Kata ke dua dimulai huruf kecil Tidak ada tanda penghubung Harus : bahasa latin atau kata yang dilatinkan

Contoh : Anopheles farauti (italik) Anopheles farauti (digaris bawah terpisah)

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->