P. 1
6190 Artikel Ilmiah

6190 Artikel Ilmiah

|Views: 175|Likes:
Dipublikasikan oleh Wandhy D'Fullbuster

More info:

Published by: Wandhy D'Fullbuster on May 09, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2013

pdf

text

original

PENGARUH PENGETAHUAN PAJAK, PERSEPSI TENTANG PETUGAS PAJAK DAN SISTEM ADMINISTRASI PAJAK TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB

PAJAK ORANG PRIBADI

ARTIKEL ILMIAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Penyelesaian Program Pendidikan Strata Satu Jurusan Akuntansi

Oleh :

Romandana Anggraini 2008 310 030 SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PERBANAS SURABAYA 2012

CURICULUM VITAE Nama Lengkap Alamat Rumah Alamat Institusi No. Telp. (yang dapat dihubungi) (Institusi) Riwayat Pendidikan No. 1 2 3 4 Jenis Sekolah Sekolah Dasar Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengah Umum Perguruan Tinggi Tempat SD HANG TUAH 7 Surabaya SMP HANG TUAH 1 Surabaya SMA Negeri 18 Surabaya STIE Perbanas Surabaya Tahun Ijazah 1996 – 2002 2002 – 2005 2005 – 2008 2008 – 2012 : Romandana Anggraini : Jl.Golf 8 No.3 Gunung Sari Surabaya : Nginden Semolo No. 34-36 Surabaya : 0856 5549 1189 : 031- 5947152

Pengalaman Organisasi Sekretaris Unit Kegiatan Mahasiswa Tenis Lapangan periode 2010-2011 Peserta “Latihan Ketram pilan Manajemen Mahasiswa-Tingkat Dasar” 2009 Peserta“Latihan Ketrampilan Manajemen Mahasiswa -Tingkat Menengah” 2010 Panitia ” Harmoni” 2010 Peserta Kegiatan “Latihan Berpikir Komprehensif dalam rangka Pengembangan Soft Skill Mahasiswa” tahun 2010

PENGARUH PENGETAHUAN PAJAK, PERSEPSI TENTANG PETUGAS PAJAK DAN SISTEM ADMINISTRASI PAJAK TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI Romandana Anggraini STIE Perbanas Surabaya E-mail : Romandana_Anggraini@yahoo.co.id Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya

ABSTRACT
Tax is very important nation’s income after oil natural gas comodity. The main goal of making this research is to know the effect of tax knowledge, tax payer perception of “fiscus” and tax administration system on tax payer’s compliance. The sample in this study as tax payers in KPP Karang Pilang Surabaya. Characteristic of sample is the taxpayer who has NPWP. This research, only get 71 respondents that appropriate to the criteria. The test done is an descriptive analysis, validity, reliability and statistic test used is F test and t test. From data analysis and hypothesis test with t test, the result shows that if knowledge of tax effect on tax compliance,and tax administration system effect on tax compliance. However,the perception of “fiscus” doesn’t give any effect to tax compliance.This research are expected efforts inputs for the Directorate General of Taxes that they should focus more on their efforts to improve the tax knowledge,tax administration system and quality of service. Keywords: knowledge of tax, perception ,tax administration system, and tax compliance. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Indonesia merupakan salah satu negara berkembang. Perkembangan yang dilakukan Indonesia berupa peningkatan pembangunan yang direncanakan sesuai kebutuhan masyarakat. Untuk meningkatkan pembangunan tersebut pemerintah membutuhkan biaya yang tak sedikit jumlahnya. Salah satu usaha pemerintah dalam memperoleh pendapatan negara adalah dengan menggali sumber dana dalam negeri berupa penerimaan pajak. Penerimaan pajak sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam melakukan kewajiban perpajakannya. Peran masyarakat dalam penerimaan pajak adalah pada bersedia atau tidaknya masyarakat baik Badan maupun Orang Pribadi yang mendaftarkan diri untuk 1 memiliki NPWP dan melaksanakan kewajiban pajaknya. Peran Wajib Pajak Badan selalu dianggap memberikan kontribusi paling besar dalam dunia pajak dan Wajib Pajak Orang Pribadi memiliki kontribusi terhadap pajak sangat sedikit. Sebenarnya peranan Wajib Pajak Orang Pribadi juga memiliki kontribusi tinggi dalam penerimaan pajak. Hal ini dapat dilihat dari Sensus Penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia seluruhnya 237.641.326 orang dan jumlah penduduk Jawa Timur khususnya Surabaya adalah 2.765.487 orang (Kompas,Oktober 2011). Badan Pusat Statistik (BPS) juga menerangkan bahwa di Indonesia Wajib Pajak Orang Pribadi yang melaporkan SPT baru 8,5 juta orang atau setara 7,73% dari 110 juta orang yang

bekerja aktif, sedangkan Wajib Pajak Badan melaporkan SPTnya hanya 466 ribu dari Menurut John Hutagaol dkk (2007) tentang kesimpulan penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu Andreoni et al .1998. beberapa aspek yang mempengaruhi kepatuhan Wajib Pajak yaitu segi keuangan publik, segi penegakan hukum, struktur organisasi, tenaga kerja dan etika. Segi keuangan publik dilihat dari realisasi dari pemerintah terhadap penerimaan pajak yang diperoleh. Untuk segi penegakan hukum dilihat dari seberapa adil pemerintah memberi sanksi terhadap orang yang tidak melakukan kewajiban perpajakan termasuk keluarga atau teman pemerintah sendiri. Apabila dilihat dari segi struktur organisasi, tenaga kerja dan etika adalah berupa permasalahan yang berasal dari internal kantor pajak.Permasalahan tersebut tentang profesionalitas pegawai pajak dalam melakukan pelayanan kepada Wajib Pajak (John Hutagaol dkk : 2007). Cara yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan pajak adalah dengan melakukan reformasi pajak yang dimulai tahun 1983.Adanya Ektensifikasi dan Intensifikasi sekitar tahun 2008 (Mira Novana Ardani,2010).Menurut John Hutagaol penyempurnaan yang dilakukan pemerintah adalah dengan adanya Tax Policy and Tax Administration.Langkah baru pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak adalah dengan melakukan Sensus Pajak Nasional (SPN) yang telah dilakukan serentak pada Jumat 30/9/2011. Manfaat dari SPN adalah memberitahukan pada Wajib Pajak Orang Pribadi untuk membayar pajak bukan kepemilikan NPWP semata, Kepatuhan Wajib Pajak diidentifikan dengan kepatuhan mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak, kepatuhan untuk melaporkan 2

12,9 juta Wajib Pajak Badan makro yang ada (Kompas,Oktober 2011). kembali Surat Pemberitahuan (SPT), kepatuhan dalam memperhitungkan pajak terutangnya. Perumusan Masalah Apakah Pengetahuan tentang Pajak memiliki pengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi? Apakah Persepsi tentang Petugas Pajak memiliki pengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi? Apakah Sistem Administrasi Perpajakan saat ini memiliki pengaruh terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan perpajakan yang dimiliki oleh Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Untuk mengetahui pengaruh persepsi Wajib Pajak tentang petugas pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Untuk mengetahui pengaruh sistem administrasi perpajakan saat ini terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. RERANGKA TEORITIS DAN HIPOTESIS Pengetahuan Pajak Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Pajak adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UndangUndang, dengan tidak mendapat imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kepatuhan Wajib Pajak juga dapat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman

mereka atas peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.Pengetahuan pajak dapat menumbuhkan sikap positif Wajib Pajak jika mereka paham betul atas isi Undang-undang perpajakan yang sering kali mengalami perubahan. Menurut Devi dan Kautsar (2011) tanpa adanya pengetahuan tentang pajak dan manfaatnya tidak mungkin orang akan tulus membayar Pajak.Sehingga pemerintah memberikan langkah terbaik untuk meningkatkan pengetahuan pajak Wajib Pajak dengan cara diadakannya materi perpajakan dalam pendidikan formal dan pendidikan informal berupa sosialisasi perpajakan.Pendidikan perpajakan secara formal dapat didapat dalam materi mereka di sekolah hingga perguruan tinggi.Sedangkan sosialisasi perpajakan berupa penyuluhan, seminar, spanduk-spanduk, media massa elektonik lainnya terutama dapat diakses melalui web resmi perpajakan (www.pajak.go.id). Langkah-langkah tersebut dapat berjalan baik jika memberikan dampak yang baik juga bagi Wajib Pajak dalam memahami peraturan perundang-undangan serta akan memunculkan kesadaran diri yang tinggi bagi Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai Wajib Pajak patuh dengan sukarela. Beberapa penelitian diantaranya Supriyati (2011) dan Devi dan Kautsar (2011) menyatakan bahwa pengetahuan pajak mempengaruhi tingkat kepatuhan Wajib Pajak Persepsi tentang Petugas Pajak Kamus besar bahasa Indonesia (1995) dalam Devi dan Kautsar (2011) mendefinisikan persepsi sebagai tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indera.Dapat disimpulkan persepsi merupakan pemikiran seseorang terhadap 3

apa yang dialami secara langsung yang juga dipengaruhi oleh pengetahuan sebelumnya. Menurut Agus Nugroho Jatmiko (2006) Persepsi seseorang kepada orang lain sangat dipengaruhi kondisi eksternal dan internal.Penentuan kondisi eksternal maupun internal dipengaruhi tiga faktor (Robbins dalam Agus Nugroho Jatmiko;2006) yaitu kekhususan, konsensus dan konsistensi. Kekhususan merupakan persepsi seseorang mengamati perilaku individu lain secara berbeda dalam situasi yang berlainan. Kekhususan yang luar biasa akan dianggap sebagai faktor internal dan sebaliknya bila perilaku individu dianggap biasa maka dianggap sebagai faktor eksternal. Konsensus adalah kesamaan pandangan seseorang satu dengan yang lain dalam mengamati perilaku individu lain dalam situasi yang sama. Konsensus yang tinggi dianggap sebagai faktor internal sedangkan konsensus yang rendah dianggap sebagai faktor eksternal. Faktor terakhir yaitu konsistensi yang merupakan respon seseorang terhadap individu lain yang selalu sama dari waktu ke waktu. Semakin konsisten sikap orang lain tersebut maka hal tersebut dianggap sebagai faktor-faktor internal. Namun pada kenyataannya seseorang menganggap jika dalam kesuksesan maka persepsi mereka dipengaruhi hal-hal internal. Sebaliknya bila mengalami kegagalan hal-hal tersebut dipengaruhi secara eksternal. Menurut Liberti Pandiangan (2008 : 5) menyatakan bahwa tuntutan pelayanan yang cepat, mudah, murah, dan akurat merupakan harapan masyarakat, demikian juga dengan perpajakan.Petugas Pajak adalah fiskus yang bertugas mempersiapkan dan melayani kebutuhan Wajib Pajak dalam kepentingan perpajakan. Selama ini banyak Wajib Pajak yang berpersepsi negatif kepada aparat pajak karena rendahnya

pelayanan petugas pajak dan tingkat profesionalisme aparat pajak yang dinilai rendah (Supriyati, 2011). Demi menumbuhkan persepsi yang baik kepada Wajib Pajak, dalam hal ini peran petugas pajak sangat penting untuk menegakkan aturan perpajakan. Menurut Penelitian Loekman Sutrisno dalam Agus Nugroho Jatmiko menemukan bahwa terdapat hubungan antara pembayaran pajak dengan mutu pelayanan publik untuk Wajib Pajak di sektor perkotaan. Petugas pajak dituntut bersikap lebih kompeten, baik secara pengetahuan, keahlian, pengalaman dalam hal kebijakan perpajakan, administrasi dan perundang-undangan (Agus Nugroho Jatmiko: 2006 ) Sehingga disini sikap Wajib Pajak dalam memandang mutu pelayanan petugas pajak diduga berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak. Sistem Administrasi Pajak Dalam melakukan pemungutan pajak diperlukan adanya sistem yang disetujui oleh masyarakat, fiskus maupun pemerintah.Sistem yang disetujui kelak menjadi dasar pelaksanaan perpajakan fiskus dan Wajib Pajak. Sistem perpajakan di suatu negara terdiri dari tiga unsur yang berkaitan satu dengan yang lainnya yaitu tax policy, tax low dan tax administration. Sistem administrasi perpajakan telah mengalami reformasi pajak sebanyak 3 (kali) yaitu tahun 1983,1994 dan tahun 2000. Sistem pemungutan pajak seiring perkembangan yang terjadi di negara berkembang ini juga mengalami perubahan dari Official Assessment System hingga saat ini sistem administrasi yang berlaku di Indonesia adalah Self Assessment System.Sistem ini memberikan kepercayaan penuh kepada Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban pajaknya sedangkan fiskus hanya 4

melakukan pengawasan melalui prosedur pemeriksaan. Menurut Hadi Purnomo dalam Devi dan Kautsar (2010) sistem administrasi perpajakan mengalami reformasi perpajakan secara terstruktur.Dimulai dari reformasi perangkat lunak,perangkat keras serta kualitas SDM.Reformasi perangkat lunak adalah perbaikan struktur organisasi,sistem operasi hingga proses pengawasan agar efektif dan efisien.Perangkat keras berupa perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang mutu dalam upaya modernisasi.Terakhir adalah kualitas SDM dilakukan dengan pelaksanaan test yang ketat,penempatan pegawai sesuai kapasitas,pelatihan serta program pengembangan self capacity. Hal tersebut diatas telah diterapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.Seperti adanya perbaikan pelayanan dengan dibentuknya Account Representative (AR) dan Compliant center, adanya kemajuan teknologi (efilling,e-payment,e-registration,dan ecounceling). Kepatuhan Wajib Pajak Kepatuhan Wajib Pajak adalah suatu keadaan dimana Wajib Pajak memiliki kesadaran untuk patuh terhadap aturan undang-undang perpajakan yang berlaku dan dapat mengimplementasikannya secara nyata. Kepatuhan dalam perpajakan dibedakan menjadi dua macam yaitu kepatuhan formal dan material.Kepatuhan formal merupakan keadaan dimana Wajib Pajak memenuhi kewajiban secara formal sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perpajakan. Kepatuhan material adalah keadaan dimana Wajib Pajak secara substantif yakni sesuai dengan isi dan jiwa Undang-Undang Perpajakan.Misalnya pengisian Surat

Pemberitahuan (SPT) yang lengkap dan benar serta diisi dengan jujur. Menurut (Novak, 1989) dalam Agus Nugroho Jatmiko (2006) menyatakan suatu iklim kepatuhan Wajib Pajak adalah Wajib Pajak paham dan berusaha memahami UU Perpajakan,mengisi formulir pajak dengan benar,menghitung pajak dengan jumlah yang benar,membayar pajak tepat pada waktunya.Wajib Pajak yang mematuhi peraturan perpajakan adalah Wajib Pajak yang mengerti tentang kewajiban dan hak Wajib Pajak. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ketidakpatuhan Wajib Pajak menurut beberapa penelitian yang terdapat dalam (Wahyu Santoso,2008) adalah faktor ekonomi (Allingham dan Sandmo : 1972), skala usaha Wajib Pajak (Erard :1997 ), faktor demografi yang meliputi usia, keluarga (family size), dan tempat Rerangka Penelitian

tinggal/lokasi (Joulfaian dan Rider :1998 ),dan Trivedi et al (2001) menyatakan faktor personal meliputi moral, orientasi nilai dan preferensi terhadap risiko dan faktor situasional meliputi ada atau tidak adanya pemeriksaan pajak, ketidaksamaan beban pajak,bagaimana perilaku kelompok referensi dalam pelaporan pajak, dan faktor tersedianya barang publik Wajib Pajak juga mempengaruhi tingkat kepatuhan Wajib Pajak. Dirjen Pajak dalam hal ini berjanji akan memberikan penghargaan kepada Wajib Pajak patuh guna memotivasi Wajib Pajak lain untuk menjadi Wajib Pajak patuh sesuai Keputusan Mentari Keuangan No.544/KMK/2000.Fasilitas yang diberikan Dirjen Pajak terhadap Wajib Pajak patuh adalah percepatan penerbitan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP).

Pengetahuan tentang Pajak (X1) Persepsi tentang Petugas Pajak (X2) Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (Y)

Sistem Administrasi Pajak (X3) Berdasarkan Rerangka pemikiran diatas,maka berikut adalah hipotesis yang dapat dirumuskan H1 : Pengetahuan pajak berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. 5 H2 : Persepsi tentang petugas pajak berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. H3 : Sistem administrasi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi.

METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori,dan atau hipotesishipotesis melalui pengukuran variabelvariabel penelitian dalam angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik dan atau permodelan matematis (Sujoko Efferin dkk,2008).Penelitian ini mengkaji secara empiris hubungan antar variabel yaitu pengetahuan tentang pajak,persepsi tentang petugas pajak dan sistem administrasi terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Identifikasi Variabel Berdasarkan landasan teori dan hipotesis penelitian, maka variabel penelitian diidentifikasi sebagai berikut : Variabel terikat/dependen (Y) adalah Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Variabel bebas/independen (X1) adalah Pengetahuan tentang Pajak Variabel bebas/independen (X2) adalah Persepsi tentang Petugas Pajak Variabel bebas/independen (X3) adalah Sistem Administrasi Pajak Definisi Operasional dan Pengkuran Variabel Variabel Terikat (Dependen) Kepatuhan Wajib Pajak (Y), merupakan ketaatan seseorang dalam memenuhi kewajiban dan melaksanakan hak perpajakannya.Variabel kepatuhan ini dapat diukur dengan melihat kepatuhan Wajib Pajak dalam melakukan pembayaran,penyampaian SPT, perhitungan pajak terutang,dan kepatuhan dalam menaati peraturan perpajakan. Variabel Bebas (Independen) Pengetahuan tentang Pajak (X1), merupakan wawasan seseorang mengenai konsep pajak, dimana pengetahuan pajak ini diukur dengan 6

melihat seberapa besar tingkat pemahaman Wajib Pajak terhadap pengertian pajak, kepemilikan NPWP,manfaat pajak,sistem perpajakan,tata cara pembayaran pajak dan pelaporan SPT dan konsekuensinya bila tidak memenuhi kewajiban pajaknya. Persepsi tentang Petugas Pajak (X2), merupakan tanggapan atau pemikiran seseorang tentang petugas pajak.Variabel ini diukur dengan adanya pelayanan petugas pajak yang ramah, adil, tegas, membantu, mudah dihubungi dan bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya. Sistem Administrasi Pajak (X3), merupakan suatu sistem yang mengalami pembaruan dalam segala aspek agar lebih efektif dan efisien.Variabel ini dapat diukur dengan adanya perubahan metode pelayanan dan cara pemeriksaan, inovasi proses perubahan metode operasi dan penyampaian informasi. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert’s. Skala tersebut digunakan untuk mengukur sikap dan tanggapan responden terhadap pernyataan yang diajukan peneliti. Data yang digunakan dalam kuesioner berupa data interval karena dapat mengukur besaran perbedaan preferensi antar individu.Skala yang digunakan adalah 4 point Populasi,Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh Orang Pribadi yang berada di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Surabaya.Wajib Pajak Orang Pribadi yang memiliki NPWP dan terdaftar di Kantor Wilayah DJP Jawa Timur I dengan Kantor Pelayanan Pajak Karang Pilang sebagai sampel. Teknik Pengambilan sampel peneliti menggunakan Convenience Sampling dari metode nonprobability sampling yaitu pengumpulan informasi dari anggota populasi yang ada di lokasi (Nur I dan Bambang S:2009). Alasan peneliti

menggunakan Convenience Sampling untuk memudahkan peneliti agar penelitian berjalan efektif dan efisien. Data dan Teknik Pengumpulan Data Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner ke Kantor Pelayanan Pajak dan didukung dengan data-data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kuesioner yang dibagikan secara langsung oleh peneliti dan disertai surat permohonan kepada pimpinan Kantor Pelayanan Pajak yang bersangkutan. Teknik Analisis Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik (multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan normalitas) serta uji hipotesis dengan regresi linear berganda. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Penelitian Ditinjau dari jumlah responden yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas responden berasal dari Wajib Pajak Orang Pribadi yang bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 48 orang atau setara 67.60%. Ditinjau dari masa kerja pegawai mayoritas ≤ 5 tahun sebanyak 40 orang atau setara 56.30%, dari 72 orang yang dijadikan responden mayoritas laki-laki sebanyak 48 orang atau setara 67.60% . Dengan tingkat pendidikan yang dimiliki responden mayoritas sarjana (S1) sebanyak 42 orang atau setara 59.20 % dan usia responden adalah 26-33 tahun dengan jumlah 29 orang atau setara 40.80 %. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan masing-masing pernyataan dalam kuesioner. Penelilitian ini mengukur 7

kevalidan dengan uji statistik Correlative Bivariate. Suatu instrument dinyatakan valid jika nilai signifikansi ≤ 0.05. Dari uji validitas yang dilakukan terhadap tiga variabel independen dan satu variabel dependen disimpulkan bahwa pada variabel independen (pengetahuan pajak dan sistem administrasi pajak) dapat dinyatakan valid dengan satu kali pengujian.Pada variabel persepsi tentang petugas pajak masih terdapat item pernyataan yang tidak valid sehingga variabel ini dilakukan tiga kali pengujian validitas dan dinyatakan valid dengan delapan item pernyataan yang diajukan kepada responden. Namun,pada variabel dependen (kepatuhan wajib pajak orang pribadi) dilakukan uji validitas sebanyak dua kali dan dinyatakan valid dengan jumlah enam item pernyataan dari tujuh item pernyataan. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui keandalan suatu instrument yang digunakan. Uji reliabilitas digunakan pada pernyataan yang dianggap valid saja. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah instrument pengukur memiliki konsistensi bila digunakan untuk mengukur gejala yang sama.Dalam penelitian ini pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara One Shot atau pengukuran yang dilakukan sekali. Uji statistik untuk mengukur adalah dengan teknik Alpha Cronbach (α). Dilihat dari hasil uji validitas maka dilakukan uji reliabilitas terhadap keempat variabel yaitu pengetahuan pajak, persepsi tentang petugas pajak, sistem administrasi pajak dan kepatuhan wajib pajak orang pribadi.Hasilnya bahwa keempat variabel tersebut dinyatakan reliabel dengan nilai Alpha Cronbach (α) ≥ 0.06

Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa nilai VIF ketiga variabel independen adalah kurang dari 10, artinya keseluruhan variabel tidak mengandung multikolinearitas Uji Heteroskedastisitas Hasil dari grafik scatterplot dapat dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas.Ini dilihat dari penyebaran titik-titik yang berada diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Uji Normalitas Hasil uji normalitas dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai signifikansinya sebesar 0.722 atau ≥ 0.05 sehingga model regresi ini dinyatakan normal. Uji Hipotesis Analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda (multiple linear regression) untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas yang dimaksud terdiri dari pengetahuan pajak (X1), persepsi tentang petugas pajak (X2) dan sistem administrasi perpajakan (X3) terhadap variabel terikat kepatuhan Wajib Pajak orang pribadi (Y) di KPP Karang Pilang Surabaya.Hasil analisis model adalah Y = 1.001 + 0.148 X1 + 0.000 X2 + 0.388 X3 + e. Berdasarkan hasil uji simultan F tabel 4.22 dapat diketahui Fhitung adalah 13.099, dan signifikan pada 0,000. Cara yang digunakan peneliti dalam pengambilan keputusan adalah dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel, jika Fhitung lebih besar dari Ftabel maka H0 ditolak atau menerima HA. Nilai Ftabel adalah 2.74 (df = 67, n = 3, α = 0.05).Dengan demikian Ho ditolak yang artinya secara simultan variabel pengetahuan pajak,persepsi tentang petugas pajak dan sistem administrasi pajak memiliki pengaruh 8

yang signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Selain itu, koefisien determinasi berganda yang merupakan hasil penguadratan koefisien korelasi menunjukkan prosentase pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen. Hasil koefisien determinasi bahwa Rhitung yang menunjukkan korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah sebesar 0,608 yang artinya bahwa tingkat korelasi antara variabel bebas dan variabel terikat dapat dinilai kuat karena kuat lemahnya nilai korelasi ini pada dasarnya menggunakan nilai korelasi 0.5. Kemudian untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat dapat diketahui melalui nilai Adjusted R_square = 0.341. Hal ini berarti 34.1 persen variabel kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dapat dijelaskan oleh variabel bebas pengetahuan pajak,persepsi tentang petugas pajak dan sistem administrasi pajak. Artinya masih ada variabel bebas lain yang dapat berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yaitu sebesar 65.9 persen. Sebab lainnya misalnya sanksi denda,lingkungan sosial atau kesadaran perpajakan. Hasil uji t dapat dijelaskan bahwa tingkat signifikansi pengetahuan pajak sebesar 0.000, persepsi tentang petugas pajak sebesar 0.003 dan sistem administrasi pajak sebesar 0.000.Hal ini menjelaskan bahwa secara parsial pengetahuan pajak, persepsi tentang petugas pajak dan sistem administrasi pajak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi.Bila dilihat dari hasil Rsquare diperoleh masingmasing variabel adalah 18.6 untuk variabel pengetahuan pajak, 12.2 untuk variabel persepsi tentang petugas pajak, 30.7 untuk variabel sistem administrasi pajak.

Pembahasan Hipotesis pertama Dari hasil uji t yang dilakukan secara parsial menunjukkan bahwa pengetahuan pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Hasil penelitian ini konsisten terhadap penelitian sebelumnya yang dilakukan Devi dan Kautsar (2011) dan Supriyati (2011), yang menyatakan bahwa pengetahuan pajak berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan. Salah satu penyebab berpengaruhnya pengetahuan pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak adanya kurangnya pemahaman Wajib Pajak terhadap sanksi-sanksi perpajakan.Meskipun pemahaman Wajib Pajak kurang,namun jumlah Wajib Pajak yang melakukan kewajibannya setiap tahun tetap bertambah.Ini disebabkan karena Wajib Pajak mengerti bahwa pajak dipungut berdasarkan Undang-Undang yang dibuat pemerintah dan sifatnya memaksa.Pernyataan ini didukung oleh Mardiasmo (2009: 57) bahwa sanksi perpajakan merupakan alat pencegah (preventif) agar Wajib Pajak tidak melanggar norma perpajakan. Sebagian besar cara DJP dalam menambah pengetahuan perpajakan telah dilakukan, mulai dari media massa (surat kabar, majalah pajak), media elektronik (Radio,televisi,dan internet) sampai dengan diadakannya pelatihan,seminar perpajakan dan didirikannya konsultan pajak. Hipotesis kedua Persepsi tentang petugas pajak dapat dinyatakan berpengaruh terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Hal ini bisa dilihat dari standar signifikansi yaitu α ≤ 0.05. Sehingga menyebabkan H0 ditolak. Hasil penelitian ini ternyata konsisten dengan penelitian yang dilakukan Agus Nugroho Jatmiko (2006) dimana petugas pajak memiliki pengaruh terhadap 9

kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi sangat besar. Dalam pengujian hipotesis ini, pengaruh persepsi tentang petugas pajak terhadap kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dikatakan rendah bila dibandingkan variabel independen lainnya yaitu pengetahuan pajak dan sistem administrasi pajak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masih kurangnya kepercayaan publik terhadap pelayanan yang dilakukan petugas pajak. Apalagi pernah terkuaknya petugas pajak yang terlibat dalam mafia pajak. Dalam hal ini peneliti berpendapat bahwa terdapat variabel lain yang memiliki pengaruh lebih besar terhadap kepatuhan Wajib Pajak dalam melakukan kewajiban perpajakannya yaitu dengan bukti kenaikan jumlah Kepatuhan Wajib Pajak setiap tahunnya.Salah satunya adalah dengan adanya sanksi pajak. Wajib Pajak berfikir dengan mereka tidak patuh terhadap pajak maka sanksi yang mereka dapat akan lebih besar dari kewajiban yang seharusnya. Faktor lain yang menyebabkan variabel ini berpengaruh adalah penegakkan hukum yang tegas baik terhadap Wajib Pajak yang tidak patuh maupun terhadap petugas pajak yang tidak bekerja secara professional. Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Supriyati (2011) yang menyatakan bahwa persepsi Wajib Pajak tentang petugas pajak tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak, dimana menurut beliau alasan adanya peningkatan kepatuhan Wajib Pajak sebenarnya bukan karena persepsi terhadap petugas pajak melainkan karena faktor lain yaitu frekuensi sosialisai DJP, tingkat pengetahuan Wajib Pajak dan tingkat kerumitan peraturan perpajakan. Hipotesis ketiga Dilihat dari hasil uji t ,model regresi tersebut dinyatakan fit dan H0 ditolak. Dengan kata lain bahwa sistem administrasi perpajakan

berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak orang pribadi. Menurut Djamaludin Ancok (1990) dalam Devi dan Kautsar (2011) bahwa orang akan bergairah membayar pajak bila ada kemudahan dalam melakukan kewajibannya, seperti kemudahan mendapatkan dan mengisi SPT. Dijelaskan oleh Mira Novana Ardani (2010) bahwa saat ini DJP sudah menerapkan kemudahan bagi WP. Menurut beliau cara mendapatkan SPT bisa didapat melalui efilling yaitu pelaporan SPT elektronik dimana Wajib Pajak dapat melakukan kegiatan pelaporannya dengan mengisi data pelaporannya sesuai dengan form yang ditentukan dan untuk mengisinya Wajib Pajak dapat bertanya pada Account Representative (AR) yang disediakan dengan tujuan membantu kepentingan perpajakan secara administrasi pada satu meja sampai permasalahan perpajakannya selesai. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Devi dan Kautsar (2011) bahwa sistem administrasi perpajakan berpengaruh secara signifikan terhadap kepatuhan Wajib Pajak. KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN Berdasarkan paparan dalam pendahuluan,rerangka teoritis,metode penelitian dan analisis data serta pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) pada variabel pengetahuan pajak memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (2) pada variabel persepsi tentang petugas pajak memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi (3) pada sistem administrasi pajak memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan dalam melakukan 10

penelitiannya,diantaranya : Jumlah sampel yang diharapkan tidak sesuai karena kesulitan memberikan kuesioner kepada responden diantaranya terdapat responden yang sibuk ataupun ditolak karena takut berhubungan dengan pajak, adanya keterbatasan peneliti mengenai data Wajib Pajak yang dikarenakan dokumen tersebut masih menjadi dokumen rahasia bagi KPP tersebut, adanya item pernyataan pada variabel persepsi tentang petugas pajak yang tidak sesuai dengan kondisi Wajib Pajak. Hal ini dikarenakan Wajib Pajak tidak sering berinteraksi dengan petugas pajak. Terakhir adalah adanya item pernyataan pada variabel sistem administrasi pajak yang tidak sesuai dengan kondisi Wajib Pajak. Dimana Wajib Pajak tidak selalu menggunakan metode pelayanan yang efektif dan efisien yang disiapkan DJP dalam mempermudah pelayanan. Saran peneliti untuk penelitian selanjutnya adalah menambah jumlah sampel dan memperluas lingkup penelitian dengan menambah variabel bebas,khususnya untuk Wajib Pajak Orang Pribadi seperti sanksi perpajakan, tingkat pendapatan Wajib Pajak, tingkat pendidikan Wajib Pajak, penerapan SPN ataupun pengaruh lingkungan sosial, menambahkan Grand Theory (Teori Dasar) seperti teori paksaan, teori perilaku berencana maupun teori persetujuan. Bagi pihak DJP diharapkan sosialisasi kepada masyarakat secara rutin guna meningkatkan pengetahuan di bidang perpajakan terutama bila terjadi perubahan perubahan prosedur yang mempermudah kewajiban Wajib Pajak. Selain itu Petugas pajak diharapkan mampu meningkatkan dan menunjukkan sikap profesional dalam melayani Wajib Pajak guna menumbuhkan kepercayaan publik terhadap petugas pajak.

DAFTAR RUJUKAN Agus Nugroho J.2006.”Pengaruh Sikap Wajib Pajak pada Pelaksanaan Sanksi Denda, Pelayanan Fiskus dan Kesadaran Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak”.Thesis Sarjana tak diterbitkan,Universitas Diponegoro Devi T. A dan Kautsar R.S.2011.”Studi Kepatuhan Wajib Pajak Dari Aspek Pengetahuan,Persepsi, Dan Sistem Administrasi”.The Indonesian Accounting Review.Volume 1.No 1.January.Pp 45-58 Gunawan Setiyaji dan Hidayat Amir.2005.”Evaluasi Kinerja Sistem Perpajakan Indonesia”.Jurnal Ekonomi Universitas Indonusa Esa Unggul.November Iman Ghozali.2006.Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.Semarang:Universitas Diponegoro Ivan T, Billy.2010.Pokok-pokok Ketentuan Umum Perpajakan.Yogyakarta.Graha Ilmu John Hutagaol,dkk.2007.”Strategi Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak”.ISSN 1412-0240.Volume 6.No 2.Maret.Pp 186-193 Lard,P Feld and Bruno S Frey.2007.”Tax Compliance as the Result of a Psychological Tax Contract: The Role of Incentives and Responsive Regulation”.Journal compilation Law and Social Policy.Vol.29.No.1.January Liberti Pandiangan. 2008. Moderenisasi &Reformasi Pelayana Perpajakan. Jakarta : PT Elex Media Komputindo. Lumumba, Migwi S.,et al.2010.”Tax Payers’ Attitudes and Tax Compliance Behaviour In 11

Kenya”.African Journal of Business & Management.Vol.1.April.11 pages Mardiasmo.2009.”Perpajakan Edisi Revisi Tahun 2009”.Yogyakarta.ANDI Yogyakarta Mira Novana Ardani. 2010. “Pengaruh Kebijakan Sunset Policy Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak”.Thesis Sarjana tak diterbitkan,Universitas Diponegoro Ni Ketut Muliari.2010.”Pengaruh Persepsi Tentang Sanksi Perpajakan dan Kesadaran Wajib Pajak Pada Kepatuhan Pelaporan Wajib Pajak Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Denpasar Timur”. Nur Indriantoro dan Bambang Supomo.2009.Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi & Manajemen.Yogyakarta.BPFE Sugiyono.2004.Metode Penelitian Bisnis.Bandung:Alfabeta Supriyati.,2011.”Pengaruh Pengetahuan Pajak Dan Persepsi Wajib Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak”.The Indonesian Accounting Review.Volume 1.No 1.January.Pp 27-36 Suryadi.2006.”Model Hubungan Kausal Kesadaran,Pelayanan,Kepatuhan Wajib Pajak dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Penerimaan Pajak:Suatu Survei di Wilayah Jawa Timur”.Jurnal Keuangan Publik.Vol.4.No.1.April.Pp 105-121 Sony Devano dan Siti Kurnia R.2006.Perpajakan Konsep,Teori dan Isu.Jakarta.Kencana Wahyu Santoso.2008.” Analisis Risiko Ketidakpatuhan Wajib Pajak Sebagai Dasar Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak”.Jurnal Keuangan Publik.Vol.5.No.1.Oktober.Pp 85

Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Res_1

N Normal Parameters
a

71 Mean Std. Deviation .02017723388975 1.3263978488825 02E0

Most Extreme Differences

Absolute Positive Negative

.082 .080 -.082 .693 .722

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.

12

Output Analisis Regrei Linear Berganda “Pengujian Simultan”
Variables Entered/Removed
b

Variables Model Variables Entered Removed Method

1

Sistem Administrasi Pajak, Pengetahuan Pajak, Persepsi tentang Petugas Pajak
a

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Model Summary

Std. Error of the Model R
a

R Square

Adjusted R Square

Estimate

1

.608

.370

.341

2.054

a. Predictors: (Constant), Sistem Administrasi Pajak, Pengetahuan Pajak, Persepsi tentang Petugas Pajak

13

ANOVA

b

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.
a

1

Regression

165.756

3

55.252

13.099

.000

Residual

282.610

67

4.218

Total

448.366

70

a. Predictors: (Constant), Sistem Administrasi Pajak, Pengetahuan Pajak, Persepsi tentang Petugas Pajak b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Coefficients

a

Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

Model

B

Std. Error

Beta

t

Sig.

1

(Constant)

1.001

2.746

.364

.717

Pengetahuan Pajak

.148

.071

.269

2.088

.041

Persepsi tentang Petugas Pajak

.000

.112

.000

-.005

.996

Sistem Administrasi Pajak

.388

.090

.458

4.316

.000

a. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

14

“Pengujian Parsial” Pengetahuan Pajak
Variables Entered/Removed
b

Variables Model Entered

Variables Removed Method

1

Pengetahuan Pajak
a

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Model Summary

Adjusted R Model R
a

Std. Error of the Estimate

R Square

Square

1

.431

.186

.174

2.300

a. Predictors: (Constant), Pengetahuan Pajak ANOVA
b

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.
a

1

Regression

83.459

1

83.459

15.781

.000

Residual

364.907

69

5.289

Total

448.366

70

15

Variables Entered/Removed

b

Variables Model Entered

Variables Removed Method

1

Pengetahuan Pajak
a

. Enter

a. Predictors: (Constant), Pengetahuan Pajak b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Coefficients
a

Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

Model

B

Std. Error

Beta

t

Sig.

1

(Constant)

8.475

2.343

3.618

.001

Pengetahuan Pajak

.237

.060

.431

3.973

.000

a. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Persepsi tentang Petugas Pajak
Variables Entered/Removed
b

Variables Model Entered

Variables Removed Method

1

Persepsi tentang Petugas Pajak
a

. Enter

a. All requested variables entered.

16

Variables Entered/Removed

b

Variables Model Entered

Variables Removed Method

1

Persepsi tentang Petugas Pajak
a

. Enter

b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Model Summary

Adjusted R Model R
a

Std. Error of the Estimate

R Square

Square

1

.349

.122

.109

2.389

a. Predictors: (Constant), Persepsi tentang Petugas Pajak ANOVA
b

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.
a

1

Regression

54.608

1

54.608

9.569

.003

Residual

393.758

69

5.707

Total

448.366

70

a. Predictors: (Constant), Persepsi tentang Petugas Pajak b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

17

Coefficients

a

Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

Model

B

Std. Error

Beta

t

Sig.

1

(Constant)

10.416

2.378

4.381

.000

Persepsi tentang Petugas Pajak

.299

.097

.349

3.093

.003

a. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

Sistem Administrasi Pajak
Variables Entered/Removed
b

Variables Model Entered

Variables Removed Method

1

Sistem Administrasi Pajak
a

. Enter

a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Model Summary

Adjusted R Model R
a

Std. Error of the Estimate

R Square

Square

1

.554

.307

.297

2.123

18

Variables Entered/Removed

b

Variables Model Entered

Variables Removed Method

1

Sistem Administrasi Pajak
a

. Enter

a. Predictors: (Constant), Sistem Administrasi Pajak ANOVA
b

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.
a

1

Regression

137.487

1

137.487

30.516

.000

Residual

310.879

69

4.505

Total

448.366

70

a. Predictors: (Constant), Sistem Administrasi Pajak b. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Coefficients
a

Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients

Model

B

Std. Error

Beta

t

Sig.

1

(Constant)

4.470

2.411

1.854

.068

Sistem Administrasi Pajak

.469

.085

.554

5.524

.000

a. Dependent Variable: Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi

19

20

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->