Anda di halaman 1dari 17

A. JUDUL : Laporan Praktikum Subkelas Rosiidae B. TUJUAN : 1. Untuk menemukan ciri-ciri familia familia dalam subkelas Rosidae 2.

. Untuk menentukan tingkat kemajuan/keprimitifan antar familia dalam subkelas Rosidae 3. Untuk membandingkan tinkay kemajuan/keprimitifan antara subkelas Magnoliidae, Hammamelidae, dan Caryophillidae, subkelas Dilleniidae, dan subkelas Rosidae. C. TINJAUAN PUSTAKA Subclass Rosidae merupakan tumbuhan dikotiledon dengan polen binukleat atau kadang-kadang trinukleat. Ginesium bertipe apokarp pada Fabales, Proteales, dan beberapa Rosales, kadangkala bertipe sinkarp. Kedudukan Ovarium bervariasi ada yang superum dan ada yang inferum. Plasentanya juga berfariasi tapi pada umumnya aksilar (Tim Dosen Botani Phanerogamae, 2012). Subclass Rosidae terdiri dari 18 ordo, 115 Familia dan anggotanya sekitar 58.000 species. Subclass ini merupakan Subclass terbesar pada Angiospermae dalam hal jumlah Familia dan speciesnya. Ke 18 ordo tersebut diantaranya adalh Rosales, Fabales, Myrtales, Proteales, Pododstales, Haloragales, Myrtales, Rhizophotales, Cornales, Santales, Rafflesiales, Cetastrales, Euphorniales, Rhamnales, Linales, Polugonales, Sapindales, Geraniales dan Apiales. Dari ke 18 Ordo tersebut ada 5 ordo yang paling besar yaitu Fabales (14.000 species), Myrtales (9.000 species), Euphorbiales (7.600 species),

Rosales (6.000 species) dan Sapindales (5.400 species). Dari ke 5 ordo besar tersebut dipilih 9 Familia terpilih yaitu Mimosaceae, Caesalphiniaceae, Fabaceae, Myrtacae, Euphorbiaceae, Rosaceae, Anacardiaceae, Rutaceae dan Apiaceae. Berikut uraian mengenai 9 Familia tersebut. 1. Mimosaceae Bunga banci yang aktinomorf, mempunyai mahkota berjumlah 4-5 yang berlekatan dan mahkota terdiri atas daun-daun mahkota yang sama jumlahnya dan bebas satu sama lain. Benang sari 2 kali lipat jumlah daun mahkota atau banyak, tangkai sari bebas atau berlekatan. Bunga-bunga itu kebanyakan berangkai dalam bunga majemuk berbentuk bongkol yang seringkali tampak seperti satu bunga saja. Bakal buah superum, beruang satu, bakal biji dalam 2 baris atau pada dinding bakal buah. Buah merupakan polong yang bila masak menjadi kering dan terputus-putus menjadi beberpa bagian. Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm (Tjitrosoepomo, 1988). 2. Caesalpiniaceae Hampir semua species dari Familia ini berupa pohon atau perdu, dan daunnya hampir semua menyirp atau menyirip ganda jarang atau tidak ada yang beranak daun 1 atau tunggal. Bunga seperti kupu-kupu dan ke-5 daun bunganya bebas. Benang sari berjumlah 10 jarang lebih, biasanya bebas atau berlekatan satu sama lain dengan berbagai macam tipe. Buahnya buah polong yang jika masak menjadi kering dan pecah. Biji dengan endosperm tipis atau tanpa endosperm, lembaga besar saja (Tjitrosoepomo, 1988).

3. Fabaceae Famili mencakup herba, semak, pohon dan tanaman merambat di seluruh dunia, terutama hutan hujan tropis. Biji berkeping dua (dikotiledon). Pada umumnya berdaun majemuk berpasangan atau berseling, terdapat daun penumpu. Bunga berkelamin biseksual dalam karangan yang berbeda, kelopak bunga bersatu, mahkota umumnya berbentuk kupu-kupu dengan jumlah helaian 5. Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yaitu buahnya berupa polong. Dapat digunakan sebagai bahan makanan, minuman, bumbu masak, zat pewarna, pupuk hijau, pakan ternak dan bahan pengobatan (Darman, 2011). 4. Myrtaceae Pohon atau perdu dengan daun tunggal berslang berhadapan, kebanyakan tanpa daun penumpu. Bunga kebanyakan banci, kelopak dan mahkota masing-masing terdiri atau 4-5 dan jumlah daun mahkota yang sama yang kadang-kadang berlekatan atau tidak terdapat. Benang sari banyak , kadang-kadang berkelompok berhadapan dengan daun-daun mahkota, mempunyai tangkai sari dengan warna yang cerah yang kadang menjadi bagian bunga yang menarik. Bakal buah inferum dengan satu tangkai putik, beruang 1 sampai banyak, dengan 1-8 bakal biji dalam tiap ruangnya. Buah bermacam-macam, pada ujung masih tampak jelas kelopak yang tidak gugur. Biji dengan sedikit atau tanpa endosperm (Tjitrosoepomo, 1988). 5. Euphorbiaceae

Tumbuhan berupa herba, semak, pohon, seringkali bergetah. Daun umumnya tunggal, letaknya berseling. Bunga biasanya kecil, bersimetri banyak, uniseksual, seringkali monoecius, yang tersusun sebagai bunga majemuk. Periantium kelipatan 5 dalam satu atau dua seri, atau dapat juga mereduksi. Stamen satu sampai banyak. Ovarium berlokuli 3, ovula satu atau dua dalam tiap lokulus, dengan posisi menggantung (pendulus) dan menunduk (anatropus), milkropil biasanya tertutup oleh karunkula, stilus berjumlah 3 masing-masing terdiri dari dua lobi. Buah bervariasi ummumnya menjadi desihen atau sizokarp (terdiri dari 3 loksi) dengan 3 atau 6 biji yang memiliki endosperma (Darman, 2011). 6. Rosaceae Tumbuhan berupa semak jarang berupa herba. Daun tunggal, majemuk, berseling dan stipula. Bunga seringkali biseksual, bersimetri banyak dan periginius. Kalliks berbentuk tabung berlobi 5, petal 5 buah dan petal tampak menonjol dan berukuran besar. Benang sari banyak melengkung ke dalam pada waktu kuncup (Darman, 2011). Ovarium berkarpel satu atau banyak, ovula bebas, konatus atau adnatus pada dasar bunga, ovula umumnya dua pada tiap ovarium, satu stilus atau lebih. Buah berupa drupa, pome, atau aksene. Biji dengan eendosperma sedikit atu tanpa endosperma. 7. Anacardiaceae Tumbuhan biasanya berupa pohon, bergetah yang sifatnya kaustik dan akan berubah hitam apabila bersentuhan dengan udara. Daun berseling dan

jarang berhadapan, tunggal atau majemuk. Bunga kecil, uniseksual, panikula. Sepal dan petal berjumlah 5 kadang 3-7. Diskus berupa cincin. Stamen Berasal dari dasar diskus, jumlahnya dua kali lipat jumlah petal, beberapa steril. Ginesium terdiri dari satu sampai tiga karpel, ovarium terdiri dari 1-3 lokuli, masing-masing dengna satu ovulum, biasanya satu fertil dan lainnya steril. Stilus berjumlah 1-3. buah berupa drupa, kadangkadang bersayap yang merupakan petal yang menutup. Biji tidak berendosperma (Darman, 2011). 8. Rutaceae Berupa pohon atau semak, pada daunnya bersisik dan transparan yang berisi minyak.. bunga dan daun beraroma keras. Daun berhadapan atau berseling, seringkali majemuk. Bunga biasabya biseksual, bersimetri banyak,. Sepal dan tepal masing masing berjumlah 4 buah dan 5 buah, bebas dan konatus, dengan dua sampai banyak ovula, stilus bebes atau konatus. Buah berupa beri kapsul atau Sizokarp. Biji dapat mengandung endosperma (Darman, 2011).

9. Apiaceae Tumbuhan berupa herba dengan batnag yang berongga, beraroma segar. Daun berseling, kadang-kadang terbelah. Bunga biasanya biseksual, bersimetri banyak, Bagiannya mempunyai kelipatan 5, tersusun dengan bungan majemuk umbela. Stamen 5, antera versantilis. Karpela dua,

konatus, ovarium inferior, berlokuli dua, dengan masing-masing satu ovulum dalam tiap lokulus, stilus dua. Buah sizokarp, merikarpnya biasanya dengan 5 rusuk, kadang-kadang ditemukan kelenjar minyak diantara rusuk. Biji mengandung endosperma berminyak. Contoh : Apium graveoluns, seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea

mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah di Eropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan. Seledri adalah terna kecil, kurang dari 1m tingginya. Daun tersusun majemuk dengan tangkai panjang. Tangkai ini pada kultivar tertentu dapat sangat besar dan dijual sebagai sayuran terpisah dari daunnya. Batangnya biasanya sangat pendek. Pada kelompok budidaya tertentu membesar membentuk umbi, yang juga dapat dimakan. Bunganya tersusun majemuk berkarang, khas Apiaceae. Buahnya kecil-kecil berwarna coklat gelap (Darman, 2011).

D. ALAT DAN BAHAN 1. Koran 2. Silet 3. Mikroskop binokuler

4. Spesimen tumbuhan : Subclassis Rosiidae i. ii. iii. iv. v. vi. vii. Calliandra calothyrsus Bauhinia purpurea Erythrima sp. Psidium guajava Euphorbia pulcherima Pyrus malus Mangifera indica

viii. Citrus aruantifolia ix. Apium graveolens

E. CARA KERJA 1. Alat dan bahan disiapkan

2. Spesimen yang sudah tersedia diberi label 3. Spesimen diamati 4. Seriasi dilakukan berdasarkan karakteristik yang telah tersedia kemudian hasilnya dicatat pada tabel skala filogeni. 5. Hasil seriasi dijumlahkan, kemudian akan diketahui tumbuhan yang paling primitif hingga yang paling modern.

F. HASIL PENGAMATAN Tabel 1 Tabel seriasi subkelas Rosidae


Karakteristik N o. 1. Caliandra calothyrsus Skor 2. Bauhinia purpurea Skor 3. Erythrima sp. 4. Psidium guajava Skor 5. Euphorbia pulcherima Skor 6. Mangifera indica Skor 7. Citrus aruantifolia Skor 8. Pyrus malus 9. Apium graveolens Skor 5 5 5 1 2 3 1 3 3 4

Skor

Ciri

Ciri

Ciri

Ciri

Ciri

Ciri

Ciri

Ciri

Skor

Ciri

1 2

Habitus Pola Percabangan

Pohon Simpodial

1 Pohon 5 Simpodial Tunggal berbagi ada bakal 5 pulvinus 1 Berseling Actinododromo 1 us 3 Majemuk 1 Biseksual 4 Lepas

1 Pohon 5 Simpodial

1 Pohon 5 Simpodial

1 5

Pohon Simpodial

1 Pohon 5 Simpodial

1 Pohon 5 Simpodial

1 Pohon 5 Simpodial

1 Herba 5 Simpodial

3 4 5 6 7 8

Jenis Daun Duduk Daun Pertulangan Daun Perbungaan Jenis Kelamin Calix/ Corolla

Majemuk Tersebar Craspedod romous Mejemuk Biseksual Bersatu Bagian dasar bersatu Stigma satu

4 Majemuk 2 Tersebar Brachidodro 3 mous 3 Majemuk 1 Biseksual Salah satu 2 bersatu Bagian dasar 3 bersatu 4 Stigma satu

5 Tunggal Berhadapan1 berseling Brachidodro 2 mous 3 Majemuk 1 Biseksual 2 Lepas Banyak 3 lepas-lepas 5 Stigma satu

1 3, 5 2 3 1 1

Tunggal Tersebar Bravhidodrom ous Majemuk Biseksual Tanpa perhiasan Bagian dasar bersatu Stigma bercabang

1 Tunggal 1 Tersebar Brachidodro 2 mous 3 Majemuk 1 Biseksual 5 Lepas

1 Majemuk 1 Terebar Brachidodro 2 mous 3 Majemuk 1 Biseksual Salah satu 1 bersatu Banyak dan 1 lepas 5 Stigma satu

5 Tunggal 1 Tesebar Brachidodro 2 us 3 majemuk 1 Biseksual 2 lepas Banyak dan 1 lepas Syigma 5 bercabang

1 majemuk 1 Tersebar craspedodr 2 omous 3 majemuk 1 Biseksual 1 Bersatu Bagian dasar 1 bersatu Stigma 4 bercabang

9 10

Stamen Pistillum (karpel)

3 Lepas Stigma 5 bercabang

1 5

3 Lepas 4 Stigma satu

11 12 13 14 15 16

Ovarium Simetri bunga Kelamin tumbuhan Perlekatan karpel Jenis buah Tipe plasenta Umur tumbuhan Jumlah Skor

Superum Actinomor f Monoeciou s Sincarp Tunggal Marginalis

2 superum 1 zigomorf 1 Monoecious 5 Sincarp 3 Tunggal 1 Marginalis

2 Superum 5 Zigomorf 1 Monoecious 5 Sinkarp 3 Tunggal 1 Marginalis

2 Inferum 5 Actinomorf 1 Monoecious 5 Syncarp 3 Tunggal 1 Axilaris

5 1 1 5 1 3

Super Superum Zigomorf Monoecoius Sincarp Tunggal Axilaris

1 Superum 5 Actinomorf 1 Monoecious 5 Sincarp 1 tunggal 4 Basalis

2 Superum 1 Actinomorf 1 Monoecious 5 Sinkarp 5 Tunggal 4 Axilaris

Super 2 superum 1 Aktinomorf 1 monoecious 5 sinkarp 3 Tunggal 3 Axilaris

1 superum Aktinomor 1 f monoeciou 1 s 5 sinkarp 3 tunggal 3 Axilaris Kurang dari 1 1 tahun 35

2 1 1 5 3 3

17

Tahunan

1 Tahunan 43

1 Tahunan 46

1 tahunan 46

1 40,5

Tahunan

1 Tahunan 40

1 Tahunan 40

1 tahunan 42

5 52

G. PEMBAHASAN Hasil yang didapat dari teknik seriasi yang dilakukan terhadap ke tujuh spesimen yang telah tersedia adalah sebagai berikut :

Calliandra calothyrsus = 43 Bauhinia purpurea Erythrima sp. Psidium guajava = 46 = 46 = 40,5

Euphorbia pulcherima = 40 Pyrus malus Mangifera indica Citrus aruantifolia Apium graveolens = 35 = 40 = 42 = 52

Dari total penghitungan yang dilakukan diatas, didapat bahwa tumbuhan yang paling primitif adalah Pyrus malus dengan total skor 35 dan tumbuhan yang paling modern adalah Apium graveolens dengan total skor 52. Ciri-ciri kemajuan Apium graveolens dibandingkan spesimen lainnya ditunjukkan dari : a. Habitus herba Tumbuhan berhabitus herba umumnya berukuran kecil dengan percabangan dekat ke tanah, dan akar yang menjalar secara lebar di dalam tanah. Hal ini membuat tumbuhan berhabitus herba dapat bertahan hidup lebih lama dibandingkan habitus lainnya.

b. Pola percabangan simpodial Pola percabangan simpodial membuat Apium graveolens lebih kokoh berdiri karena tidak hanya satu bagian saja yang menopang tubuhnya, tapi banyak percabangan yang membantu menopang tegaknya tumbuhan. Sehingga untuk bertahan hidup, pola percabangan simpodial lebih kuat dibandingkan pola percabangan monopodial. c. Jenis daun majemuk Daun majemuk memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan daun tunggal. Selain itu, rongga untuk masuk dan keluarnya angin lebih banyak, sehingga sedikit kemungkinan daun rusak terkena angin. d. Perlekatan karpel sincarp e. Umur tumbuhan kurang dari 1 tahun, menunjukkan waktu regenerasi tumbuhan yang terhitung cepat, sehingga tumbuhan tetap eksis. H. JAWABAN PERTANYAAN 1. Dapatkah Anda menuliskan rumus bunga dari tumbuhan-tumbuhan tersebut? Jawab: Calliandra calothyrsus Bauhinia purpurea Erythrima sp. Psidium guajava Euphorbia pulcherima Pyrus malus = = = = = =

Mangifera indica Citrus aruantifolia Apium graveolens

= = =

2. Dapatkah anda menemukan suatu kesamaan yang dimiliki oleh semua specimen tersebut? Jawab: Ya, dalam praktikum ditemukan beberapa persamaan namun hanya sedikit yaitu semua spesimen memiliki pola percabangan yang simpodial, perbungaan hampir semuanya majemuk, bunga kecil-kecil dan daun tunggal serta memiliki buah tunggal yang termasuk kedalam buah drupa. Serta walaupun bunga ada yang uniseksual namun semua tumbuhannya merupakan tumbuhan berumah satu (monoeciuos). 3. Menurut anda, apakah alasannya sehingga tumbuhan-tumbuhan tersebut dimasukan ke dalam satu subkelas? Jawab: Karena tumbuhan-tumbuhan tersebut memiliki kesamaan dalam beberapa karakteristiknya, seperti yang telah tercantum dalam tabel seriasi ada beberapa karakteristik yang sama sehingga memiliki skor yang sama pula. Selain itu jika dilihat secara anatomi, menurut literatur pollen pada subclassis ini memilki pollen yang binukleat atau trinukleat. 4. Dapatkah anda menemukan perbedaan-perbedaan diantara spesimenspesimen tersebut sehingga mereka dipisahkan dalam familia yang berbeda? Jawab: Ya, dalam tabel seriasi tersebut menyebutkan karakteristik tumbuhan dan ada beberapa karaktertistik yang hanyadimiliki oleh familia

tertentu baik yang mendapatkan skor tinggi ataupun rendah (menunjukkan tingkat keprimitifan). Perbedaan tersebut menimbulkan suatu ciri khas dari tiap spesimen sehingga dipisahkan ke dalam familia yang berbeda. 5. Dapatkah anda menemukan ciri setiap khas setiap familia? Jawab: Rosaceae : Perlekatan karpen apokarp, stamen banyak, bunga

termasuk bunga hypantium. Caesalpineaceae : Jumlah stamen 2 kali jumlah sepal (10), buah termasuk buah legum. Anacardiaeae : Bunga majemuk dengan sistem perbungaan

malai/panikula, bunga kecil-kecil. Myrtaceae : Kulit batangnya mudah mengelupas, kayu putih

corolla mudah lepas. Mimosaceae : Bunga majemuk dengan perbungaan seperti

bonggol /capitulum, buah legum. Euphorbiaceae : Uniseksual, bunga majemuk dengan perbungaan

disebut cyantium, memiliki nektar seperti bibir. Rutaceae : Daun majemuk unifoliolatus, memilki kelnejar

minyak didaun dan memiliki duri yang merupakan modifikasi dari stipula. Fabaceae : Petal berbentuk seperti kupu-kupu, ada ala, carina,

vexillum, dan stamen tersusun secara diadelfus.

Apiaceae bunga aromatis.

: Bunga majemuk dengan perbungaan umbella,

6. Bagaimana urutan tingkat kemajuan/keprimitifan famili-famili tersebut? Jawab: Berdasarkan skala filogeni dari data yang diperoleh, menunjukan bahwa urutan tingkat kemajuan dalam subkelas Rosiidae dimulai dari famili Rosaceae Anacardiaceae Euphorbiaceae Myrtaceae Rutaceae Mimosaceae Caesalpineaceae Fabaceae Apiaceae.

7. Karakteristik apakah yang dimiliki oleh famili yang paling maju? Jawab: Berdasarkan hasil seriasi, Familia Apiaceae merupakan famili yang paling maju diantara famili-famili yang lain dalam subkelas Rosiidae. Dalam praktikum ini, famili Apiaceae diwakili oleh Apium graveolens (selendri) yang menunjukan skor paling tinggi (54). Ciri atau karakter yang menunjukkan kemajuan pada famili Apiaceaee diantaranya habitus herba (5), pola percabangan simpodial (5), jenis daun majemuk (5), perlekatan karpel syncarp (5), dan umur tumbuhan kurang dari 1 tahun (5).

8. Berdasarkan skala filogeni yang anda gunakan, manakah dari 6 ordo tersebut (Fabales, Myrtales, Euphorbiales, Rosales, Sapindales, dan Apiales) yang paling maju tingkat perkembangannya? Mengapa? Dalam hal apa ordo tersebut lebih maju dari yang lain?

Jawab: Berdasarkan hasil praktikum, dengan menggunakan tabel seriasi diketahui bahwa familia yang paling maju adalah familia Apiaceae. Familia ini merupakan salah satu familia yang termasuk kedalam ordo Apiales. Jadi, ordo yang paling maju adalah ordo Apiales dan menurut literatur, dalam Cronquist juga menyebutkan bahwa ordo ini adalah yang paling maju. Salah satu karakteristik yang menggambarkan bahwa ordo ini maju adalah habitusnya herba sementara ordo yang lain habitusnyab masih berupa pohon, perdu, atau semak walaupun ada beberapa yang herba namun sedikit.

9. Apakah kegunaan tumbuhan-tumbuhan tersebut? Jawab: Apium graveolens sebagai bahan sayuran dan sumber serat yang baik, Citrus sp., Psidium guava dan Mangifera indica sebagai buahbuahan yang memiliki kandungan vitamin bervariasi, Rosa sp.dan Euphorbia pulcherima dapat digunakan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah. Bauhinia purpurea sebagai peneduh jalan dan buahnya dapat mengurangi kadar kolesterol.

I. KESIMPULAN Dari hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan tentang subkelas Rosiidae, sebagai berikut :

1. Ciri dari subkelas Rosiidae antara lain habitus pohon, semak atau herba, daun tunggal atau majemuk, petal sering tereduksi, polen binukleat atau trinukleat, triaperture, ginesium apokarp atau sinkarp, ovarium superum atau inferum, ovulum bitegmik. 2. Subkelas Rosiidae terdiri atas 18 ordo , 114 Familia , kurang lebih 58.000 species. Setiap famili memiliki ciri khas masing-masing sehingga dimasukkan kedalam famili yang berbeda. Pada praktikum ini ditemukan beberapa ciri khas famili pada famili terpilih yang diamati. 3. Jenis spesies Apium graveolens yang mewakili famili Apiaceae menunjukan tingkat kemajuan yang tertinggi dibandingkan spesies yang lain. Hal ini ditandai dengan perolehan skor tertinggi yakni 52. Sedangkan yang paling primitif adalah famili Rosaceae yang diwakilkan oleh Pyrus malus dengan skor 35.

Daftar Pustaka

Darman.

(2011).

Fabaceae.

[Online].

Tersedia:

http://darman23.wordpress.com/2011/05/23/fabaceae/ [31 Oktober 2012] Khaytarova, Marina. (2012). [Online]. Tersedia: Toptropicals.com [27 Oktober 2012]

Henriette.

(2012).

Image:

Euphorbia

minii.

[Online].

Tersedia:

www.henriettesherbal.com [27 Oktober 2012] Kant, Tarun. (2012). Mimosaceae. [Online]. Tersedia:

http://www.asknature.org/strategy/d97770ecad83783c4648ca86bd4ac69c [27 Oktober 2012] Kegley, Tom. (2003). Rosa hybrida. [Online]. Tersedia:

http://www.doubleknockoutrose.com/OurPlants.aspx?PlantID=100611 [27 Oktober 2012] Keys. (2010). Myrtaceae. [Online]. Tersedia: http://keys.trin.org.au/key-

server/data/0e0f0504-0103-430d-8004 060d07080d04/media/Html/taxon/ Syzygiumaqueum.htm [27 Oktober 2012] Panawa. (2008). Myrtaceae. [Online]. Tersedia:

http://panawa.blogspot.com/2008/06/jambu-biji-psidium-guajava-l.html [27 Oktober 2012] TimDosenBotaniPhanerogamae. (2012). Petunjuk Praktikum Botani

Phanerogamae. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Tjitrosoepomo, Gembong. (1988). Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta