Anda di halaman 1dari 15

Rabu, 10 Agustus 2011

KELUARGA BERENCANA (KB) DAN KONTRASEPSI SUNTIK 1


Dr. Suparyanto, M.Kes KELUARGA BERENCANA (KB) DAN KONTRASEPSI SUNTIK 1. PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA

Keluarga Berencana adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 2004: 472). Menurut WHO (World Health Organisation / Expert Committee 1970 adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk: Mendapatkan objektif tertentu. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan. Mengatur interval diantara kehamilan. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri. (Hartanto, 2003: 14)

1. 2. 3. 4. 5.

2. Pengertian Kontrasepsi

Kontrasepsi adalah alai untuk mencegah kehamilan setelah hubungan intim. Cara kontrasepsi sifatnya tidak permanent, dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan kembali anak apabila diinginkan (Suzilawati, 2009). Menurut Wiknjosastro (2006: 534), kontrasespsi adalah usaha-usaha untuk mencegah kehamilan.

3. Cara kerja kontrasepsi

Pada umumnya cara kerja kontrasepsi adalah sebagai berikut

1. Mengusahakan agar tidak tedadi konsepsi, 2. Melumpuhkan sperms, 3. Menghalangi pertemuan sel telur dengan sel sperma.

4. Pembagian cara kontrasepsi

Menurut BKKBN (2004: 149), pada umumnya cara atau metode kontrasepsi dapat dibagi menjadi:

1. Metode sederhana 1. Tanpa alat/obat: senggama terputus, pantang berkala 2. Dengan alat/obat: kondom, diafragma atau kap, kream, jelli dan cairan berbusa, tablet berbusa (vaginal tablet), intravagina tisu. 2. Metode kontrasepsi efektif 1. 2. 3. 4. Pil AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) Suntikan Implant (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)

3. Metode Mantap dengan cara operasi (Kontrasepsi Mantap) 1. Pada wanita, misainya: metode operasi wanita/tubektomi, 2. Pada pria: metode operasi pria (MOP)/vasektomi.

Cara-cara kontrasepsi tersebut mempunyai tingkat efektifitas yang berbeda-beda dalam memberikan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan.

KONTRASEPSI SUNTIK 1. Pengertian

Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi yang diberikan melalui suntikan. Metode suntikan, telah menjadi bagian gerakan keluarga berencana nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya peminat suntikan oleh karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pasta persalinan (Manuaba, 2002: 444). Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi efektif yaitu metode yang dalam penggunaannya mempunyai efektifitas atau tingkat kelangsungan pemakaian relatif lebih tinggi serta angka kegagalan relatif lebih rendah bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi sederhana (BKKBN, 2002: 166).

2.Jenis kontrasepsi suntik

Menurut Hartanto, (2003: 142), dua kontrasepsi suntikan berdaya keda lama yang sekarang banyak dipakai adalah :

1. DMPA (Depo Medroxy Progesterone Acetat) atau depo provers yang diberikan tiap tiga bulan dengan dosis 150 miligram. 2. NET-EN (Norentrindrone enanthate) atau noristerat yang diberikan dalam dosis 200 miligram sekali tiap 8 minggu untuk 6 bulan pertama (= 3 kali suntikan pertama) kemudian selanjutnya sekali setiap 12 minggu.

3. Selain kedua macam jenis suntikan di atas, jugs terdapat metode suntikan cyclofem yaitu suntikan yang diberikan tiap bulan yang mengandung 25 miligram Medroxy Progesteron Acetat dan 5 miligram estradiol cypionate.

3. Mekanisme metode suntik Keluarga Berencana (KB)

Menurut Winkjosastro (2006: 145), mekanisme metode suntikan Keluarga. Berencana (KB), yaitu :

1. Primer : mencegah ovulasi yaitu menghalangi pengeluaran FSH dan LH sehingga tidak ter adi pelepasan ovum, 2. Sekunder :

Lendir serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan barrier terhadap spermatozoa, Membuat endometrium menjadi kurang baik / tidak layak untuk implantasi dari ovum yang telah dibuahi, Mungkin mempengaruhi kecepatan transpor ovum di dalam tuba fallopi. Efektifitas kontrasepsi suntik ini sangat tinggi, angka kegagalan kurang dari 1 %. World Health Organization (WHO) telah melakukan penelitian pada DMPA (Depo Medroxy Progesteron Acetat), dengan dosis standart dengan angka kegagalan 0,7 % (Hartanto,2003: 146).

4. Keuntungan metode suntik

Keuntungan metode suntikan, menurut Manuaba (2002: 445), yaitu: Tingkat efektifitasnya tinggi. Hubungan seks dengan metode suntikan, bebas. Pengawasan medis yang ringan. Dapat diberikan pasca persalinan, pasca keguguran atau pasca menstruasi. Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tumbuh kembang bayi. Praktis, efektif, dan aman. Tidak mempengaruhi ASI. Cocok digunakan untuk ibu menyusui. Dapat menurunkan kemungkinan anemia.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

5. Kontra, indikasi metode suntik

Kontra indikasi metode suntikan menurut beberapa sumber dari Hartanto (2003: 149). WHO menganjurkan untuk tidak menggunakan kontrasepsi suntikan pada:

1. Kehamilan 2. Karsinoma payudara 3. Karsinoma, traktus genitalia

4. Perdarahan akibat kelainan ginekologi (perdarahan dari Hang senggama) yang tidak diketahui penyebabnya 5. Penyakit jantung, hati, darah tinggi, kencing mans (penyakit metabolisms) paru berat. 6. Terdapat tromboflebitis/riwayat tromboflebitis 7. Varises berat

Metode suntikan ini diberikan pada hari ke 3-5 pasca persalinan, segera setelah keguguran, dan pada masa interval sebelum hari kelima haid. Teknik penyuntikan adalah secara intramuskulus dalam, didaerah muskulus gluteus maksimus atau deltoideus.

6. Efek samping metode suntik

Menurut BKKBN, (2002: 176), metode suntikan memiliki efek samping, yaitu:

1. Gangguan haid a. Gejala dan keluhan:

Terdapat gangguan haid seperti amenorrhoe yaitu tidak datangnya haid pads setiap bulan selama menjadi akseptor Keluarga Berencana suntik selama 3 bulan berturutturut. Spotting yaitu bercak-bercak perdarahan diluar haid yang tedadi selama akseptor mengikuti Keluarga Berencana, suntik. Metroragia yaitu perdarahan yang berlebihan diluar mass haid. Menoragia yaitu datangnya darah haid yang berlebihan jumlahnya.

b. Pelayanan konseling

Memberikan penjelasan kepada calon akseptor Keluarga Berencana suntik bahwa pads pemakaian suntikan dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut yang merupakan akibat dari hormonal alai kontrasepsi suntik.

c. Penanggulangan dan pengobatan:

Bila pasien ingin haid, dapat diberikan Keluarga Berencana pil hari I sampai II masing-masing 3 tablet. Selanjutnya hari IV 1x1 selama 4-5 hari. Bila ter adi perdarahan, dapat pula diberikan preparat estrogen misalnya lynoral 2x1 sehari sampai perdarahan berhenti. Setelah perdarahan berhenti, dapat dilaksanakan "tapering off' (lxl tablet) selama beberapa hari. Dosis dapat ditingkatkan bila perlu.

2. Depresi a. Gejala dan keluhan

Rasa lesu, tak bersemangat dalam kerja/kehidupan.

b. Penanggulangan dan pengobatan :

Menjelaskan pads calon akseptor guns menghindari perasaan bersalah dari calon akseptor.

c. Pengobatan medis:

Terapi psikologis bagi yang menderita depresi. Pemberian vitamin-vitamin seperti vitamin B 60 miligram.

3. Keputihan a. Gejala dan keluhan:

Adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari Jiang senggama dan terasa mengganggu. Berbahaya bila berbau, panas atau terasa gatal.

b. Konseling:

Menjelaskan bahwa pads peserta suntik jarang terjadi keputihan. Bila terjadi keputihan, hares dicari penyebabnya dan diberikan pengobatan.

c. Pengobatan medis:

Pada kasus dimana cairan berlebihan, dapat diberikan preparat anti cholinergir, seperti extract belladonna 10 miligram, 2x1 tablet, untuk mengurangi cairan tersebut.

4. Jerawat a. Gejala dan keluhan:

Timbulnya jerawat dibadan/wajah. Dapat disertai infeksi atau tidak.

b. Penangggulangan dan pengobatan:

Pemberian vitamin A dan E dengan dosis tinggi. Bila disertai infeksi dapat diberikan preparat Tetracycline 250 miligram 2x1 capsul selarna. 1 atau 2 minggu.

5. Perubahan libido a. Gejala dan. keluhan:

Menurunnya atau meningkatnya libido akseptor. Hal ini bersifat subyektif dan sulit dinilai.

b. Konseling:

Menjelaskan kepada pasien kemungkinan hal ini, dan sifatnya yang subyektif.

6. Perubahan berat badan a. Gejala dan keluhan:

Beret badan bertambah beberapa kilogram dalam beberapa bulan setelah pemakaian metode ini.

b. Penanggulangan

Kenaikan berat badan dapat disebabkan hal-hal lain. Dapat pula, tedadi penurunan berat badan. Hal ini tidaklah selalu disebabkan oleh kontrasepsi metode suntikan, dan perlu diteliti dengan seksama.

c. Pengobatan medis:

Pengobatan diet rendah kalori dianjurkan, disertai olahraga, seperti senam dan sebagainya. Bile terlalu kurus dianjurkan untuk diet tinggi kalori, bile tidak berhasil, dianjurkan untuk mengganti cara ke kontrasepsi non hormonal.

7. Pusing dan sakit kepala a. Gejala dan keluhan:

Rasa berputar atau sakit pads kepala yang dapat terjadi pada satu sisi, kedua sisi atau pads seluruh bagian kepala biasanya bersifat sementara.

b. Penanggulangan medis:

Pemberian anti prostaglandin untuk mengurangi keluhan, misalnya : acetosal 500 miligram 3xl tablet/hari atau paracetamol 500 miligram.

8. Hematoma a. Gejala dan keluhan:

Warna biru dan rasa nyeri pads daerah suntikan akibat perdarahan bawah kulit.

b. Penanggulangan

Menjelaskan kepada calon akseptor kemungkinan terjadinya hal ini.

c. Pengobatan medis:

Kompres dingin pads daerah yang membiru selama due hari, setelah itu dirubah kompres panas hingga warns biro kekuningan hilang.

7. Komplikasi dan cara penanggulangannya: 1. Infeksi dan abses:

Diakibatkan pemakaian jarum suntik yang tidak suci hams.

2. Gejala dan keluhan:

Rasa sakit dan panas didaerah suntikan. Bila terdapat abses teraba adanya benjolan yang nyeri didaerah suntikan.

3. Penanggulangan dan pengobatan:

Pemberian anti biotik dosis tinggi misalnya: Ampicillin 500 miligram, 3x1 capsul./tablet.

KONTRASEPSI SUNTIK BULANAN 1. Pengertian Keluarga Berencana metode suntik bulanan

Keluarga. Berencana suntik bulanan merupakan metode suntikan yang pemberiannya tiap bulan. Metode ini diberikan secara parenteral melalui suntikan intramuskular dan memberikan efek jangka panjang. Kombinasi antara progesterone dan estrogen yang menghambat ovulasi. Mekanisme lain yaitu perubahan endometrium, mucus serviks dan tuba fallopi menghasilkan penghambatan penetrasi sperma kedalam rahim dan mempersulit terjadinya nidasi.

2. Kelebihan metode suntik bulanan

Menurut Hartanto, (2003: 156), kelebihan kontrasepsi suntikan sekali sebulan yaitu: Menimbulkan perdarahan teratur setiap bulan. Kurang menimbulkan perdarahan bercak atau perdarahan irregular lainnya. Kurang menimbulkan amenorrhoe. Efek samping lebih cepat menghilang setelah suntikan dihentikan.

1. 2. 3. 4.

3. Kerugian metode suntik bulanan

Sedangkan, kerugian dari kontrasepsi suntikan sekali sebulan, (Hartanto, 2003: 154) yaitu:

1. Penyuntikan lebih sering 2. Biaya keseluruhan lebih tinggi 3. Kemungkinan efek samping karena estrogennya.

4. Efek samping metode suntik bulanan

Kemudian, efek samping dari kontrasepsi suntikan sekali sebulan yaitu:

1. Efek samping yang berhubungan dengan kontrasepsi oral kombinasi seperti nausea, sakit kepala, sakit pads dada, peningkatan berat badan 1-5 kg, dapat tedadi jugs pads penggunaan cyclogeston. 2. Perdarahan setelah penyuntikan pertama dapat terjadi kira-kira selama 30 hari. Lebih dari 60% wanita mendapatkan kembali siklus yang normal setelah 1 tahun. Sejumlah wanita yang menggunakan cyclofem mengalami perdarahan lebih awal atau lebih lambat dari biasanya dan sejumlah wanita yang lain mengalami amenorrhoe, spotting atau masa perdarahan yang lebih lama dan lebih berat. 3. Tidak ada atau sedikit efek yang berpengaruh pada cholesterol, koagulasi, fibrinolisis, fungsi platelet, tekanan darah sistolik atau diastolic, lemak atau apolipoprotein.

5. Kontra indikasi suntikan satu kali sebulan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kehamilan atau ada dugaan hamil Kanker payudara Kanker saluran genital Menderita atau pernah mempunyai gangguan tromboembolik Penyakit pembuluh darah otak atau pembuluh jantung Perdarahan abnormal yang tidak diketahui penyebabnya Focal migrain Penyakit hati yang akut.

3. Kerugian metode suntik bulanan

Sedangkan, kerugian dari kontrasepsi suntikan sekali sebulan, (Hartanto, 2003: 154) yaitu:

1. Penyuntikan lebih sering 2. Biaya keseluruhan lebih tinggi 3. Kemungkinan efek samping karena estrogennya.

4. Efek samping metode suntik bulanan

Kemudian, efek samping dari kontrasepsi suntikan sekali sebulan yaitu:

1. Efek samping yang berhubungan dengan kontrasepsi oral kombinasi seperti nausea, sakit kepala, sakit pads dada, peningkatan berat badan 1-5 kg, dapat tedadi jugs pads penggunaan cyclogeston. 2. Perdarahan setelah penyuntikan pertama dapat ter adi kira-kira selama 30 hari. Lebih dari 60% wanita mendapatkan kembali siklus yang normal setelah 1 tahun. Sejumlah wanita yang menggunakan cyclofem mengalami perdarahan lebih awal

atau lebih lambat dari biasanya dan sejumlah wanita yang lain mengalami amenorrhoe, spotting atau mass perdarahan yang lebih lama dan lebih berat. 3. Tidak ada atau sedikit efek yang berpengaruh pads cholesterol, koagulasi, fibrinolisis, fungsi platelet, tekanan darah sistolik atau diastolic, lemak atau apolipoprotein.

5. Kontra indikasi suntikan satu kali sebulan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Kehamilan atau ada dugaan hamil Kanker payudara Kanker saluran genital Menderita atau pernah mempunyai gangguan tromboembolik Penyakit pembuluh darah otak atau pembuluh jantung Perdarahan abnormal yang tidak diketahui penyebabnya Focal migrain Penyakit hati yang akut.

5. 1. Faktor intern

Adalah faktor yang dapat mempengaruhi berat badan seseorang dan bersumber dari atau pads tubuh itu sendiri. Dalam hal ini terbagi etas 4 bagian, yaitu:

1.Usia

Analoginya perkembangan berat badan akan sangat baik pads umur tertentu dan akan sangat berkurang sejalan dengan bertambahnya grafik umur kita.

2.Kejiwaan

Secara tidak langsung aspek kejiwaan (psikologis) jugs dominan dalam mempengaruhi keda metabolisms di dalam tubuh.

3.Hereditas

Kadang-kadang dapat terjadi di dalam suatu keluarga timbulnya sifat dominasi dalam hal menurunkan bentuk fisik keturunannya.

5.2. Faktor ekstern

Maksudnya adalah semua faktor yang dapat berpengaruh terhadap perubahan berat badan secara langsung dan bersumber dari luar tubuh.

1.Makanan

Aneka jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari sangat berguna dalam proses pertumbuhan badan kita.

2.Lingkungan fisik

Gangguan lainnya secara langsung mempengaruhi berat badan seseorang, misalnya luka yang menyebabkan perdarahan berat, kecelakaan yang menyebabkan rusak atau terpotongnya salah satu anggota tubuh kita.

DAFTAR PUSTAKA

1. Arikunto, 2005, Prosedur Penelitian dengan Pendekatan Praktek Jakarta: Rineka Cipta. 2. Binadiknakes, 2001, elektromedik dan pengembangannya . Edisi No 17. BKKBN, 2002, Informasi Pelayanan Kontrasepsi, Jakarta : BKKBN. 3. BKKBN, 2004, Keluarag Berencana Dan Kesehatan Reproduksi: Kebijakan, Program Dan Kegiatan Tahun 2005-2009. Jakarta: BKKBN. 4. BKKBN, 2005, Unit Pelayanan Kontrasepsi_ Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 5. Bhuono, 2005, Strategi Stu Memilih Metode Statistik Penelitian Dengan SpSS. Yagyakarta: Andi Ofset. 6. Manuaba, 2002, 11mu Kebidanan, Penydkit kandungan dan Keluarga Berencana. Jakarta: EGC 7. Hartanto, 2003, Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka. Sinar Harapan. 8. Notoatmodjo, 2002, Metodologi Penelitian Kesehatan Jakarta: Rineka CiptaNursalam, 2003, Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta : Infomedika. 9. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 2004, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. 10. Soedigdo, 2002, Dasar-dasar Metodologi Penelitian Minis. Jakarta : Universitas Indonesia. 11. Wiknjosastro, 2006, 11mu Kandungan~. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

LAPORAN PENDAHULUAN KELUARGA BERENCANA KONTRASEPSI DENGAN METODE SUNTIKAN I.KONSEP DASAR A.PENGERTIAN KB dan KONTRASEPSI Keluarga Berencana (KB) merupakan upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinana ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera. Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma. 1. Sasaran KB a.Sasaran Langsung Yaitu pasangan usia subur (PUS) agar mereka menjadi peserta keluarga berencana lestari sehingga memberikan efek langsung pada penurunan fertilitas. b. Sasaran Tidak Langsung Yaitu organisasi-organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintahan maupun swasta, tokohtokoh masyarakat (Wanita dan Pemuda) yang diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap proses pembentukan sistem keluarga kecil bahagia sejahtera (Mochtar, 1998). 2.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Kontrasepsi a.Faktor-faktor Motivasi dan Rehabilitasi 1)Umur 2)Gaya hidup 3)Frekuensi senggama 4)Jumlah keluarga yang diinginkan 5) Pengalaman kontrasepsi yang lalu 6) Sikap kewanitaan dan kepriaan b.Faktor kesehatan, kontraindikasi, absolut dan relative 1)Riwayat haid 2)Efek samping minor 3) Komplikasi-komplikasi yang potensial 4)Pemeriksaan flek dan panggul c.Faktor metode kontrasepsi penerimaan dan pemakaian berkesinambungan 1)Efektivitas 2)Efek samping minor 3)Komplikasi-komplikasi yang potensial 4) Kerugian 5)Biaya 3.Syarat Metode Kontrasepsi Yang Baik a. Aman dan tidak berbahaya 1)Dapat diandalkan 2) Sederhana 3)Murah 4)Dapat diterima orang banyak 5)Pemakaian jangka panjang (Hartono, 1994) b. Macam-Macam Metode Kontrasepsi

1) Metode Sederhana Terdiri dari 2 macam yaitu dengan alat seperti kondom pria, kondum wanita, diafragma, servical cap, dan tanpa alat seperti metode alami, coitus interuptus. 2) Metode Modern Terdiri atas kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik, implant, AKDR/IUD, kontrasepsi mantab, seperti MOW dan MOP. B.PENGERTIAN SUNTIKAN KB Kontrasepsi suntik adalah suatu cara kontrasepsi dengan jalan penyuntikan sebagai usaha pencegahan kehamilan berupa hormon progesterone dan estrogen pada wanita usia subur. Kontrasepsi suntik merupakan suatu tindakan invasif karena menembus pelindung kulit, penyuntikan harus dilakukan hati-hati dengan teknik aseptik untuk mencegah infeksi (Sarwono, 2003). Salah satu tujuan utama dari kontrasepsi ini adalah untuk mengembangkan suatu metode kontrasepsi yang berdaya kerja panjang (lama, yang tidak membutuhkan pemakaian setiap hari atau setiap akan bersenggama, tetapi tetap reversibel. C.MACAM-MACAM SUNTIKAN KB Dua kontrasepsi suntikan berdaya kerja lama yang sekarang banyak dipakai adalah: 1.Depo Medroxy Progesteron Acetat (DMPA) = Depo-Provera, DMPA adalah suatu sintesa progestin yang mempunyai efek progestin asli dari tubuh wanita dan merupakan suspensi steril medroxy progesteron acetat dalam air, yang mengandung medroxy progesteron acetat 150 mg (setiap 3 ml)). DMPA ini telah dipakai lebih dari 90 negara, telah digunakan selama kurang lebih 20 tahun dan sampai saat ini akseptornya berjumlah kira-kira 5 juta wanita. Tersedia 2 jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin yaitu : a) Depo medroxyprogesteron asetat (DMPA), mengandung 150 mg DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik IM (di daerah bokong). b) Depo noretisteron enantat (Depo Noristerat), yang mengandung 200 mg noretindron enantat, di berikan setiap 2 bulan dengan cara disuntik IM 2.NET-EN (Norethindrone enanthate). 3.Suntik kombinasi Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depo medroksiprogesterone asetat dan 5 mg ekstradiol yang diberikan sipionat yang diberikan injeksi IM (intramuskuler) sebulan sekali (Cyclovem) dan 50 mg Noretindron enantat dan 5 mg estradiol valerat yangn diberikan injeksi IM sebulan sekali. D.KELEBIHAN SUNTIKAN KB 1.Sangat fektif sebagai alat kontrasepsi (0.1 0.4 kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama penggunaan. Angka kegagalannya kurang dari 1%. 2.Dapat diberikan pada ibu yang sedang menyusui bayinya, karena tidak mrngurangi produksi asi. 3.Risiko terhadap kesehatan kecil 4. Tidak berpengaruh terhadap hubungan suami istri 5.Tidak diperlukan pemeriksaan dalam 6. Jangka panjang 7. Efek samping sangat kecil 8.Klien tidak menyimpan obat suntik 9.Mengurangi jumlah perdarahan 10.Mengurangi nyeri pada saat haid 11.Mencegah anemia.

E.KERUGIAN SUNTIKAN KB 1.Terjadi perubahan pada haid 2.Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti hilang setelah suntikan kedua dan ketiga. 3.Ketergantungan klien terhadap petugas kesehatan. 4.Penambahan berat badan. 5.Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian pemakaian F.MEKANISME KERJA SUNTIKAN KB 1.Primer (mencegah ovulasi) Penggunaan kontrasepsi suntik mempengaruhi hipotalamus dan hipofisis yaitu menurunkan kadar FSH dan LH sehingga perkembangan dan kematangan folikel de Graaf tidak terjadi. 2.Sekunder Lendir servik menjadi kental dan sedikit,sehingga sulit ditembus spermatozoa. Membuat endometrium menjadi kurang baik untuk implantasi dari ovum yang telah dibasahi. Menghambat transport ovum dalam tuba falopii. G.INDIKASI SUNTIKAN KB 1.Tidak sedang hamil 2.Ibu yang setelah persalinan sampai 40 hari sebelum berkumpul dengan suami 3.Ibu yang setelah keguguran, sampai 7 hari 4.Usia reproduksi 5.Setelah memiliki anak ataupun yang belum memiliki anak 6.Ingin mendapatkan kontrasepsi dengan efektifitas tinggi 7.Mengyusui ASI pasca persalinan > 6 bulan. 8.Pasca persalinan dan tidak menyusui 9.Anemia 10.Nyeri haid hebat 11.Haid teratur 12.Riwayat kehamilan ektopik 13.Sering lelah menggunakan pil kontrasepsi 14.Tidak terdapat indikasi H.KONTRAINDIKASI SUNTIKAN KB. 1. Hamil atau diduga hamil 2.Menyusui di bawah 6 minggu pasca persalinan 3.Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya. 4. Penyakit haid akut (virus hepatitis) 5.Usia > 35 tahun yang merokok 6.Riwayat penyakit jantung, stroke atau dengan tekanan darah tinggi (> 180/110 mmHg) 7.Riwayat kelainan tromboemboli atau dengan kencing manis > 20 tahun 8.Kelainan pembuluh darah yang menyebabkan sakit kepala atau migraine 9.Adanya tumor/keganasan. I.PROSEDUR SUNTIKAN KB Dilakukan melalaui injeksi Intra Muskuler (IM) II.KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN A.PENGKAJIAN

1.Subyektif a.Identitas Yang dikaji meliputi biodata dan suami mulai dari nama, umur, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, alamat, no. telp. b.Keluhan Utama Dikaji keluhan klien yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik kombinasi tersebut antara lain amenorea/ perdarahan tidak terjadi, perdarahan bercak, meningkatnya/ menurunnya BB. c.Riwayat KB Dikaji apakah klien pernah menjadi akseptor KB lain sebelum menggunakan KB kombinasi dan sudah berapa lama menjadi akseptor KB tersebut. d. Riwayat Obstetri Lalu Dikaji riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu. e.Riwayat Menstruasi Lalu Dikaji menarche pada umur berapa, siklus haid, lamanya haid, sifat darah haid, dysmenorhea atau tidak, flour albus atau tidak. f.Riwayat Kesehatan dan Riwayat Klien Dikaji apakah klien menderita penyakit jantung, hipertensi, kanker payudara, DM, dan TBC. g.Riwayat Kesehatan dan Penyakit Keluarga Dikaji apakah keluarga klien ada yang menderita penyakit jantung, DM, TBC, hipertensi dan kanker payudara. h.Pola Kehidupan Dikaji meliputi pola nutrisi, pola eliminasi, pola istirahat, pola aktivitas, pola aktivitas seksual, pola personal hygiene, dan kebiasaan sehari-hari. 2.Obyektif a.Pemeriksaan Umum Meliputi pemeriksaan pada tekanan darah, nadi, pernafasan, BB, TB, suhu badan, kesadaran. b.Pemeriksaan Khusus 1)Wajah : dilihat adanya bercak hitam (chloasma) adanya oedem, conjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterus. 2)Leher : diraba adanya pembesaran kelenjar tyroid dan kelenjar limfe, adanya bendungan vena jugularis. 3)Dada : dilihat bentuk mammae, diraba adanya massa pada payudara. 4)Genetalia : dilihat dari condiloma aquminata, dilihat dan diraba adanya infeksi kelenjar bartholini dan kelenjar skene. 5)Ekstrimitas : dilihat adanya eodem pada ekstrimitas bawah dan ekstrimitas atas, adanya varices pada ekstrimitas bawah. B.DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Nyeri b.d bekas luka suntik 2.Cemas b.d kurang pengetahuan tentang kontrasepsi metode suntikan C.RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN Dx.1 Nyeri b.d Bekas luka suntik Tujuan: Nyeri berkurang Kriteria hasil: Intensitas nyeri berkurang Tampak rileks Intervensi;

a.Kaji tingkat nyeri R/ Dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat. b.Berikan instruksi dalam tehnik pernafasan sederhana R/ Mendorong relaksasi dan memberikan klien cara mengatasi dan mengontrol tingkat ketidaknyamanan. c.Anjurkan klien menggunakan tehnik relaksasi.Berikan instruksi bila perlu R/ Relaksasi dapat membantu menurunkan tegangan dan rasa takut,yang memperberat nyeri dan menghambat kemajuan persalinan d.Berikan tindakan kenyamanan (mis. Masage,gosokan punggung, sandaran bantal, pemberian kompres sejuk, pemberian es batu) R/ Meningkatkan relaksasi,menurunkan tegangan dan ansietas dan meningkatkan koping dan kontrol klien e.Berikan tindakan kenyamanan (mis. Masage, pemberian kompres sejuk, pemberian es batu) R/ Meningkatkan relaksasi,menurunkan tegangan dan ansietas dan meningkatkan koping dan kontrol klien Dx.2 Cemas b.d kurang pengetahuan tentang kontrasepsi metode suntikan Tujuan: Klien tidak mengalami kecemasan Kriteria hasil: Kecemasan klien berkurang Intervensi: a.Kaji tingkat kecemasan klien R/ Dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat. b.Berikan kenyaman dan ketentraman hati R/ Meyakinkan klien bahwa ia benar mendapat pertolongan. c.Diskusi tentang kecemasan yang dialami klien R/ Mengurangi kecemasan yang dialami klien d.Jelaskan kepada klien tentang kontrasepsi metode suntikan R/ Menambah pengetahuan klien untuk mengurangi kecemasan e.Jelaskan kepada klien keuntungan dan kerugian kontrasepsi metode suntikan R/ Membantu klien mengambil keputusan untuk pemelihan kontrasepsi metode suntik f.Kolaborasi pelaksanaan suntik KB R/ Salah satu bentuk kolaborasi dengan tim lain