Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

Remote Laboratory

CALORI WORK
Nama NPM Fakultas/prodi Nomor Modul Tanggal praktikum : Hari Purnama : 1206202015 : Teknik/Teknik Kimia : KR-02 : 29 April 2013

LABORATORIUM FISIKA DASAR UPP-IPD UNIVERSITAS INDONESIA

Tujuan
Menghitung nilai kapasitas kalor suatu kawat konduktor.

Alat
1. Sumber tegangan yang dapat divariasikan 2. Kawat konduktor ( bermassa 2 gr ) 3. Termometer 4. Voltmeter dan Ampmeter 5. Adjustable power supply 6. Camcorder 7. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

Teori
Kapasitas kalor (C) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu seluruh benda sebesar satu derajat. Dengan demikian, benda yang mempunyai massa m dan kalor jenis c mempunyai kapasitas kalor sebesar:

.(1)

Dimana C = Kapasitas kalor (kal/c) m = massa benda (gram) c = kalor jenis zat ( kal/grc)

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg zat sebesar 1 derajat celcius. Alat yang digunakan untuk menentukan besar kalor jenis adalah kalorimeter.

Hubungan kekekalan energi menyatakan energi tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan. Energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Pada percobaan kali ini akan dilakukan pengkonversian energi dari energi listrik menjadi energi panas.

Energi listrik dihasilkan oleh suatu catu daya pada suatu konduktor yang mempunyai resistansi dinyatakan dengan persamaan : ... ..( 2 ) Dimana W = Energi listrik (Joule) V = Tegangan listrik (Volt) I = Arus listrik (Ampere) t = Waktu/lama aliran listrik (sekon)

Energi kalor yang dihasilkan oleh kawat konduktor dinyatakan dalam untuk kenaikan temperatur. Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu zat dinyatakan dengan persamaan :

(3)

Dimana Q = Jumlah kalor yang diperlukan (kalori) m = Massa zat (gram) c = kalor jenis zat ( kal/grc)

Ta = suhu akhir zat (Kelvin) T= suhu mula-mula (Kelvin) Skala celcius dan skala Kelvin mempunyai interval yang sama. Karenanya selain menggunakan Co, bisa juga menggunakan K. Berdasarkan persamaan (2) dan (3) maka akan didapatkan persamaan hubungan kalor yang diperlukan dengan energi listrik yaitu : ..(4) Dengan W = Energi listrik (Joule) Q = Jumlah kalor yang diperlukan (kalori) Jadi prinsip kerja dari percobaan ini adalah sebuah kawat dililitkan pada sebuah sensor temperatur. Kawat tersebut akan dialiri arus listrik sehingga mendisipasikan energi kalor. Perubahan temperatur yang terjadi akan diamati oleh sensor kemudian dicatat oleh sistem instrumentasi. Tegangan yang diberikan ke kawat dapat dirubah sehingga perbuahan temperatur dapat bervariasi sesuai dengan tegangan yang diberikan.

Cara Kerja
1. Mengaktifkan Web cam dengan cara mengklik tombol video pada laman R-lab 2. Memberikan tegangan sebesar V0 ke kawat konduktor 3. Menghidupkan Power Supply dengan mengklik radio button disebelahnya. 4. Mengambil data perubahan temperatur , tegangan dan arus listrik pada kawat konduktor tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon ukur 5. Memperhatikan temperatur kawat yang terlihat di web cam dan menunggu hingga mendekati temperatur awal saat diberikan V0 . 6. Mengulangi langkah 2 hingga 5 untuk tegangan V1, V2 dan V3
4

Tugas & Evaluasi


1. Berdasarkan data yang di dapat, membuat grafik yang menggambarkan hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap tegangan yang diberikan ke kawat konduktor. 2. Untuk tegangan V1 , V2 dan V3, menghitung nilai kapasitas panas ( c ) dari kawat konduktor yang digunakan. 3. Berdasarkan nilai c yang saudara peroleh, menentukan jenis kawat konduktor yang digunakan. 4. Memberi analisis dari hasil percobaan ini

Hasil Percobaan

a. Hasil pengamatan (terlampir)

b. Pengolahan data

1. Grafik Pengamatan Data Pada saat V0 t 3 6 9 12 15 18 21 24 27 T 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1
20.1 0 10 20 30 40 Series1 Linear (Series1) Linear (Series1) y = 1E-15x + 20.1

30

20.1

Pada saat V1
21.6

t 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

T 20 20.1 20.3 20.5 20.6 20.8 20.9 21.1 21.2 21.4

21.4 21.2 21 20.8 20.6 20.4 20.2 20 19.8 0

y = 0.0519x + 19.833

Series1 Linear (Series1) Linear (Series1)

10

20

30

40

Pada saat V2 t 3 6 9 12 15 18 T 21.2 21.5 22.4 23.4 24.3 25.1


20 Series1 15 10 5 0 0 10 20 30 40 Linear (Series1) Linear (Series1) 30 y = 0.263x + 20.22 25

21 24 27 30 Pada saat V3 t 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30

25.9 26.6 27.3 27.9

T 26.6 26.3 26.2 26.2 26.2 26.2 26.3 26.4 26.4 26.4

26.65 26.6 26.55 26.5 26.45 26.4 26.35 26.3 26.25 26.2 26.15 0 10 20 30 40 y = 0.0001x + 26.31 Series1 Linear (Series1)

2. Perhitungan kapasitas kalor

Berdasarkan persamaan (4) bahwa kalor dan energi listrik bernilai sama, sehingga

W=Q V.i.t = m.c.T

jika diasumsikan dari persamaan garis y = bx dengan T = y dan t = x, maka

Data V0
x 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 165 y 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 20.1 207.3 x2 9 36 81 144 225 324 441 576 729 900 3465 y2 404.01 404.01 404.01 404.01 404.01 404.01 404.01 404.01 404.01 404.01 4297.37 x.y 60.3 120.6 180.9 241.2 301.5 361.8 422.1 482.4 542.7 603 3416.7

b
b b

=
= = -0.20 a = 0

Jadi, persamaannya adalah y = -0.20 x. Maka akan didapat nilai kapasitas kalor dari V0 yaitu

c = 0 J/kgc

Data V1

x 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 165

y 20.1 20.3 20.5 20.6 20.8 20.9 21.1 21.2 21.4 21.2 208.1

x2 9 36 81 144 225 324 441 576 729 900 3465

y2 404.01 412.09 420.25 424.36 432.64 436.81 445.21 449.44 457.96 449.44 4332.21

x.y 60.3 121.8 184.5 247.2 312 376.2 443.1 508.8 577.8 636 3467.7

( b
b

=
=

b = 0.051
a = 19.83
9

Jadi, persamaannya adalah y = 0.051x+19.83Maka akan didapat nilai kapasitas kalor dari V1 yaitu

c = 242.567 J/kgc
Data V2 x 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 165 y 21.2 21.5 22.4 23.4 24.3 25.1 25.9 26.6 27.3 27.9 227 x2 9 36 81 144 225 324 441 576 729 900 3465 y2 449.44 462.25 501.76 547.56 590.49 630.01 670.81 707.56 745.29 778.41 x.y 63.6 129 201.6 280.8 364.5 451.8 543.9 638.4 737.1 837 4247.7

10

( b
b

=
=

= 0.263

a = 20.2

Jadi, persamaannya adalah y = 0.263x + 20.2. Maka akan didapat nilai kapasitas kalor dari V2 yaitu

c = 88.40J/kgc
Data V3 x 3 6 9 12 15 18 21 24 y 26.6 26.3 26.2 26.2 26.2 26.2 26.3 26.4 x2 9 36 81 144 225 324 441 576 y2 707.56 691.69 686.44 686.44 686.44 686.44 691.69 696.96 x.y 79.8 157.8 235.8 314.4 393 471.6 552.3 633.6

11

27 30 165

26.4 26.4 263.2

729 900 3465

696.96 696.96 6927.58

712.8 792 4343.1

( b =

b b

= = 0.0001 a = 26.3

Jadi, persamaannya adalah y = 0.0001x +26.3. Maka akan didapat nilai kapasitas kalor dari V3 yaitu

= 42396 J/kgc

Dari keiga kapasitas kalor tersebut maka akan didapatkan kapasitas kalor rata-rata yaitu

J/kgc

Jika mengasumsikan kawat terbuat dari perak yang memiliki kapasitas kalor 230 J/kgc maka kesalahan literaturnya adalah

12

Kesalahan literatur =|

| x 100%

Kesalahan literatur =|

| x 100%

Kesalahan literatur =6063%

Analisis
Analisis percobaan
Percobaan KR-02 ynag bejudul CALORI WORK ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas kalor dari suatu kawat konduktor yang dilakukan secara online. Percobaan ini dilakukan dengan mengaliri listrik pada kawat konduktor sehingga mengubahan suhu dari kawat tersebut. Maka dapat dikatakan energi listrik akan berubah sebagian menjadi energi panas, namun pada praktikum ini diasumsikan energi listrik berubah seluruhnya menjadi energi panas. Hal ini membuktikan hukum kekekalan energi bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan namun dapat berubah dalam bentuk lain. Sehingga pada percobaan ini yang diperhatikan adalah perubahan waktu selama pengaliran listrik dan akhirnya pun akan didapatkan nilai kapasitas kalor kawat konduktor tersebut.

Pada percobaan ini, praktikan melakukan praktikum r-lab melalui koneksi jaringan internet pada situs www.sitrampil.ui.ac.id. Setelah membuka situs tersebut praktikkan login sebagai pengguna kemudian masuk pada link praktikum r-lab. Ketika sudah terhubung pada jendela praktikum r-lab praktikkan mengaktifkan webcam agar dapat mengetahui perubahan temperatur awal. Saat webcam sudah memperlihatkan perubahan temperatur, praktikkan memberikan tegangan sebesar V0 ke kawat induktor kemudian menghidupkan power supply dan mengklik radio button dibawahnya. Praktikkan lalu mulai mengambil data
13

perubahan temperatur, tegangan dan arus listrik pada kawat konduktor tiap 1 detik selama 10 detik dengan cara mengklik icon ukur. Selama dalam pecobaan, praktikkan perlu memperhatikan temperature kawat yang terlihat pada web cam serta menunggu temperature sampai mendekati temperature awal yaitu Vo. Hal ini bertujuan agar perubahan temperature menghasilkan nilai akurat.. Langkah selanjutnya yang praktikkan lakukan adalah mengulang langkah sebelumnya tiga tegangan lainnya yaitu V1,. V2 dan V3.

Analisis hasil

Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan hasil kapasitas kalor sebesar J/kgc. Karena tidak diketahui dengan jelas jenis kawat konduktor tersebut maka praktikan mengambil pendekatan agar dapat mencari nilai kesalahan literatur. Karena nilai kapasitas kalor bahan yang mendekati dan memungkinkan jika dijadikan sebagai kawat konduktor adalah perak, maka perhitungan kesalahan literature menggunakan acuan nilai kapasitas kalor perak. Sehingga, menghasilkan nilai kesalahan literatur sebesar 6063%. Adanya kesalahan tersebut menunjukan bahwa pada praktikum ini ditemukan kesalahan/error yang dapat menyebabkan perbedaan hasil dengan kenyataan. Oleh karena itu hal-hal yang menyebabkan kesalahan akan dijelaskan pada analisis kesalahan.

Analisis Kesalahan
Kesalahan sistematik pada praktikum ini disebabkan karena perbedaan teori yang dipakai dengan faktanya. Pada faktanya energi listrik tidak diubah seluruhnya menjadi energi panas, namun hanya sebagian yang berubah dan sebagian lainnya berpindah ke lingkungan. Sedangkan untuk kesalahan teknis disebabkan oleh tidak berfungsinya webcam pada laman r-lab. Padahal webcam merupakan hal yang vital dalam percobaan ini karena tanpa webcam maka praktikan kesulitan untuk mengetahui apakah suhu awal dari tiap tegangan sudah sama atau tidak dengan suhu awal pada ketika belum diberi tegangan. Oleh karena itu, berdasarkan faktor-faktor diatas maka menyebabkan adanya kesalahan pada praktikum ini.
14

Analisis Grafik
Berdasarkan dari pengolahan data yang diperoleh dari data percobaan, praktikkan memperoleh empat grafik dari masing-masing tegangan. Empat grafik ini merupakan hubungan antara temperatur dan waktu untuk setiap tegangan yang diberikan ke kawat konduktor. Tegangan yang diberikan antara lain V0 sebesar 0 V, V1 sebesar 0.67 V, V2 sebesar 1.63 V dan V3 sebesar 1.09 V

Dari keempat grafik secara umum perubahan waktu dan perubahan suhu memiliki hubungan berbanding lurus, hanya pada grafik dengan V0 menunjukan hal yang sebaliknya. Selain itu jika ditinjau hubungan antara perubahan suhu dengan tegangan yang dipakai maka dapat disimpulkan bahwa perubahan suhu dengan tegangan akan berbanding lurus. Berdasarkan grafik, semakin besar tegangan maka, hal ini disebabkan karena arus yang dialirkan pada kawat akan semakin besar sehingga dengan energi yang semakin besar maka suhu pun akan semakin besar pula.

Kesimpulan
Berdasarkan percobaan ini dapat disimpulkan bahwa : Semua energi dapat diubah menjadi energi lain sesuai dengan hukum kekekalan energi, namun tidak semua energi tersebut diubah menjadi energi lain karena sebagian dari energi akan dilepaskan ke lingkungan Kapasitas kalor (C) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu seluruh benda sebesar satu derajat Semakin besar tegangan yang digunakan maka semakin besar suhu yang dihasilkan Semakin lama waktu yang digunakan maka suhu akan semakin besar Kapasitas kalor dari kawat konduktor pada percobaan ini adalah sebesar J /kgc

dan dengan pendekatan menggunakan kapasitas kalor perak didapatkan nilai kesalahan relatif sebesar 6063%.

15

Daftar Pustaka

http://sitrampil.ui.ac.id/elaboratory/kuliah/view_experiment.php?id=7604&exp=4

Giancoli, D.C.2001. Physics for Scientists & Engineers,Fifth Edition. Prentice Hall, NJ

Halliday, Resnick, Walker. 2005. Fundamental of Physics, &th Edition. Extended Edition.NJ: Inc.

Lampiran
Waktu 3 6 9 12 I 23.84 23.84 23.84 23.84 V 0 0 0 0 Temp 20.7 20.8 20.8 20.8 16

15 18 21 24 27 30 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 3 6 9 12 15 18 21 24 27 30 3 6 9 12 15

23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 23.84 35.48 35.59 35.48 35.48 35.59 35.48 35.48 35.48 35.59 35.48 42.66 42.66 42.66 42.66 42.66 42.66 42.66 42.66 42.66 42.66 51.9 51.9 52.02 52.02 52.02

0 0 0 0 0 0 0.67 0.67 0.67 0.67 0.67 0.67 0.67 0.67 0.67 0.67 1.09 1.09 1.09 1.09 1.09 1.09 1.09 1.09 1.09 1.09 1.63 1.63 1.63 1.63 1.63

20.8 20.7 20.7 20.7 20.7 20.6 20.3 20.3 20.6 20.8 20.9 21.1 21.2 21.3 21.4 21.6 21.1 21.3 21.7 22.2 22.6 23 23.3 23.7 23.9 24.2 20.9 21.4 22.4 23.4 24.4 17

18 21 24 27 30

52.02 52.02 52.02 52.02 52.02

1.63 1.63 1.63 1.63 1.63

25.4 26.3 27 27.8 28.4

18