Anda di halaman 1dari 18

Tugas Tumbuh kembang pada Remaja

1. Apa pengertian tumbuh kembang? Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan dan sulit dipisahkan yaitu PERTEMBUHAN dan PERKEMBANGAN. Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam ukuran baik besar, jumlah, atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu. Perkembangan lebih menitikberatkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu, termasuk pula perubahan pada aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan. Dengan demikian proses pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisis sedangkan proses perkembangan berkaitan dengan fungsi pematangan intelektual dan emosional organ atau individu. Teori tumbuh kembang Psychoanalisa dari Sigmund Freud Psichososial dari Erik Erikson Perkembangan Kognitif dari Jean Piaget Perkembangan Moral dari Lawrence Kohlberg dan Carol Gilligan Perkembangan kepercayaan dari James Fowler

Psikoanalisa Oral (0-18 bulan), kesenangan berpusat pada mulut

Anal (8 bulan 4 tahun), kesenangan pada anal Phallic (3 tahun 7 tahun), tertarik pada perbedaan jenis kelamin Latency (5 tahun 12 tahun) meningkat peran sex proses identifikasi pada orang tua persiapan hubungan Genital (12 tahun 20 tahun) Menjalin hubungan dengan hetero seksual Sexual pressures berperan sebagai orang dewasa dan menjalin

Psikososial Berdasarkan pada 4 konsep utama tahapan perkembangan tujuan dan tugas perkembangan krisis psikososial proses koping Tahapan perkembangan Basic Trust vs Mistrust, (Infancy, 0-1 tahun) Pada tahap ini bayi mencari kebutuhan dasarnya seperti kehangatan, makanan dan minuman serta kenyamanan dari orang lain dengan keyakinan bahwa setiap dia membutuhkan pasti ada orang yang akan memberikan maka tumbuh pada

dirinya sendiri kepercayaan (trust). Mistrust disebabkan karena inkonsistensi, ianadequate atau unsafe care. Perilaku positif Kasih sayang Gratification (kegembiraan, kegiarangan) Recognition (pengakuan/penghargaan) Autonomy Vs Shame & Doubt (Toddler, 1-3 tahun) motorik dan bahasa berkembang mulai belajar makan, berpakaian dan toilet orang tua yang overprotec atau terlalu tinggi pengaharapan terhadap anak akan menyebabkan anak Shame & Doubt (malu dan ragu) Perilaku positif: tergantung kepada orang tua tetapi

memmandang diri sendiri sebagai seseorang yang merupakan bagain dari orang tua Initiative Vs Guilt, (Preschool, 4 5 tahun) kepercayaan diri tumbuh maka anak akan memiliki isisiatif pengekangan menyebabkan perasaan berdosa Perilaku positif: menunjukan imajinasi, imitasi orang dewasa, mengetes realitas, anticipates roles (mengharapkan peran)

Industry Vs Inferiority (School age, 6 11 tahun) anak senang menyelesaikan ssesuatu dan menerima pujian anak tidak berhasil menyelesaikan tugasnya akan menjadi inferior

perilaku

positif:

memiliki

perasaan

untuk

bekerja

atau

melaksanakan tugas, mengembangkan kompetisi sosial dan sekolah, melakukan tugas yang nyata.

Identity Vs Role Confusion (Adolesence, 12 20 tahun) banyak perubahan yang terjadi pada fisik mencoba berperan dan apabila berhasil maka identitas akan terbangun akan tetapi apabila tidak akan terjadi kebingungan confusion perilaku positif: percaya pada diri sendiri (self certain), memiliki pengalaman sexual, comitmen terhadap ideologi/kepercayaan

Intimacy Vs Isolation ( Young adulthood 20 40 tahun) dewasa muda, membangun komitmen sehingga timbulah

keintiman apabila tidak mampu membangun komitmen anak akan

mengalami isolasi perilaku positif: menunjukan kemampuan untuk komitmen terhdap diri sendiri dan orang lain, memmiliki kemampuan untu mencintai dan bekerja

Generativity Vs Stagnantion ( Midle adulthood, 41 65 tahun) memikirkan keturunan (generasi) stagnasi disebabkan karena hanya memikirkan diri sendiri

Perilaku positif: produktif dan kreatif untuk diri sendiri dan orang lain

Ego Integrity Vs Despair (Late adulthood, 65 tahun lebih) apabila orang dewasa tua tidak mampu membangun integritas egonya maka ia akan mengalami putus asa Perilaku positif; menghargai kejadian masa lalu, sekarang dan yang akan datang, menerima siklus hidup dan gaya hidup, menerima kematian

Teori perkembangan Piaget Jean Piaget lebih menekankan kepada perkembangan kognitif atau intelektual. Piaget menyatakan perkembangan kognitif berkembang dengan proses yang teratur dengan 4 urutan/tahapan melalui proses ini: Assimilasi, adalah proses pada saat manusia ketemu dan berekasi dengan situasi baru dengan mengunakan mekanisme yang sudah ada. Pada tahap ini manusia mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru termasuk cara pandang terhadap dirinya dan duania disekitarnya Akomodasi, merupakan proses kematangan kognitive untuk memecahkan masalah yang sebelumnya tidak dapat dipecahkan. Tahap ini dapat tercapai karena ada pengetahuan baru yang menyatu. Adaptasi, kebutuhan merupakan kemampuan untuk mengantisipasi

Tahapan Perkembangan Piaget Tahap Usia Tingkah laku yang signifikan Sensorimotor 0 2 tahun Perilaku preverbal, kegiatan motorik sederhana terkoordinasi, dapat mempersepsikan perasaan yang berbeda Preoperasional 3 7 tahun Egoscentrism: dapat menghubungkan konsep suatu benda dengan kenyataan, konsep elaborate (rumit/panjang), mengajukan pertanyaan Concrete operation 7 11 atau 12 tahun Pemecahan masalah: mulai mengerti hubungan seperti ukuran, mengetahuai kiri dan kanan, mempunyai penda[at atau sudut pandang Formal operation 11 15 atau 16 tahun Hidup dalam sekarang/nyata dan bukan sekarang/ tidak nyata, lebih mempokuskan kepada sesuatu yang mungkin, dapat menggunakan alasan ilmiah, dapat menggunakan logika Robert J. Havighurst

Havighurst

meyakini

ada

periode

atau

tahap

dari

perkembangan. Infancy dan childhood Belajar berjalan, belajar berbicara, belajar makan makanan cair, belajar mengontrol eleiminasi kotoran dari tubuh, belajar membedakan kelamin, menerima kestabilan psikologi,

membentuk konsep sosial dan fisik yang sederhana, belajar berhubungan emosi dengan orang tua, saudara (sibling), dan orang lain, belajar membedakan benar dan salah, mengembangkan nurani

Middle childhood Belajar keterampilan fisik yang penting dalam permainan, membangun perilaku yang menunjukan diri sendiri sebagai organisme yang berkembang. Belajar mendapatkan teman sebaya, belajar menilai peran feminim dan maskulin, mengembangkan keterampilan dasar membaca, menulis dan menghitung, mengembangkan konsep yang penting dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan nilai perasaan, moral, dan skala, mendapatkan kebebasan individu, mempertahankan perilaku dalam kelompok dan institusi.

Adolesence Menerrima keadaan fisik dan menerima peran maskulin atau feminim, mengembangkan hebungan dengan jenis kelamin yang berbeda, memiliki ketidak tergantungan emosid engan orang tua dan orang dewasa lain, memiliki jaminan ekonomi sendiri, memilih dan mempersiapkan pekerjaan sendiri, mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep dalam

kehidupan sipil, mempersiapkan perkawinan, dan kehidupan berkeluarga, mendapatkan nilai dan sistem etik yang harmoni dalam memandang dunia, memiliki keinginan dan menerima tanggung jawab perilaku sosial.

Early adulthood Memilih teman hidup, belajar hidup dengan pasangan

perkawinan, memulai berkeluarga, memiliki anak, mengatur rumah, mulai mendapatkan pekerjaan, memikirkan kepentingan umum, menemukan grup hobies

Midle age Menerima peran sivil dan tanggung jawab sosial, membangun dan mempertahankan standar ekonomi kehidupan, membantu remaja memmiliki tanggung jawab, menggunakan waktu luang untuk mengembangkan kedewasaan, menerima dan menilai perubahan psikologis usia pertengahan, mengatur waktu sebagai orang tua

Late maturity Menerima penurunan kekuatan fisik dan kesehatan, menerima pensiun seusia, dan penurunan sosial pendapatan, dan menerima kematian sipil, pasangan, membangun hubungan ekplisit dengan kelompok kegiatan melakukan kewajiban membangun kepuasan kehidupan fisik 2. Apa saja yang mempengaruhi tumbuh kembang pada individu?

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TUMBUH KEMBANG Tingkat tercapainya potensi biologik seseorang merupakan hasil interaksi sebagai faktor yang saling bekaitan, yang pada dasarnya dapat diklasifikasikan dalam 3 kelompok yaitu: 1. 2. 3. Faktor genetik Faktor lingkungan Faktor perilaku

Faktor Genetik Faktor genetik ini merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang. Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil yang optimal. Adapun yang termasuk dalam faktor genetik diantaranya adalah faktor bawaan yang normal atau patoloigik, jenis kelamin, suku bangsa atau bangsa. Faktor Lingkungan Berbagai keadaan lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak lazim digolongkan menjadi lingkungan biopsikosial, yang diadalamnya tercakup komponen biologis (fisis), psikologis, ekonomi, sosial, politik dan budaya. Faktor Perilaku Keadaan perilaku akan mempengaruhi pola tumbuh kembang anak. Perilaku yang sudah tertanam pada masa anak akan terbawa dalam masa kehidupan selanjutnya. Belajar sebagai aspek utama aktualisasi, merupakan proses pendidikan yang dapat mengubah dan membentuk perilaku anak. Dorongan kuat untuk perubahan perilaku dapat diartikan positif atau negative, bergantung kepada apakah sifat dorongan

tersebut merupakan pengalaman yang baik, menyenangkan, menggembirakan atau sebaliknya. Perubahan perilaku dan bentuk perilaku yang terjadi akibat pengaruh berbagai faktor lingkungan akan mempunyai dampak luas terhadap sosialisasi dan disiplin anak. 3. Apa tugas tumbuh pada remaja?

Masa remaja dibedakan dalam : 1. Masa remaja awal, 10 13 tahun. 2. Masa remaja tengah, 14 16 tahun. 3. Masa remaja akhir, 17 19 tahun. Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan : 1. Mulai menstruasi. 2. Payudara dan pantat membesar. 3. Indung telur membesar. 4. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat. 5. Vagina mengeluarkan cairan. 6. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina. 7. Tubuh bertambah tinggi. Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki : 1. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap. 2. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin. 3. Tumbuh kumis.

4. Mengalami mimpi basah. 5. Tumbuh jakun. 6. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang. 7. Penis dan buah zakar membesar. MASA REMAJA MENENGAH
Masa antara remaja 12,5 menengah, 15 tahun mencakup pada rentang Pada umur dan masa

kronologisantara 12 14 tahun bagi perempuan laki-laki.

initerlihat adanya pertambahan pertumbuhan yang sangat mencolok, terjadi akselerasi pertumbuhantinggi dan berat badan serta perkembangan karakteristik seks sekunder lebih lanjut. Masa inimerupakan puncak kurve kecepatan pertumbuhan sebelumnya. berat Pada badan, masa yang inilah mengikuti kira-kira terjadi 6 puncak bulan deposit kurvekecepatan tinggi badan

besar jaringan lemak pada perempuan dan massa otot pada laki-laki. Selama periode pertumbuhan cepatpada masa remaja menengah ini, golongan perempuan mendapat pertambahan tinggi badan rata-rata 8 cm per tahun pada umur rata-rata 12 tahun, sedangkan laki-laki pada umur rata-rata 14 tahunmendapat penambahan tinggi badan rata-rata 10 cm per tahun.Terlihat pola teratur proses perkembangan/kemajuan tulang kerangka dari distal menuju proksimal,dimulai dari perkembangan tulang kaki. Kirakira 6 bulan kemudian akan diikuti perkembangan tungkai bawah, kemudian tungkai atas. Pola yang serupa terdapat pula pada perkembangan alatgerak atas, sehingga secara keseluruhan anak remaja terlihat ganjil karena bentuk tangan dan kakiyang besar dan tidak proporsional. Puncak akselerasi pertumbuhan panjang tungkai bawah akandiikuti oleh perkembangan lebar dada dan paha 4 bulan kemudian.

Perpanjangan anteroposterior seks pada

badan dada

danpembesaran manifestasi lemak

diameter terakhir masa pola oleh kelamin.

merupakan

pertumbuhan cepatpada pubertas. Selain terdapat perbedaan pertumbuhan terdapat terbesar pada kerangka jaringan pula menurut laki-laki remajamenengah, pertumbuhan Lebar biakromial androgen, perbedaan jenis ditentukan

sedangkan

estrogen

menentukan

lebar diameter

bitrochanter yang akan memebri bentuk kontur perempuan dewasa.Pada masa remaja menengah terjadi pula perkembangan karakteristik seks sekunder perempuanberupa pembesaran payudara dan areola, dan pada masa TMK 4 lebih kurang 75% anak gadisakan memiliki batas areola dan payudara yang lebih tegas sebagai akibat pembesaran areola. Rambut kelamin menjadi lebih gelap, kasar, ikal dan lebih menyebar ke arah proksimal dan lateralmenutupi mons pubis. Pada lelaki terlihat penis lebih panjang dan lebar, testis lebih besar, danskrotum lebih berpigmen. Peristiwa yang paling dinamik adalah timbulnya menarche pada anak perempuan yang rata-rata terjadi pada umur 12,5 tahun (pada kultur barat). Menars dapat terjadipada setiap tahap pubertas : 10% padaTMK 2, 20% pada TMK 3, 60% pada TMK 4, dan 10% padaTMK 5. Tetapi sebagian besar anak gadis terlihat matur pada masa remaja menengah. Peristiwamenarche sangat erat hubungannya dengan masa puncak kurve kecepatan penambahan tinggibadan. Masa ini ditentukan oleh berbagai faktor, tetapi yang terpenting adalah faktor genetik. Sangat erat hubungan antara umur menarche ibu dengan putrinya, dan lebih erat lagi antar umur menarche gadis gemuk akan mendapat gizi perempuan menarche bersaudara. lebih awal kronik jaringan Faktor lain yang berperan penting adalah status gizi, daripada yang kurus. status Semua atau penyakit oksigenasi

yangmenggangu

akan memperlambat pola maturasi pubertas, terutama waktu menarche.Yang timbulnya lebih bervariasi lagi adalah sirkum waktu anal, pertumbuhan rambut

dengankecenderungan rambut aksila dan wajah akan timbul lebih lambat, yaitu setelah rambut pubis mencapai TMK 4. Rambut wajah anak laki-laki timbul mula-mula di daerah sudut bibir atas yangkemudian akan menyebar ke arah medial. Seiring dengan pertumbuhan rambut aksila akan munculp u l a b a u b a d a n akibat stimulasi androgen pada kelenjar keringat apokrin, Sering dan hal ini s e r i n g menimbulkan kesadaran bahwa pada anak tersebut bahwa ia telah mulai dewasa. pulaterjadi ginekomastia anak laki-laki pada masa remaja menengah ini; dapat bi- atau unilateral, yangdapat menetap sampai 18 bulan. Walaupun sering terjadi dan tidak spesifik hal ini dapat sangatmeresahkan. Remaja Lanjut Pada masa ini proporsi dan ukuran tubuh sudah menyerupai ukuran dewasa muda. Hanya terjadi s e d i k i t p e n i n g k a t a n pertumbuhan linear setelah melewati masa p e r t u m b u h a n c e p a t r e m a j a menengah. Sisa epifisis seperti pada femur, humerus dan sterno kalvikula akan menutup palinglambat pada masa awal umur dupuluhan. Perkembangan karakteristik seks sekunder menjadi tuntas dengan pertumbuhan rambut kelamin yang menyebar sampai bagian medial paha pada laki-laki dan perempuan, penampilan alat kelamin dewasa dan kapasitas reproduktif penuh pada laki-laki, serta penampilan buah dada dewasa pada perempuan. Rambut wajah laki-laki tumbuh sampai daerah dagu, dan bulu dada akan muncul sebagai bagian berat terakhir dan pertumbuhan akan dan testosteron tiroid rambut muncul tubuh.S u a r a lengkap dalam

akibat

pengaruh tulang

m e r a n g s a n g pertumbuhan

rawan

krikoid,

serta

otot

larings.

Pada

perempuan,

uterus

akanmencapai bentuk dewasa dengan fundus yang besar dan serviks yang lebih kecil.

4. Apa tugas kembang pada remaja?

Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki, mengalami perubahan emosi, pikiran, perasaan, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab, yaitu : 1. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya. 2. Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua. 3. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri. 4. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya.
Remaja Tengah Kognitif Kecenderungan perkembangan kognitif seperti telah diuraikan pada pembahasan terdahulu masihterus berlangsung. Psikososial Hubungan antara remaja dengan keluarga, sekolah dan kelompok sebaya pada tahap dan ini masihtetap seks serupa pada dengan kelompk tahap sebaya sebelumnya. Sekolah dan kelompok sebaya mendapat porsi lebihpenting, perbedaan tampak lebih jelas. Tujuan perkembangan selama masa remaja bagi anak laki-laki lebih diwarnai keinginan untuk memperoleh penerimaan dan kebebasan yang akan lebih mudah dicapai dalam suatu kelompok, sedangkan bagi anak perempuan untuk menumbuhkan kemampuan interpersonal dan cinta. Kesetiaan, keterlibatan, dan keakraban tentang suatu informasi lebih berharga

bagi lingkungan anak perempuan daripada anaklaki-laki.Selama masa remaja menengah, kelompok sosial dapat meluas sampai mengikutsertakan anggota yang berbeda jenis kelaminnya dan proses pacaran pun dapat mulai terjadi. Proses pacaran dapatberkembang dalam berbagai tahap : tahap pertama biasanya dilakukan tanpa kontak fisik, tahapkedua berciuman dan meraba buah dada yang masih tertutup pakaian, tahap ketiga meraba buah dada telanjang atau kemaluan, tahap keempat melakukan hubungan seksual dengan mitra tunggal,dan tahap kelima melakukan hubungan seksual dengan mitra multipel. Walaupun terdapat sangatbanyak variasi berbagai jenis kelompok remaja, tampaknya sebagian besar remaja pada masa ini tidak sampai melakukan pacaran tahap keempat. Dan bagi mereka yang melakukannya makaresiko untuk kehamilan yang tidak diinginkan atau penyakit kelamin cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan penerangan dan penyuluhan untuk mencegah hal tersebut. Selama masa remaja menengah harus sering dilakukan tindakan untuk pendidikan dan latihan kerja. Seperti telah diterangkan hubungan dengan kelompok sebaya yang seiring dengan maturasifisis dapat mempengaruhi prestasi di sekolah. Efek fisis perkembangan pubertas sering menyatu d e n g a n i m a j i n a s i d i r i s e s e o r a n g , d a n t i d a k j a r a n g d i s e r t a i d e n g a n a k i b a t y a n g m e n d a l a m . Peningkatan aktivitas pada perkembangan maturitas dapat dirasakan negatif oleh seorang gadissampai mungkin memuncak menjadi anoreksia nervosa. Perkembangan buah dada yang tidaksimetrik akan menimbulkan perasaan sebagai abnormal. Imajinasi diri yang keliru seperti itumerupakan masalah yang sering terjadi terutama pada anak perempuan dan para penderita penyakit kronik. Perkembangan imajinasi diri ini melibatkan pula berbagai pengalaman coba-cobaatau yang berbeda. eksperimen kategori dalam lingkup sosial Menurut Erikson tentang

krisiskehidupan, maka tahap ini merupakan penentuan jati diri atau perkembangan identitas. Pada masaitu pula identitas seksual akan

lebih mengental dan akan terjadi perkembangan rasa seksual yang adekuat. Remaja lanjut Pada periode ini seringkali masalah penentuan karir sudah harus dihadapi dengan berat, bahkankadangkala sudah harus ditentukan. Perasaan ingin memberontak yang sering muncul pada periodesebelumnya secara bertahap akan berubah kembali menjadi pendekatan pada keluarga, tetapidengan sikap yang sudah berbeda dari sebelumnya. Walaupun masih sering berpikir moralistis dana b s o l u t , remaja pada tahap ini sudah mampu berdialog dengan orangtua. dalam Menurut remaja Mulai timbul p u l a kemampuan yang untuk terlibat hubungan skema lanjut interpersonal krisis empatik; pada seringkali remaja untuk

hubunganseksual sebelumnya yang eksploitatif dan narsistik akan berubah. Erikson, psikososial pada masa sebelumnya adalah pada masalah identitas, sedangkan pada masa adalah kebutuhan mengembangkankapasitas keintiman.

5. Masalah yang sering terjadi pada remaja? o Kehamilan yang tak diinginkan o Penyakit menular seksual o Penyalahgunaan zat o o o Merokok Depresi Psikofifiologis o o o o o o o Kekerasan fisik Lari dari rumah Depresi Bunuh diri remaja Penyalahgunaan zat Gangguan makan Obesitas eksogen

Kegagalan di sekolah

Kelainan ginekologis

Gangguan payudara

PMS dan Penyakit radang pelvis

6. Apa masalah psikis yang sering terjadi pada remaja? Depression: 1/3 of teens have experienced some symptoms of depression. Rates are higher among girls than boys. Rates are higher among African-American and Native American teens Additionally, lack of popularity, rejection, death of a loved one contributes Suicide. Successful suicide rate is higher in boys (more lethal means) but girls attempt suicide more often 7. Bagaimana cara melakukan pendekatan terhadap remaja? Be open and honest Treat the teen with respect Talk directly to the teen Begin conversation with least threatening topics Provide confidentiality

Pengkajian pada remaja meliputi : Wawancara terpimpin

Penilaian tugas-tugas psikoperkembangan Pemeriksaan sistemik meliputi : Nutrisi Tidur Perawatan diri, pengetahuan ttg pemeriksaan sendiri Olah raga Hubungan keluarga dan sahabat Teman sebaya Sekolah Minat pendidikan dan pekerjaan Tembakau Penyalahgunaan zat Seksualitas Kesehatan mental

Anda mungkin juga menyukai